Author Topic: ♥ Minsun's OR Jundi's Short FanFiction ♥ ~ (LITTLE KISS., 27.03.10)  (Read 59820 times)

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: ♥ Minsun's OR Jundi's Short FanFiction ♥
« Reply #105 on: February 06, 2010, 05:25:44 am »
kika, mat gabung di sini say, tempat berkumpulnya para fakir minsun  [laughing] [laughing]

emang gw ada kasih link wf ya,  [what] klu ga salah yg gw kasih tuh linknya strangers in the night  [hmpfh] klu gw yg lupa, hehehe berarti itu link yg udah diedit  [biggrin] soalnya ga bakal gw kasih disini klu yg belum diedit .. takutnya tar semua pd error otaknya  [smiley-dance013] [smiley-dance013]

klu mau yg lom diedit, pm gw ya  [biggrin] ~promosi.com  [laughing] [laughing]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: ♥ Minsun's OR Jundi's Short FanFiction ♥
« Reply #106 on: February 06, 2010, 06:07:35 am »
akhirnya selesai juga chp 2 ini  [heh] [heh]
chapter yang panjang jadi silahkan dibaca dan dihayati  [hmpfh] [hmpfh] mian untuk segala kekurangannya  [sweat] diharapkan komentnya ya  [smiley-dance013] [smiley-dance013]




Seberkas cahaya dari jendela luar yang gordennya terbuka, jatuh mengenai wajah Jandi. "Uhhhhh ..... ", Jandi mengeliat perlahan dan berbalik menghadapi jendela. Matahari sudah terbit dari ufuk timur. Tangannya mengucek matanya yang masih setengah terpejam dan mulutnya menguap lebar.


Jandi meringis perlahan. Tidur di sofa bukanlah tindakan bijaksana yang dilakukannya. Sekarang sekujur tubuhnya terasa ngilu. Sekali lagi Jandi berbalik dalam pembaringannya di sofa. Pandangannya sekarang tepat jatuh ke ranjang, dimana Junpyo tampak masih tertidur pulas dalam balutan selimut tebal.

Jandi menghembuskan nafas perlahan. Dia berdiri dari sofa dan berjalan ke kamar mandi yang ada dalam kamar tidur itu. Dalam waktu lima menit dia menyelesaikan kegiatannya mengosok gigi dan membasuh wajah sampai terasa segar.

Jandi keluar dari kamar. Melewati lorong yang hanya diterangi sebuah lentera dinding kuno, menuruni tangga berputar yang terbuat dari pualam berwarna krem lembut dengan bercak abu-abu muda yang menghubungkannya dengan ruang tengah, dan melewati ruangan itu menuju ruang makan.

Beberapa pelayan tampak sibuk mempersiapkan sarapan di bawah arahan seorang kepala pelayan yang luwes dan tegas. Jandi mendekati mereka dan menawarkan bantuannya. Para pelayan itu sangat terkejut dan langsung menolak tawaran Jandi. Setelah percobaan kesekian kali akhirnya Jandi menyerah dan membiarkan mereka kembali ke kesibukannya masing-masing.

Jandi berjalan ke meja makan dan duduk di kursi yang terletak paling ujung sebelah kanan di antara jejeran kursi lain di samping meja makan yang panjang dan berkilat. Setelah menunggu selama sepuluh menit, Goo Jun Hyun dan Moon Yong Hee memasuki ruang makan sambil tersenyum lebar.

Jandi segera berdiri dari tempatnya dan membungkuk dengan hormat ke kedua mertuanya itu ..
"Anyongheoseyo .. appa dan omma ... "

Goo Jun Hyun dan Moon Yong Hee membalas sapaan Jandi dengan mengangguk kecil. Junpyo menyusul tiga menit kemudian.

"Anyongheoseyo .. Junpyo-ya ... ", sapa Jandi halus.

Junpyo melirik sekilas ke Jandi. Tanpa memperlihatkan emosi sedikitpun, dia membalas sapaan Jandi ..
"Hmm anyong ... ", lalu Junpyo duduk di depan Jandi.


Para pelayan mulai mengedarkan piring-piring berisi sarapan yang terdiri atas sepasang telur mata sapi dan steak daging sapi dengan kacang-kacangan pelengkap ke hadapan para majikan yang duduk menghadapi meja. Mereka makan tanpa bersuara. Hanya terdengar bunyi garpu dan pisau yang beradu dengan piring dan bunyi kunyahan dari mulut mereka. Lima belas menit kemudian mereka menyelesaikan semua makanan yang tersedia. Para pelayan mulai menyingkirkan semua peralatan sarapan dari atas meja.

Hening sejenak sebelum jandi memulai pembicaraan di antara mereka. Dia berdeham perlahan dan menghadap ke Goo Jun Hyun dan Moon Yong Hee ..
"Ehemmm ... saya ... saya ingin bertemu dengan haraboji hari ini ... "

Mendengar itu Junpyo langsung memandang kearahnya. Senyum mengejek terbayang di wajahnya yang dingin  ..
"Baru semalam kamu sudah ingin melanggar aturan di sini ... "

Dahi Jandi berkerut. Perhatiannya dialihkan ke Junpyo ..
"Saya sangat menyadari posisiku di rumah ini .. dan kamu jangan khawatir Goo Jun Pyo-ssi, saya tidak akan melakukan sesuatu yang dapat merusak nama besarmu ... saya tidak akan keluar setapakpun dari rumah ini .. haraboji yang akan mengunjungiku di sini ... "

Junpyo mengangkat bahunya. Dia tidak terpengaruh dengan perkataan Jandi ..
"Bagus kalau begitu ... saya berharap kamu bisa memegang kata-kata yang telah kamu ucapkan .. "
Kemudian dia berdiri dari kursinya, bermaksud berlalu dari situ.

"Mau kemana Junpyo-ya? .. Hari ini adalah hari pertama bulan madu kalian, apakah kamu tidak perlu mengajak Jandi berjalan-jalan di luar ... ", perkataan Hyun Jun menghentikan langkah Junpyo.

Pemuda dengan rambut keriting lebat itu langsung berbalik ke appanya.
"Saya sudah menuruti keinginanmu, masih belum puas? ... kamu menyuruhku menikahinya dan sekarang telah kulakukan .. kamu tidak berharap saya akan memperlakuannya sebagai istri beneran, kan? ... ohhh .. kembalilah ke kenyataan .. semua ini cukup sampai di sini, jangan berharap yang lebih dariku!!!!"

Junpyo berlalu dari ruangan itu, tanpa memperdulikan teriakan dari belakang ..

"JUNPYO-YAAAAAAA ...............!!!!!!"

"Anak ini ... ", Yong Hee mengeleng-gelengkan kepalanya. Kemudian dia berpaling ke Jandi, "Mianhe Jandi-ya ... "

"Ohh ... gwencana ..", kata Jandi, lalu lanjutnya lagi, " Saya akan menelepon haraboji dan memintanya datang sekarang juga, jika appa dan omma mengijinkannya ... "

Hyun Jun dan Yong Hee langsung menganggukan kepalanya, "Tentu saja Jandi-ya, .. kamu bisa melakukan itu .. ", kata mereka bersamaan.

Jandi tersenyum lebar. Sangat manis dan enerjik.
"Gomawo appa dan omma .. ", Jandi membungkuk dalam-dalam kearah kedua orang setengah baya itu. Lalu dia berlalu dari situ, berlari ke ruang kamarnya yang terletak di lantai atas.

************


Haraboji tiba di kediaman Goo sekitar setengah jam kemudian. Dia diantar masuk ke dalam rumah dan dibawa ke ruang tamu di lantai bawah. Ruangan itu sangat sepi. Hanya ada Jandi yang duduk di sofa panjang beralas kain beludru tebal.

"HARABOJI ... !!!!", Jandi berlari ke haraboji. Tangannya terbuka dan memeluk haraboji erat-erat.

"Yaaaa .. Jandi-ya!! .. ada apa denganmu? ... gwencana?", haraboji membalas pelukan Jandi. Dielusnya rambut cucu semata wayangnya dengan lembut.

"O gwencana .. ", jawab Jandi.

Haraboji mengangkat wajah jandi dengan telunjuknya. Ditatapnya cucu tersayangnya itu dengan seksama, "Benarkah? .. kamu tidak berbohong pada haraboji?"

"Tidak! ... paling tidak sekarang saya masih bisa bertemu dengan haraboji .., Ini adalah sesuatu yang paling membahagiakanku .. "

Haraboji mengelus rambut Jandi. Wajahnya yang keriput memperlihatkan kekhawatiran yang membuat Jandi tidak bisa mengeluarkan kata-kata lebih lanjut. Dituntunnya haraboji ke sofa. Lalu mereka duduk saling berhadapan di situ.

"Seharusnya haraboji tidak membiarkanmu mandiri sejak kecil, Jandi-ya ... haraboji sangat menyesal. Mungkin jika kamu dimanja sejak kecil, kamu tidak akan menerima perjodohan ini .. haraboji lebih berharap kejadiannya akan seperti itu ... ", airmata bening mulai mengalir dari sudut mata haraboji yang sudah mengeriput.

Jandi masih terdiam seribu bahasa.


"Jika benar begitu kejadiannya ... huhhh ... kamu tidak akan menderita Jandi-ya .. ", lanjut haraboji lagi.

Jandi menaruh sepasang tangannya di bahu haraboji. Matanya menatap lekat ke mata haraboji, seakan ingin menyakinkan sesuatu yang akan dikatakannya kemudian ..
"Haraboji .... saya tidak pernah menyesal melakukan semua ini .. Jika diberi kesempatan untuk memilih lagi saya akan tetap memilih jalan ini .... walaupun waktu yang kita habiskan bersama tidak banyak, tapi saya tahu kalau sebenarnya haraboji sangat mencintai saya ...."

Airmata haraboji mengalir lagi dengan deras. Jandi melanjutkan perkataannya .. "Haraboji tidak perlu terlalu mengkhawatirkan saya ... orang itu, hmmm .. maksudku Goo Jun Pyo, .. dia tidak tertarik padaku .. lebih tepatnya lagi, dia tidak akan pernah tertarik padaku, dia tidak akan menyentuhku ... jika .. jika .. dia berani berbuat macam-macam .. saya tidak akan membiarkannya, .. Haraboji percayakan pada kemampuan saya dalam menjaga diri?"

Jandi mengangkat tinjunya di hadapan haraboji. Tampangnya sangat serius sehingga membuat haraboji tidak mampu menahan ketawanya yang langsung meledak saat itu juga.

"Ha .. ha.. tentu saja haraboji percaya pada kemampuanmu, .. nanny sering menceritakannya ke haraboji ..."

Perkataan haraboji membuat Jandi menurunkan tinjunya perlahan. 'Nanny ... ' panggilan itu menimbulkan kerinduan dan rasa bersalah  dalam hatinya. Haraboji yang melihat perubahan Jandi mendesah pelan.
"Nanny tidak mengetahui pernikahanmu?"

Jandi mengeleng perlahan. Dia tidak mampu menceritakannya. Tanggapan nanny dari pernikahan ini diketahui pasti oleh Jandi. Nanny akan menolak mati-matian.

**************


Junpyo menghabiskan sehari penuh dengan F3. Setelah memaksa F3 menemaninya bermain golf dan judo, akhirnya mereka berhenti di landasan terakhir, bar yang sudah merupakan markas yang biasa mereka kunjungi. Waktu sudah malam saat itu.


"Yaa Junpyo-ya, ada apa denganmu haaa? .. hari ini permulaan bulan madumu kan? Mengapa memaksa kami menemanimu? .. Kemana istrimu?", goda Woobin.

Junpyo mendelik kearah Woobin. Sedangkan yang lain, Yi Jeong dan Ji Hoo saling berpandangan dengan bibir tergigit rapat, berusaha menahan ketawanya yang hampir meledak.

"SONG WOO BIN!! Kuperingatkan kamu untuk pertama dan terakhir kalinya, jangan mengungkit nama itu dihadapanku !!!!!!", bentak Junpyo keras dan mengelegar.

"Yaaaaaa .. memangnya kenapa Junpyo-ya? .... Saya lihat Jandi gadis yang sangat manis .. ", celetuk Ji Hoo.

Woobin mengangkat tangannya ke Ji Hoo dan suara 'plakkkk ... ' terdengar ketika kedua tangan mereka bertemu.

"MANISSS??? ... kalian tidak mengenalnya, tapi dengan mudah kalian berkata kalau dia gadis yang manis? ... HUHHH SUNGGUH TIDAK BISA DIPERCAYA ...!!!", Junpyo mengomeli F3 yang tertawa lebar di tempatnya.

"Mungkin kami tidak mengenalnya, Junpyo-ya  .. tapi kami melihatnya dengan jelas pada saat pernikahan kalian di gereja ...", jawab Yijeong sambil tertawa ngakak.
 
Mata Junpyo terbelalak lebar. Kemarahannya mulai meledak dengan godaan yang didengarnya terus-menerus.
"Hentikan itu!!!!! .... Jika tidak, kalian akan merasakan akibatnya!!!! .... Jangan mengungkit nama itu lagi dan ... saya peringatkan pada kalian ... jangan melakukan sesuatu yang tidak saya ijinkan ... "

F3 mengangkat bahu. Tanpa pengetahuan Junpyo, mereka saling melempar pandangan dengan penuh arti.

***************


Keesokan harinya, pagi-pagi sekali Junpyo sudah meninggalkan rumah. Menurut yang didengar Jandi dari Yong Hee, Junpyo ada janji makan siang tidak resmi dengan seorang partner kerja dari Austaralia yang sekarang lagi liburan di Korea. Jandi jadi berpikir kalau Junpyo sengaja ingin menghindarinya. Janji itu dilakukannya di siang hari mengapa dia menghilang sepagi ini?

Setelah sarapan bersama dengan Jandi, Hyun Jun dan Yong Hee keluar rumah. Mereka akan menghadiri acara minum teh yang diadakan salah seorang sahabat dekat Hyun Jun. Mereka mengajak Jandi ikut serta, tapi Jandi menolaknya dengan halus. Selain alergi dengan acara seperti itu, alasan paling utama adalah tanpa seijin Junpyo, dia tidak akan keluar dari rumah. Itu sudah merupakan janjinya. Dan dia tidak ingin mengambil kesempatan selama Junpyo tidak di rumah. Dia tidak boleh dipandang rendah lagi oleh pria sombong itu.

Sekarang tinggal Jandi sendirian di dalam rumah itu, ditemani para pelayan yang sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Jandi sedang membaca sebuah majalah ketika seorang pelayan dengan tergesa berlari kearahnya. Nafas pelayan muda itu terengah-engah ketika sampai dihadapannya.
"A .. gashi ... "

Jandi mengalihkan perhatiannya dari majalah ke pelayan itu.
"Ada apa?", tanyanya. Si pelayan masih terlihat mengendalikan pernafasannya yang memburu. "Apa yang terjadi?", tanya Jandi lebih lanjut.

Pelayan itu menunjuk ke ruang tamu di depan dan berusaha mengeluarkan jawaban dengan susah payah. Tapi Jandi segera menghentikan usahanya itu, "Biar saya yang melihatnya sendiri?"

Jandi meletakkan majalah yang dipegangnya ke meja kecil di samping kursi yang didudukinya, kemudian berjalan ke ruang tamu. Dia sangat terkejut ketika melihat tiga orang pemuda berpakaian resmi yang sangat rapi sudah berada di sana.

"Anyongheoseyo ... Geum Jan Di .. ", sapa salah seorang tamu itu, yang tidak lain adalah YiJeong.

Jandi mengangguk perlahan, "Anyongheoseyo .... ", balasnya.

Tindakan ini diikuti oleh Woobin dan Jihoo. Senyum lebar tersungging di wajah mereka. Jandi yang kebingungan tidak tahu harus berbuat apa. Dipersilahkannya ketiga tamunya itu duduk kembali ke sofa. Jandi mengambil tempat di depan mereka. Dahi Jandi berkerut dalam usaha mengingat ketiga pemuda itu. Wajah mereka tidak asing dalam ingatannya. Kalau tidak salah dia pernah bertemu dengan mereka.

"Masih ingat pada kami, Jandi-ya?", Jihoo memulai pertanyaan itu dengan suaranya yang tenang dan lembut. Dia berusaha mengurangi kegugupan Jandi yang terlihat jelas.

Jandi mengeleng perlahan, "Wajah kalian tidak asing .. tapi cheoseongheyo .. saya tidak bisa mengingatnya .."

Woobin tertawa perlahan diikuti yang lain. Dia mengangkat tangannya ke Jandi, "Ohh itu tidak menjadi masalah, Jandi-ya .. kami memakluminya .. pertemuan kita terlalu singkat .., Kenalkan namaku Song Woo Bin,.. yang itu So Yi Jeong dan Yoon Ji Ho ..", Woobin menunjuk kearah Yijeong dan Jihoo, " kami adalah sahabat Junpyo sejak kecil, .. kita sudah bertemu di acara pernikahan kalian dua hari yang lalu ... "

Mulut Jandi terbuka perlahan. Dia ingat sekarang!! Ketiga pemuda yang menjadi pusat perhatian waktu di gereja. Wajahnya lalu menjadi serius. Walaupun ketiganya kelihatan sangat manis, Jandi tidak yakin mereka akan menjadi teman yang cocok untuknya.
"Terimakasih!! .. saya ingat sekarang, ... lalu .. apa maksud kalian kemari?"

"Ohh come on, Jandi-ya .. jangan dingin begitu .., kami sudah capek menghadapi Junpyo ... Kami tidak ingin melihat Junpyo versi cewek lagi ... ", Woobin memanjangkan bibirnya, berpura-pura terganggu dengan sikap Jandi. Yang lain tertawa geli melihat tampang lucu Woobin.

Jandi yang semula sudah mengambil keputusan untuk tidak begitu memperdulikan F3 jadi tidak bisa menahan perasaannya begitu melihat tampang Woobin. Dia tersenyum lebar. Ketiga tamunya ini memberikan perasaan nyaman dan santai yang sangat diperlukannya sekarang.
"Baiklah, saya akan merubah sikapku ... Saya tidak mau disamakan dengan manusia dingin itu .. "

F3 tertawa keras mendengar perkataan Jandi.

"Coolllllllll Jandi-ya!!!", Woobin mengangkat jempol ke Jandi.

"Kalau saya boleh tahu, apa maksud kedatangan kalian?", Jandi bertanya sambil tersenyum lebar.

"Kami hanya penasaran dengan istrinya Junpyo ha..ha .... , saya cuma bercanda, jangan cemberut begitu!! .. , sebenarnya .. semula kami bermaksud melihat bagaimana dirimu yang sesungguhnya dan sekarang kami mengambil keputusan bulat kalau kami sangat menyukaimu ... kami tahu kamu sendirian dalam peperangan dengan Junpyo ... kami akan selalu mendukungmu .. "

Mendengar perkataan Yijeong, pandangan Jandi tertunduk perlahan. Dia merasa terharu dengan perhatian mereka. Karena hampir sepanjang hidupnya dihabiskan di Italia, Jandi tidak punya sahabat di Korea, dan dia merasa sangat terhibur dengan inisiatif mereka untuk menjadikannya sebagai sahabat. Ini tidak gampang, mengingat F3 merupakan sahabat karib dari Junpyo, orang yang tidak menyukainya.

"Ghamshamida .... ", kata Jandi perlahan, lalu dilanjutkannya lagi setelah perasaannya sudah terkendali, "Bagaimana kalau kalian ikut makan siang di sini?"

"Ohhh .. tentu saja kami akan menerimanya dengan senang hati .. ", jawab Jihoo sambil tersenyum yang langsung diiyakan oleh yang lain.

***************


Makan siang mereka habiskan sambil berbincang-bincang dan tertawa-tawa gembira. Dalam waktu yang relatif singkat, mereka sudah sangat akrab layaknya sahabat yang sudah saling mengenal sejak kecil.


Setelah menyelesaikan makan siang dalam waktu setengah jam,  mereka memindahkan pembicaraan ke ruang tamu depan. Perbincangan berjalan dengan ramai sampai kemunculan Junpyo di ambang pintu ruang tamu.

"YAAAA .. APA YANG KALIAN LAKUKAN DISINI??", teriak Junpyo dari tempatnya. Wajahnya berkerut tanda tidak senang. Dia berjalan cepat kearah Jandi dan F3, lalu berhenti di depan mereka dengan tangan disilangkan di depan dada.

"GOO JUN PYO .... ??", mata F3 terbelalak lebar melihat kemunculan Junpyo.

"Mengapa kamu bisa ada di sini? ..... Bukankah kita sudah berjanji akan berkumpul di arena skating setelah jam makan siang?", Yijeong melanjutkan pertanyaannya setelah tadi meneriakkan nama Junpyo.

"Saya bermaksud ganti baju dulu sebelum ke sana dan ... HEIIIII!!! JANGAN MENGALIHKAN PERHATIAN KE MASALAH LAIN, .. SEKARANG JAWAB PERTANYAANKU, APA YANG KALIAN LAKUKAN DISINI ?", wajah Junpyo memerah karena menahan gejolak emosi dalam hatinya.

"Kenapa kamu semarah itu Junpyo-ya? .. kami cuma bermaksud berteman dengan istrimu .., dia gadis yang manis ... ", jawab Jihoo, berusaha menenangkan Junpyo.

Tapi maksudnya salah alamat. Mendengar jawaban itu, kemarahan Junpyo semakin menjadi-jadi ...
"DIA TIDAK PERLU BERTEMAN DENGAN KALIAN, .. JADI SAYA INGATKAN!!, JANGAN KEMARI LAGI JIKA SAYA TIDAK ADA DI RUMAH, ARASO? .. saya tidak ingin mendengar pemberitaan yang akan merusak nama keluarga Goo, jadi jaga sikap kalian ...", lalu beralih ke Jandi, "KAMU JUGA, JAGA PERKATAANMU ... JANGAN BERSIKAP SOK AKRAB DENGAN PRIA LAIN, INGAT JANJI YANG TELAH KAMU BUAT BEGITU MEMASUKI KELUARGA BESAR GOO ... "

Perlahan Jandi memejamkan matanya. Dengan sekuat tenaga dia menahan kemarahan yang sudah hampir berada di ujung kepalanya.

"SEKARANG JUGA KALIAN KELUAR DARI RUMAHKU ...  CEPAT!!!!", Junpyo mengarahkan telunjuknya ke pintu depan.

F3 saling melempar pandangan satu sama lain. Yijeong bermaksud mengeluarkan protes tapi langsung ditahan Woobin. Melihat sinar mata Woobin dan Jihoo, Yijeong langsung menyadari kalau tindakannya itu akan percuma saja. Kemarahan Junpyo tidak bisa diredam pada saat ini. Mungkin mereka harus memberi waktu kepada Junpyo untuk menenangkan diri dulu.

F3 berdiri dari sofa kemudian berjalan keluar dari rungan itu.

"ACARA HARI INI BATALLL!!!", teriak Junpyo, mengetarkan seisi ruangan.

Para pelayan sudah menjauh dari ruang tamu ketika melihat mendung yang menutupi wajah Junpyo sejak kepulangannya ketika mendapati F3 ada di rumah bersama istrinya.

"Mengapa sikapmu seperti itu? ... Beginikah caramu bersikap pada teman baikmu?", dahi Jandi berkerut melihat tindakan Junpyo.

"Kenapa? .. sakit hati? .. mana janjimu, yang katanya akan selalu menjaga nama baik Goo, Geum Jan Di-ya? ..... Dengan tertawa selebar itu ke pria lain, apakah juga termasuk dalam janji itu???", Junpyo melotot ke Jandi. Kemurkaannya sudah tidak bisa dibendung lagi.

"Ka .. ka ... mu .. ", suara Jandi tertahan di kerongkongan. Dia ingin membantah, tapi tidak bisa. Walaupun kemarahan Junpyo tidak pada tempatnya, tapi Jandi menyadari ada kebenaran dalam perkataan yang pedas itu. Dengan pertimbangan matang, akhirnya Jandi memutuskan untuk berlalu dari ruangan itu.

"HEIIII .. GEUM JAN DI!!!! MAU KEMANA, SAYA BELUM SELESAI DENGANMU!!!


Teriakan Junpyo tidak diperdulikan Jandi. Dia menuju ke kamar tidur di lantai atas dan mengunci pintunya. "Malam ini kamu tidur di kamar tamu ... ", Jandi mencibirkan mulutnya ke pintu kamar.

*************


Selama dua hari ke depan Jandi bisa menghabiskan waktunya dengan tenang. Junpyo akan menghadiri pameran lukisan yang diselenggarakan salah seorang partner Shin Hwa di luar kota sehingga akan berada di  sana selama dua hari.

F3 mengunjunginya di hari pertama. Mereka menghabiskan waktu dengan bermain dan berbincang gembira. Hari kedua Jandi habiskan di kebun bunga, sesuatu yang sangat disukainya dan sudah tidak dilakukannya lagi begitu menginjakkan kaki  di Korea.

Tapi malam harinya keresahan kembali membayangi Jandi. Begitu mengingat akan kepulangan Junpyo keesokan harinya, hati Jandi langsung menjadi asam.

************


Junpyo tiba di rumah sehabis jam makan siang. Dia kelihatan sangat lelah. Tidak ada kata-kata yang terucap dari bibirnya. Hampir setengah hari dihabiskannya dengan tidur dan malas-malasan di dalam kamar.

Malam harinya, Jandi mendapati Junpyo sedang mengemas pakaian ke koper besar. Semua pakaian yang terhampar di ranjang dipaksa masuk ke koper dengan asal-asalan.

"Kamu mau kemana?", tanya Jandi, sekedar basa basi.

Junpyo melirik Jandi melalui pundaknya. Dia terus melakukan kesibukkannya ketika menjawab pertanyaan Jandi ...
"Tidak ada urusannya denganmu ...!! ", yang sebenarnya tidak kelihatan layaknya sebuah jawaban.

Jandi mendengus perlahan. Diperhatikannya kesibukkan Junpyo tanpa mengeluarkan suara. Dua menit kemudian dia tidak bisa menahan diri lagi, didorongnya Junpyo ke samping dan mengeluarkan seluruh pakaian yang telah dimasukan Junpyo secara sembarangan ke dalam koper.

"Yaaa .. a .. apa yang kamu lakukan ... ?", protes Junpyo.

"Jika kamu memaksa memasukan semuanya seperti ini, saya berani jamin kopermu tidak akan bisa ditutup!!", balas Jandi keras, Junpyo terdiam, lalu Jandi melanjutkan perkataannya lagi, "Biar saya yang melakukannya untukmu ... "

Junpyo berjalan ke ranjang sambil meraba kepalanya yang tidak gatal. Dia menjatuhkan diri di situ. Perhatiannya terarah lurus ke kegiatan yang dilakukan Jandi. Semua pakaian dilipat dengan sangat rapi oleh Jandi dan dimasukan satu persatu ke dalam koper. Lalu dia berjalan ke lemari besar yang bersandar di dinding tengah ruangan. Membuka laci dan mengeluarkan sesuatu dari sana, kemudian memasukannya ke koper.

"Yaaa .. a .. apa  .. itu?", protes Junpyo lagi.

"Kamu akan lama berada di luar, kan? .. kamu akan memerlukan ini, percayalah padaku .. ini adalah obat-obatan untuk persiapan dalam keadaan mendesak, jadi kamu harus membawanya ... ", Jandi meneruskan kesibukannya lagi.

"Saya harus ke Amerika selama dua minggu ... ada konferensi dan beberapa meeting yang harus kuhadiri di sana .. ", kata Junpyo perlahan. Jandi tidak memberi tanggapan, dia masih sibuk dengan kegiatannya. Junpyo kemudian meneruskan perkataannya, "Setelah pulang dari sana .. kita akan menghadiri pesta pernikahan Yijeong .. jadi siapkan dirimu .. "

Jandi menghentikan kegiatannya ..
"Pernikahan Yijeong? .... Yijeong akan menikah? .. tapi .. mengapa dia tidak memberitahukannya padaku?"

"Mengapa Yijeong harus memberitahukannya padamu? .. apa hubungannya dia denganmu? .. heii Geum Jan Di-ya, jangan katakan padaku kalau kamu masih berhubungan dengan mereka di belakangku?", tampang Junpyo mulai kelihatan terganggu dengan pertanyaannya sendiri.

Jandi tidak menjawab pertanyaan Junpyo. Setelah semua pakaian dimasukan dengan rapi ke dalam koper, Jandi berjalan ke sofa dan membaringkan badannya di sana.

"Heii Geum Jan Di-ya, kamu tidak bermaksud menjawab pertanyaanku HAAA??", suara Junpyo terdengar mengeras.


"TIDAKKKK!!! Apapun jawabanku, kamu tidak akan mempercayainya, kan?", sepasang mata Jandi berkilat kearah Junpyo. Lalu perlahan dia memejamkan mata dan merapatkan selimut ke tubuhnya.

Tampang Junpyo melunak ketika melihat Jandi meringkuk di sofa. Dan sekali lagi dia dikejutkan oleh perkataannya kemudian ..
"Malam ini gantian kamu tidur di sini .. biar saya yang tidur di sofa ..". Setelah mengeluarkan keinginan supaya Jandi ikut dengannya ke pesta pernikahan Yijeong, sekarang dia mengajukan permintaan yang lebih mustahil lagi. Junpyo mengeleng dalam hati setelah menyadari perubahannya sendiri.

"Kamu? .. tidur di sofa? .... kamu salah minum obat ya Goo Jun Pyo-ssi?", Jandi membelalakan matanya ke Junpyo, seakan melihat sesuatu yang paling mustahil di dunia ini.

Junpyo mendecak keras. Dia segera berdiri dari ranjang dan berjalan ke sofa. Dipindahkannya semua perlengkapan tidur Jandi, bantal dan selimut ke ranjang.
"Tidur di sini kataku!! ... ini perintah!! , arasoo?"

Junpyo membawa selimut dan bantalnya ke sofa. Kemudian dia berbaring di sana dengan kaki yang agak ditekuk karena ukuran sofa yang tidak sebanding dengan tinggi badannya. Jandi memperhatikan Junpyo dari pembaringan. Ada sesuatu mendesir dalam hatinya. Terus terang dia merasa tersanjung dengan perhatian yang mendadak diberikan Junpyo.

Dia juga merasa kasihan melihat keadaan Junpyo yang terlihat tidak nyaman di sofa. Jandi mengeleng perlahan. " Untuk apa saya merasa kasihan padanya .., waktu saya tidur di sofa, apakah dia juga kasihan padaku? Tidak!! ... Dia sedang memakai topeng, Jandi-ya, jangan percaya padanya!!.

Lalu Jandi menutup matanya rapat-rapat. Berusaha tidur dengan pikiran penuh tentang keanehan sikap Junpyo.

*************


Dua minggu kemudian ...
Junpyo pulang dari Amerika dengan tampang kusut. Selain karena capek dengan perjalanan puluhan jam itu, juga karena kesibukan yang hampir membunuhnya selama dua minggu terakhir. Selama itu Junpyo hanya menelepon sebanyak 2 kali ke Korea dan itupun hanya berupa pertanyaan pendek 'apakah semuanya baik-baik saja'. Jandi yang menerima kedua telepon itu, karena cuma dia yang berada di rumah pada saat itu. Hyun Jun dan Yong Hee selalu sibuk dengan kegiatannya yang bejubun di luar sana.

Kepulangan Junpyo tidak merubah apapun yang terjadi pada saat pertemuan terakhir mereka. Junpyo berkeras tetap tidur di sofa dan membiarkan Jandi tidur di ranjangnya. Dan walaupun Jandi memprotes dengan beribu alasan, Junpyo tetap keukeh dengan perkataannya. Ini tidak mengherankan, karena Junpyo memang selalu dikenal dengan keras kepala dan ketegasannya dalam memegang semua ucapan yang keluar dari mulutnya.

************


Pernikahan Yijeong diselenggarakan di pulau Jeju esok harinya. Pagi-pagi sekali, sekitar pukul 6:30, Junpyo dan Jandi naik pesawat pribadi ke pulau Jeju. Acara dimulai dengan pengucapan sumpah di gereja kecil dekat laut. Pemandangan di sana sangat indah dan acara tersebut berjalan dengan lancar. Istri Yijeong masih sangat muda. Dia seorang gadis manis yang pemalu. Ketika Yijeong mencium bibirnya, wajah mungilnya langsung memerah. Jandi tersenyum perlahan, sedangkan Junpyo yang duduk di sampingnya bertepuk tangan meriah.

Jandi melirik sekilas ke Junpyo. Terbayang kembali pernikahannya dengan Junpyo sebulan yang lalu. Acara itu tidak seromantis seperti yang dilihatnya sekarang. Yijeong benar-benar pria yang mampu membuat hubungan antara pria dan wanita menjadi lebih baik , tidak seperti Junpyo.

Acara selanjutnya dilanjutkan dengan pesta meriah di kediaman Yijeong. Taman yang digunakan untuk menjamu para undangan sangat luas dan dihias sedemikian rupa. Berbagai makanan terhampar di sepanjang meja panjang yang dijajarkan di sudut taman. Lampu-lampu hias beranekawarna tergantung di sepanjang taman dan orkestra lembut mengiringi semua kegiatan di sana. Beberapa tamu meluncur di tengah taman yang dijadikan sebagai tempat dansa. Para pelayan dengan sikap resmi berjalan kesana kemari sambil menawarkan minuman di tangan mereka.

Yijeong dan istrinya, Chu Ga Eul, melayani para undangan dengan sangat baik. Senyuman tidak pernah terlepas dari wajah mereka. Keluarga mereka juga kelihatan sangat tersanjung dengan pujian dari para undangan. Mereka memang kelihatan sangat cocok satu sama lain. Dan ini sangat diakui Jandi. Walaupun pernikahan mereka hasil perjodohan dari orang tua masing-masing, tapi tidak kelihatan ada masalah sedikitpun dari perjodohan ini. Tidak seperti dia dan Junpyo. Jandi mengigit bibirnya. Lagi-lagi dia membandingkan pasangan Yijeong dengan dirinya sendiri.

"Jandi-ya, apakah kamu bisa menikmati pesta ini? ... maaf jika membosankanmu ... ", Yijeong dan Gaeul sekarang sudah berada di samping Jandi.

"Ohh ini pesta yang luar biasa, Yijeong-aa ... and chukae buat pernikahan kalian .. ", Jandi melirik Gaeul, "istrimu sangat cantik ..."


Wajah Gaeul memerah. Kepalanya tertunduk perlahan. Dia sungguh sangat pemalu. Yijeong langsung mengenggam tangan Gaeul, berusaha membuatnya lebih nyaman.
"Kamu juga berpendapat begitu ya Jandi-ya?"

Jandi mengangguk, lalu mengacungkan jempolnya. Kepala Gaeul tertunduk lebih dalam lagi.

"Ternyata kalian berada di sini!!", seruan itu membuat Jandi, Yijeong dan Gaeul menoleh ke belakang dalam waktu bersamaan. Junpyo, diikuti Jihoo dan Woobin dari belakang, berjalan kearah mereka.

"Heii .. So Yi Jeong, selamat buat pernikahanmu ... ", Junpyo menepuk lengan Yijeong. Jihoo dan Woobin melakukan hal yang sama.

Junpyo lalu berpaling ke Jandi, "Apakah kamu sudah makan?"

Jandi mengangguk, kemudian menjawab pelan, "Sudah ... "

F3 cengar cengir sendiri melihat interaksi antara keduanya. Sedangkan Gaeul yang tidak tahu apa-apa hanya memperhatikan Junpyo dan Jandi dengan pandangan bertanya, 'Mereka sama sekali tidak mirip suami istri .. '

Perbincangan santai terjadi antara mereka selama lima belas menit sebelum panggilan untuk acara selanjutnya buat sepasang pengantin diumumkan oleh pembawa acara. Jandi, Woobin dan Jihoo berlalu dari situ untuk membantu mempersiapkan keperluan acara. Junpyo juga bermaksud mengikuti langkah ketiganya ketika sebuah tangan menepuk lengannya.

"Junpyo-a .. bagaimana hubunganmu dengan Jandi?", Yijeong bertanya kepadanya dengan serius.

Dahi Junpyo berkerut, "Apa yang bisa terjadi antara kami bisa kamu lihat sendiri .. "

"Dengarkan kata-kataku, Junpyo-ya!! ..... Pernikahan dari perjodohan keluarga mungkin bukan ide yang bisa kita terima .. tapi pikirkanlah baik-baik, bagaimana perasaanmu ketika bersamanya, apakah perasaan itu masih sama atau tidak? ... saya percaya kamu mengerti dan bisa mencerna kata-kataku Junpyo-aa ... , Saya juga sepertimu, semula tidak menaruh harapan sedikitpun terhadap perjodohan ini .. tapi .. sekarang saya merasa dia atau .. yang sesungguhnya perjodohan ini tidak seburuk anggapanku semula ... ", Yijeong menepuk lengan Junpyo berulangkali sambil tersenyum lembut sebelum meninggalkan Junpyo yang termangu di tempat.

*************


Keesokan harinya, Junpyo memulai pekerjaannya di Shin Hwa Group. Setelah ditinggalkan selama sebulan, banyak hal yang harus diselesaikannya dalam perusahaan itu. Junpyo pulang agak larut malam itu. Sekitar jam 9 malam dia baru menginjakkan kakinya di pintu depan.

Seorang pelayan membukakan pintu dengan tampang cemas. Dia lebih gugup lagi ketika melihat Junpyo berdiri di depannya dengan alis berkerut ..
"Ada apa?"

"Tuan muda .. agashi ... agashi ... sakit ... ", jawab si pelayan dengan khawatir.

"SAKIT??? .... Sakit apa? .. ", Junpyo melangkah cepat ke dalam rumah, "Dia ada dimana?"

"Agashi ada di kamarnya .. tuan .. "

"MINTA DOKTER KIM DATANG KE SINI, SEKARANG JUGA!!!", perintah Junpyo. Suaranya mengelegar ke seluruh ruangan.

"Dokter Kim sudah memeriksa agashi tadi sore .. katanya agashi demam ... "

"TADI SORE??? .... MENGAPA TIDAK ADA YANG MEMBERITAHUKU??", teriak Junpyo.

Pelayan itu semakin ketakutan. Dia langsung mundur ke belakang..
"Agashi .... agashi yang menyuruh .. kami .. untuk tidak menghubungi .. tuan ... "

Mata Junpyo terpejam perlahan ... "Huhhh Geum Jan Di .. kamu ..  ini ... ", giginya bergemelatuk hebat, "Apakah dia sudah makan obat?", tanya Junpyo setelah berhasil meredam emosinya.


"Sudah, tuan .. "

"Lalu kemana tuan dan nyonya besar ...?"

"Mereka sedang berada di luar kota tuan ... Ada undangan pesta dari teman nyonya besar .. mereka akan berada di sana selama tiga hari ... ", jawab si pelayan dengan sangat hormat.

Junpyo mengangkat tangannya, "Teruskan pekerjaanmu ...!!", lalu dia berlari menaiki tangga berputar menuju kamar tidurnya di lantai atas.

Junpyo membuka pintu dan mendapati Jandi sedang terbaring tidak berdaya di ranjang. Wajahnya sangat pucat. Junpyo mengigit bibirnya. Hatinya seperti dihantam palu besar, sakit dan nyeri. Dengan perlahan dia berjongkok di dekat Jandi. Salah satu tangannya mengenggam erat tangan Jandi yang dingin, sedangkan yang lainnya lagi menyentuh jidat Jandi yang terasa panas membara.
"Jandi-ya ... bisakah kamu mendengarku, Jandi-ya?", suaranya terdengar sangat lembut.

Sepasang mata Jandi terbuka perlahan .. "Goo Jun Pyo ... ?", desahnya pelan.

"O .. ini Goo Jun Pyo ..., kamu baik-baik saja, kan?"

Jandi berusaha bangkit dari pembaringannya tapi dia tidak punya tenaga untuk itu. Tangannya mengenggam erat tangan Junpyo ...
"Junpyo-ya ... bolehkah .... bolehkah .. sa ..ya  .. meminta se .. suatu .. pada .. mu ?"

Junpyo menekan pelan kedua bahu Jandi sehingga membuatnya terbaring kembali, "Jangan bergerak .. badanmu masih sangat lemah ..., Apa yang kamu mau? Katakan padaku ... "

"Saya .. sa .. ya ingin pulang .. ke rumah haraboji .. "

"Tidak bisa!!!", tolak Junpyo cepat, "Apapun permintaanmu akan saya turuti, tapi tidak yang satu ini ... "

"Cuma malam ini .. Junpyo-ya .. dan .. saya berjanji .. cuma sekali  .. saya tidak akan .. memintanya lagi .. ", suara Jandi terdengar memelas.

"Yaaaa Geum Jan Di!!! .. Jangan memakai penyakitmu sebagai senjata untuk memaksaku melakukan sesuatu yang tidak kusukai .... sudah kubilang aku akan mengabulkan semua permintaanmu, tapi tidak untuk yang satu ini ............. Jika kamu sudah sembuh, saya akan membuatkan makanan istimewa buatmu .. saya yang akan membuatnya sendiri, dengan tanganku, .. bagaimana? kamu puas kan?"


Jandi mengeleng cepat ..
"TIDAKKKKK!!!! .. Saya tidak mau apapun, saya hanya ingin bertemu haraboji!!!!", Airmata dan isakan keras mulai keluar dari mulut Jandi. Dia tersedu sambil menarik selimut menutupi wajahnya.

Junpyo tertegun. Untuk pertama kalinya dia melihat Jandi menanggis. Biasanya cewek ini sangat tangguh, walaupun diledek dan dimarahi sedemikian rupa tetap tidak akan memperlihatkan airmatanya. Tapi kali ini sangat lain. 'Dia mungkin sangat merindukan kakeknya..', Junpyo menghembuskan nafas sekuat tenaga.

Sekarang baru disadari oleh Junpyo bahwa gadis ini, setangguh apapun dia ... tetap saja gadis yang masih sangat muda. Umur delapan belas tahun tidak akan menjadikannya benar-benar mandiri. Ada saatnya dia akan meledak juga. Seperti saat ini, sifatnya yang kekanakan dan tidak mau menyerah keluar juga.

"Baiklah, kamu jangan menanggis lagi .. Saya akan mengabulkan permintaanmu .. tapi, ingat Jandi-ya!!, hanya sekali ini saja .. jangan memintanya lagi padaku, aku tidak akan mengabulkannya ... ", Junpyo menatap tajam ke Jandi, kemudian melanjutkan perkataannya lagi, "Cuma kamu Jandi-ya yang bisa membuatku menelan kembali kata-kata yang telah kukeluarkan .... "

Jandi tersenyum kecil. Matanya menyiratkan sesuatu yang tidak dimengerti oleh Junpyo.
"Gumawo, Junpyo-ya ... Saya berjanji tidak akan mengulanginya lagi .... "

"Kita berangkat sekarang ... apakah kamu bisa berjalan sendiri? atau ... mungkin lebih baik saya mengendongmu?", Junpyo segera mengalihkan pembicaraan dari pandangan mata Jandi yang membuatnya gugup.

"TIDAKKK!! .. saya .. saya bisa berjalan sendiri ... ", tolak Jandi segera. Dia berusaha bangkit dari pembaringan tapi tidak berhasil. Kepalanya terasa pusing.

"Jangan membantah lagi !!! .. saya tidak ingin kamu pingsan di tengah jalan .... !!!"

Junpyo tidak membiarkan Jandi membantah lagi. Dia menyelipkan tangan ke leher dan pinggang Jandi kemudian mengangkatnya.

"YAAAAA .. GOO JUN PYO ..!!!!", teriakan Jandi menarik perhatian semua pelayan. Dia segera menutup mulut dengan kedua tangan. Sedangkan Junpyo dengan cuek mengendongnya ke dalam mobil.

************


Junpyo dan Jandi sampai di tempat haraboji setelah perjalanan yang memakan waktu setengah jam. Karena kelelahan dan pengaruh obat yang dimakannya, Jandi tertidur di mobil, dalam perjalanan itu. Junpyo mengendong Jandi keluar dari dalam mobil dengan sangat hati-hati. Haraboji memandanginya tanpa bertanya apa-apa. Jandi tidak terpengaruh dengan perubahan tempat di sekelilingnya. Dia masih tertidur pulas dalam dekapan Junpyo.


"Dia sedang sakit dan memintaku untuk mengantarnya kesini .. ", kata Junpyo ke haraboji. Sangat pelan seakan takut membangunkan Jandi dari tidur.

Haraboji mengangguk perlahan. Tanpa banyak bertanya, beliau membawa Junpyo ke kamar Jandi. Junpyo membaringkan Jandi ke ranjang yang terbalut seprai putih. Kemudian dia menyelimuti Jandi. Junpyo memperhatikan kamar Jandi untuk beberapa lama. Tidak ada yang menarik dari kamar ini. Semua yang ada di sini hanya terdiri dari warna putih dan abu-abu. Sama sekali tidak melukiskan sifat dari pemiliknya.

Haraboji mendesah perlahan. Seperti mengerti pertanyaan di kepala Junpyo, dia berkata ..
"Sejak kecil Jandi tinggal di luar negeri ... bagaimana sifatnya?, haraboji juga tidak begitu tahu .. apa yang dipikirkannya? apa yang diinginkannya? dan apa yang tidak disukainya? ... huhhhhh ..... tapi walaupun begitu haraboji mengetahui satu hal, dia sangat menyayangiku ... "

Junpyo berpaling ke haraboji. Wajah keriput itu terlihat semakin keriput. 'Apakah ini yang membuat Jandi menyetujui pernikahan ini? .. Apakah benar hanya karena harabojinya ini dan bukan karena uang yang sangat mereka perlukan? .. lalu ... apakah kedua hal ini ada bedanya?'. Junpyo mengeleng perlahan.

"Nak Junpyo, bisakah kita berbicara sebentar? .. ", haraboji berpaling ke Jandi, "Kita bicara di ruang kerja saja .. "

Haraboji keluar dari kamar. Junpyo tidak punya jalan lain selain mengikuti langkah kakek itu. Mereka melewati beberapa kamar sebelum akhirnya sampai di ruang kerja haraboji. Junpyo dan haraboji duduk saling berhadapan di antara beberapa lemari buku yang mendominasi kamar itu.

"Gumawo nak Junpyo-ya ...", ujar haraboji perlahan.

"Untuk apa?", tanya Junpyo. Dia tidak bisa menangkap maksud haraboji.

"Karena kamu sudah mengantar Jandi kesini .. karena perhatianmu, karena kasih sayangmu terhadap Jandi ... ", jawab haraboji. Pandangannya terarah lurus ke mata Junpyo.

Junpyo menjadi gugup .., "Saya .. saya tidak begitu ... Dia .. dia menanggis dihadapanku .. dan saya muak dengan tampang cengengnya .. jadi .. saya .. mengabulkan permintaannya itu ... "

Haraboji tertawa perlahan. Sebagai orang yang sudah hidup lebih dari enampuluh tahun  di dunia ini, haraboji dapat membaca sifat seseorang. Junpyo adalah seorang pemuda dengan ego besar. Dia tidak akan menyerah terhadap apapun dan siapapun. Karena itu dia lebih suka berkelit dari perhatian yang telah diberikannya ke Jandi. Dia tidak akan mengakuinya.

"Apapun alasanmu nak Junpyo, haraboji tetap ingin berterimakasih padamu ... Anak itu sudah kehilangan kasih sayang dari orangtuanya sejak bayi .. , haraboji tidak mempunyai waktu menemaninya sehingga dia hanya menghabiskan waktu dengan nanny ... sampai sepuluh tahun yang lalu, ketika dia baru berusia delapan tahun, dia mengambil keputusan sekolah ke luar negeri ..  ", haraboji berhenti sejenak. Junpyo memperhatikannya dengan seksama.

Haraboji menghembuskan nafas panjang, sebelum melanjutkan ceritanya ..
"Huuuu .... bisakah kamu bayangkan, anak berusia delapan tahun sudah bisa mengambil keputusan seperti itu? .... saat itu haraboji tidak mempunyai waktu untuk memikirkan apa yang menjadi penyebabnya, sekarang haraboji mengerti bahwa dia tidak ingin haraboji terlalu memperhatikannya ... dia ingin haraboji bisa bekerja dengan tenang ... "

"Lalu .. mengapa dia tidak membencimu?", tanya Junpyo yang membuat haraboji tersentak kaget.
"Apa yang kamu lakukan sangat keterlaluan, kan? .. jadi mengapa dia masih mau berkorban untukmu? .. maksudku ..dengan pernikahan kami ini .. ?", tanya Junpyo lebih lanjut.

"Karena .. dia adalah Geum Jan Di .. ", jawab haraboji perlahan, "selain jawaban itu .. haraboji tidak bisa memikirkan alasan yang lain ... Karena dia adalah seorang Geum Jan Di .. gadis yang dari luar tidak ketebak kepribadiannya tapi dari dalam mempunyai hati yang sangat lembut, yang mampu memaafkan tanpa pamrih ... "

Junpyo membisu. Penjelasan haraboji mengetok pintu hatinya yang paling dalam.

"Tapi sekarang haraboji tahu ada yang mengelisahkan hatinya ... "

Perkataan haraboji menarik perhatian Junpyo, "Apa itu?", tanyanya.

"Nanny ... pernikahan kalian tidak diketahui nanny, .. Jandi tidak tahu bagaimana cara untuk memberitahu nanny.. "

"Nanny itu siapa?"

"Pengasuhnya sejak bayi ... . Seseorang yang sudah seperti orangtuanya, yang selalu berada di sampingnya ... Jandi lebih dekat dengan nanny daripada dengan haraboji ... ", sepasang mata haraboji meredup.

Junpyo terdiam. Mendengar cerita dari haraboji tentang masa lalu Jandi membuat dia berpikir tentang kehidupannya sendiri. Mereka mempunyai masa kecil yang sangat berbeda. Dia sudah dimanja sejak kecil sehingga menyebabkan apapun harus dijalankan sesuai dengan keinginannya. Sedangkan Jandi mandiri sejak kecil. Dia tidak pernah memikirkan dirinya sendiri. Dia lebih mementingkan kepentingan orang-orang yang dicintainya.

Junpyo mengarahkan pandangan ke luar ruangan, "Untuk malam ini .. biarkan dia tidur di sini saja .. Saya akan menjemputnya besok, sepulang dari kantor ..", Junpyo berdiri dari kursi yang didudukinya, "Saya pulang sekarang ... sampai bertemu lagi .. ha.. ra boji .. ", panggilan haraboji terdengar kaku ketika terucap dari mulut Junpyo.

Haraboji tersenyum perlahan. Beliau menganggukan kepalanya. Junpyo membungkuk pelan kemudian keluar dari ruangan itu.

************


Seminggu kemudian ....
Jandi baru selesai membersihkan diri ketika seorang pelayan berlari kearahnya .., "A.. aga.. shi ... ", suaranya terdengar cemas.

"Ada apa?", tanya Jandi keheranan.

"Tuan .. tuan muda .. dokumen ini ... ketinggalan di .. ruang kerja ... ", jawab pelayan itu terbatah-batah.

Jandi sangat terkejut. Diraihnya dokumen yang disodorkan pelayan itu. Kalau tidak salah dokumen ini akan digunakan Junpyo untuk meeting penting pagi ini. Kemarin malam dia tidak sengaja mendengar pembicaraan Junpyo dengan Mr. Choi, sekretaris pribadinya. Jandi melihat jam yang terletak di dekat jendela, sudah jam 8 dan rapat itu akan dimulai setengah jam lagi.

Jandi bimbang sejenak. Dia mempertimbangkan apa yang harus dilakukannya. Menelepon Junpyo akan lebih menghabiskan waktu percuma. Menyuruh pelayan mengantarnya ke kantor, dia tidak bisa. Biasanya para pelayan sangat ceroboh. Bagaimana kalau mereka sampai menghilangkannya di tengah jalan? Tapi kalau dia pergi sendiri, berarti dia telah melanggar janjinya untuk tidak melangkah keluar dari rumah ini.

Setelah pertimbangan yang kesekiankali dan yang telah menghabiskan waktu lima menit, akhirnya Jandi mengambil keputusan terakhir. Setelah menganti pakaian dengan kemeja putih ketat dan rok mini warna hitam, Jandi berlari keluar rumah. Dia sudah menelepon taxi dan sekarang mobil itu sudah menunggunya di luar gerbang depan.

Jandi masuk ke dalam mobil. Dalam waktu lima belas menit Jandi sampai ke gedung Shin Hwa. Dia keluar dari mobil setelah membayar biayanya. Diperhatikannya gedung Shin Hwa dengan seksama. Gedung itu sangat megah dan mengambarkan kekayaan Shin Hwa Group.

Jandi menghembuskan nafas perlahan. 'Persetan dengan kekayaan Shin Hwa .. Semua itu hanya deretan angka yang tidak berpengaruh terhadapnya .. ". Jandi memasuki gedung Shin Hwa. Dia berjalan ke meja resepsionis.

"Saya ingin bertemu dengan presiden Goo  ..", kata Jandi ke gadis muda yang menjaga di sana.

"Apakah agashi sudah membuat janji dengan presiden Goo?", tanya resepsionis itu.

"Tidak, tapi ... ",

Perkataan Jandi segera dipotong oleh gadis itu ..
"Soseongheyo agashi .. presiden Goo ada rapat penting hari ini .. "

"Saya juga ada keperluan penting dengan presiden Goo ... "

"Maaf agashi .. tapi untuk saat ini kami tidak bisa menghubungi presiden Goo .. , Jika agashi tidak keberatan, agashi bisa menunggu pak presiden di sana ... ", resepsionis muda itu menunjuk sofa besar yang terdapat di tengah ruangan itu.

"Maaf nona tapi saya tidak bisa menunggu ... "

Jandi melangkahkan kakinya ke lift yang terdapat di belakang meja resepsion.

"AGASHIIII ...", gadis muda itu mengejar Jandi dan menghentikan langkahnya.

"Saya harus bertemu presiden Goo sekarang juga ... dokumen ini buat rapat penting yang akan diadakan beberapa saat lagi .. jadi jangan menghalagiku .."


Gadis keras kepala itu tidak menyingkir dari tempatnya.
"Soseongheyo agashi .. tapi saya tidak mendapat perintah untuk menerima dokumen apapun hari ini .. lalu siapa sebenarnya nama agashi? , jika saya boleh tahu, agar saya dapat menanyakannya ke presiden Goo .."

"Saya adalah ... ", Jandi berhenti di sini, setelah berpikir sejenak, dia melanjutkan perkataannya, "Saya bukan siapa-siapa .. saya hanya pembantu keluarga Goo .. "

"Jika agashi tidak berkeberatan, dokumen itu bisa ditaruh di tempat kami dan nanti ada petugas yang akan membawakannya untuk presiden Goo ... "

Jandi berdecak tak sabar ..
"Sudah saya katakan kalau dokumen ini buat rapat sekarang ... ", Jandi mendorong gadis reseh didepannya ke belakang lalu berlari ke lift yang pintunya terbuka.

************


Di ruang rapat utama Shin Hwa ...
Junpyo sedang kebingungan dengan dokumen yang tidak didapati di tas kerjanya. Mr. Choi memandang cemas ke majikannya itu. Semua orang dalam ruang rapat memandangi mereka, berharap rapat bisa segera dimulai.

Utusan dari Jung's Corporation, perusahaan Korea yang berpusat di Italia, yang dikepalai oleh Jung Jae Hea berdeham pelan ..
"Ehemmm .. Goo Jun Pyo-ssi, apakah bisa dimulai sekarang?"

Junpyo mengalihkan perhatian ke Jaehea. Mulutnya seperti terkunci, tidak mampu bersuara. Mr. Choi mendekatkan wajahnya ke Junpyo.
"Apa yang harus dilakukan sekarang, pak presiden?"

Junpyo tidak menjawab. Dia melirik sekilas ke Mr. Choi, lalu berbalik lagi ke Jaehea. Mulutnya baru terbuka, bersiap untuk menjawab pertanyaan Jaehae ketika pintu rapat terbuka dengan satu hentakan dari luar. 'BRAKKKKK ...........'  
Semua yang ada di ruangan itu langsung mengalihkan perhatiannya ke pintu.

Jandi sudah berdiri di sana. Perhatiannya tertuju ke Junpyo yang duduk di ujung meja rapat. Jandi berlari ke Junpyo dan menyerahkan dokumen di tangannya.
"Bagaimana .. bagaimana mungkin .. ada di kamu?", tanya Junpyo gugup.

"Ka .. hmmm .. dokumen itu tertinggal di kantor tuan ..", jawab Jandi pelan.

Mendengar jawaban Jandi, wajah Junpyo langsung berkerut. Dia bermaksud mengeluarkan suara ketika panggilan dari belakang terdengar ...
"JANDI-YAAA .... ??"

Jandi tersentak. Dengan cepat dia berpaling ke belakang dan ....
"OPPAAAAA .... ??"

Jandi dan Jaehea saling menatap. Ketidakpercayaannya terlukis jelas dari wajah mereka. Melihat itu, ekspresi wajah Junpyo berubah perlahan. Tanpa sadar dia menarik tangan Jandi sehingga mendekat kearahnya. Lalu dia melingkarkan tangannya ke pinggang Jandi ..
"ANDA MENGENAL ISTRIKU, JUNG JAE HEA-SSI?", tanya Junpyo dengan sikap menantang.


Sepasang mata mereka bertemu dan semua yang ada di ruangan itu bisa melihat ada kobaran api dari pandangan mereka. Jandi menghela nafas perlahan. Diliriknya wajah Junpyo yang begitu dekat dengan wajahnya. 'Apa maksud orang ini dengan mengakuinya sebagai istri di depan begitu banyak orang .. ?'

**************


cre all pics from baidu ~~~

bersambung ke chapter 2 ****

« Last Edit: December 22, 2010, 09:15:52 am by mrs. Lee Min Ho »

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline IZZ

  • Police
  • Full
  • *****
  • Posts: 271
  • MinSun Is Real ^^
    • View Profile
Re: ♥ Minsun's OR Jundi's Short FanFiction ♥
« Reply #107 on: February 06, 2010, 08:18:33 am »
Pertama..XD
thx omma love ntar diedit yoo...
 [clap] [clap] yay senangnya hari ini banyak FF yang update, ampe bingung mau replynya..
------------edit---------------------------------
omma love mantabsss  punk punk makin seru ceritanya..
si JP udah mulai merasa simpati ama JD tapi tetep dia masih berusaha menutupinya, JD juga begitu, berharap sich di chapter belakang banyak momen mereka berdua biar mereka bisa saling lebih mengenal dan dan fall in love dech... [smiley-gen013] [smiley-gen013]

si JP tetep kasar ya, ama temennya aja begitu, tapi emang cocok sich karakter dia yang sedikit posesif ma cewek hehe...
masih penasaran juga nih ama kedekatan JD ama nanny nya..

HMMM... ada yang cembokur nih, hehe akhirnya muncul juga hal yang bakalan buat JP takut tersaingi dan nempel ma JD terus xixixixi..
kayaknya si Jae Ha ini temen dekat JD waktu di italia ya ??? haaaaaa gak sabar nuggu kelanjutannya
gw selalu suka klo bagian JP udah cembokur, cute  [hmff] [hmff]

sekali lagi thx omma lovee...........
satu pesen cepetan diupdate ya... [lovestruck] [lovestruck]
« Last Edit: February 08, 2010, 02:40:18 am by IZZ »
siggy by endree noona ^^v

Offline revynska

  • Police
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1639
    • View Profile
Re: ♥ Minsun's OR Jundi's Short FanFiction ♥
« Reply #108 on: February 06, 2010, 08:05:08 pm »
horrreeeeeeeeeeeeee chap 2 udah diupdate [clap] [clap] [clap]
thanks mami [hug] [cheekkiss]

junpyo pedes amir ngomongnya padahal cuma ngobrol ma F3 gitu doank ampe disemprot kyk gitu santai bang [hmpfh] [hmpfh]

whwhwh diawal junpyo ketus bgt ma bininye trs bisa brubah 180 derajat jd perhatian ma jundi udah mulai ada rasa kah jgn2 junpyo sok galak n ketus kyk gitu cuma mau nutupin prasaannya dy aja kalo sebenernya suka ma jandi pas pertama kali ketemu hehehe sok teu [hmff] [laughing]

junpyo kyknya cembokur niy ma jaehea bagoosssss [smiley-dance013] [smiley-dance013]

mami ditunggu chap slanjutnya n sperti biasa jgn lama2 yak mam [smiley-dance013] [smiley-dance013]




ADAM COUPLE SELCA

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: ♥ Minsun's OR Jundi's Short FanFiction ♥
« Reply #109 on: February 06, 2010, 09:03:46 pm »
revins, si jp tuh egonya besar jadi dia ga suka lht f3 bermain di belakangnya  [hmpfh] apalagi dia melihat jd akrab banget ama ketiga temennya ya makin kesel deh dianya  [hmff] si jp udah biasa dituruti keinginannya sejak kecil makanya dia ingin jd tuh patuh ama perintahnya salah satunya ya jd istri yg baik, ga boleh keluar rumah, ga boleh ngelirik cowok lain  [hmpfh] ~spt piaraannya dia aja  [laughing] [laughing] , soalnya dia ga suka diberitakan yg nggak2 ama yg lain, intinya nih di sini pernikahan mereka kan ga diberitakan ke umum, cuma temen dekat ama beberapa rekan bisnis dekat yg mengetahui pernikahan mereka  [biggrin]

jp mulai berubah tuh saat melht perhatian jd padanya, itu bermula dari jd mengemas pakaian dan obat buat dia, maklum la dia tuh belum pernah mendpt perhatian spt ini, perhatian yg didpt dr ortunya tuh semuanya cuma dr uang  [biggrin]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline yumi_chan

  • Newbie
  • *
  • Posts: 36
  • upcoming baby minsun ^^ uri pposong~a
  • Location: semarang
    • View Profile
Re: ♥ Minsun's OR Jundi's Short FanFiction ♥
« Reply #110 on: February 07, 2010, 06:20:10 am »
Alo cmua.Lam knl...
Wah ff ny kren..Jd ga sbr liat chap brkutny..
Q mau dunx wf ny

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: ♥ Minsun's OR Jundi's Short FanFiction ♥
« Reply #111 on: February 07, 2010, 06:59:35 am »
Alo cmua.Lam knl...
Wah ff ny kren..Jd ga sbr liat chap brkutny..
Q mau dunx wf ny
hi say, lam kenal jg  [biggrin] [biggrin]
thanks ya buat perhatiannya terhdp ff ini  [lovestruck]
ini link wf http://www.soompi.com/forums/index.php?showtopic=312195

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline oqyoiko

  • Superintendent
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1265
  • just be Ur SeLf & bE thE bEsT,,,,
  • Location: indonesia
    • View Profile
Re: ♥ Minsun's OR Jundi's Short FanFiction ♥
« Reply #112 on: February 07, 2010, 07:49:21 am »
@All: huaa smw'nya,,, lam knl yach..( tp tuk yg uda knal mah met ktmu lg yah  [bye] [bye] )
iya soalnya dsni mang ni prtma x aq post comment sizt,, tp sbelah mah udah srng plgi d'LI yak,,,, [hmff] [hmff] [hmff] [hmff]

@love: wah aq ru bca ni ff pendek jundi nya mami love,,, mnteb deh punk punk punk wah drimu jd tmbh bnyk utangan update ff ja niy yak,, asik euy... [hmff] [hmff] [hmff] tp ngom2 niy ff jdulnya pa c love?? maap yak dah comment tp mlah nnya jdulnya lg jd malu [hammer] [hammer] [hammer] [hammer]
smngat mami [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]

huaaa,, lg pd ngom-in WF ya?? wah aq addict bgt m wf,, bca'nya sll bkin meriang j niy kyna [heh] [heh] [heh] [heh]
 [love eyes] [love eyes] [love eyes]. wah mw yg unedited dg mami klo pnya mah.. [hmpfh] [hmpfh]
klo yg SITN itu dah mpe chp brp c szit?? aq ru mw mlai bc ah niy bsok.. mntang2 lg lbur jd smw ff tak telan ajah deh. [hmff] [hmff] [hmff] [rofl] [rofl] [rofl]
"MinSun & YongSeo is Sweet & Cute Couple "


Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: ♥ Minsun's OR Jundi's Short FanFiction ♥
« Reply #113 on: February 07, 2010, 08:40:49 am »
oki, judul ff pendek jundi ini 'MY EVERYTHING' kyk judul lagu yang dinyanyiin hubbyku  [hmpfh] [hmpfh]
klu mau ff wf M version, gw pm aja ya, di sini lho  [hmpfh]
SITN baru ampe chp 3 kok jd masih keburu bacanya, selamat liburan dan selamat membaca say  [biggrin]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline LeeChanSun

  • Newbie
  • *
  • Posts: 13
    • View Profile
Re:  Minsun's OR Jundi's Short FanFiction 
« Reply #114 on: February 07, 2010, 04:24:36 pm »
mami love chap 2'a kren...
Aq ska wktu jp blng klu jd istri'a,,so sweet
Psti lcu dh tampang jp yg cmbru and bngung cz jd knal ma rkan bisnis'a..ha ha

Oh ea mami ff d soompi pke bhs inggris ato indonesia sich????

Offline Bian

  • Newbie
  • *
  • Posts: 39
    • View Profile
Re: ♥ Minsun's OR Jundi's Short FanFiction ♥
« Reply #115 on: February 07, 2010, 09:04:30 pm »
Alo cmua.Lam knl...
Wah ff ny kren..Jd ga sbr liat chap brkutny..
Q mau dunx wf ny
hi say, lam kenal jg  [biggrin] [biggrin]
thanks ya buat perhatiannya terhdp ff ini  [lovestruck]
ini link wf http://www.soompi.com/forums/index.php?showtopic=312195

lam knal jg yumi  [bye] [biggrin] [clap] welcome to the club heheheh
omma : kerennnnnnnnnnnn,  [hug] [hug] sprti biasa ditunggu chap brikutnya
heehehe
intermezo : omma, smlm gw mimpi ktmu hubby omma & hye sun (  [hmpfh] [hmpfh] [laughing] mpe kbwa mimpi, gra2 kbykan mikirin minsun hahahaha ), gw mimpi ktmu mrka di mantan sekolah SMA gw, mrka jumpa fans gtu deh, trus gw mnta tnda tngan mino, dia ramah bgt deh, heheheheheh
prckapannya sprti ini :: ehem ehem,
gw : ( sbnrnya di mimpi gw ngomong nya pke bhs. ing, krn i tkut slah pengucapan nya, jdi i pke bhs. ind aja ya hehehe ) boleh sya minta no. mu ( smbil ngeluarin buku tulis dri dlm tas )
mino : no. pribadi or what ??
gw : ups sorry, mksud ku tanda tangan ( hehehehe, jgn  [hammer] ya omma, ddlm mimpi sprt itu hahahah )
mino : okay
mino tnda tangan, trus dia nulis smbil bilang kya gni
mino : ( intinya ) harus belajar yg  smangat ya  ( klo ndak slah inget hihihi  [hmpfh] [hmpfh] )
gw : ( ngmong dlm hati ) pdhal kan gw dah lulus sekolah ............. ( cuma krn ga  tau bhs. ing ya " dah lulus apa " jdi ndak jdi ngmong deh hahahahahahahah

trus pas uda ke mino, pndangan gw beralih ke hye sun, yg berada di sbrang ( minsun tdk berdekatan saat itu :
nah gw ngmong hal yg sma sm HYE SUN, trus dia bilang ke gw
hye sun : ikuti sya dlu ( ngmong nya yaaaa bisa dibilang rda jutek gtu )
ya uda gw ikuti dia ke dlm kelas, ( ruangan buat dia n kru2 nya )
dia tulis di bku gw kya gni
hye sun : ( lagi nulis ) kwetiaw mie goreng (  [rofl] [rofl] [rofl] [rofl] [rofl] [rofl] [rofl] [rofl] [rofl] hahhahaha, klo inget ini gw pngen ktwa, walaupun di mimpi ga kya gtu)
slesai nulis dia n kru2 nya ktwa ngejek gtu
dlm hati gw bilang, " kan gw mnta nya tnda tngan dia, mlah ngejek gw gtu  ( ga tau knp pas dia nulis gtu, ngerasa nya tuh ya dia ngejek gw gtu  [chin] [chin] [chin] aneh ya, mang bgitulah mimpi ckckckck)
trus gw bil gni ke dia
gw : hmmm ( maap ya ndak brmksud, cuma kta2 itu kluar bgtu sja ) jgn sok kecantikan ya . gw lngsung prgi aja
ya uda berakhir deh mimpi gw
 whistling whistling whistling waiting for the comment  whistling whistling

Offline Amira

  • Police
  • Senior
  • *****
  • Posts: 613
  • Location: East kal
    • View Profile
Re: ♥ Minsun's OR Jundi's Short FanFiction ♥
« Reply #116 on: February 07, 2010, 09:43:12 pm »
Keliatan bgt JP ego-a tinggi ga peduli ma orang lain tp bgt mulai hdp dgn JD ego-a senjt mkn tuan tanpa disadari-a...suka bagian diakhir taring-a JP keluar coz wife-a panggil jung oppa smntr dia ga padahal dia pengen jg tuh.... Tuk newbi lam knl, met gabung n happy posting.

Offline cynoer luv minsun

  • Newbie
  • *
  • Posts: 76
  • My lovely couple "MINSUN"
    • View Profile
Re: ♥ Minsun's OR Jundi's Short FanFiction ♥
« Reply #117 on: February 07, 2010, 10:10:11 pm »
jyah Q ketinggalan banyak bgt ni, musti lembur ni bwt baca
miane lum bisa kasih coment, coz lum slese baca

Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile
Re: ♥ Minsun's OR Jundi's Short FanFiction ♥
« Reply #118 on: February 07, 2010, 11:46:24 pm »
mamiiiiiiiiiiiiii horayyyyyyyyyyyyy akhirnya di update juga  [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]

"Mereka mengajak Jandi ikut serta, tapi Jandi menolaknya dengan halus. Selain alergi dengan acara seperti itu, alasan paling utama adalah tanpa seijin Junpyo, dia tidak akan keluar dari rumah. Itu sudah merupakan janjinya. Dan dia tidak ingin mengambil kesempatan selama Junpyo tidak di rumah. Dia tidak boleh dipandang rendah lagi oleh pria sombong itu."

dari sini keliatan kl Jandi tuh tipe istri yg berbakti kepada suami sampai2 dia menolak ajakan mertua kl tanpa seijin suaminya  [on] [on] [on]

oooowwwwwwwww ternyata bininya YiJoeng tetep GaEul yah  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

wes top dah mami ditunggu chapter selanjutnya seru neh ada JaeHa Oppa  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] kenapa gak sekalian kirim bule si abang rossi aja mami ke korea kan hyesun dulu tinggal lama di Italy ato kirim Bang Del Piero atau Pemaen Bola sopo ngunu lho mami biar Junpyo tambah kebakaran jenggot  [laughing] [laughing] [laughing]

anyong all nubie welcome to this thread n happy posting n silahkan mo comen apa aja kita tampung semuanya dmari  [biggrin] [biggrin] [biggrin]

PS : mi cek PM yah  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^

Offline pink_girly

  • Full
  • ***
  • Posts: 341
  • <3 MinSun
    • View Profile
Re: ♥ Minsun's OR Jundi's Short FanFiction ♥
« Reply #119 on: February 08, 2010, 02:46:50 am »
oki, judul ff pendek jundi ini 'MY EVERYTHING' kyk judul lagu yang dinyanyiin hubbyku  [hmpfh] [hmpfh]
klu mau ff wf M version, gw pm aja ya, di sini lho  [hmpfh]
SITN baru ampe chp 3 kok jd masih keburu bacanya, selamat liburan dan selamat membaca say  [biggrin]


HOREEEE mamy udah update... Gumawo ya mi... *kyaknya benih-benih cinta JP udah mulai tmbh nich* whistling  [hmpfh]

Mi SITN en WF  FFnya mami ya...?  
AYO LANJUTKAN...*lgi ketagihan bc FF MinSun yg di SOOMPI  [hmpfh]  whistling [hmpfh]*


@ Yumi_Chan : Hy, Lam knl jg... [biggrin]  [AddEmoticons04218] 
« Last Edit: February 08, 2010, 02:53:05 am by purple_pink »