Author Topic: The Day I Fall in LOVE (another MinSun FF from me ^^) chap 20 : 3 Jan 2013 ^^  (Read 50580 times)

Offline dalbyeol

  • Senior
  • ****
  • Posts: 803
    • View Profile
wah besok mau diupdate ya?..kan bng ilham diem di pos ronda jd besok diupdate dong..oke ditunggu..

 [hammer] [hmpfh]

And I'll never promise to
be true to anyone,unless it's you...The Day I Fall in Love

Offline Mawar Jingga

  • Full
  • ***
  • Posts: 397
    • View Profile
Makasih ya buat updetannya....gak boring kok...

Aduh, sedih banget deh ama Hee Young dan adiknya. Masih kecil tapi udah ditinggal kedua orang tua. Siapa dunk yang akan mengurus mereka? Untung mereka punya banyak saudara, yang masih mau nemenin mereka. Tapi ampe berapa lama? Pan gak bisa lama2....Terus itu, Tuan Han, mau ngomong apa tu ke keluarga mereka...

Itu si Chung Ae, emang mestinya bukan hanya dipulangin aja, tapi juga dikandangin. Kok kayanya dia menganggu sekali. Udah menganggu, nyebelin pula... [laughing]...

Ditunggu updetannya lagi ya sist.... [lovestruck]

Offline dalbyeol

  • Senior
  • ****
  • Posts: 803
    • View Profile
Makasih ya buat updetannya....gak boring kok...

Aduh, sedih banget deh ama Hee Young dan adiknya. Masih kecil tapi udah ditinggal kedua orang tua. Siapa dunk yang akan mengurus mereka? Untung mereka punya banyak saudara, yang masih mau nemenin mereka. Tapi ampe berapa lama? Pan gak bisa lama2....Terus itu, Tuan Han, mau ngomong apa tu ke keluarga mereka...

Itu si Chung Ae, emang mestinya bukan hanya dipulangin aja, tapi juga dikandangin. Kok kayanya dia menganggu sekali. Udah menganggu, nyebelin pula... [laughing]...

Ditunggu updetannya lagi ya sist.... [lovestruck]

gumawo dh baca,sist [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]

yup,kluarga Hee Young mmng bnyk (sbenarnya cmn tante2nya aja kluarga yg sbenarnya...tp sm kluarga Han,Hee Young & Jae Hwa jg dh d anggap anak sendiri...jdnya bnyk orng yg sayang sm mereka berdua [biggrin])

tuan Han mo ngomong apa??? akn ketahuan d next chap...sabar ya [biggrin]

si Chung Ae emang nyebelin...tp,ulahnya tetap gak brenti smpai situ...ntar dia muncul lg [devil2] [hmpfh]

ok,tunggu yg sabar ya...HWAITING!!! [AddEmoticons04262]

And I'll never promise to
be true to anyone,unless it's you...The Day I Fall in Love

Offline ananda_minsun

  • Newbie
  • *
  • Posts: 11
  • action speak louder than words
    • View Profile
anyong sistaa  [flowers] [flowers]
lanjutin dong ceritanya seru nih hyun soo lagi serius ngejar cintanya hee young , tapi kasian juga hee young di tinnggal pergi untuk selama-lamanya sama orang tuanya  [cry] [cry]
lanjutin dongggg [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]

Offline dalbyeol

  • Senior
  • ****
  • Posts: 803
    • View Profile
anyong sistaa  [flowers] [flowers]
lanjutin dong ceritanya seru nih hyun soo lagi serius ngejar cintanya hee young , tapi kasian juga hee young di tinnggal pergi untuk selama-lamanya sama orang tuanya  [cry] [cry]
lanjutin dongggg [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]

gumawo dh baca,sist [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]

dtunggu klanjutannya dgn sabar ya [biggrin]

And I'll never promise to
be true to anyone,unless it's you...The Day I Fall in Love

Offline moow

  • Senior
  • ****
  • Posts: 854
    • View Profile
mian baru coment kemarin inet lemot bgt [biggrin] next chap marriedkah dalb??kan Hyun Soo uda minta restu [hmpfh] [hmpfh]

Love you more than I can say

Offline dalbyeol

  • Senior
  • ****
  • Posts: 803
    • View Profile
mian baru coment kemarin inet lemot bgt [biggrin] next chap marriedkah dalb??kan Hyun Soo uda minta restu [hmpfh] [hmpfh]

belum,sist...tp,ntar lg bakaln married,kok...tenang aja [biggrin]

btw,gumawo dh baca ya [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]

And I'll never promise to
be true to anyone,unless it's you...The Day I Fall in Love

Offline Alin

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1002
    • View Profile
mian baru coment kemarin inet lemot bgt [biggrin] next chap marriedkah dalb??kan Hyun Soo uda minta restu [hmpfh] [hmpfh]

belum,sist...tp,ntar lg bakaln married,kok...tenang aja [biggrin]

btw,gumawo dh baca ya [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]
wah bentar lg merit tpi langsung jebolkan?..trus kpn updatenya?..

Offline moow

  • Senior
  • ****
  • Posts: 854
    • View Profile
mian baru coment kemarin inet lemot bgt [biggrin] next chap marriedkah dalb??kan Hyun Soo uda minta restu [hmpfh] [hmpfh]

belum,sist...tp,ntar lg bakaln married,kok...tenang aja [biggrin]

btw,gumawo dh baca ya [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]
next chap jgn lama [nono] [hmpfh] biar afdol tar personil LUD kirimin paket express lg,special buat Dalb.. [hmff] [hmff]

Love you more than I can say

Offline dalbyeol

  • Senior
  • ****
  • Posts: 803
    • View Profile
mian baru coment kemarin inet lemot bgt [biggrin] next chap marriedkah dalb??kan Hyun Soo uda minta restu [hmpfh] [hmpfh]

belum,sist...tp,ntar lg bakaln married,kok...tenang aja [biggrin]

btw,gumawo dh baca ya [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]
next chap jgn lama [nono] [hmpfh] biar afdol tar personil LUD kirimin paket express lg,special buat Dalb.. [hmff] [hmff]

klo paketannya kyk si baju kuning lg,malas ah [hmff]

And I'll never promise to
be true to anyone,unless it's you...The Day I Fall in Love

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
update update update update [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]

sesekali jd biang kerok, ga pa2 ya [hmpfh] [hmpfh]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Unique_Mirror

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1061
    • View Profile
update update update update [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]

sesekali jd biang kerok, ga pa2 ya [hmpfh] [hmpfh]
gak mungkin di update cepat ya sist byeol??? bang ilham lagi nongkrong di tretnya mami gak balik balik [laughing]
[/size][/color][/b]

Offline dalbyeol

  • Senior
  • ****
  • Posts: 803
    • View Profile

The Day I Fall in LOVE

Chap 7


Hee Young menatap bayangannya sendiri di depan kaca. Pagi ini adalah pagi pertama dia akan pergi kuliah setelah 4 hari lamanya dia mengurung dirinya sendiri di dalam rumah. Dirapikannya t-shirt putih bergambar Micky Mouse dan celana jeans biru yang dipakainya…penampilannya sudah tampak rapi, Hee Young siap “menghadapi” kehidupan lagi. Kedua matanya sudah tidak bengkak dan sembab lagi, kulitnya yang putih mulus juga sudah mulai merona, tidak pucat lagi…dan ketika Hee Young melihat bibir mungilnya yang berwarna merah muda alami, dia berpikir, ‘apakah senyumanku masih sama seperti dulu?’

Bibirnya melengkung ke atas membentuk sebuah senyuman yang entah mengapa terasa sangat sulit untuk dilakukannya…senyuman itu tampak menyedihkan di mata Hee Young sendiri.

“Hee Young-a…hwaiting!” ujarnya menyemangati dirinya sendiri…dan hasilnya sebulir airmata kembali turun ke pipi mulusnya.

Hee Young segera menghapus airmata itu, “Aku harus kuat! Aku harus tabah! Aku harus tersenyum riang lagi! Itu kan yang kalian harapkan dariku, omma? appa?” ucapya pada foto kedua orangtuanya yang sedang balas tersenyum bahagia menatapnya di atas meja riasnya.

“Aku harus menjalani hidupku lagi demi omma dan appa…demi Jae Hwa! Hee Young-a, kau bisa! Kau mampu! Hwaiting!” dan bibir itu mencoba tersenyum lagi…’masih agak hambar, tapi tidak menyedihkan seperti tadi…bagus, Hee Young-a’ ucap hatinya.


$$$

Ketika Hee Young keluar dari kamar tidurnya, bibi Ma sudah menunggunya di ruang makan…wanita tua itu sedang menyiapkan makanan untuknya di atas meja.


“Selamat pagi, bibi Ma” sapa Hee Young sambil mencium pipi wanita tua itu.

“Selamat pagi, sayang” balas bibi Ma sambil tersenyum pada Hee Young yang sudah duduk manis di bangkunya.

“Kau siap untuk kuliah lagi, sayang?”

Hee Young mengangguk. Bibi Ma tersenyum lagi sambil menyorongkan sepiring roti yang sudah diolesi mentega, roti kesukaan Hee Young, serta segelas susu.

“Kalau begitu makanlah ini. Kau memerlukan tenaga untuk menghadapi harimu yang pasti akan melelahkan”

“Terima kasih, bibi Ma”

“Sama-sama, sayang”

Hee Young memakan rotinya sedikit, mengunyah dan menelannya dengan rasa enggan, nafsu makannya juga belum kembali pulih…bibi Ma memperhatikannya dengan penuh rasa kasih sayang.

“Jae Hwa kemana, bi?” tanya Hee Young setelah selesai menelan kunyahan pertamanya.

“Jae Hwa sudah berangkat pagi-pagi sekali. Dia tadi dijemput oleh Jung Hwan…kau ingat kan kalau hari ini sekolah Jae Hwa mengadakan karya wisata? Jae Hwa akan menginap semalam disana…”

Kata-kata bibi Ma belum selesai diucapkan ketika dengan panik Hee Young mencari-cari sesuatu di dalam tas
kuliahnya…ternyata ponselnya yang dicari olehnya.

“Hee Young-a…ada apa?” tanya bibi Ma bingung melihat tingkahnya.

Hee Young tidak menjawab pertanyaan itu, dia malah sibuk menekan beberapa nomor di ponselnya, kemudian mendekatkan benda itu ke telinga kirinya…makanannya dan bibi Ma untuk sementara terlupakan.

Hee Young diam selama beberapa saat, menunggu hubungan teleponnya diangkat oleh orang yang ingin ditujunya.

“Yoboseyo…Jae Hwa-ya?”

“Noona? Ada apa, noona?”

Bibi Ma mengerutkan keningnya…ternyata Hee Young menghubungi adiknya.

“Kau dimana sekarang? Kenapa tidak membangunkan noona? Noona tidak melihatmu pergi…kau harusnya membangunkan noona!”

Kata-kata itu terlontar dari mulut Hee Young tanpa memberikan kesempatan bagi Jae Hwa untuk menyahutinya,

“Mianhae, noona…aku tidak ingin membangunkan noona. Noona masih terlelap ketika aku pergi tadi” sahut Jae Hwa dengan nada menyesal.

“Kau dimana sekarang?”

“Aku dalam perjalanan menuju ke tempat karya wisataku…kami masih di dalam bis”

“Apakah semua lancar? Kau baik-baik saja?”

“Iya, noona. Jangan khawatir”

“Kalau kau sampai segera hubungi noona…segera, Jae Hwa-ya! Arasso?”

“Arasso, noona. Aku akan menghubungimu kalau aku sudah sampai dengan selamat disana”

“Ingat…hubungi noona”

“Ne, noona-ku sayang”

“Noona lebih menyayangimu” airmata Hee Young kembali turun ketika dia memutuskan hubungan telepon itu dan meletakkan ponselnya kembali ke dalam tas kuliahnya.

Bibi Ma terdiam selama percakapan itu berlangsung. Airmatanya ikut turun ketika menyadari apa yang sedang terjadi…ternyata Hee Young mengalami trauma dengan apa yang menimpa kedua orangtuanya,

“Hee Young-a…”

“Aku tidak tenang, bi ketika tahu Jae Hwa pergi tanpa pamit padaku…aku takut kehilangan dia juga, bi”

“Sayangku…Jae Hwa akan baik-baik saja, percayalah. Berdo’alah untuk keselamatannya, sayang”

Hee Young mengangguk lemah. Disapunya airmatanya kembali, “Aku tidak boleh begini terus kan, bi?”

Bibi Ma mengangguk menyetujui kata-katanya, “Cerialah lagi, sayang…omma dan appa-mu pasti sangat menginginkan hal itu kembali padamu”

“Ne, bibi Ma”

“Bibi ke dapur dulu…habiskan makananmu. Eun Kyung akan menjemputmu pagi ini kan?”

Hee Young mengangguk lagi…sebuah tepukan hangat dari bibi Ma mampir ke tangan kanannya, Hee Young memberikan senyumannya sekali lagi untuk wanita tua itu sebelum dia pergi ke dapur.

“Ingat, habiskan makananmu” pesan bibi Ma.

 Tapi sepeninggal bibi Ma, makanan itu tidak lagi disentuh oleh Hee Young…pikirannya malah menerawang menganalisa apa yang telah terjadi pada dirinya selama 4 hari penuh kesuraman terakhir.

Hidupnya benar-benar berubah dalam 4 hari ini. Hee Young merasa keceriaannya tidak akan pernah kembali lagi, sifat itu ikut pergi bersama kedua orangtuanya. Pagi ini Hee Young malah menemukan fakta kalau dia masih trauma dengan apa yang menimpa mereka, sehingga kepanikan melanda dirinya saat tahu Jae Hwa pergi ke tempat yang jauh tanpa memberitahunya…dia takut Jae Hwa pun tidak akan kembali lagi padanya, seperti kedua orangtuanya.

Hanya Jae Hwa yang dimilikinya sekarang. Jae Hwa adalah harta berharganya. Tidak ada yang lebih bernilai di dunia ini kecuali adiknya, Jae Hwa…tidak juga sejumlah harta yang diwariskan oleh kedua orangtuanya untuk mereka berdua.
Kemarin tuan Han, sahabat sekaligus pengacara ayahnya, membacakan surat wasiat yang ditulis oleh dr. Goo 6 tahun yang lalu. Surat wasiat itu berbunyi kalau Hee Young dan Jae Hwa mewarisi harta kekayaan yang tidak sedikit dari kedua orangtua mereka…ditambah lagi dengan pembayaran asuransi jiwa kedua orangtuanya yang ternyata begitu besar, membuat Hee Young dan Jae Hwa menjadi anak-anak yatim piatu yang bergelimang harta.

Namun, dr. Goo tidak serta merta melepaskan kedua buah hatinya untuk mengurus kekayaan yang mereka warisi itu. Di surat wasiatnya, dr. Goo mengangkat adik perempuan tertua dari ny. Goo, Kim Mun Hee, untuk menjadi wali bagi Hee Young dan Jae Hwa dalam pengelolaan harta itu bila dirinya dan ny. Goo meninggal dunia ketika kedua anaknya masih berusia di bawah dari 25 tahun. Akan tetapi, bila usia Hee Young sebagai anak tertua, sudah genap 25 tahun atau bila Hee Young sudah menikah meskipun usianya di bawah 25 tahun, maka tugas Mun Hee sebagai seorang wali ototmatis akan berakhir dan kewajiban itu akan berpindah kepada Hee Young.

Tidak ada yang berani membantah surat wasiat itu, semua dengan serta merta menuruti kehendak dr. dan ny. Goo, sehingga dengan sendirinya mulai saat itu, Hee Young dan Jae Hwa kini berada di dalam pengasuhan tante mereka, Kim Mun Hee.

$$$

“Hee Young-a…sudah siap untuk pergi kuliah?” suara Eun Kyung membuyarkan lamunan Hee Young.

“Eh…oh, Eun Kyung-a…kapan kau datang?” tanya Hee Young sedikit gelagapan melihat sahabatnya yang sudah duduk di sebelahnya.

“Aku? Baru saja”

“Kau datang sendiri?”

“Anhi…Dae Kwan-oppa ada di luar. Kita akan menumpang mobilnya untuk pergi ke kampus”

Hee Young tersenyum tipis melihat kilauan kebahagiaan di kedua mata Eun Kyung ketika menjawab pertanyaannya tadi…’Eun Kyung sungguh sangat beruntung’ ucap Hee Young di dalam hati, tak terasa sebulir airmata jatuh lagi dari sudut mata kanannya.

“Hee Young-a…ada apa?” tanya Eun Kyung sedikit panik melihat airmata Hee Young yang menitik lagi.

“Kwenchana…Eun Kyung-a” sahut Hee Young, cepat-cepat menghapus airmatanya, “Aku baik-baik saja. Kita pergi sekarang? Kasihan Dae Kwan-ssi kalau terlalu lama menunggu kita. Aku akan pamit pada bibi Ma dulu” lanjutnya lagi sambil beranjak dari tempat duduknya dan pergi menuju dapur.

Ketika Hee Young kembali, Eun Kyung masih menunggunya di tempat yang sama.

“Kita berangkat sekarang?” tanya Eun Kyung yang langsung disambut dengan anggukan kepala dari Hee Young.

 “Kapan Mun Hee-ahjumma datang kembali dari Paris?” tanya Eun Kyung ketika mereka sudah mulai berjalan menuju keluar rumah.

Hee Young mengangkat bahunya, “Aku tidak tahu pasti. Hanya saja Mun Hee-imo mengatakan kalau urusan perpindahan pekerjaan Kang Dae-samchon sudah beres, mereka akan segera pulang ke Korea dan tinggal bersama kami”

“Bagaimana perasaanmu?”

“Tentang?”

“Tentang Mun Hee-ahjumma sebagai walimu?”

Hee Young tersenyum lemah mendengar pertanyaan itu, “Appa sudah mempercayakan kami di bawah pengasuhannya karena appa tidak memiliki saudara maka hanya suadara-saudara omma lah yang bisa diharapkannya, aku dan Jae Hwa tidak bisa membantahnya. Kalau bisa memilih, sesungguhnya aku lebih senang bila Myung Hee-imo yang menjadi wali kami. Tapi karena appa dan omma lebih percaya pada Mun hee-imo sebagai adik tertua, maka aku dan Jae Hwa harus menurutinya. Lagipula Mun Hee-imo juga sangat sayang pada kami berdua, walaupun hubungan kami dengannya tidak sedekat hubungan kami dengan Myung Hee-imo”

Eun Kyung hanya bisa mengangguk menyetujui setiap kata yang dikeluarkan oleh Hee Young, walaupun dia tahu kalau Hee Young pun merasa sangat berat menerima keputusan kedua orangtuanya.

Kedua gadis itu akhirnya tiba di luar rumah, dimana Dae Kwan tengah menunggu mereka bersama dengan mobilnya yang terparkir manis di halaman rumah Hee Young. Begitu melihat keduanya, Dae Kwan segera keluar dari dalam mobil untuk menyambut dua gadis cantik yang akan menjadi penumpang di mobilnya pagi itu.

“Hee Young-ssi” sapanya hangat pada Hee Young.

“Annyong hasaeyo, Dae Kwan-ssi” balas Hee Young sambil tersenyum.

“Bagaimana? Apakah gadis-gadis cantik ini sudah siap untuk berangkat kuliah?”

“Ya” jawab Hee Young dan Eun Kyung serempak.

Dae Kwan langsung membukakan pintu belakang mobilnya dan berkata, “Silahkan, Hee Young-ssi”

Eun Kyung melihat pemandangan itu dengan berpura-pura cemburu, “Oppa…kau tidak pernah membukakan pintu mobil untukku”

“Oh, mianhae, Hee Young-ssi. Tuan putri yang satunya juga minta pelayanan ekstra. Nah, silahkan anda masuk duluan, setelah ini saya harus melayani permintaan dari tuan putri Han Eun Kyung”

Hee Young tersenyum mendengar candaan yang dikeluarkan oleh Eun Kyung dan Dae Kwan tadi. Dari dalam mobil, Hee Young menyaksikan sepasang kekasih itu saling melemparkan candaan yang tidak dapat didengarnya, namun dia tahu dari lebarnya senyum yang mereka berikan untuk satu sama lain, menandakan mereka saling mencintai…di dalam hatinya Hee Young berharap kalau diapun akan mendapatkan keberuntungan yang sama dengan yang didapatkan oleh Eun Kyung.


_________


“Miss Son, apakah jadwalku penuh hari ini?” tanya Hyun Soo begitu sekretarisnya datang memenuhi panggilannya pagi itu.

“Hari ini anda hanya dijadwalkan untuk menghadiri rapat presentasi dari manager Yoon tentang proyek Macau pagi ini, sajangnim…selebihnya hanya kunjungan ke sejumlah proyek. Lalu anda juga harus menandatangani beberapa berkas yang sudah anda revisi kemarin sebab berkas-berkas itu harus segera dikirim ke Kanada hari ini, sajangnim”

“Mana berkas-berkas itu?”

“Silahkan, sajangnim” Miss Son meletakkan beberapa berkas yang tidak terlalu tebal ke hadapan Hyun Soo.

“Kapan rapat presentasi itu akan dimulai?” tanya Hyun Soo sambil terus menandatangani berkas-berkas itu.

“Sekitar 10 menit lagi, sajangnim”

“Beritahu peserta rapat kalau rapat itu akan dimajukan 5 menit lagi, dan harus segera selesai dalam waktu 30 menit…dan tolong anda jadwal ulang kunjungan-kunjungan itu buat besok. Aku memiliki keperluan yang mendesak pagi ini”

“Ne, sajangnim” sahut Miss Son sambil menerima berkas-berkas yang sudah ditandatangani oleh Hyun Soo.

“Oh ya, beritahu supir Yin untuk menyiapkan mobil untukku. Aku akan menyetir sendiri pagi ini. Dan satu hal lagi, Miss Son…kegiatanku hari ini tidak memerlukan pengawalan sama sekali” ujar Hyun Soo lagi ketika Miss Son sudah akan beranjak keluar dari ruangannya.

“Ne, sajangnim” sahut Miss Son sambil membungkuk hormat sebelum keluar dari ruangan Hyun Soo.

Sepeninggal Miss Son, sebuah senyuman menghiasi bibir Hyun Soo…sebuah senyuman penuh kebahagiaan atas rencana besarnya pagi ini.



_________

Hee Young duduk dengan tenang di salah satu bangku di perpustakaan kampusnya. Di atas meja, di depan gadis manis itu duduk, terbuka sebuah buku tebal yang menjadi referensinya dalam mengerjakan tugas yang sedang tekun dikerjakannya saat ini.

Konsentrasinya sekarang hanya tercurah pada buku itu dan tugas kuliahnya, pikirannya menjadi lebih fokus setelah Jae Hwa menelepon dirinya dan menyampaikan bahwa dia sudah tiba dengan selamat di tempat yang dituju.

Baru sekitar 10 menit Hee Young mengerjakan tugasnya, ponselnya kembali begetar dengan hebat di hadapannya. Hee Young segera mengangkat ponsel itu, keningnya agak sedikit berkerut ketika membaca nama peneleponnya,..”Hyun Soo-ssi?”

“Yoboseyo?” sapa Hee Young.

“Hee Young-ssi?” sahut Hyun Soo di seberang sana,

“Ne, Hyun Soo-ssi”

“Apakah kau baik-baik saja?”

“Ne…aku baik-baik saja. Kau sendiri?”

“Aku juga. Oh ya, Hee Young-ssi…apakah saat ini kau sedang sibuk atau sedang ada kuliah?”

“Tidak…aku sedang tidak ada kesibukan apa-apa, kuliahku baru saja berakhir 15 menit yang lalu...aku hanya menunggu Eun Kyung dan Dae kwan-ssi untuk menjemputku. Ada apa, Hyun Soo-ssi? Oh ya, terima kasih karena sudah hadir di acara pemakaman appa dan omma 2 hari yang lalu…maafkan aku karena tidak bisa menjadi tuan rumah yang baik”

“Apakah aku bisa memanfaatkan rasa terima kasih sekaligus rasa penyesalan itu, Hee Young-ssi?”

Hee Young menatap ponselnya dengan bingung sebelum mendekatkannya kembali ke telinganya, “Maksudmu?”

“Maksudku adalah aku ingin kau menjadi tuan rumah yang baik  dengan menemaniku pergi ke suatu tempat hari ini”

“Ke suatu tempat?”

"Ya, ke suatu tempat"

“Hari ini?”

“Ya, hari ini”

“Sekarang?”

“Wah, nona Goo anda banyak sekali mengeluarkan pertanyaan. Sayang sekali, saya sudah menjawab pertanyaan terakhir anda tadi. Katakan sekarang kau berada dimana?”

“Di perpustakaan kampus”

“Tunggu aku di depannya. Aku akan menjemputmu. Aku juga akan menelepon Dae Kwan agar tidak usah menjemputmu, karena aku sendiri yang akan mengantakanmu pulang”

“Kita akan kemana, Hyun Soo-ssi?”

“Ke suatu tempat dimana kita bisa melakukan sesuatu yang berguna. Tunggu aku di depan perpustakaanmu, Hee Young-ssi”

“Hyun…”

Belum selesai Hee Young menyebutkan nama Hyun Soo, sambungan telepon terputus. Hee Young kembali memandang ponselnya dengan pandangan bingung, namun sesaat kemudian kedua tangannya sibuk mengemasi barang-barangnya dari atas meja dan memasukkannya ke dalam tas, buku tebal yang tadi dipakainya untuk referensi dikembalikan ke tempatnya semula. Setelah semuanya rapi, Hee Young bangkit berdiri dan berjalan menuju depan perpustakaan sesuai dengan instruksi yang diberikan oleh Hun Soo.



_________

Hyun Soo tersenyum puas setelah pembicaraannya dengan Hee Young terputus tadi. Sekarang dia sedang meluncur ke kampus gadis itu dengan menggunakan Cadillac Escalade putih-nya, ada kejutan yang ingin diberikannya pada Hee Young…kejutan yang mungkin bisa menghibur hati gadis itu sedikit.

Tadi pagi, sewaktu dia masih berada di penthouse-nya dan belum berangkat ke kantor, Dae Kwan meneleponnya dan mengatakan kalau hari ini adalah hari pertama Hee Young masuk kembali ke kampusnya setelah 4 hari ‘memutuskan’ hubungan dunia luar. Selama 4 hari itu, Hee Young malah mematikan ponselnya sehingga Hyun Soo agak kesulitan menghubunginya.

Ketika Hyun Soo mendengar berita itu, tanpa pikir panjang lagi, dia langsung membuat rencana untuk Hee Young, dan menyuruh sekretarisnya untuk menjadwal ulang seluruh kegiatannya hari ini dan memindahkannya ke hari esok…hari ini adalah hari khusus untuk Hee Young, dan Hyun Soo berharap agar dirinya bisa membuat gadis manis itu sedikit terhibur dengan kegiatan yang akan mereka lalui bersama.

Sepanjang perjalanan, Hyun Soo banyak melantunkan lagu-lagu gembira yang tentu saja menggambarkan suasana hatinya yang sedang bahagia, tidak dipedulikannya perjalanan yang cukup jauh yang harus ditempuhnya dari kantor menuju kampus Hee Young. Hanya satu yang diinginkannya…segera menatap kembali wajah cantik Hee Young dan membuat bibir manisnya tersenyum lagi.



_________


Mobil Cadillac Escalade putih milik Hyun Soo berhenti tepat di depan perpustakaan kampus dimana Hee Young sedang duduk termenung di salah satu tangganya. Kedatangan mobil itu dan pengemudinya yang tampan, menarik perhatian para gadis yang berada di sekitar perpustakaan itu, namun hanya Hee Young yang tidak tertarik dengan kedatangan mereka. Hee Young  malah asyik dengan lamunannya. Saking asyiknya melamun, Hee Young tidak menyadari Hyun Soo sudah berdiri tepat di depannya. Deheman Hyun Soo yang membawanya kembali ke alam sadarnya.

“Hyun Soo-ssi” kedua mata Hee Young mengerjap dengan indah ketika melihat Hyun Soo yang menjulang tinggi dihadapannya. Kepalanya yang mungil sampai harus menengadah dengan sempurna untuk dapat melihat Hyun Soo yang balas menundukkan kepala untuk melihatnya.

“Annyong. Kau pasti sudah menunggu terlalu lama sehingga bisa melamun dengan sukses di tangga ini” canda Hyun Soo yang berhasil memancing keluar senyum tipis di bibir Hee Young.

Hyun Soo segera mengulurkan tangan kanannya untuk membantu Hee Young berdiri dari duduknya. Hee Young segera menyambut uluran tangan itu, dan hanya dengan sekali tarikan lembut, Hyun Soo berhasil membantunya berdiri.

“Kita pergi sekarang?” tanya Hyun Soo sambil tersenyum manis.

Hee Young balas menatapnya dengan pandangan bingung, “Kita akan pergi kemana, Hyun Soo-ssi?”

Hyun Soo masih tetap tersenyum manis ketika menjawab pertanyaan Hee Young, “Sudah kubilang kalau kita akan pergi ke tempat dimana kita bisa melakukan suatu hal yang berguna”

“Kemana?” tanya Hee Young bersikeras.

Hyun Soo melebarkan senyuman yang indah, “Gadis yang penuh kewaspadaan. Bagus, Hee Young-ssi…beginilah sikap seorang gadis seharusnya, tidak mudah percaya dengan ajakan seorang laki-laki”

“Kalau begitu katakan, kita akan kemana?” sambar Hee Young lagi, tidak terpengaruh dengan pujian dari Hyun Soo

“Kalau aku katakan kalau tempat itu rahasia?”

“Maka aku akan menolak pergi denganmu, Hyun Soo-ssi…maafkan aku”

Hyun Soo menatap Hee Young dengan pandangan terpesona…baru kali ini ajakannya ditolak oleh seorang gadis…tapi Hee Young memang berbeda, sehingga penolakannya bukanlah hinaan bagi Hyun Soo, melainkan sebuah tantangan.

“Kalau aku katakan kalau tempat itu adalah tempat yang memerlukan perhatian kita sebagai umat manusia, apakah kau tetap akan menolak ajakanku?”

Giliran Hee Young yang menatap Hyun Soo lekat-lekat, kedua mata indahnya kelihatan tertarik sekarang,

“Apakah sekarang kau tertarik, Hee Young-ssi”

Hee Young tidak menjawab pertanyaan itu, dia hanya menganggukkan kepalanya dengan pelan sebagai jawaban.

“Percayalah, aku tidak akan membawamu ke tempat yang tidak kau sukai atau melakukan sesuatu yang tidak kau kehendaki. Sekarang apakah kau bisa mempercayaiku”

“Kalau aku katakan aku hanya mempercayaimu sebanyak 50% saja?”

“Maka itu akan menjadi harga yang pantas untuk diriku” sahut Hyun Soo sambil tersenyum…Hee Young membalas senyuman itu dengan senyuman tipisnya.

“Kita pergi sekarang, Hee Young-ssi?”

Hee Young mengangguk sekali lagi. Hyun Soo memberinya kesempatan untuk berjalan terlebih dahulu dan Hee Young mengucapkan terima kasih untuk hal itu. Ketika mereka bersisian menuruni tangga perpustakaan menuju mobil Hyun Soo, Hee Young baru sadar kalau banyak sekali mata yang memandang ke arah mereka, dan pemilik-pemilik mata itu didominasi oleh kaum hawa…tapi karena merasa tidak membuat kesalahan, Hee Young tidak terlalu mempedulikan tatapan-tatapan itu. Yang penting baginya sekarang adalah kemana Hyun Soo akan membawanya pergi.



_________

Setelah mengemudi selama hampir setengah jam lamanya, Hyun Soo memarkirkan mobilnya di depan sebuah rumah besar yang dibangun di atas sebuah tanah yang agak tinggi. Perjalanan yang mereka tempuh lebih banyak didominasi oleh keheningan, Hyun Soo membiarkan Hee Young larut dalam pikirannya sendiri sambil menikmati pemandangan kota Seoul selama perjalanan itu. Dan ketika mereka sampai ditempat yang mereka tuju, dibantunya Hee Young turun dari mobilnya yang cukup tinggi bagi tubuh mungil Hee Young.
 
“Dimana kita, Hyun Soo-ssi?” tanya Hee Young sambil memperhatikan keadaan di sekelilingnya. Entah mengapa Hee Young merasa tempat ini sangat menyenangkan baginya.



Belum sempat Hyun Soo menjawab pertanyaannya, suara-suara nyaring yang terdengar ceria terdengar membahana keluar dari dalam rumah yang pintu depannya terbuka lebar,

“Ahjussi!”

“Ahjussi?” tanya Hee Young bingung sambil menoleh ke belakang…tidak ada seorangpun disana. Ketika dia bermaksud menanyakan hal itu pada Hyun Soo, pria itu sudah berlutut sambil merentangkan kedua lengannya lebar-lebar, dan sepasang bocah laki-laki dan perempuan berlari masuk ke dalam pelukannya dengan penuh suka cita...Hee Young menatap mereka dengan bingung.

“Hyun Ki-ya…Hwa Young-a…jangan lari-lari seperti tadi…bibi Song capek mengejarnya”

Hee Young mengalihkan perhatiannya dari ‘reuni’ kecil Hyun Soo dan dua bocah tadi kepada seorang wanita seusia ibunya yang jelas sekali tampak kelelahan sehabis berlari.

“Annyong hasaeyo, bibi Song” sapa Hyun Soo yang sudah berdiri tegap kembali, kedua bocah tadi kini berganti memeluk masing-masing kaki panjang Hyun Soo dengan senyuman lebar khas anak-anak di bibir mereka. Sementara Hee Young memperhatikan interaksi yang terjadi antara Hyun Soo dan wanita tadi.

“Hyun Soo-ya, kau sudah datang?” jawab wanita yang dipanggil ‘bibi Song’ tadi dengan lembut pada Hyun Soo…wanita itu kelihatan sangat penyayang, Hee Young langsung menyukai kesan yang didapatnya dari bibi Song.

“Ahjussi…siapa dia?” tanya sang bocah laki-laki sambil menunjuk ke arah Hee Young…semua mata langsung mengarah kepada Hee Young yang sekarang merasa sangat kikuk akibat menjadi pusat perhatian.

Hyun Soo tersenyum lebar pada Hyun Ki, bocah laki-laki itu sebelum menjawab, “Dia Hee Young-ahjumma, Hyun Ki-ya”

‘ahjumma’ protes hati Hee Young keras-keras pada predikat yang baru saja diberikan Hyun Soo kepadanya, ditatapnya Hyun Soo dengan kesal. Namun belum sempat Hee Young menyuarakan keberatannya, Hyun Ki terlebih dulu bersuara,

“Ahjumma? Dia bukan ahjumma, ahjussi…dia noona”

“Ya, dia onnie, ahjussi…bukan ahjumma” sambung Hwa Young, bocah perempuan yang sedari tadi hanya memperhatikan Hee Young dengan tingkat ketertarikan yang tinggi.

Hee Young hampir saja bertepuk tangan karena senang…ditatapnya Hyun Soo penuh kemenangan sebelum membungkukkan badannya untuk menyapa kedua bocah tadi…Hyun Soo hanya tertawa melihat reaksi di wajah Hee Young barusan,

“Annyong”

“Annyong, noona”…”Annyong, onnie” balas kedua bocah tadi sambil membalas senyuman Hee Young.

“Dia Goo Hee Young-agashi yang kau ceritakan tadi pagi, Hyun Soo-ya?” tanya bibi Song sambil mendekati Hee Young…”Aigoo, dia cantik sekali”

Hee Young hanya bisa tersenyum kikuk lagi mendengar pujian itu, wajahnya merona malu…Hyun Soo tersenyum bangga sambil berkata, “Benar, bibi Song…dia orangnya”

“Apa yang kau ceritakan pada bibi Song tentang aku?” tanya Hee Young penasaran, Hyun Soo tidak menjawab…hanya cengar-cengir tidak keruan, malah sibuk mengajak Hyun Ki dan Hwa Young bermain bersamanya…meninggalkan Hee Young dan bibi Song untuk berinterkasi berdua saja,

“Hyun Soo hanya mengatakan kalau dia akan membawa temannya yang bernama Goo Hee Young kemari, agashi”

“Jangan panggil saya dengan sebutan agashi, bibi Song…panggil saya ‘Hee Young’ saja”

“Baiklah, Hee Young-a…selamat datang di panti kami”

“Panti?”

“Ya, panti. Tempat ini adalah sebuah panti asuhan, Hee Young-a”

“Tapi…tidak ada tanda-tanda kalau ini adalah…”

“Sebuah panti asuhan?” sambung bibi Song bijak, “Tempat ini memang sebisa mungkin dikondisikan seperti rumah biasa, Hee Young-a…agar anak-anak merasa sangat nyaman tinggal disini, layaknya di rumah mereka sendiri”

“Dimana anak-anak yang lain?”

“Ada sekitar 15 anak yang tinggal disini, Hee Young-a…8 diantaranya sudah bersekolah dan baru akan kembali ke rumah sore nanti. Hyun Ki dan Hwa Young masih berusia 4 tahun, jadi mereka masih belum bersekolah. Selain mereka kami juga memiliki 5 bayi di dalam”

“Bayi? Ada bayi disini?” tanya Hee Young, dia cukup terkejut mendengar ada 5 bayi yang menghuni panti asuhan ini.

“Kita akan menemui bayi-bayi itu nanti, Hee Young-a” ujar Hyun Soo yang rupanya sudah selesai bermain bersama Hyun Ki dan Hwa Young, yang sedang menatap Hee Young penuh antusias, “Sekarang waktunya kita mengajak Hyun Ki dan Hwa Young untuk jalan-jalan”

“Jalan-jalan?” tanya Hee Young ditengah hiruk pikuk teriakan kesenangan dari kedua bocah lucu yang sedang meloncat dengan riang. Keduanya langsung menghampiri Hee Young.

“Onnie, kita jalan-jalan kan?” tanya Hwa Young sambil menyelipkan tangan mungilnya di telapak tangan kanan Hee Young.

Hee Young menatapnya sambil tersenyum, “Ya, sayang…kita jalan-jalan”

“Pegang tanganku juga, noona” ujar Hyun Ki tak mau kalah..diselipkannya juga tangannya di telapak tangan kiri Hee Young, sehingga jadilah Hee Young mengenggam dua bocah lucu itu di sisi kanan dan kirinya. Hyun Soo dan bibi Song tersenyum senang melihat pemandangan itu.

“Kami pergi dulu, bi” pamit Hyun Soo dan Hee Young bersamaan, bibi Song mengangguk mengijinkan.



_________

Perjalanan kali ini benar-benar terbalik dengan perjalanan menuju panti tadi. Bila perjalanan ke panti lebih banyak diisi dengan keheningan, maka perjalanan kali ini seperti membawa rombongan sirkus yang gegap gempita suaranya.

Benar perkiraan Hyun Soo, berkat kedua bocah lucu itu Hee Young pasti tertawa lepas lagi, karena selama perjalanan, Hee Young terlihat begitu akrab dan menyatu dengan tingkah polah Hyun Ki dan Hwa Young yang lincah-lincah. Hee Young menyanyi bersama mereka, bercanda dan bahkan menggosip bareng kedua bocah cilik itu…walaupun tentu saja bahan gosipan mereka terbatas pada anak-anak panti yang pastinya belum dikenal oleh Hee Young…tapi gadis itu terlihat menikmati setiap hal yang ditawarkan Hyun Ki dan Hwa Young padanya...dan Hyun Soo pasti juga menikmati setiap kegembiraan yang dikeluarkan oleh Hee Young, gadis manisnya.

“Kalian mau pergi kemana?” tanya Hyun Soo disela-sela nyanyian ‘number’ yang dibawakan trio oleh Hee Young, Hyun Ki dan Hwa Young.

“Lotte World!” sahut dua bocah itu dan Hee Young bertepuk tangan menyetujui, Hyun Soo tertawa melihat tingkah mereka bertiga.

“Lotte World kami datang!” teriak Hyun Soo menyetujui…ketiga penumpangnya juga ikut berteriak kesenangan…dan tawa Hyun Soo kembali terdengar.

Setelah itu trio dadakan kembali membawakan lagu ‘number’ yang kali ini diikuti dengan antusias oleh Hyun Soo.



$$$


Sesampainya di Lotte World, Hyun Soo dan Hee Young membawa Hyun Ki dan Hwa Young ke arena taman bermain yang sangat disukai kedua anak itu. Mereka mencoba berbagai mainan di sana, tertawa dan bersenang-senang hingga sore menjelang…mereka berempat bagai keluarga kecil yang bahagia.

“Sebelum pulang, kita belanja dulu untuk teman-teman di rumah…bagaimana menurut kalian? Tanya Hyun Soo pada Hwa Young yang digandengnya, dan Hyun Ki yang berjalan bergandengan tangan dengan Hee Young.

Oleh Hyun Soo, kedua bocah itu ditraktir es krim kesukaan mereka masing-masing yang kini tengah dinikmati sambil berjalan.

“Beres” jawab kedua bocah itu serempak. Hyun Soo dan Hee Young saling memandang dan kemudian tertawa bersama,
 
“Apanya yang beres?” tanya Hee Young pada mereka.

“Belanja” jawab keduanya sambil menjilati es krim mereka masing-masing. Hyun Soo dan Hee Young tertawa lagi,

“Kalau begitu…ayo, belanja” ajak Hee Young dengan semangat, dan kedua bocah itu berteriak “beres” sekali lagi, membuat dua orang dewasa yang menemani mereka kembali tertawa.

$$$

Di dalam supermarket, Hyun Soo bersama Hyun Ki dan Hwa Young memisahkan diri dari Hee Young, mereka sibuk memilih-milih jenis-jenis makanan ringan yang akan mereka beli untuk anak-anak yang lain…sementara Hee Young berada di gerai cupcake yang lucu-lucu, dia ingin membelikan kue-kue yang banyak untuk anak-anak di di panti.

Ketika sedang asyik memilih itulah, seorang pemuda tampan seusia Hee Young menghampirinya.

“Permisi, nona…saya mau tanya jenis kue yang enak disini, yang mana ya?” tanya pemuda itu sambil menyunggingkan senyuman manisnya.

Hee Young menatapnya sebentar, kemudian dengan tersenyum dia menjawab, “Maaf, tuan…saya bukan pelayan disini”

“Saya tahu anda bukan pelayan. Saya bertanya karena sepertinya anda sangat paham tentang berbagai jenis kue”

Hee Young hanya bisa tersenyum, di dalam hati dia berkata, ‘apakah wajahku kelihatan seperti tukang kue?’

“Sepertinya semua enak, tuan…itu pendapat saya”

Perbincangan yang terjadi itu akhirnya disaksikan oleh Hyun Soo.

‘baru sebentar ditinggal, sudah ada pengangum yang mendatangi…nona Goo, kau memang berbahaya’ ucap Hyun Soo di dalam hati.

Dengan tersenyum licik, ditundukkannya tubuh untuk berbisik ke telinga Hyun Ki dan Hwa Young…dan tak berapa lama…

“Omma!” teriakan Hyun Ki dan Hwa Young yang berlari ke arahnya membuat Hee Young mengalihkan pandangan dari pemuda yang mengajaknya bicara ke arah dua bocah itu.

“Hyun Ki? Hwa Young? Kenapa?” tanya Hee Young bingung.

“Omma? Itu anak-anakmu?” tanya si pemuda kaget, telunjuknya bergantian menunjuk Hee Young dan dua anak yang kini sudah sampai di tempat mereka berdiri, keduanya sekarang memeluk pinggul Hee Young di kanan dan di kiri.

“Mereka…mereka…”

“Yeobo, lama sekali memilih kuenya” kata-kata Hyun Soo itu membuyarkan kalimat sanggahan yang ingin diucapkan oleh Hee Young…

’yeobo? apa lagi ini?' Hee Young jelas semakin bingung.

“Dia suamimu?” tanya si pemuda bertambah kaget sambil menunjuk Hyun Soo yang semakin mendekat.

“Ya, perkenalkan…saya suaminya. Anda adalah?” ucap Hyun Soo sambil mengulurkan telapak tangan kanannya pada si pemuda.

Hee Young kaget, wajah si pemuda lebih horror lagi…dia tidak percaya gadis secantik dan semuda Hee Young sudah memiliki suami bahkan sudah memiliki dua orang anak balita.

“Saya…” si pemuda bahkan lupa dengan namanya sendiri. Hyun Soo yang tidak peduli dengan nama pemuda itu malah semakin pandai bersandiwara,

“Yeobo, kita pulang sekarang. Anak-anak sudah mendapatkan makanan pilihan mereka. Udara malam tidak baik buat kandunganmu”

‘kandungan?’ kedua mata Hee Young membelalak menatap Hyun Soo yang balas menatapnya dengan pandangan lembut dan penuh kasih sayang…bahkan sekarang dia malah memeluk pundak Hee Young dengan sikap protektif.

“Kau sedang hamil?” suara si pemuda tercekat. Saat si pemuda sedang tercekat Hyun Ki dan Hwa Young berlari menuju stand kue yang menarik perhatian mereka…meninggalkan tiga orang dewasa yang dua diantaranya sedang terlibat sandiwara.

Hee Young hendak mengatakan ‘tidak’, tapi Hyun Soo dengan sigap berkata, “Ya, sudah masuk bulan ketiga” tangan kirinya yang bebas mengelus perut rata Hee Young…wajah si pemuda tidak bisa dibilang tampan lagi sekarang, karena kini wajahnya terlihat benar-benar nelangsa.

“Kalau begitu maafkan saya, nona…eh, maksud saya, nyonya” ujarnya sambil melangkah pergi.

“Tuan…kue anda?” tanya Hee Young disela-sela kebingungannya dengan apa yang sedang terjadi.

“Saya tidak jadi beli kuenya, nyonya” sahut si pemuda sambil terus melangkah pergi, tidak sekalipun menoleh untuk memandang Hyun Soo dan Hee Young lagi.

Si pemuda telah pergi, tinggal Hee Young dan Hyun Soo berduaan di depan stand cupcake.

“Hyun Soo-ssi…apa maksud semuanya tadi?” tanya Hee Young kesal sambil melepaskan diri dari Hyun Soo.

Hyun Soo hanya bisa nyengir memandanganya sebelum menjawab, “Mianhae, Hee Young-ssi…hanya saja pemuda itu tidak benar-benar ingin membeli kue…dia hanya ingin berkenalan denganmu”

“Dan dimana letak kesalahan hal itu?” tanya Hee Young lagi…dia benar-benar kesal dengan ulah Hyun Soo, sehingga tanpa menunggu jawaban dia bergegas pergi dari hadapan Hyun Soo.

“Hyun Ki-ya…Hwa Young-a…kita pulang sekarang” panggil Hee Young yang langsung ditanggapi oleh kedua bocah tadi.
 
Mereka berlari mengejar Hee Young dan langsung menggenggam tangannya ketika mereka sudah berada di dekat Hee Young lagi.

“Apa yang sudah kau lakukan, Lee Hyun Soo” ucap Hyun Soo pelan pada dirinya sendiri…ditatapnya ketiga orang yang sudah berjalan menjauhinya…Hyun Soo benar-benar menyesal sekarang.




Akhirnya dh d update...mian,klo mem-boring-kan

seperti biasa, kritik & masukannya dtunggu,lho [smiley-dance013]

ps : chap brikutnya kyknya msh lama...saya mo ijin hiatus sbntar ya [biggrin]

HWAITING!!! [AddEmoticons04262]
« Last Edit: May 19, 2011, 08:31:59 am by dalbyeol »

And I'll never promise to
be true to anyone,unless it's you...The Day I Fall in Love

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
nah beneran diupdate kan [smiley-dance013] [smiley-dance013]

edit ==================================

Quote
bila Hee Young sudah menikah meskipun usianya di bawah 25 tahun, maka tugas Mun Hee sebagai seorang wali ototmatis akan berakhir dan kewajiban itu akan berpindah kepada Hee Young.

inikah yg menjadi alasan hee young bersedia menikah dengan hyun soo di usia muda [chin] [chin] pasti ya [jumpy] pasti deh kyknya [goodgrief] [hmff] [hmff]
« Last Edit: May 19, 2011, 08:47:16 am by mrs. Lee Min Ho »

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline serenity

  • Newbie
  • *
  • Posts: 53
    • View Profile
gumawo sist updetannya  [clap]  [clap]  [clap]

seru sista,,itu knp si hyun soo...???bcandanya klewatan bgt si hee young jadinya kesel deh  [dry]

hee young ga bakalan ktrusan kan sist keselnya....kasian hyun soo,,

next chap banyakin sweet  momentnya hyun soo ma hee young dong sist...n' updetnya jangan lama"... [hmpfh] dasar

reader ga tau diri di hammer2  hammer2  hammer2ma sist dalb...... [heh]