Author Topic: [RPF] Minsun ~ Life is Beautiful ~ chapter 9. last update, 04 Agustus 2010  (Read 17922 times)

Offline Vay_za

  • Senior
  • ****
  • Posts: 917
    • View Profile
justru neh MP bikin sad gak ada Mnya  [hmff] [hmff] [hmff]

Tapi kan endingnya bikin penasaran mak... [AddEmoticons04259]
Yawda rerun weep aja mak... [AddEmoticons04258] [AddEmoticons04263]

Offline neiya

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1006
  • Location: depoook
    • View Profile
Hadoh pada ucum mecum smuaa nii ya otaknya :p

Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile
iye neh pada OmES semua  [laughing] [laughing] [laughing]

And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^

Offline helen XD minsun

  • Newbie
  • *
  • Posts: 11
  • the true love
  • Location: indonesia tanah tercinta wkwekwek XD
    • View Profile
UPDATE UPDATE UPDATE !!!!
 [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]

Offline sunshine

  • Newbie
  • *
  • Posts: 14
    • View Profile
anyong mak >> boleh yaa sksd dikit [hmff]

iya nih chapter nya koq pendek bener yaa [chin] ude gtu pke ada si boyong lg [angry] sebel jg sm minhonya,kurang teges ahh  [head break] [head break]
**wkwkwk di [AddEmoticons04249] deh gw dtg2 ude sewot [hmpfh] taq opo2 toh mak?! [biggrin]


ikut yg laen deh jgn lambreta yaa mak di updatenya..okay [AddEmoticons04257]
[huglove] [huglove]

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
[smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update

[smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update

[smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update

[smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update

[smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update

[smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update

[smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update

[smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update [smiley-gen013] update

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile
mian kl nunggu lama n jangan protes kl chapternya kependekan  [hammer] coz neh aje disempet2in nulis  [hmff] [hmff] [hmff] n mian kl ceritanya jadi geje  [hmff] [hmff] [hmff]


CHAPTER 8




Pagi itu di Manolin café


“Anyong haseyo” sapa Minho saat ia tiba di tempat kerjanya. Menyapa Seung Gi yang sedang membereskan beberapa perlengkapan.


“Ah Minho-ssi, gwenchana?”


“Ne, gwechana, aku ganti baju dulu” pamitnya. Kemudian ia pun berjalan menuju ke ruang karyawan. Saat berjalan menuju keruangannya ia mencari-cari sosok Hyesun namun gadis itu sama sekali tidak terlihat batang hidungnya. Minho menghembuskan nafasnya perlahan, ia kembali teringat kejadian semalam saat Hyesun tiba-tiba menginggalkan dia begitu saja meninggalkan sejuta misteri di dalam otaknya. 


Setelah ia selesai cepat-cepat ia kembali ke dalam untuk membantu Seung Gi karena sebentar lagi cafenya akan dibuka.


“Unnie, bangun kau tidak kerja” Minam mengguncang-guncang tubuh Hyesun pelan. Hyesun perlahan membuka matanya melihat Minam yang sudah berseragam sekolah lengkap.


“Ah, Minam-ya jam berapa sekarang?”


“Jam 7 lebih unnie, gwenchana apa kau merasa tidak enak badan karena tidak biasanya kau bangun sesiang ini”


“Ne, gwenchana. Jangan khawatirkan aku, pergilah nanti kau terlambat” sahut Hyesun tersenyum.


“Ok, kalau begitu aku berangkat dulu yah. Sampai nanti unnie” Minam beranjak dari tempat tidur Hyesun, sebelum keluar ia melambaikan tangannya.


Sepeninggal Minam, Hyesun merangkak berusaha meraih kursi rodanya. Kemudian iapun bersiap untuk berpindah ke kursi rodanya namun tiba-tiba kepalanya terasa pusing dan.


Bruakkkkkk


Suara Hyesun yang terjatuh dan menimpa kursi roda terdengar sangat keras, bahkan oleh Minam yang baru berjalan beberapa meter di luar kamarnya.


“Unnie” gumamnya pelan. Tiba-tiba wajahnya menjadi pucat dan ia segera berlari kembali ke kamar Hyesun dan benar saja, saat ia masuk ia sudah melihat tubuh Hyesun yang tergeletak pingsan dilantai.


“Unieeeeeeeeee” Minam berlari kearah Hyesun dan mengguncang-guncang tubuh Hyesun, masih dengan paniknya ia berteriak memanggil bantuan. Sesaat kemudian beberapa pelayan dan juga ayah Hyesun datang ke kamar Hyesun karena mendengar teriakan panik Minam.



*******************


“Yoboseyo” Seung Gi mengangkat telepon yang masuk.


“Ah aboji, Ne, Wae? Wegude? Gwenchana? Ne…Ne.. Arasso. Suruh dia istirahat, benar ia tidak perlu khawatir, Ne aboji sampaikan salamku untuknya”


Minho mendengar percakapan Seung Gi dengan seseorang di telepon membuat ia mengernyitkan alisnya karena dari yang ia tangkap kelihatannya sesuatu yang serius tengah terjadi.


“Ada apa sebenarnya?” gumam Mino pelan. Seung Gi kembali ke kesibukannya, namun kali ini wajahnya terlihat cemas. Setelah menerima telepon tadi. Seung Gi sama sekali tidak bisa konsentrasi pada pekerjaannya, beberapa kali ia tersandung kursi atau tiba-tiba melamun.


“Seung Gi-yya gwenchana?” Tanya Minho saat mereka tengah makan siang karena ia melihat Seung Gi hanya mengacak-acak makanan yang ada didepannya saja tanpa berniat memakannya.


“Seung Gi-yya gwenchana?” ulang Mino kembali sambil menepuk pundak Seung Gi membuat pemuda itu mendongakkan kepalanya.


“Ah Minho-ssi, gwenchana” jawabnya sembari memamerkan senyuman yang dipaksakan. Sesaat kemudian Seung Gi bangkit dari duduknya.


“Aku selesai, kau lanjutkan saja” pamit Seung Gi. Minho kembali mengernyitkan alisnya bingung, namun ia tidak berani untuk bertanya lebih jauh kepada Seung Gi. Hari itu terasa benar-benar sangat aneh bagi Minho terlebih dengan sikap Seung Gi dan ketidakhadiran Hyesun di Manolin hari ini. Sampai saat ia pulang, ia masih tidak mendapatkan kejelasan dari rasa penasarannya.



*******************


“Hyung…” suara Geun Seuk lantang memanggil Minho yang sedang berjalan menuju ke apartemennya.


“Ya, dongsaeng. Gwenchana?”


“Ne, gwenchana” sahut Geun Seuk tersenyum. Kemudian mereka berdua berjalan pulang bersama dan bercerita seperti biasanya.


“Minho Oppa…” suara teriakan Bo Young dari belakang membuat Minho dan Geun Seuk spontan menoleh kearahnya.





Bo Young melambaikan tangannya dan tersenyum kearah mereka, kemudian ia mempercepat langkahnya berjalan menuju kearah Minho dan Geun Seuk.


“Anyong haseyo” sapanya sopan kepada Minho dan juga Geun Seuk.


“Bo Young-ssi, ada apa?” Tanya Minho.


“Ah miane oppa apa aku mengganggu kalian?”


“AH tidak tentu saja tidak” Geun Seuk menjawab cepat, ia terkekeh kecil. Sedangkan Minho menoleh kearah Geun Seuk memandang tajam adiknya itu.


“Oh, hyung aku duluan kalian lanjutkan saja, hyung mana kuncinya?” sahut Geun Seuk kembali, ia tersenyum kecil. Minho merogoh saku celananya mengeluarkan sebuah kunci kemudian memberikannya kepada Geun Seuk.


“Aku pergi dulu” pamit Geun Seuk memainkan kunci yang dipegangnya kemudian menganggukkan kepalanya kearah Bo Young dan berlalu pergi meninggalkan abangnya dan Bo Young.


“Ada apa kau mencariku?” Tanya Minho saat mereka duduk di sebuah kursi taman. Bo Young tidak menjawab, ia hanya menundukkan kepalanya dalam-dalam.


“Yya, dongsaeng gwenchana?” Tanya Minho kembali.


“Ah oppa gwenchana” jawab gadis itu pelan.


“Oppa…. Aku…aku…”



*******************




Minho sedang berjalan tanpa arah sendirian, ia hanya melangkahkan kakinya kemanapun ia ingin melangkah. Pandangannya kosong, sedikit melamun. Tiba-tiba pandangannya berhenti ke sebuah stand makan dipinggir jalan, ia kemudian berjalan mendekati stand makanan tersebut saat ia melihat seseorang  disana.


“Hyesun-ssi?”


Hyesun yang mendengar seseorang memanggilnya spontan menoleh kearah panggilan tersebut


“Minho-ssi” gumamnya pelan dengan sumpit yang masih berada di mulutnya. Kemudian ia tersenyum.





“Sedang apa disini, yya gwenchana?” Tanya Minho


“Oh aku… seperti yang kau lihat aku sedang makan, duduklah kau sudah makan?” tawar Hyesun. Minho kemudian duduk di kursi disamping Hyesun sebelumnya ia memesan makanan terlebih dahulu. Setelah itu mereka berdua makan bersama, tidak ada yang mengeluarkan suara hanya sibuk dengan makanan dan pikiran mereka masing-masing.


“Ehm” Hyesun berdehem pelan saat mereka sudah selesai makan. Minho spontan menoleh ke arahnya.


“Minho-ssi, gwenchanayo?” Tanya Hyesun sedikit khawatir.


“Mwou?? ah gwenchana, kenapa kau bertanya?”


“Ah, ti….. tidak apa-apa, kau kelihatan sedih. Mau cerita?” Hyesun bertanya pelan ia tersenyum


“Kau sendiri kau baik-baik saja? Aku tidak melihatmu tadi di café” balas Minho


“Kau sudah masuk kerja? Kau sudah baikan? Yya kalau kau masih sakit sebaiknya kau istirahat saja, kau tidak perlu khawatir karena aku tidak akan memotong gajimu arasso” cerocos Hyesun. Minho tertawa pelan.


“BBo.. ada yang lucu? Yya aku serius tahu?” Hyesun memasang wajah cemberut.


“Arasso..arasso…, lebih baik kau mengkhawatirkan dirimu, lihat wajahmu sudah pucat begitu” Hyesun terdiam, pipinya merah karena malu.


“Ak..aku.. aku baik-baik saja, memang wajahku sudah pucat begini dari awal karena kulitku yang putih” balas Hyesun masih cemberut. Minho kembali terkekeh menganggukkan kepalanya berulang-ulang.


Setelah itu mereka kembali terdiam, sesaat kemudian Hyesun mengayuhkan kursi rodanya menuju ke pemilik stand makanan dan mengeluarkan sejumlah uang membayar makanan mereka.


“Yya, aku bisa membayarnya sendiri” Minho yang berada di belakang memprotes, Hyesun hanya tersenyum kecil kemudian ia pergi begitu saja.


“Yya…” teriak Minho. Ia berjalan menghampiri Hyesun kemudian ia membantu mendorong kursi roda Hyesun dari belakang. Hyesun yang kaget spontan menoleh ke belakang. Minho tersenyum. “layanan gratis untuk anda nona” ucapnya pelan sembari tertawa. Hyesun tersenyum menganggukkan kepalanya.


“Gomawoyo” ucapnya pelan.


Mereka kemudian berjalan di sepanjang taman kota hanya diam menikmati pemandangan kota dimalam hari, menikmati jalanan yang mereka lewati. Mereka berhenti di jalanan yang menanjak. Hyesun kemudian mendorong kursi rodanya ketepi pembatas jalan. Mereka melihat pemandangan lampu kota yang berada di bawahny berkelap-kelip begitu indahnya.





“Indah yah, seperti kumpulan bintang dilangit” ucap Hyesun pelan.


“Hmm”


“Aku juga ingin menjadi seperti bintang dilangit” Minho tersenyum mendengar perkataan Hyesun.


“Ada yang bilang kalau bintang itu kumpulan jiwa manusia  yang sudah meninggal berkumpul menjadi satu menerangi langit, karena itu ada orang yang menggunakan bintang sebagai petunjuk saat mereka tersesat, karena bintang itu seperti seorang pembimbing, saat seseorang merindukanku suatu saat nanti aku akan berkata padanya untuk melihat bintang yang paling terang dilangit karena itulah aku”


Hyesun berhenti ia tersenyum, matanya menatap lurus ke depan memancarkan cahaya namun Minho juga melihat kembali sebuah guratan kesedihan yang sama dimatanya. 


“Bagaimana kau begitu yakin kalau yang bersinar dilangit itu kumpulan bintang?” Minho bertanya ia terkekeh kecil.


“Mwo? apa maksudmu?” Tanya balik Hyesun


“Kau tahu itu bukan bintang melainkan satelit, dasar bodoh” Minho kembali terkekeh


“Apa maksudmu, bagaimana bisa ada satelit sebanyak itu, dasar bodoh”


“Yya kau yang bodoh mereka memang satelit bukan bintang” Minho tertawa keras. Hyesun terlihat kesal ia memonyongkan bibirnya. Namun kemudian ia tersenyum.





Cukup lama mereka berdiam diri seperti itu, Hyesun kembali mendorong kursi rodanya, Minho berjalan di belakangnya. Saat mereka sampai dijalanan yang menurun Hyesun menghentikan kursi rodanya. Minho tiba-tiba memegang ujung kursi roda Hyesun sebuah ide terlintas di otaknya, kemudian.


“Hey, pegang yang erat”


“Mwo???”


“Sudahlah percaya padaku”


“Yya, kau mau apa?” seru Hyesun panik


“Kita akan terbang” sahut Minho terkekeh kecil


“Terbang?Bbo?” Tanya Hyesun heran. Minho menganggukkan kepalanya. “Pegang yang erat, jangan tutup matamu” sahutnya.


Minho tiba-tiba mendorong turun kursi roda Hyesun dan ia menaikkan kakinya di kursi roda Hyesun saat mereka meluncur turun ke bawah seperti bermain skateboard. 


“Aaaaaaaaa” teriak Hyesun ketakutan namun hanya sejenak, sesaat kemudian ia tertawa menikmati semuanya. Saat mereka sampai dibawah Minho berhenti kemudian mulai mendorong kembali kursi roda Hyesun.


“Bagaimana menyenangkan bukan” Tanya Minho lembut ia tersenyum.


“Hmmm” Hyesun mengangguk pelan, “Kapan-kapan aku ingin mencobanya lagi” lanjutnya lagi.


“Mwo? Yya kau ketagihan rupanya hahaha” Minho tertawa lepas. Hyesun merasa senang pertama kalinya ia melihat Minho tertawa seperti itu dan ia sunguh sangat menyukainya.
 




“Gomawo” sahut Hyesun saat mereka telah berada di persimpangan jalan.  Hyesun menghentikan kursi roda yang didorong oleh Minho.


“Rumahku sudah dekat, aku bisa pulang sendiri, pulanglah” sahutnya kembali.


“Hmmm” Minho hanya bergumam pelan, ia menganggukkan kepalanya. “Sampai jumpa” ucapnya seraya mengangkat tangan kanannya ke atas. Hyesun mengangguk sekali lagi ia tersenyum. “Pergilah” ucapnya pelan. Minho kemudian berbalik dan berjalan menuju ke rumahnya, Hyesun memperhatikan punggung Minho yang perlahan menghilang di kegelapan malam.


“Minho-ssi, kuharap aku dapat mengatakan kepadamu, apa arti kehadiranmu untukku. Mungkin Tuhan punya rencana besar untukku lebih dari yang kuharapkan. Sepertinya Tuhan sengaja mengirimkan dirimu padaku karena aku sakit, untuk membantuku melalui semua ini, kau seperti seorang malaikat bagiku. Saranghae Minho-ssi… Gomawoyo” ucap Hyesun pelan, tanpa terasa air matanya kembali menitik dan membasahi pipinya. Hyesun menangis, bibirnya bergetar dadanya terasa sesak.





*********************


“Onnie, kau darimana saja, bukankah dokter menyuruhmu untuk istirahat tapi kenapa kau malah keluar hah” omel Minam saat Hyesun sampai dirumahnya.


“YYa, gwenchana Minam-aa kau ini lebih bawel dari suster di rumah sakit” sahut Hyesun asal ia tertawa melihat tingkah keponakannya itu.


“Biar saja aku kan memang sejak dulu bawel” sahut Minam tidak mau kalah.


“Hhh, baiklah suster cerewet, sekarang aku mau tidur dulu ok sudah malam” pamit Hyesun tetap tersenyum, ia tidak ingin Minam melihatnya dengan khawatir lagi.


“Onnie, malam ini aku boleh tidur dikamarmu yah, pleaseeee” pinta Minam dengan suara memohon dan kedua tangannya yang tangkupkan di depan wajahnya .





Hyesun tertawa melihat ekspresi wajah Minam yang seperti itu, ia tidak dapat menolak Minam jika sudah seperti itu. Akhirnya ia hanya bisa menganggukkan kepalanya.


“YESSS” sahut Minam senang “Aku sayang Sun onnie” Seru Minam kembali membaur kearah Hyesun dan memeluk bibi kecilnya itu erat dan menciumi pipi Hyesun. Kalau sudah begini, Hyesun hanya bisa tertawa melihat kemanjaan Minam.



*********************


Suara gaduh membangunkan Geun Seuk pagi itu. Ia membuka matanya perlahan. Matanya menyipit saat sinar matahari yang silau menimpa wajahnya.


“Kau sudah bangun, cepat mandi, makan sarapanmu dan pergilah ke sekolah” ucap Minho




“Oh, Hyung selamat pagi uaaaaa” Geun Seuk menguap, ia merentangkan tangannya menggeliatkan otot-otot tubuhnya. Ia kemudian berjalan menuju ke kamar mandi. 15 menit kemudian ia keluar dari kamar mandi dan berjalan kearah meja makan, ia melihat sarapan yang dibuat oleh Minho sudah terhidang di atas meja.


“Hyung, kau yang membuat semua ini?” Tanya Geun Seuk sedikit heran. Minho hanya tersenyum mendengar pertanyaan Geun Seuk.


“Makanlah” jawabnya kemudian diapun duduk di kursi disebelah Geun Seuk.


“Hyung, gadis kemarin itu pacarmu yah?” Tanya Geun Seuk penasaran dan senyuman menggoda.


“Mwo??? Ah Bo Young? Dia Cuma temanku, wae” jawab Minho polos membuat Geun Seuk tersenyum geli.


“Ahniyo, Yya kau ini selalu bersikap dingin terhadap wanita karena itu sampai sekarang kau menjomblo” goda Geun Seuk. Minho hanya tersenyum.


“Cepat habiskan sarapanmu dan cuci piringmu sebelum pergi” seru Minho kemudian. Ia beranjak dari duduknya dan menuju ke wastafel untuk mencuci piringnya diikuti oleh Geun Seuk setelahnya.


“Mau pergi sekarang?” Tanya Minho dijawab dengan anggukan kepala Geun Seuk. Kemudian mereka berdua berjalan keluar bersama.



*********************


TO BE CONTINUED


And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
akhirnya dipost jg [heh] [heh] simpan buat makanan besok2 deh [hmpfh] thanks udah diupdate my enemy [smiley-gen013] [smiley-gen013]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline oqyoiko

  • Superintendent
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1265
  • just be Ur SeLf & bE thE bEsT,,,,
  • Location: indonesia
    • View Profile
akhirnya dipost jg [heh] [heh] simpan buat makanan besok2 deh [hmpfh] thanks udah diupdate my enemy [smiley-gen013] [smiley-gen013]

 [clap] [clap] [clap] [clap] [clap] GTU DONG MAK NEM,,, update ontime dkit apah  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh], baca bsok yak mak.. dah redup2 niy mata tapi ga nahan tuk tetep nyampah dkit,  [hmff] [hmff] [hmff] [hmff]
 [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]mami's enemy yak c noona b??  whistling whistling whistling klo aq mah my sum2 teacher dah c mak nem mah  [laughing] [laughing] [laughing]
"MinSun & YongSeo is Sweet & Cute Couple "


Offline Amira

  • Police
  • Senior
  • *****
  • Posts: 613
  • Location: East kal
    • View Profile
Mak Nem : gomapta sudah diupdate tapi kok pendek sih chapnya...selajutnya yang puaanjanng ya...

Penasaran apa sih yang mau dikatakan boyoung ma minho ? Apa boyoung menyatakan perasaannya mak ?

Mak, si hyesun jangan di bikin dead dong mak...please..

Mak nem : numpang nyampah ye..BS mungkin lusa aku update [biggrin]

Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile
yeeee si mami maen kabur aja neh udah bawa pasukan pompom sekarang malah kaburrr  [head break] [head break] [head break] [head break] [head break]

si man juga dah dibilang orang lagi sibuk n neh aja disempet2in nulis masih aja protes  [head break] [head break] [head break] [head break] [head break]

sist amira oyi yg mana neh yg mo diupdate titanic pa yg skandal abis penasaran aja ma kelanjutan hubungan si LOVELYN ma ABANG BI  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^

Offline oqyoiko

  • Superintendent
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1265
  • just be Ur SeLf & bE thE bEsT,,,,
  • Location: indonesia
    • View Profile
sopppo yg protes mak nem??? iki aq kan snenk klo mak dah update  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh],
sensitif skali emak2 yg 1 niy, psti krna gada dut mautnya c mak yem mknya jd cpet ngomel deh c mak nem  [hmff] [hmff] [hmff] [hmff] [hmff] [hmff]
"MinSun & YongSeo is Sweet & Cute Couple "


Offline Amira

  • Police
  • Senior
  • *****
  • Posts: 613
  • Location: East kal
    • View Profile
Endree : BS sist yang ada BiLov couple [laughing][laughing]...

Offline revynska

  • Police
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1639
    • View Profile
eh makku tayank udah update thanks mak [hug] [cheekkiss]

iyo mak pendek bener ni chap tar chap slanjutnya panjang yo whistling whistling

wew yg diomongin boyong apaan siy penasaran [what] [what]
 


ADAM COUPLE SELCA

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
noona b, mian kemarin2 main kabur aja, biasa say sibuk berat sih, ini jg baru dibaca [hmpfh] [hmpfh] and setuju ama yg lain, chp inikependekan ~udah tahu malah protes [hmff] [hmff] and kok ga ada penjelasan apa2 ya, apa si noona b bener2 kehilangan ide buat ff ini ya whistling whistling ....
oh ya penyakit hyesun bukan penyakit mematikan kan, jgn dung, gw ga mau sad ending buat ff ini, bisa2 gw nanggis bombay [cry] [cry] ini dulu buat noona b [head break] [head break]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun