Author Topic: *LOVE & CAREER* (Lovelyn, Miny and Luveliprincess) ~ chp 30 (final) '20 Nov 10  (Read 19543 times)

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
CHAPTER 13 ~ Lovelyn



Yong Chan berbalik ke belakang dan mendapati Eun Ho sudah berdiri di sana. Pandangannya perlahan turun ke tangan kanannya yang digenggam Eun Ho. Mata bundarnya berkedip-kedip. Dia tidak percaya bahwa orang yang berdiri di depannya dan yang memegang tangannya adalah Eun Ho.

"Ada yang ingin saya bicarakan denganmu ....!", Eun Ho mengulangin perkataannya.

Cafe' yang tidak begitu ramai itu mulai heboh ketika beberapa di antara para pengunjung mulai mengenali mereka.

"Heiiii!!!!! ... bukankah itu Goo Yong Chan ..?"

"Ya, benar dan .. cewek itu ... sepertinya saya mengenalnya ..."

"Itu cewek yang digosipkan berpacaran dengan Yong Chan ... tapi saya lupa namanya ..."

"Dia artis baru .. pasangan Yong Chan di "The Sword" .. namanya .... hmmm .. Eun Ho ... kalau tidak salah namanya Lee Eun Ho ..."

"Benar!! .. dan di iklan pertamanya menurut yang saya baca di koran, dia akan dipasangkan dengan Nathan Lee ... bayangkan ... Nathan Lee, model internasional yang keren dan terkenal itu  .. gadis itu benar-benar sangat beruntung .."

Suara-suara berisik saling sahut menyahut, membuat Yong Chan dan Eun Ho agak terpojok. Mereka berusaha menutupi wajahnya dari pandangan orang-orang tersebut. Tapi percuma saja, seisi cafe' sudah mengenali mereka. Beberapa di antara para pengunjung itu malah mengarahkan ponselnya ke arah Yong Chan dan Eun Ho. Suara klik berkali-kali terdengar ketika ponsel-ponsel tersebut mengabadikan wajah mereka.


Eun Ho tercengang, tidak tahu harus berbuat apa. Ini untuk pertama kalinya dia menghadapi situasi seperti ini. Yong Chan yang lebih berpengalaman menghadapi massa daripada Eun Ho segera menarik tangannya dan memaksanya pergi dari situ.  Akhirnya Yong Chan dan Eun Ho berhasil keluar dari kepungan para penggemar yang sudah mengila itu setelah  melalui  perjuangan yang sangat keras.


***********************


"Apa yang kamu lakukan tadi? Itu tidak seperti dirimu?", tanya Yong Chan setelah mereka berhasil mendapatkan tempat yang aman untuk berbicara.

Eun Ho tidak segera menjawab pertanyaan Yong Chan. Dia masih mengatur pernafasannya yang memburu. Pelarian tadi hampir membuatnya kehilangan nafas. Sekarang mereka berada di danau kecil di sudut kota Seoul. Eun Ho melemparkan pandangannya ke tengah danau dan mulai berbicara setelah nafasnya sudah seperti semula.

"Saya telah memikirkannya baik-baik ... hmmm ... yang kamu bicarakan denganku malam itu .. saya .. saya bersedia menerimanya .. tapi ..."

"Hahhhhh ??", seruan Yong Chan memutuskan pembicaraan Eun Ho yang memang sudah terbata-bata.

"Kamu serius? kamu bersedia menerimaku?", tanya Yong Chan bertubi-tubi dengan pandangan yang masih tidak mempercayai pendengarannya.

Eun Ho menganggukan kepala tanpa berani memandang Yong Chan.
"Tapi .. dengan satu syarat .."

"Apa itu?", dahi Yong Chan agak berkerut.

"Tidak boleh terang-terangan .. kita berpacarannya diam-diam saja ..", jawab Eun Ho pelan, tetap dengan posisi semula.

Mendengar itu, Yong Chan langsung berubah sikapnya, dari semula yang senang dan bahagia menjadi kesal dan marah.
"Mengapa harus begitu? kamu tahu bahwa saya paling tidak suka berbuat begitu .."

Kali ini Eun Ho mengalihkan pandangannya ke Yong Chan. Diperhatikannya pemuda itu dengan seksama. Dia tahu Yong Chan sedang marah besar.

"Saya mohon ... ini untuk kebaikan kita .. ini untuk pertama kalinya saya mengambil keputusan sendiri, terhadap jalan hidupku sendiri, tanpa bantuan dari orang lain ...  jadi sya mohon dan minta dengan sangat kamu dapat mengabulkannya ..", kata Eun Ho dengan suara pelan dan penuh harap.

Yong Chan tertegun melihat Eun Ho menjadi rapuh di hadapannya. Sinar mata yang memancarkan ketidakberdayaan itu lambat laun membuat hatinya luluh.

"Saya tidak sepertimu .. kamu punya rasa percaya diri yang tinggi sedangkan saya .... segala sesuatu yang terjadi dalam hidupku hanya keberuntungan saja .. selalu begitu .. dari dulu sampai sekarang selalu begitu ...sejak kecil, dari taman kanak-kanak sampai kuliah, mengambil jurusan apa, akan menjadi apa, semuanya sudah diatur oleh omma dan appa .. setelah tamat kuliah, untuk mendapatkan pekerjaan juga berdasarkan rekomendasi dari paman Yoon .. bahkan tidak sengaja masuk ke dunia entertainment juga karena kekerasanmu memaksaku menjadi asisten pribadimu dan .. tidak lepas juga dari peranan Mr. Bae  ... selalu begitu ... jalan hidupku selalu diatur terlebih dahulu .. tidak ada yang benar-benar merupakan keputusanku sendiri .. jadi saya mohon untuk kali ini .. biarkan saya mengambil keputusan sendiri, jika tidak .. hubungan kita ... seperti sekarang saja ..."

"Tidak bisa!!!!!!!!! ", teriakan Yong Chan langsung memotong perkataan Eun Ho yang belum selesai.

"Baiklah .. seperti keinginanmu saja .. tapi ingat, kertas tidak bisa dipakai untuk membungkus api ~sok berpribahasa si Yong Chan      ..... lambat laun semuanya pasti akan terbongkar juga ..", kata Yong Chan dengan tampang cemberut dan tidak ikhlas.

Eun Ho tersenyum. Dia bahagia Yong Chan mau mendengar permintaannya.

"Terbongkar atau tidak kita lihat bagaimana ke depannya saja .."

Yong Chan juga ikut tersenyum. Dia mendekati Eun Ho. Agak membungkukan badan dan menundukkan wajahnya ke Eun Ho dengan maksud mendaratkan ciumannya ke bibir Eun HO. Tapi dengan gesit Eun Ho menghindar. Dia berkelit ke samping sehingga Yong Chan hanya mencium angin.

"Kamu mau apa?", tanyanya dengan mata terbelalak lebar. Hatinya berdegup kencang.

"Yaaaaaaaaa .... apa salahnya kalau saya menciummu?", Yong Chan balas bertanya dengan tampang kecewa.

Wajah Eun Ho memerah. Matanya berputar-putar ke segala arah. Perasaannya tidak karuan.

"Tidak!! jangan sekarang ... saya belum siap ... hatiku sangat kacau .. lain kali saja ..."

Eun Ho menundukkan wajah dalam-dalam. Melihat keadaan Eun Ho, Yong Chan tidak bisa berbuat apa-apa. Walaupun ada sedikit kekecewaan yang dirasakannya, tapi tidak dapat dibohongi kalau saat ini dia sangat berbahagia. Hatinya berbunga-bunga.

Sementara itu, tidak disadari oleh mereka, dikejauhan sana, dibalik pohon besar yang berdiri kokoh di belakang kiri danau, sepasang mata jeli dengan kamera di tangan sedang memperhatikan tingkah laku mereka sejak tadi.


*********************


Dam Ah duduk dengan gelisah di pojok ruangan, cafe' kecil yang berada di sebelah gedung YT Entertainmet. Matanya berulangkali melirik jam kecil yang melingkar di tangan kirinya. Diarahkannya pandangan ke seluruh ruangan yang tidak begitu ramai. Tidak ada seorangpun yang mengenalinya.

Dam Ah melepaskan kacamata hitam yang dipakainya dan melemparkannya ke atas meja dengan perasaan kesal. Percuma dia menyamar. Sama sekali tidak ada orang yang meliriknya dan semua itu dikarenakan satu orang. Lee Eun Ho!! Dia yang telah merebut semuanya. Tidak hanya Yong Chan, tapi juga peluangnya untuk menjadi terkenal dan bermain menjadi pemeran utama di drama yang disutradarai Mr. Bae. Mengingat ini hati Dam Ah semakin murka. Tangannya terkepal erat.

Lima menit kemudian, seorang wanita berusia sekitar 30 tahunan dengan dandanan dan gaya sporty mendekati meja yang ditempati Dam Ah.

"Maaf jika anda menunggu terlalu lama Dam Ah Ssi ...", kata wanita tersebut dengan nafas yang sedikit terengah.

Dam Ah mempersilahkan wanita itu duduk di kursi yang ada di sampingnya, kemudian berkata dengan cepat ...
"Tidak perlu berbasa-basi Miss Sona .. lalu bagaimana dengan permintaanku itu?"

Wanita yang dipanggil Sona itu tersenyum. Tangannya mengangkat kamera yang sejak tadi dipegangnya.

"Seperti yang nona perkirakan .. memang ada apa-apa di antara mereka .. saya sudah mengabadikannya di sini .."

Dam Ah tidak mendengarkan perkataan Sona lebih lanjut. Dia merebut kamera dari tangan Sona dan membuka bagian yang ingin dilihatnya. Perasaannya langsung campuraduk antara senang dan benci ketika semuanya terputar di hadapannya.

"Thanks, Sona Ssi .. ..", ujarnya pelan.

Sona tersenyum dan merasa puas dengan hasil kerjanya sendiri.

"Sama-sama Dam Ah Ssi ... ini juga berguna buat deadline majalah gosipku bulan depan ... saya akan mencopy semuanya untuk nona jadi nona jangan khawatirkan itu .."

Dam Ah meremas kamera di tangannya. Perasaannya masih belum tenang dengan semua yang dilihatnya tadi.


*********************


Keesokan harinya di ruang latihan YT Entertainment ..
Eun Ho baru saja menyelesaikan latihannya yang selama satu jam dengan Jae Won. Kali ini dia cukup puas dengan yang dilakukannya. Jae Won mengedipkan mata dan mengacungkan jempolnya.

"Sudah kubilang kan kalau kamu punya bakat untuk itu?", puji Jae Won.

Eun Ho tersipu malu. Tapi senyuman tidak terlepas dari wajahnya.

"Gumawo sunbae ...", kata Eun Ho sambil membungkukkan badan.

Jae Won menerima penghormatan dari Eun Ho dengan tawa khasnya.

"Sudah .. latihannya sampai disini saja .. kamu harus mempersiapkan diri buat pemotretan NB II sejam lagi ..", Jae Won menepuk lengan Eun Ho, kemudian keluar dari ruangan itu.


**********************


Jae Won menelusuri lorong depan gedung menuju cafe' yang ada di samping kiri. Wajahnya agak tertunduk sehingga dia tidak melihat seseorang yang berjalan kearahnya. Orang itu juga kelihatan tidak melihatnya karena pikirannya sedang menerawang dan tak pelak lagi tabrakan terjadi antara mereka ....... brakkkkk ....
Keduanya berteriak kesakitan dan bersiap menyemburkan kata-kata pedas .. tapi ternyata ...

"Akchhhh .... apa yang, .....Young!!!", seruan terdengar dari mulut Jae Won ketika melihat orang yang ditabraknya itu ternyata Choi Young.

"Ahhhh ... ternyata kamu ...", Choi Young tidak kalah terkejutnya melihat Jae Won berdiri di hadapannya.

Wajah Choi Young langsung mengeras. Sebenarnya dia sudah berusaha memaafkan Jae Won dan memang dia sudah berhasil melakukannya, tapi kalau sudah berhadapan langsung seperti ini, dia masih tidak dapat bersikap tenang. Choi Young berbalik dan bermaksud berlalu dari hadapan Jae Won.

"Young ....... kamu masih tidak dapat memaafkanku?", tanya Jae Won dengan suara memelas.

Beberapa orang yang berada di sekitar situ mulai melirik kearah mereka. Choi Young memejamkan mata dan menghembuskan nafasnya. Dia berbalik lagi kearah Jae Won dengan sikap tegas.

"Saya sudah melupakan semuanya Jae Won ... semuanya sudah berlalu dan saya tidak ingin mengungkitnya lagi .."

"Kamu masih tidak bisa menerimaku ..?", tanya Jae Won pelan karena dia sadar dengan pandangan menyelidik dari orang-orang sekitar.

Choi Young berpikir sebentar kemudian menjawab dengan pasti.
"Tidak ... saya tidak bisa menerimamu lagi karena .. saya sudah mulai mempunyai perasaan terhadap pria lain ... "

Jae Won sangat terkejut dengan jawaban Choi Young yang tidak diduganya.
"Siapa dia?... bolehkah saya mengetahuinya ?"

Choi Young mengelengkan kepalanya.
"Tidak ... saya rasa kamu tidak perlu mengetahuinya ..."

Kemudian dia berlalu dari situ. Meninggalkan Jae Won yang berdiri terpaku dengan hati terpukul di tempatnya.


********************


Sepuluh menit sepeninggal Jae Won, Eun Ho keluar dari ruang latihan yang hampir setiap hari digunakannya. Hatinya masih gembira dengan hasil latihannya tadi. Dan tentu saja juga karena hubungannya dengan Yong Chan yang sudah ke tahap istimewa. Eun Ho menyusuri lorong menuju ruang pemotretan yang ada di depan. Dia tidak menyadari seseorang memperhatikannya dari samping lorong yang baru dilaluinya.

"Eun Ho Ssi ......!!!"

Panggilan itu menghentikan langkah Eun Ho. Dengan segera dia berbalik. Dan seseorang yang berdiri di depannya sangat mengejutkannya.

"Mr. So ..... ?"

Dong Wo tertawa melihat kekagetan Eun Ho. Dia kemudian melangkahkan kakinya kearah Eun Ho. Senyumnya masih terkembang ketika wajahnya agak didekatkan ke wajah Eun Ho. Tangannya diangkat dan diketukkannya ke jidat Eun Ho.

"Ada apa denganmu? sudah saya bilangkan kamu tidak perlu bersikap formal kepadaku jika saya tidak sedang bertugas ..."

Mata Eun Ho terpejam ketika tangan Dong Wo mendarat pelan di jidatnya. Dalam hati dia semakin tidak mengerti dengan orang yang berada dihadapannya ini.

"Tuan ... ehhhh .. maksudku Dong Wo ... tidak bekerja hari ini?", pertanyaan Eun Ho terdengar gugup.

Sekali lagi Dong Wo tertawa lepas melihat kegugupan Eun Ho. Gadis dengan kulit putih mulus dan pipi merah merona itu membuatnya lepas dari ketegangannya selama ini. Setiap kali bertemu dengan Eun Ho, Dong Wo selalu merasa tidak ada beban dan ini membuat hatinya tenang dan aman.

Dengan susah payah Eun Ho berusaha mengembalikan sikapnya ke semula. Diperhatikannya Dong Wo dengan seksama. Dandanan anak muda itu memang lain dari biasanya. Jas dan celana perlente yang biasa dikenakannya kali ini dilepasnya. Sweater berwarna abu-abu dengan dalaman kemeja putih dipadu dengan celana putih,  membuat penampilannya lebih santai dari biasanya.

"Hari ini saya libur ha ... ha .. ha... kamu jangan heran, presiden direktur juga membutuhkan liburan, kan?", Dong Wo mengedipkan matanya.

Eun Ho mengangguk kemudian menjawab pelan ..
"Tentu saja ..."

"Saya lihat kamu masih heran juga ... begini saya hari ini special datang buat mendukung seseorang ..."

Eun Ho terkejut mendengar perkataan Dong Wo. Bagaimana mungkin orang dengan kedudukan seperti Dong Wo datang ke sini hanya untuk mendukung seseorang? Tapi ketika dia bermaksud bertanya lebih lanjut, sebuah suara membuatnya terdiam.

"Heiiiii .... Dong Wo!! ha..ha ... ha.. pak direktruk ternyata tepat waktu juga ..."

Eun Ho berpaling dengan cepat ke asal suara itu. Nathan Lee, partnernya di iklan NB II, sudah berdiri di sana.

"Hi, Hyung .... tentu saja saya harus tepat waktu, saya sudah berjanji padamu, kan?"

Dong Wo berjalan kearah Nathan dan membenturkan tinjunya ke tangan Nathan yang terkepal. Mereka berdua tertawa lepas setelah itu.

"Hyung ...?", kata Eun Ho pelan.

Dong Wo yang mendengar gumaman Eun Ho segera mengalihkan pandangannya dari Nathan.

"Benar ... Nathan adalah saudara sepupuku ... sebenarnya masih sepupu jauh .. tapi wajah kami mirip, kan?"

Eun Ho mengalihkan pandangan dari Dong Wo ke Nathan begitu juga sebaliknya. Ya, diakuinya .. mereka berdua memang mempunyai kemiripan satu sama lain.

"Eun Ho, pemotretan akan segera dimulai .. sebaiknya kita mempersiapkan diri sekarang juga  ... kita harus berganti pakaian dan make up .. dan .. Dong Wo, kamu sibukan dirimu sendiri ya .. kami tidak bisa menemanimu sekarang ..", kata Nathan dari Eun Ho ke Dong Wo.

"Ok .. never mind, hyung ...", jawab Dong Wo sambil mengacungkan tangannya.

Eun Ho mengikuti langkah Nathan memasuki ruang pemotretan, meninggalkan Dong Wo sendiran di lorong luar.


**********************


Yong Na termenung di ruang prakteknya. Tadi Choi Yoon meneleponnya dan menjelaskan lagi tentang semua yang dibilang hanya kesalahpahaman kepadanya. Tapi Yong Na tidak mendengarnya. Rasanya cukup sudah semua penderitaannya ini. Setelah lebih mementingkan pekerjaan daripada dirinya, sekarang Choi Yoon sudah berani menempatkan orang ketiga dalam hubungan mereka yang memang sudah di ujung tanduk itu.

Yong Na meraih ponsel yang ada diatas meja. Dia sudah mengambil keputusan bulat. Semuanya harus diselesaikan. Tanpa ragu sedikitpun dia memencet nomor telepon Choi Yoon ....



************************


Choi Yoon menghempaskan tubuhnya ke kasur. Hari ini dia libur. Tapi hatinya sangat kacau. Tidak ada perasaan gembira sedikitpun menyambut hari libur yang sangat dinantikannya ini. Tadi dia menghubungi Yong Na dan berusaha menjelaskan semua permasalahan yang terjadi dengannya dan Hye Jin tapi Yong Na tidak mau mendengarkannya. Pacarnya itu sama sekali tidak percaya dengan semua penjelasannya. Sepertinya semua benar akan berakhir sampai disini.

Choi Yoon membalikan tubuhnya ketika ponsel di sampingnya berbunyi. Dia meraih ponsel itu dan melihat ke layar, nama Yong Na tercantum di sana. Dengan hati penuh harap, Choi Yoon memencet tombol penerima dan mendekatkan ponsel tersebut ke telinganya ..

"Yeoboseyo ...... Yong Na ..?"


************************


« Last Edit: February 08, 2010, 11:24:16 am by mrs. Lee Min Ho »

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun