Author Topic: The Curse - Chapter Sixteen, Updated 30 Mar'13  (Read 21743 times)

Offline Winda Minsun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 679
    • View Profile
The Curse - Chapter Sixteen, Updated 30 Mar'13
« on: December 22, 2011, 07:40:33 am »
HeyHo, Hemm gue mau post ff baru [hmpfh] sori ya kalau ceritanya rada aneh.


Title : The Curse
Genre : Complicated, Romance
Started : 22 December 2011
Ended : -


Main Cast



Lee Min Ho As Kim Joon Sung

Dia bisa dibilang laki-laki yang kurang beruntung. Terpisah jauh dari keluarga ketika usianya genap menginjak 10 tahun. Lupa ingatan yang dialaminya membuatnya menutup segala kenangan bersama keluarga. Jiwa malaikat yang tertanam padanya, telah membawanya melangkah jauh. Menemui suatu takdir yang membuat cintanya hancur lebur...seperti Kutukan untuk mengenal cinta itu kembali.





Goo Hye Sun as Goo Kae Bi

Dia wanita putih selembut kapas. Hidupnya terpalang sempurna. Semua yang ada pada dirinya menjadi daya tarik lebih, semua mencintai wanita cantik itu. Sampai suatu peristiwa mengharuskannya menemui hidup dalam cacian, hinaan, dan gunjingan. Dia hanyalah korban tak berdosa. Objek pembalasan dendam. Dia mengutuk hidupnya sendiri. kesalahan bodoh bagai memasukannya kedalam jurang kematian.








Choi Shi Won as Lee Hyun Woo

Dia berambisius untuk membalaskan dendam sang Ayah. Pria paling agresif dan egois. Demi membalaskan dendamnya ia nekat melakukan sesuatu di luar batas. Tapi karma berbalik. Ia begitu menyedihkan.... Ketika mendapati dirinya ternyata mencintai gadis yang seharusnya ia hancurkan




Yoon Eun Hye as Yoon Gae In




Lee Min Jung as Park Ah Ra




Kim Seo Eun as Myung Nae Ra




Jung ilwoo as Sung Jung Min




Kim Joon as Hyun Dong Bin



Other Cast


Mr.Goo as Goo Bin Woo
Mrs.Goo as Goo Kae Hwa
Mr.Lee as Lee Joon Shik
Mrs.Lee as Lee Hyun Min
Ajudan Kim
BiBi Yoon



Opening Synopsis


Cambukan pilu itu masih terasa, semakin hari semakin menyesakkan  jiwa. Sang gadis terpuruk pedih, menguraikan air matanya tak terhingga, terisak letih seolah menjerit gontai menghadapi hidup baru yang dirasakannya, hidup penuh gunjingan, hinaan, terpuruk. Bagai bangkai yang menjijikan
Sang Malaikat datang, mengepakkan sayapnya di hadapan sang gadis itu. Seolah memberi tempat seperti surga untuk di huninya. Menghapus semua noda yang berada di tubuh gadis itu. Memimbingnya perlahan menuju jalinan kasih yang Abadi
Namun sayang, semua tak semulus yang dikira. Kenyataan bagai mencekam jiwa....membunuh sukma raga. Takdir mengharuskan sang malaikat membenci gadis itu. Apakah bisa? Akankah malaikat itu memilih takdirnya...atau mungkin melawannya untuk tetap bersama dengan gadis yang ia cintai? Atau cinta itu hanyalah bayangan semu yang akan lenyap seperti abu jika sudah dibakar?


- THE CURSE -



INDEX CHAPTER




« Last Edit: March 30, 2013, 05:30:51 am by Winda Minsun »

[lovestruck] and in another life, we believe... love never die [lovestruck]

Share on Bluesky Share on Facebook


Offline hye sun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1252
    • View Profile
Re: The Curse
« Reply #1 on: December 22, 2011, 08:03:40 am »
Wahhhhh, ada FF baru..... [clap] [clap] [clap] [clap] [clap]
ceritanya buat penasaran, cast nya juga keren2 bikin  [bav] [bav] [bav] [bav]


dan yang jadi pertanyaan, kapan diupdateeeeeeeeeeeee, updateeeeeeeeeeee
fighting, sistaaaa
[smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]



[lovestruck] [lovestruck] Couples who love each other tell each other a thousand things without talking [lovestruck] [lovestruck]

Offline aii.d luffy

  • Full
  • ***
  • Posts: 301
    • View Profile
Re: The Curse
« Reply #2 on: December 22, 2011, 08:58:13 am »
uyeeeeeee semangattttt winnnnn  [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]
BELIEVE IN HAPPY ENDING--MINSUN

Offline My My

  • Junior
  • **
  • Posts: 165
    • View Profile
Re: The Curse
« Reply #3 on: December 22, 2011, 11:00:35 am »
AKHIRNYA WINDA KEMBALI MEMBAWA FF BARU  [smiley-gen013] [smiley-gen013] Jadi kapan chapter perdananya [what] [what] [what] btw yg bad boy kok gak lanjut2 si [what] [what] Emoticons0427

Offline windayesg

  • Newbie
  • *
  • Posts: 42
  • cutie~
    • View Profile
Re: The Curse
« Reply #4 on: December 22, 2011, 08:26:33 pm »
heh, my twins name buat ff lg  [clap] [biggrin]
 
cast.a bgus win,, ayo dilanjut
semangat [smiley-gen013] [smiley-gen013] [hmff]

Offline Winda Minsun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 679
    • View Profile
Re: The Curse
« Reply #5 on: December 22, 2011, 09:32:39 pm »
Wahhhhh, ada FF baru..... [clap] [clap] [clap] [clap] [clap]
ceritanya buat penasaran, cast nya juga keren2 bikin  [bav] [bav] [bav] [bav]


dan yang jadi pertanyaan, kapan diupdateeeeeeeeeeeee, updateeeeeeeeeeee
fighting, sistaaaa
[smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]


Huehehe makasih ya, first reply-nya. Hemh, mungkin tar malem kali ya kalo chap 1nya udah rampung gue buat. Sekali lagi makasih atas partisipasinya

[lovestruck] and in another life, we believe... love never die [lovestruck]

Offline Winda Minsun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 679
    • View Profile
Re: The Curse
« Reply #6 on: December 22, 2011, 09:38:47 pm »
uyeeeeeee semangattttt winnnnn  [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]
Iya kak, thanks semangatnya :D

AKHIRNYA WINDA KEMBALI MEMBAWA FF BARU  [smiley-gen013] [smiley-gen013] Jadi kapan chapter perdananya [what] [what] [what] btw yg bad boy kok gak lanjut2 si [what] [what] Emoticons0427

Mungkin nanti malem ya kalau udah rampung. Gue galanjut karna gue stuck sama tuh ff hahahaha sori ya, tapi kalo ada inspirasi pasti gue update kok. Thanks


 
heh, my twins name buat ff lg  [clap] [biggrin]
 
Hueheheh iya, sip :D thanks ya
cast.a bgus win,, ayo dilanjut
semangat [smiley-gen013] [smiley-gen013] [hmff]

[lovestruck] and in another life, we believe... love never die [lovestruck]

Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile
Re: The Curse
« Reply #7 on: December 23, 2011, 03:42:10 am »
CAST NYA I LOVE IT [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]

APALAGI ADA HUBBY KU MY SHIWON [hmpfh], tp liat sinopsis untuk karakter hye sun nampak nelangsa [cry] mudah2an MH sang angel lebih memilih HS dan HAPPY ENDING [hmpfh]


WINDA CHUKAEYO buat new FF  nya [smiley-gen013] [smiley-gen013]


    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho

Offline Imahminsun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 544
  • sweet momen's minsun
  • Location: seoul
    • View Profile
Re: The Curse
« Reply #8 on: December 23, 2011, 06:02:31 am »
wiwin langsung lanjut ke chap perdananya   [drool] [drool] selamat ya buar ff barunya  [flowers] tapi.. jangan lupa ff lamanya juga mesti di lanjut  [dry]

Offline Winda Minsun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 679
    • View Profile
Re: The Curse
« Reply #9 on: December 23, 2011, 06:48:05 am »
CHAPTER ONE


Langkah kaki seorang gadis mungil berdetak....menjuru gedung setinggi pencakar langit dihadapannya. Perlahan-lahan ia hapus air mata yang masih menggenangi kedua pelupuk matanya. Hatinya semakin teriris pilu, menerima kenyataan pahit yang harus ia terima, yang harus ia hadapi. Mungkin ini suatu akibat dari hasil yang di perbuatnya. Bodoh memang, untuk suatu Nafsu yang membawa dirinya terbang tinggi, yang mengalahkan akal pikiran, kini membuat hidupnya berubah pesat. Kae Bi menundukkan kepalanya menghentikan langkah. Sungguh, ia tak akan sanggup jika harus melihat wajah itu lagi.......wajah sang Ayah dengan segala Kemurkaannya


FlashBack; On


"Tidak! Ini.....ini pasti salah! Tidak mungkin" Kae Bi menggeleng kuat sambil membuang testpack yang baru ia cermati hasilnya tadi. Ketakutan muncul begitu saja, ia menggigit jarinya cemas. Apa yang harus dilakukannya. Hamil? Dan.....itu artinya ia mengandung seorang janin di dalam rahimnya. Kae Bi masih terjerat tak percaya, tanpa ia sadari air mata sudah membasahi kedua pipinya


"Hueeekkk!"


Tiba-tiba Kae Bi menutup mulutnya dengan kedua tangan, ia tak sanggup menahan rasa mual yang di rasakannya. Ia berjalan cepat menuju wastafel yang berada dihadapannya, membungkukan kepalanya dalam-dalam guna mengeluarkan semua isi yang ada di dalam perutnya.


"Kae Bi-aa..... Sayang, Kau tak apa?"


Kae Bi yang mendengar suara sang Ibu di balik pintu kamar mandi, segera terdiam. Dengan cepat ia membasuh mukanya dengan air dari wastafel itu. Lalu, memungut testpack yang ia buang di sembarang tempat tadi. Menggenggamnya erat-erat guna menyembunyikan benda itu dari hadapan sang Ibu. Ia mulai berjalan menjangkau Handle pintu



"Kau Tak apa, Kae Bi-aa? Akhir-akhir ini kau sering mual, sayang. Apa kau sakit?" Tanya Mrs.Goo begitu cemasnya, membuat Kae Bi semakin berangsur-angsur kikuk. Ia mencoba tersenyum setenang mungkin


"Tak apa, Ibu. Aku hanya kelelahan. Percayalah, nanti juga akan membaik" Kae Bi berusaha menutupi rasa paniknya, ia menatap Mrs.Goo dengan senyum yang tekembang di bibir bewarna merah merona itu.


"Hemh, Baiklah cantik..... Tapi jika kau merasakan hal yang mengganjal, beri tahu ibu" Perintah wanita paruh baya itu sambil mengelus sayang kedua pipi mulus Kae Bi.


"Ehm, ibu.......aku pergi kekamar dulu ya" Ucap Kae Bi setelahnya. Ia kembali menunjukkan raut wajah paniknya saat membalikan tubuhnya membelakangi wajah Mrs.Goo


"Kae Bi-aa, tunggu"


Suara itu semakin membuat jantung Kae Bi berdetak cepat. Ia semakin merapatkan genggaman tangannya erat-erat. Posisi ini membuat nafasnya menjadi memburu tak beraturan. Ia menghembuskan dalam-dalam, perlahan ia berbalik lagi mengarahkan pandangan pada sang ibu


"Ne?" Jawabnya singkat, terlihat keringat sudah bercucuran di sekitar kening dan sudut pipi mulus putih miliknya


"Jangan lupa minum obat ya, sayang. Lihat mukamu sudah memucat begitu? Segera istirahat" Tutur Mrs.Goo begitu lembut. Ibu muda itu sebenarnya menyadari gelagat Kae Bi yang begitu terlihat aneh pagi ini, tapi segera dia tepis perasaan itu. Entahlah, seperti bukan sikap Kae Bi yang biasanya.


"Ne ibu. Aku pamit" Jawab Kae Bi yang langsung mengambil langkahnya begitu cepat, sangat cepat sampai.....


Braaakkkkkh!
Akibat keteledorannya yang berjalan sambil menundukkan kepala membuatnya bertabrakan keras dengan dada bidang sang Ayah. Kae Bi jatuh terselungkup, membuat Mrs.Goo segera menghampirinya dan membantu memapahnya berdiri



"Kae Bi-aa, kalau jalan hati-hati, sayang. Lihat, Ayahmu kau tabrak begitu saja akibat kecerobohanmu"


Ucapan Mrs.Goo hanyalah angin lalu untuk Kae Bi. Bukan nasihat itu yang didengarnya, ia malah sibuk mencari testpack yang terjatuh dalam genggamannya tadi. Ya, jika Kae Bi tidak segera menemukan benda itu. Habislah sudah riwayatnya.


"Apa ini?"


Mr.Goo segera mengamati benda yang ada ditangannya secara terperinci. Kae Bi segera mengarah cepat kepada sang Ayah. Oh, tamatlah sudah! Testpack itu sekarang jatuh ketangan sang Ayah. Kae Bi benar-benar dilanda ketakutan yang begitu mencekam. Habis sudah pikiran dan kata-kata untuk merampas benda itu kembali dalam genggamannya. Ia mulai menundukkan kepalanya semakin dalam, saat di tambah lagi Mrs.Goo berjalan mengahampiri suaminya



"Coba kulihat, yeobo" Ucapnya sambil meraih bendar itu dari tangan Mr.goo. Ia segera mengamati dalam-dalam bentuk, warna, dan...... Tenggorokannya tercekat. Ia terperangah tak percaya. Wanita itu menutup mulutnya rapat-rapat saat benda yang dilihatnya itu, kini benar-benar nyata.


"Ada apa?" Tanya Mr.Goo yang menyadari perubahan raut wajah sang istri. Ia yang tidak mengerti apa-apa seolah melempar pertanyaan dengan pandangannya itu.


Mrs.Goo terdiam kaku. Kepalanya terasa pening dan dadanya menjadi sesak. Perlahan dengan gerakan melemah ia serahkan testpack itu pada suaminya. Ia memandang kosong ke arah Kae Bi yang sedang menundukkan kepalanya ketakutan. Ia mulai berjalan menghampiri sang putri. Air matanya tak dapat dibendung, ketika telah berdiri di hadapan Kae Bi


"Sayang, beri tahu ibu. Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa bisa begini!" Ucapnya sambil mencengkram kedua bahu Kae Bi erat-erat. Kae Bi menatap sang ibu yang sudah di banjiri linangan air mata. ia juga menangis, bahkan mulai terisak.


"Katakan, kenapa bisa sampai begini Kae Bi!? Kenapa bisa sampai kau hamil?" Desak Mrs.goo sambil menangkup wajah Kae Bi dangan kedua tangannya, agar sang putri dapat melihat dan menjawab pertanyaannya.


"Hamil!? Apa maksudnya?!" Mr.Goo mengeluarkan suara beratnya. Ia berjalan cepat ke arah Kae Bi dan sang istri. Mengambil alih Kae Bi dengan kasar, membuat gadis itu tersentak kaget.


"Kau, Jelaskan pada Ayah apa yang terjadi! Jelaskan Goo Kae Bi!" Tekan Mr.Goo, membuat Kae Bi semakin ketakutan. Ia hanya menambah isakannya saat sang Ayah memandangnya tajam.


"Cepat katakan, Kae Bi! Berhenti menangis seperti itu dan jawab pertanyaan Ayah sekarang!" Desak Mr.Goo sambil memperlihatkan raut wajahnya bagai Manusia yang dikuasai kadar emosi tinggi


Kae Bi tak sanggup, linangan air mata semakin deras. Perlahan ia berlutut dihadapan sang Ayah. Melipat kaki jenjangnya itu. Hal ini malah semakin membuat Mr.Goo naik pitam. "Demi Apapun Goo Kae Bi! Ayah tidak butuh tangisanmu. Katakan apa yang terjadi!" Ucap Mr.Goo dengan rasa penasaran yang semakin membuncah. Perlahan Kae Bi menghentikan isakannya dan kemudian menjawab


"Aku......aku......a..ku h...amil"


PLAAAKKKK!
Tamparan keras itu menjadi luapan amarah Mr.Goo, Kae Bi oleng dari posisinya. Ia mengeluarkan air mata itu lagi saat dirasakan pipinya begitu panas akibat bekas tamparan itu. Mrs.Goo segera menghampiri Kae Bi. Membawa gadis itu mengarah dalam pelukannya. Melindunginya bagai induk ayam yang sedang mengerami telurnya.


Sedangkan Mr.Goo menjauhkan jaraknya dari kedua wanita di hadapannya itu. Tak ada bayang-bayang seperti ini dalam hidupnya. Tidak pernah sekalipun ia bayangkan, putri yang diasuhnya sejak kecil....sejak saat berada dalam kandungan istrinya, di sayanginya penuh kasih, kini meremukkan tulang-tulang di tubuhnya. Putri kebanggan keturunan kelurga Goo... Pewaris tahta tertinggi, putri yang Anggun, terdidik, terpandang, kini menusuk jantungnya dengan sembilu tajam. Sakit yang kini dirasakannya tidak dapat di bendung. Bahkan jikalau tadi masih ada kesempatan..... Ia akan menampar Kae Bi untuk yang kedua kalinya. Ia mulai tersadar. Lelaki itu berjalan tegap, menuju ke arah kedua pasangan ibu dan anak yang saling berpelukan erat.


"Siapa Bajingan yang melakukan semua ini!? Siapa!" Hardiknya keras sambil memaksa Kae Bi berdiri dari posisinya. Meraih kedua pergelangan tangan gadis itu dengan kasarnya, memberikan rasa sakit untuk Kae Bi.


Kae Bi hanya terdiam membisu. Apa yang harus dikatakannya? Jika saja, Hyun Woo--kekasihnya itu tidak ada kabar sampai sekarang. Kae Bi sudah menghubungi Hyun Woo selama seminggu ini.... Tapi hasilnya nihil. Hyun Woo bagai menghilang tanpa jejak dari hadapannya. Sekarang apa yang harus dilakukannya, khilaf sampai nafasnya tak berhembus pun sudah tidak ada artinya. Kae Bi baru menyadari, betapa bodoh dirinya? Dibutakan cinta semu yang usang di tengah jalan begitu saja. Kae Bi terpanah akan umbaran cinta Hyun Woo.....terpanah akan ketampanan laki-laki itu. Berpacaran selama empat bulan mampu membuat Kae Bi rela memberikan segalanya untuk Hyun Woo, bahkan kesuciannya sekalipun


"Jawab Aku!" Sentak Mr.Goo dengan kasarnya dan itu membuat Kae Bi benar-benar merasa ketakutan. Gadis itu semakin mengeluarkan air matanya menjadi-jadi. Mrs.Goo segera merangkulnya, menjauhkan Kae Bi dengan suaminya


"Yeobo, beri dia waktu untuk menjelaskan ini semua......aku mohon....:jangan membuatnya menjadi tertekan" Sanggah Mrs.Goo sambil terus menggenggam tangan Kae Bi. Mr.Goo menghela nafas berat



"Huh! Beri tahu anakmu ini! Jangan pernah memanggilku ayah jika ia tidak mau menyebutkan nama bajingan itu!"


Lalu setelahnya Mr.Goo mengambil langakah panjang, menuju arah pintu. Meninggalkan Kae Bi bersama Mrs.Goo


"Ayo sayang kita kekamar..... Ibu bantu membersihkan dirimu....."


FlashBack; Off


***


"Joon Sung-ssi segera temui Dong Bin di Lobby. Manager Park menyuruhmu mengadakan observasi di busan" Jung Min berseru sambil menatap ke arah meja kerja Joon Sung yang berada di hadapannya. Lelaki itu kembali memusatkan diri kepada layar Komputernya.


"Ne, Arraseo" Jawab Joon Sung datar sambil berdiri dan mengambil langkah meninggalkan kursi kerjanya.


Park Ah Ra yang sejak tadi mendengar nama Joon Sung disebut. Tak henti mengamati gerak-gerik pria itu. Ia terus memandang Joon Sung lekat dan tak pernah mengalihkan pandangannya. Joon Sung yang tahu Ah Ra sedang memandangnya sedari tadi, membuang muka tak perduli. Ia terus saja berjalan tanpa membalas pandangan Park Ah Ra yang terus mengintainya sedari tadi. Joon Sung tahu, Ah Ra memang sudah lama menaruh hati padanya sejak tim marketing di perusahaannya terbentuk. Dan siapa yang menyangka bahwa akhirnya mereka ada di dalam satu regu tim yang sama. Sejak saat itulah pandangan dan perhatian kecil Ah Ra muncul untuk Joon Sung


"Ehm... Jung Min-ssi" Ah Ra mencuri pandangannya dengan Jung Min yang masih setia dengan layar komputernya. Setelah kepergian Joon Sung, Ah Ra segera berjalan ke Arah meja Jung Min.



"Jung Min-ssi memangnya Joon Sung mengadakan observasi apa di busan?" Iseng Ah Ra menanyakan tugas Joon Sung pada lelaki itu.


Jung Min mengalihkan pandangannya pada Ah Ra. Kemudian menjawab dengan senyum jahilnya  "Mengadakan observasi wanita-wanita cantik di pantai busan, Ah Ras-ssi....:heemmhh hahahaha" Canda Jung Min yang membuat Ah Ra mengercutkan bibirnya


"Yya! Aku serius Jung Min!" Tekan Ah Ra dengan kesalnya, sambil melempar pulpen ke arah Jung Min


"Aissh! Park Ah Ra, kau mengganggu saja! Joon Sung di tugaskan oleh ayahmu itu, Manager Park. Melakukan pengamatan alokasi sumber lahan untuk tender presdir bersama Dong Bin" Tutur Jung Min sambil merutuk kesal


"Oh begitu. Huh! Kenapa tidak bersamaku saja! Ayah benar-benar tidak mengabulkan permintaanku" Gumam Ah Ra, menggerutu. Membuat Jung Min menjadi tambah kesal karna gadis di hadapannya  itu sudah mengganggu pekerjaannya



"Cih Childish!" Rutuk Jung Min mencibir. Membuat Ah Ra mendelik tajam kepadanya. Tapi di balas Jung Min dengan tampang tidak perduli


"Tunggu!" Pekik Ah Ra seketika. Membuat Jung Min benar-benar merasa kesal


"Hei Jung Min-ssi, Jika Joon Sung pergi ke busan mengadakan observasi.....itu berarti....berarti ia tidak akan bekerja di kantor untuk beberapa hari....." Ah Ra terus saja bercelotoh dengan ekspresi muka paniknya. "Dan Bagaimana aku bisa bertemu dengannya, Jung Min! Bagaimana ini!? Aku...aku tak bisa jauh-jauh dari Joon Sung!"  Ah Ra menjerit dengan intonasi suaranya yang melengking tinggi dan rengekan manjanya. Jung Min memandang dengan pandangan yang seolah begitu jijik dengan sikap gadis manja dan glamour ini



"Mwo?! Yya Park Ah Ra! Kau mengganggu pekerjaanku saja! Lagi pula kenapa sebegitu paniknya! Cih, mana mau Joon Sung menaruh hati padamu...... Dasar Childish" Jung Min lalu melanjutkan pekerjaanya. Memainkan keyboard komputer untuk membuat lagi hasil laporan yang dikerjakannya. Tanpa ia sadari Ah Ra sudah menatapnya tajam-tajam, gadis itu mengepalkan tangannya erat.



"Kau mau bunuh diri, Jung Min-ssi!?" Tanya Park Ah Ra dengan nada menekannya. Dan kali ini membuat Jung Min menghentikan pekerjaannya dan mengalihkan pandangannya perlahan


"Ahhh....ehmmm.... Ah Ra-ssi be....begini..." Ucap lelaki itu sambil berdiri dari duduknya, menghindari Ah Ra


"A...aku...ha...rus Lariiiiiiiiiiiiiiiiiiii!" Teriak Jung Min sambil membalikan badannya cepat, lalu berlari meninggalkan Park Ah Ra yang benar-benar kaget dibuatnya


"Yya! Sung Jung Min sialan! Benar-benar mau mati!" Ucap Ah Ra sambil melayangkan tinjunnya di udara



***


Braakkkkk!


Tumpukan File-file Joon Sung jatuh menghambur ke berbagai arah. Ia terus memungut file-file itu tanpa melihat bahwa di belakangnya ada seorang gadis yang tengah meringkuk jatuh....meringis kesakitan. Joon Sung tersadar ketika tumpukan kertas itu selesai di pungutnya. Ia berbalik untuk melihat seseorang yang di tabraknya tadi. Dan dilihatnya sesosok gadis yang berusaha berdiri dari posisinya yang tadi terselungkup jatuh. Joon Sung segera menghampirinya, memapah gadis itu.


"Maaf" Ucap Joon Sung datar, sambil berdiri di hadapan gadis itu.


Kae Bi mendongakkan kepalanya ketika mendengar suara lelaki yang ada dihadapannya. Ia menatap wajah pria itu, lalu tersenyum begitu manis sambil berusaha lagi merapikan penampilannya yang sedikit berantakkan


"Seharusnya aku yang minta maaf. Mianhe telah mengganggu" balas Kae Bi dengan senyum ramahnya


Joon Sung mengamati itu semua. Ia memandang Kae Bi lekat-lekat. Ada sesuatu yang merasuki relung hatinya. Saat matanya memandang lekat sesosok gadis yang baru dilihat untuk pertama kali, lalu dicerna dan terlukislah wajah cantik itu di dalam berbagai memori di dalam otaknya, membuat dentuman jantung tercipta.....detakannya begitu cepat, membuat Joon Sung kalah telak, tak bisa berdaya upaya lebih. Ia seperti terjerat.....seperti terhipnotis.... Ia tak mampu mengendalikan dirinya lagi.
Tapi ada sesuatu yang mengganjal. Mata itu, mata coklat itu begitu memerah sembab. Apakah ia menangis? Untuk apa dia menangis? Apakah ia tidak bahagia hari ini? Pikir Joon Sung. Entah kenapa, tanpa bisa dikendalikan. Joon sung mengatupkan rahangnya, mengepal erat menahan perasaan sakit. Saat melihat mata Kae Bi yang terus saja di pandangnya.


"Joon Sung-ssi"


Panggilan itu menghancurkan pandangan Joon Sung. Membuatnya terpaksa harus mengalihkan matanya ke arah lain. Terlihat Dong Bin yang sedang melambaikan kedua tangannya, seolah menyuruhnya untuk menghampiri pria itu sekarang juga. Joon Sung mengangguk pertanda mengerti. Ia membalikan tubuhnya lagi, tepatnya ke arah tempat  Kae Bi yang sedang berdiri tadi. Tapi keinginannya untuk bisa melihat gadis cantik itu lagi, harus di telannya bulat-bulat. Pasalnya, Kae Bi sudah menghilang sejak. Meninggalkan tempat tadi dan berjalan cepat, Joon sung maih terus saja memandang punggung wanita itu......hingga menghilang tak kembali


***


"Ayah... Ku mohon ayah....maafkan aku.... maafkan aku" Kae Bi terisak dihadapan Mr.Goo yang berdiri penuh wibawa di belakang meja kerjanya. Perlahan gadis itu merangkak berlutut......bersujud di hadapan sang Ayah


Ajudan Kim yang sedari tadi berdiam. Berdiri kokoh di Ambang pintu ruangan Presdir yang terbuka, ikut melirik perbuatan Kae Bi. Sebenarnya ia juga turut iba menyaksikan anak majikannya yang begitu menyedihkan, tapi apa daya. Ia tidak bisa berbuat lebih



"Ku mohon Ayah.....dengarkan penjelasanku" Ucap Kae Bi sambil mengeluarkan air matanya pedih.....menahan rasa sesak sekaligus sakit yang begitu perih. Ia benar-benar sudah letih....ucapannya begitu lirih bagai tak berdaya.


"Heh, Kau mau aku mendengarkan penjelasanmu? Semua sudah jelas! Kau membela bajingan itu!" Balas Mr.Goo dengan dinginnya. Membuang pandangan, mengalihkan Kae Bi yang masih bersujud di hadapannya


Joon Sung dan Dong Bin berjalan bersamaan di koridor. Saat akan berjalan ke arah ruangan presdir, mereka berbincang perihal tugas yang akan mereka tangani di busan


"Huh, Sangat tidak adil sekali pembagian tugas kali ini! Hanya kita berdua yang mengerjakannya! Sedangkan Ah Ra dan Jung Min? Kita semua kan ber-regu tim. Jadi semua tugas harus di kerjakan bersama" Keluh Dong Bin sambil merapikan pakaiannya yang berantakkan, ia memang tak suka terlihat begitu rapi. Hanya saja kali ini ia harus merubah penampilannya itu, karna Presdir tidak suka pada Karyawan yang berpenampilan berantakkan.


"Jika proyek di busan dikerjakan bersama. Aku yakin dalam waktu satu minggu pun, pekerjaan itu tidak akan selesai" Balas Joon Sung cuek, sambil memasukkan kedua tangannya kedalam saku celana. Berjalan dengan tenang dan mengarahkan pandangan ke depan



"Mengapa begitu? Bukankah akan lebih cepat selesai bila di kerjakan bersama?" Dong Bin melempar pandangannya ke arah Joon Sung, ia tidak mengerti sama sekali maksud arti perkataan yang diucapkan Joon Sung


"Semua butuh keseimbangan. Jika semua anggota regu tim mengerjakan pekerjaan yang sama dalam waktu yang bersamaan, bagaimana dengan pekerjaan yang lainnya? Pikirkan, kita tidak hanya melakukan observasi. Masih banyak tugas lainnya, membuat laporan secara tertulis dan lisan, membuat perhitungan hipotesis jika saja tender presdir di lakukan di lokasi itu. Lalu mengobservasi ulang, bagian-bagian mana yang belum kita amati"  Dong Bin terkeluh mendengar jawaban Joon Sung yang logis dan masuk akal. Manager Park tak salah, memilihnya menjadi Ketua tim penyusun Mareketing di perusahaan ini.



"Usir dia Ajudan Kim!"


Joon Sung dan Dong Bin tersentak mendengar suara keras itu. Mereka mangarahkan pandangan ke segelah arah guna melihat apa yang terjadi. Betapa tersentaknya Joon Sung saat dia melihat gadis itu.....gadis yang tadi pagi ia temui, sedang tersungkup di kaki Presdir Goo, menangis sejadinya. Meronta-ronta saat Ajudan Kim meraih pergelangan tangannya


"Lepaskan aku Ajudan Kim, lepaskan!" Elak Kae Bi saat Ajudan Kim kini mencengkram sedikit kasar bagian pergelangan tangannya, Kae Bi berusaha menghindar sambil terus meringis perih


"Dengarkan Aku Goo Kae Bi! Kau yang membuat Ayah seperti ini. Kau yang membela Bajingan itu..... Sampai kapan pun jangan pernah kau berharap Ayah akan memaafkan mu.... Jangan pernah..... Sebelum kau bawa Bajingan itu kehadapanku!" Tekan Mr.Goo disetiap hembusan nafasnya, menusuk Kae Bi dan menikamnnya dengan pandangan mata yang memancarkan Api amarah.


Joon Sung dibuat tercengang oleh perkataan Mr.Goo. Ia masih menatap Kae Bi yang masih merasa kesakitan atas cengkraman Ajudan Kim. Sial! Apa yang dilakukan pengawal itu.....dia menyakitinya! Joon Sung merutuk dalam hati. Kini semua para karyawan ataupun staff yang ada di sekitar ruangan Presdir Goo, menyaksikan kejadian itu dengan pandangan bertanya tinggi-tinggi. Dong Bin yang melihat arah pandang Joon Sung yang begitu menusuk, segera menyadarkannya


"Kau tak apa, Joon Sung-ssi?"



"Apa kau tak dengar! Usir dia dari sini Ajudan Kim! Paksa dia pergi!"


Joon Sung membulatkan matanya saat mendengar perintah itu. Ia kemudian menatap Kae Bi cepat.



Joon Sung POV; On


Aku ini kenapa!? Kenapa aku tak pernah berhenti sekalipun untuk mengalihkan pandanganku ini. Dan...dan pikiran ini tak terkendalikan ketika aku menatap wajahnya lagi. Jangan.....jangan pernah tunjukkan air mata itu! Aku meringis perih merasakannya!


POV; Off



Joon Sung dengan cepat mengambil langkah, membuat Dong Bin menganga melihat pria itu kini berjalan ke arah ruangan presdir Goo. Dengan segala luapannya Joon Sung memberanikan diri untuk memasuki ruangan itu, ia menatap Kae Bi yang semakin lama semakin mendekat dan melekat ke arah pandangnya



"Aku Bajingannya Tuan Goo, Aku yang bersalah" Ucap Joon Sung yang kini berdiri tegap memandang Mr.Goo tajam


"Tolong lepaskan dia! Jangan berbuat kasar kepadanya, Aku yang bersalah" Joon Sung berucap kepada Ajudan Kim yang masih saja menggenggam kedua pergelangan tangan Kae Bi. Kae Bi tak pernah berhenti menatap Joon Sung ketika ia masuk dan berbicara dengan sang Ayah.


Mr.Goo mulai mencengkram kerah kemeja yang di kenakan Joon Sung erat-erat. Ia menusuk Joon Sung dengan pandangannya yang menikam. Sedangkan Joon Sung hanya pasrah berbalik menatap bola mata itu tanpa perlawanan apapun


"Kau! Kau Bajingannya!? Kau yang membuat putriku mengandung anakmu itu, Hah!?"


Mengandung anaknya? Apa maksudnya? Joon Sung tercekat, ia terkeluh..... Hamil? Jadi wanita itu hamil? Bagaimana bisa? Joon Sung mengepalkan tangannya erat-erat, Menghela nafas berat. Ia berpikir keras, setiap kali mengingat lekuk wajah Kae Bi membuatnya tak terkendalikan.


"Iya. Aku yang melakukan semua itu, aku yang menghamilinya" Jawabnya bersunguh-sungguh sambil menutup kedua matanya pasrah. Kae Bi yang mendengar itu mendongak kaget, berjuta-juta pertanyaan mengalir di pikirannya. Apa yang dilakukan lelaki ini? Tidakkah ia tahu bahwa tindakannya itu dapat menjerumuskannya kedalam masalah yang lebih sulit lagi? Pikirnya.



Joon Sung tersadar setelah mengucapkan kalimat itu. Ia sudah benar-benar tidak waras, benar-benar sudah gila. Tubuh.....pikiran.....dan ucapannya sudah tidak dapat dikendalikan. Melakukan segalanya....diluar batas.....hanya untuk seseorang....sesorang yang telah mengisi relung hatinya.


Bukkkhhhh!

Pukulan keras mendarat di rahang kiri Joon Sung. Mr.Goo meninjunya keras, membuat pria muda itu terhempas jatuh. Tepatnya jatuh kehadapan Kae Bi yang membunjur kaku. Ajudan Kim segera menutup pintu ruangan itu, tidak ingin para karyawan dan staff menyaksikan kejadian ini berangsur terus-menerus. Lalu dengan cepat lagi, Mr.Goo mencengkram kembali kerah kemeja Joon Sung, membawa pria itu kearahnya dan


Bukkkkkhhhhh!
Lagi-lagi pukulan itu mendarat. Kali ini Joon Sung mulai meringis memegangi perutnya yang kesakitan. Mr.Goo terus saja mencengkram pria itu. Menguncinya bagai buruan berkelas tinggi yang baru didapatnya. Dia ulai bersiap-siap lagi dengan pukulannya, sampai akhirnya


"Jangan! Jangan menyakitinya! Jangan pernah menyakitinya! Ia tidak bersalah, Ayah" Kae Bi menghadang Tubuh Joon Sung sambil merentangkan kedua tangannya lebar-lebar. Kepalan tangan Mr.Goo yang sudah berada di atas itu perlahan menurun.....dan


PLAAAAKKK!
Digantikan dengan tamparan keras untuk Kae Bi. Membuat gadis itu tersungkup. Sekuat tenaga Kae Bi menahan air matanya, ini bukan saatnya ia menjadi lemah. Ia harus membebaskan pria itu dari jeratan sang ayah. Mr.Goo semakin naik pitam menyaksikan tindakan Kae Bi. Ia benar-benar sudah kecewa.....semua perasaannya mati untuk sang putri


"Kau membelanya Goo Kae Bi!? Lihat? Kau membela manusia Laknat ini? Dimana Harga dirimu!?" Hardik Mr.Goo sambil memandang tajam. Joon Sung segera menatap Mr.Goo tajam


"Kau boleh membunuhku....bahkan menyeretku ke penjara sekalipun! Tapi jangan pernah menyiksa dan merendahkannya Tuan! Jangan pernah!" Ucapan Joon Sung membuat Mr.Goo tersentak. Di pandangnya Joon Sung yang sedang memapah Kae Bi berdiri dari posisinya. Mr.Goo melihat itu semua, perhatian Joon Sung yang di berikan untuk Kae Bi. Tapi.......ia segera tersadar. Rasa sakit hati lebih mendominasinya saat ini.



"Ajudan Kim! Bawa mereka ke Goo Mansion"


Mr.Goo berjalan meninggalkan kedua pasangan itu. Membuka pintu ruangan dengan kasarnya. Ajudan Kim segera mengampiri Joon Sung dan Kae Bi, lalu menundukkan kepalanya perlahan di depan Kae Bi


"Maafkan saya Nona Muda.... Jika tadi saya berlaku kasar" Ucapnya dalam-dalam membuat Kae Bi sedikit tersenyum pahit. Ya, memang ia tahu itu sudah menjadi bagian tugas dari Ajudan Kim. Kae Bi memaklumi itu semua. Ia kemudian mencoba tersenyum walaupun linangan air mata tetap membanjiri pipi mulusnya. Joon Sung memandang itu semua. Sedikitpun tak pernah ia bagi pandangannya selain ke arah Kae Bi


"Mari Nona Muda dan Tuan ikuti saya. Kita segera menuju ke Goo Mansion" Ajudan Kim sekali lagi menundukkan kepalanya dalam-dalam. Lalu perlahan meninggalkan ruangan itu.......meninggalkan Joon Sung dan Kae Bi.


Dengan cepat Kae Bi mengarah pada Joon Sung. Ia segera menangkup wajah pria itu, dengan kedua tangannya, saat dilihat sealiran darah menetes di sudut bibir pria itu. Ia mulai terisak. Membuat Joon Sung membujur kaku tak tahu harus bagaimana. Kae Bi begitu dekat ke arahnya


"Bagian mana yang sakit!? Beri tahu aku! Sesakit apa luka itu!? Beri tahu aku!" Jerit Kae Bi, runtuh sudah air mata dan segala perasaanya. Ia menangis pilu sambil terisak tak terhingga.


"Jangan... Jangan masuk kedalam masalah ini lagi. Keluarlah....keluarlah selagi bisa aku menyelamatkanmu" Ujar Kae Bi dengan isakannya. Joon Sung terdiam, saat melihat kejadian dan membayang kan hal-hal yang akan di hadapi Kae Bi selanjutnya, membuatnya semakin enggan untuk meninggalkan gadis iti sendirian


"Tidak" Jawaban Joon Sung yang datar dan itu membuat Kae Bi terperangah.


"Apa yang sebenarnya kau inginkan, Tuan? Kita tidak saling mengenal sebelumnya.... Jangan berlaku bodoh. Cepat pergi dari sini dan tinggalkan aku" Tukas Kae Bi sambil menatap Joon Sung. Tapi sebuah uluran tangan membuatnya tercekat. Joon sung segera menggenggam jari-jemari tangan Kae Bi


"Tidak ada yang aku inginkan. Aku sudah terjebak di dalamnya bukan? Sebisa apapun kau membantuku.... Ayahmu pasti akan mengejarku.... Mungkin sampai aku mati" Joon Sung Berbisik di telinga Kae Bi dan segera membawa wanita itu pergi, meninggalkan ruangan Presdir Goo.


***


Mr.Goo terus memandang pasangan yang duduk dihadapannya dengan pandangan membunuh, terlebih lagi untuk Joon Sung. Ia begitu membenci pria itu. Mrs.Goo tak pernah henti memandang Kae Bi dan Joon Sung yang terdiam, ia mencoba menenangkan diri agar tak terbawa emosi. Sedangkan Kae Bi semakin merapatkan tubuhnya ke arah Joon Sung, ia menunudukkan kepalanya dalam-dalam....menutupi ketakutannya akan pandangan sang ayah yang begitu mencekam. Joon Sung berbalik menatap Mr.Goo dengan pandangan tanpa ekspresi.


"Aku sudah membuat keputusan!" Ucapan menekan dari Mr.Goo membuat ketiga orang di ruangan itu ketakutan. Mereka mulai memasang telinga pendengaran masing-masing, untuk mendengar keputusan apa yang dijatuhakn Tuan Goo ini


"Kau! Kim Joon Sung, kau akan aku pecat dari perusahaanku, secara langsung. Aku akan melaporkanmu ke pengadilan. Menyeretmu hidup-hidup ke dalam penjara!" Tekan Mr.Goo di setiap kalimatnya. Joon Sung seperti tersadar kembali. Ia benar-benar terlibat jauh dalam masalah ini, hidupnya bergantung pada keputusan Mr.Goo tadi. Kae Bi mendongak tak percaya. Keputusan itu benar-benar tidak adil! Sangat tidak adil untuk Joon Sung. Ia bersiap mengeluarkan suara perlawananya. Tetapi Joon Sung mencegat, menarik tangan Kae Bi kedalam genggamannya, seolah berkata jangan-lakukan-perlawanan-itu-jangan-membuatnya-berlaku-kasar-lagi-kepadamu.


Mrs.Goo terperangah saat memandang jemari tangan Joon Sung dan Kae Bi yang saling menggenggam erat. Apakah Kae Bi begitu mencintai lelaki itu? Hingga ia mampu memberikan segalanya untuknya? Mrs.Goo mulai bertanya-tanya dalam hatinya. Dia berdoa Khidmat, jikalau Kae Bi bisa memulai kehidupan yang baik bersama laki-laki itu, persatukanlah mereka. Biarlah ia pasrah jika sang putri akan melangkah sejauh itu


"Dan kau Goo Kae Bi! Kau akan aku asingkan jauh dari negri ini.... Tidak akan ada lagi nama keluar Goo di dalam hidupmu! Tidak akan pernah" Sekarang giliran Joon Sung yang tercekat oleh keputusan itu. Mrs.Goo yang juga baru mengetahui hal ini, sangat terkejut. Ia tak akan sanggup untuk berpisah denganb Kae Bi


"Yeobo, hukumanmu ini begitu memberatkan mereka berdua. Aku tak akan sanggup kehilangan Kae Bi! Tak akan sanggup! Kau.....kau sangat kejam Goo Bin Woo! Kau sangat kejam!" Mrs.Goo menangis pilu dan mulai terisak.



"Lalu apa yang harus aku perbuat lagi, Goo Kae Hwa?! Kita sudah gagal menjadi orang tua" Balas Mr.Goo. Kae Bi yang mendengar itu mulai terisak lagi, ia begitu perih mendengar setiap ucapan orang tuanya.



"Nikahi saja mereka...nikahi mereka, yeobo. Dengan begitu aku tak akan terpisahkan oleh Kae Bi" Ujar Mrs.Goo seakan memohon, dan malah membuat sang suami menjadi naik pitam


"Apa Kau gila!? Kau rela anakmu hidup bersama Bajingan itu!?" Hardik Mr.Goo


"Kenapa tidak! Dia berhak untuk merawat anak yang ada didalam kandungan Kae Bi. Dia ayah biologis dari bayi itu! Dan lagi pula mereka saling mencintai." Sanggah Mrs.Goo membuat sang suami merutuk kesal dan semakin marah


Kae Bi dan Joon Sung sama-sama mencelos mendengarkan ucapan itu. Menjadi ayah? Joon Sung terus mencerna perkataan itu. Sedangkan Kae Bi semakin merasa bersalah kepada Joon Sung, lelaki itu pasti tidak akan menerima keputusan ini, tidak akan mungkin!



"Hei anak muda. Kau mencintai putriku, bukan? Sekarang tunjukanlah kesungguhanmu itu. Pinanglah Kae Bi didepan kami" perintah Mrs.Goo sambil menatap Joon Sung yang tengah bergelut dengan pikirannya sendiri. Semua memandang Mrs.Goo tidak percaya dengan keputusan yang di ambil wanita itu



"Yya Goo Kae Hwa! Apa Kau sudah gila?!" Mr.Goo berdiri dari duduknya. Menatap sang istri begitu tajam. Tapi Mrs.Goo hanya diam, lalu menghampirinya. Mensejajarkan posisinya di samping Mr.Goo


"Ayo, Tunjukkan pada kami kalau kau benar-benar bertanggung jawab. Kau akan menikahi Kae Bi" Pancing Mrs.Goo dan itu membangkitkan keberanian Joon Sung


Perlahan lelaki itu melirik Kae Bi yang masih terdiam di tempatnya. Joon Sung mulai menggenggam tangan lembut Kae Bi. Menuntunnya untuk berdiri. Mereka berjalan beriringan di hadapan Mr.Goo dan Mrs.Goo. Joon Sung memutar otaknya, apalagi yang harus ia lakukan? Apalagi.



"Kae Bi-aa. Maukah....maukah engkau...." Joon Sung benar-benar gugup. Ia tak pernah merasa secanggung ini dalam hidupnya. Pribadinya adalah orang yang selalu tanang dan juga keras. Ini bukan seperti dirinya sama sekali. Perlahan-lahan ia memantapkan hatinya sambil memandang Kae Bi. Wanita itu adalah tanggung jawabnya, akan segera menjadi tanggung jawabnya........masa depan gadis itu bergantung padanya. Kae Bi akan berstatus penting dalam hidupnya segera....ia akan menyandang gelar nona Kim Joon Sung. Mustahil memang, Joon Sung akan segera mencatat kejadian ini sebagai sejarah di dalam hidupnya....sejarah yang akan selalu di kenangnya


"Sudahlah! Aku tidak suka melihat semua ini! Terserah kalian mau melakukan apapun! Yang jelas aku tak akan sudi mengakui kalian sebagai anak dan menantuku! Camkan itu!"


Lalu setelahnya Mr.Goo berjalan menyusuri anak tangga satu persatu. Perlahan ia koyakkan dasi yang terasa mencekik lehernya. Pria paruh baya itu berjalan cepat. Seolah membakar amarahnya hidup-hidup.


Kae Bi mencerna perkataan sang ayah. Sungguh hatinya bagai teriris perih mendengarakan ucapan sang Ayah tadi. Ia menangis sejadi-jadinya dihadapan Mrs.Goo dan Joon Sung. Meluapkan segala puncak perasaannya. Mrs.Goo segera menenangkan tangisan Kae Bi. Sedangkan Joon Sung, Hatinya benar-benar sudah terpanah dengan Kae Bi


***


Joon Sung berjalan di koridor Apartementnya. Kali ini langkahnya sedikit memburu, ketika sudah sampai di depan pintu kamarnya....ia seperti tertahan. Sungguh ia belum siap mengatakan semua ini kepada Bibi Yoon dan Gae In--keluarga kecil untuk Joon Sung sejak lima tahun yang lalu. Perlahan ia buka handle pintu itu. Joon Sung berjalan ke arah dapur apartementnya. Dilihatnya Bibi Yoon dan Gae In yang tengah menata hidangan makan malam untuk Joon Sung


"Oh Joon Sung-ssi, sejak kapan kau berdiri di situ? Dan kenapa pulang secepat ini? Tidak seperti biasanya" Tanya Gae In yang mengalihakan pekerjaannya saat melihat Joon Sung


"Baru saja. Tugasku di kantor sudah selesai semua jadi aku di pulangkan cepat" Jawab Joon Sung seadanya. Pria itu kini berjalan ke arah Bibi Yoon yang berdiri membelakanginya


"Bibi, bolehkah aku berbicara sebentar?" Joon Sung bertanya ragu-ragu. Bibi Yoon mengalihkan pandangannya, mengarah pada Joon Sung. Perempuan paruh baya itu tersenyum hangat


"Ne... Ada apa, Kim Joon Sung?" Tanya Bibi Yoon


Joon Sung segera menuntun wanita tua itu keluar dari ruang dapur. Meninggalkan Gae In yang masih terdiam di posisinya saat menata makanan tadi. Joon sung mendudukan Bibi Yoon diatas sofa putih miliknya. Pria itu lalu berlutut di hadapan Bibi Yoon, membuat wanita tua itu menghernyitkan dahi. Tidak biasanya Joon Sung seperti ini


"Bibi begini. Aku....aku" Joon Sung tercekat mengucapkan kata-kata yang sejak tadi ia sudah susun di pikirannya


"Bicaralah yang benar Joon Sung. Bibi akan mendengarkannya" Ucap Bibi Yoon yang seakan tahu kegugupan Joon Sung. Dengan perlahan pria itu menghela nafasnya, membuang jauh-jauh perasaan gugupnya. Ia mulai mengeluarkan suara


"Bibi, Minggu ini aku akan menikah. Maukah bibi menjadi wali di saat pernikahanku nanti?" Tanya Joon Sung bersungguh-sungguh. Membuat Bibi Yoon terpejarat Kaget


"Kau...kau akan menikah? Bagaimna mungkin secepat ini? Aigo, siapa wanita yang beruntung itu , Kim Joon Sung? Ne, bibi bersedia menjadi wali pada acara pernikahanmu nanti" Tanya Bibi Yoon bertubi. Membuat Joon Sung tersenyum melihat ekspresi kaget wanita itu


"Aku akan memperkenalkannya pada bibi nanti" Balas Joon Sung tak luput dengan senyum yang di tampilkan sejak tadi


"Menikah? Joon Sung akan me....menikah?"

Gae In Jatuh lemas dari posisinya, ia bersandar pada dinding kokoh dibelakangnya. Ia ingin menjerit, seolah tidak percaya dengan kenyataan ini. Bagaimana mungkin, bagaimana mungkin Joon Sung akan segera menikah secepat ini! Gae In menjatuhkan air matanya mulai terisak. Ia menyentuh dadanya yang terasa sesak. Joon Sung.....padahal hanya lelai itu yang selalu menghiasi kehidupan Yoon Gae In...lelaki itu yang selalu mengisi hari-harinya. Tapi, semua berubah kelam saat ia mendengar kenyataan pahit ini.... Lalu bagaimana seterusnya? Gae In tak bisa memungkiri perasaannya, bahwa ia....sangat mencintai Kim Joon Sung


***


END CHAPTER[/left]
« Last Edit: April 07, 2012, 04:22:58 am by Winda Minsun »

[lovestruck] and in another life, we believe... love never die [lovestruck]

Offline Winda Minsun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 679
    • View Profile
Re: The Curse
« Reply #10 on: December 23, 2011, 07:10:47 am »
CAST NYA I LOVE IT [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]

APALAGI ADA HUBBY KU MY SHIWON [hmpfh], tp liat sinopsis untuk karakter hye sun nampak nelangsa [cry] mudah2an MH sang angel lebih memilih HS dan HAPPY ENDING [hmpfh]


WINDA CHUKAEYO buat new FF  nya [smiley-gen013] [smiley-gen013]

Huehehe iya sama-sama ya kak sansan. Emh, yah emang bakal nelangsa banget sih huehehe apalagi nanti pas END *ups keceplosan btw thanks atas partisipasinya :D


[lovestruck] and in another life, we believe... love never die [lovestruck]

Offline Winda Minsun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 679
    • View Profile
Re: The Curse
« Reply #11 on: December 23, 2011, 07:13:45 am »
wiwin langsung lanjut ke chap perdananya   [drool] [drool] selamat ya buar ff barunya  [flowers] tapi.. jangan lupa ff lamanya juga mesti di lanjut  [dry]

Iya maksih ya kakak -_-

[lovestruck] and in another life, we believe... love never die [lovestruck]

Offline Imahminsun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 544
  • sweet momen's minsun
  • Location: seoul
    • View Profile
Re: The Curse - Chapter One, update 23 dec'11
« Reply #12 on: December 23, 2011, 08:16:48 pm »
win maksih update nya  [flowers]
episode 1 ko sudah ngelangsa aja seh ceritanya  [what] [bored] kasian bangeeet "Joon Sung kesalahan orang lain tapi.. dia mau menanggung  [bored] padahal ketemu baru pertama kali itu pun sekilas rela aja "Joon Sung segitu besarnya ketertarika "Joon Sung ke Kae bi  [love eyes] kemana lari nya Hyun Wo  [angry] yang lari dari tanggung jawab  [head break] Mr. Go segitu garam dan marahnya mendapati kenyataan putri kesayangan dan kebanggaan nya hamil  [angry] tapi.. Kae bi kenapa mesti membiarkan "Joon Sung melakukannya seh  [what] aku g tega "Joon Sung menerima hukumannya yg tidak dia lakukan  [bored] padahal "Joon Sung banyak yang sudah menaruh hati ke dia  [lovestruck] win nextnya jangan lam" ya engga sabar nunggu lanjutan cerita nya * win jangan bilang ini sad ending  [sweat]

Offline el_minoz

  • Full
  • ***
  • Posts: 397
  • upssss.....
    • View Profile
Re: The Curse - Chapter One, update 23 dec'11
« Reply #13 on: December 23, 2011, 09:47:02 pm »
 [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] dah keluar chap 1 y
Ceritanya menarik banget! Jong sun punya hati yg besar mau tanggung jawab!p emang dia dah suka sama kae bi y?ato ngerasa kasihan j

D lanjutt sist

Offline el_minoz

  • Full
  • ***
  • Posts: 397
  • upssss.....
    • View Profile
Re: The Curse - Chapter One, update 23 dec'11
« Reply #14 on: December 23, 2011, 09:47:09 pm »
 [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] dah keluar chap 1 y
Ceritanya menarik banget! Jong sun punya hati yg besar mau tanggung jawab!p emang dia dah suka sama kae bi y?ato ngerasa kasihan j

D lanjutt sist