Author Topic: KKOTBODA NAMJA MFF THREAD by Minyounglee (ending) ^^  (Read 24725 times)

Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile
PART THREE


Ketika angin malam mulai bertiup sejuk ,Jun Pyo mengandeng Jandi keluar dari dalam limo .Gedung putih beraksen Barat itu terhampar di tanah lapang yang luas ,rata-rata sebesar rumah pribadi mereka. Cat kuning muda berpadu dengan cream dan putih ,untuk sekarang kedua mata Jandi tidak asing lagi terhadap barang-barang dan bangunan mewah seperti ini..Memasuki gedung itu ,bau makanan harum merebak ,menusuk hidung Jandi dan membuatnya tergiur ,karpet merah menuntun mereka kepada salah satu meja yang sudah dipesan oleh Jun Pyo sebelumnya..Hanya ada beberapa orang yang menjadi tamu restoran malam itu..Dan insting Jandi mengatakan ,oh ya mereka pasti orang kaya ,tidak salah lagi ,sehingga Jandi mencoba untuk tidak mempermalukan Jun Pyo ,ia  memperbaiki langkah kaki dan menegapkan badan walaupun perutnya memaksa ia untuk berjalan bungkuk saja..Dalam balutan gaun dipadu sweater ,Jandi bisa merasakan perutnya yang semakin membesar ..

Meja makan mereka ditata rapi dengan taplak renda bewarna lemon segar dan bunga lilac yang berdiri tegap didalam vas transparan itu..Ada 4 bangku disana dan Jandi tidak tahu siapa yang akan datang ..Ia dan Jun Pyo duduk bersebelahan ,30 menit lamanya mereka duduk diam sebelum akhirnya Jun Pyo memanggil pelayan dengan nada tidak sabar dan memesan makanan untuk mereka..

“Apakah kau sudah lapar?”Tanya Jun Pyo ,rautnya kembali sabar..Jandi menghela nafas ,tak bisa berbohong ,kalau sebenarnya cacing serasa menggerogoti perutnya ,ia sangat lapar..

“Ya sudah ,kita makan ..,tunggu sebentar ya..,aku sudah memesan makanan..,”jawab Jun Pyo ,ia mengelus perut Jandi dengan lembut..

Jandi terkekeh kecil dalam keheningan ,membuat Jun Pyo mengalihkan pandangannya sambil tersenyum ,lalu bertanya penasaran ,”Waeyo?”

“Aku merasakan tendangan semangat di dalam sana ..,”papar Jandi memandangi perutnya..

“Wah ,dia pasti sudah lapar ..,kita harus cepat-cepat menyuruh pelayan mengeluarkan makanannya ,”canda Jun Pyo membuat Jandi tertawa..

4 piring besar steak daging wagyu dengan saus ,asap harum mengebul diatasnya membuat pikiran Jandi menari-nari ingin cepat melahap semua..

Alih-alih makan ,ketika bunyi piring bergesekan dengan meja di hadapannya, Jandi malah tidak menghiraukan makanan di depannya itu ,ia menatap Jun Pyo dengan tampang memelas..

“Oppa..,”panggilnya kecil ,mencubit-cubit jas hitam Jun Pyo..

“Um?”

“Tolong suapi..,”pinta Jandi manja..

Seketika itu juga ,batuk keras Jun Pyo mengiang pada telinga Jandi..,”Hah?Bagaimana mungkin?”geger Jun Pyo terkaget-kaget melihat kelakuan aneh istrinya itu..

“Kalau mau disuapi ,yah suapi saja ,toh itu pasti kemauan si jabang bayi..,”suara Mr Goo yang tidak asing lagi ..,Jandi tersenyum lebar mendapati kedatangan Mr dan Mrs Goo..Mereka duduk di kedua bangku yang kosong dengan ceria ,seolah hendak melihat pertunjukkan ajaib anak dan menantunya itu..

Dalam hati Jun Pyo tak tahu semalam ia bermimpi apa ,tetapi akhirnya ia hanya menurut seperti biasa..Sekarang mereka berempat duduk ,menikmati makanan ,kecuali Jun Pyo yang bersedia menjadi ‘babysitter’ Jandi..

“Gumawo-yo oppa..,”Jandi tersenyum riang membuat matanya menyipit ,ia terlihat sungguh manis ,seolah menjadi racun bagi Jun Pyo untuk terus menurut dan menurut ..

Ini salahmu memilah istri yang begitu cantik dan manis ,Jun Pyo menyalahkan diri sendiri ,ia tersenyum ,lalu mulai menyuapi Jandi lagi..Bolehlah ia malu ,asal tidak kehilangan putrinya itu..

***
“Aku akan membawa kursi goyang itu..,”papar Jilli ketika Woo Bin untuk pertama kali masuk kedalam kamarnya.

“Kursinya sudah tua ya ,apakah kau tidak mau yang baru..,”Tanya Woo Bin polos..,matanya memperhatikan dengan seksama seluruh ruangan..

Pertanyaan itu membuat Jilli sedikit tersinggung ,ia mengeriyitkan alisnya ,dan menjawab singkat,”Er..nope..”

“Kau bisa pindahkan semua ini ke rumah baru kita nanti ,itu sih kalau kau mau..,”senyuman hangat Woo Bin membuat senyum simpul kembali menghiasi wajah Jilli..

“Thanksss..,”Jilli mengedipkan satu matanya..

“Memangnya kenapa sih ,kau sangat sayang yah dengan barang-barang ini..?”Tanya Woo Bin penasaran…

Jilli hanya mengganguk pelan ,”Setiap benda disini menyimpan memoriku dengan ibu ,”aku Jilli ,berniat menceritakan semuanya pada Woo Bin..

Pernyataan itu seolah menjadi tamparan bagi Woo Bin ,ia menjadi merasa bersalah ..,ketika ia hendak berkata ‘Maafkan aku ..,’ Jilli dengan cepat menghampirinya dan mengunci bibir Woo Bin dengan satu kecupan kecil..

“You see ,my rocking chair ,itu adalah tempat dimana Mom menceritakan berbagai macam dongeng padaku setiap malamnya ,dan aku berjanji akan menjadi ibu yang baik seperti dia untuk anak-anak kita kelak..,”Jilli duduk di pangkuan Woo Bin dan menghela nafas lalu melanjutkan pembicaraannya lagi ,”Dulu di Italy ,Mom adalah sosok orang yang sangat senang dengan udara segar pantai ,suatu malam diam-diam aku merengek pada Dad agar kamarku di Jeju diberi jendela dengan pemandangan pantai ,agar Mom senang berkunjung ke kamarku kelak ,begitu yang aku pikirkan haha..,”kekeh Jilli..Woo Bin tahu Jilli bercerita dengan hati yang sakit, ia tahu sekarang Jilli sedang memakai topeng dan berusaha menyembunyikan perasaan sebenarnya ,”Aku senang pergi ke pantai ,karena dari dulu aku berpikir bahwa Mom pasti selalu ada di pantai menungguku ,pikiran yang konyol ,tetapi tidak pernah pergi dari dalam otakku..,”papar Jilli menutup matanya yang memerah..,”Tetapi begitu saja ia meninggalkanku..,”Jilli mulai menangis ,air matanya tak terbendung lagi ,”She promised me ,ketika aku punya anak nanti ,aku bersumpah takkan berlaku begitu pada mereka ,meninggalkan janji palsu ,”Air matanya membasahi kemeja Woo Bin ..,”Sorry honey ..,”katanya dengan penuh penyesalan..,”I’m so sorry..,”Woo Bin memeluk Jilli dengan erat..,”Let’s begin our new life okay..,”bisik Woo Bin menenangkan Jilli..

Dalam hati Jilli tahu dirinya sudah ‘lepas’ sekarang ,Woo Bin sudah mengetahui semuanya ,dan ia bahagia bisa mencurahkan isi hatinya yang terpendam bertahun-tahun lamanya ..Ia bahagia ,mencoba meyakinkan bahwa dirinya bahagia ,Jilli bertekad menutup kenangan buruk yang ada pada dirinya..

***

Pagi masih cerah ketika Gaeul duduk di meja kerjanya dan membereskan semua barang miliknya kedalam kardus..Para guru satu persatu meniggalkan salam perpisahan padanya ..’Semoga beruntung’,’Semoga berhasil’,’Jaga diri baik-baik’ ,yah begitulah ,tidak ada yang istimewa..Ruangan guru menjadi sepi ketika bel tanda masuk kelas berbunyi dengan nyaringnya..

Kardus itu penuh dengan berbagai karya anak muridnya ,mulai dari kerajinan keramik sampai gambar lucu ,tidak lupa sebuah bingkai yang mempertontonkan dirinya dengan Yizhung di Fiji ,setelah 30 menit ,meja yang tadinya penuh sesak menjadi kosong melompong tanpa barang..

Gaeul menghela nafas ,memandangi seluruh ruangan itu untuk terakhir kalinya..Masih segar di benaknya ketika ia pertama kali masuk kedalam ruangan ini ,tak terasa sekarang perpisahan sudah di depan mata..

Ketika hari mulai sibuk ,halte dipenuhi oleh orang yang berlalu-lalang hendak bekerja ,pandangan Gaeul mulai buyar tak karuan ,untunglah bis segera datang..

Susah payah menarik dirinya untuk masuk kedalam bis yang penuh sesak itu ,Gaeul berdiri sambil menggangam kardus besar di tangannya ,hanya bisa memandangi pasrah orang-orang yang mendapat tempat duduk..Ajhumma berumur awal 40 tahun yang duduk tepat didepan Gaeul itu terus menatap Gaeul dengan pandangan kasihan ,namun tetap saja ia tidak kunjung berdiri dan memberikan kursi tersebut padanya..

15 menit setelah perjalanan ,diharapkan beberapa orang akan keluar dan memberikannya kursi untuk duduk ,namun bis semakin penuh sesak..Udara semakin susah dihirupnya membuat Gaeul mual..

“Kau baik-baik saja?”Tanya Ajhumma tersebut..

Gaeul menundukkan kepala tanda ya ,tetapi ia sama sekali tidak baik-baik saja..

Merasa perutnya begitu mual ,Gaeul mengerahkan salah satu tangan untuk mencegah dirinya muntah di dalam bis..Dengan segera Ajhumma memberikan Gaeul tempat duduk dan menenangkan dirinya ,”Nak apakah kau benar-benar tidak apa?”Tanyanya lagi..Membuat mereka menjadi pusat perhatian didalam bus tersebut..Gaeul mengangguk pelan..,tak bisa menyembunyikan wajah pucatnya..

***

“Kakek sudah tahu tentang hubungan palsu ini ,”Jae Kyung mengoceh tiada henti ,”Media semakin gencar..,orang tuaku pasti sudah tahu..,”katanya getir..

Jihoo duduk tenang memandangi bintang-bintang yang memenuhi langit malam ,sementara Jae Kyung tidak terusik dengan keindahan bintang atau apapun itu..Ia hanya terpusat pada ocehannya sendiri..

“Kalau orang tuaku dan kakek bertemu ,matilah kita..,”gumam Jae Kyung tanpa merasa lelah sama sekali..

Jihoo masuk kedalam kamar hotel dan keluar dengan biola di tangannya ,ia mulai memainkan biola itu dengan tenang dihadapan Jae Kyung..

Apakah ini saatnya bermain-main ,pikir Jae Kyung menatap kearah Jihoo kesal..

Lagu Ave Maria mulai mengalun lembut ,membuat diri Jae Kyung tidak percaya bahwa emosinya sedikit hilang bagaikan sulap..

Setelah lagu itu selesai ,Jihoo menghela nafas panjang dan menatap Jae Kyung ,”Sudahlah..,coba kita jalani saja ,jadilah pacar pura-puraku sekarang..”katanya acuh tak acuh..

Jae Kyung tidak mengerti apa yang dipikirkan lelaki di depannya itu ,tetapi memang tidak ada gunanya lagi mengelak ketika semuanya sudah terlanjur terjadi..

***

Gaeul bangun tepatnya jam 7.30 pagi ,lebih lama satu setengah jam dari biasanya ,Yizhung yang sedang duduk di meja makan sambil menyeruput secangkir kopi hitam sambil bercakap melalui ponselnya.

“Iya ,aku tahu sudah lama sekali..,mungkin kita harus bertemu ya kapan-kapan..,”papar Yizhung gembira..

Gaeul muncul dari balik pintu menghampiri Yizhung..

“Kau tidak kerja?”bisik Yizhung..

“Aku kan bekerja di rumah ,”senyumnya..

“Oh ya..ternyata jawaban ‘ya’ itu benar-benar menjadi kenyataan..,”bisik Yizhung lagi sambil tersenyum ,lalu ia melanjutkan percakapannya di ponsel itu..

Gaeul membuka lemari dapur dan mengeluarkan wajan untuk memasak telur dadar dan daging bacon..Tidak biasanya mereka sarapan seperti ini namun mengingat waktu sudah semakin siang ,maka Gaeul memutuskan untuk memasak sesuatu yang mudah dan praktis..

Ketika bunyi-bunyi minyak gemersik mulai memenuhi ruangan ,Yizhung meninggalkan Gaeul ke halaman luar ,masih asyik dengan percakapannya ..Semula Gaeul merasa tidak peduli dan terus melanjutkan kegiatan memasaknya..

2 piring telur dan bacon sudah siap di meja ,Yizhung memasuki ruangan dengan wajah berseri seusai percakapan itu..,”Wah ada apa nih?”Tanya Gaeul penasaran tanpa menaruh raut curiga pada wajahnya ,tetapi hatinya berkata lain..

Yizhung hanya senyum dan menjawab santai ,”Teman lama..”Maka Gaeul memutuskan untuk menyudahi kecurigaannya ini dan mulai makan bersama dengan tenang ..

***

Jandi terus bertanya ‘Apakah sudah waktunya?’ setiap 3 menit sekali ,Jun Pyo dengan setia menjawab belum dan terus menemaninya..

Ruang tunggu yang berukuran sempit itu ,tidak ada siapapun disana kecuali Jun Pyo dan Jandi ,mengingat ini adalah klinik di pedalaman yang tidak terkenal sama sekali ,merekapun harus memanggil dokter cadangan terlebih dahulu setiap ada pasien yang tiba-tiba datang  ,pikiran Jun Pyo mencibir tak senang ..Datang ke klinik ini bukanlah pilihan Jun Pyo ,melainkan Jandi sendiri ..Kebetulan sepulang kerja Jun Pyo mengajak Jandi berjalan-jalan menghirup udara segar di sekitar pedalaman di dekat rumah mereka..Klinik ini adalah klinik tua yang sepi pengunjung ,Jun Pyo sudah bilang kalau klinik ini tentu bukanlah pilihan yang tepat ,namun karena Jandi terus merengek ,akhirnya Jun Pyo menyerah demi menyenangkan istrinya dan mereka masuk untuk memeriksa hasil USG kandungan..

Jandi ,yang begitu tidak sabar ..,sehingga mulutnya terus ngoceh dan bertanya ‘Kapan ya?’ atau ‘Masih lama?’

Pada bulan-bulan pertama Jandi masih bersikap seperti biasa ,tetapi sekarang sudah berbeda ,ia lebih banyak mengoceh ini itu dengan suara seperti anak-anak ,terkadang membuat Jun Pyo tidak bisa menahan tawanya..Dibandingkan dengan dulu ,Jandi yang ceria juga galak ,ketika bulan demi bulan berganti ,sifat galaknya itu seolah menghilang entah kemana perginya..Sekarang kalau Jun Pyo memanggilnya dengan ‘Hey babi’ atau ‘Tukang makan’ ,alih-alih protes Jandi akan mengeluarkan senyum menawan..Memang aneh ,tetapi dokter bilang untuk tidak khawatir ,hmm..walaupun sifat galaknya sudah hilang ,tetapi sekarang Jun Pyo harus berusaha keras melawan kejengkelannya setiap kali Jandi membangukan dirinya tepat jam 12 malam dan meminta sesuatu yang aneh-aneh ,misalnya saja ketika ia bangun dan tiba-tiba merengek tanpa alasan ingin pergi ke restoran Jules Verne di Paris yang dikunjungi mereka pada saat bulan madu ..Jun Pyo dengan sabar hanya bisa menina-bobokan Jandi yang terus mengoceh tidak jelas sampai ia tertidur..Jandi menikmati kehamilannya lebih daripada apapun ,sehingga terkadang Jun Pyo mendapatinya tertidur di kamar bayi dengan buku seputar kehamilan membentang diatas kepala mungilnya..Ia tahu mungkin setelah bayi mereka lahir ,tidak akan ada lagi teriakkan ‘Oppa ini’ ‘Oppa itu’ yang membahana di kedua telinganya ,maka Jun Pyo tersenyum dan mencoba untuk terhanyut dalam setiap scene dari kehidupan yang mereka jalani saat ini..

“Jandi ,Goo “Seorang suster jangkung memanggil nama mereka dengan lantang dari balik pintu ruangan dokter..,tanda kalau dokter mereka baru saja sampai entah darimana asalnya..

“Nah ,nah ini waktunya ,”seru Jandi bersemangat ,ia menarik-narik tangan Jun Pyo dan membuatnya hampir terjungkal..

Seorang dokter paruh baya dengan kacamata super tebal duduk tenang sambil menulis beberapa catatan di meja..

“Sebuah kehormatan saya untuk memeriksa istri anda Tuan Goo Jun Pyo..,”sapanya ramah..

Jandi dengan senyumannya menyalami dokter itu sedangkan Jun Pyo bersikap acuh tak acuh ,lebih memperhatikan ruangan kerja dokter itu yang begitu sempit..Dan bertanya-tanya bagaimana bisa bekerja di ruangan macam ini..

Jandi mengikuti setiap prosedur dokter ,mesin USG yang sudah tua itu bergetar seolah ingin meledak membuat Jun Pyo terkaget sekaligus meringis ngeri ,ia menghampiri Jandi hendak melindunginya ,kali-kali mesin itu benar-benar meledak..Pikiran yang gila..

Jun Pyo menyipitkan alisnya bingung ,”Apa ini hanya bintik-bintik tidak jelas..?”Tanya Jun Pyo tidak sabar..

“Itu anakmu?”kata dokter itu santai..

Jandi hanya tersenyum bangga tanpa mengatakan apa-apa..Jun Pyo seolah tidak percaya ,mengajukan pertanyaan lagi ,”Kenapa begitu padat bintik-bintik seperti itu ya.,pasti ada yang salah ini ,mesinnya saja sudah begitu tua..!”cecar Jun Pyo pada dokter itu..

“Yah jelas padat begini..,anakmu saja kembar 7..!”tegas dokter itu..

***
Jandi yang duduk di sebelah Jae Kyung dan Gaeul menatap kearah kolam dimana para angsa mengepakkan sayap indahnya sembari berenang dengan tenang menyusuri air yang bewarna kehijauan itu..Bau basah pepohonan dan air kolam merebak menjadi satu .Jandi menghirup udara segar dengan senang ,lalu ia memalingkan pandangannya kepada Jilli dan Woo Bin yang sibuk menyambut tamu..

“Wah..,cantik sekali ya Jilli.,”papar Gaeul..

Jae Kyung menangguk setuju begitupun dengan Jandi ..

Siang tidak terasa seperti siang ketika cahaya matahari terhalang oleh rindangnya pohon-pohon hijau..Jun Pyo ,Jihoo ,dan Yizhung dengan santai membicarakan pernikahan Woo Bin yang sangat tiba-tiba ini ,sesekali juga menggoda Woo Bin ketika mereka berpapasan..Tidak begitu banyak yang datang hari itu ,hanya kerabat dekat saja..Mr dan Mrs Goo pun hanya muncul sejenak ,menyapa orangtua Woo Bin dan Jilli serta memberikan selamat ,lalu sekarang entah kemana perginya…Jandi tidak begitu terfokus dengan acara ini ,kepalanya masih berputar memikirkan ‘kembar 7’nya ,sedangkan Jae Kyung berdebat dengan dirinya sendiri tentang hubungan palsunya itu ,dan Gaeul merasa pusing karena kedua orang di sebelahnya tidak ada yang memulai pembicaraan ,bau taman dan kolam membuatnya mual setengah mati..

Bunga teratai yang berputar-putar terhempas angin seolah memutar-mutar kepala Gaeul ..,susah payah ia menahan ,akhirnya suara seraknya itu memecah keheningan diantara mereka ,”Aku..,aku ke toilet sebentar..,”pamit Gaeul ,pita suaranya seolah terjepit..

Ia berlari menyusuri keramaian ,mencoba mencari toilet terdekat ,berputar-putar selama 3 menit menyusuri jalan yang sama ,semuanya terlihat sama dengan pohon-pohon membentang , semakin ia berjalan jauh ,taman itu jadi terlihat seperti hutan tersembunyi ,putus asa tidak kunjung menemukan toilet ,ia bersembunyi dibalik sebuah pohon besar yang begitu tinggi ,akar-akarnya yang bewarna coklat susu terlihat kuat menopang ,Gaeul hendak memuntahkan semua isi perutnya ,namun tidak berhasil mengeluarkan apa-apa dan mual yang tak kunjung hilang membuatnya frustasi..

“Okay ,tidak akan terjadi apa-apa ,semua baik-baik saja..,”Gaeul menenangkan dirinya sendiri ditengah-tengah keheningan..Tetapi dalam hatinya ia tahu ada sesuatu yang tidak beres ,namun apa gunanya melawan ,Gaeul hanya pasrah dan berjalan menyeret kakinya kembali ke taman…

Ia berjalan mencoba untuk setenang mungkin ,tetapi apakah ia masih bisa tenang ketika tiba-tiba saja ,di depan matanya ,dengan begitu nyata ,suaminya ,Yizhung sedang berpelukan dengan wanita lain..

Gaeul menutup mulutnya ,memaksa dirinya untuk diam dan memperhatikan apa yang terjadi ,air mata tidak bisa dibendung ,keluar menyusuri pipi merah Gaeul..Dirinya ingin menepis dan berkata ini tidak mungkin ,tetapi inilah kenyataan yang sedang ada di hadapannya..

“Kemana saja sih kamu?”suara samar-samar Yizhung terdengar tidak asing lagi..,ia menatap wanita itu..

Seorang wanita seumuran Gaeul ,berpostur tubuh tinggi ,yang pastinya jauh lebih cantik daripada dirinya ,membuat rasa percaya diri Gaeul jatuh dan hilang begitu saja..

“Ah ,studiku baru saja selesai di Amerika dan aku baru bisa pulang sekarang,kenapa kau kangen yah..,”godanya tersenyum begitu manis..

Yizhung memeluknya sekali lagi dengan erat ,membuat hati Gaeul serasa mencelos dan diiris-iris..Jelas-jelas itu seuminya dan ia tidak akan bisa menyangkal..Gaeul berlari pelan meninggalkan mereka berdua yang sedang berpelukan di kejauhan sana ,berusaha untuk tidak kedengaran ,Gaeul menghapus air matanya dan bersikap seolah tidak ada apa-apa ditengah emosinya yang bercampur menjadi satu..Ia pasti terlihat kacau..

Takkan bisa lagi menyangkal kalau suaminya itu selingkuh ,apakah ini sebuah keslahan menerima Yizhung ,dan apakah begitu cepatnya pernikahan mereka akan kandas?Gaeul duduk di samping kedua sahabatnya ,masuk kedalam dunia keheningan ,merenungi semuanya tetapi ia tahu terlambat untuk menyesal sekarang…Ia merasa begitu bodoh dan dibodohi pada saat yang sama..

***

Sensasi itu ada ,percaya atau tidak ,Woo Bin merasa apa yang dilakukan selama ini benar-benar tidak ada apa-apanya ,sungguh ..Menikmati kenikmatan ini membuat mereka dengan cepat kehilangan kesadaran dan menyelami dunia sensasi..

Tidak ada lagi kata basa-basi diantara mereka…Ketika satu tubuh mulai bertemu yang lain dan merasakan aliran listrik yang mengaliri keduanya ,gesekan tubuh lembut yang membuat keduanya semakin bergairah.. Woo Bin membawa Jilli hanyut kedalam pelukannya ,ia bisa merasakan gaun sutera yang begitu lembut mendominasi dirinya dalam kenikmatan..Jilli seolah dengan ganas menerkam bibir Woo Bin ,mengunci mulutnya dengan lumatan maut ,malam itu bibir Jilli terasa begitu nyata daripada hari-hari sebelumnya..

Gairah membutakan keduanya dengan cepat ,mereka terjatuh ke lantai ,namun tidak menghiraukannya sama sekali ,tidak ada yang berusaha bangun dan kembali ,mereka terus melakukannya tanpa terusik..Genggaman erat Jilli mengunci sekitar leher Woo Bin dengan erat ..Lumatan demi lumatan tidak pernah berhenti ,membuat mereka kehabisan nafas untuk sesaat ,tetapi masih tidak mau berhenti ,tidak ingin menyia-nyiakan setiap detiknya untuk terus bercumbu dengan semangat..

Untuk pertama kalinya ,kenikmatan itu menaklukkan mereka ..Membawa keduanya kea lam bawah sadar..

***

Ia percaya bahwa sekarang dirinya benar-benar sakit dan tidak ingin menunda-nunda lagi ,maka Gaeul pun segera pergi ke rumah sakit terdekat..

Yizhung yang sedang sibuk membuat keramik dihiraukannya begitu saja ,ia hanya berpamitan dengan suara dingin ,bersikap seolah tidak ada apa-apa padahal sesungguhnya ia tak bisa melupakan perkara itu begitu saja..,”Aku pergi..”

“Mau kemana?”Tanya Yizhung polos ,raut wajahnya begitu serius membentuk keramik yang ada di depannya..

Tetapi Gaeul tidak menjawab dan keluar begitu saja ,Yizhung mencoba untuk tidak memperdulikan kenyataan bahwa dirinya tidak dihiraukan..Ah tapi biarlah ,pasti Gaeul sedang terburu-buru ,paparnya dalam hati menenangkan diri sendiri..

Semua rencana yang ditatanya menjadi berantakan ,Gaeul merasa tidak mempunya semangat lagi ,setiap kali ia berbaring di sebelah Yizhung ,yang dirasakannya hanyalah kesakitan dan mimpi buruk yang membuatnya meneteskan air mata setiap malam..Okay ,jujur saja Yizhung tidak pernah mengetahui semua kegelisahan ini karena Gaeul merasa percuma ,dengan mendiskusikan semuanya ,akan semakin jelas bahwa hubungan mereka sudah retak ,Yizhung memiliki wanita lain selain dirinya..Disisi lain Gaeul memikirkan pekerjaannya dan ia lebih senang untuk tidak bekerja dan merenung akhir-akhir ini daripada ia menjadi guru yang tidak becus nantinya ,lebih baik ia mengundur semua itu..

Rumah sakit yang lumayan besar yang terletak tidak jauh dari rumahnya itu ,terlihat tua tetapi masih berdiri kokoh…Cat yang semula putih menjadi kunig kusam..Gaeul melangkah masuk ,ia merasa begitu sakit ,secara batin maupun fisik..Bagaimanapun ia tahu ia butuh teman namun ia lebih nyaman untuk memendam semua ini sendirian ,memaksa dirinya untuk tetap terhanyut didalam penderitaan yang berlebih..

Ketika ia masuk kedalam ruangan dokter ,seorang wanita muda memakai kacamata berbingkai garis hitam tipis ,ia menyapa Gaeul dengan ramah ..,ia balik memaksakan sebuah senyuman ,tapi tahu usaha itu sia-sia..

“Ada keluhan apa?”Tanya dokter itu ..

“Saya mual ,pusing ,dan merasa lemas..,”kata Gaeul pelan..

“Kapan terakhir kali anda berhubungan?”

“Sudah cukup lama..,”jawabnya tidak nyaman..

“Apakah siklus bulanan anda terlambat?”Tanya nya lagi dengan serius..

Gaeul baru menyadari semua ini..,matanya seolah terbuka..,ia mengganguk pelan pada dokter..

“Kalau begitu ,inilah yang anda perlukan..,”dokter muda itu menyerahkan sebuah test pack pada Gaeul..

Hati Gaeul mencelos seiring tangannya meraih testpack itu..

***   



And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^