Day Eleven
Begitu Bagus ,Terlalu Mahal
Kamis
“Hari ini aku akan sangat sibuk ,oppa sudah memulai syuting sebuah iklan ,jadi untuk seminggu kedepan ,mungkin kau akan banyak sendirian di rumah ,”jelas Minho pada saat sarapan..
“Tak apa oppa ,Hyun Ae sudah terbiasa ,sungguh ,”katanya sambil melemparkan senyuman manis ,di sekeliling kepalanya terdapat perban putih yang mengitari..
“Kalau begitu ,oppa lebih khawatir kau melakukan hal yang aneh-aneh yang akan menyebabkan dirimu lebih celaka lagi ,”kata Minho sambil melirik luka pada kepala Hyun Ae dengan tampang khawatir..
Hyun Ae terkekeh kecil ,”Wah ,tak apa ,aku tak pernah mencelakakan diriku ,”akunya..
“Lalu di kepalamu itu apa?”Tanya Minho seraya melahap rotinya..
“Ini..,luka ,apa lagi?”goda Hyun Ae..
“Maksudku ,hasil kecerobohanmu yang sangat tak bertanggung jawab bukan?”
“Bukan ,”Hyun Ae tersenyum kecil sambil menundukkan kepalanya..
“Lalu?”Minho menolehnya bingung ..
“Bukan,jawabannya hanya bukan..,”bisik Hyun Ae pelan..,ia membereskan semua piring kotor dan beranjak mencucinya dalam diam tanpa memperdulikan Minho..
Mulai lagi ,pikir Minho..
***
Hyun Ae duduk ,sudah terlihat rapi dengan bajunya yang warnanya sudah sedikit pudar ,ia memakaikan sepatu hitam lama pada kedua kakinya..
Minho yang berdiri menatap Hyun Ae sambil menyeruput segelas kopi..,ia bergumam ,”Bukankah waktu itu oppa membelikanmu sepatu baru?Mengapa kau tidak memakainya?”Tanya Minho..
“Hmm..,sepatu ini belum rusak ,akan sangat sayang sekali jika aku memakai sepatu baru yang bagus itu..,”jawab Hyun Ae sambil tersenyum lebar ,lesung pipit nya yang tajam tertanam begitu jelas pada kedua pipi merahnya..
Hyun Ae berdiri ,hendak bergegas meninggalkan apartemen ketika Minho mencegatnya..,”Tunggu..,tunggu disini ,”papar Minho dengan terburu-buru ia melangkahkan kedua kakinya ,berjalan memasuki kamar dan keluar dengan seggengam uang di tangannya..
“Untukmu jajan ,”Minho menyodorkan uang itu pada tangan Hyun Ae..
“Oppa..”Hyun Ae menggelengkan kepalanya melihat uang 3000 won yang ada di genggamannya..
Minho hanya tersenyum dan mendorong Hyun Ae perlahan keluar ,”Cepat atau kau akan terlambat..!”
***
Kedua kakinya berjalan begitu lambat..,Hyun Ae menapaki tangga demi tangga dan akhirnya ia sampai di perhentian terakhir dari tujuannya..
Yah ,gudang sekolah..
Bau amis darah menyengat hidungnya yang begitu tajam..,ia mendelik ngeri kearah darah kering yang membekas di lantai tepat dimana ia jatuh..,Hyun Ae menggesekkan sepatunya kelantai berharap penampakan darah itu akan hilang ..,tetapi setelah beberapa menit ..,Hyun Ae menyadari kalau darah itu sudah begitu kering dan lengket ,maka ia duduk tersungkur di pinggiran ,menghela nafas panjang sambil memandangi langit cerah hari ini lewat satu-satunya celah kecil diatas....
Hyun Ae merogoh saku bajunya ,uang 3000 won terpampang dalam tangan kecilnya..
“Buat apa sebanyak ini ,”gumamnya..,ia tidak suka jajan ,biasanya eommanya yang menyiapkan bekal setiap hari..
Sebuah toples berkarat di halangi oleh kardus-kardus begitu menarik perhatian Hyun Ae .Ia menghampiri toples itu dan membukanya..,kosong!tidak ada apapun di dalamnya kecuali bau lembab..
“Ah!!!”Tiba-tiba otak Hyun Ae memberikannya ide cemerlang ,ia menaruh uang 3000 won itu kedalam toples dan menutupnya rapat-rapat..
“Assaa,,ide ini begitu bagus ,”Seru Hyun Ae sambil tersenyum lebar ,lalu ia menyembunyikan toples nya dibalik tumpukan kardus-kardus yang berdebu itu..,tepat ketika bel berbunyi ,Hyun Ae berjalan meninggalkan gudang dengan penuh kesenangan..
***
Seusainya jam sekolah ..,
“Wuaah..,”kedua mata Hyun Ae terpaku di depan kaca sebuah etalase toko coklat..
HERSEY: HOUSE of CHOCOLATE’
Hyun Ae mendongakkan kepalanya keatas untuk melihat spanduk dari toko tersebut ,”Choco..late..,”
Berbagai macam bentuk dari coklat yang terpampang begitu menggugah hati kecilnya .Sebuah miniature rumah terbuat dari coklat menarik perhatian Hyun Ae ,namun harga miniature itu membuat hatinya mencelos..
“300.000 WON!!Begitu bagus namun terlalu mahal!!!”kedua matanya membelalak..,Hyun Ae menggelengkan kepalanya tidak percaya ..,lalu ia mencoba mengalihkan pandangannya pada coklat yang lain..
Tepat di pinggir kiri ,sebuah patung yang terdiri dari ayah ,ibu ,dan seorang anak perempuan dalam gendongan ayahnya membuat mata Hyun Ae berbinar-binar ,..patung itu tertempel menjadi satu ,terbuat dari coklat putih yang dihiasi oleh gula-gula yang macam-macam warnanya ,ukurannya sedang ,memang cocok dimakan untuk bertiga. Hyun Ae mencoba untuk melihat harga dari coklat itu..,”57.000 won?”
***
Sudah larut malam ,tepatnya jam 11 ,seperti biasa ,Hyun Ae duduk bersembunyi dibalik sofa sambil memeluk diary dan pena pink kesayangannya..
Patung keluarga yang terbuat dari coklat itu masih tergiang didalam pikirannya..,Hyun Ae menghela nafas seraya bergumam ,”57.000 won ,jika oppa memberikanku 3000 won saja per hari ,dalam waktu 19 hari aku akan mendapatkannya ..Asaa..,pasti bisa..!!!”malam itu tekad Hyun Ae begitu bulat ,ia berbaring di sofa ,perlahan matanya mulai menutup..
***
Day Twelve
Sibuk Namun Tak Pernah Lupa
Jumat
Hari ini sekolah akan usai lebih cepat ,begitu senangnya Hyun Ae sampai ia membuka matanya lebih pagi hari ini..,ingin cepat-cepat menyelesaikan semuanya..
Langit masih gelap tak bercahaya ,suara dari bawah jalanan juga masih sepi ..,burung-burung hitam yang melintas terlihat samar lewat kaca balkon..
Hyun Ae mengucak kedua matanya ,lalu segera bangun dan meninggalkan sofa..
Ritual paginya seperti biasa adalah mencuci piring ,menyiapkan sarapan ,dan bersih-bersih..,apartemen Minho menjadi jauh lebih baik dan tertata semenjak kedatangan Hyun Ae ,tak pernah seharipun Hyun Ae lalai dalam mengerjakan semuanya..
Sepucuk surat putih tampak mencolok diatas meja makan ,Hyun Ae meraih amplop itu ,tertera jelas nama ‘Hyun Ae’ pada bagian depan amplop tersebut..
Tangan kecil Hyun Ae dengan sigap membukanya ,uang 3000 won dan sebuah notes terususun rapi di dalam nya..
‘Sarapan dan bergegaslah ke sekolah ,oppa tidak akan ada di rumah ,seperti yang sudah oppa jelaskan ,minggu-minggu ini akan menjadi hari sibuk oppa..Kuharap kau tidak mempermasalahkannya malaikat kecil..,ada uang 3000 won ,jatah uang jajanmu untuk hari ini..,LEE MIN HO-‘
“Selalu sibuk namun oppa tak pernah lupa ,”gumamnya..
***
3000 won lainnya masuk kedalam toples ..,sudah 6000 won sekarang ,pikir Hyun Ae..
Bibirnya mengeluarkan senyum simpul ,lalu ia menaruh toples itu ketempat asalnya..
BRAKK..
Toples itu terjatuh dari genggaman Hyun Ae..,”Penglihatan bodoh ,kenapa harus berkunang-kunang lagi ,”Hyun Ae menyipitkan matanya ,pandangan seluruhnya begitu buyar..
Hyun Ae memeganggi kepalanya ,seluruh pikirannya terpusat untuk menjaga keseimbangan tubuh kecilnya yang rapuh..
“Cepat duduk anak bodoh ,”perintah Hyun Ae pada dirinya sendiri ..
Bel tanda usai istirahat mengiang begitu keras dalam kuping Hyun Ae ,ini semua membuat pandangannya jauh lebih kabur ,ia merasa sebuah sarung tinju memukul kepalanya dengan kerasnya berkali-kali..
“Apakah harus secepat ini?”Hyun Ae mencoba untuk menopang tubuhnya dengan benar ,melangkahkan kedua kakinya untuk berjalan lebih cepat menuruni tangga..Lorong-lorong sudah sepi ,setiap kelas sudah memulai pelajarannya..
“Bagus ,kau terlambat..,”Hyun Ae meringis pada dirinya sendiri ,tangan kecil nya masih menempel di kepala ,ia tidak bisa berjalan lebih cepat lagi..
***
“Hyun Ae ,kenapa kamu bisa terlambat ?”Tanya Ms.Su yang meminta penjelasan padanya didepan seluruh kelas..
“Em..,tadi aku..,”
“Paling-paling juga mencuri lagi ..,”Su Hee yang duduk di barisan belakang ,berteriak lantang mengejek Hyun Ae..
Tawa anak-anak di kelas membahana..,kuping Hyun Ae terasa sangat panas ,hatinya mencelos ,kedua tangannya seolah ingin menampar mulut temannya itu ,namun ini adalah Hyun Ae ,yang tidak pernah bisa berbuat apa-apa ,yang tidak memiliki cukup keberanian selain berdiam diri dan menatap tajam mereka semua..
***
Day Thirteen
Album Kenangan
Sabtu
Hyun Ae mendongakkan kepala melihat kesekitarnya…,ia tidak mendapati Minho disudut manapun ..,”Oppa pasti benar-benar sibuk ,pulang tengah malam ,pagi-pagi sudah berangkat lagi..,”
Hyun Ae menyipitkan matanya dan melihat sebuah rok berenda-renda merah jambu yang disandarkan di sofa lainnya ,Hyun Ae berdiri dan meraih rok itu ,ia membaca notes yang tertera padanya..
‘Rok merah jambu yang sangat lucu ,oppa kemarin tidak sengaja melihatnya di sebuah pusat perbelanjaan ,awal yang bagus untuk memulai Sabtu yang cerah ,nikmatilah liburanmu ,semoga kita bisa bertemu malam ini-LEE MIN HO
PS :Penamu ada di kamar tidur oke..,semalam oppa meminjamnya’
Benang-benang lembut yang membentuk rok tersebut menggelitik tangan Hyun Ae ,”Pasti sangat nyaman ,pasti sangat mahal ,”gumamnya sambil tersenyum menatap rok itu senang..
***
Matahari terik menerobos masuk lewat pintu balkon yang transparan ,hari sungguh panas ..,Hyun Ae merogoh tas sekolahnya dan mengambil sebuah kertas berukuran A3 yang masih kosong melompong..
“Tugas essay ..,mengarang tentang ayah ,sebentar lagi hari ayah..,”Hyun Ae menghela nafasnya..,”Apa yang bisa kuceritakan disaat aku tidak tahu apa-apa tentang ayahku?”Ia menatap kertas itu dengan pandangan bosan…,”Tetapi aku harus segera mengerjakannya ,ah …,mungkin sebaiknya aku mengambil pena dulu di kamar oppa..,”kata Hyun Ae dengan pikiran buntu..
Satu-satunya ruang yang tidak pernah ia masuki hanyalah kamar Lee Minho yang selalu tertutup rapat..Hyun Ae meraih gagang pintunya dengan ragu-ragu .
Krekk..
Hyun Ae mengintip kedalam kamar..,lantai kayu yang dingin ,wallpaper bewarna coklat gelap ,mendarat pada pandangan Hyun Ae..,kesan pertama yang didapatinya adalah ,ruangan ini begitu tidak bersahabat,...,seolah tidak mengundang siapapun untuk memasukinya ,apalagi tidur di dalamnya..
Kedua kakinya berjalan memasuki kamar Minho .Meja di ujung ruangan adalah titik pertama yang ia hampiri…
Banyak pena berserakan pada meja itu ,tetapi hal sesungguhnya yang paling mencolok adalah sebuah buku dengan sampul kulit bewarna biru tua..
Tulisan tangan ‘SARANG’ terpampang pada cover album yang polos dan tua tersebut..
Album itu sedikit berdebu ,maka Hyun Ae membawanya juga keluar ke ruang tamu setelah ia menemukan pena miliknya..
Hyun Ae merobek secarik tissue di meja ruang tamu…,tangan kecilnya mulai membersihkan debu-debu pada album itu..,perlahan rasa penasaran untuk membuka album dihadapannya semakin besar..,tangan Hyun Ae sedikit bergemetar ketika ia mulai membuka halaman pertama..,ia sudah lancang ,tetapi ia tidak bisa menahan dirinya..
‘This album belong to :LMH and GHS’
“LMH?Lee Min Ho oppa?GHS?”Ia tampak berpikir sesaat sebelum nama yang tidak asing terpancar dalam pikiran Hyun Ae ,”EOMMA!!GOO HYE SUN!!”serunya ,tanpa basa-basi ,Hyun Ae membalik album itu ke halaman selanjutnya..
Halaman demi halaman dilewati Hyun Ae dengan penuh kejutan ,seolah ia sedang menonton masa lalu ibunya yang selama ini tidak pernah diketahui dirinya sedikitpun ,bagaikan menunggu kejutan demi kejutan pada setiap kali ia membalikkan halaman itu..
Selama ini ,ia merasa sudah cukup mengenal eommanya ,tetapi melihat album dan kenangan ini lebih jauh ,Hyun Ae merasa dirinya tidak tahu apa-apa..
“Seperti inikah?”Hyun Ae tersenyum kecil ,tangannya menggengam album nya begitu kuat..,matanya menerawang ,menatap foto Minho yang sedang merangkul bahu Hyesun dengan pemandangan pantai Jeju-do pada siang hari..
Minho dan Hyesun tampak begitu serasi dengan seragam sekolah mereka ,keduanya berfoto terlihat senang dan memancarkan kebahagiaan.. ,beberapa diantaranya difoto dengan selfcam melalui ponsel ,mulai dari ukuran foto yang mini sampai besar semua terkumpul disitu,,,Hyun Ae hanya terkekeh lemah ,foto-foto itu tampak menggugah hati kecilnya..
“Begitu cantik dan tampan ,”bisik Hyun Ae ,ia menempelkan pipi merahnya pada foto-foto tersebut..,dan memejamkan matanya..,”Segera berakhir?”Hyun Ae menguatkan dirinya untuk membuka satu halaman terakhir..
Satu foto terakhir ,foto terindah dari semuanya ,Hyesun dan Minho dibawah langit malam dan cahaya lembut rembulan ,Hyesun mengenakan sebuah gaun putih dengan rambut panjangnya digerai ,ia tampak duduk disebelah Minho yang sedang mengecup keningnya..Hyun Ae tampak kaget ,juga tampak senang..,ia terkekeh kecil dan melayangkan jarinya meraba foto itu..
Sebuah kalimat yang ditulis dalam ukuran kecil menyadarkan dirinya..,
‘Terima kasih Hyesun sahabatku –Lee Min Ho’
***
Hari sudah mulai senja ,cahaya oranye menyinari Hyun Ae dalam kehangatannya ,ia masih mengenakan rok merah jambu dan merasa tidak ingin melepasnya. Album kenangan masih terngiang kuat di dalam pikirannya ,Hyun Ae berlutut di depan meja ruang tamu dengan kertas A3 nya yang tidak terisi sama sekali setelah berjam-jam lamanya.Seluruh pikirannya hanya terpusat pada eommanya dan oppa Minho ,ia merasa gila ,hanya itu yang dapat dipikirkan sekarang sampai-sampai essay yang seharusnya dikumpulkan pada hari Senin pagi ,terbengkalai begitu saja olehnya..Ia merasa ingin menatap foto-foto itu namun ia tahu kalau semua ini tak bisa dilakukannya ,maka Hyun Ae dengan cepat menaruh album tua itu kembali dan melanjutkan essaynya..
Grekk..
Pintu terbuka pelan ,Hyun Ae mendongak dengan semangat ,”MINHO OPPA?”
Minho muncul dari balik pintu dengan senyuman manisnya ,sarat mukanya menunjukkan kelelahan..,”Wah..,malaikat kecil cantik sekali ,”puji Minho sambil menatap Hyun Ae yang dibalut rok merah jambu..
“Oppa..,”Hyun Ae tersenyum gembira ,akhirnya ia tidak sendirian lagi..Minho menghampiri Hyun Ae dan duduk di sebelahnya ,””Oo..,apakah itu ,kertas yang masih kosong melompong?”
Hyun Ae sedikit tertunduk menatap tugasnya tidak berdaya ,”Tak apa ,”Hyun Ae berdiri dan segera membuatkan secangkir kopi untuk Minho..
Aroma tajam kopi merebak keseluruh ruangan ,Hyun Ae menaruh cangkir porselen itu di depan Minho ,”Hati-hati panas ,”
Minho terkekeh lalu mengelus rambut Hyun Ae ,”Dasar kau seperti ibu-ibu ,”
“Yya..,”Hyun Ae menatap Minho dengan begitu dalam ,mencoba untuk menerawangnya ,ia tak percaya kalau Minho adalah sesosok yang dekat ,sangat dekat dengan ibunya ..,Minho seorang selebriti ternyata..
***
Day Fourteen
Essay
Minggu
Jam 3 subuh ..,Minho tertidur di sofa dengan Hyun Ae yang bersandar terlelap pada dadanya ,Hyun Ae tidur dalam pelukan Minho ,ia tidur sambil memancarkan senyuman pada mukanya..
Minho membuka matanya ,sayup-sayup terbangun oleh suara nafas Hyun Ae yang melengking tinggi ,Minho menatapnya dengan ketakutan ,Hyun Ae harus bernafas begitu keras untuk mendapatkan udara ,tetapi disaat itu ia tetap tersenyum .Mukanya dibanjiri keringat dingin ,Minho mengelusnya dengan sayang, mencoba untuk membangunkannya tetapi ia melihat Hyun Ae yang tidur dengan muka yang begitu bahagia ,ia merasa segan untuk membangunkan malaikat kecilnya..
“Begini menderita namun tetap tersenyum?”Minho menatap Hyun Ae sedih..
***
“Oh oppa ,kau masih disini ?”Hyun Ae yang baru bangun sayup-sayup melihat Minho dengan celemeknya membawakan semangkok bubur untuk dirinya..,”Bubur?”
“Kau makanlah ,”kata Minho ,dibalik celemeknya ,ia sudah rapi dengan kemeja dan jeansnya..,”Aku akan segera berangkat..,oh ya..,apakah kemarin kau sudah mengambil 3000 won mu?Kemarin oppa menyelipkannya di saku rok merah jambu itu..,”jelas Minho polos..
Hyun Ae merogoh sakunya dan menemukan 3000 won yang masih rapi..,”Ah..!Aku tidak melihatnya kemarin..,”
“Um..,araso ,memang aku tidak menuliskannya di note..,eh ini..,”Minho memberikan selembaran 3000 won yang lainnya..
“Gumawo oppa.,,”Hyun Ae tersenyum lebar ,kini pikirannya kembali melayang kepada patung coklat yang dilihatnya kemarin ..
“Yah ..,jaga dirimu ,kau terlihat sakit..,”Minho mengeriyitkan alisnya penuh kecemasan..
“Aku tidak sakit..,”kata Hyun Ae ,mata besarnya memelototi Minho dengan polos....
Minho mendesah dan bergumam kecil ,”Kau saja yang tidak menyadarinya..”
Minho mengabil jas nya dan bergegas pergi ,”Jangan terlalu capek ,araso..”
Hyun Ae hanya mengganguk kecil…
***
Sinar matahari sudah menerangi seluruh pelosok dari ruang tamu .Hyun Ae dihadapkan dengan tugas essay nya sekali lagi..Kali ini ia tahu apa yang harus ia lakukan .Dengan sigap tangan kecil Hyun Ae mulai menulis kata demi kata tanpa ragu..
Ia benar-benar tahu apa yang harus ia tuangkan pada kertas itu..
Dan dalam waktu 30 menit ,kertas berukuran A3 yang tadinya kosong tanpa isi ,menjadi penuh dengan rangkaian kata-kata..
Hyun Ae tersenyum puas melihatnya..
***
Day Fifteen
Siapa Ayahmu?
Senin
Sejak kemarin pagi ,Hyun Ae sama sekali belum bertemu Minho..Siklus mereka berbeda ,Minho pulang tak sampai berapa jam ia akan pergi lagi..,Hyun Ae tidak menyangka kalau ternyata jadwal Minho akan menjadi seketat ini..
Sesungguhnya Hyun Ae sendiripun tak tahu apa yang disibukkan Minho akhir-akhir ini..Apakah syuting atau wawancara atau apa …Minho tak pernah memberitahunya ,ia pun segan menanyakkan semua ini pada Minho..
Roti yang ada pada piring Hyun Ae masih sisa setengah ,ia makan sendirian dalam kesunyian..Hyun Ae menatap roti itu dengan pandangan bosan ,ia merasa tidak nafsu makan..,Hyun Ae mencoba untuk mengingat masa-masanya dulu ketika ia masih tinggal bersama eommanya ,terkadang Hyun Ae harus melihat eommanya berpuasa agar dirinya bisa makan cukup ..,Hyun Ae merasa sedih dan tidak berguna karena ia tak bisa membantu apa-apa..Ekonomi mereka yang cukup-cukupan dan semua hutang yang menjerat kakek neneknya ,Hye Sun yang menjadi tulang punggung keluarga ,terpaksa harus bekerja begitu keras seorang diri membiayai putri dan keluarganya..
Hyun Ae memaksa dirinya untuk terus makan ,untuk tidak membuang makanan yang ada..,sampai potongan terkahir ,ia merasa sangat mual..
Hyun Ae mencuci piring dan membersihkan meja dengan cepat lalu mengambil tas nya di sofa ,mengenakan sepatu dan segera berangkat menuju sekolah ,dimana satu hari yang melelahkan akan dilewatinya sekali lagi..
***
Kelas pagi itu begitu berisik seperti biasa karena Mrs.Su belum tampak ,namun Hyun Ae tetap duduk diam dengan pandangan kosong ,suara teman-temannya terngiang kuat dalam pendengarannya..
Semua anak di kelas memamerkan essay mereka ,bertukar cerita ,semua membanggakan ayah mereka masing-masing ,tertawa begitu bahagia ..
Tidak ada satupun yang melirik Hyun Ae ,yang duduk di pojokan ,seolah dirinya tidak ada bersama mereka,tak ada satupun yang mau peduli ,tak ada satupun yang mau menggangapnya...
Hyun Ae menghela nafas ,dalam hati ia ingin cepat-cepat menyelesaikan ini semua dan kembali ke apartemen Minho yang nyaman ,dimana hanya ada ia dan Minho..yah ,begitulah..
“HEY..,”teriakkan Su Hee yang duduk di tengah kelas bersama genk nya membuyarkan lamunan Hyun Ae..
“ANAK TANPA AYAH ,”tambah Su Hee dengan senyuman liciknya ,suara cemprengnya membuat seisi kelas menatap Hyun Ae dengan pandangan mengejek..,”SIAPA AYAHMU?HAH?APA YANG MAU KAUCERITAKAN ?PALING-PALING SEMUA TULISAN DI KERTASMU ITU ADALAH BOHONGAN ,IYA KAN?”papar Su Hee ..
Hyun Ae memejamkan matanya ,memerintahkan dirinya untuk tidak mendengar ini semua ,Hyun Ae tidak menghiraukan cibiran dan tawa ejekan temannya ,walaupun hatinya pada saat itu seolah tertusuk ,namun ia mencoba untuk menutupinya lagi dan lagi..,
Untungnya Mrs.Su datang dan menyelamatkan suasana..,Hyun Ae tersenyum kecil seiring teman-teman kelasnya mulai kembali ke tempat duduk dan mengunci mulut mereka..
***
Hyun Ae memasukkan 9000 won hari ini..pemasukannya selama 3 hari..,jadi sekarang totalnya adalah 15000 won…,Hyun Ae tersenyum ,walaupun masih banyak jumlah yang harus ia kumpulkan ,tetapi ia percaya dirinya akan mendapatkan patung coklat itu..
Dalam toples tampak penuh selembaran 1000 won yang berjumlah 15 lembar..,Hyun Ae menutupnya dengan hati-hati lalu menyembunyikan toples itu dibalik kardus seperti biasanya ,seiring bel tanda usai istirahat mulai berdering keras..
***
Coklat patung itu masih ada ,pikir Hyun Ae ,ia berdiri di depan etalase toko tersebut..Mencoba menghibur dirinya dengan melihat patung coklat tersebut dan melenyapkan teriakan Su Hee yang terus tertanam di dalam otaknya..
Haraboji pemilik toko memperhatikan Hyun Ae dan memberikannya senyuman manis ,Hyun Ae balik tersenyum lalu pandangannya tertuju pada coklat itu dan berharap ia akan mendapatkannya..
Patung coklat itu bagaikan gambaran dari mimpi terliarnya ..,dimana ia bisa berkumpul bertiga dengan eomma dan appanya ,ia ingin berkumpul bersama ,ia ingin bermain dalam gendongan appanya..Hyun Ae hanya bisa tersenyum kecil memikirkan ini semua..,ia melangkahkan kakinya dan berlalu begitu saja dengan senyuman menghiasi wajahnya..
Masuk kedalam dunia fantasinya ,ia bahkan tidak yakin ini semua akan jadi kenyataan..,Hyun Ae tersenyum simpul pasrah ,berjalan dan berjalan dalam diam..-END CHAPTER