Author Topic: Heavenly Angel Lullaby  (Read 4714 times)

Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile
Re: Heavenly Angel Lullaby
« on: January 27, 2010, 12:34:43 am »
CHAPTER FOUR

Day Sixteen

Selasa

Prajurit


Sekolah terasa sangat lama ,jam terus berdetak ,suara Mrs.Su yang sedang menjelaskan terdengar nyaring di kedua telinga Hyun Ae .Ia bisa melihat Su Hee di ujung sana yang matanya hampir menutup .

Hari semakin siang ,matahari terik mengantung malas di awan-awan menerangi seluruh penjuru dan membuat setiap orang semakin sengsara karena kepanasan .Hyun Ae menatap bukunya ,setetes keringat mengucur membasahi buku miliknya.Lalu setetes lagi ,lagi ,dan lagi .Melebihi keringat yang mengucur pada dahi teman-temannya..

“Tak mau berhenti?”gumam Hyun Ae dalam hati .Baiklah ,kalau jujur ,ia memang tak heran ini terjadi pada dirinya.Dan ia bisa tahu persis bagaimana penampilannya sekarang .Kulit putihnya pasti sudah sepucat mayat ,mungkin akan membuat adik kelas yang melihatnya nangis meraung-raung ketakutan karena mengira dirinya hantu yang muncul di siang bolong. Ini dirinya dan ia terus menyadari semua hal yang sering terjadi pada dirinya ,tanpa tahu apa sebab dan asal semua ini .Tapi toh apakah seorang Hyun Ae akan peduli ..,memikirkan dirinya sendiripun ia jarang .Orang-orang di sekitarnyalah yang sungguh beruntung ,karena yakinlah kalau Hyun Ae lebih menyanyangi diri mereka daripada dirinya sendiri ..

Ia pribadi yang dilahirkan begitu ,jangan Tanya kalau ia masih kecil dan tidak mengetahui apa-apa ..angka 7 yang menjadi identitas umurnya tak pernah menjadi halangan..,justru dialah seorang anak kecil yang cendrung peduli ,cenderung polos ,dan tidak memikirkan diri sendiri .Hyun Ae lebih bahagia jika ia melihat orang di sekitarnya bahagia walaupun dirinya sedang misalnya saja dalam keadaan sekarat tetapi orang di sekitarnya tertawa senang ,maka ia akan memaksa dirinya untuk terus menunjukkan senyuman termanisnya sampai tenaganya habis. Oh lihatlah ,ia memang malaikat kecil ,benar-benar malaikat kecil yang memperdulikan semua orang. Jangan tertipu dengan pandangan dinginnya yang selalu menusuk tajam ,membuat siapapun tidak tahan menatapnya ,ketahuilah itu hanya sebuah tembok tipis yang melindungi hati nya yang rapuh , dibalik semua ketulusan dan kepolosan hati kecilnya. Hati  yang kecil namun memiliki ketulusan yang besar.

Kringggggggg…

Bel usai sekolah .Mulut pucat Hyun Ae membentuk sebuah senyum simpul manis .Akhirnya waktu untuk pulang tiba juga.  Tetap sama seperti anak kecil lainnya ,ia tak pernah bisa menyembunyikan kesenangannya setiap mendengar bunyi bel pulang sekolah.

***

“DORR!!!”Minho muncul dari balik pintu mengangetkan Hyun Ae..

“Oppa!!!”seru Hyun Ae semangat ,ia lari kedalam pelukan Minho yang mengenakan celemek..

“Ei..ei..ei ,awas..,”Minho mengangkat kedua tangannya yang dipenuhi butir-butir nasi ,memperingati Hyun Ae untuk tidak memeluknya..

“Oppa..?,”Hyun Ae memiringkan kepala ,kedua mata besarnya menatap Minho dalam kebingungan..,”Apakah kau sedang memasak sesuatu?”Tanya Hyun Ae ,ia mengendus-endus ,kearah dapur ,banyak wangi-wangian yang bercampur menjadi satu ,tetapi bau amis menyengat hidungnya..

Minho menangguk dengan senyuman ,”Uh-hu..,apakah mau bergabung bersamaku?”

Hyun Ae nyengir sambil mengeriyitkan alisnya ..Raut wajah Hyun Ae membuat Minho tertawa ..,”Kau meragukanku?”

Hyun Ae menggelengkan kepalanya..

“Jadi gimana?Terima atau tidak?”papar Minho pura-pura serius..

“Siap Kapten….”

***
“Asaaa..,sushinya sudah jadi..,”Hyun Ae menepuk tangannya dan bersiap mencomot sushi yang ada di hadapannya..

“Ehh..chakaman..,”cegat Hye Sun..

“Wegude?”protes Hyun Ae menatap eommanya..

“Biar eomma mencoba rasanya dulu..,”papar Hye Sun ..,ia meraih sushi dan menatapnya sedikit jijik..

“Biar aku saja..!”papar Hyun Ae tak sabar ,ia memang menyukai satu hal yang namanya ‘sushi’..,padahal Hyesun tidak begitu menyukainya ,ia bahkan tidak bisa memasak sushi dengan baik ,maka itu ia meragukan sushi di hadapannya yang baru saja dimasak oleh dirinya.

Hyesun mulai mengunyah sushi itu ,raut wajahnya terlihat semakin menyakitkan..,”Oh tidak ,ini benar-benar buruk ..,”desahnya ,terdengar nada jijik memenuhi suaranya ,Hyesun berlari ke kamar mandi ,tak tahan lagi..

“Oh eomma!!!”Hyun Ae memperhatikan eommanya ,lalu ia menatap sushi-sushi itu .Terlihat baik..,apa yang salah ?Pikir Hyun Ae..

Hyun Ae mencondongkan kepalanya ,mengendus sushi itu ,dan ia tahu sekarang apa yang dimaksud eommanya dengan kata ‘benar-benar buruk’ tadi..

Jika mencium aroma nya dari dekat ,sushi itu memang benar tampak menjijikkan ,mematikan selera makan Hyun Ae dalam sekejap mata..

“Oh eomma miyane..,sushi itu benar-benar buruk ,nanti eomma akan membelikanmu yang lebih baik di restoran..,”papar Hyesun yang muncul dari balik kamar mandi ..Mukanya menjadi cerah kembali..

Hyun Ae mengganguk pelan ..lalu ia bergumam ,”Tetapi sushi ini sangat sayang..!”

“Jangan berani memakannya ..,”cegah Hyesun ketika ia mendapati tangan kecil Hyun Ae masih nekkat ingin mencomot sushi itu..

“Ta..tapi..,”

“Ini benar-benar buruk percayalah ..,eomma memang tidak bisa memasak sushi ,sungguh ..,”kata Hyesun mengeriyitkan alis..,”Ayo makan nasi saja..”

Hyun Ae menurut ..,mengunyah setiap butir nasi dengan sempurna sambil memandangi eommanya yang terdiam..

“Andai bisa memasak sebaik dia ..,”bisik Hyesun ,suaranya sangat kecil sampai-sampai Hyun Ae hanya samar-samar mendengarnya..

“Siapa?”Tanya Hyun Ae penasaran..

“Makanlah..,”kata Hyesun yang tersadar dan segera mengalihkan pembicaraan..



***

“Wuahhh…wuahh..,”Hyun Ae memandangi Minho yang membungkus semua sushi dengan begitu gesit dan sempurna..

Minho melirik Hyun Ae sesekali dan menerawang kedua mata besar di hadapannya yang menunjukkan betapa ia kagum akan apa yang sedang dilakukan dirinya sekarang..

“Oppa apakah kau seorang koki?”Tanya Hyun Ae memonyongkan mulutnya ,bertanya dengan nada penuh kagum..

Minho hanya terkekeh dan menggelengkan kepala..

“La..lalu ,bagaimana kau mendapatkan kemampuan ini semua?Aku tidak bisa percaya ,kau bisa ..,begitu saja?Tanpa ada yang mengajari?”Hyun Ae mengeriyitkan alis penuh ketidak percayaan..

“Oh ,ceritanya sungguh panjang ,rumit ..prajuritku..,”gumam Minho tersenyum lebar..,ia menyentuh hidung Hyun Ae dengan jarinya dan meninggalkan sebutir nasi lengkep pada hidung kecil Hyun Ae..

“Oppaaa!!!.Apa ini!!”ia mengosokkan jarinya pada hidung ,Hyun Ae tertawa ,ingin menyerang Minho namun Minho telah berlari mengitari dapur menuju ruang tamu..

“Tak kena..,tak kena..!!”ejek Minho yang naik keatas sofa..,Hyun Ae nyengir dari sebrang dapur..

“Aushh..!!Oppa nakal!!”gertaknya…

Minho tertawa keras ,sampai-sampai tak menyadari tiba-tiba Hyun Ae sudah ada di depannya ..

“O..o..,”Minho mendelik kaget kearah Hyun Ae yang berada di bawahnya..,”Apakah kau super sonic bisa berlari begini cepat..!!!”seru Minho kaget dengan mata membelalak..

Hyun Ae segera naik ke sofa ,ia berjinjit ,dan menempelkan secarik rumput laut pada hidung Minho sebelum ia bisa melarikan diri..

“Ughh..,amiss..”papar Minho ,ia lari terbirit ke kamar mandi ,sementara tawa Hyun Ae membahana penuh kemenangan..

“Horeee!!!Prajurit kecil menang!!!!”Teriak Hyun Ae..

“Awas saja kau prajurit kecilll..!!”suara Minho mengaung dari dalam kamar mandi..

***
Hyun Ae duduk dalam diam ,menikmati setiap gigitan sushi yang memenuhi mulutnya..

“Ommo..,sungguh enak..,”gumamnya tak percaya..,”Ini sangat enak..,”kata Hyun Ae lagi tak henti-hentinya memuji sushi buatan Minho..

Minho hanya tersenyum puas..,”Kau suka sushi yah?Andai kau bisa makan begini lahap tiap hari ,mungkin badanmu tak akan sekurus itu tahu!!”

Hyun Ae mengganguk pelan ..,tidak bisa membantah apa yang dikatakan Minho bahwa tubuhnya terlalu kecil untuk anak semuruannya..

”Oh ya ,oppa ,bagaimanakah kau bisa di rumah?apakah kau tidak kerja?”Tanya Hyun Ae tiba-tiba karena mengingat kesibukan Minho..

“Um..,besok aku akan berangkat pagi-pagi sekali sih!!”katanya sambil memasang tampang berpikir..,”Masih sungguh sibuk..prajuritku,”desah Minho..,yang sejujurnya sangat ingin menghabiskan waktunya di rumah bersama Hyun Ae..

***
Hyun Ae membenamkan dirinya dalam sofa empuk ..,Minho sudah masuk kedalam kamarnya ,sekarang semua harus segera tidur..

Tiba-tiba ia teringat akan perkataan eommanya..,ia sempat berpikir apakah Minho ,orang yang dimaksud ..,karena Minho memasak sushi begitu baik…,”Apakah benar-benar oppa yang dimaksud eomma?”bisik Hyun Ae pada dirinya sendiri..

Ia sudah sangat lelah dan memutuskan jawabannya adalah iya ,tak peduli apa .Setahunya tidak ada satupun teman dari eommanya yang bisa memasak sushi sebaik Minho..

“Hmm..,hari yang indah ,melelahkan tetapi masih ada kejutan menyenangkan…,”Hyun Ae memejamkan matanya ,ia tersenyum mengingat betapa bahagianya ia hari ini..


Day Seventeen

Rabu

Hasil Kerja Keras


Hyun Ae membuka kedua matanya ketika matahari pagi sudah memaksa dirinya untuk segera beranjak. Tentu saja ,Minho tidak ada disudut manapun seperti yang bisa kalian tebak ..Apalagi kalau bukan kesibukannya sebagai seorang artis itu?Menyita begitu banyak waktu ,sehingga rumah terlihat seperti bukan rumah lagi karena ia terlalu banyak tinggal di luar sana. Hyun Ae menerawang kearah jendela yang mempertontonkan matahari yang hamper menggantung sempurna diatas awan..

Uang 3000 won dan secarik notes ,ia percaya akan ditemukan di ruang makan seperti biasa..Dan lihat ,benar saja kan..,tangan Hyun Ae meraih notes tersebut ,mengharapkan satu lagi sambutan hangat dari Minho..

‘Pagi malaikat kecil ,mungkin kita takkan bertemu sampai dengan besok pagi *sebenarnya sih ,kau yang tidak akan bertemu denganku ,kalau oppa kan selalu pulang pagi dan melihatmu terlelap di sofa XO* Semoga kau bisa menjaga dirimu dan menolak untuk melakukan hal-hal gila yang membuat oppa terkena serangan jantung..’

Hyun Ae berhenti membaca dan terkekeh sejenak ,ia menggelengkan kepala dan melanjutkannya lagi..

‘Um..,tadi pagi oppa sempat masak sushi lagi untukmu..*demi melihatmu makan lahap ,oppa rela-rela saja bangun di pagi buta..=D* Jadi bawalah sushi itu sebagai bekal atau lebih baik dimakan untuk sarapan saja..,aku masih menyelipkan 3000 won seperti biasa ,nikmatilah hari yang cerah ini ..AZA!!~Lee Min Ho’

Okay ,sekarang Hyun Ae sadar kalau dihadapannya juga ada sebuah kotak bekal bewarna pink dan bergambar hello kitty yang begitu menggemaskan..Hyun Ae tersenyum ,di atas kotak bekal itu lagi-lagi ada notes lainnya dari Minho..

‘Lucu kan?Aku membelinya kemarin di mal *tentu saja membeli dengan diam2x ,apa kata orang kalau mendapati Minho ternyata menyukai hello kitty XD*..,bahkan akupun tak tahan dengan manisnya hello kitty ..,maka memutuskan untuk beli ..semoga kau suka..=)’

***

Tak ada yang berbeda hari ini dengan hari sekolah yang lain..Rutinitas yang biasa yang harus dijalaninya dengan penuh semangat..Hyun Ae terus tersenyum selama 2 jam pelajaran pertama ,kau tahu ,karena kotak makan hello kitty itu yang ada di dalam tas nya..Ia mencatat semua pelajaran dengan baik dan berharap waktu berjalan dengan cepat untuk membawanya keluar beristirahat dan menikmati sushi-sushi buatan Minho..

Waktu istirahat tak pernah lebih istimewa dibandingkan dengan hari ini..,hanyalah selipan biasa di hari sekolahnya ,yang tak pernah sedikitpun diinginkan Hyun Ae..

Waktu istirahat berarti kesendirian yang lainnya ..,percayalah tidak akan ada seorangpun yang akan mencari nama Hyun Ae ataupun sekedar duduk di sebelahnya di kantin sekolah…Ia benar-benar anak yang biasa..,dan mungkin kalau boleh kutambahkan ,sungguh terkucilkan diantara teman-teman yang lain..,seperti yang kubilang ,teman-temannya hanya menggangap Hyun Ae sebagai apalah..,kertas yang rusak ,yang baik-baik saja jika diinjak-injak dan dibuang begitu saja ketika tidak diperlukan..Menyakitkan namun begitulah kenyataan yang terukir ..,dimata temannya ia hanyalah ‘sampah’ yang berada di sekitar mereka…Sungguh aku tak mengerti kenapa mereka terus memprioritaskan uang dan uang ,seolah uang yang berbicara atau apa?Hanya karena Hyun Ae miskin dan tanpa ayah ,semua harus memperlakukannya dengan begitu menyakitkan..Misalnya saja Su Hee..,akuilah kalau ia memang benar-benar anak orang kaya ,anak seorang pengusaha sukses yang memiliki rumah seperti istana ,juga mendapati apapun yang diinginkannya dalam sekejap mata..,semua orang menghormatinya padalah mereka hanyalah munafik ,toh yang dipikirkan akhirnya tetaplah uang dan uang ,nyatanya Su Hee yang benar-benar bodoh dan buta akan uang itu juga puas dengan semua kemunafikan teman di sekitarnya dan tidak berkomentar atau berkeluh tentang itu..

Tetapi bagaimanapun juga ,aku dan kalian percaya kalau Hyun Ae anak yang berbeda maka ia takkan pernah puas seperti Su Hee..,karena ia orang yang tulus maka ia juga mengharapkan ketulusan di sekitarnya bukanlah kemunafikan..

Jadi beginilah sekarang ..,Hyun Ae akan sangat senang duduk sendirian di dalam gudang pada saat istirahat….

***

Biasanya ia tak pernah berebut keluar kelas pada waktu istirahat.Yang dilakukannya biasa adalah duduk diam di kelas sambil emperhatikan semua teman yang menggengam bekal mereka ,saling berebut keluar melewati pintu yang sungguh sempit untuk ukuran 2 orang ,namun mereka tetap memaksanya dengan begitu bersemangat..Disaat kelas sudah sepi ,barulah Hyun Ae menapaki kakinya dan berjalan keatas gudang ……

Tetapi tidak dengan hari ini ..,ia mengikuti anak-anak lainnya ,berebut keluar…Terdengar sangat bukan Hyun Ae eh?Kelihatannya sushi Minho benar-benar menggugah seleranya..,sampai-sampai ia melakukan kesalahan..,yang sungguh…,amat buruk pada saat itu..

“HEII!!!”

Semua anak yang masih tinggal di kelas memandang kearah kerumunan di pintu dengan mulut menganga..

“BODOH..KAU BENAR-BENAR BODOH..,APAKAH TIDAK BISA LIHAT?”Su Hee berteriak di hadapan Hyun Ae yang tertunduk merasa bersalah karena telah tidak sengaja menyengol bekal makanan milik Su Hee dan menjatuhkannya…

“LIHAT APA PERBUATANMU!!”cecar Su Hee ,ia melirik kearah teman-temannya ,mengeluarkan pandangan menyakitkan agar semua teman menyalahkan Hyun Ae ..Dan benar saja ,bisikan dan cibiran sinis mulai terdengar samar-samar di telinga Hyun Ae yang memanas kesal..Ia tahu ia salah ,tetapi ia tidak sengaja dan apakah harus begini?

“Mi..,miyane..,”Hyun Ae meminta maaf ,suaranya benar-benar penuh penyesalan ..Kali ini ia memang bersalah dan tidak akan mengelak..

Hyun Ae memunguti semua bekal Su Hee yang tercecar berantakan di lantai ,tetapi Su Hee mengangkat kerahnya dan menyuruhnya berdiri..

Hyun Ae hanya diam..,ia benar-benar tak bisa mengelak atas semua ini..Dalam hati terus menyalahkan dirinya kenapa mesti membangunkan amarah Su Hee yang jelas-jelas sudah membencinya dengan sangat..

“Miyane..,apa yang bisa kulakukan?”Tanya Hyun Ae menyesal ,ia berusaha menelan tatapan dinginnya saat itu ketika berpandangan dengan Su Hee dan usahanya sedikit berhasil ,mungkin Su Hee akan sedikit memaafkannya..

Sejenak alis Su Hee mengeriyit marah ..,pandangan sinisnya penuh tampang berpikir ,tangannya masih menggengam erat kerah Hyun Ae ..Suasana menjadi hening dan begitu tegang ,tidak ada satupun yang berani beranjak ataupun mengeluarkan suara ,semuanya begitu seru memandangi Su Hee dan Hyun Ae seolah mereka sedang menonton 2 petinju yang beraksi panas di atas ring…

Su Hee menaikkan satu alisnya dengan senyuman licik..,ia mendesah ,dan menlarikan pandangannya kearah kotak makan hello kitty yang digenggam erat Hyun Ae .Kedua tangan Hyun Ae mencoba menyembunyikan kotak bekal itu dibalik genggamannya namun usaha yang kubilang benar-benar nol besar karena pada akhirnya kotak bekal itu menjadi sasaran Su Hee juga..

“Berikan itu padaku ..,”cibir Su Hee pada Hyun Ae..

Hyun Ae menggelengkan kepalanya ,menolak untuk memberikan kotak bekalnya pada Su Hee..

“CEPAT BERIKAN!!”Su Hee mengeram tidak sabar ,ia memaksa Hyun Ae melepaskan kotak makanan itu dan apa lagi yang bisa kalian harapkan ketika melihat Su Hee yang begitu tinggi dan kuat dibandingkan dengan Hyun Ae yang terlihat ciut selain kekalahan di depan mata…

Hyun Ae mengepalkan tangannya begitu erat ketika melihat kotak bekalnya dalam genggaman Su Hee..

Satu kelas terdiam menunggu aksi Su Hee selanjutnya..

Dan mereka membelalak tidak percaya ketika Su Hee membuka kotak makanan itu dan membuang semua sushi di dalamnya ke tong sampah sampai benar-benar tidak ada satupun yang tersisa ….

Muka Hyun Ae memerah ,seolah semua darah sekarang berada di dalam kepalanya ..Ia marah namun tetap mencegat dirinya untuk menahan semua ini ..Su Hee tersenyum penuh kemenangan ketika ia mengira dirinya berhasil membuat Hyun Ae marah..Lalu ia melemparkan dengan kencang kotak makanan itu ke lantai…

DASHHH..

Bunyi itu begitu menyakitkan telinga Hyun Ae dan mengiris hatinya..

Suara ‘AH’ terdengar dari mulut setiap anak yang melihat apa yang dilakukan Su Hee..

“Itu yang bisa kau lakukan anak bodoh ,DIAM dan menatapku melakukan hal-hal menyakitkan padamu..Kau memang PANTAS mendapatkannya..Kenapa?Karena kau hanyalah seorang sampah tanpa ayah yang sudah melenyapkan makan siangku…,”cibir Su Hee sebelum ia keluar meninggalkan kelas..Setiap kata yang keluar dari mulutnya ,menyanyat luka yang sudah mengganga di hati Hyun Ae dengan begitu dalam…Sampai-sampai Hyun Ae meragukan dirinya ,apakah semua luka ini dapat disembuhkan lagi?Luka yang begitu parah ini…

***
Hyun Ae duduk diam di lantai gudang yang terasa begitu dingin ,saat ini semuanya terasa begitu dingin dan menyakitkan bagi dirinya..

Toh apa yang bisa dilakukannya selain berdiam diri..

“Itu kan memang salahku ..,”bisik Hyun Ae kecil ,,”Seharusnya aku terima diperlakukan seperti itu kan?”ia tersenyum menyakitkan sambil memandangi kotak makanannya yang retak…,tetapi hatinya terlalu sakit untuk mengiyakan semua pernyataan ini ..,terlalu sakit sampai-sampai mau memberontak..

Ia ingin berteriak di depan Su Hee ,ia ingin berteriak ,bahwa sushi yang telah dibuangnya adalah hasil kerja keras seorang Lee Min Ho yang sudah rela bangun di pagi buta padalah dirinya sudah lelah bekerja begitu keras..,dan demi melihat Hyun Ae makan dengan lahap ,ia rela membuang waktu tidurnya dan membentuk butiran-butiran nasi itu menjadi sushi yang lezat…Membungkusnya dalam kotak bekal yang begitu bagus yang sudah dibelinya dengan mahal ,dan sekarang retak karena perbuatan Su Hee…..Itu adalah hasil kerja Minho ..Kenapa?Kenapa harus diperlakukan begitu tidak adil…

Sekejap itu juga amarah Hyun Ae yang mereda menjadi naik lagi..Ia berdiri dan menendang tembok di sekitarnya seperti orang yang kehilangan kendali…Ia terlalu marah untuk memendam semuanya ,terlalu marah sampai-sampai tak tahan lagi..

“KAU KEJAM!!KAU KEJAM!!AKU BENCI..,AKU TAHU AKU SALAH ,LALU KENAPA KAU TAK MENGHUKUMKU SAJA TETAPI MEMBUANG SEMUA HASIL KERJA KERAS MINHO OPPA DENGAN SIA-SIA…KENAPA??AKU RELA JIKA KAU MEMUKULKU SAMPAI 100X ,JIKA ITU MEMBUATMU PUAS ..AKU AKAN DIAM..!!ASALKAN KAU TIDAK MELAKUKAN APA-APA PADA BEKALKU…PADA KERJA KERAS LEE MIN HO OPPA!!”teriak Hyun Ae ,ia menangisi semua ini dengan begitu menyedihkan..,melampiaskannya ..,dan berharap Su Hee mendapat balasan..,tetapi tahu semuanya adalah sia-sia belaka ,ia takkan memiliki kekuatan apapun..

***

Day Eighteen

Kamis

Cerita Dibalik Pelangi


Sore-sore yang dingin setelah Hyun Ae pulang sekolah..

Sehari lagi untuk sendiri.,pikirnya..Sesungguhnya Hyun Ae memaklumi ini semua dan ia agak tenang karena tidak bertemu Minho hari ini…Memang aneh kan?Diri kecilnya terpuruk dalam dua pilihan ,di satu sisi ia sangat ingin melihat Minho dan disisi lain ia menolak untuk menemui Minho..

Mengingat kejadian kemarin ,ia percaya tak akan pernah sanggup lagi untuk bertatapan dengan Minho..Bagaimanapun ,melihat kotak bekal yang sudah retak itu saja ,hatinya menjadi begitu ngilu ,apalagi melihat Minho..Ia akan dihantui rasa bersalah yang sangat..

Hyun Ae mendesah ,ia duduk di balkon ,pada sore yang dingin dengan segelas susu hangat di tangannya..Masih memikirkan semua ini ,walaupun sesungguhnya ia sangat ingin berhenti dan muak akan semuanya..,tetapi masih saja tidak bisa mengelak akan kenyataan ini..,tepatnya ,kenyataan yang menyakitkan ini…Suara nyaring lemparan Su Hee dan gambaran ketika ia membuang satu persatu sushi itu masih terngiang jelas di dalam pikiran Hyun Ae ,membuat pikirannya semakin gila dan hatinya semakin sakit saja..

“AHHH!!!”Hyun Ae menggelengkan kepala ,ia memejamkan mata mencoba membuang semuanya jauh-jauh ,”Pergilah kalian ,jangan membuatku semakin bersalah..”jerit Hyun Ae pada pikriannya sendiri....

Awan sore terlihat begitu  murung sehabis hujan ,sama seperti dirinya sekarang…

Sebuah pelangi yang mengihiasi langit ,membuat pikiran Hyun Ae berkelana akan memori lamanya..


***

“Sudah..,jangan bersedih lagi ..,”hibur Hyesun ..

“Tapi ini nilai terjelekku ..,”gumam Hyun Ae sambil menatap kearah kertas ulangannya ..Angka 50 dengan spidol merah terisi didalam box nilai pada ujung kiri kertas..

”Kau sudah bekerja keras ,hargailah kerja kerasmu ,jika kau terus menuntut kesempurnaan ,kau tidak akan pernah bisa menghargai apa yang dinamakan kerja keras ,”gumam Hyesun ,ia mengelus rambut panjang Hyun Ae dengan sayang..

Hyun Ae memandangi Hyesun dan berbisik ,”Gumawo..,”nada bersalah masih terdengar samar ketika ia berbisik pelan..

Hyesun menatap kearah jendela..,ia tersenyum simpul ,ketika tiba-tiba mengingat sesuatu…,”Kau lihat ,pelangi mengantung di awan yang murung sehabis hujan..,ia terlihat sama sepertimu..,”kekeh Hyesun..

Mata besar Hyun Ae hanya menatap eommanya bingung..,”Oh?”

“Kau lihat kan?Pelangi itu..,begitu cantik bukan?”

Hyun Ae mengganguk polos..

“Ia begitu cantik namun selalu cemberut!”dengus Hyesun..

“Uh?”Hyun Ae masih bingung dengan pernyataan eommanya..

“Kau perhatikan ,pelangi selalu melengkung kebawah ,sama seperti orang yang sedang cemberut..,ini sangat menggangu ku..,”kata Hyesun kesal..

Hyun Ae tertunduk mengingat dirinya dari tadi terus menunjukkan cemberut ,”Apakah aku menggangumu?”tanyanya ragu..

Hyesun mengacak-acak rambut Hyun Ae ..,”bukan kau yang menganggu tetapi cemberutmu itu..Kau sama seperti si pelangi ,diberi paras begitu cantik namun selalu cemberut..,”kekeh Hyesun..

“Apakah eomma suka pelangi..,”Tanya Hyun Ae ,ia menatap pelangi dibalik jendela dengan kekaguman ..,beragam warna dalam satu garis..

Tetapi Hyesun tidak pernah menjawab pertanyaan yang satu itu ,ia hanya tersenyum dan mengelus Hyun Ae..,”Tertawalah jangan cemberut..!”goda Hyesun sambil mengelitiki perut Hyun Ae..

“AHAHA…GELI!!!”protes Hyun Ae berusaha lari dari pelukan eommanya ..


***
Hyun Ae hanya tersenyum mengingat kejadian itu ..,”Aku rindu eomma..,aku rindu senyumannya ,masakannya ,suaranya …,”bisik Hyun Ae pada dirinya sendiri..Ia berusaha tersenyum ,berusaha walaupun keadaannya tidak memungkinkan ,tetapi ia terus meningat kata-kata Hyesun yang terngiang begitu kuat seolah mengingatinya ,”Tertawalah jangan cemberut..!!”

Hari yang berat ,sudah hari ke 18 ia lepas dari eommanya ..Bahkan terimalah kenyataan membingungkan ini bahwa Hyun Ae tidak tahu sama sekali kemana eommanya tiba-tiba menghilang..Ia hanya tahu ,ia terbangun di depan apartemen Minho.. Dan disinilah ia sekarang ..,bertanya-tanya kenapa bisa begitu cepat akrab dengan Minho dan tanpa sadar mulai menghilangkan eomma dari pikirannya..,jauh dalam hati kecilnya ,Hyun Ae tahu ia rindu sosok eomma yang selalu menemaninya ,tetapi perlahan Minho mulai merasuki hatinya dan mengecoh semua ini ,seolah meminta tempat juga di dalam hati Hyun Ae…


Day Nineteen

Jumat

Ingatan Akan 3000 Won


Ia memang masih berseteru dengan Su Hee…Selama beberapa hari ini ,Hyun Ae terus memaksa dirinya untuk tidak membalas ataupun membenci Su Hee .Tetapi ia tak bisa menyembunyikan tatapan tajamnya setiap kali mereka berpapasan..,tak bisa berkutik dengan yang satu itu seolah itulah Hyun Ae ,yang telah melekat pada dirinya dan takkan bisa dihilangkannya..

Selama beberapa hari ini juga ,Hyun Ae merasa tidak terlalu peduli dengan dunia sekitarnya kecuali semua masalah yang menghampirinya..Pikiran Hyun Ae hanya berputar pada satu pusat antara masalah dan memorinya…,sehingga membuatnya melupakan dunia nyata..

Ingatan akan 3000 won yang diberikan Minho kembali menguat dalam pikirannya setelah ia mengabaikan semua ini beberapa hari sebelumnya…Secara tak sadar ,ia hanya memasukkan semua 3000 won setiap harinya tanpa pernah menghitung berapa jumlah yang sudah terkumpul ..,toh ia peduli?
Ia tak bisa peduli pada apapun kecuali pikirannya ,begitulah Hyun Ae beberapa hari ini…Seperti hmm..,menjadi egois ?Tapi rasanya tidak..,aku tak mengerti apa yang tepatnya terjadi begitupun dengan Hyun Ae..

Kau tahu ,sekarang uang di dalam toples itu ,sama hal nya seperti hujan yang mentes lalu tanpa disadari berhenti begitu saja..,semua nya tanpa disadari berlalu begitu cepat..

27000 won telah terkumpul ,membuat Hyun Ae tersenyum simpul…

Hal ini sangat berharga baginya …,dan ini semua membuat Hyun Ae terkekeh..

Akhirnya setelah beberapa tahun ,ada juga barang yang benar-benar berharga di dalam gudang yang rusak ini…,begitu piker Hyun Ae..

Penilainku ia benar-benar salah…,sungguh..,akrena ada satu permata yang lebih berharga daripada uang itu ,permata yang tidak akan dapat dibeli dengan uang..

***

27000 Won itu membuatnya ingat akan patung coklat secara tiba-tiba ,maka sore hari setelah pulang sekolah ,Hyun Ae berjongkok di depan etalase dan memperhatikan patung coklat itu..

“Ternyata masih ada!”bisik Hyun Ae puas…,kakek penjaga di dalam sana dapat melihat Hyun Ae dan tersenyum manis padanya lalu melanjutkan beberesnya..

Hyun Ae memainkan jarinya pada kaca etalase ,ia masih berharap akan memeluk patung coklat itu secepatnya..

***

Day Twenty

Sabtu

Noda


Ini hari keberapa ia tidak menemui Minho?

Hyun Ae tidak begitu sadar ,malam dan siang berganti ,Minho pulang di pagi buta dan pergi lagi dalam hitungan jam…

Dunia mereka sangat berbeda ,susah untuk mempertemukan keduanya sekarang..

Hyun Ae bangun lebih pagi hari ini ,berharap ketika ia membuka matanya ,ia akan menemui Minho..,tetapi ia tahu kenyataannya tidak akan segampang itu…

Apartemen kosong ,di setiap sudut ruangan …Hanya ada dirinya ,begitu sunyi ,ia menyadari kalau Minho sudah pergi ..,lagi…Hyun Ae menghela nafas..

Sekarang yang ia harapkan hanyalah ,secarik notes yang akan muncul di meja makan…

Tetapi untuk hari ini bukanlah notes itu yang menarik perhatian Hyun Ae pertama kali melainkan sebuah dress yang ada di sebelahnya ,masih terbungkus rapi..

“Oh?”Hyun Ae duduk dan menatap dress itu lebih jelas..

Dress bewarna putih gading yang ditenun begitu rapi membentuknya ,sebuah pita bewarna hitam menghiasi dress tersebut ....Label harganya tentu saja sudah dipotong karena Minho tahu persis apa yang akan dipikirkan Hyun Ae jika sampai mengetahui yang satu itu..

Hyun Ae bergegas ke kamar mandi untuk membasuh tubuhnya ,bersemangat ingin cepat-cepat memakai dress barunya..

***

Hyun Ae bebersih sejenak sampai ia menyadari kalau ia telah melupakan notes dari Minho yang belum dibacanya..

Hyun Ae yang sudah rapi dengan baju barunya ,menyandarkan sapu di tangannya ke tembok dan segera menghampiri meja makan ,tempat Minho biasa menaruh notes dan uang 3000 won..

Dan kalian tahu ,sesuatu yang begitu mengejutkan membuat hati Hyun Ae mencelos…

“OH tidak!”bisik Hyun Ae pada dirinya sendiri ,ketika ia melihat noda merah kental yang menetes di notes tersebut ..
Hyun Ae menggosok hidungnya ,”Oh tidak..,”katanya lagi ,darah memenuhi tangannya..

Hyun Ae berlari kedalam kamar mandi ,tetapi ia tak sanggup..Tiba-tiba kelemahan menjangkit kedua kakinya ,seolah mencegatnya untuk berjalan lebih cepat..

Ia terus mendongakkan kepala ,berusaha agar darah yang menetes tidak mengenai baju barunya..
Tetapi apakah yang terjadi?Ia malah jatuh tersungkur di lantai ,kepala Hyun Ae membentur lantai ketika ia sudah tidak kuat lagi..

Mengagetkan?Hanya dalam hitungan menit ,Hyun Ae yang bersemangat sedang menjalani Sabtu cerah ,tiba-tiba menjadi begini?Tersungkur di lantai tanpa bisa bangun …Kekuatannya habis ..,dengan tiba-tiba?Oh begitulah..,kalau kalian menyadari…Memang benar, sungguh sesuatu yang salah telah menjalari tubuhnya..

“Ini buruk..,”gumam Hyun Ae menatap darahnya yang tak mau berhenti ,sekarang menodai lantai ,kepalanya menjadi pening tanpa sebab ,penglihatannya buram tak keruan ..,oh ya ,ini benar-benar buruk ,aku pun tak bisa memungkirinya..Anak yang malang di tengah kesendirian…-END CHAPTER


« Last Edit: January 27, 2010, 12:36:24 am by endree_noona »

And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^