Author Topic: *LOVE & CAREER* (Lovelyn, Miny and Luveliprincess) ~ chp 30 (final) '20 Nov 10  (Read 19977 times)

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
CHAPTER 14 ~ Luveliprincess

Choi Yoon langsung mengemudikan mobilnya secepat mungkin. Pikirannya galau, tidak bisa tenang. Bagaimana dia bisa tenang, jika ternyata Yong Na, wanita yang dicintainya itu baru saja menelpon dan mengatakan bahwa dia ingin putus.
Choi Yoon menambah lagi kecepatannya. Padahal di depan lampu lalu lintas sudah berwarna kuning menandakan tanda hati – hati. Dia malah semakin menginjak gas sehingga akhirnya sebelum lampu lalu lintas berubah menjadi merah, dia sempat melewatinya.

Hanya dalam 15 menit ia sampai di klinik Yong Na. Dia memarkir mobilnya dengan sembarangan. Lalu berlari keluar dari mobil menuju dalam klinik. Dia terus berlari mencari ruang kerja Yong Na. resepsionis di depan sempat melarang Choi Yoon, namun Choi Yoon tidak memperdulikannya.

“Yong Na…” Kata Choi Yoon tersengal – sengal

“Yoo…Yoon-a…..” Yong Na terkejut ketika melihat Choi Yoon sudah berdiri di depannya. Di ruang kerjanya.

“Yong Na, ayo kita bicara…” Kata Choi Yoon sambil menghampiri Yong Na dan menarik tangannya.

“Yoon-a tapi aku.. aku…lepaskan…” Yong Na mencoba melepaskan diri dari pegangan Choi Yoon, namun pegangannya terlalu kuat.

“Lepaskan Yoon-a.. Aku masih ada pasien!” Teriaknya

Choi Yoon akhirnya melepaskan pegangannya. Yong Na langsung mengelus – elus pergelangan tangannya yang sedikit sakit karena cengkraman tadi.

“Tunggu aku 15 menit lagi!” Bentak Yong Na.

*****

Sementara itu persiapan pemotretan iklan NB sebentar lagi dimulai. Eun Ho sudah memakai gaun satin sederhana berwarna putih. Rambutnya diberi sentuhan curly pada bagian bawahnya. Nathan sempat terpesona melihat kecantikan alami Eun Ho. Begitu pula Dong Wo yang bersama kru – kru lainnya.

Perfect! I like your dress, your hair, and… everything.. I like it. No jeongmal yeppeoyo Eun Ho-ssi..” Kata Nathan saking terpesonanya.

Eun Ho mengangguk pelan. “Thank You”

“Ok! Pemotretan segera dimulai. Eun Ho-ssi, Nathan.. siap – siaplah..” teriak fotografer. Dan langsung saja Eun Ho dan Nathan sibuk dengan posisi dan gaya yang telah diatur oleh pengarah gaya. Awalnya Eun Ho sempat merasa kaku, namun setelah beberapa lama gayanya muncul dengan sendirinya secara alami.

Sementara itu Dong Wo tersenyum puas melihat pemotretan itu. Dia memperhatikan Eun Ho dengan seksama. Dia memang berbakat. Katanya dalam hati.

*****

“Yong Na! Dengarkan aku. Kau salah paham. Dia teman adikku..” kata Choi Yoon

Saat itu mereka sudah berada di dalam mobil Choi Yoon. Di dalam klinik memang tidak ada tempat yang leluasa untuk berbicara.

“Aku tahu…” Kata Yong Na pelan.

“Lalu apa alasanmu memutuskanku?” teriak Choi Yoon marah.

“Kau benar – benar tidak tahu?”

“Tidak!”

“Berapa banyak waktu yang kau punya untukku Yoon-a?”

Choi Yoon langsung terdiam. Dia sadar selama ini telah mengesampingkan Yong Na demi pekerjaannya.

“Tapi itu pekerjaanku Yong Na.. mengertilah…” Bela Choi Yoon

“Aku tahu itu Yoon-a.. tapi harus sampai kapan aku mengerti? Sedangkan kau sendiri tidak pernah mengerti aku..” Ujar
Yong Na sedih.

Choi Yoon terdiam lagi.

“Satu kali, aku masih menghadapinya dengan senyuman, dua kali.. aku masih tersenyum. Sampai berkali – kali aku masih bersabar. Tapi aku sudah tidak tahan lagi Yoon-a. Coba kau pikir, berapa kali kau mengingkari janji kita?”

“Aku mungkin bisa mengerti itu.. tapi hatiku tidak mau menerimanya. Aku terlalu lelah”

“Yong Na-ya…..”

“Terlebih lagi, kau selalu membuatku menjadi salah paham. Pertama Eun Ho, lalu wanita teman Choi Young. Itu karena apa Yoon-a? karena kau dari awal tidak pernah memberitahukannya padaku. Sehingga aku salah paham. Karena mungkin kau tidak pernah menganggapku sebagai seseorang yang bisa menjadikanmu tempat berbagi..”

Air mata Yong Na mulai memenuhi pelupuk matanya.

“Yong na-ya….” Kata Choi Yoon sambil menggenggam tangan Yong Na erat.

“Aku lelah seperti ini Yoon-a.. Sudahlah lebih baik kita akhiri saja hubungan kita…” Ujar Yong Na. Air matanya mulai menetes membasahi pipinya.

“Tidak!“ Kata Choi Yoon tegas.

“Aku tidak ingin kehilanganmu lagi. Aku tahu aku salah Yong Na. Tapi kau tidak bisa memutuskan hubungan kita begitu saja. Kau mau kejadian itu terulang lagi??”

Yong Na sedikit terkejut mendengar pernyataan Choi Yoon.

“Jangan membohongi perasaanmu lagi Yong Na. Aku tahu kau masih mencintaiku, begitu pula aku. Jadi jangan ingkari perasaan kita sendiri.. Aku tidak ingin berpisah denganmu” Kata Choi Yoon.

Perkataan Choi Yoon membuat air mata Yong Na menetes lagi. Dia sadar. Betapa kuatnya dinding yang ia bangun untuk pertahanannya, tetap saja selalu ambruk kembali ketika ia mengingat bahwa ia memang masih mencintai Choi
Yoon.

“Aku janji Yong Na. Aku janji. Aku akan berubah. Aku akan lebih mementingkanmu sekarang” Kata Choi Yoon lagi. Dia menggenggam tangan Yong Na semakin erat.

Yong Na menatap Choi Yoon. Dilihatnya lelaki di depannya itu sedang bersungguh – sungguh. Akhirnya pertahanannya kini runtuh sudah. Dia menangis sejadi – jadinya.

Choi Yoon langsung meraih Yong Na kedalam pelukannya. Dia membelai rambut Yong Na dengan penuh kasih sayang. Dia membiarkan Yong Na menangis di pelukannya sampai ia terhenti.
Beberapa saat kemudian, akhirnya tangis Yong Na mereda. Choi Yoon melepas pelukannya sehingga kini mereka berhadap – hadapan. Choi Yoon menghapus air mata yang tersisa dari pipi Yong Na.

“Jangan menangis lagi Yong Na, aku tidak akan membiarkanmu menangis lagi”

Yong Na mengangguk pelan.

“Nah, sekarang senyum. Ayoo, senyumnya mana?” Goda Choi Yoon

“Aissh.. apa – apaan sih kau ini?memangnya aku anak kecil?” Ujar Yong Na sambil tersipu malu.

“Memang kau anak kecil. Mana ada orang dewasa yang menangis meraung – raung seperti kau tadi” Choi Yoon semakin meledek Yong Na.

“Ya!!” Teriak Yong Na. Dia memukul – mukul Choi Yoon dengan tangannya.

“Aduh,,ah..sakit! Yong Na.. ah,, hentikan..Yong Na.. Ampuuunnn” teriak Choi Yoon kesakitan.
Yong Na malah semakin memukuli Choi Yoon sambil tertawa – tawa. Akhirnya dia berhenti memukulnya.

“Nah, seperti itu baru Yong Na-ku yang cantik” Kata Choi Yoon sambil tersenyum.
Yong Na mengerucutkan bibirnya. Pipinya berubah menjadi merah sekali. Dia sangat malu saat itu. Lalu tiba – tiba saja bibir Choi Yoon sudah mendarat di bibir Yong Na. Yong Na sangat kaget. Tapi tidak lama kemudian Choi Yoon menyudahinya.

Saranghae Yong Na-ya…” Kata Choi Yoon. Yong Na kemudian tersenyum. “Aku juga mencintaimu Yoon-a..” Dan Choi Yoon mencium Yong Na sekali lagi. Kali ini Yong Na membalasnya dengan lembut. Selama beberapa saat, kedua insan itu terhanyut dalam kehangatan cinta mereka. Menikmati sebuah kecupan yang membuat mereka semakin menyadari, bahwa mereka benar – benar mencintai satu sama lain.

*****

Di waktu yang sama Yong Chan sedang menjalani syuting. The Sword sudah sampai pada ke episode ke 10 saat ini. Yong Chan melakukan perannya dengan sangat baik. Tanpa kesalahan satukalipun. Beberapa kru sempat heran dengannya. Bahkan Mr. Bae sampai bingung melihatnya.

“Terjadi sesuatu yang baik sepertinya kemarin?” Tanya Mr. Bae sambil terkekeh saat selesai syuting. Yong Chan yang saat itu sedang minum, langsung memberikan salam pada Mr. Bae.

“Ah, Mr. Bae… Ah.. tidak. Hanya… perasaanku sekarang sedang baik.” Kata Yong Chan sambil tersenyum.

“Hahaha.. Aku juga pernah muda Yong Chan-a.. Wajahmu saat ini sedang memancarkan kebahagiaan..”

“Ah? Benarkah?” Tanya Yong Chan kaget sambil meraba – raba wajahnya seperti orang bodoh.

“Hahahaha.. Benar kan, buktinya kau langsung percaya.”

“Ah Mr. Bae,, kau mengerjaiku ya?” Yong Chan langsung terdiam begitu ia sadar akan kebodohannya.

“Hehehe.. Baiklah, aku pergi dulu. Kau banyaklah istirahat. Nanti malam kita harus berangkat ke Jeollanam-do. Besok pagi – pagi kita harus mulai syuting untung scene di atas gunung.

“Baik Mr. Bae…”

*****

Malamnya, seluruh kru The Sword sudah berkumpul di lapangan parkir gedung YT Entertainment. Mereka semua menggunakan bis yang sudah disediakan.

“Ok, 15 menit lagi kita berangkat. Semuanya sudah berkumpul bukan?” Teriak Mr.Bae

“Ah, Eun Ho-ssi belum hadir Mr.Bae…” Kata salah satu kru.

“Eun Ho-ssi? Hmm.. Yong Chan.. Coba kau telepon dia..” Perintah Mr.Bae

Yong Chan mengangguk dan buru – buru mengambil ponsel dari sakunya. Namun baru saja dia menekan nomor Eun Ho, terdengar suara salah satu kru wanita yang berteriak. “Ah itu Eun Ho-ssi..”

Yong Chan mengalihkan pandangannya untuk mencari Eun Ho, ternyata benar. Eun Ho baru saja datang,berlari – lari kearah sini sambil terengah – engah.

“Ah,,hah.. maaf aku terlambat..hah..hah..” Kata Eun Ho. Napasnya masih tersengal – sengal.

“Ya! Kau ini darimana sih? Hampir saja kau ditinggal. Dan apa itu? Kau pikir kita mau pindahan ya?” Kata Yong Chan sambil menunjuk satu koper besar yang dibawa Eun Ho.

“Ini barang bawaanku!hh.. Disana kan dingin. Jadi aku bawa banyak jaket. Hhh..hh..” Jawab Eun Ho.

“Sudah Eun Ho-ssi.. Tidak apa – apa. Istirahatlah dulu. Napasmu sampai tersengal – sengal begitu. Kita masih berangkat 15 menit lagi” Sahut Mr.Bae

Kamsamnida Mr. Bae..” Kata Eun Ho. Lalu dia duduk di pinggir trotoar. Dan menjulurkan kakinya.

“Ya! Lee Eun Ho, kau belum jawab pertanyaanku. Kau ini darimana sih?” Tanya Yong Chan lagi. Dia mengambil tempat di sebelah Eun Ho dan duduk di sampingnya.

“Aku ketiduran..”

“Muo??Ketiduran?” teriak Yong Chan. Beberapa kru langsung menengok kearah Yong Chan dan Eun Ho.

“Aissh! Jangan teriak – teriak..” Kata Eun Ho jengkel.

Arasseo, tapi bagaimana mungkin kau tidur pada saat seperti ini?” Kata Yong Chan memelankan suaranya.

“Ya mana ku tahu, namanya juga ketiduran. Pasti itu tidak sengaja. Kalau aku sengaja, itu bukan ketiduran namanya..”

Yong Chan menghela napasnya. Lalu dia melanjutkan perkataannya. “Hhh.. memang susah bicara denganmu..”

“Ayo, ayo.. kita berangkat sekarang…” Panggil Mr. Bae

Semua kru dan pemain yang lain bersiap – siap masuk ke dalam bis. Begitu juga dengan Eun Ho dan Yong Chan. Eun Ho merasa kesulitan untuk menaikkan kopernya kedalam bis. Namun Yong Chan dengan sigap mengambilnya dari tangan Eun Ho dan menaikkannya ke dalam bis.

“Huh.. aku tidak minta bantuanmu..” Kata Eun Ho

Setelah semuanya masuk ke dalam bis, akhirnya mereka berangkat menuju  Jeollanam-do. Perjalanan yang cukup panjang. Terlebih lagi jam 5 pagi, mereka harus sudah ada di atas puncak gunung Cheonwangbong untuk mengambil scene matahari terbit. Hampir tidak ada istirahat untuk mereka. Oleh karena itu mereka memanfaatkan perjalanan ini untuk tidur dan beristirahat secukupnya.

*****

“Bagaimana? Cantik bukan?” Tanya Mr. Bae

“Waaaaaahhh cantik sekaliiiiiii…” Teriak Eun Ho ketika seluruh kru The Sword dan pemainnya sampai di puncak gunung Cheonwangbong.

“Benar.. Tidak salah Mr. Bae memilih lokasi disini..” Sahut Yong Chan.

“Tentu saja.. Ini salah satu lokasi terbaik untuk syuting film. Pemandangannya luar biasa. Apalagi scene kita kali ini adalah adegan romantic untuk Yeong Jae dan Su Ah, jadi memang harus mencari tempat yang indah..” kata Mr.Bae
Yong Chan dan Eun Ho mengangguk. Mr. Bae benar. Ini adalah tempat paling tempat untuk adegan percintaan.

“Ayo cepat, kita harus bersiap – siap. Yong Chan, Eun Ho segera bermake –up. Sebentar lagi jam 5 pagi. Ayo” kata Mr. Bae

Dan segera saja seluruh kru disana sibuk dengan tugasnya masing – masing. Beberapa penata cahaya memasang lampu disana – sini. Cameraman bersiap – siap dengan kameranya. Para Make-up artis sibuk mendandani Eun Ho dan pemain lainnya.

Setelah jam 5 pagi, semua sudah selesai. Maka Yong Chan dan Eun Ho segera bersiap – siap di posisi mereka. Ini adalah Adegan romantic untuk Yeong Jae dan Su Ah yang tidak lain adalah Yong Chan dan Eun Ho.

“Yeong Jae, sebenarnya kau mau bawa aku kemari untuk apa?” Kata Eun Ho dalam adegan tersebut.

“Rahasia, nah sekarang.. tutup matamu..” Kata Yong Chan alias Yeong Jae

Yeong Jae menutup mata Su Ah dari belakang dengan kedua tangannya. Sementara itu, perlahan sinar keemasan menyinari seluruh pegunungan itu. Matahari terbit yang sangat indah. Perlahan Yeong Jae melepaskan pegangannya dari mata Su Ah.

Su Ah membuka matanya perlahan. Lalu dia terpana, melihat pemandangan yang ada di depannya. Sinar keemasan itu kini menerpa wajah Su Ah dan Yeong Jae.



“Yeong Jae-ya.. Ini… benar – benar…. Indah…” Kata Su Ah.

Yeong Jae kemudian tersenyum. Lalu dia memeluk Su Ah dari belakang. Su Ah terkejut. Namun dia tidak berbicara apa – apa. Dia biarkan Yeong Jae memeluknya erat.

“Su Ah-ya..”

“Emmm?” gumam Su Ah

“Kau tahu betapa hangatnya sinar mentari di pagi hari?”

Su Ah mengangguk. Yeong Jae meneruskan kata – katanya. “Kau tahu Sang mentari tidak akan pernah lelah untuk menyinari dunia ini?”

“Dia tidak akan pernah lelah, dan selalu bersinar…” Yeong Jae menghentikan kata – katanya sebentar.

“Su Ah-ya…”

“Ne?” Jawab Su Ah

“Biarkan aku menjadi mataharimu, memberikan kehangatan padamu dengan sinarku, menerangi jalanmu dengan cahayaku..” kata Yeong Jae dengan sungguh – sungguh.

Su Ah berbalik memandang Yeong Jae. Mereka bertatap – tatapan.

“Benarkah itu Yeong Jae?” Tanya Su Ah

“Tentu saja.. Aku bersungguh – sungguh.. Su Ah,, Kau.. mau.. menerimaku?” Tanya Yeong Jae

“Tapi Yeong Jae, pasti orangtuaku tidak akan setuju jika aku berhubungan denganmu..” Kata Su Ah sedih.

“Aku tak perduli. Aku mencintaimu Su Ah. Aku yakin, jika kita bersama tidak ada rintangan yang tidak dapat kita hindari..” Kata Yeong Jae bersikeras.

“Yeong Jae-ya….”

Mereka bertatapan lagi. Kali ini di dalam mata mereka masing – masing terpancar sinar kebahagiaan yang tidak dapat disembunyikan. Lalu Yeong Jae mendekatkan wajahnya kepada wajah Su Ah dengan perlahan.

“Mr. Bae? Bukankan tidak ada adegan ini?” Bisik penulis naskah kepada Mr. Bae

“Ssst..biarkan saja…” Kata Mr. Bae

Sementara itu Eun Ho heran dengan improvisasi yang dilakukan Yong Chan. Di dalam scenario, mereka hanya bertatap – tatapan. Namun mengapa Yong Chan ingin menciumnya? Eun Ho memasang telinganya untuk mendengar aba – aba
“CUT” dari Mr. Bae, namun dia tidak mendengarnya. Maka ia juga tidak berani untuk menghentikan adegan ini.
Wajah Yeong Jae semakin dekat dengan wajah Su Ah. Hidung mereka bersentuhan.

Su Ah alias Eun Ho tidak bisa berkata apa - apa. Dia hanya membiarkan bibir Yeong Jae yang bertemu bibirnya. Yeong Jae mengecupnya lembut. Tanpa sadar Eun Ho memejamkan matanya setelah itu, dia mulai membalas ciuman Yong Chan. Mereka berciuman dengan lembut. Bibir mereka saling terpagut satu sama lain. Dengan latar belakang pegunungan yang disinari cahaya mentari pagi.

Yong Chan :

Eun Ho kau tahu? Aku melakukan ini bukan untuk Su Ah. Tapi untukmu. Maafkan aku Eun Ho. Tapi suasananya benar – benar tepat. Sehingga membuatku menjadi begini. Lagipula, bukankah kau sudah menjadi milikku sekarang?

Eun Ho :

Sungguh, jantungku benar – benar berdebar saat ini. Rasanya seperti hampir copot. Ya Tuhan, Yong Chan, apa yang dia lakukan? Mengapa dia melakukan ini? Tapi Mr. Bae juga tidak mengatakan apa – apa. Lalu apa yang kulakukan? Sepertinya aku malah menikmati ciuman ini. Aahhh aku bisa gila.


“Ya! CUT! Bagus sekali,, benar – benar sempurna. Tanpa cacat sedikitpun” Teriak Mr. Bae

Eun Ho langsung mengalihkan pandangannya. Wajahnya sangat merah. Dia buru – buru meninggalkan Yong Chan dan menuju kearah kru. Sementara itu tanpa Eun Ho sadari, Yong Chan tersenyum nakal saat itu.

“Mr. Bae,, mengapa ada adegan itu?” Tanya Eun Ho sedikit marah.

“Ah, maaf. Tapi itu benar – benar bagus Eun Ho, sempurna. Aku yakin ratingnya pasti akan bagus..” Kata Mr. Bae

“Ayo, kita istirahat, lalu beres – beres dan kembali ke penginapan. Siang nanti kita syuting untuk scene 107”

Semua kru langsung beres – beres dan duduk – duduk santai. Mr. Bae lalu pergi meninggalkanku dan menghampiri Yong Chan.

“Kerja yang bagus..” Katanya sambil menepuk – nepuk bahu Yong Chan. Sementara itu Yong Chan hanya bisa tersenyum senang.

Eun Ho cemberut melihat itu. Lalu dia duduk di bawah pohon. Mengambil minuman yang disediakan kru dan meneguknya habis. Yong Chan lalu datang menghampirinya.

“Eun Ho-ya.. aku...”

“Sudahlah….” Kata Eun Ho

“Dengarkan aku dulu, Aku benar – benar tidak bermaksud seperti itu tadi..”

“Aku bilang sudahlah..”

“Tapi Eun Ho…”

“Aku tidak marah…”

“Apa?” Tanya Yong Chan. Sepertinya dia baru saja salah mendengar.

“Aku tidak marah…” Ulang Eun Ho

Ji…Jinja?

Eun Ho mengangguk terpaksa.

“wah..wah.. uri Eun Ho sepertinya salah makan obat. Biasanya dia langsung marah seperti monster yang sedang mengamuk” Ledek Yong Chan

“Diam atau aku berubah pikiran..” Kata Eun Ho. Yong Chan langsung tidak menganggu Eun Ho lagi. Namun dalam hatinya, dia sangat senang saat itu.

********

Sementara itu siang harinya di Seoul, Dong Wo dan Nathan sudah berjanji untuk makan siang bersama. Mereka makan di sebuah restoran di dalam hotel bintang lima di kawasan seoul. Ketika mereka masuk beberapa pasang mata langsung melihatnya. Terutama pengunjung wanita. Mungkin jarang – jarang mereka melihat dua pemandangan bagus sekaligus di depan mereka.

“Waaah tampan sekali.. Siapa ya mereka?” Kata seorang pengunjung wanita yang sedang makan bersama temannya.

“Ne? kau tidak tau dia? Yang memakai jas putih itu adalah Nathan Lee. Model international. Masa kau tidak tahu?
Kalau sebelahnya aku kurang tahu. Tapi dia sama tampannya” Kata temannya.

“Mereka berdua mirip ya? Apa mereka kakak adik?” tanya wanita pertama

“Entahlah…mungkin begitu…” Kata temannya  lagi

Dong Wo dan Nathan mengambil tempat di dekat jendela. Seorang pelayan datang dan memberikan mereka menu.

“Kau pesan apa?” Tanya Dong Wo

“You first.. Aku mau ke toilet dulu..” Ujar Nathan

“Ok..”

******

Di restaurant yang sama, Choi Young baru saja keluar dari toilet. Tiba – tiba ponselnya berbunyi, menandakan ada pesan yang masuk. Choi Young membukanya. Ternyata dari Eun Ho. Mengabarkan bahwa dia baik – baik saja di Jeollanam-do. Choi Young membalas pesannya sambil berjalan tanpa melihat kedepan. Sehingga di sudut koridor, dia tidak melihat seseorang yang berjalan dari arah berlawanan.

“BRAAAAK!!” mereka bertabrakan.

“Aaaah…”teriak Choi Young. Ponselnya terjatuh ke lantai.

Pria di depannya terkejut dan membantu Choi Young berdiri. Pria itu tidak lain adalah Nathan.

“Kau tidak apa – apa?” tanya Nathan.

Na Gwaenchana..” Kata Choi Young sambil berdiri. “Maaf, aku tadi tidak melihat jalan” Lanjutnya.

“Tidak apa – apa..”Kata Nathan sambil tersenyum. Lalu dia mundur satu langkah. Tanpa dia sadari ponsel Choi Young berada disitu dan kaki Nathan dengan otomatis menginjaknya.

“Kraaak!”

“Aaah bunyi apa itu?” Tanya Choi Young

Nathan langsung melihat apa yang diinjaknya. Dia mengangkat kakinya. Dan O-ow.. itu adalah ponsel.

“Ponselku…!” Teriak Choi Young

“Aaah,,maaf…” Kata Nathan.

Choi Young menatap Nathan dengan geram, sementara itu Nathan hanya bisa menggaruk – garuk kepalanya dengan rasa bersalah.

*****

Kembali pada Yong Chan dan Eun Ho.

Setelah istirahat makan siang. Syuting kembali dilakukan. Mereka sekarang sudah tiba di sebuah padang rumput, masih di daerah Jeollanam-do. Disana memang terkenal tempat – tempat yang indah. Oleh karena itu disana memang salah satu tempat yang dikembangkan pemerintah korea untuk dijadikan objek wisata.



Eun Ho baru saja selesai dirias. Sedangkan di sebelah sana, Yong Chan sedang berlatih sebentar. Mereka akan mengambil adegan pertempuran. Dimana Su Ah diculik oleh beberapa kawanan penjahat. Salah satu kawanan penjahat yang memainkan peran tersebut adalah Dam Ah. Dia baru saja tiba beberapa jam lalu.

“Bagaimana rasanya menjadi pemeran utama? Lelah bukan?” Sindir Dam Ah ketika ia menghampiri Eun Ho

Eun Ho hanya membalasnya dengan senyuman tipis. Dia tidak ingin berdebat dengan Dam Ah. Untung saja Mr. Bae segera memanggil mereka untuk bersiap – siap.

Selama tiga jam lebih, mereka melakukan syuting. Para pemain dan kru sudah kelihatan lelah, namun itulah pekerjaan di dunia film. Seperti kata Choi Young. Tidak pernah mengenal kata lelah.

Sore harinya, menjelang matahari tebenam, syuting the sword akhirnya selesai. Beberapa kru terlihat kelelahan. Begitu juga dengan Yong Chan. Dia memang harus melakukan beberapa adegan pertarungan. Mereka langsung membereskan peralatan dan kembali ke penginapan. Rencananya mereka menghabiskan 4 hari disana.

Sementara itu Dam Ah baru saja tiba di kamarnya. Dia sudah merencanakan sesuatu malam ini. Sesuatu yang sangat jahat. Dia mengambil secarik kertas dari notebooknya. Lalu menuliskan sesuatu di kertas itu.

******

“Aaaaah lelah sekali…” Kata Eun Ho sambil merebahkan dirinya di kasur. Namun baru saja ia ingin beristirahat,
terdengar ketukan pintu. Eun Ho bangun dan bertanya. “Nuguseyo?

Tidak ada jawaban. Akhirnya dia membuka pintunya. Namun ternyata tidak ada orang disana. Eun Ho menengok ke kanan dan kiri. Tapi tidak ada siapapun. “Eh? Aneh.. Apa itu halusinasiku saja?” Kata Eun Ho. Lalu dia menutup pintunya kembali. Saat matanya melihat ke bawah pintu, ada sesuatu disana.

Ne? I ge mwoya? (apa ini?)” Tanya Eun Ho

Eun Ho mengambil kertas yang tersebut. ternyata itu adalah sebuah pesan. Dari Yong Chan.

Eun Ho, Aku tunggu kau di belakang penginapan
Ada yang ingin kutunjukkan padamu
-Yong Chan-

“Yong Chan? Anak ini.. apa lagi yang akan dia lakukan?”

Eun Ho mengambil jaket yang digantung di lemari. Lalu dia beranjak keluar. Tanpa dia sadari ponselnya tertinggal di dekat meja.

*****

Sementara itu, Yong Chan baru saja selesai mencuci mukanya. Dia benar – benar lelah saat itu. adegan tadi menguras tenaganya. Dia teringat kejadian tadi pagi bersama Eun Ho. Lalu dia tersenyum senyum sendirian. Dia mengambil ponsel yang terletak di atas kasur untuk menelpon Eun Ho.

“Tuuuuutttt….Tuuuuuuut” Tidak ada jawaban. Yong Chan menelponnya sekali lagi. Namun masih tidak ada jawaban.

“Aneh? Apa dia sudah tidur?” Tanya Yong Chan heran. “Ah, mungkin dia sedang mandi” lanjutnya.

*****

Eun Ho sudah sampai di belakang penginapan. Tidak ada siapapun disana. Penginapan itu memang berada di kaki pegunungan. Di sekelilingnya hanya ada hutan. Eun Ho melihat sekeliling. Tidak ada tanda – tanda Yong Chan disana.

Eun Ho merapatkan jaketnya hingga ke leher. Udaranya sangat dingin saat itu.

“Aaiisshhh, anak ini sebenarnya mau apa sih? Dingin…” Kata Eun Ho sambil meniup – niup tangannya yang kedinginan.

Namun tiba – tiba saja ada yang membekap Eun Ho dari belakang. Eun Ho langsung meronta – ronta untuk melepaskan diri. Namun bekapan orang itu terlalu kuat. Hingga akhirnya dia jatuh tak sadarkan diri.

******END CHAPTER*****
« Last Edit: February 08, 2010, 11:25:38 am by mrs. Lee Min Ho »

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun