spoiler
Hembusan angin pantai menjadi lagu pengiring langkah kakimu….
Langit jingga di sore hari menjadi cermin hilangnya harapanku….
Taukah kau, semakin aku berfikir tentangmu, semakin jauh kau dari jangkauanku….
Senyumanmu adalah badai yang mampu menghancurkan hatiku….dan tak ada yang mempu aku lakukan untuk memintamu agar ‘jangan pergi’ karna aku tau, aku bukanlah bagian dari hidupmu sekarang…aku hanyalah masa lalu yang ingin kau lupakan…
*******
Disinilah hye sun…di ruangan yang di dominasi oleh warna putih, mulai dari dinding, tempat tidur, korden, bahkan bunga mawarpun enggan menampakkan semangatnyanya dengan warna merah. Di depannya saat ini terbaring seseorang yang sesungguhnya amat dia cintai. Wajahnya yang tampan kini terlihat sangat pucat, matanya yang terpejam membuat hye sun takut…’seandainya waktu bisa dia putar, pasti kebodohan itu tak akan aku lakukan’ ucap hye sun dalam hati. Di perhatikannya tubuh yang sedang terbaring tak berdaya itu dengan linangan air mata, dengan tubuh yang bergetar, di genggamnya tangan yang terkulai lemas itu penuh cinta kasih…linangan air mata hye sun semaki menjadi ketika pipinya yang penuh dengan air mata menempel dengan tangan itu, tangain itu begitu dingin.
“min ho-a, huhuhuhu…ku mohon bangun…buka matamu huhuhuhu…” ucap hye sun sambil menangis, pikiran negative mulai menghinggapi otaknya. Dia tak mampu berbohong kalau ia takut kehilangan min ho.