Author Topic: [RPF] Minsun ~ Life is Beautiful ~ chapter 9. last update, 04 Agustus 2010  (Read 17849 times)

Offline Vay_za

  • Senior
  • ****
  • Posts: 917
    • View Profile
Iya neh si mak gimana toh ni ff udah berabad abad gak diupdate  [angry] [angry] [angry]
Ayo donk cepat update sebelum dapet   [ranting] [ranting] [head break] [head break]

Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile
CHAPTER 9

BGM Song's  whistling


Geun Seuk sibuk memutari toko cd sembari melihat-lihat alat music yang terpajang disana, pandangannya berhenti saat melihat sebuah gitar elektrik berwarna merah. Ia menjulurkan kepalanya memeriksa bar code harga yang tergantung di gitar tersebut.

“Mwo 2 juta won” gumamnya tak percaya, matanya hampir keluar karena kagetnya. “Mahal sekali kira-kira aku bisa menjual apa demi sebuah gitar ini” gumamnya seraya menggelengkan kepalanya. Ia kemudian berlalu ke bagian lain kali ini ia sampai dibagian gitar akustik. Ia kembali berhenti saat melihat seorang gadis tengah mencoba salah satu gitar dan bersenandung kecil. Geun Seuk memperhatikan gadis itu. Suaranya begitu indah meskipun hanya bersenandung saja. “Lumayan juga suaranya” pikirnya pelan. Ia kemudian berjalan menghampiri gadis tersebut dan terkejut karena ternyata gadis yang tengah bernyanyi itu tidak lain adalah Minam.

“Kau” pekiknya tertahan saat ia sudah berdiri dihadapan Minam. Minam yang merasakan kedatangan seseorang langsung mendongakkan kepalanya menatap Geun Seuk yang berdiri dihadapannya.

“Tae Kyung-ssi” desis Minam pelan. Ia terkejut melihat Geun Seuk yang ada disana.

“Ehm” Geun Seuk berdehem pelan.  “Ka….Kau…” Geun Seuk mendadak salah tingkah dihadapan Minam, ia menggaruk kepalanya membuat Minam bingung.

“Wae?? Wegudeyo? Kali ini aku melakukan kesalahan apa lagi” Tanya Minam polos. Geun Seuk spontan tertawa mendengar pertanyaan Minam.

“Hahaha kau ini lucu sekali”

“YYa…” teriak Minam wajahnya langsung berubah menjadi masam.

“Mian..Mian..Miane…. Hahaha” Geun Seuk terus tertawa. Sedangkan Minam hanya memandangi Geun Seuk yang terus tertawa dengan wajah cemberutnya. Beberapa saat kemudian setelah Geun Seuk sudah bisa mengandalikan dirinya ia kembali bersikap cuek seperti biasanya.

“Ck dasar orang aneh” cibir Minam. “Sudah puas tertawanya tuan” sahutnya kesal. Ia kemudian berdiri dari duduknya dan meletakkan gitar yang dipegangnya tadi di tempatnya kemudian berjalan menjauh dari Geun Seuk.

“Hey tunggu” teriak Geun Seuk tiba-tiba menghentikan Minam, Minam spontan berhenti kemudian membalikkan badannya.

“Mwo?”  tanyanya bingung. Geun Seuk berjalan mendekati Minam yang masih bingung kemudian saat ia sudah berada di dekat gadis itu, Geun Seuk pun menjadi gugup dan salah tingkah.

“Emmmm, aku..aku” jawabnya gugup, ia kembali menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.

“Bisa kita bicara?” tanyanya kikuk sembari memandang Minam gugup.

“Bukannya kita sedang bicara?”

“Bukan itu… maksudku…”

“YYa… kau ini mau bicara apa sih sebenarnya?” Tanya Minam menyelidik, gadis itu sangat bingung melihat tingkah Geun Seuk yang tidak biasa.

“Anu…tentang itu…”

**********************

Café Manolin.

“Anyong haseyo” sapa Seung Gi ramah saat melihat seorang customer datang ke Manolin sore itu.

“Ah anyong haseyo” jawab seorang gadis muda berpenampilan trendy yang baru datang ke café tersebut.

“Silahkan masuk, ada yang bisa aku bantu agashi”

“Eh, apa Minho oppa ada?” Tanya gadis itu kembali seraya mengedarkan pandangannya ke seluruh café mencari sosok Minho

“Minho? Lee Min Ho-ssi?” Tanya Seung Gi balik. “Ah, tunggu sebentar agashi, silahkan duduk” jawab Seung Gi dengan senyuman mengembang dibibirnya, ia mempersilahkan gadis itu untuk duduk disalah satu kursi café tersebut. Tak berapa lama, Minho muncul diruangan itu karena Seung Gi yang memberitahunya kalau ada pelanggan yang mencarinya.

“Bo Young-ssi?”

“Oppa, anyong” Bo Young tersenyum saat melihat Minho yang datang. Ia mengibaskan tangannya, senyuman lebar tersungging dibibirnya.

“Ada apa?”

“Aku hanya ingin tahu tempat kerja oppa sekarang saja, miane apa aku menggangu oppa?”

“Ne… tentu saja tidak, emm kau ingin pesan apa?”

“Hmmm, apa saja terserah oppa”

“Baiklah tunggu sebentar” Minho kemudia berbalik meninggalkan Bo Young menuju ke dalam. setelah kepergian Minho, Bo Young kembali duduk di kursinya yang berada di salah satu sudut ruangan di pinggir jendela, ia memandang keluar mengamati pemandangan diluar, sejenak kemudian ia bangkit dari duduknya dan berjalan mengitari ruangan café itu, mengamati   pernak – pernik serta interior yang ada di dalam café tersebut.

Terkadang ia berdecak kagum memandang keunikan café ini. Saat bersamaan Hyesun datang ke ruangan tersebut, pandangannya terhenti saat melihat Bo Young yang tengah berdiri disalah satu meja saat tengah mengamati beberapa lukisan yang terpasang didinding café tersebut. Merasa ada yang memperhatikannya, Bo Young membalikkan badannya dan pandangannya bertemu dengan pandangan Hyesun. Bo Young mengernyitkan alisnya saat ia melihat Hyesun mencoba mengingat-ingat sesuatu.

“Ah, anyong haseyo” sapa Hyesun pelan, ia membungkukkan sedikit badannya sopan. Bo Young pun membalas dengan anggukan serupa.

“Kau kan yang kemarin itu?” gumam Bo Young “Kenapa kau ada disini? Kamu apa hubunganmu dengan oppa?” Tanya Bo Young penuh selidik, ia kelihatan kurang senang melihat Hyesun disana.

“Anyong, saya temannya minho-ssi, anda?” Hyesun tersenyum tipis menjawab pertanyaan Bo Young, nada canggung jelas terdengar di suaranya yang pelan.

“Oh, chingu? Benarkah? Ah sudahlah tidak masalah, kenalkan aku pacar minho oppa” sahut Bo Young cuek. Seketika itu jantung Hyesun berdegup kencang, rasa perih tiba-tiba menjalar di dadanya, entah perasaan apa ini tapi yang jelas ia menjadi cemburu sekarang. Namun ia tidak ingin Bo Young mengetahui perasaannya, ia tetap menyunggingkan seulas senyum di bibir tipisnya. Baru saja Bo Young akan berbicara kembali ia menangkap kehadiran Minho yang berjalan mendekat kearah mereka berdua dengan membawa nampan berisi pesanannya, maka ia mengurungkan niatnya. Bo Young tersenyum saat Minho sudah berada di dekat mereka.

“Maaf lama menunggu, Young-ssi ini pesananmu” seru Minho sambil meletakkan segelas coffe latte di meja di depan mereka.

“Ah Hyesun-ssi kenapa anda ada disini, oya Young-ssi kenalkan dia”

“Kami sudah berkenalan tadi bukan begitu agashi” potong Hyesun cepat. Ia tersenyum kaku.

“Oh benarkah” jawab Minho kikuk

“Benar, oppa kami sudah berkenalan tadi” sahut Bo Young sembari menatap Hyesun.

“Oh, begitu” jawab Minho pendek

“Kalau begitu aku permisi dulu, masih ada yang harus aku kerjakan, anyong. Minho-ssi temani nona Bo Young” pamit Hyesun tiba-tiba, ia tidak ingin terlibat atau terlihat canggung diantara mereka.

“Ne” angguk Minho pelan. Hyesun kemudian menganggukkan kepalanya kepada Bo Young sebelum ia pergi. Pelan – pelan ia memutar kursi rodanya menjauh dari Minho dan Bo Young saat ia berbalik tidak sengaja kursi rodanya menabrak sebuah kursi di belakangnya hingga kursi tersebut terjatuh

Brakkkkk

Spontan Minho dan Bo Young menoleh kearah Hyesun yang meringis kesakitan karena tanggannya tidak sengaja membentur kursi, Minho spontan berjalan kearahnya dan meraih kursi yang jatuh tersebut.

“Ah, gomawo Minho-ssi, mian aku sungguh ceroboh hehehe”

“Kau tidak apa-apa?” Tanya Minho melirik kearah pergelangan tangan Hyesun yang digenggam oleh Hyesun. Hyesun mengikuti arah pandangan Minho kemudian

“Eh, ah ahniyo, gwenchana hahaha” jawab gadis itu canggung.

“Yya, benar tidak apa-apa?” ulang Minho. Wajahnya terlihat cemas.

“Ahniyo, gwenchanayo, gomapta, anyong” sahut Hyesun pelan, ia kembali mendorong kursi rodanya ke dalam, Minho memperhatikan Hyesun yang berlalu sampai gadis tersebut masuk kedalam. Bo Young memperhatikan semua kejadian barusan dengan perasaan iri dan cemburu, bibirnya cemberut melihat perhatian Minho pada Hyesun.
“Oppa” panggilnya pelan

“Eh” Minho refleks menoleh kearah panggilan itu.

*******************************

Sementara itu didalam kantornya Hyesun termenung mengingat perkataan Bo Young tadi, entah kenapa hatinya perih mendengar Bo Young mengatakan kalau ia adalah kekasih Minho.

“Hyesun-aa apa yang kau pikirkan sih” ujarnya pelan sembari mengetuk-ngetuk kepalanya.

“Tentu saja Minho pasti lebih tertarik bersamanya, dia gadis yang cantik dan juga sem..pur..na” Hyesun menekankan terhadap kata-katanya yang terakhir. “Memang apa yang kau harapkan dari dia, sadar Hyesun sadar” sebuah suara dari dalam hatinya kini berdengung mengisi otaknya. Sebuah suara pintu yang diketuk menyadarkan dia dari lamunannya.

“Masuk” jawabnya pelan. Sesaat kemudian Seung Gi memasuki ruangan itu, Hyesun mencoba tersenyum untuk menutupi suasana hatinya yang sedang kacau.

“Kau sedang sibuk? Bisa bicara sebentar?” Tanya Seung Gi.

“Ahniyo, masuklah, ada apa”

“Mengenai rencana yang aku bicarakan kemarin”

*******************************
Klek…..

Geun Seuk membuka pintu basecamp perlahan, ia kemudian berjalan masuk menuruni tangga karena basecamp tesebut berada di bawah tanah. Ia menoleh ke belakang mengisyaratkan Minam untuk mengikutinya dengan kepalanya. Saat mereka sampai di tempat latihan, Geun Seuk melihat Eun Chul dan Jeremy yang sedang duduk di sofa dengan wajah mereka yang lesu.

“Ehem” Geun Seuk berdehem pelan, kedua temannya tersebut spontan menoleh kearah Geun Seuk kemudian pandangan mereka menuju kearah Minam, alis mereka berdua berkerut, wajah mereka berdua menggambarkan tanda tanya besar saat melihat Minam.

“Kenalkan vokalis baru kita Minam” seru Geun Seuk menjawab rasa penasaran kedua temannya.

“Vo..vo..apa?” Tanya Jeremy spontan, ia memandang kearah Eun Chul yang balik memandangnya juga.

“Vokalis?” hanya itu kata-kata yang keluar dari bibir Eun Chul.

“Iya benar vokalis” jawab Geun Seuk santai, senyuman lebar  tersungging di bibir tipisnya. Ia menatap Minam yang sedang bengong memandang keadaan sekitarnya.

“Ehem” suara deheman Geun Seuk menyadarkan Minam yang kemudian menatap dua pria di depannya. Geun Seuk mengisyaratkan Minam untuk memperkenalkan dirinya.

“Anyong haseyo, Goo Minam-ssi, senang berkenalan dengan oppa oppa sekalian” jawab Minam polos seperti biasa dengan nada cerianya. Spontan jawaban Minam mengundang gelak tawa mereka bertiga.

“Anyong haseyo Minam-ssi, kenalkan aku Jung Eun Chul basis di band ini” sapa Eun Chul ramah masih setengah tertawa. Ia mengulurkan tanggannya kearah Minam dan menjabat tangan gadis itu.

“Hello aku Jeremy, panggil saja aku J bukan oppa hahaha” giliran Jeremy yang memperkenalkan diri, Minam menjadi malu dengan dirinya sendiri, pipinya yang tembem dan putih mendadak bersemu merah.

“Ok sudah cukup sesi perkenalannya, sekarang bisa kita mulai latihannya” seru Geun Seuk. Ia menatap kearah Eun Chul dan Jeremy bergantian yang dijawab anggukan dari kedua temannya itu.

“Minam-ssi, kau sudah tahu lagunya kan?” Tanya Eun Chul.

“Ah, Ne..ne..” Minam mengangguk-anggukkan kepalanya tegas. Eun Chul tersenyum, ia kemudian berjalan mengambil gitarnya dan segera mengeset peralatannya. 15 menit kemudian mereka memulai latihannya, awalnya Minam masih merasa canggung, suaranya bergetar sehingga mereka harus beberapa kali mengulang dari awal.

“YYAAAA!!! Kau ini bisa serius sedikit tidak” bentak Geun Seuk tiba-tiba saat Minam kembali melakukan kesalahan.

“Ah, Miane Tae Kyung-ssi” sahut Minam pelan, ia kaget dibentak Geun Seuk seperti itu, wajah gadis itu menunduk ketakutan.

“Aish” Geun Seuk mengacak-acak rambutnya kesal. Eun Chul yang melihat emosi Geun Seuk tiba-tiba memotong karena ia tidak ingin melihat emosi Geun Seuk yang meluap sehingga membuat suasana menjadi tambah kacau.

“Ehem, Minam-ssi bisa bicara sebentar” ajak Eun Chul pelan, ia tiba-tiba menarik tangan Minam untuk mengikutinya, Geun Seuk yang bersiap protes mendadak terdiam saat melihat isyarat dr Eun Chul untuk tidak berkata apa-apa. Saat mereka berdua sudah agak menjauh, dari Geun Seuk dan Jeremy, barulah Eun Chul berhenti dan berkata pada Minam.

“Minam-ssi maafkan kelakuan leader tadi, ia memang orang yang cepat emosi tapi aku tahu ia tidak pernah bermaksud seperti itu, itu karena waktu kita sangat sempit” jelas Eun Chul. Minam hanya diam mendengarkan kepalanya masih menunduk.

“Seharusnya sejak awak  aku tolak saja tawaran itu” sahut Minam pelan, sangat pelan seperti berbicara dengan dirinya sendiri. Eun Chul tersenyum menatap Minam.

“Sudahlah, leader memang begitu, cepat sekali tersulut emosinya tapi percayalah ia sebenarnya orang yang baik”

“Mwo?” Minam mengangkat kepalanya yang sedari tadi merunduk, Eun Chul tersenyum.

“Tidak apa-apa kalau kau tidak percaya, tapi nanti kalau kau sudah lebih mengenalnya, kau pasti setuju dengan perkataanku barusan”

“Chinja?”

“Ne” sahut Eun Chul yakin “Sekarang kau harus bisa berkonsentrasi jangan takut kami semua disini akan membantumu, kira-kira apa yang membuatmu bingung Minam-ssi”

“Eh… aku..aku.. sebenarnya aku kurang begitu fasih dengan lagu korea karena aku lama tinggal di luar negeri jadiiiiii” Minam menggantung perkataannya. Namun Eun Chul sudah menangkap maksud perkataan Minam.

“Ne, arasso”

“Chinja?”

“Ne, percayalah padaku aku sudah bisa menemukan solusinya”
 Eun Chul mengedipkan sebelah matanya dan tersenyum. Ia kemudian mengajak berjalan mendekat kearah Geun Seuk dan membicarakan sesuatu dengan leadernya itu. Mereka terlihat berdebat kecil, Minam memperhatikan mereka dari jauh tanpa tahu apa yang sedang mereka diskusikan. 5 menit kemudian diskusi pendek itu berakhir. Geun Seuk melambaikan tangannya mengisyaratkan Minam untuk mendekat.

Minam berjalan mendekati mereka bertiga ragu-ragu. Saat Minam sudah berada di depan Geun Seuk mereka berdua terdiam cukup lama. Eun Chul menyenggol tangan Geun Seuk pelan.

“Eeee” Geun Seuk menggaruk-garuk kepalanya sendiri bingung.

“Minam-ssi, leader ingin minta maaf karena sudah membentakmu tadi” cerocos Jeremy yang tidak sabar melihat tingkah Geun Seuk, kontan saja Geun Seuk langsung melotot kearahnya membuat Jeremy mati kutu sementara Eun Chul yang melihatnya hanya bisa tersenyum geli.

“Miane aku sudah membentakmu tadi” akhirnya Geun Seuk berkata meskipun pelan

“Ahniyo, akulah yang seharusnya minta maaf karena sudah mengacaukan semuanya” geleng Minam

“Sudahlah, tidak ada yang perlu dimaafkan, sekarang bagaimana kelanjutannya” potong Eun Chul memandang mereka bertiga terutama kearah Geun Seuk.

“Ah, benar. Minam-ssi kau bilang kau tidak terlalu familiar dengan lagu korea karena kau sudah lama tinggal di luar negeri” Minam mengangguk-anggukkan kepalanya menjawab pertanyaan Geun Seuk.

“Baiklah kalau begitu lagu apa yang kau hafal, maksudku lagu barat kau bisa menyanyikannya?” Geun Seuk kembali bertanya.

“Ne” jawab gadis itu pendek “Aku hafal lagu-lagu soundtrack film Hollywood atau lagu-lagu band dari Inggris karena aku lama tinggal disana dan satu lagi lagu-lagu Jepang karena aku juga sering ke Jepang.
Meraka bertiga hanya melongo mendengar cerita Minam. Geun Seuk tiba-tiba mendapat sebuah gagasan yang menarik, ia tersenyum.

“Kalau begitu lagu apa yang kau suka dan sering kau senandungkan” tanyanya.

“Emmmm, Decode-nya Paramore aku suka lagu itu karena aku penggemar filmnya” sahut Minam mantap.

“Decodey?”

“Ne, Decode soundtrack dari Twillight film yang booming akhir-akhir ini”

“Ah, arasso arasso, bisa kau nyanyikan hehehe” pinta Geun Seuk pelan karena ia sebenarnya bukan penggemar film jadi ia tidak tahu lagu pengisi film tersebut. Namun ia tetap harus menjaga imagenya dihadapan Minam. Jeremy dan Eun Chul diam-diam tersenyum geli mendapati leader mereka yang sedang kikuk.

Lalu Minampun mulai menyanyikan sebait lagu itu, suaranya melengking tinggi mengikuti nada lagu yang memang memerlukan oktaf yang tinggi. Geun Seuk melongo saat mendengar suara nyanyian Minam yang melengking, ia heran dengan tubuh semungil Minam bisa keluar suara yang sangat tinggi, namun ia tersenyum puas karena ternyata pilihannnya untuk mengajak Minam tidak salah meskipun ia harus menurunkan gengsinya terlebih dahulu.

Sore itu selesai berlatih, Geun Seuk menyempatkan diri ke toko CD untuk membeli album soundtrack dari lagu yang dinyanyikan oleh Minam dan juga CD dari band tersebut, ia tidak ingin dipermalukan oleh Minam karena tidak pernah tahu lagu-lagu lain selain lagu band Korea kesukaannya. Malam harinya saat ia sudah berada di rumahnya, ia berulang-ulang memutar lagu itu diplayer membuat Minho setengah heran melihat kelakuan adiknya itu.

“Dongsaeng-yya, apa telingamu baik-baik saja”

“Mwo??”

“Kau mendengarkan music sekeras itu berulang-ulang, kau tidak kasihan dengan penyanyinya, pasti dia capek sekali kau suruh bernyanyi terus tanpa henti dari tadi” canda Minho.

“Aishh, Hyung kau ini bisa saja” Geun Seuk mematikan playernya. Ia kemudian beralih ke gitarnya, mencoba memainkan nada-nada yang ia dengarkan tadi. Minho hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakukan adiknya itu. Sejenak kemudian ia beranjak dari duduknya kemudian mengambil jaketnya yang ia letakkan digantungan dipojok ruangan kemudian bersiap pergi.

“Hyung kau mau pergi kemana malam-malam begini?”

“Mencari udara segar” jawab Minho asal, ia terkekeh pelan.

“Belikan aku makanan ya” pinta Geun Seuk yang hanya dijawab dengan sebuah decakan kecil diikuti sebuah senyuman.

Minho berjalan melewati taman yang bersebrangan dengan apartemennya. Sesekali ia menghembuskan nafasnya berat. Ia terus berjalan tanpa arah melewati beberapa toko yang sudah tutup karena saat ini sudah hampir tengah malam. Saat ini melewati sebuah stal makanan di pinggir jalan yang menyediakan mie ramen ia berhenti sejenak. Mengedarkan pandangan ke setiap pengunjung yang datang malam itu, namun ia sedikit kecewa karena tidak menemukan sosok yang ia cari.

“Aishhh kenapa denganmu Minho-yya” ia bergumam pada dirinya sendiri sembari menggetok-getok kepalanya pelan. Semenit kemudian ia kembali berlalu. Ia tetap berjalan tanpa arah dan tidak disadarinya ia telah sampai dijalanan yang menanjak tempat ia bersama Hyesun melihat pemandangan kota dulu. Ia berhenti sejenak, pikirannya diajak untuk bernostalgia kembali pada malam itu, saat ia melihat kembali wajah Hyesun yang tersenyum namun disaat yang bersamaan Minho juga melihat mata yang penuh dengan guratan-guratan kesedihan dimata gadis itu.

“Minho-yya kau pasti sudah benar-benar gila sekarang” kembali ia bergumam kepada dirinya sendiri.
*******************************

Hyesun terduduk di tempat tidurnya, disampingnya Minam terlihat tengah tertidur dengan pulasnya setelah gadis itu datang ke kamarnya dan mereka berceloteh panjang lebar tentang segala hal. Hyesun tersenyum kecil melihat Minam. Sejenak kemudian ia bangkit dari tempat tidurnya meraih kursi rodanya kemudian keluar dari kamarnya menuju kearah dapur untuk mengambil minuman. Namun langkahnya terhenti saat mendapati appanya yang tengah duduk di depan piano dan memainkan jari-jarinya di tuts piano itu.

“Appa, kau belum tidur”

“Oh, Sun-aa sedang apa tengah malam begini, kau belum tidur” Hyesun tersenyum mendengar jawaban dari appanya.

“Appa, kau ini ditanya kenapa malah balik bertanya hmm”

Hyesun menggiring kursi rodanya mendekat kearah pak Sasaki, perlahan ia menyenderkan kepalanya ke bahu appanya. Pak Sasaki melirik putrinya, ia tersenyum kecil mengelus-elus kepala Hyesun.

“Sun-aa, appa ingin bicara sesuatu denganmu”

“Kalau appa ingin membicarakan soal itu maka jawabanku masih tetap sama”

“Tapi…”

“Appa, please. Bisakah kita membicarakan hal yang lain” potong Hyesun cepat, ia terlihat kurang senang. Pak Sasaki menghembuskan nafas berat, mereka terdiam sejenak. Hyesun menggerakkan jari-jarinya memencet tuts piano didepannya.

“Appa ingat dulu kita sering bermain bersama seperti ini” ujar hyesun pelan. Senyuman kecil tersungging dibibir mungilnya. Ia masih terus memainkan jari-jari mungilnya di piano itu, Pak Sasaki tersenyum kecil kemudian ikut bergabung dengan putrinya itu, mereka memainkan beberapa buah lagu dengan tersenyum.

*********************************
Keesokan paginya….

“Seung Gi-yya… “ Seung Gi menoleh kearah Minho yang memanggilnya, wajahnya menampakkan sedikit keheranan.

“Wegude?”

“Emmmmm” Minho menggumam pelan, ragu-ragu untuk melanjutkan kata-katanya.

“YYa, kau kenapa?”

Minho menggaruk belakang telinganya dengan jari telunjuknya, ia tertawa kikuk. “Emmm, lupakan saja hehehe…” Minho tiba-tiba berlalu meninggalkan Seung Gi yang melongo keheranan dengan sikapnya tadi.

“Aishhhh, Minho-yya apa yang akan kau lakukan hah, kau memang benar-benar sinting Kenapa aku bisa menjadi begitu cemas seperti ini dasar!!!! ” suara-suara halus itu berkelebat di otaknya saat ini. Ternyata sejak tadi Minho merasa cemas karena tidak melihat kehadiran Hyesun di Manolin café hari ini. Ia ingin bertanya kepada Seung Gi namun ia merasa cemas karena takut dicurigai oleh rekan kerjanya itu.

“MINHO-YYa” teriak Seung Gi dari dalam. Minho bergegas menghampiri Seung Gi.

“Wegude?”
“Bisa minta tolong belikan lemon di pasar, kita kehabisan lemon sedangkan Jun yang biasanya menangani ini tidak masuk hari ini” kata Seung Gi dengan wajah memelas. Minho menganggukan kepalanya seraya tersenyum.

Minho membeli beberapa buah seperti yang dipesankan Seung Gi padanya, setelah selesai dengan semuanya, ia kembali berjalan menuju ke Manolin, saat ia tengah melintas di pertokoan, ia melihat sosok yang ia kenal. Ia spontan berhenti dan berdiri terpaku di tempatnya, ia melihat Hyesun tengah berada diluar salah satu toko dengan senyuman mengembang dibibirnya, salah satu telapak tangannya ia letakkan di etalase toko itu mengamati sepasang sepatu yang dipajang ditoko itu, cukup lama gadis itu terdiam di tempatnya, kemudian setelah ia cukup puas ia pun pergi dari toko tersebut.

Sepeninggal Hyesun, Minho berjalan menuju kearah toko itu dan melihat kearah sepatu yang dilihat oleh Hyesun, sepasang sepatu merah dengan aksen sebuah pita dibelakangnya berhak 5cm cukup menarik perhatiannya. Ia terpaku sejenak kemudian iapun berlalu dengan senyuman kecil dibibirnya.

Hyesun sedang berada di sebuah taman kota untuk melepas lelah, ia memilih untuk duduk di samping sebuah bangku taman yang kosong, tanggannya mengelap beberapa butir keringat yang mengucur di dahinya. Udara hari itu lumayan panas, ia terkejut saat tiba-tiba sebuah tangan mengulurkan sekaleng soda dingin kearahnya dari belakang, spontan ia menoleh ke belakang.

“Minho-ssi??” ujar Hyesun kaget. Minho tersenyum mengulurkan minuman kaleng yang digenggamnya kearah Hyesun.

“Aa… gomap..ta” jawab Hyesun gugup sembari menerima minuman kaleng itu dari tangan Minho. Ia mencoba membuka penutup kaleng itu namun ia mengalami sedikit kesulitan karena tangannya bergetar, Minho yang melihatnya kembali meraih minuman kaleng itu lalu membukanya kemudian menyodorkan kembali kepada gadis itu yang kembali menerimanya dengan perasaan yang gugup.

“Gomawo” ujar Hyesun kembali, ia kemudian meminum soda yang diberikan oleh Minho

Minho terkekeh pelan, tersenyum melihat Hyesun yang hari ini banyak mengucapkan terima kasih kepadanya.
“Kau ketahuan” ujar Minho tiba-tiba.

“Mwo?” jawab Hyesun bingung, alisnya mengkerut hampir bertaut, wajahnya menggambarkan sebuah tanda tanya.

Minho kembali terkekeh membuat Hyesun semakin bingung “Kau membolos kerja hehehe” canda Minho.

“MWooo? Ak..aku… tidakkk” protes Hyesun bibirnya cemberut . “YYa.. aishhh lagipula kenapa aku harus terganggu” omel Hyesun, takkala Minho yang mendengarnya spontan tertawa geli mendengar omelan Hyesun.

“YYa….”

“Miannn, miane… hahahhaa”

Hyesun kaget bercampur senang melihat tawa Minho karena seingatnya baru kali ini ia melihat Minho tertawa begitu lepasnya, ia hanya tersenyum memandangi Minho. Tanpa mereka sadari, agak jauh dari tempat mereka berada, seseorang tengah memperhatikan mereka dengan wajah irinya.

*****************************


And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^

Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile
maaaapppppppppppppp kalo kelamaan trus hasilnya mengecewakan ceritanya lebay n tanpa piku harap maklum neh nulisnya disambung2 kl sempet jadi harap maklum lagi kl kadang ada yang gak nyambung  [hmff] [hmff] [hmff]

And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^

Offline Liko

  • Senior
  • ****
  • Posts: 893
    • View Profile
maap, ini cerita sebelumnya pegimana ya?  [heh]

Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile
maap, ini cerita sebelumnya pegimana ya?  [heh]

saya juga lupaaaaaaaaaaa  [AddEmoticons04221] [AddEmoticons04220]

And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
maap, ini cerita sebelumnya pegimana ya?  [heh]
pertanyaan yg sangat bagus [hmpfh]

noona b, thanks udah diupdate, tp mian lum punya wkt baca. tar aja ya sehabis baca fabhnya flowerpot [hmff]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Vay_za

  • Senior
  • ****
  • Posts: 917
    • View Profile
maap, ini cerita sebelumnya pegimana ya?  [heh]

saya juga lupaaaaaaaaaaa  [AddEmoticons04221] [AddEmoticons04220]

Maaaaaaaaaakkk  [hug] [cheekkiss] akhirnya ada juga ff yg diupdate... [hmpfh] [hmpfh]
Pengennya mo baca sekarang tapi.... saya juga lupaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa  [sweat] [sweat]

Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile
pembaca n penulis FF ini emang kumpulan orang2 pikun  [hmff] [hmff] [hmff]

And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^

Offline Tir_@

  • Newbie
  • *
  • Posts: 84
    • View Profile
Horeeee...
hi mak :-D salam kenal akhirnya d update juga...
Dasar si boyong seenaknya saja ngaku2 pacarnya mino minta d
*timpuk*
sebenarnya aq juga lupa-lupa ingat mak
*kuburan band kaleee* jng lama2 mak next chaptnya biar semuwnya nggak pada lupin makk...
PISSSsss ^^V 

Offline Tir_@

  • Newbie
  • *
  • Posts: 84
    • View Profile
Horeeee...
hi mak :-D salam kenal akhirnya d update juga...
Dasar si boyong seenaknya saja ngaku2 pacarnya mino minta d
*timpuk*
sebenarnya aq juga lupa-lupa ingat mak
*kuburan band kaleee* jng lama2 mak next chaptnya biar semuwnya nggak pada lupin makk...
PISSSsss ^^V 

Offline Tir_@

  • Newbie
  • *
  • Posts: 84
    • View Profile
Horeeee...
hi mak :-D salam kenal akhirnya d update juga...
Dasar si boyong seenaknya saja ngaku2 pacarnya mino minta d
*timpuk*
sebenarnya aq juga lupa-lupa ingat mak
*kuburan band kaleee* jng lama2 mak next chaptnya biar semuwnya nggak pada lupin makk...
PISSSsss ^^V 

Offline revynska

  • Police
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1639
    • View Profile
 [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] thank mak udah diupdate [hug] [cheekkiss]

jaaahhhh smuanya pd lupin karna kelamaan [sweat] [sweat] [sweat]

 [angry] [angry] [angry] si boyong tu ngapain sih ngaku2 jd pacarnya mino kecentilan hammer2 hammer2 hammer2

mak emang appanya mau ngapain ke hyesun disuruh oprasi yo [chin] [chin] [chin]


ADAM COUPLE SELCA

Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile
alhamdulillah, akhirnya noona b up date juga ni FF, kirain masih hiatus [hmff] [hmff] [hmff] [hmff] [hmff]
duh si bo young minta  [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer], pede bgt ngaku2 pacar mino, aishhhhh
emang rencana apa sih antara hye sun ama seung gi????,
up date berikutnya GPL yach,  [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]


    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
si noona b sih updatenya bertahun2 ampe lupa ama ceritanya. wkt baca part pertama lgs tertegun-emang ada ya cast geunsuk di sini [ohmy] wkt dipikir2 lg ternyata eh ternyata oh ternyata baru ingat klu geunsuk tuh dongsengnya mino [heh] [heh] makanya noona b, lain kali updatenya jgn setahun lagi [goodgrief] ~kaborrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr [smiley-dance013] [smiley-dance013]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Vay_za

  • Senior
  • ****
  • Posts: 917
    • View Profile
si noona b sih updatenya bertahun2 ampe lupa ama ceritanya. wkt baca part pertama lgs tertegun-emang ada ya cast geunsuk di sini [ohmy] wkt dipikir2 lg ternyata eh ternyata oh ternyata baru ingat klu geunsuk tuh dongsengnya mino [heh] [heh] makanya noona b, lain kali updatenya jgn setahun lagi [goodgrief] ~kaborrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr [smiley-dance013] [smiley-dance013]

Ideeeemmm mi... [biggrin] tadi pas liat sekilas kok dah ada nama  Sukie ama Minam [AddEmoticons04280] jadi bingun ni ff minsun bukan seh  [AddEmoticons04221] [AddEmoticons04254]

Makk tak baca besok aja yo mo buka2 dulu chapter sebelumnya  [AddEmoticons04254]