Author Topic: *LOVE & CAREER* (Lovelyn, Miny and Luveliprincess) ~ chp 30 (final) '20 Nov 10  (Read 19172 times)

Offline kelinci_hilang

  • Senior
  • ****
  • Posts: 518
    • View Profile
Gue pantengin ampe subuh  [laughing] [laughing] [laughing] [on] [on] [hmpfh] . Kebeneran hari ini giliran ane siskamling , jd bisa pangtengin ampe subuh [hmff]

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile




Song of the day :


Lyrics : Love ~ Oh Baby my girl
You are my everything
My dazzling beautiful bride
You are a gift from god

We'll be very happy, your black eyes well up with tears
Even if your black mesmerizing hair turn white
My Love
My E.L.F
I swear I love you

Saying I love you everyday in my life is what I want to do most

Would you marry me?
I want to love you, treasure you and live with you

I want you to lean on my shoulders each time you sleep

With this heart of mine, will you accept me?

To accompany you for the whole life time
I do
To love you
I do

Regardless of snow and rain, I will be there to protect you
I do
Let me be the one to protect you
My love

You wearing the white bridal gown
Me wearing the suit
Both of us walking in sync towards the stars and moon
I swear
No lies, no suspicion
My dearest princess would you stay with me?

Even if we are becoming older
We will smile and live on

Would you marry me?
Are you willing to live the rest of your life with me?

No matter how weary and tired we are
I do
I will always be by your side
I do

The days when we spent together
I do
Everyday my heart will be thankful
My love

Since a long time ago
I have prepared this for you
Please take this shiny ring in my hand

Just like the mood today, remember the promise that we are making now
Would you marry me?

The only thing that I can give you is love
Although it is insignificant
Even though there are areas which I lack
I will protect the love between us, me and you
But let's make a promise
No matter what happens we will still be in love
And even so
Everyday in my heart will be thankful

Will you marry me?
I do~



Kilasan chapter lalu ...

“Tunggu,, kenapa ke arah sini..? Bukankah pemotretannya di sebelah sana..?” Tunjuk Eun Ho keluar gedung. Mr. Moon memang berkata pada Eun Ho bahwa mereka
akan melakukan pemotretan di depan gedung serbaguna, di sebuah hotel.

Lagi-lagi Yong Chan tidak menjawab. Dia hanya berkata pendek, “nanti kau akan tahu..”

Mereka tiba di sebuah ruangan yang biasa di pakai untuk pesta pernikahan. Eun Ho melihat sekelilingnya bingung. Sepertinya ada yang tidak beres. Pikir Eun Ho.
Namun dia tidak mampu bertanya apa – apa lagi. Tiba – tiba pintu ruangan tersebut di buka dari dalam. Orang – orang yang berada di dalam berdiri dan bertepuk
tangan menyambut kedatangan Eun Ho dan Yong Chan. Eun Ho kaget bukan kepalang. Matanya terbelalak melihat pemandangan tersebut.

“Ini... Ini...?” Tanya Eun Ho terbata-bata

Eun Ho melihat foto besar yang terpampang di ujung ruangan, foto besar mereka berdua, dan tulisan yang membuatnya benar – benar terkejut.


Pernikahan
Goo Yong Chan – Lee Eun Ho

“Muo?? Pernikahan???” tanya Eun Ho kaget

***************



"Ne!" jawab Yong Chan sambil mengulum senyum.

"Tapi, .. mengapa bisa begini? Bukan lelucon-kan, Yong Chan-ssi?"

"Ini bukan lelucon, sayang .. " Tiba-tiba Yong Chan sudah menarik Eun Ho ke dalam pelukannya. "Aku benar-benar melamarmu, dan ini pesta pernikahan kita. Pesta yang sudah kupersiapkan dengan matang, dengan dibantu oleh keluarga, sahabat dan juga manajemen kita. Para fans juga sudah mendukung pernikahan ini. Sekarang tinggal jawaban darimu .. "

"Tapi .. ," Eun Ho menekan dadanya yang mendadak terasa sesak. Dia tak mampu mempercayai semua ini--sungguh tak mampu. Apalagi para undangan dalam ruangan di depan mulai bertepuk tangan meriah dan berteriak-teriak supaya dia mengabulkan permintaan Yong Chan. Mimpi apa dia semalam hingga mendapatkan kejutan sebesar dan seromantis ini dari pria pujaan hatinya ini?

Yong Chan melepaskan rangkulannya. Perlahan dia mundur ke belakang. Dan ... orang-orang langsung menahan nafas ketika pemuda jangkung itu mendadak menjatuhkan diri berlutut di depan Eun Ho.

"Yong Chan-a .. ," desah Eun Ho, tak kalah kagetnya. Mulutnya mengangga dan matanya terbelalak lebar. Dia tak tahu harus berbuat apa.

Yong Chan tersenyum sambil menatap Eun Ho lekat-lekat. Tangan kanannya menyelip ke dalam saku jas dan mengeluarkan sebuah kotak mungil yang terbalut kain beludru merah. Dia membuka kotak itu pelan-pelan. Dua berkas sinar menyilaukan langsung terpantul keluar dari sepasang cincin dalam kotak begitu kotak tersebut terbuka.

Dari mengangga dan terkejut, Eun Ho berubah terharu. Matanya memerah begitu Yong Chan mengeluarkan salah satu cincin dari dalam kotak dan menyodorkan kepadanya.

"Lee Eun Ho-ssi, bersediakah kau menerima lamaranku? Menikah denganku--menjadi istriku. Menemaniku dalam suka dan duka, selamanya .. tak terpisahkan oleh waktu dan keadaan?"

Eun Ho terisak perlahan. "Yong Chan-a .. "

"Ayo, terima lamarannya!"

"Terima lamarannya!"

Terdengar teriakan-teriakan saling bersahutan dari dalam ruangan.

"Nak Eun Ho, terimalah lamaran putra kami .. "

Eun Ho menoleh. Mr dan Mrs. Goo sudah berdiri di sebelahnya--keluar dari kerumunan para tamu. "Eh--tuan dan nyonya Goo, Yong Sae juga di sini .. "

"Panggil omma .. ," Mrs. Goo tersenyum lembut. "Mulai hari ini kau harus membiasakan diri memanggil omma dan appa ke kami. Begitu-kan, yeboo?" dia berpaling  ke suaminya.

"Tentu saja .. ," jawab Mr. Goo sambil tertawa bahagia.

"Onnie--onnie cantik sekali hari ini .. ," puji Yong Sae dengan mata berbinar. "Saya berharap jika menikah nanti, bisa secantik onnie .. "

Pakk, jitakan ringan mendarat di jidat gadis remaja itu. "Yaa--appa!" protes Yong Sae pada Mr. Goo yang belum sempat menarik tangannya.

"Anak kecil dilarang berpikiran yang tidak-tidak!" sahut Mr. Goo.

Yong Sae menjulurkan lidahnya. Melihat itu, Eun Ho tertawa ngakak sehingga tidak menyadari kehadiran dua orang yang paling berarti dalam hidupnya di dekat situ--agak tersembunyi di belakang Mr dan Mrs Goo.

"Eun Ho-a, gimana? Lamaranku diterima nggak?"

Pertanyaan itu membuat Eun Ho terperanjat. Benar. Dia lagi dilamar Yong Chan di depan para undangan dan kerabat. Mengapa dia melupakannya? Dengan cepat gadis itu memutar tubuhnya.

"Miane, Yong Chan-a .. "

"MWO?!" Yong Chan terlonjak dari berlututnya. "Apa katamu? Kau minta maaf? Kau menolak lamaranku?" tanyanya bertubi-tubi--tak percaya. Tidak. Lebih tepatnya tak mau percaya!

Seisi ruangan langsung heboh.

"Eun Ho menolak lamaran Yong Chan. Bagaimana mungkin?"

"Di depan umum? Di antara berbagai kamera media massa yang sedang meliput berita besar ini? Oh my god?!"

Teriakan demi teriakan bergemuruh dalam ruangan yang didekorasi khusus itu. Berbagai macam kamera dan alat perekam, beserta mic terarah ke Eun Ho. Tanpa sadar Yong Chan menekan erat-erat lengan Eun Ho dan menguncang tubuhnya keras-keras.

"APA MAKSUDMU, LEE EUN HO?! KATAKAN YANG JELAS! JANGAN MEMPERMAINKANKU?" Sepasang mata bening itu memerah. Dan air bening mulai mengalir dari pelupuknya.

"Bu .. bukan begitu .. ," sahut Eun Ho gugup. Kenapa jadi begini? Perkataannya tadi disalah-tafsirkan. Dia membuka mulut ingin teriak buat menjelaskan semuanya, tapi percuma, suaranya terpendam oleh suara-suara berisik dari orang-orang dalam ruangan tersebut.

"Eun Ho-a ... "

Eun Ho menoleh ke belakang. Matanya segera terbelalak lebar. "Omma ... appa ... " serunya kaget. Orangtuanya berdiri di sebelah Mr dan Mrs. Goo, memandanginya dengan wajah berkerut. "Omma dan appa pulang juga ... "

"Jangan main-main di hari besar ini, Lee Eun Ho!" Mr. Lee berkata dengan marah.

"Bukan begitu, aku .. "

"Katakan padaku bagaimana?"

Teriakan Yong Chan membuatnya beralih kembali.

"Kau menolakku? Tapi mengapa?"

"Sudah kubilang bukan begitu!" teriak Eun Ho putus asa.

"Jadi, kau menerimanya?" tanya Yong Chan dengan nada tajam.

"NE. NE. AKU MENERIMANYA. AKU MENERIMA LAMARANMU, GOO YONG CHAN. KARNA AKU MENCINTAIMU. MENCINTAIMUUUUUUU!!!" teriak Eun Ho keras-keras sampai suaranya parau.

Para undangan yang semula berisik langsung berubah hening.

"Apa katanya?" tanya seseorang.

"Katanya ... 'Aku mencintaimu' ..  ," jawab yang lain ragu-ragu. "Benar, kan?"

Eun Ho menoleh padanya. "Ne. Aku berkata, Aku mencintai Goo Yong Chan! Aku akan menikah dengannya--menjadi istrinya yang setia dan selalu mendampinginya. Apa kalian dengar itu?"

PLOKKK PLOKK PLOKKK, tepuk tangan meriah terdengar.

PLOPP PLOPPP PLOPPP, kertas-kertas kecil beraneka-warna bertaburan di udara ...

"Chukae Goo Yong Chan dan Lee Eun Ho!!"

Para undangan bersorak-sorak kegirangan membuat Eun Ho membuka mulut lebar-lebar. Apa pernyataannya tadi memiliki kekuatan sebesar itu?

Yong Chan melingkarkan lengannya di pinggang Eun Ho kemudian menarik tubuh mungil itu kearahnya.

"Gomawo sayang .. " Dia mengecup lembut pipi Eun Ho yang memerah. "Saya juga mencintaimu .. dan akan menjagamu selamanya .. " Perlahan dia menyematkan cincin berlian yang sejak tadi dipegangnya ke jari manis Eun Ho. "Sarangheyo baby ... " ditatapnya Eun Ho dalam-dalam, pandangannya meredup. Perlahan-lahan wajahnya bergerak ke wajah Eun Ho, kemudian dikecup dan dilumatnya bibir mungil yang bergetar itu.

WOWWWW YUHUUUUU, teriakan bergemuruh kembali mewarnai ruangan itu. Semua bertepuk tangan meriah, keras dan mengetarkan. Ucapan-ucapan selamat berulangkali disampaikan buat pasangan yang lagi berbahagia tersebut. Yong Chan dan Eun Ho melepaskan ciumannya, kemudian mereka berpelukan erat-erat--seakan tak ingin dilepas lagi.

"Ladies and gentlement, saatnya pengucapan janji dan penandatanganan surat pernikahan buat sepasang pengantin .. "

Suara pembawa acara mengalihkan perhatian semua orang ke dalam ruangan. Mereka saling berbisik, kemudian satu-persatu mulai memasuki ruangan besar yang ditata apik dan megah dengan diawali oleh Yong Chan dan Eun Ho. Paras kedua pengantin tersebut berseri-seri. Eun Ho menyandarkan kepalanya ke dada Yong Chan, sementara calon suaminya itu tak henti-hentinya tersenyum sambil menatapnya lekat-lekat. Seakan Eun Ho satu-satunya wanita di dunia ini, sedangkan yang lain hanya pajangan saja--tak berarti sama sekali.

*********


Dong Wo mendekati Yong Sae yang sedang menyendok makanan ke piringnya yang hampir penuh.

"Wah--apa itu tak terlalu rakus namanya?" ditepuknya pundak gadis belia itu.

Yong Sae terperanjat. Piring di tangannya hampir melayang ke lantai. Dengan cepat dia berbalik.

"OPPA!!" serunya kaget.

Dong Wo tertawa. "Hy ... ," sapanya sambil mengangkat tangan ke atas. "Lama nggak ketemu .. "

"Mengapa oppa sampai berada di sini?" tanya Yong Sae riang. Piring di tangannya segera diletakkan di atas meja--terlupakan begitu saja. Dia merapat ke Dong Wo dengan wajah berseri-seri. "Bukankah oppa sangat sibuk hari ini?"

"Semula memang begitu." jawab Dong Wo sambil melirik ke sekeliling ruangan. "Pesta ini sangat hebat ya? Saya rasa oppamu sudah menyisihkan banyak waktu dan tenaga, terutama kreatifitas tak terbatas buat menyiapkan semua ini ... Mengagumkan .. "

"Ne ... ," kata Yong Sae tanpa berpaling dari Dong Wo. Sungguh mati, dia sangat merindukan pria satu ini. "Lalu ... bagaimana oppa bisa sampai ke sini?" sambungnya ingin tahu.

"Aku menyelesaikan rapat di Taiwan secepat mungkin. Beruntung masih ada waktu sedikit sehingga bisa segera terbang kemari. Syukur tak terlambat. Aku masih sempat mengucapkan kata-kata selamat dan menyampaikan hadiahku buat pasangan yang berbahagia ini .."
Yong Sae tersenyum sambil menganggukkan kepalanya. "Jadi begitu .. "

Puas mengamati ruangan pesta pernikahan Yong Chan dan Eun Ho, Dong Wo mengalihkan perhatian pada Yong Sae. "O ya, bagaimana kabarmu?"

Seperti diingatkan akan kenyataan dari hubungan mereka, Yong Sae mundur selangkah. "Baik .. ," suaranya berubah datar.

"Yaa--ada apa?" tanya Dong Wo dengan kening berkerut. "Apa kau sakit?"

"Tidak!" Yong Sae mengeleng sekerasnya. "Tidak apa-apa! Oppa ingat ulang tahunku?"

"Ne. Seminggu lagi, kan? Hari Sabtu. Apa kau akan menyelenggarakan pesta untuk itu?"

Yong Sae mengangguk sambil menelan ludah. "Ne. Aku akan membuka pesta kecil buat hari itu. Dan menginginkan kehadiran oppa .. "

Dong Wo tersenyum. "Tentu saja. Oppa akan meluangkan waktu, sesibuk apapun oppa hari itu .. "

"Bagus .. " Yong Sae memutar badan dan mengambil piringnya. "Aku menantikan kedatangan oppa. Dan pada hari itu, aku akan mengenalkan seseorang pada oppa .. " Dia membungkuk kecil kemudian meninggalkan Dong Wo yang termangu di tempatnya.

Apa ada perkataanku yang salah? Dong Wo mengaruk kepalanya yang tak gatal. Mengapa Yong Sae terlihat marah dan perubahannya sangat mendadak begitu. Seseorang yang dimaksudkannya, .. apa .. apa cowok yang menulis surat cinta padanya seperti yang dikatakannya lewat telepon beberapa waktu lalu? Dong Wo menyentuh dadanya. Mengapa perasaanku tidak enak begini? Apa sebuah pertanda? Tapi ... apa? Cemburu? Omong kosong! Bukankah aku yang meminta Yong Sae menikmati masa-masa remaja seperti remaja lainnya, terutama cinta remaja yang belum pernah dirasakannya?


**************



"Bisa kita bicara sebentar?"

Dillon menghentikan pembicaraan seru dengan beberapa model cantik di sudut ruangan dan menoleh ke belakang. Dia mendapatkan Dam Ah berdiri di sana sambil meremas-remas tangannya.

"Ada yang penting?" tanya Dillon berusaha mengatur irama suaranya. Dia tak mau terlihat gugup dan salah tingkah berhadapan dengan Dam Ah di depan berpuluh-puluh wartawan yang siap meliput berita apapun dalam pesta pernikahan Yong Chan dan Eun Ho ini.

Dam Ah mengigit bibirnya. "Ne. Sangat penting."

"Tak bisa ditunda?"

"Bisa sih .. ," Dam Ah berusaha tertawa. "Ya, kita bicarakan lain kali saja .. "

Dia memutar tubuh, baru selangkah dia berhenti dan menoleh kembali pada Dillon. "Dolce cafe', sabtu pukul 11, ok?"

Dillon mengangguk.

"Gumawo .. ," Dam Ah mengangguk pendek, kemudian meneruskan langkahnya.


************



"APA?!! Noona mengandung?!!"

Yong Chan berteriak kaget begitu mendengar kabar yang barusan disampaikan pasangan Yong Na dan Choi Yoon. Eun Ho yang berada dalam rangkulannya langsung menutup mulut yang terbuka lebar itu dengan tangannya. Teriakan Yong Chan di dekat telinga membuat alat pendengarnya itu berdengung-dengung keras.

"Yaa--semua juga dengar. Mengapa kau teriak sekeras itu?" dengus Eun Ho dongkol.

"Ups--miane baby .. "

Yong Chan menunduk dengan perasaan bersalah. Yong Na dan Choi Yoon sampai terbahak-bahak melihat tampang memelas pemuda jangkung itu. Sepertinya, setelah pernikahan ini, hidup Yong Chan sepenuhnya akan dikuasai Eun Ho. Yong Na dan Choi Yoon saling berpandangan sambil mengulum senyum.

"Benar onnie mengandung?" Eun Ho mengulangi pertanyaan Yong Chan beberapa saat kemudian.

"Ne .. ," jawab Yong Na malu-malu. Tangannya tak henti-henti mengelus-ngelus perutnya. "Sudah dua bulan. Sengaja tak kami beritahu dulu. Mau kasih kejutan ke kalian ... "

"Apa omma dan appa sudah mengetahuinya?" tanya Yong Chan.

"Ne .. ," Choi Yoon merangkul Yong Na. "Kami sudah memberitahu mereka tadi. Sekitar sejam yang lalu. Mungkin mereka terlalu sibuk sehingga belum sempat memberitahu kalian .. "

"Wah--appa dan omma pasti bahagia ya?"

"Tidak hanya bahagia .. ," Yong Na tertawa. "Mereka terkejut setengah mati. Semula tak percaya dan mengira kami cuma mempermainkan mereka saja .. "

"O ya? ha .. ha .. ," Yong Chan ikut tertawa renyah. "Maklumlah, cucu pertama mereka .. "

"Iya .. "

"Lalu .. bagaimana dengan kalian?" tiba-tiba Choi Yoon menepuk pundak Yong Chan.

"Mwo?"

"Kapan berencana punya anak?" tanya Choi Yoon dengan nada mengoda.

"O--aku ingin secepatnya, AWW!!"

Yong Chan berteriak ketika Eun Ho mencubit lengannya keras-keras. Gadis itu mendelik dengan ekspresi mengancam. Awas kalau nyerocos nggak karuan!!

"Aku bersungguh-sungguh baby .. ," ujar Yong Chan tak gentar terhadap pandangan membunuh Eun Ho. "Aku sungguh-sungguh ingin jadi aboji secepatnya ... "

Mata Eun Ho terbelalak lebar, namun Yong Chan tak menghiraukannya. Perlahan dia beralih pada Choi Yoon. "Tapi, kayaknya tak bisa selama dua tahun ke depan. Sekejul kami terlalu padat. Setelah bulan madu selama dua minggu, aku harus terbang ke Amerika buat premier film perdanaku di sana. Dan Eun Ho akan disibukkan dengan promosi album emasnya. Sepertinya kami akan terpisah berbulan-bulan setelah itu. Sekarang saja YT Entertainment sedang membilah projek selanjutnya yang mesti kuambil setelah film hollywood kemarin ... "

"Hmm--cobaan besar setelah pernikahan hah.. ?," Choi Yoon menepuk-nepuk lengan Yong Chan dengan prihatin prihatin.

Yong Chan tersenyum. Walaupun perkataan Choi Yoon terdengar menyedihkan tapi dia tak putus asa. Dipeluknya istrinya erat-erat.

"Kami bisa menghadapinya. Cinta kami sangat kuat, melebihi segalanya. Benarkan, baby?"

"Ne .. ," jawab Eun Ho sambil menatap Yong Chan lekat-lekat.

Yong Chan menunduk, kemudian mengecup lembut bibir Eun Ho.

"Ya, ya, ada apa ini?"

Pasangan Choi Young dan Nathan mendekati mereka dan sempat melihat sepasang pengantin baru itu berciuman.

"Sweet banget Eun Ho-a .. ," Choi Young mengedipkan sebelah matanya.

"Yaa--bibi ... " Eun Ho segera menundukkan wajahnya yang memerah dalam-dalam. Malu terlihat bermesraan dengan Yong Chan di depan umum.

"Kenapa mesti malu?" Choi Young menyenggol lengan Eun Ho. "Kalian sudah resmi jadi suami istri jadi takut apa?"

"Benar sih, tapi .. "

"Tidak ada tapi-tapian .. ," Choi Young segera memotong perkataan Eun Ho. "Kalian harus terlihat mesra dan bahagia, di manapun kalian berada. Araso?"

"Ne .. ," akhirnya Eun Ho menyerah. Percuma membantah bibinya yang keras kepala ini--Dia tak pernah akan menyerah .. Eun Ho mengelengkan kepalanya.

"Bagus .. "

Choi Young mengatupkan telapak tangan sambil tersenyum puas.

"O ya, sebenarnya apa yang kalian bicarakan tadi? Kelihatannya sangat menarik?" lanjutnya ingin tahu.

"Yong Na onnie mengandung, bi .. ," sahut Eun Ho bersemangat. "Sebentar lagi saya dapat keponakan--atau .. ," suaranya memelan. Terdengar ragu-ragu, dia menatap Choi Young dan Choi Yoon silih berganti. "adik sepupu ya?"

"Ah--peduli amat!" Choi Yoon tertawa. "Yang jelas, sebentar lagi seorang bayi akan hadir di antara kita .. "

Choi Young melebarkan matanya. "O ya? Benar begitu?"

"Ne .. ," Yong Na mengangguk.

"Wah--chukae oppa dan Na .. "

"Gumawo .. ," sahut suami istri itu bersamaan.

"Lalu bagaimana dengan kalian?" tanya Choi Yoon. "Hubungan kalian tak selamanya begini, kan?"

Tiba-tiba Choi Young mengangkat tangannya dan memperlihatkan sebuah cincin berlian yang tersemat di jari manisnya.

"Oh Tuhan, kalian .. ," Yong Na melebarkan matanya. "Benar?" tanyanya sambil menunjuk cincin di jari manis Choi Young.

"Iya." sahut Nathan sambil merangkul Choi Young. "Dia sudah menerima pertunangan yang kuajukan. Tentang kapan menikah, kami belum tahu. Mungkin .. beberapa tahun kemudian ... "

"Chukae-yo .. "

Yong Chan, Eun Ho, Yong Na dan Choi Yoon silih berganti menyalami Nathan dan Choi Young.

"Gumawo .. ," ucap keduanya dengan raut berseri-seri.

"Waktu berlalu dengan cepat ya?" Choi Yoon menghembuskan nafas perlahan. "Tak terasa, kita semua menghadapi banyak sekali rintangan dan cobaan buat bersama .. "

"Iya, kalau diingat .. semua cobaan itu sangat berat .. ," kata Eun Ho dengan pikiran melayang ke masa lalu.

"Untung pada akhirnya kita bisa bersatu baby .. ," Yong Chan mengecup lembut tengkuknya.

"Ne .. ," perlahan, Eun Ho menyandar ke dada Yong Chan. "Tuhan sangat baik pada kita. Begitu juga keluarga, sahabat dan yang terpenting--para fans .. "

"Benar .. ," Yong Chan mengangguk. "Tanpa dukungan mereka, kita tak mungkin bersatu ... bagaimanapun kerasnya usaha kita ... "

Yang lain ikut mengiyakan.

"Kalian sangat beruntung memiliki fans seperti mereka .. Tak semua artis mendapat dukungan sebesar itu. Ingat, menyetujui hubungan idolanya, apalagi sampai ke jenjang pernikahan, sama saja dengan membunuh fantasi mereka sendiri .. dan ini tak gampang .. "
Eun Ho dan Yong Chan mengangguk.

"Kami tahu, paman .. "

"Bersyukurlah ... "

"Ne .. ," kata Yong Chan dan Eun Ho bersamaan.


**************



Hye Jin duduk dalam mobil Jae Won—menunggu pemuda itu berpamitan dengan keluarga Goo dan Lee seusai pesta pernikahan terakbar Yong Chan dan Eun Ho.

“Lama nunggunya?”

Seraut wajah muncul dari pintu mobil yang baru dibuka. Hye Jin tersenyum.

“Aniyo .. “

“Apa kau tak perlu pamitan dulu ke sahabat karibmu?” tanya Jae Won.

“Tadi saya sudah pamitan ke Young kok .. “

Jae Won mengangguk. Dia masuk ke dalam mobil. Setelah duduk di belakang kemudi, dia menarik sabuk pengaman kemudian memakaikan ke tubuhnya.

“Sekarang kau mau kemana? Apa langsung pulang saja?” tanyanya sambil menstarter mobil.

“Jae Won-a .. “

Panggilan pelan itu membuat Jae Won menghentikan gerak kakinya yang siap menginjak pedal gas. Dia menoleh.

“Dhe? Ada sesuatu?”

Hye Jin terdiam sejenak. Mereka saling berpandangan selama beberapa menit sebelum Hye Jin membuka mulutnya.

“Hmm—menurutmu, .. bagaimana kalau aku tinggal di sini?”

“Mwo?”

“Maksudku, tinggal menetap di Korea?” Hye Jin menekankan jawabannya.

“Oh, tentu saja bagus sekali .. ,” Jae Won tersenyum lebar. “Apa kau berencana begitu?”

Hye Jin mengangguk. “Ne. Omma dan appa sudah mengijinkannya. Aku katakan pada mereka kalau … ,” dia menatap Jae Won lekat-lekat. “ .. ada seseorang yang akan menjagaku .. “

Mulut Jae Won terbuka.

“Orang itu, kau … ,” lanjut gadis di sebelahnya itu.

“A .. aku?” Jae Won menunjuk diri sendiri.

“Ne.” Hye Jin mengangguk. “Apa .. itu keterlaluan?”

“Maksudmu?”

“Maksudku, hubungan kita bukan apa-apanya dan .. “

Perkataan Hye Jin terputus ketika tiba-tiba Jae Won memeluknya. Mata gadis itu melebar.

“Gumawo .. ,” ucap pemuda itu di sela-sela telinganya. “Aku sangat berterima-kasih kau melakukan semua ini. Sarangheyo Hye Jin-ssi .. “

Hye Jin terperanjat. Dia tak menyangka akan mendengar pengakuan mendadak dari Jae Won. Secepat kilat dia mendorong tubuh pemuda itu.

“A .. apa katamu?”

Jae Won tersenyum. Kembali diraupnya tubuh mungil di depannya. “Sarangheyo … “

“Jeongmal?” tanya Hye Jin dengan nada masih tak percaya.

“Ne. Benar-benar cinta padamu. Apa kau merasakan hal yang sama?”

Hye Jin memejamkan matanya. Nafasnya tertahan ketika dia membalas, “Aku juga cinta padamu, Jae Won-ssi .. “


********



Eun Ho menghempaskan diri di atas ranjang sehabis mandi. Pandangannya menerawang ke langit-langit kamar bercat putih. Kamar yang asing baginya, karna ini kamar pengantinnya bersama Yong Chan. Kamar yang untuk pertama kali ditempatinya, juga ranjang yang sekarang ditidurinya. Eun Ho tersenyum sambil menyamping dari posisi semula. Dia meraih bantal kemudian memeluknya erat-erat. Samar-samar dia mendengar bunyi shower dari kamar mandi. Yong Chan sedang membersihkan diri di dalam sana.

Sepuluh menit berlalu dan perlahan-lahan Eun Ho memejamkan matanya. Setelah sibuk seharian, dia sangat capek. Ingin segera istirahat. Tapi keterlenaannya terganggu oleh sebuah tangan yang mengelus wajahnya dengan lembut.

“Baby .. “

Suara itu terdengar sangat jauh. Eun Ho membuka mata lambat-lambat. Antara sadar dan tidak, dia tersenyum dan mengayutkan tangannya ke leher Yong Chan yang terlihat sangat dekat darinya.

“Yong Chan-a, bagaimana mungkin dalam mimpi saja saya bisa bertemu denganmu?”

Yong Chan tersenyum perlahan. “Sadar baby … ,” diusapnya pipi Eun Ho. “Kau tidak sedang bermimpi. Ini aku baby … “

“Tidak bermimpi?” Eun Ho tertawa lirih. “Kau berbohong .. ,” kemudian dia memejamkan mata kembali.

“Yaa--,” tampang Yong Chan berubah kacau. “Bangun baby! Jangan tidur! Ini malam pertama kita .. Yaa--“ Dia menepuk wajah Eun Ho—berulang-kali (tentu saja dengan pelan. Mana mau dia menyakiti bidadarinya ini …), tapi tetap istrinya itu tak beraksi. “Baby .. “

Yong Chan semakin gugup. Bisa berabe rencananya kalau Eun Ho sampai ketiduran! Tidak, harus cari cara yang tepat buat membangunkannya!

Tangan Yong Chan bergerak ke area perut Eun Ho, dan ….

“Akhhh—geli, … ha .. ha … Goo Yong Chan, apa-apaan ini … Yaaa—ampun, ampun, geli .. ha .. ha … “

Eun Ho melompat dari ranjang. Dia langsung mempelototi Yong Chan.

“Mengapa mengelitik-ku?”

Yong Chan mengangkat bahu. “Siapa suruh kau tidur?”

“Yaishh—capek tahu?!” jerit Eun Ho.

“Kecilkan volume suaramu .. ,” tanpa memperdulikan protes Eun Ho, Yong Chan menjatuhkan diri di atas ranjang.

“Weeyo?”

“Jika kau tak ingin seisi rumah menghambur ke kamar ini .. ,” sahut Yong Chan.

Eun Ho memanjangkan bibir bawahnya. “Aku tak mengerti mengapa harus tinggal serumah dengan keluargamu?” katanya sambil menjatuhkan diri di sebelah Yong Chan.

“Hey—bukannya kau sendiri yang bilang takut kesepian?” Yong Chan balas bertanya.

“Emang sih .. ,” Eun Ho mengangguk.

“Lalu .. ,” Yong Chan menatapnya. “Apa perlu kita pindah ke rumahmu?”

“Tidak!” sahut Eun Ho kaget. “Bukan begitu maksudku, Yong Chan-a .. “

“Jadi?”

Tak disangka oleh Yong Chan, tiba-tiba Eun Ho melingkarkan tangan ke lehernya. Gadis berkulit putih mulus itu tersenyum dan berkata, “Aku bahagia menikah denganmu, menjadi istrimu. Dan aku juga bahagia menjadi bagian dari keluargamu. Saranghe, Yong Chan-a .. “

Wajah Eun Ho mendekat ke wajah Yong Chan. Pemuda itu mengangga. Apa yang akan dilakukan Eun Ho? Tapi belum habis pertanyaan-pertanyaan dalam pikirannya, bibir mungil gadis itu sudah melumat bibirnya.

Yong Chan mendesah. Beginikah seorang gadis jika sudah menikah? Akan menjadi seagresif ini? Namun jujur, walaupun jangan terlalu sering, dia menikmati Eun Ho yang agresif. Perbuatannya ini membangkitkan gairah dan nafsunya sebagai seorang pria.

Yong Chan membalas lumatan-lumatan Eun Ho sampai dia yang menguasai permainan itu. Perlahan dia membaringkan gadis itu ke ranjang. Tangannya mulai bergerak nakal, bermain-main di daerah sensitive tubuh yang mengelinjang-gelinjang keenakan itu. Sepuluh menit kemudian semua pakaian mereka, termasuk pakaian dalam, berserakan di atas ranjang dan lantai.

“Yong Chan-a … ,” desah Eun Ho lirih.

“Hmm-- ..,” sahut yang dipanggil di sela-sela nafasnya yang memburu.

“Terus … ahhh .. iya, di situ … ahhh .. sarangheyo Goo Yong Chan … ,” tak tertahankan rintihan demi rintihan dan lenguhan demi lenguhan terlontar dari mulut Eun Ho.

“Nikmat, sayang?” tanya Yong Chan sambil mengecup bibir istrinya dalam-dalam.

“Ne .. ,” sahut Eun Ho. Dia tersenyum lebar.

“Tidak sakit?”

“Sedikit .. ,” jawab Eun Ho sambil memperat pelukannya pada tubuh polos Yong Chan. Kenikmatan bertubi-tubi dirasakannya ketika Yong Chan berulangkali menembakan senjatanya ke liang senggamanya. Kembali dia mendesah dan menjerit kecil. “Tapi hanya sebentar. Nikmatnya melebihi rasa sakit yang kurasakan. Kau sangat hebat .. “

Yong Chan tertawa. “Tentu saja. Saya suamimu .. “

“Ne.” Dengan gemas Eun Ho melahap bibir Yong Chan. “Suami yang tak ada duanya .. “

Setengah jam kemudian, mereka tepar di atas ranjang dengan nafas terengah-engah. Cairan bercampur darah mengotori seprai yang mengalasi kasur. Mereka melirik sekilas kemudian tertawa perlahan. Yong Chan memeluk Eun Ho erat-erat dan mendaratkan ciuman hangat ke jidatnya. Mereka memejamkan mata secara bersamaan. Senyum puas dan bahagia tersungging di wajah mereka. Tak berapa lama, mereka terlelap dengan dengkuran halus terdengar dari mulut mereka.  


********



Hari sabtu, pesta ulangtahun Yong Sae, bertempat di rumah Goo …

Teman-teman sekolah Yong Sae sudah memadati seisi ruangan sejak tadi pagi. Mereka saling berbisik—sangat berisik, dan berusaha mendapatkan kehadiran Yong Chan dan Eun Ho di situ. Tapi sayang, seperti yang sudah diberitahu Yong Sae sebelumnya, kakak beserta kakak iparnya terlalu sibuk dan tak akan menampilkan diri hari itu.

Yang berulangtahun kelihatan sangat cantik dengan berbalutkan gaun pendek berwarna putih. Sepasang kakinya terekspos indah—putih dan mulus. Sedangkan rambutnya yang sepunggung diikat ke atas, dengan beberapa helai dibiarkan menjuntai di bagian kanan dan kiri telinganya. Semua temannya berdecak kagum begitu melihat penampilan Yong Sae hari itu. Terutama cowok yang berada di sampingnya. Dia—Lee Dong Hae, agak membusungkan dada ketika mengandeng Yong Sae menuruni tangga, menuju ruang pesta.


*******



Dong Wo turun dari Ferrari hitamnya dengan terburu-buru. Dia melihat ke jam tangan, sudah pukul 2 siang. Sangat terlambat … , desahnya putus asa. Dia berhenti sebentar. Sesaat dia meraba-raba jaket kulit yang dikenakannya, kemudian diteruskan ke kaos dalam, lalu ke saku celana. Dia berpikir sejenak, Ada yang ketinggalan.

Kemudian dia membuka pintu mobil kembali. Nah itu dia! Secepat kilat dia menyambar kotak kecil dari dashboard mobil, lalu menutup pintunya. Dia berlari ke rumah Yong Sae yang letaknya tidak begitu jauh dari tempat parkir. Setelah sampai, dia mengatur nafas dengan susah payah. Walaupun jarak yang ditempuhnya tadi termasuk dekat, tapi kalau berlari seperti itu dia bakal kehabisan nafas juga.

Ting Tong .. Ting Tong …

Dong Wo menekan bel depan berulangkali. Beberapa menit kemudian …

Ceklekk, pintu dibuka sendiri oleh Yong Sae.

Dong Wo tertegun. Penampilan Yong Sae membuatnya terpana selama beberapa saat. Tapi yang dipandang tak terlihat senang. Wajah Yong Sae berkerut. Tanpa berkata apa-apa, gadis kecil itu memutar tubuh, kembali ke rumah.

Dong Wo tersentak dari lamunannya. Tergesa-gesa dia melesat masuk kemudian menutup pintu.


********



“Yong Sae-a!!”

Yong Sae tak menjawab. Dia berjalan terus sampai memasuki ruang pesta.

“Adik kecil!!”

Kali ini dia berpaling. “Aku bukan anak kecil lagi, jadi stop! Jangan memanggilku adik kecil!!!” jeritnya histeris—sampai-sampai teman-temannya yang sedang berdansa di tengah ruangan menghentikan aksinya.

“Ada apa?” Dong Wo menarik tangannya.

“Lepaskan aku!!” Yong Sae menarik kembali tangannya.

“Yong Sae-a, apa yang terjadi?”

Seorang pemuda hadir di antara mereka. Yong Sae berpaling padanya. Dia tersenyum kemudian bergelayut manja di lengan pemuda yang baru datang itu.

“Tidak apa-apa Dong Hae-ya .. ,” dia tersenyum manis. “O ya kenalkan, dia So Dong Wo, CEO of Seoul Corporation … “

“Woww Seoul Corporation? Are you serious?” sela Dong Hae sambil bersiul nyaring.

Yong Sae langsung menatapnya dongkol. “Iya. Emang apa hebatnya?”

“Oh—apa kau bercanda, Yong Sae-ya? Seoul Corporation merupakan perusahaan terbesar dan terkuat di Korea, bahkan se-Asia .. “

Yong Sae mencibir. “Tetap saja aku tak melihat kehebatannya .. “

Dong Hae mengangkat tangan dan tertawa. “Ok, ok. Mianeyo .. “

Sekali lagi Yong Sae mendengus padanya. Kemudian beralih pada Dong Wo. “Oppa, dia Lee Dong Hae .. Orang yang kuceritakan padamu kemarin-kemarin.” Dagunya agak dinaikan ketika meneruskan perkataan selanjutnya. “Pacarku … “

Dong Wo tidak memberikan reaksi apa-apa terhadap pemberitahuan Yong Sae. Dia hanya menatap semu. Perlahan kotak kecil di tangannya disodorkan pada Yong Sae.

“Sangeilchukae, my little lady .. Tidak, saya rasa kau sudah tumbuh dewasa sekarang .. “

Ya, ini yang ingin dilihatnya! Bukankah begitu? Tapi mengapa, sekali lagi hatinya seperti disayat-sayat? Apalagi melihat Yong Sae bercanda dan tertawa-tawa dalam gayutan pria muda ini, dia tidak tahan. Dia tak bisa bernafas. Udara terasa sangat tipis.

Dong Wo menarik nafas dalam-dalam. Dia harus mengambil keputusan--sekarang atau tidak sama sekali. Mundur atau menyesal!

Dong Wo meraih tangan Yong Sae dan menariknya lepas dari pegangan Dong Hae.

“Akhh—yaaa—oppa! Apa-apaan ini?!”

“Ikut denganku!” sahut Dong Wo tenang.

“Tidak mau! Lepaskan aku!”

“Ada apa? Mengapa memperlakukan Yong Sae seperti ini?”

Dong Hae berusaha menolong Yong Sae melepaskan diri tapi segera dibentak oleh Dong Wo.

“Tidak ada urusannya denganmu anak kecil! Dan kau .. ,” dia berpaling pada Yong Sae yang masih meronta-ronta. “ … jangan berhubungan lagi dengannya … “

“Mwo?!” Yong Sae membelalakan mata lebar-lebar.

“Kau tak dengar? Jangan berhubungan lagi dengannya!”

“Weeyo?!”

“Hey—jangan seenak perutmu!” Dong Hae berseru keras. Dia mencengkeram lengan Dong Wo kemudian menarik Yong Sae kembali ke sampingnya. Tapi gadis mungil itu segera mengibaskan tangannya dan menatap Dong Wo dengan pandangan mengharapkan jawaban.

“Weeyo? Apa maksud oppa?”

“It’s over!” sahut Dong Wo. “Perjanjian kita berakhir. Persetan dengan usia dan segala tata susila. Aku menginginkanmu dalam hidupku. Hanya kau seorang—Goo Yong Sae!!”

“Oppa … “

“Aku mengira bisa menahan semuanya karna aku SO DONG WO. Tapi ternyata salah. Aku tetap hanya seorang manusia. Seorang pria yang tak mampu menahan api cemburu ketika menyaksikan gadis kecilnya menerima cinta pria lain. Miane Yong Sae-ya, jeongmal miane … “

“OPPAAA … “

Yong Sae menghambur ke dalam pelukan Dong Wo.

“Akhirnya .. akhirnya … ,” gadis kecil itu menangis tersedu-sedu.

“Miane …. “ Dong Wo mencium rambutnya. “Oppa berjanji akan menghadapi orangtuamu, apapun reaksi mereka … Saranghe Yong Sae-a … “

Sementara itu, Dong Hae hanya bisa mengangga menyaksikan adegan di hadapannya. Kekasihnya—yang baru resmi jadian dengannya beberapa minggu yang lalu—merangkul pria lain tepat di depan mata dan hidungnya sendiri? Dan pria itu CEO dari Seoul Corporation? Bagaimana mungkin?

Orang-orang yang berada dalam ruangan itu juga mulai ribut.

“Apa yang terjadi?”

“Siapa pria itu? Apa hubungannya dengan Yong Sae?”

“Yong Sae memeluknya. Oh lihat tuh tampang si Dong Hae!”

Yong Sae melepaskan diri dari rangkulan Dong Wo kemudian beralih pada Dong Hae.

“Miane Dong Hae-ya, .. aku hanya mencintai Dong Wo oppa. Aku tahu aku salah karna menerimamu tapi … semuanya terjadi akibat dari perjanjian kami. Miane karna melibatkanmu dalam permainan itu, namun .. aku tidak bisa berbuat lain selain minta maaf. Jeongmal miane … “

“Goo Yong Sae, apa kamu sadar siapa dia?” Telunjuk Dong Hae terarah ke Dong Wo. “Kau akan menyesal, Yong Sae-a. Dia tuh seorang pemain. Playboy sejati. Dia akan mencampakkanmu setelah mendapatkanmu … “

“Aku percaya padanya!” sahut Yong Sae cepat. “Aku mengenalnya lebih dari segala media massa yang selama ini memberitakan berita-berita negative tentangnya .. “

“Sebegitu besar kepercayaan dan cintamu padanya?”

“NE!” sahut Yong Sae tegas. “Dia ada saat aku menderita dan kehilangan arah. Dia membantuku saat aku membutuhkannya. Karna itu, aku percaya padanya .. “

“Sudah lama kau mengenalnya?”

“Ne .. “

“Tak akan menyesal?”

“Tidak akan!”

Dong Hae mengangguk. “Sepertinya, aku hanya orang ketiga .. ,” ujarnya lirih.

“Miane Dong Hae-a .. ,” kata Yong Sae penuh penyesalan. “Kau sangat baik dan … “

“Cukup Goo Yong Sae. Sampai di sini saja .. “

Dengan lemah pemuda itu berputar dan berjalan ke pintu keluar, berlalu dari ruangan tersebut.

“Dia pemuda yang baik .. “

Dong Wo menempel ke punggung Yong Sae. Gadis itu mengangguk.

“Ya, dia sangat baik. Sungguh menyedihkan aku telah menyakiti hatinya …”

“Tidak!” sela Dong Wo. Dia memutar tubuh Yong Sae sampai menghadapinya. “Aku yang menyakiti hatinya. Perjanjian itu dariku, jadi jangan menyalahkan dirimu .. “

“Oppa … ,” perlahan Yong Sae menyandarkan kepalanya ke dada Dong Wo. “Esok akan lebih baik, kan?”

“Tentu!” jawab Dong Wo pasti. Tangannya menyelipkan beberapa helai rambut Yong Sae ke telinga. “Gumawo karna sudah mempercayaiku .. dan kepercayaan ini akan kujaga sampai akhir hayat. Aku tak tahu apa yang akan terjadi kelak, tapi oppa berjanji padamu … ‘perasaan oppa tidak akan berubah’ .. “


*******



Keesokan harinya …

Dam Ah menyodorkan secangkir kopi pada Dillon.

“Tidak menganggu sekejulmu, kan?”

Dillon menarik topinya sehingga menutupi mata dan hidung.

“Ada apa? Katakanlah!”

Dam Ah menghela nafas sembil meletakkan cangkir kopinya ke atas meja.

“Aku tak akan menyerah … ,” katanya dengan nada pelan—takut kedengaran pengunjung café’ yang lain.

“Mwo?!” Dillon mengangkat wajahnya yang tadi tertunduk. Dipandanginya Dam Ah dengan alis berkerut. “Maksudmu apa?”

“Terhadap hubungan kita. Aku tidak akan menyerah .. “

Perlahan Dillon mendorong punggungnya ke belakang, sampai mengenai sandaran kursi.

“Buat apa kau lakukan itu, Dam Ah-ya?” tanyanya lirih.

“Karna sekarang aku percaya cinta sejati. Setelah melihat kebahagiaan Yong Chan dan Eun Ho, aku yakin—cinta membutuhkan pengorbanan. Tak ada yang diperoleh secara gratis. Jika ingin bahagia, harus berjuang keras. Karna itu aku tak mau menyerah begitu saja .. ,” tubuh Dam Ah condong ke depan. Ditatapnya pemuda di depannya lekat-lekat. “Aku yakin kau juga merasakan hal yang sama. Kau tahu itu .. “

“Jangan memaksaku .. “

Dillon berdiri dari kursinya.

“You understand, Dillon-ssi ..”

Dillon berhenti.

“Kau hanya capek.” Lanjut Dam Ah. “Dan butuh waktu untuk menenangkan diri. It’s fine Dillon-ya. Aku akan memberikannya padamu. Tapi aku mohon, jangan menghindari perasaanmu sendiri .. “

Perlahan, Dillon melangkahkan kakinya lagi.

“Kecuali jika kau bilang tak mencintaiku!” Dam Ah mengejarnya. “Aku akan berhenti. Sungguh, aku akan lenyap dari kehidupanmu sekarang juga … “

Dillon memutar tubuhnya perlahan-lahan.

“Mengapa harus sekeras kepala ini?”

Dam Ah melihat bagaimana wajah blasteran itu basah oleh airmata.

“Dillon-ya … “

“Pabo … “

Dillon mendekati Dam Ah dengan cepat kemudian meraup kepala gadis itu ke dadanya.

“Lain kali jangan sebodoh ini lagi … ,” bisiknya di telinga Dam Ah. “Hatiku sakit melihatnya tahu?”

Dam Ah mengangguk dengan linglung. “Ne .. ,” kemudian tangannya balas memeluk pemuda itu erat-erat.


**********



Dua bulan kemudian Mr. Jung menyodorkan sebuah surat kontrak beserta naskah film pada Yong Chan.

“Selamat Yong Chan-a. Film perdanamu sangat digemari di Hollywood—sampai masuk box office walaupun tak menang. Tapi tidak apa-apa. Sudah permulaan yang sangat bagus. Sekarang ada tawaran lain .. “

“Yang ini?” Yong Chan mengangkat tumpukan tebal di hadapannya.

“Benar ..,” Mr. Jung mengiyakan. “Pihak kita sudah menyeleksi berpuluh-puluh naskah yang masuk dalam dua bulan terakhir dan film yang satu ini karakternya paling menantang. Kamu pasti menyukainya .. “

“O ya?”

Yong Chan membuka-buka halaman dari naskah di tangannya.

Cerita tentang seorang pria Korea yang berpetualang ke Amerika. Dia seorang pianis handal dan berbakat. Tapi malang, dia kehilangan sebuah jarinya ketika menolong seorang gadis kecil yang hampir ditabrak mobil. Kehidupannya semakin sulit begitu menginjakkan kaki di Amerika. Bahasa menjadi salah satu kendalanya. Dia tak begitu mahir berbahasa Inggris.
Dia jatuh cinta pada seorang wanita Inggris blasteran Filipina yang ternyata seorang penipu. Sisa-sisa kekayaannya habis dibawa pergi/dicuri wanita itu. Kemudian hidupnya mulai menuju titik terang begitu bersahabat baik dengan seorang wanita yang tak sengaja dikenalnya di salah satu lorong gelap yang begitu banyak terdapat di jalanan kumuh New York. Wanita itu memiliki nasib yang hampir sama dengan dirinya—sebatang kara di dunia ini. Dia memiliki cita-cita yang tak mungkin terwujud karna dia tak mampu berkata-kata. Ya, dia bisu. Bagaimana mungkin seorang tuna wicara bisa menjadi seorang penyanyi?


Yong Chan menjatuhkan naskah tersebut ke meja.

“Menarik .. “

“Kau menerimanya?” tanya Mr. Jung heran. Tidak biasanya Yong Chan menerima begitu saja apa yang disodorkan padanya ..

“Ne. Hmm—siapa pemeran utama wanitanya?”

“Belum dipilih.” Jawab Mr. Jung.

“Mwo? Kenapa?”

Si manajer mengangkat bahunya. “Tidak jelas. Tapi pihak Hollywood meminta saran kita. Katanya karakter utama wanita itu bukan bule. Lebih menjurus ke orang Cina. Apa kau punya gambaran siapa yang cocok buat peran itu?”

Yong Chan mengelus-ngelus dagunya sambil berpikir. Mr. Jung melakukan hal yang sama. Sebuah ide tiba-tiba melintas di benak mereka.

“Bagaimana kalau … “

“EUN HO!!”

Teriak mereka bersamaan. Lalu mereka tertawa terbahak-bahak.

“Bingo! Eun Ho-ssi orang yang tepat!”

“Anda bisa mengusahakan itu?” tanya Yong Chan harap-harap cemas.

“Akan kudiskusikan terlebih dahulu dengan yang lain. Setelah itu menyampaikannya ke Hollywood .. “

“Thanks, tuan Jung .. “

Yong Chan menepuk lengan Mr. Jung, kemudian meraih naskah dan kontrak dari atas meja sambil tersenyum lebar.


*********



“Yang ini sangat indah, onnie .. “ Eun Ho meraih sebuah gaun mungil berwarna merah, tapi sesaat kemudian perhatiannya sudah beralih ke sepatu-sepatu mungil yang terpajang di lemari kaca. Dia berlari ke sana. “WAhh—onnie, lihat sepatu-sepatu ini, lucu-lucu sekali … “

“Kau .. lebih semangat dariku … ,” Yong Na sampai di sebelah Eun Ho dengan nafas tersengal. “Kenapa kau dan Yong Chan tidak melahirkan bayi sendiri saja?”

Eun Ho menghentikan aksi gilanya. Telunjuknya mengetuk-ngetuk kaca ketika berkata, “Saya ingin sekali onnie ... Dan saya yakin Yong Chan juga menginginkannya. Tapi .. keadaan kami tak mengijinkan. Sebentar lagi kami harus terbang ke Amerika buat syuting ‘The Pianist’. Kami tak punya waktu memikirkan semua itu .. “

Yong Na menatap Eun Ho dengan perasaan bersalah. “Miane Eun Ho-ya. Onnie sudah membuatmu sedih … “

Eun Ho tersenyum sambil mengeleng keras-keras. “Aniyo onnie. Saya baik-baik saja. O ya, apa lagi yang harus kita beli? Apa perlu beli sepatu-sepatu ini?”

“Anhi … ,” Yong Na tertawa. “Tak perlu secepat itu beli sepatu. Sebaiknya kita ke sana saja. Lihat botol-botol susu dan sedotan bayi .. “

“Ok!!” sahut Eun Ho semangat. “Kacha!!”

“YAA—tungguin dong!!”


********



Empat tahun kemudian …

“APA?!! KALIAN PACARAN? SEJAK KAPAN?!” Teriak Mr. Goo.

Yong Sae langsung merapat ke tubuh Dong Wo.

“Sosoengheyo tuan Goo .. ,” kata Dong Wo. “Kami bersama sudah empat tahun yang lalu .. “

“MWOO?!!”

Mr. Goo menarik kerah baju Dong Wo.

“EMPAT TAHUN?! APA YANG TELAH KAU LAKUKAN PADA PUTRIKU?! DIA BELUM CUKUP UMUR TAHU?!”

“Appa! Kami berpacarannya sangat sehat kok. Bukan seperti yang appa bayangkan .. “

“Kau menceramahi orangtua? Gara-gara pemuda ini?”

“Anhi!” sela Dong Wo. “Yong Sae sangat menghormati tuan dan nyonya. Karena itu dia memintaku merahasiakan hubungan kami selama ini … “

“Jadi?” Mr. Goo mengatupkan gerahamnya.

“Aku mencintai Yong Sae. SANGAT MENCINTAINYA. Apapun keputusan anda, aku akan tetap bersamanya .. “

“Kau menantangku, tuan So? Jangan dikira kau pemilik Seoul Corporation, aku akan gentar padamu .. “

“Aku tak pernah berpikir begitu .. ,” ujar Dong Wo halus. “Aku hanya .. aku sangat serius dengan hubungan ini … “

“Apapun akan kau lakukan demi Yong Sae?” tanya Mr. Goo. Suaranya berubah tenang.

“Ne!”

“Aku paling benci orang yang sok kaya … ,” Mr. Goo tersenyum mengejek. “Karna itu, lepaskan Seoul Corporation .. “

“APPA!!” Seru Yong Sae dan Mrs. Goo kaget. Mereka saling berpandangan cemas. Permintaan ini rasanya sudah keterlaluan. Meminta seorang CEO turun dari tahtanya?

“Aku akan meninggalkan oppa jika memang itu keinginan appa … “

“Aku bersedia menerimanya!”

Yong Sae dan Dong Wo mengeluarkan keputusannya secara bersamaan. Yong Sae segera menoleh kearah Dong Wo, begitu sebaliknya.

“Oppa .. ,” desah gadis itu lirih. Airmata menuruni pipinya, kemudian jatuh ke lantai.

“Kau tak boleh meninggalkanku, Yong Sae-ya .. ,” kata Dong Wo halus. “Tidak boleh. Aku tak membutuhkan semua materi itu selain dirimu .. “

Plokk … plokkk .. plokkk …

Tiba-tiba Mr. Goo bertepuk-tangan sambil mendekati mereka.

“Bagus, bagus.” Pria itu tertawa puas. “Kau lulus ujian nak Dong Wo. Kau tak perlu melepaskan perusahaanmu. Aku menyerahkan putriku kepadamu. Jagalah dia baik-baik .. “

Dong Wo melebarkan matanya. “Jinja?” kemudian dia dan Yong Sae saling berpandangan.

“Iya benar .. ,” sahut Mr. Goo.

“YESSSSS!!!”

Dong Wo berteriak keras sambil mengangkat tubuh Yong Sae. “Kau dengar itu, Yong Sae-a?!”

“NE!” Gadis itu menyahut sekeras-kerasnya.


**********



“Huekkkk!!”

Eun Ho memuntahkan isi perutnya di kamar mandi.

“Ada apa denganmu sayang?” Yong Chan mengelus-ngelus punggung istrinya. “Kau mual-mual terus akhir-akhir ini?”

“Entahlah .. ,” jawab Eun Ho dengan nafas tersengal-sengal. “Mungkin salah makan .. “ lanjutnya asal.

“Tapi salah makan kok berhari-hari .. ,” Yong Chan terlihat kebingungan. “Apa tak sebaiknya diperiksakan ke dokter aja?”

“Saya tidak apa-apa .. ,” ujar Eun Ho lemas. “Mungkin terlalu capek. Saya hanya perlu istirahat.. “ Dia keluar dari kamar mandi dan masuk ke dalam kamarnya.

“Lalu bagaimana wawancaramu hari ini?” Yong Chan menuntunnya dengan hati-hati.

Plakk, tubuh Eun Ho langsung terhempas ke ranjang. “Aku benar-benar lelah, Yong Chan-a. Tolong minta ijin ke pihak KBS, interviewnya lain kali saja … “

“Apa kau sungguh baik-baik saja?” tanya Yong Chan ragu-ragu. “Wajahmu pucat begitu .. “

“Ne. Aku baik-baik saja .. “

“Ada apa dengan Eun Ho?” Mendadak Mrs. Goo nonggol dari balik pintu.

“OH—omma!” seru Yong Chan kaget. “Katanya capek dan pingin istirahat. Mual-mual dan muntah terus.”

“MWO?!”

Mrs. Goo mendorong pintu hingga terbuka lebar kemudian memasuki kamar itu.

“Mual dan muntah katamu?”

“Ne .. ,” jawab Yong Chan kebingungan. “Memangnya ada apa? Jangan menakutiku omma!”

Mrs. Goo tak memperdulikan Yong Chan. Dia menoleh pada Eun Ho yang tebaring lemas di atas ranjang.

“Apa kau terlambat datang bulan?”

“Hahh?” Mata Eun Ho melebar.

“Omma bertanya padamu, Eun Ho-ya .. “

“Oh, Ne .. ,” jawab Eun Ho kemudian. Wajahnya memerah karna malu.

“Sudah berapa lama?”

“Hmm—sekitar … dua minggu … “

“Sudah memeriksakan diri ke dokter?”

“Aniyo. Memangnya kenapa omma?”

“Berarti, besar kemungkinannya … ,” Mrs. Goo mengangguk-angguk bijak.

“Ada apa omma?” desak Yong Chan tak sabar.

“Kalian bersiaplah. Kita ke klinik sekarang .. “

“MWO?!” seru Yong Chan dan Eun Ho berbarengan.

“Ikut saja!” ujar Mrs. Goo sambil beranjak dari kamar. Meninggalkan Yong Chan dan Eun Ho mengaruk-garuk kepalanya yang tak gatal.


********



“Chukae. Kalian sebentar lagi jadi ibu dan ayah .. ,” kata dokter Kim sambil tersenyum lembut.

“MWO?!!” Yong Chan dan Eun Ho berteriak keras.

“Jadi ayah?”

“Maksud dokter .. saya .. saya mengandung?” tanya Eun Ho tak percaya.

Dokter tua itu mengangguk.  

“Ternyata benar tebakan omma .. ,” Mrs. Goo tertawa bahagia.

Eun Ho menoleh pada Yong Chan. Bersamaan, pandangan pemuda itu jatuh padanya.

“Mengandung … ,” ujarnya lirih. “Saya mengandung .. Ini bukan mimpi, kan?”

Tiba-tiba Yong Chan mencubit pipinya dengan keras.

“AKHHH--!!” Eun Ho berteriak keras. “Apa-apaan ini?!”

“Meyakinkanmu sedang bermimpi atau tidak .. ,” sahut Yong Chan polos.

“Kenapa tidak cubit pipimu sendiri .. ,” protes Eun Ho sambil mengelus-ngelus wajahnya. “Akhh .. sakit … “

“Benar juga .. ,” Yong Chan mengangguk-angguk linglung. “AKHH—aku jadi ayah?” tiba-tiba dia memegang kepala dan berteriak keras—seperti baru sadar dari mimpi panjang.

“Tadi kan udah dibilang ama dokter … ,” Eun Ho menghembuskan nafas sambil mengeleng-gelengkan kepalanya.

Ternyata seorang pria kalau mengetahui bakal jadi seorang ayah akan sebego ini. Apa lakimu seperti itu? Atau .. Cuma suamiku seorang yang setolol ini? Huhhh ….


**** The End ****
« Last Edit: January 24, 2011, 02:39:20 am by mrs. Lee Min Ho »

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Vay_za

  • Senior
  • ****
  • Posts: 917
    • View Profile
UPDATE [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]

Miiiiiiiiii tulisanE kekecileeeeeeeeeeeennnn  hammer2 hammer2 hammer2 [sweat] perbesar duoooonk!!!  whistling [hmpfh]
« Last Edit: November 20, 2010, 04:41:34 pm by Vay_za »

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
UPDATE [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]

Miiiiiiiiii tulisanE kekecileeeeeeeeeeeennnn  hammer2 hammer2 hammer2 [sweat] perbesar duoooonk!!!  whistling [hmpfh]

cukup gede ga yg buta [hmpfh] [hmpfh]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline viollet.koo

  • Full
  • ***
  • Posts: 371
  • I'm minsunner until the end of time ♥ minsun
  • Location: Indonesia
    • View Profile
ahhh akhirnya di update juga, thank's mi  [cheekkiss]

chan-ho menikah ! hip hip hore hip hip hore  [clap] punk

sweet banget chapter ini  [lovestruck]


Quote
Dia memiliki cita-cita yang tak mungkin terwujud karna dia tak mampu berkata-kata. Ya, dia bisu. Bagaimana mungkin seorang tuna rungu bisa menjadi seorang penyanyi?

oiya mi, kalo orang bisu bukannya tuna wicara ya  [hmff] kalo tuna rungu kan orang yg tuli mi [hmpfh]


next update bengkok mi !!! update yang long chapter biar "the meaning of love" cepet di update juga  [hmff]
« Last Edit: November 20, 2010, 05:24:24 pm by vio23 »

 이민호 ♥ 구혜선

-Viollet Koo-

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline viollet.koo

  • Full
  • ***
  • Posts: 371
  • I'm minsunner until the end of time ♥ minsun
  • Location: Indonesia
    • View Profile

 이민호 ♥ 구혜선

-Viollet Koo-

Offline Vay_za

  • Senior
  • ****
  • Posts: 917
    • View Profile
[hmff] [hmff] [hmff] [hmff] [hmff] [hmff] [hmff] [hmff] [hmff] [hmff] [hmff] [hmff]
 
[hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

 [laughing] [laughing] [laughing] [laughing] [laughing] [laughing] [laughing] [laughing] [laughing]

 [hmff] [hmff] [hmff] [hmff] [hmff] [hmff] [hmff] [hmff] [hmff] [hmff] [hmff] [hmff]
 
[hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

 [laughing] [laughing] [laughing] [laughing] [laughing] [laughing] [laughing] [laughing] [laughing]

 [hmff] [hmff] [hmff] [hmff] [hmff] [hmff] [hmff] [hmff] [hmff] [hmff] [hmff] [hmff]
 
[hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

 [laughing] [laughing] [laughing] [laughing] [laughing] [laughing] [laughing] [laughing] [laughing]

 [hmff] [hmff] [hmff] [hmff] [hmff] [hmff] [hmff] [hmff] [hmff] [hmff] [hmff] [hmff]
 
[hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

 [laughing] [laughing] [laughing] [laughing] [laughing] [laughing] [laughing] [laughing] [laughing]

 [hmff] [hmff] [hmff] [hmff] [hmff] [hmff] [hmff] [hmff] [hmff] [hmff] [hmff] [hmff]
 
[hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

 [laughing] [laughing] [laughing] [laughing] [laughing] [laughing] [laughing] [laughing] [laughing]



Offline Putri Minsun

  • Newbie
  • *
  • Posts: 19
    • View Profile
Akhirnya, ff yg pling long and fun ini terselesaikan....

Thank u mam....

Endingnya ga smpe melahirkan ye mam?( di headbreak gw)

ampun....

Crita ni amat memuaskan...

Ga slh mnanti slm brthun2 ato berblan2 ya?

Bodo, yg ptg uda update...

Muah..

Offline Liko

  • Senior
  • ****
  • Posts: 893
    • View Profile
hihihi kelar jg nih ff. pas baca di awal sempet ling-lung ama nama cast, yg diinget cuma yong chan-eun ho doang  [hmff]

endingnya happy utk semua tokoh  [clap] [clap] [clap] bagos mam  [cheekkiss]

ada rencana kah bikin ff kolaborasi lg? aku tunggu ff keroyokan mami yg lain [clap]

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
hihihi kelar jg nih ff. pas baca di awal sempet ling-lung ama nama cast, yg diinget cuma yong chan-eun ho doang  [hmff]

endingnya happy utk semua tokoh  [clap] [clap] [clap] bagos mam  [cheekkiss]

ada rencana kah bikin ff kolaborasi lg? aku tunggu ff keroyokan mami yg lain [clap]
nggak ahh, udah jera [hmpfh] [hmpfh] .. yup happy ending buat semua karakter, karna itu gw pontang panting [heh]

putri, itu aja udah setengah mampus [head break] [head break] cuma berbulan2, siapa blg ampe berthn2 [guns] [guns] btw, thanks buat komentarnya [hmpfh]

vay, [whip] [head break] [head break] [guns] [guns] mampus nih anak, ketawain gw hammer2 hammer2 [nono] [hmff]

vio, malu (suara kecil dan mengoda [hmpfh] [hmpfh]) [laughing] [laughing]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline viollet.koo

  • Full
  • ***
  • Posts: 371
  • I'm minsunner until the end of time ♥ minsun
  • Location: Indonesia
    • View Profile
nggak ahh, udah jera [hmpfh] [hmpfh] .. yup happy ending buat semua karakter, karna itu gw pontang panting [heh]

putri, itu aja udah setengah mampus [head break] [head break] cuma berbulan2, siapa blg ampe berthn2 [guns] [guns] btw, thanks buat komentarnya [hmpfh]

vay, [whip] [head break] [head break] [guns] [guns] mampus nih anak, ketawain gw hammer2 hammer2 [nono] [hmff]

vio, malu (suara kecil dan mengoda [hmpfh] [hmpfh]) [laughing] [laughing]

jiahahaha lo punya malu juga yaaa mam ???  [hmpfh] gue pikir muka tembok lol  [hmff]  [laughing]

 이민호 ♥ 구혜선

-Viollet Koo-

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
nggak ahh, udah jera [hmpfh] [hmpfh] .. yup happy ending buat semua karakter, karna itu gw pontang panting [heh]

putri, itu aja udah setengah mampus [head break] [head break] cuma berbulan2, siapa blg ampe berthn2 [guns] [guns] btw, thanks buat komentarnya [hmpfh]

vay, [whip] [head break] [head break] [guns] [guns] mampus nih anak, ketawain gw hammer2 hammer2 [nono] [hmff]

vio, malu (suara kecil dan mengoda [hmpfh] [hmpfh]) [laughing] [laughing]

jiahahaha lo punya malu juga yaaa mam ???  [hmpfh] gue pikir muka tembok lol  [hmff]  [laughing]
sialan lu [head break] dilarang ke sini tanpa updatean ya [dry] [goodgrief] [hmpfh]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline viollet.koo

  • Full
  • ***
  • Posts: 371
  • I'm minsunner until the end of time ♥ minsun
  • Location: Indonesia
    • View Profile
nggak ahh, udah jera [hmpfh] [hmpfh] .. yup happy ending buat semua karakter, karna itu gw pontang panting [heh]

putri, itu aja udah setengah mampus [head break] [head break] cuma berbulan2, siapa blg ampe berthn2 [guns] [guns] btw, thanks buat komentarnya [hmpfh]

vay, [whip] [head break] [head break] [guns] [guns] mampus nih anak, ketawain gw hammer2 hammer2 [nono] [hmff]

vio, malu (suara kecil dan mengoda [hmpfh] [hmpfh]) [laughing] [laughing]

jiahahaha lo punya malu juga yaaa mam ???  [hmpfh] gue pikir muka tembok lol  [hmff]  [laughing]
sialan lu [head break] dilarang ke sini tanpa updatean ya [dry] [goodgrief] [hmpfh]

hahaha becanda mam  [hmff] maksudnya apa dilarang kesini tanpa updatean ???  [what]  [hmpfh]

 이민호 ♥ 구혜선

-Viollet Koo-

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
pura2 bego [whip] [whip] apa, emang bego beneran ya [what] [hmpfh] [smiley-dance013] [smiley-dance013]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun