CHAPTER 1.
Suasana Incheon kala itu ramai. Banyak anak kecil berlarian kesana kemari di pinggiran pantai. Namun ada juga yang hanya bermain pasir dan membuat istana dari pasir. Hal ini memang wajar, karena di sekitar pantai Incheon ada sebuah rumah yang tidak terlalu besar yang ditinggali anak-anak jalanan maupun tidak mempunyai orang tua.
Rumah itu dimiliki oleh seorang wanita paruh baya yang biasa dipanggil madam Kang dan anak-anak tersebut diasuh oleh 3 remaja. 2 diantaranya wanita dan 1 orang lagi pria. Terlihat 2 wanita itu sedang membuat istana pasir bersama anak-anak tersebut dan seorang pemuda berlarian sambil dikejar oleh anak-anak tersebut.
“hosh .. hosh.. sudah..! oppa capek ! oppa mau istirahat dulu…” ucap pemuda yang bernama Jung in itu sambil tiduran diatas pasir dengan nafas terengah-engah.
“oppa..! ayo.. ayooooo!!!”teriak salah satu anak tersebut sambil menarik tangan Jung in.
“ne oppa..! kami masih belum capek..!”teriak 1 anak lagi sambil memonyongkan bibirnya pertanda kesal.
Jung in yang melihat tingkah anak-anak ini menjadi cekikikan sendiri. Karena, wajah anak-anak ini jika kesal sangat imut dan lucu sekali.
“hehe…nanti ya dongsaengku sayang. Oppa capek. Kalau kalian mau, kalian bisa ikut dengan mereka bermain pasir bersama onnie-onnie kalian.”ucap Jung in sambil menunjuk ke arah 2 orang gadis yang kira-kira 15 meter dari tempatnya.
“waaah sepertinya seru bermain pasir, ayoo kita kesana …!”ajak salah satu anak dari mereka sambil berlarian ke arah 2 orang wanita itu.
Jung in yang melihat perubahan sikap anak-anak kecil itu hanya tertawa kecil.
“onnieeeee…kami ingin membuat pasir..!”seru anak-anak itu sambil berlarian ke arah 2 orang wanita yang tampak sibuk membuat istana pasir itu.
“oh kalian ingin membuat juga? Baiklah..begini caranya..onnie ajarkan..”ucap salah satu wanita itu sambil tersenyum. Wanita itu bernama Eli. Ia adalah salah satu pengasuh dari mereka. Dan wanita yang disebelahnya bernama Seo In jung atau biasa dipanggil Ina. Ia adalah teman Eli yang juga pengasuh dari anak-anak itu.
Sudah 1 tahun lebih Eli menjadi pengasuh dari anak-anak itu dan 1 tahun lebih pula ia meninggalkan kediamannya demi kebahagiaan hidupnya yang selama ini tidak ia rasakan.
Flashback
[/i][/b]
“Eli-a,,besok ikut appa ya? Karena besok ada pertemuan penting!!” ucap Direktur Kim pada anak bungsunya itu.
“acara penting?? Memangnya acara apa?” tanya Eli.
“besok ada pertemuan pribadi dengan client appa—appa harap kau datang.”
“pribadi??? Sepenting itukah?”
“ya!! Besok mau tidak mau kau harus datang karena besok kau akan bertemu dengan calon suamimu.”
“mwo??? Appa!!!!!!!! Sudah berapa kali aku bilang? Aku TIDAK MAU, aku TIDAK INGIN MENIKAH SAMPAI USIAKU MATANG!!! INI TERLALU DINI!!!”teriak Eli.
“Eli!!!!!!!! Jaga omonganmu! Kau ini sudah menginjak SMA dan itu sudah sangat matang!!!! Lagipula pernikahan itu tidak buru-buru!! Pernikahannya akan dilaksanakan saat kau sudah LULUS!!!”
“appa!!! Aku tidak mau!!! Aku tak ingin!!!! Aku ingin mencari jodohku sendiri tanpa campur tangan appa!!!”
“oh yaaaa??? Buktikan kalau bisa!!”
Pertengkaran antara appa dan anak ini semakin memanas ketika Eli mengunci kamarnya selama 2 hari semenjak kejadian itu.
Takut terjadi apa-apa dengan anaknya, Direktur Kim langsung membuka pintu kamar Eli dengan paksa namun, sang anak tidak ada di kamarnya. Setelah dicari di sudut manapun tidak ketemu, appanya putus asa. Sampai akhirnya, appanya menemukan sepucuk surat dari Eli untuk appanya.
“appa..aku tau perbuatanku ini salah,,namun aku harus melakukan ini untuk menemukan jati diriku,,karena selama ini aku merasa tertekan dengan keputusan appa yang sering menjodoh-jodohkanku dengan pria yang tidak aku kenal dan tidak aku cintai. Appa tidak perlu khawatir dengan kondisiku. Aku akan baik-baik saja. Bukankah aku adalah anak yang cukup kuat??? Aku akan kembali jika aku sudah menemukan jati diriku dan menemukan pria yang bisa aku nikahi nanti.., APPA SARANGHAE!!!”
Begitulah isi surat dari Eli. Jujur, appanya sangat khawatir dengan kondisi Eli yang mengidap penyakit asma yang sewaktu-waktu bisa menyerang anaknya itu. Dan appanya mulai menyuruh pengawal-pengawalnya untuk mencari dan membawa pulang anaknya itu. Namun, waktu beberapa hari tidak cukup. Eli tidak ditemukan dan sulit dicari--- sampai 1 tahun lebih.
End flashback
[/i][/b]
“aku rindu appa…”ucap Eli lirih. Ia ingin pulang, namun ia berjanji pada dirinya tidak akan pulang sebelum mencari jati dirinya dan jodohnya.
-******-
“bagaimana?” tanya seseorang itu sambil menandatangani sebuah dokumen.
“soseonghaeyo Direktur, kami belum menemukannya. Namun..”terlihat wajahnya menyimpan sejuta teka-teki.
Dan seseorang yang dipanggil Direktur itu pun mendongak sambil melihat wajah seseorang yang berada di hadapannya.
“namun apa?? Cepat katakan!!!”seru Direktur.
“ketika orang suruhan saya ke incheon dan bertanya-tanya di sekitar pantai, ada seseorang yang mengaku pernah melihat anak anda Direktur. Namun hal ini belum pasti.”tegasnya.
“incheon?? Apakah orang itu tampak meyakinkan atau bagaimana?”
“orang itu tampak bersungguh-sungguh pernah melihat anak anda, dan itu pun baru-baru ini. katanya, anak yang seperti anak Direktur tampak bermain di pantai bersama kumpulan anak kecil.”
“benarkah?? Baiklah kalau begitu, selidiki daerah incheon dan telusuri semua tempat di sekitar pantai itu!! Jika kau menemukannya, langsung bawa ia ke rumah” perintah Direktur pada anak buahnya itu.
“ne..ageshimnida.”jawabnya, lalu keluar dari ruangan Direktur Kim.
“saya harap itu kau anakku..”ucap Direktur Kim pelan.
-******-
“anak-anak!!!!”teriak Eli sambil menghampiri anak-anak itu.
“onniiiiieeee..!!! noonaaaaa!”teriak anak-anak itu sambil berlari ke arahnya.
“anak-anak,bersiap-siaplah!! Kita mau jalan-jalan ke seoul!!!”ujar eli dengan wajah semangat.
“SEOUL??!!!!”teriak anak-anak itu serempak.
“ne..! kalian ingin ikut tidak? Kslsu tidak yasudah—tidak jadi..!”
“IKUUUUT!!!!”jawab anak-anak itu.
“haha..ne ne,, kalau begitu ganti bajulah! Kita mau ke SMFood!!”
“SMFood?? Bukankah itu restoran terkenal dan mahal noona?”tanya salah satu anak.
“haha..kau tau ya? Hmm—ya, itu memang restoran mahal. Tapi itu bukan masalah karena noona yang bayar semuaaaa biayanyaaaa!! Jadi kalian tak usah khawatir!!!”
“hmm—benarkah tidak apa-apa onnie?”tanya anak perempuan berambut kepang itu.
“ne..! tentu saja!! Sudahlah,kalian ganti bajulah!!! Sanaa!”jawab Eli sambil menyuruh anak-anak itu bersiap-siap.
Tampak wajahnya berseri-seri tanda bahagia. Karena selama setahun ini Eli menabung demi membahagiakan anak-anak asuhannya itu. Dan ternyata terwujud. Ia mengajak anak-anak itu ke seoul untuk jalan-jalan dan makan di restoran terkenal.
-******-
“yeaaaayyy!! Sampaiiii! Ayo anak-anak kita turun! Kalian pasti lapar kan???”teriak Jung in.
“iyaaaaa!!! Oppa..aku ingin sushiiiii!!!”
“aku ingin…ikan bakar saus inggris!!!”
“kalau aku ingin chicken steak!!!”
Teriak anak-anak itu bersahutan sampai Eli, Jung in dan Ina kewalahan.
“ne..ne..ne..lebih kalian masuk saja. Dan ingat! Tidak boleh bikin ribuuut! Arasseo?”perintah Eli.
“neeee…!”jawab anak-anak itu serempak sambil memasuki restoran terkenal itu dengan tertib.
“waaah Eli-a,,ini restoran mahal, apa kau yakin akan mentraktir kita semua?? Kau masih waras kan? Ini bukan mimpi Eli-a, jadi cepatlah kau sadar daripada kau menyesal..!” ucap Ina.
“ina-a, aku tidak bermimpi…aku bersungguh-sungguh. Lebih baik kita masuk!! Anak-anak pasti sedang menunggu kita. Ayoo!”ajak Eli dengan wajah cerianya.
Sementara Jung in dan Ina masih melongo di tempatnya, ia tidak percaya jika sahabatnya begitu serius dengan tindakan yang konyol ini. bagaimana mungkin Eli mempunyai uang sebanyak itu untuk membayar makanan mahal itu?? Bayang mereka berdua. Namun mereka segera masuk ke rumah makan super mewah itu untuk menikmati hidangan yang terkenal dengan kelezatannya.
-******-
“nyam nyam..enak sekali onnie..! sebelumnya aku belum pernah memakan sushi selezat ini…!”ucap salah satu anak berwajah imut itu.
“hmm—benarkah?? Kalau begitu habiskan yaa..” jawab Eli yang dari tadi melihat tingkah anak-anak itu makan.
“Eli-a,,kau tak makan?”tanya Jung in tiba-tiba.
“oh?? Anieyooo..”jawab Eli sambil tersenyum khasnya.
“wae?? Aku jadi merasa tak enak denganmu..! kau harus makan..!”perintah Jung in.
“anieyoo jung in-a. aku sudah kenyang, sungguh..! oya, aku ke toilet sebentar ya..”jawab Eli lalu tak lama kemudian pergi meninggalkan Jung in dan anak-anak itu.
Sementara jung in menatap Eli dengan pandangan heran.
Biasanya anak itu rakus bila ada makanan yang ada di hadapannya. tapi mengapa makanan seenak ini ia kelihatan tak berselera??batin Jung in.
[/b]
“hmm— jika madam Kang ikut pasti seru..”ujar Ina tiba-tiba dan membuat Jung in berpaling kepadanya.
“benar,,kita bersenang-senang disini namun madam Kang pasti sedang memikirkan kita yang sedang bersenang-senang. Kita tampak egois.”ucap Jung in.
“ne,, bagaimana kalau kita bungkus makanan ini untuk madam Kang? Kan sayang sekali kalau dibuang-buang.”usul Ina.
“ya…ide yang bagus!!!”
“permisi..boleh saya bungkus makanan yang ini?”seru Jung in pada salah satu pelayan. Dan pelayan tersebut mengangguk dan mengambil makanan tersebut untuk dibungkus.
-******-
Eli berada di toilet, wajahnya terlihat gembira. Baru pertama kali baginya ia bisa menyenangkan hati orang lain apalagi dengan uang hasil menabungnya selama 1 tahun belakangan.
Ia pun bergegas menuju tempat duduknya, namun tak sengaja ia menbarak seseorang dengan postur tinggi dan sialnya, badannya pun tersungkur di lantai.
“seosonghamnida..”ucap Eli tanpa melihat wajah orang yang ia tabrak tadi. Kemudian sesegera mungkin ia berdiri dan menatap orang tersebut. Terlihat wajah orang tersebut geram. Dan Eli pun menjadi salah tingkah karenanya.
Kemudian pemuda itu merapikan jasnya yang terlihat sangat rapi itu sambil menatap Eli yang sedang ketakutan.
“oohh tuan..saya tak sengaja sungguh..emmh soseonghamnida. Saya sangat menyesal tuan.”ujar Eli dengan tampang memelas.
Sebenarnya,ia tak takut dengan pemuda ini, namun karena tak ingin masalahnya panjang jadi ia berpura-pura memelas di depan pemuda tersebut. Namun pemuda tersebut tak bergeming. Dilihatnya dalam-dalam wajah Eli itu.
Mengapa ia melihatku seperti itu??? Apa ia akan meminta ganti rugi??tapi..jasnya kan tidak rusak..dasar orang aneh!! Kenapa diam saja??? Memang orang kaya seperti itu!!!! selalu bertindak semena-mena!! Huh~!! ucap Eli dalam hati.
[/b]
“kau bisa melihat kan??”tanya orang itu dengan pandangan tajam.
“bi.. bisa..”jawab Eli.
“kalau bisa, mengapa kau menabrakku??”tanya orang tersebut.
“sa..saya kan sudah bilang kalau saya tak sengaja tuan,,”jawab Eli yang kini tengah mengatur amarahnya.
“dan kau meminta maaf?”
“ne..tentu saja..ini kan kesalahan saya.”
“kalau begitu, apa guna hukum dan polisi di dunia ini??”
Daaan…pertanyaan pemuda tersebut sukses membuat Eli tak mampu untuk menjawab lagi. Ia benar..apa guna hukum dan polisi di dunia ini jika ia hanya meminta maaf??
“emmhh..to..tolong jangan masukkan saya ke penjara tuan..”ujar Eli sambil merengek-rengek pada pemuda ini dan menahan air matanya yang ingin ia tumpahkan. Namun karena gengsinya yang besar, jadi ia tahan air matanya agar tak jatuh
apalagi kalau ia menangis di hadapan pemuda ini!!!
[/b]
“siapa yang memasukkanmu ke penjara??”
Eli pun berhenti merengek, ia sadar. Ucapan pemuda ini sukses membuatnya malu BESAR!!
“emmhh, habisnya tuan mengatakan apa guna hukum dan polisi di dunia ini. jadi saya berpikiran kalau tuan akan memasukkan saya ke penjara.”jawab Eli sambil menundukkan wajahnya dalam-dalam karena ia sangat malu.
“sudahlah!! Saya pergi dulu, saya tak ingin menemui gadis aneh sepertimu lagi..!! dan satu lagiiiiii…”ujar pemuda itu sambil menunjuk ke arah Eli.
“a..apaaa?”tanya Eli kaget.
“jangan panggil saya tuan!! Memangnya saya tuanmu??”jawab pemuda itu lalu ia pun bergegas pergi meninggalkan Eli yang masuh kaku di tempatnya karena shock berat!!!
“huaah..pemuda itu..dia mengatakan aku aneh?? Seharusnya aku yang mengatakan itu padanyaa!!! Dasarr pemuda aneh!! Sintiiing…!”teriak Eli. Namun untungnya tak ada orang yang mendengar.
-******-
Eli pun keluar dari toilet jahanam itu. toilet yang menemukannya dengan GENDERUWO SINTING itu. namun ketika ia ingin kembali ke tempat duduknya *ada halangan lagi niih* ia melihat sosok paruh baya yang dikenalnya. Itu adalah Direktur Kim alias ayahnya yang selama 1 tahun ini tak bertemu dengannya.
Karena takut ketauan ayahnya, ia pun kembali lagi ke toilet itu. dan mengintip apa yang dilakukan ayahnya.
“appa…mengapa disini?? Daaaaann..mengapa genderuwo itu dengan appa??”ucap Eli lirih.
-******-
“annyeong haseyo Direktur..”sapa pemuda yang tadi menabrak Eli.
“ne..kau Alex kan?? Alexander Lee?? Mana ayahmu??”tanya Direktur Kim.
“ne..saya Alex. Appa sebentar lagi sampai Direktur.”
Benar..tak lama kemudian PresDir datang dan menyambut kedatangan rekan bisnisnya itu.
“waaaa lama tak berjumpa PresDir..”ujar Direktur Kim sambil membungkukan badannya.
“haha ne..”jawab PresDir yang juga membungkukkan badannya.
“anak anda sudah besar ya?? Dan sangat tampan..seperti ayahnya..”ujar Direktur Kim.
Alex pun hanya tersenyum kecut mendengarnya.
“ah anda bisa saja..oya, tidak usah formal seperti ini. bukannya kita teman??”
“haha ne..ne..”
“oya, anakmu mana??”
“anak??”tanya Direktur Kim.
“ne..anakmu. Nathalie. Pasti ia sudah tumbuh menjadi gadis yang cantik.”
“ah nathya?? Ne..iya sedang sibuk dengan pekerjaannya.”
“haha..biasalah anak muda sekarang selalu begitu, lebih mementingkan pekerjaannya sendiri. Oya, kalau Eli??”
“Eli??”wajah direktur Kim berubah menjadi sendu. Ia harus berkata apa kalau anak bungsunya itu belum ketemu sampai sekarang.
“saya sudah mendengarnya Kim. Anakmu pergi dari rumah kan? Apa sampai sekarang belum ketemu juga??”
“belum. Sepertinya ia benar-benar marah denganku. Hemm—“jawab Direktur Kim dengan tersenyum memelas.
“apa perlu,,aku suruh pengawal-pengawalku membantu untuk mencari putrimu?? Aku tak tega melihatmu seperti ini Kim.”
“aah—tak perlu!! Baru saja, aku menyuruh suruhanku untuk menyelidiki daerah incheon. Karena berdasarkan informasi, jejak terakhir Eli berada di Incheon.”
“oh begitu—saya yakin, sebentar lagi putrimu akan ketemu Kim. Dengan begitu kau tak sedih lagi.”hibur PresDir *so sweet* ![[lovestruck]](http://www.smfnew.com/Smileys/default/lovestruck.gif)
“ne,,gamsahamnida atas perhatianmu.”jawab Direktur Kim.
Sementara itu Alex yang dari tadi mendengar percakapan antara PresDir dan Direktur Kim ini merasa dongkol. Pasalnya, tujuan Direktur Kim ke restorannya adalah untuk hubungan kerja sama bisnis diantara kedua perusahaan, namun apa yang terjadi?? Kedua orang tersebut malah terbawa suasana ATAS HILANGNYA PUTRI BUNGSU DARI DIREKTUR KIM YOUNG HWA, PEMILIK DARI HWAN CORP YANG SEKARANG MENJADI PARTNER BISNIS DARI SMFOOD. Apakah masuk akal?? Huuft tapi demi kelancaran hubungan bisnis, Alex hanya diam saja.
-******-
“anak-anak kalian masuk ke mobil dulu ya!!! Dan ingat jangan rebut okeee??”perintah Ina pada anak-anak asuhannya.
“neeeee!!!”jawab anak-anak itu serempak.
“bagus!”
“ina-a..bagaimana ini?? kita belum bayar makanan dan juga mana Eli?? Mengapa lama sekali ia ke toiletnya?? Apa dia kabur supaya tak jadi membayar makanan itu semua??”cemas Jung in.
“aku juga berpikiran yang sama..haduuuh!! lihatlah!! Penjaga restoran tersebut rupanya menunggu kita dari tadi. Mana aku gak bawa duit banyak lagi!!”
“ELIIIIIIII! Haaaaash..kau dimana siiiih?”teriak Jung in kesal.
Sementara itu, Eli masih berada di dalam toilet itu, ia ingin keluar namun di satu sisi ia takut kalau tiba-tiba ayahnya melihatnya dan membawa dirinya pulang kerumah.
“aduuuh..mana makanan belum bayar lagi. Gimana cara bayarnya yaaa?”gerutu Eli.
Akhirnya ia pun nekat untuk keluar dari toilet sambil menutupi wajahnya dengan tangannya. Sial menimpanya *lagi-lagi kena sial nih orang* ia menabrak seorang pelayan yang sedang membawa makanan dan hasilnya….makanan itu jatuh dan semua mata tertuju padanya. Termasuk ayahnya.
“Eli??”ucap ayahnya pelan.
Mampuuuuus!! Appa melihatku!! Aaaarggh apa yang harus kulakukan??batin Eli.
[/b]
“gadis aneh itu?? rupanya membuat masalah lagi.”dengus Alex.
Eli masih terpaku ditempatnya, ia sedang berpikir bagaimana caranya agar ia bisa keluar dari tempat ini. dan dengan nyali besar seorang Eli, ia pun langsung keluar dengan berlari sekencang-kencangnya.
“Eli-aaaa!!”teriak Direktur Kim dan sukses membuat Eli berhenti.
Perlahan-lahan ia menoleh ke arah ayahnya. Dan pandangan mereka bertemu.
“kau disini nak?? Dan apakah benar kau Eli? Anak appa?”tanya Direktur Kim meyakinkan.
“se..sepertinya anda salah orang..”jawab Eli kemudian ia segera keluar dari restoran tersebut.
“CEGAT DIAAA!”perintah Direktur Kim pada suruhannya.
-******-
Eli keluar dari restoran neraka itu dengan berlari sekencang-kencangnya. Namun tak lama kemudian, ia dikejar oleh suruhan appanya.
Apa yang terjadi dengan Eli selanjutnya? Mampukah ia lolos dari kejaran suruhan ayahnya tersebut? Nantikan chap selanjutnya. ![[hmpfh]](http://www.smfnew.com/Smileys/default/hmpfh.gif)
End Chapter.
mian kalo jelek
![[sweat]](http://www.smfnew.com/Smileys/default/sweat.gif)