Poll

okay, gw buat polling lagi yg berhubungan dgn karakter mh. kesempatan terakhir, siapa yg anda inginkan tuk jd mh??? perlu diingat, jumlah vote tdk mempengaruhi keputusan terhdp penentuan karakter mh, gw cuman ingin liat suara hati para pembaca sekalian, t

Sheldon
6 (40%)
alden
9 (60%)

Total Members Voted: 13

Author Topic: I See The Light, .. Maybe?? #CHAPTER 9#  (Read 13289 times)

Offline virna yuniar

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1152
  • ♥KangDan♥
    • View Profile
ini belum jelas juga castnya?? masa author ama cast sama sama belum jelas wkkkk
jejeeeeeeeeee i loph u pull *hug n kisses
opo??? elu pan kagak baca weeeee,, tunggu elu baca dl, gw baru nentuin castnya [hmpfh] [hmpfh]
ngarang lu miii... yang ada lu tentuin dulu castnya geh .. gw dah baca kok mpe chap 3 [hmff] gw nunggu penentuan castnya, jadi biar ngehayalnya enak n menghindari salah tafsir [laughing]

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
ini belum jelas juga castnya?? masa author ama cast sama sama belum jelas wkkkk
jejeeeeeeeeee i loph u pull *hug n kisses
opo??? elu pan kagak baca weeeee,, tunggu elu baca dl, gw baru nentuin castnya [hmpfh] [hmpfh]
ngarang lu miii... yang ada lu tentuin dulu castnya geh .. gw dah baca kok mpe chap 3 [hmff] gw nunggu penentuan castnya, jadi biar ngehayalnya enak n menghindari salah tafsir [laughing]
ga percaya, elu pan tukang gombal [hmpfh] [hmpfh] btw, gw abis mandi nih #gadaygnanya [laughing] [laughing]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline virna yuniar

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1152
  • ♥KangDan♥
    • View Profile
ini belum jelas juga castnya?? masa author ama cast sama sama belum jelas wkkkk
jejeeeeeeeeee i loph u pull *hug n kisses
opo??? elu pan kagak baca weeeee,, tunggu elu baca dl, gw baru nentuin castnya [hmpfh] [hmpfh]
ngarang lu miii... yang ada lu tentuin dulu castnya geh .. gw dah baca kok mpe chap 3 [hmff] gw nunggu penentuan castnya, jadi biar ngehayalnya enak n menghindari salah tafsir [laughing]
ga percaya, elu pan tukang gombal [hmpfh] [hmpfh] btw, gw abis mandi nih #gadaygnanya [laughing] [laughing]
akhirnyaaa setelah beberapa tahun lu mandi juga mii *turutberbahagia

Offline Amira

  • Police
  • Senior
  • *****
  • Posts: 613
  • Location: East kal
    • View Profile
ini belum jelas juga castnya?? masa author ama cast sama sama belum jelas wkkkk
jejeeeeeeeeee i loph u pull *hug n kisses
opo??? elu pan kagak baca weeeee,, tunggu elu baca dl, gw baru nentuin castnya [hmpfh] [hmpfh]
ngarang lu miii... yang ada lu tentuin dulu castnya geh .. gw dah baca kok mpe chap 3 [hmff] gw nunggu penentuan castnya, jadi biar ngehayalnya enak n menghindari salah tafsir [laughing]
ga percaya, elu pan tukang gombal [hmpfh] [hmpfh] btw, gw abis mandi nih #gadaygnanya [laughing] [laughing]
akhirnyaaa setelah beberapa tahun lu mandi juga mii *turutberbahagia

mi, castnya kok msh diributin sih.
aku sdh baca tp lupa sampe mana coz mami jarang up date sih nunngu final aja ah takut mami hiatus tengah jln sprt ff mami yg lain

Offline virna yuniar

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1152
  • ♥KangDan♥
    • View Profile
ini belum jelas juga castnya?? masa author ama cast sama sama belum jelas wkkkk
jejeeeeeeeeee i loph u pull *hug n kisses
opo??? elu pan kagak baca weeeee,, tunggu elu baca dl, gw baru nentuin castnya [hmpfh] [hmpfh]
ngarang lu miii... yang ada lu tentuin dulu castnya geh .. gw dah baca kok mpe chap 3 [hmff] gw nunggu penentuan castnya, jadi biar ngehayalnya enak n menghindari salah tafsir [laughing]
ga percaya, elu pan tukang gombal [hmpfh] [hmpfh] btw, gw abis mandi nih #gadaygnanya [laughing] [laughing]
akhirnyaaa setelah beberapa tahun lu mandi juga mii *turutberbahagia

mi, castnya kok msh diributin sih.
aku sdh baca tp lupa sampe mana coz mami jarang up date sih nunngu final aja ah takut mami hiatus tengah jln sprt ff mami yg lain
buakakakkakkkk [laughing] [laughing] emang lu tau onn yang mana mino yg mana jeje lol

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
CHAPTER 8



Characters :

Elsie Han—25 tahun, tidak begitu mengerti akan 'Dirinya sendiri’. Hidup terlalu berpengangan pada ‘Apa yang dipercayainya’, yang sebenarnya—belum tentu benar.

Sheldon Han—24 tahun, dia mudah ceria ataupun akrab dengan orang-orang di sekelilingnya. Namun demikian, terkadang emosinya gampang tersulut. Tidak banyak yang mampu menebak perasaan hatinya. Namun satu yang pasti, cintanya tidak bercela.

Alden Song—24 tahun, pendiam tapi mampu menerka pikiran orang dengan sangat baik. Dia seorang pengamat jitu. Calon pemimpin yang bisa diandalkan. Namun, .. siapa yang mampu menebak perasaannya.




Elsie membuka matanya. Garis-garis cahaya menusuk masuk lewat celah gorden jendela yang terbuka. Sinar mentari sudah terang, menandakan hari sudah beranjak siang. Elsie menghela nafas dan melihat jam kecil yang terletak di sisi ranjangnya, sudah pukul sepuluh lewat limapuluh menit.

“Sangat terlambat .. “ Gadis mungil itu bergumam pelan.

Namun, Elsie tidak segera turun dari ranjang. Pikirannya sedang menerawang. Di mana dalam otaknya, berputar-putar bayangan Alden. Tergambar jelas cowok itu yang duduk menyendiri di pojok bar yang sangat gelap. Kepala Alden tertunduk, menatap ujung sepatunya sendiri. Botol-botol minuman berserakan di atas meja dekat kakinya. Semua sudah habis diminum, tak berbekas lagi. Sementara, seberkas cahaya yang entah datang dari mana menerpa wajahnya. Elsie merasa melihat dua titik sinar laksana berlian jatuh ke lantai di dekat kaki Alden. Alis Elsie berkenyit. Alden menangis?

Cepat-cepat Elsie mengelengkan kepalanya. Tidak mungkin!! Orang seperti Alden, sebagaimanapun menderitanya dia, tentu tidak akan menitikkan airmata! Harga dirinya terlalu tinggi untuk menjadi kan dia secengeng itu! Atau …Alden terlalu tahu dan mengerti, bahwa tidak ada yang tidak mungkin tidak bisa terselesaikan di dunia ini, .. jadi, untuk apa dia menitikkan airmata tidak perlu? Elsie mengangguk. Merasa, dia mulai mengerti Alden.

Kemudian pikiran Elsie berpindah ke masalahnya sendiri. Raut mungil itu jadi murung. Kalau dihitung-hitung, hampir tiga minggu sudah dia menghindari Sheldon. Dan, itu bukan ‘point’ yang paling penting, … karna sesungguhnya, dia tidak terlalu memusingkan semua itu. Yang terutama, sudah selama itu pula dia tidak masuk kantor. Sesuatu yang ingin dipertahankannya selama ini, apalah artinya sekarang? Hal itu, masih penting kah baginya? Elsie merasa, semua menjadi semakin jauh dan sulit terjangkau oleh tangannya.

Elsie menyibak selimut yang menutupi tubuhnya dengan agak kasar, lalu beranjak bangun dari ranjang dan keluar dari kamar. Orang pertama yang dilihatnya adalah Bibi So yang saat itu sedang melintas di ruang tengah dengan sebuah baskom berisi air dan kain.

“Selamat pagi, nona .. ,” sapa Bibi So ceria.

“Pagi, bi .. ,” balas Elsie sambil menahan diri untuk tidak menguap. Dia masih terlalu ngantuk untuk bangun sebenarnya.

“Apa nona mau sarapan sekarang? Saya bisa menyiapkannya?” tanya Bibi So sambil membuat gerakan ingin meletakkan baskom yang dipegangnya ke lantai.

“Eh, tidak!” larang Elsie cepat. “Saya tidak lapar. Mungkin sekalian makan siang saja, bi … “

Bibi So mengangguk-angguk tapi baskom yang dipegangnya diletakkannya juga ke lantai.

Elsie mengedarkan pandangan berkeliling. “Mana yang lain, bi?” tanyanya. Elsie tahu, hari ini hari minggu dan Alden tidak perlu bekerja karenanya.

“Tuan muda dan nyonya besar sedang berada di ruang duduk,” kata Bibi So. “Mereka sangat serius. Kelihatannya ada yang didiskusikan. Tuan muda menyuruh saya untuk tidak membangunkan nona buat sarapan tadi pagi. Katanya nona pasti terlalu capek setelah keluar semalaman … “

Elsie menerima penjelasan Bibi So dengan memanggut-manggutkan kepalanya. “Baik, saya akan menyusul mereka ke sana.”

Elsie berlari-lari kecil menuruni tangga, menuju ruang duduk di lantai bawah. Bibi So yang ditinggal sendirian, mengangkat pundaknya kemudian mengambil baskom dari lantai. Dia akan melanjutkan pekerjaannya membersihkan gudang di halaman belakang yang sudah sangat kotor.


******



Elsie mengetuk daun pintu yang terbuka untuk ketiga kali tapi tidak mendapat tanggapan. Bibirnya mengerucut melihat Alden dan Nyonya Song sedang berbincang-bincang serius sambil membolak-balik foto-foto di sofa di tengah ruangan. Berkali-kali Alden mengangguk-angguk, seperti menyetujui apa yang dikatakan ibunya. Sama sekali tidak terlihat ketidakpuasan terhadap ibu yang sudah lama meninggalkannya ini, sebagaimana yang diperlihatkannya di bar semalam.

Elsie melangkah masuk tanpa suara, lalu mengambil tempat di sofa lengan yang membelakangi sofa besar tempat Alden dan Nyonya Song duduk, yang tepat menghadap ke jendela. Elsie mengambil majalah dari atas meja kecil di sebelah kirinya dan menunjukkan sikap tidak perduli kepada dua orang di belakangnya.

“Menurutmu yang ini bagaimana, Ald?” Terdengar suara Nyonya Song yang lemah lembut memasuki telinga Elsie.

“Hn—“

Elsie menaikkan alisnya. Hanya itu jawaban Ald? Majalah di tangannya, sudah terlupakan oleh Elsie. Walau dia tidak tahu apa yang sedang dibicarakan Alden dan ibunya, tapi hatinya tertarik, bahkan sangat tertarik untuk tahu.

“Dia putri Tuan Jeon, CEO Sun Express sekaligus pemilik Jeon’s Family. Ibunya merupakan teman kuliah ayahmu dulu. Keluarga mereka sangat terpandang dan ningrat. Mereka sekarang tinggal di Korea. Tapi jika perjodohan ini berhasil, nona Jeon akan pindah dan tinggal bersama kita di sini. Putri Tuan dan Nyonya Jeon ini sangat cantik dan pintar. Mama pernah bertemu dengannya. Dia cocok untukmu, Ald … “

Cocok? Perjodohan? Berhasil? Nona Jeon yang cantik dan pintar? Majalah di tangan Elsie mengendur dan hampir jatuh dari pangkuannya. Dengan cepat Elsie menyambar_‘menyelamatkan’ majalah tersebut hingga tidak sampai terjatuh ke lantai. Kemudian dengan kesal, perasaan yang mungkin tidak disadarinya, Elsie ‘sedikit’ mencampakkan majalah tersebut ke atas meja. Elsie bangun dari tempat duduk, memutar tubuh dan berjalan kearah Alden dan ibunya. Sampai di samping mereka, Elsie berputar ke belakang dan melonggok ke foto yang dipegang Nyonya Song.

“Alisnya terlalu tebal .. “ Entah setan apa yang membuat Elsie meluncurkan kata-kata tidak sopan itu.

Alden dan Nyonya Song berpaling serempak kepada Elsie. Alden sedikit menaikkan alisnya, seperti memberikan reaksi baru mengetahui keberadaan Elsie dalam ruangan tersebut. Sedangkan Nyonya Song, berkenyit tidak senang. Tentu saja, karna kata-katanya dibantah Elsie begitu saja.

Elsie membuka mulut perlahan-lahan. Kakinya undur sedikit-sedikit, mata bulatnya berputar antara Alden dan Nyonya Song, sedangkan tubuhnya ditegakkan dengan gerak lambat. Dia sadar sekarang, telah salah omong.

“Ti .. tidak apa-apa .. “ Elsie berusaha tersenyum sambil mengerak-gerakkan tangannya. “Ka .. kalian … teruskan .. “ Elsie mengangguk-angguk sambil memperdengarkan suara ketawanya yang sengau. Dia bergeser ke samping Alden lalu menjatuhkan tubuhnya di atas kursi kayu.

Nyonya Song berdecak tidak sabar sambil menarik foto Nona Jeon yang dipegangnya. “Kalau begitu kita lihat sisa dua yang terakhir, Ald … “

Alden mengangguk dan mengembalikan perhatian pada Nyonya Song.

Nyonya Song tersenyum bangga ketika menyodorkan selembar foto pada Alden.

“Dia lain dari yang lain. Seperti juga kau, Ald, dia sudah mandiri sejak remaja. Orangtua Nona Moon meninggal saat kecelakaan mobil paling mengenaskan di Seoul delapan tahun silam. Tuan Moon meninggalkan warisan yang sangat besar pada putri tunggalnya ini untuk mempertahankan hidup dan menjalani kehidupannya. Sekarang, nona Moon merupakan seorang pengusaha sekaligus seniman yang paling berbakat .. “

“Seniman?”

Untuk pertama kalinya, Elsie mendengar Alden mengeluarkan suara. Karna penasaran, Elsie menjulurkan kepala dan menyolong lihat foto di tangan Nyonya Song lewat pundak Alden.

“Cantik … “ Elsie mengakui.

Foto itu memperlihatkan seorang wanita muda dengan dandanan kasual yang sedang mengores segaris tinta di atas kanvas. Rambut tebal wanita tersebut panjang dan hitam, digulung ke atas dengan meninggalkan beberapa helai mengantung lembut di kedua sisi wajahnya yang tirus dan lancip. Posturnya yang tinggi dan bagus terbungkus ketat oleh kemeja kotak-kotak dan celemek warna kuning gading yang membuat kulit tangan dan lehernya yang putih mulus terekpos jelas. Bibir merah tipis itu memperlihatkan senyum tipis yang sangat memikat. Sumpah—Elsie merasa iri padanya. Dalam segala hal, dia merasa kurang dari wanita dalam foto tersebut. Namun demikian, Elsie tidak mau menyerah begitu saja. Sungguh, dia juga tidak mengerti mengapa jadi sekeras ini. Mengapa dia mesti mempertahan sesuatu yang sebenarnya bukan urusannya?

“Alisnya terlalu sempurna buat sepasang matanya yang besar dan bulat. Seharusnya alis tersebut lebih tebal sedikit, lagipula … cuping hidungnya terlalu ke bawah, tidak bagus … ,” lanjut Elsie sambil berdecak.

Alden dan Nyonya Song kembali menoleh kepada Elsie.

“Kau sudah puas ngomongnya, Nona Han?” tanya Nyonya Song tidak senang. “Aku tidak melihat masalah dari kekurangan-kekurangan yang kau katakan itu!”

Elsie tersenyum memelas. Ya, dia tahu. Dia memang sudah keluar batas—huh.

Alden tidak mengeluarkan suara. Dia menatap Elsie dengan ekspresi datar. Tidak tertebak apa yang dipikirkannya sekarang. Elsie mencelos, dia tidak tahu harus berkata apa menghadapi Alden. Pada akhirnya, Elsie hanya bisa membisu, menundukkan kepala dalam-dalam. “Sorry .. ,” desis Elsie halus, hampir tak terdengar.

Alden menghela nafas. Sebentar kemudian, dia beralih kembali pada Nyonya Song. “Yang terakhir?” katanya datar.

Nyonya Song mengangguk sementara matanya masih berpusat pada Elsie dengan ‘ketidaksenangan’ yang dipendam.

“Dia putri dokter Kim, .. “ Nyonya Song menyodorkan selembar foto pada Alden. “ … 23 tahun, calon dokter spesialis jantung yang sangat berbakat. Memang tidak secantik nona Moon dan nona Jeon, tapi mama dengar-dengar, dia sangat berbakti pada orangtua .. “

Alden mengangguk-angguk dan menerima foto-foto yang disodorkan Nyonya Song padanya. “Aku sudah mengerti,” kata Alden sambil menepuk-nepuk tumpukan foto-foto di tangannya dengan kaku. “Aku akan memikirkannya baik-baik dan mengambil keputusan secepat mungkin .. “

Alden berdiri dari sofa dan membungkukan badannya. “Aku kembali ke kamar dulu .. “

Nyonya Song mengiyakan dengan anggukan kepala. “Pergilah. Jangan lupa, jatuhkan pilihanmu pada orang yang kau rasa paling tepat. Mama tidak ingin memaksamu, mengerti?”

“Ya .. “ Alden memutar tubuh kearah pintu dan berjalan secara lambat-lambat. Elsie mengangkat kepala dan mengikuti gerak punggung Alden yang semakin menjauh daru ruang duduk dengan hati tersayat. Dia merasa melihat beban berat itu, beban berat yang ditanggung Alden, yang mungkin selamanya tidak akan dikeluarkan kepada ibunya.

“Nona Han .. ,”

“Ya?” Elsie berpaling cepat.

Alden sampai di pintu, dan berjalan keluar dengan pelan-pelan. Dia tiba di lorong yang tidak begitu terang.

Alden berhenti dalam diam, sepertinya dia tidak berniat untuk segera pergi dari tempat itu. Alden menempelkan punggungnya di dinding dekat pintu, mendengarkan. Kepalanya ditolehkan ke dalam ruang duduk dan melihat Elsie sedang diceramahi panjang lebar oleh ibunya. Pandangan Alden meredup. Dia mengeleng perlahan. “Kenapa jadi begini? Apa yang kau lakukan?”


*****



“Huffffhh—“ Elsie menghembuskan nafas panjang-panjang begitu tubuhnya mendarat di atas ranjang. “Pedas sekali si Nyonya Song!” Elsie membalikkan tubuh dan tidur terlentang menatap langit-langit kamar. “Kalau begini terus, aku bisa mati tercekik—“ Elsie mengigit bibir bawah dan mendengus keras-keras. Mendadak, tubuhnya menegang. Posisi tidurnya ditegakkan dan Elsie tersentak bangun dari ranjang. “Salah sendiri, siapa suruh asal ngomong sembarangan—HAAAAA!!” Elsie mengacak-ngacak rambut frustasi. “Perjodohan orang apa urusannya denganmu, Els bodoh!!!” Berulangkali, Elsie memukul-mukul kepala menyalahkan dirinya yang terasa orang paling bodoh sedunia.


*****



“Sheld, kau tidak makan bersama papa dan mama?!!”

Panggilan Nyonya Han menghentikan langkah Sheldon di dekat pintu. Sheldon menoleh tapi tidak masuk ke ruang makan yang saat ini sudah diisi oleh kedua orangtuanya.

“Aku harus keluar—,” jawab Sheldon dingin dan datar.

“Kau masih menyalahkan mama?” Nyonya Han meletakkan sendok di tangannya dan menatap putra tunggalnya itu.

“Tidak!” Sheldon membuang muka dan bermaksud melanjutkan langkahnya.

“Kapan kau akan menghentikan pencarianmu terhadap anak punggut itu?”

Langkah Sheldon kembali tercegat. Dia berpaling dengan alis berkenyit. “Kalian tahu?”

“Tentu saja!” sahut Nyonya Han ketus. “Aku yang melahirkanmu, kau kira—apa yang mama tidak tahu darimu?”

Sheldon mengendikkan bahunya. “Terserah apa katamu. Mau anak punggut, sepupu, atau apapun si Els, aku tidak perduli. AKU MENCINTAINYA! Dan aku akan mempertahankan perasaan ini sampai akhir, sampai aku merasa pasti—bahwa aku harus berhenti dan tidak mungkin lagi .. “ Sheldon mengerakkan kaki dan meneruskan langkahnya kembali.

“SHELDDDD!!!”

Tidak! Panggilan dari siapapun tidak mungkin menghentikan langkahnya saat ini! Sheldon membuka pintu, berjalan keluar dan menghempaskannya dengan keras.


*******



“Apa yang kau dapatkan, Tuan Park?” Sheldon menatap pria usia empat puluhan berpostur kurus di depannya tanpa berkedip.

Tuan Park menyodorkan beberapa lembar kertas yang dijepit dalam sebuah map file warna kuning kepada Sheldon. “Hampir seluruhnya. Rumah panti asuhan yang dimaksud bernama Joys Family, terletak di penghujung selatan Seoul. Agak jauh, kalau ditempuh dengan mobil mungkin sekitar 6 jam baru sampai .. “

“Anda yakin?” tanya Sheldon memastikan. Matanya tidak berkedip mengikuti setiap baris kata yang tertulis dalam kertas-kertas di tangannya.

“Ya, tentu saja. Kami penyelidik profesional,” jawab Tuan Park agak tersinggung. “Jika tuan tidak percaya, seharusnya tu .. “

“Kita berangkat sekarang!” Sheldon memutus perkataan Tuan Park. Tanpa memberi kesempatan pada pria kurus yang mulutnya masih terbuka itu untuk melanjutkan, Sheldon sudah berjalan kearah mobilnya yang terparkir di pinggir jalan. “Orang yang tahu semua ini bernama Suster Theresa?” tanya Sheldon sambil membuka pintu.

“Ya!” jawab Tuan Park kesal. Mau tidak mau dia mengikuti Sheldon masuk ke dalam mobil. “Dia yang tahu tentang pengadopsian Nona Han, sedangkan dua suster yang lain sudah meninggal … “

Sheldon mengangguk. Detik berikutnya dia sudah tidak memperdulikan Tuan Park lagi. Perhatian Sheldon dipusatkan ke depan, menatap semu kendaraan-kendaraan yang berlalu-lalang di sekelilingnya.

“Huh—angkuh sekali dia!” Tuan Park menghembuskan nafas keras-keras dan memejamkan matanya.


******
 

“Suster Theresa?”

Wanita paruh baya bertubuh agak gemuk yang terbungkus jubah putih bersih itu mengangguk.

“Ya. Ada yang bisa aku bantu?”

Sheldon maju selangkah sehingga berdiri berhadapan dengan Suster Theresa.

“Ada yang ingin kuketahui tentang .. seorang gadis kecil yang pernah tinggal di sini .. ,” jawab Sheldon langsung, tapi dengan pelan dan sangat jelas.

Suster Theresa melirik Tuan Park yang berdiri di belakang Sheldon, sesaat dia terlihat berpikir. Beberapa detik kemudian dia mengangguk, seperti bisa meraba maksud kedatangan dua orang ini.

“Ya, aku tahu. Yang dimaksud_si Elsie –“

“Ya—“ Sheldon membenarkan.

“Tuan itu menanyakan padaku sekitar tiga hari yang lalu,” Suster Theresa menunjuk Tuan Park dengan bibirnya.

Sheldon mengangguk pelan.

“Apa yang ingin kau ketahui, anak muda?” lanjut Suster Theresa dengan senyuman lembutnya.

“Hn—sebenarnya,” Sheldon terdiam sejenak. Dia sedang mempertimbangkan bagaimana caranya mengutarakan maksud kedatangannya di Panti Asuhan Joys Family ini.

“Ya?” Suster Theresa menunggu dengan penuh kesabaran.

“Elsie … ,” Sheldon meraba dagunya, menatap suster Theresa dalam-dalam. “ … dia diadopsi sebuah family … “

“Ya—“ Suster Theresa membenarkan. “Sekitar 20 tahun yang lalu, oleh keluarga Han .. “

“20 tahun yang lalu?” Alis Sheldon berkenyit. “Bukan 25 tahun?”

Suster Theresa mengeleng. “Tidak. Bukan. Kenapa anda berpikir begitu?”

“Maksudku, … ,” Sheldon menyanggah, sementara alisnya bertaut menjadi satu baris. Dia semakin tidak mengerti dengan penjelasan yang baru didengarnya ini. “Bukannya keluarga Han mengadopsi Elsie karna mereka tidak punya anak? Dengan begitu, bukankah seharusnya mereka mengadopsi anak bayi dan bukannya anak berusia lima tahun seperti Elsie?”

Sekarang gantian Suster Theresa yang terlihat bingung. “Maksud mu, anak muda, .. tuan dan nyonya Han mengadopsi Elsie buat meneruskan garis keluarga mereka?”

“Ya, itu—“ Sheldon menjentikkan jarinya.

Suster Theresa memiringkan kepalanya ke kiri. “Kenapa anda mempunyai prasangka begitu?”

“Bukan begitu?” Sheldon melebarkan matanya.

“Tidak!” Suster Theresa mengeleng. “Kenapa anda berpikir begitu?”

Sheldon mengenyitkan alisnya. “Karna … ,” katanya pelan, sambil berpikir, Yah, apa yang menyebabkannya berpikir begitu? “Karna … karna kenaifan Elsie!” sahut Sheldon memutuskan.

Benar! Kenaifan Elsie yang membuatnya berpikir jika paman dan bibinya mengadopsi Elsie hanya semata-mata karna untuk mempertahankan kedudukan mereka dalam keluarga Han. Kenyataan ini juga didukung oleh sesuatu yang sudah sangat pasti dan diketahui banyak orang, paman dan bibinya tidak mampu mempunyai anak sendiri, dengan begitu, pengadopsian Elsie mempunyai peranan penting selaku ‘alat’ untuk mendapatkan warisan yang mungkin didapatkan mereka setelah kakeknya meninggal kelak. Karna jika tidak, sudah pasti seluruh kekayaan kakek akan jatuh ke tangan ibunya, karna hanya dia lah cucu satu-satunya dari kakek tua tersebut.

Suster Theresa tersenyum ketika menjawab perkataan Sheldon. “Aku tidak mengerti dengan kenaifan yang anda maksud. Tapi yang jelas, Elsie diadopsi ketika dia berusia 5 tahun, dan bukannya dari bayi seperti yang anda kira. Tuan dan Nyonya Han sangat menyukai dan mencintai anak tersebut begitu pertama kali melihatnya. Mereka langsung memutuskan mengadopsi Elsie. Pada saat itu, Nyonya Han sedang hamil muda kalau tidak salah .. “

“Hamil?!!” Sheldon memotong cepat.

“Ya .. “ Suster Theresa membenarkan dengan agak heran. “Ada apa .. ?”

“Bibi sedang hamil saat itu kata suster?” tanya Sheldon tanpa mampu percaya. Tangannya saling meremas dengan gelisah. Sepertinya, dia sudah menangkap adanya ‘kesalahan’ dari hal-hal yang terjadi selama ini.

“Iya .. “ Suster Theresa mengulangi jawabannya sambil mengamati Sheldon lewat sepasang matanya yang sudah keriput. Dia semakin tidak mengerti dengan sikap anak muda di depannya ini. “Nyonya Han sedang hamil muda. Tapi apa yang kudengar kemudian sangat mengejutkan, … Nyonya Han keguguran sebulan kemudian, dan dengar-dengar, dia tidak mampu punya anak lagi setelah itu … “

“OH!!” Mendadak, tanpa menunggu suster Theresa menghabiskan kata-katanya, Sheldon membalikkan badan dan berlari bergegas-gegas menuruni tangga, meninggalkan Suster Theresa dan Tuan Song yang berdiri melonggo menatap kepergiannya.

“A .. anak muda!!” panggil Suster Theresa. “Mau kemana?”

“Tuan Hannnn!!!” Tuan Park ikut berteriak sambil mengangkat tangan tinggi-tinggi. “Tunggu!!!” Terburu-buru Tuan Park mengejar Sheldon, namun sepertinya, dia tidak akan berhasil. Sheldon sudah tidak mungkin terkejar. Pria jangkung itu sudah sampai di dekat mobilnya.

“Bodoh!” Sheldon memaki dengan suaranya yang berubah sengau. Tangannya bergerak membuka pintu mobil. “Bodoh! Kau memaksakan dirimu untuk sesuatu yang sebenarnya bukan keinginan siapapun … “ Sheldon menghempaskan badannya ke kursi kemudi kemudian menghidupkan mesin mobilnya. Dia tidak mendengar, ataupun tidak perduli lagi dengan Tuan Park yang sudah sampai di samping mobil dan sekarang mengetuk-ngetuk jendela mobilnya. “Tidak ada yang mewajibkanmu untuk mempertahankan harta keluarga Han, Elsie-a. Kau diadopsi bukan karna untuk tugas dan tujuan itu. Kau disayang karna kau patut mendapatkannya! Paman dan bibi tulus mencintaimu, kau dengar itu, Els? Jangan lagi merasa dirimu tidak berbakti jika tidak berhasil melakukannya! Itu bukan kesalahanmu, dan itu juga bukan keinginan dari orangtuamu! Hentikan kenaifanmu, Els! Aku mohon, .. jangan menyiksa dirimu lagi .. “

GRRGGGMMMM …

Mobil yang dijalankan Sheldon melaju kencang dan hampir menabrak Tuan Park yang berdiri di sampingnya.

“SIALANN!!!” Tuan Park mengumpat sambil mengacungkan tinjunya tinggi-tinggi. “Jangan harap aku akan bekerja kembali padamu, pemuda berengsekkkk!!!”


*****

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline My My

  • Junior
  • **
  • Posts: 165
    • View Profile
aw aw aw aw

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Roxanne

  • Full
  • ***
  • Posts: 259
    • View Profile
haloo mami...ikut anak2 manggil mami juga ya?? [AddEmoticons04231] [AddEmoticons04231]

salam kenal mary newbie disini..  [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]

elsie naksir sama alden ya mi???   Emoticons0427 Emoticons0427 Emoticons0427

sheldonnya baik bangetttt deh.....yang penting elsie sama cowok yang baik aja deh mau itu sheldon atau alden,ane ikut2 aja..  [AddEmoticons04220] [AddEmoticons04220] [AddEmoticons04220]

thank you mi udah diupdate....  [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]

Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile
PENDEKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKK [head break] [head break] [head break]

ane baca dulu ya mam, baru comment [hmpfh]


    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho

Offline chizumi

  • Junior
  • **
  • Posts: 132
    • View Profile
whoaaa.. nampaknya si els secara ga sadar dah mulai suka ke ald ya  [smiley-dance013] [smiley-dance013] asikkkk...

tadinya eke kira setelah dari bar bakal terjadi sesuatu antara mereka mom, ehh ga jadi ya mom  [hmpfh]
pengen segera tau kelanjutan kisahnya els sama ald, pertemuan sheld  sama els belakangan aja ya mom  [hmpfh]  ditunda aja dulu, biar hubungan ald sama els berkembang dulu mom *ngaturmodeon*

btw thanx ya mom, udah di update  [cheekkiss] ditunggu segera next chap-nya  [smiley-dance013] [smiley-gen013] [smiley-dance013]  [smiley-gen013]

Offline vhia_minsuners

  • Full
  • ***
  • Posts: 411
  • saranghae MinSun.... saranghae Joondi...
    • View Profile
sheldon!! kau harus secepatnya menemukan els,,,,  [AddEmoticons04247] dan bawa els pulang,,,,  [AddEmoticons04264]
aduh jadi geregetan ama els,,,  [AddEmoticons04234] betah banget deh di rumah ald,... kasian sheldon noh....  [AddEmoticons04248]

sheldon benar, els terlalu naif,,,! dan dia seharusnya tahu kalau orang tua angkatnya benar2 mencintainya sama seperti sheldon.....!!  Emoticons0425 Emoticons0425 Emoticons0425 Emoticons0425

ini kok ampe sekarang penentuan minho masih gantung aja  hang ,,, tapi ane tetap dukung sheldon,,,,  [AddEmoticons04246]

Minho harus Sheldon!   [AddEmoticons04228] [AddEmoticons04258]


Sheldon!!  Emoticons0425 Emoticons0425 Emoticons0425
Sheldon!!  Emoticons0425 Emoticons0425 Emoticons0425
Sheldon!!  Emoticons0425 Emoticons0425 Emoticons0425


kissing you baby... muaaaccchhh ^^

younee

  • Guest
aaaiiihh si Els betah banget dirumah Ald...
udh brpa minggu tuh mam ? (ane ikutan manggil mami ye ?)
Si Sheldon pusing tingkat nasional nyari Els.. [hmpfh]
Els kayaknya udah mulai suka ya ama Ald ? (sotoy)
gomawo udah diupdate mamiiii [lovestruck]

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
aaaiiihh si Els betah banget dirumah Ald...
udh brpa minggu tuh mam ? (ane ikutan manggil mami ye ?)
Si Sheldon pusing tingkat nasional nyari Els.. [hmpfh]
Els kayaknya udah mulai suka ya ama Ald ? (sotoy)
gomawo udah diupdate mamiiii [lovestruck]
els ga punya pilihan lain selain tinggal di rumah alden, bisa aja dikatakan betah, tp nurut ane sih karna dia tidak punya pilihan lain Hface Hface
hn, udah berapa minggu ya els di rumah ald?? tiga mingguan klu tdk salah [hmpfh] [hmpfh] (manggil mami boleh, tp bayar ya #yaahhhhdasarmataduitan [laughing] [laughing] [laughing] )
apa bener els dah mulai suka ama ald?? nurut ane sih belum, atau bukan perasaan suka yg dirasakan els, melainkan rasa penasaran dan ingin tahu terhdp sosok seorg ald yang membuatnya bertingkah spt itu [biggrin]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
sheldon!! kau harus secepatnya menemukan els,,,,  [AddEmoticons04247] dan bawa els pulang,,,,  [AddEmoticons04264]
aduh jadi geregetan ama els,,,  [AddEmoticons04234] betah banget deh di rumah ald,... kasian sheldon noh....  [AddEmoticons04248]

sheldon benar, els terlalu naif,,,! dan dia seharusnya tahu kalau orang tua angkatnya benar2 mencintainya sama seperti sheldon.....!!  Emoticons0425 Emoticons0425 Emoticons0425 Emoticons0425

ini kok ampe sekarang penentuan minho masih gantung aja  hang ,,, tapi ane tetap dukung sheldon,,,,  [AddEmoticons04246]

Minho harus Sheldon!   [AddEmoticons04228] [AddEmoticons04258]


Sheldon!!  Emoticons0425 Emoticons0425 Emoticons0425
Sheldon!!  Emoticons0425 Emoticons0425 Emoticons0425
Sheldon!!  Emoticons0425 Emoticons0425 Emoticons0425

idemmmmmmmm, els emang selalu bkn org gregetan terhdp sikapnya, apalagi sheld yg sampai pontang panting jatuh bangun [sweat] [sweat]
penentuan karakter mh masih gantung n gw liat pemilihan suara buat ald lbh tinggi dr sheld, soooo .. hati2 vhia, bisa2 elu pingsan klu ternyt mh tuh si alden [laughing] [laughing]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun