Author Topic: ^THIRTY DAYS CHANGES^ ~CHAPTER 18, ENDING, update 27 Mar'12~  (Read 44304 times)

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile



"Sekarang .. apa yang akan kamu jelaskan tentang kejadian itu?"

Angel memandangiku dengan sinar mata tajam yang seakan berusaha menembus dan membaca apa yang tertanam dalam hatiku. Pandangan itu seperti sebilah pisau tajam yang bersiap mengorek semua rahasiaku. Semua kejadian yang tidak pernah kuceritakan padanya.

"Tidak ada!!", jawabku tegas sambil mengangkat bahu. Terlihat tidak perduli padahal pikiranku sudah melayang ke kejadian dua puluh menit yang lalu.


------------------------

Flash back .....


Angel mendekati kami. Tanganku masih melingkar di pinggang Hyesun dan aku tidak berusaha melepaskannya. Aku hanya melirik sekilas kearah Angel, kemudian berbalik lagi, menghadapi Sammul yang memandangiku dengan sinar mata tak percaya. Dia menoleh ke Angel, hanya sebentar, kemudian berbalik lagi padaku.

"Apa yang kamu katakan? .. Pacar Hyesun? .. Saya tidak pernah mendengar kalau Hyesun sudah punya pacar?", lalu pandangannya jatuh ke mata Hyesun, yang kelihatan gelisah dalam rangkulanku. "Benar begitu, Hyesun-a?"

Sebelum Hyesun menjawab pertanyaan Sammul, Angel mengeluarkan suaranya lagi.
"Lee Min Ho, saya bertanya padamu!! .. Apa-apaan ini?". Matanya yang bulat dan besar melirik ke tanganku. Dahinya berkerut, sangat dalam.

Aku tetap tidak memperdulikannya. Apakah aku sudah senekat itu? Entahlah! .. Mungkin pikiranku memang sedang tidak waras waktu itu!!!

"LEE MIN HOOOO!!!"

Teriakan Angel membuat Hyesun semakin gugup. Dia mendorongku ke belakang sehingga rangkulanku di pinggangnya terlepas. Dia berpaling ke Sammul dengan cepat, wajahnya terlihat pucat. Hanya sepersekian detik pandangannya bertemu dengan mata Sammul, dia sudah menundukkan kepalanya.

"I .. i .. tu .. tidak .. benar .. ", jawabnya terputus-putus.



Mataku melebar perlahan. Hyesun berkata TIDAK?! .. Pendengaranku masih beres kan? .. Gadis ini bisa membantah? .. Sejak kapan dia bisa menolak perkataan orang? .. Pertanyaan-pertanyaan itu begitu menguncang hatiku sehingga aku tidak menyadari Angel sudah meletakkan tangannya di bahuku. Dia menguncangku keras-keras sehingga menyadarkanku dari lamunan.

"Lee Min Ho?!! .. Apa yang terjadi denganmu?"

Aku menoleh kearah Angel dengan tampang linglung. Sedangkan Raymond, .. ya, RAYMOND!! ... aku baru menyadari kehadirannya di situ! .. Dia memperhatikan kami dari jarak lima meter. Sepertinya dia datang bersama Angel. Tampangnya dingin, tepat mengarah ke mataku.

Aku berdeham pendek, berusaha menghapus kecanggunganku. Meskipun begitu, aku tetap tidak menjawab pertanyaan Angel. Sammul mengalihkan perhatiannya dari Hyesun padaku, hanya sesaat, kemudian bergerak pada Angel. Dia terlihat lega ketika mendengar jawaban Hyesun.

"Nona punya hubungan apa dengan dia?", tanyanya dalam bahasa Canton sambil melirik kearahku lewat sudut matanya.

Angel yang sejak tadi memandangiku dengan pandangan bertanya menoleh kearah Sammul. Matanya berkedip berkali-kali ketika mendengar bahasa Canton keluar dari mulut Sammul.
"Anda .. bisa berbahasa Canton?"

Sammul mengangguk, "Jadi .. apa hubungan kalian?"

"Dia pacarku!", jawab Angel, cepat dan tegas.

Sammul melebarkan matanya. Dia mengalihkan perhatian kearahku. Dahinya berkerut, dia kelihatan tidak senang. Mungkin dia kesal dengan kebohonganku tadi. Aku hanya mengangkat tangan keatas, kelihatan tak acuh padahal aku sangat malu. Tapi perasaan itu aku pendam kuat-kuat karena aku tidak ingin terlihat gelagapan di depan Hyesun.

Hening sejenak, kami semua tidak mengeluarkan suara. Aku bergerak perlahan. Meraih tangan Angel dan menariknya. Gadis itu memandangiku dengan pandangan bertanya.
"Kita pergi sekarang .. ", kataku pelan.

Kemudian aku agak menundukan kepala ke Hyesun, "Walaupun perkataanmu mengejutkanku, tapi ... aku senang kamu berubah sesuai permintaanku pada pertemuan terakhir kita .. ".

Aku melihat Hyesun memejamkan matanya. Aku mendesah perlahan. Kemudian aku menarik badan menjauh darinya. Tersenyum kecil pada Sammul dan mengangguk perlahan padanya.
"Bye, tuan Chan! .. perkataanku tadi jangan dimasukan dalam hati, saya cuma bercanda .. dan .. saya senang bertemu denganmu!"

Kemudian aku berpaling ke Angel, "Ayo pergi sekarang!!".

Aku menarik tangannya, menjauh dari Sammul dan Hyesun. Kami melewati Raymond yang masih termangu di tempatnya. "KAMU JUGA, RAY!! .. PERGI SEKARANG!!", teriakku pada Raymond.


End of flash back ..
-------------------------------------

"TIDAK ADA?"

Pertanyaan itu menyentakku dari lamunan. Aku mengalihkan perhatian lagi kearah Angel. Pandangannya masih tajam.

"Iya, tidak ada! .. Saya hanya bermaksud menolongnya, tapi .. sepertinya dia tidak memerlukan pertolonganku!"

"Menolongnya?". Angel berkata pelan, seperti bertanya pada diri sendiri. Kemudian senyum kecut tersungging di bibirnya. "Sejak kapan Lee Min Ho perduli dengan urusan orang?"

"Terserah apa katamu!", jawabku asal-asalan sambil mengangkat bahu ke atas.




Kuperhatikan sejenak wajah Angel yang berubah gelap, tapi aku tidak perduli. Kuedarkan pandangan ke sekeliling cafe' kecil yang kami datangi dua puluh menit yang lalu. Dua cangkir skim cappucino terhidang di meja bundar yang kami duduki. Sedangkan Raymond berada di meja lain, di belakang kami.

kringggggggggg ... kringggggggggg .. kringggggggggggg ...

dering nyaring dari ponsel di saku celana memecahkan kebisuan di antara kami. Sambil menghembuskan nafas panjang, aku mengeluarkan ponsel dari saku celana dan memencet tombol terima ...

"Hello! .. ya, Ken .. ada apa? ... denahnya sudah diterima? .. oke, kami akan pulang sekarang! .. see you!

Aku meletakkan ponsel ke atas meja. Meraih cangkir kopiku dan meneguknya sampai habis.

"Kita pergi sekarang!", kataku pada Angel, sambil memasukan ponselku ke dalam saku celana. Dia masih cemberut di tempatnya. Aku berdiri dan pura-pura tidak melihat tampang kesalnya. Aku berpaling kebelakang, kearah Raymond, "Go now, Ray!!"

Kemudian aku beranjak dari sana. Angel dan Raymond mengikuti dari belakang.

------------------------------------------


Goo Hye Sun ...

Sepeninggal Minho dan gadis tidak kukenal itu, aku berdiri termangu di depan Sammul. Aku tahu dia memperhatikanku dan mengharapkan jawaban dariku. Tapi entah mengapa aku tidak ingin menjawabnya! Aku pura-pura tidak menangkap pandangannya.

Hatiku terasa sakit! .. Mengapa? .. Apakah karena gadis itu? .. Tapi mengapa? .. Siapa sebenarnya dia? Dan apa hubungannya dengan Minho? .. Dia kelihatan marah sekali dan .. Minho, .. dia menarik tangannya pergi dari sini! .. Kelihatannya mereka cukup akrab! .. Aku tidak bisa menangkap perkataan mereka ... Bahasa alien itu tidak kumengerti sama sekali! .. Sungguh sial! .. Kayaknya aku harus belajar bahasa itu! ..



"Hyesun-a ... bagaimana? .. Apa jawabanmu terhadap permintaanku? Maukah kamu menjadi pacarku?"

Sentuhan Sammul di pundak mengejutkanku. Badanku langsung menegak. Aku memandanginya. Sangat gugup.
"So .. soengheyo .... Saya .. saya ada keperluan lain ...., Sam .. saya .. saya harus pergi sekarang .."

Tanpa menunggu reaksi Sammul, aku berlari dari taman setengah jadi itu. Walaupun tidak berbalik, aku bisa merasakan tatapan semu dari matanya.

-------------------------------


Lee Min Ho ....

Malam harinya ....



Aku menegakkan tubuh dari kursi kerja yang kududuki dan mendorongnya, menjauh dari meja yang dipenuhi kertas-kertas denah rumit. Kugerakkan kepala ke kanan dan kiri, berusaha menghilangkan penat yang kurasakan. Aku melepas kacamata minus yang kupakai dan memijat-mijat tulang hidung. Mataku terpejam rapat. Kepalaku terasa pusing setelah berkutat beberapa jam dengan denah Forest Hotel.

Aku berdiri dari kursi yang kududuki, mendekati meja kerja dan meletakkan kacamataku di sana. Aku mendesah perlahan, kemudian melirik lorong dalam lewat sudut mataku. KamarAngel terletak di sana. Dia tidak keluar dari kamarnya sejak kepulangan kami tadi siang.

Aku beranjak ke dapur. Mengamati sejenak keadaan di sana. Kemudian berjalan ke lemari es. Meraih sekotak susu segar dan menuangnya ke gelas yang kuambil dari lemari gantung di atas wastafel. Setelah mengembalikan kotak susu itu ketempatnya, aku keluar dari dapur dengan mengenggam gelas berisi susu tadi.

Aku meletakkan gelas susu itu ke atas meja makan, kemudian mengambil denah yang baru kuperbaiki dari meja kerja. Aku berjalan ke mesin fotocopy dan mulai menscan denah itu. Suara pintu dibuka terdengar ketika aku sedang menunggu proses kerja dari mesin fotocopy itu. Aku berpaling kearah suara itu. Angel keluar dari kamarnya. Dia tampak bersiap keluar. Dandanannya terlihat komplit, dengan jeans ketat dan kaos ketat pendek yang memperlihatkan pusarnya yang terpasang anting. Rambutnya yang lebat berombak dibiarkan tergerai sampai ke pinggang, sedangkan lipgloss merah menyala terpoles sempurna di bibirnya.

"Kamu mau keluar?", tanyaku pendek.

Angel mengangguk perlahan. Bibirnya terbuka, kelihatan ingin mengatakan sesuatu, tapi agak ragu sejenak, dia akhirnya mengurungkan niatnya. Dia berjalan ke pintu depan.

"Angel ... ", panggilku pelan.

Angel menghentikan langkah tepat di depan pintu. Dia membalikkan badannya, menghadapiku.
"Saya akan keluar dengan Raymond cs, .. Kamu tidak perlu khawatir saya akan tersesat! ... Dan .. saya tidak akan pulang malam ini .. Jadi tidak perlu menungguku!"

Angel membuka pintu depan dan berlalu dari hadapanku. Aku mendesah perlahan. Berpikir sejenak. Hanya sejenak!  kemudian aku kembali ke pekerjaanku.

-----------------------------------


Hari kesebelas ....
Angel selalu menghindariku dari kemarin. Dan .. aku tidak memusingkannya. Mengapa? .. Karena aku terlalu sibuk dengan proyek-proyek yang belum terselesaikan. Walaupun hari sabtu dan minggu merupakan hari libur, aku tetap bekerja tanpa henti .. seperti mesin tidak mengenal lelah yang bisa dipakai setiap saat.

Aku hanya bertemu Angel pada malam hari. Dan dia akan segera masuk ke kamar jika bertemu denganku. LEGA? .. Ya, .. sebenarnya aku sangat lega dengan perbuatannya. Karena dengan begitu, aku tidak perlu menjawab pertanyaan-pertanyaan pedas dari mulutnya.

Inilah Angel! .. Jika ada masalah dia akan menghindar, tapi itu hanya beberapa hari. Ketenanganku akan lenyap setelah dia menghabiskan beberapa hari itu. Aku harus bersiap dengan jawaban-jawaban masuk akal buat pertanyaan-pertanyaannya.

Angel adalah seorang pengacara profesional. Tapi dia juga seorang wanita muda! Emosinya akan menjadi tidak stabil jika sudah menghadapi masalah pribadi yang memusingkannya. Tapi setelah dia memenangkan diri, pikirannya akan menjadi rasional lagi. Aku sangat mengenal sifatnya. Tapi hanya itu yang kuketahui darinya. ... Yang lain? Saya tidak terlalu memperhatikannya. .. Apakah Angel juga mengenalku dengan baik? .. TIDAKKKK!! ... Tidak seorangpun mengenalku! .. Sejujurnya, aku saja tidak begitu memahami diri sendiri ...

----------------------------


Hari keduabelas .. senin, pukul 7:30 ....
Aku dan Raymond cs dalam perjalanan ke kantor. Angel belum masuk kerja karena dia sudah mendapat cuti sampai hari rabu dari presiden direktur Lau, pemimpin tertinggi dari 'Great Building'. Sikap Angel sudah seperti biasa. Dan ini sangat memusingkanku. Masalah runtuhnya gedung 'Great Building & Seoul Spirit' saja tidak sebesar ini pengaruhnya bagiku. Mengapa? .. ha .. ha .. saya juga tidak tahu!! .. Ini sangat aneh! karena ... bagi semua yang mengenal Lee Min Ho, pasti tahu kalau aku paling gila kerja. Masalah pribadi selalu aku nomor duakan.

Kami tiba di kantor sekitar pukul 8:15 dan langsung menuju ruang rapat utama. Semua yang bersangkutan dengan proyek 'Great Building dan Seoul Spirit' berkumpul di ruang rapat yang sangat luas itu, sepuluh menit kemudian.



Mr. Jung, pemimpin utama 'Seoul Spirit , co.' mengedarkan pandangannya ke seluruh sudut ruangan. Diperhatikannya orang-orang yang duduk mengelilingi meja panjang satu-persatu.
"Saya yakin anda semua mengetahui kalau hari ini adalah hari penentuan dari masalah besar ini .. "

Semua menganggukkan kepalanya. Mr. Yoon, direktur utama 'Great Building Korea' berpaling kearah Miss Son Jie Ah, sang pengacara.
"Jie Ah-si, anda boleh menjelaskan hasil penyelidikan akhir dari pihak asuransi sekarang juga ..."

Miss Son Jie Ah mengangguk. Dengan sikap sempurna dia berdiri dari kursinya dan mulai membuka map file yang terletak di depan meja. Dia berdeham sejenak, kemudian berkata dengan suara lantang,
"Menurut pihak asuransi ......

------------------------------------

END CHAPTER
« Last Edit: April 02, 2010, 07:49:44 am by mrs. Lee Min Ho »

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun