Author Topic: *LOVE & CAREER* (Lovelyn, Miny and Luveliprincess) ~ chp 30 (final) '20 Nov 10  (Read 19977 times)

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
CHAPTER 17 ~ Luveliprincess

“Yo..Yong Sae-ya…” Kata Yong Na terkejut begitu melihat adik kecilnya itu berada di luar mobil. Yong Na buru – buru membuka kaca mobil.

“A… Ada apa?” Tanyanya.

“Onnie, aku dapat telepon dari manajemen Yong Chan oppa. Katanya dia dan Eun Ho onni sudah beberapa hari menghilang. Mereka menanyakan apa
Yong Chan Oppa pulang kerumah atau tidak.” Jawab Yong Sae.

“Mu..Muorago?? Yoon-a, coba kau cek ponsel Eun Ho. Tanya padanya keberadaan mereka dimana” Perintah Yong Na pada Choi Yoon.
Choi Yoon langsung menekan nomor Eun Ho dari ponselnya. Dia menunggu beberapa saat lalu dia mendesah pelan.

“Ahh, handphonenya tidak aktif” Kata Choi Yoon

Yong Na langsung keluar mobil, dia menghampiri Yong Sae dan memegang bahunya. “Yong Sae-ya, kapan tepatnya kau menerima telepon itu?”

“Tadi siang, saat aku pulang sekolah” Jawab Yong Sae

“Lalu mengapa kau tidak langsung menelponku?”

“Aku takut pekerjaan onni terganggu” Kata Yong Sae polos.

“Baiklah, aku harus menghubungi manajer Yong Chan” Kata Yong Na.

Yong Na buru – buru masuk kedalam rumah diikuti Yong Sae dan Choi Yoon. Sesampai di dalam, Yong Na mengambil buku telepon di atas meja ruang tengah rumahnya. Di dalam buku itu terselip kartu nama dan nomor telepon manajernya Yong Chan.
Yong Na segera menekan nomor tersebut. Terdengar nada sambung, tidak lama kemudian terdengar jawaban.

“Yeoboseyo?” Katanya

“Yeoboseyo.. Ah, ini aku Yong Na, kakak Yong Chan. Apa terjadi sesuatu dengan adikku?” Tanya Yong Na panik.

“Ah, Yong Na-ssi.. Iya, kami sedang mencari letak keberadaan Yong Chan dan Eun Ho ssi. Mereka menghilang sejak beberapa hari lalu” Kata manajernya Yong Chan.

“Muo? Menghilang? Bagaimana bisa?”

“Entahlah, aku tidak tahu bagaimana persis kejadiannya. Tapi yang pasti kami semua sedang berusaha keras mencari mereka. Apakah dia tidak
menghubungimu Yong Na-ssi?”

“Kalau dia menghubungiku untuk apa aku menelponmu??!” Teriak Yong Na tidak sabar.

Choi Yoon langsung mengusap – usap bahu Yong Na, untuk menenangkannya.

“Ah, Maaf Yong Na-ssi aku tidak bermaksud begitu. Aku hanya bertanya.” Kata Manajer Yong Chan merasa bersalah.

“Baiklah, Jika ada kabar selanjutnya, hubungi aku!”

“Baik Yong Na-ssi..”

Terdengar suara orang di seberang sana. Sepertinya Manajer Yong Chan sedang berbicara kepada seseorang.

“Ah, Yong Na-ssi… baru saja aku mendapat kabar, kami sudah mengetahui keberadaan mereka”

“Jeongmallyo? Ah,syukurlah…” Kata Yong Na sambil menarik napas lega.  “Kalau begitu jika ada kabar selanjutnya, tolong hubungi aku”

“Ne..”

Yong Na menutup ponselnya. Wajahnya kini tidak sepanik tadi.

“Apa mereka sudah menemukannya?” Tanya Choi Yoon

“Ya, Begitulah. Tapi aku belum tahu pasti bagaimana kabar seluruhnya. Dia bilang jika ada kabar lagi, akan menghubungiku..”

Choi Yoon mengangguk tanda mengerti. “Baiklah, Lagipula besok aku akan menyusul ke Jeollanam-do. Jadi kau tidak usah khawatir, jika aku sampai sana, aku akan mencari kabar tentang Yong Chan”

“Gomawo..Yoon-a…” Ujar Yong Na

“Baiklah, aku harus pergi…” Kata Choi Yoon pamit.

“Ah, iya. Maafkan aku membuatmu cemas Yoon-a..” Kata Yong Na sambil tersenyum

“Tidak apa – apa.. Baiklah, aku pulang ya. Yong Sae, aku pulang..” Kata Choi Yoon sambil mengelus elus kepala Yong Sae lembut.

“Ne, Choi Yoon oppa.”


*****

Keesokan harinya, Eun Ho terbangun dengan posisi tidur sambil memeluk Yong Chan yang masih tertidur dengan dada telanjang. Dia langsung tersentak kaget melihat itu. Dia buru – buru melepaskan pelukannya dan beranjak bangun. Dia memeriksa tubuhnya yang terbalut selimut. Dan betapa kagetnya ia melihat dirinya hanya memakai tank top dan celana panjang tipis.

“Omo! Naega wae?Apa terjadi sesuatu semalam?” Kata Eun Ho bingung. “Aaaiissshhh aku bisa gila!” Katanya sambil memukul mukul kepalanya.

“Ya! Yong Chan-a.. Irona..ppali!! Ya!”

“hmmmmm” Jawab Yong Chan menggeliat malas.

“Aiissh I saram a jinja! Ya! Goo Yong Chan! Irona!!” Teriak Eun Ho

Lalu Yong Chan terbangun dengan suara malas. “Ada apa?”

“Apakah….Apakah.. terjadi sesuatu semalam?” Tanya Eun Ho pelan

“Semalam?”

“Ya, Semalam…Mengapa kau dan aku terbangun dengan berpakaian seperti ini?” Tanya Eun Ho lagi.

Yong Chan menatap Eun Ho bingung, lalu dia memperhatikan tubuh Eun Ho. Eun Ho buru – buru menutup tubuhnya dengan selimut.

“Yaissh! Apa yang kau lihat!” Kata Eun Ho jengkel

“Kau…. Apa kau.. benar – benar tidak ingat?” Ejek Yong Chan dengan senyuman nakalnya.

“Apa?”

“Jangan pura – pura begitu, aku tahu kau malu..” Goda Yong Chan lagi

“Y..ya.. Goo Yong Chan.. jangan bercanda denganku…” Eun Ho mulai ketakutan.

“Waaahh.. sayang sekali kalau kau benar – benar tidak ingat. Padahal semalam kau sangat hebat…”

“Ya! Goo Yong Chan!!”

“Buuuukkkk!!” Tiba – tiba baskom bekas kompresan Yong Chan tadi malam melayang ke kening Yong Chan. Dan dengan seketika saja Yong Chan sudah
terbaring di kasur dengan kesakitan.

“Aaaaahhh… Ya! Lee Eun Ho! Wanita macam apa kau ini? Punya kekuatan sebesar itu? Aaakkh.. kepalaku… Sakitt… Aaaakkhh..” Kata Yong Chan memegang keningnya.

“Rasakan! Ini akibatnya jika kau bercanda denganku!” Kata Eun Ho puas. “Cepat, jelaskan padaku apa yang sebenarnya terjadi. Kalau tidak, baskom ini akan melayang untuk yang kedua kalinya!”

“Arraseo arraseo.. Aigoo.. wanita macam apa dia?” gumam Yong Chan pelan.

“Muorago?”

“Ah..tidak – tidak…”

Yong Chan menceritakan kejadian semalam sambil sesekali mengaduh sambil memegang keningnya yang sekarang benjol. Eun Ho mendengarkan dengan seksama. Lalu dia tersenyum lega.

“Jadi.. benar begitu kan? Aku mencuci pakaian kita berdua karena kita sudah tidak ada baju lagi? Lalu karena kelelahan aku langsung tertidur? Begitu?” tanya Eun Ho

“Terserah kalau kau tidak percaya..”

“Benar – benar tidak ada yang kau lewatkan? Maksudku kita benar – benar tidak terjadi apa – apa kan semalam?”

“Aha, aku tahu.. Kau memang menginginkan kita terjadi sesuatu kan Eun Ho?” Yong Chan mulai menggoda Eun Ho lagi.

“Ya!” Eun Ho bersiap – siap untuk mengambil baskom lagi, namun Yong Chan keburu berteriak.

“Ahh aku tahu… aku tahu.. aku hanya bercanda! Kau ini memang tidak ada selera humor” Kata Yong Chan kesal.

Tiba – tiba pintu kamar diketuk. Suara Ahjumma pemilik penginapan terdengar dari luar.

“Nona.. Apakah sudah bangun? Ada orang yang mencarimu…” Teriaknya.

Yong Chan dan Eun Ho berpandang – pandangan heran. Siapa orang yang mencari mereka?

“Ne, Ahjumma.. aku akan segera keluar…” Jawab Eun Ho.

Eun Ho buru – buru mengambil pakaian yang dijemur di dalam ruangan. Untuk saja pakaian itu sudah kering.

“Cepat pakai bajumu, kita keluar..” Kata Eun Ho pada Yong Chan.

Eun Ho keluar terlebih dahulu untuk menemui ahjumma. “Siapa yang mencariku ahjumma?”

“Entahlah, mereka sepertinya datang menjemputmu..Coba kau lihat saja, mereka menunggu di depan penginapan” Kata Ahjumma
Eun Ho beranjak menuju keluar penginapan. Ternyata disana sudah ada beberapa kru dari The Sword dan manajernya Yong Chan.

“Ah, Kalian… Akhirnya kalian menemukan kami..” Kata Eun Ho senang.

“Dimana Yong Chan?” Tanya Manajer Yong Chan..

“Dia di dalam..perlu kupanggilkan?” Kata Eun Ho

“Tidak usah, itu dia sudah keluar..”

Tidak lama Yong Chan juga keluar penginapan. Dia juga gembira atas kedatangan kru yang menjemput mereka berdua.

“Ah Yong Chan-a.. Kau tau ini semua perbuatan Dam Ah-ssi?” Tanya Manajer Yong Chan.

“Aku tahu.. Justru itu aku mencari Eun Ho sendirian. Tapi, Bagaimana kau bisa tahu?” Yong Chan balik bertanya.

“Dia yang mengatakan semuanya kepada Mr. Bae”

“Benarkah? Ternyata nyali dia hanya sampai sini..” Kata Yong Chan geram. “Lihat saja, aku akan membuat perhitungan dengannya”

“Mr. Bae bilang akan melaporkan kejadian ini ke polisi”

“Muo? Ke Polisi?? Apakah.. Apakah,,, itu tidak terlalu berlebihan?” Kata Eun Ho

“Eun Ho-ya! Dia sudah hampir membunuhmu, tentu saja dia harus kita laporkan ke polisi” Teriak Yong Chan

“Tapi.. Tapi coba kau pikir? Apakah melapor polisi jadi mempersulit keadaan kita? Belum lagi jika hal ini sampai bocor ke para wartawan, aku takut mereka akan memburu kita. Karena ini sudah menyangkut hal pribadi. Kau ingat permintaanku kan Yong Chan?” Tanya Eun Ho

Yong Chan terdiam. Eun Ho benar, kalau sampai cerita ini terdengar ke telinga wartawan, bukan hanya Dam Ah yang menjadi berita, tetapi hubungannya dengan Eun Ho juga terancam. Apalagi jika mereka tahu Dam Ah adalah mantan kekasihnya, Maka mereka akan menyimpulkan ini adalah cinta segitiga.
Yong Chan menggeleng – gelengkan kepalanya membayangkan dirinya, Eun Ho dan Dam Ah menghiasi layar kaca dalam acara – acara infotainment yang amat sangat tidak disukainya.

“Baiklah, kita pikirkan itu nanti. Yang penting kita sekarang pulang dulu. Mr. Bae sudah menunggu di penginapan” Kata Manajer Yong Chan.


*****

Sementara itu di penginapan, Dam Ah merasa resah bukan kepalang. Pikirannya sangat galau. Dia terus berjalan mondar – mandir di kamar penginapannya.

“Ahh.. mengapa aku harus mengaku! Bagaimana jika mereka benar – benar melaporkanku ke polisi? Habislah aku!” Katanya pada dirinya sendiri.
Tiba – tiba pintu kamar diketuk pelan. Dam Ah membukanya dengan perasaan was – was. Ternyata itu adalah salah satu kru.

“Mr.Bae mencarimu..” Katanya pendek.

“Oh.. Ya.. Aku akan segera kesana..” Ujar Dam Ah.

Dam Ah segera keluar kamarnya untuk menemui Mr. Bae di restaurant kecil di penginapan.

“Duduk” Kata Mr.Bae ketika Dam Ah sudah sampai di sana.

“A..Ada apa Mr. Bae?” Tanya Dam Ah gugup.

“Kau akan lihat nanti..” Kata Mr. Bae pendek


*****

Sementara itu di Seoul.

Nathan sedang duduk – duduk santai di café lobby gedung YT entertainment. Dia sedang menunggu seseorang. Tepatnya seorang wanita. Wanita yang membuatnya cukup penasaran. Dia sama sekali tidak tahu nama wanita itu. Namun entah kenapa sifat cuek yang diperlihatkan wanita itu membuat
Nathan merasa tertarik.

Setelah beberapa lama ia menunggu, akhirnya ia menemukan wanita yang di carinya. Saat itu Choi Young baru saja keluar dari lift dan menuju pintu keluar gedung. Nathan buru – buru bangkit dan mengejar Choi Young.

“Hei..” Panggil Nathan

Namun Choi Young tidak mendengar panggilan Nathan. Nathan berlari – lari kecil untuk mengejar Choi Young.

“Hei, Nona ponsel..” Panggil Nathan lagi.

Choi Young menghentikan langkahnya. Lalu mencari sumber suara. Dilihatnya pria yang telah menginjak ponselnya  itu berlari menghampirinya.

“Hoo..?”

“Halo Nona…hhh..hh..” Sapa Nathan sambil terengah – engah.

“Kau? Mau apa lagi kau?” Tanya Choi Young sedikit angkuh

“Ayo, ikut aku..” Kata Nathan

“Ne? Untuk apa? Mengapa aku harus ikut denganmu?”

“Sudah ikut saja..” Nathan kemudian menarik tangan Choi Young dan membawanya keluar gedung.

Di luar, mobil pribadi beserta supirnya telah menunggu Nathan. Dia buru – buru membuka pintu dan menyuruh Choi Young masuk. Sementara itu Choi Young hanya bisa mengikuti perintah Nathan dengan terheran – heran.

“Sebenarnya kau mau apa sih?” Tanya Choi Young. Saat itu mereka sudah berada di perjalanan.

“Kau akan lihat nanti..”

“Ya! Memangnya aku ini pacarmu yang bisa kau bawa seenaknya hah?” Kata Choi Young gusar.

“Sudah kau diam saja. Ini semua untuk menebus kesalahanku..”

“Kesalahanmu?”

“Ah, kita sudah hampir sampai..Pak tolong berhenti di depan..” Kata Nathan pada supirnya.

Supirnya mengangguk, dan menepikan mobilnya disebuah pertokoan yang memang tidak jauh dari gedung YT entertainment.

“Ayo turun..” Ajak Nathan.

Choi Young lagi – lagi hanya bisa menuruti perintah Nathan sambil cemberut.

Nathan meraih tangan Choi Young dan mengajaknya ke dalam suatu toko. Ternyata itu adalah toko handphone yang mereknya cukup terkenal di korea.

“Ini…?” Kata Choi Young kaget.

“Pilih yang kau suka.. aku akan membelikannya untukmu..”

“Kenapa aku harus….”

“Sudah pilih saja, ini untuk mengganti ponselmu yang rusak kemarin..” Potong Nathan.

Akhirnya Choi Young menyerah. Dia tahu sifat orang yang seperti ini tidak akan pernah menyerah jika melakukan sesuatu. Maka Choi Young lebih memilih untuk mengikutinya. Lagipula dia memang belum sempat membeli ponsel baru.

“Tolong berikan ponsel – ponsel keluaran terbaru untuk nona ini..” Kata Nathan. Pelayan toko itu pun segera mengambil beberapa ponsel yang memang baru saja keluar di pasaran.

Choi Young menggelengkan kepalanya. “Aku hanya ingin kau mengganti ponsel yang sama” Katanya

“Bukankah itu model lama? Tentu sudah tidak keluar lagi bukan?” Kata Nathan.

“Apakah ada ponsel tipe x900?” Tanya Choi Young pada pelayan toko.

“Maaf Nona, ponsel tersebut sudah tidak keluar sejak beberapa bulan lalu..” Jawab pelayan itu

“Tuh kan, apa ku bilang” Ujar Nathan sambil tersenyum.

Choi Young melirik Nathan dengan tajam sehingga senyuman di bibir Nathan memudar.

“Baiklah, aku pilih ponsel ini saja” Kata Choi Young. Pelayan itu mengangguk, lalu membungkus ponsel flip yang berwarna putih itu.

“Pilihan yang bagus Nona, ponsel ini memang paling laris beberapa minggu ini..” Kata pelayannya sambil tersenyum

“Aku tunggu diluar..” Kata Choi Young pada Nathan. Nathan mengangguk lalu dia pergi ke kasir untuk membayar ponsel tersebut.

“Ini…” Kata Nathan sambil menyerahkan bungkusan itu kepada Choi Young di luar toko. Choi Young menerimanya tanpa tersenyum

“Terima kasih..” Katanya datar

“Jangan ucapkan terima kasih, ini memang sewajarnya” Kata Nathan. “Oh ya, di dalamnya sudah ada nomor ponselku. Speed dial pertama.” Katanya lagi sambil terkekeh.

“Muo??” Kata Choi Young kaget.

“Kalau ada apa – apa, kau tinggal menghubungiku. Aku juga sudah menyimpan nomormu. Tapi aku belum tahu siapa namamu..” Kata Nathan

“Aku akan memberitahumu nanti.. Kalau begitu aku pergi…” Kata Choi Young pamit. Lalu meninggalkan Nathan disana.

“Kalau begitu sama saja kau bilang bahwa kita akan bertemu lagi kan Nona?” Kata Nathan sambil tersenyum ketika Choi Young sudah pergi. Lalu dia kembali masuk ke dalam mobilnya, dan beranjak dari situ.


*****

“Dokter Yong Na…” Panggil seseorang

Yong Na menoleh ke belakang. Dilihatnya Dong Wo sedang menghampirinya.

“Dong Wo-ssi?” Ujar Yong Na heran.

“Apa kabar Dokter?” Sapa Dong Wo

Yong Na mengangguk kecil. “Baik, dan jangan panggil aku Dokter..”

“Loh memangnya kenapa? Kau kan memang dokter, lagipula ini kan dirumah sakit. Jadi wajar aku memanggilmu Dokter..” Kata Dong Wo sambil
tersenyum. Matanya yang sipit hampir tidak terlihat ketika ia tersenyum.

“Yah, terserah kau sajalah.. Ada apa mencariku?” Tanya Yong Na

“Tidak.. Aku.. Aku…” Dong Wo tidak mampu mencari alasan. Karena memang dia kesini hanya ingin bertemu dengan Yong Na

Yong Na menaikan sebelah alisnya memandang Dong Wo heran.

“Ah, aku ingin menanyakan kabar Yong Sae..” Kata Dong Wo tiba – tiba

“Yong Sae?”

“Ya, Yong Sae…”

“Dia baik – baik saja.. “ Jawab Yong Na pendek.

“Oh.. yah, begitu ya? Ah.. Baiklah.. Kalau begitu aku pergi dulu..” Kata Dong Wo salah tingkah.

“Kau menemuiku hanya untuk menanyakan itu?” Tanya Yong Na heran

“Tidak.. Ah, maksudku.. Iya.. Aku hanya kebetulan lewat sini.. Jadi aku mampir untuk menanyakan kabarmu, maksudku.. Yong Sae..” Kata Dong Wo semakin salah tingkah. Keringat mulai mengucur di dahinya. Entah mengapa dia sangat gugup saat itu.

“Baiklah.. Aku juga harus kembali kerja..” Kata Yong Na.

“Kalau begitu, sampai jumpa..” Kata Dong Wo pamit

“Sampai Jumpa…”

Dong Wo melangkah keluar klinik Yong Na. Dia menggaruk - garuk kepalanya yang tidak gatal.

“Aaaahhh..kenapa aku nekat pergi kesini?” Katanya


*****

Siangnya, kurang lebih saat lewat jam makan siang, Choi Yoon telah sampai di Jeollanam-do. Dia memarkir mobilnya di depan penginapan tempat semua kru dan pemain The Sword menginap.

“Permisi, dimana Mr. Bae?” Tanya Choi Yoon kepada salah satu kru yang sedang berkumpul di depan penginapan.

“Ada di dalam restaurant..” Jawab kru tersebut.

Choi Yoon buru – buru masuk ke dalam penginapan dan mencari restaurant yang dimaksud. Akhirnya dia menemukan Mr. Bae dengan seorang wanita yang dikenal Choi Yoon, tapi dia selalu lupa nama perempuan itu.

“Mr. Bae…” Kata Choi Yoon sambil membungkuk memberi salam.

“Ah, Choi Yoon-ssi.. Kau sudah datang..” Kata Mr. Bae

“Iya, Mr. Bae… Aku ingin menanyakan sesuatu.. Apakah, Eun Ho dan Yong Chan sudah berhasil di temukan?” Tanya Choi Yoon sedikit cemas.

“Ah.. Ya, Beberapa kru kami sedang menjemputnya kesana. Mungkin mereka dalam perjalanan kemari..”

“Benarkah? Ah syukurlah kalau begitu… Lalu ini….?” Choi Yoon menghentikan perkataannya dan melirik Dam Ah yang wajahnya sangat tegang saat itu.

“Ah, Dam Ah-ssi..? Aku ada urusan dengannya. Dan sepertinya juga ini berhubungan denganmu, karena masalah ini menyangkut soal Eun Ho,
keponakanmu..” Kata Mr. Bae seakan ia tahu apa yang ada di pikiran Choi Yoon.

“Maksudmu?” Tanya Choi Yoon heran.

“Dam Ah-ssi.. Dia yang melakukan semua ini…” Kata Mr. Bae tenang.

“Apa??!” Choi Yoon terbelalak kaget. Sementara itu Dam Ah menundukkan kepalanya dengan ketakutan. Tangan dan Kakinya sedikit gemetar.

“Maafkan aku.. Aku.. tidak bermaksud begitu…” Ujar Dam Ah dengan bibir yang bergetar.

“Kau pikir aku bodoh?! Kau sudah berkali – kali mencelakai Eun Ho. Kau pikir aku akan percaya kalau kau tidak sengaja??” Bentak Choi Yoon. Dia benar – benar marah saat itu.

“Paman hentikan!” Tiba – tiba Eun Ho sudah tiba di restaurant itu bersama Yong Chan dan manajernya.

“Eun Ho-ya…Eun Ho-ya.. Kau tidak apa – apa?” Tanya Choi Yoon pada Eun Ho

“Aku baik – baik saja paman..” Jawab Eun Ho sambil tersenyum tipis.

“Eun Ho-ssi,, Yong Chan-ssi.. Syukurlah.. Syukurlah.. Aku senang kalian kembali dengan selamat” Kata Mr. Bae lega.

Yong Chan dan Eun Ho sama – sama membungkukkan badannya pada Mr. Bae. “Terima kasih Mr. Bae” Sahut Yong Chan.

Tiba – tiba Yong Chan menghampiri Dam Ah yang masih duduk dengan ketakutan.

“Ayo kita bicara!” Kata Yong Chan tegas.

“Aku….” Gumam Dam Ah

“Cepat.. Atau aku akan menyeretmu keluar..” Kata Yong Chan

Dam Ah langsung bangkit berdiri. Dia mengikuti Yong Chan menuju samping gedung penginapan. Tidak ada orang disana. Yong Chan langsung
menumpahkan semua kekesalannya.

“Kau gila?!!” Kata Yong Chan geram. “Kau benar – benar tidak punya hati Dam Ah.. Bagaimana bisa kau melakukan itu pada Eun Ho? Kau benar – benar ingin membunuhnya??!! Kenapa Dam Ah?? Kenapa?? Apa salah Eun Ho??”

“Karena dia merebutmu dariku..” Kata Dam Ah pelan. Air matanya mulai menggenang. “Karena dia, apa yang aku inginkan hilang. Karirku, dan orang yang kucintai.. Semua direbut olehnya! Aku tidak suka dia memiliki semuanya!”

“Kau benar – benar gila! Dengar Dam Ah, sekalipun aku tidak pernah bertemu Eun Ho. Aku memang tidak mencintaimu lagi! Hubungan kita sudah berakhir!”

Dam Ah mulai menitikan air mata. “Kenapa kau lakukan ini padaku Yong Chan-a.. Aku benar – benar mencintaimu.. Tak bisakah kau kembali padaku? Aku berjanji, jika kau kembali ke pelukanku Aku tidak akan mengganggu Eun Ho lagi…”

“Jangan harap itu terjadi..” Jawab Yong Chan cepat. Matanya menatap Dam Ah tajam. Raut wajahnya keras dan dingin.

“Yong Chan-a…”

“Kalau kau menyakiti Eun Ho lagi, aku tidak akan segan membunuhmu. Aku bersumpah!” Kata Yong Chan. Lalu dia berbalik dan pergi dari situ.
Namun baru beberapa langkah Yong Chan berjalan, Dam Ah berlari menghampirinya dan memeluknya dari belakang.

“Ku Mohon Yong Chan-a.. Lupakan Eun Ho… Kembalilah padaku…” Kata Dam Ah disela isak tangisnya.

“Lepaskan!” Bentak Yong Chan, dia mencoba melepaskan pelukan Dam Ah. Namun Dam Ah memeluknya dengan erat dan sulit dilepaskan.

“Lepaskan!!” Kata Yong Chan lagi.

“Tidak, aku tidak akan melepaskanmu..” Sahut Dam Ah.

Tiba – tiba seseorang menepuk pundak Dam Ah dari belakang, sehingga Dam Ah mengendurkan pelukkannya dan menoleh ke belakang.

“Plaaaaakkk!!!” Tiba – tiba tamparan keras mendarat di pipi Dam Ah. Dam Ah terbelalak kaget. Apalagi ketika ia melihat bahwa yang menamparnya adalah Eun Ho.

“Apa kau ini masih disebut manusia?? Mana ada manusia yang melakukan segala cara untuk memaksakan orang lain mencintainya?” Geram Eun Ho marah.

“Eun Ho-ya…” Kata Yong Chan. Sepertinya dia juga kaget karena Eun Ho melakukan ini. Dia sama sekali tidak percaya Eun Ho melakukan itu.

“Kkkau..! Kau berani menamparku hah?” Teriak Dam Ah.

“Kenapa? Kau mau balas menamparku? Silahkan! Jangan kira aku terlalu baik dan selalu bisa memaafkanmu Dam Ah-ssi.. Kali ini kau sudah keterlaluan..” Kata Eun Ho

“Kau…!” Dam Ah melayangkan tangannya untuk menampar Eun Ho. Tapi Yong Chan buru – buru menahan lengannya.

“Sudah kubilang kan, kalau kau menyakitinya. Aku akan membunuhmu!” Kata Yong Chan.

Dam Ah melepaskan cengkraman Yong Chan dengan marah. “Kalian!” Katanya geram. “Lihat saja nanti!” Kata Dam Ah lalu meninggalkan tempat itu dengan dendam yang membara.


*****

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun