saatnya sop iler
![[biggrin]](http://www.smfnew.com/Smileys/default/biggrin.gif)
selamat menikmati hidangan kami
![[biggrin]](http://www.smfnew.com/Smileys/default/biggrin.gif)
“Doronim … “ aku ingin bertanya tapi ragu.
“Wae?” doronim menunggu pertanyaan ku tapi aku hanya diam memandang lantai sambil meremas jari.
“Yya, kau ingin bilang apa?” doronim menyilangkan tangan di depan dada.
“Ehm … itu … “ hal yang ingin ku tanyakan belum terutara juga.
“Itu apa?” doronim jadi penasaran.
“Anda … serius kan semalam tidak terjadi … apa-apa” meluncur juga ganjalan hati ku.
“Tentu saja aku serius” jawab doronim yakin.
“Jinja?” tanya ku memastikan.
“Ne. Waeyo? Kau kecewa?” doronim yang sudah sampai ambang pintu, berjalan lagi mendekati ku.
“Kecewa?” kenapa harus kecewa. Doronim ada-ada saja.
“Kau kecewa karena semalam tidak terjadi apa-apa” ledek doronim tepat di hadapan wajah ku. Doronim membungkuk sedikit. Matanya membulat memandangi aku yang menunduk.
“MWO?!” wajah tertunduk ku langsung terangkat hingga membuat kami saling tatap.
“Kelihatannya kau berharap terjadi sesuatu” gurauan doronim menyemukan sepasang pipi ku. Wajah ku yang masih beradu dengan doronim seketika terasa panas.
“Keluar!!” usir ku sambil mendorong doronim.
“Yya, kenapa jadi marah lagi. Jangan-jangan kau benar-benar kecewa. Tenang Jan Di-a, aku janji akan melakukannya setelah kita menikah. Sabar ya” doronim mengelus puncak kepala ku.
“KELUARRR!!!!” doronim sudah tidak waras rupanya. Enak saja menganggap aku kecewa. Aku bertanya karena ingin memastikan saja.