Author Topic: Angel By My Side~Chapter 22 Updated 9 January 2011~  (Read 50478 times)

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: Angel By My Side
« Reply #15 on: January 29, 2010, 06:29:14 am »
karin, kok chp 3  [what] bukannya chp 2 aja lom dipost tuh  [hmpfh]
bultang, elu emang ratu nyasar deh  [laughing] [laughing] ~mian say, soalnya elu lucu banget sih  [hmpfh] *digetok ama bultang  [smiley-whacky103] [smiley-whacky103]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline karin.lullaby

  • Senior
  • ****
  • Posts: 557
  • Always you in my eyes, in my life, in my breath...
    • View Profile
Re: Angel By My Side
« Reply #16 on: January 29, 2010, 06:41:00 am »
Chap 2 nya udh ada kok.. cuma aku belum post...  [heh]
(pake taktik mami love nih... udh ada... cuma belom mau post...)
« Last Edit: January 30, 2010, 04:05:34 am by my_star_lullaby »

it was CRAZY LITTLE THING CALLED LOVE

Offline IZZ

  • Police
  • Full
  • *****
  • Posts: 271
  • MinSun Is Real ^^
    • View Profile
Re: Angel By My Side
« Reply #17 on: January 30, 2010, 03:34:45 am »
Hi karin pembaca baru nih..
salam kenal yah ^^
waw chapter 2 ampe 4 udah ada?? ckckckckc...ayooo diposting hehehe...

ceritanya bagus, gw suka nih tipe2 cerita begini awalnya biasa aja jadi suka ntar..
apalagi min ho kayaknya juga perhatian banget huwaaaaaa......
gak sabar nunggu perkembangan cerita mereka,..
ditunggu update-annya yah, ntar klo ada yg bingun untuk cara posting, delete, modify, posting piku dll bisa ditanya di tret FAQ
jadi ntar yang lain bisa jawab, tenang aja minsuner sini baek2 semua koq heheheh *narsis mode on*
siggy by endree noona ^^v

Offline Amira

  • Police
  • Senior
  • *****
  • Posts: 613
  • Location: East kal
    • View Profile
Re: Angel By My Side
« Reply #18 on: January 30, 2010, 05:16:27 am »
Mami sini gw getok *kapan lg bs getok mami* xi3x... Ye kok diblg ratu nyasar sih coz ni kesalahan bukan pd gw tp pd inet-a *iklan mode on wkkk.. Ga tau nih napa di ff-a dara ga bs post klo klik tanda reply n br bs post klo link-a yg diedit. Sementr di ff lain bs... Karin: gw se7 ma endree kita bangga klo lu jd penulis terkenal. AZA AZAA FIGHTING.

Offline karin.lullaby

  • Senior
  • ****
  • Posts: 557
  • Always you in my eyes, in my life, in my breath...
    • View Profile
Re: Angel By My Side
« Reply #19 on: January 30, 2010, 11:37:11 pm »
Ini Chapter 2 setelah aku edit... hehe...  [on]

ADDITIONAL CAST FOR THIS CHAPTER :

KIM TAE HEE as GOO HYE JUNG-GOO HYE SUN'S BIG SISTER


PARK SHIN HYE-SEOUL SUN'S GENERAL MANAGER or GOO HYE SUN'S CONFIDANT(hanya disebut saja di chapter ini)


ANGEL BY MY SIDE

Chapter 2

   Hye Sun bangun dengan napas tersenggal. Ia melihat sekelilingnya, ruang kantornya yang megah tampak dalam pandangannya. Semua hanya mimpi.

   Sial. Ternyata kemarin malam ia ketiduran di kantornya. Dan ketika ia bangun sekarang, jam baru menunjukkan pukul setengah tujuh.

Hye Sun menarik napas dalam-dalam, lalu menghembuskannya lagi. Ia segera membereskan barang-barangnya untuk pulang ke rumah. Peralatan make up yang berserakan di atas meja tamu segera dimasukkannya dengan kasar dalam tas Burberry-nya. Ponsel, dompet, dan alat tulis yang berceceran di atas meja kerjanya segera ia masukkan dalam tasnya sehingga tas itu menjadi sangat penuh.

“Sial, aku butuh tas baru yang lebih besar.”gumam Hye Sun kesal. Ia tahu sekali sebenarnya ini bukan salah tasnya, tapi, ia butuh sesuatu untuk disalahkan sekarang ini.

Belum ada yang datang di kantor sepagi itu. Kantor terlihat masih sepi, kecuali beberapa satpam yang menjaga gedung itu.

Hye Sun pergi ke tempat di mana ia memarkir mobilnya. Dengan perasaan kesal, lelah, dan mengantuk, ia menginjak kopling dan gas mobilnya menuju ke rumahnya di pusat kota Seoul.

Ketika sampai di rumahnya, Hye Sun heran kenapa baru kali ini Hye Sun menyadari rumahnya sangat antik. Rumah berdesain Italia itu sangat besar jika dibandingkan dengan rumah di komplek itu. Cepat-cepat Hye Sun membunyikan klakson pada pagi hari yang mendung di Kota Seoul itu. Satpam itu membukakan pintunya dengan segera. Hampir saja Hye Sun kehilangan konsentrasi menyetir karena mimpinya kemarin.

Hye Sun masuk ke dalam rumah kediamannya itu, di ruang tamu, terlihat ibunya yang sedang menyeruput teh hijaunya. Ia sedang menonton berita. Dan ketika melihat Hye Sun, matanya berbinar-binar, “Anak ibu, kau sudah pulang?”

Mata Hye Sun berbeda sekali dengan mata ibunya sekarang, dengan suara lemas dan lelah, ia menjawab ibunya, “Aku hari ini akan libur dari kantor. Park Shin Hye akan menggantikanku hari ini. Omma, aku naik dulu.”

“Hye Sun?”panggil ibunya.

“Gwenchana, Omma-ya.”ucap Hye Sun acuh tak acuh.

“Bukan itu, anak Omma tersayang.”kata Hye Young sambil berjalan mendekati Hye Sun, ia menggenggam tangan anaknya ini. “Aku dan orang tua Lee Min Ho telah berbicara panjang lebar tentang perjodohan kalian kemarin malam. Sayangnya kau tak pulang, dan Min Ho sedang punya banyak sekali pekerjaan di kantornya.”

“Tapi, dengan begitu, Omma dapat melihat kalau anak itu adalah anak yang bertanggung jawab.”kata Hye Young, melepaskan genggamannya dan melipat tangannya di depan dadanya. Hye Sun memasang wajah yang sangat heran, dulu, ketika Geun Seuk hidup, ibunya mati-matian memisahkan Geun Seuk dan Hye Sun dari Lee Min Ho. Kenapa sekarang ibunya jadi memuji-mujinya?

“Omma, aku tak tahu kapan tepatnya kau mulai memuji-muji Min Ho-ssi. Tapi, dengar ini, sampai mati pun, aku tak akan pernah menikah dengannya.”kata Hye Sun sambil cepat-cepat berlalu menaiki tangga dan meninggalkan ibunya yang masih terpaku.

“Hye Sun,”panggil ibunya. Hye Sun menoleh sebentar untuk melihat ibunya yang dengan wajah liciknya melipat tangan di depan dadanya. “Kita lihat saja nanti. Ibu berjanji akan membuatmu menikahinya.”

“Kali ini aku tak akan menyerah.”kata Hye Sun pada ibunya dan meneruskan langkahnya ke kamarnya.

“Omma mau melihat sampai mana batas kemampuanmu.”teriak ibunya samar-samar. Hye Sun tahu ibunya menyayanginya, tapi ada saat-saat di mana ibunya tak akan pernah mengalah dengan sesuatu yang dianggapnya benar.

Hye Sun membanting tasnya dengan tak acuh di atas sofa tempatnya biasa menonton televisi. Tiba-tiba saja, cairan hitam kecoklatan muncul dari bawah tasnya.

“Astaga!”seru Hye Sun pada dirinya sendiri. Ia segera mengangkat tasnya dan melihat secangkir kopi yang sudah dingin dan tumpah dari cangkirnya.

“Ah! Tasku.”kata Hye Sun sambil memegang kepalanya sendiri.

“Sial. Sungguh sial. Aku bersumpah, Geun Seuk, setelah kau meninggal, mulailah aku melewati hari-hari tersialku.”kata Hye Sun, tak jelas ia berbicara dengan siapa sekarang. Hye Sun memutuskan untuk tak mengacuhkan sofanya yang sekarang penuh dengan kopi yang tumpah itu. Ia segera melemparkan dirinya sendiri di atas ranjang.

“Mulailah berpikir Goo Hye Sun. Apa kau akan, pasrah saja dengan perjodohan itu?”tanya Hye Sun pada dirinya sendiri.

“Angel by your side, Hye Sun-a. Biarlah malaikat mengantar dan melindungimu dalam pencarianmu dalam kehidupan ini.”

Kalimat Geun Seuk terngiang lagi dalam ingatannya.

“Malaikat itu selalu bersamaku. Ia tak pernah meninggalkan diriku sendiri. Ketika aku mencarinya, maka aku akan mendapatkannya.”kata Hye Sun pada dirinya sendiri. Ia mencoba meyakinkan dirinya sendiri, walaupun ia tahu ia tak yakin.

“Tapi ketika ia mengetuk pintu hatimu, kau harus membukakannya. Karena, pintu hatimu tak akan terbuka dari luar. Yang bisa membukanya adalah dirimu sendiri.”

Kata-kata Geun Seuk itu terdengar lagi dalam benaknya. Perlahan air mata menetes di pipinya, ia sungguh putus asa kali ini. “Geun Seuk-a! Tapi aku tak tahu bagaimana membuka pintu hatiku!”

“Tapi, hanya kau satu-satunya orang yang tahu bagaimana caranya membuka pintu hatimu.”

“Aku tak tahu!”teriak Hye Sun sambil menutup telinganya. Inilah pertama kali setelah kepergian Geun Seuk, Hye Sun dapat merasakan keberadaannya dengan jelas.

“Jika kau tak tahu, ia tak akan punya jalan masuk. Bisakah ia berada di sampingmu ketika ia tak dapat berada bersamamu?”

“TIDAK!!! GEUN SEUK, HENTIKAN!!!”teriak Hye Sun sampai ia merasa suaranya mulai serak. Ia memegang kepalanya yang kesakitan.

“Semoga malaikat itu dapat berada di sampingmu, di mana pun kau berada.”

“KAU MALAIKATNYA! TAPI KAU PERGI!”teriak Hye Sun, kali ini ia kelihatan sangat kesakitan. Dengan menangis tersedu-sedu dan kepala yang terasa berat, ia membuka ponselnya dan menekan sebuah nomor telepon.

***

   “Halo, Hye Sun-a.”sapa Min Ho ketika ia mengangkat telepon dari nomor Hye Sun.

“Hhh—a—ll—oohh?jawab suara serak di seberang sana. Min Ho begitu terkejut mendengarnya, ia mengecek lagi apa benar itu nomor Hye Sun. Tapi, benar, dan ia tak mungkin salah ketika ia melihat deretan nomor teleponnya.

“Hye Sun, gwenchana?”tanya Min Ho dengan sangat khawatir.

“Ia di sini. Geun Seuk di sini.”jawab Hye Sun dengan suara serak dan tangis tersedu-sedu.

“Mwo? Kau sekarang di mana?”tanya Min Ho. Yang ia khawatirkan sekarang adalah bagaimana keadaan Hye Sun sekarang jika dari telepon saja suaranya sudah seperti itu.

“Di rumah. Aku dapat mendengar suaranya, Min Ho-ya!”seru Hye Sun dengan suara serak dan frustasinya.

 “Ya, aku akan segera ke sana.”kata Min Ho memutuskan sambungannya sambil terburu-buru dan menuju tempat parkiran dan menyetir mobilnya.

Ketika sampai di rumah Hye Sun, ia tak dapat berbasa-basi lagi dengan Hye Young. Dengan penuh pertanyaan, Hye Young memperhatikannya dengan sesama.

“Kau cari Hye Sun, Min-Ho-a?”tanya Hye Young sambil memasang senyum, walaupun ia sangat heran dengan kedatangan Min Ho yang tiba-tiba.

Min Ho membungkuk sebentar dan segera menuju ke kamar Hye Sun yang berada di lantai atas. Betapa terkejutnya ia ketika melihat Hye Sun yang sedang tergeletak di atas karpet kamarnya dengan pakaian yang kemarin ia pakai.

“Hye Sun?”Min Ho menghampiri Hye Sun yang masih belum pingsan.

“Dia datang. Dia di sini. Dia di sampingku. Dia malaikatku.”ucap Hye Sun berkali-kali. “Dia Jang Geun Seuk.”

“Hye Sun, tenanglah. Dengar aku, dia tak ada di sini.”kata Min Ho sambil memegang pipi mulus Hye Sun.

“Dia ada. Dia malaikatku.”kata Hye Sun dengan suara seraknya. “ Min Ho, kau percaya padaku, kan?”

Min Ho tak tahan lagi melihat sinar yang terpancar dari mata kecoklatan Hye Sun, ini akan membuatnya tambah merasa simpatik.

“Dengar, Hye Sun-a.”kata Min Ho, tapi ia disela oleh Hye Sun yang mendaratkan jari telunjuknya di atas bibir Min Ho.

“Aku dapat merasakannya. Aku dapat mendengarnya.”kata Hye Sun dengan nada putus asa. Hye Young tiba-tiba masuk ke dalam kamar, sangat terkejut melihat keadaan anak kesayangannya yang memprihatinkan.

“Hye Sun!”serunya ketika melihat Hye Sun yang tergeletak di atas pangkuan Min Ho.

“Dia ada.”perkataannya perlahan berubah menjadi bisikan. “Dan jika aku tak dapat melihatnya aku akan mencarinya.”

Setelah itu, mata kecoklatan yang memancarkan sinar yang begitu menghangatkan hati Lee Min Ho itu meredup.
***

“Aku melihatnya.”ucap Hye Sun lagi ketika ia hampir sadar.

“Hye Sun?”panggil Min Ho dengan suara yang amat dalam.

Dari tadi, hal yang dilakukan Hye Young hanya mondar-mandir di kamar Hye Sun. Ia agak khawatir dengan Min Ho melihat anaknya yang sedang tidak stabil, rencana pernikahan mereka akan diundur atau malah dibatalkan sama sekali.

Hye Sun membuka matanya yang terasa berat sekali dari tadi.

Dengan ekpresi gembira, Min Ho menggenggam tangan Hye Sun erat-erat. “Kau sudah sadar?”

Hye Sun segera tersenyum kepada Min Ho, tapi setelah itu, ia berpaling memanggil ibunya dengan pelan, “Omma…”

“Ya, Sayang?”jawab Hye Young yang baru sadar kalau Hye Sun sudah sadarkan diri. Ia masih terngiang apa kata dokter tadi, anaknya telah menderita trauma dan depresi berat, dan ini sama sekali tak bisa dibiarkan terus berlanjut.

“Aku mau bicara empat mata dengan ibu.”ucap Hye Sun pelan, ia berusaha bangkit berdiri dengan lemas menuju ibunya, tangan Min Ho ada di belakangnya, takut jika Hye Sun tiba-tiba tak sadarkan diri lagi. “Lebih baik kita bicara di ruang kerjaku. Ayo.”

Ibunya melirik Hye Sun, menerka apa yang akan dibicarakan Hye Sun. Tapi, Hye Sun berlalu dan keluar dari kamarnya, sehingga mau tidak mau ibunya mengikutinya dengan tangan terlipat di depan dada.

“Apa yang akan kau bicarakan?”tanya Hye Young, ia berhenti sebentar.

“Sesuatu yang akan membuat ibu senang.”kata Hye Sun sambil masuk ke ruang kerjanya. Ibunya mengikutinya dengan enggan, tapi ia tahu apa yang dikatakan anaknya tak mungkin sebuah kebohongan, tapi apa yang mau dilakukan orang yang baru collapse seperti Hye Sun?

Ketika Hye Young masuk, Hye Sun segera mengunci pintu. Ibunya dengan pakaian dan perhiasan mahalnya berdiri sambil berkacak pinggang.

“Apa yang ingin kau bicarakan?”tanya ibu Hye Sun, memperhatikan wajah anaknya yang pucat.

“Aku akan menikah dengannya.”kata Hye Sun. Sungguh memalukan.

Bahkan belum ada 5 jam ia berkata ia tak akan menyerah pada ibunya untuk tidak menikahi Min Ho, sekarang ia sudah menyatakan bahwa ia kalah dalam peperangan ini.

Ibunya tertawa senang, menunjukkan deretan rapi giginya.

“Ya. Aku sudah menyerah. Dan aku kalah. Omma boleh senang karena ini.”ungkap Hye Sun dengan agak lemas. Tapi, ibunya sadar sekali, tak mungkin juga anaknya menyerah secepat ini, pasti akan ada syarat-syarat yang diajukan anaknya ini.

“Apa syaratnya?”tanya Hye Young sambil tersenyum senang. “Ini dunia bisnis, kan? Kau tak akan mau melakukan sesuatu yang tidak menguntungkanmu.”

“Benar. Aku akan mengajukan beberapa syarat.”lanjut Hye Sun. “Aku mau pergi ke Italia dan Amerika selama 1 tahun. Dan aku mau melakukan ini sebelum aku dan Min Ho melangsungkan pernikahan. Sendirian.

   Ibunya tersenyum lagi. “Apa yang dapat membuatku yakin kalau kau tidak akan kabur dari pernikahan ini? Dengan pergi ke luar negeri, kau dapat melarikan diri ke mana saja. Bagaimana jika kau tak kembali dalam kurun waktu 1 tahun?”

“Omma jangan khawatir.”ucap Hye Sun meyakinkan ibunya ini. Ibunya memang selalu cerdik dalam segala urusan. “Aku tak akan pernah melarikan diri. Karena, aku harus menikahi Min Ho demi janjiku pada ayah untuk menyelamatkan dan melindungi perusahaan.”

“Tapi, kau akan ke Amerika juga?”tanya ibunya lagi sekarang tak nampak senyum dari wajahnya.

“Ya. Dan aku tak mau ada anak buah ibu yang mengikutiku. Jika benar ada anak buah ibu yang menguntitku, aku tak akan segan-segan untuk kabur dari pernikahan ini. Ingat, Omma, akulah asetmu sekarang ini.”

“Wah… Tawaranmu sangat membuat ibu gentar… Ibu tak akan berani mengambil keputusan seperti itu… Tapi, ngomong-ngomong, kenapa harus ke Amerika?”jawab ibunya sambil memegang kalung mutiaranya dengan tak acuh.

“Ibu, aku hanya mau waktu tenang di Italia dan setelah itu, aku akan ke Amerika untuk kembali ke dunia modeling. Itu saja.”jawab Hye Sun dengan penuh harapan agar ibunya dapat menyetujui hal ini.

“Ya. Kau butuh waktu tenang. Kau memang tak bisa menikah dengan Min Ho-ssi dengan keadaan di bawah bayang-bayang Geun Seuk.”kata ibunya sambil mencibirkan bibirnya. “Well, sebenarnya, Italia tak masalah. Tapi masalahnya adalah Amerika dan dunia modeling-mu itu. Bagaimana jika kau menetap di sana selamanya sebagai model?”

“Jangan takut. Aku tak akan menetap di Amerika dan tak akan menjadi model selamanya. Hanya 1 tahun.”kata Hye Sun dengan mantap.

“Lalu, bagaimana dengan Seoul Sun yang sedang dalam krisis?”tanya ibunya, ia kelihatan ingin mencobai Hye Sun.

“Aku akan menyerahkannya pada Park Shin Hye. Ia orang kepercayaanku. Lagipula, ibu masih menjabat sebagai Presiden Direktur. Shin Hye dapat menjalankan tugas sebagai Direktur.”kata Hye Sun dengan senang, ibunya mungkin akan sedih ketika ia menemukan jawaban bagi pertanyaannya, tapi alih-alih memasang wajah kesal, ia malah tersenyum.

“Sepertinya kau sudah mengatur semuanya.”kata ibunya sambil memegang ujung dagunya yang runcing.

“Aku baru saja mengaturnya tadi.”kata Hye Sun pada ibunya, ia masih kelihatan pucat.

“Oh, semoga saja ini tak akan jadi masalah bagi Min Ho-ssi. Ia orang yang sangat baik.”kata ibunya sambil tersenyum pada Hye Sun. “Baiklah. Kapan kau akan pergi?”

 “Aku akan pergi ke Italia dulu untuk menikmati masa tenang, kira-kira 1 minggu. Setelah itu, aku akan pergi ke New York untuk kembali ke dunia modeling. Ibu akan menerima artikel yang berisi comeback-ku di dunia entertainment. Pasti. Kalau tidak, aku sedang berbohong.”jelas Hye Sun panjang lebar.

“Kalau begitu, tak ada yang perlu dibicarakan, kan? Omma akan menelpon orangtua Min Ho-ssi untuk mengatur pertemuan malam ini.”lanjut Hye Young sambil membuka pintu ruang kerjanya dan meninggalkan Hye Sun tanpa bicara apa-apa.

***
   
Menurut ibu Hye Sun, pertemuannya dengan kedua orangtua Min Ho berjalan dengan sangat lancar, mereka menerima dan menghargai apa yang diinginkan Hye Sun. Mereka juga sudah menyetujui untuk membantu perusahaan Seoul Sun sebelum Hye Sun dan Min Ho menikah.

Ini sangat melegakan bagi Hye Sun. Apalagi setelah Park Shin Hye mau menerima jabatan sebagai Direktur selama kepergian Hye Sun dan dengan senang hati mundur dari jabatannya sebagai General Manager.

Akhir-akhir ini, setiap Min Ho menelponnya, Hye Sun selalu menutup ponselnya. Kadang-kadang ia merasa bersalah, tapi, kadang-kadang ia tak bisa menerima kenyataan bahwa sebenarnya posisi yang harus diisi oleh Geun Seuk itu harus digantikan oleh Min Ho.

Besok, Hye Sun akan meninggalkan Korea. Dan kakaknya menjadi satu-satunya orang yang tak menyetujui kepergiannya ke Italia dan Amerika sendirian.

“Hye Sun,”panggil Hye Jung di kantornya, ketika Hye Jung baru pulang dari Paris. Hye Sun memperhatikan kakaknya yang datang dengan kemeja ruffles, rok pensil satin, dan rambut panjang bergelombangnya digerai begitu saja. Setiap kali melihat Unnie-nya, ia seperti melihat dirinya sendiri dengan gaya ladylike sophisticated.

“Unnie??”jawab Hye Sun keheranan. Unnie-nya mengambil tempat duduk berseberangan dengan meja kerja Hye Sun.

“Aku turut berduka cita sebelumnya atas kematian Jang Geun Seuk.”kata Kak Hye Jung sambil menaruh couch Chanel di atas pangkuannya.

“Tapi, aku dengar bahwa kau ingin pergi ke ITALIA.”Hye Jung menekankan kata ‘Italia’ dengan sangat sinis. “Setelah itu, kau akan ke Amerika untuk kembali lagi ke ‘dunia’-mu. SENDIRIAN.”

Kakaknya agaknya masih keberatan dengan Italia dan sendirian, tapi, ia kelihatannya lebih keberatan lagi ketika mendengar adiknya akan pergi ke Amerika dan kembali ke dunia modeling, Hye Jung memang menyukai fashion, tapi ia tak pernah menyukai profesi adiknya ini sebagai model. Dulu, ia yang membantah mati-matian profesi adiknya, dan ketika Geun Seuk bertunangan, betapa senangnya Hye Jung kalau Hye Sun siap mundur dari dunia yang ia geluti itu demi Jang Geun Seuk.  

“Ya. Memang kenapa?”tanya Hye Sun santai pada kakaknya ini.

“Kenapa? Pikirkan Min Ho yang akan menunggumu selama 1 tahun, Bodoh!”bentak Hye Jung dengan segala amarahnya.

“Aku tak memaksudkan dia untuk menungguku, Unnie.”jawab Hye Sun santai sambil menandatangani berkas-berkas yang memerlukan tandatangannya.

“Lalu? Oke, kau tak mau dia menunggumu, jadi kau mau membunuhnya?”tanya Hye Jung sewot, emosinya tak dapat dikontrol lagi. Min Ho adalah pria yang sangat baik menurut Hye Jung.

“Dia itu sahabatmu, dongsaeng-ku sayang.”tegas Hye Jung sambil tambah marah ketika adiknya masih asyik menandatangani beberapa berkas.

“Aku mau membiarkan dia mempunyai waktu untuk perempuan lain. Jika ia punya pacar, aku yakin, ia akan melupakan perjodohan kita.”jawab Hye Sun santai.

 “Hye Sun-a, kenapa kau tak membatalkan perjodohan ini saja dari awal kalau begitu? Aku yakin Omma akan menurutimu dan keluarga Min Ho dapat menghargai keputusanmu.”

“Kalau aku membatalkannya, yang ada aku malah tak akan diijinkan ke Italia maupun Amerika dan perusahaan tak akan dibantu.”jawab Hye Sun, masih menyibukkan diri dengan pekerjaannya. “Jadi, aku akan membiarkan Min Ho lelah menunggu dan dialah yang memutuskan perjodohan ini, setelah itu aku tak kan disalahkan dan tak akan menikah dengannya.”

“Jadi tujuan dari semua ini sebenarnya, hanya untuk membatalkan perjodohan?”tanya Hye Jung tak percaya. Adiknya ini rupanya telah memiliki sifat serupa seperti ibunya, namun kali ini, ibunya kalah cerdik.

“Tidak juga. Aku ingin mencari sosok malaikat itu, Geun Seuk, dengan pergi ke Italia.”jawab Hye Sun lagi santai.

“Ya ampun, adikku sayang. Geun Seuk telah meninggal dan kau masih memikirkannya? Aku sepertinya harus membawamu ke psikolog.”ucap Hye Jung sambil memijat kepalanya sendiri.

“Hye Jung Unnie, bisakah aku berhenti memikirkannya ketika aku masih tau bahwa Geun Seuk masih belum bisa berhenti memikirkanku?”tanya Hye Sun, kali ini ia baru benar-benar berhenti dari pekerjaannya. “Dia datang padaku. Ia selalu ada di sampingku karena ia tak bisa berhenti berpikir tentangku, ia takut aku kesepian.”

“Dengar, ya. Kau merasakan Geun Seuk ada karena kau ingin menganggap Geun Seuk memang ada dan belum pergi. Kau menginginkannya sehingga kau bisa merasakannya sampai ke sel terkecil dalam tubuhmu.”kata Hye Jung. “Dan kau tak akan pernah bisa berhenti memikirkannya kalau hatimu masih belum bisa merelakan kepergiannya.”

Hye Jung Unnie benar. Geun Seuk ada, karena Hye Sun yang menginginkannya. Hye Sun tak akan pernah bisa berhenti memikirkannya, karena hatinya masih belum bisa merelakan kepergiannya.

Tapi, perkataan Unnie-nya tambah membuatnya sakit kepala.

“Unnie, bolehkah kau keluar sekarang dari kantorku?”tanya Hye Sun dengan agak sopan pada kakak perempuannya. “Sebentar lagi aku akan melepaskan jabatanku sebagai direktur. Jadi, tolong dimengerti, saat-saat terakhirku sebagai direktur menyibukkan sekali.”

“Kau akan tetap ke Amerika dan kembali ke ‘dunia’ itu?”tanya Hye Jung Unnie sekali lagi.

“Ya. Keputusanku sudah bulat.”jawab Hye Sun mantap. Hye Jung kelihatan menyerah pada adiknya ini, dengan berat hati, ia melangkahkan kaki keluar kantor adiknya itu.
***

END OF CHAPTER


Minta komennya lagi ya, sist...  [bye] [bye] [biggrin] [biggrin]
« Last Edit: February 01, 2010, 02:10:43 am by my_star_lullaby »

it was CRAZY LITTLE THING CALLED LOVE

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: Angel By My Side
« Reply #20 on: January 30, 2010, 11:50:31 pm »
pertamaaaaaaaaaaaaaaaaa  [jumpy] [jumpy]

akan kembali dan komentar setelah membaca  [smiley-dance013] [smiley-dance013]

edit=================================================================

karin, chp ini bagus  [biggrin] pengambaran karakter hyesun sudah lebih matang, gw jd bisa merasakan apa yang dia rasakan, good job dear  [clap] [clap] .. tp ttp karakter mino masih hambar, mian buat koment yg atu ini  [heh] menurut gw mino di sini ga termasuk karakter yg misterius jd klu bisa tuh buat sebuah chp utk pengembangan karakternya, itu akan lebih perfect lagi  [lovestruck] [lovestruck]

ommanya hyesun emang ga berperasaan ya, onnie udah depresi kyk gitu tp yg ada dipikirannya ttp aja kepentingan perusahaan  [hammer] [hammer] , untung onnie masih waras, semula gw kira dia bakal mengidap penyakit kelainan batin akibat depresi yang berkepanjangan  [biggrin] [biggrin]

ok karin, semangat terus ya, kita2 tunggu chp selanjutnya  [biggrin]
« Last Edit: January 31, 2010, 12:10:45 am by mrs. Lee Min Ho »

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline karin.lullaby

  • Senior
  • ****
  • Posts: 557
  • Always you in my eyes, in my life, in my breath...
    • View Profile
Re: Angel By My Side
« Reply #21 on: January 31, 2010, 03:14:14 am »
@ mami love, sipp mam!!! tapi di sini Mino memang tidak misterius kok...hehe... aku kyknya jadi bikin bingung gara" gk bikin penggambaran cast-nya dulu... [sweat] [sweat] Oke deh... aku kasih tau sekarang aja... [flowers] [flowers]
Kalo Hye Sun itu orangnya sebenernya dewasa dan adem, cuma dia itu bisa kekanak-kanakan kalo berhadapan sm Geun Seuk...
Walaupun casing-nya kuat pun sebenernya perempuan ini lemah banget...
Kalo Min Ho itu memang orangnya datar, gk bisa mengungkapkan atau pun mengekspresikan perasaannya, karena yang dia mau itu cuma bahagianya Hye Sun. Pokoknya karakter ini dewasa dan tenang kok, cuma sayang, akhir"annya dia jadi gampang menyerah, walaupun sebenernya dia ini setia...

endree_noona waktu itu juga udh ngomong karakternya Min Ho di sini hambar dan datar...
Tapi, itu yang aku mau di awal"nya.. Dia terlalu takut nyakitin Hye Sun makanya dia terlalu takut juga untuk melakukan sesuatu buat Hye Sun...
Jadinya aku suka sekali kalau endree_noona dan mami love bisa merasakan kedataran karakter ini...

Jadi, tolong dimaklumi ya, mam kalo karakter Min Ho di sini agak datar dan gk neko"... [biggrin]
Lagipula, ini buat permulaannya aja kok, mam...  [jumpy] [jumpy]
Chapter" selanjutnya siapa tahu dia bisa berubah...  [biggrin]

it was CRAZY LITTLE THING CALLED LOVE

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: Angel By My Side
« Reply #22 on: January 31, 2010, 03:36:39 am »
karin, gw ngerti tentang karakter mino, maksud gw tuh wlp karakternya datar bisa dibuat lebih jelas gitu  [biggrin] misalnya dengan kata-kata ....
(Mino tidak mampu menatap Hyesun. Dia sangat mencintai gadis ini. Tapi sumpah dia tidak tahu mengapa dia tidak mampu mengatakannya. Menatap mata Hyesun saja dia sudah tidak sanggup, jadi bagaimana mungkin dia bisa mengatakan semua perasaannya?) mian ya klu ktt sendiri  [heh] [heh]

karena kamu ga begitu mengambarkan karakter mino jadi membuat kita merasa dia tuh hambar atau hampir tidak nyata/tampak dalam cerita  [biggrin]

sekali lg mian buat komentarnya, gw menghukum diri sendiri deh  [hammer3] [hammer3] [hmpfh]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline karin.lullaby

  • Senior
  • ****
  • Posts: 557
  • Always you in my eyes, in my life, in my breath...
    • View Profile
Re: Angel By My Side
« Reply #23 on: January 31, 2010, 05:32:56 am »
mami love, ok deh mam... aku memang mengakui... di sini Min Ho masih kyk karakter pendukung... karena aku masih berkutat dengan Hye Sun dan stress-nya dia...  [on] [on]
Makanya belom sibuk ngurusin Min Ho, hehe...  [biggrin] [biggrin]
Tapi, nanti kalo aku ngurusin si Min Ho boleh ditoel" ya mam....  [drool] [drool]
Karena chapter 5 atau 6 rencananya baru mau ngurusin dia... [biggrin] [cheekkiss]
Hubby nya mami love aku pinjem dulu nanti... Jgn marah ya mam.. Aku gk bercanda kok...  [biggrin] [biggrin]

Makasih saranya mami!!!!!!!!!!!!!!
Ini kissu dari aku...  [cheekkiss] [cheekkiss] [cheekkiss]
 [biggrin] [biggrin]
 

it was CRAZY LITTLE THING CALLED LOVE

Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile
Re: Angel By My Side
« Reply #24 on: January 31, 2010, 08:35:46 am »
comentttttttttttttt ^^

setuju ma mami chapter ini udah agak kuat ceritanya n beberapa castnya n emang sista kl daku juga ngerasa minonya bukan hambar tapi bener-bener ilang  [biggrin] [biggrin] [biggrin], kalaupun mo menggambarkan mino orang yg datar juga gak mesti harus dibuat sedatar-datarnya ampe kesannya tenggelam  [biggrin] mian juga ma coment ini  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

tapi kl emang maunya dibuat ntar minonya berubah dichapter2 selanjutnya rasanya kl langsung dirubah ntar kesannya jd maksa so ada benernya juga ikutin saran mami loph lewat kttnya dia  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] so daku jadi rada bisa merasakan tanpa u jelasin kl karakter minonya datar  [biggrin]

okay sista ditunggu chapter2 selanjutnya terutama ITALIA side  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] request hyesun ketemu ma valentino rossi dunk  [on] [on] [on]

And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: Angel By My Side
« Reply #25 on: January 31, 2010, 08:55:57 am »
si noona b payah nih, maso pakai request2 segalanya  hammer2 hammer2

karin, jgn dengerin noona b say  [hmpfh]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile
Re: Angel By My Side
« Reply #26 on: January 31, 2010, 08:59:07 am »
si noona b payah nih, maso pakai request2 segalanya  hammer2 hammer2

karin, jgn dengerin noona b say  [hmpfh]

ampyun deh mami maso cmn request ketemu ma ayang ochi aja kagak boleh  [head break] [head break] [head break] kan bagus tuh italiano buat serseran [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: Angel By My Side
« Reply #27 on: January 31, 2010, 09:15:58 am »
 [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] enaknya ditimpuk ama noona b  [laughing]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline IZZ

  • Police
  • Full
  • *****
  • Posts: 271
  • MinSun Is Real ^^
    • View Profile
Re: Angel By My Side
« Reply #28 on: January 31, 2010, 10:49:59 am »
wah udah diupdate?? makasi karin ^^

aduh gak tega ni liat mino bakalan diuruh nye sun nunggu dia, tapi feeling gw si hye sun ntar bkalan luluh ama ketulusan mino...
tapi tetep aja takut ntar si mino ngerasa klo hye sun cuma manfaatin dia buat lupain geun suk  [sweat] [sweat]
gw suka karakter mino disini walaupun dia sekarang belum berani speak up, tapi gw yakin suatu saat pasti ada turning point yang buat dia bakaln gak tahan dengan semua yg hye sun lakukan, gw harap sih ntar waktu mereka beneran merit lama kelamaan si hye sun nyadar dan malah kebalik dia yg ngejar2 mino hehe....

ah mian banyak maunya niy gw, oya kan katanya udah selesai ampe chapter 4 kan?? ayo donk buruan diposting xixixi...
siggy by endree noona ^^v

Offline revynska

  • Police
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1639
    • View Profile
Re: Angel By My Side
« Reply #29 on: January 31, 2010, 11:52:54 am »
chap 2 nya udah diupdate yak thanks karin [jumpy] [jumpy]

whwhwh hyesun mau ke LN kasian mino yak disuruh nungguin hyesun bakalan jd penantian yg panjang niy tp suatu saat nanti penantian panjang mino ga akan sia2 de hyesun bakalan takluk n luluh jg ma ketulusan hati nya mino [lovestruck] [lovestruck]





ADAM COUPLE SELCA