Author Topic: Heavenly Angel Lullaby  (Read 4702 times)

Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile
Heavenly Angel Lullaby
« on: January 26, 2010, 11:03:10 pm »
Title       : Heavenly Angel Lullaby
Genre     : Romance
Author    : minyounglee
cast       : Lee Min Ho, Goo Hye Sun, Kim So Eun, Kim Hyun Joong





PROLOGUE
Chapter 1
Chapter 2
Chapter 3
Chapter 4


And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^

Share on Bluesky Share on Facebook


Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile
Re: Heavenly Angel Lullaby
« Reply #1 on: January 26, 2010, 11:18:00 pm »
berhubung ane fans berat ffnya si bleh ini so daku posting semuanya dimari  [hmpfh] [hmpfh], okay start  [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013]

Heavenly Angel Lullaby


CAST :

-LEE MIN HO AS LEE MIN HO

-GOO HYE SUN AS GOO HYE SUN

-LITTLE GOO HYE SUN AS HYUN AE

-KIM SO EUN AS KIM SO EUN

-KIM HYUN JOONG AS KIM HYUN JOONG

Keterangan ..:

-Font merah :Pikiran seseorang
-Font biru :Masa lalu


Prologue

29 April


Hyun Ae’s Diary

Hari pertamaku masuk sekolah setelah liburan panjang ,.,sekarang Hyun Ae sudah semakin beranjak dewasa ,oleh karena itu Hyun Ae tidak boleh mengecewakan eomma ,yang selama ini sudah bekerja keras seorang diri untukku..

Hari ini eomma mengantarku seperti biasanya dan ia membisikkan sesuatu padaku ketika kami sampai di sekolah  ,ia bilang ,”Hyun Ae-a ,kau harus belajar yang rajin ,jadi anak yang ceria dan cerdas ,sekarang seseorang sedang menunggumu dan ia pasti bangga padamu ,araso?”

Eomma tidak bilang siapa orang itu ,aku pun tidak tahu siapa orang itu…

Tetapi eomma bilang ,suatu hari aku pasti akan mengetahuinya..



***

30 April

Ia hanya wanita biasa ,bukan artis ,tidak kaya ,kehidupan yang ia jalani hanya begitu-begitu saja.Ia berasal dari Jeju-do ,sekarang Hye Sun bekerja sebagai sekretaris di sebuah perkantoran di tengah keramaian kota Seoul. Umurnya begitu belia ,23 tahun ,ia tinggal di sebuah kontrakan kecil bersama Hyun Ae ,putrinya yang masih berumur 7 tahun..

Suatu malam yang dingin ,Hye Sun dan sahabatnya So Eun ,mereka sedang menatap televisi dengan penuh kebosanan .Hyun Ae tertidur lelap di pangkuan Hye Sun .Hye Sun mengelus rambut putri kecilnya dengan sayang..So Eun adalah sahabat barunya ,mereka sama ,mengalami banyak sekali hambatan ekonomi ,namun keduanya berteman baik ,umurnya tidak jauh berbeda ,Hye Sun pun bercerita semua nya pada So Eun termasuk masa lalunya ,begitu juga dengan So Eun…

“Kau yakin ingin pergi?”So Eun membuyarkan lamunan Hye Sun..

“Ya..,”dengusnya..

“Bagaimana dengan anakmu itu?”So Eun mengacungkan jarinya pada Hyun Ae..

“Aku akan menitipkannya pada Min Ho ,”katanya pelan..

“Min Ho?Kenapa harus dia?Setelah sekian lama ,kau mau muncul begitu saja?”So Eun menguncang pundak temannya..

“Hey ,pikirkanlah ,ia satu-satunya orang yang bisa kutuju ,”Hye Sun menatap sahabat barunya ,ia mengenal So Eun ketika pertama kali pergi ke Seoul waktu Hye Sun dan Hyun Ae makan di tempat dimana So Eun bekerja sebagai pelayan..

“Yya..,masih ada aku?orang tuamu?”So Eun menggelengkan kepalanya seolah tidak percaya dengan perkataan temannya..

“Orang tuaku ,di Jeju-do ,bagaimana dengan sekolah Hyun Ae ,apakah ia harus membolos?Lalu ,kau ,bekerja seharian sampai larut malam ?Mau kau apakan anakku?”sahut Hye Sun sambil menatap putrinya..

“Hahh..,memang susah ..,kau masih terlalu muda untuk menjadi seorang ibu ..Andai kecelakaan itu tidak terjadi,”kata So Eun prihatin..

“Stop berkata bahwa Hyun Ae adalah kecelakaan..,”desah Hyesun..,”Andai ‘ia’ masih hidup..”

“Ia?Ayah Hyun Ae?”

“Ya..”

***

Pintu gerbang sekolah masih sepi ,beberapa murid berjalan masuk ,Hyun Ae yang baru saja datang tampak digandeng oleh Hye Sun dengan erat ,Hye Sun berlutut dan membisikinya sesuatu..

“Hyun Ae-a ,nanti kalau pulang sekolah lalu kau tidak bertemu eomma ,jangan takut ,karena seorang oppa atau So Eun onni yang akan menjemputmu..,”

“Eomma?Wegude?”Hyun Ae mengedipkan mata besarnya yang tampak persis seperti Hye Sun ,

“Hmm..,gwencana..,belajarlah dengan baik ,hari kedua sekolah ,,azaa..!!”Hye Sun tersenyum ceria dan memeluk putrinya dengan sayang..

“Eomma..,”Hyun Ae mengerahkan kedua tangan mungilnya dan balas memeluk eommanya ,”Hyun Ae akan belajar dengan baik..,”

“Kude..,begitu baru eomma bisa tenang..,”

***

1001

Kamar yang berdiri sendiri ,tidak ada jejeran kamar lain di samping kiri maupun kanannya ,terletak tepatnya di suatu apartemen mewah ,di lantai 10.., dinding sebelah pintu memajang sebuah papan denah yang menunjukkan isi ruangan di dalam kamar apartemen tersebut ,1 kamar mandi ,1 dapur ,1 ruang tamu ,1 kamar tidur,dan balkon ,Hye Sun percaya ,sekarang ini Minho tinggal sendirian....

Hye Sun menatap pintu kamar itu ,ingin mengetuknya ,ia ragu tetapi ia harus..

Hye Sun mengetuknya dengan cepat..

Dari dalam bisa terdengar suara kaki melangkah dengan terburu-buru..

“Siapa?”seorang lelaki gagah dengan kemeja longgar dan celana jeans selutut membuka pintu dan mengintip kearah Hye Sun..

“Hari ini ,aku tidak menerima wawancara!”katanya ketus ,lalu hendak menutup pintunya..

“Lee..Lee Min Ho!”Hye Sun mencegatnya..

“Sudah kubilang ,aku tidak menerima wawancara ,sebaiknya anda cepat pergi ,”katanya lagi ,suaranya memancarkan ke aroganan ,nadanya dingin..

“Ini aku..,”Hye Sun menatap Min Ho lekat-lekat …

Minho membuka pintunya lagi ,ia melihat wajah wanita yang berdiri di depannya dengan seksama…,lalu ia teringat..

“Goo..Goo Hye Sun?”kedua mata Minho membelalak ,ia tidak bisa menyembunyikan kekagetannya..

“Ya..,”

Minho menariknya masuk dengan segera ,ia menatap CCTV di sekelilingnya ,lalu menggebrak pintu kamar itu ..

“Sial..,”Minho menutup mukanya dengan tangan kirinya..

“Kenapa?”Hye Sun bertanya polos dengan suaranya yang lembut..

“Kalau sampai CCTV itu merekam kedatangan kau ,media akan mengira yang tidak-tidak..,”Minho dengan nadanya yang masih dingin menjelaskan dengan cepat..,”Sebaiknya kau cepat mengatakan maksud kedatanganmu kesini..,”desah Minho pada Hye Sun..

Hye Sun tergelak..,ia tak percaya ,kalau Minho yang berdiri di depannya adalah sahabat SMA nya dulu…,ia tak percaya…,Minho benar-benar terlihat seperti bukan Minho..


***


Pulau Jeju-do ,,

“STOP ..,STOP MENGGANGUNYA ,KALIAN PEREMPUAN BODOH,!!!”Minho memeluk Hye Sun dengan erat ,menamenginya dari kelompok murid perempuan penggangu..

Minho adalah idola…,yah ia lelaki idola satu sekolah ,badannya yang bidang ,otaknya yang cemerlang ,mukanya yang tampan ,tingginya yang sempurna ,kekayaannya yang melimpah ,itulah Minho ,semua berusaha baik padanya ,tetapi tidak seorangpun digubris olehnya..,ia adalah seorang yang dingin dan ketus..

Hanya Hye Sun sahabat satu-satunya  ,hanya pada seorang Goo Hye Sun ia berubah menjadi lelaki yang baik hati dan hangat..
Sedangkan Hye Sun adalah seorang gadis SMA biasa ,yang lembut dan pendiam ,ia berasal dari keluarga yang biasa-biasa saja ,banyak anak yang suka mengganggapnya lemah dan mempermainkannya ,Hye Sun sangat berbeda 180 derajat dengan Minho ,ia adalah seorang yang terkucilkan di sekolah ,semua meremehkannya..

Tetapi Hyesun , Ia cantik dan pintar ,ia tulus dan menawan ,namun tidak seorang pun menyadarinya kecuali Minho..

Minho menyadari bahwa Hye Sun adalah ‘emas’ nya … ,Minho berusaha melindungi Hye Sun kemanapun mereka pergi..

Tetapi suatu hari ,tanpa alasan apapun ..Minho mulai absen dari sekolah dan tidak pernah masuk lagi ,sejak saat itu ,Hye Sun tidak pernah menemuinya lagi..Gurunya bilang kalau Minho sudah pindah ke Seoul..Dan ini semua terbukti ketika Hye Sun melihat sebuah artikel di majalah ,ternyata Minho menjadi seorang artis terkenal di Soeul ,semua mengaguminya ,ia benar-benar menjadi hit ,,hanya dalam waktu yang singkat saja ,sahabat baiknya itu..

Tidak ada lagi yang pernah menamenginya ,setiap pulang sekolah ia akan menangis sendirian sambil mengobati lukanya akibat perbuatan jahil teman-temannya..

Minho dan Hye Sun putus kontak begitu saja ,tidak ada yang berusaha menelefon satu sama lain ,atau berusaha untuk bertemu satu-sama lain..,seolah kenangan mereka bangun ,persahabatan mereka selama ini adalah sampah yang tidak ada artinya,..

Lalu..,lalu bagaimana dengan ..



***

Memori-memori itu tertanam jelas di dalam otaknya..,ia tak sanggup untuk mengenangnya lebih jauh..

Hye Sun menelan ludahnya dan mulai berbicara pelan..,”Aku tidak akan berlama-lama lagi ,…aku hanya ingin meminta tolong satu hal padamu..,”

“Apa?Cepat katakan ,waktuku tidak banyak..,”desah Minho..

“Bolehkah aku menitip…,menitipkan Hyun Ae ,?”kedua mata Hye Sun memerah ,ia ingin menangis ,tetapi dirinya terus menahan air mata itu untuk keluar..

“Siapa Hyun Ae?”Minho mengeriyitkan alisnya kesal..

“Anakku..,”Hye Sun berkata pelan ,lalu ia menerobos pintu dan berlari keluar ,ia memencet tombol lift berkali-kali ,berharap pintu lift akan segera terbuka dan membawanya pergi dari tempat itu , meninggalkan Minho begitu saja ,air mata nya merebak ,ia sudah tidak kuat lagi menahan tangisannya..

“Hye Sun..!!!!!”panggil Minho..

Namun pintu lift sudah tertutup..

Hye Sun kecewa ,ia bukanlah Minho yang dulu ,Minho yang baik dan melindungi dirinya ,bahkan hatinya pun gelisah dan tidak dapat mempercayai kalau lelaki tadi benar-benar Minho sahabatnya ,ia tidak dapat menerima semua ini ,kenyataan pahit kalau Minho yang dulu …,seolah sudah ‘mati’…Hye Sun mencoba menghentikan aliran air mata yang menuruni pipinya dengan begitu deras ,tetapi hatinya terlalu sakit ,ia tidak bisa berhenti terisak..Ini semua begitu menyakitkan ..,ia adalah Minho sang actor yang arogan dan dingin..

***

Hye Sun duduk dan menatap pemandangan luar lewat jendela pesawat ,ia menghela nafas pelan..

Hye Sun menutup kedua matanya ..

Ketika pesawat itu mulai berjalan..

Pelan tapi pasti ,meninggalkan Korea ..Meninggalkan negaranya ,meninggalkan putrinya ,meninggalkan semuanya..,demi sebuah hidup baru yang akan diperjuangkannya..

“Lee Min ho semoga aku bisa mempercayaimu..,”bisiknya..

***

So Eun dibalut seragam waitressnya berdiri di depan kamar Minho ,Hyun Ae tidur dalam gendongannya ,sedangkan tangan kirinya membawa tas koper besar yang terlihat sudah lama, bewarna pink kusam milik Hyun Ae..

Sudah dari tadi So Eun mengetuk pintu ,tetapi tidak ada seorangpun yang menyahut..,

So Eun menatap jam dinding di ujung ruangan ,yang berdetak semakin cepat ,membuatnya semakin resah ,ia sudah terlambat kerja…

“Miyane Hyun Ae ,”So Eun membisiki Hyun Ae yang sedang terlelap ,ia melepaskan Hyun Ae dari gendongannya dan mendudukkan Hyun Ae di depan pintu ,So Eun menaruh koper pink itu tepat di sebelah Hyun Ae..,tak lupa menyelipkan sepucuk surat di atas koper itu..

So Eun menatap Hyun Ae yang tertidur dengan perasaan bersalah..,ia harus cepat-cepat pergi kerja atau dipecat resiko nya..

So Eun tidak punya pilihan lain selain meninggalkan Hyun Ae ,ia percaya Minho akan merawatnya dengan baik ,mengingat So Eun juga hidup di tengah-tengah ekonomi keluarganya yang sedang mendesak maka dipecat benar-benar ancaman serius baginya..


***

And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^

Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile
Re: Heavenly Angel Lullaby
« Reply #2 on: January 27, 2010, 12:14:32 am »
Chapter One

Day One

Jangan Menangis

Senin


Minho keluar dari lift ,berjalan perlahan ,sambil menutup matanya dan mendesah …,ia merasa lelah sekali ,banyak pemotretan yang harus dijalaninya hari ini..

Minho menatap kebawah dan melirik Hyun Ae yang tidur nyenyak menghalangi jalannya..

“Ahh..,”ia tergelak..,”Yya…,yya…,bangun..,”ia menendang pelan tubuh Hyun Ae dengan kakinya ..

Hyun Ae terlelap tidak membuka matanya sedikitpun..,seolah ia tidak mendengar apa-apa dan tetap diam dalam dunia tidurnya..

Minho menggendong Hyun Ae dan mengambil kopernya ,ia memindahkan nya ke pinggir di sebelah lift ,lalu memasuki kamar apartemennya..,

“Menyusahkan saja..,”cibirnya ketika sampai di dalam kamar,ia melepaskan kemejanya dan melemparnya ke tengah-tengah sofa di ruang tamu ..

Minho berjalan masuk kedalam kamar mandi ,mulai memutar showernya ,dan membasuh tubuhnya dengan air hangat..

Baru saja beberapa menit ,,

“CCTV!!!!!”teriak Minho pada dirinya sendiri , teringat akan sesuatu itu dan membalut tubuhnya dengan handuk , membungkus badannya yang bidang ,dengan cepat ia membuka pintu kamarnya ,dan mendapati Hyun Ae yang terbangun ,Minho mengurungkan niatnya untuk menghampiri Hyun Ae ,maka ia hanya berdiam dan menatapnya dari balik pintu ..

Hyun Ae dengan rambut hitamnya yang dikuncir dua dikat tali pita ,pipinya merah dan kulitnya putih sekali ,badannya yang kurus kecil ,Minho memerhatikan kedua mata Hyun Ae yang hampir menangis ,ia berusaha menahan tangisannya..

Tangan kecilnya membuka sebuah buku diary bewarna pink kecil..

Hyun Ae membacanya dengan perlahan ..,”Hyun Ae harus jadi anak yang kuat ,tidak boleh menangis , Hyun Ae tidak dilahirkan untuk menjadi anak yang cengeng namun menjadi anak eomma yang kuat ,tidak peduli seberapa besar keinginan Hyun Ae untuk menangis ,Hyun Ae tidak boleh menangis..,eomma bilang kalau appa tidak suka anak yang cengeng ,kalau Hyun Ae menangis ,appa tidak akan suka..Hyun Ae tidak boleh menangis..,tidak boleh.,”tangan kecil Hyun Ae mengucak matanya yang semakin memerah sambil menggelengkan kepalanya..

Minho tergelak melihat anak kecil itu..

***

“Jangan menangis..,”kata Minho ,menyapu air mata yang mengalir di pipi Hye Sun..,”Ada aku yang menemanimu disini ,kau tidak perlu takut..araso..,”

***

Ingatan itu begitu kuat ,melihat Hyun Ae sekarang seperti melihat Hye Sun dulu..

Minho menghampiri Hyun Ae dan berlutut di hadapannya..

Sekarang air mata benar-benar merebak di kedua pipi merah Hyun Ae ,”Oppa..,Hyun Ae telah gagal ,Hyun Ae adalah anak yang cengeng ,”katanya pelan ,air mata tidak berhenti mengaliri pipinya..

Minho menggendong Hyun Ae ,menarik koper dan membawanya masuk..

Minho menidurkan Hyun Ae di sofa dan berkata dengan nada dingin namun menenangkan,”Jangan menangis..,”persis seperti waktu ia menghibur Hye Sun,sahabatnya , dulu ..

Minho meninggalkan Hyun Ae sendirian di sofa ,ia mematikan lampu ruang tamu dan memasuki kamar tidurnya..

***

Hye Sun-a ,maafkan aku telah meninggalkanmu ,mungkin kemarin benar-benar menjadi malam terkahir kita..

Tetapi aku janji akan kembali padamu..,suatu hari nanti..


***

Jam 4 pagi..

Minho terbangun ,pikirannya tentang Hye sun dan masa lalu dengan sahabatnya itu , mengiang begitu kuat di dalam otaknya..

Minho berdiri dan menengok ke ruang tamu…

Kedua mata sembab Hyun Ae masih menutup..

Pandangan Minho tertuju pada sepucuk surat yang terselip di atas koper pink Hyun Ae..

Ia mengambilnya dan membuka surat itu..,tulisan Hye Sun yang rapi masih ia ingat jelas dalam memorinya ,persis seperti tulisan yang sekarang ada di hadapannya..

Lee Min Ho ,

Semoga kau membaca surat ini ,aku tidak bisa memberikannya langsung padamu jadi aku menitipkan surat ini pada So Eun ,temanku..

Aku tahu alamat mu dari ayahmu ,Minggu kemarin aku bertemu dengannya di pasar malam,  kau adalah orang yang satu-satunya dapat kutuju ditengah keadaan yang mendesak ini.. Maaf ,kalau tiba-tiba aku muncul dan meninggalkan Hyun Ae begitu saja padamu..,

Tapi ,jangan khawatir ,walaupun umurnya masih 7 tahun..


“7 tahun?Berarti 7 tahun lalu ,tepat pada waktu aku pergi meninggalkan Jeju-do?”Minho bergumam pada dirinya sendiri ,lalu melanjutkan membaca surat dari Hye Sun..

Hyun Ae adalah anak yang mandiri ,penurut ,ia akan berusaha sebisa mungkin untuk tidak menangis ,kalaupun suatu hari ia menangis berarti hatinya diliputi ketakutan yang sangat..


Minho menatap Hyun Ae yang masih tertidur di sofa sambil memeluk diary pink kecilnya ,kedua mata Hyun Ae sembab dan bengkak ,bisa jadi ia menangis semalam suntuk..

Bagiku ,Hyun Ae tidak pernah seperti anak kecil lainnya ,ia adalah seorang yang terlahir sebagai pendiam ,penurut ,ia sama sekali tidak bisa dianggap anak-anak walaupun aku tahu kalau kenyataannya begitu..,ia lebih senang berbicara pada buku diarynya daripada dengan orang-orang..

Disisi lain Hyun Ae terkadang suka keras kepala ,kadang suka bersikap dingin , tatapan matanya juga begitu tajam …,dalam sekejap waktu ia bisa menjadi ‘dingin’ begitu saja jikalau sesuatu atau seseorang mengusiknya ,aku pun tidak berani berbuat apa-apa jika ia sudah begitu..

Kalau kau bertanya ,siapa ayah dari Hyun Ae..

ayahnya adalah Hyun Joong oppa..

Hyun Joong oppa meninggal dalam kecelakaan bersama orang tuanya beberapa minggu setelah kepergian kau ke Soeul..


“Hyun Joong?Apa-apaan lelaki brengsek itu?”Minho menggelengkan kepalanya dengan tampang kesal tidak terima..

Aku tahu sekarang kau adalah Lee Min Ho yang sukses dan terkenal ,tetapi..

Aku sangat mengharapkanmu untuk mengurus Hyun Ae dengan baik sementara aku mempersiapkan semuanya di Amerika ,aku tidak tahu kapan akan pulang ,mungkin sampai aku mendapat pekerjaan tetap dan sebuah rumah di Amerika..,memulai semua kehidupan baru..,selama ini aku tidak pernah memberikan kebahagiaan apapun pada Hyun Ae..,sejak ia lahir sampai sekarang ,aku tidak pernah bisa mengabulkan keinginannya seperti layaknya seorang anak kecil..,maka  ia tidak pernah meminta apapun padaku ,kecuali satu..,ia terus bertanya padaku siapa sebenarnya ayahnya ,tetapi aku tidak pernah memberi tahunya sekalipun ..,dan ia tidak pernah memaksa ku untuk memberitahunya..

Oleh karena itu aku sangat mohon padamu..,Hyun Ae adalah anak yang baik..

Jagalah Hyun Ae seperti dulu kau menjagaku..Aku tidak akan lama..


,Goo Hye Sun


***

Day Two

Nafas Yang Sesak

Selasa


Matahari pagi menyinari setiap sudut kamar Minho ,

Minho duduk termenung di meja makan ,ia melahap roti panggang dan telur rebus…,Hyun Ae berdiri bangun dari sofanya dan menatap Minho yang sedang makan..

Minho tidak memperdulikannya ,ia melahap habis semua makanan dihadapannya dan meninggalkan meja makan menuju ke kamar mandi..

Hyun Ae bergegas ke meja makan dan mengambil piring kotor bekas makanan itu ,lalu membawanya ke wastafel ,tangan kecilnya dengan gesit mencuci piring itu sampai bersih..Lalu ia meraih sebuah lap dan membersihkan meja makan itu sebelum pada akhirnya Minho keluar..

“Yya..,”Minho sedikit kaget melihat apa yang dilakukan Hyun Ae ,matanya membelalak..

Tetapi Hyun Ae tidak memperdulikannya dan terus membersihkan meja itu sampai benar-benar bersih..

“Apakah kamu tidak sekolah?tidak pergi ke sekolah?”Tanya Minho yang sudah rapi dengan jas nya untuk menjalani wawancara di sebuah stasiun televisi..

Hyun Ae hanya diam dan menggangukkan kepalanya kebawah tanda ‘ya’..

“Ya sudah terserah kamu saja ,hari ini oppa ada banyak pekerjaan ,”desah Minho..

Kedua mata besar Hyun Ae hanya memperhatikan Minho ,ia terdiam..,sementara Minho menghampirinya dan memberikannya sebuah kunci ,”Ini kamu pegang kunci kamar ini ,jangan hilang ,dan makan saja apapun yang kau mau..,terserah ,aku tak akan peduli”tambah Minho dengan nada dingin dan tampang acuh tak acuh..

***

Minho sudah meninggalkan apartemennya sementara Hyun Ae mandi dan berpakaian..

Ia membuka kopernya ,mengambil sebuah rok terusan bewarna marun kusut yang dibelikan eommanya dulu sekali ,lalu ia mengenakan sepatu hitam yang sudah usang dan menguncir rambutnya ke belakang..

Hyun Ae meraih tas sekolahnya dan pergi meninggalkan apartemen itu sesegera mungkin..

Begitulah kelakuaannya ,ia sama sekali tidak pantas disebut anak kecil ..

Walaupun terkadang Hye Sun masih mengantarnya tetapi ia mengajari putrinya untuk menghafal jalan-jalan yang sering mereka lewati ,dengan cepat Hyun Ae menghafalnya ,untung saja apartemen Minho dekat dengan sekolah Hyun Ae ,sehingga ini bukanlah masalah baginya..


Pintu gerbang sekolah masih terbuka lebar ,hari ini ia datang sedikit lebih siang daripada biasanya..

Hyun Ae melangkahkan kakinya terlalu pelan ,seolah menolak untuk masuk…,pikirannya masih dipenuhi dengan eommanya yang menghilang tanpa memberi tahu apapun kepadanya dan kemunculan oppa ,tinggal di rumah seorang oppa yang tidak dikenalnya ,ini membuatnya semakin tertekan ,namun Hyun Ae menutup mulutnya rapat-rapat ,dan terus berjalan menuju ke kelasnya..

***

Hari sudah malam ,kira-kira pukul sebelas malam ketika Minho pulang dan membuka pintu kamar apartemennya..

Ruangan yang biasanya gelap ,sekarang menjadi terang ,lampu menyala ,menyinari beberapa sudut ..

Minho percaya beberapa menit kedepan anak itu pasti akan muncul di hadapannya ,tetapi sampai Minho selesai mandipun Hyun Ae sama sekali tidak menampakkan dirinya..

Minho merasa tak bisa peduli sama sekali ,seluruh tubuhnya diliputi kelelahan yang amat sangat ,maka ia memutuskan untuk masuk kedalam kamar dan tidur..

***

Srek…Srek..Srek

Suara Hyun Ae yang terus membolak-balikkan tubuhnya di sofa, terngiang di kuping Minho membuatnya tidak bisa tidur..

Minho keluar menuju ruang tamu sambil menggaruk-garuk kepalanya kesal..,ia melihat Hyun Ae yang sedang terlelap di sofa namun nafasnya tidak beraturan dan tubuhnya bergemetar hebat ,semakin lama ritme nafasnya semakin aneh ,membuat Minho bergidik ketakutan..

Ia ingin membangunkan Hyun Ae dan bertanya apa yang terjadi namun ia ragu melihat Hyun Ae yang tidur begitu lelap ,rambut nya menutupi pipi merah Hyun Ae..,mukanya tampak sangat lelah..,Minho mengerahkan tangannya ingin mengelus Hyun Ae ,tetapi ia sadar dan cepat-cepat mengurungkan niatnya..

Brakk..

Minho membanting pintu kamarnya dan mencoba untuk melanjutkan tidurnya ,walaupun ia tahu usahanya itu akan sia-sia saja...

***

Day Three

Jam Sebelas Malam

Rabu


Minho terbangun oleh suara air yang mengucur ,kedengarannya dari dapur..
Minho berjalan keluar dari kamarnya ,matanya masih sayup-sayup ,matahari belum terbit sepenuhnya ,ini pasti masih subuh sekali ,pikirnya..
Tubuh mungil Hyun Ae tampak sibuk bekerja di dapur ,ia tidak memperhatikan Minho yang sedang menatapnya dengan keheranan..

Hyun Ae menutup mulutnya rapat-rapat ,ia tak pernah bebicara sepatah katapun sejak tinggal disini ,wajah Hyun Ae yang sedikit pucat ,membuat Minho ingin menyuruhnya untuk stop ,tetapi Minho melarang dirinya untuk melakukan itu ,ia tidak tahu apa yang dipikirkan Hyun Ae..

Hyun Ae mencuci semua piring dan gelas kotor lalu menyusunnya ,ia beranjak ke kompor dan menaruh sebuah panci berisi air panas diatas kompor itu..,tubuh kecilnya tampak tenggelam dibawah meja dan kompor di dapur yang menjulang tinggi..

Hyun Ae menaruh panci diatas kompor ,dan tangan mungilnya membuka 2 bungkus ramen ..

Minho yang memperhatikannya dari belakang ,berkata ketus ,”Yya..yya..yya..,untuk apa kau lakukan itu?Apakah mau membuat apartemen ini kebakaran..,?”Tanya Minho sambil menguap..

Hyun Ae tidak mengatakan apa-apa selain menatap Minho dengan pandangan tajam nan dingin ,seolah ia ingin mencibir di depan Minho ,berkata untuk diam saja ,tetapi ia menahan untuk melakukannya..

Lalu Hyun Ae mengadahkan muka dan melanjutkan pekerjaannya ,mencoba untuk tidak memperdulikan Minho yang sedang menatapnya kesal..

Anak aneh!!,pikir Minho sebal..

***

Hari ini Minho tidak ada pekerjaan apapun kecuali interview sore nanti…

Jam menunjukkan pukul 6.30 pagi

Minho berdiri di balkon depan ,melihat pemandangan dan menghirup udara pagi ,setelah memakan sarapan berupa ramen yang dibuatkan oleh Hyun Ae..,tangannya menggengam segelas kopi ..,ia menyeruputnya dan menghela nafas ..

Brakk..

Suara pintu ditutup memakakkan telinga Minho..,ia menengok ke belakang ,Hyun Ae sudah meninggalkannya sendirian begitu saja..

***
Wali kelas Hyun Ae ,Mrs.Su ,memanggilnya setelah sekolah usai..,Hyun Ae berdiri di depan Mrs.Su ,mulutnya tidak menunjukkan sedikitpun senyum..

“Hyun Ae ,kenapa beberapa hari ini mukamu kelihatan pucat Apakah ada yang salah?”Tanya Mrs.Su pada Hyun Ae yang tertunduk lemas..

“Anyeo ..,”jawab Hyun Ae singkat..,”Hyun Ae ..,hanya kecapekan..,”

“Begitu?Ya sudah ,sebaiknya kau istirahat saja yang banyak ,sebentar lagi kelas kita akan mengadakan pentas ,kau sebagai salah satu murid berbakat di kelas jangan sampai menyia-nyiakan kesempatan ini..,”jelas Mrs.Su sambil mengelus pundak Hyun Ae..

“Iye..,”

Mrs.Su menghela nafas sambil memperhatikan Hyun Ae yang berjalan tertunduk keluar kelas…

***

Interview hari ini berjalan sangat cepat ,pukul 19.30 Minho sudah berada di apartemennya..

Di meja ruang tamu, Hyun Ae mengerjakan PR nya dalam diam..,kedua matanya dengan jeli melihat setiap soal dan mengerjakannya..

Minho masih tidak mengerti dengan anak itu ,ia begitu mirip Hye Sun ,sangat sangat mirip ,tetapi anak itu adalah orang lain disaat yang sama ,sama sekali bukan Hyesun ..,tatapan tajamnya ,mukanya yang dingin .. ,itu bukan Hyesun..,tetapi Minho terus mengurungkan niatnya untuk menyamakan Hyun Ae dengan Hyun Joong ,lelaki brengsek itu..

“Semoga ia tidak mirip dengan lelaki brengsek itu ,”gumam Minho kecil..

Minho mendekatinya dan berjongkok di hadapan Hyun Ae ..

“Yya..”

Hyun Ae bertatap pandang dengan Minho tanpa berbicara apapun..

Minho sangat ingin mendengar suara cempreng Hyun Ae seperti hari pertama ketika Hyun Ae menangis..

Tetapi ia tidak mendapatkan apa-apa selain pandangan dingin dan desahan sebal Hyun Ae..

Minho menggelengkan kepala dan masuk ke kamar tidurnya,mencoba untuk tak acuh dengan anak kecil yang sekarang tinggal bersamanya..,sementara Hyun Ae terus mengerjakan PR tanpa melemparkan pandangannya pada Minho sekalipun ,seolah ia tidak tertarik sama sekali dan hanya diam dalam dunianya sendiri..

***

Tepat pada jam 11 malam ,Minho keluar dari kamarnya untuk mengambil segelas air . Ketika ia melewati ruang tamu ,ia tidak mendapati Hyun Ae disudut manapun ,hari kemarin juga begini ,tepat jam 11 malam ,Hyun Ae menghilang..Kemanakah ia?

Minho menepuk kepalanya sendiri dan kembali ke kamar tidurnya..,bertanya-tanya ,kenapa ia harus pedulikan anak itu?

***

Day Four

Suara

Kamis


Hyun Ae sedang berjalan menuju sekolahnya ketika tiba-tiba kedua langkah kakinya berhenti tepat di sebuah spanduk iklan yang dipasang besar-besar di jalan raya..

Mata besarnya memperhatikan ,memperhatikan ,dan memperhatikan spanduk itu ,lalu mulut Hyun Ae mengangga..

Itu..,itu adalah oppa yang sekarang tinggal bersamanya ..,muka oppa itu terpampang besar-besar di spanduk iklan , apakah ia artis terkenal ,pikir Hyun Ae..

LEE MIN HO – FANSMEETING – EVERLAND ,SEOUL ,7 MAY ,4 PM

Hyun Ae mengingat baik-baik nama Lee Minho dalam ingatannya..,lalu kedua kakinya mulai melangkah menuju ke sekolah..

***

Kelas seperti biasa selalu dalam keadaan rusuh ..

Hyun Ae hanya diam memperhatikan sekelilingnya ,ketika tiba-tiba saja ,matanya serasa berkunang-kunang ,suara jeritan teman-temannya mulai terdengar samar..,semua temannya seolah menjadi bayangan..

BRAKK..

Mrs.Su yang baru masuk , memukul papan tulis dengan penggaris untuk menenangkan seisi kelas..,ini semua membuat Hyun Ae sadar dari lamunannya..,pandangannya telah menjadi jelas kembali..,Hyun Ae memegang kepalanya dan mengucak kedua matanya ,mencoba untuk focus pada Mrs.Su di depan sana..

“Baik anak-anak ,seperti yang kalian tahu ,untuk yang ke sekian kalinya ,sekolah kita akan mengadakan PENTAS BAKAT ANAK yang dihadiri oleh seluruh orang tua..
Hyun Ae akan mewakili kelas kita untuk menyanyi dan Su Hee akan mewakili kelas kita untuk menari..,”jelas Mrs.Su

“Hyun Ae ,apakah ayahmu akan datang?”cibir seorang teman lelakinya dengan nada mengejek ,..Su Hee yang duduk di ujung dekat jendela bersama teman-temannya terlihat tersenyum mengejek..

Seisi kelas menertawainya…,Hyun Ae tidak memperdulikan mereka ,ia balik memandangi mereka dengan tatapan tajam ..,Hyun Ae mengepalkan tangannya sangat erat ,menahan dirinya untuk tidak menggebrak meja ataupun melemparkan sesuatu ke temannya..

“Diamm!!!”teriak Mrs.Su ..

Tawa anak-anak mulai reda melihat Mrs.Su yang menunjukkan mimik marah pada mereka..


***

Ia baru saja sampai di apartemen .Hyun Ae melepaskan sepatunya dan duduk di balik sofa ,tangan kanannya memegang sepucuk kertas yang diberikan oleh Mrs.Su..

PARK YOUNG NATIONAL  SCHOOL
Elementary Departement


Sehubung dengan perayaan ulang tahun sekolah yang ke 7 ,Park Young National School akan mengadakan PENTAS BAKAT ANAK yang sudah ketujuh kalinya diselenggarakan.

Demikian murid dari kelas 3E ,Hyun Ae
Akan mementaskan tarik suara pada ,

Tanggal :7 May
Pukul   : 8 PM-10PM
Lokasi  :Hall Utama ,4th Floor

Dimohon dengan sangat kedatangan orang tua untuk melihat pementasan ini..

Mrs.Su Eun Kim


Hyun Ae merobek kertas itu dan melemparnya ,potongan-potongan kertas itu berserakan di bawah sofa..,Hyun Ae memejamkan matanya dan menghela nafas ,merasa kesal dengan semua ketidak jelasan permainan dalam hidupnya ini ..

***

Minho keluar dari lift ,tangannya membawa segenggam kantong plastic bewarna pink ,sebuah CCTV diujung ruangan mengikuti gerak geriknya ,Minho mendelik ,lalu dengan kesal ia menaiki sebuah tong sampah dari metalik yang berada di bawah CCTV  dan melepaskan CCTV itu dengan paksa ,kabel yang ditarik menimbulkan sebuah percikan api kecil ,Minho melepar CCTV yang sudah pasti rusak itu kedalam tong sampah .Ia tersenyum puas lalu memasuki kamar apartemennya..

***

Grekk

Pintu yang terbuka mengagetkan Hyun Ae ,ia berdiri dan melihat Minho yang sudah pulang…Minho menggengam sebuah kantong pink besar berbungkus pita ..,lalu menaruhnya di meja ruang tamu..

“Untukmu ,”kata Minho acuh tak acuh .,ia melepas blazernya dan meleparnya ke sofa..

Hyun Ae tersenyum simpul lalu menggambil kantong itu dengan ragu-ragu ,tetapi warna pink lembut pada kantong itu seolah mengundangnya untuk membuka kantong itu ,ia paling suka segala sesuatu yang bewarna pink..

“Wah..,”Hyun Ae terkagum kecil , Minho menengok padanya ,akhirnya Hyun Ae membuka mulutnya juga walaupun hanya sepatah ‘wah’ ,Minho memperhatikan Hyun Ae yang membuka kantong itu dan mendapati banyak sekali permen ,boneka beruang putih ,dan sebuah pena bewarna pink di dalamnya..

Hyun Ae menyingirkan semuanya dan memperhatikan pena itu..,pena bewarna pink dengan dominasi putih metalik ,mengkilap ,Hyun Ae membuka tutup pena itu dan mencoret garis kecil di buku diary kecilnya..

Sebuah garis bertinta pink tampak di halaman diarynya..

Hyun Ae tersenyum simpul ,ia senang sekali bisa mendapat pena pink seperti ini ,dari dulu ia sangat mengingininya tetapi ia tidak pernah berani untuk mengungkapkan ini semua pada eommanya..,karena ia tahu ini pena yang mahal..

Boneka beruang putih ,bulunya begitu halus ,Hyun Ae memeluk boneka itu ,ini boneka terhalus yang pernah dipeluknya..

Permen-permen ,selama ini Hyun Ae tidak pernah melihat permen sebanyak ini di hadapannya ,ada macam-macam warna dan rasa ,benar-benar kesukaan anak-anak..

Entah kenapa Minho juga tersenyum senang ,ia merasa senang?Semua ini tampak membingungkan..

Hyun Ae tersenyum begitu manis di hadapannya..,lesung pipitnya terlihat sangat dalam tertanam pada kedua pipi kiri dan kanan ,ia begitu manis ,cantik ,sangat mirip dengan Hye Sun..

Minho masuk ke dapur dan membuat secangkir kopi ketika suara kecil terdengar dari belakangnya ,” Lee O..Oppa..,”gumam Hyun Ae dengan suara yang sangat kecil dan lembut.

Minho tergelak ,sendok dari tangannya terlepas begitu saja..,ia mengarahkan mukanya dan menatap Hyun Ae ..

“..Lee Min Ho Oppa,”senyum Hyun Ae..,”Gumawo..”

Senyuman polos seorang anak kecil yang puas hanya dengan boneka ,permen ,dan pena..Minho akhirnya menyadari betapa hidup Hyun Ae adalah kesusahan selama ini ,dimana ketika anak seumurannya merengek minta dibelikan mainan ,permen ,dan jajanan ,tetapi Hyun Ae?
Minho mulai mengerti ,kenapa Hye Sun bilang kalau ,ia bukanlah ‘anak kecil’ karena Hyun Ae memang ‘bukan’..,ia berbeda..

***
Jam 12 malam ,Minho keluar dari kamar tidurnya ,Hyun Ae sudah terlelap di sofa tempat biasa ia tidur..

Minho memperhatikan muka kecilnya ,ia bisa melihat sarat kesedihan dalam raut wajah tidur Hyun Ae..

Minho mengeriyitkan alisnya dan bergumam pada dirinya sendiri ,”Apakah kamu bisa disebut anak kecil?”

Lalu Minho berdiri ,hendak kedapur dan membuat kopi ,ketika kakinya menginjak sesuatu ,Minho melirik kebawah ..,ia melihat sepotong robekan kertas..

Minho mengambil robekan kertas itu , hanya tertulis PARK YOUNG NATIONAL SCHOOL
 
Minho mencoba mencari robekan lainnya ,ia menundukkan badannya dan menengok ke kolong sofa ,dimana banyak sekali robekan yang terserak berantakan..

Minho mengambil satu persatu , robekan demi robekan ia sambung lagi menjadi satu kertas yang utuh..,lalu ia membacanya perlahan..,menyerap setiap kata yang ada di dalamnya dengan baik..

***
Day Five

Tersenyum Teruslah Tersenyum

Jumat


Bel tanda usai sekolah telah berbunyi ..

Hyun Ae dengan kepala tertunduk berjalan ,melangkahkan kakinya dengan cepat ..

Gerbang sekolah terbuka lebar-lebar ,semua anak berlari meninggalkan sekolah dengan begitu semangat ,hanya Hyun Ae yang berjalan di ujung dengan kepala tertunduk lemas..

Hyun Ae tidak memperhatikan orang-orang di depannya ,

Buakk..

Hyun Ae menabrak kaki jangkung seorang lelaki ..

Ia menenongkkan kepalanya keatas ,hendak meminta maaf ketika lelaki itu tiba-tiba menggendongnya dan membawanya masuk kedalam sebuah mobil ferari bewarna silver metalik..

“Lee Min Ho oppa ,”senyum Hyun Ae sedikit terkekeh melihat Minho yang menyamar mengenakan hoodie dan kacamata hitam..

Minho melepas kacamatanya seiring ferari yang ia kendarai melaju cepat..

“Hyun Ae ,sebenarnya darimana kau tahu namaku?”Tanya Minho..

“Hmm..,”Hyun Ae tersenyum nakal..,”Persis ,aku tahu kemana oppa akan membawaku..,aku tahu nama oppa dari ..spanduk..!,”kata Hyun Ae dengan sok tahu sambil melirik jam di tangannya ,suaranya terdengar pelan namun bersemangat....

“Yya..,”Minho tertawa..

“Everland..!Oppa mau membawaku kesana kan..?”Hyun Ae tersenyum puas..,”Tanggal 5 bulan May pukul 4 ,lokasi Everland Soeul ,sekarang tanggal 5 bulan May pukul 2.30 ..,”Hyun Ae menaikkan satu alisnya …

***

“Hyun Ae ,oppa tidak bisa membawamu di depan banyak fans,”desah Minho …

“Gwencana oppa ,Hyun Ae akan menunggu di mobil saja..,”kata Hyun Ae tenang ,mobil ferari itu diparkir di tempat tersembunyi..

“Begitukah?”Minho mengeluarkan dompetnya dan memberikan Hyun Ae uang 10000 won ,”Kalau begitu kau tunggu disini baik-baik ,uang ini kau pakai untuk jajan ,oppa janji akan cepat..,”tambah Minho..

Hyun Ae memelototi uang 10000 won itu dan menggelengkan kepalanya ,”Oppa ,terlalu banyak..,”

Tetapi Minho tersenyum dan menyodorkannya uang 10000 won itu pada tangan Hyun Ae kemudian meninggalkan Hyun Ae sendiri di dalam mobil sementara ia berjalan masuk kedalam Everland dengan seorang manajer lelaki yang sudah menunggunya di depan pintu gerbang..

Hyun Ae diam di dalam mobil ,kedua matanya mulai berkunang-kunang lagi untuk kesekian kalinya..

***

“Hyun Ae..,”Minho mengelus pipi merah Hyun Ae yang terlelap di dalam mobil ,seluruh wajahnya diliputi keringat dan mukanya sedikit pucat..

“Oppa..,”desah Hyun Ae membuka kedua matanya..,kedua tangannya masih menggengam uang 10000 won itu ,Hyun Ae menyodorkan uang itu pada Minho ..

“Yya..Hyun Ae ,sudah 1 jam sejak kepergianku ,kau hanya diam tidur disini tanpa makan apa-apa?”protes Minho..

“Gwencana..,”lirihnya lemas..,Minho menggendong Hyun Ae keluar dari mobil ,.tanpa menerima uang yang hendak dikembalikan Hyun Ae,tak lupa Minho mengenakan kacamata hitamnya dan memakai hoodienya ..

“Mr.Kim ,aku pergi bersama anak ini ,”kata Minho pamit pada manajernya ,”Sebaiknya Mr.Kim pulang saja..,”katanya lagi lalu ia meninggalkan Mr.Kim dan menggendong Hyun Ae masuk kedalam Everland..

Everland ,sebuah taman rekreasi yang terdiri dari 5 sektor ,yaitu American Adveture ,European Adventure ,Magic Land , Global Fair,dan Zoo Topia..European Adventure adalah sebuah sector dimana terdapat banyak sekali restoran khas Eropa ,juga banyak taman bunga indah tersusun rapi disana..Minho berpikir sector inilah yang paling sempurna untuk menghabiskan sisa malam bersama Hyun Ae..

Minho berhenti di salah satu restoran Italy ,Hyun Ae dan Minho duduk di ujung ruangan ,seiring bulan mulai naik menerangi malam ,Everland menjadi sepi pengunjung ,apalagi ini adalah hari biasa ..,bukanlah hari libur ..

Minho menyodorkan menu makanan pada Hyun Ae dan berkata ,”Pesanlah apapun yang kau mau..,”

“Oppa?”Hyun Ae melirik menu itu dengan bingung ,”Sebaiknya Oppa saja yang memesannya untukku..,”pinta Hyun Ae ..

“Kau yakin?”goda Minho

Bibir pucat Hyun Ae mengeluarkan senyum simpul dan mengganguk pelan..,”Ya ..”

Minho melambaikkan tangannya sementara seorang pelayan perempuan datang menghampiri meja dimana mereka duduk..

“Ya..Tuan..,”Pelayan tersenyum dengan notes siap di tangannya..

Minho berdeham ,ia memalsukan suaranya menjadi sedikit cempreng agar orang-orang tidak menyadari keberadaannya,”Ehm..,,tolong ,saya pesan 2 Fettucini with Sauce dan 2 strawberry smoothies..,”

Pelayan itu tampak mencatat semuanya dan pergi meninggalkan mereka..

Hyun Ae terkekeh ,ia lagi-lagi terlihat persis seperti ibunya ,pikir Minho..

“Kenapa kau terkekeh?”Tanya Minho ,suaranya kembali normal..

“Bukan begitu ,tetapi saya tak bisa menahannya ,suara cempreng oppa terlalu lucu..,”kata Hyun Ae ,kedua lesung pipitnya membentuk sebuah bolongan tajam ,menghiasi kedua pipinya kala ia tersenyum begitu bahagia..

“Bahagiakah?”Tanya Minho lagi ,ia termenung ,memikirkan betapa kasihannya hidup Hyun Ae..

Hyun Ae mengganguk pelan ,”Gumawo oppa..karena satu lagi mimpi Hyun Ae terwujud …,Pergi ke Everland..”

Everland sebuah tempat yang begitu umum bagi anak-anak ,sampai kesinipun ia tak pernah mengunjunginya membuat Minho tercengang tidak percaya..

“Kemana saja kau selama ini?”Tanya Minho pada Hyun Ae..

“Hanya rumah dan sekolah ,itulah kehidupanku oppa..,”Hyun Ae menunjukkan senyum manisnya..

Minho merasa lebih iba ,ia ingin menyenangkan Hyun Ae lebih lagi ,tetapi ia tidak tahu apa yang harus dilakukannya ,terlalu banyak kepingan yang hilang dalam diri Hyun Ae ,ini membuat Minho tidak yakin dapat mengembalikan semua kepingan itu pada diri Hyun Ae secara utuh..

Tiba-tiba saja ia merasa sangat bertanggung jawab atas ini semua ..,perasaan yang datang tiba-tiba seolah sangat mengikatnya ,tatapan anak kecil di hadapannya..Ini mulai tak terkendali..,pikir Minho..

***

Minho dan Hyun Ae dalam gendongannya ,melihat hamparan taman bunga yang luas ,ditaburi warna warni bunga yang indah…

Bulan sudah sepenuhnya berada di atas ,menerangi langit malam bersama bintang-bintang kecilnya ..

Hyun Ae menutup matanya, ia menyenderkan kepalanya pada dada Minho yang hangat ,menikmati suasana ini ,mulutnya tersenyum lebar..,wangi bunga menusuk hidungnya..

Minho memperhatikan wajah Hyun Ae ,senyumannya sangat menusuk hati ,wajahnya seperti malaikat kecil dengan cahaya yang menerangi wajahnya..

Minho berbisik di telinga Hyun Ae ,”Tersenyum teruslah tersenyum ,”

“Oppa..,aku ..,hanya memanfaatkan sisa waktuku untuk tersenyum ,gumawo oppa sudah membantuku..,”kata Hyun Ae pelan ..

Minho memeluk Hyun Ae dalam gendongannya semakin erat ,dalam hati tak mengerti apa yang diucapkan Hyun Ae ..-END CHP


And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^

Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile
Re: Heavenly Angel Lullaby
« Reply #3 on: January 27, 2010, 12:20:59 am »
Chapter 2

Day Six
Sabtu Malas

Sabtu


Minho keluar dari kamar tidurnya sambil menguap lebar ,Hyun Ae yang sudah bangun sejak tadi ,tampak menikmati sepotong roti panggang dan susu buatannya ,

“Begitu cepat bangun ?”Tanya Minho melirik Hyun Ae dengan mata sendunya..

Hyun Ae mengganguk pelan tanpa berbicara apa-apa ,tangannya mengancung pada roti dan kopi yang sudah ia siapkan untuk Minho..

“Ah..araso..,”kata Minho sambil menguap lagi..,ia duduk dan segera melahap rotinya..,Hyun Ae yang sudah selesai makan membawa piringnya ke wastafel dan mencucinya..

“Hyun Ae-a ,hari ini kau libur kan?”Tanya Minho..

“Ya..,”jawab Hyun Ae pelan..

“Bagus..,hari ini oppa juga tidak ada kerjaan ,”kata Minho sambil tersenyum senang..

“Memangnya apa yang mau oppa lakukan?”Tanya Hyun Ae..

***

Hyun Ae menaikkan koper pink nya yang sudah kusam ke atas meja di ruang tamu..

Ia mendesah ,”Memangnya apa yang mau oppa lihat?”

“Aku hanya ingin melihat isi kopermu,ayo buka ,”kata Minho..

Hyun Ae mulai membuka kopernya ..,

“Koper ini begitu besar tetapi hanya ini saja isinya.?”Minho membelalak ,begitu melihat isi koper Hyun Ae ,di dalamnya hanya ada beberapa setel baju …

“Memangnya apa yang oppa harapkan?”kekeh Hyun Ae..

“Apakah bajumu memang sesedikit ini?”Tanya Minho berubah menjadi serius..

“Ya..,ya ,aku juga masih punya beberapa potong lagi di rumah..,”jawab Hyun Ae mengeriyitkan alis..

“Berapa potong?Tidak lebih dari 10?”

“Untuk apa ,masih banyak kebutuhan lebih penting daripada bajuku!”seru Hyun Ae dengan nada berapi-api..

Minho menggelengkan kepalanya ,ia memang tahu dari dulu ekonomi Hye Sun dan keluarganya tidak terlalu bagus..

Minho masuk kedalam kamar tidurnya dan keluar dengan laptop di tangan kirinya..

Hyun Ae melirik laptop itu dengan tampang terkesima..,”Itu seperti yang pernah kulihat di mal!!”serunya bersemangat..


Minho membuka laptopnya dan memencet tombol start ketika laptop itu mulai menyala..

“Wah..,”Hyun Ae memperhatikan laptop itu..,”Oppa..,apa yang mau kau lakukan dengan laptop ini?”

“Hmm..,belanja..,”senyum Minho..

“Mwo?Belanja?”mata Hyun Ae membelalak mendengar pernyataan Minho..,”Ah.,kau bohong ,bagaimana bisa berbelanja lewat computer?”

“Lihat saja..,”Minho menaikkan satu alisnya melihat kearah Hyun Ae

***

“Waaahh!!Kyoptaa..,”Hyun Ae tersenyum lebar jari kecilnya menunjuk kearah sebuah dress bewarna pink dengan mantel bulu lembut..

“Jadi kau mau beli yang mana?”kata Minho ,layar laptopnya yang menampilkan sebuah website yang menjual baju anak-anak..

“Tapi..,”tiba-tiba Hyun Ae perlahan menundukkan kepalanya..

“Waeyo?”Minho mengelus rambut Hyun Ae yang duduk di sebelahnya..

“Jangan oppa..,lebih baik tidak usah..,aku tidak mau..,”desah Hyun Ae berbohong..,Hyun Ae melirik kearah harga baju yang terpampang dilayar..

Minho memerhatikan pandangan mata Hyun Ae yang terus melihat harga dari baju itu..


“Hyun Ae-a ..,”panggil Minho..

“Ye..?”mata besar Hyun Ae menatap Minho polos..,seolah melupakan baju itu begitu saja..

“Bagaiamana kalau kau membuatkan aku kopi ?”Minho tersenyum..

“Begitukah?Aku akan membuatkannya,”kata Hyun Ae berdiri dan bergegas ke dapur sementara Minho mulai mengetik sesuatu..

***

Minho membaringkan tubuhnya di sofa sementara Hyun Ae ikut berbaring di sebelahnya ,sofa itu cukup lebar untuk dua orang ..

Sudah siang hari ,matahari begitu terik menyinari Seoul hari ini ,Minho dan Hyun Ae bermalas-malasan di sofa ..,satupun belum ada yang mandi..

“Aku ingin mandi ,”keluh Hyun Ae pelan..

“Nanti saja..,temani oppa bermalas-malasan..,”kata Minho menutup kedua matanya..

“Apakah oppa begini senang bermalas-malasan?”Tanya Hyun Ae heran..

“Tentu ,waktu yang sangat jarang ,”kata Minho..

“Apakah menjadi artis itu enak?”Tanya Hyun Ae polos..

“Enak dan tidak..,”jawab Minho..,”Kau akan sangat sibuk dan dikelilingi penggemar yang menggila..,dan kau tak akan bisa lagi berbicara sembarangan di depan umum ,”

“Tidak enak ,”desah Hyun Ae sambil mengeriyitkan alisnya..,”Aku tak mau menjadi seorang artis..”

“Tapi kau akan mendapat banyak uang dan menjadi kaya..,”seru Minho..

Hyun Ae memasang tampang berpikir..

“Begitukah?Kalau begitu Hyun Ae mau..,”jawabnya lagi sambil tersenyum simpul..,”Dengan itu aku bisa menyenangkan eomma ,membeli rumah yang besar untuk eomma..,”ia membayangkan semuanya dalam raut kebahagian..

“Tetapi bagaimana dengan hal yang tak enak itu..,?”

“Hmm..,kalau Hyun Ae bisa menyenangkan eomma ,Hyun Ae tidak peduli..,”jawabnya lagi..

Minho tergelak ,ia mengelus rambut Hyun Ae dengan sayang..,”Anak pintar..,eommamu begitu beruntung..,”

“Apakah oppa mengenal eomma?”Tanya Hyun Ae..

“Tentu..,”jawab Minho

***

Minho dan Hye Sun berbaring ,berdekatan ,melihat bintang yang indah menghiasi langit..

Keduanya masih berseragam sekolah ,mereka belum pulang sejak tadi..
Minho mengajak Hye Sun pergi ke suatu padang rumput di Jeju-do ,melihat langit malam yang diterangi beribu bintang..

“Kyopta.!!”seru Hye Sun bersemangat..,”Untung hari ini aku libur ,”kata Hye Sun lagi..

“Apakah bos mu itu begitu pelit memberikanmu sedikit liburan.,”desah Minho kesal.

“Hmm ,jangan menyia-nyiakan sehari saja ,sehari itu kau akan mendapatkan banyak uang ,lumayan untuk membantu appa dan eomma ,aku bersyukur ia memberikanku sedikit liburan..,”kata Hye Sun..

“Kau tidak pernah memperdulikan dirimu sendiri!?”protes Minho..

“Untuk apa?Aku hanya ingin melihat eomma dan appa senang ,”kata Hye Sun ,ia memang bekerja sampingan seusai sekolah di sebuah restoran kecil..,karena ekonomi keluarganya begitu susah ,maka ia bertekad untuk membantu orang tuanya walaupun orang tua Hye sun tidak pernah sekalipun menyuruh putri mereka untuk bekerja ,Hye Sun pun tak pernah ingin menerima bantuan dari siapapun termasuk Minho ,sahabatnya yang kaya raya itu…


***

“Aku bahkan kenal eommamu lebih lama daripadamu tahu ,”kenang Minho..

“Menurut oppa ,eommaku bagaimana?”Tanya Hyun Ae pelan..

“Eommamu?Hm..,Hye Sun adalah kamu ,mengertikah?”kekeh Minho..

“Apa maksud oppa ?Eomma adalah aku?”Hyun Ae mengeriyitkan alisnya..

“Maksudku..,kamu adalah cerminan eommamu ,begitu mirip ,hanya saja sifatmu ada yang berbeda ,”aku Minho..

“Berbeda bagaimana?”

“Berbeda!Eommamu tidak memiliki tatapan tajam nan dingin sepertimu ,ia adalah perempuan yang begitu sabar dan lembut ,ia tak pernah berlaku dingin pada siapapun termasuk musuhnya ,ia juga tidak setegar dirimu ,eommamu mungkin sudah mengeluarkan beribu-ribu tetes air mata sepanjang hidupnya ,ia begitu cengeng.. ,”kata Minho..

“Aku tak pernah melihat eomma menangis ,”

“Didepanmu mungkin tak pernah..,”

“Apakah oppa pernah?”

“Percayalah ,mungkin sudah beribu-ribu kali aku melihatnya menangis dan menyapu airmatanya..,”

“Lalu darimanakah sifatku ini?”Hyun Ae memasang raut kebingungan..

“Mungkin dari appamu..,”jawab Minho asal..

“Lalu apakah oppa mengenal ayahku?”

Minho tidak menjawabnya ,suasana menjadi hening seketika ,Minho tidak mengeluarkan sepatah katapun ,Hyun Ae mengerti maka ia juga diam ,menutup mulutnya rapat-rapat..,sementara Minho pikirannya melayang ke Hyun Joong ,ia mengeriyitkan alisnya kesal dan mencibir dalam hati ,mencoba mengusir pikiran itu dari dirinya..

***
Day Seven
Pentas

Minggu


Pagi-pagi sekali seorang paman mengantar suatu kotak putih ke apartemen Minho..

Hyun Ae menerimanya sementara Minho belum bangun dari tidur..

Hyun Ae menaruh kotak itu di meja ruang tamu ,lalu ia pergi ke dapur seperti biasa menyiapkan sarapan pagi..

Hyun Ae mengambil 2 kotak yoghurt dan menatanya di meja makan ,segelas susu ,segelas kopi ,2 potong sandwich telah siap di meja makan..

Hyun Ae duduk dan mulai makan ketika Minho keluar dari kamar tidurnya..

“Pagi ,Hyun Ae ..,”sapa Minho ,matanya terlihat bersemangat ..

Hyun Ae menggangukkan kepalanya ..

“Oh ..kotak ini sudah datang ,”kata Minho memperhatikan kotak putih yang ada di hadapannya..,”Kau tidak membukanya kan?”Tanya Minho lagi..

Hyun Ae menggelengkan kepalanya ,alisnya terlihat mengeriyit..,mulutnya penuh dengan makanan..

Hyun Ae melihat kearah jam dinding ,sudah waktunya ia untuk mandi dan bersiap-siap ,Hyun Ae mempercepat mengunyah sandwich yang ada di genggamannya sementara Minho membawa dan menaruh kotak putih itu didepan Hyun Ae..

Hyun Ae hanya memandangi Minho dengan bingung ,ia berhenti mengunyah dan bergumam pelan ,”Oppa..”

***

Minho menepuk tangannya melihat Hyun Ae yang baru saja keluar dari kamar mandi ,”Asaaa..,kau cantik sekali..,”Minho tersenyum puas..

Tubuh mungil Hyun Ae dibalut dress bewarna pink dan mantel bulu bewarna putih lembut ,kakinya beralaskan sepatu kulit hitam mengkilap..,persis seperti yang diingininya kemarin..

“Oppa..!!Kyopta..Kyoptaa..,”Hyun Ae berputar senang ,ia memandangi baju dan sepatu barunya dengan begitu bahagia..,kedua pipi Hyun Ae memerah saking semangatnya..

“Nah sekarang kau sudah siap pentas..!”seru Minho..

Hyun Ae melirik Minho bingung ,ia tertegun dan berkata pelan ,”Oo..,darimana oppa tahu?”

***

Hyun Ae berdiri di belakang panggung menunggu gilirannya tiba ,dari balik tirai ia bisa melihat Minho yang duduk di barisan paling belakang dengan tampang penyamarannya…

Seorang anak menepuk bahu Hyun Ae dengan kasar ,itu Su Hee ,”Darimana kau mendapat baju seperti ini ?Kau pasti mencurinya?Iya kan?”desisnya sambil melirik tajam kearah baju baru Hyun Ae..

Hyun Ae diam ,ia tidak berbicara sepatah katapun ,

“Sudah jelas kau mencurinya ,kau takkan mampun membeli baju sebagus itu.., lagipula kau juga tak mempunyai ayah kan?”ejek Su Hee ,ia tersenyum licik..

Hyun Ae melirik Su Hee dengan tatapan tajam ,ia sangat ingin menyumbat mulut temannya itu ,namun MC memanggil Hyun Ae untuk segera naik ke atas panggung..

Maka Hyun Ae meninggalkan Su Hee ,tetapi ia tak berhenti memberi Su Hee lirikan tajam nan dingin..

Sesampainya di panggung ,Hyun Ae meraih mik yang diberikan oleh MC itu ..

MC mulai meninggalkan panggung ketika suara lembut piano mulai terdengar dari ujung ruangan..

Hyun Ae mulai menyanyikan alunan lagu The Little Girl’s Song ..,yang menceritakan tentang seorang anak yang kehilangan ayahnya..

Hyun Ae tertegun ,tangannya sedikit bergetar ,pipinya memerah ketika ia menyanyikan bait demi bait dari lagu itu..,suara indahnya menunjukkan ketulusan yang sungguh ,

”The flowers they are pretty, bright reds and blues
The birds and the buzzing bees fly
The trees all have leaves but all I see is you
I see your face up in the sky”


Minho menatap Hyun Ae dengan sedih dari kejauhan ,raut wajah Hyun Ae diliputi kesedihan yang sangat.

“I know you are watching and keeping me safe
But daddy I miss you so much
The way you looked at me with your eyes full with grace
I miss all your hugs and your touch”


Ketika bait terakhir selesai ,semua orang terhanyut ,sekarang bertepuk tangan riuh ,Minho tidak bisa menggerakkan tangannya sedikitpun ,seolah hatinya telah meleleh ,ia tak bisa lebih sedih daripada mendengar getaran suara indah Hyun Ae yang menunjukkan kesedihan seorang gadis kecil yang tak pernah tahu siapa ayahnya ..

Hyun Ae berlari dengan cepat meninggalkan panggung ,ia tak berhenti ,dalam hati ia berteriak pedih ,

Siapa Ayahku?Aku ini anak siapa?Kenapa tidak ada seorangpun lelaki yang memiliki aku sebagai putrinya .Aku bahkan tidak tahu namanya ,tidak pernah mendengar suaranya.Setiap aku terlelap ,tidak pernah mendengar nyanyian nina bobo darinya .Siapa ayahku?Bagaimana wajahnya?Apakah ia sepertiku?Kenapa ia tak pernah bersamaku?Mengendongku?Mengantarku sekolah?Mengecup keningku?Bermain bersamaku?Kenapa?Apakah aku anak yang tidak diinginkan?Apa salah Hyun Ae?Apakah Hyun Ae pernah berbuat nakal dan melukai orang lain sehingga apaa tidak menginginkan Hyun Ae?Appa ,kembalilah pada Hyun Ae ,Hyun Ae berjanji tidak akan nakal ,kembalilah ,kembalilah ,aku ingin punya ayah seperti teman-temanku yang selalu digendong ayahnya ..,mereka yang selalu bahagia pulang sekolah digandeng oleh ayahnya..

ia terus berlari cepat meninggalkan hall sekolah ,menerobos lorong dan menaikki tangga ,lagi dan lagi ,sampai lantai paling atas dari sekolah itu ,dimana tak ada seorangpun disana ,suasana hening ,ia sampai di gudang sekolah..,hatinya terus bergumul dalam kesedihan yang amat sangat..

Hyun Ae duduk tersungkur di pojokan ,sinar matahari menerangi wajahnya dari jendela yang sempit itu..

Debu beterbangan ,lantai dari gudang itu sangatlah kusam.. ,cat temboknya sudah bewarna kekuningan ,tempat ini sudah jarang dipakai ,bahkan tak pernah lagi dipakai sejak dibangunnya gudang baru ..

Tempat ini tak pernah diinginkan lagi ,barang-barangnya tak pernah diinginkan karena sudah rusak ,semuanya tidak diinginkan ,tidak pernah dilirik lagi sedikitpun ,mungkin inilah tempat yang cocok untukku ,yang bernasib sama..


Disinilah tempat persembunyian Hyun Ae..

Air mata mulai menetes ,perlahan ,perlahan ,perlahan ,membasahi gaun indah Hyun Ae.

Minho yang mengikutinya dari tadi , memperhatikan Hyun Ae dari balik tangga ,ia ragu hendak menghampiri Hyun Ae..

“Jangan menangis!Anak bodoh..,”teriak Hyun Ae pada dirinya sendiri..,”Jangan menangis!!”ia berkali-kali memukul kepalanya sendiri ,tetapi ia tak berdaya melawan air matanya yang terus menetes ,mengaliri pipi merahnya,..,”Kenapa kau jadi anak cengneng?Sejak kapan kau jadi begini?”

Kedua tangan Hyun Ae tak berhenti memukuli kepalanya sendiri ,terus dan terus ia berteriak pada dirinya..,”Aku benci!!Aku benci!!”

Minho tak tahan mendengar ini semua ,ia menghampiri Hyun Ae dan berlutut di hadapannya..

“Op..Oppa..,”getaran terdengar pada suara Hyun Ae yang masih terisak..,pipi dan matanya sangat merah ,rambutnya menjadi berantakan tak karuan..

Minho menguncang bahu Hyun Ae dan berteriak padanya ,”TAK PERLU SETEGAR INI KAN !!TAK PERNAH ADA SALAHNYA KALAU KAU MENANGIS ,MEMANG INI SEMUA TERLALU MENYEDIHKAN UNTUK ANAK SEUMURANMU !!KAU SANGAT MENYEDIHKAN ,TETAPI KAU JUGA HARUS INGAT ,KAU HANYALAH SEORANG ANAK KECIL..,TERLALU MENYEDIHKAN HIDUPMU ,OPPA ARASO…ARASO!!MENANGISLAH..!!”Minho memeluk Hyun Ae dengan erat ,Hyun Ae menyandarkan kepalanya di bahu Minho sambil menangis dengan kerasnya ,air mata seolah terlalu deras untuk bisa berhenti ,Minho mengelus rambut Hyun Ae ,tanpa terasa air mata juga mulai menuruni pipi Minho..,”Menangislah..,”bisik Minho sedih ,Hyun Ae menangis kencang di sandaran Minho ,air matanya merebak begitu saja tanpa henti ,suara isak tangisannya semakin lama semakin kencang ,begitu menyanyat hati seolah selama ini Hyun Ae selalu menyembunyikan semuanya dan hari ini ,air mata itu merebak begitu saja bagaikan air yang mengalri deras tanpa bisa berhenti ...

***

Day Eight
Sendirian

Senin


Hyun Ae tidur dengan mantel bulu dalam pelukannya ,mantel itu menutupi sebagian mukanya ,Hyun Ae menyipitkan matanya ketika matahari menyinari ruangan dengan sangat terik..

Hyun Ae melirik jam dinding..,”JAM 10!!!”mata Hyun Ae membelalak ,ia terlambat 2,5 jam  ,ia harus sudah berada di sekolah jam 7.30 seperti biasa,..

Hyun Ae memukul kepalanya..

Ia tidak menemukan Minho disudut manapun ,”Hm ,kemanakah Minho oppa?”gumamnya pelan..

Hyun Ae beranjak dari sofa ,ia sedikit merintih ,”Aduh ,”tangan kecilnya memegang perutnya ,ia merasa mual dan sakit disaat yang sama ,”Kenapa sakit ini harus datang lagi dan lagi?”keluhnya sedikit kesal..

***

Sudah sepanjang hari Hyun Ae berbaring di sofa ,matahari senja mulai menerangi seluruh sudut ruangan ,hari ini ia tidak bersekolah ,penglihatannya mulai berkunang-kunang lagi ,dari tadi siang ia terus memegangi kepalanya ,muka Hyun Ae putih pucat dicucuri keringat dingin yang menetes tiada henti ..

Tangannya yang lain masih menggengam erat mantel bulu yang dibelikan Minho kemarin..,bulu-bulu yang halus mengelitik hidung dan mulut Hyun Ae ,begitu lembut , kehangatan dan aroma Minho pada mantel itu membuat Hyun Ae merasa aman ditengah kesendiriannya..

***

Sudah menjelang malam namun belum ada tanda-tanda kalau Minho akan pulang ..,Hyun Ae memeluk mantelnya lebih erat sebelum ia menyadari sesuatu..

Hyun Ae melirik matelnya yang tadinya seputih salju itu ,”AH!MATELKU!!”

***

Day Nine
Cat

Selasa


Hari ini Minho bangun lebih pagi dari biasanya ,Hyun Ae sudah menyiapkan sepiring sarapan pagi untuknya ..

“Hyun Ae-a ,apakah kau tidak mau makan?”Tanya Minho..

“Oppa saja yang makan..,aku tidak bernapsu..,”jawabnya ,Hyun Ae tampak membawa mantel bulunya ke kamar mandi namun Minho mencegatnya ..

“Hey..,”

Hyun Ae melirik Minho yang memegang tangannya..

“Waeyo?”tanyanya pelan..

“Untuk apa kau membawa mantel itu ke kamar mandi?Jangan sembarangan mencuncinya araso?”

“A..,aku..,”Hyun Ae tergagap..

Minho meraih mantel itu dari genggaman Hyun Ae dan memeperhatikannya dengan seksama ,sepercik noda bewarna merah menodai mantel tersebut..

“Miyane oppa ,”Hyun Ae tertunduk..

“Kenapa bisa begini?”Tanya Minho sedikit kesal..

“A..,itu ,kemarin aku..,aku sedang bermain dengan cat merah ,tidak sengaja..,”Hyun Ae tergagap..

***

Sepulang sekolah ,Hyun Ae menaruh tas nya di sofa dan mencari Minho namun tak menemukannya..

“Hmm ,sibuk lagi?”serunya..

Hyun Ae melihat sebungkus mi dingin di meja dengan notes ,

‘Segera makan!’

Hyun Ae membuka bungkusan mi itu ,ia mengeriyitkan alisnya..

***

Minho membuka pintu ,tepat jam 12 malam ia pulang ,hari-hari ini memang menyibukkan..

Ruang tamu sudah gelap ,Minho samar-samar bisa melihat Hyun Ae yang sedang tidur ,Minho menaruh sekatong plastic berisi mantel Hyun Ae yang baru di laundry ,tepatnya di meja ruang tamu sebelah sofa tempat dimana Hyun Ae tidur,,

Minho menyalakan lampu ,lalu ia melihat bungkusan mi yang masih utuh ,”Ia tidak makan?”gumam Minho..

Minho lalu mengalihkan pandangannya pada Hyun Ae ,ternyata dalam terang ,Minho bisa melihat kalau badan Hyun Ae lagi-lagi bergetar hebat dengan keringat dingin di sekujur tubuhnya..,Minho berlutut di sebelah Hyun Ae dengan tampang panic ,Hyun Ae tidak membuka kedua matanya ,ia tetap tidur ,walaupun dalam muka pucatnya tersirat kesakitan..

“Apakah kau begitu menyimpan ketakutan?”pikir Minho mencoba merasakan perasaan Hyun Ae yang tiba-tiba kehilangan ibunya saat itu..

***

Day Ten
Lebih Sakit

Rabu


Hyun Ae baru saja duduk di meja makan bersama Minho menikmati sarapan pagi ,ketika tiba-tiba Hyun Ae berhenti dan menggeletakkan roti yang masih banyak,,ia duduk di sofa dan bergegas memakai sepatunya untuk ke sekolah..

“Yya..,habiskanlah rotimu..,”seru Minho..

“Tidak oppa ,saya sudah kenyang ,”jawab Hyun Ae pelan..

“Apakah kau tak salah?”Minho membelalak ,”Baru 2-3 gigitan kau sudah kenyang ,lalu kemarin ,apakah kau tidak makan seharian?”kata Minho sedikit berteriak ..

“Oppa saya benar-benar sudah kenyang ,”mulut pucatnya berkata pelan..

“Tetapi kau pucat seperti mayat hidup ,kau sedang demam kan?”Tanya Minho mengingat kejadian kemarin malam..

“Aku memang begini ,badanku ringkih ,sekali aku kecapekan maka aku akan terserang demam ,oppa araso..Aku ingin berangkat..,”Hyun Ae meninggalkan tempat itu dengan segera..

“Yya..Pulang sekolah kita ke rumah sakit!!”teriak Minho serentak ketika Hyun Ae menutup pintu,..

***

Bel istirahat terdengar samar di telinga Hyun Ae ,semua temannya berbondong-bondong keluar meninggalkan kelas..

Hyun Ae berdiri dan berjalan perlahan ..

Kepalanya tertunduk lemas ,ia berjalan menuju ke gudang atas,,

Sesampainya disana ,Hyun Ae duduk ,lewat celah sempit ia menatapi awan mendung bewarna abu-abu yang menutupi langit ..,gudang itu menjadi sedikit gelap karena tidak ada penerangan sama sekali..,

Hyun Ae memejamkan matanya ketika ia dikagetkan oleh sekelompok anak yang berdiri di balik tangga..

“Yya..Hyun Ae ,”seru anak itu nyaring..

Itu Su Hee bersama kelompoknya..

Hyun Ae hanya memandangi mereka tanpa berkata apa-apa ..,ia berdiri dalam diam..

Su Hee menghampiri Hyun Ae dan mencibir sinis di hadapannya ,”Hmm..,jadi anak pencuri ,”

Hyun Ae mengepalkan tangannya ,nafasnya memburu ,muka nya memerah,..

“Kau..,atau ibumu yang mencuri baju kemarin itu?Pasti kau tidak akan mampu membelinya kan?Kau tidak mempunyai ayah ,ibumu takkan mampu”ejek Su Hee ,membusungkan dada ,ia memamerkan jaket kulit barunya yang tampak bersih mengkilap..

Tawa ejekan terdengar dari mulut teman-teman Su Hee yang berjumlah 3 orang..

Hyun Ae masih tidak mengatakan apa-apa..,ia hanya diam didalam kemarahan yang menguasai pikirannya..

Su Hee mengulurkan tangan kebelakang lalu berkata ,”Gunting!”

Seorang teman memberikan Su Hee sebuah gunting..

“Kau lihat anak pencuri..,aku akan menghukummu..,”Su Hee mendekati Hyun Ae dan menarik kerah bajunya..

Tangan Su Hee mulai menggerakkan gunting itu ,memotong kerah baju Hyun Ae dan merusaknya..

Su Hee melempar gunting yang ada dalam genggamannya lalu tertawa puas..

Hyun Ae mengigit bibirnya menahan dirinya untuk tidak membalas..,alisnya mengeriyit menunjukkan amarah..

Su Hee meliriknya ,”Hey ..,mengapa kau memandangku seperti itu,anak tanpa ayah?”desisnya..

Hyun Ae membawa kakinya melangkah meninggalkan tempat itu ketika Su Hee menaikkan alisnya dan memberikan aba-aba pada salah satu temannya..

Temannya itu menyikut Hyun Ae begitu keras sehingga ia tersungkur ,kepalanya jatuh membentur lantai..

Bel tanda masuk berbunyi,,

Su Hee dan teman-temannya itu segera pergi meninggalkan Hyun Ae sendirian ..

Darah mulai mengucur dari kepala Hyun Ae  ,ia memegangi kepalanya ,kedua tangan mungil Hyun Ae dalam waktu sekejap dipenuhi darah ..

Hyun Ae meringis menahan kesakitan ,ia tak beranjak sedikitpun..

***

Hujan deras mulai mengguyur dari langit..

Hyun Ae berjalan keluar sekolah dengan darah di sekujur kepalanya..

Ia memutuskan untuk pulang ,sekolah belum usai ,..

Air hujan membasahi kepala Hyun Ae ,”Aduhh ..,”ia memegangi kepalanya lebih erat ,darah masih mengucur ,air hujan membuat lukanya semakin perih..

Kerah Hyun Ae yang koyak ,sekarang berganti warna merah darah karena darah yang tidak berhenti mengucur .Hyun Ae terus memaksa kakinya berjalan ditengah hujan yang deras dan kesakitannya ini ..

“Sebentar lagi ,”gumam Hyun Ae pada dirinya sendiri..,pandangan Hyun Ae mulai berkunang-kunang ,ia menyipitkan matanya ,mencoba mendapat penglihatan yang lebih jelas..
***

“Kamu harus ke dokter!!!Apakah tak bisa lihat apa yang terjadi dengan kepalamu!!”kedua tangan Minho mengguncang bahu Hyun Ae dengan tampang khawatir melihat sekujur darah yang mengalir deras..

Sekarang keduanya berada di dalam mobil ,Minho yang kebetulan sedang dalam perjalanan pulang ,ia mendapati Hyun Ae yang duduk tersungkur sendirian di halte bus sambil memegangi kepala yang penuh darah itu..

“Sido ,”Hyun Ae menoleh kearah jendela mobil ,pandangannya menghindari tatapan khawatir Minho..

“Yya..,Hyun Ae-a ,kita ke dokter sekarang ,aku tak mau tahu ..,”seru Minho ,ia meraih sabuk pengaman dan memakainya..
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                   
Hyun Ae dengan sigap mencegat tangan Minho ,ia menolehkan pandangannya kepada Minho dan menatap dengan tajam..,”Oppa..,sido!”tegasnya..

“HYUN AE..,”Minho sedikit berteriak ,dirinya hampir frustasi melihat darah dimana-mana..,”APAKAH KAMU MAU MATI?AKU MOHON JANGAN CELAKAKAN DIRIMU SENDIRI!!Aku tak peduli ,kita ke rumah sakit ,,”seru Minho..

“OPPA..SIDO!!”rengek Hyun Ae..,”SIDO SIDO SIDO!!!”Hyun Ae meringis ,ia keluar dari mobil dan berlari menerobos hujan yang semakin deras ,meninggalkanMinho sendirian didalam mobil..

“HYUN AE!!”

***

“Hyesun-a mukamu begitu pucat ,pergilah ke dokter ,aku akan menemanimu ,”ujar Minho seusai bel sekolah berbunyi..

Mereka berjalan melewati lorong ,Minho merangkul bahu Hyesun dan menopangnya..

“Sido ,”jawabnya singkat..

“Tetapi kau sakit ,”tegas Minho ,”Sudah 3 hari kau begini terus.!!Apakah kau mau terus membahayakan dirimu ,”katanya khawatir..

“Sido.,sido..!!”jawab Hyesun lagi

“Aku tak peduli ,kita ke dokter ,aku yang akan menanggung semuanya ,”Minho mempercepat lajunya ..

“Hyesun menghentikan langkahnya ,ia menatap Minho dengan mata yang berkaca-kaca ,”SIDO..SIDO..SIDO ,”isaknya ,”Aku benci dokter..,aku benci rumah sakit ..”


***


Dokter itu tampak dengan teliti menjahit luka Hyun Ae ..,Hyun Ae berbaring diam di sofa ,ia tidak beraksi apa-apa ,tidak menangis ,tidak merintih ,ia hanya diam dengan pandangan kosong ..

Minho meringis melihat begitu banyak darah yang mengalir ,tissue bernoda darah berserakan di meja..

“Nah ,sudah selesai ,anak pintar ,”gumam dokter itu setelah semuanya selesai ..,Hyun Ae hanya diam dan diam ,mukanya tidak menunjukkan reaksi apa-apa..

Minho tampak mengantar dokter paruh baya itu kedepan pintu ..,”Sebaiknya kau menjaga dia dengan sungguh-sungguh ,”kata dokter itu seraya pamit pulang..

Minho mengganguk kecil ,dokter itu hanya meninggalkan beberapa resep obat lalu ia pergi meninggalkan apartemen Minho..

Minho menutup pintu perlahan lalu ia beranjak menghampiri Hyun Ae ,duduk di sebelahnya..

Minho mengelus rambut Hyun Ae dengan sayang..,”Hyun Ae-a..,”

Hyun Ae tidak menjawab apa-apa ,pandangannya menerawang kekosongan ,muka pucatnya tidak berekspresi..,ia hanya diam..

“Sudah selesai semuanya ,apakah tidak sakit?Kau memang anak yang kuat ,”Minho mengingat proses penjahitan dimana anak-anak seumuran Hyun Ae yang sudah pasti meringis dan berteriak kesakitan ,namun Hyun Ae pada saat itu tidak melakukan apa-apa kecuali berdiam diri..

Suasana hening sejenak sebelum Hyun Ae menjawab pertanyaan Minho ,tatapan matanya penuh dengan kesakitan ,ia bergumam pelan ,”Kehilangan ayah..,tidak tahu siapa ayah Hyun Ae ,adalah kesakitan terbesar ,lebih sakit daripada jarum yang menusuk-nusuk luka yang menganga di kepalaku ..,sakit yang lebih hebat telah ada dalam diri ini selama Hyun Ae hidup dan sampai sekarang Hyun Ae masih bisa terus menahannya kan.Jadi apakah ada alasan bagi Hyun Ae untuk berteriak ditengah kesakitan yang hanya sekecil ini…”


And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^

Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile
Re: Heavenly Angel Lullaby
« Reply #4 on: January 27, 2010, 12:27:19 am »
Day Eleven
Begitu Bagus ,Terlalu Mahal

Kamis


“Hari ini aku akan sangat sibuk ,oppa sudah memulai syuting sebuah iklan ,jadi untuk seminggu kedepan ,mungkin kau akan banyak sendirian di rumah ,”jelas Minho pada saat sarapan..

“Tak apa oppa ,Hyun Ae sudah terbiasa ,sungguh ,”katanya sambil melemparkan senyuman manis ,di sekeliling kepalanya terdapat perban putih yang mengitari..

“Kalau begitu ,oppa lebih khawatir kau melakukan hal yang aneh-aneh yang akan menyebabkan dirimu lebih celaka lagi ,”kata Minho sambil melirik luka pada kepala Hyun Ae dengan tampang khawatir..

Hyun Ae terkekeh kecil ,”Wah ,tak apa ,aku tak pernah mencelakakan diriku ,”akunya..

“Lalu di kepalamu itu apa?”Tanya Minho seraya melahap rotinya..

“Ini..,luka ,apa lagi?”goda Hyun Ae..

“Maksudku ,hasil kecerobohanmu yang sangat tak bertanggung jawab bukan?”

“Bukan ,”Hyun Ae tersenyum kecil sambil menundukkan kepalanya..

“Lalu?”Minho menolehnya bingung ..

“Bukan,jawabannya hanya bukan..,”bisik Hyun Ae pelan..,ia membereskan semua piring kotor dan beranjak mencucinya dalam diam tanpa memperdulikan Minho..

Mulai lagi ,pikir Minho..

***

Hyun Ae duduk ,sudah terlihat rapi dengan bajunya yang warnanya sudah sedikit pudar ,ia memakaikan sepatu hitam lama pada kedua kakinya..

Minho yang berdiri menatap Hyun Ae sambil menyeruput segelas kopi..,ia bergumam ,”Bukankah waktu itu oppa membelikanmu sepatu baru?Mengapa kau tidak memakainya?”Tanya Minho..

“Hmm..,sepatu ini belum rusak ,akan sangat sayang sekali jika aku memakai sepatu baru yang bagus itu..,”jawab Hyun Ae sambil tersenyum lebar ,lesung pipit nya yang tajam tertanam begitu jelas pada kedua pipi merahnya..

Hyun Ae berdiri ,hendak bergegas meninggalkan apartemen ketika Minho mencegatnya..,”Tunggu..,tunggu disini ,”papar Minho dengan terburu-buru ia melangkahkan kedua kakinya ,berjalan memasuki kamar dan keluar dengan seggengam uang di tangannya..

“Untukmu jajan ,”Minho menyodorkan uang itu pada tangan Hyun Ae..

“Oppa..”Hyun Ae menggelengkan kepalanya melihat uang 3000 won yang ada di genggamannya..

Minho hanya tersenyum dan mendorong Hyun Ae perlahan keluar ,”Cepat atau kau akan terlambat..!”

***

Kedua kakinya berjalan begitu lambat..,Hyun Ae menapaki tangga demi tangga dan akhirnya ia sampai di perhentian terakhir dari tujuannya..

Yah ,gudang sekolah..

Bau amis darah menyengat hidungnya yang begitu tajam..,ia mendelik ngeri kearah darah kering yang membekas di lantai tepat dimana ia jatuh..,Hyun Ae menggesekkan sepatunya kelantai berharap penampakan darah itu akan hilang ..,tetapi setelah beberapa menit ..,Hyun Ae menyadari kalau darah itu sudah begitu kering dan lengket ,maka ia duduk tersungkur di pinggiran ,menghela nafas panjang sambil memandangi langit cerah hari ini lewat satu-satunya celah kecil diatas....

Hyun Ae merogoh saku bajunya ,uang 3000 won terpampang dalam tangan kecilnya..

“Buat apa sebanyak ini ,”gumamnya..,ia tidak suka jajan ,biasanya eommanya yang menyiapkan bekal setiap hari..

Sebuah toples berkarat di halangi oleh kardus-kardus begitu menarik perhatian Hyun Ae .Ia menghampiri toples itu dan membukanya..,kosong!tidak ada apapun di dalamnya kecuali bau lembab..

“Ah!!!”Tiba-tiba otak Hyun Ae memberikannya ide cemerlang ,ia menaruh uang 3000 won itu kedalam toples dan menutupnya rapat-rapat..

“Assaa,,ide ini begitu bagus ,”Seru Hyun Ae sambil tersenyum lebar ,lalu ia menyembunyikan toples nya dibalik tumpukan kardus-kardus yang berdebu itu..,tepat ketika bel berbunyi ,Hyun Ae berjalan meninggalkan gudang dengan penuh kesenangan..

***

Seusainya jam sekolah ..,

“Wuaah..,”kedua mata Hyun Ae terpaku di depan kaca sebuah etalase toko coklat..

HERSEY: HOUSE of CHOCOLATE’

Hyun Ae mendongakkan kepalanya keatas untuk melihat spanduk dari toko tersebut ,”Choco..late..,”

Berbagai macam bentuk dari coklat yang terpampang begitu menggugah hati kecilnya .Sebuah miniature rumah terbuat dari coklat menarik perhatian Hyun Ae ,namun harga miniature itu membuat hatinya mencelos..

“300.000 WON!!Begitu bagus namun terlalu mahal!!!”kedua matanya membelalak..,Hyun Ae menggelengkan kepalanya tidak percaya ..,lalu ia mencoba mengalihkan pandangannya pada coklat yang lain..

Tepat di pinggir kiri ,sebuah patung yang terdiri dari ayah ,ibu ,dan seorang anak perempuan dalam gendongan ayahnya membuat mata Hyun Ae berbinar-binar ,..patung itu tertempel menjadi satu ,terbuat dari coklat putih yang dihiasi oleh gula-gula yang macam-macam warnanya ,ukurannya sedang ,memang cocok dimakan untuk bertiga. Hyun Ae mencoba untuk melihat harga dari coklat itu..,”57.000 won?”


***

Sudah larut malam ,tepatnya jam 11 ,seperti biasa ,Hyun Ae duduk bersembunyi dibalik sofa sambil memeluk diary dan pena pink kesayangannya..

Patung keluarga yang terbuat dari coklat itu masih tergiang didalam pikirannya..,Hyun Ae menghela nafas seraya bergumam ,”57.000 won ,jika oppa memberikanku 3000 won saja per hari ,dalam waktu 19 hari aku akan mendapatkannya ..Asaa..,pasti bisa..!!!”malam itu tekad Hyun Ae begitu bulat ,ia berbaring di sofa ,perlahan matanya mulai menutup..

***

Day Twelve
Sibuk Namun Tak Pernah Lupa

Jumat


Hari ini sekolah akan usai lebih cepat ,begitu senangnya Hyun Ae sampai ia membuka matanya lebih pagi hari ini..,ingin cepat-cepat menyelesaikan semuanya..

Langit masih gelap tak bercahaya ,suara dari bawah jalanan juga masih sepi ..,burung-burung hitam yang melintas terlihat samar lewat kaca balkon..

Hyun Ae mengucak kedua matanya ,lalu segera bangun dan meninggalkan sofa..

Ritual paginya seperti biasa adalah mencuci piring ,menyiapkan sarapan ,dan bersih-bersih..,apartemen Minho menjadi jauh lebih baik dan tertata semenjak kedatangan Hyun Ae ,tak pernah seharipun Hyun Ae lalai dalam mengerjakan semuanya..

Sepucuk surat putih tampak mencolok diatas meja makan ,Hyun Ae meraih amplop itu ,tertera jelas nama ‘Hyun Ae’ pada bagian depan amplop tersebut..

Tangan kecil Hyun Ae dengan sigap membukanya ,uang 3000 won dan sebuah notes terususun rapi di dalam nya..

‘Sarapan dan bergegaslah ke sekolah ,oppa tidak akan ada di rumah ,seperti yang sudah oppa jelaskan ,minggu-minggu ini akan menjadi hari sibuk oppa..Kuharap kau tidak mempermasalahkannya malaikat kecil..,ada uang 3000 won ,jatah uang jajanmu untuk hari ini..,LEE MIN HO-‘


“Selalu sibuk namun oppa tak pernah lupa ,”gumamnya..

***

3000 won lainnya masuk kedalam toples ..,sudah 6000 won sekarang ,pikir Hyun Ae..

Bibirnya mengeluarkan senyum simpul ,lalu ia menaruh toples itu ketempat asalnya..

BRAKK..

Toples itu terjatuh dari genggaman Hyun Ae..,”Penglihatan bodoh ,kenapa harus berkunang-kunang lagi ,”Hyun Ae menyipitkan matanya ,pandangan seluruhnya begitu buyar..

Hyun Ae memeganggi kepalanya ,seluruh pikirannya terpusat untuk menjaga keseimbangan tubuh kecilnya yang rapuh..

“Cepat duduk anak bodoh ,”perintah Hyun Ae pada dirinya sendiri ..

Bel tanda usai istirahat mengiang begitu keras dalam kuping Hyun Ae ,ini semua membuat pandangannya jauh lebih kabur ,ia merasa sebuah sarung tinju memukul kepalanya dengan kerasnya berkali-kali..

“Apakah harus secepat ini?”Hyun Ae mencoba untuk menopang tubuhnya dengan benar ,melangkahkan kedua kakinya untuk berjalan lebih cepat menuruni tangga..Lorong-lorong sudah sepi ,setiap kelas sudah memulai pelajarannya..

“Bagus ,kau terlambat..,”Hyun Ae meringis pada dirinya sendiri ,tangan kecil nya masih menempel di kepala ,ia tidak bisa berjalan lebih cepat lagi..

***

“Hyun Ae ,kenapa kamu bisa terlambat ?”Tanya Ms.Su yang meminta penjelasan padanya didepan seluruh kelas..

“Em..,tadi aku..,”

“Paling-paling juga mencuri lagi ..,”Su Hee yang duduk di barisan belakang ,berteriak lantang mengejek Hyun Ae..

Tawa anak-anak di kelas membahana..,kuping Hyun Ae terasa sangat panas ,hatinya mencelos ,kedua tangannya seolah ingin menampar mulut temannya itu ,namun ini adalah Hyun Ae ,yang tidak pernah bisa berbuat apa-apa ,yang tidak memiliki cukup keberanian selain berdiam diri dan menatap tajam mereka semua..

***

Day Thirteen
Album Kenangan

Sabtu


Hyun Ae mendongakkan kepala melihat kesekitarnya…,ia tidak mendapati Minho disudut manapun ..,”Oppa pasti benar-benar sibuk ,pulang tengah malam ,pagi-pagi sudah berangkat lagi..,”

Hyun Ae menyipitkan matanya dan melihat sebuah rok berenda-renda merah jambu yang disandarkan di sofa lainnya ,Hyun Ae berdiri dan meraih rok itu ,ia membaca notes yang tertera padanya..

‘Rok merah jambu yang sangat lucu ,oppa kemarin tidak sengaja melihatnya di sebuah pusat perbelanjaan ,awal yang bagus untuk memulai Sabtu yang cerah ,nikmatilah liburanmu ,semoga kita bisa bertemu malam ini-LEE MIN HO

PS :Penamu ada di kamar tidur oke..,semalam oppa meminjamnya’


Benang-benang lembut yang membentuk rok tersebut menggelitik tangan Hyun Ae ,”Pasti sangat nyaman ,pasti sangat mahal ,”gumamnya sambil tersenyum menatap rok itu senang..

***

Matahari terik menerobos masuk lewat pintu balkon yang transparan ,hari sungguh panas ..,Hyun Ae merogoh tas sekolahnya dan mengambil sebuah kertas berukuran A3 yang masih kosong melompong..

“Tugas essay ..,mengarang tentang ayah ,sebentar lagi hari ayah..,”Hyun Ae menghela nafasnya..,”Apa yang bisa kuceritakan disaat aku tidak tahu apa-apa tentang ayahku?”Ia menatap kertas itu dengan pandangan bosan…,”Tetapi aku harus segera mengerjakannya ,ah …,mungkin sebaiknya aku mengambil pena dulu di kamar oppa..,”kata Hyun Ae dengan pikiran buntu..

Satu-satunya ruang yang tidak pernah ia masuki hanyalah kamar Lee Minho yang selalu tertutup rapat..Hyun Ae meraih gagang pintunya dengan ragu-ragu .

Krekk..

Hyun Ae mengintip kedalam kamar..,lantai kayu yang dingin ,wallpaper bewarna coklat gelap ,mendarat pada pandangan Hyun Ae..,kesan pertama yang didapatinya adalah ,ruangan ini begitu tidak bersahabat,...,seolah tidak mengundang siapapun untuk memasukinya ,apalagi tidur di dalamnya..

Kedua kakinya berjalan memasuki kamar Minho .Meja di ujung ruangan adalah titik pertama yang ia hampiri…

Banyak pena berserakan pada meja itu ,tetapi hal sesungguhnya yang paling mencolok adalah sebuah buku dengan sampul kulit bewarna biru tua..

Tulisan tangan ‘SARANG’ terpampang pada cover album yang polos dan tua tersebut..

Album itu sedikit berdebu ,maka Hyun Ae membawanya juga keluar ke ruang tamu setelah ia menemukan pena miliknya..

Hyun Ae merobek secarik tissue di meja ruang tamu…,tangan kecilnya mulai membersihkan debu-debu pada album itu..,perlahan rasa penasaran untuk membuka album dihadapannya semakin besar..,tangan Hyun Ae sedikit bergemetar ketika ia mulai membuka halaman pertama..,ia sudah lancang ,tetapi ia tidak bisa menahan dirinya..

‘This album belong to :LMH and GHS’

“LMH?Lee Min Ho oppa?GHS?”Ia tampak berpikir sesaat sebelum nama yang tidak asing terpancar dalam pikiran Hyun Ae ,”EOMMA!!GOO HYE SUN!!”serunya ,tanpa basa-basi ,Hyun Ae membalik album itu ke halaman selanjutnya..

Halaman demi halaman dilewati Hyun Ae dengan penuh kejutan ,seolah ia sedang menonton masa lalu ibunya yang selama ini tidak pernah diketahui dirinya sedikitpun ,bagaikan menunggu kejutan demi kejutan pada setiap kali ia membalikkan halaman itu..

Selama ini ,ia merasa sudah cukup mengenal eommanya ,tetapi melihat album dan kenangan ini lebih jauh ,Hyun Ae merasa dirinya tidak tahu apa-apa..

“Seperti inikah?”Hyun Ae tersenyum kecil ,tangannya menggengam album nya begitu kuat..,matanya menerawang ,menatap foto Minho yang sedang merangkul bahu Hyesun dengan pemandangan pantai Jeju-do pada siang hari..

Minho dan Hyesun tampak begitu serasi dengan seragam sekolah mereka ,keduanya berfoto terlihat senang dan memancarkan kebahagiaan.. ,beberapa diantaranya difoto dengan selfcam melalui ponsel ,mulai dari ukuran foto yang mini sampai besar semua terkumpul disitu,,,Hyun Ae hanya terkekeh lemah ,foto-foto itu tampak menggugah hati kecilnya..

“Begitu cantik dan tampan ,”bisik Hyun Ae ,ia menempelkan pipi merahnya pada foto-foto tersebut..,dan memejamkan matanya..,”Segera berakhir?”Hyun Ae menguatkan dirinya untuk membuka satu halaman terakhir..

Satu foto terakhir ,foto terindah dari semuanya ,Hyesun dan Minho dibawah langit malam dan cahaya lembut rembulan ,Hyesun mengenakan sebuah gaun putih dengan rambut panjangnya digerai ,ia tampak duduk disebelah Minho yang sedang mengecup keningnya..Hyun Ae tampak kaget ,juga tampak senang..,ia terkekeh kecil dan melayangkan jarinya meraba foto itu..

Sebuah kalimat yang ditulis dalam ukuran kecil menyadarkan dirinya..,

‘Terima kasih Hyesun sahabatku –Lee Min Ho’

***

Hari sudah mulai senja ,cahaya oranye menyinari Hyun Ae dalam kehangatannya ,ia masih mengenakan rok merah jambu dan merasa tidak ingin melepasnya. Album kenangan masih terngiang kuat di dalam pikirannya ,Hyun Ae berlutut di depan meja ruang tamu dengan kertas A3 nya yang tidak terisi sama sekali setelah berjam-jam lamanya.Seluruh pikirannya hanya terpusat pada eommanya dan oppa Minho ,ia merasa gila ,hanya itu yang dapat dipikirkan sekarang sampai-sampai essay yang seharusnya dikumpulkan pada hari Senin pagi ,terbengkalai begitu saja olehnya..Ia merasa ingin menatap foto-foto itu namun ia tahu kalau semua ini tak bisa dilakukannya ,maka Hyun Ae dengan cepat menaruh album tua itu kembali dan melanjutkan essaynya..

Grekk..

Pintu terbuka pelan ,Hyun Ae mendongak dengan semangat ,”MINHO OPPA?”

Minho muncul dari balik pintu dengan senyuman manisnya ,sarat mukanya menunjukkan kelelahan..,”Wah..,malaikat kecil cantik sekali ,”puji Minho sambil menatap Hyun Ae yang dibalut rok merah jambu..

“Oppa..,”Hyun Ae tersenyum gembira ,akhirnya ia tidak sendirian lagi..Minho menghampiri Hyun Ae dan duduk di sebelahnya ,””Oo..,apakah itu ,kertas yang masih kosong melompong?”

Hyun Ae sedikit tertunduk menatap tugasnya tidak berdaya ,”Tak apa ,”Hyun Ae berdiri dan segera membuatkan secangkir kopi untuk Minho..
Aroma tajam kopi merebak keseluruh ruangan ,Hyun Ae menaruh cangkir porselen itu di depan Minho ,”Hati-hati panas ,”

Minho terkekeh lalu mengelus rambut Hyun Ae ,”Dasar kau seperti ibu-ibu ,”

“Yya..,”Hyun Ae menatap Minho dengan begitu dalam ,mencoba untuk menerawangnya ,ia tak percaya kalau Minho adalah sesosok yang dekat ,sangat dekat dengan ibunya ..,Minho seorang selebriti ternyata..

***

Day Fourteen
Essay

Minggu


Jam 3 subuh ..,Minho tertidur di sofa dengan Hyun Ae yang bersandar terlelap pada dadanya ,Hyun Ae tidur dalam pelukan Minho ,ia tidur sambil memancarkan senyuman pada mukanya..

Minho membuka matanya ,sayup-sayup terbangun oleh suara nafas Hyun Ae yang melengking tinggi ,Minho menatapnya dengan ketakutan  ,Hyun Ae harus bernafas begitu keras untuk mendapatkan udara ,tetapi disaat itu ia tetap tersenyum .Mukanya dibanjiri keringat dingin ,Minho mengelusnya dengan sayang, mencoba untuk membangunkannya tetapi ia melihat Hyun Ae yang tidur dengan muka yang begitu bahagia ,ia merasa segan untuk membangunkan malaikat kecilnya..

“Begini menderita namun tetap tersenyum?”Minho menatap Hyun Ae sedih..

***

“Oh oppa ,kau masih disini ?”Hyun Ae yang baru bangun sayup-sayup melihat Minho dengan celemeknya membawakan semangkok bubur untuk dirinya..,”Bubur?”

“Kau makanlah ,”kata Minho ,dibalik celemeknya ,ia sudah rapi dengan kemeja dan jeansnya..,”Aku akan segera berangkat..,oh ya..,apakah kemarin kau sudah mengambil 3000 won mu?Kemarin oppa menyelipkannya di saku rok merah jambu itu..,”jelas Minho polos..
Hyun Ae merogoh sakunya dan menemukan 3000 won yang masih rapi..,”Ah..!Aku tidak melihatnya kemarin..,”

“Um..,araso ,memang aku tidak menuliskannya di note..,eh ini..,”Minho memberikan selembaran 3000 won yang lainnya..

“Gumawo oppa.,,”Hyun Ae tersenyum lebar ,kini pikirannya kembali melayang kepada patung coklat yang dilihatnya kemarin ..

“Yah ..,jaga dirimu ,kau terlihat sakit..,”Minho mengeriyitkan alisnya penuh kecemasan..

“Aku tidak sakit..,”kata Hyun Ae ,mata besarnya memelototi Minho dengan polos....

Minho mendesah dan bergumam kecil ,”Kau saja yang tidak menyadarinya..”

Minho mengabil jas nya dan bergegas pergi ,”Jangan terlalu capek ,araso..”

Hyun Ae hanya mengganguk kecil…

***

Sinar matahari sudah menerangi seluruh pelosok dari ruang tamu .Hyun Ae dihadapkan dengan tugas essay nya sekali lagi..Kali ini ia tahu apa yang harus ia lakukan .Dengan sigap tangan kecil Hyun Ae mulai menulis kata demi kata tanpa ragu..

Ia benar-benar tahu apa yang harus ia tuangkan pada kertas itu..

Dan dalam waktu 30 menit ,kertas berukuran A3 yang tadinya kosong tanpa isi ,menjadi penuh dengan rangkaian kata-kata..

Hyun Ae tersenyum puas melihatnya..

***

Day Fifteen
Siapa Ayahmu?

Senin


Sejak kemarin pagi ,Hyun Ae sama sekali belum bertemu Minho..Siklus mereka berbeda ,Minho pulang tak sampai berapa jam ia akan pergi lagi..,Hyun Ae tidak menyangka kalau ternyata jadwal Minho akan menjadi seketat ini..

Sesungguhnya Hyun Ae sendiripun tak tahu apa yang disibukkan Minho akhir-akhir ini..Apakah syuting atau wawancara atau apa …Minho tak pernah memberitahunya ,ia pun segan menanyakkan semua ini pada Minho..

Roti yang ada pada piring Hyun Ae masih sisa setengah ,ia makan sendirian dalam kesunyian..Hyun Ae menatap roti itu dengan pandangan bosan ,ia merasa tidak nafsu makan..,Hyun Ae mencoba untuk mengingat masa-masanya dulu ketika ia masih tinggal bersama eommanya ,terkadang Hyun Ae harus melihat eommanya berpuasa agar dirinya bisa makan cukup ..,Hyun Ae merasa sedih dan tidak berguna karena ia tak bisa membantu apa-apa..Ekonomi mereka yang cukup-cukupan dan semua hutang yang menjerat kakek neneknya ,Hye Sun yang menjadi tulang punggung keluarga ,terpaksa harus bekerja begitu keras seorang diri membiayai putri dan keluarganya..

Hyun Ae memaksa dirinya untuk terus makan ,untuk tidak membuang makanan yang ada..,sampai potongan terkahir ,ia merasa sangat mual..

Hyun Ae mencuci piring dan membersihkan meja dengan cepat lalu mengambil tas nya di sofa ,mengenakan sepatu dan segera berangkat menuju sekolah ,dimana satu hari yang melelahkan akan dilewatinya sekali lagi..

***

Kelas pagi itu begitu berisik seperti biasa karena Mrs.Su belum tampak ,namun Hyun Ae tetap duduk diam dengan pandangan kosong ,suara teman-temannya terngiang kuat dalam pendengarannya..

Semua anak di kelas memamerkan essay mereka ,bertukar cerita ,semua membanggakan ayah mereka masing-masing ,tertawa begitu bahagia ..

Tidak ada satupun yang melirik Hyun Ae ,yang duduk di pojokan ,seolah dirinya tidak ada bersama mereka,tak ada satupun yang mau peduli ,tak ada satupun yang mau menggangapnya...

Hyun Ae menghela nafas ,dalam hati ia ingin cepat-cepat menyelesaikan ini semua dan kembali ke apartemen Minho yang nyaman ,dimana hanya ada ia dan Minho..yah ,begitulah..

“HEY..,”teriakkan Su Hee yang duduk di tengah kelas bersama genk nya membuyarkan lamunan Hyun Ae..

“ANAK TANPA AYAH ,”tambah Su Hee dengan senyuman liciknya ,suara cemprengnya membuat seisi kelas menatap Hyun Ae dengan pandangan mengejek..,”SIAPA AYAHMU?HAH?APA YANG MAU KAUCERITAKAN ?PALING-PALING SEMUA TULISAN DI KERTASMU ITU ADALAH BOHONGAN ,IYA KAN?”papar Su Hee ..

Hyun Ae memejamkan matanya ,memerintahkan dirinya untuk tidak mendengar ini semua ,Hyun Ae tidak menghiraukan cibiran dan tawa ejekan temannya ,walaupun hatinya pada saat itu seolah tertusuk ,namun ia mencoba untuk menutupinya lagi dan lagi..,

Untungnya Mrs.Su datang dan menyelamatkan suasana..,Hyun Ae tersenyum kecil seiring teman-teman kelasnya mulai kembali ke tempat duduk dan mengunci mulut mereka..

***

Hyun Ae memasukkan 9000 won hari ini..pemasukannya selama 3 hari..,jadi sekarang totalnya adalah 15000 won…,Hyun Ae tersenyum ,walaupun masih banyak jumlah yang harus ia kumpulkan ,tetapi ia percaya dirinya akan mendapatkan patung coklat itu..

Dalam toples tampak penuh selembaran 1000 won yang berjumlah 15 lembar..,Hyun Ae menutupnya dengan hati-hati lalu menyembunyikan toples itu dibalik kardus seperti biasanya ,seiring bel tanda usai istirahat mulai berdering keras..

***

Coklat patung itu masih ada ,pikir Hyun Ae ,ia berdiri di depan etalase toko tersebut..Mencoba menghibur dirinya dengan melihat patung coklat tersebut dan melenyapkan teriakan Su Hee yang terus tertanam di dalam otaknya..

Haraboji pemilik toko memperhatikan Hyun Ae dan memberikannya senyuman manis ,Hyun Ae balik tersenyum lalu pandangannya tertuju pada coklat itu dan berharap ia akan mendapatkannya..

Patung coklat itu bagaikan gambaran dari mimpi terliarnya ..,dimana ia bisa berkumpul bertiga dengan eomma dan appanya ,ia ingin berkumpul bersama ,ia ingin bermain dalam gendongan appanya..Hyun Ae hanya bisa tersenyum kecil memikirkan ini semua..,ia melangkahkan kakinya dan berlalu begitu saja dengan senyuman menghiasi wajahnya..

Masuk kedalam dunia fantasinya ,ia bahkan tidak yakin ini semua akan jadi kenyataan..,Hyun Ae tersenyum simpul pasrah ,berjalan dan berjalan dalam diam..-END CHAPTER


And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^

Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile
Re: Heavenly Angel Lullaby
« Reply #5 on: January 27, 2010, 12:34:43 am »
CHAPTER FOUR

Day Sixteen

Selasa

Prajurit


Sekolah terasa sangat lama ,jam terus berdetak ,suara Mrs.Su yang sedang menjelaskan terdengar nyaring di kedua telinga Hyun Ae .Ia bisa melihat Su Hee di ujung sana yang matanya hampir menutup .

Hari semakin siang ,matahari terik mengantung malas di awan-awan menerangi seluruh penjuru dan membuat setiap orang semakin sengsara karena kepanasan .Hyun Ae menatap bukunya ,setetes keringat mengucur membasahi buku miliknya.Lalu setetes lagi ,lagi ,dan lagi .Melebihi keringat yang mengucur pada dahi teman-temannya..

“Tak mau berhenti?”gumam Hyun Ae dalam hati .Baiklah ,kalau jujur ,ia memang tak heran ini terjadi pada dirinya.Dan ia bisa tahu persis bagaimana penampilannya sekarang .Kulit putihnya pasti sudah sepucat mayat ,mungkin akan membuat adik kelas yang melihatnya nangis meraung-raung ketakutan karena mengira dirinya hantu yang muncul di siang bolong. Ini dirinya dan ia terus menyadari semua hal yang sering terjadi pada dirinya ,tanpa tahu apa sebab dan asal semua ini .Tapi toh apakah seorang Hyun Ae akan peduli ..,memikirkan dirinya sendiripun ia jarang .Orang-orang di sekitarnyalah yang sungguh beruntung ,karena yakinlah kalau Hyun Ae lebih menyanyangi diri mereka daripada dirinya sendiri ..

Ia pribadi yang dilahirkan begitu ,jangan Tanya kalau ia masih kecil dan tidak mengetahui apa-apa ..angka 7 yang menjadi identitas umurnya tak pernah menjadi halangan..,justru dialah seorang anak kecil yang cendrung peduli ,cenderung polos ,dan tidak memikirkan diri sendiri .Hyun Ae lebih bahagia jika ia melihat orang di sekitarnya bahagia walaupun dirinya sedang misalnya saja dalam keadaan sekarat tetapi orang di sekitarnya tertawa senang ,maka ia akan memaksa dirinya untuk terus menunjukkan senyuman termanisnya sampai tenaganya habis. Oh lihatlah ,ia memang malaikat kecil ,benar-benar malaikat kecil yang memperdulikan semua orang. Jangan tertipu dengan pandangan dinginnya yang selalu menusuk tajam ,membuat siapapun tidak tahan menatapnya ,ketahuilah itu hanya sebuah tembok tipis yang melindungi hati nya yang rapuh , dibalik semua ketulusan dan kepolosan hati kecilnya. Hati  yang kecil namun memiliki ketulusan yang besar.

Kringggggggg…

Bel usai sekolah .Mulut pucat Hyun Ae membentuk sebuah senyum simpul manis .Akhirnya waktu untuk pulang tiba juga.  Tetap sama seperti anak kecil lainnya ,ia tak pernah bisa menyembunyikan kesenangannya setiap mendengar bunyi bel pulang sekolah.

***

“DORR!!!”Minho muncul dari balik pintu mengangetkan Hyun Ae..

“Oppa!!!”seru Hyun Ae semangat ,ia lari kedalam pelukan Minho yang mengenakan celemek..

“Ei..ei..ei ,awas..,”Minho mengangkat kedua tangannya yang dipenuhi butir-butir nasi ,memperingati Hyun Ae untuk tidak memeluknya..

“Oppa..?,”Hyun Ae memiringkan kepala ,kedua mata besarnya menatap Minho dalam kebingungan..,”Apakah kau sedang memasak sesuatu?”Tanya Hyun Ae ,ia mengendus-endus ,kearah dapur ,banyak wangi-wangian yang bercampur menjadi satu ,tetapi bau amis menyengat hidungnya..

Minho menangguk dengan senyuman ,”Uh-hu..,apakah mau bergabung bersamaku?”

Hyun Ae nyengir sambil mengeriyitkan alisnya ..Raut wajah Hyun Ae membuat Minho tertawa ..,”Kau meragukanku?”

Hyun Ae menggelengkan kepalanya..

“Jadi gimana?Terima atau tidak?”papar Minho pura-pura serius..

“Siap Kapten….”

***
“Asaaa..,sushinya sudah jadi..,”Hyun Ae menepuk tangannya dan bersiap mencomot sushi yang ada di hadapannya..

“Ehh..chakaman..,”cegat Hye Sun..

“Wegude?”protes Hyun Ae menatap eommanya..

“Biar eomma mencoba rasanya dulu..,”papar Hye Sun ..,ia meraih sushi dan menatapnya sedikit jijik..

“Biar aku saja..!”papar Hyun Ae tak sabar ,ia memang menyukai satu hal yang namanya ‘sushi’..,padahal Hyesun tidak begitu menyukainya ,ia bahkan tidak bisa memasak sushi dengan baik ,maka itu ia meragukan sushi di hadapannya yang baru saja dimasak oleh dirinya.

Hyesun mulai mengunyah sushi itu ,raut wajahnya terlihat semakin menyakitkan..,”Oh tidak ,ini benar-benar buruk ..,”desahnya ,terdengar nada jijik memenuhi suaranya ,Hyesun berlari ke kamar mandi ,tak tahan lagi..

“Oh eomma!!!”Hyun Ae memperhatikan eommanya ,lalu ia menatap sushi-sushi itu .Terlihat baik..,apa yang salah ?Pikir Hyun Ae..

Hyun Ae mencondongkan kepalanya ,mengendus sushi itu ,dan ia tahu sekarang apa yang dimaksud eommanya dengan kata ‘benar-benar buruk’ tadi..

Jika mencium aroma nya dari dekat ,sushi itu memang benar tampak menjijikkan ,mematikan selera makan Hyun Ae dalam sekejap mata..

“Oh eomma miyane..,sushi itu benar-benar buruk ,nanti eomma akan membelikanmu yang lebih baik di restoran..,”papar Hyesun yang muncul dari balik kamar mandi ..Mukanya menjadi cerah kembali..

Hyun Ae mengganguk pelan ..lalu ia bergumam ,”Tetapi sushi ini sangat sayang..!”

“Jangan berani memakannya ..,”cegah Hyesun ketika ia mendapati tangan kecil Hyun Ae masih nekkat ingin mencomot sushi itu..

“Ta..tapi..,”

“Ini benar-benar buruk percayalah ..,eomma memang tidak bisa memasak sushi ,sungguh ..,”kata Hyesun mengeriyitkan alis..,”Ayo makan nasi saja..”

Hyun Ae menurut ..,mengunyah setiap butir nasi dengan sempurna sambil memandangi eommanya yang terdiam..

“Andai bisa memasak sebaik dia ..,”bisik Hyesun ,suaranya sangat kecil sampai-sampai Hyun Ae hanya samar-samar mendengarnya..

“Siapa?”Tanya Hyun Ae penasaran..

“Makanlah..,”kata Hyesun yang tersadar dan segera mengalihkan pembicaraan..



***

“Wuahhh…wuahh..,”Hyun Ae memandangi Minho yang membungkus semua sushi dengan begitu gesit dan sempurna..

Minho melirik Hyun Ae sesekali dan menerawang kedua mata besar di hadapannya yang menunjukkan betapa ia kagum akan apa yang sedang dilakukan dirinya sekarang..

“Oppa apakah kau seorang koki?”Tanya Hyun Ae memonyongkan mulutnya ,bertanya dengan nada penuh kagum..

Minho hanya terkekeh dan menggelengkan kepala..

“La..lalu ,bagaimana kau mendapatkan kemampuan ini semua?Aku tidak bisa percaya ,kau bisa ..,begitu saja?Tanpa ada yang mengajari?”Hyun Ae mengeriyitkan alis penuh ketidak percayaan..

“Oh ,ceritanya sungguh panjang ,rumit ..prajuritku..,”gumam Minho tersenyum lebar..,ia menyentuh hidung Hyun Ae dengan jarinya dan meninggalkan sebutir nasi lengkep pada hidung kecil Hyun Ae..

“Oppaaa!!!.Apa ini!!”ia mengosokkan jarinya pada hidung ,Hyun Ae tertawa ,ingin menyerang Minho namun Minho telah berlari mengitari dapur menuju ruang tamu..

“Tak kena..,tak kena..!!”ejek Minho yang naik keatas sofa..,Hyun Ae nyengir dari sebrang dapur..

“Aushh..!!Oppa nakal!!”gertaknya…

Minho tertawa keras ,sampai-sampai tak menyadari tiba-tiba Hyun Ae sudah ada di depannya ..

“O..o..,”Minho mendelik kaget kearah Hyun Ae yang berada di bawahnya..,”Apakah kau super sonic bisa berlari begini cepat..!!!”seru Minho kaget dengan mata membelalak..

Hyun Ae segera naik ke sofa ,ia berjinjit ,dan menempelkan secarik rumput laut pada hidung Minho sebelum ia bisa melarikan diri..

“Ughh..,amiss..”papar Minho ,ia lari terbirit ke kamar mandi ,sementara tawa Hyun Ae membahana penuh kemenangan..

“Horeee!!!Prajurit kecil menang!!!!”Teriak Hyun Ae..

“Awas saja kau prajurit kecilll..!!”suara Minho mengaung dari dalam kamar mandi..

***
Hyun Ae duduk dalam diam ,menikmati setiap gigitan sushi yang memenuhi mulutnya..

“Ommo..,sungguh enak..,”gumamnya tak percaya..,”Ini sangat enak..,”kata Hyun Ae lagi tak henti-hentinya memuji sushi buatan Minho..

Minho hanya tersenyum puas..,”Kau suka sushi yah?Andai kau bisa makan begini lahap tiap hari ,mungkin badanmu tak akan sekurus itu tahu!!”

Hyun Ae mengganguk pelan ..,tidak bisa membantah apa yang dikatakan Minho bahwa tubuhnya terlalu kecil untuk anak semuruannya..

”Oh ya ,oppa ,bagaimanakah kau bisa di rumah?apakah kau tidak kerja?”Tanya Hyun Ae tiba-tiba karena mengingat kesibukan Minho..

“Um..,besok aku akan berangkat pagi-pagi sekali sih!!”katanya sambil memasang tampang berpikir..,”Masih sungguh sibuk..prajuritku,”desah Minho..,yang sejujurnya sangat ingin menghabiskan waktunya di rumah bersama Hyun Ae..

***
Hyun Ae membenamkan dirinya dalam sofa empuk ..,Minho sudah masuk kedalam kamarnya ,sekarang semua harus segera tidur..

Tiba-tiba ia teringat akan perkataan eommanya..,ia sempat berpikir apakah Minho ,orang yang dimaksud ..,karena Minho memasak sushi begitu baik…,”Apakah benar-benar oppa yang dimaksud eomma?”bisik Hyun Ae pada dirinya sendiri..

Ia sudah sangat lelah dan memutuskan jawabannya adalah iya ,tak peduli apa .Setahunya tidak ada satupun teman dari eommanya yang bisa memasak sushi sebaik Minho..

“Hmm..,hari yang indah ,melelahkan tetapi masih ada kejutan menyenangkan…,”Hyun Ae memejamkan matanya ,ia tersenyum mengingat betapa bahagianya ia hari ini..


Day Seventeen

Rabu

Hasil Kerja Keras


Hyun Ae membuka kedua matanya ketika matahari pagi sudah memaksa dirinya untuk segera beranjak. Tentu saja ,Minho tidak ada disudut manapun seperti yang bisa kalian tebak ..Apalagi kalau bukan kesibukannya sebagai seorang artis itu?Menyita begitu banyak waktu ,sehingga rumah terlihat seperti bukan rumah lagi karena ia terlalu banyak tinggal di luar sana. Hyun Ae menerawang kearah jendela yang mempertontonkan matahari yang hamper menggantung sempurna diatas awan..

Uang 3000 won dan secarik notes ,ia percaya akan ditemukan di ruang makan seperti biasa..Dan lihat ,benar saja kan..,tangan Hyun Ae meraih notes tersebut ,mengharapkan satu lagi sambutan hangat dari Minho..

‘Pagi malaikat kecil ,mungkin kita takkan bertemu sampai dengan besok pagi *sebenarnya sih ,kau yang tidak akan bertemu denganku ,kalau oppa kan selalu pulang pagi dan melihatmu terlelap di sofa XO* Semoga kau bisa menjaga dirimu dan menolak untuk melakukan hal-hal gila yang membuat oppa terkena serangan jantung..’

Hyun Ae berhenti membaca dan terkekeh sejenak ,ia menggelengkan kepala dan melanjutkannya lagi..

‘Um..,tadi pagi oppa sempat masak sushi lagi untukmu..*demi melihatmu makan lahap ,oppa rela-rela saja bangun di pagi buta..=D* Jadi bawalah sushi itu sebagai bekal atau lebih baik dimakan untuk sarapan saja..,aku masih menyelipkan 3000 won seperti biasa ,nikmatilah hari yang cerah ini ..AZA!!~Lee Min Ho’

Okay ,sekarang Hyun Ae sadar kalau dihadapannya juga ada sebuah kotak bekal bewarna pink dan bergambar hello kitty yang begitu menggemaskan..Hyun Ae tersenyum ,di atas kotak bekal itu lagi-lagi ada notes lainnya dari Minho..

‘Lucu kan?Aku membelinya kemarin di mal *tentu saja membeli dengan diam2x ,apa kata orang kalau mendapati Minho ternyata menyukai hello kitty XD*..,bahkan akupun tak tahan dengan manisnya hello kitty ..,maka memutuskan untuk beli ..semoga kau suka..=)’

***

Tak ada yang berbeda hari ini dengan hari sekolah yang lain..Rutinitas yang biasa yang harus dijalaninya dengan penuh semangat..Hyun Ae terus tersenyum selama 2 jam pelajaran pertama ,kau tahu ,karena kotak makan hello kitty itu yang ada di dalam tas nya..Ia mencatat semua pelajaran dengan baik dan berharap waktu berjalan dengan cepat untuk membawanya keluar beristirahat dan menikmati sushi-sushi buatan Minho..

Waktu istirahat tak pernah lebih istimewa dibandingkan dengan hari ini..,hanyalah selipan biasa di hari sekolahnya ,yang tak pernah sedikitpun diinginkan Hyun Ae..

Waktu istirahat berarti kesendirian yang lainnya ..,percayalah tidak akan ada seorangpun yang akan mencari nama Hyun Ae ataupun sekedar duduk di sebelahnya di kantin sekolah…Ia benar-benar anak yang biasa..,dan mungkin kalau boleh kutambahkan ,sungguh terkucilkan diantara teman-teman yang lain..,seperti yang kubilang ,teman-temannya hanya menggangap Hyun Ae sebagai apalah..,kertas yang rusak ,yang baik-baik saja jika diinjak-injak dan dibuang begitu saja ketika tidak diperlukan..Menyakitkan namun begitulah kenyataan yang terukir ..,dimata temannya ia hanyalah ‘sampah’ yang berada di sekitar mereka…Sungguh aku tak mengerti kenapa mereka terus memprioritaskan uang dan uang ,seolah uang yang berbicara atau apa?Hanya karena Hyun Ae miskin dan tanpa ayah ,semua harus memperlakukannya dengan begitu menyakitkan..Misalnya saja Su Hee..,akuilah kalau ia memang benar-benar anak orang kaya ,anak seorang pengusaha sukses yang memiliki rumah seperti istana ,juga mendapati apapun yang diinginkannya dalam sekejap mata..,semua orang menghormatinya padalah mereka hanyalah munafik ,toh yang dipikirkan akhirnya tetaplah uang dan uang ,nyatanya Su Hee yang benar-benar bodoh dan buta akan uang itu juga puas dengan semua kemunafikan teman di sekitarnya dan tidak berkomentar atau berkeluh tentang itu..

Tetapi bagaimanapun juga ,aku dan kalian percaya kalau Hyun Ae anak yang berbeda maka ia takkan pernah puas seperti Su Hee..,karena ia orang yang tulus maka ia juga mengharapkan ketulusan di sekitarnya bukanlah kemunafikan..

Jadi beginilah sekarang ..,Hyun Ae akan sangat senang duduk sendirian di dalam gudang pada saat istirahat….

***

Biasanya ia tak pernah berebut keluar kelas pada waktu istirahat.Yang dilakukannya biasa adalah duduk diam di kelas sambil emperhatikan semua teman yang menggengam bekal mereka ,saling berebut keluar melewati pintu yang sungguh sempit untuk ukuran 2 orang ,namun mereka tetap memaksanya dengan begitu bersemangat..Disaat kelas sudah sepi ,barulah Hyun Ae menapaki kakinya dan berjalan keatas gudang ……

Tetapi tidak dengan hari ini ..,ia mengikuti anak-anak lainnya ,berebut keluar…Terdengar sangat bukan Hyun Ae eh?Kelihatannya sushi Minho benar-benar menggugah seleranya..,sampai-sampai ia melakukan kesalahan..,yang sungguh…,amat buruk pada saat itu..

“HEII!!!”

Semua anak yang masih tinggal di kelas memandang kearah kerumunan di pintu dengan mulut menganga..

“BODOH..KAU BENAR-BENAR BODOH..,APAKAH TIDAK BISA LIHAT?”Su Hee berteriak di hadapan Hyun Ae yang tertunduk merasa bersalah karena telah tidak sengaja menyengol bekal makanan milik Su Hee dan menjatuhkannya…

“LIHAT APA PERBUATANMU!!”cecar Su Hee ,ia melirik kearah teman-temannya ,mengeluarkan pandangan menyakitkan agar semua teman menyalahkan Hyun Ae ..Dan benar saja ,bisikan dan cibiran sinis mulai terdengar samar-samar di telinga Hyun Ae yang memanas kesal..Ia tahu ia salah ,tetapi ia tidak sengaja dan apakah harus begini?

“Mi..,miyane..,”Hyun Ae meminta maaf ,suaranya benar-benar penuh penyesalan ..Kali ini ia memang bersalah dan tidak akan mengelak..

Hyun Ae memunguti semua bekal Su Hee yang tercecar berantakan di lantai ,tetapi Su Hee mengangkat kerahnya dan menyuruhnya berdiri..

Hyun Ae hanya diam..,ia benar-benar tak bisa mengelak atas semua ini..Dalam hati terus menyalahkan dirinya kenapa mesti membangunkan amarah Su Hee yang jelas-jelas sudah membencinya dengan sangat..

“Miyane..,apa yang bisa kulakukan?”Tanya Hyun Ae menyesal ,ia berusaha menelan tatapan dinginnya saat itu ketika berpandangan dengan Su Hee dan usahanya sedikit berhasil ,mungkin Su Hee akan sedikit memaafkannya..

Sejenak alis Su Hee mengeriyit marah ..,pandangan sinisnya penuh tampang berpikir ,tangannya masih menggengam erat kerah Hyun Ae ..Suasana menjadi hening dan begitu tegang ,tidak ada satupun yang berani beranjak ataupun mengeluarkan suara ,semuanya begitu seru memandangi Su Hee dan Hyun Ae seolah mereka sedang menonton 2 petinju yang beraksi panas di atas ring…

Su Hee menaikkan satu alisnya dengan senyuman licik..,ia mendesah ,dan menlarikan pandangannya kearah kotak makan hello kitty yang digenggam erat Hyun Ae .Kedua tangan Hyun Ae mencoba menyembunyikan kotak bekal itu dibalik genggamannya namun usaha yang kubilang benar-benar nol besar karena pada akhirnya kotak bekal itu menjadi sasaran Su Hee juga..

“Berikan itu padaku ..,”cibir Su Hee pada Hyun Ae..

Hyun Ae menggelengkan kepalanya ,menolak untuk memberikan kotak bekalnya pada Su Hee..

“CEPAT BERIKAN!!”Su Hee mengeram tidak sabar ,ia memaksa Hyun Ae melepaskan kotak makanan itu dan apa lagi yang bisa kalian harapkan ketika melihat Su Hee yang begitu tinggi dan kuat dibandingkan dengan Hyun Ae yang terlihat ciut selain kekalahan di depan mata…

Hyun Ae mengepalkan tangannya begitu erat ketika melihat kotak bekalnya dalam genggaman Su Hee..

Satu kelas terdiam menunggu aksi Su Hee selanjutnya..

Dan mereka membelalak tidak percaya ketika Su Hee membuka kotak makanan itu dan membuang semua sushi di dalamnya ke tong sampah sampai benar-benar tidak ada satupun yang tersisa ….

Muka Hyun Ae memerah ,seolah semua darah sekarang berada di dalam kepalanya ..Ia marah namun tetap mencegat dirinya untuk menahan semua ini ..Su Hee tersenyum penuh kemenangan ketika ia mengira dirinya berhasil membuat Hyun Ae marah..Lalu ia melemparkan dengan kencang kotak makanan itu ke lantai…

DASHHH..

Bunyi itu begitu menyakitkan telinga Hyun Ae dan mengiris hatinya..

Suara ‘AH’ terdengar dari mulut setiap anak yang melihat apa yang dilakukan Su Hee..

“Itu yang bisa kau lakukan anak bodoh ,DIAM dan menatapku melakukan hal-hal menyakitkan padamu..Kau memang PANTAS mendapatkannya..Kenapa?Karena kau hanyalah seorang sampah tanpa ayah yang sudah melenyapkan makan siangku…,”cibir Su Hee sebelum ia keluar meninggalkan kelas..Setiap kata yang keluar dari mulutnya ,menyanyat luka yang sudah mengganga di hati Hyun Ae dengan begitu dalam…Sampai-sampai Hyun Ae meragukan dirinya ,apakah semua luka ini dapat disembuhkan lagi?Luka yang begitu parah ini…

***
Hyun Ae duduk diam di lantai gudang yang terasa begitu dingin ,saat ini semuanya terasa begitu dingin dan menyakitkan bagi dirinya..

Toh apa yang bisa dilakukannya selain berdiam diri..

“Itu kan memang salahku ..,”bisik Hyun Ae kecil ,,”Seharusnya aku terima diperlakukan seperti itu kan?”ia tersenyum menyakitkan sambil memandangi kotak makanannya yang retak…,tetapi hatinya terlalu sakit untuk mengiyakan semua pernyataan ini ..,terlalu sakit sampai-sampai mau memberontak..

Ia ingin berteriak di depan Su Hee ,ia ingin berteriak ,bahwa sushi yang telah dibuangnya adalah hasil kerja keras seorang Lee Min Ho yang sudah rela bangun di pagi buta padalah dirinya sudah lelah bekerja begitu keras..,dan demi melihat Hyun Ae makan dengan lahap ,ia rela membuang waktu tidurnya dan membentuk butiran-butiran nasi itu menjadi sushi yang lezat…Membungkusnya dalam kotak bekal yang begitu bagus yang sudah dibelinya dengan mahal ,dan sekarang retak karena perbuatan Su Hee…..Itu adalah hasil kerja Minho ..Kenapa?Kenapa harus diperlakukan begitu tidak adil…

Sekejap itu juga amarah Hyun Ae yang mereda menjadi naik lagi..Ia berdiri dan menendang tembok di sekitarnya seperti orang yang kehilangan kendali…Ia terlalu marah untuk memendam semuanya ,terlalu marah sampai-sampai tak tahan lagi..

“KAU KEJAM!!KAU KEJAM!!AKU BENCI..,AKU TAHU AKU SALAH ,LALU KENAPA KAU TAK MENGHUKUMKU SAJA TETAPI MEMBUANG SEMUA HASIL KERJA KERAS MINHO OPPA DENGAN SIA-SIA…KENAPA??AKU RELA JIKA KAU MEMUKULKU SAMPAI 100X ,JIKA ITU MEMBUATMU PUAS ..AKU AKAN DIAM..!!ASALKAN KAU TIDAK MELAKUKAN APA-APA PADA BEKALKU…PADA KERJA KERAS LEE MIN HO OPPA!!”teriak Hyun Ae ,ia menangisi semua ini dengan begitu menyedihkan..,melampiaskannya ..,dan berharap Su Hee mendapat balasan..,tetapi tahu semuanya adalah sia-sia belaka ,ia takkan memiliki kekuatan apapun..

***

Day Eighteen

Kamis

Cerita Dibalik Pelangi


Sore-sore yang dingin setelah Hyun Ae pulang sekolah..

Sehari lagi untuk sendiri.,pikirnya..Sesungguhnya Hyun Ae memaklumi ini semua dan ia agak tenang karena tidak bertemu Minho hari ini…Memang aneh kan?Diri kecilnya terpuruk dalam dua pilihan ,di satu sisi ia sangat ingin melihat Minho dan disisi lain ia menolak untuk menemui Minho..

Mengingat kejadian kemarin ,ia percaya tak akan pernah sanggup lagi untuk bertatapan dengan Minho..Bagaimanapun ,melihat kotak bekal yang sudah retak itu saja ,hatinya menjadi begitu ngilu ,apalagi melihat Minho..Ia akan dihantui rasa bersalah yang sangat..

Hyun Ae mendesah ,ia duduk di balkon ,pada sore yang dingin dengan segelas susu hangat di tangannya..Masih memikirkan semua ini ,walaupun sesungguhnya ia sangat ingin berhenti dan muak akan semuanya..,tetapi masih saja tidak bisa mengelak akan kenyataan ini..,tepatnya ,kenyataan yang menyakitkan ini…Suara nyaring lemparan Su Hee dan gambaran ketika ia membuang satu persatu sushi itu masih terngiang jelas di dalam pikiran Hyun Ae ,membuat pikirannya semakin gila dan hatinya semakin sakit saja..

“AHHH!!!”Hyun Ae menggelengkan kepala ,ia memejamkan mata mencoba membuang semuanya jauh-jauh ,”Pergilah kalian ,jangan membuatku semakin bersalah..”jerit Hyun Ae pada pikriannya sendiri....

Awan sore terlihat begitu  murung sehabis hujan ,sama seperti dirinya sekarang…

Sebuah pelangi yang mengihiasi langit ,membuat pikiran Hyun Ae berkelana akan memori lamanya..


***

“Sudah..,jangan bersedih lagi ..,”hibur Hyesun ..

“Tapi ini nilai terjelekku ..,”gumam Hyun Ae sambil menatap kearah kertas ulangannya ..Angka 50 dengan spidol merah terisi didalam box nilai pada ujung kiri kertas..

”Kau sudah bekerja keras ,hargailah kerja kerasmu ,jika kau terus menuntut kesempurnaan ,kau tidak akan pernah bisa menghargai apa yang dinamakan kerja keras ,”gumam Hyesun ,ia mengelus rambut panjang Hyun Ae dengan sayang..

Hyun Ae memandangi Hyesun dan berbisik ,”Gumawo..,”nada bersalah masih terdengar samar ketika ia berbisik pelan..

Hyesun menatap kearah jendela..,ia tersenyum simpul ,ketika tiba-tiba mengingat sesuatu…,”Kau lihat ,pelangi mengantung di awan yang murung sehabis hujan..,ia terlihat sama sepertimu..,”kekeh Hyesun..

Mata besar Hyun Ae hanya menatap eommanya bingung..,”Oh?”

“Kau lihat kan?Pelangi itu..,begitu cantik bukan?”

Hyun Ae mengganguk polos..

“Ia begitu cantik namun selalu cemberut!”dengus Hyesun..

“Uh?”Hyun Ae masih bingung dengan pernyataan eommanya..

“Kau perhatikan ,pelangi selalu melengkung kebawah ,sama seperti orang yang sedang cemberut..,ini sangat menggangu ku..,”kata Hyesun kesal..

Hyun Ae tertunduk mengingat dirinya dari tadi terus menunjukkan cemberut ,”Apakah aku menggangumu?”tanyanya ragu..

Hyesun mengacak-acak rambut Hyun Ae ..,”bukan kau yang menganggu tetapi cemberutmu itu..Kau sama seperti si pelangi ,diberi paras begitu cantik namun selalu cemberut..,”kekeh Hyesun..

“Apakah eomma suka pelangi..,”Tanya Hyun Ae ,ia menatap pelangi dibalik jendela dengan kekaguman ..,beragam warna dalam satu garis..

Tetapi Hyesun tidak pernah menjawab pertanyaan yang satu itu ,ia hanya tersenyum dan mengelus Hyun Ae..,”Tertawalah jangan cemberut..!”goda Hyesun sambil mengelitiki perut Hyun Ae..

“AHAHA…GELI!!!”protes Hyun Ae berusaha lari dari pelukan eommanya ..


***
Hyun Ae hanya tersenyum mengingat kejadian itu ..,”Aku rindu eomma..,aku rindu senyumannya ,masakannya ,suaranya …,”bisik Hyun Ae pada dirinya sendiri..Ia berusaha tersenyum ,berusaha walaupun keadaannya tidak memungkinkan ,tetapi ia terus meningat kata-kata Hyesun yang terngiang begitu kuat seolah mengingatinya ,”Tertawalah jangan cemberut..!!”

Hari yang berat ,sudah hari ke 18 ia lepas dari eommanya ..Bahkan terimalah kenyataan membingungkan ini bahwa Hyun Ae tidak tahu sama sekali kemana eommanya tiba-tiba menghilang..Ia hanya tahu ,ia terbangun di depan apartemen Minho.. Dan disinilah ia sekarang ..,bertanya-tanya kenapa bisa begitu cepat akrab dengan Minho dan tanpa sadar mulai menghilangkan eomma dari pikirannya..,jauh dalam hati kecilnya ,Hyun Ae tahu ia rindu sosok eomma yang selalu menemaninya ,tetapi perlahan Minho mulai merasuki hatinya dan mengecoh semua ini ,seolah meminta tempat juga di dalam hati Hyun Ae…


Day Nineteen

Jumat

Ingatan Akan 3000 Won


Ia memang masih berseteru dengan Su Hee…Selama beberapa hari ini ,Hyun Ae terus memaksa dirinya untuk tidak membalas ataupun membenci Su Hee .Tetapi ia tak bisa menyembunyikan tatapan tajamnya setiap kali mereka berpapasan..,tak bisa berkutik dengan yang satu itu seolah itulah Hyun Ae ,yang telah melekat pada dirinya dan takkan bisa dihilangkannya..

Selama beberapa hari ini juga ,Hyun Ae merasa tidak terlalu peduli dengan dunia sekitarnya kecuali semua masalah yang menghampirinya..Pikiran Hyun Ae hanya berputar pada satu pusat antara masalah dan memorinya…,sehingga membuatnya melupakan dunia nyata..

Ingatan akan 3000 won yang diberikan Minho kembali menguat dalam pikirannya setelah ia mengabaikan semua ini beberapa hari sebelumnya…Secara tak sadar ,ia hanya memasukkan semua 3000 won setiap harinya tanpa pernah menghitung berapa jumlah yang sudah terkumpul ..,toh ia peduli?
Ia tak bisa peduli pada apapun kecuali pikirannya ,begitulah Hyun Ae beberapa hari ini…Seperti hmm..,menjadi egois ?Tapi rasanya tidak..,aku tak mengerti apa yang tepatnya terjadi begitupun dengan Hyun Ae..

Kau tahu ,sekarang uang di dalam toples itu ,sama hal nya seperti hujan yang mentes lalu tanpa disadari berhenti begitu saja..,semua nya tanpa disadari berlalu begitu cepat..

27000 won telah terkumpul ,membuat Hyun Ae tersenyum simpul…

Hal ini sangat berharga baginya …,dan ini semua membuat Hyun Ae terkekeh..

Akhirnya setelah beberapa tahun ,ada juga barang yang benar-benar berharga di dalam gudang yang rusak ini…,begitu piker Hyun Ae..

Penilainku ia benar-benar salah…,sungguh..,akrena ada satu permata yang lebih berharga daripada uang itu ,permata yang tidak akan dapat dibeli dengan uang..

***

27000 Won itu membuatnya ingat akan patung coklat secara tiba-tiba ,maka sore hari setelah pulang sekolah ,Hyun Ae berjongkok di depan etalase dan memperhatikan patung coklat itu..

“Ternyata masih ada!”bisik Hyun Ae puas…,kakek penjaga di dalam sana dapat melihat Hyun Ae dan tersenyum manis padanya lalu melanjutkan beberesnya..

Hyun Ae memainkan jarinya pada kaca etalase ,ia masih berharap akan memeluk patung coklat itu secepatnya..

***

Day Twenty

Sabtu

Noda


Ini hari keberapa ia tidak menemui Minho?

Hyun Ae tidak begitu sadar ,malam dan siang berganti ,Minho pulang di pagi buta dan pergi lagi dalam hitungan jam…

Dunia mereka sangat berbeda ,susah untuk mempertemukan keduanya sekarang..

Hyun Ae bangun lebih pagi hari ini ,berharap ketika ia membuka matanya ,ia akan menemui Minho..,tetapi ia tahu kenyataannya tidak akan segampang itu…

Apartemen kosong ,di setiap sudut ruangan …Hanya ada dirinya ,begitu sunyi ,ia menyadari kalau Minho sudah pergi ..,lagi…Hyun Ae menghela nafas..

Sekarang yang ia harapkan hanyalah ,secarik notes yang akan muncul di meja makan…

Tetapi untuk hari ini bukanlah notes itu yang menarik perhatian Hyun Ae pertama kali melainkan sebuah dress yang ada di sebelahnya ,masih terbungkus rapi..

“Oh?”Hyun Ae duduk dan menatap dress itu lebih jelas..

Dress bewarna putih gading yang ditenun begitu rapi membentuknya ,sebuah pita bewarna hitam menghiasi dress tersebut ....Label harganya tentu saja sudah dipotong karena Minho tahu persis apa yang akan dipikirkan Hyun Ae jika sampai mengetahui yang satu itu..

Hyun Ae bergegas ke kamar mandi untuk membasuh tubuhnya ,bersemangat ingin cepat-cepat memakai dress barunya..

***

Hyun Ae bebersih sejenak sampai ia menyadari kalau ia telah melupakan notes dari Minho yang belum dibacanya..

Hyun Ae yang sudah rapi dengan baju barunya ,menyandarkan sapu di tangannya ke tembok dan segera menghampiri meja makan ,tempat Minho biasa menaruh notes dan uang 3000 won..

Dan kalian tahu ,sesuatu yang begitu mengejutkan membuat hati Hyun Ae mencelos…

“OH tidak!”bisik Hyun Ae pada dirinya sendiri ,ketika ia melihat noda merah kental yang menetes di notes tersebut ..
Hyun Ae menggosok hidungnya ,”Oh tidak..,”katanya lagi ,darah memenuhi tangannya..

Hyun Ae berlari kedalam kamar mandi ,tetapi ia tak sanggup..Tiba-tiba kelemahan menjangkit kedua kakinya ,seolah mencegatnya untuk berjalan lebih cepat..

Ia terus mendongakkan kepala ,berusaha agar darah yang menetes tidak mengenai baju barunya..
Tetapi apakah yang terjadi?Ia malah jatuh tersungkur di lantai ,kepala Hyun Ae membentur lantai ketika ia sudah tidak kuat lagi..

Mengagetkan?Hanya dalam hitungan menit ,Hyun Ae yang bersemangat sedang menjalani Sabtu cerah ,tiba-tiba menjadi begini?Tersungkur di lantai tanpa bisa bangun …Kekuatannya habis ..,dengan tiba-tiba?Oh begitulah..,kalau kalian menyadari…Memang benar, sungguh sesuatu yang salah telah menjalari tubuhnya..

“Ini buruk..,”gumam Hyun Ae menatap darahnya yang tak mau berhenti ,sekarang menodai lantai ,kepalanya menjadi pening tanpa sebab ,penglihatannya buram tak keruan ..,oh ya ,ini benar-benar buruk ,aku pun tak bisa memungkirinya..Anak yang malang di tengah kesendirian…-END CHAPTER


« Last Edit: January 27, 2010, 12:36:24 am by endree_noona »

And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: Heavenly Angel Lullaby
« Reply #6 on: January 27, 2010, 07:33:25 pm »
noona b, nanya si monyong kapan nih ff ini diteruskan  [biggrin] udah penasaran ama kelanjutan ceritanya, apa sebenarnya yg terjadi dgn hyesun dan siapa sebenarnya appa dr hyun ae  whistling

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile
Re: Heavenly Angel Lullaby
« Reply #7 on: January 28, 2010, 05:56:50 am »
Ok mami sama daku juga penasaran tuh kl nurut daku appanya yh si minong ini tapi kan karakternya hyung joon gak dijabarin cmn dikasih clue kl ntu cowok brengsek  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] kl nurut dikau appanya sopo mam  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^

Offline Amira

  • Police
  • Senior
  • *****
  • Posts: 613
  • Location: East kal
    • View Profile
Re: Heavenly Angel Lullaby
« Reply #8 on: January 28, 2010, 08:15:19 am »
Iya nih ndree tanyain dah lm ga diupdate miny... Klo diliat sifat n prilaku-a sih ama ama mino jd ya appa-a mino.

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: Heavenly Angel Lullaby
« Reply #9 on: January 28, 2010, 08:50:17 am »
noona b, gw udah koment dr dulu di LI klu appanya hyun ae pasti si mino  [hmpfh] [hmpfh]

bultang, setuju kan  [biggrin]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline IZZ

  • Police
  • Full
  • *****
  • Posts: 271
  • MinSun Is Real ^^
    • View Profile
Re: Heavenly Angel Lullaby
« Reply #10 on: January 28, 2010, 12:20:43 pm »
^
^
setuju dongsaeng mana update-annya nih???
iya gw juga ngerasa klo mino pasti ayahnya si hyun ae ya kan dongsaeng?? hehe...
siggy by endree noona ^^v

Offline Amira

  • Police
  • Senior
  • *****
  • Posts: 613
  • Location: East kal
    • View Profile
Re: Heavenly Angel Lullaby
« Reply #11 on: January 28, 2010, 10:08:44 pm »
Iya mam setuju kita khan dah di li nerka klo appa-a hyun ae mino...

Offline Surie_Riri

  • Full
  • ***
  • Posts: 297
  • i'm silent reader, mian...
    • View Profile
Re: Heavenly Angel Lullaby
« Reply #12 on: March 11, 2010, 09:19:21 pm »
kapan dipdate nif, ff yg satu ini...
penasaran poll... [jumpy] [jumpy] [jumpy]


[lovestruck]

Offline Surie_Riri

  • Full
  • ***
  • Posts: 297
  • i'm silent reader, mian...
    • View Profile
Re: Heavenly Angel Lullaby
« Reply #13 on: March 12, 2010, 10:24:49 pm »
[2vil3jc] miny.... kamu dimana??? cepet diupdate dong!!! [2vil3jc]

gimana nasibnya Hyun Ae??? Kapan ketemu mamanya lagi??? 
[smiley-gen013] update  [smiley-gen013] update  [smiley-gen013] update  [smiley-gen013]
[lovestruck]

Offline helen XD minsun

  • Newbie
  • *
  • Posts: 11
  • the true love
  • Location: indonesia tanah tercinta wkwekwek XD
    • View Profile
Re: Heavenly Angel Lullaby
« Reply #14 on: April 12, 2010, 05:08:47 am »
[smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013][/move]