CallMinsun
Welcome,
Guest
. Please
login
or
register
.
1 Hour
1 Day
1 Week
1 Month
Forever
Login with username, password and session length
News:
Home
Search
Calendar
Login
Register
CallMinsun
»
FANFIC
»
Regular Fanfic
(Moderators:
revynska
,
Amira
) »
[RPF] Minsun ~ Life is Beautiful ~ chapter 9. last update, 04 Agustus 2010
« previous
next »
Print
Pages:
1
...
7
8
[
9
]
10
11
...
21
Go Down
Author
Topic: [RPF] Minsun ~ Life is Beautiful ~ chapter 9. last update, 04 Agustus 2010 (Read 17935 times)
pink_girly
Full
Posts: 341
<3 MinSun
Re: [RPF] Minsun ~ Life is Beautiful ~ chapter 5. last update, 28 Februari 2010
«
Reply #120
on:
March 06, 2010, 09:17:03 pm »
wahh... dari tadi dakuw otak-atik di semua FF ga ada yg update-an ... oenni kapan nich d'post ff yang satu ini...?
Logged
oqyoiko
Superintendent
Hero
Posts: 1265
just be Ur SeLf & bE thE bEsT,,,,
Location: indonesia
Re: [RPF] Minsun ~ Life is Beautiful ~ chapter 5. last update, 28 Februari 2010
«
Reply #121
on:
March 10, 2010, 08:35:10 am »
UPDATE UPDATE
Logged
"MinSun & YongSeo is Sweet & Cute Couple "
revynska
Police
Hero
Posts: 1639
Re: [RPF] Minsun ~ Life is Beautiful ~ chapter 5. last update, 28 Februari 2010
«
Reply #122
on:
March 10, 2010, 09:19:43 am »
UPDATE...UPDATE...UPDATE...UPDATE
Logged
ADAM COUPLE SELCA
Be my self
Admin
Hero
Posts: 7360
that winkkkk!!! *fainted
Re: [RPF] Minsun ~ Life is Beautiful ~ chapter 5. last update, 28 Februari 2010
«
Reply #123
on:
March 10, 2010, 09:22:38 am »
ga ikutan yg lain ahhh, takut gw disuruh update jg
Logged
EVIL SMILE ^^
'LOVE' ...
keeps it strong!!!
Our MinSun
oqyoiko
Superintendent
Hero
Posts: 1265
just be Ur SeLf & bE thE bEsT,,,,
Location: indonesia
Re: [RPF] Minsun ~ Life is Beautiful ~ chapter 5. last update, 28 Februari 2010
«
Reply #124
on:
March 10, 2010, 09:36:05 am »
kata2 c mami sprti mau melarikan diri dri masalah niyyy
ayoo lanjutkan nyampahnya maakkkk yemmm
UPDATE YOOOO,,,,UPDATE YOOOOO
Logged
"MinSun & YongSeo is Sweet & Cute Couple "
revynska
Police
Hero
Posts: 1639
Re: [RPF] Minsun ~ Life is Beautiful ~ chapter 5. last update, 28 Februari 2010
«
Reply #125
on:
March 10, 2010, 09:59:06 am »
haduh udah treak2x dari td si mak nem blm update jg makkkkkkkkkkkk forumnya udah ga eror niy buruan atuh diupdate
Logged
ADAM COUPLE SELCA
oqyoiko
Superintendent
Hero
Posts: 1265
just be Ur SeLf & bE thE bEsT,,,,
Location: indonesia
Re: [RPF] Minsun ~ Life is Beautiful ~ chapter 5. last update, 28 Februari 2010
«
Reply #126
on:
March 10, 2010, 10:14:28 am »
makk nem,, kynya mahh c mak nem ga dtng ksni krna puyeng
[chin]mikirin FF nya yg qt demo tuk update ini feeling aq mha..
jd jgn diteriak2in makk,, x jaa lg konsentrasi penuh
Logged
"MinSun & YongSeo is Sweet & Cute Couple "
revynska
Police
Hero
Posts: 1639
Re: [RPF] Minsun ~ Life is Beautiful ~ chapter 5. last update, 28 Februari 2010
«
Reply #127
on:
March 10, 2010, 10:23:23 am »
ki si mak nem lagi dipulau kapuk tu udah molor dah
Logged
ADAM COUPLE SELCA
Surie_Riri
Full
Posts: 297
i'm silent reader, mian...
Re: [RPF] Minsun ~ Life is Beautiful ~ chapter 5. last update, 28 Februari 2010
«
Reply #128
on:
March 10, 2010, 09:19:35 pm »
kapan diupdate nih
p_nt_tnya dah lebar banget nih
Logged
endree_noona
Admin
Hero
Posts: 1713
^True ♥ Never Runs Smooth^
Location: heroes city ^^
Re: [RPF] Minsun ~ Life is Beautiful ~ chapter 5. last update, 28 Februari 2010
«
Reply #129
on:
March 10, 2010, 09:40:18 pm »
CHAPTER 6
“Unnieeee kau sudah datang” seru Minam begitu melihat kedatangan Hyesun. Dihampirinya Hyesun dan dipeluknya seperti biasanya.
“Iya aku sudah datang, bagaimana hari pertama sekolahmu??”
“Baik… menyenangkan sangaaatttt menyenangkan, aku sudah mendapat banyak teman disini” Minam bercerita dengan senangnya. Matanya bersinar, senyuman tidak pernah lepas dari wajahnya.
“Baguslah kalau begitu, oya piano yang kau usulkan sudah datang tadi”
“Ah… benarkah, wowww aku jadi tidak sabar kesana” lanjut Minam semangat. “Unnie bolehkah aku mengajak teman-temanku kesana, sekalian aku mau promosi kepada mereka boleh yah” lanjut Minam merajuk manja.
“Kalau aku melarang apakah kau tidak akan datang” jawab Hyesun tertawa kecil. “Sudahlah aku mau istirahat dulu” lanjutnya.
“Unnie, kau tidak makan dulu” sahut Minam
“Aku sudah kenyang, tadi aku sudah makan banyak” jawab Hyesun tersenyum kepada Minam. Hyesun berlalu menuju ke kamarnya. Setelah mandi dan berganti pakaian dia merebahkan dirinya di ranjangnya. Dipejamkannya matanya. Tiba-tiba bayangan Minho hadir di matanya. Hyesun tersenyum mengingat kejadian tadi. Dia sangat bahagia, ini pertama kalinya dia merasakan kembali kebahagiaan seperti ini. Pemuda itu bukan apa-apanya, bahkan pertemuan mereka awalnya juga tidak berkesan sama sekali namun pesona Minho telah mampu membuatnya terpana dan bahagia.
Minho sangat bebeda dengan yang lainnya. Dia sangat cuek dan terkesan tidak perduli padanya, namun itulah yang membuatnya suka. Diantara orang lain Minho lah yang memperlakukan dia sama dengan orang normal pada umumnya, dia tidak pernah memperlakukan Hyesun secara istimewa karena Hyesun cacat. Yah Hyesun yang cacat dan berbeda dari yang lainnya. Mengingatnya Hyesun menjadi sedih wajah bahagianya menjadi murung seketika. “Bolehkah aku menyukaimu Minho-aa” gumamnya pada dirinya sendiri.
Tanpa terasa air mata menetes dipipinya, semakin lama semakin deras, Hyesun menangis tak kuasa menahan kesedihan yang ditanggungnya sendiri. Karena tidak ingin menarik perhatian dengan suara tangisnya, Hyesun meletakkan bantal diatas wajahnya, berharap hal itu dapat meredam suara tangisnya. “Seandainya aku tidak cacat pasti sekarang ini aku bisa bercinta dengan orang yang kusukai”. Begitulah yang terlintas di hatinya sekarang. Hatinya pedih dan mencelos namun dia tidak ingin orang lain tau apa yang dirasakan olehnya. Segera dibuangnya jauh-jauh pikiran itu. Lelah menangis diapun tertidur.
APARTEMEN JUN HEE
Malam itu saat Jun Hee bersiap-siap ke tempat kerjanya, tiba-tiba dia melihat Geun Seuk datang. Wajahnya lusuh dan kelihatan sangat suntuk.
“Hei bocah kau sudah datang” sahut Jun Hee basa-basi. Menyulut sebatang rokok dan duduk di sofanya.
“Iyeee…” Geun Seuk menjawab malas. Menuju ke kulkas dan membukanya, kemudian mengeluarkan sebotol beer. Saat akan membukanya Jun Hee berteriak ke arah Geun Seuk.
“YAH!!! Siapa yang mengijinkanmu minum beer di tempatku hah” Jun Hee berjalan mendekat ke arah Geun Seuk dan merampas botol beer yang dipegang oleh Geun Seuk.
“Auntie Pleaseeee” Geun Seuk memohon kepada Jun Hee dengan suara memelas.
“Yah…. apapun masalah yang kau hadapi sekarang kau boleh melampiaskannya padaku tapi ingat aku mengijinkanmu tinggal disini bukan untuk membiarkan kau bebas melakukan apa saja, arasso” Jun Hee berseru kepada Geun Seuk. Matanya melotot tanda kalau dia saat ini sangat marah. Geun Seuk terdiam tidak menjawab. Senyuman sinis tersungging dibibirnya.
“Sekarang katakan padaku apa yang terjadi” lanjut Jun Hee, kali ini dengan nada pelan dan halus. Geun Seuk masih tidak menjawab, dia hanya berlalu menuju ke sofa dan kemudian berbaring disana. Cukup lama dia mengunci mulutnya tidak bicara sepatah katapun. Jun Hee masih sabar menunggu Geun Seuk membuka mulutnya.
“Daddy…, tadi aku menjenguknya” tutur Geun Seuk pelan. “Sial, kenapa dia harus jadi ayahku” lanjutnya kesal. Tangannya mengepal menahan emosinya. Jun Hee mendesah pelan. Dia tahu apa yang sedang dipikirkan dan dirasakan oleh Geun Seuk.
“Kenapa bukan dia saja anak dari orang brengsek itu” gumamnya lagi. Jun Hee mendekati Geun Seuk, dibenamkannya Geun Seuk ke dalam pelukannya dan mengelus rambutnya sayang. “Sudahlah, ambil positivenya” tutur Jun Hee lembut menenangkan Geun Seuk.
Geun Seuk dan Minho adalah saudara tiri beda ayah, setelah ayahnya meninggal ketika Minho berumur 5 tahun, 2 tahun kemudian ibu mereka menikah dengan seseorang dan setahun kemudian Geun Seuk pun lahir. Awalnya ayah mereka adalah orang yang cukup mapan di karir dan keluarganya namun karena terlibat suatu skandal di perusahaan miliknya akhirnya mereka mengalami kebangkrutan 3 tahun yang lalu dan memaksa mereka hidup seperti sekarang ini. (penjelasan buat mami kenapa marga mereka beda
)
Jun Hee tahu semuanya karena suatu kali Geun Seuk pernah bercerita kepadanya. Karena merasa senasib dengan Geun Seuk itulah akhirnya Jun Hee menawarkan Geun Seuk untuk tinggal atau menjaga apartemennya di malam hari pada saat dia bekerja. Dia sangat menyayangi Geun Seuk seperti adiknya sendiri karena selain sifatnya yang polos dan cuek Jun Hee juga melihat bakat Geun Seuk yang sayang jika tidak di asah lebih dalam.
“Memangnya kali ini apa yang dilakukannya padamu, dongsaeng” Jun Hee kembali bertanya kepada Geun Seuk yang masih bergetar menahan amarahnya. “Dia mengintimidasimu lagi” sahut Jun Hee kembali. Geun Seuk masih mengunci mulutnya hanya sebuah anggukan kecil di kepalanya. Jun Hee berpindah posisi duduk di meja sekarang ia berhadapan dengan Geun Seuk, Jun Hee menggenggam bahu Geun Seuk, matanya menatap mata Geun Seuk.
“Dongsaeng, aku mungkin tidak bisa mengerti apa yang kau rasakan tapi memang dalam hidup ini ada sesuatu yang harus kita jalani, entah itu menyenangkan atau sebaliknya, manis atau pahit, semua konsekuensi itu harus kita jalani dan kita hadapi, jangan pernah menyerah atau berusaha menghindar bahkan lari. Aku hanya bisa bilang yang harus kau lakukan sekarang untuk menghentikan semua sakit itu hanya dengan forgive and forget, memaafkan dan kemudian melupakan arasso”
Jun Hee menasehati Geun Seuk panjang lebar, suaranya yang tenang membuat hati Geun Seuk menjadi damai. Jun Hee tersenyum.
“Sudah kalau begitu aku pergi dulu aku sudah terlambat. Renungkan kata-kataku tadi” Jun Hee beranjak dari duduknya, mengacak rambut Geun Seuk pelan kemudian berjalan menuju ke pintu dan membukanya sesaat kemudian iapun berbalik “Dan ingat
NO BEER
kalau kau sampai berani menyentuhnya aku akan membuat perhitungan denganmu ARASSO!!”
“Gomawo Noona” sahut Geun Seuk pelan. Jun Hee tersenyum kemudian ia pun pergi. Malam itu Geun Seuk benar-benar tidak bisa tidur, pikirannya kembali melayang ke kejadian tadi siang saat dia iseng mengunjungi ayahnya yang dipenjara di daerah Daegu. Hari ini dia kembali membolos sekolah, dilangkahkan kakinya tanpa tujuan sampai kemudian dia sudah berada di depan stasiun. Iseng-iseng iapun masuk ke stasiun itu kemudian membeli tiket ke Daegu.
Entah kenapa seperti ada yang menariknya, tiba-tiba saja ia sudah berada disana. Awalnya ia hanya ingin tahu kabar ayahnya yang sudah lama tidak ia jenguk berharap ia dapat melihat perubahan ayahnya itu dan mencoba memaafkan semuanya, namun ternyata ia salah ayahnya masih tidak berubah. Dinginnya tembok penjara sama sekali tidak merubahnya. Ia masih tetap seorang yang angkuh, culas, ambisius dan sombong masih tetap sama masih suka mengintimidasinya. Geun Seuk sangat menyesal kenapa ia tadi datang namun semuanya sudah terlambat. Akhirnya yang dia lakukan adalah menggambil gitarnya dan mulai menulis lagu. Memang itulah pelarian yang terbaik untuknya. Semua kepedihannya seakan melebur di dalam bait-bait lirik yang ia tuliskan.
************
Tanpa terasa sudah sebulan ini Minho bekerja di Manolin Café. Ia sudah semakin mahir dalam membuat kopi. Pelanggan – pelanggan baru Manolin Café mulai banyak berdatangan dan kebanyakan para gadis-gadis ABG yang suka melihat Minho. Memang tidak dipungkiri ketampanan Minho sangat membantu mendongkrak jumlah pelanggan di Manolin. Awalnya sebagian dari para gadis-gadis itu hanya iseng datang, namun setelah melihat Minho gossip cepat menyebar dan akhirnya mereka kembali datang membawa teman-temannya yang lain. Minam beberapa kali datang berkunjung ke café dan sekarang dia pun juga mulai akrab dengan Minho membuat Hyesun sedikit cemburu.
Hari gajian telah tiba, hari itu Minho sengaja mengambil shift sore karena ia ingin menemui Geun Seuk dan mencoba memperbaiki hubungan mereka kembali. Untuk itu, Minho sengaja menunggu Geun Seuk di depan sekolahnya saat jam sekolah usai. Minho berdiri di depan sekolah Geun Seuk mengamati satu per satu murid yang keluar dari sekolah. Tentu saja kelakuannya ini sontak menarik perhatian gadis-gadis yang kebetulan lewat, mereka para gadis itu melihat kearah Minho sambil tersenyum dan ada pula yang berbisik-bisik.
Geun Seuk keluar dari sekolahnya saat sekolah mulai sepi. Ia menenteng gitar di bahunya. Saat melihat Minho yang berdiri didepan sekolahnya, sontak ia menjadi kaget. Dahinya berkerut bingung karena ini pertama kalinya ia melihat abangnya itu mencarinya di sekolahnya. Minho berjalan menghampiri Geun Seuk, sebuah senyuman canggung tersungging dibibirnya.
“Yo, dongsaeng” sahut Minho pendek, nada canggung jelas terlihat di nada suaranya. Geun Seuk menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. “Hyung, ada apa mencariku? Apa ada sesuatu dengan omma?” Tanya Geun Seuk tidak kalah canggung.
“Ahniyo, omma baik-baik saja?” jawab Minho
“Lalu kenapa kau mencariku?”
“Hmmmm, aku…sebenarnya aku ingin mentraktirmu makan, kalau kau tidak keberatan” jawab Minho. Geun Seuk masih terheran-heran dengan jawaban abangnya.
“Bagaimana?” Tanya Minho lagi memastikan.
“Oh… O.Oke…” jawab Geun Seuk. Lalu merekapun berjalan menuju ke kedai ramyun yang berada tidak jauh dari sekolah Geun Seuk. Merekapun kemudian memesan makanannya.
“Bagaimana sekolahmu?” Tanya Minho mencoba mencairkan suasana. Ia menuangkan segelas teh untuk Geun Seuk.
“Biasa saja” jawab Geun Seuk datar. Minho memandang kearah gitar Geun Seuk dan Geun Seuk mengikuti arah pandangan Minho. Minho tersenyum kecil.
“Meskipun kau sibuk dengan bandmu tapi jangan sampai melupakan sekolahmu” tutur Minho pelan tersenyum membuat Geun Seuk kembali merasa heran kenapa tiba-tiba abangnya berubah.
“Kau tidak keberatan aku main band?” Tanya Geun Seuk ragu.
“Aku hanya mencoba untuk berkompromi denganmu, itu saja”. Minho tersenyum. Saat Geun Seuk akan menjawab, pelayan datang membawa pesanan mereka. Kemudian merekapun memakan ramyunnya dengan tenang. Tidak ada yang berbicara, sibuk dengan pikiran masing-masing.
“Bagaimana kabar omma?” Tanya Geun Seuk kembali setelah mereka selesai dengan makanan mereka. Minho menoleh memandang adiknya.
“Kenapa kita tidak datang melihat omma saja jadinya kau bisa menjawab sendiri pertanyaanmu itu” Minho tersenyum. Geun Seuk tidak menjawab hanya diam.
“Kalau kau sibuk tidak apa-apa aku tidak memaksa” lanjut Minho lagi.
“Ah, ahniyo. Hmmm kurasa ide yang baik” sahut Geun Seuk. Minho membelalakkan matanya tidak percaya, mereka saling menatap lalu tertawa kecil.
“Aku berani bertaruh omma pasti senang melihat kita datang” sahut Minho.
“Iya kau benar Hyung, sudah lama kita tidak bicara dan tertawa seperti ini, miane” sahut Geun Seuk pelan. Minho diam memperhatikan Geun Seuk.
“Hmm, benar mulai sekarang kita harus sering-sering menjenguk omma berdua” lanjut Minho tersenyum. “Kita berangkat sekarang?” tanyanya lagi dan dijawab dengan anggukan kepala oleh Geun Seuk. Minho kemudian membayar makanan mereka lalu menyusul Geun Seuk yang menunggu di depan. Mereka kemudian menuju ke rumah sakit setelah sebelumnya membeli oleh-oleh untuk ibu mereka.
Saat mereka berdua tiba dirumah sakit mereka langsung menuju ke kamar ibunya, sepanjang perjalanan mereka berbincang-bincang panjang lebar dan sesekali bercanda akrab. Orang-orang yang kebetulan berpapasan dengan mereka baik dijalan ataupun di lorong rumah sakit rata-rata menoleh melihat mereka. Dua saudara yang sempurna mereka sama-sama tampan. Membuat orang-orang berdecak kagum melihatnya.
Kreekkk……
Minho membuka pintu kamar ibunya dan mendapati ibunya sedang melihat tv saat melihat Minho ibunya refleks menoleh dan tersenyum kearah putranya itu. “Omma, aku membawa tamu istimewa” kemudian Geun Seuk pun masuk ke kamar membuat senyum ibunya bertambah lebar. “Geun Seuk” sahut ibunya senang. Geun Seuk menghampiri ibunya kemudian memeluk beliau.
“Omma maaf aku baru datang sekarang” Geun Seuk berbicara dengan nada menyesal. Ibunya mengelus rambut putra bungsunya itu dengan sayang. “Omma sangat merindukanmu nak” jawabnya pelan, mata Nyonya Lee berkaca-kaca. Minho melihatnya terharu. Kemudian Minho pun berjalan mendekati mereka.
“Omma kau tidak merindukanku?” Tanya Minho bercanda. Mereka bertiga tertawa, kemudian berbincang-bincang dan bercanda. Tanpa terasa hari sudah sore, Minho melihat jam tangannya sudah jam 5 sore dan ia harus bergegas pergi ke tempat kerjanya.
“Aku harus pergi sekarang, kebetulan aku masuk sore. Geun Seuk kau bagaimana?” pamit Minho melihat kearah adiknya dan ibunya bergantian.
“Pergilah Hyung, aku masih ingin disini menemani omma” jawabnya. Nyonya Lee tersenyum kecil mendengar jawaban putra bungsunya itu.
“Pergilah nak, hati-hati dijalan” sahut Nyonya Lee.
“Baiklah kalau begitu aku pergi dulu, yah dongsaeng tolong jaga omma baik-baik” Minho mengedipkan matanya kearah Geun Seuk kemudian ia pun berjalan pergi. Minho berjalan menyusuri lorong-lorong di rumah sakit itu kemudian turun ke lantai dasar. Ia berhenti saat melihat Hyesun yang keluar dari sebuah ruangan dokter di rumah sakit itu. Wajahnya terlihat murung dan sedih. Tentu saja Hyesun tidak melihat Minho disana. Hyesun mengayuh kursi rodanya keluar dan kemudian meninggalkan rumah sakit itu dengan mobilnya.
Minho berjalan melewati ruangan dokter itu kemudian ia berhenti sejenak dan membaca papan nama yang tergantung di depan ruangan tersebut. “Spesialis Tulang dan Syaraf” begitu yang tertulis disana. Minho mengernyitkan alisnya sebenarnya ia masih penasaran namun karena waktu kerjanya sudah dekat maka ia bergegas keluar dari rumah sakit itu dan segera menuju ke Manolin.
*****************
Saat Minho sampai di café Manolin ia terkejut melihat Hyesun ada disana tidak mengira kalau Hyesun masih akan datang karena setahunya Hyesun sejak tadi pagi sudah ada di Manolin. Saat melihat kedatangan Minho, Hyesun tersenyum lebar. Wajahnya ceria sama sekali tidak nampak murung atau sedih seperti yang dilihatnya di rumah sakit tadi. Minho berjalan menghampiri Hyesun.
“Minho-ssi, gwenchana. Kenapa kau terlambat?” tanyanya ramah. “Apa terjadi sesuatu?” lanjutnya, wajahnya terlihat cemas.
“Oh, ahniyo, miane tadi aku bertemu adikku dulu jadinya aku lupa waktu” jawab Minho sedikit gugup.
“Oh, begitu… baiklah segera kembali ke tempatmu pelanggan-pelangganmu sudah menunggumu” goda Hyesun melirik ke pelanggan-pelanggan Minho yang sudah datang sejak tadi namun belum memesan apapun. Hyesun tersenyum geli melihat Minho yang menjadi malu.
*****************
Malam itu saat café sudah akan tutup, Minho membereskan meja dan kursi-kursi café setelah dilihatnya tidak ada pelanggan disana. Diluar hujan deras dan angin kencang, cuaca memang tidak bisa ditebak. Hyesun masih berada didalam café saat Minho telah selesai membereskan semuanya. Saat ini hanya tinggal mereka berdua. Hyesun sedang berada di dapur menuangkan segelas coklat panas ke dalam cangkir.
“Minho-ssi” Minho menoleh kearah Hyesun yang memanggilnya.
“Wegude?” sahutnya melangkah kearah Hyesun.
“Tolong bantu aku membawanya” sahut Hyesun melirik kearah 2 cangkir di depannya yang berisi coklat panas. Minho menurut kemudian mengikuti Hyesun menuju ke gallery di bawah.
“Letakkan saja disitu” lanjut Hyesun menunjuk ke sebuah meja yang berada di sana. Minho menurut kemudian Hyesun menyuruh Minho duduk dan memberikan satu cangkirnya kepada Minho.
“Untukmu, lumayan untuk menghangatkan diri, diluar hujan deras sekali kita masih belum bisa keluar kau tidak keberatan kan menemani aku disini sebentar sampai hujan reda” kata Hyesun diikuti anggukan oleh Minho. Minho duduk di kursi tepat di depan Hyesun kemudian menyeruput coklat panas yang diberikan oleh Hyesun tadi. Matanya memperhatikan ke sekeliling ruangan, meskipun ia bekerja disana tetapi jarang sekali memperhatikan setiap detil café tersebut.
“Kamsahamnida” sahut Hyesun tiba-tiba, Minho terkejut memandang kearah Hyesun heran.
“Mwo??? Kenapa kau berterima kasih kepadaku?” Tanya Minho
“Hmm, gomawo karena pelanggan kita bertambah banyak karena kau” Hyesun tersenyum lembut, membuat wajah Minho memerah karena tersipu.
“Ah, ahniyo kau ini terlalu berlebihan” sahut Minho gugup. Kembali ia menyeruput coklat panasnya. Sejenak mereka berdua terdiam. Kemudian
“Kau yang melukis semua ini” lanjut Minho mencoba mencairkan suasana.
“Mwo?? Ah i..iya tapi tidak semuanya kok” sahut Hyesun malu-malu. Pipinya memerah. Minho tersenyum.
“Hebat, aku iri padamu”
“Mwo? Kau mengejekku yah?”
“Ahniyo, aku benar-benar iri, aku ini tidak punya bakat sama sekali” Minho tersenyum simpul.
“Eh? Yya.. itu tidak benar, setiap manusia yang dilahirkan memiliki bakatnya masing-masing kau hanya belum menyadarinya saja “ Minho mengeryitkan alisnya mendengar perkataan Hyesun. Hyesun tersenyum simpul kembali menyeruput coklat panasnya yang sudah mulai dingin.
“Kau tidak percaya? Kalau begitu aku akan tunjukkan padamu satu hal” seru Hyesun kemudian. Hyesun mengayuh kursi rodanya kearah piano yang berada di depan mereka. Kemudian iapun mulai memainkan piano itu. Hyesun memainkan satu lagu yang menyentuh dengan piano itu meskipun hanya sebuah instrument tanpa kata-kata namun sangat membuat Minho terhanyut. Minho menajamkan kembali telinganya ia seperti merasa pernah mendengar lagu ini sebelumnya tapi dimana? Ia berpikir keras kemudian ingatannya melayang saat pagi itu ketika ia mengantarkan koran. “Munginkah Hyesun yang memainkannya” gumamnya pelan. Minho kembali menatap Hyesun yang terlihat sangat serius di depan piano itu sampai lagu yang dimainkannya selesai. Hyesun menoleh kearah Minho yang masih bengong.
“Minho-ssi, gwenchana”. Minho tersentak dari lamunannya. Kemudian ditatapnya Hyesun.
“Lagu ini…” Minho berhenti sesaat. “Aku pernah mendengarnya sebelumnya” lanjutnya lagi. Kali ini Hyesun yang bingung dengan perkataan Minho.
“Eh?” jawabnya pendek.
***************
Malam itu Hyesun menuliskan sesuatu di diarynya. Menuangkan segala perasaannya. Sudah lama dia tidak melakukannya sejak ia kembali ke Korea namun saat ini hal itulah yang paling ingin dilakukannya. Sesampainya dirumahnya hari sudah sangat larut karena hujan baru berhenti saat hari hampir menjelang tengah malam. Setelah sebelumnya mengantar Minh, Hyesun pun pulang ke rumahnya. Walaupun awalnya Minho menolak mati-matian namun akhirnya dia menyerah juga dengan keteguhan Hyesun.
Hyesun mengambil diary yang disimpannya di laci meja tulisnya kemudian mulai menuliskan bait demi bait dan kata demi kata
Hyesun Diary’s
Maybe this is one called fate…..
That I’m in a wheelchair so there’s no way I’d have dreams
Like, bad dreams will be caught in here, so one will only get the good dreams.
But I was really happy though.
I thought that even being in a wheelchair,
this world has something special.
Hey Minho-ssi! This world was beautiful. This world I saw from 100 centimeters high was beautiful. These last months when I met you, I felt like my life sparkled like it was dusted with stars in its final months... I feel like wrapped in an aura of stars.
**************
END OF CHAPTER
PS : Hyesun biasa menuliskan diarynya dengan bahasa Inggris karena dia lama berada di luar negeri
Logged
And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^
pink_girly
Full
Posts: 341
<3 MinSun
Re: [RPF] Minsun ~ Life is Beautiful ~ chapter 5. last update, 28 Februari 2010
«
Reply #130
on:
March 10, 2010, 10:30:35 pm »
Akhirnya d'update juga... gumawo oenni...
wah si Geun Suk sama Mino ga terlalu akrab ya...?
Si hye sun kenapa kog habis pemeriksaan tulangnya, langsung murung ?
Ya kupikir pas hujan-hujan be-duaan di manolin cafe bkal
...
Tapi si oenni sama oppa udah mulai saling jatuh cinta...*seneng.com*
D'tunggi ya Next Chapnya... *GPL*...
Logged
oqyoiko
Superintendent
Hero
Posts: 1265
just be Ur SeLf & bE thE bEsT,,,,
Location: indonesia
Re: [RPF] Minsun ~ Life is Beautiful ~ chapter 6. last update, 12 Maret 2010
«
Reply #131
on:
March 10, 2010, 10:32:05 pm »
MaK YEM,,, Usaha qt berhasil jg bkin niy ff di UPDATE makk nem
asiikkk niy,,, tuh kn smLem c makk nem bnran cr inspirasi mknya nongolnya bntr bgt
thx dah update yaa makk nem
tp lum bs ksh comment, coz ru mw bca niy
jd tar mlem ja comment-nya pas lg mumpul bocah yaakkk makk....
Logged
"MinSun & YongSeo is Sweet & Cute Couple "
Surie_Riri
Full
Posts: 297
i'm silent reader, mian...
Re: [RPF] Minsun ~ Life is Beautiful ~ chapter 6. last update, 12 Maret 2010
«
Reply #132
on:
March 10, 2010, 11:11:10 pm »
siiiip dah diupdate,,,
Kenapa hs habis dari 'spesialis tulang & syaraf' langsung murung
, jgn2 ntar ga bisa jalan lg n bakal dikursi roda terus
mak hs nanti bikin bisa jalan lagi ya
terang aja manolin makin rame khan ada hantu kece disana eh salah mino kece
«
Last Edit: March 10, 2010, 11:38:10 pm by Surie_Riri
»
Logged
Amira
Police
Senior
Posts: 613
Location: East kal
Re: [RPF] Minsun ~ Life is Beautiful ~ chapter 6. last update, 12 Maret 2010
«
Reply #133
on:
March 11, 2010, 06:28:47 am »
Ndree kaga slh tgl update-a hr ini kan tgl 11... Yee hs cembr psh dkt ma mh, tenang aje psh kan ma jgs... Si hs napa ya. Apa kena kanker tulang or pengapuran tulang jd-a ga mungkin lepas dr kursi roda-a..
Logged
revynska
Police
Hero
Posts: 1639
Re: [RPF] Minsun ~ Life is Beautiful ~ chapter 6. last update, 11 Maret 2010
«
Reply #134
on:
March 11, 2010, 07:14:13 am »
horeeeee udah diupdate
thanks yo mak
ki iya ga sia2x ye qta treak2x pake toa masjid
mian yo mak blon ta baca lg di rs check up
Logged
ADAM COUPLE SELCA
Print
Pages:
1
...
7
8
[
9
]
10
11
...
21
Go Up
« previous
next »
CallMinsun
»
FANFIC
»
Regular Fanfic
(Moderators:
revynska
,
Amira
) »
[RPF] Minsun ~ Life is Beautiful ~ chapter 9. last update, 04 Agustus 2010