Author Topic: lovesick  (Read 6260 times)

Offline sisicia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1974
  • My Lovely Sunny
    • View Profile
Re: lovesick
« Reply #60 on: June 20, 2011, 06:45:27 pm »
wah, kasian hye sun dkurung, dasar oma g beperasaan.


Aldian Ajhusi dan Istri Polosnya

[hmpfh][hmpfh][hmpfh]

Offline gantang ricky prabowo

  • Full
  • ***
  • Posts: 397
  • i know you so well
  • Location: JAKARTA
    • View Profile
Re: lovesick
« Reply #61 on: June 22, 2011, 10:33:48 am »
chapter 3 part 2:

“Ting tong....ting tong...” suara bel dirumah hye sun berbunyi dengan keras, namun penghuninya tak kunjung keluar.


“ting tong...ting tong..” suara bel berbunyi lagi. Mrs. goo segera berlari dari arah dapur, segera membuka pintu, dan melihat
siapa yang datang.

“anyeong haseo nyonya goo.” Seorang lelaki berpakaian serba hitam, sepatu hitam, berkaca mata hitam. Lelaki ini
menundukkan kepalanya untuk memberi  hormat.

Mrs.goo bingung, tak tau maksud kedatangan orang ini, namun tetap menyapa.

“oh..ne.. ada perlu apa?” tanya mrs.goo seperti orang bingung.

“saya.. diperintah oleh tuan park untuk mengambil anaknya kembali.” Jawab orang ini dengan santai.

Mrs.lee membuat pagar untuk menghalangi pintu, menghalangi  orang aneh ini memasuki rumahnya.

“tidak.. tidak bisa.. “ mrs.goo masih bersi keras menghalangi orang yang berbadan besar ini memasuki rumahnya.

“maaf nyonya.. tuan park meminta anaknya kembali.” Orang ini masih belum bergerak dari tempatnya.

“bilang pada tuanmu, hye sun.. itu anakku!” mrs.lee membentak orang aneh ini.

“siapa yang kau sebut anakmu?” seorang lelaki berparas lumayan masih tampan diumurnya yang sudah menginjak 40 tahun
muncul dibalik orang berbaju hitam tadi. Orang aneh berbaju hitam itu memberi hormat pada lelaki yang baru datang itu.

“park sung min-ssi...” mrs.goo melihat kedatangan pria yang disebutnya park sung min dengan mata terbelalak.



“saya kesini , mengambil anak yang sudah saya titipkan pada anda. Maaf sudah merepotkan anda selama 19 tahun ini nyonya
goo.”mr.park membungkukan tubuhnya.

“miane tuang park. Hye sun sudah bahagia disini.” Mrs. goo berbicara dengan nada suara bergetar.

“saya sudah tau dengan berita pernikahan yang kau buat. Saya tidak setuju. Jadi, sekarang saya mengambil anak saya
kembali. “ tuan park memaksa masuk dari bentengan yang di buat mrs.goo.

“cepat cari anakku park hye mi!” Tuan park menyuruh orang-orang berseragam hitam itu menggeledah semua ruangan.

“Cklek..cklek..” suara pintu yang dipaksa untuk dibuka di arah kamar hye sun.

“itu. Hanya gudang!” teriak mrs.goo yang berontak dari cengkraman tuan park.

Hye sun yang mendengar ada keganjilan, dia berusaha mencari tempat bersembunyi.

“braaaakkkk..” pintu kamar hye sun di dobrak dengan kasar.

Pria-pria berbadan tegap itu mencari di dalam lemari, mencari di bawah tepat tidur. Semua sudah digeledah, tak ada
seorangpun disana.

Akhirnya pria itu semua keluar dari ruangan itu.

Hye sun yang bersembunyi dibalik gordeng masih tak bergeming.

“kami sudah mencari keseluaruh ruangan, semua nya tidak ada seorangpun tuan.“ Seorang diantaranya melapor.

“kau sembunyikan dimana anakku!” suara tuan park memaksa.

“aku tak tau.” Mrs.goo mencomba melepaskan diri dari pegangan tuan park yang semakin mengeras.

“kau... kau itu bukan ibu kandungnya! Kau bukan siapa-siapanya! Kau hanya aku titipkan anakku! Hanya untuk mengasuhnya!
Bukan untuk menyuruhnya menikah! Karena hutangmu dan suamimu!” tuan park membentak di depan wajah mrs.goo.

“dia anakku. Dia hye sun.” Mrs.goo memejamkan matanya, tak berani menatap tatapan tajam tuan park.

“jangan sekali-kali kau menikahkan dia! Segera batalkan! Saya yang akan membayar hutangmu! Lalu kau kembalikan hye mi
kepadaku.”tuan park berbicara mengancam.

“goo hye sun anakku.” Mrs.goo berbicara dengan memejamkan matanya.

“jangan kau mengganti nama anakku seenakmu saja.! Park hye mi. Dia anakku! Bukan anakmu! Kau hanya kutitipkan! Aku
masih akan terus mencari anakku. Sampai dia tak kembali padaku. Kau sudah tahu kan apa yang akan terjadi.” Tuan park
mendorong mrs.goo sampai tersungkur kelantai.

Tuan park keluar dari rumah itu, diikuti oleh penjaga yang lain.

“kalian ber3! Jaga disini! Awasi keadaan disini. “tuan park menyuruh 3 pengawal berseragam hitam berjaga di depan rumah hye
sun, dan pengawal itu menurutinya.



Mrs.goo berlari menaiki anak tangga, melihat sekeliling kamar hye sun yang berantakan.

“hye sun’a.. kamu dimana?”mrs.goo melihat-lihat sekeliling ruangan.

“omma.. aku disini.”suara hye sun bergetar.

Mrs.goo menghampiri sumber suara.

“hye sun’a...” mrs.goo memeluk hye sun.

“hye sun’a.. maafkan omma. Kau ketakutan?” tanya mrs.lee yang melihat wajah hye sun pucat.

“omma.. orang tadi mau apa?”tanya hye sun masih dengan suaranya yang ketakutan.

“hye sun’a.. omma.. sebenarnya bukan ibu kandungmu.” Mrs.goo berbicara sambil menahan tangis.

“tadi itu... appa kandungmu, dia memintamu untuk tinggal bersamanya.”mrs.goo menangis. Tak tahan dengan kesedihannya.

Hye sun masih terdiam.

“hye sun’a.. gwencana?” mrs.lee membelai lembut rambut hye sun yang panjang.

“aku mau pergi dari sini omma.” Hye sun berbicara dengan pandangan mata yang menerawang.

“kamu mau pergi kemana?” tanya mrs.goo kaget.

“kembali ke korea.”hye sun memejamkan matanya.



##

“appa.. jadi aku sudah boleh kembali ke korea?” tanya mino dari telfon.

“arasso.. ne.. aku kembali nanti sore. Bye.”mino memutuskan pembicaraan.

“ya..!! pak klimis! Aku bosan selalu diikuti olehmu!” bentak mino pada sekertaris yang ditunjuk mr.lee untuk menjaga
mino(note: klimis, karena rambutnya yang mencilak)

“tjosonghamnida tuan muda, tapi saya memang ditugaskan untuk menjaga tuan muda.” Jawab sang sekertaris.

“benarkah? Coba kita lihat.” Mino mengangkat tas jinjingnya menempel di punggungnya sambil dipegang dengan tangannya.

Mino berjalan dengan santai, lama-lama menambah kecepatan, tambah, tambah dan terus bertambah.  Sekarang mino berlari,
pak klimis yang mengikutinyapun sudah kelelahan mengejarnya, namun mino masih berlari, hingga ujung rambutnya yang
klimis tak terliat satu helaipun.

“hosh..hosh..” mino kelelahan setelah berlari.

Mino telah sampai di depan rumah hye sun, namun mino melihat ada yang berbeda, rumah hye sun yang selalu sepi malah di
jaga oleh 3 orang yang berbadan besar.

Mino masih terus mengawasi keadaan rumah hye sun. Hingga, seorang pria yang sudah sering mino lihat jalan bersama hye
sun pun datang membawa setangkai bunga mawar.

Pintu rumah hye sun terbuka, mrs.goo yang membuka. Namun terlihat wajah kecewa sang pria, yang menyerahkan setangkai
mawar itu pada mrs.goo. kemudian pria itu keluar.

Mino melihat-lihat keadaan atas rumah hye sun. Mino melihat seorang  wanita wanita memakai celana jins panjang, berkaos
biru, menuruni rumah dari bagian belakang, membawa tas punggung yang sudah dia kenakan.

“oh.. jadi sekarang dia benar-benar mau kabur? Apa aku harus membantunya?” tanya mino sendiri.

##

“kau sedang apa hye sun-ssi?” tanya mino pada hye sun yang baru saja menapaki kakinya ditanah.

“ommo...” hye sun kaget.

“ya  sudah ,ayo aku temenin kabur.”mino menggenggam tangan hye sun.

“ya!! Jangan ikuti aku!” suara hye sun seperti berbisik.

“apa? Keraskan suaramu!.”suara mino agak sedikit keras.

“ya!! Aku bilang jangan ikuti aku!!!!’ suara hye sun berteriak.

Sang penjaga rumah menghampiri arah suara.

Hye sun yang menyadari kedatangan sang penjaga langsung saja membuka drama tanpa text.

“Bantu aku sekali ini saja.” Suara hye sun berbisik, namun masih terdengar oleh mino.

Mino hanya menganggukkan kepala dan mengedipkan matanya berulang kali.

“plak....” hye sun menampar pipi mino.

“ya.. kenapa kamu menamparku?” wajah mino memelas.

“kan sudah aku bilang! Jangan pernah berselingkuh dengan anak gadi s orang lain!”suara hye sun mengeras, namun agak
sedikit kikuk.

“kau tak percaya padaku?” mino menatap penuh rasa ingin balas dendam.

“ne.. kau itu tak bisa dipercaya!”hye sun memperingati mino dari gerak tubuh mino yang mulai melakukan sesuatu.

“biar aku buktikan.” Mino mendekat ke hye sun, memegang wajah hye sun, langsung saja mino melumat bibir hye sun yang
merah.terus melupat, tanpa memperdulikan hye sun yang sudah mengingatkannya, memukul pelan dada mino.

Sang penjaga yang tadi serius melihat adegan perselisihan, sekarang malah berubah menjadi film romantica, sang 3 penjaga
jadi salah tingkah, mereka seakan kompak meninggalkan sepasang kekasih yang sedang bermesraan itu.

Setelah hye sun merasakan 3 orang tak melihatnya lagi, hye sun mendorong tubuh mino. Namun yang di dorong malah masih
tak rela tuk melepaskan, mino masih saja melumat bibir ranum milik hye sun, karena kesal, hye sun menggigit bibir bawah
mino dengan cukup keras.

“akh..” mino melepaskan kegilaannya, memegang bibirnya yang agak terasa perih.

“ya!!jadi kau masih tak percaya?” mino berseru keras.

Sang penjaga yang tadi menjauh, sekarang mendekat lagi, ingin menengahi pertengkaran mungkin.

Hye sun  melihat senyum mino yang seakan mencari onar dengan tampang kesal.

“tentu saja aku percaya.”hye sun berbicara dengan matanya yang melotot.

“buktikan!”Mino menunjuk bibirnya.

Penjaga itu menghentikan langkahnya.

“ya!! Kau tak lihat ada orang disana?” hye sun berbicara manja, tapi wajahnya sinis.

Sang penjaga langsung pura-pura tak melihat.

“ya sudah, ayo kita pulang.” Hye sun menarik lengan mino tuk keluar dari drama gilanya.
Hidup sukses, bahagia dunia khirat, membahagiakan orang banyak, bermanfaat untuk agamaku amin ya allah..

Offline gantang ricky prabowo

  • Full
  • ***
  • Posts: 397
  • i know you so well
  • Location: JAKARTA
    • View Profile
Re: lovesick
« Reply #62 on: August 05, 2011, 05:45:36 pm »
Chapter 3 part 3:

Disebuah restoran mewah ala jepang:

“tak berniat mengucapkan sesuatu?” tanya mino sambil meminum teh hijau yang tersedia diatas meja.

Hye sun meniup poninya yang menghalangi keningnya yang mulai berkeringat.

“oh, ne.. gomawo.” Hye un menundukkan kepalanya.

“sampai kapan kamu mau bungkam?” mino membuka menu makanan dengan wajah cuek.
“nde?..”tanya hye sun mengulum bibir bawahnya (galau)

“oh.. mian, sudah sore, aku harus segera pulang” hye sun beranjak dari tempat duduk, memakai tasnya kembali
dipunggungnya.

Mino hanya tersenyum melihat ye sun yang sudah jalan menjauh.

Mino mendorong kursinya kebelakang, berlari ke meja kasir, membayar dengan cepat dan langsung berlari dengan cepat,
ditemani dengan tas jinjingnya. >_<

mino menoleh kekiri dan kekanan, mencari keberadaan hye sun. Mino memilih berlari kekiri, sedangkan orang yang dicari
baru keluar dari tempat persembunyiannya dan berjalan kearah berlawanan.

“pabo!. Dia kira, bisa membodohiku.” Mino berbalik arah, mengikuti hye sun dari belakang.

Mino terus mengikuti. Sampai disebuah jalan kecil yang sepi, ada segerombol orang yang berpakaian seperti orang
berandalan. Mereka mengepung hye sun.

“1,2,3,4,5,6,7,8,9,10...” mino menunjuk-nunjuk orang-orang yang bergerombol itu, seraya berhitung..

Mino masih mengintip dari tempat persembunyiannya. Mengawasi, sambil mencari cara menyelamatkan hye sun.
“hai nona, mau kemana jalan sendirian?” kata seorang pria yang berpenampilan paling rapih diantara yang lain. Dia

berhadapan dengan hye sun sangat dekat, menundukkan wajahnya untuk melihat wajah hye sun yang tingginya lebih rendah.

“I’m sorry, i must go.” Hye sun berusaha menghindar, dan berharap bisa pergi dari kerumunan orang-orang berandal ini.

“bawa dia..” perintah pria tadi pada orang=orang berandalan yang mengepung hye sun.

Hye sun mencoba melepaskan pegangan tangan yang mengekangnya, namun sia-sia. Hye sun hanya bisa berteriak,
meminta bantuan.

Tanpa fikir panjang, mino keluar dari tempat persembunyiannya.

“lepaskan dia.”mino berbicara geram.

“cih.. jagoan sekali kau..  berani melawan kami?. Tak mungkin. Pulang saja sana. Kau lebih baik tidur dirumah.” Kata pria
yang berpenampilan rapih tadi.

Mino tertawa kecil. Berjalan kepojokan, menaruh tas jinjingnya.

Kemudian mino langsung menyerang, sasarannya yang utama: melepaskan hye sun.

Mino menendang dan memukul dengan gesit, menggerakkan tubuhnya seperti layaknya tarian yang indah.

Para berandalan menyerang keroyokan.

Karena suasana yang sudah tidak memungkinkan, akhirnya mino menarik tangan hye sun, mengambil tasnya yang
tergeletak di pojokan .

Mino terus berlari, diikuti oleh hye sun yang mengekor di belakangnya.

“hey!!! Berhenti kalian !” suara dari belakang terus berteriak.

“ya.. lee min ho-ssi, bagaimana kalau kita berpisah jalur? Hah?” hye sun berbicara dengan nafas terengap-engap.

“anyi.. antwe!!.” Mino menjulurkan lidahnya.

“ya... !!” hye sun melotot ke mino.

“jangan banyak bicara... Menghabiskan banyak tenaga...” Mino mengap-mengap.

“di jepang ini ada jalan labirin?” tanya mino.

“jiah.. kau kira sekarang ada di negri dongeng? Tentu saja tidak ada.”hye sun berbicara sinis ala mengap-mengap.

“kalau begitu, kau harus lebih kencang lagi berlarinya.” Mino memegang tangan hye sun lebih erat.

“hah...” hye sun sudah lemes duluan.

2 menit kemudian.

“ini ide lebih bagus.”hye sun memilih makanan di mini market.

“untung saja mereka gak ngeliat kesini.” Hye sun mengambil susu botol.

Mino melihat jam tangannya yang sudah menunjukkan ½ 4 sore.

“em.. hye sun’a..” mino memanggil.

“hnn..?” sahut hye sun menoleh mino.

“ikut kembali denganku, kita kembali ke korea. Kita bangun lagi hubungan kita. Aku janji, akan berubah demi kamu.” Mino
menatap hye sun penuh harap.

“mian, mungkin anda salah orang. mana mungkin seorang artis tenar seperti anda bisa bersama dengan saya.” Hye sun
tertawa kaku.

“oh.. atau mungkin karena kamu akan menikah?” tanya mino datar, tatapan matanya menerawang jauh.

“kau ini, sepertinya sangat mengenalku dari pada diriku sendiri.” Hye sun melihat-lihat makanan ringan yang terpampang.

Mino memeluk hye sun dari belakang.

“khajimal.. aku benar-benar sangat sekarat tak ada dirimu.”mino menurunkan dagunya di bahu hye sun.

Hati hye sun bergetar. Perasaannya memang menyukai mino, tapi disisi lain ada sebuah pertanyaan besar: APAKAH
PANTAS, SESEORANG YANG TELAH MENYAKITI BISA MENDAPATKAN KEBAHAGIAAN?

“tolong lepaskan lee min ho-ssi, ini tempat umum. Anda tidak ingin kan membuat berita besar dan menggemparkan dunia
artis.” Hye sun bicara datar.

“apa pentingnya dunia artis, aku lebih memilihmu. Terserah dengan tanggapan semua orang.” Mino masih betah bersandar
di bahu hye sun.

“Aww...” mino mundur satu langkah, dan memegangi kakinya yang diinjak oleh hye sun.

“nih.. anda saja yang belanja. Saya tidak minat.” Hye sun menaruh keranjang belanjaan di depan mino.

“dan lagi..” hye sun menunjuk ke wajah mino.

“jangan ikuti aku.” Hye sun berjalan keluar dari mini market.

Mino tersenyum, namun kemudian meringis kesakitan, memegang kakinya yang tadi diinjak hye sun.

##

“akhirnya tuan datang juga.”pria berambut klimis menghampiri mino yang sedang duduk di ruang tunggu.

“hm..” mino memainkan ipad-nya.

“ saya kira tuan akan menolak pulang seperti yang lalu-lalu.” Pak klimis tersenyum senang.

“hm..” mino hanya berdemem.

Dari tempat yang agak jauh, ada hye sun yang tak sengaja melihat mino. >__<

Hye sun pov:

Haduh... kok dia pulang sekarang sih. Bisa satu pesawat ini ujung-ujungnya.

Aduh.. masa iya dibatalin? Sayangkan. T__T

Tuhan.. aku percaya kau akan melindungiku agar tak berbuat dosa lagi. (berdo’a dimulai)
Pov off.

Mino poV:

Ah... sejak kapan aku jadi seberuntung ini. Takdir memang sedang memihak kebadaku.

Pov off.

Mino tersenyum-senyum , sesekali melirik keberadaan seseorang.



##

“akhirnya sampai juga.” Mino keluar dari pintu kedatangan.

Mino melihat hye sun yang berlari menaiki bis. Mino ikut berlari kearah bis .

“tuan!! Mobilnya ada di parkiran.” Pak klimis mengejar-ngejar mino, namun tubuhnya yang sudah tua,  membuat larinya
sangat lamban.

@dalam bis:

“ah...” mino duduk disamping hye sun.

“ndo..” hye sun menunjuk mino dengan tatapan membelalak.

“anyeong.” Mino mengangkat tangan beserta 5 jarinya. >__<

“seperti masa SMA kan.” Mino menyandarkan tubuhnya kekursi yang empuk.

“keras kepala.” Hye sun membuang muka, melihat pemandangan luar.

“kau mau turun dimana?” tanya mino riang.

Hye sun melirik mino dengan tatapan membunuh.

“bagaimana kalau kita kembali ke sekolah. Mengulang masa pacaran kita.” Mino berbicara riang.

“syikuro.” Hye sun menatap tajam mino.

“oh.. arayo..” mino mengangguk-anggukkan kepalanya tanda mengerti.

##

“Oh.. ternyata kamu kembali kerumah lamamu.” Mino mengikuti dari belakang hye sun.

Hye sun hanya diam saja.

@depan rumah hye sun:

Oh.. nona, tuan park menyuruh anda kembali.

“tuan park siapa?”hye sun bingung.

“Ayo nona.” 2 pengawal memegangi hye sun.

“ya!! lepaskan!” hye sun berontak.

“Kalian jangan menyiksa wanita!” mino mencoba melawan.

Tapi dari arah belakang sudah ada yang memukulnya dengan balok. Kemudian mino terkapar pingsan.

##



Mino terbangun, dia sudah di sekap di sebuah gudang.Tangannya diikat, mulutnya di lem.

Dan naasnya dia hanya sendiri di ruangan tersebut.

Cklek....(pintu terbuka)

“Oh.. kau sudah bangun. “ seorang pria menghampiri mino. Melepaskan lem yang menempel di mulut mino ,ikatan di
tangan dan kakinya.

“akh..” mino kesakitan.

“kau harus mendengar sesuatu.” Pria itu memaksa mino untuk bangun, lalu mendorong mino keluar.

Mino heran.. dia tak tahu dia sedang dimana. Rumah yang terlihat mewah dan megah ini sangat asing baginya.

Mino melihat tampilan hye sun yang sudah sangat cantik, memakai gaun putih panjang, dan perhiasan yang melekat
ditubuhnya, menambah kecantikannya. Dan di samping hye sun ada seorang pria yang terlihat sudah agak tua.

“ maaf tuan lee.. sudah membuat anda tidak nyaman. Calon menantu saya  memang agak keterlaluan.” Tuan park tertawa
hambar.

“tjosonghamnida.” Pria di samping mino menundukkan kepalanya kearah mino.

“kau.. bukannya yang waktu itu di jepang.”mino menunjuk wajah pria di sampingnya, dengan wajah horor.

“ne.. saya hyun seung, calon suami park hye mi.” Hyun seung tersenyum senang.

“wah.. chukae..” mino tersenyum.

“mana calon istrinya?” tanya mino.

“dia.” Hyun seung menunjuk kearah hye sun berada.

“nde? Dia hye mi?” mino bingung.

“apa kami perlu mengantar anda tuan lee?” tanya mr.park.

“oh.. tidak perlu. Biar saya meminta supir saya datang kesini saja. Ngomong-ngomong ini dimana ya?” mino cengengesan.

“lebih baik saya saja yang mengantar dia pulang.”hyun seung mendorong mino untuk jalan lebih dulu.

Hye sun pov:

kenapa hidupku jadi rumit begini>????

Pov off

Hye sun menghela nafas berat.

“kamu pasti lelah. Lebih baik kamu istirahat saja dikamar.” Mr.park tersenyum ke hye sun.

“ne.. gomawo appa.”

Flash back:

“Dia.. ibumu.” Tuan park menunjuk sebuah foto besar dia dan istrinya.

“ibumu sedang sakit keras dirumah sakit. Kami sudah lama mencari keberadaanmu. Kamu pernah diculik oleh penjahat,
saingan bisnis appa. Dan entah bagaimana ceritanya kamu bisa berada dikeluarga goo. “ dia tertawa hambar.

“ah.. yang jelas, selamat datang hye mi. Appa merindukanmu.” Mr.park memeluk hye sun.

Flash back off.

“Ah...” hye sun merebahkan dirinya di tempat tidur yang empuk.

Aku..bingung. jalan cerita apa yang sedang tuhan buat untukku??

Mempermainkan hidupku. Membuat jantungku berdebar, tak tahu cerita selanjutnya. Takut akan hari esok. Jangankan hari
esok. Aku saja tak tahu apa yang akan terjadi setelah ini.

Merasa semakin berdosa pada mino. Huft..

Kenapa semua orang tua seenaknya saja sih menikahkan anaknya.

(Hye sun menghembuskan nafas berat, kemudian dengkuran halus telah tercipta, menandakan dia telah pergi ke alam
mimpi)


maaf kalo cerita'a membosankan. [sweat]
ditunggu koment dan saran'a. [sweat]
Hidup sukses, bahagia dunia khirat, membahagiakan orang banyak, bermanfaat untuk agamaku amin ya allah..

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: lovesick
« Reply #63 on: August 06, 2011, 01:07:12 am »
oh ternyt om msh setia update di mari [hmpfh] thanks om [lovestruck] wah tuh org dua klu dah ketemu pasti lgs [on] kura2stlh ini apa yg terjd ya [chin]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline sisicia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1974
  • My Lovely Sunny
    • View Profile
Re: lovesick
« Reply #64 on: August 06, 2011, 02:54:12 am »
makin ruwet aja  [what] [what]


Aldian Ajhusi dan Istri Polosnya

[hmpfh][hmpfh][hmpfh]

Offline Namutz

  • Junior
  • **
  • Posts: 197
  • nona goo is inspiring women
    • View Profile
Re: lovesick
« Reply #65 on: August 06, 2011, 07:00:19 am »
ommmmm haaaaaaw makin menguras emosiiiiiiiii ayo lanjut kagiiiiiiiiiiiii seru nieeeeeee masak laki nya nyerah begitu sajaaaaa ayo terus berjuang

Offline gantang ricky prabowo

  • Full
  • ***
  • Posts: 397
  • i know you so well
  • Location: JAKARTA
    • View Profile
Re: lovesick
« Reply #66 on: August 06, 2011, 11:27:05 pm »
@mami: kan saya masih bertahan gara" ada mami. >_< (mulai gelombang laut)
 [on] apa???  [what]
saya masih kecil, gk ngertos.  [laughing]
kura" ada apa ya..  [heh]
mami mau'a ada apa?  [biggrin]

@k'sisicia: iya nih, ribet bgt. mikirin'a aja males bgt.  [hmpfh]
mangka'a.. tolong di bantu ya...  [biggrin]

@k'namutz: siapa yg mau nyerah.. gk ada tuh kamus untuk menyerah. >__<
maju terus pantang mundur.  [smiley-gen013] [smiley-gen013]

semua'a tolong dibantu ya.. kasian ini saya belum tidur. (apa hubungan'a?) [hug]
Hidup sukses, bahagia dunia khirat, membahagiakan orang banyak, bermanfaat untuk agamaku amin ya allah..

Offline sisicia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1974
  • My Lovely Sunny
    • View Profile
Re: lovesick
« Reply #67 on: August 11, 2011, 11:56:09 am »
dibantu apa, say???  [what] [what]


Aldian Ajhusi dan Istri Polosnya

[hmpfh][hmpfh][hmpfh]

Offline Diamond of Minsun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 714
  • Your smile make me cool..Your love around me,,
    • View Profile
Re: lovesick
« Reply #68 on: August 12, 2011, 07:57:01 am »
Om...

Lagi..........

G usah bingung....cukup mikirin kita udh lega..plus updateannya juga...lol
From the bottom of my heart,,
i wish you here with me ever and forever..
Become a real couple..

Aza aza hwaiting!!!

Offline gantang ricky prabowo

  • Full
  • ***
  • Posts: 397
  • i know you so well
  • Location: JAKARTA
    • View Profile
Re: lovesick
« Reply #69 on: August 25, 2011, 07:57:13 pm »
chapter 4 part 1:


Flash back:

“aku kira, kamu sudah melupakan aku , hye sun.” Mino tersenyum menatap hye sun yang duduk di hadapannya.

“maaf mino’a... selama ini aku telah meninggalkanmu.” Hye sun menundukkan kepalanya.

“lupakanlah.aku tau kau tak berniat meninggalkankukan.”mino tersenyum menatap hye sun.

“tidak. Aku memang ada niat meninggalkanmu.” Hye sun masih menundukkan kepalanya.

“wae?” mino membelalakkan matanya ,kaget.
Dari belakang hye sun, hyun seung merangkul dan menghirup aroma tenkuk hye sun.

“kau sudah menyelesaikannya sayang?” hyun seung mengecup pipi hye sun.

“aku tak menyangka.. ternyata kau bisa berfikiran untuk meninggalkanku. Ok.. aku berhenti sampai disini.”mino
menggebrak meja kemudian pergi dengan rasa kesal.

End flash back.
“ya!! hentikan lee min ho! Kau mau membunuh dirimu sendiri? Sudah hentikan.” Kim bum mengambil gelas berisikan
alkohol di tangan mino.

“buat apa aku hidup? Kalau orang yang aku cintai menghianatiku.” Mino berbicara mabuk.

“ya.... kau cari saja penggantinya.” Kim bum memapah tubuh mino untuk berjalan.

“siapa? “ mino

“lawan mainmu saja di film terbarumu. Kan lumayan buat main-main. Coba kamu lihat reaksi hye sun nanti. Dia pasti menyesal telah meninggalkanmu.”kim bum kerepotan memapah mino ke dalam mobil.

“lawan mainku? Aku gak suka.” Mino berbicara seperti mengigau.

“karena kamu gak suka, jadi kalau nanti hye sun menyesal. Kan kamu bisa balik lagi sama hye sun.” Kim bum melajukan
mobilnya.

“kau fikir aku bisa melakukan sandiwara seperti itu?” mino menatap kim bum cemberut.

“bisa. Buatlah cerita yang mengejutkan.” Kim bum tersenyum.

“kalau karirku hancur?” mino

“kau kan masih punya perusahaan.” Kim bum berbicara enteng.

@kamar hye sun:

“sudah aku bilangkan. Jangan main-main dengan pria lain. Atau kau mau melihat ibumu mati perlahan?” hyun seung
membelai wajah mulus hye sun.

“aku tak pernah main-main dengan pria lain.” Hye sun memejamkan matanya ketakutan.
“sekarang. Kita mulai dari mana?” hyun seung mengecup leher hye sun.

“aku.. tidak bisa. Kamu hanya calon suamiku. Kau bukan suamiku.” Hye sun bicara takut-takut.

“begitu? Anggap saja aku suamimu.”hyun seung memegangi kedua tangan hye sun diatas kepala.

“hentikan.. aku tak mencintaimu.” Hye sun mencoba berontak.

“kalau begitu, aku yang akan mengajarimu untuk mencintaiku.”hyun seung menggerayangi tubuh hye sun.( >__< )

Tok..tok..tok.. (suara ketukan pintu)

“ck... kau tunggu disini.” Hyun seung berjalan menuju pintu.
“ada apa?”hyun seung berbicara sengit.

“maaf tuan. Hari ini anda ada janji untuk penandatanganan kontrak untuk nyanyi duet dengan tuan lee min ho.”kata
seorang pria berpakaian rapih.

“oh.. baiklah.” Hyun seung tidak senang.

“hye mi’a... aku keluar sebentar ya. kamu jangan kemana-mana.” Hyun seung tersenyum ke hye sun dari depan pintu.

Hye sun hanya menganggukkan kepala. Kemudian hyun seung sudah pergi.

Bib...bib..bib.. (suara hp hye sun)
“oh.. sms?” hye sun membacanya

“jangan coba-coba untuk lari.” Isi pesan dari hyun seung.

“Cih... bagaimana aku bisa lari kalau keselamatan omma tergantung sama dia?” hye sun tertawa hambar. “oh.. aku harus
menelfon omma.” Hye sun menekan tombol telfon hp-nya.

“omma... gwenchana?” hye sun berbicara dengan nada khawatir.

“tentu saja omma baik-baik saja. Walau orang disini jadi banyak. Tapi omma rindu padamu hye sun’a.” Suara mrs.goo
bergetar.

“omma...” hye sun ikutan sedih.

“kamu baik-baik saja disana?” mrs.goo bertanya antusias

“ne..” hye sun tersenyum.

“oh.. omma harus pergi dulu sayang. Kamu jaga kesehatan ya. bye.” Mrs. goo langsung menutup telfon.

“omma.. kau pasti sedih.” Hye sun menitikan air mata.

##


“Lee min ho-ssi dan hyun seung-ssi, selamat untuk keberhasilan dalam dunia music anda. Tapi, mungkin masyarakat luar
ingin lebih mengetahui kehidupan pribadi anda.” Tanya wartawan.

“lee min ho-ssi, anda seorang pengusaha kaya dan juga artis tenar, akhir-akhir ini gossip yang beredar, anda sedang
menjalin hubungan dengan lawan main anda di film terbaru anda. Apa itu benar?” tanya wartawan.

“emm.. kami hanya teman.” Mino berbicara sambil tersenyum.

“banyak foto-foto kalian berdua sedang jalan bersama. Apa benar hanya teman?” tanya wartawan.

Mino hanya tersenyum. “mungkin sekarang kami masih teman.” Mino menjawab dengan senyum terkembang.

“YAA!!! Reaksi apa itu!!” hye sun melempari mino dengan kacang. Melalui TV di kamarnya.

“hyun seung-ssi.. kabar burung mengatakan kalau anda sudah memiliki seorang kekasih. Apa itu benar?” tanya wartawan.

“semua itu salah.” Hyun seung menjawab dengan senyum terkembang.
“oh.. bagus.” Hye sun mengangguk-ngangguk menonton TV.

“saya sudah memiliki seorang istri.” Hyun seung tertawa pelan.

“omo... kapan anda menikah? Sepertinya kami tertinggal berita.”tanya wartawan sambil berfikir.

“sebenarnya calon istri.” Hyun seung menggaruk kepalanya, malu.

“oh.. siapa wanita beruntung itu? Bolehkah kami semua yang ada disini tau?” tanya wartawan.

“nanti mungkin akan aku perkenalkan.” Hyun seung tersenyum.

Tilut...(TV dimatikan)

“GILA!! Siapa yang mau jadi istrinya orang pemaksa kayak gitu.” Hye sun mencibir.

“siapa yang gila?” suara muncul dari balik pintu.

“omma..” hye sun menghambur kepelukan mrs.park.  “kapan omma pulang dari rumah sakit?” hye sun senang.

“baru saja. Omma langsung kesini karena kangen sama putri omma yang cantik.” Mrs. park mengecup pipi hye sun.

“omma.. istirahatlah dikamarku.” Hye sun tersenyum.

“oh.. bibi sudah pulang?” hyun seung tiba-tiba muncul.

“ah.. sepertinya omma beristirahat dikamar omma saja hye mi’a.. kalian ngobrol saja berdua.” Mrs.park menutup pintu
kamar hye sun.

Sekarang tinggallah 2 orang di sebuah kamar besar.

“hye mi’a.. kamu mau jalan?” tanya hyun seung ramah.

“tidak. Aku capek.” Hye sun tidur di ranjangnya.

“kalau begitu.. kita habiskan waktu bersama saja dikamar ini.” Hyun seung tersenyum.

“kau..” hye sun meliriknya.

“aku tak akan melakukan sesuatu.” Hyun seung melihat langit-langit kamar dengan tampang tanpa dosa.

Hidup sukses, bahagia dunia khirat, membahagiakan orang banyak, bermanfaat untuk agamaku amin ya allah..

Offline Imahminsun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 544
  • sweet momen's minsun
  • Location: seoul
    • View Profile
Re: lovesick
« Reply #70 on: August 26, 2011, 12:50:24 am »
om... lanjut jangan prihatin juga sama keadaan HS yang terjepit  [bored] apa lagi MH sangat prustasi [cry] mendengar pernyataan HS kalau dia sengaja meningggalkannya

siti minsun

  • Guest
Re: lovesick
« Reply #71 on: August 28, 2011, 05:15:18 pm »
lanjut lanjut masih kentang....... [hmpfh] [hmpfh]
aduh kenapa jd kacau gini sih, kpn ya penderitaan minsun berakhir [cry]
ditunggu lanjutannya ... [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]


Offline dafa yuvi

  • Junior
  • **
  • Posts: 202
  • love is trust
  • Location: surabaya
    • View Profile
Re: lovesick
« Reply #72 on: August 28, 2011, 09:34:00 pm »
 [head break] [head break] ini buat lu hyun seung ato sape lah,,, kagak tau malu bgtz nih orang! hr~ [hammer3] buat lu lagi.
mino  [nono] [nono] ngomong yg jujur. ~dasar
lanjt om

Offline gantang ricky prabowo

  • Full
  • ***
  • Posts: 397
  • i know you so well
  • Location: JAKARTA
    • View Profile
Re: lovesick
« Reply #73 on: September 09, 2011, 10:03:14 am »
chapter 4 part 2:


“hye mi.. miane.. aku harus pergi  ke daegu, ada masalah sedikit. Kamu bisa pulang sendiri kan?” hyun seung memegang
bahu hye sun.

“ne..” hye sun menundukkan kepalanya.

“hati-hati ya sayang. Cupss..” hyun seung mengecup kening hye sun.

Hyun seung sudah tak terlihat lagi ,hye sun kembali duduk di kursi untuk meminum  segelas air putih.
“cih.. menyebalkan.. dia yang buat janji. Lalu dengan seenaknya saja pergi. Sepenting apa sih urusannya.” Hye sun
cemberut.

“aisshh..  kenapa aku harus menuruti semua perkataannya?  Pabo.”hye sun memukul kepalanya pelan.

Pip..pip..pip.. (hand phone hye sun berbunyi.)

“hye sun’a.. Bisakah kamu pulang ke jepang malam  ini? Ada sesuatu yang harus kamu ketahui.” Mrs.goo berbicara
tergesa-gesa.

“mwontae?” hye sun bingung.

“cepatlah pulang.” Hubungan langsung diputus sepihak oleh mrs. goo.

“omma!! Omma!! Wae?? omma!” hye sun bebicara tanpa ada jawaban.

Hye sun memasukkan hand phonnya kedalam saku celananya. Hye sun berlari menyusuri koridor restoran yang begitu
luas, Menuju tempat mobilnya terparkir.

@ restoran jepang:

“omma.. dia siapa??” hye sun bingung bercampur kaget.

“dia hye mi. Adik kembarmu.”hye sun bingung dengan pernyataan ibunya.

“tapi.. bagaimana bisa? Kata appa park, aku di culik lalu kemudian dia tidak tau bagaimana aku bisa bersama keluarga
goo.” Hye sun memegang kepalanya yang agak sedikit pusing.

“bukan begitu hye sun. Sebenarnya omma pernah menikah dengan tuan park. Omma menikah tanpa restu dari orang tua
pihak pria. Sampai akhirnya, tuan park berselingkuh dibelakangku. Dia nyonya park adalah selingkuhan tuan park, ah...
anyi.. sebenarnya, mungkin aku yang menyelip diantara mereka. Aku dimanfaatkan agar tuan park bisa memiliki keturunan.
Karena yang aku dengar, nyonya park itu tidak bisa mengandung karena penyakitnya.” Mrs. goo bercerita sambil menatap
hye sun.

“chamkamannyo..”hye sun memegang kepalanya.

“ada lagi hye sun, sebenarnya, wu chun. Kita tak punya hutang apapun kepada keluarganya. Tapi, karena wu chun sudah
terlalu mencintaimu... omma mohon. Tolonglah dia.. temui dia.. dia seperti kehilangan semangat hidupnya tanpamu. Untuk
sementara waktu. Adikmu hye mi akan ibu antarkan ke rumah tuan park.” Mrs.goo menundukkan kepalanya, menutupi
kesedihannya.

“chamkamannyo.. omma.. wae?? kenapa harus melimpahkan masalah ke hye mi? Lalu, kenapa omma baru memberi tahu
kalau aku memiliki saudara kembar? Kenapa selama ini dia tidak tinggal bersama kita ?” hye sun bertanya

Hye mi akhirnya membuka mulu. “onnie.. kenapa onnie tidak memikirkan posisi omma? Apa perasaan onnie ,kalau sampai
kedua anaknya benar-benar diambil oleh orang lain? Omma sudah susah payah mempertaruhkan nyawanya demi
melahirkan kita. Apa onnie masih tidak mengerti? Ibu mana yang mau memberikan semua anaknya? Aku paham maksud
omma. Omma menyembunyikanku karena dia tidak ingin kehilangan kedua anaknya. Paling tidak, diantara kita berdua,
harus ada yang bisa berkoraban. Dan mungkin, aku yang harus berkorban demi omma. Oppa wu chun, dia bisa tahu kalau
aku bukan dirimu onnie. Bagaimana orang lain? Aku tak berani menjamin ini akan bertahan lama.” Hye mi berbicara
panjang lebar.

“omma percaya padamu hye mi’a... kamu pasti bisa seperti hye sun.” Mrs.goo mengelus punggung hye mi.

“ah..” hye sun memijat kepalanya

“jadi sebenarnya apa yang harus kulakukan?” hye sun menatap mrs.goo

“kamu hanya perlu menemani wu chun sampai sembuh. Kalau memang kamu tak bisa bersamanya, bicarakanlah pelan-
pelan. Jangan buat orang lain menderita. Kasihan orang baik seperti nak wu chun harus menerima kenyataan yang berat.”
Mrs. goo mejelaskan pelan-pelan.

“ne.. arasso.. omma yang atur.” Hye sun menganggukkan kepalanya.

“onnie.. apa benar tunanganmu dan pacarmu itu artis?” hye mi bertanya antusias.

“berhati-hatilah.. lihat matamu yang biru tua itu.. benar-benar sangat mencolok. Jelas saja wu chun tahu dengan
cepat.omma.. pulanglah lebih dulu. aku akan mengajak hye mi jalan-jalan. Bye omma..” hye sun mengecup pipi mrs.goo,
lalu diikuti oleh hye mi.

##

“Kontak lens??” hye mi bertanya bingung.

“ne,.. untuk menutupi matamu itu.” Hye sun memesan pada sang pelayan.

“pakai .” hye sun menyodorkan pada hye mi.

Hye mi memasukkan lens ke dalam matanya “bagaimana? Sudah mirip?” hye mi mengedip-ngedipkan matanya.

“ada lagi.” Hye sun menarik hye mi menuju butik.

“dengar ya.. aku paling tidak suka memakai gaun. Aku memakai gaun kalau disuruh saja, dan kalau memang kepepet.” Hye
sun menjelaskan.

“onnie... selera kita sama.” Hye mi melihatnya malas.

“tapi... kamu harus mau memakai gaun pulang ke korea kali ini.” Hye sun tersenyum pada hye mi.

“mwo??” hye mi melotot.

“ya.. hitung-hitung buat surprise.” Hye sun cekikikan.

“aih... aku sudah tau maksudmu dari tadi.” Hye mi melirik hye sun.

“kamu ikhlaskan membantuku..” hye sun mengeluarkan tampang melasnya kalau memohon.

Hye mi mencibir.. “ ne.. onnie..” hye mi tersenyum maut.

##

@kamar:

“Onnie.. sebenarnya siapa pria yang onnie cintai?” hye mi menerawang ke langit-langit.

“aku... dari dulu menyukai mino. Lee min ho.” Hye sun tersenyum malu.” Bagaimana denganmu hye mi’a?” hye sun
bertanya antusias.

“aku tak tau. Belum ada pria yang menyentuh hatiku.” Hye mi menutup wajahnya dengan bantal.

“kau akan mendapatkannya nanti.” Hye sun membelai lembut rambut hye mi.

Hye mi membuka wajahnya yang tertutup bantal (mengintip) “ kalau aku dan lee min ho itu saling jatuh cinta dan menikah,
bagaimana?” hye mi berbicara takut-takut.

“tak apa jika itu memang sudah takdir.” Hye sun tersenyum.

“onnie... jawaban itu sebuah harapan... apa kamu menjawab seperti ini pada semua laki-laki yang kamu kencani?” hye mi
membuka bantal yang menutupi wajahnya.

“mwo?” hye sun bingung.

“TAKDIR! Itu sebuah harapan! Ketika seorang pria berumpama, kalau kita tak berjodoh. Apa yang akan kamu lakukan? Kau
menjawab jalan TAKDIR? lebih baik aku mati di depan pria itu dari  pada harus memberikan harapan kosong.” Hye mi
melihat hye sun kesal.

“ya... aku bilang takdir itu Cuma sama mino doank.” Hye sun cemberut.

“benarkah?” hye mi melihat hye sun dengan tatapan menyelidik.

“ih.. kamu ini temennya detektiv ya. banyak sekali bicara.” Hye sun menutup wajahnya dengan bantal.

“ah.. ok.. selamat tidur onnie.” Hye mi membenahi selimut ke tubuh hye sun, dan hye mi ikut tidur juga.

##

@ kamar :

“kenapa kamu tidak bilang-bilang padaku kalau mau menemui omma?”  hyun seung  menyampirkan tangannya ke bahu
hye mi.

“chogi.. oppa.. tolong jangan seperti ini.” Hye mi melepaskan tangan hyun seung.

“wae?” hyun seung menyampirkan tangannya lagi ke bahu hye mi.

Hye mi pov:

Gila nih orang ya,.. benar-benar menguji kesabaranku. Sabar hye mi’a... ingat omma.. ingat onnie.. sabarlah sedikit.. aku
yakin, kalau onnie yang melakukan tekhnik sabar, pasti lebih baik dan handal dari pada aku. Dia melakukan hal-hal aneh
lagi, aku benar-benar harus kembali ke jepang. Bagaimanapun caranya,. (hye mi memegang wajahnya, untuk mengurangi
rasa kesalnya)

Pov off.

“Hye mi’a.. wae? appo?” hyun seung memegang dahi hye mi.

“oppa.. aku ingin istirahat. Bisakah jangan ganggu aku dulu? aku ingin sendiri.” Hye mi memasang wajah memelas.

“anyi.. aku akan menemanimu.” Hyun seung membelai kepala hye mi.

“ya!! aku bilang aku mau sendiri!!” hye mi membentak

“ya.. waegurae? “ hyun seung menciut takut.

“ehemm..  anyieyo oppa..  miane. Terserah oppa mau apa saja disini. Asal jangan menggangguku tidur.” Hye mi langsung
mengatur posisi tidur.

“dia kenapa? Kenapa emosinya bisa semeledak seperti  itu?” hyun seung bingung.

« Last Edit: September 09, 2011, 10:12:29 am by gantang ricky prabowo »
Hidup sukses, bahagia dunia khirat, membahagiakan orang banyak, bermanfaat untuk agamaku amin ya allah..

Offline dafa yuvi

  • Junior
  • **
  • Posts: 202
  • love is trust
  • Location: surabaya
    • View Profile
Re: lovesick
« Reply #74 on: September 10, 2011, 08:43:09 pm »
 [nono] [chin] om, jangan bilang kalo ntr hyemi ad feel am min0?
oh poor. makin bnyak cast.
kalo ad mcem2, ane getok pke meriam!