Author Topic: *LOVE & CAREER* (Lovelyn, Miny and Luveliprincess) ~ chp 30 (final) '20 Nov 10  (Read 19172 times)

Offline pink_girly

  • Full
  • ***
  • Posts: 341
  • <3 MinSun
    • View Profile
waduhhh, shr ngga mmpr *ketagihan sm FF MinSun yg diSOOMPI  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]*

Mami, gw ska crtnya... LANJUTKAN.... [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]

Offline Bian

  • Newbie
  • *
  • Posts: 39
    • View Profile
waduhhh, shr ngga mmpr *ketagihan sm FF MinSun yg diSOOMPI  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]*

Mami, gw ska crtnya... LANJUTKAN.... [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]

pink : mau tnya, LI & SOOMPI sma ndak??

Offline pink_girly

  • Full
  • ***
  • Posts: 341
  • <3 MinSun
    • View Profile
waduhhh, shr ngga mmpr *ketagihan sm FF MinSun yg diSOOMPI  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]*

Mami, gw ska crtnya... LANJUTKAN.... [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]

pink : mau tnya, LI & SOOMPI sma ndak??


Bian : gw jg bingung Bian [heh], tpi kalo nggak slh  [chin], ngga bda cman bedanya Soompi pke bhs.inggris, klo LI ngga...*sotoy.com*

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
bian, LI tuh forum indonesia nah klu soompi tuh forum berbahasa inggris hehehe bedanya ya begitu aja tp ttp sama2 forum hehehe ~ngerti ga sih  [hmpfh]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Bian

  • Newbie
  • *
  • Posts: 39
    • View Profile
bian, LI tuh forum indonesia nah klu soompi tuh forum berbahasa inggris hehehe bedanya ya begitu aja tp ttp sama2 forum hehehe ~ngerti ga sih  [hmpfh]

a .. araso, LI tuh singktan dri lautan indonesia?? Omma, daku leh mnta almt web ny tak?? Ktany di LI byk ff ny ya?? He2x.
Miane byk tny coz ktagihan ff minsun or jundi nie, he2x. Gumawo omma..

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
bian, ff minsun di LI ga byk kok  [biggrin] drpd baca di sana mendingan elu baca di sini aja, LI tuh suka lemot mana ff minsun tuh dijadiin satu di rpf lee min ho and rpf goo hye sun ..

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Bian

  • Newbie
  • *
  • Posts: 39
    • View Profile
Hmm gt toh, tp omma leh mnta web ny tak? He2x. Pngen tau aja... Biar memprbyk pngthuan hahaha3x.

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
CHAPTER 13 ~ Lovelyn



Yong Chan berbalik ke belakang dan mendapati Eun Ho sudah berdiri di sana. Pandangannya perlahan turun ke tangan kanannya yang digenggam Eun Ho. Mata bundarnya berkedip-kedip. Dia tidak percaya bahwa orang yang berdiri di depannya dan yang memegang tangannya adalah Eun Ho.

"Ada yang ingin saya bicarakan denganmu ....!", Eun Ho mengulangin perkataannya.

Cafe' yang tidak begitu ramai itu mulai heboh ketika beberapa di antara para pengunjung mulai mengenali mereka.

"Heiiii!!!!! ... bukankah itu Goo Yong Chan ..?"

"Ya, benar dan .. cewek itu ... sepertinya saya mengenalnya ..."

"Itu cewek yang digosipkan berpacaran dengan Yong Chan ... tapi saya lupa namanya ..."

"Dia artis baru .. pasangan Yong Chan di "The Sword" .. namanya .... hmmm .. Eun Ho ... kalau tidak salah namanya Lee Eun Ho ..."

"Benar!! .. dan di iklan pertamanya menurut yang saya baca di koran, dia akan dipasangkan dengan Nathan Lee ... bayangkan ... Nathan Lee, model internasional yang keren dan terkenal itu  .. gadis itu benar-benar sangat beruntung .."

Suara-suara berisik saling sahut menyahut, membuat Yong Chan dan Eun Ho agak terpojok. Mereka berusaha menutupi wajahnya dari pandangan orang-orang tersebut. Tapi percuma saja, seisi cafe' sudah mengenali mereka. Beberapa di antara para pengunjung itu malah mengarahkan ponselnya ke arah Yong Chan dan Eun Ho. Suara klik berkali-kali terdengar ketika ponsel-ponsel tersebut mengabadikan wajah mereka.


Eun Ho tercengang, tidak tahu harus berbuat apa. Ini untuk pertama kalinya dia menghadapi situasi seperti ini. Yong Chan yang lebih berpengalaman menghadapi massa daripada Eun Ho segera menarik tangannya dan memaksanya pergi dari situ.  Akhirnya Yong Chan dan Eun Ho berhasil keluar dari kepungan para penggemar yang sudah mengila itu setelah  melalui  perjuangan yang sangat keras.


***********************


"Apa yang kamu lakukan tadi? Itu tidak seperti dirimu?", tanya Yong Chan setelah mereka berhasil mendapatkan tempat yang aman untuk berbicara.

Eun Ho tidak segera menjawab pertanyaan Yong Chan. Dia masih mengatur pernafasannya yang memburu. Pelarian tadi hampir membuatnya kehilangan nafas. Sekarang mereka berada di danau kecil di sudut kota Seoul. Eun Ho melemparkan pandangannya ke tengah danau dan mulai berbicara setelah nafasnya sudah seperti semula.

"Saya telah memikirkannya baik-baik ... hmmm ... yang kamu bicarakan denganku malam itu .. saya .. saya bersedia menerimanya .. tapi ..."

"Hahhhhh ??", seruan Yong Chan memutuskan pembicaraan Eun Ho yang memang sudah terbata-bata.

"Kamu serius? kamu bersedia menerimaku?", tanya Yong Chan bertubi-tubi dengan pandangan yang masih tidak mempercayai pendengarannya.

Eun Ho menganggukan kepala tanpa berani memandang Yong Chan.
"Tapi .. dengan satu syarat .."

"Apa itu?", dahi Yong Chan agak berkerut.

"Tidak boleh terang-terangan .. kita berpacarannya diam-diam saja ..", jawab Eun Ho pelan, tetap dengan posisi semula.

Mendengar itu, Yong Chan langsung berubah sikapnya, dari semula yang senang dan bahagia menjadi kesal dan marah.
"Mengapa harus begitu? kamu tahu bahwa saya paling tidak suka berbuat begitu .."

Kali ini Eun Ho mengalihkan pandangannya ke Yong Chan. Diperhatikannya pemuda itu dengan seksama. Dia tahu Yong Chan sedang marah besar.

"Saya mohon ... ini untuk kebaikan kita .. ini untuk pertama kalinya saya mengambil keputusan sendiri, terhadap jalan hidupku sendiri, tanpa bantuan dari orang lain ...  jadi sya mohon dan minta dengan sangat kamu dapat mengabulkannya ..", kata Eun Ho dengan suara pelan dan penuh harap.

Yong Chan tertegun melihat Eun Ho menjadi rapuh di hadapannya. Sinar mata yang memancarkan ketidakberdayaan itu lambat laun membuat hatinya luluh.

"Saya tidak sepertimu .. kamu punya rasa percaya diri yang tinggi sedangkan saya .... segala sesuatu yang terjadi dalam hidupku hanya keberuntungan saja .. selalu begitu .. dari dulu sampai sekarang selalu begitu ...sejak kecil, dari taman kanak-kanak sampai kuliah, mengambil jurusan apa, akan menjadi apa, semuanya sudah diatur oleh omma dan appa .. setelah tamat kuliah, untuk mendapatkan pekerjaan juga berdasarkan rekomendasi dari paman Yoon .. bahkan tidak sengaja masuk ke dunia entertainment juga karena kekerasanmu memaksaku menjadi asisten pribadimu dan .. tidak lepas juga dari peranan Mr. Bae  ... selalu begitu ... jalan hidupku selalu diatur terlebih dahulu .. tidak ada yang benar-benar merupakan keputusanku sendiri .. jadi saya mohon untuk kali ini .. biarkan saya mengambil keputusan sendiri, jika tidak .. hubungan kita ... seperti sekarang saja ..."

"Tidak bisa!!!!!!!!! ", teriakan Yong Chan langsung memotong perkataan Eun Ho yang belum selesai.

"Baiklah .. seperti keinginanmu saja .. tapi ingat, kertas tidak bisa dipakai untuk membungkus api ~sok berpribahasa si Yong Chan      ..... lambat laun semuanya pasti akan terbongkar juga ..", kata Yong Chan dengan tampang cemberut dan tidak ikhlas.

Eun Ho tersenyum. Dia bahagia Yong Chan mau mendengar permintaannya.

"Terbongkar atau tidak kita lihat bagaimana ke depannya saja .."

Yong Chan juga ikut tersenyum. Dia mendekati Eun Ho. Agak membungkukan badan dan menundukkan wajahnya ke Eun Ho dengan maksud mendaratkan ciumannya ke bibir Eun HO. Tapi dengan gesit Eun Ho menghindar. Dia berkelit ke samping sehingga Yong Chan hanya mencium angin.

"Kamu mau apa?", tanyanya dengan mata terbelalak lebar. Hatinya berdegup kencang.

"Yaaaaaaaaa .... apa salahnya kalau saya menciummu?", Yong Chan balas bertanya dengan tampang kecewa.

Wajah Eun Ho memerah. Matanya berputar-putar ke segala arah. Perasaannya tidak karuan.

"Tidak!! jangan sekarang ... saya belum siap ... hatiku sangat kacau .. lain kali saja ..."

Eun Ho menundukkan wajah dalam-dalam. Melihat keadaan Eun Ho, Yong Chan tidak bisa berbuat apa-apa. Walaupun ada sedikit kekecewaan yang dirasakannya, tapi tidak dapat dibohongi kalau saat ini dia sangat berbahagia. Hatinya berbunga-bunga.

Sementara itu, tidak disadari oleh mereka, dikejauhan sana, dibalik pohon besar yang berdiri kokoh di belakang kiri danau, sepasang mata jeli dengan kamera di tangan sedang memperhatikan tingkah laku mereka sejak tadi.


*********************


Dam Ah duduk dengan gelisah di pojok ruangan, cafe' kecil yang berada di sebelah gedung YT Entertainmet. Matanya berulangkali melirik jam kecil yang melingkar di tangan kirinya. Diarahkannya pandangan ke seluruh ruangan yang tidak begitu ramai. Tidak ada seorangpun yang mengenalinya.

Dam Ah melepaskan kacamata hitam yang dipakainya dan melemparkannya ke atas meja dengan perasaan kesal. Percuma dia menyamar. Sama sekali tidak ada orang yang meliriknya dan semua itu dikarenakan satu orang. Lee Eun Ho!! Dia yang telah merebut semuanya. Tidak hanya Yong Chan, tapi juga peluangnya untuk menjadi terkenal dan bermain menjadi pemeran utama di drama yang disutradarai Mr. Bae. Mengingat ini hati Dam Ah semakin murka. Tangannya terkepal erat.

Lima menit kemudian, seorang wanita berusia sekitar 30 tahunan dengan dandanan dan gaya sporty mendekati meja yang ditempati Dam Ah.

"Maaf jika anda menunggu terlalu lama Dam Ah Ssi ...", kata wanita tersebut dengan nafas yang sedikit terengah.

Dam Ah mempersilahkan wanita itu duduk di kursi yang ada di sampingnya, kemudian berkata dengan cepat ...
"Tidak perlu berbasa-basi Miss Sona .. lalu bagaimana dengan permintaanku itu?"

Wanita yang dipanggil Sona itu tersenyum. Tangannya mengangkat kamera yang sejak tadi dipegangnya.

"Seperti yang nona perkirakan .. memang ada apa-apa di antara mereka .. saya sudah mengabadikannya di sini .."

Dam Ah tidak mendengarkan perkataan Sona lebih lanjut. Dia merebut kamera dari tangan Sona dan membuka bagian yang ingin dilihatnya. Perasaannya langsung campuraduk antara senang dan benci ketika semuanya terputar di hadapannya.

"Thanks, Sona Ssi .. ..", ujarnya pelan.

Sona tersenyum dan merasa puas dengan hasil kerjanya sendiri.

"Sama-sama Dam Ah Ssi ... ini juga berguna buat deadline majalah gosipku bulan depan ... saya akan mencopy semuanya untuk nona jadi nona jangan khawatirkan itu .."

Dam Ah meremas kamera di tangannya. Perasaannya masih belum tenang dengan semua yang dilihatnya tadi.


*********************


Keesokan harinya di ruang latihan YT Entertainment ..
Eun Ho baru saja menyelesaikan latihannya yang selama satu jam dengan Jae Won. Kali ini dia cukup puas dengan yang dilakukannya. Jae Won mengedipkan mata dan mengacungkan jempolnya.

"Sudah kubilang kan kalau kamu punya bakat untuk itu?", puji Jae Won.

Eun Ho tersipu malu. Tapi senyuman tidak terlepas dari wajahnya.

"Gumawo sunbae ...", kata Eun Ho sambil membungkukkan badan.

Jae Won menerima penghormatan dari Eun Ho dengan tawa khasnya.

"Sudah .. latihannya sampai disini saja .. kamu harus mempersiapkan diri buat pemotretan NB II sejam lagi ..", Jae Won menepuk lengan Eun Ho, kemudian keluar dari ruangan itu.


**********************


Jae Won menelusuri lorong depan gedung menuju cafe' yang ada di samping kiri. Wajahnya agak tertunduk sehingga dia tidak melihat seseorang yang berjalan kearahnya. Orang itu juga kelihatan tidak melihatnya karena pikirannya sedang menerawang dan tak pelak lagi tabrakan terjadi antara mereka ....... brakkkkk ....
Keduanya berteriak kesakitan dan bersiap menyemburkan kata-kata pedas .. tapi ternyata ...

"Akchhhh .... apa yang, .....Young!!!", seruan terdengar dari mulut Jae Won ketika melihat orang yang ditabraknya itu ternyata Choi Young.

"Ahhhh ... ternyata kamu ...", Choi Young tidak kalah terkejutnya melihat Jae Won berdiri di hadapannya.

Wajah Choi Young langsung mengeras. Sebenarnya dia sudah berusaha memaafkan Jae Won dan memang dia sudah berhasil melakukannya, tapi kalau sudah berhadapan langsung seperti ini, dia masih tidak dapat bersikap tenang. Choi Young berbalik dan bermaksud berlalu dari hadapan Jae Won.

"Young ....... kamu masih tidak dapat memaafkanku?", tanya Jae Won dengan suara memelas.

Beberapa orang yang berada di sekitar situ mulai melirik kearah mereka. Choi Young memejamkan mata dan menghembuskan nafasnya. Dia berbalik lagi kearah Jae Won dengan sikap tegas.

"Saya sudah melupakan semuanya Jae Won ... semuanya sudah berlalu dan saya tidak ingin mengungkitnya lagi .."

"Kamu masih tidak bisa menerimaku ..?", tanya Jae Won pelan karena dia sadar dengan pandangan menyelidik dari orang-orang sekitar.

Choi Young berpikir sebentar kemudian menjawab dengan pasti.
"Tidak ... saya tidak bisa menerimamu lagi karena .. saya sudah mulai mempunyai perasaan terhadap pria lain ... "

Jae Won sangat terkejut dengan jawaban Choi Young yang tidak diduganya.
"Siapa dia?... bolehkah saya mengetahuinya ?"

Choi Young mengelengkan kepalanya.
"Tidak ... saya rasa kamu tidak perlu mengetahuinya ..."

Kemudian dia berlalu dari situ. Meninggalkan Jae Won yang berdiri terpaku dengan hati terpukul di tempatnya.


********************


Sepuluh menit sepeninggal Jae Won, Eun Ho keluar dari ruang latihan yang hampir setiap hari digunakannya. Hatinya masih gembira dengan hasil latihannya tadi. Dan tentu saja juga karena hubungannya dengan Yong Chan yang sudah ke tahap istimewa. Eun Ho menyusuri lorong menuju ruang pemotretan yang ada di depan. Dia tidak menyadari seseorang memperhatikannya dari samping lorong yang baru dilaluinya.

"Eun Ho Ssi ......!!!"

Panggilan itu menghentikan langkah Eun Ho. Dengan segera dia berbalik. Dan seseorang yang berdiri di depannya sangat mengejutkannya.

"Mr. So ..... ?"

Dong Wo tertawa melihat kekagetan Eun Ho. Dia kemudian melangkahkan kakinya kearah Eun Ho. Senyumnya masih terkembang ketika wajahnya agak didekatkan ke wajah Eun Ho. Tangannya diangkat dan diketukkannya ke jidat Eun Ho.

"Ada apa denganmu? sudah saya bilangkan kamu tidak perlu bersikap formal kepadaku jika saya tidak sedang bertugas ..."

Mata Eun Ho terpejam ketika tangan Dong Wo mendarat pelan di jidatnya. Dalam hati dia semakin tidak mengerti dengan orang yang berada dihadapannya ini.

"Tuan ... ehhhh .. maksudku Dong Wo ... tidak bekerja hari ini?", pertanyaan Eun Ho terdengar gugup.

Sekali lagi Dong Wo tertawa lepas melihat kegugupan Eun Ho. Gadis dengan kulit putih mulus dan pipi merah merona itu membuatnya lepas dari ketegangannya selama ini. Setiap kali bertemu dengan Eun Ho, Dong Wo selalu merasa tidak ada beban dan ini membuat hatinya tenang dan aman.

Dengan susah payah Eun Ho berusaha mengembalikan sikapnya ke semula. Diperhatikannya Dong Wo dengan seksama. Dandanan anak muda itu memang lain dari biasanya. Jas dan celana perlente yang biasa dikenakannya kali ini dilepasnya. Sweater berwarna abu-abu dengan dalaman kemeja putih dipadu dengan celana putih,  membuat penampilannya lebih santai dari biasanya.

"Hari ini saya libur ha ... ha .. ha... kamu jangan heran, presiden direktur juga membutuhkan liburan, kan?", Dong Wo mengedipkan matanya.

Eun Ho mengangguk kemudian menjawab pelan ..
"Tentu saja ..."

"Saya lihat kamu masih heran juga ... begini saya hari ini special datang buat mendukung seseorang ..."

Eun Ho terkejut mendengar perkataan Dong Wo. Bagaimana mungkin orang dengan kedudukan seperti Dong Wo datang ke sini hanya untuk mendukung seseorang? Tapi ketika dia bermaksud bertanya lebih lanjut, sebuah suara membuatnya terdiam.

"Heiiiii .... Dong Wo!! ha..ha ... ha.. pak direktruk ternyata tepat waktu juga ..."

Eun Ho berpaling dengan cepat ke asal suara itu. Nathan Lee, partnernya di iklan NB II, sudah berdiri di sana.

"Hi, Hyung .... tentu saja saya harus tepat waktu, saya sudah berjanji padamu, kan?"

Dong Wo berjalan kearah Nathan dan membenturkan tinjunya ke tangan Nathan yang terkepal. Mereka berdua tertawa lepas setelah itu.

"Hyung ...?", kata Eun Ho pelan.

Dong Wo yang mendengar gumaman Eun Ho segera mengalihkan pandangannya dari Nathan.

"Benar ... Nathan adalah saudara sepupuku ... sebenarnya masih sepupu jauh .. tapi wajah kami mirip, kan?"

Eun Ho mengalihkan pandangan dari Dong Wo ke Nathan begitu juga sebaliknya. Ya, diakuinya .. mereka berdua memang mempunyai kemiripan satu sama lain.

"Eun Ho, pemotretan akan segera dimulai .. sebaiknya kita mempersiapkan diri sekarang juga  ... kita harus berganti pakaian dan make up .. dan .. Dong Wo, kamu sibukan dirimu sendiri ya .. kami tidak bisa menemanimu sekarang ..", kata Nathan dari Eun Ho ke Dong Wo.

"Ok .. never mind, hyung ...", jawab Dong Wo sambil mengacungkan tangannya.

Eun Ho mengikuti langkah Nathan memasuki ruang pemotretan, meninggalkan Dong Wo sendiran di lorong luar.


**********************


Yong Na termenung di ruang prakteknya. Tadi Choi Yoon meneleponnya dan menjelaskan lagi tentang semua yang dibilang hanya kesalahpahaman kepadanya. Tapi Yong Na tidak mendengarnya. Rasanya cukup sudah semua penderitaannya ini. Setelah lebih mementingkan pekerjaan daripada dirinya, sekarang Choi Yoon sudah berani menempatkan orang ketiga dalam hubungan mereka yang memang sudah di ujung tanduk itu.

Yong Na meraih ponsel yang ada diatas meja. Dia sudah mengambil keputusan bulat. Semuanya harus diselesaikan. Tanpa ragu sedikitpun dia memencet nomor telepon Choi Yoon ....



************************


Choi Yoon menghempaskan tubuhnya ke kasur. Hari ini dia libur. Tapi hatinya sangat kacau. Tidak ada perasaan gembira sedikitpun menyambut hari libur yang sangat dinantikannya ini. Tadi dia menghubungi Yong Na dan berusaha menjelaskan semua permasalahan yang terjadi dengannya dan Hye Jin tapi Yong Na tidak mau mendengarkannya. Pacarnya itu sama sekali tidak percaya dengan semua penjelasannya. Sepertinya semua benar akan berakhir sampai disini.

Choi Yoon membalikan tubuhnya ketika ponsel di sampingnya berbunyi. Dia meraih ponsel itu dan melihat ke layar, nama Yong Na tercantum di sana. Dengan hati penuh harap, Choi Yoon memencet tombol penerima dan mendekatkan ponsel tersebut ke telinganya ..

"Yeoboseyo ...... Yong Na ..?"


************************


« Last Edit: February 08, 2010, 11:24:16 am by mrs. Lee Min Ho »

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
CHAPTER 14 ~ Luveliprincess

Choi Yoon langsung mengemudikan mobilnya secepat mungkin. Pikirannya galau, tidak bisa tenang. Bagaimana dia bisa tenang, jika ternyata Yong Na, wanita yang dicintainya itu baru saja menelpon dan mengatakan bahwa dia ingin putus.
Choi Yoon menambah lagi kecepatannya. Padahal di depan lampu lalu lintas sudah berwarna kuning menandakan tanda hati – hati. Dia malah semakin menginjak gas sehingga akhirnya sebelum lampu lalu lintas berubah menjadi merah, dia sempat melewatinya.

Hanya dalam 15 menit ia sampai di klinik Yong Na. Dia memarkir mobilnya dengan sembarangan. Lalu berlari keluar dari mobil menuju dalam klinik. Dia terus berlari mencari ruang kerja Yong Na. resepsionis di depan sempat melarang Choi Yoon, namun Choi Yoon tidak memperdulikannya.

“Yong Na…” Kata Choi Yoon tersengal – sengal

“Yoo…Yoon-a…..” Yong Na terkejut ketika melihat Choi Yoon sudah berdiri di depannya. Di ruang kerjanya.

“Yong Na, ayo kita bicara…” Kata Choi Yoon sambil menghampiri Yong Na dan menarik tangannya.

“Yoon-a tapi aku.. aku…lepaskan…” Yong Na mencoba melepaskan diri dari pegangan Choi Yoon, namun pegangannya terlalu kuat.

“Lepaskan Yoon-a.. Aku masih ada pasien!” Teriaknya

Choi Yoon akhirnya melepaskan pegangannya. Yong Na langsung mengelus – elus pergelangan tangannya yang sedikit sakit karena cengkraman tadi.

“Tunggu aku 15 menit lagi!” Bentak Yong Na.

*****

Sementara itu persiapan pemotretan iklan NB sebentar lagi dimulai. Eun Ho sudah memakai gaun satin sederhana berwarna putih. Rambutnya diberi sentuhan curly pada bagian bawahnya. Nathan sempat terpesona melihat kecantikan alami Eun Ho. Begitu pula Dong Wo yang bersama kru – kru lainnya.

Perfect! I like your dress, your hair, and… everything.. I like it. No jeongmal yeppeoyo Eun Ho-ssi..” Kata Nathan saking terpesonanya.

Eun Ho mengangguk pelan. “Thank You”

“Ok! Pemotretan segera dimulai. Eun Ho-ssi, Nathan.. siap – siaplah..” teriak fotografer. Dan langsung saja Eun Ho dan Nathan sibuk dengan posisi dan gaya yang telah diatur oleh pengarah gaya. Awalnya Eun Ho sempat merasa kaku, namun setelah beberapa lama gayanya muncul dengan sendirinya secara alami.

Sementara itu Dong Wo tersenyum puas melihat pemotretan itu. Dia memperhatikan Eun Ho dengan seksama. Dia memang berbakat. Katanya dalam hati.

*****

“Yong Na! Dengarkan aku. Kau salah paham. Dia teman adikku..” kata Choi Yoon

Saat itu mereka sudah berada di dalam mobil Choi Yoon. Di dalam klinik memang tidak ada tempat yang leluasa untuk berbicara.

“Aku tahu…” Kata Yong Na pelan.

“Lalu apa alasanmu memutuskanku?” teriak Choi Yoon marah.

“Kau benar – benar tidak tahu?”

“Tidak!”

“Berapa banyak waktu yang kau punya untukku Yoon-a?”

Choi Yoon langsung terdiam. Dia sadar selama ini telah mengesampingkan Yong Na demi pekerjaannya.

“Tapi itu pekerjaanku Yong Na.. mengertilah…” Bela Choi Yoon

“Aku tahu itu Yoon-a.. tapi harus sampai kapan aku mengerti? Sedangkan kau sendiri tidak pernah mengerti aku..” Ujar
Yong Na sedih.

Choi Yoon terdiam lagi.

“Satu kali, aku masih menghadapinya dengan senyuman, dua kali.. aku masih tersenyum. Sampai berkali – kali aku masih bersabar. Tapi aku sudah tidak tahan lagi Yoon-a. Coba kau pikir, berapa kali kau mengingkari janji kita?”

“Aku mungkin bisa mengerti itu.. tapi hatiku tidak mau menerimanya. Aku terlalu lelah”

“Yong Na-ya…..”

“Terlebih lagi, kau selalu membuatku menjadi salah paham. Pertama Eun Ho, lalu wanita teman Choi Young. Itu karena apa Yoon-a? karena kau dari awal tidak pernah memberitahukannya padaku. Sehingga aku salah paham. Karena mungkin kau tidak pernah menganggapku sebagai seseorang yang bisa menjadikanmu tempat berbagi..”

Air mata Yong Na mulai memenuhi pelupuk matanya.

“Yong na-ya….” Kata Choi Yoon sambil menggenggam tangan Yong Na erat.

“Aku lelah seperti ini Yoon-a.. Sudahlah lebih baik kita akhiri saja hubungan kita…” Ujar Yong Na. Air matanya mulai menetes membasahi pipinya.

“Tidak!“ Kata Choi Yoon tegas.

“Aku tidak ingin kehilanganmu lagi. Aku tahu aku salah Yong Na. Tapi kau tidak bisa memutuskan hubungan kita begitu saja. Kau mau kejadian itu terulang lagi??”

Yong Na sedikit terkejut mendengar pernyataan Choi Yoon.

“Jangan membohongi perasaanmu lagi Yong Na. Aku tahu kau masih mencintaiku, begitu pula aku. Jadi jangan ingkari perasaan kita sendiri.. Aku tidak ingin berpisah denganmu” Kata Choi Yoon.

Perkataan Choi Yoon membuat air mata Yong Na menetes lagi. Dia sadar. Betapa kuatnya dinding yang ia bangun untuk pertahanannya, tetap saja selalu ambruk kembali ketika ia mengingat bahwa ia memang masih mencintai Choi
Yoon.

“Aku janji Yong Na. Aku janji. Aku akan berubah. Aku akan lebih mementingkanmu sekarang” Kata Choi Yoon lagi. Dia menggenggam tangan Yong Na semakin erat.

Yong Na menatap Choi Yoon. Dilihatnya lelaki di depannya itu sedang bersungguh – sungguh. Akhirnya pertahanannya kini runtuh sudah. Dia menangis sejadi – jadinya.

Choi Yoon langsung meraih Yong Na kedalam pelukannya. Dia membelai rambut Yong Na dengan penuh kasih sayang. Dia membiarkan Yong Na menangis di pelukannya sampai ia terhenti.
Beberapa saat kemudian, akhirnya tangis Yong Na mereda. Choi Yoon melepas pelukannya sehingga kini mereka berhadap – hadapan. Choi Yoon menghapus air mata yang tersisa dari pipi Yong Na.

“Jangan menangis lagi Yong Na, aku tidak akan membiarkanmu menangis lagi”

Yong Na mengangguk pelan.

“Nah, sekarang senyum. Ayoo, senyumnya mana?” Goda Choi Yoon

“Aissh.. apa – apaan sih kau ini?memangnya aku anak kecil?” Ujar Yong Na sambil tersipu malu.

“Memang kau anak kecil. Mana ada orang dewasa yang menangis meraung – raung seperti kau tadi” Choi Yoon semakin meledek Yong Na.

“Ya!!” Teriak Yong Na. Dia memukul – mukul Choi Yoon dengan tangannya.

“Aduh,,ah..sakit! Yong Na.. ah,, hentikan..Yong Na.. Ampuuunnn” teriak Choi Yoon kesakitan.
Yong Na malah semakin memukuli Choi Yoon sambil tertawa – tawa. Akhirnya dia berhenti memukulnya.

“Nah, seperti itu baru Yong Na-ku yang cantik” Kata Choi Yoon sambil tersenyum.
Yong Na mengerucutkan bibirnya. Pipinya berubah menjadi merah sekali. Dia sangat malu saat itu. Lalu tiba – tiba saja bibir Choi Yoon sudah mendarat di bibir Yong Na. Yong Na sangat kaget. Tapi tidak lama kemudian Choi Yoon menyudahinya.

Saranghae Yong Na-ya…” Kata Choi Yoon. Yong Na kemudian tersenyum. “Aku juga mencintaimu Yoon-a..” Dan Choi Yoon mencium Yong Na sekali lagi. Kali ini Yong Na membalasnya dengan lembut. Selama beberapa saat, kedua insan itu terhanyut dalam kehangatan cinta mereka. Menikmati sebuah kecupan yang membuat mereka semakin menyadari, bahwa mereka benar – benar mencintai satu sama lain.

*****

Di waktu yang sama Yong Chan sedang menjalani syuting. The Sword sudah sampai pada ke episode ke 10 saat ini. Yong Chan melakukan perannya dengan sangat baik. Tanpa kesalahan satukalipun. Beberapa kru sempat heran dengannya. Bahkan Mr. Bae sampai bingung melihatnya.

“Terjadi sesuatu yang baik sepertinya kemarin?” Tanya Mr. Bae sambil terkekeh saat selesai syuting. Yong Chan yang saat itu sedang minum, langsung memberikan salam pada Mr. Bae.

“Ah, Mr. Bae… Ah.. tidak. Hanya… perasaanku sekarang sedang baik.” Kata Yong Chan sambil tersenyum.

“Hahaha.. Aku juga pernah muda Yong Chan-a.. Wajahmu saat ini sedang memancarkan kebahagiaan..”

“Ah? Benarkah?” Tanya Yong Chan kaget sambil meraba – raba wajahnya seperti orang bodoh.

“Hahahaha.. Benar kan, buktinya kau langsung percaya.”

“Ah Mr. Bae,, kau mengerjaiku ya?” Yong Chan langsung terdiam begitu ia sadar akan kebodohannya.

“Hehehe.. Baiklah, aku pergi dulu. Kau banyaklah istirahat. Nanti malam kita harus berangkat ke Jeollanam-do. Besok pagi – pagi kita harus mulai syuting untung scene di atas gunung.

“Baik Mr. Bae…”

*****

Malamnya, seluruh kru The Sword sudah berkumpul di lapangan parkir gedung YT Entertainment. Mereka semua menggunakan bis yang sudah disediakan.

“Ok, 15 menit lagi kita berangkat. Semuanya sudah berkumpul bukan?” Teriak Mr.Bae

“Ah, Eun Ho-ssi belum hadir Mr.Bae…” Kata salah satu kru.

“Eun Ho-ssi? Hmm.. Yong Chan.. Coba kau telepon dia..” Perintah Mr.Bae

Yong Chan mengangguk dan buru – buru mengambil ponsel dari sakunya. Namun baru saja dia menekan nomor Eun Ho, terdengar suara salah satu kru wanita yang berteriak. “Ah itu Eun Ho-ssi..”

Yong Chan mengalihkan pandangannya untuk mencari Eun Ho, ternyata benar. Eun Ho baru saja datang,berlari – lari kearah sini sambil terengah – engah.

“Ah,,hah.. maaf aku terlambat..hah..hah..” Kata Eun Ho. Napasnya masih tersengal – sengal.

“Ya! Kau ini darimana sih? Hampir saja kau ditinggal. Dan apa itu? Kau pikir kita mau pindahan ya?” Kata Yong Chan sambil menunjuk satu koper besar yang dibawa Eun Ho.

“Ini barang bawaanku!hh.. Disana kan dingin. Jadi aku bawa banyak jaket. Hhh..hh..” Jawab Eun Ho.

“Sudah Eun Ho-ssi.. Tidak apa – apa. Istirahatlah dulu. Napasmu sampai tersengal – sengal begitu. Kita masih berangkat 15 menit lagi” Sahut Mr.Bae

Kamsamnida Mr. Bae..” Kata Eun Ho. Lalu dia duduk di pinggir trotoar. Dan menjulurkan kakinya.

“Ya! Lee Eun Ho, kau belum jawab pertanyaanku. Kau ini darimana sih?” Tanya Yong Chan lagi. Dia mengambil tempat di sebelah Eun Ho dan duduk di sampingnya.

“Aku ketiduran..”

“Muo??Ketiduran?” teriak Yong Chan. Beberapa kru langsung menengok kearah Yong Chan dan Eun Ho.

“Aissh! Jangan teriak – teriak..” Kata Eun Ho jengkel.

Arasseo, tapi bagaimana mungkin kau tidur pada saat seperti ini?” Kata Yong Chan memelankan suaranya.

“Ya mana ku tahu, namanya juga ketiduran. Pasti itu tidak sengaja. Kalau aku sengaja, itu bukan ketiduran namanya..”

Yong Chan menghela napasnya. Lalu dia melanjutkan perkataannya. “Hhh.. memang susah bicara denganmu..”

“Ayo, ayo.. kita berangkat sekarang…” Panggil Mr. Bae

Semua kru dan pemain yang lain bersiap – siap masuk ke dalam bis. Begitu juga dengan Eun Ho dan Yong Chan. Eun Ho merasa kesulitan untuk menaikkan kopernya kedalam bis. Namun Yong Chan dengan sigap mengambilnya dari tangan Eun Ho dan menaikkannya ke dalam bis.

“Huh.. aku tidak minta bantuanmu..” Kata Eun Ho

Setelah semuanya masuk ke dalam bis, akhirnya mereka berangkat menuju  Jeollanam-do. Perjalanan yang cukup panjang. Terlebih lagi jam 5 pagi, mereka harus sudah ada di atas puncak gunung Cheonwangbong untuk mengambil scene matahari terbit. Hampir tidak ada istirahat untuk mereka. Oleh karena itu mereka memanfaatkan perjalanan ini untuk tidur dan beristirahat secukupnya.

*****

“Bagaimana? Cantik bukan?” Tanya Mr. Bae

“Waaaaaahhh cantik sekaliiiiiii…” Teriak Eun Ho ketika seluruh kru The Sword dan pemainnya sampai di puncak gunung Cheonwangbong.

“Benar.. Tidak salah Mr. Bae memilih lokasi disini..” Sahut Yong Chan.

“Tentu saja.. Ini salah satu lokasi terbaik untuk syuting film. Pemandangannya luar biasa. Apalagi scene kita kali ini adalah adegan romantic untuk Yeong Jae dan Su Ah, jadi memang harus mencari tempat yang indah..” kata Mr.Bae
Yong Chan dan Eun Ho mengangguk. Mr. Bae benar. Ini adalah tempat paling tempat untuk adegan percintaan.

“Ayo cepat, kita harus bersiap – siap. Yong Chan, Eun Ho segera bermake –up. Sebentar lagi jam 5 pagi. Ayo” kata Mr. Bae

Dan segera saja seluruh kru disana sibuk dengan tugasnya masing – masing. Beberapa penata cahaya memasang lampu disana – sini. Cameraman bersiap – siap dengan kameranya. Para Make-up artis sibuk mendandani Eun Ho dan pemain lainnya.

Setelah jam 5 pagi, semua sudah selesai. Maka Yong Chan dan Eun Ho segera bersiap – siap di posisi mereka. Ini adalah Adegan romantic untuk Yeong Jae dan Su Ah yang tidak lain adalah Yong Chan dan Eun Ho.

“Yeong Jae, sebenarnya kau mau bawa aku kemari untuk apa?” Kata Eun Ho dalam adegan tersebut.

“Rahasia, nah sekarang.. tutup matamu..” Kata Yong Chan alias Yeong Jae

Yeong Jae menutup mata Su Ah dari belakang dengan kedua tangannya. Sementara itu, perlahan sinar keemasan menyinari seluruh pegunungan itu. Matahari terbit yang sangat indah. Perlahan Yeong Jae melepaskan pegangannya dari mata Su Ah.

Su Ah membuka matanya perlahan. Lalu dia terpana, melihat pemandangan yang ada di depannya. Sinar keemasan itu kini menerpa wajah Su Ah dan Yeong Jae.



“Yeong Jae-ya.. Ini… benar – benar…. Indah…” Kata Su Ah.

Yeong Jae kemudian tersenyum. Lalu dia memeluk Su Ah dari belakang. Su Ah terkejut. Namun dia tidak berbicara apa – apa. Dia biarkan Yeong Jae memeluknya erat.

“Su Ah-ya..”

“Emmm?” gumam Su Ah

“Kau tahu betapa hangatnya sinar mentari di pagi hari?”

Su Ah mengangguk. Yeong Jae meneruskan kata – katanya. “Kau tahu Sang mentari tidak akan pernah lelah untuk menyinari dunia ini?”

“Dia tidak akan pernah lelah, dan selalu bersinar…” Yeong Jae menghentikan kata – katanya sebentar.

“Su Ah-ya…”

“Ne?” Jawab Su Ah

“Biarkan aku menjadi mataharimu, memberikan kehangatan padamu dengan sinarku, menerangi jalanmu dengan cahayaku..” kata Yeong Jae dengan sungguh – sungguh.

Su Ah berbalik memandang Yeong Jae. Mereka bertatap – tatapan.

“Benarkah itu Yeong Jae?” Tanya Su Ah

“Tentu saja.. Aku bersungguh – sungguh.. Su Ah,, Kau.. mau.. menerimaku?” Tanya Yeong Jae

“Tapi Yeong Jae, pasti orangtuaku tidak akan setuju jika aku berhubungan denganmu..” Kata Su Ah sedih.

“Aku tak perduli. Aku mencintaimu Su Ah. Aku yakin, jika kita bersama tidak ada rintangan yang tidak dapat kita hindari..” Kata Yeong Jae bersikeras.

“Yeong Jae-ya….”

Mereka bertatapan lagi. Kali ini di dalam mata mereka masing – masing terpancar sinar kebahagiaan yang tidak dapat disembunyikan. Lalu Yeong Jae mendekatkan wajahnya kepada wajah Su Ah dengan perlahan.

“Mr. Bae? Bukankan tidak ada adegan ini?” Bisik penulis naskah kepada Mr. Bae

“Ssst..biarkan saja…” Kata Mr. Bae

Sementara itu Eun Ho heran dengan improvisasi yang dilakukan Yong Chan. Di dalam scenario, mereka hanya bertatap – tatapan. Namun mengapa Yong Chan ingin menciumnya? Eun Ho memasang telinganya untuk mendengar aba – aba
“CUT” dari Mr. Bae, namun dia tidak mendengarnya. Maka ia juga tidak berani untuk menghentikan adegan ini.
Wajah Yeong Jae semakin dekat dengan wajah Su Ah. Hidung mereka bersentuhan.

Su Ah alias Eun Ho tidak bisa berkata apa - apa. Dia hanya membiarkan bibir Yeong Jae yang bertemu bibirnya. Yeong Jae mengecupnya lembut. Tanpa sadar Eun Ho memejamkan matanya setelah itu, dia mulai membalas ciuman Yong Chan. Mereka berciuman dengan lembut. Bibir mereka saling terpagut satu sama lain. Dengan latar belakang pegunungan yang disinari cahaya mentari pagi.

Yong Chan :

Eun Ho kau tahu? Aku melakukan ini bukan untuk Su Ah. Tapi untukmu. Maafkan aku Eun Ho. Tapi suasananya benar – benar tepat. Sehingga membuatku menjadi begini. Lagipula, bukankah kau sudah menjadi milikku sekarang?

Eun Ho :

Sungguh, jantungku benar – benar berdebar saat ini. Rasanya seperti hampir copot. Ya Tuhan, Yong Chan, apa yang dia lakukan? Mengapa dia melakukan ini? Tapi Mr. Bae juga tidak mengatakan apa – apa. Lalu apa yang kulakukan? Sepertinya aku malah menikmati ciuman ini. Aahhh aku bisa gila.


“Ya! CUT! Bagus sekali,, benar – benar sempurna. Tanpa cacat sedikitpun” Teriak Mr. Bae

Eun Ho langsung mengalihkan pandangannya. Wajahnya sangat merah. Dia buru – buru meninggalkan Yong Chan dan menuju kearah kru. Sementara itu tanpa Eun Ho sadari, Yong Chan tersenyum nakal saat itu.

“Mr. Bae,, mengapa ada adegan itu?” Tanya Eun Ho sedikit marah.

“Ah, maaf. Tapi itu benar – benar bagus Eun Ho, sempurna. Aku yakin ratingnya pasti akan bagus..” Kata Mr. Bae

“Ayo, kita istirahat, lalu beres – beres dan kembali ke penginapan. Siang nanti kita syuting untuk scene 107”

Semua kru langsung beres – beres dan duduk – duduk santai. Mr. Bae lalu pergi meninggalkanku dan menghampiri Yong Chan.

“Kerja yang bagus..” Katanya sambil menepuk – nepuk bahu Yong Chan. Sementara itu Yong Chan hanya bisa tersenyum senang.

Eun Ho cemberut melihat itu. Lalu dia duduk di bawah pohon. Mengambil minuman yang disediakan kru dan meneguknya habis. Yong Chan lalu datang menghampirinya.

“Eun Ho-ya.. aku...”

“Sudahlah….” Kata Eun Ho

“Dengarkan aku dulu, Aku benar – benar tidak bermaksud seperti itu tadi..”

“Aku bilang sudahlah..”

“Tapi Eun Ho…”

“Aku tidak marah…”

“Apa?” Tanya Yong Chan. Sepertinya dia baru saja salah mendengar.

“Aku tidak marah…” Ulang Eun Ho

Ji…Jinja?

Eun Ho mengangguk terpaksa.

“wah..wah.. uri Eun Ho sepertinya salah makan obat. Biasanya dia langsung marah seperti monster yang sedang mengamuk” Ledek Yong Chan

“Diam atau aku berubah pikiran..” Kata Eun Ho. Yong Chan langsung tidak menganggu Eun Ho lagi. Namun dalam hatinya, dia sangat senang saat itu.

********

Sementara itu siang harinya di Seoul, Dong Wo dan Nathan sudah berjanji untuk makan siang bersama. Mereka makan di sebuah restoran di dalam hotel bintang lima di kawasan seoul. Ketika mereka masuk beberapa pasang mata langsung melihatnya. Terutama pengunjung wanita. Mungkin jarang – jarang mereka melihat dua pemandangan bagus sekaligus di depan mereka.

“Waaah tampan sekali.. Siapa ya mereka?” Kata seorang pengunjung wanita yang sedang makan bersama temannya.

“Ne? kau tidak tau dia? Yang memakai jas putih itu adalah Nathan Lee. Model international. Masa kau tidak tahu?
Kalau sebelahnya aku kurang tahu. Tapi dia sama tampannya” Kata temannya.

“Mereka berdua mirip ya? Apa mereka kakak adik?” tanya wanita pertama

“Entahlah…mungkin begitu…” Kata temannya  lagi

Dong Wo dan Nathan mengambil tempat di dekat jendela. Seorang pelayan datang dan memberikan mereka menu.

“Kau pesan apa?” Tanya Dong Wo

“You first.. Aku mau ke toilet dulu..” Ujar Nathan

“Ok..”

******

Di restaurant yang sama, Choi Young baru saja keluar dari toilet. Tiba – tiba ponselnya berbunyi, menandakan ada pesan yang masuk. Choi Young membukanya. Ternyata dari Eun Ho. Mengabarkan bahwa dia baik – baik saja di Jeollanam-do. Choi Young membalas pesannya sambil berjalan tanpa melihat kedepan. Sehingga di sudut koridor, dia tidak melihat seseorang yang berjalan dari arah berlawanan.

“BRAAAAK!!” mereka bertabrakan.

“Aaaah…”teriak Choi Young. Ponselnya terjatuh ke lantai.

Pria di depannya terkejut dan membantu Choi Young berdiri. Pria itu tidak lain adalah Nathan.

“Kau tidak apa – apa?” tanya Nathan.

Na Gwaenchana..” Kata Choi Young sambil berdiri. “Maaf, aku tadi tidak melihat jalan” Lanjutnya.

“Tidak apa – apa..”Kata Nathan sambil tersenyum. Lalu dia mundur satu langkah. Tanpa dia sadari ponsel Choi Young berada disitu dan kaki Nathan dengan otomatis menginjaknya.

“Kraaak!”

“Aaah bunyi apa itu?” Tanya Choi Young

Nathan langsung melihat apa yang diinjaknya. Dia mengangkat kakinya. Dan O-ow.. itu adalah ponsel.

“Ponselku…!” Teriak Choi Young

“Aaah,,maaf…” Kata Nathan.

Choi Young menatap Nathan dengan geram, sementara itu Nathan hanya bisa menggaruk – garuk kepalanya dengan rasa bersalah.

*****

Kembali pada Yong Chan dan Eun Ho.

Setelah istirahat makan siang. Syuting kembali dilakukan. Mereka sekarang sudah tiba di sebuah padang rumput, masih di daerah Jeollanam-do. Disana memang terkenal tempat – tempat yang indah. Oleh karena itu disana memang salah satu tempat yang dikembangkan pemerintah korea untuk dijadikan objek wisata.



Eun Ho baru saja selesai dirias. Sedangkan di sebelah sana, Yong Chan sedang berlatih sebentar. Mereka akan mengambil adegan pertempuran. Dimana Su Ah diculik oleh beberapa kawanan penjahat. Salah satu kawanan penjahat yang memainkan peran tersebut adalah Dam Ah. Dia baru saja tiba beberapa jam lalu.

“Bagaimana rasanya menjadi pemeran utama? Lelah bukan?” Sindir Dam Ah ketika ia menghampiri Eun Ho

Eun Ho hanya membalasnya dengan senyuman tipis. Dia tidak ingin berdebat dengan Dam Ah. Untung saja Mr. Bae segera memanggil mereka untuk bersiap – siap.

Selama tiga jam lebih, mereka melakukan syuting. Para pemain dan kru sudah kelihatan lelah, namun itulah pekerjaan di dunia film. Seperti kata Choi Young. Tidak pernah mengenal kata lelah.

Sore harinya, menjelang matahari tebenam, syuting the sword akhirnya selesai. Beberapa kru terlihat kelelahan. Begitu juga dengan Yong Chan. Dia memang harus melakukan beberapa adegan pertarungan. Mereka langsung membereskan peralatan dan kembali ke penginapan. Rencananya mereka menghabiskan 4 hari disana.

Sementara itu Dam Ah baru saja tiba di kamarnya. Dia sudah merencanakan sesuatu malam ini. Sesuatu yang sangat jahat. Dia mengambil secarik kertas dari notebooknya. Lalu menuliskan sesuatu di kertas itu.

******

“Aaaaah lelah sekali…” Kata Eun Ho sambil merebahkan dirinya di kasur. Namun baru saja ia ingin beristirahat,
terdengar ketukan pintu. Eun Ho bangun dan bertanya. “Nuguseyo?

Tidak ada jawaban. Akhirnya dia membuka pintunya. Namun ternyata tidak ada orang disana. Eun Ho menengok ke kanan dan kiri. Tapi tidak ada siapapun. “Eh? Aneh.. Apa itu halusinasiku saja?” Kata Eun Ho. Lalu dia menutup pintunya kembali. Saat matanya melihat ke bawah pintu, ada sesuatu disana.

Ne? I ge mwoya? (apa ini?)” Tanya Eun Ho

Eun Ho mengambil kertas yang tersebut. ternyata itu adalah sebuah pesan. Dari Yong Chan.

Eun Ho, Aku tunggu kau di belakang penginapan
Ada yang ingin kutunjukkan padamu
-Yong Chan-

“Yong Chan? Anak ini.. apa lagi yang akan dia lakukan?”

Eun Ho mengambil jaket yang digantung di lemari. Lalu dia beranjak keluar. Tanpa dia sadari ponselnya tertinggal di dekat meja.

*****

Sementara itu, Yong Chan baru saja selesai mencuci mukanya. Dia benar – benar lelah saat itu. adegan tadi menguras tenaganya. Dia teringat kejadian tadi pagi bersama Eun Ho. Lalu dia tersenyum senyum sendirian. Dia mengambil ponsel yang terletak di atas kasur untuk menelpon Eun Ho.

“Tuuuuutttt….Tuuuuuuut” Tidak ada jawaban. Yong Chan menelponnya sekali lagi. Namun masih tidak ada jawaban.

“Aneh? Apa dia sudah tidur?” Tanya Yong Chan heran. “Ah, mungkin dia sedang mandi” lanjutnya.

*****

Eun Ho sudah sampai di belakang penginapan. Tidak ada siapapun disana. Penginapan itu memang berada di kaki pegunungan. Di sekelilingnya hanya ada hutan. Eun Ho melihat sekeliling. Tidak ada tanda – tanda Yong Chan disana.

Eun Ho merapatkan jaketnya hingga ke leher. Udaranya sangat dingin saat itu.

“Aaiisshhh, anak ini sebenarnya mau apa sih? Dingin…” Kata Eun Ho sambil meniup – niup tangannya yang kedinginan.

Namun tiba – tiba saja ada yang membekap Eun Ho dari belakang. Eun Ho langsung meronta – ronta untuk melepaskan diri. Namun bekapan orang itu terlalu kuat. Hingga akhirnya dia jatuh tak sadarkan diri.

******END CHAPTER*****
« Last Edit: February 08, 2010, 11:25:38 am by mrs. Lee Min Ho »

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Chapter Fifteen ~ Miny


Pagi itu di Jeollanam-do ,matahari pagi mulai terbit menyinari setiap sudut di daerah itu ,burung-burung berterbangan ,angin bertiup menyejukkan udara..

Pemandangan pagi itu sungguh indah ,semua kru bersiap-siap untuk syuting ..

Yong Chan masih berada di dalam kamarnya ,ia baru saja selesai mandi ,badannya sedikit bergetar ,air disini ternyata sangat dingin...,ia tak bisa menghindari getaran pada tubunya ,tangannya meraih ponsel yang berada di atas meja kecil ,ia sekali lagi hendak menelepon Eun Ho ...

Tuttt...tuttt..Maaf nomor yang anda hubungi sedang tidak aktif..

Yong Chan menutup teleponnya dengan kesal..,ia melempar ponselnya ke atas kasur dan meninggalkannya.

Ia bergegas keluar ,ingin menghampiri Eun Ho langsung ke kamarnya ,ia mengira Eun Ho ketiduran seperti kemarin pagi..,tetapi Mr Bae memanggilnya..

Dam Ah berdiri di sebelah Mr Bae ,senyum licik tersembunyi di balik wajahnya..

Yong Chan menghiraukan Dam Ah dan menghampiri Mr Bae..

“Goo Yong Chan ,apakah kamu sakit?”papar Mr Bae melihat tubuh Yong Chan yang bergetar ,mukanya juga sedikit pucat..

“Tidak ..,”Yong Chan sedikit berbohong ,tubuhnya memang pagi ini terasa tidak begitu sehat ,kepalanya pening sejak ia bangun tidur ..,ditambah lagi air disini sangat dingin..

“Ah ya ..,aku hanya ingin memberi tahu ,kalau habis ini ,kita akan mengambil scene antara kau dan Dam Ah-ssi..,”jelas Mr Bae sambil menepuk bahu Dam Ah..

“Mwo?”Yong Chan membelalak sementara Dam Ah hanya tersenyum ,”Bu..bukankah , seharusnya scene aku dan..dan Eun Ho?”Tanya Yong Chan lagi.

“Ya..,memang ,tetapi setelah dipikir-pikir ,scene ini sangat cocok dengan setting di pagi hari ,maka aku memutuskan untuk mengambil scene mud an Dam Ah-ssi terlebih dahulu ..,”jawab Mr Bae ..

“Lagipula tadi aku lewat kamar perempuan itu ,ia masih tertidur..,”kata Dam Ah acuh tak acuh..

“Hey ..,ia bukan ‘perempuan itu’ ,ia Eun Ho..,Lee Eun Ho ,”Yong Chan menekankan kata-katanya dengan sinis..

“Sudah ..,”Mr Bae melerai mereka ,sedangkan Yong Chan membalikkan badannya hendak pergi ke kamar Eun Ho ,”Yong Chan!”cegat Mr Bae..

“Hah?”Yong Chan berbalik melihat Mr Bae..

“Kau mau kemana?”Tanya Mr Bae ,”Kita akan syuting sekarang..,”tambah Mr Bae lagi…


”Mwo?sekarang?”

“Ya..,atau tidak akan keburu siang ..,”

Yong Chan dengan terpaksa mengikuti Mr Bae ,melangkahkan kedua kakinya dengan berat ,seluruh kepalanya hanya dipenuhi dengan Eun Ho ,ia ingin melihat wajah Eun Ho ,Yong Chan meremas kepalanya ,rasa pening itu semakin menjadi-jadi ,namun ia tidak menghiraukannya ,berjalan terus ,bertekad menyelesaikan ini secepatnya dan mengahampiri kekasihnya..

***

Hye Jin melirik ke kanan ,ke kiri ,lorong di gedung ini memang memunsingkan .Sekarang Hye Jin berada di gedung YT Ent. Ia sedang menjemput temannya ,Choi Young yang sedang mengadakan suatu rapat dengan seorang produser untuk sebuah produk baru. Hye Jin berkali-kali membaca instruksi Choi Young dengan baik yang dikirim lewat sms  ,tetapi ia masih belum bisa menemukan dimana sahabatnya berada.Sialnya lagi ,ia sudah terlambat menjemputnya selama 30 menit .Hye Jin dengan resah berlari kecil menyusuri lorong dengan tampang panic ,ia menengok ke kanan kiri sambil berlari .

BRAKK..

Hye Jin menabrak seorang lelaki dengan pipi gembul yang sedang membawa serangakian dokumen ,yang sekarang berserakan dimana-mana..Lelaki itu menggaruk-garuk kepalanya melihat dokumennya berserakan..

“Ah..,maafkan saya ,”Hye Jin tertunduk malu ,ia membantu lelaki itu mengambil dokumen-dokumennya ..

“Ahahaha ,tak apa ,santai saja ,”jawab lelaki itu santai..

“Sungguh maaf ,saya sedang terburu-buru ,”kata Hye Jin..

“Memangnya kau ada perlu apa disini ?”Tanya lelaki itu..

“Hmm..,saya sedang menjemput teman saya ,ia berada di ruangan 302..,”jelas Hye Jin panic sambil melihat jam tangannya..

“Mau saya antar?”tawar lelaki itu..

“Eh?”Hye Jin menjadi salah tingkah melihat kebaikan lelaki itu..

“Tak apa ,ayo ,”katanya seraya berdiri dan merapikan seluruh dokumennya.

Hye Jin mengikutinya dari belakang ,beberapa menit kemudian Choi Young terlihat sedang duduk di depan ruang 302 sambil meneguk segelas kopi ..Choi Young berdiri dan menaruh kopinya ,ia menghampiri Hye Jin ,”Yya..,kamu kemana saja ,sudah jam berapa ini ,kenapa ponselmu mati?”Tanya Choi Young sedikit kesal..
“Ah..,miyan ,aku tersesat ..,ponselku lowbat..,”jelas Hye Jin ..

Jae Won menjadi salah tingkah ,ternyata Hye Jin adalah teman Choi Young?

Choi Young mendelik kea rah Jae Won yang tertunduk ..,”Mengapa lelaki ini bisa bersamamu?”cibir Choi Young..

“Ia yang menolongku ,”bela Hye Jin..

Tanpa peduli lagi ,Choi Young menarik sahabatnya meninggalkan tempat itu dengan segera ,Hye Jin menoleh ke belakang dan berteriak ,”Siapa namamu ?”

“Jae Won ,”balasnya ..

***

Di dalam taksi ,Choi Young menutup kedua matanya dengan tampang kesal..

“Wegude?”Hye Jin menjadi bingung..

“Kau tahu itu siapa?”delik Choi Young..

“Siapa?lelaki tadi?”Tanya Hye Jin..

“Ya..”

“Kenapa?apakah ada yang salah?aku bahkan belum sempat mengucapkan terima kasih padanya ,kau sudah menarikku..,”Hye Jin mendengus..

“Itu Jae Won ,yang pernah kuceritakan padamu ,”cibir Choi Young..

“M..MWO?Ja..jadi ,lelaki brengsek yang kau bilang?”Hye Jin tak bisa mempercayai ini semua ,baginya Jae Won seperti lelaki baik-baik ,tetapi ternyata..

***

“CUT..”

Yong Chan melakukan semuanya dengan sempurna demi mendengar sebuah kata CUT..

Ia melempar pedangnya ke tanah dan berlari ke kamar Eun Ho ,dari tadi Eun Ho tidak sedikitpun tampak di lokasi syuting ,ini aneh ,Yong Chan menyadari ada sesuatu yang aneh namun tidak seorang pun di lokasi syuting yang menyadarinya karena mereka sibuk dengan pekerjaan masing-masing..,sehabis ini mereka semua akan berangkat ke ladang bunga untuk mengambil scene Dam Ah sedangkan Yong Chan sama sekali tidak berminat ,memilih untuk tinggal dan mencari Eun Ho..

Jarak lokasi syuting Yong Chan tadi dengan tempat peristirahatan para kru dan pemain memang tidak begitu jauh ,

Ketika akhirnya Yong Chan sampai di depan kamar Eun Ho..

Ia tertegun..

Pintu kamar kekasinya sedikit terbuka..,perlahan ia melangkahkan kedua kakinya..,membuka pintu kamar Eun Ho..

Tetapi ,tidak ada siapapun disitu ,yang ada hanya ponsel milik Eun Ho..

Yong Chan mencoba mencari kedalam kamar mandi dengan tampang panic..

Tidak ada siapaun …

Sekarang ia yakin 100% bahwa kamar ini sepenuhnya kosong ,ditengah-tengah keadaan dirinya yang sedang tidak enak badan ,ia menyingkirkan semua rasa sakitnya ,pikirannya hanya terpusat pada Eun Ho ,Yong Chan beranjak keluar ,ketika ia menginjak sesuatu..

Sebutir manik

Yong Chan merasa mengenali manik  itu ,maka ia mengambilnya dan memperhatikannya..

***

“Happy Birthday ,”seru Yong Chan sambil menyodorkan suatu box kecil yang dibalut pita emas..

“Wuah ,apa ini?”Tanya Dam Ah semangat..

“Buka saja..,”Yong Chan tersenyum..

Dam Ah membuka box kecil itu ,matanya membelalak ,”Wahhh..,ini kan..,”

“Yah itu,gelang manik-manik yang kau mau kan?”

“Bagaimana kau bisa tahu?”

“Hmm ,memangnya waktu kita jalan-jalan kemarin aku tidak memperhatikanmu?Matamu terus tertuju pada gelang kaki itu..”

“Yah ,gelang kaki ini sungguh indah ,walaupun tak seberapa ,juga model manik-maniknya sangat polos ,tetapi aku menyukainya ,terlebih ini hadiah darimu ,aku pasti akan menyimpan ini baik-baik..,”kata Dam Ah seraya mengecup pipi Yong Chan..

***

Dam Ah menaruh surat itu ,ketika gelang kakinya tersangkut sepucuk serat bamboo (pintu kamar itu terbuat dari susunan bamboo ,yah semacam rumah tradisional gitu) ..,

Dam Ah menarik paksa kakinya dan..BLASHH..

Manik-manik dari gelang itu mulai berserakan karena talinya yang terbuat dari karet benang yang rapuh..,mengingat gelang itu juga sudah cukup lama..

Dam Ah dengan cepat membersihkan manik-maniknya itu dan menaruhnya kedalam saku bajunya ,ia mengetuk pintu kamar Eun Ho dan berlari meninggalkan tempat itu tanpa tersadar kalau satu butir maniknya tertinggal..

***

Sekarang Yong Chan ingat ,itu manik milik Dam Ah yang ia berikan..

Tetapi untuk apa dia kesini?Dan kapan dia kesini?

Yong Chan tampak berpikir ,pasti ada sesuatu yang tidak beres ,semua ini ,ulah Dam Ah yang dari semula ingin menyingkirkan Eun Ho..

Sekarang Yong Chan berlari ke kamar Dam Ah yang letaknya tidak jauh dari kamar Eun Ho ,tentu saja ia bebas melakukan semua ini karena tidak ada satupun kru yang berlalu lalang ,mengingat mereka sedang sibuk mengambil scene Dam Ah di sebuah ladang bunga …,hanya Yong Chan yang tinggal di sekitar peristirahatan mereka..

Yong Chan membuka paksa kamar Dam Ah ,kepalanya semakin pening karena sebenarnya tubuhnya dipaksa bekerja keras ditengah-tengah keadaan ini ,belum lagi ia harus memikirkan Eun Ho juga pekerjaannya ,siang nanti ia harus kembali ke lokasi syuting untuk mengambil adegan pertarungan..

Gagang kunci yang juga terbuat dari bamboo itu tampak patah menjadi dua ketika Yong Chan menggebraknya dengan paksa…

Yong Chan mengahmpiri meja dimana banyak buku-buku milik Dam Ah tergeletak ,ia memeriksa satu demi satu notebook milik Dam Ah dan masih tidak menemukan apa-apa..

Sekarang pandangannya terarah kepada suatu notebook kecil di atas kasur Dam Ah..Yong Chan dengan cepat membuka notebooknya..

Ternyata itu diary Dam Ah..

Yong Chan membuka halaman terkahir dan mendapati semua tulisan di lembar itu mengenakan spidol merah tebal..

October 2009

EUN HO LAGI…EUN HO ,SELALU EUN HO..

KALI INI AKU BENAR-BENAR TIDAK PEDULI ..

AKU HARUS MENYIKIRKANNYA..

RENCANA TERBAIK ADALAH MENCULIKNYA DAN MELENYAPKANNYA KE TEMPAT LAIN YANG JAUH ,YANG TIDAK DIKETAHUI SIAPAPUN..

UNTUNGLAH KEMARIN AKU MENEMUKAN SEORANG PENGANTAR SUSU DARI SUATU PERUSAHAAN ,KATANYA BESOK JAM 10.30 IA AKAN MENGANTAR SUSU KE SUATU DESA TERPENCIL ,DESA NAGAN..,DAN BAGUSNYA IA HANYA SEBULAN SEKALI KE DESA ITU,SARANA TRANSPORTASI KE DESA ITU JUGA JARANG ,DIA JUGA BILANG KALAU DESA ITU TIDAK SERING DIKUNJUNGI ,PENDUDUKNYA HANYA SEDIKIT ,MEREKA SEMUA HANYA ORANG-ORANG DESA YANG TIDAK TAHU APA-APA ,TEMPAT YANG COCOK UNTUK EUN HO ,

RENCANANYA MALAM INI ,ORANG SEWAANKU AKAN MENYEKAP EUN HO , MEMBIUSNYA DAN MEMBERINYA OBAT TIDUR ,HAHAHA BAGUS ,ORANG-ORANG DESA YANG BODOH ITU MAU KUSOGOK DENGAN BEBERAPA RIBU WON UNTUK MENCULIK EUN HO.., AKU AKAN MENARUH EUN HO YANG TIDAK SADAR ITU DI KARDUS BESAR TEPATNYA DI GUDANG SUSU DAN MENUTUPNYA RAPAT-RAPAT AGAR BESOK IA BISA TERBAWA BERSAMA KARDUS-KARDUS LAIN KE DESA NAGAN ,JADI TIDAK ADA YANG PERLU DICURIGAI ,MENGINGAT BERAT BADAN EUN HO RINGAN ,IA KURUS MAKA PENGANTAR SUSU ITU PASTI TIDAK AKAN CURIGA,,

DENGAN BEGITU BESOK EUN HO PASTI AKAN TERBAWA DI MOBIL BOX ITU ,IA AKAN LENYAP TANPA ADA YANG MENGETAHUINYA ,EUN HO JUGA TIDAK AKAN BISA MENGANDALKAN SIAPAPUN DI DESA NAGAN ITU ..SEMPURNA,..

DAN AKU AKAN MEREBUT YONG CHAN KEMBALI KEDALAM PELUKANKU..,TAK PEDULI APA ,IA HANYA MILIKKU ..,KARIRKU ,YONG CHAN-KU..SELAMAT DATANG KEMBALI DAM AH..

SELAMAT TINGGAL EUN HO..

Yong Chan melempar notebook itu ,mukanya memerah ,ia diliputi kemarahan yang sangat ,Yong Chan menatap jam dinding ,sudah pukul 10.15 ,pasti sebentar lagi mobil box itu berangkat..

Yong Chan berlari keluar ..

***

Drrt…drrt..

Yong Na terbangun mendengar suara ponselnya berbunyi..

Choi Yoon ..?

Buat apa pagi-pagi ia menelepon ,sungguh tidak biasa..

“Yeobseo ,”Yong Na menyapa Yoon..

“Sayang ..,selamat pagi ,”sapa Yoon dengan suara manis ,”Ini sudah waktunya bangun..,”tambah Yoon ..

“Ah..,aku kesiangan!!!”kata Yong Na panic..

“Memangnya kau ada praktek?Bukankah tidak ada?”

“Memang tidak ada ,tetapi tetap saja aku kesiangan..,”katanya

“Ya sudah cepatlah bergegas ,aku menunggumu..,”

“HAH?”Yong Na terkaget-kaget mendengar pernyataan kekasihnya..

“Coba buka pintu kamarmu..,”perintah Yoon..

Yong Na perlahan mengahmpiri pintu kamarnya dan membukanya..

“Surpise..,”Yoon memeluk Yong Na begitu ia membuka pintu kamarnya…Yong Na gelagapan melihat Yoon ,dan sedikit tersipu malu karena mukanya yang kusut sehabis bangun tidur..Yong Sae yang sedang membaca komik ,cekikikan di sofa melihat kelakuan kakaknya..

“Ia mau mengajakmu piknik tahu ..,”papar Yong Sae tersenyum ,ia mengangkat keranjang piknik milik Yoon ..

“Mwo?Piknik?”

***

Sekarang Yong Chan sudah berjalan menyusuri setengah hutan ketika ia menemukan seorang ibu pengambil kayu ,”Nak ,ada apa?”Tanya ibu itu khawatir melihat Yong Chan yang bermuka pucat dengan nafas tersengak-sengal..

“To..,tolong ,apakah anda tahu dimana gudang susu?”

“Gudang susu ,satu-satunya hanya di ujung sana ,tepat sesudah kau keluar dari hutan ,kau lurus saja ,sudah dekat ,”jelas ibu itu..

“Gamshamnida..,”Yong Chan membungkukkan badannya dan buru-buru meninggalkan tempatnya ,berlari menuju ke ujung hutan..

Sebuah truk dan gudang dengan spanduk susu diatasnya terlihat jelas di depan mata Yong Chan ..,2 penjaga susu itu sedang masuk kedalam gudang untuk mengambil sisa kardus di dalam gudang..

Yong Chan memasuki mobil box itu ,ia duduk bersembunyi di balik suatu kardus ,ketika 2 penjaga itu memasukkan 2 kardus terakhir dan menutup pintu belakang mobil box itu..

Yong Chan dapat merasakan mobil box ini perlahan mulai berjalan..

Ia mencoba membuka satu-satu kardus raksasa di tempat itu untuk menemuka Eun Ho..

SRAK..SRAK…

Sebuah kardus bergerak kecil..

“Eun Ho?”gumam Yong Chan ,ia langsung menghampiri kardus itu dan membukanya..

Itu benar-benar Eun Ho..

Eun Ho terbaring lemas di dalam kardus itu ,

“Eun Ho-ya ,”Yong Chan membawa Eun Ho keluar dan memeluknya dengan erat..

“Gwencana..,sekarang semua sudah tidak apa-apa…Aku disini bersama mu ,”Yong Chan tersengal-sengal ,ia mengecup pipi Eun Ho..

Yong Chan membaringkan tubuh Eun Ho di kakinya..,Eun Ho terbatuk kecil..,mulai sadar..

***

Sesampainya di rumah

Hye Jin membaringkan tubuhnya di sebelah Choi Young..

Ia mengehela nafas ,”Jadi ia benar-benar?”papar Hye Jin masih tidak percaya..

“Ya..itu Jae Won ..,”Choi Young mendengus..

“Aku masih tidak percaya ,padahal ia begitu baik …,tetapi kenapa ia bisa berada disitu?”

“Ia adalah pelatih Eun Ho yang disewa oleh YT Ent.,”jelas Choi Young,..

“Eun Ho?Keponakanmu itu?”

“Ya..,”

“Bagaimana bisa?”

“Eun Ho adalah artis sekarang..,”kata Choi Young..

“Mwo?”Hye Jin membelalak..

“Yah ,apakah kau tidak tahu?”Choi Young melemparkan Koran ke temannya itu ,dimana Eun Ho dan Yong Chan terpampang di depan Koran..

“Omo..,”Hye Jin melihatnya dengan pandangan tidak percaya ,”Sudah lama kita tidak bertemu ternyata banyak kejadian yang aku lewati,,”dengusnya..

***

Mr Bae dan semua kru kembali ke tempat peristirahatan sebelum melanjutkan syuting ,sehabis ini adalah scene Yong Chan dan Eun Ho..

2 orang kru ditugaskan menghampiri kamar Eun Ho dan Yong Chan namun mereka kembali dengan berita yang mengejutkan Mr Bae ,”Mr Bae ..Yong Chan tidak ada di kamarnya ..”kata seorang kru panic …,”Eun Ho juga Mr Bae ,”kata yang lain..

“Apa?Bagaimana bisa?”Mr Bae membelalak kaget ,”Kita harus segera melanjutkan syuting..”papar Mr Bae menghela nafas..

Dam Ah bergumam dalam hatinya ,”Yong Chan?Apa jangan-jangan?”

Dam Ah berlari menuju ke kamarnya ,

Dan firasatnya benar..Pintu kamarnya didobrak ,notebook nya berserakan ..

“Sial!”Dam Ah bergumam pada dirinya sendiri ,”Goo Yong Chan!!Bodoh!”

***

Akhirnya mobil itu berhenti ..Hari sudah sore ,matahari mulai terbenam..

Yong Chan dan Eun Ho terbangun ketika pintu mobil box itu terbuka..

“Hey ,ambil saja beberapa kardus dulu ,bawa masuk kedalam toko ,sehabis itu kita pergi ke penginapan ,biarkan mobil box ini disini saja,”kata seorang petugas..

“Okeh ,”kata petugas lainnya..

Petugas itu mengambil beberapa kardus dan membawanya masuk kedalam toko ,Yong Chan membopoh Eun Ho keluar dari mobil ketika petugas itu sedang berada di dalam toko ..

Mereka berjalan perlahan..

“Alangkah baiknya kalau kita mencari penginapan ,besok kita kembali ke petugas itu dan memyuruhnya mengantar kita pulang..,”gumam Yong Chan pelan pada Eun Ho..

“Araso ,,”Eun Ho berkata lemas..

Mereka bertemu seorang kakek ditengah jalan ,kakek itu mengantar mereka ke sebuah penginapan kecil..

“Ajhumma ..,saya mau menyewa 2 kamar ,”gumam Yong Chan dengan nada lemas..

“2 kamar ..,ini bill nya ,”

Yong Chan merogoh sakunya ,ia tidak mempunyai uang lagi ,”Ehm..satu kamar saja..,”kata Yong Chan ,sekarang uangnya habis..

“Ini kuncinya ..,”

“Gamshamnida..,”

Yong Chan membopoh Eun Ho ke lantai 2 dimana kamar mereka berada..
Eun Ho membaringkan tubuhnya .,sementara Yong Chan duduk di sofa ,ia memejamkan matanya ,mukanya terlihat pucat .

Eun Ho menatap kekasihnya dengan sayang ,”Yong Chan-a ,apakah kau sakit?”

“Tidak ,”gumamYong Chan berbohong..

“Mukamu pucat ,”kata Eun Ho panic..

“Tidak usah pedulikanku ,kau juga pasti lelah ,sekarang istirahatlah ,besok kita akan pulang ,”kata Yong Chan menatap Eun Ho khawatir..

***

“Apakah masih belum ketemu?”Mr Bae panic..

“Belum ,tidak ada jejak sama sekali ..,”kata seorang kru..

“Ah..,bagaimana ini ?kemana mereka sebenarnya ?”Mr Bae menundukkan kepalanya..

Dam Ah hanya bisa melihat Mr Bae dengan resah ,ia bertekad untuk tidak membongkar ini semua ,sekalinya ini terbongkar ,maka hancurlah dia..

Yong Chan ,walaupun ia kembali ,tetapi ia sudah mengetahui rencana busuknya ,pasti Yong Chan juga akan membencinya ,pecuma saja..!!

Maka Dam Ah hanya diam ,pura-pura tidak tahu..

Sementara semua kru hampir menyerah mencari Yong Chan dan Eun ho karena tidak menemukan informasi apapun..

***

Matahari pagi menyinari kamar mereka ,Eun Ho membuka kedua matanya ,merasa jauh lebih abik pagi ini ,

Ia melihat kearah Yong Chan yang tertidur di sofa ,Eun Ho bergumam pelan ketika mengingat mereka harus segera sampai di lokasi mobil box untuk kembali ke lokasi syuting..,”Yong Chan ..”bisik Eun Ho..
Tetapi Yong Chan tidak membuka matanya..

“Yong Chan ,”bisik Eun Ho lagi..

Eun Ho menghampiri Yong Chan dan menaruh satu tangannya di kening Yong Chan ,”Panas sekali…,ia pasti demam ,”Eun Ho dengan panic keluar kamar dan mencari bantuan..

“Ajhumma..,tolong ..,keka..,eh suami saya sakit..,”kata Eun Ho panic ,ia terpaksa berbohong ,mengingat ia dan Yong Chan tidur satu kamar..

“Hah?Bagaimana bisa?”

“Ia mungkin demam ,bisakah kau membawa kompres dan obat ke kamar kami?”kata Eun Ho ..

“Baiklah ,sebaiknya kau ke atas ,sebentar lagi saya akan menyusul ,”

“Gamshamnida..,”Eun Ho berjalan ke kamarnya..

Ia  dengan susah payah membaringkan tubuh Yong Chan ke kasur ,

Ajhumma itu masuk dengan membawa kompres dan obat ..

Eun Ho menyuapi obat itu kepada Yong Chan dan memberinya air putih ,perlahan mulai mengompresnya..

“Kau beristirahatlah dulu disini beberapa hari..,”gumam Ajhumma itu..

“Tetapi ..,Ajhumma ,apakah jarang ada transportasi yang masuk ke desa ini?”Tanya Eun Ho..

“Tentu saja ,ini adalah desa terpencil ,lagipula ada urusan apa kalian berdua kesini?”

“Aduhh ,bagaimana ini ,pasti mobil box itu sudah berangkat ,”Eun Ho melihat jam dinding ..,”Matilah aku ,bagaimana kita bisa keluar dari desa ini ,duit sudah tidak ada ,transportasipun tidak ada ,ponselku dan Yong Chan tertinggal ,sial sekali ,”Eun Ho tertunduk lemas..

“Tinggalah disini beberapa hari dan coba cari pekerjaan untuk biaya makan dan telepon ,jika kau mau menelepon ,kau harus ke wartel di pusat kota ,sekarangpun kau tidak punya duit ,bagaimana bisa makan dan mengurus transportasi?”jelas Ajhumma itu ,”Anak muda ,kalau soal uang saya benar-benar tidak bisa meminjamkannya padamu ,tetapi mungkin saya bisa membiarkan kamu dan suamimu tinggal di kamar ini ,”

“Hm..iye ,gamshamnida ,Ajhumma..”gumam Eun Ho..

Ajhumma itu meninggalkan Eun Ho dan Yong Chan berdua,,

“Yong Chan-a ,ottokhae?”air mata mulai merebak di kedua pipi Eun Ho…~END CHAPTER

Nagan Ma-eul



EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
CHAPTER 16 ~ Lovelyn
 

Keesokan harinya, matahari bersinar terik di pagi yang sudah beranjak siang hari itu. Sinarnya yang keemasan menyerembet masuk ke kamar yang ditempati Eun Ho dan Yong Chan melalui jendela kamar yang hanya dihalangi kain transparan tipis. Waktu itu sudah jam 11 pagi. Yong Chan bergerak di ranjangnya. Matanya agak disipitkan ketika sinar menyilaukan jatuh tepat ke matanya. Tangan Yong Chan bergerak ke atas dan menepuk kepalanya yang terasa pusing. Pandangannya diedarkan ke seluruh ruangan, tapi dia tidak mendapatkan apa yang dicarinya.

Yong Chan berpaling kearah pintu ketika didengarnya suara halus terdengar dari sana. Eun Ho memasuki ruangan dengan nampan yang berisi makanan di tangannya. Dia agak kaget ketika mendapatkan Yong Chan sudah bangun dari tidur dan sekarang sedang memperhatikannya dengan kening berkerut.

"Ohhh .. apakah saya terlalu ribut sehingga membangunkanmu?", tanya Eun Ho dengan perasaan menyesal.

"Tidak, saya sudah bangun dari tadi kok ..lalu .. kamu dari mana saja? mengapa pergi tidak bilang-bilang? saya sangat mengkhawatirkanmu tadi, kamu tahu tidak?", Yong Chan mengajukan pertanyaan bertubi-tubi dengan tampang kesal yang tidak dibuat-dibuat.

Eun Ho tidak segera menjawab pertanyaan-pertanyaan dari Yong Chan. Dia berjalan kearah ranjang satu-satunya yang ada di kamar itu dan duduk di samping Yong Chan. Nampan yang dibawanya ditaruh di meja kecil kumal yang ada disamping, kemudian dia menghadapi Yong Chan.

"Miane ..saya tidak bermaksud membuatmu khawatir ..", kata Eun Ho pelan.

Yong Chan menghembuskan nafasnya. Dia merasa menyesal. Tidak seharusnya dia memarahi Eun Ho dengan alasan yang tidak jelas. Pandangannya perlahan jatuh ke tangan Eun Ho yang saling meremas. Yong Chan tertegun. Sepasang tangan Eun Ho yang putih mulus itu terlihat beberapa luka goresan panjang yang baru kali ini dilihatnya. Dengan cepat Yong Chan meraih tangan Eun Ho. Suara teriakan tertahan terdengar dari mulut Eun Ho ketika tangan Yong Chan mengenai luka goresan di tangannya.

"Akhhhhh ... sakit ..."

Yong Chan menatap tajam ke Eun Ho. Perasaannya berkecamuk antara marah dan sedih.

"Ada apa ini? .. apa yang terjadi dengan tanganmu?"

Eun Ho mengigit bibirnya. Dia merasa segan melihat tampang murka Yong Chan.

"Saya .. saya tadi membantu ahjumma memindahkan beberapa kardus yang berisi makanan ke gudang belakang dan ... tanganku tidak sengaja tergores sudut-sudut kardus yang tajam itu ...", jawab Eun Ho polos.

"Mengapa kamu tidak menyuruhku melakukannya? mengapa harus melakukannya sendiri?", tanya Yong Chan dengan nada suara yang belum hilang dari kekesalannya.

"Karena kamu masih sakit .. lagipula kita tidak mempunyai uang untuk membeli makanann .. karenanya  saya harus bekerja membantu ahjumma memindahkan barang-barang itu untuk mendapatkan makanan buat kita ..", jawab Eun Ho polos.

Yong Chan langsung memejamkan mata mendengar penjelasan Eun Ho. Tangannya bergerak menutupi wajahnya. Perasaan menyesal merasuki hatinya. Dia menunduk perlahan.

"Miane ... tidak seharusnya saya marah padamu .. miane Eun Ho a ..", katanya pelan.

Eun Ho mengeleng perlahan.

"Tidak .. kamu sama sekali tidak bersalah .. saya sangat berterimakasih padamu karena telah menolongku, jika tidak ada kamu .. saya tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi padaku .. karena menolongku pula kamu menderita demam ... saya sangat menyesal ..."

Yong Chan memperhatikan Eun Ho dengan cinta yang mendalam. Sedangkan Eun Ho sama sekali tidak menyadarinya. Dia meraih nampan yang ada di atas meja dan menyodorkannya ke Yong Chan.

"Makanlah ini .. kamu belum sembuh benar, jadi harus makan yang banyak .. hari ini tidak ada kendaraan yang bisa dipakai untuk keluar desa .. ahjumma bilang besok pagi baru ada truk tukang daging yang akan datang ke sini ..."

Yong Chan mengambil nampan dari tangan Eun Ho, tapi dia tidak memakan makanan yang ada diatasnya. Dia menaruh nampan itu kembali ke meja kecil di sampingnya. Yong Chan menatap Eun Ho dengan serius. Perasaan yang mendalam terpancar dari sepasang matanya yang bening.

"Kamu tidak perlu berterimakasih apalagi minta maaf padaku .. semua yang kulakukan itu ikhlas untukmu .. saya akan melindungimu dari bahaya apapun, kamu harus percaya itu Eun Ho ... saya mencintaimu .. sarangheyo Eun Ho a ....."

Perkataan Yong Chan diucapkan dengan penuh perasaan. Sepasang matanya yang mengarah lurus ke mata Eun Ho mengatup perlahan. Wajahnya semakin dekat, semakin dekat, semakin dekat dan akhirnya menyentuh wajah Eun Ho yang masih tidak bergerak di tempat. Hidungnya menempel di hidung Eun Ho. Yong Chan memperhatikan reaksi Eun Ho dari balik bulu matanya. Eun Ho memejamkan matanya perlahan. Yong Chan membuka bibir dan dengan lembut melumat bibir Eun Ho yang agak bergetar.

Nafas Eun Ho mulai memburu ketika bibir Yong Chan menempel di bibirnya. Ini yang menjadikan Yong Chan semakin berani dalam permainannya. Lidahnya menjulur masuk ke mulut Eun Ho dan mulai bertaut dengan lidah Eun Ho yang panas. Tubuh Eun Ho agak menegang ketika lidah Yong Chan memasuki mulutnya. Dia tidak pernah merasakan yang seperti ini. Tapi jujur dia menikmatinya. Yong Chan mempererat pelukannya di tubuh Eun Ho. Tangannya menyusup  masuk ke punggung Eun Ho dan mengelusnya pelan. Eun Ho dapat merasakan tangan hangat Yong Chan mengenai kulit bagian punggungnya. Nafas mereka semakin memburu.

Eun Ho mulai membalas lumatan-lumatan Yong Chan di bibirnya ketika permainannya mulai menganas. Eun Ho membuka bibirnya dan berusaha memasukan semua bibir penuh Yong Chan ke dalam mulutnya. Yong Chan agak terpaku dengan keagresifan Eun Ho. Tapi dia tidak menghentikan kecupan-kecupan dan lumatan-lumatannya di bibir Eun Ho. Selesai dengan bagian bibir, Yong Chan mulai menurunkan ciumannya ke bagian dagu dan leher Eun Ho. Dengan lembut lidahnya menyelusuri leher jenjang Eun Ho. Suara mendesis terdengar jelas dari mulut Eun Ho. Dia sangat menikmatinya. Tangannya menjambak lembut rambut lebat Yong Chan yang masih saja melanjutkan kecupan di lehernya.

Eun Ho baru saja menarik wajah Yong Chan ke atas dan melumat bibirnya dengan ganas ketika pintu kamar di buka dari luar. Suara teriakan tertahan menyebabkan mereka yang sedang kasmaran itu memalingkan wajahnya yang masih menerawang.

tampang menerawangnya yong chan

   

cap by me

"Ohhhhh ... miane .... saya ... saya .. tidak bermaksud menganggu ...."

Si ahjumma berdiri di sana dengan tampang bersalah. Dan sebelum Yong Chan dan Eun Ho dapat berkata apa-apa, si ahjumma sudah menghilang dari hadapan mereka. Yong Chan dan Eun Ho saling berpandangan setelah itu. Wajah Eun Ho memerah. Dengan tangan kanannya dia mendorong Yong Chan sehingga tersungkur ke ranjang.

"Lihat!! apa yang telah kamu lakukan??"


***********


Hari kedua setelah menghilangnya Yong Chan dan Eun Ho di lokasi syuting, membuat semua kru semakin gelisah. Semua orang sudah berusaha mencari keberadaan mereka berdua tapi tidak seorangpun yang menemukannya. Adegan -adegan yang tidak berhubungan dengan Yong Chan dan Eun Ho juga sudah diambil semua dan sekarang tidak ada yang dapat mereka lakukan lagi.

Beberapa dari mereka menganjurkan untuk menelepon polisi tapi Mr. Bae tidak setuju. Dia tidak ingin masalah ini membesar. Lihat satu hari lagi, katanya. Dam Ah semakin gelisah dengan semua masalah ini. Perasaan takut selalu menghinggapi hatinya. Hingga akhirnya dia tidak tahan lagi dan menemui Mr. Bae di kamarnya.

"Mr. Bae .. ada yang ingin saya bicarakan .."

Mr. Bae yang sedang sibuk dengan naskah di tangannya berpaling kearah Dam Ah. Keningnya agak berkerut tapi tangannya terjulur mempersilahkan Dam Ah duduk di kursi yang ada di hadapannya.

"Saya ... saya .. sangat menyesal ..", Dam Ah memulai pembicaraannya dengan terbatah-batah.

Kerutan di kening Mr. Bae semakin dalam. Dia sama sekali tidak mengerti arah pembicaraan Dam Ah.

"Menghilangnya Yong Chan dan Eun Ho ada hubungannya dengan saya ..... saya .. saya yang menyuruh orang menculik .. Eun Ho dan .. saya rasa ..Yong Chan.. mengetahuinya sehingga mengikuti ... orang-orang tersebut .."

Mr. Bae sangat terkejut mendengar pengakuan Dam Ah. Naskah yang ada di tangannya terjatuh ke lantai. Dia tersentak bangun dengan mata terbelalak lebar.

"Apaaaaaaaaaaa  kamu serius, Dam Ah?  .. ini bukan main-main, kan?"

Dam Ah mengeleng dengan isak tanggis yang mulai terdengar.

"Saya serius Mr. Bae .. saya sangat takut .. apa yang harus kulakukan? Yong Chan mengetahui semuanya .. tolonglah saya Mr. Bae ..."

Mr. Bae meledak amarahnya. Sinar mata menusuk terarah ke mata Dam Ah.

"Kamu harus bertanggungjawab dengan perbuatanmu, Kang Dam Ah Ssi ..... setelah kami menemukan Yong Chan dan Eun Ho, saya akan melaporkan semua perbuatanmu kepada pihak polisi .. biar mereka saja yang menyelesaikan masalah ini ... lalu dimana tempat yang kamu sediakan untuk menampung Eun Ho?"

Dam Ah menyebutkan nama tempat yang dimaksud dengan suara pelan. Wajahnya tertunduk dan perasaan menyesal semakin merasuki hatinya. Mr. Bae mengelengkan kepalanya. "Cinta yang tidak tersampai selalu saja mengundang malapetaka ..", umpatnya dalam hati.


*********


Choi Young yang baru saja selesai dengan rapat perpanjangan kontraknya dengan YT Entertainment keluar dari ruang rapat dan berlari sepanjang lorong gedung. Dia ada janji makan siang dengan Hye Jin hari ini dan dia sudah terlambat selama satu jam. Tapi kecepatan larinya langsung dikurangi dan berhenti sama sekali ketika tertangkap oleh pandangannya seseorang yang tidak asing di matanya.

"Kamu .... ?? Apa yang kamu lakukan disini?"

Tangan Choi Young mengarah ke pemuda jangkung di hadapannya. Yang ditunjuk memperhatikannya dengan kening berkerut. Sepertinya dia tidak begitu ingat dengan Choi young.

"Ponsel! .... kamu tidak ingat dengan ponselku yang terinjak olehmu?", tanya Choi Young kesal.

Mata pemuda yang tidak lain adalah Nathan itu membesar. Kejadian kemarin malam di restoran Cina yang didatanginya dengan Dong Wo memasuki pikirannya.

"oooo .. iya, bener .. ponsel .. ha..ha..ha..", kata Nathan terbahak-bahak.

"Kamu masih bisa tertawa ?", tanya Choi Young dengan pandangan mendelik.

Nathan segera menutup mulut dengan tangannya ketika melihat kemurkaan Choi Young.

"Mian .. saya tidak bermaksud begitu .. tapi kemarin malam kamu pergi begitu saja sehingga saya tidak sempat menanyakan alamatmu .. saya berniat menganti ponselmu yang terinjak olehku itu .."

Choi Young mengibaskan tangannya. Kekesalannya belum hilang.

"Lupakan itu .. saya tidak ingin berurusan lagi denganmu ... heiii .. kamu belum menjawab pertanyaanku, mengapa kamu ada di sini?"

"Oh  .. itu .. saya ada urusan sedikit dengan iklan NB II .."

"NB II ...?", mata Choi Young terbelalak lebar. "Jadi kamu pasangan Eun Ho di iklan NB II?", tanyanya lagi.

"Benar ... hmmm .. kamu mengenal Eun Ho Ssi?", Nathan balas bertanya.

"Tentu saja .. Eun Ho adalah keponakanku ..", jawab Choi Young dengan bibir mencibir.

"Keponakanmu?  ..", Nathan menghentikan perkataannya ketika dengan cuek Choi Young berlalu dari hadapannya.


******


Hye Jin dan Choi Young keluar dari restoran Jepang pada pukul 1:30 siang. Mereka baru saja menyelesaikan makan siang di restoran tersebut. Choi Young berpamitan kepada Hye Jin karena dia masih mempunyai sedikit pekerjaan yang belum diselesaikannya di YT Entertainment. Kedua sahabat itu berpisah di perempatan jalan, tidak jauh dari gedung mewah YT Entertainment.

"Nonaaaaaaaaaaa !!!",

Teriakan itu menghentikan langkah Hye Jin yang bermaksud menyeberang jalan ketika rambu-rambu lalu lintas sudah hijau. Hye Jin berpaling dan .. dia terkejut sekali ketika melihat siapa yang memanggilnya itu. Hye Jin berlari ke seberang jalan dan tidak memperdulikan panggilan tersebut. Tapi ketika dia berpaling ke belakang dia sangat terkejut karena ternyata orang itu ikut menyeberang dan berlari kearahnya.

"Mengapa kamu melarikan diri?", tanya orang itu dengan nafas terengah-engah.

"Saya tidak mau mempunyai urusan denganmu .... kamu .. kamu telah menyakiti hati sahabatku ..", bela Hye Jin ketika melihat pandangan menyalahkan dari orang yang ternyata Jae Won tersebut.

"Maksudmu .. Young? .... ahhh itu sudah masa lalu, si Young saja yang  masih tidak bisa melupakannya .."

Hye Jin menatap pemuda di depannya dengan seksama. Sebenarnya dia tidak percaya kalau pemuda ini seberengsek yang dikatakan Choi Young. Tapi dia juga tidak mau berpihak ke Jae Won.

"Masalah kalian tidak ada kaitannya denganku ..", akhirnya Hye Jin mengeluarkan kata-kata bijak ini.

Jae Won tersenyum. Wajah chubbynya semakin mengemaskan ketika dia tersenyum seperti itu.

"Benar .. semua itu tidak ada sangkutpautnya denganmu  .. jadi .. bisakah kita berteman? namaku Jae Won .. Kim Jae Won .."

Jae Won mengulurkan tangannya kearah Hye Jin. Ada keraguan ketika Hye Jin menjabat tangan Jae Won.

"Saya tahu namamu ... nama saya Hye Jin .. Song Hye Jin .."

Jae Won semakin memperlebar senyumnya ketika mendengar Hye Jin mengucapkan namanya.

"Nama kamu bagus ..", pujinya tanpa basa-basi.

Wajah Hye Jin memerah. Pujian itu membuatnya serba salah. Jae Won memperhatikan tingkah laku Hye Jin dari tempatnya dengan senyum yang masih melekat di bibir.


**********


Malam harinya ...
Dong Wo mengundang Nathan makan malam bersama di rumahnya yang mewah. Meja panjang dengan deretan kursi yang tertata rapi di sampingnya itu penuh dengan makanan khas Perancis yang mahal dan lezat. Beberapa botol anggur berkelas tinggi tersampir dengan anggun di tempatnya. Dong Wo mengangkat gelas yang telah terisi anggur dan mengangkatnya ke atas diikuti oleh Nathan.

"cheersss ..... ", kata Dong Wo dan Nathan hampir bersamaan sambil membenturkan gelas yang ada di tangan masing-nasing. Suara tinggggggg ... terdengar ...

Setelah menghirup sedikit anggur dari gelas masing-masing, mereka berdua mulai memakan hidangan yang ada diatas meja tanpa bersuara. Dua puluh menit kemudian mereka menyelesaikan makan malamnya dan memindahkan pembicaraan ke ruang tamu yang luas.

"Kamu kelihatan tidak begitu sehat, dongsaeng a ..", Nathan memperhatikan wajah Dong Wo yang sedikit pucat.

"Saya tidak apa-apa ...hanya saja .. ada sesuatu yang mengelisahkanku, itu saja ...", kata Dong Wo sambil tersenyum ke hyungnya.

"Masalah perusahaan? .. tidak biasanya ada masalah yang tidak bisa diselesaikan olehmu ...", canda Nathan.

"Bukan, bukan masalah perusahaan .. mungkin ada sedikit kaitannya tapi itu masalah sepele, saya dapat menyelesaikannya dengan segera ...", jawab Dong Wo serius.

Nathan menatap adik sepupunya dengan pandangan bertanya. Tidak biasanya Dong Wo bersikap seserius ini terhadapnya kecuali yang berkaitan dengan masalah pekerjaan.

"Saya rasa  .. saya sedang jatuh cinta ...", Dong Wo akhirnya mengeluarkan rahasianya ini.

"Apa? .. jatuh cinta? .. siapa gadis yang beruntung itu? .. anak gadis dari pemilik perusahaan mana?", Nathan langsung memberondongi Dong Wo dengan semua pertanyaan ini setelah hilang dari rasa kagetnya.

"Bukan anak orang kaya .. dia hanya gadis biasa .. tapi kalau sudah bersamanya, saya merasa ada suatu perasaan yang lain .. tenang dan nyaman.. itu tidak pernah saya rasakan jika bersama dengan gadis lain ....", jawab Dong Wo dengan wajah tertunduk.

"Bukan dari golongan sendiri? ... ohhh tapi itu tidak jadi masalah, kan? ... tidak ada yang akan menentang hubunganmu .... ", Nathan berusaha memberikan semangatnya.

"Memang tidak ada yang akan menentang hubunganku dengan gadis itu .... tapi ..saya tidak tahu apakah gadis itu punya perasaan yang sama denganku atau tidak .."

Nathan menepuk bahu Dong Wo dan tersenyum kepadanya.

"Tidak akan menyerahkan, dongsaeng?"

Dong wo membalas senyuman Nathan. Jawabnya dengan tekad bulat.

"Tentu saja saya tidak akan menyerah .. yang gampang menyerah itu bukan So Dong Wo namanya .. hyung juga tahu itu, kan? ..."


***********

 
Pada waktu yang sama,Yong Na dan Choi Yoon baru saja pulang dari menonton film di sebuah bioskop terkenal di tengah kota Seoul. Film tentang percintaan itu terasa begitu indah bagi keduanya yang sedang dimabuk cinta. Choi Yoon mengantar Yong Na pulang dengan mobilnya. Setelah sampai di gerbang depan Choi Yoon menghentikan laju mobilnya. Keduanya masih tersenyum bahagia sejak keluar dari bioskop tadi.

"Bye .. Yoon sayang ...", Yong Na mendaratkan ciuman di pipi Choi Yoon.

"Tidak perlu kuantar masuk?", tanya Choi Yoon.

Yong Na mengelengkan kepalanya. Senyumnya belum hilang dari wajahnya.

"Kamu sudah capek dan perlu beristirahat .. besok pagi kamu harus keluar kota, kan? .. saya bisa masuk sendiri kok .."

Choi Yoon mengangguk sambil menatap Yong Na dengan penuh kasih sayang. Dengan perlahan dia mendekatkan wajahnya ke wajah Yong Na. Mata Yong Na terpejam dan mulutnya agak mengangga ketika bibir Choi  Yoon mendarat lembut di bibirnya. Choi Yoon melumat bibir Yong Na perlahan. Yong Na membalas lumatan itu dengan desahan tertahan. Tiba-tiba ketukan di kaca jendela mengejutkan mereka. Yong Sae sedang berdiri di luar dengan sepasang mata polos yang memandang lurus kearah mereka.


*************


bersambung ke chapter 17 ......   

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
CHAPTER 17 ~ Luveliprincess

“Yo..Yong Sae-ya…” Kata Yong Na terkejut begitu melihat adik kecilnya itu berada di luar mobil. Yong Na buru – buru membuka kaca mobil.

“A… Ada apa?” Tanyanya.

“Onnie, aku dapat telepon dari manajemen Yong Chan oppa. Katanya dia dan Eun Ho onni sudah beberapa hari menghilang. Mereka menanyakan apa
Yong Chan Oppa pulang kerumah atau tidak.” Jawab Yong Sae.

“Mu..Muorago?? Yoon-a, coba kau cek ponsel Eun Ho. Tanya padanya keberadaan mereka dimana” Perintah Yong Na pada Choi Yoon.
Choi Yoon langsung menekan nomor Eun Ho dari ponselnya. Dia menunggu beberapa saat lalu dia mendesah pelan.

“Ahh, handphonenya tidak aktif” Kata Choi Yoon

Yong Na langsung keluar mobil, dia menghampiri Yong Sae dan memegang bahunya. “Yong Sae-ya, kapan tepatnya kau menerima telepon itu?”

“Tadi siang, saat aku pulang sekolah” Jawab Yong Sae

“Lalu mengapa kau tidak langsung menelponku?”

“Aku takut pekerjaan onni terganggu” Kata Yong Sae polos.

“Baiklah, aku harus menghubungi manajer Yong Chan” Kata Yong Na.

Yong Na buru – buru masuk kedalam rumah diikuti Yong Sae dan Choi Yoon. Sesampai di dalam, Yong Na mengambil buku telepon di atas meja ruang tengah rumahnya. Di dalam buku itu terselip kartu nama dan nomor telepon manajernya Yong Chan.
Yong Na segera menekan nomor tersebut. Terdengar nada sambung, tidak lama kemudian terdengar jawaban.

“Yeoboseyo?” Katanya

“Yeoboseyo.. Ah, ini aku Yong Na, kakak Yong Chan. Apa terjadi sesuatu dengan adikku?” Tanya Yong Na panik.

“Ah, Yong Na-ssi.. Iya, kami sedang mencari letak keberadaan Yong Chan dan Eun Ho ssi. Mereka menghilang sejak beberapa hari lalu” Kata manajernya Yong Chan.

“Muo? Menghilang? Bagaimana bisa?”

“Entahlah, aku tidak tahu bagaimana persis kejadiannya. Tapi yang pasti kami semua sedang berusaha keras mencari mereka. Apakah dia tidak
menghubungimu Yong Na-ssi?”

“Kalau dia menghubungiku untuk apa aku menelponmu??!” Teriak Yong Na tidak sabar.

Choi Yoon langsung mengusap – usap bahu Yong Na, untuk menenangkannya.

“Ah, Maaf Yong Na-ssi aku tidak bermaksud begitu. Aku hanya bertanya.” Kata Manajer Yong Chan merasa bersalah.

“Baiklah, Jika ada kabar selanjutnya, hubungi aku!”

“Baik Yong Na-ssi..”

Terdengar suara orang di seberang sana. Sepertinya Manajer Yong Chan sedang berbicara kepada seseorang.

“Ah, Yong Na-ssi… baru saja aku mendapat kabar, kami sudah mengetahui keberadaan mereka”

“Jeongmallyo? Ah,syukurlah…” Kata Yong Na sambil menarik napas lega.  “Kalau begitu jika ada kabar selanjutnya, tolong hubungi aku”

“Ne..”

Yong Na menutup ponselnya. Wajahnya kini tidak sepanik tadi.

“Apa mereka sudah menemukannya?” Tanya Choi Yoon

“Ya, Begitulah. Tapi aku belum tahu pasti bagaimana kabar seluruhnya. Dia bilang jika ada kabar lagi, akan menghubungiku..”

Choi Yoon mengangguk tanda mengerti. “Baiklah, Lagipula besok aku akan menyusul ke Jeollanam-do. Jadi kau tidak usah khawatir, jika aku sampai sana, aku akan mencari kabar tentang Yong Chan”

“Gomawo..Yoon-a…” Ujar Yong Na

“Baiklah, aku harus pergi…” Kata Choi Yoon pamit.

“Ah, iya. Maafkan aku membuatmu cemas Yoon-a..” Kata Yong Na sambil tersenyum

“Tidak apa – apa.. Baiklah, aku pulang ya. Yong Sae, aku pulang..” Kata Choi Yoon sambil mengelus elus kepala Yong Sae lembut.

“Ne, Choi Yoon oppa.”


*****

Keesokan harinya, Eun Ho terbangun dengan posisi tidur sambil memeluk Yong Chan yang masih tertidur dengan dada telanjang. Dia langsung tersentak kaget melihat itu. Dia buru – buru melepaskan pelukannya dan beranjak bangun. Dia memeriksa tubuhnya yang terbalut selimut. Dan betapa kagetnya ia melihat dirinya hanya memakai tank top dan celana panjang tipis.

“Omo! Naega wae?Apa terjadi sesuatu semalam?” Kata Eun Ho bingung. “Aaaiissshhh aku bisa gila!” Katanya sambil memukul mukul kepalanya.

“Ya! Yong Chan-a.. Irona..ppali!! Ya!”

“hmmmmm” Jawab Yong Chan menggeliat malas.

“Aiissh I saram a jinja! Ya! Goo Yong Chan! Irona!!” Teriak Eun Ho

Lalu Yong Chan terbangun dengan suara malas. “Ada apa?”

“Apakah….Apakah.. terjadi sesuatu semalam?” Tanya Eun Ho pelan

“Semalam?”

“Ya, Semalam…Mengapa kau dan aku terbangun dengan berpakaian seperti ini?” Tanya Eun Ho lagi.

Yong Chan menatap Eun Ho bingung, lalu dia memperhatikan tubuh Eun Ho. Eun Ho buru – buru menutup tubuhnya dengan selimut.

“Yaissh! Apa yang kau lihat!” Kata Eun Ho jengkel

“Kau…. Apa kau.. benar – benar tidak ingat?” Ejek Yong Chan dengan senyuman nakalnya.

“Apa?”

“Jangan pura – pura begitu, aku tahu kau malu..” Goda Yong Chan lagi

“Y..ya.. Goo Yong Chan.. jangan bercanda denganku…” Eun Ho mulai ketakutan.

“Waaahh.. sayang sekali kalau kau benar – benar tidak ingat. Padahal semalam kau sangat hebat…”

“Ya! Goo Yong Chan!!”

“Buuuukkkk!!” Tiba – tiba baskom bekas kompresan Yong Chan tadi malam melayang ke kening Yong Chan. Dan dengan seketika saja Yong Chan sudah
terbaring di kasur dengan kesakitan.

“Aaaaahhh… Ya! Lee Eun Ho! Wanita macam apa kau ini? Punya kekuatan sebesar itu? Aaakkh.. kepalaku… Sakitt… Aaaakkhh..” Kata Yong Chan memegang keningnya.

“Rasakan! Ini akibatnya jika kau bercanda denganku!” Kata Eun Ho puas. “Cepat, jelaskan padaku apa yang sebenarnya terjadi. Kalau tidak, baskom ini akan melayang untuk yang kedua kalinya!”

“Arraseo arraseo.. Aigoo.. wanita macam apa dia?” gumam Yong Chan pelan.

“Muorago?”

“Ah..tidak – tidak…”

Yong Chan menceritakan kejadian semalam sambil sesekali mengaduh sambil memegang keningnya yang sekarang benjol. Eun Ho mendengarkan dengan seksama. Lalu dia tersenyum lega.

“Jadi.. benar begitu kan? Aku mencuci pakaian kita berdua karena kita sudah tidak ada baju lagi? Lalu karena kelelahan aku langsung tertidur? Begitu?” tanya Eun Ho

“Terserah kalau kau tidak percaya..”

“Benar – benar tidak ada yang kau lewatkan? Maksudku kita benar – benar tidak terjadi apa – apa kan semalam?”

“Aha, aku tahu.. Kau memang menginginkan kita terjadi sesuatu kan Eun Ho?” Yong Chan mulai menggoda Eun Ho lagi.

“Ya!” Eun Ho bersiap – siap untuk mengambil baskom lagi, namun Yong Chan keburu berteriak.

“Ahh aku tahu… aku tahu.. aku hanya bercanda! Kau ini memang tidak ada selera humor” Kata Yong Chan kesal.

Tiba – tiba pintu kamar diketuk. Suara Ahjumma pemilik penginapan terdengar dari luar.

“Nona.. Apakah sudah bangun? Ada orang yang mencarimu…” Teriaknya.

Yong Chan dan Eun Ho berpandang – pandangan heran. Siapa orang yang mencari mereka?

“Ne, Ahjumma.. aku akan segera keluar…” Jawab Eun Ho.

Eun Ho buru – buru mengambil pakaian yang dijemur di dalam ruangan. Untuk saja pakaian itu sudah kering.

“Cepat pakai bajumu, kita keluar..” Kata Eun Ho pada Yong Chan.

Eun Ho keluar terlebih dahulu untuk menemui ahjumma. “Siapa yang mencariku ahjumma?”

“Entahlah, mereka sepertinya datang menjemputmu..Coba kau lihat saja, mereka menunggu di depan penginapan” Kata Ahjumma
Eun Ho beranjak menuju keluar penginapan. Ternyata disana sudah ada beberapa kru dari The Sword dan manajernya Yong Chan.

“Ah, Kalian… Akhirnya kalian menemukan kami..” Kata Eun Ho senang.

“Dimana Yong Chan?” Tanya Manajer Yong Chan..

“Dia di dalam..perlu kupanggilkan?” Kata Eun Ho

“Tidak usah, itu dia sudah keluar..”

Tidak lama Yong Chan juga keluar penginapan. Dia juga gembira atas kedatangan kru yang menjemput mereka berdua.

“Ah Yong Chan-a.. Kau tau ini semua perbuatan Dam Ah-ssi?” Tanya Manajer Yong Chan.

“Aku tahu.. Justru itu aku mencari Eun Ho sendirian. Tapi, Bagaimana kau bisa tahu?” Yong Chan balik bertanya.

“Dia yang mengatakan semuanya kepada Mr. Bae”

“Benarkah? Ternyata nyali dia hanya sampai sini..” Kata Yong Chan geram. “Lihat saja, aku akan membuat perhitungan dengannya”

“Mr. Bae bilang akan melaporkan kejadian ini ke polisi”

“Muo? Ke Polisi?? Apakah.. Apakah,,, itu tidak terlalu berlebihan?” Kata Eun Ho

“Eun Ho-ya! Dia sudah hampir membunuhmu, tentu saja dia harus kita laporkan ke polisi” Teriak Yong Chan

“Tapi.. Tapi coba kau pikir? Apakah melapor polisi jadi mempersulit keadaan kita? Belum lagi jika hal ini sampai bocor ke para wartawan, aku takut mereka akan memburu kita. Karena ini sudah menyangkut hal pribadi. Kau ingat permintaanku kan Yong Chan?” Tanya Eun Ho

Yong Chan terdiam. Eun Ho benar, kalau sampai cerita ini terdengar ke telinga wartawan, bukan hanya Dam Ah yang menjadi berita, tetapi hubungannya dengan Eun Ho juga terancam. Apalagi jika mereka tahu Dam Ah adalah mantan kekasihnya, Maka mereka akan menyimpulkan ini adalah cinta segitiga.
Yong Chan menggeleng – gelengkan kepalanya membayangkan dirinya, Eun Ho dan Dam Ah menghiasi layar kaca dalam acara – acara infotainment yang amat sangat tidak disukainya.

“Baiklah, kita pikirkan itu nanti. Yang penting kita sekarang pulang dulu. Mr. Bae sudah menunggu di penginapan” Kata Manajer Yong Chan.


*****

Sementara itu di penginapan, Dam Ah merasa resah bukan kepalang. Pikirannya sangat galau. Dia terus berjalan mondar – mandir di kamar penginapannya.

“Ahh.. mengapa aku harus mengaku! Bagaimana jika mereka benar – benar melaporkanku ke polisi? Habislah aku!” Katanya pada dirinya sendiri.
Tiba – tiba pintu kamar diketuk pelan. Dam Ah membukanya dengan perasaan was – was. Ternyata itu adalah salah satu kru.

“Mr.Bae mencarimu..” Katanya pendek.

“Oh.. Ya.. Aku akan segera kesana..” Ujar Dam Ah.

Dam Ah segera keluar kamarnya untuk menemui Mr. Bae di restaurant kecil di penginapan.

“Duduk” Kata Mr.Bae ketika Dam Ah sudah sampai di sana.

“A..Ada apa Mr. Bae?” Tanya Dam Ah gugup.

“Kau akan lihat nanti..” Kata Mr. Bae pendek


*****

Sementara itu di Seoul.

Nathan sedang duduk – duduk santai di café lobby gedung YT entertainment. Dia sedang menunggu seseorang. Tepatnya seorang wanita. Wanita yang membuatnya cukup penasaran. Dia sama sekali tidak tahu nama wanita itu. Namun entah kenapa sifat cuek yang diperlihatkan wanita itu membuat
Nathan merasa tertarik.

Setelah beberapa lama ia menunggu, akhirnya ia menemukan wanita yang di carinya. Saat itu Choi Young baru saja keluar dari lift dan menuju pintu keluar gedung. Nathan buru – buru bangkit dan mengejar Choi Young.

“Hei..” Panggil Nathan

Namun Choi Young tidak mendengar panggilan Nathan. Nathan berlari – lari kecil untuk mengejar Choi Young.

“Hei, Nona ponsel..” Panggil Nathan lagi.

Choi Young menghentikan langkahnya. Lalu mencari sumber suara. Dilihatnya pria yang telah menginjak ponselnya  itu berlari menghampirinya.

“Hoo..?”

“Halo Nona…hhh..hh..” Sapa Nathan sambil terengah – engah.

“Kau? Mau apa lagi kau?” Tanya Choi Young sedikit angkuh

“Ayo, ikut aku..” Kata Nathan

“Ne? Untuk apa? Mengapa aku harus ikut denganmu?”

“Sudah ikut saja..” Nathan kemudian menarik tangan Choi Young dan membawanya keluar gedung.

Di luar, mobil pribadi beserta supirnya telah menunggu Nathan. Dia buru – buru membuka pintu dan menyuruh Choi Young masuk. Sementara itu Choi Young hanya bisa mengikuti perintah Nathan dengan terheran – heran.

“Sebenarnya kau mau apa sih?” Tanya Choi Young. Saat itu mereka sudah berada di perjalanan.

“Kau akan lihat nanti..”

“Ya! Memangnya aku ini pacarmu yang bisa kau bawa seenaknya hah?” Kata Choi Young gusar.

“Sudah kau diam saja. Ini semua untuk menebus kesalahanku..”

“Kesalahanmu?”

“Ah, kita sudah hampir sampai..Pak tolong berhenti di depan..” Kata Nathan pada supirnya.

Supirnya mengangguk, dan menepikan mobilnya disebuah pertokoan yang memang tidak jauh dari gedung YT entertainment.

“Ayo turun..” Ajak Nathan.

Choi Young lagi – lagi hanya bisa menuruti perintah Nathan sambil cemberut.

Nathan meraih tangan Choi Young dan mengajaknya ke dalam suatu toko. Ternyata itu adalah toko handphone yang mereknya cukup terkenal di korea.

“Ini…?” Kata Choi Young kaget.

“Pilih yang kau suka.. aku akan membelikannya untukmu..”

“Kenapa aku harus….”

“Sudah pilih saja, ini untuk mengganti ponselmu yang rusak kemarin..” Potong Nathan.

Akhirnya Choi Young menyerah. Dia tahu sifat orang yang seperti ini tidak akan pernah menyerah jika melakukan sesuatu. Maka Choi Young lebih memilih untuk mengikutinya. Lagipula dia memang belum sempat membeli ponsel baru.

“Tolong berikan ponsel – ponsel keluaran terbaru untuk nona ini..” Kata Nathan. Pelayan toko itu pun segera mengambil beberapa ponsel yang memang baru saja keluar di pasaran.

Choi Young menggelengkan kepalanya. “Aku hanya ingin kau mengganti ponsel yang sama” Katanya

“Bukankah itu model lama? Tentu sudah tidak keluar lagi bukan?” Kata Nathan.

“Apakah ada ponsel tipe x900?” Tanya Choi Young pada pelayan toko.

“Maaf Nona, ponsel tersebut sudah tidak keluar sejak beberapa bulan lalu..” Jawab pelayan itu

“Tuh kan, apa ku bilang” Ujar Nathan sambil tersenyum.

Choi Young melirik Nathan dengan tajam sehingga senyuman di bibir Nathan memudar.

“Baiklah, aku pilih ponsel ini saja” Kata Choi Young. Pelayan itu mengangguk, lalu membungkus ponsel flip yang berwarna putih itu.

“Pilihan yang bagus Nona, ponsel ini memang paling laris beberapa minggu ini..” Kata pelayannya sambil tersenyum

“Aku tunggu diluar..” Kata Choi Young pada Nathan. Nathan mengangguk lalu dia pergi ke kasir untuk membayar ponsel tersebut.

“Ini…” Kata Nathan sambil menyerahkan bungkusan itu kepada Choi Young di luar toko. Choi Young menerimanya tanpa tersenyum

“Terima kasih..” Katanya datar

“Jangan ucapkan terima kasih, ini memang sewajarnya” Kata Nathan. “Oh ya, di dalamnya sudah ada nomor ponselku. Speed dial pertama.” Katanya lagi sambil terkekeh.

“Muo??” Kata Choi Young kaget.

“Kalau ada apa – apa, kau tinggal menghubungiku. Aku juga sudah menyimpan nomormu. Tapi aku belum tahu siapa namamu..” Kata Nathan

“Aku akan memberitahumu nanti.. Kalau begitu aku pergi…” Kata Choi Young pamit. Lalu meninggalkan Nathan disana.

“Kalau begitu sama saja kau bilang bahwa kita akan bertemu lagi kan Nona?” Kata Nathan sambil tersenyum ketika Choi Young sudah pergi. Lalu dia kembali masuk ke dalam mobilnya, dan beranjak dari situ.


*****

“Dokter Yong Na…” Panggil seseorang

Yong Na menoleh ke belakang. Dilihatnya Dong Wo sedang menghampirinya.

“Dong Wo-ssi?” Ujar Yong Na heran.

“Apa kabar Dokter?” Sapa Dong Wo

Yong Na mengangguk kecil. “Baik, dan jangan panggil aku Dokter..”

“Loh memangnya kenapa? Kau kan memang dokter, lagipula ini kan dirumah sakit. Jadi wajar aku memanggilmu Dokter..” Kata Dong Wo sambil
tersenyum. Matanya yang sipit hampir tidak terlihat ketika ia tersenyum.

“Yah, terserah kau sajalah.. Ada apa mencariku?” Tanya Yong Na

“Tidak.. Aku.. Aku…” Dong Wo tidak mampu mencari alasan. Karena memang dia kesini hanya ingin bertemu dengan Yong Na

Yong Na menaikan sebelah alisnya memandang Dong Wo heran.

“Ah, aku ingin menanyakan kabar Yong Sae..” Kata Dong Wo tiba – tiba

“Yong Sae?”

“Ya, Yong Sae…”

“Dia baik – baik saja.. “ Jawab Yong Na pendek.

“Oh.. yah, begitu ya? Ah.. Baiklah.. Kalau begitu aku pergi dulu..” Kata Dong Wo salah tingkah.

“Kau menemuiku hanya untuk menanyakan itu?” Tanya Yong Na heran

“Tidak.. Ah, maksudku.. Iya.. Aku hanya kebetulan lewat sini.. Jadi aku mampir untuk menanyakan kabarmu, maksudku.. Yong Sae..” Kata Dong Wo semakin salah tingkah. Keringat mulai mengucur di dahinya. Entah mengapa dia sangat gugup saat itu.

“Baiklah.. Aku juga harus kembali kerja..” Kata Yong Na.

“Kalau begitu, sampai jumpa..” Kata Dong Wo pamit

“Sampai Jumpa…”

Dong Wo melangkah keluar klinik Yong Na. Dia menggaruk - garuk kepalanya yang tidak gatal.

“Aaaahhh..kenapa aku nekat pergi kesini?” Katanya


*****

Siangnya, kurang lebih saat lewat jam makan siang, Choi Yoon telah sampai di Jeollanam-do. Dia memarkir mobilnya di depan penginapan tempat semua kru dan pemain The Sword menginap.

“Permisi, dimana Mr. Bae?” Tanya Choi Yoon kepada salah satu kru yang sedang berkumpul di depan penginapan.

“Ada di dalam restaurant..” Jawab kru tersebut.

Choi Yoon buru – buru masuk ke dalam penginapan dan mencari restaurant yang dimaksud. Akhirnya dia menemukan Mr. Bae dengan seorang wanita yang dikenal Choi Yoon, tapi dia selalu lupa nama perempuan itu.

“Mr. Bae…” Kata Choi Yoon sambil membungkuk memberi salam.

“Ah, Choi Yoon-ssi.. Kau sudah datang..” Kata Mr. Bae

“Iya, Mr. Bae… Aku ingin menanyakan sesuatu.. Apakah, Eun Ho dan Yong Chan sudah berhasil di temukan?” Tanya Choi Yoon sedikit cemas.

“Ah.. Ya, Beberapa kru kami sedang menjemputnya kesana. Mungkin mereka dalam perjalanan kemari..”

“Benarkah? Ah syukurlah kalau begitu… Lalu ini….?” Choi Yoon menghentikan perkataannya dan melirik Dam Ah yang wajahnya sangat tegang saat itu.

“Ah, Dam Ah-ssi..? Aku ada urusan dengannya. Dan sepertinya juga ini berhubungan denganmu, karena masalah ini menyangkut soal Eun Ho,
keponakanmu..” Kata Mr. Bae seakan ia tahu apa yang ada di pikiran Choi Yoon.

“Maksudmu?” Tanya Choi Yoon heran.

“Dam Ah-ssi.. Dia yang melakukan semua ini…” Kata Mr. Bae tenang.

“Apa??!” Choi Yoon terbelalak kaget. Sementara itu Dam Ah menundukkan kepalanya dengan ketakutan. Tangan dan Kakinya sedikit gemetar.

“Maafkan aku.. Aku.. tidak bermaksud begitu…” Ujar Dam Ah dengan bibir yang bergetar.

“Kau pikir aku bodoh?! Kau sudah berkali – kali mencelakai Eun Ho. Kau pikir aku akan percaya kalau kau tidak sengaja??” Bentak Choi Yoon. Dia benar – benar marah saat itu.

“Paman hentikan!” Tiba – tiba Eun Ho sudah tiba di restaurant itu bersama Yong Chan dan manajernya.

“Eun Ho-ya…Eun Ho-ya.. Kau tidak apa – apa?” Tanya Choi Yoon pada Eun Ho

“Aku baik – baik saja paman..” Jawab Eun Ho sambil tersenyum tipis.

“Eun Ho-ssi,, Yong Chan-ssi.. Syukurlah.. Syukurlah.. Aku senang kalian kembali dengan selamat” Kata Mr. Bae lega.

Yong Chan dan Eun Ho sama – sama membungkukkan badannya pada Mr. Bae. “Terima kasih Mr. Bae” Sahut Yong Chan.

Tiba – tiba Yong Chan menghampiri Dam Ah yang masih duduk dengan ketakutan.

“Ayo kita bicara!” Kata Yong Chan tegas.

“Aku….” Gumam Dam Ah

“Cepat.. Atau aku akan menyeretmu keluar..” Kata Yong Chan

Dam Ah langsung bangkit berdiri. Dia mengikuti Yong Chan menuju samping gedung penginapan. Tidak ada orang disana. Yong Chan langsung
menumpahkan semua kekesalannya.

“Kau gila?!!” Kata Yong Chan geram. “Kau benar – benar tidak punya hati Dam Ah.. Bagaimana bisa kau melakukan itu pada Eun Ho? Kau benar – benar ingin membunuhnya??!! Kenapa Dam Ah?? Kenapa?? Apa salah Eun Ho??”

“Karena dia merebutmu dariku..” Kata Dam Ah pelan. Air matanya mulai menggenang. “Karena dia, apa yang aku inginkan hilang. Karirku, dan orang yang kucintai.. Semua direbut olehnya! Aku tidak suka dia memiliki semuanya!”

“Kau benar – benar gila! Dengar Dam Ah, sekalipun aku tidak pernah bertemu Eun Ho. Aku memang tidak mencintaimu lagi! Hubungan kita sudah berakhir!”

Dam Ah mulai menitikan air mata. “Kenapa kau lakukan ini padaku Yong Chan-a.. Aku benar – benar mencintaimu.. Tak bisakah kau kembali padaku? Aku berjanji, jika kau kembali ke pelukanku Aku tidak akan mengganggu Eun Ho lagi…”

“Jangan harap itu terjadi..” Jawab Yong Chan cepat. Matanya menatap Dam Ah tajam. Raut wajahnya keras dan dingin.

“Yong Chan-a…”

“Kalau kau menyakiti Eun Ho lagi, aku tidak akan segan membunuhmu. Aku bersumpah!” Kata Yong Chan. Lalu dia berbalik dan pergi dari situ.
Namun baru beberapa langkah Yong Chan berjalan, Dam Ah berlari menghampirinya dan memeluknya dari belakang.

“Ku Mohon Yong Chan-a.. Lupakan Eun Ho… Kembalilah padaku…” Kata Dam Ah disela isak tangisnya.

“Lepaskan!” Bentak Yong Chan, dia mencoba melepaskan pelukan Dam Ah. Namun Dam Ah memeluknya dengan erat dan sulit dilepaskan.

“Lepaskan!!” Kata Yong Chan lagi.

“Tidak, aku tidak akan melepaskanmu..” Sahut Dam Ah.

Tiba – tiba seseorang menepuk pundak Dam Ah dari belakang, sehingga Dam Ah mengendurkan pelukkannya dan menoleh ke belakang.

“Plaaaaakkk!!!” Tiba – tiba tamparan keras mendarat di pipi Dam Ah. Dam Ah terbelalak kaget. Apalagi ketika ia melihat bahwa yang menamparnya adalah Eun Ho.

“Apa kau ini masih disebut manusia?? Mana ada manusia yang melakukan segala cara untuk memaksakan orang lain mencintainya?” Geram Eun Ho marah.

“Eun Ho-ya…” Kata Yong Chan. Sepertinya dia juga kaget karena Eun Ho melakukan ini. Dia sama sekali tidak percaya Eun Ho melakukan itu.

“Kkkau..! Kau berani menamparku hah?” Teriak Dam Ah.

“Kenapa? Kau mau balas menamparku? Silahkan! Jangan kira aku terlalu baik dan selalu bisa memaafkanmu Dam Ah-ssi.. Kali ini kau sudah keterlaluan..” Kata Eun Ho

“Kau…!” Dam Ah melayangkan tangannya untuk menampar Eun Ho. Tapi Yong Chan buru – buru menahan lengannya.

“Sudah kubilang kan, kalau kau menyakitinya. Aku akan membunuhmu!” Kata Yong Chan.

Dam Ah melepaskan cengkraman Yong Chan dengan marah. “Kalian!” Katanya geram. “Lihat saja nanti!” Kata Dam Ah lalu meninggalkan tempat itu dengan dendam yang membara.


*****

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline pink_girly

  • Full
  • ***
  • Posts: 341
  • <3 MinSun
    • View Profile
Mami,wahh, mami udah update FF MinSun yg d'LI...? Gumawo
       sbnrnya dakuww udah bc s'mua FF MinSun yg ada d'LI *alias lacak s'mua FF MinSun*...  [hmpfh]
       tpi pas g mw dftr d'LI ngga bsa mi *alias eror*... [dry]


        Udah dulu ya...Oppa mino udah nungguin nich biasa mw dinner...  whistling whistling
        nnti d' [hammer] [hammer] [head break] [head break] lgi sm Fakir MinSun...
« Last Edit: February 09, 2010, 05:02:09 am by purple_pink »

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Chapter Eighteen ~ Miny

Dam Ah memutuskan untuk pulang ke Seoul sendirian dengan bus,menenangkan dirinya walaupun sebentar saja.Ia muak melihat Yong Chan yang terus membela Eun Ho..

Ia muak dengan semua ini .Hatinya sungguh tersayat ..,sepanjang perjalanan pulang ,ia tak bisa berhenti menahan air mata yang membanjiri pipinya ..Ia merasa semua ini tak adil…Ia hanya ingin dicintai, ia ingin merebut kembali cintanya..Apakah itu salah?

Dam Ah terus terisak ..,mukanya semakin memerah ,seperti semua darah berpindah pada wajahnya yang panas..

“Tissue?”seorang lelaki asing yang jangkung menyodorkan tissue pada Dam Ah yang tertunduk lemas..,

“Terima kasih ,”Dam Ah meraih tissue itu dan menatap lelaki yang duduk di sebelahnya…,rambutnya pirang yang acak-acakan dan mata besarnya terlihat seperti mata ikan ,biru keabu-abuan..

“Nope..,no problem..Kau kelihatan sangat lelah ..,”katanya dalam bahasa Korea yang kaku ,ia tersenyum lebar..,lesung pipit tertanam di kedua pipinya ..,

Dam Ah tercengang ,isakannya mulai berhenti ,dalam hatinya mulai terhibur dengan kedatangan lelaki itu..,”Ah ..,iya..,”gumam Dam Ah tersipu malu..

“Oh ya..,,”lelaki itu menyodorkan tangannya ,”Dillon Eyre..,”ia menjabatkan tangannya pada Dam Ah..

“Dam Ah ..,”ia membalas jabatan tangan Dillon dengan senyum ..,kedua mata Dam Ah masih sembab ,”Maaf ,aku tak terlalu bisa bahasa inggris..,”aku Dam Ah..

“Ah tak apa..,aku cukup bisa bahasa Korea ,”jelasnya..

“Kau sudah lama tinggal disini ?Kelihatannya bahasa Korea mu cukup bagus ..,”puji Dam Ah ,ia mulai melupakan masalahnya dan tertuju pada percakapannya dengan Dillon..

“Well ,yah ..Sudah kira-kira 4 tahun ,aku kuliah disini ,dan sudah lulus beberapa bulan lalu..,”katanya..

“Um..,darimana asalmu?”Tanya Dam Ah ,ia semakin tertarik dengan lelaki tampan dihadapannya itu..Begitupun dengan Dillon yang terus tersenyum..,kelihatan menikmati perkenalannya dengan Dam Ah..

“Aku dari England..,”

England..,jauh sekali ,pikir Dam Ah..

Mereka masuk kedalam keheningan sesaat ,deru suara bus yang berjalan begitu cepat terdengar jelas di telinga mereka..Dillon merogoh tas nya dan mengeluarkan sebuah coklat..

Ia menyodorkan coklat itu pada Dam Ah..,kedua mata sembabnya memandangi Dillon ,”Ah terima kasih..”

“Coklat ,obat paling manjur untuk menutupi kesedihan dengan kemanisannya..,”senyum Dillon..

***
*Sona=penyeludup sewaan Dam Ah ,muncul di Chp.13*

Dam Ah duduk di ruangannya di YT Ent ,ia masih terkagum-kagum dengan Dillon..

“Ah bodoh..,kenapa kau tidak menanyakan alamat atau nomor telefonnya..Sial!!”desah Dam Ah kesal..

Seseorang mengetuk pintu ,”Masuk..”

Wanita berpakaian kasual dengan kamera menggantung pada lehernya ,kedua tangannya tampak memperhatikan beberapa foto ..,ia masuk dan duduk di hadapan Dam Ah..

“Siang Dam Ah-ssi..,”sapanya ramah..

“Siang juga Miss Sona..,”senyum Dam Ah..

“Kau kelihatan senang ,kukira kau sedang kesal dengan ini semua..,”kata Sona dengan kebingungan ..,ia masih mengingat percakapannya dengan Dam Ah lewat ponsel kemarin..

“Yah begitulah ..,Sona ,bagaimana kalau kita makan siang dulu baru sehabis itu kau membantuku untuk mencari jalan keluar ini semua..,”tawar Dam Ah ,ia tak henti-hentinya tersenyum..,seolah semua kejadian kemarin sudah dilupakannya..

“Baiklah ,lagipula aku belum sempat sarapan ..,”akunya..

“Baguslah ..,taruh saja barang-barangmu di meja ..,kelihatannya semua itu sangat berat ..,”kata Dam Ah mengeriyitkan alis nya memandangi Sona dan semua barang bawaannya..

Sona melepaskan kamera ,dan menaruhnya dengan semua foto juga tas nya di meja Dam Ah ,lalu mereka berdua segera meninggalkan ruangan itu menuju café di lobby..

***

“Sudah lupakanlah semua ini…Hari ini adalah hari terakhi kita di Jeollanam-do ,kita harus melakukan semua ini dengan lebih baik ,”jelas Mr Bae kepada seluruh kru..

Yong Chan dan Eun Ho duduk di pojok ,dibawah pohon sambil memperhatikan Mr Bae yang sedang berbicara..

“Kita benar-benar harus melupakan kejadian yang kemarin dan mulai bekerja lagi..,”papar Mr Bae..

Seusainya Mr Bae berbicara ,seluruh kru mulai bekerja .Yong chan an Eun Ho menunggu giliran mereka sambil berbincang..

“Aku masih belum bisa melupakan apa yang ia lakukan padamu ,”geram Yong Chan dalam kekesalannya..

Eun Ho mengelus punggung Yong Chan sambil menghela nafas..,”Sudahlah ,semua sudah berlalu..”

Eun Ho mengecup pipi Yong Chan dengan sayang ..,lalu berbisik ,”Lagipula aku juga tidak apa-apa kan..”

Kru yang lewat memperhatikan kemesraan mereka hanya terkekeh kecil ..Eun Ho tersipu malu ketika kebetulan yang lewat adalah pamannya ,Choi Yoon..,”Ehm..,”

“Yya..”Eun Ho tampak mengusir pamannya ..

Yong Chan hanya tersenyum kecil..

***

Seorang reporter muda ,berkacamata tebal ,rambut hitamnya yang ditata begitu rapi membuatnya terlihat culun ,dengan semangat ia menyusuri lorong YT Ent ,sambil melirik setiap nomor yang tercantum di pintu dengan seksama..

“Yang mana ruangan Dam Ah-ssi ..,”tanyanya pada seorang cleaning service..

“Anda sudah dekat ..,3 ruangan dari sini adalah ruangan Dam Ah-ssi ..,sepertinya kau ingin mewawancarainya ya ..,tadi Dam Ah-ssi berpesan agar kau menunggu di dalam ruangannya..,”jelasnya sambil mengacungkan jarinya pada sebuah pintu yang ada di ujung koridor..

“Ah ..gamshamnida ,”senyumnya semangat..

Reporter lelaki itu dengan semangat melangkahkan kedua kakinya menghampiri ruangan itu ..

Ia membuka pintu dengan perlahan ,lalu masuk kedalam ruangan itu..,tidak ada seorangpun disana..

Aroma bunga menusuk hidungnya ,”Perlu dicatat kalau Dam Ah-ssi suka dengan aroma bunga ,”gumamnya sembari mengambil sebuah notes dan menuliskan sesuatu..

“Ini adalah hari pertamamu sebagai reporter..,kau harus semangat ,”katanya menyemangati dirinya sendiri ..,mukanya begitu terobsesi ..,”Haru mendapatkan berita-berita bagus ,”serunya lagi..

Reporter itu memperhatikan seluruh penjuru ruangan ..,dari setiap bingkai foto yang dipajang ,sampai pada vas bunga milik Dam Ah..

Ia menggambil beberapa foto dan tersenyum puas ..,”Awal yang bagus..”

Reporter itu duduk di depan meja Dam Ah ,matanya terus melirik kesana kemari sampai ia menyadari apa yang ada pada meja Dam Ah..

“Eh ada foto..,”gumamnya ,mengambil foto itu dengan begitu penasaran ingin mengetahui isi dari foto itu..

Kedua matanya tercengang ketika dihadapkan dengan foto-foto itu ..,”E..EUN HO DAN YONG CHAN?”Terpampang foto muka Yong Chan yang hanya berjarak beberapa centi dari muka Eun Ho…,ini membuatnya terkesima.Reporter baru seperti dirinya dusah mendapatkan berita yang begini besar ,yang tidak diketahui siapapun..

Sekarang ia membuka tas Sona dengan cepat,berharap akan menemukan artikel lainnya..Dan sepertinya keberuntungan betul-betul memihaknya ,sebuah kertas lecak yang terselip dengan titel yang ditulis secara besar-besaran..’GOO YONG CHAN DAN LEE EUN HO’

Kertas yang menceritakan detil demi detil kejadian itu..

Tangannya gemetar melihat apa yang digenggamnya ,,”Beberapa bulan lalu ,ada gossip tentag mereka berdua ..,tetapi disangkal ,dan sekarang muncul bukti lainnya ..Berarti.ini semua adalah benar adanya..Bahwa Eun Ho dan Yong Chan adalah pasangan....,”gumamnya semangat..

“Ini merupakan berita bagus ,pasti bos akan begitu memujiku ,”pikirnya ,ia merogoh semua foto itu juga dokumen-dokumen milik Sona dan memasukkan kedalam tas nya lalu segera meninggalkan ruangan Dam Ah..,”Maafkan saya Dam Ah-ssi ,tetapi saya tak bisa melewatinya begitu saja..”gumamnya lalu menutup pintu..

***

“Tak apa Mr Bae …,biar Eun Ho dan aku naik taksi saja ..,”kata Yong Chan sore itu sesampainya mereka semua di gedung YT..

Mr Bae beserta para kru hendak mengadakan rapat di YT ,maka Yong Chan dan Eun Ho pulang terlebih dahulu naik taksi..

“Mau kemana?”Tanya supir taksi itu ,dengan suara yang terdengar sangat lelah ,sama seperti Eun Ho dan Yong Chan yang seharian ini belum istirahat..

Yong Chan memberi tahu supir itu alamat rumah Eun Ho ketika Eun Ho menepuk bahunya ,”Yya..,kau bagaimana?”

“Gampang..,”Yong Chan menunjukkan senyum liciknya ..

***

Dam Ah dan Sona masih duduk dengan resah di ruangannya ..,”BAGAIMANA BISA?”Teriak Dam Ah marah..,ia menahan nafasnya..

Sona hanya diam dengan tampang berpikir ..,”Seseorang pasti mencurinya ..,dari sekian banyak dokumen ,hanya tentang Eun Ho dan Yong Chan yang hilang..,”gumam Sona ..

“Aku senang kalau karir perempuan brengsek itu hancur ,tetapi bagaimana dengan Yong Chan?”desahnya khawatir..

“Kalau berita ini tersebar ,yang akan terpengaruh bukan hanya perempuan itu saja ,tetapi Yong Chan juga..,”gumam Sona lagi..,ia mengeriyitkan alisnya..,”Kita tak bisa apa-apa..,”kata Sona pasrah..

“APA MAKSUDMU?”Dam Ah berteriak ,

“Apa yang bisa lakukan ,pencuri itu sudah pasti akan menyebarkan berita ini ..,”kata Sona..

“SIAL..!!BRENGSEK!!”Dam Ah menggebrak mejanya dalam kemarahan ,ia tak bisa berpikir lagi ,kemarahan seolah menyubat otaknya begitu saja..Sona uduk dengan kepala tertunduk..,”Kita tak seharusnya begitu sembarangan ..,”papar Sona pelan..

***

Eun Ho membuka pintu gerbang rumahnya ,”Huaa ,akhirnya sampai juga ..,”

Ia bersama berjalan Yong Chan sementara reporter culun itu berdiri di belakang tiang sambil memotret mereka..

Kemesraan mereka bertambah panas seiring naikknya rembulan ,Yong Chan menggendong Eun Ho dengan tiba-tiba ,”Yya..Yong Chan ..,”Eun Ho tersipu malu ..Gang malam itu sangat sepi ,para tetangga pun tidak ada yang berada di luar..
Rembulan yang menggantung di langit malam memancarkan cahaya lembutnya..

Reporter itu tidak menyianyiakan setiap momen Yong Chan dan Eun Ho tentunya..

Ketika Yong Chan dan Eun Ho sudah masuk kedalam rumah ,”Ah mereka masuk ,sial..,aku harus tahu lebih banyak ,,”katanya dengan begitu bersemangat..

Ia memanjat pagar samping secara diam-diam ..,dan berhasil masuk ke halaman rumah Eun Ho ..,ia tersenyum puas..

***

Eun Ho duduk di sekitar meja di dapur ..,menatap dengan sayang Yong Chan yang sibuk mondar mandir melirik kulkas..,”Hmm ,apa yang mau kau makan?”tanyanya..

“Apa saja ..”gumam Eun Ho ,ia tersenyum kecil melihat Yong Chan yang mengenakan celemek pink ..

“Kalau begitu ,”Yong Chan mengeluarkan beberapa bahan dari kulkas..,”Betul-betul apa saja ya..,”Yong Chan tersenyum licik..

Tetapi Eun Ho tidak memperhatikan apapun selain muka kekasihnya yang begitu tampan.Yong Chan hanya tersenyum senang merasa dirinya dipelototi.

Mereka berdua dimabuk cinta tanpa tahu ada penyeludup dibalik jendela dapur yang sedang memperhatikan mereka berdua..

***

“Kau pasti sangat lelah ,”gumam Yong Na sambil mengelus Choi Yoon dengan sayang..

“Yah begitulah ..,perjalanan jauh dari Jeollanam-do memang melelahkan ,”Choi Yoon tersenyum lalu menatap Yong Na ,”Tetapi lelahku sudah hilang sekarang ..,”katanya lagi..

“Waeyo?”Tanya Yong Na bingung..

Choi Yoon mengecup bibir Yong Na dan membisikinya ,”Karena ada kamu..”

Kedua pipi Yong Na merona merah..

Choi Yoon mengunci tangannya pada leher Yong Na sehingga muka mereka begitu berdekatan..Mereka bisa merasakan nafas satu dan lainnya..

Nafas Yong Na memburu dikejar nafsunya sendiri..

Bibir mereka hanya berjarak tinggal 1 centi lagi ..ketika,

GREKKK..

Dari balik pintu kamar Yong Na ,ayahnya muncul dan berdeham keras menatap mereka berdua..,”EHM..”

***

Yong Chan dan Eun Ho duduk berhempitan di meja dapur  ,masing-masing menggengam piring kotor yang sudah kosong..Eun Ho menutup matanya kelelahan ,”Makanan buatanmu benar-benar enak..,”gumam Eun Ho pelan..

“Tentu saja ,”papar Yong Chan puas ,ia menatap Eun Ho dengan pandangan yang dimabuk cinta..

“Tetapi kau masih tidak tahu apa yang tepatnya aku masak kan?”Tanya Yong Chan lagi..

“Memang aku peduli ..,yang penting sekarang aku sudah kenyang..,”katanya sambil memegangi perutnya..

Yong Chan terkekeh..,”Kamu mau tidur?”

“Ya..,memang kau mau apa?”

Yong Chan hanya diam ,”Uhm..,lihat sebentar lagi saja …,reaksinya ,”bisik Yong Chan dengan suara menggoda..

Eun Ho mengeriyitkan alisnya..

***

Yong Sae yang sedang berada di kamarnya ..Kamar yang tepat berada di sebelah kamar kakaknya ,Yong Na..

Ia melempar komiknya dan menempelkan kupingnya ke permukaan tembok untuk mendengar apa yang didebatkan kakaknya ,Choi yoon ,dan Mr.Goo

“Apa yang terjadi ?Mengapa tadi appa berdeham begitu keras sampai kedengaran kesini?Apakah Yong Na onni dan Choi Yoon oppa melakukan sesuatu?”Yong Sae bergidik ngeri ..

Ia berusaha menyerap setiap suara samara yang didengarnya dari kamar sebelah dengan begitu penasaran..

***

Mata Yong Chan dan Eun Ho bertemu dalam pandangan yang begitu merangsang..

Yong Chan mendekatkan tubuhnya pada tubuh Eun Ho ,mereka duduk begitu berhimpitan..,

Yong Chan mengelus pipi Eun Ho dengan lembut..,menatapnya dalam-dalam..,”Eun Ho..”

Eun Ho hanya terdiam ,pipinya merona merah ,mukanya terlihat begitu cantik dan tegang disaat yang sama..

Yong Chan perlahan mulai mendekati muka Eun Ho ..,begitu dekat..,ia melumat mulut Eun Ho dengan bergairah ,

Eun Ho tidak bisa menolak ,ini sudah merupakan kenikmatan baginya ,ia tidak bisa menolak kenikmatan ini ..,tak bisa..

Yong Chan melumat mulut Eun Ho lebih dalam lagi dengan begitu agresifnya ,seolah ia ingin Eun Ho merasakan aliran gairahnya yang terasa sangat nyata malam itu ..,lumatan yang mendarat pada bibir Eun Ho begitu cepat ,semakin lama semakin dalam..

Yong Chan melepaskan ciuman mereka ,tangannya menyelipkan rambut Eun Ho kedalam telingannya ,lalu ia mulai meraba telinga Eun Ho ..,Eun Ho bisa merasakan nafas Yong Chan memburu cepat di sekitar telinganya ..

“Saranghae ..,”bisik Yong Chan ..,sekarang ia berpindah menyusuri leher Eun Ho ..,perlahan dan perlahan ,menghidupkan gairah Eun Ho menjadi sangat nyata..,sampai-sampai Eun Ho tidak bisa berkutik ,otaknya seolah tersumbat ,pikirannya hanya tertuju pada apa yang dilakukannya dengan Yong Chan sekarang ..Dengan gampang semua kelelahan dan memori dalam otaknya kabur begitu saja ,ketika Yong Chan merangsang gairahnya ,seolah gairah itu membawa listrik yang menyetrum otaknya hingga rusak..

Nafas Yong Chan memburu sekitar leher Eun Ho ,ia bisa merasakan aroma tubuh Eun Ho ..Eun Ho menutup kedua matanya tampak terlarut dalam semua ini..Yong Chan mengunci kedua tangannya pada leher Eun Ho dan mendekatkan muka mereka berdua..Yong Chan meremas pinggang Eun Ho ,membawanya berhimpitan dengan tubuh Yong Chan lebih lagi..,sehingga tubuh mereka seolah terlihat menempel satu dengan lainnya..

Yong Chan mengecup bibir Eun Ho ,satu kecupan kecil berubah menjadi lumatan yang semakin bergairah ..Eun Ho meremas rambut Yong Chan seiring ia bisa merasakan lumatan Yong Chan dan lidahnya yang bermain-main nakal dalam mulut Eun Ho..Ia tak tahan ,ia tak tahan ,Eun Ho menjadi takut ia tidak bisa menghentikan semua kenikmatan ini..

Yong Chan berdiri tanpa melepaskan ciuman mereka ,Eun Ho masuk kedalam gendongan Yong Chan ,mulut mereka tak berhenti melumat satu sama lain ketika Yong Chan berjalan meninggalkan dapur..

Yong Chan meraih gagang pintu ,berkali-kali ia gagal membuka pintu itu  ,karena ia merasa tak peduli ,pikirannya hanya terpusat pada ciuman mereka berdua ,yang melumat satu sama lain dengan cepatnya..Eun Ho yang ada dalam gendongan Yong Chan terus mengunci kedua tangannya dengan erat pada leher Yong Chan agar ia tidak terjatuh ..

Pintu itu berhasil terbuka..,pintu menuju kedalam kamar Eun Ho..

Yong Chan membaringkan tubuh Eun Ho sambil menciuminya tanpa henti …,mereka tak bisa berhenti!!Tak bisa..Eun Ho dan Yong Chan seolah dimabuk kenikmatan ini ..

Setelah sekian lama akhirnya Yong Chan menghentikan ciuman mereka ,keduanya mengeluarkan nafas tersengal-sengal ..Eun Ho begumam ,”Apa yang kau masak tadi?”

“Daging kambing ,”kekeh Yong Chan..

*Daging kambing konon meningkatkan gairah seks..LOL*

Eun Ho hanya tersenyum kecil ,”Dasar licik!!”katanya ,ia menatap Yong Chan yang berada tepat di atasnya ,lalu menyentuh hidung Yong Chan dengan satu jarinya…

“Aku muak menyimpan ini semua ..,aku tak ingin lagi ‘menyimpan api didalam kertas’(peribahasa milik love onni hihihi) ..,aku ingin kertas itu terbakar habis..,”bisik Yong Chan pelan..

***

Reporter itu tercengang ,kaget dengan apa yang baru saja dipotretnya .Ia tak bisa mengikuti gerak gerik Yong Chan dan Eun Ho lebih jauh karena mereka berdua sudah memasuki kamar..

Reporter itu menggelengkan kepalanya dan bergumam kecil pada dirinya ,”Aku tak menyangka..,mungkin rumor itu benar ,tetapi aku benar-benar tak menyangka kalian sampai seberani ini ..Goo Yong Chan ,Lee Eun Ho ..,”

Reporter culun itu memanjat pagar dan berniat untuk pulang ,mempersiapkan segalanya ..

***

Choi Young dan Hye Jin sedang berjalan-jalan disekitar pasar ..

“Pagi yang cerah ,”senyum Hyejin dengan pipi merona merah ,angin sejuk menerpa wajah mereka berdua,..

Kesibukan pasar ditengah sinar matahari pagi ,seluruh orang tampak bersemangat ..Pasar itu tidak hanya menjual makanan ,tetapi beragam ,mulai dari hiburan ,mainan ,dan baju-baju ,semuanya dalam harga murah..

Choi Young berhenti disebuah kedai teh ,ia duduk dan memesan segelas teh hitam..

“Hey ..,aku pergi kesebrang ya ,”kata Hye Jin ,ia bergegas menghampiri seorang loper Koran ..

Choi Young duduk dan memperhatikan Hye Jin yang sedang melihat-lihat Koran dari kejauhan..

Ekspresi muka Hye Jin berubah seketika ketika ia mendengar pernyataan loper Koran itu..

Suara ramai pasar ,membuat Choi young tidak bisa mendengar apa yang mereka bicarakan ..

Hye Jin membeli sebuah Koran dan berlari kearah Choi Young dengan tergesa-gesa..

“Choi Young!!”matanya membelalak ..,ia menyodorkan Koran itu pada sahabatnya ,”kau..,kau harus lihat ini..”

“Wegude?”Tanya Choi young semakin cemas melihat kelakuan Hye Jin..

“Lihat saja..,”papar Hye Jin tidak sabar ..

Choi Young mulai memperhatikan Koran yang berada di genggamannya dengan seksama..

“KEPONAKANKU!!”Choi Young berteriak tidak percaya ..,matanya melihat artikel itu dengan kaget..

***

Yong Sae yang mengenakan seragamnya ,kedua pipinya tampak memerah ..,ia menutup matanya ,tak sanggup untuk melihat dan membaca lebih jauh..,Koran yang ada dalam genggamannya jatuh begitu saja,,

“Nyonya kecil ,kau tak apa?”Tanya ajhumma penjual Koran itu..

Yong Sae hanya mengganguk ,ia tak bisa menerima semua gambar yang disuguhkan Koran itu padanya..

Gambar kakaknya dan Eun Ho yang tengah berciuman mesra di dapur ..

“Apakah benar ini Yong Chan oppa?”gumam Yong Sae melirik Koran dengan headline yang ditulis secara besar-besaran itu..‘GOO YONG CHAN&LEE EUN HO-LOVE AND CAREER :Menyembunyikan Cinta Demi Karir?’

***


EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
CHAPTER 19 ~Lovelyn


Yong Sae berlari, berlari dan terus berlari .. Menyeberangi jalan raya, melewati lorong-lorong, mengitari taman di teras depan, dan akhirnya membuka pintu dengan kunci di tangan. Dia tidak peduli kalau hari ini ada pelajaran yang harus diikuti. Berita yang dibaca di koran yang dibelinya tadi sudah membuatnya lupa segalanya. Nafasnya terengah-engah ketika sampai di dalam rumah. Mr dan Mrs. Goo yang sedang duduk di sofa depan langsung mengarahkan pandangan kearahnya dengan sinar mata bertanya.

"Heiii ... Yong Sae, ada apa? Wajahmu pucat sekali ... ", tanya Mr. Goo sambil menatap lekat ke anak bungsunya itu.

"O ... ppa!!! .... Yong ....  Chan oppa ....... ", jawab Yong Sae sambil menyodorkan koran di tangannya ke Mr. Goo. Nafasnya masih memburu.

Mr. Goo menerima koran dari tangan Yong Sae. Dahinya berkerut. Begitu juga Mrs. Goo. Mata mereka langsung terbelalak lebar ketika membaca berita utama yang tertulis dengan huruf yang sangat besar mengenai putra mereka "Goo Yong Chan".

"A ... a .. pa ini? .... benarkah ... benarkah yang diberitakan koran ini? .... tapi .. kalau melihat fotonya ... ini memang Yong Chan ... ohhhh .. apa lagi yang telah dilakukan oleh anak itu? .. ", Mrs. Goo memegang kepalanya yang terasa pusing. Tulisan di koran terasa ikut menari-nari di pelupuk matanya.

Dengan cepat Mr. Goo menyangga tubuh istrinya yang agak oleng ke samping. Mrs. Goo mengelengkan kepala sebagai tanda bahwa dia baik-baik saja. Yong Sae menghembuskan nafas panjang. Pernafasannya sudah agak teratur sekarang. Dia mengambil kembali koran dari tangan appanya dan membaca sekali lagi berita yang mengemparkan itu.

"Apakah karir oppa akan terancam karena berita ini, appa?", Yong Sae menatap Mr. Goo dengan harapan akan mendapat jawaban yang memuaskan.

Tapi Mr. Goo mengelengkan kepalanya. Yong Sae memindahkan perhatian ke ommanya. Dan sekali lagi dia mendapatkan reaksi yang sama. Perlahan Yong Sae memejamkan matanya dan menjatuhkan diri di sofa yang ada di depan Mr. dan Mrs. Goo.

***********


Pada waktu yang sama ......

Choi Young masih terguncang dengan artikel yang berada digenggamannya. Hye Jin yang berdiri disamping berusaha untuk menenangkan dirinya dengan cara menepuk-nepuk bahunya berulangkali. Perlahan Choi Young mengalihkan perhatian dari koran di tangan kearah Hye Jin. Dan .... Hye Jin sangat terkejut. Wajah Choi Young begitu pucat. Sepasang matanya tak bersinar dan bibirnya seputih kertas.

"Kamu .. kamu baik-baik saja, kan? ... atau .. apakah .. apakah kamu sakit, Young aa?", tanya Hye Jin dengan nada khawatir.

Choi Young menunduk perlahan. Suara yang kemudian keluar dari mulutnya terdengar sangat parau.
"Ya, saya sakit Hye Jin aa ... sangat sakit ... "

Hye Jin sangat terkejut. Dengan cepat dia menempelkan tangannya ke jidat Choi Young. Dia langsung lega ketika mendapati suhu badan Choi Young normal-normal saja.
"Bagian mana dari badanmu yang sakit?", tanyanya kemudian.

Choi Young mendekatkan tangannya ke bagian dada. Tangannya terlihat bergetar hebat.
"Hatiku .... hatiku yang sakit .... ", jawabnya pelan.

Hye Jin mengangga. Pandangannya kemudian jatuh kembali ke koran yang tadi dibelinya, yang sekarang berada di tangan Choi Young. Foto Yong Chan dan Eun Ho yang sedang berciuman mesra di dapur terlihat jelas di koran itu. Hye Jin mengangkat wajahnya dan begitu terkejutnya dia ketika mendapati mata sendu Choi Young menatap lekat ke wajah Yong Chan di artikel itu. Ada luka yang dalam di dalam pandangan itu. Hye Jin mendesah. Sekarang dia mengerti apa yang dimaksud Choi Young dengan kata hatinya sangat sakit. Choi Young ternyata memendam perasaan cinta terhadap Yong Chan. Dan lebih parahnya lagi, sekarang Yong Chan dan Eun Ho, yang merupakan keponakan Choi Young sendiri sedang berkencan dan itu sama sekali tidak diketahui olehnya.

**********


"Bagus Eun Ho ... kamu melakukannya dengan baik sekali ... ", puji Jae Won setelah Eun Ho berhasil melakukan semua adegan yang diajarkannya dengan sempurna.

Eun Ho tersenyum dengan pipi merona. Bukan hanya pujian itu yang membuatnya gembira tapi ada beberapa hal yang terjadi akhir-akhir ini yang membuatnya bahagia. Kemampuan aktingnya yang sudah matang merupakan salah satu penyebabnya. Selain itu, tentu saja juga karena perkembangan hubungannya dengan Yong Chan  yang sudah menuju tahap lebih istimewa.
"Gumawo sunbae ... semua keberhasilanku juga karena bantuan dari sunbae .. karena itu, sekali lagi gumawo ... ", kata Eun Ho dengan wajah berseri-seri.

"Ha ... ha ... ha .... saya akan menerima dengan senang hati semua ucapan terimakasih darimu .. dan .. hmmm ... mungkin ini untuk yang terakhir kalinya ... ",  Jae Won menatap lekat ke mata Eun Ho.

Mata Eun Ho terbelalak. Kata terakhir kalinya itu sangat mengejutkannya.
"A .. apa .. maksud sunbae ... ?", tanyanya gugup.

Jae Won tertawa terbahak melihat keterkejutan Eun Ho. Didekatinya Eun Ho dan meletakkan tangan di bahunya.
"Ha .. ha.. ha.. bukan perjumpaan yang terakhir sayangku, kamu jangan kaget seperti itu ..... maksudku mungkin ini merupakan ucapan terimakasih terakhirmu padaku karena mulai besok kontrakku dengan YT Entertainment sebagai pelatihmu akan berakhir ... "

Eun Ho semakin membelalakan matanya. Berita ini jauh lebih mengejutkan baginya.
"Bagaimana mungkin? .. Saya masih memerlukan bimbingan dari sunbae .. "

Mendengar perkataan Eun Ho, Jae Won langsung mengibaskan tangannya.
"Omong kosong!!! .. aktingmu sudah matang kok .. yang kamu butuhkan sekarang hanyalah rasa percaya diri .. jangan peduli dengan kata orang, Eun Ho aa, percayalah dengan kemampuanmu sendiri ... "

Eun Ho mengangguk. Pelatihnya yang satu ini memang selalu berhasil dalam memberikan nasehat kepadanya. Hatinya langsung tenang.
"Lalu ... habis ini sunbae mau kemana? ... sudah mendapatkan pekerjaan barukah?"

Jae Won tersenyum. Senyum yang memikat. Pertama kalinya Eun Ho melihat Jae Won tersenyum begitu lepas.
"Sudah, ... saya sudah mendapatkan sesuatu yang sangat ingin saya kerjakan sejak dulu ... "

"Apa itu?", tanya Eun Ho cepat.

"Great Music Plus mengontrakku untuk dua tahun ke depan dan saya akan segera mengeluarkan single pertama yang berisikan semua lagu ciptaanku sendiri ... ", jawab Jae Won dengan tampang puas.

Eun Ho langsung terpana. Dia sama sekali tidak menyangka Jae Won mempunyai keahlian di bidang musik.
Dan baru saja Eun Ho akan mengatakan sesuatu, pintu di ruang latihan itu dibuka dengan suara berdebam .... bammmmmmgggg .....

Eun Ho dan Jae Won mengalihkan pandangannya kearah pintu yang telah terbuka. Mr. Moon, manajernya Eun Ho, berlari kearah mereka. Tampangnya sangat gusar. Ada awan gelap yang menutupi wajahnya. Dia menatap Eun Ho lekat-lekat.
"Eun Ho! ada masalah penting, segera berkumpul di ruang rapat utama ... ", katanya dengan suara berat.

Mata Eun Ho melebar. Belum pernah dia melihat tampang Mr. Moon segalak ini. Dia ingin bertanya lebih lanjut. Tapi segera diurungkannya niat itu ketika melihat wajah Mr. Moon semakin kelam.
"Dimana Yong Chan? Apakah kamu melihatnya? Mr. Jung sudah mencarinya kemana-mana tapi tidak ketemu?", tanya Mr. Moon lagi. Suaranya masih terdengar keras.

Eun Ho sudah ingin mengeluarkan suara, menjawab pertanyaan Mr. Moon ketika ponsel yang berada dalam genggaman manajernya itu berbunyi.... kringg .. kringgg ... kringgg ...
Mr. Moon melirik layar monitor di ponsel, lalu segera menempelkan ponsel tersebut ke telinga setelah memencet tombol penerima terlebih dahulu.
"Yeoboseyo, Mr. Jung ..... ohhh .. sudah kamu temukan dia? ..... baiklah, saya sedang bersama Eun Ho sekarang .. kami akan segera kesana ... ok, bye .. "

Mr. Moon mengalihkan perhatiannya ke Eun Ho.
"Ayo, kita pergi sekarang .. yang lainnya sudah menunggu ... "

Eun Ho mengangguk, lalu mengikuti Mr. Moon dari belakang, tanpa bertanya lagi. Jae Won yang ditinggal sendiri mengenyitkan dahinya. Hmmmm .. ada yang tidak beres, katanya dalam hati.

************


Mr. Park yang berpembawaan sempurna dan terlatih dalam pekerjaannya, memperhatikan keadaan majikannya dari kaca spion mobil depan. So Dong Wo, majikan mudanya,  sedang terpaku dengan koran yang berada di tangannya. Mukanya agak pucat. Tangannya bergetar. Matanya tidak beralih sedikitpun dari berita yang ada di headline koran bagian entertainment. Mr. Park berdehem pelan.
"Ehemm .... tuan So, apakah tidak sebaiknya rapat dengan Mr. Han dibatalkan saja?"

Dong Wo mengangkat wajah perlahan. Pandangannya langsung tertuju ke Mr. Park yang duduk di jok depan. Dong Wo tersenyum kecut. Walaupun begitu dia merasa bersyukur karena Mr. Park selalu tahu bagaimana menempatkan dirinya. Sekretarisnya  yang satu ini tidak pernah bertanya mengenai segala sesuatu yang berhubungan dengan masalah pribadinya.
"Tidak Mr. Park, ... saya baik-baik saja .. rapat hari ini sangat penting jadi saya harus menghadirinya .... "

Mr. Park mengangguk  dan memerintahkan sopir untuk melanjutkan perjalanan ke gedung kantor Seoul Corporation. Sepuluh menit kemudian mobil yang mereka tumpangi memasuki tempat parkir di lantai dasar. Mobil dihentikan dan Mr. Park keluar dari mobil. Kemudian dia membukakan pintu untuk Dong Wo. Majikannya itu lalu melangkahkan kakinya menuju gedung kantor yang berada di samping tempat parkir. Masih dengan sikap sempurna Mr. Park mengikuti Dong Wo dari belakang.

Setelah sampai di pintu otomatis dari kaca besar di lobby depan sebuah panggilan yang cukup keras menghentikan langkah mereka.

"So Dong Wo Sshiiii !!! "

Dong Wo segera berbalik kearah suara itu. Diikuti oleh Mr. Park.
"Ohhhh ... bu dokter??? ... kenapa ... kenapa ada disini?",  tanya Dong Wo kaget.

Orang itu, yang ternyata adalah Yong Na, berlari kearah mereka. Nafasnya agak terengah ketika sudah berada di depan mereka.
"Kenapa ada disini? Huhhhhh ... pertanyaan anda aneh sekali, ... klinikku berada disekitar sini, tentu tidak aneh kalau anda bertemu denganku disini ..... saya tadi baru menghabiskan sarapan di restoran di seberang gedung ini ..."

Dong Wo mengangguk perlahan. Memang benar klinik Yong Na tidak jauh dari gedung kantornya. Karena itu pula, waktu dia sakit dulu, Mr. Park mengantarnya ke klinik Yong Na.
"Lalu .... hmmmm ... ada .. ada masalah apa ... bu dokter .. memanggilku?", tanya Dong Wo dengan serba salah.

"Masalah yang dulu!!!  .. kamu belum menjelaskannya kepadaku .... mengapa dulu kamu tiba-tiba datang ke klinikku dan mengatakan ada keperluan dengan Yong Sae..... ada apa sebenarnya antara kamu dan dongsaengku?", Yong Na balik bertanya kepada Dong Wo, tanpa berbasa basi lagi.

Dong Wo semakin gugup ditanya seperti itu. Dia berpaling kearah Mr. Park, seperti mengharapkan bantuan darinya.  Yang dipandang hanya menatapnya dengan sikap tenang dan hormat. Akhirnya Dong Wo menghembuskan nafas perlahan. Mr. Park tidak beraksi karena memang dia tidak pernah mencampuri urusan pribadinya.
 
"Tidak ada apa-apa antara saya dan adek kecil ...... sebenarnya ... sebenarnya waktu itu saya gugup .. karena saya bertemu dengan bu dokter ... saya .. saya .. masih merasa bersalah karena masalah .. yang terjadi dengan adek kecil dulu ... bu dokter masih marah padaku, kan? bu dokter masih tidak bisa memaafkanku, kan?", tampang Dong Wo semakin memelas. Mr. Park bergerak sedikit dari tempatnya. Dia agak kaget melihat perubahan sikap Dong Wo yang tidak pernah dilihatnya.

Yong Na terpaku mendengar pengakuan Dong Wo. Apakah selama ini sikapnya terlalu keras? Mungkin benar. Kecelakaan yang dulu dialami Yong Sae bukan sepenuhnya kesalahan Dong Wo. Choi Yoon juga bersalah karena terlalu emosi dan tidak ada seorangpun yang menginginkan kecelakaan itu terjadi.
"Ahhhhh ... sudahlah!! .. Lain kali kamu tidak perlu menghindar lagi kalau bertemu denganku .... saya tidak mau dianggap hantu olehmu .... ", kata Yong Na.

Wajah Dong Wo langsung berseri. Kegelisahan dan kekalutannya tadi sedikit terobati. Yong Na juga tersenyum. Hatinya lega sekarang. Memaafkan orang memang memberikan kesenangan tersendiri. Perlahan matanya menunduk dan mengarah ke koran dalam pengangan Dong Wo. Tampangnya langsung berubah ketika melihat foto Yong Chan dan Eun Ho yang sedang berciuman mesra terpasang di koran itu. Tangannya bergerak dan merebut koran itu dari tangan Dong Wo.
"I ... i ... ni .... apa .. apa yang .. terjadi? .. Yong Chan dan .. Eun Ho ... , mengapa .. bisa begini?", suaranya tersendat-sendat di tenggorokan.

"Ohhhh ... benar!! ... bukankah Goo Yong Chan itu dongsaengmu?", tanya Dong Wo kaget. Dia baru menyadari kenyataan ini.

Yong Na mengangguk dengan tampang linglung. Dikembalikannya koran itu kepada Dong Wo dan berlari dari situ.

"Heiiii .... bu dokter!! .. mau kemana??", teriak Dong Wo.

Yong Na tidak menjawab, juga tidak berbalik. Dia terus berlari. Menyeberangi jalan raya dan akhirnya menghilang di tikungan.

*********


Gadis remaja dengan pakaian seragam menengah itu memelototi koran di tangannya. Berita yang menghebohkan antara aktor tercintanya, Goo Yong Chan, dengan aktris baru, Lee Eun Ho, membuat hatinya teriris. Impiannya untuk menjadi kekasih Goo Yong Chan dan keinginannya untuk menikah dengan aktor muda yang sedang naik daun itu di kemudian hari sirna sudah.

Goo Yong Chan telah mempunyai pacar dan gadis itu adalah Lee Eun Ho. Dia tidak bisa menerima semua ini. Dia tidak bisa menerima idolanya telah memiliki kekasih dan bermesraan dengannya. Hidup dan dunianya terasa hancur.

"Oooo ... ternyata Goo Yong Chan sudah mempunyai kekasih ..."

"Bagaimana mungkin? Hatiku sakit sekali .... "

"Saya juga! ... tidak rela ... pokoknya tidak rela .... "

Teriakan yang saling bersahutan dari beberapa teman sekolahnya itu membuat hatinya semakin hancur, lebur berkeping-keping. Dua titik air bening mengalir keluar dari pelupuk matanya. Tangannya meremas koran di tangan kemudian melemparkannya ke lantai. Pandangannya perlahan terarah ke bangku depan. "Hmmm ... hari ini Yong Sae tidak masuk sekolah ...., semua ini pasti ada hubungannya dengan masalah ini ... " batinnya dalam hati ....

***********

Eun Ho dan Yong Chan saling berpandangan di ruang rapat utama yang sekarang sudah di kelilingi oleh beberapa orang penting dari YT Entertainment. Mr. Kim, majikan tertinggi mereka, duduk dengan tampang serius di kursinya yang terletak di ujung meja panjang.

"Goo Yong Chan dan Lee Eun Ho, lihat ini!!". Mr. Kim melemparkan koran di hadapannya kearah Eun Ho dan Yong Chan.

Secara bersamaan Eun Ho dan Yong Chan menjatuhkan pandangannya ke koran itu. Mereka sangat terkejut ketika melihat foto mereka terpasang di koran itu. Pose mereka di koran itu semakin mengejutkan lagi.

"I .. i ..ni .... ", perkataan Eun Ho terkunci di bibir.

Yong Chan menatapnya sesaat. Dia menempelkan tangannya di atas tangan Eun Ho. Kemudian pandangannya beralih ke Mr. Kim.
"Semua ini bukan kesalahan Eun Ho .... kalau ada yang ingin disalahkan, salahkanlah saya .... "

Mr. Kim berdecak tak sabar.
"Bukan saatnya untuk mencari siapa yang mesti disalahkan dalam kejadian ini ..... saya tidak peduli apakah kalian berpacaran atau tidak, yang penting jangan sampai terekspos oleh media massa .... "

"Drama 'The Sword' yang rencananya akan ditayangkan minggu ini dengan sistem kejar tayang akan ditunda dulu sampai masalah ini mereda ... pihak StarVision tidak mau kalau skandal ini mempengaruhi tingkat pendapatan rating di televisi ... ", Mr. Bae ikut mengeluarkan suaranya.

Eun Ho menundukkan wajahnya yang memerah. Semua mata sekarang tertuju kepadanya dan Yong Chan.

"Saya tidak mau tahu kalian mengunakan cara apa ... pokoknya masalah ini harus segera diselesaikan, jika tidak kerugian yang kita peroleh akan besar sekali ... ", kata Mr. Kim dengan suara tegas.

"Sebenarnya ... saya .. saya tidak apa-apa, ..... karir Yong Chan yang harus diutamakan .... ", Eun Ho berkata dengan suara memelas.

Mr. Kim menatap Eun Ho dengan tajam. Keningnya agak berkerut.
"Bukankah sudah saya katakan, Eun Ho .... saya tidak peduli dengan hubungan pribadi kalian .... bagi saya kepentingan perusahaan yang harus diutamakan, jadi baik kamu maupun Yong Chan mempunyai hak yang sama, tidak terkecuali ... "

Eun Ho mengangguk perlahan. Mr. Kim mengedarkan pandangannya ke semua orang yang berada di ruangan itu. Dia lalu berdiri dari duduknya.
"Saya harus pergi sekarang .. ada masalah penting lainnya yang harus saya selesaikan jadi masalah yang satu ini saya serahkan kepada kalian semua .... besok pagi buka konferensi pers untuk menjelaskan semua masalah ini ... ", setelah mengatakan itu, Mr. Kim keluar dari ruangan itu.

Selama beberapa saat semua orang tidak mengeluarkan suaranya. Mereka sibuk dengan pikirannya masing-masing.

"Eun Ho dan Yong Chan, kalian sekarang keluar dulu dan kerjakanlah pekerjaan sesuai dengan jadwal kalian masing-masing .... kami masih akan mendiskusikan masalah ini, besok pagi kami akan memberitahukan apa yang harus kalian katakan kepada media massa ... ", Mr. Jung memecahkan kesunyian itu dengan perkataan ke Eun Ho dan Yong Chan.

Mereka berdua mengangguk kemudian keluar dari ruang rapat itu. Meninggalkan orang-orang yang masih sibuk mencari jalan keluar buat pemecahan masalah mereka.

************


"Miane, Eun Ho aa ... ", kata Yong Chan penuh penyesalan, ketika mereka sudah berada di luar.

Eun Ho menatapnya dengan senyum tersungging di bibir.
"Untuk apa kamu minta maaf, ... bukankah tidak terjadi sesuatu antara kita? ... saya bahagia karena malam itu kamu tidak melakukan sesuatu terhadapku, saya bersyukur karena kamu masih menghormatiku .... gumawo, Yong Chan ... "

Yong Chan juga tersenyum mendengar perkataan Eun Ho. Senyum yang bahagia.
"Karena saya mencintaimu ... ", bisiknya halus di telinga Eun Ho.

Yong Chan semakin sumringah ketika melihat Eun Ho menunduk dengan pipi merona. Saat itu lorong luar, dimana mereka berada sangat sepi. Dengan cepat Yong Chan mendaratkan ciuman kilat ke pipi Eun Ho, yang membuat mata Eun Ho langsung terbelalak lebar.

**************


Choi Yoon memencet tombol penerima ponsel dan menempelkannya ke telinga, sementara sepasang matanya tidak berkedip terarah lurus ke koran yang berada di tangan kanannya.

Choi Yoon :"Yeoboseyo .... ya, Yong Na?"
Yong Na     :"Ya, ini saya!! ... apakah .. apakah kamu sudah melihat berita di koran hari ini?"
Choi Yoon :"Sudah, ..... Yong Chan dan Eun Ho, mengapa bisa sampai masuk koran? .... darimana koran ini mendapat foto seperti itu?"
Yong Na     :"Entahlah, ... ahhhhh ... banyak sekali masalah yang terjadi akhir-akhir ini. Yoon aa, apakah kamu bisa datang sekarang? .. ada beberapa hal yang ingin saya diskusikan denganmu .. selain peristiwa yang terjadi dengan Yong Chan dan Eun Ho, juga .... appa .. appa ingin membicarakan masalah kemarin malam denganmu .... "
Choi Yoon :"Appamu? .. bukankah sudah kita jelaskan kemarin malam bahwa tidak terjadi apa-apa dengan kita?"
Yong Na     :"Iya memang tapi .. tapi .. appa masih tidak puas dengan penjelasan kita itu, katanya beliau ingin membahas masalah yang lebih serius lagi .. jadi bisakah kamu datang sekarang, Yoon aa ... ?"

Diam sejenak, sebelum Choi Yoon melanjutkan perkataannya ...
Choi Yoon :"Selama dua hari mendatang saya tidak bisa melakukannya, Yong Na aa .... saya harus ikut dengan aktor Hyunbin yang akan mengadakan pemotretan di luar kota karena penata rambutnya mengalami kecelakaan motor kemarin malam,... miane .. katakan pada appamu setelah pulang saya akan segera menemui beliau .... "

Terdengar Yong Na menghela nafas di seberang.

Choi Yoon :"Yong Na aa "

Yong Na     :"Baiklah kalau begitu ... hati-hati di jalan, Yoon aa .. saya menantikan kepulanganmu ... bye ..."

Choi Yoon :"Bye, Yong Na sayang ... "

Choi Yoon memutuskan hubungan teleponnya setelah terdengar suara tutt di seberang.

**********


Dam Ah menyusuri jalan kecil yang diapit jalan raya dan gedung YT Entertainment dengan kepala tertunduk. Perasaannya sangat kacau. Seperti dugaannya semula, headline berita hiburan di salah satu koran memuat berita tentang Yong Chan dan Eun Ho. Yang membuat hatinya semakin tidak tenang adalah foto yang mengemparkan yang terpasang di koran itu adalah foto Yong Chan dan Eun Ho yang sedang bermesraan yang sama sekali belum pernah dilihatnya. Foto itu bukan foto yang diambil Sona. Sama sekali bukan. Dia ingat betul kalau foto yang diambil Sona itu hanya foto yang memperlihatkan Yong Chan dan Eun Ho berpandangan dalam jarak yang sangat dekat.

Siapa sebenarnya yang mengambil foto itu? Yang jelas pasti wartawan dari koran bersangkutan. Hari sudah beranjak siang. Saat itu Dam Ah bermaksud makan siang sendiri di rumah makan yang terletak di gedung sebelah. Dia tidak ingin bertemu siapapun. Hatinya sangat gelisah dan menyesal kalau sampai terjadi sesuatu dengan Yong Chan. Bagaimanapun dia masih menyayangi Yong Chan.

Lamunannya buyar ketika sebuah telapak tangan menepuk bahunya.

"Heiii you ..... haaa ... ternyata benar kamu miss Dam Ah .... "

Suara itu membuat Dam Ah segera berbalik ke belakang. Wajah asing nan tampan itu mengejutkannya. Matanya melebar. Dia sama sekali tidak menyangka akan bertemu kembali dengan pemuda ini.

"Masih ingat padaku?", tanya pria di depannya dengan tersenyum manis. Sangat manis. Sepasang lesung pipi yang dalam semakin memperindah wajah asingnya yang putih mulus.

"Tentu saja ... Dil ... lon Eyre ..., .. mengapa .. mengapa kamu bisa sampai berada disini?", Dam Ah balik bertanya. Suaranya terputus-putus karena perasaan gugup yang menyerangnya.

Dillon mengangkat tangan keatas dan mulai mengaruk kepalanya yang tidak gatal. Dia juga kelihatan gugup, seperti Dam Ah.
"Saya sedang mengikuti audisi yang dilakukan YT Entertainment dan StarVision buat pemeran Steve di drama terbaru 'My Love' ... ", jawabnya dengan malu-malu.

"Ohhh ... ", Dam Ah membuka mulutnya sehingga membentuk huruf O besar.

"And nona Dam Ah sendiri, mengapa berada di sini?", tanya Dillon. Mata coklatnya bersinar. Kelihatan jelas dia sangat mengharapkan jawaban dari pertanyaan itu.

"Saya? .... ha ... ha.. saya merupakan bagian dari YT Entertainment ... ", jawab Dam Ah sambil tertawa lepas. Kegelisahannya mulai hilang setelah bertemu Dillon.

"Benarkah? .... Ohhh .... kebetulan sekali kalau begitu ... ". Dillon ikut tertawa.

"Apakah kamu sudah makan siang? saya sekarang berniat makan siang di restoran sana ... ". Dam Ah menunjuk ke restoran yang berada di lantai dasar gedung, yang terlihat dari sana.

"Kalau begitu ayo kita ke sana ... "

Dillon meraih tangan Dam Ah dan menariknya, sehingga membuat mata Dam Ah terbelalak lebar. Dillon tidak perduli dengan kekagetan Dam Ah yang luar biasa. Diajaknya Dam Ah ke restoran di depan dengan sedikit paksa. Wajahnya tetap berseri sehingga membuat Dam Ah tidak bisa marah dengan perbuatannya.

**********

Bar itu cukup berkelas. Musik remix yang diputer berdentam keras ke seluruh ruangan. Di sofa besar yang agak kedalam, sekelompok anak muda sedang berbincang-bincang dengan suara  keras. Suara ketawa meraka mengalahkan kerasnya suara musik yang diputar. Puluhan botol bir dan makanan ringan berserakan di meja bundar di depan mereka.

Salah satu dari mereka, seorang pemuda berperawakan tinggi dengan bentuk tubuh sempurna berdiri dari duduknya.
"Saya harus pergi sekarang .... besok pagi saya masih ada pemotretan buat 'Men-2'  jadi malam ini saya tidak bisa ikut acara kalian .... sorry .... "

"Yaaaa Nathan .... tinggallah untuk dua jam lagi!! ... kami bermaksud berkaraoke setelah ini ... ", seorang cewek berbody sexy dengan berpakaian minim menarik tangan Nathan.

Dengan senyum di bibir, Nathan melepaskan tangannya dari pengangan gadis itu.
"Sekali lagi sorry ..... saya sudah sangat lelah, kalian bersenang-senanglah ... bye .."

Sebelum yang lain mengutarakan keberatannya, Nathan langsung mengambil langkah seribu. Teriakan di belakang tidak diperdulikannya lagi. Dia semakin memperlebar langkahnya. Sampai di samping meja dekat pintu, langkahnya terhenti. Seseorang yang terduduk lemas di sofa samping meja itu menarik perhatiannya.

Nathan mengarahkan pandangan ke orang tersebut. Wajah itu begitu dikenalnya. Wajah gadis yang selama ini selalu bermain dalam pikirannya. Dahi Nathan berkerut. Gadis itu kelihatan sedang mabuk berat. Walaupun keadaan di sekitar redup, keadaannya terlihat jelas. Wajahnya sangat merah. Perlahan Nathan mendekati gadis itu.

"Nona ..... ", Nathan menguncang pelan bahu gadis itu.

Gadis yang tidak lain adalah Choi Young itu mengangkat wajahnya.
"Yongggg .... Channn  ... aaa ... ", desahan pelan keluar dari mulutnya. Matanya yang redup dan agak terpejam menatap Nathan dengan pandangan menerawang.

Nathan mendesah perlahan. Kemudian dia menjatuhkan diri di samping Choi Young.
"Saya Nathan,  ... kita belum memperkenalkan nama masing-masing, kan? ...  dan mengapa kamu sampai ...."

Nathan belum menyelesaikan perkataannya, ketika Choi Young sudah terkulai lemas di pundaknya. Sebelum wajah Choi Young jatuh ke pundak Nathan, wajahnya sempat menempel di wajah Nathan. Begitu juga bibir mereka sempat bersentuhan. Tubuh Nathan menegang. Walaupun hanya sesaat, untuk sepersekian detik, kejadian tadi begitu menguncang batinnya.

Nathan menurunkan pandangan ke Choi Young. Wajah Choi Young begitu dekat dengan wajahnya.
"Ada apa denganmu? Mengapa sampai mabuk begini? Jika memang tidak bisa minum jangan ikut-ikutan orang minum minuman beralkohol dong .... heiii .. nona, bangunlah!! ... nona .... ",

Nathan kembali menguncang bahu Choi Young. Tapi setelah dilakukan berulangkali, Choi Young tetap tidak memperlihatkan reaksi apa-apa.
"Heiii ... nona!!! .. kamu tidak bisa begini, kamu harus memberitahuku kamu tinggal dimana . .. saya tidak bisa mengantarmu pulang kalau kamu masih tidak sadar ..  nona, bangunlah ... nona!! .... "

Lima menit kemudian, Nathan akhirnya menyerah.
"Huhhhhh .. kalau begitu tidak ada cara lain ..... sewa hotel untukmu saja ... "

Nathan menghembuskan nafas berat. Dengan susah payah karena beban yang tidak ringan di pundak, Nathan berdiri dari tempat duduknya. Dia agak sempoyongan ketika mencoba berjalan dengan menyangga tubuh Choi Young. Setelah mencoba sekali lagi dan tidak berhasil mempertahankan keseimbangan tubuhnya,  akhirnya Nathan mengambil keputusan mengangkat tubuh Choi Young dan mengendongnya keluar dari bar yang masih ramai oleh pengunjung itu.

****************


Keesokan harinya, pukul 8 pagi ...
Ruang panggung yang luas di YT Entertainment yang biasanya digunakan untuk mengadakan acara atau pertunjukan besar sekarang sudah penuh oleh wartawan dari berbagai media massa, mulai dari koran, majalah, radio sampai televisi.

Yong Chan dan Eun Ho memasuki ruangan, diikuti oleh Mr. Jung dan Mr. Moon dari belakang dengan berpuluh sinar lampu jepret mengarah kearah mereka. Eun Ho menundukan wajah dalam-dalam. Dia tidak berani mengangkat wajahnya. Dia memang belum terbiasa dengan keadaan seperti ini.

Lalu mereka duduk di kursi yang telah disediakan dipanggung itu. Para wartawan tidak berhenti menjepretkan kameranya. Mr. Jung mengeluarkan suara setelah keadaan agak tenang.

"Selamat pagi rekan wartawan sekalian ... mungkin anda semua telah mengetahui maksud diadakannya konferensi pers ini ... masalah ini berhubungan dengan aktor dan aktris kami, Goo Yong Chan dan Lee Eun Ho ... ", sampai disini Mr. Jung berhenti sejenak.

Para wartawan mulai berbisik-bisik satu sama lain. Mr. Jung berdeham pelan kemudian melanjutkan perkataannya.
"Sebenarnya kami tidak ingin dan tidak perlu menjelaskan apapun karena berita itu tidak benar, tapi karena berita ini sangat menghebohkan maka pihak kami mengambil inisiatif untuk membuka konferensi pers ini agar tidak terjadi kesalahpahaman yang tidak diinginkan .... Kami tidak tahu mengapa foto ini bisa sampai beredar dan kami juga sudah mengeluarkan surat tuntutan ke koran bersangkutan karena telah memasuki tempat pribadi orang tanpa minta ijin terlebih dahulu .... sebenarnya foto ini adalah foto buat sebuah majalah yang tidak ingin disebutkan namanya dulu dan karena foto ini sudah beredar sebelum digunakan oleh majalah yang bersangkutan maka terpaksa kesepakatan kami dengan majalah tersebut batal, oleh sebab itu kami sangat dirugikan dengan tindakan dari wartawan dari koran yang bersangkutan .... "

"Tapi Mr. Jung, bukankah foto itu dibuat oleh koran yang menerbitkannya?  jadi bagaimana mungkin anda mengatakan kalau foto itu dibuat oleh pihak kalian?", seorang wartawan pria berkacamata tebal mengutarakan pertanyaannya.

Mr. Jung tersenyum sambil mengacungkan jempol ke wartawan itu.
"Pertanyaan anda bagus sekali ... foto itu memang bukan dibuat pihak kami, tapi pada saat bersamaan fotografer kami juga berada di rumah Eun Ho ssi, yang digunakan untuk tempat pemotretan itu ... wartawan dari koran itu tidak mengetahui keberadaan beberapa krue kami jadi dia mengambil tindakan yang salah dengan mengeluarkan foto itu sebagai berita utama di korannya .... "

"Kalau begitu bolehkah saya menanyakan sebuah pertanyaan untuk Goo Yong Chan ssi?", tanya seorang wartawan wanita yang berusia sekitar 35 tahun.

"Tentu saja ... ", jawab Mr. Jung sambil memasang senyumnya.

"Goo Yong Chan ssi ... kalau anda berpacaran, apakah anda akan memberitakannya kepada umum atau mungkin anda akan menyembunyikannya dari public?", tanya wartawan itu. Pandangannya lekat ke mata Yong Chan.

Yong Chan tidak segera menjawab. Dia melirik sekilas ke Eun Ho. Yang dipandang segera menundukkan wajahnya. Kemudian Yong Chan mengembalikan perhatiannya ke wartawan itu dan bersiap menjawab pertanyaannya. ....


bersambung ke chapter 20 ....   

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun