Author Topic: Angel By My Side~Chapter 22 Updated 9 January 2011~  (Read 51607 times)

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
mau yang pendek atau yang panjang?

yg pendek update sekarang...
yang panjang nanti malam dan pasti akan panjang banget...  [smiley-whacky103] [smiley-whacky103]

bingung sist... [collapse]

 [AddEmoticons04221] [AddEmoticons04221]

 [AddEmoticons04279] [AddEmoticons04279]

Offline karin.lullaby

  • Senior
  • ****
  • Posts: 557
  • Always you in my eyes, in my life, in my breath...
    • View Profile
Sumpah lagi stress.. [hmpfh] [hmpfh]
 [hmpfh] [hmpfh]tangan udah mau putus nih buat updatenya...
mian jika membosankan...  [sweat] [sweat] [sweat]
aduhhh.... maaf ya kalo gak memuaskan... aku hanya ingin menepati janjiku pada kak eno, kak virna, mami love...  [sweat] [sweat] [sweat]
pusing deh gue.. abis ini mesti tidur...
maaf jika ngebosenin sekali lagi...

Chapter 19

   Mereka benar-benar makan dalam diam ketika itu. Hye Sun menyendok makanannya dengan wajah yang super malas. “Aku naik dulu, ya—“

   Semua yang ada di meja makan itu segera menoleh ke arah Hye Sun.
   
Ada alasan kenapa Hye Sun ingin tidur lebih dahulu. Karena ia malas berbasa-basi dengan Dara. Aneh memang. Tapi, Dara adalah orang pertama yang bisa membuat Hye Sun marah-marah sampai nyerocos tidak ada henti, dan parahnya bisa awet sampai sekarang ini.
   
“Tidak takut gemuk?”Dara bertanya dengan kening berkerut, namun santai.
   
Hye Sun segera tersenyum manis. “Tidak—Aku bukan model lagi, kok. Sekalipun aku masih model, aku bukan model yang terobsesi dengan berat badanku sendiri—“
   
“Padahal kami berdua ingin menonton di ruang kerja Min Ho di bawah—“Dara terlihat sangat menyayangkannya.
   
Mwooo????!!! Menonton di ruang kerja Min Ho di bawah? Padahal Hye Sun sendiri tidak diijinkan memasuki ruangan itu!!!
   
“Hye Sun tidur saja—Kau harus istirahat—“Min Ho segera angkat bicara. Ketika Min Ho berkata begitu, mulutnya dimajukan beberapa senti, ia mengeluarkan napas dari hidungnya dengan cukup kencang.
   
Licik!!!! Biar kalian bisa berduaan, kan? Lagipula, aku tak perlu istirahat!!! Kalian berdua yang justru perlu karena kalian baru keluar dari rumah sakit!!!
   
“Aku memang harus istirahat. Aku sangat amat lelah—“Hye Sun berkata sambil tersenyum lebar, tapi tidak tulus. “Tapi, ingat kalian harus istirahat juga—Kalian, kan, baru keluar dari rumah sakit—Jangan sampai masuk rumah sakit lagi—“ kalau masuk rumah sakit, kan, kalian tak bisa bermesraan— “Aku sangat khawatir dengan keadaan kalian berdua—“

   “Hye Sun benar—Sebaiknya kalian berdua jangan menonton—“Ibunya menimpali, setuju dengan perkataan Hye Sun. Tersirat wajah bangga di wajah Hye Sun, “Aku naik dulu—“

   Ketika Hye Sun baru saja ingin naik ke lantai atas, ibu mertuanya menghentikan langkahnya dengan perkataannya. “Apakah tidak sebaiknya saja Nona Dara tidur sendiri?”

   Kalau dia tidur sendiri berarti—

   “Kasihan suamimu, masa istrinya tidak ada di sampingnya—Padahal kalian belum genap seminggu menikah—“Ibu mertuanya memberi penjelasan. “Nona Dara sebagai tamu juga akan lebih nyaman jika tidur sendiri—“
   
   “Min Ho—Ajak Hye Sun tidur bersamamu, ya—“pinta ibu mertuanya pada putranya itu.
   
“Omma—“
   
“Jangan diprotes—“Ibu mertuanya mengacungkan telunjuknya di depan Min Ho.

“Hye Sun—Tunggu sampai aku beres makan dulu, ya—“Min Ho sekarang mengalihkan pandangannya ke arah Hye Sun yang sudah berjalan setengah jalan menuju tangga. Mendengar itu, Hye Sun segera balik lagi ke kursinya, duduk dan menopangkan dagu sambil menggemertak-gemertukkan jarinya di atas meja.

“Uhukk—Uhukk—“

“Dara—“

Mendengar kedua suara itu, Hye Sun segera melirik Min Ho dan Dara dari sudut matanya. Dara berbicara lagi, “Awww—Lidahku melepuh—“

“Minum dulu—Lain kali hati-hati, tiup dulu supnya—“Min Ho berkata sambil menyodorkan gelas berisi air putih milik Dara itu lebih dekat ke arahnya, karena pas sekali. Posisi duduk mereka bersebrangan. Ibu Min Ho hanya melirik peristiwa itu dari sudut matanya.

Menjijikan. Makan sup begitu saja sudah tersedak—Lidah melepuh—Alasan konyol untuk saling cari perhatian. Sepertinya aku dan Geun Seuk tidak begitu juga—

Ketika penantian Hye Sun usai, Min Ho segera memboyong Hye Sun menuju pintu yang menghubungkan lantai atas dan lantai bawah tanah.

“Aku mohon kau tidak melihat-lihat ruang kerjaku—“bisik Min Ho ketika ia membuka pintu itu.

“Kalau Dara, boleh?”Hye Sun menjawabi dengan sinis, tepat setelah itu Min Ho segera menatapnya. Hye Sun segera memberi jawaban dari permintaan Min Ho itu. “Ya! Aku tidak akan pernah melihat-lihat kantormu yang penuh dengan barang berhargamu itu!”

“Trims.”Min Ho tersenyum kecil, namun senyum itu tidak diperhatikan Hye Sun yang dari tadi sudah kesal bukan main.
   
Hye Sun kemudian menapakkan kaki di tangga itu dengan perasaan yang teramat kesal. Ruang kerja itu sungguh tidak tampak istimewa! Di mana-mana rak buku. Di ujung ruangan itu terdapat meja kerja dan terdapat sebuah sofa dan televise flat 42 inch di dalam ruangan itu. Selebihnya, tak ada yang istimewa.
   
Min Ho kemudian mulai membuka sofa lipat itu sehingga sofa itu berubah menjadi sebuah ranjang. “Lebih baik kau langsung tidur saja—“
   
Oh… Tidak perlu diberitahu, aku juga maunya begitu—Dan kalian berdua jelas mau begitu, jadi kalian berdua bisa punya waktu berduaan dan BERMESRAAN.
   
Ketika Hye Sun pikir Min Ho akan keluar lagi dari kamar itu, ternyata Min Ho mengambil sisi kiri dari ranjang itu, menarik selimut tebal dan tidur begitu saja.
   
“Tidak memadamkan lampunya?”Hye Sun bertanya dengan nada yang agak sangsi. Hye Sun memang tidak menyukai gelap, namun, Hye Sun bingung pria ini tidak memadamkan lampu, sesuatu yang telah menjadi kebiasaan yang membuat sebal Hye Sun dari kecil.
   
Ketika tinggal di rumah nenek Hye Sun di Busan, Min Ho dan Hye Sun yang ketika itu berumur 14 tahun berdebat besar-besaran soal lampu yang dipadamkan Min Ho secara tiba-tiba. Untung saja perdebatan itu bisa dilerai oleh Geun Seuk yang tiba-tiba masuk ke kamar lagi dengan membawa tiga gelas susu segar.
   
“Tidak—Aku tidak biasa memadamkan lampu kamar ketika tidur—“jawab Min Ho lagi. Ia tahu kalau Hye Sun bisa merasa tidak enak jika saja Min Ho tidak mau memadamkan lampu kamar karena Hye Sun sendiri. Ia tak mau mencari muka atau perhatian di depan Hye Sun.
   
“Bohong.”tukas Hye Sun cepat dan agak ketus. “Kau tidak menyukai lampu ketika kau ingin tidur.”
   
“Sekarang tidak—“tukas Min Ho lebih cepat lagi. “Hye Sun-a, cepat tidur—“
   
Hye Sun memandangi saja Min Ho yang sepertinya sudah berada di alam yang berbeda dengannya. Ia menarik selimut tebal itu. Hari ini dia sudah cukup sensi sekali dengan Min Ho dan Dara. Dua orang itu sebenarnya tidak prah-parah amat juga, kok. Tapi, Hye Sun tak bisa melihat mereka berdua bersama di saat yang sama, di ruangan yang sama. Apa pun alasannya, dia masih belum dapat memastikan. Tapi, ia tahu ia memang jijik dengan sepasang kekasih yang kerjaannya bermesraan di depan orang lain atau yang biasa disebut Public Display of Affection (PDA) itu.
   
Tetapi, itu tidak cukup kuat untuk dijadikan alasan ia jadi sensi begini. Min Ho sahabatnya dan ia tidak rela melihat Min Ho bersama perempuan lain. Itu juga tidak masuk akal. Hubungan mereka hanya sebatas sahabat. Jika sahabatnya punya kekasih, buat apa jadi sensi? Tapi, mungkin saja, Hye Sun memang memiliki kesensitifan diri yang tinggi. Mungkin saja. Atau—Dia sedang cemburu dengan sahabatnya sendiri?
   
Tidakkkk!!!
   
Hye Sun menggeleng sekeras-kerasnya. Semoga saja ini hanya untuk awal-awal saja. Semoga besok dan hari-hari selanjutnya, ia sudah terbiasa dan tidak merasakan seperti ini lagi.
***
   “Min Ho-ya—Hye Sun-ssi—“Suara itu membangunkan Hye Sun dari tidurnya. Hye Sun segera menoleh ke arah tangga sambil mengerjap-ngerjapkan kedua matanya.
   
“Kalian tidur sambil berpelukan?”Dara bertanya dengan hati-hati dengan wajah yang terlihat agak-agak tidak enak. “Maaf telah memergoki—“
   
Hye Sun yang sekarang tidak enak sendiri, di sampingnya, Min Ho masih terbaring dengan damai dengan kaos V neck abu-abu tipis yang dipakainya kemarin. Tangan Hye Sun melingkar di pinggangnya. Posisi Min Ho sendiri tidak membelakanginya, namun berhadapan langsung dengannya.
   
“Ahhhh!!! Arrrggghhh!!!”teriak Hye Sun dengan histeris. Ia bangkit dengan cepat-cepat. “Aku mau mandi—Kau bangunkan saja dia!!!”
   
Dengan terbirit-birit, Hye Sun pergi ke lemarinya di atas dan segera berlari ke kamar mandi. Ia salah tingkah. Kekasih Min Ho sedang memergokinya memeluk Min Ho. Astaga, Hye Sun memang tidak suka dengan mereka, dia takut mereka melakukan Public Display of Affection, tapi, tidak begitu juga. Masa tega begitu ia membuat kekasih Min Ho sendiri cemburu. Tapi, di lain sisi, entah kenapa, dia merasa senang bisa memeluk Min Ho seperti itu. Seperti ada suatu kehangatan—Aishhh!!! Apa yang sedang ia pikirkan!!!
***
   Hye Sun sedang menggigil kedinginan sehabis dari mandi. Sudah mandi dengan air hangat pun, cuaca musim dingin masih tetap terasa menusuk tulang. Ketika ia keluar dari kamar mandi, pemandangan Dara yang sedang duduk di atas sofa sambil membaca majalah yang berukuran cukup besar sudah terlihat olehnya.
   
“Hai, Hye Sun!”sapa Dara riang.
   
“Anyeong—“Hye Sun menjawab dengan agak gugup dan canggung.
   
“Aku sedang menikmati cuti semingguku dengan membaca majalah dan bersantai—Kau tahu, aku dilarang bekerja oleh Min Ho untuk seminggu terakhir ini—“Dara berkata panjang lebar sambil tersenyum lebar.
   
“Yeah—“jawab Hye Sun dengan agak gugup, ia berusaha tersenyum. “Ngomong-ngomong, kau lihat Omma? Maksudku, Na Young Ajuma—“
   
“Oh—Omma Min Ho—Dia tadi pergi dan bilang padaku untuk menyampaikan pesan untuk Min Ho lewatku—Dia bilang suaminya baru pulang dari luar negeri, so—Dia harus pulang ke rumah dulu untuk beberapa hari—Dia juga bilang jangan biarkan Min Ho pergi keluar rumah—“
   
“Ohh—“Hanya kata itu yang keluar dari mulutnya. Berarti mereka bebas macam-macam sekarang. Dara sedang cuti seminggu, Min Ho hari ini juga masih dalam masa cuti. Tapi tidak… Kan masih ada aku—Berarti aku tidak boleh pergi dari rumah seharian penuh— Eh!!! Kenapa dia jadi parno seperti ini lagi.
   
“Hye Sun—Ayo duduk sini!!”panggil Dara sambil menepuk-nepuk tempat di sebelahnya, mengisyaratkan Hye Sun untuk duduk di sampingnya. “Kau, kan, model—Aku pikir kau akan suka majalah fashion—Ayo baca bersama—“
   
“Aku tidak suka baca majalah, tidak suka juga buka internet—Maaf telah menjadi orang kuno—Tapi—Aku tidak senang melihat majalah—“Hye Sun menolak dengan halus dan sopan.
   
“Tapi, kau harus lihat ini—“Dara meyakinkan Hye Sun lagi dan mengisyaratkan Hye Sun untuk duduk di sampingnya lagi.
   
“Sebentar lagi aku mau pergi. Mian—”Hye Sun mencoba menghindari Dara. Ia tidak suka jika harus berhubungan dengan Dara.
   
“Please—Ada desain temanku yang masuk ke dalam majalah ini—So—Please… Lihatlah sebentar—“Dara tersenyum lebar.
   
Hye Sun kemudian hanya bisa tersenyum, terlihat mengalah dan mendekat ke arah Dara. Matanya mengikuti arah yang ditunjuk Dara. Sebuah baju dengan desain yang unik sekali. Keren.
   
“Bagus—“komentar Hye Sun kagum. Ia yang malah terpaku di tempatnya sekarang. Di bawahnya tertuliskan. Designer: Louisa Yoon (Min Ah-Yoon)
   
“Louisa Yoon Min Ah?”Hye Sun mengulangi nama desainer itu.
   
“Yup. Ia sedang kuliah di Instituto Marangaroni—Dia itu adiknya—ups—Mian—“Dara segera menghentikan ucapannya ketika teringat kalau Louisa Yoon Min Ah alias Yoona adalah adik dari Yoon Eun Hye, model yang menjadi musuh Hye Sun—Model yang pernah mencoba membunuh Hye Sun akibat kecemburuannya pada Hye Sun soal karirnya. Model yang juga seorang pewaris dari jaringan klub malam keluarga Yoon. Model yang juga ramah pada Dara dan bawahan yang lain, malah bisa dibilang teman dekat dari Dara, makanya, Dara bingung ketika Eun Hye bisa melakukan hal segila itu.
   
“Desainnya bagus—“Hye Sun tidak memedulikan perkataan Dara sebelumnya. “Dia kuliah di Instituto Marangaroni, ya—Temanku yang desainer Rachel Kourvenski juga dari sana. Mahasiswa dari Instituto Marangaroni memang berbakat—“
   
“Eh, iya—“Dara menjawab dengan salah tingkah.
   
“Lain kali—Kenalkan saja—“Hye Sun tersenyum. “Tentunya ketika ia sedang liburan dan kemari—Aku pergi dulu, ya—Kalau Min Ho bangun, bilang kalau aku sedang keluar sebentar—“
   
“Dengan pakaian hitam-hitam begini—Biar kutebak! Mau ke pemakaman, ya?”Dara menerka dengan santai, padahal hanya bercanda, pertanyaan itu dijawab Hye Sun dengan senyumnya.

   Benar sekali—Mungkin sudah sebulan ia tidak mengunjungi makam Geun Seuk. Mengingat hari ini adalah malam tahun baru. Hari yang sangat amat disukai Geun Seuk—

“Malam tahun baru adalah saat kita menutup setahun ini dan membuka lembaran baru lagi. Manusia terus diberi kesempatan dan kesempatan. Kesempatan untuk berubah. Untuk mulai dari awal.”

Kata-kata menyentuh itu—Jang Geun Seuk—Kapan lagi ia bisa mendengar kata-kata itu dari mulutnya. Geun Seuk telah mengajarkan banyak hal dalam hidupnya. Tentang malaikat, tentang Italia, tentang moral hidup, tentang cinta, tentang persahabatan, juga kasih yang punya tingkatan paling tinggi dalam kehidupan manusia—kasih yang memberi kesempatan orang yang dikasihinya balik mengasihinya atau tidak—Dia merindukannya—Geun Seuk adalah malaikat yang benar-benar diciptakan Tuhan untuknya—Yang sampai sekarang, ia yakini masih ada di sampingnya.

Walaupun sekarang, ia harus mengakui kerinduannya terbagi dua, antara Geun Seuk dan Min Ho yang single dulu—Yang tidak membagi perhatiannya pada orang lain, bukan pada Dara, bukan pada wanita mana pun—
***
   Kediaman Lee

   “Aku pikir, kau lebih baik jangan campuri hubungan Min Ho dan Hye Sun—“Mr. Lee menasihati istrinya dengan baik-baik.
   
“Aku tidak bisa—“jawab Na Young, pendek dan singkat. “Aku harus mencampuri hubungan mereka kalau kau masih mau melihat mereka bersama—“
   
“Bersama atau tidak—Itu bukan urusan kita—Mereka yang akan memutuskan—“Mr. Lee kembali berargumentasi.
   
Na Young sebal sekali mendengar pendapat Mr. Lee soal kepindahannya ke rumah Min Ho dan Hye Sun. “Kau tidak tahu bagaimana mereka mempermainkan kita! Mereka hanya melaksanakan pernikahan palsu!”
   
“Kalau begitu, mereka harus dipisahkan cepat-cepat—“Mr. Lee menjawabi Na Young lagi dengan santai.
   
“Apa kata mereka kalau Hye Sun dan Min Ho bercerai?!”Na Young sekarang membanting garpu di atas piringnya ke lantai.
   
“Maksudmu mereka itu siapa, Na Young? Orang lain?”Mr. Lee bertanya baik-baik. Ia memang selalu tenang dan penuh wibawa. “Kau yang bilang sendiri kebahagiaan Min Ho di atas segalanya di dunia ini. Makanya, aku juga menyetujui perjodohan ini, karena aku mendengar darimu, kalau dia benar-benar menyayangi Hye Sun—Kalau saja dia menjalani pernikahan palsu, seharusnya kita menghentikan pernikahan itu, karena mereka pasti tidak bahagia sekarang.“
   
“Justru dengan aku yang berada di sana sedang mencoba mempersatukan mereka—“Na Young mengangkat rambutnya yang jatuh ke wajahnya. Dia yang emosian dan suaminya yang tenang itu memang sangat berbeda. Mereka berbeda. Na Young selalu memanjakan anaknya, namun, suaminya bilang jangan. Mereka membesarkan dan menyayangi anaknya dengan cara yang berbeda. Perbedaan ini yang membuat mereka sering kali merasa tidak cocok.
   
“Aku kelewatan satu hal untuk diberitahu—“Na Young berusaha menenangkan diri dengan cara mengubah topik pembicaraan. “Min Ho sudah pulih dari amnesianya—Ia sudah mengingat Geun Seuk kembali—Tapi, tolong jangan bilang kalau kita tahu ia sudah pulih—“
   
“Aku sudah bilang kalau menutup akses Geun Seuk ke dalam ingatannya itu percuma—“Dengan wibawanya yang masih terjaga, Mr. Lee menjawabi Na Young. “Kamu tidak perlu membuat Min Ho melupakan Geun Seuk, karena Min Ho cepat atau lambat akan mengingatnya lagi—“
   
“Kau tidak tahu betapa pentingnya dia melupakan Geun Seuk—Aku telah mencari kesempatan agar dia bisa melupakannya sepenuhnya—Aku ingin dia benar-benar menghapus Geun Seuk dari ingatannya.”Na Young berkata dengan nada yang cukup datar, tidak mau disulut emosi, meskipun sebenarnya, ia sangat mudah untuk dibuat emosi oleh suaminya ini. Ketenangannya membuat Na Young gemas.
   
“Kau selalu bilang hal itu penting tanpa memberiku alasan konkret untuk Min Ho melupakannya—Kalau ini hanya soal perebutan seorang gadis—Tolong jangan berlebihan—“Mr. Lee menjawabi perkataan istrinya itu dengan nada yang cukup datar juga.

Na Young kemudian berkata lagi. Sebal dengan jawaban dari suaminya, maka ia mencoba menekankan apa yang ia inginkan dari suaminya. “Kau hanya perlu bersikap kooperatif sekarang ini. Pura-pura tidak tahu saja tentang kepulihannya dari amnesianya. Okay? Aku tidak meminta apa-apa darimu. Silahkan tetap bersikap santai dengan apa saja yang menyangkut putramu satu-satunya.”
   
“Aku tidak santai—Aku hanya tenang—Aku tahu Min Ho bisa menangani segalanya—“Mr. Lee menjawab dengan ketenangan luar biasa.
   
“Jadi menurutmu, kejadian 9 November 1999 adalah tanda kalau Min Ho bisa menangani segalanya?”tanya Na Young, di genggamannnya, terdapat sendok, ia meremasnya dengan gemas.

“Memangnya apa yang terjadi?”Mr Lee bertanya dengan nada yang tetap tenang. Dari dulu, istrinya memang tidak pernah terbuka soal anaknya padanya. Ia tak pernah bertanya, karena ia pikir ia tidak perlu bertanya dan istrinya dapat menangani Min Ho sendirian. Segala tingkah laku istrinya yang membuktikan hal itu benar adanya. Soal Geun Seuk pun, istrinya tidak mau terbuka. Ia hanya bilang Min Ho harus melupakannya dan hal itu penting. “Aku sekarang bertanya—Kenapa ia bisa mengalami gangguan stress akut?“

Na Young sudah bangkit dari tempat duduknya. Mengambil aba-aba untuk pergi dari meja makan itu.
   
“Kejadian itu sudah bertahun-tahun lalu—Dia pernah berpesan pada Adrianna Romano untuk tidak memberitahu kita, orangtuanya—“Na Young menghela napas setelah memutuskan menjawab pertanyaan suaminya. “Aku berlutut dan bersujud di depan Mrs. Romano ketika itu—Kalau kau mau tahu sekarang, bersujudlah di depan Mrs Romano atau Min Ho. Walaupun, aku yakin posisimu tidak cukup penting untuk tahu apa yang terjadi saat itu—“

“Kalau kau mengaku peduli, jangan ganggu kehidupan pernikahan mereka berdua, biar mereka yang memutuskan ke mana hubungan itu akan mereka bawa—“Mr. Lee mencoba menyarankan, tidak bisa berbuat apa-apa juga jika istrinya tetap keras kepala dan tidak mengiyakan syarat itu.
   
“Nona Sandara Park sedang berada di sana—Aku takut kalau Dara punya hubungan yang spesial dengan Min Ho—“Na Young menjawab lagi dengan penuh rasa datar.
   
“Biarkan mereka yang memutuskan, Na Young-a—Tinggalkan mereka dulu di sana—“Mr. Lee kembali memberi saran.
   
“Tidak—Tidak bisa—Aku tidak bisa melihat Min Ho bersama perempuan bernama Dara itu—“Na Young menjawab dengan dingin dan datar.
   
“Kalau begitu, aku ragu kau melakukan segalanya untuk kebahagiaan Min Ho—Bagaimana kalau Min Ho bahagia bila ia bersama Dara—Bagaimana kalau kau yang selama ini yang benar-benar memaksakan dan menginginkan Hye Sun menjadi menantumu. Bagaimana kalau selama ini Min Ho tidak memaksakan Hye Sun menjadi istrinya?“Mr. Lee menanyakan faktanya, agak seperti mempersuasi Na Young.
   
“Baik—Aku tidak akan memaksakan mereka—Aku akan keluar dari rumah itu—Kau puas?”
   
Setelah itu, hanya terdengar gemertak-gemertuk sepatu hak tinggi Na Young yang mengalasi kedua kakinya.
***
   “Aku ini sudah berpengalaman sekali dalam hal memasak—“Dara tersenyum sambil membolak-balik telur dadar yang ada di atas kuali itu. “Jangan meremehkanku—Hye Sun akan senang dengan makan siang kali ini—“
   
“Okay—“Min Ho tersenyum dan mengawasi Dara yang dengan lihainya memainkan spatula yang ada di tangannya itu.
   
“Kita akan buat makanan spesial untuk Hye Sun—Tolong ambilkan kepiting kupasnya—“Dara menunjuk-nunjuk kepiting kupas yang ada di atas meja yang lumayan jauh dari kompor itu.
   
“Oh—Okay—“Min Ho mengambilkan sepiring kepiting kupas itu. “Semoga saja dia tidak tiba-tiba datang dan whoaaaaaaaaa!!!” Ketika Min Ho sampai di tempat Dara, dirinya tiba-tiba terpeleset, untung saja piring yang isinya kepiting kupas itu adalah piring plastik, ketika piring itu terlepas dari genggaman Min Ho, Min Ho memegang bahu Dara, ditariknya Dara sampai Dara ikut-ikutan terjatuh bersamanya. Rekfleks. Dara terjatuh di atas tubuh Min Ho. Wajah mereka hanya tinggal beberapa senti lagi. Dara melihat Min Ho dengan kaget.
   
“Aku pulang—“Suara Hye Sun yang tiba-tiba terdengar membuat mereka ingin cepat-cepat bangkit dari posisi mereka. Tapi, terlambat, Hye Sun sudah melihat Min Ho dan Dara dengan posisi yang sangat amat tidak mengenakkan. “Kalian!”
***
   Hye Sun yang melihat Dara dan Min Ho yang terlihat hampir berciuman itu segera terbelalak.
   
Cih!! Menjijikan sekali!!
   
Min Ho dan Dara segera bangkit dari posisi mereka. “Sorry—Sorry—“ucap Dara tanpa henti. “Aku tidak bermaksud—“

   “Jangan sampai terlihat oleh Omma—“Hye Sun berkata dengan ketus. Payung hitam yang ia pegang ia taruh begitu saja di tempatnya berdiri sekarang. Dengan perasaan campur aduk, ia naik ke atas tangga, ke kamarnya.
   
“Hye Sun—“Min Ho tiba-tiba menghentikan langkah Hye Sun dengan memegang pergelangan tangannya. “Kau salah paham tadi—“
   
Plak!!!
   
Tamparan keras mendarat di pipi seorang Lee Min Ho. “Omong kosong! Dan aku tidak salah paham! Aku tahu kalian pacaran, jadi kalian tidak usah tidak berenak hati seperti itu! Pacaran saja terus! Aku tidak melarang! Tapi, asal kalian tahu, kalian berdua itu menjijikan! Kalian itu sama seperti sepasang kekasih yang berciuman hebat di tempat duduk di Lotte World! Kalian MANUSIA MENJIJIKAN!”
   
Hye Sun segera naik ke atas. Setelah tadi ditahan, air matanya mengalir juga.
   
Jang Geun Seuk. Nama itu tiba-tiba saja muncul dalam benaknya. Dia sedang bertanya dalam hati, kenapa ia harus merasakan jungkir balik perasaan seperti ini.
***
   Ketika hari sudah pukul delapan malam, Hye Sun melewati begitu saja Min Ho dan Dara yang sedang melewati makan malam dengan keadaan lesu. Dara yang memanggil nama Hye Sun tidak digubrisnya sama sekali. Ketika Dara menghampirinya ketika ia sedang membuka pintu ruang bawah tanah itu, Hye Sun segera mengangkat tangan, tanda kalau ia sedang marah-marahnya.
   
Ia bisa saja tidur di kamar Ommanya atau kamar Dara karena Omma belum pulang. Tapi, ia berpikir kalau saja Omma pulang ke rumah tiba-tiba dan menemukan Hye Sun tidur di kamar atas, bukan bersama Min Ho, Ommanya pasti akan curiga dengan Min Ho dan dirinya. Ia juga berpikir kalau ia tak akan betah sekamar dengan Dara.
   
Hye Sun kemudian melotot ke arah Min Ho yang sedang memandanginya juga, pipinya masih merah akibat efek tamparan itu. Rupanya, ada kode kombinasi jika ingin masuk ke dalam ruang kerja itu.
   
Min Ho segera menghampiri Hye Sun dan menekan-nekan kombinasi kodenya di atas alat yang berada tepat di samping pintu masuk ruang bawah tanah itu. Hye Sun segera masuk ke dalam ruang bawah tanah itu. Kesal sekali dengan dua makhluk yang berada selantai di atasnya itu—
   
Ia membuka sofa lipat itu.
   
Aku tidak mau melihat wajah kedua orang itu—Menjijikan—Woeks! Mentang-mentang berdua saja di rumah ia mau bermesraan. Untung saja aku tidak masuk ke kamarnya dan tidak memergoki mereka tidak memakai baju satu sama lain! Kalau iya, aku berjanji akan mengeluarkan kedua orang itu akan kuseret keluar tanpa bajunya sekalipun!
   
Seperti biasa, ia mengambil posisi kanan. Ia terlelap dan ingin kalau ia tidak akan pernah terbangun lagi dan merasakan kekesalan yang amat sangat ini.
***
    Hye Sun membuka matanya dan merasakan tubuhnya bunyi semua. Ia masih kesal.
   
Dasar mesum kalian berdua!
   
Hati Hye Sun masih mengumpat dalam hati.
   
Sudah jam berapa sekarang ini. Ia pun tidak tahu. Ketika ia melihat jam di samping meja kecil di sebelah sofa-ranjang itu. Ia mengumpat lagi dalam hati. Pukul 01.35. Karena ia tadi tidur terlalu pagi, ia jadi bangun di jam yang sangat tidak strategis ini.
   
Ngomong-ngomong, berarti sekarang sudah tanggal 1 Januari 2007. Selamat tahun baru—

Ia melihat ke sampingnya dan tidak melihat Min Ho, rupanya Min Ho sedang berada di atas meja kerjanya dengan laptop yang masih terbuka, namun tidak menyala. Ia dalam posisi tertidur, lengannya menopang kepalanya.

Rasa benci kembali menguasai Hye Sun.

Mesum. Mesum. Mesum!

Ketika ia berdiam diri dan membiarkan dirinya ‘mengumpulkan jiwanya’. Ia mulai merasa, ia tak bisa tidur lagi sekarang. Ia kemudian membawa dirinya sendiri memutari rak yang mengelilingi ruang kerja itu. Siapa tahu ada buku bagus dan ia dapat membacanya daripada menganggur dan tidak bisa tidur.
   
Ia menjelajahi rak buku itu. Matanya sudah agak segar sekarang. Ia berjalan sambil melihat-lihat buku-buku yang agak tidak menarik baginya. Selama ia kuliah di Stanford dulu. Ia tidak begitu tertarik dengan perbisnisan, namun mengingat mata kuliah itu yang paling umum dan ayahnya mempersuasinya untuk mengambil jurusan itu agar sewaktu-waktu Hye Sun bisa membantu Hye Jung di perusahaan selain membantu keuangan keluarga dengan gajinya sebagai model, boleh dibilang sebagai persiapan untuknya.
   
Ia lulus. Namun, ilmunya di Stanford University tidak terpakai, bahkan ketika ia kembali lagi ke Seoul pada tahun 2003 sampai 2004, karena ibunya melarangnya untuk bekerja di Seoul Sun. Ayahnya juga belum mengijinkannya karena jadwalnya yang masih padat sebagai model.

 Setelah ayahnya meninggal pada akhir tahun 2004, ia juga dilarang ibunya untuk bekerja, bahkan setelah ia nonaktif sebagai model pada Januari 2005 karena Geun Seuk melarangnya bekerja lagi di dunia itu, ia juga masih belum mendapat kesempatan bekerja di Seoul Sun.

Baru setelah Geun Seuk meninggal ia mendapat kesempatan bekerja, karena setelah Geun Seuk meninggal Jang Group juga agak terbengkalai, hingga dengan berat hati, ayah dari Geun Seuk memutuskan tali kerja sama. Dan sialnya, ketika itu Seoul Sun sedang krisis-krisisnya, maka Hye Sun harus turun tangan.

Rak di belakang meja kerja Min Ho dilewatinya, karena Min Ho sedang tidur, Hye Sun takut kalau ia membangunkannya, padahal Min Ho seingatnya pernah bilang jangan pernah melihat-lihat segala yang ada di ruang kerja itu.
   
Ia akhirnya sampai di rak abjad A. Yang menjadi rak paling akhir dari petualangannya menjelajahi rak di sekeliling ruang kerja yang berada di ruang bawah tanah itu. Ia melihat-lihat buku disana Accounting for Newbie, Accounting for Expert, Age, Air for Camilla, Andromeda and Perseus dan—Ada yang aneh. Judul-judulnya adalah judul-judul yang membuat Hye Sun mengerutkan keningnya, ada beberapa judul buku yang belum pernah ia dengar sebelumnya, walaupun sebagiannya sudah, An Angel For Emily, Angels For Minerva, Angel I Love You, Angels from Heaven, An Angel from Milan, Angels for Amy’s Birthday, Angel of Italia, Angels and Demons, An Angel for George Van Lith, Angel for Yoon Ki Man, Angel and The Angels, Angel from Seoul, Angel of His Soul, Angel For My Mom, Angel for Seo Ga In, Ange, Au Revouir, Velvet Angel, Fallen Angel, L’a Ange de Monsieur Chose.
   
Semua judul buku itu punya kata-kata Angel. Ada yang dalam bahasa Inggris, ada juga yang berjudul Perancis. Selain judul-judul di atas masih banyak lagi buku-buku yang mempunyai kata-kata Angel atau Ange, yang setahu Hye Sun berasal dari bahasa Perancis yang berarti angel, malaikat. Hanya Ange dan Angel, karena Min Ho sepertinya hanya menguasai tiga bahasa dengan baik, Bahasa Inggris, Prancis, dan Korea.

 Ia bisa bahasa Perancis karena Min Ho kecil, selama enam tahun pertama hidupnya, tinggal di Perancis, sampai-sampai ia lebih bisa bahasa Perancis daripada bahasa Inggris (mungkin sudah terpengaruh orang Perancis yang biasa sudah sombong dan mengira bahasa Inggris tidak lebih penting dari bahasa Prancis.)

Pertanyaannya, kenapa bisa ada lima deret judul buku yang mempunyai kata Angel di sini? Sejak kapan, seorang Lee Min Ho punya ketertarikan terhadap kata ‘malaikat’, setahunya, satu-satunya orang yang dekat dengannya yang punya ketertarikan dengan hal-hal berbau malaikat adalah Geun Seuk, tunangannya, dia saja.

Hye Sun meneliti lima deret buku di rak itu satu-satu sampai ia melihat sebuah buku yang sudah agak lusuh, rapuh, tidak tebal, sangat tipis. Ia membawa buku terakhir di deret kelima yang ia teliti itu. Itu adalah beberapa perkamen yang diikat jadi satu oleh sebuah pita yang suram dan usang. Sampulnya bertuliskan Ange à vos Côtés. Bahasa Perancis lagi, Namun, di bawahnya tertuliskan terjemahan dari kata-kata di atas. Jantungnya berdetak tiga kali lebih kencang dari sebelumnya ketika membaca terjemahan judul itu yang bertuliskan tulisan huruf cetak, kurus, dan dempet, yang sepertinya bukan ditulis si penulis asli, melainkan hanya sebuah subtitle dari orang sebelumnya. Angel By Your Side

Ia membolak-balik buku itu dengan posisi berlutut di depan rak itu. Hanya mempunyai 4 halaman. Semua bahasa Prancis. Ia tak mengerti apa arti dari bahasa itu. Melihat kamus pun rasanya akan jadi konyol. Ia kemudian melihat laptop dan komputer Mac yang berada di depan Min Ho yang sedang tertidur itu. Hye Sun segera memboyong laptop yang berada di depan Min Ho itu ke pangkuannya yang sekarang sudah duduk di atas lantai dengan membawa buku itu juga.

Wireless: Turn On

Dengan cepat, tangannya mengklik ikon browser Safari.

www.google.com
   
Ketika ia melihat menu bar terjemahan, ia mulai menerjemahkan halaman pertama dari buku berjudul Ange à vos Côtés itu.

ce livre dédié à votre âme et votre foi.

Ketika mengetik sederet kata-kata itu, muncul terjemahannya.
   
This book dedicated for your soul and your faith
   
“Jiwaku dan kepercayaanku?”ulang Hye Sun dengan agak ragu untuk melanjutkan menerjemahkan buku ini. Buku ini—Kuno—Misterius—Tapi, hal itu yang membuat Hye Sun penasaran untuk menerjemahkan buku Prancis itu lagi.



Vous n’osez pas, mais vous croyez
Nous le savons parce que de lire ce texte, il faut une confiance vraiment grand dans les décisions que vous avez créés vous-même.
En raison de votre confiance, puis dès maintenant vous faites partie de nous.
Faites-nous confiance pour faire quelque chose de notre âme tous les croyants qui ne sont pas nécessairement confiance à d'autres personnes.

Jusqu'à la fin de ce texte sera berpidah entre les mains de ceux qui croient ou même disparaître de la surface de cette terre,
Vous ferez partie de ceux qui croient

Croyez que,
qui siègent à côté de vous est ange à vos côtés




Kau tidak berani, namun kau percaya.
Kami tahu itu karena untuk membaca teks ini, dibutuhkan kepercayaan yang sungguh besar pada keputusan yang telah kau buat sendiri.
Karena kepercayaanmu itu, maka mulai sekarang kau adalah bagian dari kami.
Kepercayaan kita membuat jiwa kita semua meyakini sesuatu yang belum tentu dipercayai orang lain.

Sampai akhirnya teks ini akan berpidah ke tangan orang lain yang percaya atau bahkan menghilang dari muka bumi ini,
Kau akan menjadi bagian dari orang-orang yang percaya

Percaya bahwa,
Yang berada di sampingmu sekarang adalah malaikat di sampingmu.
[/i]


[/color][/size]   

Selesai menerjemahkan semua teks itu, Hye Sun segera melempar perkamen itu dengan asal-asalan. “Konyol—Pasti cuma dongeng anak kecil seperti Cinderella dan lain-lainnya itu—Pasti hanya untuk bermain-main saja—“Hye Sun meyakinkan dirinya.
   
Ia menengok ke samping kiri dan kanan. Di samping kanannya hanya ada Min Ho. Mana Geun Seuk? Malaikat di sampingnya adalah Geun Seuk—Tak mungkin yang lain—Ia mendongak ke atas. Tidak ditemukannya tanda-tanda Geun Seuk.
   
Tuhan—Apa yang dimaksudkan teks ini?
   
Tanpa sadar tangannya gemetaran. Nafasnya tidak teratur. Ia mencoba memutarkan kepalanya ke segala arah. “Tidak mungkin—Teks ini pasti berbohong—“
   
Kalau teks ini benar, Geun Seuk akan terlihat di sini karena dia adalah malaikatnya selama ini. Bohong—Teks itu berbohong—
   
”Goo Hye Sun—Sekarang kau sedang diberi kesempatan sebagai seorang umat manusia yang dapat merayakan pergantian tahun ini—“
   
“Please, jangan konyol—“Sambil memejamkan matanya, ia tahu kalau ia sudah tidak tenang. Buku itu ia pungut dari lantai, ia tak mau Min Ho tau ia telah membacanya.
   
Dengan asal-asalan ia menaruhnya di rak abjad J, yang berada tepat di belakangnya. Ia meraih segelas air putih yang berada di sudut meja kerja Min Ho. Ia meneguk air yang tidak sampai setengah gelas itu. Setelah itu, ia mengembalikan laptop itu ke posisi semulanya. Dengan cepat, ia berjalan ke sofa-ranjang itu, meringkuk di balik selimutnya.
   
Teks itu tidak benar. Atau mungkin saja terjemahannya kacau. Ya, terjemahannya kacau! Google Translater, kan, biasanya begitu.
   
Kau tidak berani, namun kau percaya

Kau akan menjadi bagian orang-orang yang percaya.
   
Percaya bahwa, yang berada di sampingmu adalah malaikat di sampingmu. Angel By Your Side.
   
“Aisssshhh!!! Jangan pikirkan lagi Goo Hye Sun! Itu hanya omong kosong!!”
***
   “Kau yakin?”
   
“Ya. Kemarin aku tidak enak sekali dengan Hye Sun—“Dara menjawab sambil tersenyum yakin.
   
Min Ho melirik jam tangannya. Pukul sembilan lewat pada awal tahun 2007. “Sebentar lagi aku harus mengunjungi Appa dan Ommaku di kediaman Lee—Malam nanti, aku ada acara makan malam dengan pihak yang akan menanamkan modalnya di Holding Company milik kami—“
   
Min Ho sekarang melirik pintu ke ruang kerjanya itu. Di dalamnya, Hye Sun yang belum bangun dan pasti masih marah padanya, tertidur. Makanya, ia tidak mengajak Hye Sun ke rumah orangtuanya, daripada keadaan tambah kacau dan repot.
   
“Sayang sekali hari ini kau tidak bisa mengunjungi party di Charmeleon—“Dara kembali menyayangkan hal itu. “Pesta itu benar-benar akan sangat meriah. Model-model datang. Orang-orang kalangan atas juga—“
   
“Kau akan datang?”Min Ho bertanya pada Dara.
   
“Tentu. Cuti bekerja tidak berarti aku melewatkan pesta besar yang hanya setahun sekali itu. Lagipula, aku ini kan cuti untuk melewati hari-hari santai—“Dara tersenyum. Ia memang terlihat ingin sekali bersenang-senang. “Cuti ini kan bermaksud agar aku tidak perlu lagi melihat dokumen-dokumen itu—Fiuhh—“
   
“Kau yakin mau bekerja?”
   
“Sebenarnya, itu bukan bekerja—Kami hanya ingin mengobrol-ngobrol dan makan malam—Dan dia hanya punya waktu malam ini—“Min Ho menjelaskan. “Lagipula, aku tidak begitu senang dengan party seperti itu. Biasanya, terjadi hal-hal yang tidak benar seperti—“
   
“Jangan meragukan pesta di Charmeleon, Tuan Lee Min Ho—Tidak ada pesta seks—“tegas Dara dengan wajahnya yang khas. “Sudahlah—Kau pergi saja sana—Nanti kalau kau pulang, aku pasti sudah tidak ada di rumah ini—Aku akan suruh supir menjemput—“
   
“Sorry karena tidak bisa mengantarmu ke rumah—Aku harus bertemu ayahku, sekalipun sebenarnya tak mungkin ada hal penting yang akan dibicarakan.”lanjut Min Ho. “Namun, kami jarang sekali bertemu. Jadi, mian—“
   
“Ne!”jawab Dara tegas. “Sana pergi. Pergi sana—“
   
Min Ho tersenyum. “Kalau Hye Sun bangun, pastikan ia sarapan, ya—“
   
“Percayalah, Min Ho—Dia tidak akan sarapan—“Dara menyipitkan matanya dengan sangsi. “Makanya itu aku mau pergi dari sini. Agar dia nyaman seperti dahulu kala lagi—“
   
“Percayalah, kalau bersamaku, seatap denganku, ia tak pernah nyaman—“Min Ho menjawab perkataan Dara itu sambil tersenyum kecil. “Aku pergi dulu, ya—Bye—“
   
“Eh!”Dara menghentikan langkah Min Ho. “Lain kali, aku numpang naik Harley-mu ya!”
   
Min Ho mengacungkan jempolnya sambil tersenyum. Dara itu—Masih sempat-sempatnya bercanda—Dia juga tidak tega jika melihat sikap dingin Hye Sun pada orang sebaik dan semenyenangkan Dara.
***
   “Mau pindahan ke mana?”tanya Hye Sun ketika melihat koper yang berada di sebelah Dara.
   
“Eh? Sudah bangun, Hye Sun?”Dara menjawab pertanyaan yang terlihat sinis itu dengan senyuman lebar.
   
“Omma masih di sini—Kau tidak bisa—“
   
“Na Young Ajuma tidak pulang kemarin—Dia bilang kalau ia tinggal di Kediaman Lee kembali“Dara tersenyum lebar.
   
“Mwo?”Hye Sun segera membelalakan matanya sendiri. Kalau begitu untuk apa harus sekamar dengan Min Ho!!!!!
   
“Aku akan pulang ke rumah hari ini—“Dara tersenyum kembali pada Hye Sun. “Mian soal kemarin. Aku tidak sengaja.”
   
“Gwenchana—Kalian kan pacaran—Jadi, hal itu sah-sah saja—“Hye Sun menjawab dengan cepat, jawaban itu juga terlihat seperti menyindir dan ia kedengaran seperti cemburu.
   
“Maafkan aku, ya—“Dara merentangkan tangannya dan segera menghambur ke arah Hye Sun yang penampilannya masih acak-acakkan itu.

   “Ne.”Hye Sun menjawab kecil, sebenarnya—tidak ikhlas. Ia membalas pelukan dengan tidak ikhlas, masih kesal.
   
“Sebentar, siapa yang bilang kalau kami berdua sepasang kekasih?”tanya Dara riang sambil melepaskan pelukan itu. Wajah Hye Sun terlihat bingung ketika Dara melepaskan pelukannya. “Dan satu lagi—Aku pikir selamanya kita akan menjadi teman baik jika saja kau tidak berpikir kalau aku adalah kekasih Min Ho—Padahal, menjadi teman baikmu adalah impianku selama ini. Aku selama ini hanya temannya, Hye Sun—Soal kemarin—Kami tidak bermaksud untuk berciuman—So, maafkan kami—“
   
“Mwo?”Hye Sun bertanya lagi. Ia berharap kalau ia sekarang belum berhasil mengumpulkan jiwanya sehabis bangun tidur, jadi pendengarannya tadi salah.
   
“Kau terlihat cemburu.“Dara tersenyum senang. “Aku harap kau mulai menyadari bagaimana perasaanmu pada Min Ho—“

   “Nona Sandara Park, aku tidak mengerti—Bukankah kalian adalah sepasang kekasih? Jelaskan padaku sekali lagi.”Hye Sun berkata sejelas-jelasnya, ia meminta penjelasan. Bukan pacaran? Apa-apaan? Bukankah mereka selama ini—?
   
“Bukankah kau menyimpulkan hal itu?”Dara tersenyum lebar.
   
“Tapi, mian karena membuatmu cemburu—“tutur Dara kembali dengan riang.
   
“Oh ya—“Dara mengambil sesuatu dari coffee table di dekat tempatnya berdiri. Menyodorkannya ke tangan Hye Sun. “Ini undangan untuk ke bar Charmeleon—Malam ini ada pesta besar. Min Ho memang tidak bisa datang, namun bersenang-senanglah jika kau kau mau—“
   
“Supirku sepertinya sudah datang—“Dara tersenyum sambil tersenyum lagi pada Hye Sun. “Anyeong, Hye Sun—Bertemu di lain kesempatan, ya?”
   
Ketika Dara berlari sambil membawa kopernya, Hye Sun memandangi pemandangan itu dengan tangan yang masih menggenggam undangan yang baru diberi Dara.
   
Lee Min Ho—Dia harus segera menelponnya—Jadi selama ini, mereka tidak pacaran?! Cemburu?! Apa benar ia cemburu?!
***
   

END OF CHAPTER
« Last Edit: July 14, 2010, 10:03:11 am by karin.lullaby »

it was CRAZY LITTLE THING CALLED LOVE

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
thanks say udah diupdate,,,,, but sorry ya bengkok2nya lum bisa diupdate soalnya masih dlm proses,,, masih part 1 boo [hmff] [hmff]

wahh senangnya hyesun udah cemburu [lovestruck] [lovestruck] bagus bagus,, diperbanyak ya say,, tp kyknya ga mungkin ya, si dara kan udah mingat [laughing] [laughing] ..

menunggu terbukanya rahasia minho ,, biar si hyesun makin cinta ama suaminya [smiley-gen013] [smiley-gen013]

updatean selanjutnya dong rin [hmff]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline oqyoiko

  • Superintendent
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1265
  • just be Ur SeLf & bE thE bEsT,,,,
  • Location: indonesia
    • View Profile
Hohoho,thx y kariin akhrna update jg niy...asik dara get out jg akhrna,tp yoona ngapain dbwa2 lg c rin?huhuhu...ini mah kentang parah rin. . Kmrn spoilerna rda pnjang d kyna.he2...mkin dalem j c hyesun ni..asik.
"MinSun & YongSeo is Sweet & Cute Couple "


Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
whew... udah diupdet ma sist karin ternyata..

thenk u sist...hadiah terindah di liburanku setelah ujian minggu pertama... yang memmusingkan...

asyik asyik asyik...akhirnya dara keluar juga dari rumah minsun... dia gak bakal balik lagi kan....? gak usah balik aja sist... [hmpfh] [hmpfh]

wah...ada kata spatula jadi inget spongebob... krabby patty... [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

sist...bakal da yang baikan dunk... Hye sun ma minho... [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013]

gak sabar nunggu baikannya... minho gak bakal marah banget kan sist kalo tahu hyesun gak nepatin janjinya...buka-buka bukunya...?
wah...kalau iya...bakal marahan lagi dunk...

ditunggu chap selanjutnya sist...

gilran mami ya updet bengkok...? ayo mi... ditunggu...segera... [hmpfh] [hmpfh]

di  [guns] ma mami...

Offline Vay_za

  • Senior
  • ****
  • Posts: 917
    • View Profile
Good Job Rin!!! 

Ihiiirrr Cembokurnya Hye Sun parah dah  [laughing] Duh cucian si Minong pake digampar segala  [hmpfh] Disini Minong juga bego apa? Masa digampar ampe merah gtu gak bereaksi apa  [chin] [hmpfh] Sekarang udah gda cembokur2an lagi kan? Pan si burung Dara udah maburr.... whistling

Okeh sist ditunggu sweet moment nya  punk punk

« Last Edit: July 14, 2010, 09:09:07 pm by Vay_za »

Offline virna yuniar

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1152
  • ♥KangDan♥
    • View Profile
Karinn...gumawo gumawo yahh
Xixixixi
 baca dulu ahkh... komentnya nyusul [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]
Mamii giliranmu..
 whistling whistling whistling

Offline revynska

  • Police
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1639
    • View Profile
 [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] thanks karin udah diupdate [hug] [cheekkiss]

whwhwh si mino bakal ngamuk donk tu bukunya dibaca mana hyesun naruh buku nya salah lg [sweat]

pd seneng ngliat si dara minggat ye [hmpfh] [hmpfh]

lanjoooooootttt rin minta update lagi whistling whistling  


ADAM COUPLE SELCA

Offline karin.lullaby

  • Senior
  • ****
  • Posts: 557
  • Always you in my eyes, in my life, in my breath...
    • View Profile
Good Job Rin!!! 

Ihiiirrr Cembokurnya Hye Sun parah dah  [laughing] Duh cucian si Minong pake digampar segala  [hmpfh] Disini Minong juga bego apa? Masa digampar ampe merah gtu gak bereaksi apa  [chin] [hmpfh] Sekarang udah gda cembokur2an lagi kan? Pan si burung Dara udah maburr.... whistling

Okeh sist ditunggu sweet moment nya  punk punk



bukan bego, BLOON. itu seperti yang pernah dibilang mami love...
mino di sini BLOON.

gak. abis ini tinggal ngungkap rahasianye aje...
terus sweet moment dah..  [heh] [heh] [heh]

it was CRAZY LITTLE THING CALLED LOVE

Offline karin.lullaby

  • Senior
  • ****
  • Posts: 557
  • Always you in my eyes, in my life, in my breath...
    • View Profile
whew... udah diupdet ma sist karin ternyata..

thenk u sist...hadiah terindah di liburanku setelah ujian minggu pertama... yang memmusingkan...

asyik asyik asyik...akhirnya dara keluar juga dari rumah minsun... dia gak bakal balik lagi kan....? gak usah balik aja sist... [hmpfh] [hmpfh]

wah...ada kata spatula jadi inget spongebob... krabby patty... [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

sist...bakal da yang baikan dunk... Hye sun ma minho... [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013]

gak sabar nunggu baikannya... minho gak bakal marah banget kan sist kalo tahu hyesun gak nepatin janjinya...buka-buka bukunya...?
wah...kalau iya...bakal marahan lagi dunk...

ditunggu chap selanjutnya sist...

gilran mami ya updet bengkok...? ayo mi... ditunggu...segera... [hmpfh] [hmpfh]

di  [guns] ma mami...

feeling aku sih minho gak akan marah...   [biggrin] [biggrin]
semarah-marahnya minho paling kayak gimana sih, masih dahsyatan hyesun yang sampe nuabookkk...

abis ini tinggal yg sweet2  [heh] [heh] [heh]

it was CRAZY LITTLE THING CALLED LOVE

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
whew... udah diupdet ma sist karin ternyata..

thenk u sist...hadiah terindah di liburanku setelah ujian minggu pertama... yang memmusingkan...

asyik asyik asyik...akhirnya dara keluar juga dari rumah minsun... dia gak bakal balik lagi kan....? gak usah balik aja sist... [hmpfh] [hmpfh]

wah...ada kata spatula jadi inget spongebob... krabby patty... [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

sist...bakal da yang baikan dunk... Hye sun ma minho... [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013]

gak sabar nunggu baikannya... minho gak bakal marah banget kan sist kalo tahu hyesun gak nepatin janjinya...buka-buka bukunya...?
wah...kalau iya...bakal marahan lagi dunk...

ditunggu chap selanjutnya sist...

gilran mami ya updet bengkok...? ayo mi... ditunggu...segera... [hmpfh] [hmpfh]

di  [guns] ma mami...

feeling aku sih minho gak akan marah...   [biggrin] [biggrin]
semarah-marahnya minho paling kayak gimana sih, masih dahsyatan hyesun yang sampe nuabookkk...

abis ini tinggal yg sweet2  [heh] [heh] [heh]

oke deh...ditunggu yang sweet2 tu yaw... [hmpfh] [hmpfh]

ada yang  [on] [on] gak sist...? [hmff] [hmff] [hmff]

Offline oqyoiko

  • Superintendent
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1265
  • just be Ur SeLf & bE thE bEsT,,,,
  • Location: indonesia
    • View Profile
APA??? TINGGAL SWEET2NYA AJA RIIN??? ASSSIIIKKK, SO SAMPE CHP 25 ITU TINGGAL SWEET2 JA YAA.... JD GA SABARAN NIY AQ  [love eyes] [love eyes] [love eyes] [love eyes] [love eyes] [love eyes] [love eyes] [love eyes] [love eyes]
"MinSun & YongSeo is Sweet & Cute Couple "


Offline revynska

  • Police
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1639
    • View Profile
APA??? TINGGAL SWEET2NYA AJA RIIN??? ASSSIIIKKK, SO SAMPE CHP 25 ITU TINGGAL SWEET2 JA YAA.... JD GA SABARAN NIY AQ  [love eyes] [love eyes] [love eyes] [love eyes] [love eyes] [love eyes] [love eyes] [love eyes] [love eyes]

okman nih begitu denger kata sweet langsung smangat ampe ngiler begono mecum ae pikirane [hmpfh] [hmpfh] [rofl] [rofl] [rofl] [rofl] [rofl]


ADAM COUPLE SELCA

Offline oqyoiko

  • Superintendent
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1265
  • just be Ur SeLf & bE thE bEsT,,,,
  • Location: indonesia
    • View Profile

tau aje c mak yem mah,,,, bisnya lama bgt nemu yg sweet2 dmari mak,,, sedih n nyesek mulu kan mak,,, aq yakin c mak jg mupeng kan mw yg romance2 dsni yooo??? [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh], sum2 mode on.../color]
"MinSun & YongSeo is Sweet & Cute Couple "


Offline revynska

  • Police
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1639
    • View Profile

tau aje c mak yem mah,,,, bisnya lama bgt nemu yg sweet2 dmari mak,,, sedih n nyesek mulu kan mak,,, aq yakin c mak jg mupeng kan mw yg romance2 dsni yooo??? [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh], sum2 mode on.../color]

[nono] [nono] [nono] [nono] [nono] otakku ga mecum man kyk dirimyu [hmpfh] [hmpfh] aku kan anak alim [hmpfh] [hmpfh] [laughing] [laughing] [laughing]


ADAM COUPLE SELCA