Author Topic: * Bag Scandal * ~Chapter 14 update 290312~  (Read 32347 times)

Offline Amira

  • Police
  • Senior
  • *****
  • Posts: 613
  • Location: East kal
    • View Profile
Eh, sapa yg janji update? Mianhae, belum sempat update gi sibuk bgt. Nanggung mo post sekarang jg kecuali di post per part tp jadi pendek2x. Sekali lg mianhae secara aku jg kerja 8jam, IRT jg bgt di home jdnya kadang ga sempat nulis, ni aja klo gi lowong di kantor br bs ol & nulis dikit2x, bisa dibayanginkan sibuk & capeknya jd klo dipaksain nulis jg entar hslnya jelek. Moga aja minggu ini bs kelar. Tuk andri & alin salam kenal, gomawo sdh baca. Tuk para author, mianhae ga sempat baca & komen ff kalian *momod ga tanggung jawab nih aku tp msh ada mamikan*lirik2x mami

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Eh, sapa yg janji update? Mianhae, belum sempat update gi sibuk bgt. Nanggung mo post sekarang jg kecuali di post per part tp jadi pendek2x. Sekali lg mianhae secara aku jg kerja 8jam, IRT jg bgt di home jdnya kadang ga sempat nulis, ni aja klo gi lowong di kantor br bs ol & nulis dikit2x, bisa dibayanginkan sibuk & capeknya jd klo dipaksain nulis jg entar hslnya jelek. Moga aja minggu ini bs kelar. Tuk andri & alin salam kenal, gomawo sdh baca. Tuk para author, mianhae ga sempat baca & komen ff kalian *momod ga tanggung jawab nih aku tp msh ada mamikan*lirik2x mami

gak papa onnie...

setia menunggu  [cheekkiss] [cheekkiss] [cheekkiss]

Offline Rizkyta_A

  • Junior
  • **
  • Posts: 169
  • my first lovely couple
  • Location: depok
    • View Profile
aku kan stia mnunggu............ [AddEmoticons04267] [AddEmoticons04262] [AddEmoticons04258] [AddEmoticons04257]

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
sis bultang, yeee [hmpfh]
setia menunggu sis [biggrin]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

fara

  • Guest
Aku jg Setia menunggu [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]

Offline aisshin

  • Senior
  • ****
  • Posts: 875
  • cute LEADER SNSD ! ^^taeyeon^^
  • Location: sidoarjo
    • View Profile
MENUNGGU UPDATETAN [AddEmoticons04269] [AddEmoticons04269] [AddEmoticons04269] [AddEmoticons04269] [wave] [wave] [wave] [upin02] [upin01] [upin02] [upin01]

BAIFERN & MARIO [lovestruck]

Chainezz_Vian

  • Guest
Haii sist lam kenall. . .
Hu um, sama ky yg laen slalu stia nunggu update'a dr smua ff d sini. . . Apa lg ff sist amira yg ini. . .
Semangat sist!!! .^^.

Offline Vay_za

  • Senior
  • ****
  • Posts: 917
    • View Profile
Eh, sapa yg janji update? Mianhae, belum sempat update gi sibuk bgt. Nanggung mo post sekarang jg kecuali di post per part tp jadi pendek2x. Sekali lg mianhae secara aku jg kerja 8jam, IRT jg bgt di home jdnya kadang ga sempat nulis, ni aja klo gi lowong di kantor br bs ol & nulis dikit2x, bisa dibayanginkan sibuk & capeknya jd klo dipaksain nulis jg entar hslnya jelek. Moga aja minggu ini bs kelar. Tuk andri & alin salam kenal, gomawo sdh baca. Tuk para author, mianhae ga sempat baca & komen ff kalian *momod ga tanggung jawab nih aku tp msh ada mamikan*lirik2x mami


[hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] Ikutan ma yg laen setia menunggu... [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

Offline Amira

  • Police
  • Senior
  • *****
  • Posts: 613
  • Location: East kal
    • View Profile
Hai all !

Happy fasting bagi yang menjalankan...

Mianhae, kayaknya bakal lama nih baru update coz gi ga ada ide nih ngembangin chap 10 ini, di chap ini ada kejutan2x tentang hyesun ...

Gomawo ya atas supportnya, akan aku usahain deh kelar secepatnya...tuk vian salam kenal

Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile
Hai all !

Happy fasting bagi yang menjalankan...

Mianhae, kayaknya bakal lama nih baru update coz gi ga ada ide nih ngembangin chap 10 ini, di chap ini ada kejutan2x tentang hyesun ...

wah kejutan ama sist, emangnya karakter Hye Sun belom semuanya dikeluarin yach, tapi gak bakalan mengganggu rencana pernikahannya ama min ho kan. waduh sist amira bikin penasaran aja nich.
UP DATE UP DATE UP DATE [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]


    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho

Offline Amira

  • Police
  • Senior
  • *****
  • Posts: 613
  • Location: East kal
    • View Profile
Re: * Bag Scandal * ~Chapter 10, Updated 15-08-2010
« Reply #355 on: August 14, 2010, 09:07:10 pm »
Hai All...

Mianhae updatean ff ini lama coz gi ga punya waktu tuk nulis, mian juga nih ff pendek & gaje coz gi gak bisa numpahin ide2x dengan baik secara gitu mo nulis tuh pangsit pada menghilang semua*di pake buat buka puasa sih  [rofl] [rofl]... & mian juga gak ada picunya inet di sini lelet banget secara picu ff yang kemaren aja belum terupload & yang ini belum sempat nyari & edit2x ... [hammer3] [hammer3]



Chapter 10
[/size]
 


Pukul 10.45


Rung kerja Lee Min Ho, Gedung Perkantoran Group Lee

Min Ho menunggu berita dari Mr. Park dengan gelisah, pekerjaannya terbengkalai karena ia hanya bolak-balik berjalan di dalam ruangannya. Meskipun ia berusaha memusatkan perhatiannya di belakang meja dengan tumpukan dokumen tapi ia tidak bisa berkonsentrasi sama sekali.

Hampir tiap menit bahkan detik ia selalu melihat ke ponsel yang diletakkannya di atas meja kerjanya, setiap ponsel atau telpon berdering ia dengan antusias mengangkatnya yang ternyata bukan kabar tentang Hye Sun atau pun dari Mr. Park membuat Min Ho semakin frustasi karena hari sudah mulai siang tapi belum ada satu pun kabar dari orang yang diperintahkannya untuk mencari Hye Sun.

*****

Kembali ke malam hari sebelumnya
 
Di lingkungan Makam keluarga Goo
 
Hari sudah mulai gelap tapi belum ada tanda-tanda orang yang mereka incar ke luar dari gubuk itu. Endrivosky menunggu di dalam mobil sementara Si Duo mengintai tidak jauh dari gubuk, mereka bisa saja menyatroni gubuk itu tapi bosnya tidak mau gegabah karena tempat itu dekat dengan rumah penduduk.
 
Untuk menghilangkan jenuh, si duo berjaga-jaga sambil bermain dan karena asiknya mereka bermain sampai lupa tugas utama mereka berada di tempat itu. Endryvoski memanggil mereka lewat radio dan si Ceking menjawab belum ada tanda-tanda tapi ia tercekat sendiri ketika si Gendut memalingkan mukanya ke arah gubuk.
 
"Tunggu bos..kami melihatnya..."
 
"Apa yang kalian tunggu cepat sanaaa.."
 
Si Duo langsung berlari mendengar perintah bosnya sembari mengendap-endap mendekati gubuk dan menyiapkan perangkap untuk menangkap mangsanya.
 
Terlihat seseorang sedang mengunci pintu gubuk tapi karena bangunan gubuk itu sudah tua maka perlu waktu untuk bisa terkunci dengan baik. Ketika orang itu hendak berbalik tiba-tiba ada tangan yang membekap mulutnya dengan sapu tangan, orang itu berontak dan berusaha teriak tapi hanya gumaman tidak jelas yang ke luar dari mulutnya. Lama-lama gerakannya melemah dan akhirnya terdiam sama sekali, rupanya  ia di bius oleh si Duo.
 
Selang beberapa menit kemudian hanya terdengar suara deru mobil yang menjauhi lingkungan makam keluraga Goo di kegelapan malam.
 
 
************
 
Kembali ke hari sekarang
 
pukul 11.00
 
Di apartement Endryvoski
 
Endryvoski tersenyum puas membayangkan apa reaksi orang itu jika tahu pacarnya berada ditangannya. Ia sengaja tidak langsung mengabarkannya untuk menekan orang itu tapi membuatnya frustasi dulu. Ia sudah mengutus seseorang untuk menyampaikan pesannya, tinggal menunggu reaksi dan aksi dari orang itu saja.
 
***
 
Sementara itu di luar apartement Endryvoski, ada seseorang yang mengendap-endap mencari jalan masuk ke dalam apartementnya tanpa diketahui oleh penghuninya, namun tidak ada jalan, satu-satunya jalan adalah lewat pintu namun hal itu sama saja dengan memberi makan harimau yang sedang kelaparan. Orang itu memikirkan bagaimana caranya masuk ke sana, tidak berapa lama kemudian ia menjentikkan jempol dan jari tengahnya dengan senyum halus.
 
***
 
"Tok...tok...tok ..."
 
Endryvoski melongok ke luar kamar setelah sekian lama bunyi ketokan di pintu masih terdengar. Si Duo terlelap di sofa dengan posisi duduk dan tangan masih memegang kartu, rupanya keduanya lagi bermain kartu dan tertidur. Endryvoski menggelengkan kepalanya melihat kelakuan anak buahnya, “bagaiman kalau ada orang yang menyusup ke dalam” pikirnya. Didekatinya dan dipukulnya kepala ke dua orang tersebut sehingga mereka meringis kesakitan.
 
"Cepaat.. !! Lihat siapa di luar ...?" Perintahnya dengan jengkel, kemudian kembali ke kamar tapi sebelumnya ia memberi ancaman.

“Sekali lagi saya lihat kalian tidur ketika berjaga maka tiada ampun lagi.”
Si Duo hanya tersenyum kecut dan saling melirik kemudian si Ceking mendekati pintu dan mengintip lewat lubang kunci, setelah dilihatnya yang datang bukan polisi atau semacamnya kemudian ia membuka pintu hanya kepalanya saja yang melongok ke luar.
 
"Maaf Tuan, ini bubur pesanan anda..." Kata orang yang berdiri di depan pintu dengan baju kaos longgar, celana jeans dan topi hitam menutupi sebagian wajahnya, ia berusaha mencuri pandang ke dalam apartemen.
 
"Kami tidak pernah memesan makanan apalagi bubur, sebaiknya kamu cepat pergi dari sini." Ujar si Ceking merasa curiga.
 
"Tapi tadi yang memesan lewat telpon minta di antar ke alamat ini." Sahut pengantar makanan itu seraya membuka buku catatan kecil yang terselip di saku bajunya untuk memastikan.
 
Si ceking menggelengkan kepalanya dan menatap tajam orang didepannya lalu mengisyaratkan orang yang didepannya untuk segera berlalu dari situ.
 
"Ya...sayang sekali padahal makanan ini sudah di bayar. Baiklah, khamsahamnida.." Pengantar makanan itu menggaruk kepalanya yang terbungkus topi kemudian berlalu pergi dengan kecewa, terdengar pintu di tutup dengan kuat dibelakangnya.
 
 
"Heiii...!!! Tungguuu..."
 
Ada seorang lelaki gendut pendek yang memanggil pengantar makanan itu ketika ia berbelok di tikungan lorong dengan napas yang ngos-ngosan.
 
"Eh ... heah, i..itu..." Si gendut mengarahkan telunjuk ke bungkusan di tangan pengantar makanan tersebut.
 
"Ini.." Si gendut menganggukkan kepalanya begitu orang itu mengangkat bungkusan ke hadapannya.
 
"Kenapa Ahjusi...?"
 
"Maaf, tadi yang memesan makanan itu saya..." Ujar si gendut setengah berbisik sambil melihat ke kiri dan kanan.
 
"Oh...ahjusi toh yang pesan...." Sahut si pengantar makanan dengan nyaring.
 
"Sssstttt....jangan keras-keras, nanti ketahuan bos saya.." Kata si gendut celingak celinguk takut ketahuan bohongnya karena ia tidak bisa mendengar makanan maka perutnya langsung bernyanyi jadi ia berpura-pura dengan si ceking bahwa makanan itu ia yang pesan.
 
Pengantar makanan itu hanya nyengir penuh arti. Ia kemudian menyerahkan bungkusan bubur itu.
 
****************
 
Pukul 12.00
 
Kembali ke rung kerja Lee Min Ho, Gedung Perkantoran Group Lee
 
Min Ho membatalkan semua jadwal rapat dan pertemuan dengan kolega bisnisnya hari itu karena ia tidak bisa berpikir jernih dan rasional untuk membuat suatu keputusan atau pun sekedar mendengarkan laporan, seluruh jiwanya seakan pergi entah kemana karena sampai sekarang pun ia tidak tahu di mana calon istrinya itu berada.
 
"Kriiiiiingggg.."
 
Min Ho terlonjak dari lamunannya dan dengan cepat diangkatnya gagang telpon dan didekatkannya ke telinga sebelum telpon itu berbunyi untuk ke dua kalinya.
 
"Yeobseyo."
 
"Tuan muda, kami..." Sahut suara di sebrang tapi belum selesai ia bicara sudah di potong.
 
"Mr. Park !" ... Min Ho spontan berdiri dan jelas kelihatan senang sekali mendengar suara asisten pribadinya itu karena dari tadi ia sudah beberapa kali mencoba menghubunginya tapi selalu di luar jangkauan.. "Apakah Hye Sun sudah ditemukan dan bagaimana keadaannya ?" Tanya Min Ho tidak sabar menunggu laporan orang kepercayaannya tersebut.
 
"Doronim... kami ...." Mr. Park menghela nafas berat, ia tidak tahu bagaimana menyampaikan apa yang sudah mereka dapatkan.
 
"Mr. Park, ce…pat katakan a..da apa ... dan....dan Hye Sun baik-baik saja kan..?" Kata Min Ho was-was dengan suara bergetar karena nada suara Mr. Park menyiratkan kelesuan, pikiran yang tidak-tidak tentang Hye Sun memenuhi kepalanya, lututnya terasa lemas dan sekujur badannya mulai berkeringat dingin.
 
*************
 
Pukul 12.15
 
Kembali ke apartemen Endrivosky
 
Lorong di depan apartemen Endrivosky terlihat lengang dan sepi, seseorang yang tadi menyamar sebagai pengantar makanan itu melongokkan kepalanya dari sudut lorong yang berbentuk L, setelah merasa aman ia lalu berjalan berjinjit mendekati kembali apartemen Endrivosky, dipasangnya telinganya di pintu, tidak terdengar suara apapun dan diintipnya dari lubang kunci.
 
Ia tersenyum puas rencananya berhasil, dicobanya untuk membuka pintu tapi tidak bisa karena terkunci dari dalam. Diambilnya tas ransel yang ditemukannya di ruang rahasia kakeknya dan diubeknya isi tas tersebut. Ia menemukan pisau lipat kecil yang didalamnya terdapat berbagai macam bentuk peralatan serba kecil seperti gunting, obeng, pembuka botol, pemotong kuku, dan masih banyak lagi yang lainnya, ada mungkin 20 lebih. Ia coba beberapa yang bisa untuk membuka kunci dan pada alat yang ke 3 terdengar bunyi "klik", dicobanya memutar knop dan pintu terbuka, tergambar kepuasan diwajahnya yang mulus karena keberhasilannya itu.
 
Diintipnya ke dalam dari celah pintu secara hati-hati dan dilihatnya 2 orang lelaki yang tadi ditemuinya sedang tertidur pulas dengan bunyi nafas yang nyaring aka ngorok di sofa dan di atas meja berserakan makanan yang tadi dibawanya. Kemudian dilebarkannya bukaan pintu secara perlahan dan ia masuk dengan berjinjit dan pelan. Di dalam apartemen itu hanya ada, ruang tamu, 1 kamar dan dapur. Didekatinya kamar dan diintipnya ke dalam dari lubang kunci, dilihatnya ada seorang lelaki yang sedang berdiri melihat ke luar jendela, ia tidak begitu jelas melihat wajah orang itu tapi dari postur tubuhnya sepertinya ia tidak asing.
 
Kemudian ia menyusuri dapur yang sempit dan agak pengap itu, di situ ada 2 pintu sepertinya toilet, lalu dengan hati-hati dibukanya pintu pertama dan ternyata benar itu toilet, dengan cepat ditutupnya kembali pintu tersebut karena tercium bau yang tidak sedap. Kemudian pintu ke dua dibukanya dengan satu tangan menutup hidung, ia tidak mau mencium bau yang aneh-aneh lagi karena hampir saja ia muntah tadi. Setelah pintu terbuka ternyata dugaannya benar, orang yang dicarinya ada di apartemen itu.
 
Sebelum dibukanya ikatan dan sumbatan di mulut orang yang di sandera Endrivosky, ia bangunkan orang itu yang tertidur karena pengaruh obat bius.
 
Begitu orang itu terbangun dengan cepat ia memberi tanda supaya tidak berisik, orang itu mengangguk tanda mengerti. Kemudian dipotongnya tali yang mengikat tangan dan kaki, lalu dibukanya penutup mulutnya. Orang itu mengelus tangan dan kakinya yang bekas terikat lalu menatap ke penolongnya, ia terlihat bingung dan penuh tanda tanya.
 
Namun belum sempat ia bertanya, penolongnya seakan mengerti keingintahuannya, ia ternganga dan tidak percaya dengan penglihatannya begitu penolongnya itu membuka topi yang menutup sebagian wajahnya. Hampir saja ia berteriak kesenangan tapi mulutnya cepat di bungkam oleh orang yang menolongnya sehingga tidak sempat ada suara yang ke luar.
 
***********
 
Pukul 12.45
 
Kembali ke rung kerja Lee Min Ho, Gedung Perkantoran Group Lee
 
Miss Han Ji Eun berdiri di depan ruang kerja bosnya, ia kelihatan ragu untuk mengetuk pintu ruang kerja itu karena bosnya sudah berpesan untuk tidak mengganggunya jika tidak di panggil olehnya atau ada yang penting sekali. Beberapa kali tangannya terkulai lemas setiap jari tangannya menempel ke pintu.
 
"Tok...tok...tok."
 
Akhirnya dibulatkannya tekad meskipun nantinya ia di bombardir dengan amarah, itu sudah resikonya sebagai sekretaris yang melanggar tugas yang diembankan ke pundaknya.
 
Lama ditunggunya namun tidak ada suara yang menyuruhnya masuk, diulanginya lagi ketukan, mungkin bosnya lagi online nelpon atau lagi dikamar kecil.
 
Tidak berapa lama kemudian terdengar suara yang serak dan agak lemah.
 
"Ya, masuk!" 
 
Sekretaris itu dengan pelan membuka pintu dan melangkah masuk dengan wajah menghadap ke lantai, tidak berani melihat ke orang yang duduk dibelakang meja itu, padahal bosnya sedang duduk membelakangi meja menghadap ke dinding yang terbuat dari kaca sehingga terpampang pemandangan kota Soeul.
 
"Sosoengheo direktur, sa..ya ...saya..." Kata Miss Han Ji Eun gugup tapi langsung di potong oleh bosnya.
 
"Ya, ada apa Miss Han ?" Tanya bosnya lemah dengan suara agak sengau dan tidak bersemangat masih dalam posisi semula tanpa melihat kesekretarisnya.
 
Miss Han Ji Eun mengangkat kepalanya yang dari tadi menekuni lantai dengan mulut terbuka lebar, ia heran dengan sikap bosnya yang biasanya akan marah jika bawahannya melanggar perintahnya tapi hanya sebentar saja karena dengan cepat dikuasainya dirinya.
 
"Ini ada surat yang harus diserahkan langsung pada tuan." Ujar Miss Han Ji Eun menyodorkan surat itu ke depan dan meletakkannya ke atas meja.
 
"Surat ..?" Min Ho mengernyitkan alisnya dan sorot mata sendu, tidak bersemangat, wajahnya agak pucat seperti orang yang sakit parah, pakaiannya tidak beraturan, karena itu ia tidak mau bertemu siapapun dan kalaupun ia mau menerima orang hanya puncak kepalanya saja yang terlihat.
 
"Ne. Tadi ada orang yang mencegat saya ketika hendak ke luar makan siang di café depan dan minta diserahkan langsung pada anda secepatnya, katanya ini penting sekali bagi anda.. " Jelas Miss Han Ji Eun.
 
Min Ho menggigit bibir bawahnya, beberapa kemungkinan tentang surat itu berkelabat dalam pikirannya, apalagi Mr. Park dan bawahannya belum menemukan di mana Hye Sun berada dan bagaimana keadaannya. Kemudian ia mengibaskan tangannya menyuruh Miss Han Ji Eun ke luar.
 
Begitu Miss Han Ji Eun melangkah ke luar, Min Ho memutar kursinya dan mengambil surat yang diletakkan di atas meja. Dengan cepat dibukanya surat itu dan begitu selesai membaca isi surat dan melihat photo yang dilampirkan, ia langsung merosot dari kursinya. Namun hanya sesaat kemudian ia berupaya berdiri walaupun seluruh tubuhnya seperti tidak menginjak lantai karena sendi-sendinya serasa lumpuh membayangkan menderitanya orang terkasihnya di sandera.

Tangannya mengepal erat dan surat dalam genggamannya di remas dengan kuat. Ia harus mencari cara untuk menyelamatkan Hye Sun karena ia tidak mempunyai barang yang diinginkan oleh penjahat itu.

Min Ho mengeluarkan ponsel dari saku jasnya, kemudian membuka kontak dan begitu ketemu yang dicarinya ia menekan tombol panggil tapi belum sempat terhubung ia batalkan panggilan itu karena terlintas sesuatu dikepalanya. Min Ho kemudian merapikan sekedarnya jasnya yang lusuh dan beranjak pergi tapi sebelumnya ia meninggalkan pesan pada Miss Han Ji Eun.
 
************
 
Pukul 13.00
 
Ke dua orang itu dengan bergegas masuk ke dalam mobil, tidak ada seorangpun yang mengikuti mereka ke luar dari apartemen tersebut, meskipun begitu mereka tetap melarikan mobil dengan kecepatan cukup tinggi, nafas mereka memburu dan jantung berdegup tak beraturan karena terus berlari begitu ke luar dari apartemen dan raut kecemasan akan ketahuan menghantui mereka.
 
Setelah cukup jauh, orang yang duduk di kursi penumpang membuka percakapan setelah mereka terdiam untuk menenangkan saraf dan mengatur nafas yang ngos-ngosan.

“Khamsahamnida noona, a…aku tidak tahu harus bagaimana membalas kebaikan noona.” Kata Sung Min dengan suara agak bergetar membayangkan nasibnya jika tidak cepat di tolong.

“Ah…sudahlah, sebaiknya kamu cepat pulang … tapi mianhae, aku tidak bisa mengantarmu pulang, aku akan menurunkanmu di tempat yang aman…” Sahut Hye Sun tanpa menoleh ke Sung Min, pikirannya kacau sekarang setelah mendengar perbincangan antar orang yang di dalam kamar dengan seseorang di telpon. “Aku harus cepat sebelum semuanya terlambat.” Benaknya.

Sung Min jelas melihat kegelisahan itu di wajah Hye Sun, tapi rasa penasaran terlalu memenuhi kepalanya.

“Tidak apa-apa noona, aku bisa naik taksi tapi…aku tidak habis pikir dari tadi…bagaimana noona bisa tahu aku di culik ?” Tanya Sung Min dengan dahi berkerut.

“Oh…itu…”   
 
*****

FLASHBACK

Kompleks Makam Keluarga Goo
 
Pada pukul 08.30 paginya
 
Hye Sun terbangun karena mendengar bunyi ribut langkah kaki di lantai atas yang terbuat dari papan tersebut. Ia menguap lebar dan merenggangkan tubuhnya kemudian memasang telinga lebar-lebar untuk mengetahui apa yang terjadi di atas.
 
Terdengar lagi langkah kaki dan samar-samar nama seseorang yang di panggil. Ia mendekati tangga naik ke atas dan semakin jelas orang yang di cari bukan dirinya tapi orang yang bernama "Sung Min". Hye Sun merasa familiar dengan nama itu tapi ia lupa di mana pernah mendengarnya. Hye Sun berusaha mengingat-ingat dan tidak lama kemudian ia menjentikkan jarinya.
 
Sung Min adalah anak lelaki dari paman penjaga makam keluarganya, usia mereka berdua hanya terpaut 6 bulan hanya saja Sung Min bukanlah seperti anak lelaki kebanyakan yang sukanya main bola atau permainan fisik lainnya. Sung Min lebih suka bermain boneka dengan Hye Sun jika ia ikut kakeknya atau membantu ibunya membuat kue atau ayahnya menata & merapikan taman, tapi sudah lama ia tidak bertemu dengannya.
 
Hye Sun segera membereskan apa yang telah ditemukannya dan naik ke atas dengan mengintip lebih dulu. Setelah dirasanya aman, ia bergegas ke luar dan menutup kembali pintu masuk rahasia ke ruang bawah tanah itu. Dilihatnya sekeliling masih sama seperti yang ditinggalkannya sebelumnya, ia kemudian mengintip ke luar untuk mengetahui siapa yang mencari Sung Min.
 
Ayah Sung Min terlihat gelisah setelah mencari ke sana ke mari tidak menemukan anaknya. Ia terduduk di depan gubuk dengan tampang lesu, perasaan khawatir mulai menyergap hatinya. Ia takut telah terjadi sesuatu dengan anaknya karena anaknya tidak pernah pergi kemana pun tanpa pamit lebih dulu. Rasa penyesalan dan bersalah mulai menyusupi perasaannya karena sebelumnya mereka berselisih paham dengan putranya tersebut. Ia tersentak dari lamunannya dan terkejut melihat seseorang menepuk pelan bahunya.
 
"Agashi Hye Sun...?" Katanya seakan tidak percaya dengan gadis dihadapannya sembari mengucek matanya.
 
"Ne." Ucap Hye Sun sembari tersenyum halus.
 
Paman itu juga tersenyum tapi kemudian ia tertunduk lesu.
 
"Paman, Gwenchanayo...?" 
 
"Eh...sa...ya..."
 
"Ada apa paman ? Katakan saja ... mungkin ada yang bisa saya bantu ?"
 
Paman itu lama terdiam sambil menundukkan wajahnya hanya bulir air mata yang menetes satu persatu kepangkuannya. Hye Sun hanya bisa menenangkan paman itu dengan menepuk pelan bahunya dan menyodorkan tissu.
 
Beberapa menit kemudian paman itu mulai bercerita kalau kemaren ia sempat adu mulut dengan Sung Min, ia ingin putranya itu cepat menikah dan mempunyai anak, di samping itu supaya hidupnya lebih teratur tapi Sung Min menolak dengan alasan ia tidak menyukai wanita. Ayahnya sempat berkata kasar padanya kalau itu akibat perilaku Sung Min yang seperti wanita.
 
Namun Sung Min tidak banyak menanggapi debat dengan ayahnya, ia tetap mengerjakan tugasnya membantu ayahnya dan membersihkan rumah karena ibunya sudah tiada. Hanya ayahnya saja yang masih kesel mendiamkan Sung Min. Senja kemaren Sung Min pamit ke gubuk di dekat makam itu untuk mengambil barangnya yang tertinggal tapi sampai sekarang tidak kembali sehingga membuat ayahnya khawatir sekali.
 
"Apa paman sudah mencari Sung Min ke tempat lain..?"
 
"Sudah...tapi tidak ada juga, anak itu tidak pernah pergi jauh..."
 
"Paman lebih baik pulang saja dulu, siapa tahu Sung Min sudah kembali ke rumah...Nanti jika saya melihat atau menemukannya akan saya antar pulang.."
 
Ayah Sung Min kelihatan ragu-ragu namun Hye Sun meyakinkannya tidak akan terjadi apa-apa pada Sung Min.
 
"Baiklah...Khamsahamnida agashi..."
 
Paman itu membungkukkan badannya kemudian berlalu meninggalkan Hye Sun seorang diri.
 
Hye Sun melihat ke sekitarnya dan ke arloji ditangannya, ia menepuk dahinya begitu ingat sesuatu, hari berlalu dengan cepat dan karena keasikan di ruang bawah tanah ia sampai lupa waktu. Cepat ia merogoh saku celananya dan mengeluarkan ponsel kemudian mengaktifkannya tapi tidak bisa ternyata batrei ponselnya lemah dan ia tidak membawa chargernya. Hye Sun bermaksud langsung pulang tapi ia ingat belum sempat ke makam kakek dan neneknya sehingga ia kembali ke dalam gubuk dan menuju makam.
 
1 jam kemudian Hye Sun ke luar dari lokasi makam dan ketika ia menutup gerbang dilihatnya sebuah sapu tangan kotak-kotak, entah kenapa ada seperti kekuatan entah dari mana membuatnya memungut sapu tangan itu dan mendekatkan kehidungnya dengan hati-hati. Begitu dekat dengan hidungnya, ia mencium bau aneh yang sangat menusuk, ia menjauhkan saputangan itu dan menutup hidungnya dengan tangan yang lain. Kemudian dihamparkannya sapu tangan itu di atas kap mobil dan dilihatnya ada tulisan berupa inisial. Hye Sun kemudian membungkus sapu tangan itu dengan tissu yang banyak karena tidak punya plastik.

END FLASBACK

********

“Oh...jadi aboji mengkhawatirkan aku, noona ?” Tanya Sung Min seakan tidak percaya setelah mendengar cerita Hye Sun.

“Ne, ahjusi sangat menyesal atas perkataannya padamu jadi janji kamu segera menemuinya, Sung-a.” Kata Hye Sun tersenyum halus masih dengan gelisah, ia selalu melirik ke arloji ditangannya.

“Gwenchana noona…?” Tanya Sung Min melihat kegelisahan Hye Sun yang menurutnya tidak pada tempatnya karena mereka sudah jauh dari penjahat itu, padahal ia penasaran dari mana Hye Sun tahu tempat ia di sekap, jika hanya melihat dari sapu tangan saja rasanya tidak mungkin bisa secepat itu.

Hye Sun tidak memperhatikan pertanyaan Sung Min, pikirannya kembali ke apartemen Endrivosky di mana semua kegelisahan itu berawal.

End Chapter

******


Offline aisshin

  • Senior
  • ****
  • Posts: 875
  • cute LEADER SNSD ! ^^taeyeon^^
  • Location: sidoarjo
    • View Profile
Re: * Bag Scandal * ~Chapter 10, Updated 15-08-2010
« Reply #356 on: August 14, 2010, 09:21:04 pm »
yeeeeeeee diupdate [smiley-gen013] [smiley-gen013]
gomawo sist [lovestruck] [lovestruck] [arms] [arms] [arms]
tapi kok kependekan ye? [chin] [chin] [chin]

BAIFERN & MARIO [lovestruck]

Offline Rizkyta_A

  • Junior
  • **
  • Posts: 169
  • my first lovely couple
  • Location: depok
    • View Profile
Re: * Bag Scandal * ~Chapter 10, Updated 15-08-2010
« Reply #357 on: August 14, 2010, 10:04:35 pm »
@ om : mw update apa?
wong aku bwt FF lepas, jdi lngsung tamat [hmpfh]

si om, update MLFY cpaaaaaaaaaatttttttttt

bhaha

Offline Rizkyta_A

  • Junior
  • **
  • Posts: 169
  • my first lovely couple
  • Location: depok
    • View Profile
Re: * Bag Scandal * ~Chapter 10, Updated 15-08-2010
« Reply #358 on: August 14, 2010, 10:17:50 pm »
jdi hyesun gpp, bgs lah.......

cptan d.nikahin mino ma hyesun, biar cpet dpt baby yg lucu"  [rofl] [rofl] [hmff]

tpi kpandekan onnie,, tmbahin dong [AddEmoticons04261]

btw, gumawo dah d.update

Offline Heethi

  • Newbie
  • *
  • Posts: 75
  • annyong...
    • View Profile
Re: * Bag Scandal * ~Chapter 10, Updated 15-08-2010
« Reply #359 on: August 14, 2010, 10:39:36 pm »
wah... cerita misteri ya, kak...
bagus...
tapi apa yang bakalan min-ho lakuin?
dia gak bakalan pergi ke hotel itu sendirian kan???
padahal hye-sun udah diselamatin sama sung-min...
gimana dong???