Author Topic: Boys Before Flowers (the missing scene) HIATUS  (Read 8286 times)

Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile
Re: Boys Before Flowers (the missing scene)
« Reply #15 on: February 26, 2010, 06:44:53 am »
bultang, iya tuh .. gw sih pinginnya adegan segera meloncat ke 4 thn kemudian, jp melamar jd and jd sayyyyyyyyyyyy "yessssssssssssss .. i will marry you ... " wowwwwwwwww sweet  [hmpfh] [lovestruck]

alah mi bilang aja terus terang maunya kan setelah say yessss itu to  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] pake alesan ae  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: Boys Before Flowers (the missing scene)
« Reply #16 on: February 26, 2010, 06:47:50 am »
ahhh si noona b tahu aja, jd malu nih  [hmpfh]
but klu gitu ff ini bakal selesai hanya dlm hitungan detik dung  [laughing]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile
Re: Boys Before Flowers (the missing scene)
« Reply #17 on: February 26, 2010, 06:55:31 am »
maunya elu dunk langsung tancep aja  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] mian yah voldi dah nyampah disini  [laughing] [laughing] [laughing]

And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^

Offline oqyoiko

  • Superintendent
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1265
  • just be Ur SeLf & bE thE bEsT,,,,
  • Location: indonesia
    • View Profile
Re: Boys Before Flowers (the missing scene)
« Reply #18 on: February 26, 2010, 11:10:04 am »
@love: mami,,,,, saaammmmaaa aq jg mkir gtu brarti JP n JD ga ktmu2 lg dg ya brkutnya,, lama amat dunx... [bav] [bav] [bav] n ngarepnya jg lngsung loncat ke 4thn brkutnya c niy.. wah tar aq hammer2ma noona b deh niy krna dah dkung mami. [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

@endoz: hehehe,,, tp mak yem jg maunya gtu kn sbnrnya mah?? [hmff] [hmff]psti lsng mau ituuu jg deh [love eyes] [love eyes] [love eyes]

iyaaaa,, mianhe voldi jd nmbah nympahnya niy,,, [biggrin] [biggrin]dtunggu chp2nya yak sizt.. [smiley-gen013] [smiley-gen013]
"MinSun & YongSeo is Sweet & Cute Couple "


Offline voldi

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1051
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Re: Boys Before Flowers (the missing scene)
« Reply #19 on: March 05, 2010, 05:26:59 am »
maap ya semua, baru bisa online sekarang. kompi lg rusak, bener-bener gak bisa di nyalain lagi, dan sekarang lg bersemedi di warnet, tapi untungnya ffnya udah kesalin jadi aman. tapi......... masalah! ffnya kan aku ketik di word 07, tapi diwarnet gila ini yg ada cuman word 03 banghead. ampun deh [laughing]. jadi maap ya. [lovestruck]
buat semuanya, silahkan nyampah-nyampah disini. menurut penelitian nyampah bisa menambah kegilaan terhadap MinSun [on] [love eyes]. jadi silahkan aja
Me, Myself, and I. DON'T DISTURB ME


Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: Boys Before Flowers (the missing scene)
« Reply #20 on: March 05, 2010, 07:00:11 am »
voldi, ga apa2 say, kita2 setia menunggu kok [smiley-dance013] [smiley-dance013]
oh ya yg nyampah tuh si noona b ama oki, gw ga ngambil bagian [hmpfh]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline oqyoiko

  • Superintendent
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1265
  • just be Ur SeLf & bE thE bEsT,,,,
  • Location: indonesia
    • View Profile
Re: Boys Before Flowers (the missing scene)
« Reply #21 on: March 05, 2010, 09:50:08 am »
huaaaaa voldi,, jd lum bsa update jg dg yaaaa???? [heh] [heh] [heh] duh2 mang warnet suka bgtu sich sizt..... bnyak yg msh pke 2003 euy,,,,, whistling whistling whistling so knp bsa update-nya dg ya??? [chin] [chin]tp bnr kta mami ko,, qt sll setia mnunggu ko sizt..oke..

smngat trs yaaa sizt voldi [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] aq ga nyampah jg ko [nono] [nono],, bnran deh..... cm nanggepin c makk nem ngom ja ko aq mi [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

huaaa voldi baik skali,, kita d'bolehin nyampah masa makkk n mami [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]
(kita) ??? kena [head break] [head break] [head break] mrka deh aq [hmpfh] [hmpfh]
"MinSun & YongSeo is Sweet & Cute Couple "


Offline voldi

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1051
  • Location: Indonesia
    • View Profile
CHAPTER 2

Desember

Salju pertama di musim dingin.

Dan musim dingin pertama tanpa Goo Jun Pyo.

-

Geum Jan Di menyibak tirai jendelanya, membiarkan seberkas cahaya menembus masuk ke dalam kamarnya. Perlahan,

telapak tangan putihnya menyeka embun─yang melekat di jendela─. Kemudian, ia dekatkan wajahnya pada jendela

tersebut, dan ia biarkan kedua mata indahnya menyusuri butiran-butiran salju yang turun dari langit kelabu.

Calon dokter itu merapatkan cardigan merah marun yang dipakainya ketika ia mulai merasakan dingin mulai menyergap.

Pandangannya berhenti di bawah apartemennya─Goo Jun Pyo memilih apartemen ini sebagai hadiah pertunangan

mereka. Jangan pikir gadis ini tidak memberontak , dua hari penuh ia tidak mau berbicara dengan Goo Jun Pyo─, matanya

menangkap pasangan muda yang tengah asyik berciuman.

Mungkin si wanita itu sedang kedinginan.

Dia meringis ketika pasangan itu semakin menjadi-jadi.

Hei hei, hentikan itu. Kalian sudah lewat batas, aku bersedia menyediakan tempat asalkan kalian menghentikan ciuman
memuakkan itu.


Geum Jan Di tertawa sendiri mendengar pikiran-pikiran konyolnya. Dia teringat kejadian sewaktu F4, dia dan Ga Eul

berlibur ke tempat permainan ski. Kejadian sewaktu dia kehilangan kalung pemberian Goo Jun Pyo, dan ciuman yang

ketiga kalinya antara dia dan Goo Jun Pyo di gubuk tua itu.
Sudah berapa kali aku melakukannya dengan si rambut keong itu ya? Tujuh kali mungkin.

Dia kembali tertawa. Namun tawanya harus tertunda ketika ia melihat weker di meja riasnya.

”Aaaarghh…”, Geum Jan Di berteriak histeris ketika mendapati jarum jam sudah menunjukkan pukul 08.30.

“Gawat gawat gawat! Aku punya kuliah pagi”

Dengan sekali cakar, dia keluar dari dalam kamarnya dan menuju kamar mandi. Tidak sampai sepuluh menit dia sudah

siap dengan segala perlengkapan perangnya. Jan Di masih sempat mematuk dirinya di depan cermin dan mengepalkan

tangannya.

Hari ini hari pertama kuliah. Aku harus berusaha. Azza Geum Jan Di.

F3 sudah dari tadi menunggu kedatangan Geum Jan Di di café tempat tongkrongan mereka dulu. Soo Yi Zhung dan Song

Woo Bin bermaksud menceritakan rencana kepindahan mereka ke luar negeri.

“Sunbae, apa tidak bisa bicarakan ini lain kali saja? Aku benar-benar harus masuk kelas”, ujar Jan Di cepat sambil terus melompat-lompat seperti cacing kepanasan.

“Tidak Jan Di, kita harus bicarakan ini sekarang juga”, tindis Yi Zhung.

“Lagipula kau tenang saja, dosen itu tidak akan berani memarahimu”, tambah Ji Hoo dengan mengeluarkan senyum menenangkan.

“Baik baik. Kalian menang. Apa yang ingin kalian bicarakan?”, ujar Jan Di mengalah sambil duduk di salah satu sofa di ruangan itu.

F3 saling berpandangan sebelum salah satu dari mereka bersedia memberitahu rencana mereka kepada Jan Di. Jan Di

yang merasa di acuhkan mulai merasa jengkel.

“Hellooo, masih ada orang di rumah?”, tanya Jan Di ngasal.

F3 yang mendengar panggilan Jan Di tersentak dan langsung mengarahkan pandangan mereka lagi ke a rah Jan Di.

“Mian Jan Di-ya. Er, begini aku dan Yi Zhung punya rencana unt…”, belum sempat Woo Bin menyelesaikan ucapannya, Jan Di memotongnya dengan cepat.

“Rencana? Berliburkah? Oh, mian sunbae, kali ini aku tidak bisa berlibur bersama kalian. Aku benar-benar harus fokus pada kuliahku”

F3 kembali saling berpandangan. Woo Bin menggeleng keras dan melanjutkan ucapan yang sempat terpotong tadi.

“Tidak Jan Di-ya, tapi aku dan Yi Zhung sore ini akan berangkat ke luar negeri”

“Ke luar negeri? Berlibur?”, tanya Jan Di lagi dengan polos.

“Bukan. Tidak ada yang akan berlibur. Kami berdua akan pergi ke luar negeri untuk melanjutkan bisnis keluarga. Aku ke Italia sedangkan Woo Bin-a akan ke Australia. Sekali lagi tidak ada kata berlibur”, papar Yi Zhung panjang lebar.
Jan Di terdiam mendengar penjelasan dari sunbae yang di sukai sahabatnya itu.

Selama dua menit ruangan itu seperti kuburan. Sunyi.

“Berapa lama?”, tanya Jan Di pelan, bahkan hampir tidak terdengar sama sekali. Semangatnya telah hilang sama sekali, menguap ke udara begitu saja.

“Empat tahun, sama seperti Jun Pyo”, jawab Woo Bin.

Jan Di hanya beroh-ria. Rasa semangat yang tadi pagi masih ada padanya belum kembali seutuhnya pada dirinya, tapi
yang dia tahu dia tidak boleh membuat orang-orang di sekitarnya khawatir terhadap dirinya, maka ia berpura-pura tersenyum.

“Sore ini ya? Kalian ingin aku mengantar kalian ke bandara? Eh, Yi Zhung sunbae, apa Ga Eul tahu tentang rencanamu ini?”, tanya Jan Di.

F3 menatap nanar Jan Di.

“Jan Di-ya kau tahu apa artinya ini?”, tanya Ji Hoo lembut.

“Apa? Ga Eul akan memutuskan Yi Zhung sunbae?”

“Jan Di-ya seriuslah sedikit”, ujar Yi Zhung yang wajahnya sudah memerah. Kentara sekali ia sangat malu karena Ga Eul di bawa-bawa dalam pembicaraan ini.

“Aku serius. Ga Eul benar-benar akan memutuskanmu jika sunbae tetap pergi ke Italia”

“Jan Di-ya, apa kau tidak paham? Dengan berangkatnya kami ke luar negeri, itu akan sangat berbahaya untuk keselamatanmu”

“Keselamatanku? Hei hei, kalian ini bicara apa?”

“Kau ingat malam di mana pertunanganmu di selenggarakan? Terjadi insiden yang hampir menghabisi nyawamu bukan? Goo Jun Pyo sudah mengetahui siapa dalang di balik insiden itu”, ujar Yi Zhung lagi.

“Memangnya siapa?”

“Lee Corporation, saingan terbesar ShinWha Group”, kali ini Ji Hoo yang menjawab.

Jan Di hanya menganga mendengar jawaban dari Ji Hoo.

“Oh ayolah, insiden itu terjadi karena kecerobohanku. Lagipula apa hubungannya dengan perusahaan itu? Seingatku aku tidak pernah berurusan dengan mereka”

“Bisnis. Saham milik Lee Corporation turus drastis di pasaran karena ShinWha Group. Goo Jun Pyo menduga motifnya adalah balas dendam. Mereka menggunakanmu untuk membalas perbuatan ShinWha Group”

Kali ini Jan Di benar-benar bingung setengah mati.

“Jadi?”, tanya Jan Di lagi.

“Jadi, sebelum keberangkatan Goo Jun Pyo ke Amerika, dia menitipkanmu pada kami”, ujar Woo Bin sambil menyandarkan punggungnya ke sofa.

“Menitipanku? Hei, aku bukan barang! Lagipula kalian tidak perlu khawatir, apa kalian meragukan kemampuanku? Apa kalian tidak ingat? Akulah orang pertama yang berani menantang F4”, cerocos Jan Di. Dia benar-benar kesal pada Goo Jun Pyo yang seenaknya menitipkannya pada orang lain.

“Kasusnya berbeda Jan Di-ya”, ujar Ji Hoo lembut.

“Berbeda apanya? Waktu itu kalian sama kejamnya dengan preman-preman”, ujar Jan Di pelan.

“Setidaknya tidak seorang pun dari kami yang berpikir mengurungmu didalam toilet yang mengandung gas beracun”, balas Yi Zhung.



---Flashback---

Geum Jan Di POV

Aku melihat bayanganku di cermin sebadan. Apa ini benar-benar aku, si rumput liar yang selalu memanjat pohon sewaktu kecil itu? Aku terkekeh mengingat masa-masa kecilku. Benar-benar waktu berjalan begitu cepat, dulu aku sering dimarahi Ibu karena baju-bajuku sering kotor dan berlumpur setiap kali pulang sekolah, tapi sekarang aku benar-benar seperti disulap. Ibu dan calon ibu mertuaku duduk di sofa di dalam kamar Goo Jun Pyo, mereka memperhatikanku selama aku di rias, bahkan aku bersumpah mereka sama sekali tidak berkedip setelah aku keluar dari kamar mandi dan menunjukkan hasil kreatifitas penata rias sewaan Goo Jun Pyo ─juga gaun hasil pencarian kami selama berhari-hari─.

“Tuan muda Goo Jun Pyo benar-benar pandai memilih istri, nona Geum Jan Di sangat cantik memakai gaun ini”, puji pria yang bertugas sebagai penata rias.

“Kulitnya juga sangat putih, seperti susu juga selembut susu”, tambah asistennya.
Ibu mertuaku mengangguk setuju. Tak lama kemudian sekretaris kepercayaan Goo Jun Pyo masuk ke dalam kamar. Seperti perias-perias tadi, dia juga memujiku cantik. Hebat!.

“Saya rasa tuan muda pasti akan sangat terkejut melihat penampilan anda malam ini. Anda begitu memesona”, ujarnya sambil membungkukkan badan. Aku hanya tersenyum menanggapinya.

“Lima menit lagi acara akan di mulai. Silahkan Nyonya dan nona turun ke bawah”, lanjutnya.

Kali ini detakan jantungku sepuluh kali lebih cepat. Ibu dan calon ibu mertuaku membantuku memasangkan high hels setinggi tujuh centi. Setelah itu, kami keluar dari kamar calon suamiku tersebut. Aku punya perasaan, sebentar lagi kehidupan baruku pasti akan segera di mulai.

Seperti de javu, aku melihat Goo Jun Pyo, si rambut keong itu tapi juga calon suamiku terkejut. Tapi bedanya, dulu dia menjatuhkan piringnya, dan sayangnya kali ini dia tidak memegang apapun untuk di jatuhkan. Aku di tuntun ibu calon mertuaku ke arah Goo Jun Pyo. Aku tersenyum sendiri. Biasanya ayah pengantin perempuanlah yang menuntun puterinya ke altar, tapi sekarang malah terbalik. Kurasa aku maklum, ini hanya pesta pertunangan, bukan pernikahan.
Aku berani bersumpah, Goo Jun Pyo sama sekali tidak berkedip ketika melihatku. Bukankah itu hebat?. Bahkan setelah ibu calon mertuaku itu menyerahkan tanganku ke arahnya, dia masih tidak bergeming dari tempatnya. Mungkin kalau di komik-komik mata si rambut keong ini akan digambarkan hati saking terpesonanya padaku. Apakah aku terlalu cantik untuk di lewatkan, wahai rambut keong?. Tamu-tamu yang hadir mulai berbisik-bisik ria, wajahku bahkan sudah merasa panas. Goo Jun Pyo sadar setelah Yi Zhung sunbae menyenggolnya. Benar-benar memalukan.

Tukar cincin dilakukan sebelum ayah Goo Jun Pyo berpidato. Cincin yang dipilh sendiri oleh Goo Jun Pyo benar-benar membuat semua wanita yang ada diruangan itu tersenyum iri padaku. Bagaimana tidak, cincin itu merupakan satu-satunya cincin yang bermahkotakan berlian asli dengan struktur sama seperti kalung yang kugunakan saat ini ─kalung pemberian Goo Jun Pyo dulu─ kurasa dia masih menganggapku sebagai bulannya. Calon ayah mertuaku mulai berpidato setelah acara tukar cincin. Goo Jun Pyo yang sekarang tengah melingkarkan tangan kanannya ke pinggangku mulai menggodaku. Kurasa ia tidak tahan dengan pidato ayahnya sendiri yang menurutku juga sangat membosankan.

“Ku pikir kau tidak akan memakai gaun ini”, bisiknya tepat di telingaku.

“Bukankah kau bilang kau akan membunuhku jika aku tidak memakai gaun ini?”, balasku.

“Tapi kau tetap jelek”

“Oh ya? Lalu siapa yang kau lihat tadi sampai-sampai kau harus diperingatkan Yi Zhung sunbae kalau pesta akan segera di mulai?”

“Kau tetap jelek”, bisiknya sambil tersenyum mengejek.

“Baik, kalau begitu aku mau pertunangan ini batal”, bisikku menakuti.

“Apa? yya..Geum Jan Di. Kkau ti tidak serius kan?”, bisiknya sambil terbata-bata.

Aku tidak menjawab pertanyaannya. Aku memperlihatkan tampang seriusku padanya. Dan kulihat, dia mulai berkeringat. Melihat Goo Jun Pyo yang ketakutan setengah mati karena ancamanku, aku tertawa pelan dan langsung mengalihkan pandanganku ke arah  ayahku yang sekarang mulai berpidato. Dia tetap memandangku was-was.
Aku yang tidak dapat menahan tawaku mulai memegang perutku yang kram dan tertawa sepelan mungkin agar tidak menarik perhatian para tamu. Goo Jun Pyo yang sadar karena aku telah mempermainkannya mengancamku balik.

“Ya Geum Jan Di, minta mati ya?”, si rambut keong itu balik mengancamku.

Aku tetap tertawa, dan tawaku meledak keluar setelah musik dansa mulai diputarkan. Dan Goo Jun Pyo dengan segala pesonanya yang mampu meluluhkan hati setiap wanita mengulurkan tangannya, mengajakku dansa. Aku memandangnya masih dengan tawa menghiasi wajahku. Dan sesuai dugaanku, dia memaksaku untuk turun. Aku tidak berbuat apa-apa ketika dia mulai memimpin dansa kami. Aku mengikuti setiap langkahnya. Apa kalian mengharapkan aku akan memberikan tendangan memutar?. Oh, jangan harap aku akan melakukannya. Bukannya aku takut padanya, tapi aku lebih takut tatapan membunuh ibuku. Kulihat Yi Zhung sunbae mengeluarkan senyum mautnya kepada Ga Eul agar mau berdansa dengannya. Ingin rasanya aku berteriak “Ga Eul, terima saja” tapi tentu saja aku tidak melakukannya. Ga Eul pasti akan mencincangku hidup-hidup. Goo Jun Pyo yang sadar aku lebih memperhatikan orang lain ketimbang dirinya, mengecangkan pelukannya pada pinggangku. Wajahku yang kini hanya berada kurang dari lima centi dari wajahnya mulai memerah karena malu.

“Mmwo?”, tanyaku terbata-bata sambil berusaha menyembunyikan rasa maluku darinya.

“Jangan pernah perhatikan orang lain selain aku”, jawabnya sambil menatap mataku dengan dalam.

Seperti terhipnotis oleh mata indah itu aku mengangguk, dan ketika dia mulai lebih mendekatkan wajahnya, lebih dekat, lebih dekat lagi,dan ketika hidung kami mulai bersentuhan seketika itu juga pengganggu itu datang. Pengganggu itu berdeham sesaat sebelum bibir Jun Pyo mendarat di bibirku. Serempak aku dan Jun Pyo menoleh ke sumber suara dan mendapati ayah Jun Pyo, calon ayah mertuaku, juga Presiden Direktur ShinWha Group sedang menatap kami penuh rasa ingin tahu. Aku melihat senyum penuh arti darinya, tanpa di komando oleh siapapun beliau berjalan mendekati kami dan dengan tanpa bersalah mengajakku berdansa.

“Ku pikir sayang sekali jika nona secantik anda tidak ku ajak berdansa. Mau turun denganku nona cantik?”, tanyanya sambil menggodaku.

Aku merasakan pelukan Jun Pyo makin kencang di pinggangku. Oh, hell! Jangan bilang seorang Goo Jun Pyo cemburu pada ayahnya sendiri.

“Appa”, bentak Jun Pyo.

“Goo Jun Pyo, dia baru tunanganmu. Kurasa setiap orang berhak berdansa dengannya jika dia mau”, ujar calon
mertuaku itu sambil tersenyum.

“Tidak! Tidak akan ku ijinkan seorangpun menyentuhnya, sekalipun itu appa sendiri. Dia milikku”

“Baiklah, kalau begitu kita tanyakan saja pada Jan Di. Jan Di-ya mau berdansa dengan appa?”

“Suatu kehormatan bagiku bisa berdansa dengan anda”, jawabku yang bisa di tebak dapat membuat kedua bola mata Goo Jun Pyo hampir melonjak keluar.

“Yya Geum Jan Di”, sekarang si rambut keong itu balik membentakku.

“Apa?”, tanyaku sambil memperlihatkan wajahku yang penuh senyum padanya.

Kurasa aku menemukan cara agar dia mau menuruti kata-kataku. Tersenyum. Yak, tersenyum saja. Buktinya dia langsung membuang mukanya dan melepaskan pelukannya. Ayahnya tersenyum simpul melihat kelakuan si rambut keong itu.

Tiga puluh menit kemudian, kakiku sudah benar-benar sakit. High hells setinggi tujuh centi, berdansa dengan enam orang pria berturut-turut ─Goo Jun Pyo, ayahnya, ayahku, Ji Hoo sunbae, Yi Zhung sunbae, dan Woo Bin sunbae─ , aku bersumpah aku tidak akan pernah mengulanginya lagi. Kulihat Goo Jun Pyo sedang berbicara dengan relasi bisnisnya, aku menolak ikut karena kakiku sudah tidak bisa di ajak kerjasama lagi.

Aku sedang asyik menatap setiap tamu yang hadir di acaraku ini ketika dengan tiba-tiba seorang anak kecil yang kutafsir umurnya sekitar enam tahun mengajakku ke toilet. Dia bilang dia takut ada hantu toilet. Yang benar saja.  Aku yang juga sudah bosan dengan acara ini menyetujui ajakannya. Dengan berjalan tertatih-tatih aku meninggalkan ruangan itu dan menuju ke toilet. Awalnya aku mengajaknya ke toilet di kamar milik Goo Jun Pyo, tapi entah mengapa dia menolaknya.  Anak itu semakin aneh ketika dia memaksaku untuk ikut masuk, aku tidak heran karena kupikir ia masih takut dengan hantu toilet. Tapi tiba-tiba semua berlangsung begitu cepat. Anak itu langsung berlari keluar dan mengunci pintu toiletnya dari luar. Aku berteriak-teriak agar anak keparat itu mau membuka pintunya. Tanpa kusadari, ada asap yang datang dari arah wastafel. Aku merasakan firasat buruk.

Oh tidak, aku tidak ingin kejadian itu terulang kembali. Ku mohon.

Aku terus menggendor pintu itu, sampai nafasku memburu karena kehabisan oksigen. Air mata mulai jatuh di pelupuk mataku.
Ku mohon, siapapun tolong aku. Goo Jun Pyo, ibu, ayah, sunbae. Ku mohon.

Mataku mulai kabur setelah seseorang menggedor-gedor pintu dari arah luar. Aku berteriak sekeras mungkin agar ia mampu mendengarku. Tapi, sampai di situlah batas kemampuanku. Pandanganku mulai gelap dan aku tidak tahu apa lagi yang terjadi sampai aku merasakan seseorang mengecup bibirku.

---flashback end---

TBC


PS : Maaf karena baru bisa apdet sekarang, soalnya minggu ini minggu terberat. Disekolah lagi mid semester [cry], jadi untuk sementara ff ini terbengkalai. Bahkan waktu ujian fisika kemaren, aku bukannya ngisi jawaban tapi malah mikir : ada apdetan terbaru gak ya?, anjrit! ff gw belom selesai, my everything udah sampe chap berapa ya? ─sumpah, gw suka banget sama ff ini─. Jadi maap ya… *sembah-sembah kaki para readers*

PPS : mohon komentarnya…

PPPS : buat siapa aja yang berminat menceritakan secara ringkas atau kalo mau secara detail tentang ff WildFire tolong dong, ceritain yaa..penasaran abis nih. Males ke soompi. Wokeh?
Me, Myself, and I. DON'T DISTURB ME


Offline mole

  • Newbie
  • *
  • Posts: 6
    • View Profile
Hai voldi..lam kenal...aku suka banget ama FF kamu...he..he..jandi kocak banget ya..biar udah tunangan tp kelakuannya kayak anak SMU terus...aku suka FF lanjutan tentang BOF secara sekuelnya gak akan dibuat lagi, so..kita-kita aja deh yang berhayal terus di FF he..he...thanks ya para pakar-pakar FF termasuk miny,lov,luv,andree de el el deh...i love you all. You made my day beautiful..and i love minsun forerver...
oya kalo kamu mau cerita WF aku punya semua chapternya lengkap. kirim aja email kamu, ok....

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
voldi, thanks ya udah diupdate [smiley-gen013] [smiley-gen013] chapter ini seru banget, gw suka [lovestruck] [lovestruck] untung masih ttp ada adegan jundinya wlp cuma flashback  [laughing] [laughing] ..
klu wildfire susah ceritainnya, lebih enak baca sendiri [hmpfh] pokoknya jundi hot deh [drool] apalagi si junpyo [laughing]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline pink_girly

  • Full
  • ***
  • Posts: 341
  • <3 MinSun
    • View Profile
ah... akhirnya d'update jga... Seru Abisss dah... [lovestruck] [smiley-gen013]

Offline revynska

  • Police
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1639
    • View Profile
voldi thanks yak udah diupdate [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]

ceritanya menarik punk punk punk


ADAM COUPLE SELCA

Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile
huaaaaaaaaa mian baru sempet baca neh  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

voldi bagus buanget aku ampe ikutan terhanyut baca FF ini  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] tuh si Jun Pyo amit2 dah masa appanya sendiri aja kagak boleh touchy2 dikit seh   [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

yo voldi seperti yg laennya di tunggu update-annya tp gak usah maksa cepet2 seh ntar malah di FF u bisa nyempil rumus fisika dunk  [laughing] [laughing] [laughing]

kl yg masalah WF ikutan yg laen aja dah mending dibaca sendiri 

And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^

Offline Alayka

  • Newbie
  • *
  • Posts: 18
    • View Profile
Voldi... Thanks buat update-annya. Kayaknya story lo agak2 berat. Ada acara Jandi mau dibunuh segala. Tp seru kayaknya... Cepetan diapdate lagi yakh. Kl mo tau story singkatnya WF buka page 1 thread itu aja. Worth it tuh buat dibaca.

Offline Surie_Riri

  • Full
  • ***
  • Posts: 297
  • i'm silent reader, mian...
    • View Profile
ga di fb, ga diforum kayanya WF paling nyantol deh di otak  [laughing] [laughing] [laughing] [love eyes]
[lovestruck]