Author Topic: Do You Feel What I Feel  (Read 11644 times)

Offline gantang ricky prabowo

  • Full
  • ***
  • Posts: 397
  • i know you so well
  • Location: JAKARTA
    • View Profile
Re: Do You Feel What I Feel
« Reply #150 on: January 28, 2011, 08:27:19 am »
Terlihat suasana menjadi mencekam. Ketiga orang di TKP diam tanpa kata.  Dua diantara tiga saling bertatapan
menusuk. Satu orang yang lain hanya diam tanpa berbuat sesuatu.

Seorang yang tadinya tidak berbuat sesuatu sekarang malah berjalan meninggalkan kedua orang dihadapannya.

“ya... hye sun..” mino dan kim bum memanggil hye sun berbarengan.

Hye sun menoleh.“wae?” hye sun menjawab dengan wajah bingung.

“kamu mau kemana sayang?” tanya mino mesra kepada hye sun.

“mwo?? Ya.. apa-apaan sikapmu yang tak sopan itu lee min ho-ssi” kim bum tak terima dengan panggilan mino ke
hye sun.

“wae? Dia KEKASIHKU.” Mino berbicara dengan nada yang sangat lantang.

Kim bum membelalakkan kedua matanya, menatap tak percaya kepada hye sun.

“apa maksud ini semua hye sun? Tolong jelaskan.” Kim bum bertanya dengan nada pelan dan meminta kepastian.

Hye sun hanya menundukkan kepala.

“tin..tin..” terdengar suara kelakson dari sebuah mobil putih berukuran besar.

Mereka melihat kearah sang pelaku yang mengganggu keadaan.

Terlihat sang pengemudi keluar dengan tenang.

Badan yang cukup tinggi,rambut pendek dengan tata yang rapih, berpakaian santai, jaket hitam yang lengannya
sedikit ditarik keatas, celana jins berwarna hitam, memakai kaca mata, sepatu kets putih.

Orang yang sekarang sudah dihadapan hye sun terlihat lama menatap hye sun.

Kim bum dan mino hanya melihat apa yang akan terjadi dengan selanjutnya.

“hye sun’a, pergi bersamaku.” Orang dihadapan hye sun malah sengaja menambah suasana menjadi panas.
Sedangkan hye sun hanya diam memandang orang dihadapannya.

“ya.... yang datang lebih dulu saya.” Mino ikut mengeluaarkan pendapat.

“yang lebih tua saya.” Kim bum menjawab dengan nada tak mau kalah.

“ya.. kau mencari ribut.” Mino mendorong kim bum.

“kenapa kalau iya!” kim bum balas mendorong mino.

Mino dan kim bum saling tak mau kalah.

Tiba-tiba hye sun memanggil sebuah nama.

“RUI??” hye sun memanggil dengan tidak percaya.

“ne..” orang yang dipanggil rui menjawab.

“rui.... bogoshippo..” hye sun memeluk rui dengan wajah yang sangat senang.

Kim bum dan mino sekarang malah menjadi di satu pihak.  Mereka berdua menatap marah kearah rui.

“hye sun’a, kenapa mereka aneh?” rui menunjuk kedua orang yang menatapnya.

Hye sun melepaskan pelukannya. “rui.. aku berangkat denganmu saja.”hye sun tersenyum manis ke rui.

“ya sudah.” Rui mengangkat bahunya dan membukakan pintu mobil untuk hye sun.

Mino dan kim bum tambah panas. Mereka berdua menghampiri rui.

Rui di halangi oleh mino dan kim bum. Hye sun malah keluar dari mobil dan menghampiri mereka bertiga.

“mino’a sikapmu terlalu kekanak-kanakan, cepatlah segera rubah. Kau berangkat sana!” hye sun membentak mino.


“ mino meninggalkan TKP tanpa perlawanan”

“oppa, biarkan saya pergi bersama rui, nanti pulang kita makan siang bersama. Bagaimana?” hye sun membujuk
ke kim bum.

“ok.” Kim bum menjawab tak rela. Kim bum masih menatap tajam ke rui.

“ayo rui, kita jalan-jalan dulu, aku kangen denganmu, sudah lama kita tak bertemu.” Hye sun tersenyum manis.

“ne..” rui balas tersenyum.

“oppa, hati-hati di jalan” hye sun memberi saran ke kim bum.

Hye sun dan rui meninggalkan TKP dengan meninggalkan kim bum yang berwajah sedih bercampur kecewa.



@taman:

“hahaha, bagus sekali kau bisa mendapatkan hye sun”.Kim jung hoon sedikit tak percaya dengan pengakuan mino.

“huh.,.. saya sih berharap biar dia jangan terpancing emosi. Kalau saya berbuat kesalahan sedikit, kuyakin dia pasti
akan bilang 5 huruf itu.” Mino menutup wajahnya.

“5 huruf?” jung hoon bertanya bingung.

mino menganggukkan kepalanya.

“hahaha... sabar mino’a.” Jung hoon memukul pelan pundak mino.

@di pinggir danau:

“rui.. wajahmu.. kenapa malah tidak mirip seperti seorang wanita?” hye memegang wajah rui.

“kau tau sejak dulu aku selalu bermain dengan lelaki, teman wanitaku saja hanya kamu.” Rui tersenyum ke hye sun.

“arasso.. kapan kau datang dari jerman?” hye sun menanyakan ke rui.

“baru tadi pagi.” Rui menjawab santai.

“kenapa kau malah jalan-jalan Bukannya istirahat.” Hye sun memajukan bibirnya untuk menandakan
kekhawatirannya.

“kalau aku tertidur, aku tak bisa bertemu dirimu hari ini donk.” Rui terkekeh.

“tapi, kau masih mengenal mino kan?” hye sun bertanya ke rui.

“tentu saja..mana mungkin bocah yang sering mengerjaiku itu aku lupakan.”rui tersenyum paksa.

“kau mau mengerjainya?” hye sun bertanya ragu.

“aku tau.. pasti dia terus mengejarmu untuk menjadi kekasihnya .” Rui menebak.

“memang... kok kamu bisa tau?” hye sun ingin tau jawaban rui.

“kau sudah menerimanya?” rui menanyakan ke hye sun.

“sudah.... wae??” hye sun bingung.

“kau mau kan membantuku membalaskan perbuatan bocah itu yang sudah merusak mobil-mobilan kesayanganku
waktu itu.” Rui meminta penuh harap pada hye sun.

“tentu saja.” Hye sun tersenyum ke rui.
Hidup sukses, bahagia dunia khirat, membahagiakan orang banyak, bermanfaat untuk agamaku amin ya allah..