Author Topic: CHANGES WITH LOVE spoiler-- 15 April'11  (Read 8510 times)

Offline aisshin

  • Senior
  • ****
  • Posts: 875
  • cute LEADER SNSD ! ^^taeyeon^^
  • Location: sidoarjo
    • View Profile

CHAPTER 2

Eli keluar dari restoran neraka itu dengan berlari sekencang-kencangnya. Namun tak lama kemudian, ia dikejar oleh suruhan appanya. Ia berlari sekencang-kencangnya sampai-sampai ia tak sadar tiba-tiba ada seseorang yang menarik bajunya hingga robek dan tubuh Eli oleng menimpa orang itu. matanya melotot ketika yang ia tindihi sekarang adalah pemuda sinting tadi.

“KAUUUU?”teriak Eli. Sesegera ia berdiri dan bersiap-siap untuk lari kembali takut suruhan appanya tiba-tiba membawanya pergi. Namun pemuda itu menggegam tangannya dengan sangat erat sehingga ia tak bisa berlari lagi.

“LEPASKAAAAN!!!”teriak Eli.

“kau!!! Tak boleh pergi arasseo??”perintah Alex.

“apa hakmu berkata seperti itu haaa? Kau pasti disuruh appa kan? Aku tak mau!! Tetap tak mau kembali!!!!”

Kemudian Alex melepaskan genggamannya. Dan Eli pun memegangi pergelangan tangannya yang memerah itu.

“kau ikut denganku!!”ujar Alex dengan sikapnya yang dingin.

“tidak!!!”

“ikuuut!!!”

Eli pun kewalahan, tenaga pemuda ini sangat besar sekali jadi tak mungkin baginya untuk kabur lagi. Pasti pemuda ini akan terus mengejarnya.

Tak lama kemudian mereka sampai lagi di restoran SMFood milik Alex. Tampak masih ada Direktur Kim dan PresDir disana.

“Eli-aa!”teriak Direktur Kim sambil berlari kecil ke arah Eli.

“gwenchana??”

Sementara Eli hanya diam dan menatap ayahnya dengan pandangan dingin dan tangannya masih digenggam oleh pemuda sinting itu.

“apa maumu?? Kau disuruh appaku kan? Iya kan??”tanya Eli pada Alex tanpa memperdulikan ayahnya.
“tidak!!”jawab Alex.

“lalu??? Apa maumu??”

“kau belum bayar makanan yang kau pesan tadi nona!! Kau pikir aku mau apa?? Menangkapmu karena disuruh ayahmu?? Tidak!! Lagipula Direktur Kim mempunyai beratus-ratus orang suruhannya nona!! Jadi cepat bayar sekarang!”

Eli hanya diam menatap pemuda ini. ia tak tau harus bagaimana. Ia merasa malu ‘lagi’ terhadap pemuda ini. huuuft kesalahan 2 kali yang dilakukan dalam sehari pertemuannya dengan pemuda sinting itu.

“ba..baik..aku bayar! Kau pikir aku ini pencuri apa tidak bayar??”ujar Eli membela diri.

Sementara PresDir yang melihat tingkah anaknya serta Eli pun hanya tertawa kecil. Ia merasa lucu dengan sikap mereka yang seperti anak kecil itu.

“ha..ha..ha..kalian benar-benar cocok..!”ucap PresDir tiba-tiba.

“mwoo?!”seru Eli dan Alex secara bersamaan.

“tuh..buktinya kalian sehati..!”ucap presDir dengan tersenyum kemenangan.

“aku tak tau maksud ayah. Yang pasti urusannya sekarang gadis ini harus bertanggung jawab atas kesalahannya!!”ujar Alex.

“mwooo? Apa maksudmu??”

“tadi kau sudah menabrak salah seorang pelayan kami dan kau juga membuat ketentraman restoran ini kacau!! Kau harus bertanggung jawab!!”

“a..apaa? tanggung jawab apa?”tanya Eli heran.

-******-

“apaaaa? Tidak pulang bersama kami? Tapi mengapa?”tanya Jung in pada Eli via telepon.

“a..aku..u..emmhh, ada masalah penting jadi kau pulanglah ke incheon bersama anak-anak tanpaku ya??”jawab Eli sambil berbisik-bisik.

“ya..tapi..”

“aduuh..mian..aku harus menutup telepon ini..oke? annyeong!!”

Eli menutup teleponnya lalu membalikan tubuhnya berhadapan dengan Alex.

“sudah teleponnya?”tanya Alex dingin.

“ne..”jawab Eli salah tingkah.

“oke..akan kujelaskan padamu apa yang harus kau lakukan untuk tanggung jawab atas perbuatanmu tadi. Pertama, kau harus KERJA disini selama seminggu. Kedua, kau harus mengganti semua kerugian-kerugian di restoranku dan terakhir…”

“terakhir apa??”tanya Eli tak sabar.

“kau harus tinggal di Seoul!!”jawab Alex mantap.

“mwooo?? Yang terakhir aku tak bisa!!”tolak Eli.

“kau menolak? Oke—baiklah tak apa-apa. Aku bisa menelpon polisi lalu---“ perkataan Alex terpotong.
“ayayayayyaya!!! Aku tinggal di Seoul!! Tapi aku tinggal dimana?”

“apa gunanya ayahmu? Bukankah keluargamu berada di seoul?”

“aku..aku..tak bisa..tinggal dengan mereka.”

“aku tak peduli kau ada maslah apa dengan keluargamu yang pasti kau harus tinggal di seoul selama seminggu. Aku tak mau kau harus bolak-balik Incheon-Seoul setiap hari dan kau akan terlambat!! Aku membenci karyawan yang terlambat!”

“ne..ne..ne..terserah!! aku keluar dulu!!”

BRAAAK!!! Pintu itu tertutup keras.

Eli pergi dari ruangan itu dan keluar dari restoran neraka itu. namun saat ia hendak keluar, ia bertemu dengan sang ayah yang ternyata dari tadi menunggunya keluar.

“Eli-a..”ucap Direktur Kim pada Eli.

Eli hanya melihat sang ayah tanpa mengeluarkan sepatah kata pun. Dipikirannya, ia bingung apa yang harus ia lakukan. Ia ingin sekali memeluk ayahnya ini namun rasanya tubuhnya kaku dan mulutnya terkunci.

Direktur Kim mendekati Eli yang masih berdiri di tempatnya. Dan dipeluklah gadis itu dengan erat.
“Eli-a..appa..rindu sekali nak. Hu..hu..hu..”ucap Direktur Kim sambil menangis terisak-isak.

Ia sangat rindu dengan putrinya ini, sama seperti Eli. Waktu 1 tahun membuatnya merasa kehilangan dan tak tahu harus bagaimana. Namun rupanya Tuhan masih peduli terhadapnya. Ia bertemu kembali dengan anak bungsunya ini.

Direktur Kim melepaskan pelukannya. Dilihatnya wajah anaknya kini. Tampak ada perubahan pada Eli.
Rambutnya. Setahun lalu rambutnya masih sangat pendek seperti pria, namun sekarang rambutnya mulai agak panjang. Dan juga tubuhnya. Dulu ia agak gendut namun sekarang ia tampak langsing.
“ka..kau..tampak lebih cantik nak..dan tubuhmu sekarang agak kurus dari setahun lalu. Apa kau jarang makan??”ujar Direktur Kim yang masih terisak namun tak menangis lagi.

Eli hanya diam saja. Mulutnya benar-benar terkunci dan ia juga tubuhnya kaku dan lemas. Dan tiba-tiba tubuhnya oleng dan ia pun tersungkur di lantai. Ia pingsan.

“ELIIII-A!!”teriak direktur kim dan orang-orang pun mulai melihatnya dan mengerubungi mereka.

“eli..eli..! gwenchana??”ujar direktur Kim sambil menepuk-nepuk pipi Eli.

Saat Direktur Kim hendak menggendong anaknya, tiba-tiba Alex menghampirinya.

“biar saya saja yang menggendongnya Direktur,”ucap Alex dan langsung mengangkat tubuh Eli dan dimasukannya ke dalam mobilnya.

-******-

“bagaimana dokter?”tanya Direktur Kim pada Dokter Yoon yang memeriksa Eli.

“dia tak apa-apa. Hanya, ia kekurangan nutrisi dalam tubuhnya.”ujar Dokter Yoon.

“oh untunglah. Gamsa hamnida dokter.”ucap Direktur Kim pada Dokter Yoon dan mengantarkannya sampai depan kamar.

“nak Alex.”panggil Direktur Kim pada Alex yang sedang berdiri di sebelah ranjang Eli yang kini terbaring lemas.
Alex menoleh ke arah Direktur Kim.

“kau pulanglah..saya tak enak dengan orang tuamu.”ujar Direktur Kim sambil tersenyum ke arahnya.
“baiklah.”jawab Alex lalu menundukkan kepalanya dan keluar dari kamar Eli.

Sementara direktur Kim hanya tersenyum.

Pemuda yang baik. Batinnya.

-******-

“emmhh..”

Eli terbangun dari tidur panjangnya.
Dikedipkan matanya berkali-kali karena ia masih belum sadar ia dimana.
Dan tak lama kemudian ia tersadar, ia berada di kamarnya. Kamar yang sudah setahun lebih ditinggalinya. Dengan cat yang masih sama yang berwarna oranye dan tirai yang berwarna kuning keemas-emasan masih sama seperti dulu.

CEKLEEK..

Terdengar suara pintu yang terbuka. Dan tampak seorang wanita berambut panjang tergerai indah berjalan ke arah Eli.

Wanita itu tersenyum kepadanya. Namun Eli hanya melongo karena jasad dan arwahnya belum menyatu. Ia masih linglung.

“annyeong dongsaeng-a..”ucap wanita itu.

Dia adalah kakak Eli yang bernama Nathalie atau biasa dipanggil nathya.

“onnie..”jawab Eli lirih.

“kau sudah baikkan?? Apa kau masih pusing?? Kalau masih tak enak badan aku akan hubungi Dokter Yoon.”ujar wanita itu.

“tidak..tidak perlu.”jawab Eli acuh sambil memalingkan wajahnya ke arah lain.

“benarkah??”tanya Nathya.

“apa urusan onnie menanyakan hal tersebut? Lagipula aku tak perlu bantuan onnie !!”

“dongsaeng-a..aku ini sangat mengkhawatirkanmu! Setahun ini aku cemas kepadamu. Kau tau sendirikan kalau kau itu punya asma yang sewaktu-waktu bisa menyerangmu.”ujar Nathya.

“benarkah onnie cemas?? Atau mungkin onnie malah senang aku pergi dari rumah.”jawab Eli sambil tersenyum mengejek.

“apa maksudmu Eli??”tanya Nathya tak mengerti.

“bukankah selama ini onnie ingin merebut semua yang ada dalam diriku?? Termasuk kasih sayang appa dan semuuaaa yang berada di dekatku?? Seharusnya onnie senang bukan cemas!!”

“Eliiii!! Aku tak pernah berpikiran seperti itu!! mengapa semenjak eomma tak ada kau selalu berpikiran seperti itu ??!”

“karena semua yang berada di dekatku selalu kau rebut!! Semua pelayan disini yang dekat denganku juga kau rebut!! Aku tak punya teman!! Aku kesepian!!”seru Eli sambil menitikkan air matanya.

“dongsaeng-a..”ujar Nathya pada Eli sambil memegangi pundak adiknya itu.

“jangan menyentuhku!! Onnie pergilah!!”seru Eli sambil menutupi dirinya dengan selimut.

Sementara Nathya hanya terdiam sikap adik tercintanya itu. ia menangis perlahan, karena adiknya begitu membencinya dan menuduh ia merebut semua apa yang Eli milikki. Namun itu hanya salah paham! Eli salah paham terhadapnya!

Tidak!! Bukan seperti itu Eli kau salah paham!! batin Nathya.

Perlahan nathya berdiri dan meninggalkan Eli yang masih menutupi tubuhnya dengan selimut. Dan ia pun keluar dari kamar Eli.

-******-

“apakah Eli sudah bangun??”tanya Direktur Kim pada Nathya di meja makan.

“sudah.”jawab Nathya dengan tampang lesu.

“benarkah?? Tapi mengapa wajahmu lesu seperti itu??”

“tadi..saat aku menyapanya, ia terlihat membenciku. Ia mengatakan kalau aku merebut semua yang berada di dekatnya. Padahal kan tidak seperti itu!!”jawab Nathya.

“sudahlah..lagian ini hanya salah paham kan?? Ia juga masih 19 tahun jadi pemikirannya belum dewasa.”
“huuuft~ kalau gini caranya..ia akan terus membenciku appa. Aku harus bagaimana??”ujar Nathya putus asa.

“appa sudah menyusun rencana.”ujar Direktur Kim dengan tersenyum.

“apa itu?? rencana apa??”tanya Nathya tak sabaran.

-******-

“makan malam?? Aku tak janji.”ujar Alex pada ayahnya.

“kau harus datang!! Pokoknya harus datang!! Kalau tidak kau akan menyesal!!”

TUTUTUTUTUTTT..

Hubungan telepon itu terputus.

“mengapa aku harus datang??”ujar Alex pelan.

-******-

Malam hari tiba. Tampak Nathya dan Direktur Kim menyiapkan dirinya untuk bersiap-siap akan pergi. Sesekali Direktur Kim melihat jam tangannya.

“mana anak itu??”tanya Direktur Kim lirih.

Tak lama kemudian datanglah Eli dengan mengenakan gaun berwarna hitam dan rambutnya dibiarkan polos tanpa hiasan namun ia sudah tampak elegan.

“sebenarnya appa mau mengajakku kemana?? Kenapa aku harus mengenakan gaun ini?? dan juga..gaun ini sedikit terbuka!! Sangat tidak cocok untukku!!”ujar Eli yang langsung menunjukkan wajah kesalnya.

“appa ingin mengajakmu makan malam. Sudah lama kita tidak makan bersama. Dan malam ini kau tampak cantik nak. Sungguh.”ujar Direktur Kim meyakinkan.

“iya dongsaeng-a..kau bahkan lebih cantik dariku.”tambah Nathya.

“aaaah sudahlah!! Lebih baik kita berangkat sekarang. Aku sudah lapar.”ucap Eli sambil berjalan ke arah mobil yang telah disiapkan.

Sedangkan Direktur Kim dan Nathya hanya tertawa kecil dengan perilaku Eli.

-******-

Sesampainya mereka sampai di restoran untuk makan malam, mereka langsung disambut oleh para pelayan.

“Selamat datang tuan dan nona. PresDir sedang menunggu anda. Mari ikut kami.”ujar mereka.
“mwoo?? PresDir??”tanya Eli. Namun hanya dijawab dengan senyuman oleh pelayan itu.

Mereka pun akhirnya sampai di suatu ruangan dan disitu pula terdapat PresDir beserta istri dan anaknya.
Eli pun kaget bukan main. Mengapa aku selalu bertemu dengannya siiiih? Batinnya.


“ooh silahkan duduk.”tawar PresDir kepada mereka.

Eli duduk tepat di depan Alex. Terlihat wajahnya benar-benar gugup.

“hmm, akhirnya kalian datang juga. Dari dulu saya ingin makan malam pribadi dengan keluarga anda Kim. Namun jadwalku lumayan padat karena harus bolak-balik ke luar negeri untuk bisnis SMFood. Namun akhirnya hari ini kita dapat berkumpul bersama.”ucap PresDir panjang lebar.

“ne,,saya juga. Sangat beruntung sekali hari ini kita dapat makan malam bersama.”ujar Direktur Kim.
“dan tidak hanya itu juga. Makan mala mini sepertinya bakal menjadi makan malam special diantara keluarga kita Kim.”ujar PresDir sambil melirik ke arah Eli dan Alex.

Eli pun mulai merasakan hal yang aneh terhadap kelakuan appanya dan PresDir yang menyimpan sejuta misteri dalam ekspresi wajahnya itu.

“se..sebenarnya..untuk tujuan apa Tuan mengundang kami??”tanya Eli memberanikan diri.

“wuaah kau belum tau ya??”tanya PresDir sambil tersenyum penuh misteri.

Eli hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.

“baiklah,,ehem— kemarin saya dan Kim sepakat untuk makan malam untuk—membicarakan pernikahan Alex dan kau Eli.”ujar PresDir.

“MWOOO??”teriak Eli dan Alex secara bersamaan.

“ap..apa maksudnya ini?? pernikahan?? Tak mungkin..ini pasti bercanda kan??”ucap Eli tak percaya.

“appa..kau tak pernah capek untuk mengurusi urusan pribadiku?? Selalu menjodohkanku dengan wanita-wanita aneh!!”ujar Alex sambil melirik ke arah Eli.

Eli yang merasa disindir tiba-tiba menghadap ke arah Alex dengan wajah kaget dan marah.

“apa maksudmu wanita aneh haaa???”tanya Eli dengan nada tinggi.

“kau kan wanita aneh..ingat pas kita pertama bertemu?? Sifatmu benar-benar aneh dan ceroboh. Aku heran mengapa aku harus MENIKAH denganmu??”ujar Alex dengan wajah datar.

“yya!! Aku juga tak ingin menikah denganmu PRIA SINTIIING!!!!”teriak Eli.

Wah rupanya makan malam kali ini bukanlah makan malam yang harmonis dan tentram. Justru sebaliknya.

PresDir dan semuanya pun hanya menutup kuping mereka. Bagaimana tidak?? Suara Eli yang cempreng dan suara Alex yang tinggi jika teriak sudah membuat gendang telinga mau pecah.

“sudah-sudah..”lerai Direktur Kim.

“appa—rupanya appa belum berubah ya?? Lebih baik aku tak akan pernah kembali jika aku masih dijodohkan seperti ini!!”tegas Eli.

“awalnya,,appa memang tak setuju dengan rencana PresDir untuk menikahkan kalian berdua karena appa tak ingin kau kabur lagi sayang. Namun appa terpaksa melakukan ini karena appa—sakit keras anakku.”ujar PresDir.

“ta..tapi mengapa harus aku?? Mengapa Onnie tidak??”tanya Eli.

“itu karena—appa ingin kau hidup bahagia anakku. Karena appa merasa,,kau tampak tak bahagia setelah kepergian ibumu. Onniemu sudah dewasa. Jadi appa tak perlu mencemaskannya.”

“ooh jadi karena onnie sudah dewasa sedangkan aku belum?? Begitu??”

“ya..jd appa harap kau menerimanya nak. Dokter sudah memvonis appa kalau appa ini menderita  Leukimia stadium 2. Memang belum parah, namun jika appa stress  karena memikirkan hal yang berat..bisa-bisa penyakit appa tambah parah.”ujar Direktur Kim sambil menitikkan air mata dan memohon kepada putrinya untuk mengabulkan permintaannya.

Eli terdiam. Ia bingung harus bagaimana. Jika ia tak mengikuti permintaan appanya, maka bisa-bisa penyakit appanya akan tambah parah. Dan ia juga tak ingin kehilangan appanya seperti ia kehilangan ibunya beberapa tahun silam karena penyakit yang sama.

“ehm—aku akan memikirkan hal ini. ijinkan aku seharian untuk berpikir. Besok aku akan menjawabnya.”ujar Eli.

“Baiklah sayang..tak apa-apa.”jawab Direktur Kim sambil tersenyum.

“eheeem—Eli-a,, saya harap keputusanmu ini tak akan membuatmu menyesal.”ucap PresDir pada Eli.
Eli hanya tersenyum lemah. Ia bingung harus bagaimana.

“oya Eli akan menyampaikan keputusannya besok—lalu bagaimana denganmu Alex?? Apa kau perlu waktu untuk berpikir??”tawar PresDir.

“Tidak!! Tidak perlu!!”tegas Alex.

“lalu apa jawabanmu??”tanya PresDir.

“AKU BERSEDIA!!”jawab Alex dengan lantang.

“MWOOOO?”seru semuanya.

“wae?? Mengapa kaget?? Bukankah jawaban ini yang kalian inginkan?? Apa kalian tak suka??”tanya Alex dengan pandangan dingin dan tanpa ekspresi.

“bu..bukan nak..kami justru sangat senang dengan jwabanmu sayang.”ujar Mrs. Lee.

“nak Alex—apakah kau serius dengan ucapanmu?”tanya Direktur Kim tak percaya.

“iya nak..kau serius?? Tanpa berpikir terlebih dahulu??”tanya PresDir yang tak kalah terkejutnya. Ia heran, bisanya dengan wanita pilihannya yang lain ia tak acuh, namun dengan Eli ia langsung bersedia.
“buat apa berpikir? Menghabiskan waktu saja!!”ujar Alex dengan santai.

Sementara Eli hanya melihat Alex dengan pandangan tak percaya.
Pemuda ini masih waras kan?? Mengapa ia langsung setuju?? Apa ia merencanakan sesuatu?? Batin Eli.

“Ehm kalau kalian semua tak keberatan,,aku ingin mengajak Eli jalan-jalan.”ucap Alex tiba-tiba yang membuat semua mata tertuju padanya.

“yya!! Ini sudah malam!! Aku ingin pulang saja!!”teriak Eli pada Alex.

“ehm—saya sih terserah Eli saja nak.”ujar Direktur Kim dengan tersenyum.

“AKU TAK MAU!!”seru Eli.

“baiklah,,kalau begitu aku mengantarmu pulang. Bagaimana? Kau masih punya alasan lain?”tanya Alex yang masih dengan ekspresi datar dan dingin

“aku..aku..” Eli tampak bingung.

“Eli-a..lebih baik kau pulang dengan Alex sana. Appa dan Onniemu masih disini untuk membahas masalah pekerjaan dengan PresDir dan mungkin sampai larut malam. Apa kau akan menunggu kami??”tawar Direktur Kim.

“baik baik!! Aku akan pulang dengannya.”jawab Eli sambil mendengus kesal.

“baiklah Direktur, kami pergi dulu. Appa, Eomma kami pamit.”ujar Alex lalu menunduk dan pergi dari ruangan itu dan disusul oleh Eli dibelakangnya.

-******-

“sebenarnya apa maumu ha?? Mengapa kau langsung menerimanya??”seru Eli dalam mobil milik Alex.
Sementara Alex hanya diam saja tanpa memperdulikan perkataan Eli dari tadi.

“yya!!!!! Mengapa kau diam??!! APA MAUMU HAAA?”seru Eli yang sudah benar-benar tak tahan dengan kelakuan Alex.

Ciiiiiiiiit!!!!
Mobil tersebut direm mendadak oleh Alex. Sekarang mata elangnya hanya tertuju pada Eli. Eli menjadi takut. Ia takut kalau pemuda ini bakal memarahinya. Wajahnya kini terasa panas Karen sangat-sangat takut dan ia menundukkan wajahnya sambil menggeserkan badannya ke arah pintu. Ia benar-benar takut sekarang. Tubuhnya gemetar apalagi tak ada suara Alex sama sekali. Ia pun memberanikan diri untuk melihat ke arah samping  dan betapa terkejutnya dia wajah Alex sudah mendekat ke arah wajahnya. Bahkan sangat dekat sekali.

“ap..ap..aa yang kau lakukan??”tanya Eli sambil merinding ketakutan.

“memangnya apalagi kalau bukan……” tiba-tiba Alex mendekatkan wajahnya ke wajah Eli. Semakin mendekat dan….dan..dan………..

Kira-kira apa yang dilakukan Alex kok sampai mendekat-dekat ke wajah Eli segala?? Tunggu chapter selanjutnya. [hmpfh] [hmpfh]

End Chapter
mian kalo jelek [sweat] [sweat]
« Last Edit: January 31, 2011, 05:07:59 am by aisshin »

BAIFERN & MARIO [lovestruck]