Author Topic: *LOVE & CAREER* (Lovelyn, Miny and Luveliprincess) ~ chp 30 (final) '20 Nov 10  (Read 19890 times)

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
CHAPTER 19 ~Lovelyn


Yong Sae berlari, berlari dan terus berlari .. Menyeberangi jalan raya, melewati lorong-lorong, mengitari taman di teras depan, dan akhirnya membuka pintu dengan kunci di tangan. Dia tidak peduli kalau hari ini ada pelajaran yang harus diikuti. Berita yang dibaca di koran yang dibelinya tadi sudah membuatnya lupa segalanya. Nafasnya terengah-engah ketika sampai di dalam rumah. Mr dan Mrs. Goo yang sedang duduk di sofa depan langsung mengarahkan pandangan kearahnya dengan sinar mata bertanya.

"Heiii ... Yong Sae, ada apa? Wajahmu pucat sekali ... ", tanya Mr. Goo sambil menatap lekat ke anak bungsunya itu.

"O ... ppa!!! .... Yong ....  Chan oppa ....... ", jawab Yong Sae sambil menyodorkan koran di tangannya ke Mr. Goo. Nafasnya masih memburu.

Mr. Goo menerima koran dari tangan Yong Sae. Dahinya berkerut. Begitu juga Mrs. Goo. Mata mereka langsung terbelalak lebar ketika membaca berita utama yang tertulis dengan huruf yang sangat besar mengenai putra mereka "Goo Yong Chan".

"A ... a .. pa ini? .... benarkah ... benarkah yang diberitakan koran ini? .... tapi .. kalau melihat fotonya ... ini memang Yong Chan ... ohhhh .. apa lagi yang telah dilakukan oleh anak itu? .. ", Mrs. Goo memegang kepalanya yang terasa pusing. Tulisan di koran terasa ikut menari-nari di pelupuk matanya.

Dengan cepat Mr. Goo menyangga tubuh istrinya yang agak oleng ke samping. Mrs. Goo mengelengkan kepala sebagai tanda bahwa dia baik-baik saja. Yong Sae menghembuskan nafas panjang. Pernafasannya sudah agak teratur sekarang. Dia mengambil kembali koran dari tangan appanya dan membaca sekali lagi berita yang mengemparkan itu.

"Apakah karir oppa akan terancam karena berita ini, appa?", Yong Sae menatap Mr. Goo dengan harapan akan mendapat jawaban yang memuaskan.

Tapi Mr. Goo mengelengkan kepalanya. Yong Sae memindahkan perhatian ke ommanya. Dan sekali lagi dia mendapatkan reaksi yang sama. Perlahan Yong Sae memejamkan matanya dan menjatuhkan diri di sofa yang ada di depan Mr. dan Mrs. Goo.

***********


Pada waktu yang sama ......

Choi Young masih terguncang dengan artikel yang berada digenggamannya. Hye Jin yang berdiri disamping berusaha untuk menenangkan dirinya dengan cara menepuk-nepuk bahunya berulangkali. Perlahan Choi Young mengalihkan perhatian dari koran di tangan kearah Hye Jin. Dan .... Hye Jin sangat terkejut. Wajah Choi Young begitu pucat. Sepasang matanya tak bersinar dan bibirnya seputih kertas.

"Kamu .. kamu baik-baik saja, kan? ... atau .. apakah .. apakah kamu sakit, Young aa?", tanya Hye Jin dengan nada khawatir.

Choi Young menunduk perlahan. Suara yang kemudian keluar dari mulutnya terdengar sangat parau.
"Ya, saya sakit Hye Jin aa ... sangat sakit ... "

Hye Jin sangat terkejut. Dengan cepat dia menempelkan tangannya ke jidat Choi Young. Dia langsung lega ketika mendapati suhu badan Choi Young normal-normal saja.
"Bagian mana dari badanmu yang sakit?", tanyanya kemudian.

Choi Young mendekatkan tangannya ke bagian dada. Tangannya terlihat bergetar hebat.
"Hatiku .... hatiku yang sakit .... ", jawabnya pelan.

Hye Jin mengangga. Pandangannya kemudian jatuh kembali ke koran yang tadi dibelinya, yang sekarang berada di tangan Choi Young. Foto Yong Chan dan Eun Ho yang sedang berciuman mesra di dapur terlihat jelas di koran itu. Hye Jin mengangkat wajahnya dan begitu terkejutnya dia ketika mendapati mata sendu Choi Young menatap lekat ke wajah Yong Chan di artikel itu. Ada luka yang dalam di dalam pandangan itu. Hye Jin mendesah. Sekarang dia mengerti apa yang dimaksud Choi Young dengan kata hatinya sangat sakit. Choi Young ternyata memendam perasaan cinta terhadap Yong Chan. Dan lebih parahnya lagi, sekarang Yong Chan dan Eun Ho, yang merupakan keponakan Choi Young sendiri sedang berkencan dan itu sama sekali tidak diketahui olehnya.

**********


"Bagus Eun Ho ... kamu melakukannya dengan baik sekali ... ", puji Jae Won setelah Eun Ho berhasil melakukan semua adegan yang diajarkannya dengan sempurna.

Eun Ho tersenyum dengan pipi merona. Bukan hanya pujian itu yang membuatnya gembira tapi ada beberapa hal yang terjadi akhir-akhir ini yang membuatnya bahagia. Kemampuan aktingnya yang sudah matang merupakan salah satu penyebabnya. Selain itu, tentu saja juga karena perkembangan hubungannya dengan Yong Chan  yang sudah menuju tahap lebih istimewa.
"Gumawo sunbae ... semua keberhasilanku juga karena bantuan dari sunbae .. karena itu, sekali lagi gumawo ... ", kata Eun Ho dengan wajah berseri-seri.

"Ha ... ha ... ha .... saya akan menerima dengan senang hati semua ucapan terimakasih darimu .. dan .. hmmm ... mungkin ini untuk yang terakhir kalinya ... ",  Jae Won menatap lekat ke mata Eun Ho.

Mata Eun Ho terbelalak. Kata terakhir kalinya itu sangat mengejutkannya.
"A .. apa .. maksud sunbae ... ?", tanyanya gugup.

Jae Won tertawa terbahak melihat keterkejutan Eun Ho. Didekatinya Eun Ho dan meletakkan tangan di bahunya.
"Ha .. ha.. ha.. bukan perjumpaan yang terakhir sayangku, kamu jangan kaget seperti itu ..... maksudku mungkin ini merupakan ucapan terimakasih terakhirmu padaku karena mulai besok kontrakku dengan YT Entertainment sebagai pelatihmu akan berakhir ... "

Eun Ho semakin membelalakan matanya. Berita ini jauh lebih mengejutkan baginya.
"Bagaimana mungkin? .. Saya masih memerlukan bimbingan dari sunbae .. "

Mendengar perkataan Eun Ho, Jae Won langsung mengibaskan tangannya.
"Omong kosong!!! .. aktingmu sudah matang kok .. yang kamu butuhkan sekarang hanyalah rasa percaya diri .. jangan peduli dengan kata orang, Eun Ho aa, percayalah dengan kemampuanmu sendiri ... "

Eun Ho mengangguk. Pelatihnya yang satu ini memang selalu berhasil dalam memberikan nasehat kepadanya. Hatinya langsung tenang.
"Lalu ... habis ini sunbae mau kemana? ... sudah mendapatkan pekerjaan barukah?"

Jae Won tersenyum. Senyum yang memikat. Pertama kalinya Eun Ho melihat Jae Won tersenyum begitu lepas.
"Sudah, ... saya sudah mendapatkan sesuatu yang sangat ingin saya kerjakan sejak dulu ... "

"Apa itu?", tanya Eun Ho cepat.

"Great Music Plus mengontrakku untuk dua tahun ke depan dan saya akan segera mengeluarkan single pertama yang berisikan semua lagu ciptaanku sendiri ... ", jawab Jae Won dengan tampang puas.

Eun Ho langsung terpana. Dia sama sekali tidak menyangka Jae Won mempunyai keahlian di bidang musik.
Dan baru saja Eun Ho akan mengatakan sesuatu, pintu di ruang latihan itu dibuka dengan suara berdebam .... bammmmmmgggg .....

Eun Ho dan Jae Won mengalihkan pandangannya kearah pintu yang telah terbuka. Mr. Moon, manajernya Eun Ho, berlari kearah mereka. Tampangnya sangat gusar. Ada awan gelap yang menutupi wajahnya. Dia menatap Eun Ho lekat-lekat.
"Eun Ho! ada masalah penting, segera berkumpul di ruang rapat utama ... ", katanya dengan suara berat.

Mata Eun Ho melebar. Belum pernah dia melihat tampang Mr. Moon segalak ini. Dia ingin bertanya lebih lanjut. Tapi segera diurungkannya niat itu ketika melihat wajah Mr. Moon semakin kelam.
"Dimana Yong Chan? Apakah kamu melihatnya? Mr. Jung sudah mencarinya kemana-mana tapi tidak ketemu?", tanya Mr. Moon lagi. Suaranya masih terdengar keras.

Eun Ho sudah ingin mengeluarkan suara, menjawab pertanyaan Mr. Moon ketika ponsel yang berada dalam genggaman manajernya itu berbunyi.... kringg .. kringgg ... kringgg ...
Mr. Moon melirik layar monitor di ponsel, lalu segera menempelkan ponsel tersebut ke telinga setelah memencet tombol penerima terlebih dahulu.
"Yeoboseyo, Mr. Jung ..... ohhh .. sudah kamu temukan dia? ..... baiklah, saya sedang bersama Eun Ho sekarang .. kami akan segera kesana ... ok, bye .. "

Mr. Moon mengalihkan perhatiannya ke Eun Ho.
"Ayo, kita pergi sekarang .. yang lainnya sudah menunggu ... "

Eun Ho mengangguk, lalu mengikuti Mr. Moon dari belakang, tanpa bertanya lagi. Jae Won yang ditinggal sendiri mengenyitkan dahinya. Hmmmm .. ada yang tidak beres, katanya dalam hati.

************


Mr. Park yang berpembawaan sempurna dan terlatih dalam pekerjaannya, memperhatikan keadaan majikannya dari kaca spion mobil depan. So Dong Wo, majikan mudanya,  sedang terpaku dengan koran yang berada di tangannya. Mukanya agak pucat. Tangannya bergetar. Matanya tidak beralih sedikitpun dari berita yang ada di headline koran bagian entertainment. Mr. Park berdehem pelan.
"Ehemm .... tuan So, apakah tidak sebaiknya rapat dengan Mr. Han dibatalkan saja?"

Dong Wo mengangkat wajah perlahan. Pandangannya langsung tertuju ke Mr. Park yang duduk di jok depan. Dong Wo tersenyum kecut. Walaupun begitu dia merasa bersyukur karena Mr. Park selalu tahu bagaimana menempatkan dirinya. Sekretarisnya  yang satu ini tidak pernah bertanya mengenai segala sesuatu yang berhubungan dengan masalah pribadinya.
"Tidak Mr. Park, ... saya baik-baik saja .. rapat hari ini sangat penting jadi saya harus menghadirinya .... "

Mr. Park mengangguk  dan memerintahkan sopir untuk melanjutkan perjalanan ke gedung kantor Seoul Corporation. Sepuluh menit kemudian mobil yang mereka tumpangi memasuki tempat parkir di lantai dasar. Mobil dihentikan dan Mr. Park keluar dari mobil. Kemudian dia membukakan pintu untuk Dong Wo. Majikannya itu lalu melangkahkan kakinya menuju gedung kantor yang berada di samping tempat parkir. Masih dengan sikap sempurna Mr. Park mengikuti Dong Wo dari belakang.

Setelah sampai di pintu otomatis dari kaca besar di lobby depan sebuah panggilan yang cukup keras menghentikan langkah mereka.

"So Dong Wo Sshiiii !!! "

Dong Wo segera berbalik kearah suara itu. Diikuti oleh Mr. Park.
"Ohhhh ... bu dokter??? ... kenapa ... kenapa ada disini?",  tanya Dong Wo kaget.

Orang itu, yang ternyata adalah Yong Na, berlari kearah mereka. Nafasnya agak terengah ketika sudah berada di depan mereka.
"Kenapa ada disini? Huhhhhh ... pertanyaan anda aneh sekali, ... klinikku berada disekitar sini, tentu tidak aneh kalau anda bertemu denganku disini ..... saya tadi baru menghabiskan sarapan di restoran di seberang gedung ini ..."

Dong Wo mengangguk perlahan. Memang benar klinik Yong Na tidak jauh dari gedung kantornya. Karena itu pula, waktu dia sakit dulu, Mr. Park mengantarnya ke klinik Yong Na.
"Lalu .... hmmmm ... ada .. ada masalah apa ... bu dokter .. memanggilku?", tanya Dong Wo dengan serba salah.

"Masalah yang dulu!!!  .. kamu belum menjelaskannya kepadaku .... mengapa dulu kamu tiba-tiba datang ke klinikku dan mengatakan ada keperluan dengan Yong Sae..... ada apa sebenarnya antara kamu dan dongsaengku?", Yong Na balik bertanya kepada Dong Wo, tanpa berbasa basi lagi.

Dong Wo semakin gugup ditanya seperti itu. Dia berpaling kearah Mr. Park, seperti mengharapkan bantuan darinya.  Yang dipandang hanya menatapnya dengan sikap tenang dan hormat. Akhirnya Dong Wo menghembuskan nafas perlahan. Mr. Park tidak beraksi karena memang dia tidak pernah mencampuri urusan pribadinya.
 
"Tidak ada apa-apa antara saya dan adek kecil ...... sebenarnya ... sebenarnya waktu itu saya gugup .. karena saya bertemu dengan bu dokter ... saya .. saya .. masih merasa bersalah karena masalah .. yang terjadi dengan adek kecil dulu ... bu dokter masih marah padaku, kan? bu dokter masih tidak bisa memaafkanku, kan?", tampang Dong Wo semakin memelas. Mr. Park bergerak sedikit dari tempatnya. Dia agak kaget melihat perubahan sikap Dong Wo yang tidak pernah dilihatnya.

Yong Na terpaku mendengar pengakuan Dong Wo. Apakah selama ini sikapnya terlalu keras? Mungkin benar. Kecelakaan yang dulu dialami Yong Sae bukan sepenuhnya kesalahan Dong Wo. Choi Yoon juga bersalah karena terlalu emosi dan tidak ada seorangpun yang menginginkan kecelakaan itu terjadi.
"Ahhhhh ... sudahlah!! .. Lain kali kamu tidak perlu menghindar lagi kalau bertemu denganku .... saya tidak mau dianggap hantu olehmu .... ", kata Yong Na.

Wajah Dong Wo langsung berseri. Kegelisahan dan kekalutannya tadi sedikit terobati. Yong Na juga tersenyum. Hatinya lega sekarang. Memaafkan orang memang memberikan kesenangan tersendiri. Perlahan matanya menunduk dan mengarah ke koran dalam pengangan Dong Wo. Tampangnya langsung berubah ketika melihat foto Yong Chan dan Eun Ho yang sedang berciuman mesra terpasang di koran itu. Tangannya bergerak dan merebut koran itu dari tangan Dong Wo.
"I ... i ... ni .... apa .. apa yang .. terjadi? .. Yong Chan dan .. Eun Ho ... , mengapa .. bisa begini?", suaranya tersendat-sendat di tenggorokan.

"Ohhhh ... benar!! ... bukankah Goo Yong Chan itu dongsaengmu?", tanya Dong Wo kaget. Dia baru menyadari kenyataan ini.

Yong Na mengangguk dengan tampang linglung. Dikembalikannya koran itu kepada Dong Wo dan berlari dari situ.

"Heiiii .... bu dokter!! .. mau kemana??", teriak Dong Wo.

Yong Na tidak menjawab, juga tidak berbalik. Dia terus berlari. Menyeberangi jalan raya dan akhirnya menghilang di tikungan.

*********


Gadis remaja dengan pakaian seragam menengah itu memelototi koran di tangannya. Berita yang menghebohkan antara aktor tercintanya, Goo Yong Chan, dengan aktris baru, Lee Eun Ho, membuat hatinya teriris. Impiannya untuk menjadi kekasih Goo Yong Chan dan keinginannya untuk menikah dengan aktor muda yang sedang naik daun itu di kemudian hari sirna sudah.

Goo Yong Chan telah mempunyai pacar dan gadis itu adalah Lee Eun Ho. Dia tidak bisa menerima semua ini. Dia tidak bisa menerima idolanya telah memiliki kekasih dan bermesraan dengannya. Hidup dan dunianya terasa hancur.

"Oooo ... ternyata Goo Yong Chan sudah mempunyai kekasih ..."

"Bagaimana mungkin? Hatiku sakit sekali .... "

"Saya juga! ... tidak rela ... pokoknya tidak rela .... "

Teriakan yang saling bersahutan dari beberapa teman sekolahnya itu membuat hatinya semakin hancur, lebur berkeping-keping. Dua titik air bening mengalir keluar dari pelupuk matanya. Tangannya meremas koran di tangan kemudian melemparkannya ke lantai. Pandangannya perlahan terarah ke bangku depan. "Hmmm ... hari ini Yong Sae tidak masuk sekolah ...., semua ini pasti ada hubungannya dengan masalah ini ... " batinnya dalam hati ....

***********

Eun Ho dan Yong Chan saling berpandangan di ruang rapat utama yang sekarang sudah di kelilingi oleh beberapa orang penting dari YT Entertainment. Mr. Kim, majikan tertinggi mereka, duduk dengan tampang serius di kursinya yang terletak di ujung meja panjang.

"Goo Yong Chan dan Lee Eun Ho, lihat ini!!". Mr. Kim melemparkan koran di hadapannya kearah Eun Ho dan Yong Chan.

Secara bersamaan Eun Ho dan Yong Chan menjatuhkan pandangannya ke koran itu. Mereka sangat terkejut ketika melihat foto mereka terpasang di koran itu. Pose mereka di koran itu semakin mengejutkan lagi.

"I .. i ..ni .... ", perkataan Eun Ho terkunci di bibir.

Yong Chan menatapnya sesaat. Dia menempelkan tangannya di atas tangan Eun Ho. Kemudian pandangannya beralih ke Mr. Kim.
"Semua ini bukan kesalahan Eun Ho .... kalau ada yang ingin disalahkan, salahkanlah saya .... "

Mr. Kim berdecak tak sabar.
"Bukan saatnya untuk mencari siapa yang mesti disalahkan dalam kejadian ini ..... saya tidak peduli apakah kalian berpacaran atau tidak, yang penting jangan sampai terekspos oleh media massa .... "

"Drama 'The Sword' yang rencananya akan ditayangkan minggu ini dengan sistem kejar tayang akan ditunda dulu sampai masalah ini mereda ... pihak StarVision tidak mau kalau skandal ini mempengaruhi tingkat pendapatan rating di televisi ... ", Mr. Bae ikut mengeluarkan suaranya.

Eun Ho menundukkan wajahnya yang memerah. Semua mata sekarang tertuju kepadanya dan Yong Chan.

"Saya tidak mau tahu kalian mengunakan cara apa ... pokoknya masalah ini harus segera diselesaikan, jika tidak kerugian yang kita peroleh akan besar sekali ... ", kata Mr. Kim dengan suara tegas.

"Sebenarnya ... saya .. saya tidak apa-apa, ..... karir Yong Chan yang harus diutamakan .... ", Eun Ho berkata dengan suara memelas.

Mr. Kim menatap Eun Ho dengan tajam. Keningnya agak berkerut.
"Bukankah sudah saya katakan, Eun Ho .... saya tidak peduli dengan hubungan pribadi kalian .... bagi saya kepentingan perusahaan yang harus diutamakan, jadi baik kamu maupun Yong Chan mempunyai hak yang sama, tidak terkecuali ... "

Eun Ho mengangguk perlahan. Mr. Kim mengedarkan pandangannya ke semua orang yang berada di ruangan itu. Dia lalu berdiri dari duduknya.
"Saya harus pergi sekarang .. ada masalah penting lainnya yang harus saya selesaikan jadi masalah yang satu ini saya serahkan kepada kalian semua .... besok pagi buka konferensi pers untuk menjelaskan semua masalah ini ... ", setelah mengatakan itu, Mr. Kim keluar dari ruangan itu.

Selama beberapa saat semua orang tidak mengeluarkan suaranya. Mereka sibuk dengan pikirannya masing-masing.

"Eun Ho dan Yong Chan, kalian sekarang keluar dulu dan kerjakanlah pekerjaan sesuai dengan jadwal kalian masing-masing .... kami masih akan mendiskusikan masalah ini, besok pagi kami akan memberitahukan apa yang harus kalian katakan kepada media massa ... ", Mr. Jung memecahkan kesunyian itu dengan perkataan ke Eun Ho dan Yong Chan.

Mereka berdua mengangguk kemudian keluar dari ruang rapat itu. Meninggalkan orang-orang yang masih sibuk mencari jalan keluar buat pemecahan masalah mereka.

************


"Miane, Eun Ho aa ... ", kata Yong Chan penuh penyesalan, ketika mereka sudah berada di luar.

Eun Ho menatapnya dengan senyum tersungging di bibir.
"Untuk apa kamu minta maaf, ... bukankah tidak terjadi sesuatu antara kita? ... saya bahagia karena malam itu kamu tidak melakukan sesuatu terhadapku, saya bersyukur karena kamu masih menghormatiku .... gumawo, Yong Chan ... "

Yong Chan juga tersenyum mendengar perkataan Eun Ho. Senyum yang bahagia.
"Karena saya mencintaimu ... ", bisiknya halus di telinga Eun Ho.

Yong Chan semakin sumringah ketika melihat Eun Ho menunduk dengan pipi merona. Saat itu lorong luar, dimana mereka berada sangat sepi. Dengan cepat Yong Chan mendaratkan ciuman kilat ke pipi Eun Ho, yang membuat mata Eun Ho langsung terbelalak lebar.

**************


Choi Yoon memencet tombol penerima ponsel dan menempelkannya ke telinga, sementara sepasang matanya tidak berkedip terarah lurus ke koran yang berada di tangan kanannya.

Choi Yoon :"Yeoboseyo .... ya, Yong Na?"
Yong Na     :"Ya, ini saya!! ... apakah .. apakah kamu sudah melihat berita di koran hari ini?"
Choi Yoon :"Sudah, ..... Yong Chan dan Eun Ho, mengapa bisa sampai masuk koran? .... darimana koran ini mendapat foto seperti itu?"
Yong Na     :"Entahlah, ... ahhhhh ... banyak sekali masalah yang terjadi akhir-akhir ini. Yoon aa, apakah kamu bisa datang sekarang? .. ada beberapa hal yang ingin saya diskusikan denganmu .. selain peristiwa yang terjadi dengan Yong Chan dan Eun Ho, juga .... appa .. appa ingin membicarakan masalah kemarin malam denganmu .... "
Choi Yoon :"Appamu? .. bukankah sudah kita jelaskan kemarin malam bahwa tidak terjadi apa-apa dengan kita?"
Yong Na     :"Iya memang tapi .. tapi .. appa masih tidak puas dengan penjelasan kita itu, katanya beliau ingin membahas masalah yang lebih serius lagi .. jadi bisakah kamu datang sekarang, Yoon aa ... ?"

Diam sejenak, sebelum Choi Yoon melanjutkan perkataannya ...
Choi Yoon :"Selama dua hari mendatang saya tidak bisa melakukannya, Yong Na aa .... saya harus ikut dengan aktor Hyunbin yang akan mengadakan pemotretan di luar kota karena penata rambutnya mengalami kecelakaan motor kemarin malam,... miane .. katakan pada appamu setelah pulang saya akan segera menemui beliau .... "

Terdengar Yong Na menghela nafas di seberang.

Choi Yoon :"Yong Na aa "

Yong Na     :"Baiklah kalau begitu ... hati-hati di jalan, Yoon aa .. saya menantikan kepulanganmu ... bye ..."

Choi Yoon :"Bye, Yong Na sayang ... "

Choi Yoon memutuskan hubungan teleponnya setelah terdengar suara tutt di seberang.

**********


Dam Ah menyusuri jalan kecil yang diapit jalan raya dan gedung YT Entertainment dengan kepala tertunduk. Perasaannya sangat kacau. Seperti dugaannya semula, headline berita hiburan di salah satu koran memuat berita tentang Yong Chan dan Eun Ho. Yang membuat hatinya semakin tidak tenang adalah foto yang mengemparkan yang terpasang di koran itu adalah foto Yong Chan dan Eun Ho yang sedang bermesraan yang sama sekali belum pernah dilihatnya. Foto itu bukan foto yang diambil Sona. Sama sekali bukan. Dia ingat betul kalau foto yang diambil Sona itu hanya foto yang memperlihatkan Yong Chan dan Eun Ho berpandangan dalam jarak yang sangat dekat.

Siapa sebenarnya yang mengambil foto itu? Yang jelas pasti wartawan dari koran bersangkutan. Hari sudah beranjak siang. Saat itu Dam Ah bermaksud makan siang sendiri di rumah makan yang terletak di gedung sebelah. Dia tidak ingin bertemu siapapun. Hatinya sangat gelisah dan menyesal kalau sampai terjadi sesuatu dengan Yong Chan. Bagaimanapun dia masih menyayangi Yong Chan.

Lamunannya buyar ketika sebuah telapak tangan menepuk bahunya.

"Heiii you ..... haaa ... ternyata benar kamu miss Dam Ah .... "

Suara itu membuat Dam Ah segera berbalik ke belakang. Wajah asing nan tampan itu mengejutkannya. Matanya melebar. Dia sama sekali tidak menyangka akan bertemu kembali dengan pemuda ini.

"Masih ingat padaku?", tanya pria di depannya dengan tersenyum manis. Sangat manis. Sepasang lesung pipi yang dalam semakin memperindah wajah asingnya yang putih mulus.

"Tentu saja ... Dil ... lon Eyre ..., .. mengapa .. mengapa kamu bisa sampai berada disini?", Dam Ah balik bertanya. Suaranya terputus-putus karena perasaan gugup yang menyerangnya.

Dillon mengangkat tangan keatas dan mulai mengaruk kepalanya yang tidak gatal. Dia juga kelihatan gugup, seperti Dam Ah.
"Saya sedang mengikuti audisi yang dilakukan YT Entertainment dan StarVision buat pemeran Steve di drama terbaru 'My Love' ... ", jawabnya dengan malu-malu.

"Ohhh ... ", Dam Ah membuka mulutnya sehingga membentuk huruf O besar.

"And nona Dam Ah sendiri, mengapa berada di sini?", tanya Dillon. Mata coklatnya bersinar. Kelihatan jelas dia sangat mengharapkan jawaban dari pertanyaan itu.

"Saya? .... ha ... ha.. saya merupakan bagian dari YT Entertainment ... ", jawab Dam Ah sambil tertawa lepas. Kegelisahannya mulai hilang setelah bertemu Dillon.

"Benarkah? .... Ohhh .... kebetulan sekali kalau begitu ... ". Dillon ikut tertawa.

"Apakah kamu sudah makan siang? saya sekarang berniat makan siang di restoran sana ... ". Dam Ah menunjuk ke restoran yang berada di lantai dasar gedung, yang terlihat dari sana.

"Kalau begitu ayo kita ke sana ... "

Dillon meraih tangan Dam Ah dan menariknya, sehingga membuat mata Dam Ah terbelalak lebar. Dillon tidak perduli dengan kekagetan Dam Ah yang luar biasa. Diajaknya Dam Ah ke restoran di depan dengan sedikit paksa. Wajahnya tetap berseri sehingga membuat Dam Ah tidak bisa marah dengan perbuatannya.

**********

Bar itu cukup berkelas. Musik remix yang diputer berdentam keras ke seluruh ruangan. Di sofa besar yang agak kedalam, sekelompok anak muda sedang berbincang-bincang dengan suara  keras. Suara ketawa meraka mengalahkan kerasnya suara musik yang diputar. Puluhan botol bir dan makanan ringan berserakan di meja bundar di depan mereka.

Salah satu dari mereka, seorang pemuda berperawakan tinggi dengan bentuk tubuh sempurna berdiri dari duduknya.
"Saya harus pergi sekarang .... besok pagi saya masih ada pemotretan buat 'Men-2'  jadi malam ini saya tidak bisa ikut acara kalian .... sorry .... "

"Yaaaa Nathan .... tinggallah untuk dua jam lagi!! ... kami bermaksud berkaraoke setelah ini ... ", seorang cewek berbody sexy dengan berpakaian minim menarik tangan Nathan.

Dengan senyum di bibir, Nathan melepaskan tangannya dari pengangan gadis itu.
"Sekali lagi sorry ..... saya sudah sangat lelah, kalian bersenang-senanglah ... bye .."

Sebelum yang lain mengutarakan keberatannya, Nathan langsung mengambil langkah seribu. Teriakan di belakang tidak diperdulikannya lagi. Dia semakin memperlebar langkahnya. Sampai di samping meja dekat pintu, langkahnya terhenti. Seseorang yang terduduk lemas di sofa samping meja itu menarik perhatiannya.

Nathan mengarahkan pandangan ke orang tersebut. Wajah itu begitu dikenalnya. Wajah gadis yang selama ini selalu bermain dalam pikirannya. Dahi Nathan berkerut. Gadis itu kelihatan sedang mabuk berat. Walaupun keadaan di sekitar redup, keadaannya terlihat jelas. Wajahnya sangat merah. Perlahan Nathan mendekati gadis itu.

"Nona ..... ", Nathan menguncang pelan bahu gadis itu.

Gadis yang tidak lain adalah Choi Young itu mengangkat wajahnya.
"Yongggg .... Channn  ... aaa ... ", desahan pelan keluar dari mulutnya. Matanya yang redup dan agak terpejam menatap Nathan dengan pandangan menerawang.

Nathan mendesah perlahan. Kemudian dia menjatuhkan diri di samping Choi Young.
"Saya Nathan,  ... kita belum memperkenalkan nama masing-masing, kan? ...  dan mengapa kamu sampai ...."

Nathan belum menyelesaikan perkataannya, ketika Choi Young sudah terkulai lemas di pundaknya. Sebelum wajah Choi Young jatuh ke pundak Nathan, wajahnya sempat menempel di wajah Nathan. Begitu juga bibir mereka sempat bersentuhan. Tubuh Nathan menegang. Walaupun hanya sesaat, untuk sepersekian detik, kejadian tadi begitu menguncang batinnya.

Nathan menurunkan pandangan ke Choi Young. Wajah Choi Young begitu dekat dengan wajahnya.
"Ada apa denganmu? Mengapa sampai mabuk begini? Jika memang tidak bisa minum jangan ikut-ikutan orang minum minuman beralkohol dong .... heiii .. nona, bangunlah!! ... nona .... ",

Nathan kembali menguncang bahu Choi Young. Tapi setelah dilakukan berulangkali, Choi Young tetap tidak memperlihatkan reaksi apa-apa.
"Heiii ... nona!!! .. kamu tidak bisa begini, kamu harus memberitahuku kamu tinggal dimana . .. saya tidak bisa mengantarmu pulang kalau kamu masih tidak sadar ..  nona, bangunlah ... nona!! .... "

Lima menit kemudian, Nathan akhirnya menyerah.
"Huhhhhh .. kalau begitu tidak ada cara lain ..... sewa hotel untukmu saja ... "

Nathan menghembuskan nafas berat. Dengan susah payah karena beban yang tidak ringan di pundak, Nathan berdiri dari tempat duduknya. Dia agak sempoyongan ketika mencoba berjalan dengan menyangga tubuh Choi Young. Setelah mencoba sekali lagi dan tidak berhasil mempertahankan keseimbangan tubuhnya,  akhirnya Nathan mengambil keputusan mengangkat tubuh Choi Young dan mengendongnya keluar dari bar yang masih ramai oleh pengunjung itu.

****************


Keesokan harinya, pukul 8 pagi ...
Ruang panggung yang luas di YT Entertainment yang biasanya digunakan untuk mengadakan acara atau pertunjukan besar sekarang sudah penuh oleh wartawan dari berbagai media massa, mulai dari koran, majalah, radio sampai televisi.

Yong Chan dan Eun Ho memasuki ruangan, diikuti oleh Mr. Jung dan Mr. Moon dari belakang dengan berpuluh sinar lampu jepret mengarah kearah mereka. Eun Ho menundukan wajah dalam-dalam. Dia tidak berani mengangkat wajahnya. Dia memang belum terbiasa dengan keadaan seperti ini.

Lalu mereka duduk di kursi yang telah disediakan dipanggung itu. Para wartawan tidak berhenti menjepretkan kameranya. Mr. Jung mengeluarkan suara setelah keadaan agak tenang.

"Selamat pagi rekan wartawan sekalian ... mungkin anda semua telah mengetahui maksud diadakannya konferensi pers ini ... masalah ini berhubungan dengan aktor dan aktris kami, Goo Yong Chan dan Lee Eun Ho ... ", sampai disini Mr. Jung berhenti sejenak.

Para wartawan mulai berbisik-bisik satu sama lain. Mr. Jung berdeham pelan kemudian melanjutkan perkataannya.
"Sebenarnya kami tidak ingin dan tidak perlu menjelaskan apapun karena berita itu tidak benar, tapi karena berita ini sangat menghebohkan maka pihak kami mengambil inisiatif untuk membuka konferensi pers ini agar tidak terjadi kesalahpahaman yang tidak diinginkan .... Kami tidak tahu mengapa foto ini bisa sampai beredar dan kami juga sudah mengeluarkan surat tuntutan ke koran bersangkutan karena telah memasuki tempat pribadi orang tanpa minta ijin terlebih dahulu .... sebenarnya foto ini adalah foto buat sebuah majalah yang tidak ingin disebutkan namanya dulu dan karena foto ini sudah beredar sebelum digunakan oleh majalah yang bersangkutan maka terpaksa kesepakatan kami dengan majalah tersebut batal, oleh sebab itu kami sangat dirugikan dengan tindakan dari wartawan dari koran yang bersangkutan .... "

"Tapi Mr. Jung, bukankah foto itu dibuat oleh koran yang menerbitkannya?  jadi bagaimana mungkin anda mengatakan kalau foto itu dibuat oleh pihak kalian?", seorang wartawan pria berkacamata tebal mengutarakan pertanyaannya.

Mr. Jung tersenyum sambil mengacungkan jempol ke wartawan itu.
"Pertanyaan anda bagus sekali ... foto itu memang bukan dibuat pihak kami, tapi pada saat bersamaan fotografer kami juga berada di rumah Eun Ho ssi, yang digunakan untuk tempat pemotretan itu ... wartawan dari koran itu tidak mengetahui keberadaan beberapa krue kami jadi dia mengambil tindakan yang salah dengan mengeluarkan foto itu sebagai berita utama di korannya .... "

"Kalau begitu bolehkah saya menanyakan sebuah pertanyaan untuk Goo Yong Chan ssi?", tanya seorang wartawan wanita yang berusia sekitar 35 tahun.

"Tentu saja ... ", jawab Mr. Jung sambil memasang senyumnya.

"Goo Yong Chan ssi ... kalau anda berpacaran, apakah anda akan memberitakannya kepada umum atau mungkin anda akan menyembunyikannya dari public?", tanya wartawan itu. Pandangannya lekat ke mata Yong Chan.

Yong Chan tidak segera menjawab. Dia melirik sekilas ke Eun Ho. Yang dipandang segera menundukkan wajahnya. Kemudian Yong Chan mengembalikan perhatiannya ke wartawan itu dan bersiap menjawab pertanyaannya. ....


bersambung ke chapter 20 ....   

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun