Author Topic: ^THIRTY DAYS CHANGES^ ~CHAPTER 18, ENDING, update 27 Mar'12~  (Read 43508 times)

Offline neiya

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1006
  • Location: depoook
    • View Profile
Mii mana updetannyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa'o'

Updateeee...updateeeee..updateeeee..updateeeeeee..updateeeeeeee..update... Updateeeeeeeeee..updateeeeeeeee..updateeeeeeeeeeeeeeee...updateeeeeeeeeeee..updateeeeeeee \^^/ updateeeee..updateeeeeee..updateeeee..updateeeeee..updateeeeee..updateeeeee...updateeeeeeeeeeee.._pdateeeeeeee \^^/ updateeeee..updateeeeeee..updateeeee..updateeeeee..updateeeeee..updateeeeee...updateeeeeeeeeeee.._pdateeeeeeee \^^/ updateeeee..updateeeeeee..updateeeee..updateeeeee..updateeeeee..updateeeeee..

Offline virna yuniar

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1152
  • ♥KangDan♥
    • View Profile
nei aku tambahin biar si mami cepet updatenya
UPDATE UPDATE UPDATE UPDATE UPDATE UPDATE [clap] [clap] [clap] [clap] [clap] [clap] [clap] [clap] [clap] [clap] [clap] [clap] [clap] [clap] [clap] [clap] [clap] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
sorry klu chp ini membosankan, lg ga mood bikinnya [sweat] [sweat] and gw ga edit piku, sibuk banget nih jd mohon perhatiannya [biggrin] [biggrin]






Hyesun menghentikan langkah dengan gelisah. Aku mendekatinya. Menatapnya dengan tajam.
"Pergi begitu saja?"

Hyesun mengigit bibir keras-keras.
"Saya ... saya harus pulang sekarang! ... ", lalu ..  sesuatu teringat olehnya. Dengan cepat dia mengangkat tangannya yang menjinjing dua kantong besar. "Saya harus masak. Appa, omma dan Jihoon oppa sudah menungguku... "

"Miane .. ", ujarku cepat.

"Mwo?", tanya Hyesun.

"Ciuman tadi ... "

"Saya tidak ingin mengungkitnya .. ", potong Hyesun.

"Tapi kita harus membicarakannya!!", paksaku. "Tidak seharusnya saya menyentuhmu jadi .. miane! Saya benar-benar menyesal ..."

Hyesun menunduk perlahan.

"Saya tahu perbuatan tadi tidak pada tempatnya ..", lanjutku. "Apalagi .... ", aku berhenti sejenak, memaksa diri untuk melanjutkannya, walaupun aku tahu perkataan selanjutnya akan menyakiti hatinya. " ... saya ... saya berada dalam hubungan dengan seseorang ... "

Hyesun segera mengangkat wajahnya. Sepasang mata indah dibalik kacamata tebal itu terbelalak lebar. Tapi hanya sesaat, setelah itu sinar matanya mulai meredup.
"Wanita muda ... di taman ... ?", tanyanya dengan bibir bergetar.

Aku menghembuskan nafas panjang.
"Ya, .. namanya Angel Yeung, ... Kami ... kami sudah bersama selama dua tahun ..."

Hyesun menatapku lekat-lekat, tanpa mampu mengeluarkan suara. Sepasang matanya mulai memerah, dan air bening mulai menetes. Sesuatu yang sangat tidak ingin kulihat.

"Miane, Hyesun-a ... ". Aku bergerak, menariknya ke dalam pelukan. "Tidak adil jika saya tidak menceritakan ini padamu ... dan lebih tidak adil lagi, saya telah menyentuhmu, ... karena itu, miane .. jeongmal-miane .... "

Secara halus Hyesun melepaskan diri dari dekapanku. Tangannya menyapu kedua tanganku yang melingkari tubuhnya.

"Saya ... ", dia mengangkat wajah, menghadapiku. Aku sangat terkejut. Ada sesuatu terpancar dari matanya. Walaupun dia kelihatan sedih tapi tekad bulat itu menguncang batinku. Dia kelihatan sangat lain. Bukan Hyesun pengugup yang aku kenal. Dia mulai tersenyum, dan sekali lagi .. itu sangat mengejutkanku. "Saya tidak apa-apa! ..  dan ..  saya juga tidak berharap banyak dari hubungan ini, jadi kamu tidak perlu merasa bersalah, Minho-a .... Saya bahagia bisa menjadi sahabat dan tempat curahatan hatimu ... gumawo .. "

"Hyesun-a ... ", hanya panggilan lemah itu yang keluar dari mulutku.

Hyesun menyenggol lenganku dengan tangannya.
"Saya benar-benar harus pergi sekarang ..., sampai bertemu lagi ... "

Untuk beberapa saat kami saling berpandangan. Sinar mata Hyesun melemah walaupun senyuman tidak hilang dari bibirnya. Hatiku terasa sakit. Aku tahu ini merupakan akhir dari hubungan kami. Semuanya sudah jelas. Aku memiliki Angel dan Hyesun juga dapat menerimanya. Kenyataan ini tidak bisa dirubah.

"Bye ... ". Hyesun membalikkan tubuh dan mulai melangkahkan kakinya. Semakin lama semakin menjauh. Dapat kulihat pundaknya naik turun seiring isakan halus yang memasuki telingaku. Mataku terpejam perlahan. Setelah menarik nafas dalam-dalam, aku membuka mata lagi. Bayangan Hyesun semakin mengecil dan akhirnya menghilang dari pandanganku.

-----------------------------


Setelah berpisah dengan Hyesun, aku melarikan Cadillac hitamku ke restoran 'Dolby', sekitar tigaratus meter dari tempat itu. Aku menghabiskan makan malamku di sana. Suasana restoran itu sangat tenang sehingga menjadi salah satu tempat favoritku di Seoul.

Keluar dari restoran 'Dolby', aku memasuki bar kecil yang terpisah beberapa blok dari situ. Aku bermaksud menghabiskan malam ini dalam kesendirian. Tidak ingin diganggu oleh siapapun, apalagi oleh pekerjaan yang sudah membuatku muak. Aku juga tidak berniat pulang ke apartemen sekarang. Aku tidak ingin bertemu Angel. Tidak ingin bertengkar lagi dengannya.

Aku menghabiskan waktu hampir 4 jam di bar 'GaGa'. Tidak banyak yang kulakukan di situ. Hanya melamun dengan ditemani musik keras memekakkan telinga. Meneguk dua botol bir yang cukup membuat kepalaku berat walaupun tidak mabuk. Aku bukan penggemar alkohol. Tapi dua botol bir tidak cukup kuat membuatku teler.

Ketika memasuki apartemen, waktu sudah menunjukkan pukul 12 malam. Keadaan sekeliling ruangan redup dan suram. Hanya lampu dinding di ruang tengah masih menyala. Menerangi ruangan itu dengan sinarnya yang kuning buram.

Aku melangkah ke lorong dalam. Sampai di depan pintu kamar Angel, aku berhenti sebentar. Tidak terlihat sinar memancar keluar dari celah pintu bawah. 'Angel pasti sudah tertidur .... ', ujarku pelan.

Setelah itu aku meneruskan langkah ke kamar kecil. Aku bermaksud mandi dulu sebelum menghempaskan diri ke ranjang. Badanku terasa lengket oleh keringat dan bau alkohol.

Kegiatan membersihkan diri kuselesaikan dalam waktu sepuluh menit. Aku keluar dari kamar mandi dengan pikiran jernih dan badan segar. Lima menit kemudian, aku terlelap di ranjang empuk yang dilapisi seprai abu-abu gelap.

-------------------


Hari keempatbelas .... rabu, 16 Desember 2009, pukul 7:15 pagi ....

Suara halus dari kamar Angel membuatku mengangkat wajah dari meja makan yang sudah dipenuhi berbagai jenis makanan.

Angel keluar dari kamar dengan sweater dan celana longgar putih yang terlihat manis menempel di tubuhnya. Rambut panjangnya masih awut-awutan akibat baru bangun tidur. Dia menguap lebar sambil melirik meja makan yang dipenuhi makanan.

"Good morning, Angel Yeung!!", sapaku sambil tersenyum.

"Morning .. ", balas Angel pendek. Dia memandangiku sejenak, kemudian tangannya menunjuk ke meja. "Ada apa ini?"

"Surprise for you ... ", jawabku, sambil memperlebar senyuman padanya. "Saya minta maaf buat peristiwa tidak mengenakkan yang terjadi beberapa hari terakhir, .... I knew that i didn't handle it very well, so i'm sorry about it, .. Saya berharap kita bisa melupakannya dan memulai lembaran baru ... "

Angel mendengarkan penjelasanku dengan tampang melonggo. Mulutnya mengangga lebar. Dia seperti melihat sesuatu yang baru. Sesuatu yang tidak pernah terbayangkan olehnya. Dalam mimpi sekalipun.

Aku tertawa kikuk. Sesungguhnya aku tahu mengapa reaksinya seperti itu. Aku, tidak seperti Lee Min Ho yang sudah dikenalnya tiga tahun yang lalu. Lee Min Ho yang tidak pernah memberi penjelasan buat sesuatu yang telah dilakukannya. Lee Min Ho yang tidak pernah berterus-terang tentang sesuatu walaupun sudah ditanyai berulangkali. Lee Min Ho yang hanya memperdulikan pekerjaan dan tidak pernah mau berbagi cerita dengannya. Lee Min Ho yang pasif, Lee Min Ho yang tidak diketahui latar belakang, masa lalu dan keluarganya selain ayah yang meninggal dalam kecelakaan tragis tiga tahun yang lalu.

Aku tahu dan bisa membaca kalau gambaran-gambaran itu yang sedang berputar-putar dalam otak Angel saat ini. Aku berubah? Apakah benar aku sudah berubah? Mungkin!! Aku tidak menginginkan hubungan rumit yang selalu berakhir dengan pertengkaran. Sudah cukup tekanan dan ketengangan yang kudapat selama ini. Karena itu aku memilih berterus-terang sekarang. Dan semua itu karena Goo Hye Sun.

Tanpa disadari, aku mengigit bibir keras-keras. Goo Hye Sun lagi!! Lagi-lagi Goo Hye Sun!! .... TIDAK!!! Aku harus melupakannya! Harus!! .. Wanita dalam hidupku cuma Angel. Aku tidak mungkin berpaling pada yang lain. Sekalipun wanita itu Goo Hye Sun, tetap tidak boleh!!! .. Bahkan, karena dia Goo Hye Sun, maka lebih tidak boleh lagi!!! .. Aku tidak ingin menyakitinya, bidadariku ....

"Kamu bersihkan diri dulu, setelah itu kita sarapan bersama .. ", kataku, setelah berhasil menenangkan diri dari pikiran-pikiran tentang Goo Hye Sun.

Angel mengangguk. Dia masih mengamatiku sejenak sebelum berlalu ke kamar mandi. Sepeninggal Angel, aku meneruskan kesibukan yang tadi tertunda. Aku menuju ke dapur dan mengeluarkan sekotak susu dan orange juice dari lemari es. Aku membawa minuman itu ke ruang makan dan menuangkannya ke gelas yang sudah kupersiapkan terlebih dahulu.

Sepuluh menit kemudian, Angel keluar dari kamar mandi dengan wajah segar. Dia sudah berganti pakaian. Jas dan rok mini hitam pas badan, dengan kaos dalaman warna putih, membuat penampilannya terlihat resmi. Rambutnya yang panjang dan lebat diikat ke belakang. Ini dia, pengacara Yeung yang sangat kukenal.

Aku menarik salah satu kursi dan mempersilahkannya duduk di situ. Angel tersenyum sambil menjatuhkan diri ke kursi itu. Dia mulai mengamati hidangan di atas meja.
"Hari apa ini? Lee Min Ho, yang biasanya cuma sarapan sepotong roti bakar dan kopi pekat menyediakan ini ... ?"

"Sudah saya bilang ini kejutan buatmu! .. Anggap saja ini penyambutan buat permulaanmu di sini. Selamat bergabung dengan kami, pengacara Yeung!!".

Aku mengulurkan tangan pada Angel. Dia langsung tertawa lebar.
"Ha .. ha .. mengapa kamu seresmi ini Mr. Lee?". Dia menyambut tanganku. Mengenggamnya dengan sangat erat. "Thanks ... "

Aku membalas senyumnya, "You're welcome, Miss Yeung! .. Ayo, mulai sarapannya ... "

Angel mengangguk. Kami mulai menyentuh makanan di atas meja. Candaan dan gurauan meluncur keluar, tanpa ada habisnya. Sangat berbeda dengan hari-hari yang sudah kami lewati, pagi ini segalanya terasa berubah. Hati kami lebih terbuka satu sama lain.

Kami selesai sarapan sekitar pukul 7:50. Suasana agak hening sekarang. Angel menyeruput susu dalam cangkir di tangannya. Aku mengamatinya sebentar, kemudian meraih gelas berisi orange juice di hadapanku.

"Angel ... ", panggilku, sambil mengamati gelas yang belum kusentuh.

"Yes, what's up?". Angel meletakkan cangkir yang sudah kosong ke atas meja, lalu memandangiku.

"Tentang gadis itu ... ", aku memotong perkataan sampai di sini. Mengamatinya dengan pandangan menyelidik. Berusaha menangkap reaksinya.

Alis Angel berkenyit, "Gadis di taman itu? Gadis yang kamu peluk?", suaranya mengeras.

Aku mengangguk sambil menghela nafas panjang. Mulai lagi! Dia pasti akan mengamuk lagi kalau aku membahas tentang Hyesun. Tapi aku tidak punya pilihan lain selain mengutarakannya sekarang. Aku tidak ingin menundanya setelah kejadian-kejadian berat beberapa hari yang lalu. Semua harus diselesaikan. Hyesun sudah mengetahui kebenarannya jadi sekarang giliran Angel untuk mengetahuinya. Aku tidak ingin menyembunyikan apapun. Selain .... ya, mungkin selain masa laluku dengan ibu. Cukup Hyesun yang mengetahuinya. Itu sudah lebih cukup! Saya tidak sanggup menceritakannya pada Angel.

"Namanya Goo Hye Sun. Kami bertemu pada hari pertamaku menginjakkan kaki di sini, .. Semula kami tidak begitu akrab, tapi seiring perjalanan waktu dan pertemuan yang kesekian kali, kami menjadi dekat ... ", aku mulai bercerita.

Angel tidak menyahut. Dia hanya memandangiku dengan pandangan tajam. Aku berdeham kecil, berusaha membersihkan kerongkonganku yang agak tersumbat gara-gara pandangannya, sebelum melanjutkan lagi perkataanku.

"Ehmmmmm ... saya tidak ingin menyembunyikan kenyataan ini darimu karena saya rasa kamu berhak mengetahuinya ... Saya dan Hyesun, sebenarnya .. saya juga tidak mengerti hubungan kami seperti apa, ... perjumpaan kami tidak pernah direncanakan, maksudnya kami tidak pernah membuat janji bertemu atau menghabiskan waktu bersama. Kami selalu bertemu di saat dan tempat yang tepat, .. jika dia ada masalah, saya selalu ada! Begitu juga jika saya ada masalah! Karena itu kami menjadi dekat ... "

"Maksud kamu, takdir yang mempertemukan kalian?", Angel memotong perkataanku dengan keras.

Aku tertegun. Pertanyaan itu menyadarkanku dengan kenyataan ini. TAKDIR?! Adakah takdir di dunia ini? Jika ada, benarkah Hyesun takdirku? Wanita yang berjodoh denganku! Jika tidak ada, bagaimana penjelasan dari pertemuan-pertemuanku dengan Hyesun?

"Lee Min Ho!!!". Panggilan tajam dari Angel menyadarkanku. Aku segera mengangkat wajah padanya. "Saya bertanya padamu? Jawab pertanyaanku?!", lanjut Angel.

Aku menghembuskan nafas perlahan.
"Sorry, i don't know too ... ", jawabku halus.

"You don't know? This is the answer? so .. What's about us?". Angel menekan pertanyaan terakhirnya.

"Kita sudah bersama lebih dari dua tahun! Hubungan ini tidak bisa dibandingkan dengan hubunganku dan Hyesun!!", jawabku tegas.

"So ...?"

"Saya juga tidak tahu ... ", suaraku mulai memelan. Aku seperti kehilangan tenaga dan tidak mempunyai kekuatan untuk bangkit dalam pertanyaannya.

"Tidak tahu? .. Lee Min Ho! apakah ... apakah kamu dan dia telah ... telah melakukan .. itu ... ?"

Pertanyaan itu membuatku terlonjak dari kursi. "Of course not!!", teriakku keras. "Are you crazy? Kamu anggap apa saya ini?!! Monster?"

Angel langsung menundukkan wajahnya.
"Sorry ... I'm very sorry ... "

Aku memejamkan mata perlahan, sambil menghempaskan kembali tubuhku ke kursi belakang dengan lunglai.
"Saya tidak akan menidurinya .. karena ... karena saya sadar kedudukanku, .. Dia terlalu berharga, saya tidak pantas baginya! .. Lagipula .. ", aku membuka mata dan memandang Angel, "Saya sudah memilikimu ... "

Angel mengangkat wajah dan membalas pandanganku. Aku sangat terkejut ketika mendapati sepasang matanya berair.

"What's wrong?", tanyaku gugup.

Angel menggeleng keras, "Nothing! .. I .. i'm just sorry for what'd i say ... Sorry Minho, i'm really sorry ... ". Dia mulai terisak halus.

"That's ok ... ", aku tersenyum dan menepuk lembut tangannya, "Itu tidak akan merubah apapun ... Saya dan Hyesun sudah membicarakannya .. dan .. kami tahu posisi masing-masing! ... Dia hanya seorang teman dekat, tidak lebih dari itu ... "

Angel tiba-tiba bangkit dari kursinya dan berlari kearahku. Dia memelukku erat-erat.
"I love you ... ".
Aku bisa menangkap suaranya yang bergetar dan mendesah berat. Aku menghela nafas panjang-panjang dan meletakkan tangan ke tubuhnya.

"Miane, Hyesun-a ... Ini jalan terbaik, .. Saya tahu kamu akan memahaminya ... ", desahku dalam hati. Sepasang mataku terpejam kembali. Di saat-saat seperti ini, aku masih memikirkannya. Mengingatnya dengan berjuta rasa yang tidak bisa dilukiskan.

--------------------


Goo Hye Sun …

Sammul kembali dari luar kota hari ini. Tapi, aku tidak bertemu dengannya, karena aku mendapat tugas luar lapangan sehari penuh dari direktur Park. Waktu makan siang, aku juga berusaha menghindarinya. Dalam sekejap aku menghilang dari kantor, sebelum dia keluar dari ruang kantornya.

Aku belum siap berhadapan dengan Sammul. Belum siap terhadap jawaban dari pertanyaannya. Berulangkali aku berusaha mengambil keputusan bulat, menerima atau menolaknya, tapi tetap saja aku tidak punya kekuatan untuk melakukan itu.

Yang bisa kulakukan dan pikirkan saat ini, hanya menghindar dan menghindar terus. Jangan sampai dia melihat dan menangkapku! Dengan begitu aku tidak perlu memberikan jawabanku. Aku tidak ingin mengecewakannya dengan penolakanku. Tapi, untuk menerimanya, aku yakin, aku tidak sanggup.

Hanya satu pria dalam kamus hidupku. Dia adalah LEE MIN HO. Apapun yang terjadi kelak, dia akan tetap menjadi bagian terpenting dalam hidupku.

------------------------ 


Lee Min Ho .....

Hari kelimabelas dan keenambelas ....


Angel sudah bergabung dengan kami di kantor 'Great Buiding Korea' selama tiga hari. Dia mulai terbiasa dengan keadaan di sini, walaupun semula dia agak gugup dengan orang-orang yang berbicara dengan bahasa yang tidak dimengerti sama sekali.

Tiga hari terakhir, semua berjalan lancar. Baik itu hubunganku dengan Angel, maupun pekerjaanku di sini. Meskipun peristiwa yang telah membawaku ke Korea belum terselesaikan, tapi kasus itu sudah menuju titik terang. Seperti info yang kami dapat dari pihak berwajib, mereka hampir bisa memastikan siapa yang harus bertanggungjawab atas keruntuhan gedung 'Great Building & Seoul Spirit'.

Proyek Florest Hotel juga hampir kelar. Aku merasa santai sekarang. Ketenggangan yang menarikku selama ini mulai berkurang. Aku mempunyai waktu lebih untuk merencanan liburan dengan Angel weekend ini.

Selama beberapa hari terakhir, hanya satu hal yang membinggungkanku. Sikap Raymond berubah kaku. Apalagi kalau berhadapan dengan Angel. Dia selalu menghindar dengan berbagai alasan. Dan, menurut apa yang kutangkap, Angel juga begitu. Dia sangat gugup jika bertemu Angel. Wajahnya selalu tertunduk, sementara tangannya saling meremas satu sama lain.

Ini sangat tidak masuk akal. Entah apa yang terjadi antara mereka. Aku tidak habis pikir. Waktu di Hongkong, kedua orang ini bersahabat baik. Bahkan, setiap Angel mendapat masalah dan aku tidak punya waktu untuk membantunya, dikarenakan kesibukan yang menumpuk, dia selalu meminta bantuan Raymond. Dan pemuda itu selalu bersedia membantunya.

Berulangkali aku berusaha menanyakan pertanyaan mengenai keanehan itu pada mereka, baik itu melalui gurauan ataupun pertanyaan resmi, tapi mereka tidak pernah menjawabnya. Mereka selalu menghindar sehingga membuatku yakin kalau telah terjadi sesuatu dengan mereka. Apakah mereka bermusuhan? Tapi karena apa? Aku tidak bisa menebaknya sama sekali.

-----------------------------


Goo Hye Sun ...

Hari kamis, aku tidak bisa menghindari Sammul lagi. Dia menyapaku, ketika aku terburu-buru beranjak dari meja kerja. Waktu itu jam makan siang. Dan dia mengajakku lunch bersama.

Aku sangat gelisah, panik dan sekaligus ketakutan saat itu. Kacamataku sampai melorot sampai ke ujung hidung. Aku takut dia akan mendesakku memberikan jawaban itu.

Tapi beruntung, dia tidak melakukannya. Sepanjang acara makan siang itu, dia hanya bercerita tentang kegiatannya selama dua hari terakhir di luar kota. Aku sangat lega dan merasa idiot dengan semua kegelisahan dan ketakutan tidak berguna itu.

Tidak berhentinya aku menghujat diri sendiri dalam hati. Seharusnya aku tahu kalau Sammul bukan tipe pria seperti itu. Dia pengertian dan penyabar. Seperti perkataannya dulu, dia tidak akan mendesakku. Akan memberi waktu padaku untuk berpikir.

Dia sangat manis, dan … aku yakin dia merupakan pria idaman setiap wanita. Disayangkan, dia menyukaiku, wanita bodoh yang tidak mungkin membalas cintanya karena pria lain.

Keesokkan harinya, Sammul mengajukan sebuah permintaan yang membuatku terngangga. Dia mengajakku kencan. Katanya, walaupun aku belum memberi kepastian padanya, tidak ada salahnya kalau kami keluar bersama.

Dia mengajakku ke Namsan Tower sabtu besok. Saat itu aku hanya mengangguk pelan. Mengiyakan, tanpa sadar jawaban apa yang telah kuberikan padanya. Waktu dia tersenyum kegirangan, aku baru menyesali apa yang telah kulakukan. Huhhhh …..

-------------------


Lee Min Ho ....

Hari ketujuhbelas, ..... sabtu, 19 Desember 2009 ...


Salju turun lagi. Kejutan yang kupersiapkan buat Angel mulai dilaksanakan pagi ini. Aku mengajaknya keluar bersama. Memulai acara hari ini dengan sarapan pagi di luar, nonton film dan shopping, sesuatu yang sangat disukainya. Setelah makan siang, kami mendaratkan kaki di Namsan Tower, tempat wisata yang cukup digemari di Korea.

Sepanjang acara hari ini, Angel tersenyum bahagia. Itu bisa dimaklumi, karena ... boleh dikatakan, ini kencan pertama kami sejak kedatangannya di Korea sekitar sepuluh hari yang lalu.

Dari Museum Teddy Bear, sekitar pukul 6 sore, kami menuju deretan kereta gantung yang berada di atas bukit. Tidak begitu banyak orang di sana. Kami memasuki salah satu kereta gantung dan mulai menikmati pemandangan yang terhampar di depan mata. Putih bersih!! Hampir semua terselimut salju. Sangat indah. Beberapa menit berlalu, dan kereta itu belum bergerak juga. Aku mendengar desahan halus. Ketika menoleh, aku mendapati Angel sedang melipat tangan di depan dada.

"Dingin?", tanyaku padanya.

Dia tidak menjawab. Hanya tersenyum dan mengangguk pelan. Aku mengangkat tangan dan melirik jam tangan kulit di tangan kananku. Kemudian aku berjalan ke seorang pengawas yang menyandar santai di ambang pintu masuk otomatis.

"Ajushi, kapan kereta gantungnya akan dihidupkan?"

Orang itu langsung berdiri tegak dari posisinya. Dia memperhatikan keadaan dalam kereta sejenak, kemudian menoleh kearah gedung di bawahnya. Aku mengikuti arah pandangan orang itu. Gedung Namsan di bawah sana terlihat sepi, begitu juga kereta gantung yang mereka tempati. Mungkin masih terlalu sore buat para pengunjung untuk meramaikan tempat ini.

"Sekitar sepuluh menit lagi, tuan ... ", jawab pengawas yang kutanyai.

"Tidak bisa lebih cepat dari itu?"

"Sosoengheyo, .. kereta hanya akan dihidupkan setiap limabelas menit, dan cuma dengan pengecualian kalau keretanya sudah penuh ... Seperti yang tuan lihat, keadaan di sini masih sepi ... jadi tidak mungkin dihidupkan sebelum sepuluh menit!!", orang itu memberi penjelasan panjang lebar.

Aku menganggukkan kepala, dan kembali ke dalam kereta.

"Saya akan membelikan segelas coklat panas buatmu, jadi tunggu saya di sini!!". Aku menyentuh halus punggung Angel dan tersenyum padanya.

"Ka .. kamu mau pergi?", tanyanya gugup.

"Tidak! saya tidak akan pergi!! .. Saya hanya bermaksud membelikan sesuatu untuk menghangatkan badanmu. Kamu sudah membeku .. "

"Tapi ... "

Aku segera memotong perkataannya, "Tidak ada tapi! .. Saya akan kembali sebelum kereta ini dijalankan jadi kamu tidak perlu khawatir .."

Setelah memberi kepastian padanya, aku melangkah lebar ke pintu masuk kereta.

"Bagaimana kalau kereta ini bergerak sebelum kamu kembali?".

Pertanyaan itu menghentikan langkahku. Aku berbalik padanya. "Kalau begitu, kamu berangkat dulu dan tunggu saya di seberang! .. Tapi kamu jangan khawatir, itu tidak akan terjadi!!"

Aku melambai padanya dan bergegas keluar dari situ.

--------------------------


Goo Hye Sun ....

Sudah hampir setahun aku tidak menginjakkan kaki di sini. Namsan Tower, kenangan terakhirku, waktu merayakan ulangtahun dengan keluarga tahun lalu. Kali ini, aku mengunjunginya dengan orang yang baru kukenal sebulan yang lalu. Tidak ada yang berubah dari tempat ini. Kecuali, salju tebal yang menyelimuti seluruh sudut tempat itu.

Pukul 6 sore, aku dan Sammul menuju kereta gantung dengan santai. Kami melangkah tanpa bersuara karena suasana di sana terlalu nyaman untuk diusik pembicaraan tidak perlu. Udara dingin membuatku mengigil. Tanganku bergerak menyentuh leher, ketika merasa angin es yang membekukan menerpa kulit leherku.

"Ahhhhh!!!", teriakku mendadak.

"Ada apa?". Sammul memandangiku dengan pandangan bertanya.

Aku meraba leherku. "Syal .. syalku ketinggalan di cafe tadi!!". Aku segera memutar tubuh dan bergerak dari situ.

"Heiii!! Kamu mau kemana?"

Teriakkan itu membuatku berbalik, "Saya akan mengambilnya sekarang!! Kamu ke sana dulu, Sam-a .. Saya akan menyusulmu nanti!!!"

Kemudian, aku berlari dari hadapan Sammul.

"Yaaaa!!! Goo Hye Sun!!!!"

Samar-samar teriakkannya memasuki telingaku. Tapi aku tidak berhenti dan tidak menghiraukannya. Syal itu sangat bermakna bagiku. Aku harus mendapatkannya kembali. Itu hadiah ulangtahun dari Jihoon oppa jadi aku tidak boleh menghilangkannya.

---------------------


Lee Min Ho ....

Aku kembali ke rel kereta gantung tujuh menit kemudian. Dua cangkir minuman hangat tergenggam di tanganku. Nafasku agak terengah karena mengejar waktu ke sana. Aku tertegun di tempat ketika mendapati kereta gantung yang kutumpangi tadi, bersama Angel sudah tidak ada di sana lagi. Aku segera mendekati petugas yang kutanyai beberapa menit yang lalu

“Ajusshi, kemana kereta gantung tadi?”, tanyaku padanya.

Petugas itu memandangiku dengan tampang binggung. “Kereta? Kereta yang mana tuan?”

“Ckkk .. “, decakku tak sabar, “Kereta tadi!! Yang kutampangi bersama gadis bermata besar dan berambut panjang!!”

Petugas itu melebarkan matanya, “Ohh yang itu! .. Soseongheyo, tuan …, tadi datang sekelompok orang dan kami harus menjalankan kereta itu segera. Mungkin teman anda terdesak di dalamnya!”

Begitu mendengar penjelasan itu emosiku mulai meluap.
“Bagaimana mungkin? Ajushi kan sudah bilang kalau kereta itu tidak akan dihidupkan sebelum waktunya!!”

“sosoengheyo!!!”, petugas tersebut membungkukkan badannya dalam-dalam, “Tapi tadi saya juga sudah menjelaskan kalau kereta-kereta gantung tersebut akan dijalankan kalau kuantitas pengunjungnya sudah mencukupi .. “

Aku menghela nafas keras-keras. Point ini tidak terpikirkan olehku sebelumnya. Apa yang akan dikatakan Angel nanti? Aku meninggalkannya seorang diri dengan orang, tempat dan bahasa asing yang tidak dimengertinya.

“Tuan jangan khawatir, para pengunjung mulai berdatangan, jadi kereta-kereta ini sudah bisa dijalankan terus tanpa perlu ditunda lagi … “. Petugas itu berusaha menenangkanku. “Sahabat tuan pasti akan menunggu tuan di seberang sana .. “, lanjutnya.

Aku menghembuskan nafas sekali lagi.
"Cara kerja .... "

plak .. plak .. plak ...., suara langkah kaki cepat dan keras, diikuti pernafasan memburu dari belakang membuat perkataanku putus di tengah jalan. Aku memutar tubuh kearah suara itu.

Mataku melebar perlahan ketika mendapati siapa yang sedang berlari tergesa kearah kami.
"Goo Hye Sun ... ", nama itu terlontar dari bibirku. Setelah pertemuan kesekiankali, seharusnya aku tidak terkejut lagi dengan pertemuan mendadak ini. Tapi buktinya, aku tetap merasa aneh dan ajaib dengan perjumpaan yang tidak direncanakan ini.

Aku memperhatikannya terus. Dia tidak melihatku karena pandangannya terarah ke deretan kereta gantung di sebelah kanannya. Nafasnya kelihatan memburu. Asap tebal mengepul dari hidung dan mulutnya. Semakin mendekatiku, pandangannya akhirnya tertuju ke depan. Dia langsung menghentikan langkahnya, tepat di hadapanku. Sepasang mata bundar itu, yang kali ini tidak dihalangi kacamata tebal (mungkin dia memakai lensa kontak), terbelalak lebar.

"Lee Min Ho ... ". Suaranya terdengar seperti desahan.

Kami berhadapan, saling berpandangan, tanpa mampu mengeluarkan suara sedikitpun. Sepasang mata saling menatap lekat. Kerinduan yang sangat terasa terpancar dari mata kami. Waktu tiga hari seakan perpisahan tiga tahun.

"Tuan dan nona sebaiknya masuk ke dalam kereta sekarang .. para pengunjung lain sudah berdesakkan dari belakang .. ". Permintaan keras dari petugas tersebut menghentakkanku dari lamunan. Begitu juga Hyesun. Aku melihat tubuhnya langsung menegak.

Sebelum aku memberi respon apa-apa, Hyesun sudah mendahuluiku, melangkah lebar ke salah satu kereta gantung yang berhenti di situ.

-------------


Kereta gantung yang kami tumpangi mulai bergerak. Agak berdesakan dengan pengunjung lain, aku dan Hyesun melempar pandangan ke pemandangan luar. Kami tidak mengeluarkan suara. Hanya menikmati pemandangan kota menakjubkan yang tertutup salju.

"Indah ya?", pertanyaan pendek dari Hyesun memecahkan kebisuan di antara kami.

Aku menoleh padanya. Mengangguk pendek, kemudian melemparkan pandangan ke luar jendela kaca lagi.

"Kamu ... ", aku berhenti sejenak. Lewat sudut mata, aku menangkap Hyesun menoleh dan memandangiku. Setelah menghembuskan nafas panjang, aku melanjutkan perkataan tadi, "Kamu ...., Mengapa kamu bisa berada di sini?". Aku memandanginya dengan pandangan bertanya.

"Saya ke sini bersama Sam ... ", jawab Hyesun.

"Sam?", keningku berkenyit.

"Sammul Chan, bosku ... "

"O.... pemuda tampan yang datang bersamamu di pameran perlombaan itu?", tanyaku pelan.

Hyesun menganggukkan kepalanya. Lalu .. keheningan kembali menyelimuti sekeliling kami. Entah mengapa, aku merasa di antara kami seperti ada sebuah tembok tebal yang menghalangi. Aku tidak berani mendekatinya. Begitu juga Hyesun. Dia berdiri membeku dengan pandangan terarah keluar jendela lagi.

"Minho-ya ... "

Panggilan pelan itu membuatku berpaling.
"Hmmm ... "

"Kira-kira .. pertemuan kita selanjutnya akan seperti apa ya?". Hyesun menoleh padaku dan tersenyum perlahan.

Aku memandanginya. Saat ini, aku merasakan sebuah kekuatan besar mendesakku untuk memeluknya. Tapi dengan sekuat tenaga kutahan perasaan itu.
"Entahlah ... "

Hyesun memperlebar senyumnya.
"Saya juga ... "

"Mwoo??", tanyaku, tidak mengerti.

"Seperti kamu, saya juga tidak bisa memperkirakannya! .. Pertemuan-pertemuan kita terlalu sulit ditebak .. "

Mendengar jawabannya, aku ikut tersenyum.

"Minho-a .. ". Panggilan yang melemahkan lututku itu terdengar lagi.

"Ada apa?"

"Sebenarnya .. saya ada kejutan buatmu .. tapi, .. karena hubungan kita hanya sebatas teman biasa, saya rasa .. sebaiknya kejutan itu saya simpan sampai beberapa bulan lagi ... "

Setelah mengatakan itu, Hyesun menoleh keluar jendela lagi. Senyuman penuh arti masih terhias di wajahnya. Aku tidak bertanya lebih lanjut. Hanya memperhatikannya dengan hati bertanya.

----------------------


Sepuluh menit kemudian, kereta gantung yang kami tumpangi sampai ke seberang. Para pengunjung mulai keluar dari kereta. Kami keluar di urutan paling belakang. Tidak seorangpun di antara kami yang mengeluarkan suara. Kami berjalan sambil tersenyum kecil. Walaupun pembicaraan dalam kereta tadi tidak istimewa, sudah cukup membuat kerinduan selama tiga hari ini terobati.

Keluar dari pintu otomatis pembatas kereta, langkahku terhenti. Dua orang yang sedang menunggu di luar sana membuat nafasku tertahan sejenak. Langkah di sampingku juga terhenti. Aku menoleh pada Hyesun. Dia menatap ke depan dengan sinar mata redup.

Aku menoleh ke depan lagi. Angel dan Sammul berhadapan denganku dan Hyesun. Kami berempat saling berpandangan dalam kebisuan.

----------------------------                 

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
cihuyyyy.....  [jumpy] [jumpy] [jumpy] [jumpy] [jumpy] [jumpy] [jumpy] [jumpy]

udah di updet ma mami...

gomawo mi...

baca dulu ah...

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
cuhiyyy...udah di apdet ma mami...

 [jumpy] [jumpy] [jumpy] [jumpy] [jumpy] [jumpy] [jumpy]

gomawo mi...

*kabur* mau baca dulu...

 [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]


Offline neiya

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1006
  • Location: depoook
    • View Profile
Akhirnyaaa di update jugaaa.. Hoho... Baca dulu ah miii *) cups

Offline lee sunkyu

  • Newbie
  • *
  • Posts: 48
    • View Profile
asyiiiiiiiik.  Udah di apdate ama mamiiiiiiii....^_^
Baca dulu ah..........

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
keren kok mi...

bagus kok mi...

enggak ngebosenin...

tapi...

bagian hye sun ma minhonya kurang...

kapan nieh mi minho ma hyesun bisa bersatu...enggak ngorbanin perasaan mereka lagi...?????

kapan juga mereka mulai sadar tentang takdir mereka itu...?????

chapter selanjutnya jangan lama-lama ya mi...

penasaran...

*di  [guns] [head break] [hammer] [fighting] hammer2 ma mami...udah minta lagi...*

hehehehehehehehehehehehehehehehe...

SEMANGAT mi...

 [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
yuki, mereka udah sadar ama takdir itu kok, tp mau bagaimana lg mereka kan ga boleh egois ama perasaan masing2, maso karena mereka saling suka lgs menyakiti hati org2 yg selama ini hidup bersamanya, ga mungkin kan [biggrin]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline lluluMH

  • Newbie
  • *
  • Posts: 79
  • I like her style boyish but still beauty love it
    • View Profile
asooyyy udah d update sm mami,, [smiley-gen013] [smiley-gen013]  [smiley-dance013] [smiley-dance013] [clap] [clap]
 [hug] [hug] [hug] mami dulu,,,
 baca dulu ahhh,,, [AddEmoticons04252]
daku gak jadi tidur deh nih mi,,,  [heh] [heh]
[lovestruck]
EUNHAE IS SAME LIKE MINSUN !!!!!!!!!! LOL

Offline neiya

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1006
  • Location: depoook
    • View Profile
Mam peremuan hye sun sama mino selanjutnya harus dlm suasana yang lebiiiih romantis lagi yaa miii.. :p hihi..

fara

  • Guest
TDC
« Reply #356 on: May 06, 2010, 11:56:08 am »
Mami love gumawo udh diupdate :)

pas part yg di namsan tower minho ma hyesun so sweet bgt [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]

tapi sayang ya hubungan mereka berdua dihalangi sama adanya angel &sammul,
tapi kyknya kalo minho tau angel selingkuh ma raymond, pasti angel langsung diputusin ma minho trus jadinya minho ma hyesun d. [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] 

Offline oqyoiko

  • Superintendent
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1265
  • just be Ur SeLf & bE thE bEsT,,,,
  • Location: indonesia
    • View Profile
 [clap] [clap] [clap] [clap] thx mami'kuw dah update niy ff.. akhrnya  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh].

iya niy part lg namsan tower jg aq senenk bgt dah,, next chp bnyakin bgitunya yoo mi  [hmff] [hmff] [hmff] [hmff] [hmff] [hmff] [hmff]
iya niy nyesek jg gr2 mrka hrs berkorban perasaan..huhuhuuu [cry] [cry] [cry]
"MinSun & YongSeo is Sweet & Cute Couple "


Offline Amira

  • Police
  • Senior
  • *****
  • Posts: 613
  • Location: East kal
    • View Profile
Mi, gpp mi msh ok kok cmn ada bbrp kata aja yg slh hrf... Mkn sbl ma angel, egois bgt napa ga terus terang klo dia tlh hilaf mungkin mino bs nerima krn slh-a jg. Kan kasian minsun sdh berkorban perasaan demi dia. Mino sdh mulai nyium yg ga brs ama ang-ray tp kok mino mkr-a mrk berantem sih pdhl kan sdh keliatan tingkah-a mrk salting gt klo marahan kan pasang tatapan saling membunuh. Penasaran nih apa yg mo diliatkan hyesun pd mino..

Offline virna yuniar

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1152
  • ♥KangDan♥
    • View Profile
mami makasih dah diupdate [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]
mam aku sedih deh kayaknya minsun susah bgt wat bersatu.. [cry] [cry] [cry] [cry] [cry] [cry]
duh 3hari gak ketemu aja mereka dah kangen berat [hmff] [hmff] [hmff]
"Sebenarnya .. saya ada kejutan buatmu .. tapi, .. karena hubungan kita hanya sebatas teman biasa, saya rasa .. sebaiknya kejutan itu saya simpan sampai beberapa bulan lagi ... "

Setelah mengatakan itu, Hyesun menoleh keluar jendela lagi. Senyuman penuh arti masih terhias di wajahnya. Aku tidak bertanya lebih lanjut. Hanya memperhatikannya dengan hati bertanya"
 mi berarti si hyesun ngarep hubungannya ma mino lebih dari temen donk [clap] [clap] [clap] [clap] [clap]
mam kok pake ada angel ma sammul?? dasar si angel n sammul mesti di [fighting] hammer2 [fighting] [fighting] [fighting] [fighting] [fighting] [fighting] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer]