Author Topic: *LOVE & CAREER* (Lovelyn, Miny and Luveliprincess) ~ chp 30 (final) '20 Nov 10  (Read 19234 times)

Offline oqyoiko

  • Superintendent
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1265
  • just be Ur SeLf & bE thE bEsT,,,,
  • Location: indonesia
    • View Profile
 [clap] [clap] [clap]mami thx dah update yuaa,,, aq ru smpet bca niy mi..

wah bner2 full wosae yah mi,,  whistling whistling trus dgn chan-ho yg jd sbuk di hollywood itu bkin niy ff kaga beres2 yaa spertinya mi??? [angry] [angry] [angry] [angry] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] wah mereka kpn nikahnya c yaa?? lama amit niy mah,, kan dah ngebet euy niy aq... [hmff] [hmff]

walah next itu tugas luv ya mi?? duh2 bner setahun dah niy mah kyna  [chin] [chin] [chin] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013]
"MinSun & YongSeo is Sweet & Cute Couple "


Offline minyounglee

  • Admin
  • Junior
  • *****
  • Posts: 165
    • View Profile
haus ChanHo couple neh. need their moment. more and more. minsun thinker here. maybe i will make a special edition for ChanHo. again? haha thx for updated  [bye]
"One of my top escapades is to dive through this infinite world of imagination." - Me

Just tweeting...

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
oki, ya mau gimana lg, si miny tuh yg ngeluarin ide itu, chanho dpt tawaran main film holliwod ya pasti diterima dong [hmpfh] [hmpfh]

miny, nah tuh disalahin oki deh gara2 chanho ga kawin2 [laughing] [laughing]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline minyounglee

  • Admin
  • Junior
  • *****
  • Posts: 165
    • View Profile
dikasih gini aja-> 4 TAHUN KEMUDIAN

lha susah bener tah
"One of my top escapades is to dive through this infinite world of imagination." - Me

Just tweeting...

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
dikasih gini aja-> 4 TAHUN KEMUDIAN

lha susah bener tah
ingat ama keponakan yong chan and yong sae ya [hmpfh]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline oqyoiko

  • Superintendent
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1265
  • just be Ur SeLf & bE thE bEsT,,,,
  • Location: indonesia
    • View Profile
Wah jdi ulah miny toh chanho g kawin ini?.. Miny kalo g mau dhammer next chp bnykin sweet moment chanho di hollywood na yua..okay.he2.
"MinSun & YongSeo is Sweet & Cute Couple "


Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Wah jdi ulah miny toh chanho g kawin ini?.. Miny kalo g mau dhammer next chp bnykin sweet moment chanho di hollywood na yua..okay.he2.
next chp giliran si luv bukan miny [hmpfh] [hmpfh]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline oqyoiko

  • Superintendent
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1265
  • just be Ur SeLf & bE thE bEsT,,,,
  • Location: indonesia
    • View Profile
Iya i know mami syg,hehe.. Mksdna tar bag. Miny dya msti tanggungjwb tar..wkwkwk... Sruh cpet y mi c luv update'na.. Ngom2 dr awal chp ni ff dah hampir setahun y mi?dr septmber kn y?hehe.kren.
"MinSun & YongSeo is Sweet & Cute Couple "


Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Iya i know mami syg,hehe.. Mksdna tar bag. Miny dya msti tanggungjwb tar..wkwkwk... Sruh cpet y mi c luv update'na.. Ngom2 dr awal chp ni ff dah hampir setahun y mi?dr septmber kn y?hehe.kren.
emang iya ya, mian gw aja lupa kapan mulainya [hmpfh] [laughing]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline oqyoiko

  • Superintendent
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1265
  • just be Ur SeLf & bE thE bEsT,,,,
  • Location: indonesia
    • View Profile
Walah mang dah kena pikun dini niy c mami, moso apalan aq c...hufh..
"MinSun & YongSeo is Sweet & Cute Couple "


Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
CHAPTER 29


"Anyeongheseyo, Jae Won-a ... ", sapa Hye Jin sambil tersenyum manis.

“Hye Jin.. Bagaimana...... “

“Kejutan” Kata Hye Jin pendek.

Jae Won menatap wanita di depannya masih dengan setengah tidak percaya. Jantungnya, tiba – tiba saja berdegup kencang. Wanita yang sudah lama
dirindukannya kini tiba – tiba saja muncul di hadapannya.

“Apakah kau sibuk? Bagaimana kalau kita makan malam?” Seru Hye Jin, yang membuat Jae Won tersadar dari lamunannya.

Jae Won balas tersenyum, “Tentu saja.. Kita harus merayakan kedatanganmu kembali”

******************************
Jae Won dah Hye Jin kini telah tiba di sebuah restaurant yang berada di atas Seoul Tower. Restoran itu berbentuk bundar dengan suasana yang sangat romantis. Restoran itu berputar 360◦ sehingga pemandangan malam kota Seoul di sekelilingnya, terlihat dari ketinggian dari jendela yang berada di samping meja meja yang tersusun rapi dan elegan. Lagu – lagu romantis mengalun merdu. Lilin – lilin terpasang di atas meja, menambah kesan romantis untuk pasangan – pasangan yang sedang makan malam di sana.

Hye Jin terpesona melihat pemandangan tersebut. Wajahnya tak henti menyiratkan kekaguman.

“Jae Won-ssi... ini.. indah sekali...”

Seorang pelayan menarik kursi dan mempersilahkan Jae Won dan Hye Jin untuk duduk. Beberapa pasang mata melirik ke arah mereka sambil berbisik – bisik, sepertinya mereka terpesona melihat kedatangan Jae Won. Belum lama mereka menikmati kehebohan itu, tiba – tiba seorang pria dan wanita baru saja datang dan menambah kehebohan para tamu yang berada disitu.

“Lihat, itu Nathan Lee dan Choi Young-ssi..” seru salah satu tamu yang duduk di dekat pintu masuk.

Jae Won dan Hye Jin menoleh. Mereka, Nathan dan Choi Young baru saja memasuki restoran. Nathan memakai Jas hitam, dan Choi Young memakai gaun sutra berwarna putih mutiara. Mereka datang bergandengan tangan. Membuat para tamu menjadi lebih heboh.

“Choi Young-a..” Panggil Hye Jin pada sahabat yang tiba – tiba di temuinya itu.

“Omo.. Song Hye Jin !!” Seru Choi Young sambil menghampiri Hye Jin di mejanya, dan memeluknya dengan erat.

“Hye Jin-a... bagaimana bisa kau berada disini..? bukankah kau masih berada di australia?” Tanya Choi Young menggebu – gebu.

“Sepertinya bukan kau saja yang menantikan jawaban itu Choi Young-a..” Kata Jae Won kalem.

“Ah, Jae Won.. jadi kau juga baru tahu kalau Hye Jin disini..?”

Jae Won mengangguk.

“Pertemuan yang menarik ya, Choi Young-a, bagaimana kalau kita duduk disini saja?” Tanya Nathan.

“Tentu saja, itu ide yang bagus.. Kita rayakan kedatangan Hye Jin, sahabatku..” Ujar Choi Young senang.

Lalu Nathan dan Choi Young pun duduk satu meja dengan mereka. Menikmati malam itu dengan canda tawa.

**************************

Dua bulan sudah berlalu, kini tinggal beberapa hari lagi syuting Eun Ho dan Yong Chan di amerika selesai. Pembuatan film di amerika memang berbeda dengan Korea.
Semuanya sangat cepat. Mereka benar – benar profesional dan ahli. Pekerjaannya memang padat, tetapi Eun Ho dan Yong Chan sangat menikmatinya. Album pertama Eun Ho pun akan segera rampung. Sekitar satu minggu lagi, mereka akan pulang ke Korea untuk mempromosikan film mereka.

“Ah.. Aku rindu sekali dengan Seoul..” Kata Eun Ho ketika mereka baru saja sampai di rumah yang disediakan oleh pihak Production House. Mereka baru saja selesai
syuting.

“Aku juga.. Aku lebih suka Korea daripada disini..” Kata Yong Chan yang sedang duduk bersandar di sofa yang empuk.

“Benarkah? Aku kira kau lebih suka disini, melihat cara kau melihat wanita wanita bule itu” Ejek Eun Ho

“Apa?? Aku.. “ Muka Yong Chan bersemu merah.

“Hahaha, mukamu langsung memerah.. Tenang saja Yong Chan-a.. aku tidak marah”

“Aku... Maaf Eun Ho-ya.. aku.. bukan maksudku seperti itu, hanya saja aku tidak terbiasa dengan budaya di sini. Semua terasa asing bagiku.” Ujar Yong Chan
dengan penuh penyesalan.

“Perasaanku hanya padamu Eun Ho-ya.. Sungguh.. “

Yong Chan menggenggam tangan Eun Ho erat. Matanya menatap Eun Ho dalam, menusuk tapi penuh cinta. Eun Ho balas menatap kekasihnya itu, Yong Chan mulai
mendekatkan wajahnya ke wajah Eun Ho, Semakin dekat.. semakin dekat...

“Hmphhh...hahahahaha” Tiba – tiba saja Eun ho tertawa keras. Yong Chan menjadi kaget karenanya, langsung terbelalak.

“Wae??” Katanya kesal. Padahal dia baru saja ingin mencium Eun Ho.

“Tidak, hanya saja aku merasa kau sangat lucu.. nomu kwiyopta..” Kata Eun Ho sambil terkikik.

“Muo?”

Yong Chan langsung cemberut. Namun tiba – tiba saja raut mukanya berubah. “Lee Eun Ho.. Awas kau ya,, ini pembalasanku..”

Tangan Yong Chan menyentuh pinggang Eun Ho, lalu menggelitiknya dengan ganas. Badan Eun Ho langsung menggeliat sambil berteriak – teriak karena geli.

“Ahahahaha... Yong Chan-a.. Geli sekali... Hahaha.. Yong Chan...ge-li... Tolong” Katanya terengah engah.

“Siapa suruh kau meledekku hah? Ini pembalasanku..” Ujar Yong Chan yang berubah menjadi iblis yang nakal.

“hahaha.. aku... Stop... Yong Chan-a..hhhh... ahhh.....Gumanhae...” Eun Ho masih menggeliat geliat. Dia berusaha menghindar dari tangan Yong Chan. Namun
Yong Chan jauh lebih gesit dari Eun Ho, kemanapun ia menghindar ia selalu tertangkap yong Chan, yang kini sedang sedang tertawa – tawa.

“Yong Chan-a.. Ampun..hhh.. Ampuuunn...hihihihi... ahhhhhhh Yong Chan! Berhenti!” Teriak Eun Ho.

Kini dia sedang terbaring lemah di sofa, dengan Yong Chan di atasnya, yang masih mengelitiknya.

“Tolong... Berhenti Yong Chan...”

Yong Chan pun berhenti. Senyum kemenangan menghiasi bibirnya. “Inilah yang terjadi jika kau meledek Yong Chan..” katanya sedikit bangga.

“Baiklah, baiklahhh..hhh...” Kata Eun Ho masih dengan nafas tersengal – sengal.

“Kau mau lagi?” Tanya Yong Chan sambil membelai wajah Eun Ho pelan.

Eun Ho langsung menjawabnya cepat, “Tidak terima kasih”

“Bukan yang itu sayang, tapi yang ini...”

Yong Chan langsung melumat bibir Eun Ho dengan bergairah. Tangannya membelai rambut Eun Ho lembut. Eun Ho membalasnya. Nafasnya memburu. Kedua
lengannya merangkul leher Yong Chan, menarik Yong Chan lebih erat ke dalam pelukannya.

Mereka terlarut dalam gelora asmara yang menguasai mereka berdua. Eun Ho tidak merasakan berat nya badan Yong Chan yang menumpu di atas tubuhnya. Mereka saling mencium, merangkul, satu sama lain hingga kehabisan napas.

“Oke.. Cukuphh..hhh... Aku rasa kita harus pergi tidur.. Besok..hhhh....kita harus bekerja kembali” Kata Eun Ho melepas pelukan Yong Chan pelan.

“Baiklah..” Yong Chan beranjak bangun, mengatur napasnya untuk kembali tenang.

Eun Ho berdiri, merapikan sedikit rambutnya yang agak berantakan. Lalu tersenyum kepada Yong Chan.

“selamat tidur...” katanya lembut.

“Selamat tidur juga sayang...” Jawab Yong Chan.

Lalu mereka beranjak untuk menuju kamar masing – masing. Tepat saat itu, Mr. Moon dan Mr. Jung baru saja tiba dirumah.

“Ah, kalian sudah akan tidur?” Tanya Mr. Jung

Eun Ho mengangguk. Lalu menguap. “ Selamat tidur Mr. Jung, Mr. Moon”

“selamat tidur Eun Ho-ssi” Jawab Mr. Moon

***********************************

Tiga hari kemudian.
Yong Na sedang memeriksa pasien di kliniknya. Hari itu dia kelihatan sangat pucat, keringat dingin membanjiri keningnya. Kepalanya terasa pening.

“Dokter, apakah kau sedang sakit? Kau kelihatan sangat pucat.” Tanya seorang nenek - nenek yang merupakan pasien yang sedang di periksa oleh Yong Na.

“Ah, begitukah? Mungkin karena aku tidak sarapan tadi pagi..” Jawab Yong Na sambil tersenyum.

“Baik – baiklah Dokter Goo, bagaimanapun Dokter juga manusia, dia juga bisa sakit..Kalau kau sakit, siapa yang memeriksa pasien pasien disini?” kata Nenek itu.

Yong Na tertawa mendengar perkataan itu, “Ne, arasso halmeoni..Kau juga, jangan terlalu melakukan pekerjaan yang berat. Itu akan membuatmu cepat lelah”

“Aku tahu.. aku tahu.. baiklah Dokter Goo, terima kasih..” Kata Nenek itu sambil beranjak bangun.

“Biar aku bantu..”

“Ah tidak usah.. tidak usah.. Aku bisa sendiri”

Yong Na tersenyum. “Jangan lupa diminum obatnya Halmeoni” Teriak Yong Na ketika Nenek itu pergi dari ruang periksa dengan badan yang sedikit membungkuk.

*********************************

“Yeobo.. ada apa? Kau kelihatan pucat sekali..” Tanya Choi Yoon ketika ia melihat istrinya Yong Na sedang terbaring di atas tempat tidur dengan muka yang sangat pucat.

“Tidak, aku hanya sedikit kelelahan. Banyak sekali yang harus di kerjakan seharian ini” Ujar Yong Na lemah. “Ah, iya.. aku harus membuatkan makan malam”

Yong Na beranjak bangun dari tempat tidur, namun Choi Yoon langsung mencegahnya. Lalu ia membelai rambut istrinya itu dengan lembut “Tidak usah sayang,
Lebih baik kau istirahat saja disini.. Biar aku yang masak.. “

Yong Na memandang suaminya, dia ingin bangun. Tapi ternyata badannya lemah sekali. Maka ia membiarkan Choi Yoon untuk membuatkan makan malam untuknya.

***************
“Yong Na-ya... Makanannya sudah siap..” Seru Choi Yoon dari ruang makan sambil menata makanan di atas meja. Memang tidak begitu istimewa. Dia hanya membuat spagethi, yang kebetulan adalah makanan favorit mereka berdua.

“Yeobo...?” Seru Choi Yoon lagi. Yong Na tidak menjawab, Akhirnya Choi Yoon kembali ke kamar untuk melihat Yong Na.

“Yong Na-ya...”

Choi Yoon melihat istrinya itu sedang tidur. Ia mendekatinya, membelai wajah Yong Na yang tentu saja masih sangat cantik walaupun ia sedang tidur. Dia mencium
kening Yong Na, lalu menutupi tubuh Yong Na dengan selimut, agar ia tetap hangat.

“Selamat tidur, Sayangku...” Bisik Choi Yoon di telinga Yong Na. Setelah itu ia kembali ke ruang makan untuk membuat diam “orkestra perut” yang telah berbunyi
dari tadi.

************

Malam itu, di dalam Apartemennya, Dam Ah sedang murung. Ia merasa kesepian. Baru saja ia merasa bahagia setelah bertemu Dillon, namun semua itu harus kembali hancur karena mengatasnamakan “karir” mereka. Apakah karir itu begitu penting? Apakah Cinta mereka tidak cukup kuat untuk menjalani semua ini?

Lamunan Dam Ah melayang pada pasangan yang paling sering di bicarakan saat ini. Eun Ho dan Yong Chan. Cinta mereka begitu kuat, mereka telah menghadapi cobaan berkali – kali. Tetapi mereka tetap berhasil mempertahankan cinta mereka. Bahkan, dia begitu bodoh karena pernah mencoba untuk menghancurkan hubungan mereka berdua.

Dam Ah menghela napas panjang. Ia menuangkan wine ke dalam gelasnya. Ini sudah gelas yang ketiga. Namun itu belum cukup membuat Dam Ah mabuk sehingga beban pikirannya berkurang. Tiba – tiba saja ia merindukan Yong Chan. Walaupun hubungan mereka dahulu tidak begitu dalam, namun rasa cintanya pada Yong Chan masih membekas di hati Dam Ah. Tiba – tiba saja ia ingin berbicara pada Yong Chan, melepaskan semua keluh kesahnya kepada laki – laki itu.

Dam Ah mengambil ponselnya, dengan setengah sadar dia menekan nomor Yong Chan. Dia pikir Yong Chan tidak akan mengangkatnya, karena malam sudah larut. Namun ia lupa, perbedaan waktu korea dan Amerika yang cukup jauh membuat Yong Chan bisa saja menganggkat telepon itu.

“Hello” Terdengar suara di seberang sana.

Dam Ah terhentak kaget. Kesadarannya langsung pulih. Apa? Yong Chan mengangkat teleponnya? Ini? Ah.. Apa yang harus dia bicarakan?

Dam Ah terdiam selama beberapa saat. Sementara diseberang sana Yong Chan berbicara halo berkali – kali. Karena tidak ada jawaban, sepertinya Yong Chan ingin menutup teleponnya.

“Yong Chan-a.. ini aku..” Kata Dam Ah.

“Dam Ah-ssi..?” Tanya Yong Chan. Ia masih mengingat suara Dam Ah, namun ia merasa kaget, mengapa Dam Ah meneleponnya.

“Maafkan aku sudah mengganggumu.. Aku hanya... Ah, Maaf..... lebih baik aku menutup teleponnya” Kata Dam Ah bingung.

“Tidak apa – apa, bicaralah..”

Dam Ah kembali terdiam.  Ia ingin menyusun rangkaian kata di dalam kepalanya. Tapi ia tidak bisa berpikir. Pikirannya kacau. Terlebih lagi, dia tidak tahu apa yang
harus di bicarakan dengan Yong Chan. Ia ingin menutup teleponnya, tapi naluri hatinya berkata bahwa ia akan lebih baik jika berbicara dengan Yong Chan.

“Yong Chan-a.. Apakah kau tahu cinta itu apa?” Tiba – tiba pertanyaan itu meluncur begitu saja dari mulut Dam Ah.

Yong Chan terdiam beberapa saat, Dam Ah tau, dia telah menanyakan hal yang aneh. Namun entah mengapa ia ingin mengetahui jawabannya.

“Cinta? Yang aku tahu, kau akan melakukan segalanya demi cinta, rintangan apapun itu, kau pasti dapat melaluinya karena cinta..” Jawab Yong Chan dengan
mantap.

“Seperti kau dan Eun Ho-ssi..?”

“Ya, seperti aku dan Eun Ho-ssi.. aku sangat mencintainya, aku akan melakukan apapun untuknya...”

“Termasuk meninggalkan karirmu..?”

Yong Chan tersenyum di ujung sana, walaupun dia tahu Dam Ah tidak dapat melihatnya. Lalu ia berkata. “Ya, jika kau merasa hal yang lain tidak lagi berarti
bagimu, ketika kau hanya melihat orang yang kau cintai adalah satu – satunya, maka itulah yang disebut cinta”

Pikiran Dam Ah berputar keras. Perkataan Yong Chan memenuhi otaknya, membuat suatu jawaban dari pertanyaan – pertanyaan yang ada di benaknya.

“Dam Ah-ssi...?”

Panggilan Yong Chan membuat Dam Ah tersadar dari lamunannya.

“Ah..ne...”

“Apakah kau sedang ada masalah..?”

“Ya, sedikit..” Jawab Dam Ah berbohong

“Dam Ah-ssi, aku tahu.. kau sebenarnya sangat baik. Tanyalah pada hatimu, apa yang ingin kau lakukan. Dia pasti akan menjawabnya dengan benar” Ujar Yong
Chan bijak.

“Arasseo..”

Terdiam lagi selama beberapa menit. Banyak hal yang ingin di katakan Dam Ah, tapi ia takut mengatakannya.

“Yong Chan-a.. Gomawo..”

“Untuk apa?” Tanya Yong Chan

“Untuk segalanya, untuk tidak membenciku..” Suara Dam Ah terdengar makin lirih.

“Berbahagialah dengan Eun Ho-ssi” lanjut Dam Ah. Entah kenapa, setelah mengatakan semua itu, hatinya menjadi lega. Sepertinya sisa luka di hatinya sudah
terkubur dalam – dalam.

“Kau juga, apapun yang kau pilih.. Semoga itu membuatmu bahagia...”

“Baiklah, Sampai Jumpa Yong Chan-a.. “

“Sampai Jumpa..”

Dam Ah menutup teleponnya. Senyum tipis tersungging di bibirnya. Dengan mantap ia berkata, “Dillon-ssi, Aku tidak akan melepaskanmu pergi”

**************************
Keesokan harinya.

“Hooeeeekkkk.....Hoooeeeekkk....”

Terdengar suara dari kamar mandi. Choi Yoon langsung terbangun dari tempat tidurnya dan buru – buru menyusul ke arah kamar mandi. Dilihatnya istrinya, Yong Na
sedang membungkuk di depan closet, dengan tangan kanan memegang perutnya. Wajahnya pucat pasi. Keringat dingin membasahi dahinya.

“Yong Na-ya..Yong Na-ya... Waegudae? Odi appaseo? Tanya Choi Yoon panik menghampiri istrinya, dan langsung memeluknya.

Yong Na menggelengkan kepalanya. “entahlah, mungkin aku masuk angin.. Semalam aku tidak makan.. Jadi sekarang aku merasa mual..hhh”

Choi Yoon menyambar handuk yang tergantung dekat wastafel. Lalu mengelap keringat di wajah Yong Na. “Yong Na-ya.. ini tidak beres.. aku harus membawamu ke
Rumah Sakit..”

“Aku kan memang bekerja di Rumah sakit..” Ujar Yong na terkekeh.

“Yong Na-ya.. saat ini kau masih sempat – sempatnya bercanda.. Ayo, ganti bajumu.. Kau harus pergi ke dokter. Walaupun kau dokter, kau tidak bisa
memeriksakan dirimu sendiri kan...?”

Choi Yoon memapah Yong Na ke dalam kamar, lalu menyandarkannya duduk di tempat tidur. “Aku akan mengambil air, kau istirahat dulu..”

Choi Yoon bergegas ke luar kamar, untuk mengambil minuman, sementara Yong Na, masih terduduk lemah di tempat tidur. Tidak lama kemudian, Choi Yoon kembali
ke dalam kamar dengan membawa segelas air putih. “Ayo minum ini..”

Yong Na meminum air yang di berikan Choi Yoon, namun tiba – tiba saja Choi Yoon berteriak.

“Yeobo..?? Apakah.. Jangan – jangan ... Kau hamil!!”

Yong Na langsung tersedak mendengar perkataan Choi Yoon. Matanya terbelalak kaget. Sementara Choi Yoon, raut mukanya berubah menjadi gembira. Matanya
berbinar – binar memandang Yong Na.

Yong Na masih mengolah perkataan suaminya itu di otaknya,, dia memang sudah telat datang bulan selama 2 minggu. Mungkinkah...? mungkinkah dia....?

**************************

“I ge mwoya?” Tanya Yong Sae ketika ia melihat sebuah kertas yang terbungkus amplop di kolong mejanya. Sepertinya itu adalah sebuah surat.

Yong Sae celingak celinguk melihat sekelilingnya. Tak ada seorang pun di kelas. Dia orang yang pertama datang. Lalu mengapa benda ini bisa ada di kolong mejanya?

Surat itu berwarna pink lembut, dengan harum yang seperti wangi bunga mawar. Dia membaca tulisan yang berada di bagian depan amplop. “Untuk, Goo Yong Sae”

Yong Sae membuka amplop itu. Di dalamnya ada sebuah gantungan handphone teddy bear kecil yang sangat manis. Lalu ada surat di dalamnya. Yong Sae
membukanya perlahan, lalu membacanya.

To : Goo Yong Sae


Ketika aku membuka mataku di pagi hari,
Bukan cahaya mentari yang kulihat
Tapi bayangan wajahmu yang menyilaukanku
Menghangatkanku seperti hangatnya sinar mentari
Ketika aku menutup mataku,
Kau seperti bintang yang memberiku cahaya,
Ketika aku masuk ke dalam kegelapan malam
Yong Sae-ya..
Maukah kau menjadi bintang dan matahariku?
Hanya untukku, selamanya...
                              By : LDH

Pipi Yong Sae langsung bersemu merah ketika ia selesai membacanya. Surat Cinta? Dia baru saja mendapatkan surat cinta..?

Yong Sae membaca nama si pengirim itu sekali lagi, LDH? Siapa dia..? Yong Sae memikirkan semua temannya yang bernama LDH itu, sepertinya tidak ada satupun
teman sekelasnya yang berinisial LDH. Satu – satunya teman yang berinisial LDH adalah Lee Dae Hee, tapi dia seorang perempuan. Tidak mungkinkan dia yang
mengirimkan surat itu kepada Yong Sae..?

Yong Sae memasukan kertasnya kembali ke dalam amplop dengan hati – hati. Lalu memandang gantungan teddy bear yang sangat manis itu. Sementara di balik
pintu, tanpa disadari Yong Sae, ada seseorang yang memperhatikannya. Seseorang yang memiliki inisial LDH tersebut.

************
Eun Ho dan Yong Chan baru saja pulang dari pesta. Hari ini adalah hari terakhir mereka syuting. Rencananya setelah semua urusan di sana selesai, mereka dapat
kembali pulang ke korea.

“Ahhh aku lelah sekali.... Mr. David benar – benar gila pesta!” Ujar Eun Ho sambil merebahkan dirinya di sofa.

Mr. David adalah sutradara film mereka, dia memang sangat suka berpesta. Perayaan ini pun dia semua yang merencanakan. Pesta besar – besaran di sebuah club.
Memang khas orang – orang Amerika. Pesta. Semua orang suka pesta. Sebenarnya pesta itu belum benar – benar usai, namun Eun Ho sangat lelah sekali. Terlebih
lagi dia tidak begitu suka dengan keramaian, seperti di pesta tadi. Dentuman musik di club membuat Eun Ho merasa pusing. Maka dari itu Yong Chan buru – buru
membawanya pulang.

“Istirahatlah Lee Eun Ho..” Kata Yong Chan sambil mengecup pucuk kepala Eun Ho lembut.

“Kau mau kemana?” tanya Eun Ho ketika Yong Chan beranjak dari sisinya dan menuju ke pintu utama.

“Aku,,eh.. ada urusan dengan Mr. Jung” jawab Yong Chan sedikit grogi.

Eun Ho menyipitkan matanya, “Urusan?”

“Ya.. urusan.. Aku... eh.. harus mengurus hal – hal untuk kepulangan kita nanti..”

“Begitukah?”

Yong Chan mengangguk. Eun Ho tau Yong Chan terlihat aneh, tapi ia berusaha untuk mempercayainya.

“Baiklah, jangan pulang terlalu malam. Kalau kau kembali ke pesta tadi dan bersenang – senang dengan Mr. Jung dan Mr. Moon, aku akan membunuhmu” Canda Eun
Ho

Yong Chan tertawa mendengarnya.. “ Aduh, istriku galak sekaliiii...”

“Istrimu? Siapa yang jadi istrimu hah?”

“Tentu saja kau Lee Eun Ho... Lihat saja, sebentar lagi kau akan menjadi milikku..” Kata Yong Chan sambil terkekeh.

“Kau ini... Sudah cepat, ini sudah malam,, ingat pesanku. Jangan macam – macam..” Seru Eun Ho.

**********************

Yong Chan baru saja tiba di sebuah restoran cepat saji yang sangat terkenal di dunia. Setelah sebelumnya memesan tiga paket lengkap, Cheese Burger, French Fries dan minumannya, ia duduk di meja yang telah di tempati Mr. Moon dan Mr. Jung.

“Jadi bagaimana Mr. Moon..? apakah semuanya lancar..?” Tanya Yong Chan sambil membuka bungkusan burger yang ada di tangannya.

“Henang Haja,, Semuanya Hancar...” Jawab Mr. Moon dengan mulut penuh kentang.

“Bagaimana dengan Undangan..?” Tanya Yong Chan lagi. Satu gigitan besar telah menghiasi burgernya.

“Sebentar lagi siap, Kau yakin hanya mengundang 100 orang saja..?” Kini Mr. Jung yang mengajukan pertanyaan.

Yong Chan mengambil beberapa kentang, dan memasukannya ke mulut dengan lahap. Sepertinya mereka bertiga sangat kelaparan seusai pesta tadi. “Ya, aku ingin
mengundang orang – orang terdekat saja. Eun Ho tidak terlalu suka pesta yang mewah” Jawabnya

“Baiklah,, Aku akan menelpon pihak Wedding Organizernya, agar semuanya dilakukan dengan cepat...” Mr. Jung menjelaskan

“Dan harus hati – hati.. Aku tidak ingin Eun Ho tahu, aku ingin membuatnya terkejut..” Yong Chan buru – buru menambahkan.

“Arraseo..kau ini cerewet sekali..”

Yong Chan hanya terkekeh. Lalu mereka bertiga kembali asyik membahas pesta kejutan yang di buat Yong Chan untuk Eun Ho sementara Eun Ho sudah terlelap
dalam tidurnya.

*******************
Dua hari kemudian.

Dong Wo baru saja kembali dari meeting yang membuatnya pusing kepala. Akhir – akhir ini pekerjaan banyak sekali menyita waktunya. Membuat dia semakin hari semakin terlihat lebih kurus.

Dong Wo merebahkan dirinya di sofa yang berada di ruangannya. Tiba – tiba saja ia teringat Yong Sae. Sedang apa wanita kecilku itu? Beberapa hari lalu dia baru
saja menerima telepon, bahwa Yong Sae mendapatkan surat cinta dari temannya. Dong Wo tersenyum mengingat hal itu. Yong Sae, ternyata dia benar – benar
wanita kecil yang menggemaskan. Dia pun teringat kembali pembicaraannya dengan Yong Sae di waktu lalu.

“Oppa!” Seru Yong Sae

“Waegude..? Kenapa nada bicaramu seperti itu? Apakah telah terjadi sesuatu..?” Tanya Dong Wo

“Oppa! Aku baru saja mendapatkan surat cinta!” Ujar Yong Sae menggebu – gebu

“Jinja..? Waaaah selamat kalau begitu...”

Mendengar respon Dong Wo yang seperti itu, Yong Sae langsung cemberut.

“Oppa, mengapa kau menanggapinya seperti itu..? Oppa tidak cemburu..?” tanya Yong Sae polos

Tiba – tiba saja Dong Wo tertawa lepas. “Hahahahaha....”

“Oppa! Kenapa kau malah tertawa? Apakah ada yang lucu?” bibir Yong Sae semakin cemberut mendengar tawa Dong Wo. Walau dia tahu Dong Wo tidak melihatnya.

“Yong Sae-ya.. kenapa aku harus cemburu? Aku justru senang, karena kau mengalami masa remaja yang menyenangkan. Cint a pada saat remaja itu sangat indah”
jawab Dong Wo panjang lebar.

“Yong Sae-ya... kau ingat perkataanku dulu? Kau sudah berjanji, kalau kau akan menjalani masa mudamu dengan sepert biasanya. Anggap kau belum pernah
bertemu denganku. Seiring dengan berjalannya waktu, kau pasti mengerti. Jika kau menyia-nyiakan masa mudamu hanya untuk orang seperti aku, aku takut kau
akan menyesal...”

“Oppa..? Apakah Oppa berkata begitu untuk menjauhkanku darimu? Agar aku bisa melupakanmu? Tanya Yong Sae dengan getir

“Aniya... Bukan begitu, Aku akan selalu ingat janjiku Yong Sae-ya,, jika kau.. sampai dewasa nanti, perasaanmu kepadaku belum berubah. Aku akan memulainya
denganmu. Tapi aku hanya ingin kau mengerti, arti sebuah perjalan hidup, yang dihiasi oleh warna – warni cinta. Kau mengerti maksudku kan..?

Yong Sae terdiam sesaat. Hatinya ingin memberontak. Ingin mengatakan kepada Dong Wo, bahwa dia tidak akan pernah bisa menghapus perasaannya dengan Dong
Wo. Tapi logikanya juga berpikir keras. Bahwa yang di katakan Dong Wo benar. Tidak ada yang pernah tahu masa depan kita seperti apa. Kita hanya bisa menjalani
hidup dengan seperti apa adanya.

“Oppa.. Baiklah, aku akan menjalani kehidupanku. Tapi suatu saat nanti, bila aku sudah menjadi wanita cantik dan ternyata aku jatuh cinta pada orang lain. Oppa tidak boleh menyesal!”

Dong Wo tertawa lagi. Namun dia buru – buru menguasai dirinya. “Tentu saja aku akan menyesal. Bagaimanapun kau adalah wanita kecilku..”

“Oppa!!!”

“Arasseo..arasseo... Aku tidak akan menggodamu lagi.. Tapi perkataanku tadi adalah sungguh sungguh..”

Yong Sae tersipu mendengar perkatan Dong Wo. Lalu dia buru – buru menyudahi telepon, karena bel masuk sudah berbunyi. “Oppa, aku harus masuk kelas. Kalau
begitu, ingat selalu janjimu! Dah Oppaaa..”

“Tok..Tok..Tok”

Bunyi pintu ruangan membuyarkan lamunan Dong Wo. Dia segera bangun dari sofa dan duduk di kursi kerjanya. “Silahkan masuk...” Katanya..

Sekretaris Dong Wo masuk dengan membawa sebuah kertas berwarna putih dengan pita emas di tangannya.

“Pak Direktur, ini ada undangan..”

“Undangan..?” Tanya Dong Wo heran.

Dong Wo mengambil undangan tersebut dan membukanya. Di dalamnya terlihat sebuah tulisan resmi dengan tinta emas yang indah.

Pernikahan :
Goo Yong Chan
&
Lee Eun Ho
[/i]

“Lee Eun Ho! Goo Yong Chan! Mereka akan menikah...?” Tanya Dong Wo kaget “Tapi, bukankah.. Mereka masih di Amerika..?”

“Mereka memang masih berada di sana, namun akhir pekan ini mereka akan segera kembali ke Korea..” Ujar sekretaris Choi menjelaskan.

“Dan langsung menikah..?” Tanya Dong Wo lagi.

“Ini adalah pesta kejutan yang di buat oleh Goo Yong Chan-ssi.. Eun Ho-ssi sama sekali tidak tahu menahu tentang pernikahan ini”

Dong Wo tersenyum mendengar penjelasan sekretaris choi. “Goo Yong Chan, kau benar – benar pria yang hebat..” ujar Dong Wo dalam hati.

**************

“Akhirnya mereka menikah juga... Mereka telah menempuh perjalanan yang sangat berliku” Kata Hye Jin ketika melihat undangan yang di berikan Jae Won padanya.

“Ya, Aku akui, cinta mereka penuh pengorbanan. Dan mereka pantas mendapatkan semua kebahagiaan ini” Sahut Jae Won

Setelah kepulangan Hye Jin ke korea, mereka sering menghabiskan waktu bersama. Dari makan siang, hingga menemani Hye Jin berbelanja di sebuah pertokoan.

Kali ini mereka baru saja pulang dari Studio Jae Won, dan mereka singgah dulu di sebuah cafe mungil untuk makan malam.

“Hye Jin-a..”

“oo..”

“Maukah kau janji padaku?”

“Janji apa..?”

“Kau akan selalu disini,,, bersamaku..”

Pernyataan Jae Won membuat Hye Jin terpaku. Namun tidak bisa ia pungkiri, hatinya sangat senang mendengarnya. Tidak bisa dipungkiri, kali ini. Dia tidak ingin
meninggalkan Jae Won lagi.

****************

Bel pulang sekolah berbunyi. Yong Sae segera membereskan buku – bukunya dan memasukkannya ke dalam tas. Setelah bercengkrama sebentar dengan teman –
temannya. Dia pun keluar kelas dan langsung pulang.

Ia baru saja melewati taman sekolah ketika seseorang memanggilnya dari belakang.

“Goo Yong Sae!”

Yong Sae menoleh. Kemudian dia melihat seorang pria berlari ke hadapannya. Yong sae memperhatikan pria itu, sepertinya dia adalah kakak kelasnya. Namun Yong Sae tidak tahu siapa namanya.

“Yong Sae-ya..hhh..hhh” Kata pria itu dengan napas tersengal.

“Ne..?” Yong Sae bertanya dengan raut muka bingung.

“Apa kau... Apa kau... Sudah membaca suratku..?” Tanya pria itu lagi

Bola mata Yong Sae berputar, ia sedang berpikir. Surat..? Apakah, surat cinta itu? Jadi orang inikah yang mengirimkan surat itu?

Lalu Yong Sae mengangguk pelan “oo..” katanya

“Bagaimana, kau mau menerimaku?” Tanya pria itu secara langsung. Membuat wajah Yong Sae menjadi memerah.

“A...Aku...” Ujar Yong Sae gugup.

Beberapa teman Yong Sae memperhatikannya. Membuat Yong Sae semakin tersipu malu.

“Ahhh.. aku lupa.. Namaku Lee Dong Hae... Aku sudah memperhatikanmu sejak lama Yong Sae-ya.. Jadi, apakah kau mau menerimaku..?”

Teriknya matahari membuat suasana di sana semakin panas. Yong Sae sangat gugup. Dia tidak tahu akan ada kejadian ini. Padahal dia baru saja melupakan soal
kejadian ‘surat cinta’ itu. Namun kini lelaki yang mengirim surat itu sudah berdiri di hadapannya, meminta jawaban darinya.

Yong Sae terdiam lama sekali. Dia hanya menyukai Dong Wo oppa, tapi teringat pembicaraannya dengan Dong Wo beberapa hari lalu, juga semua janjinya. Akhirnya
dia berpikir dua kali untuk menolak Dong Hae.

“Yong Sae-ya.. bagaimana..?” Pandang Dong Hae penuh harap.

Akhirnya Yong Sae memberanikan diri. Dalam pikirannya terngiang perkataan Dong Wo. “Jalani masa remajamu dengan seperti biasanya” Bukankah ini yang Dong Wo
oppa mau? Kalau begitu Baiklah. Aku akan menerima Dong Hae. Pikirnya dalam hati.

Yong Sae memandang Dong Hae sekilas. Lalu ia menunduk sambil menganggukan kepalanya. “Baiklah, aku mau menerimamu..”

Dan tiba – tiba saja terdengar teriakan teman – temannya untuk meledek mereka berdua. Bahkan ada yang bersiul untuk menggoda mereka. Membuat wajah Yong
Sae seperti akan meledak saking menahan malunya.

“Suiiittt- Suiittt... Yong Sae-ya.. selamat yaaaa...”

******************************

Sehari sebelum kepulangan Eun Ho dan Yong Chan.

“Eun Ho, aku ingin bicara denganmu..” Ujar Mr. Moon

“Ada apa? Sepertinya serius sekali..”

“Aku baru saja menerima telepon dari Majalah Your Wedding, dia ingin menjadikanmu sebagai model untuk cover majalahnya di edisi minggu ini. Dan pemotretannya besok lusa”

Eun Ho yang sedang mengotak – atik ponselnya langsung menghentikan kegiatannya itu sesaat.

“Apa? Besok lusa? Tapi bukankah besok kita baru saja pulang? Jika kita sampai di korea malam, maka besok paginya aku harus kembali bekerja?” Tanya Eun Ho.
Sepertinya dia tidak begitu menyukai ide ini. Perjalanan yang menyebrang benua itu pastilah sangat melelahkan.

“Aku tahu kau pasti lelah Eun Ho-ssi.. Tapi ini kesempatan yang sangat bagus, Lagipula editor majalah tersebut adalah teman baikku. Tidak enak rasanya bila harus
menolak tawaran yang luar biasa ini” Kata Mr. Moon mencoba meyakinkan Eun Ho.

Eun Ho sedikit bimbang. Dia sangat ingin memanjakan diri begitu tiba di seoul. Namun sepertinya itu hanya harapan. Lagipula dia harus kembali bekerja untuk
persiapan peluncuran album solonya.

“Hmm.. Baiklah..” Jawab Eun Ho lesu.

“Aza! Gomawo Eun Ho-ya.. kau memang yang terbaik..” Kata Mr. Moon dengan berseri – seri.

Lalu dia merogoh sakunya untuk mengeluarkan ponsel, dan segera mengetik pesan kepada Yong Chan.

Masalah Eun Ho beres.  

**************************
Keesokan harinya.

Eun Ho, Yong Chan, Mr. Moon dan Mr. Jung tiba di bandara pada pukul 10 malam. Setelah sebelumnya merundingkan untuk makan terlebih dahulu atau tidak, akhirnya mereka memutuskan untuk kembali langsung kerumah masing – masing. Terlebih lagi karena mereka masih merasa pusing setelah melakukan perjalanan yang cukup jauh.

Tidak ada wartawan disana, para fans yang biasanya setia menunggu di bandara pun tidak tampak. Sepertinya Yong Chan sudah mempersiapkan segalanya. Dia
benar – benar ingin membuat kejutan yang luar biasa.

“Aaaaahhhh Home Sweet Homeee...” Teriak Eun Ho ketika dia dan Yong Chan baru saja sampai di rumah Eun Ho. Yong Chan memang mengantarkan kekasih
tercintanya itu terlebih dahulu. Padahal Eun Ho sudah menolak, namun Yong Chan tetap bersikeras untuk mengantarkannya.

Yong Chan menurunkan barang – barang Eun Ho yang cukup banyak, dan menaruhnya di Ruang tengah.

“Eun Ho-ya.. Istirahat yang cukup ya.. ingat, besok jam 10 kita ada pemotretan untuk majalah Your Wedding” Kata Yong Chan ketika barang terakhir selesai di
turunkan.

“Aku tahu, kau juga. Istirahatlah. Perjalanan ini benar – benar melelahkan..” Eun Ho berbalik untuk membereskan barang – barangnya.

Tiba – tiba Yong Chan memeluknya dari belakang. Eun Ho sudah terbiasa mengalami kejadian yang “tidak terduga itu” dia hanya tersenyum, dan menggenggam erat
tangan Yong Chan yang sedang memeluknya.

“Eun Ho-ya.. Sebentar lagi.. sebentar lagi..” Gumam Yong Chan

“Muo? Apa kau bilang?” Tanya Eun Ho heran. Dia tidak begitu mendengarnya dengan jelas.

“Ah tidak,, Ya sudah. Aku pulang dulu.. Kau langsung tidur ya Sayang..” Kata Yong Chan sambil mengecup bibir Eun Ho sebentar.

Eun Ho mengangguk. “Kau Juga..”

Lalu Eun Ho mengantarkan Yong Chan sampai pintu depan. Tidak lama Yong Chan pergi, Eun Ho pun segera masuk ke kamar dan berbaring di atas kasur yang telah
menunggunya untuk bermimpi indah.

************************

“Yeobo, cepat.. nanti kita terlambat” Teriak Mrs. Goo kepada suaminya dari ruang tengah.

“Tunggu sebentar..Aku tidak tahu harus memakai dasi yang mana..” Sahut Mr. Goo dari dalam kamar.

Mrs. Goo langsung tergopoh – gopoh menghampiri suaminya. Di atas kasur beberapa setel jas berserakan dan dasi berserakan. Sementara Mr. Goo masih berdiri di
depan kaca dengan dua dasi yang berbeda di masing masing tangannya.

“Yeobo, yang warna hitam atau biru..?” tanya Mr. Goo pada istrinya.

“Aigoo,, Aigoo.. Kenapa repot sekali? Yang mana saja bagus! Cepat, kita sudah hampir terlambat!”

“Ini kan hari yang penting, aku harus tampil dengan sempurna, ah panggil Yong Sae kesini, dia bisa memilihkannya untukku.. Yong Sae-yaaaa.. Yong Sae-yaaa..”
Teriak Mr. Goo

Sementara Yong Chan, hanya bisa tersenyum melihat Ayahnya itu.

“Ne, Appa...” Sahut Yong Sae yang baru turun dari tangga, berlari menuju Ayahnya. Namun ketika melihat Yong Chan di bawah tangga, ia langsung ternganga.

“Yong Chan Oppa!!! Kau tampan sekaliiiiiiii!!!” Teriak Yong Sae.

Yong Chan yang mendengar pujian adiknya langsung tersenyum lebar. “Otteohke?”

Yong Sae mengacungkan dua jempol kepada kakaknya itu dan tersenyum senang. Yong Chan memang sangat tampan saat itu. Dia mengenakan setelan jas sutera
berwarna putih, dengan bunga mawar putih tersemat di sakunya. Wajahnya terlihat sangat bahagia, senyuman tiada henti menghiasi bibirnya. Yong Chan bagaikan
mutiara yang berkilau di lautan. Membuat orang di sekitarnya tak henti mengagumi dirinya.

Sementara Yong Sae, tidak kalah cantiknya. Dia mengenakan gaun satin berwarna emas selutut. Rambutnya digelung ke atas, dengan hiasan bunga plastik kecil. Yong Sae terlihat seperti wanita dewasa saat itu. Sangat cantik.

“Baiklah, aku sudah siap. Kita berangkat sekarang..” Ujar Mr. Goo

Dan mereka pun segera bersiap – siap untuk berangkat untuk menghadiri sebuah upacara pernikahan yang terindah, lebih dari apapun.

*************************

“Onnie, Apakah ini tidak terlalu berlebihan..?” Tanya Eun Ho pada perias wajah yang sedang merias wajahnya dengan make up yang jauh dari natural.

“Tidak, tentu saja tidak... Ini kan untuk pemotretan, kalau terlalu natural, kau akan kelihatan pucat” Jawab perias tersebut meyakinkan Eun Ho.

Eun Ho diam saja mendengar penjelasan itu. Onni itu benar, tapi entah mengapa ada yang aneh disini. Semuanya begitu real. Semuanya begitu nyata. Seakan –
akan ini bukan untuk pemotretan, tapi untuk pernikahan sesungguhnya.

Setelah kurang lebih memakan waktu dua jam untuk segala persiapannya, dari Make Up, Rambut, hingga baju. Akhirnya Selesai sudah persiapan Eun Ho. Eun Ho menuju ruang fitting yang terdapat kaca yang sangat besar. Dia memandang dirinya di kaca takjub. Dia hampir tidak mengenali dirinya sendiri. Ini benar – benar mengagumkan. Gaun pengantin yang benar – benar indah. Rambut Eun Ho disanggul ke atas, dengan tiara yang berkilauan menghiasi kepalanya.

“Ah, Goo Yong Chan-ssi.. kau sudah datang” Kata onni tadi. Eun Ho dapat mendengar Yong Chan menjawabnya. Lalu bertanya. “Dimana Eun Ho?”

“Di dalam” Tunjuk onni kedalam ruangan yang sedang Eun Ho tempati. Ruangan itu memang seperti fitting room dalam ukuran besar. Gorden besar menutupi
pandangan Yong Chan dari Eun Ho.

“Eun Ho-ssi, apakah kau sudah selesai...?” Tanya Onni.

“Ne, Onni..”

Hee Onni membuka gorden tersebut, sehingga kini terlihat Eun Ho yang sedang berdiri canggung sambil menatap malu – malu ke arah Yong Chan.

Yong Chan ternganga melihat Eun Ho. Dia memandang kekasihnya itu dengan takjub hingga kelihatan matanya tidak berkedip selama beberapa saat.

“E..Eun Ho-ya.. Kau.. Sangat... Can..Tik...” Ujar Yong Chan terbata – bata.

Eun Ho tersenyum memandang Yong Chan. Dilihat kekasihnya itu juga tidak kalah tampannya.

“Waaahhh, kalian benar – benar pasangan yang cocok. Yang perempuan cantik, yang laki – laki tampan. Kalian benar – benar pasangan dari surga..” Ujar Hee Onni
kagum.

“Ah Cepat, ini sudah waktunya..” Katanya lagi.

Yong Chan segera menghampiri Eun Ho, dan membuka lengannya. Eun Ho tanpa bicara, melingkarkan lengannya kepada lengan Yong Chan. Lalu mereka berdua
berjalan beriringan keluar dari Ruang persiapan.

“Yong Chan-a.. Apakah, ini.. rasanya seperti menikah sungguhan...?” Tanya Eun Ho polos.

Yong Chan tersenyum lebar. Namun dia tidak menjawab pertanyaan Eun Ho. Dia tidak ingin merusak pesta kejutannya untuk Eun Ho.

“Tunggu,, kenapa ke arah sini..? Bukankah pemotretannya di sebelah sana..?” Tunjuk Eun Ho keluar gedung. Mr. Moon memang berkata pada Eun Ho bahwa mereka
akan melakukan pemotretan di depan gedung serbaguna, di sebuah hotel.

Lagi – lagi Yong Chan tidak menjawab. Dia hanya berkata pendek, “nanti kau akan tahu..”

Mereka tiba di sebuah ruangan yang biasa di pakai untuk pesta pernikahan. Eun Ho melihat sekelilingnya bingung. Sepertinya ada yang tidak beres. Pikir Eun Ho.
Namun dia tidak mampu bertanya apa – apa lagi. Tiba – tiba pintu ruangan tersebut di buka dari dalam. Orang – orang yang berada di dalam berdiri dan bertepuk
tangan menyambut kedatangan Eun Ho dan Yong Chan. Eun Ho kaget bukan kepalang. Matanya terbelalak melihat pemandangan tersebut.

“Ini... Ini...?” Tanya Eun Ho terbata – bata

Eun Ho melihat foto besar yang terpampang di ujung ruangan, foto besar mereka berdua, dan tulisan yang membuatnya benar – benar terkejut.


Pernikahan
Goo Yong Chan – Lee Eun Ho

“Muo?? Pernikahan???” tanya Eun Ho kaget

***************
« Last Edit: July 18, 2010, 06:09:22 am by mrs. Lee Min Ho »

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline oqyoiko

  • Superintendent
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1265
  • just be Ur SeLf & bE thE bEsT,,,,
  • Location: indonesia
    • View Profile
Mami, thx bgt mi ni ff trio update jg akhrnya.. Dah nunggu lama,akhrna eunchan nikah jg ya. Kyna dah mw ending y mi?.dah sweet2 gni smuanya mi..kra2 brp chp lg ni mi?
"MinSun & YongSeo is Sweet & Cute Couple "


Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Mami, thx bgt mi ni ff trio update jg akhrnya.. Dah nunggu lama,akhrna eunchan nikah jg ya. Kyna dah mw ending y mi?.dah sweet2 gni smuanya mi..kra2 brp chp lg ni mi?
ga tahu nih say, lht perkembangan ceritanya di tangan miny deh [biggrin] gw sih asal lanjutin aja [hmpfh] [hmpfh] di tangan gw pasti ending deh [laughing]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Vay_za

  • Senior
  • ****
  • Posts: 917
    • View Profile
Thanks mam dah diupdate... [smiley-gen013] [smiley-dance013] [smiley-gen013]

Okeh mo baca dulu ntar baru kasih komen..  [hmpfh]

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
udah diupdet mami...

asyik asyik asyik... thenk u mi...

belum baca mi... belum bisa koment... [hmff] [hmff] [hmff]