Author Topic: Boys Before Flowers (the missing scene) HIATUS  (Read 8342 times)

Offline neiya

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1006
  • Location: depoook
    • View Profile
Hiyaaaa..sistaaa.. Ga di update".. :(


Penasaran bgt niiiiiiii

Offline siska

  • Newbie
  • *
  • Posts: 62
    • View Profile
 [biggrin] anyong...................ak mau sedikit komen ni.ak suka banget ff yg satu ini.oh ya ditunggu capter 3 nya.

Offline siska

  • Newbie
  • *
  • Posts: 62
    • View Profile

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
update dung voldi, perasaan ff ini udah lama ga diupdate, lebih lama dr punya gw [biggrin]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline voldi

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1051
  • Location: Indonesia
    • View Profile
update dung voldi, perasaan ff ini udah lama ga diupdate, lebih lama dr punya gw [biggrin]

mami, gw baru nyelesain 2 halaman, emang mao gw post segitu doang?
Me, Myself, and I. DON'T DISTURB ME


Offline siska

  • Newbie
  • *
  • Posts: 62
    • View Profile
anyong............... semuanya.oh oh ya sist ak tungguin deh capter selanjutnya.....

Offline siska

  • Newbie
  • *
  • Posts: 62
    • View Profile
 [bye]anyong.............oh ya ak pengen ni baca wf jundi di soompi.tp dlm bahasa inggris.ak baru  pertama buka forum itu.gimana ya caranya ngedapetin ff jundi dalam bahasa indonesia. oh ya kl bloeh aku minta dikirimin dong ff jundinya.......gomawo sebelumya, [biggrin]

Offline voldi

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1051
  • Location: Indonesia
    • View Profile
oalah, dah lama gak mampir....  [biggrin] [biggrin] [biggrin]
Me, Myself, and I. DON'T DISTURB ME


Offline virna yuniar

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1152
  • ♥KangDan♥
    • View Profile
hay voldi lam kenal.. [bye]
ff-nya lama bgt ci gak diupdate..
penasaran nih ma chap 3 nya [smiley-dance013] [smiley-dance013]

Offline voldi

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1051
  • Location: Indonesia
    • View Profile
virna, maap ya..

belum sempat apdet soalnya lagi sibuk..

maap banget
Me, Myself, and I. DON'T DISTURB ME


Offline voldi

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1051
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Maaf ya baru bisa update sekarang *dirajam readers*
Ok… tak perlu berlama-lama lagi
cekidot

Chapter 3

Manhattan city

So many season we have been trough
Didn’t see each other
Didn’t hear each other
Didn’t call our name each other
When I was thinking about you
There was a question in my mind
“How are you?”

Goo Jun Pyo memijit kepalanya yang mulai terasa pening. Penampilan rapinya yang ditampilkan pada relasi-relasi bisnisnya tadi pagi sudah hilang. Sudah dua minggu ini otaknya tidak pernah berhenti bekerja. Urusan ini, urusan itu, pertemuan ini, pertemuan itu, masalah ini, dan masalah itu tidak pernah berhenti dari perputaran hidupnya sejak ia tinggal di Amerika, tepatnya di Manhattan. Pandangan matanya berhenti pada sebuah foto perempuan yang selalu dia rindukan, Geum Jan Di. Goo Jun Pyo menghela nafasnya, dia tidak pernah lelah memikirkan tindakan bodoh yang dilakukan tunangannya itu. Tidak menghubunginya. Sejak kepindahannya ke Amerika, Jan Di tidak pernah menghubunginya sekalipun. Sekalipun. Ingin rasanya dia terbang kembali ke Korea dan menanyakan alas an si idiot itu tidak menghubunginya lagi.

Goo Jun Pyo mengambil ponsel dari saku celananya. Dia menghampiri jendela besar didalam ruangan mewahnya dan memencet nomor yang sudah dihapalnya diluar kepala. Suara yang sangat familiar kembali didengarnya.

Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif. Silahkan tinggalkan pesan setelah bunyi berikut.

“Brengsek”, Jun Pyo berumpat pelan, dia kembali memijit kepalanya.

Tidak berapa lama sekretaris kepercayaan ayahnya, Mr. Jung masuk kedalam ruangannya. Dia melihat ke arah Jun Pyo dengan tatapan prihatin. Mr. Jung juga tahu kalau Jun Pyo sedang stress, masalah yang dihadapinya tentang persoalan keuangan ShinWha tidak cukup berat dibandingkan Jan Di tidak menghubunginya sama sekali.

“Jun Pyo-ssi, saya baru mendapat kabar bahwa tuan muda Yi Zhung dan tuan muda Woo Bin sudah meninggalkan Korea”, ujarnya.

Hening sebentar sampai terdengar suara Jun Pyo.

“Bagaimana dengan Jan Di?”, tanya Jun Pyo dengan suara yang terdengar super lelah.

“Menurut informasi, nona Geum Jan Di sudah memulai aktifitasnya sebagai mahasiswi kedokteran. Apa anda perlu bantuan untuk menghubungi nona Geum Jan Di?”

“Tidak perlu. Lakukan saja seperti yang kuperintahkan”

“Baik tuan”

Mr. Jung kemudian keluar dari ruangan dan meninggalkan Jun Pyo yang masih mencoba menghubungi Jan Di.

Korea, Miny Wilky (Bar tempat kerja Lee Jun Ki)

Seorang pemuda tampan ─yang sekarang sedang di kerumuni banyak wanita─ tengah memperlihatkan aksi kocok-mengocok sebuah botol dengan lincahnya. Di wajahnya tidak tampak senyuman sedikitpun, yang tampak hanyalah wajah dingin yang entah kenapa bisa membuat wanita yang melihatnya histeris.

Perlahan kerumunan itu bubar , dan tanpa disuruh pemuda itu segera meninggalkan tempat itu. Belum genap sepuluh langkah dia berjalan, dia dihentikan teriakan dari managernya.

“Yya Lee Jun Ki, mau kemana kau?”, tanya manager sambil menyilangkan tangannya didepan dada.

“Aku mau pulang”, ujar pemuda yang dipanggil Lee Jun Ki itu dingin.

“Lee Jun Ki-ssi, jam kerjamu belum selesai”, lanjut manager itu.

“Dalam perjanjian disebutkan aku berhak pulang sesuka hatiku, jangan lupakan itu pak Manager”, jawab Jun Ki masih dengan suara dingin.

Sekali tatapan tajam dari Jun Ki langsung membuat manager bertubuh subur itu merinding.

“Kalau bukan karena anak Mr. Lee, kau sudah kutendang dari sini sejak awal”, ujar manager itu pelan.

***

Lee Jun Ki melangkahkan kakinya kearah rumah sewaannya. Rumah itu terlihat sangat sederhana, tapi juga terlihat sangat nyaman dengan dekorasi tamannya yang penuh dengan bunga mawar putih. Sederet mobil mewah terlihat berjejer didepan rumahnya.

“Sh!t, mau apa lagi mereka?”, rutuk Jun Ki.

Seorang dari mereka melihat Jun Ki, dan langsung memanggil seseorang yang ada didalam rumah. Dan keluarlah seorang pria setengah baya. Pria itu langsung mendekati Jun Ki dan membungkuk dengan hormat.

“Tuan muda, Nyonya besar sudah menunggu di dalam. Beliau rindu sekali pada anda”, ujar pria.

“Mwo? mom?”, secepat kilat Jun Ki berlari kedalam rumahnya.

Didalam rumah yang sederhana itu tampak seorang wanita paruh baya sedang duduk mengamati keadaan sekeliling. Wajahnya cantik, tapi tersirat kelelahan yang sangat diwajah cantiknya itu. Jun Ki melihat wanita itu dengan pandangan sayang, dan ketika wanita itu menoleh kepadanya Jun Ki langsung menghambur ke pelukannya.

“mom, kau baik-baik saja?”

“mom baik-baik saja, dear. Kau sendiri?”

“Aku juga baik. mom, ada keperluan apa menemuiku?”, tanya Jun Ki sambil membimbing ibunya duduk.

“Dasar bodoh. Apa seorang ibu tidak boleh menjenguk anaknya sendiri?”, ujar ibu Jun Ki sambil mengetuk pelan kepala Jun Ki.

“Bukannya begitu. Apa si tua Bangka itu tahu ibu menemuiku?”

“Jun Ki”, tegur ibunya.

“Sudah berapa kali ibu memberitahumu, jangan panggil appamu seperti itu. Dasar anak nakal”, lanjut ibunya sambil menjewer telinga Jun Ki. Ibunya tidak pernah betul-betul marah pada Jun Ki, paling banyak hanya menegurnya, setelah itu ibunya langsung memanjakannya lagi.

“Baik baik. Maaf. Nah, omma mau minum apa? Ah, jangan bilang. Biar aku yang tebak. Omma tunggu saja di sini, oke?”, Jun Ki kemudian langsung berlari kearah dapur. Ibunya hanya terkekeh kecil melihat kelakuan anak bungsunya itu.

Sangat kontras dengan kakaknya.

Dua cappuccino hangat terhidang di atas meja beberapa menit kemudian.

“Kau masih saja memaksaku meminum minuman ini”, ujar ibu Jun Ki.

“Oh come on, mom. Ini minuman kesukaan kakak”

Ibu Jun Ki hanya menatap nanar anak kesayangannya itu.

Jika seandainya itu tidak pernah terjadi. Jika seandainya penyakit itu bersarang ditubuhku, mungkin Jun Ki tidak akan jadi seperti ini.

Tidak berapa lama, ruangan itu kembali penuh dengan teriakan dan suara-suara manja. Yah, melampiaskan segala kerinduan yang tertahan tidak apa-apa kan?

****

MUSIM SEMI

Pagi tampak bersinar cerah dihiasi sinar sang Raja yang berwarna kuning keemasan. Embun-embun tampak masih menggelayut manja di atas pucuk hijau dedaunan dan rerumputan sehingga tampak berkilauan bagai mutiara yang terserak terhampar diatas tanah. Burung-burung kecil tampak menari-nari menemani sang Raja melaksanakan tugasnya. Kelopak beraneka bunga mulai merekah indah menebarkan pesona dan aromanya mengundang kupu-kupu juga kumbang untuk mencumbunya. Musim dingin telah berlalu, digantikkan oleh musim semi yang ditunggu-tunggu oleh semua orang setelah pergulatan panjang dengan kedinginan tak berujung *oke, ini mulai lebay*.

Ditaman fakultas Kedokteran ShinWha School yang sepi, Geum Jan Di sedang duduk termenung. Mata indah coklatnya memandang kearah bunga lili putih yang tumbuh liar dihadapannya, sedangkan pikirannya berkelana ke kejadian semalam. Goo Jun Pyo memaksa berbicara dengannya semalam. Setelah berminggu-minggu Jan Di menolak berbicara dengannya.

FLASHBACK ON

“Yaa Geum Jan Di!! Ayo buka pintunya! Dasar anak kurangajar. Tuan muda Goo Jun Pyo ingin berbicara denganmu. Ayo buka, bodoh!”, suara ibu Jan Di bergema di segala penjuru apartemen milik keluarga Geum.

“Omma, beritahu dia kalau aku sudah tidur. Aku tidak ingin berbicara dengannya”, balas Jan Di sambil berteriak.

Selang beberapa menit tidak terdengar balasan dari luar kamar Jan Di. Jan Di menghela nafas lega karena tahu ibunya MUNGKIN sudah tidak akan merong-rongnya lagi agar mau menerima telepon dari Goo Jun Pyo. Tapi sepertinya ibunya tidak putus asa. Dibantu dua pasukan lainnya yang rela mati agar putri semata wayang juga kakak tersayang bersanding dengan seorang Goo Jun Pyo, siapa lagi kalau bukan Kang San dan Mr. Geum, ikut membantu Mrs. Geum mendorong pintu kamar Jan Di dengan kekuatan supernova.

Jan Di yang masih shock atas perlakuan ketiga anggota keluarganya hanya bisa melongo, sampai-sampai ia tak sadar kalau telepon rumah mereka yang sudah tersambung dengan hape milik Jun Pyo tergenggam erat di tangannya –dibantu dengan perekat yang dipakaikan oleh Kang San─.

“Hei rumput liar, ada apa denganmu? Kenapa tidak pernah menelponku? Mau mati, hah? Sudah bosan hidup? Hei, ayo jawab bodoh! WOOOOIII….. AYO JAWAB!! YAAAA GEUM JANDI”, teriak Jun Pyo setelah menanti cukup lama.

Jan Di yang –tetep- masih melongo akibat perbuatan keluarganya menumbangkan pintu kamarnya tidak merespon umpatan-umpatan Jun Pyo. Yang ada dia malah….

“OMMAAAAAA……. APA YANG KAU LAKUKAN PADA PINTU KAMARKU??”, suara Jan Di menggelegar bagai meruntuhkan langit dunia para dewa-dewi Oympic. Zeus marah. Hera di telen bokapnya lagi. Aphrodite khilaf dan meninggalkan Ares. Ares kehilangan kekuatannya, dia di pecat dari Dewa Perang. Poseiddon kehilangan Trisulanya. Hades memberikan helmnya pada Athena. Dan voldi menjadi Dewi Kecantikan *halah! Ngawur lo! Bilang aja ngarep pengen ketemu Hera!*. gak becanda..

Jun Pyo menjauhkan hapenya spontan ketika mendengar suara jan Di. Wow, dia merasakan akan ada perang dunia di apartemen jan Di sebentar lagi.

GLEK

“Yya..yya…Geum Jan Di”, kali ini suara Jun Pyo lebih pelan tapi agak terbata-bata.

Jan Di yang masih sangat marah mengetahui pintu kamarnya di rusak oleh komplotan pembela Goo Jun Pyo melampiaskan kekesalannya pada tunangan tercinta.

“MWO??”, teriak Jan Di.

Jun Pyo menelan ludah. Harusnya dia yang memarahi Jan Di, tapi kenapa malah dia yang kena sembur?. Selama sejam penuh waktu Jun Pyo terbuang berkat omelan dan petuah-petuah Jan Di. Akhir kata, Jan Di mematikan teleponnya dengan sadis.

FLASHBACK OFF

Jan Di merasa menyesal telah memarahi Jun Pyo semalam. Dia berniat menghubungi tunangannya dan meminta maaf, tapi di urungkannya niat itu. Dia masih menjalankan misi diam-sepanjang-masa-agar-JunPyo-tidak-terganggu-kosentrasinya-dalam-mengurus-perusahaan.

Tiba-tiba ia dikagetkan alarm dari ponselnya. Sudah waktunya kuliah. Dengan berat hati ia meninggalkan tempat itu. Sebelum beranjak, Jan Di menggeliat sedikit guna merilekskan tubuhnya.
Setelah itu dia melangkah masuk ke dalam gedung.

Tbc..
Wah, lama gak di update
Mian sista-sistaku….
Seperti di tret destiny, aku mau minta izin hiatus
 [biggrin] [biggrin] [biggrin]
Me, Myself, and I. DON'T DISTURB ME


Offline oqyoiko

  • Superintendent
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1265
  • just be Ur SeLf & bE thE bEsT,,,,
  • Location: indonesia
    • View Profile
Walah voldi ru update ko lsng minta hiatus? Da apa mangya n? Wah jandi ko tega mat c dsni c junpyo ksian jdna g konsen....hehe.
"MinSun & YongSeo is Sweet & Cute Couple "


Offline Aurel " lusy" Aurellya

  • Junior
  • **
  • Posts: 227
  • kyaaa jun pyo sexy bgeth
  • Location: padang, indonesia
    • View Profile
Yyaaa! Voldi pndek amirr, pdahal uwd seabad ga update *mulai dh lebainy :p.
Uda getu lgsg kaburr sini ak [head break] [head break] hihiihi
kacian junpyo, cup cup sini junpyo.ya ma ak ajj (meluk junpyo,whaha)
*di bunuh seisi callminsun,hoho
only u in my bottom heart, no body else, but u in over the world...

Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile
yach voldi, baru juga up date dah minta hiatus, mmm gimana nich.....
jgn lama2 up datenya yaw..


    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho

Offline pink_girly

  • Full
  • ***
  • Posts: 341
  • <3 MinSun
    • View Profile
 [smiley-gen013] [smiley-dance013] [smiley-gen013] [smiley-dance013]
Voldi kayaknya u lgi pnya banyak bnyek ide ni.. punk
kacian ya si oppa di bentak" gtu ama eonni.. [dry]
Voldi, d'tggu ya next chapnya sama ffmu yg laen.. trus jangan hiatus lgi yo.. [hug]