Author Topic: lovesick  (Read 6278 times)

Offline gantang ricky prabowo

  • Full
  • ***
  • Posts: 397
  • i know you so well
  • Location: JAKARTA
    • View Profile
Re: lovesick
« Reply #60 on: June 22, 2011, 10:33:48 am »
chapter 3 part 2:

“Ting tong....ting tong...” suara bel dirumah hye sun berbunyi dengan keras, namun penghuninya tak kunjung keluar.


“ting tong...ting tong..” suara bel berbunyi lagi. Mrs. goo segera berlari dari arah dapur, segera membuka pintu, dan melihat
siapa yang datang.

“anyeong haseo nyonya goo.” Seorang lelaki berpakaian serba hitam, sepatu hitam, berkaca mata hitam. Lelaki ini
menundukkan kepalanya untuk memberi  hormat.

Mrs.goo bingung, tak tau maksud kedatangan orang ini, namun tetap menyapa.

“oh..ne.. ada perlu apa?” tanya mrs.goo seperti orang bingung.

“saya.. diperintah oleh tuan park untuk mengambil anaknya kembali.” Jawab orang ini dengan santai.

Mrs.lee membuat pagar untuk menghalangi pintu, menghalangi  orang aneh ini memasuki rumahnya.

“tidak.. tidak bisa.. “ mrs.goo masih bersi keras menghalangi orang yang berbadan besar ini memasuki rumahnya.

“maaf nyonya.. tuan park meminta anaknya kembali.” Orang ini masih belum bergerak dari tempatnya.

“bilang pada tuanmu, hye sun.. itu anakku!” mrs.lee membentak orang aneh ini.

“siapa yang kau sebut anakmu?” seorang lelaki berparas lumayan masih tampan diumurnya yang sudah menginjak 40 tahun
muncul dibalik orang berbaju hitam tadi. Orang aneh berbaju hitam itu memberi hormat pada lelaki yang baru datang itu.

“park sung min-ssi...” mrs.goo melihat kedatangan pria yang disebutnya park sung min dengan mata terbelalak.



“saya kesini , mengambil anak yang sudah saya titipkan pada anda. Maaf sudah merepotkan anda selama 19 tahun ini nyonya
goo.”mr.park membungkukan tubuhnya.

“miane tuang park. Hye sun sudah bahagia disini.” Mrs. goo berbicara dengan nada suara bergetar.

“saya sudah tau dengan berita pernikahan yang kau buat. Saya tidak setuju. Jadi, sekarang saya mengambil anak saya
kembali. “ tuan park memaksa masuk dari bentengan yang di buat mrs.goo.

“cepat cari anakku park hye mi!” Tuan park menyuruh orang-orang berseragam hitam itu menggeledah semua ruangan.

“Cklek..cklek..” suara pintu yang dipaksa untuk dibuka di arah kamar hye sun.

“itu. Hanya gudang!” teriak mrs.goo yang berontak dari cengkraman tuan park.

Hye sun yang mendengar ada keganjilan, dia berusaha mencari tempat bersembunyi.

“braaaakkkk..” pintu kamar hye sun di dobrak dengan kasar.

Pria-pria berbadan tegap itu mencari di dalam lemari, mencari di bawah tepat tidur. Semua sudah digeledah, tak ada
seorangpun disana.

Akhirnya pria itu semua keluar dari ruangan itu.

Hye sun yang bersembunyi dibalik gordeng masih tak bergeming.

“kami sudah mencari keseluaruh ruangan, semua nya tidak ada seorangpun tuan.“ Seorang diantaranya melapor.

“kau sembunyikan dimana anakku!” suara tuan park memaksa.

“aku tak tau.” Mrs.goo mencomba melepaskan diri dari pegangan tuan park yang semakin mengeras.

“kau... kau itu bukan ibu kandungnya! Kau bukan siapa-siapanya! Kau hanya aku titipkan anakku! Hanya untuk mengasuhnya!
Bukan untuk menyuruhnya menikah! Karena hutangmu dan suamimu!” tuan park membentak di depan wajah mrs.goo.

“dia anakku. Dia hye sun.” Mrs.goo memejamkan matanya, tak berani menatap tatapan tajam tuan park.

“jangan sekali-kali kau menikahkan dia! Segera batalkan! Saya yang akan membayar hutangmu! Lalu kau kembalikan hye mi
kepadaku.”tuan park berbicara mengancam.

“goo hye sun anakku.” Mrs.goo berbicara dengan memejamkan matanya.

“jangan kau mengganti nama anakku seenakmu saja.! Park hye mi. Dia anakku! Bukan anakmu! Kau hanya kutitipkan! Aku
masih akan terus mencari anakku. Sampai dia tak kembali padaku. Kau sudah tahu kan apa yang akan terjadi.” Tuan park
mendorong mrs.goo sampai tersungkur kelantai.

Tuan park keluar dari rumah itu, diikuti oleh penjaga yang lain.

“kalian ber3! Jaga disini! Awasi keadaan disini. “tuan park menyuruh 3 pengawal berseragam hitam berjaga di depan rumah hye
sun, dan pengawal itu menurutinya.



Mrs.goo berlari menaiki anak tangga, melihat sekeliling kamar hye sun yang berantakan.

“hye sun’a.. kamu dimana?”mrs.goo melihat-lihat sekeliling ruangan.

“omma.. aku disini.”suara hye sun bergetar.

Mrs.goo menghampiri sumber suara.

“hye sun’a...” mrs.goo memeluk hye sun.

“hye sun’a.. maafkan omma. Kau ketakutan?” tanya mrs.lee yang melihat wajah hye sun pucat.

“omma.. orang tadi mau apa?”tanya hye sun masih dengan suaranya yang ketakutan.

“hye sun’a.. omma.. sebenarnya bukan ibu kandungmu.” Mrs.goo berbicara sambil menahan tangis.

“tadi itu... appa kandungmu, dia memintamu untuk tinggal bersamanya.”mrs.goo menangis. Tak tahan dengan kesedihannya.

Hye sun masih terdiam.

“hye sun’a.. gwencana?” mrs.lee membelai lembut rambut hye sun yang panjang.

“aku mau pergi dari sini omma.” Hye sun berbicara dengan pandangan mata yang menerawang.

“kamu mau pergi kemana?” tanya mrs.goo kaget.

“kembali ke korea.”hye sun memejamkan matanya.



##

“appa.. jadi aku sudah boleh kembali ke korea?” tanya mino dari telfon.

“arasso.. ne.. aku kembali nanti sore. Bye.”mino memutuskan pembicaraan.

“ya..!! pak klimis! Aku bosan selalu diikuti olehmu!” bentak mino pada sekertaris yang ditunjuk mr.lee untuk menjaga
mino(note: klimis, karena rambutnya yang mencilak)

“tjosonghamnida tuan muda, tapi saya memang ditugaskan untuk menjaga tuan muda.” Jawab sang sekertaris.

“benarkah? Coba kita lihat.” Mino mengangkat tas jinjingnya menempel di punggungnya sambil dipegang dengan tangannya.

Mino berjalan dengan santai, lama-lama menambah kecepatan, tambah, tambah dan terus bertambah.  Sekarang mino berlari,
pak klimis yang mengikutinyapun sudah kelelahan mengejarnya, namun mino masih berlari, hingga ujung rambutnya yang
klimis tak terliat satu helaipun.

“hosh..hosh..” mino kelelahan setelah berlari.

Mino telah sampai di depan rumah hye sun, namun mino melihat ada yang berbeda, rumah hye sun yang selalu sepi malah di
jaga oleh 3 orang yang berbadan besar.

Mino masih terus mengawasi keadaan rumah hye sun. Hingga, seorang pria yang sudah sering mino lihat jalan bersama hye
sun pun datang membawa setangkai bunga mawar.

Pintu rumah hye sun terbuka, mrs.goo yang membuka. Namun terlihat wajah kecewa sang pria, yang menyerahkan setangkai
mawar itu pada mrs.goo. kemudian pria itu keluar.

Mino melihat-lihat keadaan atas rumah hye sun. Mino melihat seorang  wanita wanita memakai celana jins panjang, berkaos
biru, menuruni rumah dari bagian belakang, membawa tas punggung yang sudah dia kenakan.

“oh.. jadi sekarang dia benar-benar mau kabur? Apa aku harus membantunya?” tanya mino sendiri.

##

“kau sedang apa hye sun-ssi?” tanya mino pada hye sun yang baru saja menapaki kakinya ditanah.

“ommo...” hye sun kaget.

“ya  sudah ,ayo aku temenin kabur.”mino menggenggam tangan hye sun.

“ya!! Jangan ikuti aku!” suara hye sun seperti berbisik.

“apa? Keraskan suaramu!.”suara mino agak sedikit keras.

“ya!! Aku bilang jangan ikuti aku!!!!’ suara hye sun berteriak.

Sang penjaga rumah menghampiri arah suara.

Hye sun yang menyadari kedatangan sang penjaga langsung saja membuka drama tanpa text.

“Bantu aku sekali ini saja.” Suara hye sun berbisik, namun masih terdengar oleh mino.

Mino hanya menganggukkan kepala dan mengedipkan matanya berulang kali.

“plak....” hye sun menampar pipi mino.

“ya.. kenapa kamu menamparku?” wajah mino memelas.

“kan sudah aku bilang! Jangan pernah berselingkuh dengan anak gadi s orang lain!”suara hye sun mengeras, namun agak
sedikit kikuk.

“kau tak percaya padaku?” mino menatap penuh rasa ingin balas dendam.

“ne.. kau itu tak bisa dipercaya!”hye sun memperingati mino dari gerak tubuh mino yang mulai melakukan sesuatu.

“biar aku buktikan.” Mino mendekat ke hye sun, memegang wajah hye sun, langsung saja mino melumat bibir hye sun yang
merah.terus melupat, tanpa memperdulikan hye sun yang sudah mengingatkannya, memukul pelan dada mino.

Sang penjaga yang tadi serius melihat adegan perselisihan, sekarang malah berubah menjadi film romantica, sang 3 penjaga
jadi salah tingkah, mereka seakan kompak meninggalkan sepasang kekasih yang sedang bermesraan itu.

Setelah hye sun merasakan 3 orang tak melihatnya lagi, hye sun mendorong tubuh mino. Namun yang di dorong malah masih
tak rela tuk melepaskan, mino masih saja melumat bibir ranum milik hye sun, karena kesal, hye sun menggigit bibir bawah
mino dengan cukup keras.

“akh..” mino melepaskan kegilaannya, memegang bibirnya yang agak terasa perih.

“ya!!jadi kau masih tak percaya?” mino berseru keras.

Sang penjaga yang tadi menjauh, sekarang mendekat lagi, ingin menengahi pertengkaran mungkin.

Hye sun  melihat senyum mino yang seakan mencari onar dengan tampang kesal.

“tentu saja aku percaya.”hye sun berbicara dengan matanya yang melotot.

“buktikan!”Mino menunjuk bibirnya.

Penjaga itu menghentikan langkahnya.

“ya!! Kau tak lihat ada orang disana?” hye sun berbicara manja, tapi wajahnya sinis.

Sang penjaga langsung pura-pura tak melihat.

“ya sudah, ayo kita pulang.” Hye sun menarik lengan mino tuk keluar dari drama gilanya.
Hidup sukses, bahagia dunia khirat, membahagiakan orang banyak, bermanfaat untuk agamaku amin ya allah..