PART TWO
Ruang guru petang itu ,sudah sepi tanpa huru-hara para guru yang biasanya sibuk bekerja ,besok adalah akhir pecan dan semuanya sudah pulang ke rumah masing-masing..Gaeul masih memainkan pen di tangannya ,merasa koneksi dengan otaknya terputus begitu saja ketika seorang cleaning service masuk dan mesin pembersih debu meraung-raung mengagetkannya..
Gaeul memandangi sinar matahari yang meredup ,lalu pandangannya tertuju pada pekerjaan di mejanya ,”Sedikit lagi..,”Gaeul menyemangati dirinya sendiri..”Aza!”bisiknya pelan..
Ketika pen di genggamannya mulai menari-nari ,memenuhi kertas demi kertas dengan tulisan tangannya ,Gaeul mendongak dikejutkan oleh penampakan sebuket bunga mawar yang berasal dari belakang..Itu Yizhung..
“Selamat sore sayang ..”Yizhung mengecup kedua pipi merah Gaeul..
Yizhung muncul dengan pakaian kasual yang sangat jarang dikenakannya kecuali pada waktu-waktu tertentu ,ketika sedang santai atau apalah..Terlepas dari jas atau ‘seragam’nya ketika membuat keramik ,Yizhung selalu menyisihkan pakaian kasual miliknya di lemari..
Kedatangan Yizhung membuatnya lebih buyar lagi ,sehingga Gaeul tersenyum memelas ,terpaksa tersenyum ,bukan karena tidak senang dengan kehadiran suaminya ,bukan begitu ,tetapi ia hanya merasa pekerjaannya akan semakin menumpuk ,ia tahu tidak akan bisa lagi melanjutkan ini semua ketika konsetrasinya sudah termakan habis oleh suasana ,maka Gaeul berdebat dengan pikirannya sendiri ,memutuskan stop adalah jalan terbaik ,karena tahu semuanya akan berjalan sia-sia jika ia terus lanjut..
“Em..,tumben kau memakai pakaian seperti itu..,”papar Gaeul sembari membereskan mejanya ,dengan tidak sabar memasukkan paksa seluruh dokumen yang akan dikerjakannya pulang nanti ..,mejanya terlihat rapi kecuali tumpukan-tumpukan dokumen itu..
“Er…,yah hehehe..Aku ingin mengajakmu ke suatu tempat..,”aku Yizhung ,rautnya terlihat tidak sabar..Sadar istrinya sedang kesulitan ,ia membantu Gaeul memasukkan seluruh dokumennya dengan rapi dan gesit ,membuat Gaeul merasa kikuk sebagai seorang istri ketika suaminya bisa melakukan hal yang harus dilakukannya dengan begitu mudah..
Gaeul menunjukkan senyum simpul sebagai tanda terima kasih…,tak tahu harus berbicara apa..
“Sudah yuk ,”Yizhung menarik tangan Gaeul cepat-cepat meninggalkan ruangan itu ,tepat setelah cleaning service selesai dan mengunci ruangan dengan segera..Lampu di lorong telah mati sebagian ,membuat suasana mencekam terasa menyesakkan dada Gaeul ,namun ia terus memberitahu dirinya untuk tenang karena suaminya ada disini ,sedang mengandeng tangannya dengan erat..Fakta bahwa Yizhung berada di sebelahnya membuat Gaeul sedikit tenang ..,dan perlahan ia merasa kebahagiaan merasukinya lagi ,mengingat ,oh ya ,aku adalah istrinya sekarang ..Gaeul tersenyum bangga..
“Kemana sih?”Tanya Gaeul penasaran ketika raungan mobil Yizhung berdengung di kedua telinganya..
“Chu Gaeul ,meingangat kau selalu stuck di toko bubur ,sekolah ,rumah ,aku tidak yakin kau mengetahui tempat ini..,”ejek Yizhung ,ia merogoh laci ,sebuah kacamata ditemukannya ,Yizhung segera mengenakan kacamata hitam itu..
Gaeul meringis tidak teima..,lalu berkata dengan getir..,”Di Seoul kan?”
“Yep”
“Kalau begitu aku pasti tahu..,tahu kok!!”kata Gaeul ngotot..
“Berani taruhan..,ayo kita pergi..”senyum Yizhung ..
***
Pagi itu ketika keadaan masih getir ,Jae Kyung menatap marah Jihoo yang duduk dengan santainya..
“Heiiiii ,disaat seperti ini kau masih bisa tenang !!”geram Jae Kyung marah setibanya ia di hotel ,tamparan di Koran itu seolah tidak berarti apa-apa ,melihat Jihoo yang masih menyeruput kopinya dan mengembalikan Koran itu pada Jae Kyung..,serasa Jae Kyung yang begitu membara ingin melempar cangkir yang ada di genggaman Jihoo dari lantai 17 ke lantai 1..Ini gila!!!Pikirnya tak karuan..
“Ya..,tidak apa toh.”gumam Jihoo ,pandangannya tertuju kearah tivi ,membuat Jae Kyung merasa dirinya adalah sinting..
“Tidak apa bagaimana..,jelas-jelas ini salah..”kata Jae Kyung getir..
“Ya tidak apa..,kalau begitu kita pura-pura pacaran saja ,dan kalau waktunya datang nanti ,ya baru kita umumkan putus..,begitu saja ..”jawab Jihoo lalu kembali melanjutkan menonton tivi ..
“Gila ya..!!Apakah kau minum obat atau apa?”
Jihoo mengangguk tanda tidak seolah memberitahu kalau dirinya masih waras..,sementara Koran itu mendarat di tempat tidur ketika Jae Kyung melemparnya dengan kasar..,”Kau ikut aku sini..,”papar Jae Kyung marah ..,”kau harus buka matamu dan lihat kehebohan yang terjadi di luar sana..”katanya sembari menarik tangan Jihoo..,ia merasa tamparan ini belum cukup keras untuk Jihoo..
Jihoo hanya menurut ,ekspresinya tetap tenang ,seolah tak ada apa-apa dihadapannya ,tak ada seseorangpun yang benar-benar bisa ‘membaca’ pikirannya saat itu..
Jihoo bukanlah sembarang Jihoo ,pikir Jae Kyung ,ia tahu dan mencoba menenangkan dirinya …,namun tak berhenti melangkahkan kakinya sama sekali..
Jihoo yang masih menurut hanya bergumam santai ,”Jangan lupa sebentar lagi kakek pulang..”
“Araso..”sahut Jae Kyung ,ia bertekad Jihoo harus tahu dan mereka harus bertanggung jawab juga maju sama-sama atas masalah ini..Yah..
***
Jun Pyo yang baru pulang kerja ,hari sudah larut malam ,kelelawar memenuhi pohon-pohon tinggi mulai membuat dirinya ngeri ,ia dengan cepat melangkah masuk..
Jandi yang entah dimana ,pasti ada didalam suatu ruangan di rumah besar ini..
“Mana Jandi?”Tanya Jun Pyo cepat pada pelayan yang membawakan teh untuknya..
Pelayan itu mendunduk hormat dan menjawab pertanyaan Jun Pyo dengan nada yang sangat halus ,terdengar begitu sopan dan terlatih ,”Di kamar bayi ,Tuan”
Jun Pyo mengganguk dan menyuruhnya pergi ,ia selalu mendapati Jandi di kamar bayi sepulangnya ia kerja..Memang tidak aneh sih ,tapi ia merasa cemburu saja ,karena biasanya Jandi akan menyambutnya sepulang kerja ,dan sekarang malah pelayan yang menyambut ,Jun Pyo menghela nafas ,merasa gila karena cemburu dengan anak sendiri..
Grekkk..
Jun Pyo melirik Jandi dari balik pintu..Wajahnya terlihat ceria ,merapikan beberapa boneka beruang ..,ketika Jandi menyadari kedatangan Jun Pyo dengan segera ia melambaik dan berteriak seperti anak-anak ,”Eh..Oppa..,mari kesini..!!”Jun Pyo mengeriyitkan alis ,memutar otak kenapa istrinya menjadi sangat aneh juga sangat baik semakin hari berganti..
Karena Jun Pyo tak kunjung masuk ,Jandi sedikit berlari menghampirinya ,”Oppa kenapa tidak masuk?Apa kau sudah minum Oppa?”tanyanya ramah..
Jun Pyo mengganga ,”Jangan lari-lari dong ,aku seram melihatmu seperti ini ,berlari-lari dengan perut besar mengantung di badan mungilmu itu..”kata Jun Pyo menginggatkan sambil memonyongkan mulutnya ,sementara Jandi hanya bisa menggumam ‘hehe’ dan tersenyum lebar..
“Apa ini karena kehamilannya?”pikir Jun Pyo ,tak tahu kenapa rasa rindu merasuki dirinya ,ia rindu dipukuli dan dimarahi Jandi ,kerinduan yang aneh tapi tetap saja ia merasa merindukan itu semua..
“Dasar perut babi”ejek Jun Pyo berharap omelan Jandi akan keluar alih-alih ia berkata dengan santai,”Walaupun perut babi tapi Oppa tidak meninggalkanku kan..”
Ini oppa ,itu oppa ,sini oppa ,situ oppa ,Jun Pyo hampir gila dibuatnya..Ia memutuskan untuk menelepon dokter kandungan mereka suatu hari ketika di kantor..,”Apa ini karena kehamilannya atau bagaimana?”tanyanya penasaran dan tidak sabar ,ia ingin menyemprotkan ‘Cepat jawab saja’ pada dokter itu tetapi ia menenangkan dirinya..
“Yah ,mungkin bawaan bayi..Jangan khawatir kalau ia berbuat aneh-aneh..”kata dokter menenangkan..
“Dengan kata lain ,apakah kau menjamin Jandiku akan kembali menjadi galak kalau anak kami sudah lahir?”Tanya Jun Pyo getir ,merasa tidak puas dengan jawaban dokter..
“Ya ,tenang saja..”papar dokter itu santai..
“Ia juga bisa kembali kapan saja sih..,”tambahnya..
“Hah?maksudmu?”Jun Pyo merasa semangat kembali..
“Yah ,tidak ada yang bisa memprediksi emosinya itu..”kata dokter..
Jun Pyo menutup gagang telepon merasa percuma mendengarkan dokter itu..
Lagi-lagi telepon berdering..
“Yeobseo..,”Jun Pyo bersuara ,terdengar tidak sabar dan suaranya kembali dingin ,kekesalan sedikit meliputi hatinya setelah percakapan dengan dokter tadi ,ia merasa frustasi..
“EH!Oppa!Kau disana..,kukira kau akan rapat..,”suara ceria yang dikenalnya akhir-akhir ini ,pasti Jandi..
“Ehehe iya..,”Jun Pyo tertawa memelas..,merasa dirinya telah masuk perangkap..
“Oppa pulang nanti kau bawakan aku satu kardus mangga ya..,”pesan Jandi..
“Mwo?Satu kardus?”papar Jun Pyo kaget ,merasa tidak yakin apakah istrinya itu akan benar-benar memakan satu kardus mangga itu sekaligus..
“Iya..,satu kardus ..,kenapa kau keberatan?”suara kekecewaan yang seperti anak kecil mulai tersirat ..,sekarang dengan sempurna Jun Pyo bisa membayangkan kekecewaan Jandi bak seorang anak kecil yang sedang merengek meminta permen di hadapannya,dan ketika ia bilang ‘tidak’ dengan tegas ,air mata mulai berlinang pada kedua mata kecilnya ,gaya yang sangat khas kau temui pada anak kecil..Jun Pyo menghela nafas panjang..,membuang jauh-jauh pikiran gilanya itu..
Karena Jun Pyo merasa bakat yang paling menonjol dalam dirinya adalah menyenangkan istri ,maka jawabannya ,”Tentu tidak ,aku akan membawakan mu satu kardus tentu saja..Kalau kau mau lima kardus juga tetap kubelikan ..,”canda Jun Pyo..
“Eh?Betul?LIMA KARDUS?”Suara Jandi langsung berbinar-binar..
“Ehm..,”Jun Pyo merasa terjebak lagi ,omongan tidak serius tentu ,tetapi ia merasa telah menembakkan pistol kearah dirinya sendiri..
“Kalau begitu boleh lah..,Terima kasih ya oppa..,lima kardus hehe..,”
Jun Pyo menutup mata dan berusaha ceria ,”Iya sayangku ,lima kardus..”
“Hehehe”
***
Jilli masih mendata seluruh kebutuhan pestanya..Dan rata-rata semua sudah selesai ,beberapa hari lalu ketika EO mereka menjelaskan bahwa sudah tidak ada yang perlu dikhawatirkan lagi..
Woo Bin meyakinkannya pesta ini pasti akan menyenangkan ,maka Jilli berpikir positif dengan mempercayai omongan kekasihnya..
Seoul sebenarnya menjadi tempat yang asing bagi dirinya karena selama ini ia hanya berada di antara Jeju dan Italy..Tetapi atas pertimbangan mereka ,akhirnya Seoul diputuskan menjadi tempat yang tepat untuk melaksanakan semua ini..
Jilli melahap pasta saus krim kesukaannya ,sembari menunggu Woo Bin ..Petang itu Seoul dirundung hujan deras ,langit sore terasa begitu gelap dan pekat dimata..
Untung suasana restoran ini membuat hatinya paling tidak sedikit lebih tenang ,Jilli merasa kerasan karena aroma Italy yang tersimpan di setiap sudut ruangan meningatkannya akan rumah masa kecil..Seolah mesin waktu membawanya pulang ke Italy ,rasa senang merasuki seluruh tubuh Jilli seketika membuat ia tersenyum sendiri ,sambil menatap asap yang mengebul dari hot chocolate di hadapannya..Musik klasik khas Italy masih mengiang di telinga sampai detik ini ,musik itu terus mengalun ,membuat hatinya menari-nari..
Perapian yang menyala-nyala di ujung ruangan ,api bewarna oranye ,terasa begitu hangat ,sama persis seperti ketika ia tinggal di Italy ,rata-rata orang mempunya satu perapian di setiap rumah ,berbeda dengan Korea ,rumahnya sekarang di Jeju tidak memiliki satu perapianpun ,membuat Jilli kecil protes pada ayahnya..Tetapi tetap saja tidak digubris ,membuatnya semakin frustasi..
Untunglah Woo Bin mengerti dan bersedia membuatkan satu perapian di rumah baru mereka ,hal ini membuat Jilli tersenyum ,mengingat kelak ia akan bisa merasakan kehangatan api oranye setiap sore..
Ketika Woo Bin muncul dengan tubuh basah kuyup ,Jilli segera melepas jaket dan melemparnya pada Woo Bin ..,”Jangan sampai sakit..”
“I know..Thanks babe..,”Woo Bin membungkus dirinya dengan jaket milik Jilli. Jilli menyodorkan segelas hot chocolate pada Woo Bin ..”Minumlah”
Tangan kanan Woo Bin meraih hot chocolate itu sementara tangannya yang lain menggengam erat tangan Jilli..,tangannya yang hangat dan besar ,tidak asing bagi Jilli ,ia merasa sekarang ibu yang dirindu-rindukan telah menggengam tangannya dengan begitu erat..Rasa itu begitu kuat entah mengapa ,ia merasa kembali ke kehidupan lampau ,ini semua membuat Jilli berusaha setengah mati menahan air mata yang memenuhi pelupuk matanya ..Musik klasik yang terus berganti ,nada demi nada ,memaksa air mata Jilli untuk menetes ,ia ingat setiap badai datang ,ibunya akan menggengam kedua tangannya lalu memutar musik klasik kencang-kencang sampai ia merasa Jilli kecil tidak akan bisa mendengar badai yang tengah terjadi dengan begitu hebatnya di depan rumah..Dan pada akhirnya ,..ia tetap meningat lagi ,kalau malam dimana ibunya meninggal ,badai sedang mengamuk..,ketika Jilli merasa tidak berdaya melihat pelindungnya direunggut nyawa begitu saja..,Jilli kecil merasa itu adalah mimpi sehingga ia meraung-raung sekencang mungkin ,menatapi ibunya yang tergeletak dengan darah dimana-mana saat itu ,ia terus meraung tetapi ibunya tetap diam dan tak beraksi apa-apa..Saat itulah Jilli yakin ,kalau ibunya sudah benar-benar tiada..Ia telah pergi…Ingatan yang begitu mengecewakan ,yang tak bisa dibuangnya begitu saja..
Jilli merasa ini bukanlah momen yang tepat untuk menangis ,sehingga dirinya merasa begitu konyol di hadapan Woo Bin..
“What’s wrong?”Tanya Woo Bin ,khawatir juga kaget melihat Jilli yang tiba-tiba menangis..
“I remembered her..,again..,my mom..,”aku Jilli..,ia tak bisa berbohong lagi ,kalau akhir-akhir ini ia selalu mengingat ibunya..,ingatan itu meracuni dirinya ,menyuruhnya untuk menangis dan menangis lagi..,selalu begitu..,seperti kecanduan yang tidak akan bisa hilang..Jilli merasa putus asa..
***
“IBU GURU..,”Dari belakang ,3 orang anak perempuan serentak mengangetkan Gaeul yang sedang tersenyum dan melamun sendiri..Ia terlihat seperti ‘pergi begitu saja’ ,hanya diam dan duduk tersipu ..
“Eh..,”Gaeul menoleh dalam kebingungan ,sementara 3 orang anak itu terkikik melihat ibu gurunya ternyata telah ‘bangun’..
“Apa yang sedang kau lakukan?”Tanya seorang anak dengan suara polosnya yang terdengar cempreng..
“Um tidak ada..,apakah kalian telah menyelesaikan seluruh tugas?”Gaeul menuntun mereka kembali ke tempat duduk..,menyuruh mereka untuk melakukan tugas lainnya ,sesaat ia merasa tidak becus menjadi guru..
“Kalau sudah selesai bilang yah..,”papar Gaeul lembut pada mereka ,ketika dirasa murid-muridnya telah duduk diam mengerjakan tugas masing-masing..
Sekarang pikiran Gaeul melayang kemana-mana ,memutar kembali ingatan indahnya dengan Yizhung petang itu..,tak bisa menahan dirinya untuk bermimpi pada siang bolong ,Gaeul terus tersenyum..
“Kau tak tahu kan..,”kekeh Yizhung..,”Jujur sajalah ,kau kalah taruhan sayang..”goda Yizhung..
“Um..,”Gaeul membeku tidak tahu harus menjawab apa ,ia pasti terlihat bodoh sekarang ,padahal sudah jelas-jelas ia kalah ,jawaban ‘ya’ terasa begitu berat untuk dikeluarkan..”Yah ,aku pernah dengar kok..,”katanya membela diri..
Yizhung hanya tertawa pelan ,sembari memarkirkan mobil ke penghujung jembatan ,beberapa mobil terlihat berlalu-lalang dengan santai..,padahal biasanya jembatan ini menjadi sibuk pada malam hari..
“Jembatan Banpo ,”Yizhung membuka jendela mobil lebar-lebar ,sehingga seluruh angin dari luar mulai berebut masuk..,ia menghela nafas sambil tersenyum.Gaeul memalingkan wajahnya ketika sadar bahwa ‘jembatan’ membuat mereka meningat sesuatu yang berharga..
Hari ketika Yizhung melamarnya di Paris..,tepat di atas jembatan..
Ingatannya mulai memutar seperti film ..,Gaeul tersenyum karena terlarut padanya ,mengingat setiap baris puisi yang ditujukan untuknya ,dan sebuah cincin ,yang menjadi saksi atas ikatan itu..
Apakah tujuan Yizhung membawanya kesini untuk membuka lagi memori-memori tersebut ..,Gaeul dalam dirinya ,ia yakin ,Yizhung tidak ingin sampai ia melupakan atau menutup memori ini sedikitpun..Seiring berjalannya waktu ,ketika mereka mulai sibuk dengan pekerjaan masing-masing ,kembali kepada kehidupan sehari-hari ,yang sesak memenuhi otak keduanya ,Gaeul sadar ,dalam hal ini ,sekarang ini ,mereka sedang menyediakan tempat lebih untuk satu dan yang lainnya ..,paling tidak mencoba untuk menyediakannya..
Senyuman tersirat pada wajah Yizhung ,ia tak pernah berhenti tersenyum memandangi alam luar sana ,fakta bahwa jembatan ini menopang mereka ,membuat mata Gaeul terbuka ,kalau-kalau sadar atau tidak ,suaminya itu mencoba menopang hubungan mereka lagi ke tempat yang paling tinggi..
Kesibukan yang mewarnai hari demi hari ,yang sibuk akan semakin sibuk ,ketika Yizhung menyadarinya ,ia tak ingin melepaskan Gaeul begitu saja..Paling tidak..,harus ada sedikit waktu untuk mereka berdua ..
“Jangan pulang larut terus..,”protes Yizhung ,senyumannya sedikit hilang..,kecemburuan yang mati-matian hendak disembunyikannya malah tersirat begitu nyata..
“Aku tak bisa begitu saja melepas tanggung jawab kan..,”jawab Gaeul..,meminta pengertian..,ia merasa lucu Yizhung cemburu dengan anak muridnya ,membuat Gaeul sedikit tersenyum..
“Yah ,ku tahu..,apakah kau harus bekerja ,padahal keuangan kita lebih dari cukup ,apa yang kuhasilkan..,”dengus Yizhung..
Gaeul menggeleng..
“Pikirkanlah ,mungkin alangkah baik kalau kau dirumah dan menemaniku membuat keramik ,memasakkan sesuatu untukku ,atau apalah ,sehingga waktu kita berdua semakin banyak..,”gumamnya memberikan solusi..
“Hmm..,”Gaeul menghela nafas panjang ,Yizhung tahu istrinya pasti tidak akan memberikan jawaban apapun sekarang ini..
“Ketika sampai di rumah ,kau lebih sibuk dengan dokumen-dokumen itu..,sadarkah..,”papar Yizhung mencoba untuk berbicara dalam nada santai..
Gaeul tersenyum tanda maaf ,ia tahu seharusnya tak begini..
Keduanya memasuki alam keheningan ,deru mobil yang berlalu-lalang terdengar begitu berisik dan menggangu..
Seiring waktu berjalan ,ketika malam semakin larut ,bulanpun semakin sayu..,mobil-mobil mulai jarang lewat..,tetapi mereka masih terdiam..
“Pikirkanlah..,”bisik Yizhung ,ia menyelipkan suatu amplop kecil pada Gaeul..
“Apa..,apa ini?”tanyanya gugup…,keringat dingin mulai menetes ,tersirat banyak pertanyaat dalam raut wajah Gaeul..
“Bukalah dan pikirkanlah..,”senyum Yizhung manis menghiasi wajahnya membuat Gaeul luluh..
Ketika amplop bewarna cream itu dibukanya ,Gaeul melihat suatu foto ,yang menunjukkan gambar ,yang tidak asing lagi bagi dirinya..,tetapi dimana ini?
Gaeul berpikir keras tentang lokasi pada foto tersebut ,alisnya mengeriyit bingung..,lantas Yizhung mulai membuka mulut..,”Itu di rumah kita loh..!”
‘Rumah kita’ ,kata itu tidak bisa dicerna dengan baik oleh dirinya ,mulut Gaeul membentuk huruf 0 besar ,tanda tak percaya..
“Hah rumah kita?”suara serak Gaeul memecah keheningan ,pita suaranya bagai terjepit ketika mengamati foto itu lagi..
“Iya..”
Otak Gaeul berputar ,well ini memang kelihatan seperti rumah mereka ,tidak ada yang salah,kayu putih kokoh ,halaman yang luas ,itu betul rumah mereka ,hanya saja ,kenapa ini lebih mirip ruang kelas ketimbang rumah mereka ,apakah benar adanya kalau rumah mereka memiliki ‘sisi lain’?
“Tapi..,ini ruang kelas?”Gaeul mencoba mendapat pengertian lagi..
“Ya..,pikirkanlah ,alangkah baiknya kalau kita menerima murid di rumah saja ,dengan begitu mungkin kau akan lebih sering bersamaku..,”senyum Yizhung..
Gaeul merasa tidak percaya ,ini yang diidamkannya ,membuka kelas sendiri..Sadar atau tidak sadar..
“Bagaimana?”Tanya Yizhung yang terdengar mendesak ,mengharapkan kata ‘ya’..
Gaeul tidak bisa berkata apa-apa ,pipinya merona begitu merah ,mungkin tanda ia senang ,begitulah terkaan Yizhung..Gaeul membawa Yizhung kedalam pelukannya ,lalu menatapnya dalam-dalam..Yizhung hanya tersenyum ,menikmati momen demi momen..Ketika bibir Gaeul yang kering mulai melumat bibirnya ,perasaan membara mulai muncul pada keduanya ,perasaan itu ,menghinggapi mereka lagi..
“Kuanggap itu sebagai jawaban ya..,”Yizhung tersenyum manis ,kedua tangan nya mengusap pipi merah Gaeul..
“Gumawo..,sunbae..”Gaeul terkekeh ketika menekan kata sunbae..
“Apapun putriku..,untuk membawamu kembali padaku..,”katanya
Ingatan lain mulai merasukinya ,malam itu ,malam yang bergairah yang takkan dilupakannya seumur hidup..Gaeul tersenyum ceria ,sekarang ia menatap kepada murid-murid kecilnya ,sebentar lagi akan menjadi perpisahan ..Sekantong coklat sudah digenggaman Gaeul yang akan menjadi hadiah terakhir untuk mereka semua..,maka ia pun mulai menjelaskan semuanya ..Menjelaskan dengan tetap tersenyum dan suara nya yang tegar..
***
Jihoo berjalan memasuki kamar hotel dengan debatan Jae Kyung yang mengaung-ngaung di kedua telinganya..
Ia tak tahu kenapa Jae Kyung harus sepanik ini..
“Sekarang kau sudah lihat kan?”kata Jae Kyung berapi-api ..
Pemandangan luar yang menurutnya ‘buruk’ itu ,dimana-mana Koran dan media memberitakan tentang kisah ‘palsu’ asmara mereka..Jae Kyung mulai merasa bersalah ,seharusnya ia tidak mengiyakan pertanyaan anak itu dengan begitu sembrono ,tetapi ia juga menyalahkan Jihoo yang ‘pantang’ berbuat apa-apa selain menunjukkan wajah tenang ....
Ketika keduanya hening ,menatap kaget kearah kakek yang sedang duduk diam di kasur ,kedua mata tajamnya membaca setiap baris berita di Koran dengan teliti....,kacamata besar mengantung lemas menghiasi muka seriusnya..
“Hara..,haraboji..,”Jae Kyung menghela nafas ,lalu mulai berbicara dengan cepat ,secepat kilat ,”Ka..kau tidak membacanya kan?”
Kakek menatap garang kearah mereka berdua ,”Apa?”suara seraknya terdengar begitu menantang dan menakutkan sehingga tangan Jae Kyung sedikit bergetar..
“Apakah ia benar-benar sudah tahu?”bisik Jae Kyung pada Jihoo..
Jihoo tahu apa yang harus dilakukannya sehingga ia meraih Koran itu dari tangan kakek dan membolak-balik sampai halaman yang ditujunya..
“Ini ,”Jihoo mengembalikan Koran itu pada kakek..
Jae Kyung hanya diam tak berkutik ,mencoba untuk menenangkan dirinya sendiri..,tidak ,Jihoo tidak mungkin menunjukkan artikel asmara palsu itu pada kakek ,debat Jae Kyung pada dirinya sendiri ,tetapi hati kecilnya berkata lain..Akankah Jihoo senekat ini?
Dan ketika kedua mata kakek mulai membelalak dan senyuman ramahnya itu mulai menghiasi muka ..Jae Kyung paling tidak ,bisa sedikit bernafas lega ,tetapi disaat yang sama ,udara seolah mengosongi paru-paru Jae Kyung ,membuatnya sesak..
“Benarkah?Aku sudah bilang ,kalian itu benar-benar..,”kakek menggelengkan kepala sambil tertawa renyah..,ia lalu menghampiri Jae Kyung dan memeluknya dengan erat..
Jihoo hanya tersenyum ,sedangkan Jae Kyung ,panas merasuki tubuhnya dan kebingungan memenuhi seluruh isi kepalanya..Matilah ia..!!
Jae Kyung menggeram kecil pada Jihoo seolah tatapannnya ingin berteriak ‘YOON JIHOO APA YANG KAU LAKUKAN..!!”Tetapi Jae Kyung menenangkan dirinya sendiri ,tidak mungkin berteriak begitu pada Jihoo didepan kakek..,kecuali ia ingin ditampar atau apalah..
Dan ketika pandangan Jae Kyung teralih pada Koran yang digenggam kakek ,ia tahu sekarang..Bahwa secara tidak langsung ,Jihoo resmi ‘membuka hubungan’ mereka di depan kakek..Atau boleh kubilang ,hubungan palsu mereka..
***