Hyun Joong sama sekali tak bisa berbagi rahasia itu. Dia begitu menyesali keadaan. Janji itu benar-banar mengikat. “Jika ada sesuatu yang serius terjadi, tetaplah mendukung atasanmu,” hanya itu yang bisa Hyun Joong nasihatkan, sebelum meninggalkan Soe Eun, diiringi tatapan penuh tanda tanya dari gadis itu....
Hye Sun dan Min Ho tidak terpengaruh dengan kebisingan itu. Memang letak duduk mereka berjauhan, tapi keduanya masih saling memandang dengan senyuman di bibir masing-masing. Seolah jarak beberapa hasta itu tak berarti. Jarak yang akan hilang beberapa waktu lagi, diperikat oleh kesucian dihadapan sumpah saling setia, sehidup semati. Angan yang begitu membuat keduanya melayang.
“Aunty! Lihat, ada burung terbang!” Merasa dicuekin, Sae Hyun memegang pipi Hye Sun hingga Hye Sun menoleh dari Min Ho ke obyek yang ditunjuknya. “Mereka membentu huruf V, Aunty!” HYe Sun merespon teriakan itu dengan mengangguk-anggukkan kepala.
“Jangan bicara lagi, Hyun joong-a. dengarkan Appamu ini baik-baik sebelum nafasku benar-benar habis.” Farmasis Kim menyedot udara sampai terdengar suara mendesing dari hidungnya, ‘Dan… dan… jangan katakan … hal… ini… pada siapa pun.”
“Appa… Appa…,” Hyun Joong tergugu di depan Ayahnya. Keadaan Kim Gab So sungguh-sungguh menyedihkan. Suasana muram di penjara membuat tubuh tua itu semakin ringkih.
cuma spoiler doank ye
![[cry]](http://www.smfnew.com/Smileys/default/012.gif)
ayo up date up date
![[hmff]](http://www.smfnew.com/Smileys/default/005.gif)
tp tengkyu say dah mo lanjut lagi HOSPITAL
![[huglove]](http://www.smfnew.com/Smileys/default/huglove.gif)