Author Topic: *When a Gay met a Young Mom (in love again)* ~chp 22 (ending), 22 Jan'2011  (Read 101653 times)

Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile
jiaaaa udah maen kabur aja neh anak  [hammer] [hammer] [hammer] kapan neh mi mo di launcing perdana kelamaan udah garing neh mam  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
balik lagi  [smiley-dance013] [smiley-dance013]

noona b, gw usahain deh, sekrg jg lg ngetik  [heh] [heh] and baru memasuki part ke 3, jadi ditunggu aja ya, klu bisa sih tar malam dipost klu ga selesai jg ya besok aja postnya  [hmpfh] [hmpfh]
kabur lg ahhh  [on] [on] ~enak deh main kabur2an begini  [hmff]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline IZZ

  • Police
  • Full
  • *****
  • Posts: 271
  • MinSun Is Real ^^
    • View Profile
Yahhh udah fix ya?? yo wis lah..

@mayanti unnie, itu bukan sotosp tapi piku beneran joongie waktu konser persona di seoul yg minsun datang itu lho xixixixi,..
siggy by endree noona ^^v

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
akhirnya chp ini selesai juga  [jumpy] [jumpy]

CHAPTER 1

SONG OF THE DAY


SCENE ONE .....
Mr. Moon, sales dari 'Clear Property Co, ltd.', memandangi pelangan pertamanya hari itu dengan seksama. Dia seorang wanita muda berkulit putih mulus, berambut sebahu dengan tinggi sekitar 163 cm.

Goo Hye Sun, wanita muda tersebut, mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan. Dia berjalan ke lorong, dimana dua kamar tidur, sebuah kamar mandi dan dapur berada. Dimasukinya ruangan itu satu persatu dan mengamati keadaan di sana dengan sangat teliti. Tidak jauh darinya tampak seorang anak kecil berusia sekitar 3 tahun berlari kesana kemari dengan suara berisik dan wajah gembira.

Ketika sudah berada di ruang tamu, Hyesun meraih tangan anak kecil itu sehingga menghentikan kegaduhannya yang memekakkan telinga. Dia berjongkok menghadapi anak cowok bermata bening dan bulat itu dengan senyum tersungging di bibir.
"San-ah ... katakan pada omma, bagaimana menurutmu tempat ini? apakah kamu menyukainya? maukah kamu tinggal di sini?".


Kang San memandangi ommanya dengan sinar mata polos yang mengemaskan. Sepasang mata bundarnya berputar di sekitar wajah Hyesun.
"San sangat menyukainya .... San ingin tinggal di sini ..", jawabnya dengan suara khas anak kecil yang nyaring.

Mendengar itu, Mr. Moon langsung tersenyum tipis. "Transaksi ini pasti berhasil .. ", soraknya dalam hati.

Hyesun mengangguk, kemudian dia berdiri menghadapi Mr. Moon.
"Tuan Moon, apakah harga yang diajukan itu tidak bisa dikurangi lagi?"

Mr. Moon mengeleng perlahan. Kemudian dia berkata ..
"Agashi, harga ini sudah termasuk murah ... anda lihat sendiri rumah ini masih baru, peralatannya juga lengkap .. agashi tidak perlu bersusah payah mendekorasi lagi, rumah ini sudah bisa ditempati kapan saja ... lagipula tempat ini sangat tenang, sangat cocok bagi perkembangan putra anda, di dekat sini juga ada taman kanak-kanak yang bagus dan bersarana lengkap ... selain itu, yang terpenting, tempat ini letaknya tidak terlalu jauh dari pusat kota ... saya berani menjamin, agashi tidak akan mendapatkan tempat sesempurna ini di tempat lain ... "

Hyesun termenung mendengar penjelasan Mr. Moon. "Apa yang dikatakan orang ini ada benarnya ... ", batinnya dalam hati. Sesungguhnya Hyesun tahu kalau harga yang diajukan itu seimbang dengan fasilitas yang diperoleh dari tempat ini. Dia menawar bukan karena dia tidak rela mengeluarkan biaya sebesar itu. Sama sekali bukan. Dia menawar karena dia harus berhemat. Hidup berdua dengan Kang San di dunia ini menyebabkan beban yang dipikulnya sangat berat. Semua pengeluaran harus diperhitungkannya dengan matang.

Hyesun menahan nafasnya beberapa saat, kemudian menghembuskannya perlahan. Lembut dan halus. Bibirnya agak ditarik keatas sehingga memperlihatkan sepasang lesung pipi yang dalam.

"Pikirkanlah baik-baik, agashi .... jika kami sudah memasang rumah ini ke daftar rumah yang dijual pasti akan menjadi rebutan dari orang-orang yang membutuhkan tempat tinggal impian, .... rumah ini baru kemarin dilepas oleh pemiliknya dan kalau bukan karena alasan yang sangat mendesak nyonya Yoon tidak akan menjualnya ... jika agashi tidak mengambil keputusan secepatnya, saya yakin agashi akan menyesal ... ", lanjut Mr. Moon lagi.

Hyesun masih tidak bereaksi di tempatnya. Sepasang matanya menatap semu ke depan. Tiba-tiba sebuah tangan mungil terjulur, menarik ujung bajunya berulangkali. Hyesun tersentak. Kepalanya menunduk ke bawah dan didapatinya Kang San sedang menatapnya dengan sepasang mata bening yang memancarkan kebahagiaan.
"San suka tempat ini ... "

Hyesun terpana. Mata dan suara Kang San mengambarkan semua keinginannya. Keinginan dari seorang anak kecil berusia 3 tahun yang tidak bisa diganggugugat. Ini pertama kalinya Kang San memperlihatkan kesukaannya terhadap rumah yang akan mereka tinggali. Biasanya dia tidak peduli.

Hyesun menghembuskan nafasnya lagi. Cukup sudah pengembaraannya selama ini. Demi perkembangan Kang San, dia harus berhenti dan menetap di tempat tetap. Tempat yang benar-benar cocok buat pertumbuhan Kang San. Dua tahun lamanya mereka selalu berpindah dari satu tempat ke tempat lain, sehingga menyebabkan Kang San tidak pernah tertarik lagi dengan lingkungan baru di sekitarnya.

Tapi hari ini sangat lain. Kang San sangat antusias dengan tempat ini. Semua ini menyadarkan Hyesun kalau Kang San sungguh menyukai tempat ini.

"Jika agashi sudah mengambil keputusan untuk membeli rumah ini, kita bisa menandatangani surat kontrak jual belinya sekarang juga ... dengan begitu rumah ini akan langsung menjadi milik agashi .... surat kontraknya sudah saya bawa .... hmm ... bagaimana agashi?", Mr. Moon tetap memperlihatkan semangatnya yang besar dalam mempromosikan rumah itu ke Hyesun.

Dua menit lamanya, Hyesun bertaut dalam pikiran yang ruwet. Setelah itu dia berjongkok menghadapi Kang San yang sedang bermain dengan mobil-mobilan yang dibelikannya seminggu yang lalu.
"San-ah ..... "

Kang San mengangkat wajah kearah Hyesun. Sepasang mata bening itu begitu hidup, memandangi ommanya yang sedang kebinggungan.
"Apakah San benar-benar menyukai tempat ini?", tanya Hyesun lembut.

Kang San mengangguk cepat. Diangkatnya sepasang tangan mungilnya yang memegang mainan.
"Disini San bisa bermain sepuasnya ... ", jawab Kang San. Senyum manis yang sangat mirip Hyesun tersungging di wajahnya.

Hyesun mengangguk perlahan. Kemudian dia berdiri dan berbalik kearah Mr. Moon.
"Saya akan membeli rumah ini ... "

Mr. Moon tersenyum gembira. Jika saja dia tidak ingat posisinya di situ, dia mungkin sudah melonjak kegirangan. Tergesa dia mengeledah tas dari kulit yang sedari tadi berada dalam rangkulannya. Beberapa saat kemudian dia mengeluarkan beberapa lembar kertas yang dijadikan satu dalam sebuah map.

Dijulurkannya surat kontrak itu ke Hyesun. Wajahnya terus berseri sepanjang kegiatannya tersebut. Hyesun meraih map yang disodorkan Mr. Moon. Mereka kemudian duduk di kursi yang mengelilingi meja bundar di ruang tamu itu. Penandatanganan kontrak jual beli itu dilakukan dalam sekejap. Hyesun memandangi surat kontrak di tangannya sambil tersenyum puas.

Ditatapnya Kang San, yang sekarang sudah berada di sampingnya. Hyesun mengangkat Kang San ke pangkuannya, kemudian memeluk anak kecil itu erat-erat. Mr. Moon mengamati adegan di antara anak dan ibu itu dengan senyum tersungging di bibir. Selama pekerjaan yang dijalaninya selama 2 tahun ini, transaksi ini yang paling mengharukan sekaligus memuaskannya.


Sesaat kemudian terdengar bunyi kunci diputar dari pintu depan. Serentak mereka yang berada di ruangan itu berpaling ke sana. Pintu terbuka. Seorang ahjumma berpenampilan seronok, diikuti seorang pemuda jangkung yang sangat tampan dengan dandanan yang sangat tidak biasa, memakai eyeliner, beberapa anting di telinga sebelah kanan, celana jeans yang sangat ketat, dengan rambut sedikit awut-awutan, memasuki ruangan.


***********

SCENE TWO ....
Mr. Moon berdiri dari kursi yang didudukinya. Dia mengangguk kearah ahjumma yang memandang sekilas kearah mereka dengan senyum terhias di wajah.

"Anyong Mrs. Yoon .... "

Ahjumma yang ternyata pemilik rumah membalas sapaan Mr. Moon dengan menganggukan kepalanya. Hanya sebentar saja perhatiannya sudah beralih kembali ke pemuda jangkung berpenampilan aneh itu. Senyum genit tersungging di wajahnya yang seronok.
"Bagaimana my dear? .. tidak menyesal kan membeli rumah ini ? .."

Mrs. Yoon mengulurkan tangannya, mencubit  gemas pinggang pemuda tersebut. Teriakan pendek terdengar. Mrs. Yoon tertawa keras, sementara pemuda itu mendelik kearahnya. Alisnya yang tebal dan indah berkerut.
"Ahh .. sudahlah, saya tidak akan bercanda lagi, jadi jangan cemberut seperti itu ... ini kunci dari rumah ini! .. semoga kamu merasa nyaman tinggal di sini ... jika ada sesuatu yang diinginkan, kamu .. si tampan, jangan lupa memberitahukannya kepadaku .. aku akan membantumu, ingat itu .... ", Mrs. Yoon menghentikan ketawanya. Ditepuknya bahu pemuda tersebut sambil mengedipkan sebelah matanya.

Hyesun dan Mr. Moon yang dari tadi hanya membisu di tempat semula, memperhatikan terus adegan dari kedua orang itu. Mendengar perkataan terakhir dari Mrs. Yoon mereka sangat terkejut. Mr. Moon kemudian segera mendekati Mrs Yoon.
"Nyonya Yoon, apa maksudnya dengan perkataan tadi? .. rumah ini sudah dijual ke orang ini? bagaimana mungkin? mengapa saya tidak diberitahu tentang ini? .... "

"ohhh ya tuan Moon ... miane saya belum memberitahukanmu tentang ini, tapi penjualan ini juga baru terjadi dua puluh menit yang lalu .. jadi saya belum sempat mengabarimu .. tapi ini tidak berpengaruh,kan? kamu sudah mengetahuinya sekarang ... ", kata Mrs. Yoon dengan senyum yang masih tersungging di wajahnya yang sudah berkeriput.

Mr. Moon menepuk dahinya kemudian berkata keras ..
"Ohhhhh .. nyonya Yoon!! .. tentu saja ada bedanya, agashi ini baru saja menandatangani kontrak pembelian rumah ini .. jadi dia juga pemilik dari rumah ini sekarang .... "

Mendengar itu, Mrs. Yoon langsung tertegun di tempatnya. Pandangannya beralih dari Mr. Moon ke Hyesun. Kemudian dari Hyesun ke Mr. Moon lagi, begitu secara silih berganti.
"Maksudmu ....rumah ini .... sudah kamu jual .. ke agashi ini?", tanya Mrs. Yoon. Ketidakpercayaan terpancar di matanya.

Mr. Moon mengangguk. Kekhawatiran terlukis jelas di wajahnya.

"Apa-apaan ini? ... saya tidak salah dengar, kan? bagaimana bisa begitu? .... saya yang tertarik lebih dahulu  dengan rumah ini .. dan saya pula yang menandatangani kontrak terlebih dahulu .... jadi apapun kesalahan dari kalian, rumah ini tetap milikku ... ", pemuda yang sedari tadi tidak mengeluarkan suara itu berkata keras. Suaranya sangat menawan. Agak serak dan dalam. Entah itu suara asli atau hanya karena tekanan dari kemarahan yang menghinggapinya.

Mr. Moon dan Mrs. Yoon saling berpandangan untuk waktu yang cukup lama. Kemudian mereka mengeluarkan surat kontrak di tangan mereka dalam waktu yang hampir bersamaan. Hyesun tidak mengeluarkan suara, hanya sepasang matanya yang masih terbelalak lebar kearah mereka. Sepasang tangannya memeluk Kang San dengan  sangat erat. Anak kecil itu tetap bermain dengan mainannya tanpa terpengaruh dengan situasi yang menegangkan itu.

Mr. Moon mendekati Mrs. Yoon. Kemudian memperlihatkan surat kontrak dengan Hyesun itu kepadanya. Sesaat mereka saling membandingkan kedua surat kontrak tersebut.
"Tunggu sebentar Lee Min Ho ssi dan agashi!! ... kami harus mendiskusikan masalah ini dulu ... ", kata Mrs. Yoon. Suaranya terdengar sedikit terguncang oleh peristiwa itu. Dia berjalan dengan cepat ke meja makan yang ada di sudut dekat jendela, diikuti oleh Mr. Moon.

Hyesun menghembuskan nafas panjang. Tangannya mengelus kepala Kang San. Diliriknya pemuda yang sudah menjatuhkan dirinya di kursi bundar dekat pintu masuk. "Pemuda aneh ... ", pikirnya dalam hati.


************


SCENE THREE .....
Hampir lima belas menit lamanya, Mrs. Yoon dan Mr. Moon membicarakan masalah itu. Suara mereka sangat halus sehingga tidak kedengaran oleh Hyesun dan Minho.

Hyesun telah menurunkan Kang San ke lantai, sehingga anak itu bisa bermain dengan leluasa, sedangkan dia sendiri menjatuhkan dirinya kembali ke kursi yang tadi didudukinya. Mukanya masih terlihat tegang. Dia sangat menyukai rumah ini. Dipandanginya Kang San yang bermain dengan gembira. Kang San juga menyukai tempat ini. Sampai matipun dia tidak akan melepaskannya.

Minho memandangi dua orang yang sedang berdiskusi itu dari tempatnya. Keningnya berkerut dan tangannya sibuk memutar cincin yang terpasang di telunjuk sebelah kanan. Menyuruhnya menyerah kepada wanita ini sama saja menyuruhnya bertekuk lutut ke semua wanita di seluruh dunia. Sampai matipun dia tidak akan menyerah.


**********


SCENE FOUR .....
Lima belas menit berlalu. Mrs. Yoon dan Mr. Moon mendekati Hyesun dan Minho. Sebelum memulai pembicaraan, Mrs. Yoon memandangi Hyesun dan Minho silih berganti. Setelah menarik nafas dalam-dalam, akhirnya dia mengambil tekad bulat.
"Hmmmmmm .. begini agashi dan Minho ssi ... kami sudah meneliti kedua surat kontrak itu dengan seksama dan ... maaf ... kami lihat kedua kontak tersebut resmi adanya .. jadi kedua surat itu berlaku di mata hukum .. sekarang kami punya dua jalan keluar bagi kalian ... pertama, salah satu dari kalian melepaskannya bagi yang lain, kami akan membayar kerugian yang terjadi, bagaimanapun kesalahan ini terletak pada pihak kami ... "

"Itu tidak mungkin!!!! .... ", potong Hyesun  keras. Semua yang berada di situ langsung berpaling kearahnya. Hyesun langsung terlihat gugup. "La ... lu .... apa .. jalan keluar yang kedua ... ?", tanyanya cepat.

"Ehemmmm .... jika kalian berdua sama-sama tidak mau melepasnya maka ... tidak ada cara lain .. kalian bisa tinggal bersama di sini .. sampai .. ya.. sampai salah satu dari kalian tidak mampu bertahan sehingga bersedia melepasnya ke yang lain ... ", jawab Mrs. Yoon serba salah.

"Apaaaaaaaaaaaa??", teriak Hyesun dan Minho hampir bersamaan. Mereka langsung melempar pandangan kearah masing-masing. Sepasang mata  mereka terbelalak lebar.

**********


SCENE FIVE ...
Mr. Moon dan Mrs. Yoon meninggalkan Hyesun dan Minho setelah mengeluarkan dua jalan keluar buat pemecahan masalah yang mereka hadapi. Mereka memberi waktu dua hari kepada Hyesun dan Minho untuk memikirkan semuanya.

Hyesun berpaling ke Minho, sedangkan Kang San masih asyik dengan mainannya.
"Yaaaa ... kamu tidak bermaksud berebutan dengan seorang ibu muda, kan?"

Minho masih tetap berada di tempatnya. Matanya yang tajam menatap Hyesun sangat lekat seperti sebuah pisau yang siap menusuk ke dalam hati wanita muda yang ada di hadapannya. Hyesun agak gentar dibuatnya.
"Lalu berikan alasan kepadaku mengapa saya harus menyerah kepadamu? .. saya tidak mengenalmu, dan saya juga mengeluarkan uang yang tidak lebih sedikit darimu untuk rumah ini?"

Hyesun langsung membisu. Dia tidak sanggup menjawabnya. Memang benar apa yang dikatakan pemuda ini ... apa alasannya? Dia tidak mampu memikirkan alasan yang diminta pemuda ini.

"Tidak bisa menjawab, haaaahh? ... jika begitu, simpan perkataanmu itu ... di kamusku tidak ada kata menyerah, apalagi terhadap seorang wanita sepertimu ... ", jawab  Minho sinis.

"Kamuuuuu ....... ", Hyesun mengarahkan telunjuknya ke Minho. Dia ingin memakinya, tapi tidak bisa. Dia tidak terbiasa bertengkar, jadi makiannya hanya tertahan di tenggorokan.

"Jadi cuma ada dua jalan keluar dari masalah ini seperti yang diajukan oleh Mrs. Yoon dan Mr. Moon ... yang pertama, saya sama sekali tidak tertarik .. saya lebih memilih jalan keluar kedua .. sedangkan anda sendiri, silahkan pilih sendiri ... ", kata Minho lebih lanjut.

Hyesun termenung. Pemuda ini sungguh kurang ajar. Bagaimana mungkin dia memilih jalan keluar kedua? Tinggal bersamanya di sini? "Huhhhh lebih baik saya tidur di jalanan ... ", batin Hyesun dalam hati.
"Maksudmu ... kamu .. kamu lebih memilih tinggal di sini .. berdua .. maksudku bertiga, dengan kami ... ?", mata Hyesun terbelalak lebar ketika mengatakan ini.

"Apa masalahnya? .. saya sama sekali tidak perduli ... ", jawab Minho sambil mengangkat bahunya. Dia sangat cuek dan tidak perduli dengan kekagetan Hyesun.

"Kamuuuu .... saya lebih baik tidur di jalan daripada .... daripada tinggal di sini denganmu ... dan ..... ", perkataan Hyesun terhenti ketika sebuah tangan mungil menarik tangannya.

"Omma .... apakah hari ini juga kita pindah ke sini?", Kang San memandanginya dengan sepasang mata polosnya.

Hyesun tertegun. Untuk sesaat dia melupakan Kang San. Bagaimana mungkin dia melupakan Kang San? Putranya ini sangat menyukai tempat ini. Tempat ini yang telah merubah Kang San. Dia dapat melihatnya. Sejak memasuki daerah ini, Kang San selalu tersenyum dan bermain dengan ceria. Bagaimana mungkin karena ketidaknyamanannya dengan sikap pemuda ini, dia menyampingkan kebutuhan Kang San? Omma macam apa dia ini?
"Kita akan pindah ke sini besok pagi, San-ahh ... kita harus membawa serta baju dan beberapa peralatan yang dibutuhkan ... ", jawab Hyesun sambil tersenyum halus. Disentuhnya pipi Kang San dengan lembut.

"Jadi kamu juga memilih jalan kedua, kan? .. kita lihat saja siapa yang bisa bertahan .... saya akan segera menelepon Mrs. Yoon dan memberitahunya tentang keputusan ini ... harga rumah ini akan saya bayar terlebih dahulu dan anda bisa membayar setengah dari harga itu ke saya ... ", Minho merogoh ke dalam saku celananya, kemudian mengeluarkan ponsel model terbaru dari situ.

Hyesun menghela nafas panjang. Tidak ada jalan lain, dia harus menerimanya. Dan demi Kang San, dia harus bertahan. Diliriknya pemuda yang sedang menelepon itu. Perlahan tapi pasti, bibirnya tertarik keatas membentuk cibiran dan decakan.

**********



SCENE SIX ...
"Sekarang bagaimana caranya kita membagi tempat ini?", tanya Hyesun setelah Minho menyelesaikan pembicaraannya dengan Mrs. Yoon.

Minho berpaling kepadanya. Matanya memancarkan sinar yang langsung tertangkap maksudnya oleh Hyesun. Sebelum Minho bergerak dari tempatnya, Hyesun segera berlari ke dalam lorong dimana semua kamar berada. Dia berhenti di kamar utama sambil menghadapi Minho yang sekarang sudah berdiri di hadapannya.
"Kamar ini milikku!!! ...  saya tidak bisa berada di kamar kecil itu dengan San ..!!", teriak Hyesun.

Minho mengarahkan telunjuknya ke hidung Hyesun. Kepalanya terangguk berkali-kali dan pandangannya memberikan kesan kalau hatinya berkata "Kamu hebat agashi .... "

Kemudian Minho berbalik. Hyesun sangat terkejut. Dia bermaksud mendahului langkah Minho. Tapi dia terlambat, Minho sudah berlari ke kamar tidur satunya, dapur, kamar mandi dan ruang tamu yang juga berfungsi sebagai ruang makan. Tangannya menempel di seluruh ruangan itu sebagai tanda bahwa semua itu adalah miliknya. Kemudia dia menghadapi Hyesun dengan bibir yang agak tertarik ke atas. Senyum sinis yang meremehkan tersungging di wajahnya.


"Kamuuuu!!! .... kamu memonopoli semuanya? .... ", teriak Hyesun keras. Suaranya terdengar sumbang karena kemarahannya yang hampir meledak dengan kelakuan pemuda satu ini.

"Mengapa tidak? kamar tidur kamu sudah ada kamar mandi di dalamnya, jadi kamar mandi luar itu milikku ... aku tidak biasa berbagi kamar mandi dengan orang lain, apalagi dengan seorang wanita ... dan saya sudah terbiasa membuat makanan sendiri jadi dapur ini juga milikku ... sedangkan ruang tamu ini ... hmmm ... bukankah sudah ada aturan sejak dulu 'siapa cepat siapa yang akan mendapatkannya?' .... ", Minho menjatuhkan tubuh jangkungnya ke kursi bundar yang tadi didudukinya.

Sepasang mata Hyesun semakin melebar mendengar penjelasan Minho. Dia kehilangan kata. Dia tahu bahwa pemuda ini tidak bisa disalahkan. Dia yang memulainya. Jika bukan dia yang merebut terlebih dahulu, mungkin anak muda ini tidak akan berbuat begitu.

Hyesun berpaling perlahan ke Kang San. Bagaimana kehidupannya nanti? Sekarang saja dia sudah kalah. Kalah telak. Sepasang mata bundarnya mulai memerah. Dia berusaha sekuat tenaga untuk tidak memperlihatkannya ke musuh di hadapannya. Dia harus kuat. Harus!! Demi Kang San tidak boleh menyerah. Tapi dia tidak bisa menahannya. Dua titik airmata mengalir keluar walaupun tidak diiringi isak tanggis. Tidakkkk!!!! Dia tidak boleh terisak.  

"Walaupun saya tidak pernah peduli dengan perasaan seorang wanita .. tapi ... karena anak itu ... baiklah, saya mundur sedikit ... ruang tamu ini boleh dibagi denganmu .... "

Perkataan Minho sangat mengejutkan Hyesun. Ditatapnya anak muda itu lekat-lekat.

"Jangan memandangiku seperti itu!! ... sudah saya katakan kalau saya melakukan itu karena putramu, bukan kamu ... dan jangan meminta yang lebih .. bagaimanapun saya tidak bisa berbagi dapur denganmu ..... ", setelah mengatakan itu, Minho memejamkan matanya. Dia sangat capek dan mengantuk. Sudah sehari dua malam dia tidak tidur. Dia baru pulang dari bar '2X' dua jam yang lalu. Dan dia hanya punya waktu untuk berganti pakaian sebelum menepati janjinya dengan Mrs. Yoon untuk menandatangani kontrak pembelian rumah ini.

Hyesun bermaksud mengatakan sesuatu, tapi dia segera mengurungkan niatnya ketika melihat pemuda itu sudah terlelap di bangku bundar yang didudukinya.


*************


SCENE SEVEN ....
Malam harinya, pukul 09:30 di bar '2X' .....
Minho mendekati meja panjang berkilap yang digunakan untuk melakukan pekerjaannya setiap malam. Musik remix berdentam keras di seluruh ruangan. Dihempaskannya tubuh jangkungnya di sana. Wajahnya terlihat tidak bersemangat. Seorang wanita cantik berbodi seksi memandanginya dari seberang meja.
"Yaaaa hottie!! ... ada apa denganmu? Kamu kelihatan lesu sekali .... "

Minho tersenyum. Agak terpaksa. Dan cewek pemilik bar itu dapat melihatnya. Disodorkannya sebotol bir ke Minho.


Minho meraih bir itu dan meminumnya. Dia tidak menjawab pertanyaan cewek berwajah asing itu. Gadis itu juga tidak bertanya lebih lanjut. Dia hanya memperhatikan pemuda dihadapannya. Ada sesuatu yang disesalinya sejak dulu. Minho sangat menarik. Semua yang ada padanya sangat sempurna, baik itu rambutnya yang hitam pekat, sepasang matanya yang bening dan memikat, begitu dalam dan memiliki daya tarik magnet, hidungnya yang mancung lurus, bibirnya yang merah dan penuh, kulitnya yang halus, maupun bentuk tubuhnya dan tingginya yang begitu memukau.

"Noona sudah puas memandangiku?", tanya Minho tanpa mengalihkan pandangannya dari bir yang terpegang di tangan kanan.

Gadis yang dipanggil noona itu langsung tersenyum lebar. Pemuda ini selalu bisa mengunakan mata dan hatinya dalam waktu bersamaan. Dia mungkin saja tidak memandangimu, tapi dia mengetahui kalau kamu memperhatikannya. Dia sangat menyadari kalau pesonanya menarik bagi siapa saja. Baik itu pria maupun wanita. Minho kemudian mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan.
"Malam ini agak sepi ..... pesona Jess noona kelihatannya tidak berfungsi sempurna malam ini ..."

Jessica Gomez, nama cewek pemilik bar '2X' itu memajukan bibirnya ...
"Tentu saja ... tanpa kamu, noona bukan apa-apa ... "

Minho tersenyum kecil. Sesaat kemudian dua orang pemuda mendekati mereka. Salah satu dari pemuda itu menyandarkan tangannya ke bahu Minho. Mereka adalah pelangan tetap bar ini.
"Heiii .. Lee Min Ho, akhirnya kamu datang juga ..... bagaimana keadaanmu hari ini? Masih bisa bertahan untuk round selanjutnya?"

Minho menyingkirkan tangan pemuda itu dari bahunya. Kelihatan benar kalau dia sangat terganggu dengan kehadiran mereka.
"Saya tidak tertarik bermain dengan kalian malam ini!!"

"Yaaaa .. ada apa ini, Minho-a? ... kamu kelihatan sangat lesu ... itu tidak sepertimu!! cuma sehari dua malam, kan? kamu sudah teler haaa? ... ", pemuda satunya lagi tersenyum mengejek kearah Minho.

"Saya bukan lelah ...lagi pula siapa bilang saya bakal teler kalau cuma berpesta selama dua malam!!! .... hanya saja .. hari ini terjadi sesuatu yang menjengkelkanku .... ", jawab Minho garang. Giginya bergemelatuk keras.

Kedua pemuda itu saling melempar pandangan. Begitu juga Jess. Mereka saling dalam hati apa sebenarnya yang terjadi dengan Minho. Tidak biasanya pemuda ganteng ini semurka ini.
"Apa yang terjadi, hottie?", tanya Jess ingin tahu.

"Hari ini saya membeli rumah yang sudah kutetapkan kemarin, ... dan ..  kalian bisa bayangkan tidak.. kalau  .. saya dan seorang ibu muda menandatangani kontrak yang sama pada waktu yang hampir bersamaan ...", Minho memulai ceritanya. Sebenarnya dia bukan orang yang suka menceritakan kehidupan di luar pekerjaannya.
Tapi kali ini dia sudah tidak bisa mengendalikan perasaannya lagi.

"Apaaaaaaaaaaaaaa?????", ketiga orang dihadapannya berteriak dalam waktu hampir bersamaan. Minho segera menutup telinganya rapat-rapat. Walaupun musik yang diputer di situ sangat keras, teriakan mereka  mengalah semuanya.

"Mengapa bisa begitu? lalu apa yang terjadi selanjutnya?", tanya Jess, tanpa menutupi rasa penasarannya yang besar.

"Apa yang bisa terjadi selanjutnya selain kami sama-sama tidak mau menyerah dan terpaksa harus tinggal bersama ... ", jawab Minho sambil menekan suaranya dalam-dalam.

Sekali lagi, ketiga orang di sekelilingnya itu dibuat terkejut luar biasa. Mata mereka terbelalak lebar, terarah ke anak muda itu. Jess kemudian keluar dari lingkaran meja yang memisahkannya dengan Minho. Dia duduk di samping pemuda itu sambil memandanginya.
"Kamu setuju dengan semua itu? ... bagaimana mungkin? ... maksudku .. kamu dan seorang wanita? .. "

Minho berpaling ke Jess.
"Saya tahu maksud dari perkataan noona ... tapi saya tidak bisa memilih jalan satunya lagi, saya tidak mau melepas rumah itu karena rumah itu sangat sesuai denganku .. saya sangat menyukainya .... "

"Heiiii, Lee Min Ho! bagaimana kalau kita bertaruh untuk itu?", tiba-tiba sebuah ide muncul di pikiran Si Won, salah satu dari pemuda itu.

Wajah Minho berkerut. Dia tidak begitu suka melihat senyum yang tersirat di wajah Si Won.
"Apa itu?", dia mengajukan pertanyaan juga walaupun hatinya tidak tertarik.

"Begini .. kita bertaruh berapa lama wanita itu akan bertahan di rumah itu? ... jika dia bisa bertahan lebih dari dua minggu, maka kami yang menang  .... tapi jika kamu berhasil membuatnya kabur sebelum waktu yang ditentukan, yaitu waktu dua minggu itu, maka kami akan membayarmu, ... hmmmm ...lotus merah yang saya tahu sangat menarik bagimu ..... jika kami yang menang, saya hanya ingin kamu berkencan sehari dengan brotherku, dia sangat menyukaimu dan kamu tahu itu, kan? ... bagaimana? ... taruhan ini sangat menarik, kan?", Si Won mengajukan taruhannya.

Minho mendelik. Wajahnya mengeras.
"Lotus merah? .... untuk yang satu ini saya sependapat denganmu ... tapi brothermu, saya tidak tertarik ..."

"Menurutku taruhan ini sangat menarik .. saya ikut di dalamnya ... ", Jess mendadak mengeluarkan suaranya.

"Jess noonaaaaa !!!", teriak Minho. Dia sangat terkejut dengan keikutsertaan Jess dalam taruhan ini.

"Yaaa .. Minho, apa salahnya noona ikut bertaruh untukmu? ... saya yakin tidak ada wanita yang sanggup bertahan denganmu ... kamu sangat membenci wanita, kan? dalam kamus Lee Min Ho tidak ada wanita .. jadi saya yakin kamu tidak akan membiarkan wanita itu berkeliaran dalam kehidupanmu terus menerus ... "

Minho terdiam. Wanita? Ya, dia sangat membenci wanita. Tapi wanita dengan satu anak? Dia tidak yakin bisa membencinya. Samar-samar terbayang kembali penyiksaan yang dilakukan ibu tirinya dulu. Kalau bukan karena kepergian ibu kandungnya yang sangat cepat, dia tentu tidak akan seperti sekarang ini.

Mino meraih bir yang tadi diletakkannya di atas meja dan meneguknya sampai habis.


***********


Keesokkan harinya .....
Sebuah van berhenti di halaman rumah yang kemarin menjadi perebutan Minho dan Hyesun. Beberapa peralatan dipindahkan ke pintu depan oleh dua orang pekerja berbadan kekar. Hyesun dan Kang San keluar dari van itu dan berjalan ke pintu depan, di mana dua orang pekerja tadi menunggu.

Hyesun mengeluarkan kunci dan membuka pintu itu. Dia memasuki ruangan diikuti oleh Kang San dan dua orang pekerja yang memikul lemari.
"Barang-barang itu diletakkan di kamar utama, ajusshi ... kamshamida ... ", ~sorry kalau salah dalam penulisannya hahaha~ Hyesun memberikan perintahnya.

Kedua pekerja itu mengikuti perintah Hyesun. Setelah semua peralatan dipindahkan ke dalam kamarnya, Hyesun mengeluarkan dompet dan membayar hasil jerih payah kedua ajusshi tersebut. Dua orang itu keluar dari rumah dengan wajah berseri. Hyesun lalu menunduk menghadapi Kang San.
"San-ahhh ... mulai hari ini, rumah ini adalah tempat tinggal kita ... "

Kang San mengangguk cepat. Wajahnya mengambarkan kebahagiaan. Dia berlari melewati ommanya. Tapi sorakannya terhenti ketika didapatinya seseorang berada di situ.
"Ommaa ... ", katanya pelan. Telunjuk mungilnya menunjuk ke depan.

Hyesun berbalik ke belakang. Diikutinya arah yang ditunjuk Kang San. Dan ... dia mendapati pemuda menyebalkan yang kemarin merebut ruangan ini dengannya, sedang tertidur di kursi bundar seperti waktu ditinggalkannya kemarin.

Hyesun menarik Kang San kembali kearahnya. Dipeluknya anak itu erat-erat.
"San-aa ... ingat!! jangan mencontoh orang itu ... jika tidur, seharusnya di kamar dan bukan di ruang tamu, dan dandanan itu juga jangan ditiru, seorang cowok baik-baik tidak akan berdandan seperti itu ..., araso?"

Kang San menganggukan kepalanya.

"Saya tidak pernah melihat seorang ibu menjelekkan orang lain dihadapan anaknya sendiri .. apalagi menjelekkannya di depan orang bersangkutan ... "

Suara serak dan dalam itu mengejutkan Hyesun. Dia segera berpaling dari Kang San ke asal suara itu. Pemuda tersebut bergerak dalam tidurnya. Sepasang matanya yang bereyeliner terbuka perlahan. Dia memandangi Hyesun. Bibirnya terbuka, menguap lebar.


cre all pics, as tagged, baidu

END CHAPTER

bersambung ke chapter 2 ....  [biggrin]
terimakasih atas perhatiannya, semoga tidak mengecewakan .....  [heh] [heh]
« Last Edit: January 23, 2010, 07:05:07 am by mrs. Lee Min Ho »

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline IZZ

  • Police
  • Full
  • *****
  • Posts: 271
  • MinSun Is Real ^^
    • View Profile
Pertama XD~~~
ntar diedit ya omma love ^^
-------edit---------------------
Muahahahaha mino sadis, semua mau dijadiin punya dia klo gak ada kangsan asli dah dia cuma bisa ada dikamar doang
chakaman omma , itu yg jadi si won, yg anggota suju bukan?? kyaaa... gw kan suka dia juga masa dia harus gay juga  [biggrin] [biggrin]
geli juga baca percakapan mereka ....

sebenarnya masih penasaran klo si hye sun bukan janda trus dia MBA gitu dan laki2 yg bapaknya kang san siapa?? ninggalin dia atau udah RIP??
hehehe.. mian penasaran soalnya omma love

gak sabar nungguin interaksi yang lebih banyak lagi antara mino dan hye sun
apalagi tinggal satu rumah  [on] [on] [on]
« Last Edit: January 23, 2010, 07:35:57 am by IZZ »
siggy by endree noona ^^v

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
oh ya bagi yang ol di sini,..

izz ya,, LI udah karam ya  [what] [what] , kok gw buka dari tadi pagi ga bisa2, error mulu  hammer2 hammer2

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline IZZ

  • Police
  • Full
  • *****
  • Posts: 271
  • MinSun Is Real ^^
    • View Profile
Iya omma LI error dari tadi pagi gak bisa dibuka
« Last Edit: January 23, 2010, 07:50:56 am by IZZ »
siggy by endree noona ^^v

Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile
omigotttt mami  speachless daku bacanya  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] aduh aduh kang san ma papa kok takut seh  [laughing]

"saya hanya ingin kamu berkencan sehari dengan brotherku, dia sangat menyukaimu dan kamu tahu itu, kan?"

[AddEmoticons04221] [AddEmoticons04255] [AddEmoticons04276] [AddEmoticons04284]

And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
 [laughing] [laughing] [laughing] [laughing]

noona b, kok appanya kang san  [hmff] [hmff] kan udah di bilang minho bukan appanya kang san  hammer2 ~pura2 lupa  whistling whistling

terus percakapan itu  [hmpfh] [hmpfh] minho kan gay yg super perfect jadi ya diminta yg bukan2 deh ama org itu  [laughing] [laughing]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Amira

  • Police
  • Senior
  • *****
  • Posts: 613
  • Location: East kal
    • View Profile
Izz: apa-a yg dah fix? Klo izz ga s7 or ada yg mo diubah or ada aturan baru monggo aja, aq ga masalah kok yg mana yg terbaik menurut izz aja aq ngikut... Love: yiah becanda-a buat reader on sih palagi dah fakir semua n ktt-a dah kemana2x jd bgt ada yg mo crt hot pd langsung mupeng xixixi..*kabur  jg ah mo baca dulu

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Izz: apa-a yg dah fix? Klo izz ga s7 or ada yg mo diubah or ada aturan baru monggo aja, aq ga masalah kok yg mana yg terbaik menurut izz aja aq ngikut... Love: yiah becanda-a buat reader on sih palagi dah fakir semua n ktt-a dah kemana2x jd bgt ada yg mo crt hot pd langsung mupeng xixixi..*kabur  jg ah mo baca dulu
maksudnya izz tuh minho yang udah fix jd gay say  [hmpfh] jd ga berkaitan ama permintaan kalian  [hmff] and yg super hot tuh, sekali lg miane deh, gw ga janji dulu, lht tar aja deh, ff ini bakal ampe ending atau tdk aja gw lom tahu  [heh] [heh]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile
mam gapopo toh ntar juga jadi appanya kangsan ya to ya to  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] maksa.com

neh lagi

"Noona sudah puas memandangiku?", tanya Minho tanpa mengalihkan pandangannya dari bir yang terpegang di tangan kanan.

 hammer2 hammer2 hammer2 ampun neh tante girang lom apa2 udah ccp ma si abang  [head break] [head break] [head break]

mi mo request neh bisa gak dibikin versi englishnya  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] lumayan kan kl setan buleku pada merasuk ada pelampiasan juga di [AddEmoticons04249] ma mami banyak maunya  [rofl]

And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
noona b, sesuai ama permintaanmu  [hammer] [head break] [hmpfh] ..
inggris gw sama ama suami say, aka my epheritingggggggggggg  [laughing] [laughing]
jadi kalau mau terjemahin jd kerjaan noona b aja  [jumpy] noona b fighting  [smiley-gen013] [smiley-gen013]
di  hammer2 ama noona karena minta balik  [laughing] [laughing]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile
 hammer2 hammer2 hammer2 si mami daku english cuman bisa say i lope you pull mino ya  [on] [on] [on]

ntar ff u jadi amburadul dah ma gw  [AddEmoticons04258]

And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
hammer2 hammer2 hammer2 si mami daku english cuman bisa say i lope you pull mino ya  [on] [on] [on]

ntar ff u jadi amburadul dah ma gw  [AddEmoticons04258]
[hmpfh] [hmpfh] berarti sama2 amburadul dung  [laughing] [laughing]

buttttttttttt apa maksudnya tuh perkataan say i lope you pull mino ya    [hammer] [head break] [head break] ~pura2 ga lht tadi  [goodgrief] sakit ga tuh digetok ama gw  whistling

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun