Author Topic: Do You Feel What I Feel  (Read 11628 times)

Offline gantang ricky prabowo

  • Full
  • ***
  • Posts: 397
  • i know you so well
  • Location: JAKARTA
    • View Profile
Re: Do You Feel What I Feel
« Reply #135 on: January 22, 2011, 11:45:22 am »
Terlihat di ruang tengah sepasang kekasih sedang bermesraan. (ehem.. cie...cie...)

Sang pria sedang tertidur di pangkuan sang wanita.

Sang wanita membelai lembut kepala si pria.

Lumayan lama posisi mereka seperti ini.

Namun sang wanita melihat jam dinding yang telah menunjukkan pukul 9 malam.

Dengan perasaan yang tidak enak, wanita ini harus membangunkan sang pria yang tertidur lelap.

“mino’a..” hye sun menggerakkan tubuh mino pelan.

“zzzzzzzz...” yang dibangunkan malah berpura-pura mendengkur.

“huft..” hye sun menghembuskan nafasnya.

Mino terdiam, namun matanya masih terpejam.

“mino’a.. sudah malam.. lebih baik kau pulang.” Hye sun berbicara lemah lembut dengan mino.

“tidak. Aku mau disini saja bersamamu.” Mino memeluk pinggang hye sun dengan keadaan masih tertidur di
pangkuan hye sun.

“ya... “ hye sun menolak dengan tingkah mino.

“ok.. bagaimana kalau besok ku bawakan bekal.” Hye sun tersenyum menyebutkan hal ini.
Dengan wajah seperti anak kecil, mino berdangak melihat wajah hye sun.

“benarkah?” mino bertanya agak sedikit curiga.

“tentu saja benar.” Hye sun berbicara sedikit ngotot.

“tapi... kalau aku menginap disinikan dapat lebih banyak dari sekedar bekal.” Mino tersenyum dan kembali
memeluk pinggang hye sun.

“ya....” hye sun menggoyangkan tubuh mino agar terlepas dari dirinya.

“kamu sebenarnya maunya apa sih.” Hye sun bertanya sedikit kesal.

Mino melepaskan pelukannya, dia bangkit dan berdiri dihadapan hye sun.

Dengan wajah yang serius mino menatap wajah hye sun.

“ok. Saya pulang. Tapi tunjukkan tanganmu.” Mino menyuruh hye sun menunjukkan tangannya.

“wae?” hye sun memperlihatkan kedua tangannya.

“kenapa semua jarimu polos?” mino bertanya menyelidik.

“kenapa kalau polos? Tidak boleh?” hye sun berbicara menantang.

“cincin yang sama seperti ini mana?” mino menunjuk ke cincin yang dia pakai di jari manis sebelah kiri.

“itu...” hye sun berfikir .

“itu kenapa? Jangan bilang kau hilangkan. Jangan juga bilang kalau kau lupa.” Mino berbicara keras.

“oh.. itu hanya sebuah cincin. Bukan harta karun lee min ho-ssi.” Hye sun berbicara acuh.

“itu harta karun buatku. Itu dari hyung.” Mino berbicara dengan suara yang meninggi.

“stop mino’a. Jangan sampai kau membuat ku marah. Kau pulang sekarang juga atau kau mau mendengar
perkataan yang tak ingin kau dengar? Atau kau memang mau medengarkan perkataanku ini yang memang sejak
dulu kau sudah tau.” Hye sun mencoba menahan emosi.

“apa? Perkataan yang mana?” mino berbicara ngotot.

“sikapmu yang selalu memaksa, sikapmu yang tidak pernah mau mengerti, sikapmu yang hanya mau
mementingkan dirimu sendiri. Ya.. walaupun orang lain menceritakan kamu begitu baik oh whatever that. Tapi kau
egois mino’a” hye sun mengeluarkan unek-uneknya.

“masih ada lagi. Kau yang menyuruhku datang ke acara makan malam. Malah kamu sendiri yang tidak datang.” Hye
sun kesal

“itu.. itu.. karena aku mengalami musibah gara-gara hyung.” Mino menjawab gugup.

“dan masih ada lagi, kau tak mendengarkan perkataan orang tua tentang masa depan.. blablabla..  aku denganmu...
jujur saja, kalau kamu itu menjadi anak yang sedikit manis saja. Menurut sedikit saja. Mungkin aku bisa
bertahan.”hye sun sudah tidak bisa menahan emosi.

“untuk yang terakhir kali mino’a, kau pulang sekarang.titik.” hye sun melotot pada mino.

“ok..ok.. aku pulang.. jangan lupa cincin dipakai. Jangan lupa bekal makanan.jangan lupa..” belum selesai mino
bicara hye sun sudah melepas sendal yang dia pakai.

“ok.. saya pulang dulu hye sun..” mino segera berlari membereskan barang-barangnya dan langsung pulang.

“ihhh.. bisa gila saya kalau harus begini. Kan sudah aku tebak, pasti kalau berpacaran dengan dia malah  jadi
musuh.” Hye duduk di sofa dan merebahkan dirinya di sofa.



Keesokan paginya dirumah hye sun:

Tin..tin... (terdengar klakson mobil)

Hye sun berlari keluar tuk melihat siapa yang pagi-pagi buta sudah menyatroni rumahnya.

Cklek.. (pintu terbuka)

“ya......” suara hye sun meninggi.

“sudah kutebak dari awal, siapa lagi yang bisa berbuat kegaduhan selain dirimu lee min ho-ssi.” Hye sun berbicara
agak berteriak.

“mana bekalnya? Cincin mana? Ayo cepat bukakan pintunya!” mino berbicara memerintah.

Hye sun membuka pintu dan langsung berjalan meninggalkan mino.

“hye sun! Kau tidak berniat jalan disampingku dan bergandengan tangan?” mino berbicara agak cekikikan.

“lihat saja ya, kalau omma mu pulang, langsung ku bocorkan semuanya.” Hye sun menunjuk-nunjuk ke mino.

“mana yang bocor? Sini biar aku tambel” mino berbicara meledek.

“issh..”hye sun masuk kedalam rumah tanpa memperdulikannya.



@dapur:

Mino memainkan rambut hye sun yang panjang.

“lee min ho-ssi yang tampan, tolong jangan ganggu saya. Lebih baik kamu nonton TV dulu.” Hye sun berbicara
pelan.

“arasso.. goo hye sun agassi.” Mino menuruti perintah hye sun .

Mino bersantai menonton TV dengan sesekali melihat hye sun yang sedang memasak.

“huft...akhirnya selesai juga.” Hye sun tersenyum melihat masakannya yang sudah beres.

Mino langsung berlari ke hye sun.”wah... yeppuda.” Mino melihat dengan kagum.

“sana cepat makan.” Hye sun tersenyum ke mino.

“tangan mana?” mino cemberut meminta ke hye sun.

“nih... liat.. “ hye sun menunjuk ke cincin yang terpasang manis di jarinya.

“gitu donk.” Mino mencolek dagu hye sun.

Hye sun dan mino menikmati makanan dengan santai.

Sudah selesai dengan makan, hye sun membereskan semuanya. Setelah merapikan rumah, hye sun bersiap-siap
untuk berangkat ke kampus, sedangkan mino menunggu sambil menonton TV.



30 menit kemudian..

“ayo mino cepat berangkat, sudah jam 7.” Hye sun menghampiri mino.

Mino terpana dengan tampilan hye sun yang mengenakan rok panjang berwarna putih, kaos panjang berwarna
putih, sepatu seperti cinderella (sepatu putih bukan kaca. Ahihihihi). Rambut hye sun yang panjang digerai, hye sun
terlihat sangan manis.

“ayo berangkat! Jangan bengong!” hye sun menggoyangkan tubuh mino.

“oh.. ne..” mino menganggukkan kepalanya.

Mereka berdua berjalan ke pintu depan menuju tempat mobil mino terparkir.

Tanpa terduga ternyata kim bum telah menunggu hye sun dengan mobil silvernya.

(apakah yang akan terjadi selanjutnya? Apakah hye sun tetap berangkat bersama mino? Atau berangkat dengan
kim bum? CEK I DOT ahihihihihihihi)
 [hmpfh]
Hidup sukses, bahagia dunia khirat, membahagiakan orang banyak, bermanfaat untuk agamaku amin ya allah..