Author Topic: Angel By My Side~Chapter 22 Updated 9 January 2011~  (Read 51219 times)

Offline Diamond of Minsun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 714
  • Your smile make me cool..Your love around me,,
    • View Profile
Kgk diupdate lg kah ni ffmu sist??
Giliran sweet moment, kok diputus gitu ja???

Da 2011 ni sist..
Ayo dunk..
From the bottom of my heart,,
i wish you here with me ever and forever..
Become a real couple..

Aza aza hwaiting!!!

Offline Diamond of Minsun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 714
  • Your smile make me cool..Your love around me,,
    • View Profile
Kgk diupdate lg kah ni ffmu sist??
Giliran sweet moment, kok diputus gitu ja???

Da 2011 ni sist..
Ayo dunk..
From the bottom of my heart,,
i wish you here with me ever and forever..
Become a real couple..

Aza aza hwaiting!!!

Offline Sasa_MinozSunniez

  • Junior
  • **
  • Posts: 107
  • Location: indonesia
    • View Profile
sis karin ..
update dong ..
udah lumutan nie
udah 1 taon loh ..
*1 taon itungan angka taon bkn hari  [hmpfh]*
yg bner udah 5 bln sis
1 bln lgi stengah taon ...
ayo sis update ..
 [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]

Offline karin.lullaby

  • Senior
  • ****
  • Posts: 557
  • Always you in my eyes, in my life, in my breath...
    • View Profile
I'M COMING.  [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]

AYO UPDATE  [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]

#abaikan

it was CRAZY LITTLE THING CALLED LOVE

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
I'M COMING.  [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]

AYO UPDATE  [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]

#abaikan
[head break] [head break] [guns] [guns] elu yg disuruh update, BEGO [angry] [angry] [hmff] (nyari masalah ke karin, bosen sih [hmpfh] )

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline karin.lullaby

  • Senior
  • ****
  • Posts: 557
  • Always you in my eyes, in my life, in my breath...
    • View Profile
I'M COMING.  [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]

AYO UPDATE  [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]

#abaikan
[head break] [head break] [guns] [guns] elu yg disuruh update, BEGO [angry] [angry] [hmff] (nyari masalah ke karin, bosen sih [hmpfh] )

KAMBIINNNGGGG  [guns] [guns] [guns] [guns] [guns] [angry] [angry] [angry] [angry] [angry] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] hammer2 hammer2 hammer2 [hammer3] [hammer3] [hammer3]

aku ngambek gak mau update (alesan. abis belom selesai)

udpatean kali ini akan jadi panjanggg..  [huglove] [huglove] [huglove]

it was CRAZY LITTLE THING CALLED LOVE

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
I'M COMING.  [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]

AYO UPDATE  [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]

#abaikan
[head break] [head break] [guns] [guns] elu yg disuruh update, BEGO [angry] [angry] [hmff] (nyari masalah ke karin, bosen sih [hmpfh] )

KAMBIINNNGGGG  [guns] [guns] [guns] [guns] [guns] [angry] [angry] [angry] [angry] [angry] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] hammer2 hammer2 hammer2 [hammer3] [hammer3] [hammer3]

aku ngambek gak mau update (alesan. abis belom selesai)

udpatean kali ini akan jadi panjanggg..  [huglove] [huglove] [huglove]
sepanjang updatean rath ya [what] [what] ( [hammer3] [hammer3] dulu sebelum digetok beneran ama karin [hmpfh] [hmpfh] )

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline oqyoiko

  • Superintendent
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1265
  • just be Ur SeLf & bE thE bEsT,,,,
  • Location: indonesia
    • View Profile



kariiiinn kpn c kamu comeback?hiatus dah hampir setahun gini ko yah... [angry] [angry] [angry] [angry] [angry] [angry], atuh tamatin dulu dong niy rin jangan keputus dtengah jalan gni kan KENTANG banget atuh,,, pokoknya minggu depan dah kudu UPDATE yah klo ga mau diamuk masa [head break] [head break] [head break] [head break] [head break]  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh][/size][/size][/size][/b]
"MinSun & YongSeo is Sweet & Cute Couple "


Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
karin lg giat2nya bikin kok,, sabar ya sabar semuanya [briggin] [briggin]

KARINNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNN!!!!! CEPETAN DONG!!!!! [head break] [head break] [head break] (sendiri ga sabar [laughing] [laughing] )

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline karin.lullaby

  • Senior
  • ****
  • Posts: 557
  • Always you in my eyes, in my life, in my breath...
    • View Profile
karin lg giat2nya bikin kok,, sabar ya sabar semuanya [briggin] [briggin]

KARINNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNN!!!!! CEPETAN DONG!!!!! [head break] [head break] [head break] (sendiri ga sabar [laughing] [laughing] )

 [head break] [head break] [head break] [head break] [angry] [angry] [angry] [angry] [angry] [angry]  [head break] [head break] [head break]

digangguin terus sama mami jadinya gak bisa bikin  [whip] [whip] [whip] [whip] [rofl] [rofl] [rofl] [laughing] [laughing] [hmff] [hmff] [hmff]

kalo mau [head break] [head break] [head break] mami aja yaaa... hahaha

it was CRAZY LITTLE THING CALLED LOVE

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
karin lg giat2nya bikin kok,, sabar ya sabar semuanya [briggin] [briggin]

KARINNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNN!!!!! CEPETAN DONG!!!!! [head break] [head break] [head break] (sendiri ga sabar [laughing] [laughing] )

 [head break] [head break] [head break] [head break] [angry] [angry] [angry] [angry] [angry] [angry]  [head break] [head break] [head break]

digangguin terus sama mami jadinya gak bisa bikin  [whip] [whip] [whip] [whip] [rofl] [rofl] [rofl] [laughing] [laughing] [hmff] [hmff] [hmff]

kalo mau [head break] [head break] [head break] mami aja yaaa... hahaha
yee bukannya elu yg gangguin gw [what] nanya lanjutan rath mulu, apalagi yg berhubungan ama ehem2, hmm-- [nono] ga baik namanya [goodgrief] [hmff] [hmff]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline virna yuniar

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1152
  • ♥KangDan♥
    • View Profile
Ayo rin kamu pasti bisa menyelesaikanya punk punk punk punk detective [laughing]

Mam,si karin tanya begitu biar tahu,nah ntar dimasukin ke ABMS lol

Offline karin.lullaby

  • Senior
  • ****
  • Posts: 557
  • Always you in my eyes, in my life, in my breath...
    • View Profile
Sorry ya all aku baru bisa update sekarang ini. Sudah berapa bulan ya? mau 4 bulan ya.. hehehe...  [biggrin] [biggrin] [biggrin]
Sorry sorry... *suju mode on*
Aku balik lagi dengan chap 22 yang kayaknya ngebosenin karena gue aja bikinnya bosen -.-
Mian kalo jeleeeeeekkkkkk  [on] [on] [on] [on]
Banyak hal yang belum bisa terjelaskan di sini. -.- jadi masih ada 1-2 chap lagi...
Dan mungkin itu nunggu 4 bulan lagi ya -.- hehehe at last .. selamat membaca.. :)

ANGEL BY MY SIDE
CHAPTER 22




   Mungkin saat itu tengah malam, Min Ho terbangun dan melirik sisi kiri ranjang rumah sakit itu. Seorang perempuan tidur dengan kepala di atas ranjang, tangannya berada di atas telapak tangan Min Ho yang agak terbuka.

   “Tidak mungkin bermimpi…”gumam Min Ho pada dirinya sendiri. “Tangan itu ada di atas tanganku sekarang—“

   Min Ho lalu menggenggam tangan kurus, pucat, dan mungil yang bertumpu di atas tangan kiri Min Ho. “Akhirnya…“desah Min Ho. Ini adalah salah satu dari seribu satu hal yang ia inginkan selama ini. Ketika ia melihat tangan Hye Sun ada di atas tangannya tanpa ia minta. Ketika tangan mungil itu memasrahkan segalanya di atas tangannya. Well, itu keinginan yang sangat sederhana sekali dari Min Ho, yang akhirnya dapat terwujud.
***   
   Salju musim dingin terlihat turun pada keesokan harinya. Hye Sun berada di kursi dan menyuapi Min Ho dengan bubur rumah sakit. Hari ini, Min Ho sudah boleh pulang. Hanya saja, ia masih harus mengonsumsi berbagai macam obat ketika nanti keluar dari rumah sakit.

   “Min Ho-ya—“panggil seseorang di kamar VIP itu, yang jelas suara itu bukan berasal dari Hye Sun yang sekarang sedang tersenyum. Hye Sun segera menoleh ke arah suara itu dan mendapati ibu mertuanya sedang berdiri di sana dengan gaya elegan seperti biasa.

   “Ommaaaa—“sapa Hye Sun manis sambil menyongsong ibu mertuanya dan memeluknya.

   “Hye Sun, biarkan Omma bicara sebentar dengan Min Ho—“bisik mertuanya itu tepat di telinga Hye Sun yang tertutupi rambut.

   “Oh? Ne, Omma—Aku keluar dulu—“jawab Hye Sun sambil meninggalkan ruangan itu. Ruangan itu sunyi sepeninggal Hye Sun. Yang ada hanya Min Ho dan Na Young.

   “Sayang—Omma—“

   “Omma ternyata sudah tahu ini semua sejak dulu, ya?”tanya Min Ho halus dan sopan.

   “Errr.. Iya –“jawab Na Young sambil perlahan-lahan mendekati putranya itu. “Omma tidak mau memberitahunya padamu karena Omma takut kau membenci Omma dan hidupmu jadi tidak nyaman—“

   “Omma—Sebenarnya, aku tak mau Hye Sun berada di sisiku karena dia mendengar cerita itu—“terang Min Ho. “Selama ini aku tak pernah memberitahunya karena aku tak mau memanfaatkan penderitaanku untuk mendapatkannya.”

   “Kau pantas bahagia, Sayang—Kau tidak memanfaatkan cerita hidupmu untuk mendapatkannya—“jawab Na Young sambil perlahan mengelus puncak kepala Min Ho.

   “Tapi, trims atas segalanya Omma—Aku pikir, kalau bukan Omma yang menceritakan, seumur hidupnya Hye Sun akan hidup dalam kebohongan.“Min Ho lalu tersenyum. “Aku tak punya keberanian untuk memberitahunya—Tidak pernah punya—“

   “Kau mencintainya—“ucap Ommanya sambil tersenyum ke arah Min Ho. “Maka kau takut dia sedih dan menangisi yang telah terjadi dulu—“

“Omma—“

“Setidaknya Omma bukan ibu yang terlalu buruk, Omma masih bisa menebak kau menyukainya sejak dulu bahkan sebelum Adrianna memberitahunya pada Omma—“kata Na Young. “Dan Omma, masih bisa memberikan kebahagiaanmu, dia—“ Ketika ia mengucapkan dia, Na Young melirik ke luar.

“Jaga dia baik-baik, walaupun sebenarnya kau sama sekali tidak membutuhkan saran yang satu ini—“nasihat Ommanya.

“Menjaganya adalah salah satu hal luar biasa, Omma—“Min Ho tersenyum untuk yang kesekian kalinya. “Saran yang satu ini akan aku ingat sampai kapan pun. Trims, ibuku yang terbaik—Terima kasih telah berada selama ini di sisiku dan selalu mencoba melindungi perasaanku—“

Na Young tersenyum tipis, kemudian ia membuang wajahnya ke belakang. Ia menghirup nafas panjang dan mulai terisak sambil dengan kata-kata sangat sederhana dari putranya itu. Selama ini, ia tahu putranya tahu kalau ia menyayanginya, tapi, selama ini pula, ia tahu putranya tidak tahu kalau ia mengerti.
***
   “Home sweet home—“Hye Sun tersenyum sambil membuka pintu rumah yang tampaknya sudah merindukan kehadiran penghuninya secara lengkap itu. Baru saja mereka masuk ke dalam rumah itu, suara telepon sudah berdering dengan nyaringnya. Hye Sun segera berlari dan mengangkat telepon itu. “Yeoboseyo?”
   
“Hye Sun!”seru seseorang dari seberang sana. “Ini Dara. Min Ho sudah pulang, ya?”
   
Hye Sun tersenyum tidak ikhlas ketika mengetahui itu telepon dari Dara. Namun di sisi lain, ia merasa cukup bersalah karena sempat berprasangka buruk pada Dara dan Min Ho. Dara sudah terlalu baik padanya dan Min Ho waktu itu di klub malam.
   
“Sudah—“jawab Hye Sun. Min Ho kemudian menoleh dan melirik Min Ho yang sedang melihat sekeliling rumahnya dan—ternyata—sedang memandangi debu tebal di atas meja marmer dapur, lalu dengan kedua jari tangannya ia menyapu debu di atas meja itu.
   
“Belum aku bersihkan yang itu—“kata Hye Sun dengan cepat-cepat pada Min Ho. Kemudian, ia kembali lagi pada Dara. “Sorry?“
   
“Bisa tolong panggilkan Min Ho?”
   
“Mmmm… Okay…”jawab Hye Sun. “Min Ho, Dara mau bicara—“
   
Min Ho segera mendekat ke arah Hye Sun dan meraih gagang telepon dari Hye Sun. “Hey, Dara—“
   
“Min Ho—“
   
“Yup?”
   
“It’s about Yoona… Yoon Min Ah…”
   
“Mworagu?” pekik Min Ho agak keras.
   
“She’s on the way to Seoul from France—“jawab Dara lagi.
   
“Untuk apa dia kembali ke sini?”tanya Min Ho dengan cepat.
   
“Justru itu—“jawab Dara. “Jaga Hye Sun baik-baik. Aku hanya takut kalau Yoona bisa nekat dan melukai Hye Sun. Kau tahu sendiri, kan, kalau Yoona sudah membenci Hye Sun dari dulu dan kebenciannya pasti bertambah karena dia telah menjadi istrimu. She was deeply in love with you when she leaved Seoul.”
   
“Besok dia akan sampai pukul sembilan pagi.”beritahu Dara lagi. “Kemungkinan besar ia pasti akan menemuimu kembali. So, stay aware—Oh ya, sebentar lagi ada rapat dengan investor klub. Bye…“
   
“Ok. Bye—“
   
“Serius sekali pembicaraannya—“Hye Sun tersenyum, namun senyuman itu tidak dapat menyembunyikan rasa penasarannya sama sekali.
   
“Tidak begitu, sebenarnya—“Min Ho menjawab Hye Sun. “Jangan khawatir...“sambung Min Ho lagi, perkataan itu membuat Hye Sun tidak lagi penasaran lagi.

“Ayo… Kau harus istirahat dulu—“kata Hye Sun sambil kemudian membantu Min Ho melepas coat coklat muda miliknya dan menggantungnya di atas gantungan dekat pintu. Sekarang Min Ho hanya memakai kaos turtle neck yang berwarna abu-abu gelap.
   
“Istirahat sana—“perintah Hye Sun dengan halus.
   
Min Ho menghela nafas dan berkata , “Okay… Aku ke atas dulu. Tapi kau juga harus istirahat—“
   
Hye Sun lalu mengacungkan kedua jempolnya. “Beres! Nanti aku akan menyusul—Kau tidur dulu, ya—”Setelah Min Ho mengangguk halus, Hye Sun mendaratkan kecupan kilat di atas pipi Minho. “Jal ja—“
   
Min Ho tersenyum dengan agak canggung, karena belum begitu terbiasa dengan kecupan itu. Namun, pada akhirnya ia mengangguk halus lagi pada Hye Sun. “Okay. Aku istirahat dulu—“
***
    “Goo Hye Sun ?”panggil Min Ho. Di saat ia bangun tidur, ia segera mencari Hye Sun yang tidak ia temukan di kamarnya atau di sudut lantai dua mana pun. Bahkan Hye Sun juga tidak terlihat di lantai satu. “Goo Hye Sun ? Hye Sun ? Kau di mana?”
   
Bayangan Hye Sun dengan darah di seputar tubuhnya pun segera menghinggapi pikirannya. Kejadian waktu itu. Dia takut kalau Hye Sun bertindak gegabah untuk ke sekian kalinya. Walaupun Hye Sun sudah bilang ia sudah tidak akan mengingat Geun Seuk lagi, Min Ho sangat yakin kalau Hye Sun masih labil, ia pikir pasti mustahil bagi Hye Sun dapat menerima ini semua begitu saja.
   
“Hye Sun?!”Teriakan Min Ho semakin keras ketika ia mulai membuka pintu rumah. Udara dingin segera menerpa dirinya. Kaos turtleneck miliknya itu tak dapat membantu menghangatkan tubuhnya.
   
“Hye Sun?! Kau di mana ?”Tanpa pikir panjang, Min Ho menuruni tangga menuju pantai itu. “Goo Hye Sun!”seru Min Ho ketika melihat Hye Sun sedang berada tidak begitu jauh dari ujung tangga itu, hanya ke kanan sedikit hingga Min Ho dapat melihatnya dengan jelas. Hye Sun sedang merapatkan jaketnya, mungkin untuk menghalangi udara dingin yang bisa masuk ke tubuhnya.
   
“Hye Sun?”
   
“O?”Hye Sun segera menoleh ke arah Min Ho sesaat ketika ia mendengar suara Min Ho.
   
“Aku mencarimu ke mana-mana dari tadi dan ternyata—“Min Ho tak sanggup menyelesaikan kalimatnya, nafasnya keburu menghilang. Ia hanya memejamkan mata sambil berusaha menenangkan dirinya.
   
“Kau yakin kau baik-baik saja?”tanya Min Ho, ia mencoba untuk memastikan keadaan Hye Sun sekarang. “Aku khawatir kalau masalah Geun Seuk sangat mengganggumu—Kalau memang begitu, kita harus mencari solusi yang tepat—“
   
“Shhhh…”
   
“Dengar—“Hye Sun mengangkat telapak tangan kirinya ke arah Min Ho. “Suara angin—“
   
“Hye Sun?”
   
“Shhh… Masalah Geun Seuk—Lupakan saja—“ucap Hye Sun lagi. “Mendekatlah—“ajak Hye Sun sambil masih memejamkan matanya. Min Ho mendekat perlahan, ketika sudah sangat dekat, Hye Sun memeluknya, bersandar di atas tubuhnya.
   
“Aku tak tahu apa aku bisa memaafkan Geun Seuk—Tapi seharusnya aku lebih khawatir apakah kau bisa memaafkanku atau tidak—“
   
“Aku selalu memaafkanmu, setiap kali kau berbuat sesuatu yang salah—“
   
“Semua hal yang kubuat salah semua—Kalau kau manusia, kau tidak mungkin bisa selalu memaafkanmu—“sergah Hye Sun dengan suara pelan. Ia kemudian melirik celah di antara tubuh pria itu dengan lengannya yang bebas. Sesuatu yang berbulu, berwarna putih terlihat di celah itu. “Aku melupakan sesuatu—“ Hye Sun mendongak ke arah wajah Min Ho dan melupakan penglihatan semunya tadi.
   
“Err?”Min Ho berkenyit. Untuk kedua kalinya Hye Sun memejamkan mata, berjinjit, dan berusaha meraih bibir lembut dan padat milik Min Ho. Aku lupa kalau Min Ho memang bukan manusia, tapi—Tapi apa? Kalian seharusnya bisa tebak sendiri…
***
Alunan musik klasik terdengar merdu dari salah satu kamar di rumah itu. Hye Sun segera tertarik, ia memasuki kamar yang berada tepat di sebelah kamarnya itu. Kepalanya menyumbul terlebih dahulu dan melihat Min Ho yang sedang duduk di tepi ranjang, melihat-lihat buku yang cukup besar dan tebal, ia memakai kacamata baca, kepalanya naik turun sambil menikmati alunan musik saksofon dari Kenny G. Lagunya baru berganti ketika Hye Sun masuk ke dalam kamar itu, tanpa disadari Min Ho.

“Banyak hal yang tidak aku tahu tentangmu—“ucap Hye Sun sambil mendekati Min Ho dan duduk di sebelah Min Ho. Min Ho segera menoleh, melepaskan kacamata bacanya, dan menutup buku yang ia baca. “Kau suka Kenny G?”

“Aku suka bunyi saxophone—“jawab Min Ho sambil tersenyum. “Actually, aku suka semua bunyi alat musik. Tapi, tak ada yang aku kuasai, bahkan satu pun saja tidak—“

Hye Sun tersenyum, seakan ada hal yang lucu. “Dulu aku bisa violin, tapi tiba-tiba aku sadar kalau leherku hampir patah karena terlalu sering main violin, dan ternyata dokter pribadiku juga menyadari hal yang sama—Kau pasti ingat ketika aku menangis karena tidak rela melepas alat musik itu—“

“Ingat sekali. Wajahmu lucu sekali ketika itu. Kau menangis histeris… Padahal aku pikir kau sudah tidak mau main violin lagi—”Min Ho terkekeh pelan. Awalnya Hye Sun terlihat kesal, ia memukul dan mendorong lengan Min Ho, namun akhirnya Hye Sun ikut tertawa, perlahan ia meraih buku besar dan tebal yang ada di atas pangkuan Min Ho.

“Kau tak mungkin suka—“Min Ho memvonis. “Kau benci hal-hal seperti itu—“

Gianlorenzo Bernini : Art for Life. Life for Art.

“Gianlorenzo Bernini?”

“Maestro… Untuk… Illuminati—“Min Ho terkekeh pelan. “Ketika aku masih tinggal di Perancis, saat masih umur 3 tahun, aku sudah diajak ke Italia untuk liburan—Karena aku suka, Ibuku selalu mengajakku liburan ke sana, sampai-sampai aku bisa pergi ke sana dua sampai tiga kali dalam setahun. Aku menyukai karyanya dan juga Michelangelo—Tapi, aku tahu, kau benci segala sesuatu yang berkaitan dengan hal kuno.“

Tunggu. Ada yang aneh di sini. Kenapa bisa sama dengan—

“Tahun lalu kau sempat ke Italia, kan? Apa kau melakukan wisata di berbagai bangunan kuno, museum, atau katedralnya?”tanya Min Ho sambil tersenyum. “Apa kau mengunjungi Galleria Borghese?”

“Kau menyukai hal yang sama dengan Geun Seuk? Sejak kapan? Kenapa aku tidak tahu?”Hye Sun balik bertanya saking herannya. Setaunya Min Ho dan Geun Seuk tidak punya minat yang sama kecuali dalam mata pelajaran sains.

“Jinja?”Sekarang giliran Min Ho yang balik bertanya, namun ia bertanya dengan santainya. “Aku pikir ia tidak pernah memberitahunya padaku—Sudahlah—Mungkin kebetulan saja kita menyukai hal yang sama—“

Hye Sun tersenyum samar. “Maybe—“

Musik saksofon itu berganti lagi. Kamar itu menjadi sunyi selama tiga puluh detik, semuanya mendengarkan alunan musik itu. “Miracle—“gumam Min Ho setelah beberapa saat sunyi.

Hye Sun menoleh, untuk kesekian kalinya ia tersenyum. “Menyenangkan.”
   “
   Aku juga berpikir begitu—“Min Ho menjawab dengan senyum lebar. “Errr—“ Mendengar suara itu, Hye Sun segera menoleh. “Souhaitez-vous danser avec moi, mon ange?” Min Ho menyodorkan tangannya yang kosong.


“Mwo? Apakah itu kalimat yang pernah kau bisikkan padaku saat ulang tahunku ke-14?”tanya Hye Sun menyelidik. “Apa artinya, sudah hampir sepuluh tahun lebih sejak kau mengucapkan hal itu dan sampai sekarang aku tetap tidak mengetahuinya—Kalimat pertamanya mungkin berarti maukah kamu berdansa denganku… Tapi yang di belakangnya…“

“Souhaitez-vous danser avec moi, mon ange?”ulang Min Ho sekali lagi.

“Aku membenci bahasa Prancis karena aku tak pernah tau tentangnya. “Hye Sun mendengus, ia kemudian menyambut tangan Min Ho, mereka berdansa diiringi musik saksofon itu (mereka berdansa seperti saat episode 22 BOF kkkk) “Jawab aku, apa kata terakhirnya?” tanya Hye Sun sekali lagi.

Min Ho kemudian menundukkan sedikit kepalanya agar ia dapat meraih telinga Hye Sun. Hye Sun tak bergeming dengan perlakuan itu. “My Angel—“

“Angel?”Hye Sun mengulanginya dengan agak sangsi. Ia teringat dengan buku yang ia temukan di ruang kerja Min Ho itu. Buku berbahasa Perancis itu…

Namun, Min Ho tidak mengijinkan Hye Sun berpikir terlalu lama karena dua kata itu. Min Ho perlahan memegang kedua leher Hye Sun dengan kedua tangannya, sambil mendekati bibir Hye Sun, menyapunya perlahan, mulutnya terbuka untuk melumat pelan bibir mungil itu. Tak sampai lima belas detik, Min Ho kemudian membiarkan mereka mengambil nafas masing-masing.

“Lagi—“ucap Hye Sun sambil menempelkan bibir mereka berdua sekali lagi. “Dan please—“

“Mwoya?”Min Ho bertanya tak paham.

“Lepas bajuku—“Lumatan mereka semakin dalam satu sama lain. Bibir Hye Sun menenggelamkan bibir Min Ho dengan agresif. Min Ho hanya mengikuti permainan ini, dia terlalu kalem untuk masuk ke dalamnya. Lumatan mereka memanas seiring berjalannya waktu.

“Ayo—Kenapa tidak?”tanya Hye Sun ketika menyadari bahkan tangan Min Ho belum menjamahnya sama sekali di bagian lain, selain lehernya.

“Aku—“Min Ho tergagap sambil melepaskan ciuman itu. “Aku hanya merasa tidak sopan… Maksudku…”

“Kau itu suamiku—“tegas Hye Sun. “Ingat?”

“Ya. Tapi aku belum siap untuk—“desah Min Ho pada akhirnya. Ia menengadah ke arah Hye Sun. “So sorry—“

Hye Sun hanya menatapnya dengan sepasang matanya yang sayu. Perlahan tangan Hye Sun membuka kancing piyamanya sendiri, dari atas sampai ke bawah. Hye Sun kemudian melepaskan piayamanya dari tubuh mungilnya itu, sekarang terlihat sebuah bra warna putih gading yang di baliknya terdapat bukit yang kecil, tidak terlalu menonjol. “Please, bagian yang ini, tolong kau yang lakukan—“

Min Ho menatap Hye Sun, sekali lagi ia melingkarkan kedua tangannya di atas leher Hye Sun, ia membuat tubuh Hye Sun mendekat dengannya. Sepasang bukit itu menempel ketat dengan Min Ho selagi ia berusaha melumat bibir Hye Sun dengan lembut. Perlahan rangkulan di leher itu terlepas, Min Ho menurunkan tangannya sendiri ke punggung mulus Hye Sun, tanpa menghentikan lumatan mereka. Perlahan tapi pasti, Min Ho melepaskan pengait bra itu. Hye Sun dapat merasakan branya yang mengendur berangsur-angsur.

Ketika mereka akhirnya melepaskan lumatan mereka satu sama lain, Hye Sun segera ‘membantu’ Min Ho sekali lagi, ia melepaskan bra itu dari tubuhnya hingga bagian atas tubuhnya polos sama sekali. “Kau tak mau melakukan yang biasa mereka lakukan?”tanya Hye Sun ketika Min Ho malah kembali merengkuh bibirnya. Min Ho menghentikan kegiatannya sendiri, ia bertanya dengan wajah bertanya. “What?”

“Sebentar—“lanjut Hye Sun. “Kau belum pernah menonton blue film?”

“Untungnya, belum—“jawab Min Ho.

Min Ho lalu melanjutkan kegiatannya yang tertunda tadi, bibirnya melumat Hye Sun lebih panas lagi dari sebelumnya. Namun, setelah selang beberapa detik, Min Ho melepaskan ciuman itu lagi. “Aku mau bertanya sesuatu—Apa ini pengalaman—“

“Tidak—Aku sudah melakukannya—“jawab Hye Sun, tahu ke mana arah pertanyaan itu. “I’m not a virgin anymore…

Min Ho tersenyum. “Aku tidak mengharapkan kalau dua orang yang sedang jatuh cinta seperti kau dan Geun Seuk dulu tidak pernah melakukan hal itu, sebenarnya.. Aku hanya ingin memastikan—“

“Kau bagaimana?”tanya Hye Sun tiba-tiba. Ia menggigit bibirnya keras-keras, ia takut dengan jawaban yang akan keluar nantinya, kalau jawabannya Min Ho pernah, mungkin ia tak akan sebesar hati seperti Min Ho.

“Aku mau bertanya, kau tahu tidak perempuan yang paling kucintai selain ibuku dan kau?”tanya Min Ho dengan suara paraunya.

“I don’t know. Sudah kubilang, I don’t know anything about you—Tapi kau selalu tahu dan memahamiku—“

“Dan aku akan membiarkanmu mengetahuiku perlahan-lahan—“Min Ho tersenyum lembut, kembali mengecup bibir Hye Sun. Bra itu perlahan jatuh ke atas lantai. Perlahan, Hye Sun menurunkan celana Min Ho yang terbuat dari satin itu. Mereka menghempaskan diri mereka di atas tempat tidur. Dan selanjutnya ?  Please jangan ditanya [hmpfh]
***
    “Kau harus datang—“ucap Hye Sun dengan tegas kepada Min Ho, nadanya memerintah. “Tidak boleh tidak!”

“Memangnya ada apa sih?”tanya Min Ho yang ternyata akhirnya penasaran. “Cuma pesta ulang tahun, kan?”

“Huh!”Hye Sun mendesah dengan angkuh. “Berani kau bilang cuma? Menyebalkan!”

“Memangnya ada surprise apa, sih?”tanya Min Ho tambah penasaran.

“Memangnya ada yang bilang ada surprise untukmu?”tanya Hye Sun sinis. “Yang penting, kalau kau tidak datang bersama Geun Seuk, sisa hidupmu tidak akan tenang!”

“Iya! Iya!”jawab Min Ho sedikit jengkel.

“Bye-bye!”Hye Sun kemudian berjalan dengan riang sambil meninggalkan Min Ho di koridor Seoul International School. Dan Min Ho baru saja menyadari.

“Geun Seuk ke mana, ya?”tanya Min Ho pada dirinya sendiri. “Tumben tidak bersama Hye Sun—“

“Hei, kau!”teriak seseorang dari kejauhan. Min Ho segera menoleh ke arah suara itu. Gang LockHeart. Ia melihat Siwon, si jagoan olahraga SIS. Hyunjoong, badboy sekolah ini yang setiap tindak pelanggarannya tidak pernah terlacak. Jaejoong, si drummer keren yang memikat. Taecyeon, atlet renang yang handal yang setiap kali berenang di sekolah ini, selalu diintip oleh siswi-siswi yang sangat mendambakan tubuh sixpacknya itu. Tapi—Ada satu yang kurang—Biasanya yang satunya itu memang tidak suka berbaur dengan mereka ketika saat masih di sekolah, yang satunya itu tak pernah tercium oleh orang banyak kalau ternyata ia masuk ke perkumpulan penunggang Harley Davidson itu. Yang satu itu adalah orang yang pernah disangka bisa masuk ke dalam mereka. Yang kalem, pintar, dan jagoan kelas. Jang Geun Seuk.

“Ada apa?”tanya Min Ho dengan agak risih kepada orang-orang itu.

“Loser!”teriak Taecyeon dengan senyum mengejek. “Kami punya urusan apalagi denganmu!”

“Apa?”tanya Min Ho tak mengerti. “Aku tak ada waktu—“

“Kami juga tidak ada waktu!”seru Hyunjoong. “Jangan pikir kami bersedia menyediakan waktu untuk pecundang sepertimu! Tapi, kami di sini, mau menantangmu! Ingin menunjukkan kalau kau adalah pecundang yang sok kuat, sok berani, dan sok pintar!”

“Hyun—“Siwon berkata pada Hyunjoong di sebelahnya. “Ikuti dia pulang ke rumah—“

“Mwo?”Min Ho merasa tidak terima diperlakukan semena-mena. Lagipula untuk apa badboy yang satu itu ikut pulang ke rumah.

“Ambil Harleymu di rumah!”teriak Siwon  sambil menyeringai. “Kami tunggu di PyeongKwon Nam setengah jam lagi!”
   
Hyunjoong kemudian berjalan ke arah Min Ho sambil merangkulnya layaknya mereka adalah seorang teman. Hyunjoong menyeret Min Ho dengan paksa “Jangan macam-macam, Min Ho—Aku akan mengikutimu sampai ke rumah dan kau harus ke PyeongKwon Nam—Kalau tidak, kau akan habis—“
   
Min Ho lalu menepis lengan Hyunjoong. Wajahnya cuek, masa bodoh, dan memang menyebalkan ketika itu. “Tidak usah diperingatkan, aku akan datang—“
   
“Bravo, then! Aku tidak perlu susah payah mengawasimu!”Hyunjoong kemudian membersihkan tangannya yang habis bersentuhan langsung dengan Min Ho. Minho mengamatinya, dan menghela nafas dengan berat.
***
   Deru motor Harley yang kencang segera terdengar dari PyongKwon Nam, di jalanan itu sekarang terdapat dua motor Harley Davidson yang sedang bersiap-siap untuk meluncur. “READY! SET! GO!”
   
Kedua motor itu meraung melewati jalanan yang sepi itu. Siwon dan Min Ho yang bertarung menjadi pemenang dari perlombaan yang tidak resmi itu. Tidak ada sesuatu yang mereka janjikan, jadi Min Ho tidak perlu khawatir.

Tapi, ia benar-benar harus menyesal telah melakukan perlombaan dengan atlet sehandal Siwon. Kemampuan berkendara Siwon sudah di luar dugaan Min Ho. Ia bisa lebih cepat 4-5 detik di depan Min Ho. Kalau seperti ini, Min Ho akan tetap dipanggil pecundang, loser, atau apa pun panggilan yang tidak Min Ho suka itu.

“Kau akan kalah, Loser!”teriak Siwon samar dari balik helmnya. “Aku akan memastikan diri untuk mengalahkanmu!”

Semakin dekat dengan garis finish—Min Ho semakin tertinggal—Konsentrasinya buyar karena teriakan Siwon itu—
   
“Kau pikir kau pantas untuk mendapatkan Goo Hye Sun dan bersaing dengan Geunseuk?”tanya Siwon sekali lagi dari balik helmnya. Teriakannya terdengar samar oleh Min Ho.
   
Min Ho berusaha mengumpulkan konsentrasinya—Tapi semakin lama, motor Siwon semakin jauh meninggalkan motornya—
***
   “Loser!”teriak Taecyeon sambil menendangi Min Ho. Mereka sedang berada di gudang minyak kecil dekat PyeongKwon Nam yang remang-remang dan agak menyeramkan.

Siwon kali ini meraih kerah bajunya dan meninju wajahnya. “Aku sudah cukup muak dengan gayamu yang sok itu!”seru Siwon di depan wajahnya yang sudah berdarah di semua tempat itu.

Sedangkan Jaejoong dan Hyunjoong hanya melihatnya dengan tatapan prihatin yang dibuat-buat. Hyunjoong menarik kerah Min Ho dengan agak kasar. “Loser never wins—“

Jaejoong tertawa renyah sambil bersenandung kecil di tempatnya. “Poor of him—Kalian berniat untuk berhenti sebentar lagi, kan? Dia sudah babak belur—“

“Tinggalkan Goo Hye Sun! DENGAR?!”teriak Siwon keras. Taecyeon terkekeh di tempatnya. “Mana dengar—“

“Aku—“Min Ho mulai terlihat untuk menjawab, walaupun seluruh badannya hampir ingin remuk semua. Mungkin, tulangnya sudah patah semua akibat pukulan dari Siwon dan Taecyeon yang bertubi-tubi. “Tidak akan pernah—meninggalkan Goo Hye Sun. Tidak akan—Aku tidak mau kalah dari gang kalian—Tidak mau“

Siwon meninju perut Min Ho lagi dengan keras. “Apa kau bilang?!”

“Seharusnya ada secercah ketahudirian dari dirimu, Lee Min Ho—“ejek Jaejoong dari tempatnya, selama ini tangannya belum sama sekali menyentuh Min Ho. “Goo Hye Sun—Dia cantik—Hebat—Ketua OSIS—Lalu kau?“

“Aku… Tak akan… Menyerah…”jawab Min Ho lagi sambil terengah-engah. “Dia lebih baik dariku dalam segala hal—Aku tak akan membiarkan dia lebih baik dariku dalam hal ini—“

Sekali lagi tinju Siwon melayang ke wajahnya yang sudah berlumuran darah. “Holy sh*t! Hentikan omong kosongmu dan bilang kalau kau akan meninggalkan Goo Hye Sun! Tidak usah pura-pura dekat lagi dengannya—Dengar?“

“ANYIIII!!!”teriak Min Ho keras tak terkendali. “TIDAK AKAN PERNAH! KAU DENGAR?!”

Taecyeon memukul kepala Minho dengan agak keras. “BISA DIAM TIDAK?! HAH?!”

“LEPASKAN AKU!”jerit Min Ho. Ia berusaha untuk bangkit berdiri.

 Hyunjoong kemudian menendang keras perutnya sebelah kiri. “Berisik. Jangan banyak bicara—“

Jaejoong hanya kembali nyengir. “Tak kusangka selain seorang pecundang, kau juga seperti perempuan. Suaramu sangat keras sampai telingaku sakit.”

Siwon kemudian mendorong Min Ho dengan kasar sampai ia terjatuh sambil tengkurap di tempatnya. Taecyeon menginjak punggung Min Ho yang dilapisi oleh kemeja putih tipis kotor.

“Lepaskan Goo Hye Sun—“teriak salah satu dari mereka lagi.

Min Ho terkulai lemas di atas lantai. “Aku bilang tak akan pernah—“ Makin lama suaranya makin melemah, semakin terdengar seperti desisan. “Dia cinta pertamaku—Tak mungkin aku rela melepaskannya—“

Kemudian sebuah benda yang berat dan keras menghantam punggungnya. Entah benda apa yang telah dijatuhkan di atas punggungnya, yang pasti ia merasakan tulang punggung akan remuk dan patah semua. Sakit sekali.  “CHOI SIWON!”Jeritan seseorang itu tiba-tiba terdengar membuka pintu. Dalam kesakitan yang amat sangat, Minho memberanikan diri untuk menoleh ke arah sesosok tamu yang datang itu—Dia—Jang Geunseuk—Orang yang selalu mengalahkannya dalam hal apa pun itu—
***
 “Hentikan! Aku bilang beri dia pelajaran, bukan beri dia eksekusi mati!”Sosok yang terlihat sempurna dalam pakaian casualnya itu kemudian menatap semua orang di gudang itu dengan tatapan membunuh. “Kalau dia mati, kita semua bisa gawat—“

Min Ho hanya terkulai lemas di atas lantai. Dia mengumpulkan tenaganya untuk berteriak. “Aku tidak akan melepaskannya!”

“AKU TAHU!”balas suara itu sambil berteriak. Wajah Geunseuk terlihat menyedihkan dari sudut pandang Min Ho.

“Kalian semua keluar! Aku ingin bicara empat mata dengannya!”perintah Geunseuk dengan kasar. Jaejoong lebih dulu mengambil inisiatif untuk keluar. Ia menepuk pelan bahu Geunseuk untuk menenangkannya. Sedangkan Siwon, Taecyeon, dan Hyunjoong hanya keluar dalam kebisuan. Siwon sempat meliriknya, namun ia memilih untuk meneruskan langkahnya.

“Aku—Aku tak bisa berpikir saat itu. “ucap Geunseuk pelan, sambil mendekat ke arah Min Ho. “Aku hanya berpikir menurut emosiku.”

Min Ho masih tergeletak di atas lantai itu dengan lemas dan darah yang berlumuran di sekeliling tubuhnya, sedangkan Geunseuk semakin dekat dan berjongkok ke arahnya.

“Aku takut kalau kau mengambilnya dariku—Aku takut kalau aku harus kalah darimu—“

“Shhh—“Min Ho memotongnya dengan desisan pelan.

Namun, Geunseuk tak mau berhenti. “Aku takut kalau kau bersamanya—Aku takut kalau dia memilihmu dan aku harus melihat pernikahan kalian berdua. Aku takut—Benar-benar takut memikirkannya.“

“Dengarkan aku—“Min Ho berucap, sambil meraih tangan Geunseuk di dekatnya. Tangan itu ikut berlumuran darah akibat bersentuhan langsung dengan tangannya. “Aku tak akan melepaskannya—Tapi, seandainya aku tak bisa selamat hari ini, kau mencintainya, kan?“

“Lihat aku, Jang Geunseuk—“ucap Min Ho sekali lagi dengan mata yang nanar dan sayu. Geunseuk menatap mata yang menyedihkan itu dengan enggan “Aku baru akan melepaskannya ketika aku mati—Jadi, kalau misalnya, aku mati, kau mau mencintai dan menjaganya, kan?“

“Jawab aku—“ucap Minho dengan suara yang bergetar, tangannya yang menggenggam tangan Geunseuk bergetar hebat.

“Kau tak akan mati—“jawab Geunseuk dengan suara yang tak kalah bergetarnya. “Jadi, aku tak perlu mencintai dan menjaganya, kan? Kau tak akan melepaskannya, kan?”
   
   “Choi Siwon! Urusi dia!”teriak Geunseuk pada akhirnya, ia melepaskan tangan Min ho yang memeganginya dengan erat.
   
   “Kau belum berjanji, Jang Geunseuk—“kata Min Ho lirih. “Tak ada pria yang mencintai Hye Sun lebih dari cinta kita padanya.”
   
   Siwon kemudian masuk diikuti dengan yang lainnya. Geunseuk memperingatkan mereka semua lagi. “Jangan sampai kalian memukulinya lagi!”
   
   “Jang Geunseuk, berjanjilah—“
   
   Geunseuk menatap Minho sekali lagi dengan agak bimbang. “Kalau aku tidak mencintainya, aku tak mungkin mengotori tanganku dengan membuatmu seperti ini. Cintaku padanya telah membuatku parno untuk kehilangan dirinya. Percayalah, Lee Minho, aku mencintainya—Aku bersumpah akan menjaganya—“
   
   Siwon kemudian mengangkat Minho yang tergeletak di atas lantai dengan dibantu oleh Taecyeon dan Hyunjoong. Sedangkan Jaejoong menepuk pundak Geunseuk sekali lagi sambil merangkulnya. “Anak itu boleh juga—Dia mencintai Hye Sun lebih dari yang aku kira—“
   
   Geunseuk melirik Jaejoong yang berada di sampingnya dan mendorongnya keras-keras. Tatapannya tak dapat dimengerti. “Aku telah kalah darinya. Sialan, aku sudah kalah darinya, Kim Jaejoong—“
***
    Bayangan Hye Sun kemudian menghampiri pikirannya. Gadis itu sedang tersenyum dan tertawa di hadapannya. Ia sedang tergeletak di atas jalanan yang sangat dikenalnya, itu jalan dekat rumahnya yang sepi dan hampir tak terjamah orang.

   Sungguh mengerikan, bahkan ketika keadaannya sudah seperti ini, ia masih memikirkan gadis itu. Kira-kira apa yang sedang dilakukan gadis itu sekarang? Mungkin sedang mempersiapkan diri untuk pesta ulang tahunnya. Dia akan jadi perempuan yang sangat cantik malam ini.

   Membayangkan wajah gadis itu yang berseri-seri di pesta ulang tahunnya dalam keadaan Min Ho yang seperti ini bagaikan mimpi indah yang disertai dengan mimpi buruk. Semuanya menjadi satu.

   Ia juga melihat Hyesun datang mendekatinya, namun ia menjauh dan menjauh lagi sampai Minho tak dapat meraihnya.

   Aku tak akan bisa datang. Miane… Miane… Miane… Hye Sun-a…
***

   “ARGH!”Minho berteriak dengan keras ketika ia terbangun dari mimpi buruknya.  Ia terduduk di tempat tidurnya dan seketika itu juga, ia sadar perutnya telah terantuk sesuatu. Minho kemudian merasa kesakitan, ia berteriak dan mengerang lagi. “Ahhhh—“

   Ia menunduk dan melihat Hye Sun sedang berada di antara kedua kakinya yang terbuka. “Hye Sun?”Minho berkata dengan heran. “Kau sedang apa?”

   Hye Sun kemudian mengangkat kepalanya menuju Min Ho, ia menggigit bibirnya dengan nakal sambil terlihat seperti menggoda. “Aku terbangun dan melihat selimutmu tersingkap—“

   “Lalu?”

   “Astaga… Suatu hari nanti kau harus menonton blue film, okay?”desah Hye Sun agak sebal. Ia kemudian melanjutkan aktivitasnya pada ‘senjata’ Minho. Sedangkan, Minho hanya bisa keheranan di tempatnya.

   “Hyesun, stop it! Itu jorok!”Min Ho memperingatkan, namun Hyesun tidak berhenti, ia kembali melumat dan menghisapnya.

   “Bagaimana mungkin pria ini bisa tidak terangsang?”batin Hye Sun dalam hati. Dia menatap Minho dengan tajam dan segera menggigit ‘benda’ itu sekali lagi, namun yang terdengar hanya jeritan dan lenguhan pendek. Min Ho sama sekali tidak memberi tanda-tanda akan bertindak lebih jauh. “Oh, please—“

   Hyesun kemudian mendorong tubuh Min Ho sampai ia berada di atasnya. Hye Sun kemudian mengelus-ngelus dada Minho yang polos, lalu menciuminya dengan bergairah. “Susah sekali punya suami sepertimu—“

   Min Ho kemudian mengganti posisi mereka berdua, kali ini Min Ho di atas dan Hye Sun berada di bawah. Min Ho menjilat pipi Hye Sun dengan lembut dan mengarahkan mulutnya ke telinga Hyesun. “Aku mimpi buruk tadi—“

   “Aku kira kau mimpi yang aneh-aneh, sampai berteriak-teriak dan berkeringat seperti itu—“ucap Hyesun sambil menekan wajah Min Ho agar tetap berada di dekatnya. “Kau mimpi apa?”tanya Hye Sun pada akhirnya.

   Min Ho lalu berpindah ke samping Hye Sun. Ia membekap tubuh Hye Sun di bawah selimut itu. “Masa lalu—“ Perlahan, Min Ho mendaratkan kecupan ke bibir Hye Sun, kemudian turun lagi sampai bagian yang paling bawah. Dia menekan kedua paha yang putih dan halus itu sambil memasukkan senjatanya ke dalam Hye Sun. Lenguhan dan erangan terdengar dari mulut Hye Sun. Ia mengelinjang sambil menarik-narik seprai tempat tidurnya, dia berteriak panjang di akhir permainan itu.

   Min Ho kemudian berpindah posisi ke samping Hyesun. Perempuan itu berkeringat di tempatnya. “Kau pasti lelah—“ Min Ho mengecup kening Hye Sun yang berkeringat dengan lembut. “Sorry—Aku tak begitu tahu caranya—“ Hye Sun membalas ucapan Min Ho hanya dengan senyum kelelahan.

   Saat itu sudah pukul 4 pagi, perlahan Min Ho menarik selimut itu sampai menutupi tubuh mereka berdua yang tidak diliputi benang sedikit pun. Mereka berpelukan. Bagi Min Ho sendiri, setidaknya, masa lalu tidak begitu terasa menyakitkan jika ia berpelukan dengan Hyesun—Selamanya—
***
End Of Chapter


it was CRAZY LITTLE THING CALLED LOVE

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
updateeeeeeeeeeee!!!!!!!!!!!!!! yeahhh first!!!
baca dulu tar diedit [smiley-dance013] [smiley-dance013]

bagi yg ga suci lg kyk hyesun emang rada wild [hmpfh] agak kecewa sih krn hyesun ga perawan lg (bgku seorg angel hrs mendapatkan yg suci baru adil [hmpfh] ) tp ga apa2 deh drpd mereka ga bersatu [laughing] [laughing]

hore hore penantian panjang akhirnya gol jg [smiley-gen013] [smiley-gen013] kira2 kapan hamilnya [laughing] [laughing]

kependekan tuh rin,, update lagi dong [hmpfh] [hmpfh] di [head break] [head break] [guns] ama karin [laughing]
« Last Edit: January 09, 2011, 08:07:54 am by mrs. Lee Min Ho »

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile
lhaaaaaaaaaaaaaaa tuh yang hobby liat blue pilem neh si hyesun pa si abk neh  [nono] [nono] [nono] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hmpfh] LANJOOOOOOOOOOOOTTTTTTTTTTTT mino OON  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] sini mao akyu ajarin neh banyak stok pilemnya miyabi  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [laughing]

And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^