Author Topic: Angel By My Side~Chapter 22 Updated 9 January 2011~  (Read 52421 times)

Offline virna yuniar

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1152
  • ♥KangDan♥
    • View Profile
Re: Angel By My Side~Chapter 20 Updated 11 Agustus 2010~
« Reply #990 on: September 07, 2010, 12:31:37 am »
KARINN TUNJUKAN PESONAMU [AddEmoticons04225] [AddEmoticons04225]

Offline karin.lullaby

  • Senior
  • ****
  • Posts: 557
  • Always you in my eyes, in my life, in my breath...
    • View Profile
Re: Angel By My Side~Chapter 20 Updated 11 Agustus 2010~
« Reply #991 on: September 07, 2010, 01:44:29 am »
KARINN TUNJUKAN PESONAMU [AddEmoticons04225] [AddEmoticons04225]

itu kan campaign nya Puteri Indonesia atau Miss Indonesia... -.-
iya gakk? [goodgrief] [goodgrief]

hahaaha  [laughing] [laughing] [laughing] [laughing]

it was CRAZY LITTLE THING CALLED LOVE

Offline virna yuniar

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1152
  • ♥KangDan♥
    • View Profile
Re: Angel By My Side~Chapter 20 Updated 11 Agustus 2010~
« Reply #992 on: September 07, 2010, 03:05:22 am »
KARINN TUNJUKAN PESONAMU [AddEmoticons04225] [AddEmoticons04225]

itu kan campaign nya Puteri Indonesia atau Miss Indonesia... -.-
iya gakk? [goodgrief] [goodgrief]

hahaaha  [laughing] [laughing] [laughing] [laughing]
[hammer] [hammer] salah yang bener  TAKE ME OUT

Offline virna yuniar

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1152
  • ♥KangDan♥
    • View Profile
Re: Angel By My Side~Chapter 20 Updated 11 Agustus 2010~
« Reply #993 on: September 08, 2010, 05:52:02 am »
2hari lagi kan mau lebaran aku ucapin mohon maaf lahir dan batin ..
maap ya lox ada kata2 yang kurang berkenan  [yoyopulizietk2]

Offline karin.lullaby

  • Senior
  • ****
  • Posts: 557
  • Always you in my eyes, in my life, in my breath...
    • View Profile
Re: Angel By My Side~Chapter 20 Updated 11 Agustus 2010~
« Reply #994 on: September 08, 2010, 06:31:33 am »
mohon maaf lahir batin juga buat yang merayakan.. :))

eh.. mami ol dong ... :))

it was CRAZY LITTLE THING CALLED LOVE

Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile
Re: Angel By My Side~Chapter 20 Updated 11 Agustus 2010~
« Reply #995 on: September 08, 2010, 10:38:55 am »
Kariiin, up date dunks. Ni ff dah kelamaan dianggurin. Ayo karin jgn kelamaan semedinya. HWAITING KARIN(


    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho

Offline Vay_za

  • Senior
  • ****
  • Posts: 917
    • View Profile
Re: Angel By My Side~Chapter 20 Updated 11 Agustus 2010~
« Reply #996 on: September 09, 2010, 09:45:56 am »
[smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update
 [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

Offline karin.lullaby

  • Senior
  • ****
  • Posts: 557
  • Always you in my eyes, in my life, in my breath...
    • View Profile
Re: Angel By My Side~Chapter 20 Updated 11 Agustus 2010~
« Reply #997 on: September 09, 2010, 10:05:37 am »
[smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update
 [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

nyut2an kepala ane saat pasukan dikeluarkan.  [hmff] [hmff] [hmff]

it was CRAZY LITTLE THING CALLED LOVE

Offline virna yuniar

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1152
  • ♥KangDan♥
    • View Profile
Re: Angel By My Side~Chapter 20 Updated 11 Agustus 2010~
« Reply #998 on: September 09, 2010, 10:09:01 am »
makanya rin buruan update..!!!!! [clap]

Offline karin.lullaby

  • Senior
  • ****
  • Posts: 557
  • Always you in my eyes, in my life, in my breath...
    • View Profile
Re: Angel By My Side~Chapter 20 Updated 11 Agustus 2010~
« Reply #999 on: September 09, 2010, 11:35:16 am »
CHAPTER 21 (Part 1)

   Usaha Hye Sun dari tadi untuk terlelap tak membuahkan hasil. Ia hanya uring-uringan di tempat tidurnya.
   
“Geun Seuk—Dari semua yang ada di dunia ini—Kau satu-satunya yang ia benci—“

    “Choi Siwon—Kau tidak tahu dia, sekalipun dia sahabatmu—Dia—bukan orang seperti yang kau kira—”

    “Dia bukan orang yang akan melakukan kesalahannya untuk kedua kalinya—Dia adalah orang yang selalu menyadari kesalahannya dan tak akan mengulanginya lagi—“

    “Dari segala hal yang ada, dia selalu lebih baik dariku. Namun, membenciku membuatnya kalah dariku—Aku tidak pernah membencinya—Aku tersenyum ketika ia menggandeng Hye Sun di sisinya— “

   Apa yang sebenarnya terjadi antara Min Ho, Siwon dan Geun Seuk?

   Kenapa seperti ada permusuhan di antara mereka bertiga?

   Siwon, Geun Seuk, Min Ho. Mereka bertiga tidak terlalu dekat, namun tidak terlalu jauh juga. Siwon sering bercakap-cakap kecil dengan Geun Seuk. Siwon dan Min Ho memang tidak pernah terlihat berbicara berdua, tapi bukan berarti mereka bermusuhan, kan?

   Siwon adalah sahabat Geun Seuk? Ini tidak masuk akal.

   Otaknya masih dihinggapi berbagai pertanyaan itu. Dia menatap dinding pemisah kamarnya dan kamar Min Ho. Sepertinya Min Ho sedang terlelap di dalamnya, karena tadi Min Ho bilang ia sudah baikan dan ia memutuskan untuk istirahat di kamarnya. Hye Sun mencoba memejamkan matanya lagi dan perlahan tapi pasti ia mulai masuk ke alam bawah sadarnya.
***   
   Hye Sun mengerjap-ngerjapkan matanya ketika matahari sudah terasa masuk ke dalam kamarnya itu. Ia menghela nafas dalam-dalam. Perlahan, ia merangkak turun dari tempat tidurnya dan keluar dari kamar menuju ke kamar mandi. Kamar Min Ho yang tepat berada di sebelah kamarnya tampak seperti biasa. Tirai berwarna krem tampak menghalangi pandangan orang dari luar.

   Ketika sampai di bawah, ia pun ragu kalau Min Ho sudah berangkat ke kantor karena kamar mandi rumah itu kering dan tak basah. Dapur pun tampak belum disentuh dan tak ada gelas atau piring yang habis dicuci. Ia ragu kalau Min Ho sudah pergi ke kantor tanpa mandi dan sarapan.

   Setelah menggosok giginya, Hye Sun akhirnya memutuskan kembali lagi ke atas, ia mengetuk-ngetuk pintu kamar Min Ho. “Min Ho—Min Ho—Kau di dalam?“

   “Min Ho?”Hye Sun mengetuk pintu lagi. Min Ho adalah orang yang tak mungkin tidak terusik oleh ketukan pintu, setidaknya itu yang Hye Sun tahu. Dari kecil, Min Ho selalu tidak bisa diganggu kalau sedang tidur, tapi, ketika mendengar ribut sedikit, ia akan segera bangun dan—mengomel.

   “Kalau kau masih tidak menjawab, aku buka pintunya saja, ya?”Hye Sun berkata lagi. Ia menngetuk pintu itu lagi, dan tetap tidak ada suara. Seperti perkataannya tadi, pintu yang ternyata tidak terkunci itu ia buka dari luar.

   “Min Ho?”Hye Sun memanggil lagi. “Astaga, Tuhanku!”

   Ia melihat Min Ho setengah terjatuh dari tempat tidurnya, kepalanya terarah ke lantai. Di depannya, darah berceceran mengotori lantai dan sebagian seprai yang berwarna putih bersih itu. Hye Sun segera maju beberapa langkah untuk melihat dari mana sumber darah itu. Jantungnya berdetak beberapa kali lipat lebih keras dari sebelumnya. Darah itu berasal dari mulut Min Ho! Piyama Min Ho juga dikotori oleh darah itu.

   “Tuhanku, apa yang terjadi?”Dengan agak gemetar, Hye Sun membuat tubuh Min Ho tersandar ke kepala tempat tidur. Mata Min Ho terpejam rapat. Wajah Min Ho pucat seperti kertas, tidak tersirat kehidupan di atas wajah yang agak tirus itu.

   Tangan Hye Sun terangkat ke pipi Min Ho. Pipi itu dingin. Dinginnya permukaan kulit itu membuat sekujur tubuh Hye Sun ikut membeku. “Tidak boleh pergi—“ Kepala Min Ho dibekapnya di dalam pelukannya.

   “Bertahanlah—“ucap Hye Sun dengan bibir bergetar. “Aku—Aku—“

   tak bisa jika kau pergi…
***
   Di ruang tunggu rumah sakit itu, mata Hye Sun mengarah lurus ke depan, tidak terpengaruh oleh siapa pun juga.

   Dia di dalam sana karena aku. Karena kemarin aku tidak mau pulang. Karena kemarin aku tidak memaksakannya ke dokter. Karena aku yang asal percaya saja kalau dia baik-baik saja. Dia di dalam sana karena aku.

   Hye Sun tiba-tiba sesenggukan. Tapi, air matanya tidak keluar.

   Kalau dia mati, berarti itu juga karena aku. Jika dia meninggal, aku adalah orang yang harus dipersalahkan. Lalu, mampukah aku hidup dengan beban seberat itu? Dengan predikat membunuh Min Ho secara tidak langsung?

   Dia tidak bisa pergi. Dia harus tetap di sini.

   “Hye Sun—“Suara tergesa-gesa itu membuat Hye Sun menolehkan kepalanya ke arah suara itu. “Apa yang terjadi pada Min Ho?” Ibu Min Ho datang dengan wajah yang sangat pucat dan panik. Tangannya mencengkram kedua lengan Hye Sun dengan erat, membuat wajah putih bersih yang pucat itu menjadi tambah lemas.

   “Omma—Miane—“ucap Hye Sun. “Dia muntah darah. Tadi pagi, aku menemukannya di kamar dengan darah di sekelilingnya dan ternyata dia muntah darah.”

   “Kenapa bisa? Jawab Omma. Kenapa?”desak Ibu Min Ho lagi. “Goo Hye Sun, jawab Omma!”jerit Ibu Min Ho dengan suara melengking.

   “Kemarin, aku pergi ke klub malam, dia mencariku dan aku tidak mau pulang. Karena aku tidak mau pulang, maka terjadi perkelahian antara Min Ho dan teman lamaku yang sedang mabuk. Setelah dari sana, Min Ho tidak mau ke rumah sakit, karena itu, mungkin keadaannya tambah parah.”jelas Hye Sun panjang lebar.

   “Mworago?”tanya Ibu Min Ho dengan mata yang bulat dan besar. “Goo Hye Sun, kau sungguh keterlaluan. Apa yang kau lakukan itu sungguh kekanak-kanakan, bisa-bisanya kau tidak mau ikut suamimu pulang. Kalau ada masalah, jangan pergi seenaknya, bicarakan baik-baik. Luruskan semuanya. Jangan bertingkah seperti anak kecil—”

   Ibu mertuanya itu tampak sangat gemas dan gregetan. Cengkramannya di atas tubuh Hye Sun menguat. “Lihat apa dampak dari sikap kanak-kanakmu itu.”

   “Ini semua memang salahku. Miane, Omma—“Suara Hye Sun melemah dan mengecil. Air mata mengalir dari pelupuk
matanya. “Miane.”bisiknya lirih. Cengkraman Ibu Min Ho di atas tangannya terasa mengendur dan lepas pada akhirnya. Hye Sun tidak berusaha melihat sinar mata dari Ibu Min Ho, ia menunduk.

    Ketika seorang dokter datang ke lorong rumah sakit itu, Hye Sun baru mengangkat wajahnya, karena terdengar langkah terburu-buru Ibu Min Ho menuju dokter itu. Setelah berbicara panjang lebar, Ibu Min Ho berbalik lagi ke arah Hye Sun. “Tolong bawakan catatan kesehatan Min Ho.”

   “Mwo?”

   “Ibu akan menunggu di sini. Tolong bawa catatan kesehatannya.”ulang Ibu Min Ho sekali lagi. “Omma akan mengurus urusan dokter dan segala macam yang belum tentu kau mengerti. Lebih baik, pulang dan bawa catatan kesehatannya ke sini.”

   Hye Sun tidak menjawab, ia melihat lantai. Beberapa saat kemudian, ia mendongak dan mengangguk. “Omma tunggu di sini. Aku akan bawakan catatan kesehatannya.”

   Setidaknya, ini hal yang berguna untuk saat ini.
***
   Kamar itu berantakan. Sudah hampir sejam Hye Sun mengacak-acak kamar Min Ho. Hye Sun menghembuskan nafasnya dalam-dalam. Di mana lagi ia harus mencari. Hampir seluruh pelosok kamar yang rapi ini dibuatnya acak-acakkan.

   Ruang kerjanya…

   Ketika kata itu melintas di benaknya, dia adalah yang paling bodoh di dunia karena mencari catatan kesehatan di tempat yang tidak seharusnya. Ia segera turun ke bawah dan mengumpat kesal ketika melihat tombol-tombol yang ada di dekat pintu menuju ruang bawah tanah itu. Sebelum menjebolkan kode rahasia yang terpasang di atas lantai itu, Hye Sun tak punya kesempatan untuk masuk. Pintu ruangan itu hanya bisa terbuka dari dalam dan tak bisa terbuka dari luar kecuali menggunakan kode-kode.

   Hye Sun memandangi tombol-tombol yang menyerupai tombol kalkulator itu. Digitnya hanya 6. Tapi, dari berbagai angka yang ada, apakah bisa ia mengira-ngira?

   PASSWORD : 22-06-83

   Seharusnya itu benar. Karena itu adalah tanggal lahir MinHo dan berdigit enam. Tapi selanjutnya,

    Password Failed. One chance left.   

   Bagus sekali, batin Hye Sun.  Jadi, ia hanya mempunyai satu kesempatan salah saat ini. Ia pun tak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya ketika ia salah memasukkan passwordnya. Hye Sun mengginggit bibirnya keras-keras. Apa mungkin…

   PASSWORD : 09-11-83

   Right. Ini adalah bentuk dari narsismeku dengan memasukkan tanggal lahirku sendiri., batin Hye Sun sekali lagi. Ia menunggu respon positif. Dan, apa yang diinginkannya dikabulkan.   

   Code accepted. You can go enter.

   Hye Sun membuka pintu itu dan masuk ke dalamnya. Ia berlari kecil ke meja kerja Min Ho. Diacak-acaknya meja kerja itu, satu per satu lacinya dibuka. Sampai akhirnya apa yang dicarinya ditemukan.

   Catatan Kesehatan : Min Ho, Lee

   Dengan cepat-cepat, Hye Sun keluar dari ruangan itu dengan catatan kesehatan itu  di tangannya. Ia berlari ke mobilnya, ia menaruh map berwarna kuning itu di bangku sebelahnya. Hye Sun melirik map itu sedikit sebelum memasukkan kunci mobil itu di lubangnya. Tidak ada yang menarik dari map itu, kecuali ketebalannya yang lumayan itu. Setelah itu, Hye Sun mengalihkan pandangannya ke depan, mobil BMW-nya meninggalkan rumahnya dan melesat menuju rumah sakit.
***
   Ketika mesin mobil ia matikan karena sudah sampai di Seoul International Hospital, map kuning itu ia ambil dengan asal-asalan. Ia dapat merasakan lumayan banyaknya kertas-kertas yang ada di dalam map itu. Ketika genggamannya agak melemah, kertas-kertas yang ada di dalamnya, tumpah ke lantai mobilnya, dekat kopling, rem, dan gas. Hye Sun segera memunguti kertas-kertas itu, ia melihat tulisan Korea dan juga tulisan Latin di atas kertas itu. Alphabet-alphabetnya tersusun dengan rapi.

   Ketika Hye Sun mengangkat satu dari beberapa kertas yang terjatuh itu, ada satu kertas yang menarik perhatiannya.
   

 9 November 1999
Masuk ke Seoul International Hospital.
Kondisi fisik buruk, lemah.
Badan penuh memar dan babak belur.
Kehilangan setengah kesadarannya
Organ sekresi seperti ginjal hampir tidak berfungsi.
Kekurangan darah.


10 November 1999.
   Kondisi semakin memburuk.
   Kehilangan kesadarannya sepenuhnya.
   Namun, ginjal sudah dapat berfungsi dengan baik.
   Luka memar masih dalam proses penanganan.
   Ada tulang yang tidak beres akibat pukulan keras dari benda tumpul.

   
11 November-16 November 1999
Kondisi lemah dan mengkhawatirkan.
Melakukan transfusi darah berkali-kali dalam seminggu.
Memar-memar masih ada.
Rekomendasi Dokter : Usahakan jangan melakukan transfusi darah lagi dalam jumlah banyak seperti ini. Usahakan tidak melakukan pendonoran darah untuk ke depannya.



Dahi Hye Sun berkerut ketika melihat selembar kertas penuh dengan tulisan Korea itu. Ia mengecek bagian luar map itu dan data diri yang merupakan halaman paling pertama dari catatan kesehatan itu. Data-datanya benar. Min Ho lahir di Paris, Perancis, pada tanggal 22 Juni 1983. Namun, kewarganegaraannya Korea Selatan. Nama kedua orang tuanya benar. Jadi, ini benar-benar bagian dari catatan kesehatannya?
“Andwae—Ini tidak mungkin—“Salah satu poninya yang terjatuh di atas wajahnya ia singkirkan dengan cepat-cepat. Ia membaca yang selanjutnya.


17 November 1999
Pasien terlihat baikan. Namun, kesadarannya hilang total.
Tidak mengalami kekurangan darah lagi.


20 November 1999
Pasien dipindahkan ke London, Inggris untuk mendapatkan perawatan lebih baik. Alat-alat penunjang kesehatannya masih dipasang ketika di dalam pesawat.



Itu adalah akhir dari tulisan Korea yang dari tadi ia baca. Mata Hye Sun terbelalak melihatnya. Catatan kesehatannya separah ini. Kenapa bisa begini? Kenapa Hye Sun tidak mengetahuinya?
Di halaman selanjutnya, tulisan Bahasa Inggris mulai tampak.


22th November 1999:
Perawatan pertama kali di London National Hospital.
Kondisi masih sama ketika pasien meninggalkan Korea Selatan.


23th November 1999:
Pasien mulai tidak lagi berada dalam masa kritis.
Mulai siuman. Namun, sempat pingsan lagi, selama beberapa jam.
Diprediksi karena traumatic problem.
Catatan : Kondisi psikologis pasien tidak baik.


24th November 1999:
Pasien baru sadar kembali. Pasien ditangani oleh psikolog remaja dan dewasa, Adrianna Romano untuk berkonsultasi soal masalah psikis.
Badannya masih memar-memar dan biru. Hanya beberapa yang bisa hilang.
Bekas memar/pukulan benda tumpul di tengkuk, dan punggung, diperkirakan tak bisa hilang/bersifat permanen.  


9th December 1999:
Pasien keluar dari rumah sakit. Kondisi fisik mulai membaik. Namun, tidak direkomendasikan untuk melakukan hal sehari-harinya untuk beberapa waktu ke depan. Kondisi psikologisnya masih di bawah pengawasan Mrs. Romano ketika ia  keluar dari rumah sakit.



Setelah melewati bagian itu, yang lain hanya merupakan medical check up. Pemulihan luka memar. Pemulihan karakter diri. Pemulihan kondisi psikologis. Pengontrolan soal tulang-tulang. Dan catatan ketika ia bisa beraktivitas lagi seperti biasa saat akhir Januari atau awal Februari dengan masih dalam ketergantungan obat-obat.

Hye Sun mengalihkan pandangannya dari kertas itu, ke orang-orang yang berlalu lalang di depan mobilnya. Beberapa saat, juga muncul mobil yang juga ingin memarkirkan mobil di area itu.

“Pindah ke London untuk mendapatkan perawatan lebih baik?”Hye Sun menarik nafas dalam-dalam. “Jadi, ini alasannya pindah ke London waktu itu.”

“Apa penyebab dari catatan kesehatan seburuk ini?”tanya Hye Sun, pada dirinya sendiri, dalam hati. “Kenapa waktu itu Min Ho mengirimkan surat padanya dan hanya bilang dia baik-baik saja dan ia pindah karena bisnis keluarga.”
Pikirannya melayang lagi ketika saat itu. Belum ada satu bulan setelah kepergian Min Ho ke London, Na Young berada di Seoul International School—Saat itu—

Flashback

    Perempuan dengan gaya elegan dengan gaun selututnya yang anggun terlihat menyusuri koridor itu dengan terburu-buru. Di tangannya terdapat map yang berukuran lumayan besar. Hye Sun yang masih SMA kelas 2 menyipitkan matanya untuk melihat orang itu, kebetulan ia habis rapat OSIS dan baru sekarang ia akan kembali ke kelas.

   “Na Young Ajuma?”Semakin perempuan itu mendekat, Hye Sun semakin yakin. Namun, perempuan itu malah berhenti di tempatnya ketika menyadari keberadaan Hye Sun yang hanya beberapa meter darinya.

   “Na Young Ajuma!”panggil Hye Sun, ia berlari menuju Na Young yang sekarang malah cepat-cepat menuruni tangga sekolah itu. “Na Young Ajuma!”

   Setelah memanggil untuk yang kedua kalinya, Ibu Min Ho berhenti mendadak di tempatnya, ia berbalik ke arah Hye Sun dan tersenyum seperti biasa. “Anyeong, Hye Sun manis—“

   “Ajuma, kenapa Min Ho pergi ke London? Apa yang tak beres di sini? Bukankah orang tuaku, Min Ho, dan Geun Seuk sudah menyetujui kalau kita bertiga akan sama-sama ke USA pada SMA kelas tiga? Kenapa Min Ho pergi begitu saja?”Pertanyaan bertubi-tubi itu membuat Ibu Min Ho salah tingkah di tempatnya.

   “Kami memutuskan pindah ke London secepatnya, Hye Sun—Ini merupakan akhir dari diskusi yang sangat panjang antara aku dan Lee Ajossi.”Na Young tersenyum.

   “Kalau begitu kenapa tidak membiarkan aku dan Geun Seuk melihatnya sebelum dia pergi ke London? Kenapa segalanya begitu mendadak? Kenapa ketika aku ingin masuk ke lapangan udara Incheon International Airport, orang-orang dari Lee Corp. menahanku? Ajuma, kenapa orang tuaku tak tahu tentang keputusan ini?”

   “Hye Sun, Ajuma tidak punya banyak waktu sekarang. Mungkin lain kali kita bisa bertemu dan mengobrol santai, tapi yang penting saat itu bukan hari ini. Ajuma harus segera kembali—“Ibu Min Ho tersenyum lagi.

   “Ajuma, kalau begitu aku minta alamat Ajuma di London. Agar ketika liburan Natal ini, aku dan Geun Seuk bisa ke sana.”pinta Hye Sun, mencari jalan alternatif.

   Namun, Ibu Min Ho tersenyum lagi. “Ajuma minta maaf. Ajuma tidak bisa memberitahunya. Dan, tolong jangan ganggu hidup dia lagi. Min Ho sudah bahagia di London. Dia senang berada di sekolah baru. Teman-temannya juga baik semua.”

   “Apa ada sesuatu yang disembunyikan?”tanya Hye Sun dengan kritis.

   “Tidak ada, Sayang.”jawab Ibu Min Ho sekali lagi. “Tapi, Ajuma janji akan menyuruh dia menulis surat untukmu dan Geun Seuk ketika sampai di London. Ajuma benar-benar buru-buru, Sayang. Anyeong, Hye Sun—”

   Hye Sun memandangi punggung Ibu Min Ho yang semakin hilang dari pandangannya. Semakin lama, langkahnya semakin lebar dan cepat. Ibu Min Ho benar-benar tak seperti biasanya, ia terlihat agak ketakutan kali ini, tapi… Kenapa???
***
End of Flashback

Bagaimana Min Ho sudah bisa mendapat teman baru di awal Desember itu padahal ia baru keluar rumah sakit pada tanggal 9 Desember 1999? Bahkan ia baru beraktivitas seperti biasa akhir Januari atau awal Februari. Mana mungkin juga dua hari setelah pertemuan dengan Ibu Min Ho yang membuatnya berjanji menyuruh Min Ho menulis surat padanya, surat itu sampai di tempatnya? Berarti surat itu bukan Min Ho yang membuat. Berarti semua ini hanya kepalsuan belaka.

 “Gila. Berarti, selama ini aku dibohongi. Aku ditipu. Aku tak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Goo Hye Sun, kau ditipu.”Air mata Hye Sun keluar begitu saja dari pelupuk matanya. Sesaat, tangannya naik dan menyekanya. Namun, air mata itu keluar lagi. “Skenario yang baik. Tapi, selincah apa pun tupai melompat, ia akan terjatuh juga.”
***
END OF PART
« Last Edit: September 09, 2010, 11:41:23 am by karin.lullaby »

it was CRAZY LITTLE THING CALLED LOVE

Offline karin.lullaby

  • Senior
  • ****
  • Posts: 557
  • Always you in my eyes, in my life, in my breath...
    • View Profile
Re: Angel By My Side~Chapter 20 Updated 11 Agustus 2010~
« Reply #1000 on: September 09, 2010, 11:39:22 am »
[img] [img] Sebelum ada yg protes chap ini kependekan. aku jelasin dulu. karena cukup frustasi chapter 21 kaga selese2 , besok sampe tiga hari ke depan aku mau pergi liburan, karena tugas lebaran menumpuk, dan juga karena dua minggu lagi mid test menghampiri. aku memutuskan membaginya atas dua part. jadi chapter 21 ini akan terdiri dari 2 part. part pertamanya segini dulu. buat part kedua, mungkin akan lebih panjang dr yg ini. maaf ya. tapi aku pikir lebih baik dibagi dua part, walaupun pendek, gk perlu nunggu dua minggu lagi kan.. hehe...  [laughing] [laughing]

Akhir kata, mian kalo membosankan dan jelek...
« Last Edit: September 09, 2010, 11:49:53 am by karin.lullaby »

it was CRAZY LITTLE THING CALLED LOVE

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
apa si hyesun bakal marah tuh stlh mengetahui dia telah dibohongi ama minho [sweat] semoga tidak deh,, cepatan ommanya minho beberkan semua rahasia itu ke hyesun,, biar mereka bisa mulai sweet2an,, ya karin? [hmpfh]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Vay_za

  • Senior
  • ****
  • Posts: 917
    • View Profile
Gumawo rin udah diupdate.... [cheekkiss] baru juga ngirim pasukan ternyata udah dpt updatean  [hmpfh]

Semoga segalanya cepat terungkap agar minsun cepat menemukan kebahagiannya...  [biggrin]

Chainezz_Vian

  • Guest
Gumawo sist karin uda di update [flowers]   
     
wah, mino parah amat ctatan ksehatan nya. . . Pasti krna krja'an nya geun suk ya??      Ksian hye sun jd dilema gitu. . . [cry]
     
sama do0nx ama sklah aQ. . . Mid test uda menanti, hoho >.<     
oce dech ditunggu next part nya.
Hwaiting!!! [smiley-gen013] [smiley-gen013]

Offline virna yuniar

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1152
  • ♥KangDan♥
    • View Profile
gumawo karin udah diupdate..
 Emoticons0429 part ini bikin nambah nyesek hiksss