Chapter 2
Day Six
Sabtu Malas
Sabtu
Minho keluar dari kamar tidurnya sambil menguap lebar ,Hyun Ae yang sudah bangun sejak tadi ,tampak menikmati sepotong roti panggang dan susu buatannya ,
“Begitu cepat bangun ?”Tanya Minho melirik Hyun Ae dengan mata sendunya..
Hyun Ae mengganguk pelan tanpa berbicara apa-apa ,tangannya mengancung pada roti dan kopi yang sudah ia siapkan untuk Minho..
“Ah..araso..,”kata Minho sambil menguap lagi..,ia duduk dan segera melahap rotinya..,Hyun Ae yang sudah selesai makan membawa piringnya ke wastafel dan mencucinya..
“Hyun Ae-a ,hari ini kau libur kan?”Tanya Minho..
“Ya..,”jawab Hyun Ae pelan..
“Bagus..,hari ini oppa juga tidak ada kerjaan ,”kata Minho sambil tersenyum senang..
“Memangnya apa yang mau oppa lakukan?”Tanya Hyun Ae..
***
Hyun Ae menaikkan koper pink nya yang sudah kusam ke atas meja di ruang tamu..
Ia mendesah ,”Memangnya apa yang mau oppa lihat?”
“Aku hanya ingin melihat isi kopermu,ayo buka ,”kata Minho..
Hyun Ae mulai membuka kopernya ..,
“Koper ini begitu besar tetapi hanya ini saja isinya.?”Minho membelalak ,begitu melihat isi koper Hyun Ae ,di dalamnya hanya ada beberapa setel baju …
“Memangnya apa yang oppa harapkan?”kekeh Hyun Ae..
“Apakah bajumu memang sesedikit ini?”Tanya Minho berubah menjadi serius..
“Ya..,ya ,aku juga masih punya beberapa potong lagi di rumah..,”jawab Hyun Ae mengeriyitkan alis..
“Berapa potong?Tidak lebih dari 10?”
“Untuk apa ,masih banyak kebutuhan lebih penting daripada bajuku!”seru Hyun Ae dengan nada berapi-api..
Minho menggelengkan kepalanya ,ia memang tahu dari dulu ekonomi Hye Sun dan keluarganya tidak terlalu bagus..
Minho masuk kedalam kamar tidurnya dan keluar dengan laptop di tangan kirinya..
Hyun Ae melirik laptop itu dengan tampang terkesima..,”Itu seperti yang pernah kulihat di mal!!”serunya bersemangat..
Minho membuka laptopnya dan memencet tombol start ketika laptop itu mulai menyala..
“Wah..,”Hyun Ae memperhatikan laptop itu..,”Oppa..,apa yang mau kau lakukan dengan laptop ini?”
“Hmm..,belanja..,”senyum Minho..
“Mwo?Belanja?”mata Hyun Ae membelalak mendengar pernyataan Minho..,”Ah.,kau bohong ,bagaimana bisa berbelanja lewat computer?”
“Lihat saja..,”Minho menaikkan satu alisnya melihat kearah Hyun Ae
***
“Waaahh!!Kyoptaa..,”Hyun Ae tersenyum lebar jari kecilnya menunjuk kearah sebuah dress bewarna pink dengan mantel bulu lembut..
“Jadi kau mau beli yang mana?”kata Minho ,layar laptopnya yang menampilkan sebuah website yang menjual baju anak-anak..
“Tapi..,”tiba-tiba Hyun Ae perlahan menundukkan kepalanya..
“Waeyo?”Minho mengelus rambut Hyun Ae yang duduk di sebelahnya..
“Jangan oppa..,lebih baik tidak usah..,aku tidak mau..,”desah Hyun Ae berbohong..,Hyun Ae melirik kearah harga baju yang terpampang dilayar..
Minho memerhatikan pandangan mata Hyun Ae yang terus melihat harga dari baju itu..
“Hyun Ae-a ..,”panggil Minho..
“Ye..?”mata besar Hyun Ae menatap Minho polos..,seolah melupakan baju itu begitu saja..
“Bagaiamana kalau kau membuatkan aku kopi ?”Minho tersenyum..
“Begitukah?Aku akan membuatkannya,”kata Hyun Ae berdiri dan bergegas ke dapur sementara Minho mulai mengetik sesuatu..
***
Minho membaringkan tubuhnya di sofa sementara Hyun Ae ikut berbaring di sebelahnya ,sofa itu cukup lebar untuk dua orang ..
Sudah siang hari ,matahari begitu terik menyinari Seoul hari ini ,Minho dan Hyun Ae bermalas-malasan di sofa ..,satupun belum ada yang mandi..
“Aku ingin mandi ,”keluh Hyun Ae pelan..
“Nanti saja..,temani oppa bermalas-malasan..,”kata Minho menutup kedua matanya..
“Apakah oppa begini senang bermalas-malasan?”Tanya Hyun Ae heran..
“Tentu ,waktu yang sangat jarang ,”kata Minho..
“Apakah menjadi artis itu enak?”Tanya Hyun Ae polos..
“Enak dan tidak..,”jawab Minho..,”Kau akan sangat sibuk dan dikelilingi penggemar yang menggila..,dan kau tak akan bisa lagi berbicara sembarangan di depan umum ,”
“Tidak enak ,”desah Hyun Ae sambil mengeriyitkan alisnya..,”Aku tak mau menjadi seorang artis..”
“Tapi kau akan mendapat banyak uang dan menjadi kaya..,”seru Minho..
Hyun Ae memasang tampang berpikir..
“Begitukah?Kalau begitu Hyun Ae mau..,”jawabnya lagi sambil tersenyum simpul..,”Dengan itu aku bisa menyenangkan eomma ,membeli rumah yang besar untuk eomma..,”ia membayangkan semuanya dalam raut kebahagian..
“Tetapi bagaimana dengan hal yang tak enak itu..,?”
“Hmm..,kalau Hyun Ae bisa menyenangkan eomma ,Hyun Ae tidak peduli..,”jawabnya lagi..
Minho tergelak ,ia mengelus rambut Hyun Ae dengan sayang..,”Anak pintar..,eommamu begitu beruntung..,”
“Apakah oppa mengenal eomma?”Tanya Hyun Ae..
“Tentu..,”jawab Minho
***
Minho dan Hye Sun berbaring ,berdekatan ,melihat bintang yang indah menghiasi langit..
Keduanya masih berseragam sekolah ,mereka belum pulang sejak tadi..
Minho mengajak Hye Sun pergi ke suatu padang rumput di Jeju-do ,melihat langit malam yang diterangi beribu bintang..
“Kyopta.!!”seru Hye Sun bersemangat..,”Untung hari ini aku libur ,”kata Hye Sun lagi..
“Apakah bos mu itu begitu pelit memberikanmu sedikit liburan.,”desah Minho kesal.
“Hmm ,jangan menyia-nyiakan sehari saja ,sehari itu kau akan mendapatkan banyak uang ,lumayan untuk membantu appa dan eomma ,aku bersyukur ia memberikanku sedikit liburan..,”kata Hye Sun..
“Kau tidak pernah memperdulikan dirimu sendiri!?”protes Minho..
“Untuk apa?Aku hanya ingin melihat eomma dan appa senang ,”kata Hye Sun ,ia memang bekerja sampingan seusai sekolah di sebuah restoran kecil..,karena ekonomi keluarganya begitu susah ,maka ia bertekad untuk membantu orang tuanya walaupun orang tua Hye sun tidak pernah sekalipun menyuruh putri mereka untuk bekerja ,Hye Sun pun tak pernah ingin menerima bantuan dari siapapun termasuk Minho ,sahabatnya yang kaya raya itu…
***
“Aku bahkan kenal eommamu lebih lama daripadamu tahu ,”kenang Minho..
“Menurut oppa ,eommaku bagaimana?”Tanya Hyun Ae pelan..
“Eommamu?Hm..,Hye Sun adalah kamu ,mengertikah?”kekeh Minho..
“Apa maksud oppa ?Eomma adalah aku?”Hyun Ae mengeriyitkan alisnya..
“Maksudku..,kamu adalah cerminan eommamu ,begitu mirip ,hanya saja sifatmu ada yang berbeda ,”aku Minho..
“Berbeda bagaimana?”
“Berbeda!Eommamu tidak memiliki tatapan tajam nan dingin sepertimu ,ia adalah perempuan yang begitu sabar dan lembut ,ia tak pernah berlaku dingin pada siapapun termasuk musuhnya ,ia juga tidak setegar dirimu ,eommamu mungkin sudah mengeluarkan beribu-ribu tetes air mata sepanjang hidupnya ,ia begitu cengeng.. ,”kata Minho..
“Aku tak pernah melihat eomma menangis ,”
“Didepanmu mungkin tak pernah..,”
“Apakah oppa pernah?”
“Percayalah ,mungkin sudah beribu-ribu kali aku melihatnya menangis dan menyapu airmatanya..,”
“Lalu darimanakah sifatku ini?”Hyun Ae memasang raut kebingungan..
“Mungkin dari appamu..,”jawab Minho asal..
“Lalu apakah oppa mengenal ayahku?”
Minho tidak menjawabnya ,suasana menjadi hening seketika ,Minho tidak mengeluarkan sepatah katapun ,Hyun Ae mengerti maka ia juga diam ,menutup mulutnya rapat-rapat..,sementara Minho pikirannya melayang ke Hyun Joong ,ia mengeriyitkan alisnya kesal dan mencibir dalam hati ,mencoba mengusir pikiran itu dari dirinya..
***
Day Seven
Pentas
Minggu
Pagi-pagi sekali seorang paman mengantar suatu kotak putih ke apartemen Minho..
Hyun Ae menerimanya sementara Minho belum bangun dari tidur..
Hyun Ae menaruh kotak itu di meja ruang tamu ,lalu ia pergi ke dapur seperti biasa menyiapkan sarapan pagi..
Hyun Ae mengambil 2 kotak yoghurt dan menatanya di meja makan ,segelas susu ,segelas kopi ,2 potong sandwich telah siap di meja makan..
Hyun Ae duduk dan mulai makan ketika Minho keluar dari kamar tidurnya..
“Pagi ,Hyun Ae ..,”sapa Minho ,matanya terlihat bersemangat ..
Hyun Ae menggangukkan kepalanya ..
“Oh ..kotak ini sudah datang ,”kata Minho memperhatikan kotak putih yang ada di hadapannya..,”Kau tidak membukanya kan?”Tanya Minho lagi..
Hyun Ae menggelengkan kepalanya ,alisnya terlihat mengeriyit..,mulutnya penuh dengan makanan..
Hyun Ae melihat kearah jam dinding ,sudah waktunya ia untuk mandi dan bersiap-siap ,Hyun Ae mempercepat mengunyah sandwich yang ada di genggamannya sementara Minho membawa dan menaruh kotak putih itu didepan Hyun Ae..
Hyun Ae hanya memandangi Minho dengan bingung ,ia berhenti mengunyah dan bergumam pelan ,”Oppa..”
***
Minho menepuk tangannya melihat Hyun Ae yang baru saja keluar dari kamar mandi ,”Asaaa..,kau cantik sekali..,”Minho tersenyum puas..
Tubuh mungil Hyun Ae dibalut dress bewarna pink dan mantel bulu bewarna putih lembut ,kakinya beralaskan sepatu kulit hitam mengkilap..,persis seperti yang diingininya kemarin..
“Oppa..!!Kyopta..Kyoptaa..,”Hyun Ae berputar senang ,ia memandangi baju dan sepatu barunya dengan begitu bahagia..,kedua pipi Hyun Ae memerah saking semangatnya..
“Nah sekarang kau sudah siap pentas..!”seru Minho..
Hyun Ae melirik Minho bingung ,ia tertegun dan berkata pelan ,”Oo..,darimana oppa tahu?”
***
Hyun Ae berdiri di belakang panggung menunggu gilirannya tiba ,dari balik tirai ia bisa melihat Minho yang duduk di barisan paling belakang dengan tampang penyamarannya…
Seorang anak menepuk bahu Hyun Ae dengan kasar ,itu Su Hee ,”Darimana kau mendapat baju seperti ini ?Kau pasti mencurinya?Iya kan?”desisnya sambil melirik tajam kearah baju baru Hyun Ae..
Hyun Ae diam ,ia tidak berbicara sepatah katapun ,
“Sudah jelas kau mencurinya ,kau takkan mampun membeli baju sebagus itu.., lagipula kau juga tak mempunyai ayah kan?”ejek Su Hee ,ia tersenyum licik..
Hyun Ae melirik Su Hee dengan tatapan tajam ,ia sangat ingin menyumbat mulut temannya itu ,namun MC memanggil Hyun Ae untuk segera naik ke atas panggung..
Maka Hyun Ae meninggalkan Su Hee ,tetapi ia tak berhenti memberi Su Hee lirikan tajam nan dingin..
Sesampainya di panggung ,Hyun Ae meraih mik yang diberikan oleh MC itu ..
MC mulai meninggalkan panggung ketika suara lembut piano mulai terdengar dari ujung ruangan..
Hyun Ae mulai menyanyikan alunan lagu The Little Girl’s Song ..,yang menceritakan tentang seorang anak yang kehilangan ayahnya..
Hyun Ae tertegun ,tangannya sedikit bergetar ,pipinya memerah ketika ia menyanyikan bait demi bait dari lagu itu..,suara indahnya menunjukkan ketulusan yang sungguh ,
”The flowers they are pretty, bright reds and blues
The birds and the buzzing bees fly
The trees all have leaves but all I see is you
I see your face up in the sky”
Minho menatap Hyun Ae dengan sedih dari kejauhan ,raut wajah Hyun Ae diliputi kesedihan yang sangat.
“I know you are watching and keeping me safe
But daddy I miss you so much
The way you looked at me with your eyes full with grace
I miss all your hugs and your touch”
Ketika bait terakhir selesai ,semua orang terhanyut ,sekarang bertepuk tangan riuh ,Minho tidak bisa menggerakkan tangannya sedikitpun ,seolah hatinya telah meleleh ,ia tak bisa lebih sedih daripada mendengar getaran suara indah Hyun Ae yang menunjukkan kesedihan seorang gadis kecil yang tak pernah tahu siapa ayahnya ..
Hyun Ae berlari dengan cepat meninggalkan panggung ,ia tak berhenti ,dalam hati ia berteriak pedih ,
Siapa Ayahku?Aku ini anak siapa?Kenapa tidak ada seorangpun lelaki yang memiliki aku sebagai putrinya .Aku bahkan tidak tahu namanya ,tidak pernah mendengar suaranya.Setiap aku terlelap ,tidak pernah mendengar nyanyian nina bobo darinya .Siapa ayahku?Bagaimana wajahnya?Apakah ia sepertiku?Kenapa ia tak pernah bersamaku?Mengendongku?Mengantarku sekolah?Mengecup keningku?Bermain bersamaku?Kenapa?Apakah aku anak yang tidak diinginkan?Apa salah Hyun Ae?Apakah Hyun Ae pernah berbuat nakal dan melukai orang lain sehingga apaa tidak menginginkan Hyun Ae?Appa ,kembalilah pada Hyun Ae ,Hyun Ae berjanji tidak akan nakal ,kembalilah ,kembalilah ,aku ingin punya ayah seperti teman-temanku yang selalu digendong ayahnya ..,mereka yang selalu bahagia pulang sekolah digandeng oleh ayahnya..
ia terus berlari cepat meninggalkan hall sekolah ,menerobos lorong dan menaikki tangga ,lagi dan lagi ,sampai lantai paling atas dari sekolah itu ,dimana tak ada seorangpun disana ,suasana hening ,ia sampai di gudang sekolah..,hatinya terus bergumul dalam kesedihan yang amat sangat..
Hyun Ae duduk tersungkur di pojokan ,sinar matahari menerangi wajahnya dari jendela yang sempit itu..
Debu beterbangan ,lantai dari gudang itu sangatlah kusam.. ,cat temboknya sudah bewarna kekuningan ,tempat ini sudah jarang dipakai ,bahkan tak pernah lagi dipakai sejak dibangunnya gudang baru ..
Tempat ini tak pernah diinginkan lagi ,barang-barangnya tak pernah diinginkan karena sudah rusak ,semuanya tidak diinginkan ,tidak pernah dilirik lagi sedikitpun ,mungkin inilah tempat yang cocok untukku ,yang bernasib sama..
Disinilah tempat persembunyian Hyun Ae..
Air mata mulai menetes ,perlahan ,perlahan ,perlahan ,membasahi gaun indah Hyun Ae.
Minho yang mengikutinya dari tadi , memperhatikan Hyun Ae dari balik tangga ,ia ragu hendak menghampiri Hyun Ae..
“Jangan menangis!Anak bodoh..,”teriak Hyun Ae pada dirinya sendiri..,”Jangan menangis!!”ia berkali-kali memukul kepalanya sendiri ,tetapi ia tak berdaya melawan air matanya yang terus menetes ,mengaliri pipi merahnya,..,”Kenapa kau jadi anak cengneng?Sejak kapan kau jadi begini?”
Kedua tangan Hyun Ae tak berhenti memukuli kepalanya sendiri ,terus dan terus ia berteriak pada dirinya..,”Aku benci!!Aku benci!!”
Minho tak tahan mendengar ini semua ,ia menghampiri Hyun Ae dan berlutut di hadapannya..
“Op..Oppa..,”getaran terdengar pada suara Hyun Ae yang masih terisak..,pipi dan matanya sangat merah ,rambutnya menjadi berantakan tak karuan..
Minho menguncang bahu Hyun Ae dan berteriak padanya ,”TAK PERLU SETEGAR INI KAN !!TAK PERNAH ADA SALAHNYA KALAU KAU MENANGIS ,MEMANG INI SEMUA TERLALU MENYEDIHKAN UNTUK ANAK SEUMURANMU !!KAU SANGAT MENYEDIHKAN ,TETAPI KAU JUGA HARUS INGAT ,KAU HANYALAH SEORANG ANAK KECIL..,TERLALU MENYEDIHKAN HIDUPMU ,OPPA ARASO…ARASO!!MENANGISLAH..!!”Minho memeluk Hyun Ae dengan erat ,Hyun Ae menyandarkan kepalanya di bahu Minho sambil menangis dengan kerasnya ,air mata seolah terlalu deras untuk bisa berhenti ,Minho mengelus rambut Hyun Ae ,tanpa terasa air mata juga mulai menuruni pipi Minho..,”Menangislah..,”bisik Minho sedih ,Hyun Ae menangis kencang di sandaran Minho ,air matanya merebak begitu saja tanpa henti ,suara isak tangisannya semakin lama semakin kencang ,begitu menyanyat hati seolah selama ini Hyun Ae selalu menyembunyikan semuanya dan hari ini ,air mata itu merebak begitu saja bagaikan air yang mengalri deras tanpa bisa berhenti ...
***
Day Eight
Sendirian
Senin
Hyun Ae tidur dengan mantel bulu dalam pelukannya ,mantel itu menutupi sebagian mukanya ,Hyun Ae menyipitkan matanya ketika matahari menyinari ruangan dengan sangat terik..
Hyun Ae melirik jam dinding..,”JAM 10!!!”mata Hyun Ae membelalak ,ia terlambat 2,5 jam ,ia harus sudah berada di sekolah jam 7.30 seperti biasa,..
Hyun Ae memukul kepalanya..
Ia tidak menemukan Minho disudut manapun ,”Hm ,kemanakah Minho oppa?”gumamnya pelan..
Hyun Ae beranjak dari sofa ,ia sedikit merintih ,”Aduh ,”tangan kecilnya memegang perutnya ,ia merasa mual dan sakit disaat yang sama ,”Kenapa sakit ini harus datang lagi dan lagi?”keluhnya sedikit kesal..
***
Sudah sepanjang hari Hyun Ae berbaring di sofa ,matahari senja mulai menerangi seluruh sudut ruangan ,hari ini ia tidak bersekolah ,penglihatannya mulai berkunang-kunang lagi ,dari tadi siang ia terus memegangi kepalanya ,muka Hyun Ae putih pucat dicucuri keringat dingin yang menetes tiada henti ..
Tangannya yang lain masih menggengam erat mantel bulu yang dibelikan Minho kemarin..,bulu-bulu yang halus mengelitik hidung dan mulut Hyun Ae ,begitu lembut , kehangatan dan aroma Minho pada mantel itu membuat Hyun Ae merasa aman ditengah kesendiriannya..
***
Sudah menjelang malam namun belum ada tanda-tanda kalau Minho akan pulang ..,Hyun Ae memeluk mantelnya lebih erat sebelum ia menyadari sesuatu..
Hyun Ae melirik matelnya yang tadinya seputih salju itu ,”AH!MATELKU!!”
***
Day Nine
Cat
Selasa
Hari ini Minho bangun lebih pagi dari biasanya ,Hyun Ae sudah menyiapkan sepiring sarapan pagi untuknya ..
“Hyun Ae-a ,apakah kau tidak mau makan?”Tanya Minho..
“Oppa saja yang makan..,aku tidak bernapsu..,”jawabnya ,Hyun Ae tampak membawa mantel bulunya ke kamar mandi namun Minho mencegatnya ..
“Hey..,”
Hyun Ae melirik Minho yang memegang tangannya..
“Waeyo?”tanyanya pelan..
“Untuk apa kau membawa mantel itu ke kamar mandi?Jangan sembarangan mencuncinya araso?”
“A..,aku..,”Hyun Ae tergagap..
Minho meraih mantel itu dari genggaman Hyun Ae dan memeperhatikannya dengan seksama ,sepercik noda bewarna merah menodai mantel tersebut..
“Miyane oppa ,”Hyun Ae tertunduk..
“Kenapa bisa begini?”Tanya Minho sedikit kesal..
“A..,itu ,kemarin aku..,aku sedang bermain dengan cat merah ,tidak sengaja..,”Hyun Ae tergagap..
***
Sepulang sekolah ,Hyun Ae menaruh tas nya di sofa dan mencari Minho namun tak menemukannya..
“Hmm ,sibuk lagi?”serunya..
Hyun Ae melihat sebungkus mi dingin di meja dengan notes ,
‘Segera makan!’
Hyun Ae membuka bungkusan mi itu ,ia mengeriyitkan alisnya..
***
Minho membuka pintu ,tepat jam 12 malam ia pulang ,hari-hari ini memang menyibukkan..
Ruang tamu sudah gelap ,Minho samar-samar bisa melihat Hyun Ae yang sedang tidur ,Minho menaruh sekatong plastic berisi mantel Hyun Ae yang baru di laundry ,tepatnya di meja ruang tamu sebelah sofa tempat dimana Hyun Ae tidur,,
Minho menyalakan lampu ,lalu ia melihat bungkusan mi yang masih utuh ,”Ia tidak makan?”gumam Minho..
Minho lalu mengalihkan pandangannya pada Hyun Ae ,ternyata dalam terang ,Minho bisa melihat kalau badan Hyun Ae lagi-lagi bergetar hebat dengan keringat dingin di sekujur tubuhnya..,Minho berlutut di sebelah Hyun Ae dengan tampang panic ,Hyun Ae tidak membuka kedua matanya ,ia tetap tidur ,walaupun dalam muka pucatnya tersirat kesakitan..
“Apakah kau begitu menyimpan ketakutan?”pikir Minho mencoba merasakan perasaan Hyun Ae yang tiba-tiba kehilangan ibunya saat itu..
***
Day Ten
Lebih Sakit
Rabu
Hyun Ae baru saja duduk di meja makan bersama Minho menikmati sarapan pagi ,ketika tiba-tiba Hyun Ae berhenti dan menggeletakkan roti yang masih banyak,,ia duduk di sofa dan bergegas memakai sepatunya untuk ke sekolah..
“Yya..,habiskanlah rotimu..,”seru Minho..
“Tidak oppa ,saya sudah kenyang ,”jawab Hyun Ae pelan..
“Apakah kau tak salah?”Minho membelalak ,”Baru 2-3 gigitan kau sudah kenyang ,lalu kemarin ,apakah kau tidak makan seharian?”kata Minho sedikit berteriak ..
“Oppa saya benar-benar sudah kenyang ,”mulut pucatnya berkata pelan..
“Tetapi kau pucat seperti mayat hidup ,kau sedang demam kan?”Tanya Minho mengingat kejadian kemarin malam..
“Aku memang begini ,badanku ringkih ,sekali aku kecapekan maka aku akan terserang demam ,oppa araso..Aku ingin berangkat..,”Hyun Ae meninggalkan tempat itu dengan segera..
“Yya..Pulang sekolah kita ke rumah sakit!!”teriak Minho serentak ketika Hyun Ae menutup pintu,..
***
Bel istirahat terdengar samar di telinga Hyun Ae ,semua temannya berbondong-bondong keluar meninggalkan kelas..
Hyun Ae berdiri dan berjalan perlahan ..
Kepalanya tertunduk lemas ,ia berjalan menuju ke gudang atas,,
Sesampainya disana ,Hyun Ae duduk ,lewat celah sempit ia menatapi awan mendung bewarna abu-abu yang menutupi langit ..,gudang itu menjadi sedikit gelap karena tidak ada penerangan sama sekali..,
Hyun Ae memejamkan matanya ketika ia dikagetkan oleh sekelompok anak yang berdiri di balik tangga..
“Yya..Hyun Ae ,”seru anak itu nyaring..
Itu Su Hee bersama kelompoknya..
Hyun Ae hanya memandangi mereka tanpa berkata apa-apa ..,ia berdiri dalam diam..
Su Hee menghampiri Hyun Ae dan mencibir sinis di hadapannya ,”Hmm..,jadi anak pencuri ,”
Hyun Ae mengepalkan tangannya ,nafasnya memburu ,muka nya memerah,..
“Kau..,atau ibumu yang mencuri baju kemarin itu?Pasti kau tidak akan mampu membelinya kan?Kau tidak mempunyai ayah ,ibumu takkan mampu”ejek Su Hee ,membusungkan dada ,ia memamerkan jaket kulit barunya yang tampak bersih mengkilap..
Tawa ejekan terdengar dari mulut teman-teman Su Hee yang berjumlah 3 orang..
Hyun Ae masih tidak mengatakan apa-apa..,ia hanya diam didalam kemarahan yang menguasai pikirannya..
Su Hee mengulurkan tangan kebelakang lalu berkata ,”Gunting!”
Seorang teman memberikan Su Hee sebuah gunting..
“Kau lihat anak pencuri..,aku akan menghukummu..,”Su Hee mendekati Hyun Ae dan menarik kerah bajunya..
Tangan Su Hee mulai menggerakkan gunting itu ,memotong kerah baju Hyun Ae dan merusaknya..
Su Hee melempar gunting yang ada dalam genggamannya lalu tertawa puas..
Hyun Ae mengigit bibirnya menahan dirinya untuk tidak membalas..,alisnya mengeriyit menunjukkan amarah..
Su Hee meliriknya ,”Hey ..,mengapa kau memandangku seperti itu,anak tanpa ayah?”desisnya..
Hyun Ae membawa kakinya melangkah meninggalkan tempat itu ketika Su Hee menaikkan alisnya dan memberikan aba-aba pada salah satu temannya..
Temannya itu menyikut Hyun Ae begitu keras sehingga ia tersungkur ,kepalanya jatuh membentur lantai..
Bel tanda masuk berbunyi,,
Su Hee dan teman-temannya itu segera pergi meninggalkan Hyun Ae sendirian ..
Darah mulai mengucur dari kepala Hyun Ae ,ia memegangi kepalanya ,kedua tangan mungil Hyun Ae dalam waktu sekejap dipenuhi darah ..
Hyun Ae meringis menahan kesakitan ,ia tak beranjak sedikitpun..
***
Hujan deras mulai mengguyur dari langit..
Hyun Ae berjalan keluar sekolah dengan darah di sekujur kepalanya..
Ia memutuskan untuk pulang ,sekolah belum usai ,..
Air hujan membasahi kepala Hyun Ae ,”Aduhh ..,”ia memegangi kepalanya lebih erat ,darah masih mengucur ,air hujan membuat lukanya semakin perih..
Kerah Hyun Ae yang koyak ,sekarang berganti warna merah darah karena darah yang tidak berhenti mengucur .Hyun Ae terus memaksa kakinya berjalan ditengah hujan yang deras dan kesakitannya ini ..
“Sebentar lagi ,”gumam Hyun Ae pada dirinya sendiri..,pandangan Hyun Ae mulai berkunang-kunang ,ia menyipitkan matanya ,mencoba mendapat penglihatan yang lebih jelas..
***
“Kamu harus ke dokter!!!Apakah tak bisa lihat apa yang terjadi dengan kepalamu!!”kedua tangan Minho mengguncang bahu Hyun Ae dengan tampang khawatir melihat sekujur darah yang mengalir deras..
Sekarang keduanya berada di dalam mobil ,Minho yang kebetulan sedang dalam perjalanan pulang ,ia mendapati Hyun Ae yang duduk tersungkur sendirian di halte bus sambil memegangi kepala yang penuh darah itu..
“Sido ,”Hyun Ae menoleh kearah jendela mobil ,pandangannya menghindari tatapan khawatir Minho..
“Yya..,Hyun Ae-a ,kita ke dokter sekarang ,aku tak mau tahu ..,”seru Minho ,ia meraih sabuk pengaman dan memakainya..
Hyun Ae dengan sigap mencegat tangan Minho ,ia menolehkan pandangannya kepada Minho dan menatap dengan tajam..,”Oppa..,sido!”tegasnya..
“HYUN AE..,”Minho sedikit berteriak ,dirinya hampir frustasi melihat darah dimana-mana..,”APAKAH KAMU MAU MATI?AKU MOHON JANGAN CELAKAKAN DIRIMU SENDIRI!!Aku tak peduli ,kita ke rumah sakit ,,”seru Minho..
“OPPA..SIDO!!”rengek Hyun Ae..,”SIDO SIDO SIDO!!!”Hyun Ae meringis ,ia keluar dari mobil dan berlari menerobos hujan yang semakin deras ,meninggalkanMinho sendirian didalam mobil..
“HYUN AE!!”
***
“Hyesun-a mukamu begitu pucat ,pergilah ke dokter ,aku akan menemanimu ,”ujar Minho seusai bel sekolah berbunyi..
Mereka berjalan melewati lorong ,Minho merangkul bahu Hyesun dan menopangnya..
“Sido ,”jawabnya singkat..
“Tetapi kau sakit ,”tegas Minho ,”Sudah 3 hari kau begini terus.!!Apakah kau mau terus membahayakan dirimu ,”katanya khawatir..
“Sido.,sido..!!”jawab Hyesun lagi
“Aku tak peduli ,kita ke dokter ,aku yang akan menanggung semuanya ,”Minho mempercepat lajunya ..
“Hyesun menghentikan langkahnya ,ia menatap Minho dengan mata yang berkaca-kaca ,”SIDO..SIDO..SIDO ,”isaknya ,”Aku benci dokter..,aku benci rumah sakit ..”
***
Dokter itu tampak dengan teliti menjahit luka Hyun Ae ..,Hyun Ae berbaring diam di sofa ,ia tidak beraksi apa-apa ,tidak menangis ,tidak merintih ,ia hanya diam dengan pandangan kosong ..
Minho meringis melihat begitu banyak darah yang mengalir ,tissue bernoda darah berserakan di meja..
“Nah ,sudah selesai ,anak pintar ,”gumam dokter itu setelah semuanya selesai ..,Hyun Ae hanya diam dan diam ,mukanya tidak menunjukkan reaksi apa-apa..
Minho tampak mengantar dokter paruh baya itu kedepan pintu ..,”Sebaiknya kau menjaga dia dengan sungguh-sungguh ,”kata dokter itu seraya pamit pulang..
Minho mengganguk kecil ,dokter itu hanya meninggalkan beberapa resep obat lalu ia pergi meninggalkan apartemen Minho..
Minho menutup pintu perlahan lalu ia beranjak menghampiri Hyun Ae ,duduk di sebelahnya..
Minho mengelus rambut Hyun Ae dengan sayang..,”Hyun Ae-a..,”
Hyun Ae tidak menjawab apa-apa ,pandangannya menerawang kekosongan ,muka pucatnya tidak berekspresi..,ia hanya diam..
“Sudah selesai semuanya ,apakah tidak sakit?Kau memang anak yang kuat ,”Minho mengingat proses penjahitan dimana anak-anak seumuran Hyun Ae yang sudah pasti meringis dan berteriak kesakitan ,namun Hyun Ae pada saat itu tidak melakukan apa-apa kecuali berdiam diri..
Suasana hening sejenak sebelum Hyun Ae menjawab pertanyaan Minho ,tatapan matanya penuh dengan kesakitan ,ia bergumam pelan ,”Kehilangan ayah..,tidak tahu siapa ayah Hyun Ae ,adalah kesakitan terbesar ,lebih sakit daripada jarum yang menusuk-nusuk luka yang menganga di kepalaku ..,sakit yang lebih hebat telah ada dalam diri ini selama Hyun Ae hidup dan sampai sekarang Hyun Ae masih bisa terus menahannya kan.Jadi apakah ada alasan bagi Hyun Ae untuk berteriak ditengah kesakitan yang hanya sekecil ini…”