Author Topic: * Bag Scandal * ~Chapter 14 update 290312~  (Read 32901 times)

Offline revynska

  • Police
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1639
    • View Profile
Re: ~ Bag Scandal ~Chapter 8, Updated 01-06-2010
« Reply #300 on: July 18, 2010, 08:39:16 am »
 [clap] [clap] [clap] oce2 unnie masih setia menunggu punk punk punk


ADAM COUPLE SELCA

Offline Amira

  • Police
  • Senior
  • *****
  • Posts: 613
  • Location: East kal
    • View Profile
Oqi...baca aja lanjutannya, menurut lu sudah ending apa masih lanjut... [hmpfh] [hmpfh]

berhubung inet lelet banget tak post sekarang entar tak edit lagi picunya coz dari tadi upload picu susah banget masuknya...


Chapter 9


Part 2


Cerita sebelumnya Min Ho minta pernikahan mereka dipercepat seminggu tapi Hye Sun menolaknya karena ia merasa tidak siap jika harus dilaksanakan secepat itu. Dan Hye Sun menumpahkan semua perasaannya yang membuat Min Ho menyadari perlakuannya selama ini telah membuat gadis yang mulai menarik semua perhatiannya sudah banyak menderita.

******

Hye Sun lalu menceritakan tentang semua yang menimpa Min Ho setelah terjadi pertukaran tas itu tapi cd yang ia temukan tidak dikatakannya pada Bi.

“Hye Sun-Yya, sebenarnya aku sudah menyelidiki siapa lelaki yang mengambil tas itu dan aku...sudah mengetahui namanya..”

“Siapa Oppa…? Apakah orang itu berbahaya…?” Tanya Hye Sun dengan nada khawatir.

Terdengar helaan nafas panjang dari seberang sebelum menjawab.

“Orang itu adalah…” Tapi Bi diam tidak melanjutkan kata-katanya.
 
Lalu lanjutnya “Hye Sun-Yya, kamu ingat tidak kejadian waktu itu…?”

“Maksud Oppa…teroris yang mau membom tempat konser waktu itu…adalah orang yang sama dengan ini..?” Tanya Hye Sun harap-harap cemas.

Bi tidak menjawab hanya terdengar helaan nafasnya yang berat membuat perasaan Hye Sun menjadi campur aduk.

“Oppaaa….katakanlah, jika perkiraan saya itu salah…?” Desak Hye Sun, keringat dingin mulai mengucur di tubuhnya, perasaannya tambah tidak karuan.

 

“Hye Sun-Yya, tenangkan dirimu…, aku senang kamu menceritakannya padaku jadi aku dan teman-teman bisa mempersiapkan segala sesuatunya dan ini hanya sebuah kebetulan, kamu jangan khawatir aku akan selalu melindungi dan menjagamu.” Bi berusaha menenangkan Hye Sun dengan kata-katanya.

Hye Sun tersandar lemas di kursi malasnya dan ponselnya dibiarkan merosot dari tangannya, panggilan dari Bi tidak dihiraukannya lagi hingga sambungan itu terputus.

Bagaimana Hye Sun tidak shock mendengarnya karena teroris itu berdarah dingin, mereka tidak akan segan membunuh orang yang menghalangi rencana mereka dan banyak negara yang sudah memburu mereka tapi belum berhasil membekuknya, semua itu diketahuinya setahun  setelah kejadian itu.

“Apa dosa hamba ya Tuhan ? Kenapa hamba-Mu ini harus berhadapan dengan teroris lagi dan yang sama pula ?” Ratap Hye Sun menengadah ke atas.
 
Lama Hye Sun terdiam kemudian ia sadar ada bahaya yang sedang mengintai Min Ho, dan ia cepat-cepat mengirim pesan ke Bi yang isinya :

“Oppa, Tolong Lee Min Ho, saya tidak mau dia celaka. Tolong Oppa selamatkan dia…Please help me.”

Goo Hye Sun POV :
Aku harus mencari cara supaya dia tidak menemuiku sebelum Oppa membekuk mereka tapi bagaimana caranya. Dia pasti tidak mau begitu saja menerima alasanku jika tidak memuaskannya. Ehmf....ada satu cara supaya dia tidak berkutik tapi...aku sebenarnya belum siap namun saat ini bukan saatnya lagi untuk memilih dari beberapa pilihan tapi saatnya untuk berbuat nekat.

Dengan tekad bulat Hye Sun menghubungi Min Ho, lama ditunggunya tapi hanya terdengar nada tunggu. Beberapa kali dicobanya tetap tidak ada jawaban membuat Hye Sun jadi khawatir. Dadanya bergemuruh, jemarinya bergetar begitu telpon di jawab pada panggilan kesekian kalinya.

“Yeobseyo.”

Hening, tidak terdengar suara di seberang, lama baru terdengar helaan nafas berat dan lemah.

“Min Ho..? Gwenchana...?” Tanya Hye Sun cemas takut sesuatu telah terjadi pada calon suaminya.

“Ne, ada apa sayang...?” Sahut Min Ho masih dengan suara yang terdengar lemah seperti orang sakit.

“Serius kamu tidak apa-apa...? Tidak ada yang terjadi padamu kan...? Sekarang kamu berada di rumah kan..?” Tanya Hye Sun lagi beruntun tidak percaya.

“Ne, memangnya kenapa sayang...?” Min Ho tidak mengerti kenapa Hye Sun terdengar sangat khawarir.

Hye Sun tersadar jika pertanyaannya membuat Min Ho jadi balik bertanya.

“Akh...ahni, a..aku hanya mimpi buruk tadi...Eh, yaa..kenapa suaramu jadi aneh begini...?” Sahut Hye Sun berusaha mengalihkan perhatian.

“Aneh..?” Min Ho menggaruk kepalanya yang tidak gatal lalu lanjutnya. “Oh mungkin tadi karena aku tertidur ketika berendam di bathtub dan sempat tenggelam, tapi tidak apa-apa sebentar lagi juga kembali seperti semula.” Min Ho jadi geli sendiri jika ingat kenapa ia sampai kelelep di bathtub tapi berusaha ia tahan karena ia tidak mau ditertawakan oleh Hye Sun.
 


“Mwo...? Kenapa bisa sampai begitu...?” Hye Sun bingung sendiri mendengarnya dengan alis berkerut.

“Ehm...i..itu... Ahk, sudahlah tidak perlu di bahas. Sekarang katakan ada apa kamu menghubungi sampai sekian kali...?” Kata Min Ho mengalihkan pembicaraan.

Eh...iya, begini...ehm, setelah ku pikir-pikir dan ku timbang-timbang lagi, aku ...a....ku se...tu...ju pernikahan kita dipercepat 1 minggu.” Ucap Hye Sun dengan agak gugup.

“Mworagu...? ChÔngmallo...?” Sahut Min Ho tidak percaya dengan mata berbinar.

“Ne_...”

Min Ho langsung menjulurkan tangan yang bebas ke depan dan menariknya ke belakang menyimbolkan kemenangan dan bibir berkata “Yes.” berulang kali dan tentu saja Hye Sun tidak tahu tingkah Min Ho yang kekanakan tersebut. Ia terus jingkrak-jingkrak kesenangan tanpa sadar handuk yang melilit tubuhnya mulai mengendor. Ia tidak memperhatikan lagi kata-kata Hye Sun selanjutnya.

“Lee Min Ho-Ssi...Apakah anda masih mendengarkan saya...?” Tanya Hye Sun merasa tidak diperhatikan hanya terdengar suara samar-samar yes berulang kali.

“Ehm...i..iya sayang, aku masih di sini. Kamu tidak perlu mempersiapkan apa-apa semua biar aku yang mengurus, kamu hanya mempersiapkan diri saja...Ok, sayang...?” Kata Min Ho dengan senyum sumringah yang tidak lepas dari bibirnya.

“Ok. Terserah kamu saja, tapi apa kamu sudah setuju dengan syarat yang aku katakan tadi ?” Ucap Hye Sun, ia tidak mau memusingkan masalah pernikahan sekarang, baginya yang penting Min Ho tidak berada didekatnya sekarang supaya keselamatan mereka berdua terjaga.

“Syarat...?  Apa maksudmu, jika aku setuju dengan syarat yang kamu ajukan maka pernikahan kita akan dilaksanakan hari minggu depan, begitu...?” Tanya Min Ho minta kepastian.

“Ne. Benar sekali...bagaimana..?” Hye Sun tersenyum menggoda.

“Ehm...ok....coba ulangi apa syaratnya...?” Min Ho merasa dikerjai oleh Hye Sun, senyuman yang tadi selalu menghias wajahnya mulai pudar.
 


“Syaratnya adalah dalam 1 minggu ke depan di mulai dari sekarang, kamu tidak boleh menemuiku sampai upacara pernikahan di mulai.”

Min Ho diam sejenak, ini syarat yang berat baginya tapi demi kebahagian yang akam didapatnya ke depan nanti, 1 minggu tidaklah lama jadi tidak masalah karena mereka bisa bertemu via 3G, sms, telpon, chatting dll.

“Dan juga tidak boleh bertemu di dunia maya dan tidak ada telpon-telponan serta yang berhubungan dengannya...Arasso..?”

“Mwo...? Tidak boleh juga...? Oh, sayang...aku bisa mati karena rindu kalau begini. Tidak bisakah dihilangkan kalimat yang terakhir. Aku mungkin masih bisa menahan untuk tidak menyentuh dan memelukmu tapi kalau harus tidak bisa mendengar suara dan melihatmu dari jauh, aku tidak bisa sayang. Ayolah beri aku kelonggaran sedikiiit saja...pleaseeee!” Min Ho bersungut memohon, ia tidak bisa membayangkan harus terisolasi dari gadis yang sudah mulai mengisi relung hatinya dan mimpi-mimpinya.

“Yaah...jika kamu tidak bisa menerima, aku tidak akan memaksa, aku kan hanya ingin bisa cepat mendampingi dan menemani hari-harimu daaan tidurmu juga...jadi lupakan saja, anggap aku tidak pernah menawarkan hal ini...sudah ya...bye...” Kata Hye Sun dengan nada seperti anak kecil yang merayu ayahnya supaya tidak di hukum dan pura-pura kecewa berat karena proposalnya di tolak.

“Eit...tunggu dulu sayang, aku mohon jangan di tutup dulu telponnya...”

“Ada apa lagi Lee Min Ho-Ssi...?”

Min Ho diam sejenak lalu dengan berat berkata : “Ehm...baiklah aku terima tapi bagaimana jika ada sesuatu yang harus melibatkanmu untuk persiapan pernikahan kita, misalnya .... ehm mengepass baju pengantin karena hari ini aku sudah janji dengan desainer keluarga dan beliau sudah menyiapkan koleksi terbarunya untuk kita coba...atau dokumen yang harus kau tanda tangani untuk surat nikah dan lain sebagainya..”

“Kalau itu bisa di atur, katakan saja alamatnya di mana nanti aku akan ke sana dan pakaian yang mana pantas kita kenakan nanti.... aku akan mengirimkan photo-photonya padamu lewat Mr. Kim dan jika ada sesuatu minta saja sekretarismu untuk menemuiku, gampangkan...?” Sahut Hye Sun meyakinkan, ia berharap Min Ho bisa menerima jawabannya dan tidak bertanya yang macam-macam lagi.

Harapan Hye Sun tercapai karena akhirnya Min Ho hanya bisa berkata iya walaupun dengan berat hati karena ia tidak mau mengecewakan dan ingin menghapus derita yang sudah di tanggung Hye Sun akibat sikapnya sebelumnya.

********

H -6 dari hari pernikahan

07.00

Di sebuah apartemen

Pagi-pagi apartemen Endrivosky sudah di gedor oleh duo Gembul Ceking, mereka bersemangat sekali hingga tidak menyadari kalau ketukan mereka di pintu memekakkan telinga.

Tidak lama kemudian pintu terbuka diiringi dengan sepatu melayang tepat mengenai kepala si Gembul sedangkan si Ceking luput dari sepatu terbang karena cepat menghindar, ia mentertawakan si Gembul sampai terpingkal-pingkal. Tidak lama kemudian terdengar suara menggelegar Endrivosky dari dalam membuat si Ceking terdiam dan mereka cepat-cepat masuk.

Muka Endrivosky terlihat kusut duduk di sofa dengan mata masih setengah terbuka dengan piyama warna hitam yang diikat seadanya sepertinya ia bangun terpaksa karena ulah si duo. Begitu duo Gembul Ceking mendekat, ia hendak melayangkan tinjunya tapi si duo cepat-cepat menenangkan bosnya dengan info yang mereka dapatkan sehingga Endrivosky mengurungkan niatnya.

Endrivosky memperhatikan photo yang diberikan si duo sambil manggut-manggut.

“Jadi benar, ini wanita orang itu...?” Tanya Endrivosky tanpa mengalihkan pandangannya dari photo.

“Iya bos, dari awal kami mengikutinya sampai sekarang hanya wanita itu yang sering dijumpainya.”

“Sayang sekali, jika gadis secantik ini akan jadi korban tapi...aku tidak peduli.” Ucap Endrivosky mencibir.

“Hari ini kalian boleh istirahat, besok aku sendiri yang akan turun tangan.” Endrivosky mengibas-ngibaskan photo ditangannya dengan senyum licik penuh muslihat.

Si duo mendengar perintah bosnya yang jarang-jarang mengenakkan mereka segera berlomba menuju kamar satu-satunya yang ada di apartemen itu tapi baru beberapa langkah Endrivosky menahan mereka dengan menarik kerah baju.

“Siapa yang menyuruh kalian ke kamar heeeh…kalian boleh istirahat tapi di sofa sanaa.” Si duo di dorong oleh endrivosky ke sofa.

Endrivosky kemudian melangkah ke kamar sembari membayangkan rencana yang akan dilakukannya besok, tidak lama kemudian terdengar tawa membahana dari balik pintu.

********

09.00

Gedung Lee Corporation

Kantor Lee Min Ho

“Tok…took…toookkk….”

“Silahkan masuk.”

Mr. Park melangkah masuk dan mendekati bosnya, ia memberi hormat kemudian meletakkan beberapa map di atas meja.

“Ini data-data yang anda minta, Tuan muda..”

“Gomawo..” Min Ho membuka map-map tersebut dan memperhatikannya satu persatu kemudian beralih ke Mr. Park.

“Apa yang saya minta sudah dipersiapkan semuanya…?”

“Sudah, Tuan…Apa ada lagi yang kurang..?”

Min Ho memainkan pena ditangannya dengan bibir terkatup rapat sedang memikirkan sesuatu.

“Ehm…tolong belikan 6 lusin bunga mawar putih dan kirimkan ke Nona Goo..”

“Baik, Tuan. Saya akan pergi sekarang” Mr. Park  memberi hormat lalu melangkah ke luar namun baru 3 langkah ia berbalik kembali ke bosnya dan mengeluarkan amplop coklat dari saku dalam jasnya.

“Maaf Tuan, saya lupa menyerahkan ini pada anda...” Mr. Park menyerahkan amplop coklat itu kepada Lee Min Ho.

“Apa ini …?” Min Ho menerima amplop itu dengan alis berkerut, ia membolak-balik ampol itu ingin mengetahui siapa pengirimnya namun tidak ada satu namapun.

“Saya tidak tahu, Tuan…tapi Mr. Kim minta amplop itu diserahkan pada anda..”

“Mr. Kim…?” Min Ho mengernyitkan alisnya berusaha mengingat siapa orang itu dan Mr. Park hanya mengangguk mengiyakan.

“Apa Mr. Kim menyerahkan ini karena di perintah seseorang…?”

“Ne, kata Mr. Kim, Agassinya yang menyuruhnya untuk langsung diserahkan pada anda tapi karena Tuan muda sedang rapat maka Mr. Kim menemui saya untuk menyampaikannya pada anda langsung.” Jelas Mr. Park.
 
Min Ho langsung terlonjak dari kursinya, ia tahu sekarang siapa yang mengirim amplop itu.

“Mr. Kim nya sekarang di mana ?”

“Mr. Kim sudah tidak ada, dia di minta langsung pulang setelah menyerahkan amplop tersebut pada anda atau sekretaris pribadi anda dan keberadaan Mr. Kim kemari tidak boleh diketahui orang luar, begitu kata Mr. Kim.”

Min Ho jadi tidak mengerti kenapa Hye Sun berbuat begitu tapi ia tidak sabar ingin melihat apa isi dari amplop coklat itu.

Min Ho membuka ampolp itu dengan tergesa-gesa sampai tidak memperhatikan lagi Mr. Park membungkukkan sedikit badannya dan berlalu dari hadapannya.

Min Ho mengeluarkan isi amplop yang ternyata beberapa lembar photo Hye Sun mengenakan pakaian pengantin dengan gaya seperti seorang model yang sedang memperagakan rancangan desainer di atas catwalk. Min Ho memperhatikan photo-photo itu tanpa berkedip sedikit pun sembari mulutnya berdecak kagum menatap penampilan calon istrinya.

Min Ho kemudian menjejerkan photo-photo itu di atas meja kerjanya lalu menjepretnya dengan ponsel untuk dijadikan wallpaper di ponsel dan di laptopnya.
 
Setelah sekian lama ia memandangi photo-photo itu, ia bingung sendiri untuk menentukan yang mana yang akan dipilihnya, terbersit dipikirannya untuk menghubungi Hye Sun tapi ketika ia hendak menekan nama hye sun di ponsel melintas kalimat ancaman dari Hye Sun.

“Ingat Min Ho !!! Jika kamu sekali saja melanggar perjanjian kita maka pernikahan akan di mundur pelaksanaannya…Arasso..?”

“Aish…kenapa juga persyaratannya harus begitu…”

Akhirnya Min Ho menghubungi desainer langganan mereka dan mengambil semua pakaian pengantin yang telah di coba Hye Sun kemudian menghubungi Mr. Park.

******

Kediaman Keluarga Goo

Hye Sun hanya bermalas-malasan dikamarnya, kadang ia mencoba mengutak-atik cd yang menyeret calon suaminya ke dalam bahaya. Hari itu ia tidak berniat untuk pergi kemana pun, ia ingin mencoba membantu Bi untuk segera memecahkan kasus itu lewat isi cd tersebut namun tidak ada satupun yang bisa didapatnya.

Hye Sun turun ke lantai 1 dan dilihatnya ruang tamu penuh dengan bunga mawar putih, seorang pelayan menghampirinya bersama seorang pria setengah baya berjas rapi. Pria itu memberi hormat dan menyerahkan amplop kecil berbentuk love warna merah muda.

Hye Sun menerima dan melihat isinya.

“Sayangku, Goo Hye Sun matahariku.
Apa kabar mu hari ini…?
Aku sudah menerima pesanmu…
Photo-photomu menjadi pengobat rinduku hari ini…
Aku kangen sekali padamu walaupun kita baru bertemu kemaren tapi rinduku padamu selalu dan semakin menggebu.
Semoga hari cepat berlalu dan kita bisa bersama secepatnya.
Hari pertama ini tidak terlalu berat bagiku karena banyak yang harus kukerjakan sehingga bisa mengalihkan pikiranku padamu, entah besok dan selanjutnya, apakah aku bisa melewatinya seperti hari ini.
Sudah dulu yaa sayang, sebenarnya banyak yang ingin aku katakan tapi aku takut tanganku tidak akan bisa berhenti menulis dan aku juga tidak mau kamu akan bosan membaca ceritaku.
Salam cium, sayang dan pelukku untuk mu.

Dari cintamu, Lee Min Ho.”

 
Setelah selesai membaca surat dari Min Ho, Goo Hye Sun tersenyum tersipu dan juga geli, ia tidak pernah menyangka ternyata Lee Min Ho yang dikenalnya sombong, angkuh dan tidak perduli pada orang itu romantis juga dan malah pintar merangkai kata-kata rayuan.
 
*******

H -5 dari hari pernikahan

Min Ho melewati hari ke 2 terisolir dari Hye Sun dengan semangat masih menggebu karena tidak berapa lama lagi ia akan memetik hasilnya, setiap ia rindu pada Hye Sun maka ia akan memandangi photo Hye Sun yang dijejernya dalam frame-frame unik di atas meja sehingga semangatnya menyala kembali.
 
Waktunya di isi dengan pekerjaan yang menumpuk karena minggu depan ia tidak ingin ada gangguan dari pekerjaan.

****

Sementara itu di Kediaman Goo masih pada hari yang sama

 
Hye Sun masih uring-uringan di samping ia belum menemukan petunjuk dari cd yang di ambilnya di tas teroris itu, juga karena belum ada kabar dari Bi tentang upaya mereka  membekukteroris itu maupun menemukan lokasi mereka.

Entah kenapa Hye Sun merasa kangen sekali pada kakeknya jadi ia memutuskan untuk ziarah ke makam kakeknya. Sebelum ke makam ia masuk ke kamar kakeknya yang berada di lantai dasar.

Kondisi kamar itu masih tetap seperti ketika kakeknya masih hidup, karena baik Myra maupun Hendry ingin kamar itu tetap seperti itu jadi jika mereka merindukan Ketua Goo mereka akn ke kamar itu, bedanya sekarang hanya ada tambahan tempat sembahyang untuk mengenang Ketua Goo.

Setelah berdoa sebentar di kamar kakenya, Hye Sun mengambil kunci mobil kakeknya di laci meja dekat tempat tidur. Ia ingin menikmati pemandangan menuju ke makam menggunakan mobil sedan hitam kakeknya karena hal itu mengingatkannya dengan masa-masa ketika kakeknya masih hidup ia sering di ajak kakek untuk ziarah ke makam neneknya.

Kakeknya sangat mencintai neneknya dan mmenurut kakeknya, Hye Sun sangat mirip dengan neneknya masih muda. Hye Sun tidak pernah bertemu dengan neneknya hanya melihatnya dari album photo karena neneknya meninggal ketika ayahnya masih kecil. Sebelum meninggal kakeknya sudah menyiapkan tempat di samping neneknya dan di dekat makam ada gubuk kecil yang di bangun oleh kakeknya setahun setelah neneknya meninggal di mana jika kakeknya sangat merindukan neneknya akan menginap di gubuk itu.

*******

Sementara itu di tempat lain yang tidak jauh dari makam Keluarga Goo, Endrivosky dan si Duo sedang melaksanakan rencananya. Mereka sedang mengintai seseorang, semua gerak-gerik orang itu diikutinya dan mereka menunggu waktu yang tepat untuk melancarkan aksinya. Endrivosky memerintahkan kepada si Duo untuk melihat keadaan dan ia menunggunya di mobil untuk memastikan tidak ada orang lain yang mengikuti mereka.

********

Kembali ke makam Keluarga Goo

Tidak terasa 30 menit perjalan Hye Sun ke makam keluarga itu serasa singkat karena sepanjang perjalanan semua kenangannya bersama kakek terbayang di pelupuk matanya. Ia ke luar dari mobil dan merenggangkan tubuh sembari menghirup udara segar. Setelah penatnya hilang ia masuk ke mobil untuk mengambil semua sajian dan peralatan sembahyang.

Hye Sun membuka pintu pagar dan masuk ke dalam setelah dekat gubuk, ia panggil-panggil paman yang merawat makam keluarga itu tidak ada menyahut. Di letakkannya barang bawaannya untuk sembahyang di depan pintu gubuk kemudian ia berkeliling gubuk untuk mencari paman penjaga namun tetap tidak ada. Paman penjaga itu memang tidak tinggal di situ, ia hanya datang 3 kali seminggu untuk membersihkan makam dan taman serta gubuk itu, rupanya paman itu tidak datang hari ini dan lupa mengunci pintu pagar.

Hye Sun membuka pintu dengan kunci yang dibawanya dan membawa masuk semua tas dan meletakkannya di atas meja kecil kemudian ia berbalik untuk mencabut kunci pintu namun karena gubuk itu sudah lama sehingga Hye Sun agak kesusahan mencabut kembali kunci itu sehingga begitu berhasil menariknya ke luar gantungan kuncinya putus menyebabkan semua kuncinya tercerai berai.

Hye Sun memungut semua kunci tapi ada satu kunci yang terselip di antara lantai gubuk yang terbuat dari papan. Hye Sun mencoba mengeluarkan kunci yang terselip dengan kunci lain tapi malah jatuh dan terdengar bunyi “tpaaak” dengan nyaring. Dahi Hye Sun berkerut setahunya tidak ada ruangan di bawah lantai karena lantai gubuk itu berada langsung di atas tanah.  Hye Sun memperhatikan satu persatu lantai dan alisnya berkernyit memperhatikan satu lantai yang berbentuk kotak-kotak itu ada yang sedikit aneh, jika di lihat sekilas tidak ada bedanya hanya terlihat lantai papan yang berbentuk seperti kotak dan sedikit ukiran di setiap sisinya.

Hye Sun mendekati dan berusaha mencongkelnya ke atas dengan bantuan ujung pisau dan papan itu terangkat dengan mudah dan terlihat tangga menuju ke bawah. Ruangan bawah tanah itu gelap gulita dan tidak terlihat apapun di sana namun Hye Sun tahu pasti ada sesuatu di sana yang disembunyikan kakeknya dari mereka.


***************

H -4 dari hari pernikahan

Hari ini Min Ho mulai sedikit uring-uringan jika kerjaannya sudah selesai, meskipun photo-photo Hye Sun sedikit banyak bisa menjadi vitamin penambah semangat namun jauh berbeda jika bertemu langsung. Terlihat sekali Min Ho mengalami malarindu karena ia sering melamun dan membayangkan Hye Sun datang keruangan kerjanya.

Kemaren Min Ho mengirimkan kembali bunga mawar putih 5 lusin tangkai namun hanya pelayan mereka yang menerima karena Hye Sun pergi ziarah menurut Mr. Kim sehingga Hye Sun tidak tahu bagaimana Hye Sun karena Mr. Park tidak bisa menginformasikan apa-apa padanya seperti baju apa yang dipakainya dan bagaimana keadaaanya. Walaupun info dari Mr. Kim mengatakan agashinya bak-baik saja tapi ia belum puas jika Mr. Park tidak mengatakan hal yang sama.

“Kriiiiiiiiiiiiing…kriiiiiiiiiiinnngggg”
 
Min Ho tersentak dari lamunannya dan ia segera mangangkat telpon dan mendekatkannya ke telinga dengan pandangan tidak lepas dari photo-photo Hye Sun.

“Yeobseyo.” Sapanya tidak begitu semangat.

“AnnjÔnghashimnikka, Min Ho-Yaa..?” Sapa Hendry.

“AnnjÔng, komapta. Bagaimana dengan paman dan bibi serta Hye Sun..?”

“Paman dan bibi baik-baik saja, begitu juga dengan Hye Sun….hanya saja…?” Hendry terdiam tidak melanjutkan kata-katanya, ia merasa tidak nyaman menanyakannya pada Min Ho.

“Mwo.. Ada paman…? Apa ada yang tidak beres atau telah terjadi sesuatu..?” Tanya Min Ho khawatir.

“Eh…ahni, …i…ni mengenai kalian berdua, sebelumnya paman minta maaf jika pertanyaan paman nanti menyinggung kamu…?” Kata Hendry hati-hati.
  
“Tentang apa itu paman, jika bisa saya jawab maka akan saya jawab…?”

“Begini Min Ho, kemaren siang Hye Sun kirim pesan ke saya mengatakan kalau ia pergi dengan kamu untuk mengurus surat pernikahan dan mungkin akan makan waktu lama. Tapi sampai sekarang ia tidak kembali dan kami pikir ia menginap dirumahmu. Karena ponselnya dihubungi tidak aktif,  jadi paman menghubungi kamu…?” Ucap Hendry.

“APA…? Paman tidak sedang main-mainkan…? Karena saya dan Hye Sun kemaren…maksud saya dari 2 hari yang lalu tidak ada bertemu dan surat-surat itu di urus melalui Mr. Park dan Mr. Kim.” Sahut Min Ho tidak percaya.

“Ahni. Untuk apa paman mempermainkanmu. Jadi kalian sudah 2 hari tidak bertemu…? Lalu Hye Sun pergi ke mana ya…?” Ucapa Hendry seakan bertanya pada dirinya sendiri.

“Ne. Ehm…Paman tidak usah khawatir, saya akan mengerahkan orang untuk mencarinya. Tolong sampaikan salam saya pada Bibi..bye.”
Min Ho meletakkan gagang telpon dengan mulut terkatup rapat dan jemari tangan yang mengepal.

“Untuk apa ia membohongi orang tuanya dan dia pergi kemana sebenarnya ? Apa ia berusaha menghindari pernikahan ini..?” Batin Min Ho.

“Ahni…itu tidak mungkin..” katanya pada dirinya sendiri.
 
Kemudian ia mengeluarkan ponsel dan menghubungi Mr. Park, begitu tersambung ia langsung memberi perintah.

“Kerahkan orang terbaik kita untuk mencari Hye Sun dan ingat jangan sampai berita ini tersiar. Hubungi Mr. Kim untuk mencari petunjuk ke mana sebelumnya dia pergi. Mr. Park, tolong cari dia sampai dapat dan selamat. Oh yaa, tolong carikan informasi tentang Bi aka Rain secepatnya.”

Begitu nama Bi terucap, tangan Min Ho semakin terkepal erat dan darahnya mendidih, setelah menutup telpon dilayangkan tinjunya ke meja.

End Chapter


***********

Offline Vay_za

  • Senior
  • ****
  • Posts: 917
    • View Profile
Onniiieeeeee Lanjooooooott  punk punk punk

Waduh selama seminggu Hye Sun dipingit  [hmpfh] yah klo cuman potonya aja kagak mempan buat asupan vitamin Onn  [hmpfh]

Wkwkwkwk si Minho so sweet gtu yah padahal dulu pas awal ketemu kerjaannya marah mulu ma Hye Sun  [hmpfh]

Endre_Noonaaaaaa  [AddEmoticons04247] upsss Endrivoskyyyyyyyy  [AddEmoticons04256] lu apain tuh si Hye Sun  [AddEmoticons04275] awas bentar lagi pasti lu bakalan di  [AddEmoticons04222] [AddEmoticons04222] [AddEmoticons04222] ma Minho  [AddEmoticons04275]

Onni jadi hawatir neh ntar Hye Sun diapa-apain ama tuh penjahat...  AddEmoticons04268]

Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile
opo to vay kok panggil2 namalu u samakan dengan teroris  [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [hmff]

sist bultang mang ngapain aja tuh mino ampe mo kelelep  [on] [on] [on] [heh] [hmff] [hmff] [hmff]

weleh neh yg pujangga authornya pa minonya seh curiga dah jangan2 tuh puisi dulunya puisi punya suaminya sist bultang  [hmff]

And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^

Offline Vay_za

  • Senior
  • ****
  • Posts: 917
    • View Profile
opo to vay kok panggil2 namalu u samakan dengan teroris  [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [hmff]


Opo toh mak manggil-manggil aku [AddEmoticons04231] tuh salah ketik noh  [AddEmoticons04263]
Habis aku kesulitan manggil tuh nama  teroris  [AddEmoticons04234]
Lagian juga bukan salahku lha wong disitu u kan jadi cameo  [AddEmoticons04258]

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
opo to vay kok panggil2 namalu u samakan dengan teroris  [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [hmff]


Opo toh mak manggil-manggil aku [AddEmoticons04231] tuh salah ketik noh  [AddEmoticons04263]
Habis aku kesulitan manggil tuh nama  teroris  [AddEmoticons04234]
Lagian juga bukan salahku lha wong disitu u kan jadi cameo  [AddEmoticons04258]
cameo [hmpfh] jd ingat si endree kim di ME [hmff] [laughing]
kaburrrrrrrrrrrrrrr

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
wuuuhhhhhhuuuuuuuu.... [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [clap] [clap] [clap] [clap] [clap] [clap]

makasih onnie buat updetannya... [hug] [hug] [hug]

belum ending tuh onnie... masa endingnya ampe situ aja... ya ampe hye sun ma minho punya anak dunk [hmpfh] [hmpfh]

tapi onnie, tu hye sun ngilang gak karena diculik ma siapa tuh namanya  [hmpfh] [hmpfh] sulit onnie... pokoknya terorisnya tu kan...? Hye sun ngilang karena masuk keruang bawah tanah kakeknya tu kan... ato jangan2 udah diculik onnie... yah... [chin] [chin]

ternyata tebakan ai kalau bi dibalik semua itu salah ya onnie... ermmm... tapi siapa tahu onnie... bi yang jadi big boss nya... [chin] [chin] [chin] tapi...akkkkhhhhhh!!! onnie udah penasaran nih... pokoknya tu belum ending ya onnie... [biggrin] [biggrin] [biggrin]

ayo onnie lanjoooooooott... penasaran triple kuadrat nih... ayo onnie...

SEMANGAT !!! onnie...

Offline Vay_za

  • Senior
  • ****
  • Posts: 917
    • View Profile
opo to vay kok panggil2 namalu u samakan dengan teroris  [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [hmff]


Opo toh mak manggil-manggil aku [AddEmoticons04231] tuh salah ketik noh  [AddEmoticons04263]
Habis aku kesulitan manggil tuh nama  teroris  [AddEmoticons04234]
Lagian juga bukan salahku lha wong disitu u kan jadi cameo  [AddEmoticons04258]
cameo [hmpfh] jd ingat si endree kim di ME [hmff] [laughing]
kaburrrrrrrrrrrrrrr


Yah mam klo di ME mah lebih parah  [AddEmoticons04263]
Kaborrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr  [AddEmoticons04252] [AddEmoticons04252] [AddEmoticons04252]

Offline revynska

  • Police
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1639
    • View Profile
 [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] thanks udah diupdate [hug] [cheekkiss]

si mino kalo liat hyesun bawaannya pengen ngekep trs [hmpfh] [hmpfh] kalo ga ketemu 1 minggu lama2 mino jd NTT tu guling pun jd korbannya [hmpfh] [hmpfh] [laughing] [laughing] [laughing] bs juga jd romantis minonya

hyesun diculik ya unnie [chin] [chin] [chin]

 


ADAM COUPLE SELCA

Offline voldi

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1051
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Onnie ..... Lama gak kelihatan, pas muncul langsung update .. Mantapp..

Hyesun gak papah kan tuh? Kasian amat si mino .. Poto sih gak cukup ..
Me, Myself, and I. DON'T DISTURB ME


Offline oqyoiko

  • Superintendent
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1265
  • just be Ur SeLf & bE thE bEsT,,,,
  • Location: indonesia
    • View Profile
 [clap] [clap] [clap] Asikk,, lum ending dong berarti yaa bultang onnie,,,,

wah2,,, jd tkut niy tar bkal gmn yaa klo smpe tuh utusan nyerang hyesun?? pernikahan mrka bakal terganggu yaa sizt??? [chin] [chin] [chin] [chin]

iyaaa c mino kangen tingkat tinggi pastinya mah tuh,,huhuhuhu..
"MinSun & YongSeo is Sweet & Cute Couple "


Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile
 [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]
akhirnya di up date juga yg part 2,..
senangsekali karena minggu ini byk FF yg pada Up date [heh] [heh] [heh] [heh] [heh]
masa begitu dah ending, belum dunk ah, hye sun dah di culik yach, duh mino cpt cari dunk hye sun nya...


    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho

Offline Amira

  • Police
  • Senior
  • *****
  • Posts: 613
  • Location: East kal
    • View Profile
Quote dari Vay_za:
Waduh selama seminggu Hye Sun dipingit  [hmpfh] yah klo cuman potonya aja kagak mempan buat asupan vitamin Onn  [hmpfh]
>>> @Vay, si hye sun kagak di pingit kok, kan si mino yang di isolasi dari hye sun, sedangkan hye sun sih bebas mau kemana aja tapi berhubung teroris yang mengincar min ho sadis jadinya hye sun ingin min ho tidak kemana2x & fokus pada kerjaan ma persiapan pernikahan mereka aja...

Quote dari endree_noona:
sist bultang mang ngapain aja tuh mino ampe mo kelelep  [on] [on] [on] [heh] [hmff] [hmff] [hmff]
>>> adaaa deh, kenapa si mino sampe kelelep [lol]...menurut mak nem kenapa hayo...?

weleh neh yg pujangga authornya pa minonya seh curiga dah jangan2 tuh puisi dulunya puisi punya suaminya sist bultang  [hmff]
>>>[laughing][lol] ya mino lah mak nem, kan ceritanya mino nih yang lagi kasmaran...suamiku dulu sih gak puitis gitu tapi langsung aksi gak lewat surat2xan...*lebih parah yah...

fara

  • Guest
Onnie amira thanks ya udh di update [flowers] [flowers] [flowers] [flowers] [flowers]
wuuuuaaaaaaaaa hyesun ilang diculik endryvoski [cry] [cry] [cry] [cry] [cry] semoga Bi oppa dan minho bisa nyelamatkan hyesun.
Fighting Oppa [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] 

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Onnie amira thanks ya udh di update [flowers] [flowers] [flowers] [flowers] [flowers]
wuuuuaaaaaaaaa hyesun ilang diculik endryvoski [cry] [cry] [cry] [cry] [cry] semoga Bi oppa dan minho bisa nyelamatkan hyesun.
Fighting Oppa [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] 
hebat lu bisa hafal nama endryvoski, klu gw sih ingatnya end doang [hmpfh] 'emangnya tamat ya' [laughing] [laughing] END [heh] KABORRRRRRRRRRRRRR

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun