Author Topic: * Bag Scandal * ~Chapter 14 update 290312~  (Read 32285 times)

Chainezz_Vian

  • Guest
Re: * Bag Scandal * ~Chapter 10, Updated 15-08-2010
« Reply #375 on: August 20, 2010, 07:56:50 am »
Hai onnie [bye]
walah spoiler nya bikin deg deg an nie. . . .   Selamat engak ya hye sun??  Slamat do0nx sist hye sun kn uda ma0 merrid masa merrid di RS gk suru bnget. . . .
Slamet kn sist?? Ya?
 
Onnie update do0nx >.<
update [smiley-gen013]
update [smiley-gen013]
update [smiley-gen013]

Chainezz_Vian

  • Guest
Re: * Bag Scandal * ~Chapter 10, Updated 15-08-2010
« Reply #376 on: August 20, 2010, 07:57:44 am »
Hai onnie [bye]
walah spoiler nya bikin deg deg an nie. . . .   Selamat engak ya hye sun??  Slamat do0nx sist hye sun kn uda ma0 merrid masa merrid di RS gk suru bnget. . . .
Slamet kn sist?? Ya?
 
Onnie update do0nx >.<
update [smiley-gen013]
update [smiley-gen013]
update [smiley-gen013]

Chainezz_Vian

  • Guest
Re: * Bag Scandal * ~Chapter 10, Updated 15-08-2010
« Reply #377 on: August 20, 2010, 07:58:33 am »
Hai onnie [bye]
walah spoiler nya bikin deg deg an nie. . . .   Selamat engak ya hye sun??  Slamat do0nx sist hye sun kn uda ma0 merrid masa merrid di RS gk suru bnget. . . .
Slamet kn sist?? Ya?
 
Onnie update do0nx >.<
update [smiley-gen013]
update [smiley-gen013]
update [smiley-gen013]

Offline Alin

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1002
    • View Profile
Re: * Bag Scandal * ~Chapter 10, Updated 15-08-2010
« Reply #378 on: August 21, 2010, 01:13:44 am »
Hai ra uda ngeluarin spoiler ni berarti mau diupdate dong...hari ini ya ra diupdate...piiissss ra

Offline Amira

  • Police
  • Senior
  • *****
  • Posts: 613
  • Location: East kal
    • View Profile
Re: * Bag Scandal * ~Chapter 10, Updated 15-08-2010
« Reply #379 on: August 22, 2010, 01:01:57 am »
iya...iya... aku update sekarang tapi jangan pada marah ya nih chap aku bagi 2 trus masih agak gantung trus juga ga ada pikunya..
Mami..!!! *teriak2x panggil mami*
Bisa tolong cariin piku yang pas gak *"Nih orang bikin ribet aja & susah gue aja" Kata si mami kesel.*

Mian ya semua di samping gak ada waktu juga inetku yang lola mo upload piku dan sering gagal.

Offline Amira

  • Police
  • Senior
  • *****
  • Posts: 613
  • Location: East kal
    • View Profile


Chapter 11


Kilasan Chapter sebelumnya :

Hye Sun berhasil menyelamatkan Sung Min dan mereka sedang dalam perjalanan untuk mengantar Sung Min pulang.
*****

“Gwenchana noona…?” Tanya Sung Min melihat kegelisahan Hye Sun yang menurutnya tidak pada tempatnya karena mereka sudah jauh dari penjahat itu, padahal ia penasaran dari mana Hye Sun tahu tempat ia di sekap, jika hanya melihat dari sapu tangan saja rasanya tidak mungkin bisa secepat itu.

Hye Sun tidak memperhatikan pertanyaan Sung Min, pikirannya kembali ke apartemen Endrivosky di mana semua kegelisahan itu berawal.

FLASBACK :

Hye Sun membimbing Sung Min ke luar dari gudang sempit tempat ia di sekap dan memberi isyarat untuk mengikutinya dengan tidak berisik dan waspada.

Dilihatnya si Duo masih terbuai di alam bawah sadarnya, Hye Sun dan Sung Min berjalan berjinjit melewati si duo dengan menahan nafas. Mereka sudah berhasil melewati sofa tempat Si Duo tertidur tapi mendadak langkah mereka terhenti ketika mendengar suara :

“Hei…kau !”

Hye Sun dan Sung Min terdiam kaku, keringat dingin mulai membasahi badan mereka. Dengan gontai mereka membalikkan badan menghadap sofa, wajah mereka tertekuk ke lantai.

“Sudah ku bilang, jangan makan bagianku…dasar kau rakus.” Kata Si Ceking.

Hye Sun dan Sung Min mengangkat wajah dan saling melihat satu sama lain lalu beralih ke dua makhluk yang ada di sofa. Ternyata Si ceking berbicara dalam tidurnya, Hye Sun dan Sung Min menarik nafas lega dan mengelus dada.

Ketika mereka melewati pintu kamar yang berhadapan dengan ruang tamu, Hye Sun samar-samar mendengar suara seseorang menyebut nama yang tidak asing ditelinganya. Hye Sun menghentikan langkahnya dan menajamkan pendengarannya, ia sepertinya tidak salah dengar.
 
Sung Min yang sudah berada agak jauh di depan menoleh ke samping, melihat tidak ada Hye Sun, ia berhenti dan berbalik ke belakang. Sung Min heran melihat Hye Sun yang mendekati sebuah ruangan dan menempelkan telinga ke pintu... Apa yang sedang dilakukan noona ?...
 
"Noona...!" Teriak Sung Min dengan gerak bibir tanpa suara berulang kali.
 
Hye Sun meletakkan telunjuk di bibir meminta Sung Min diam dan mengibaskan tangannya meminta Sung Min pergi lebih dulu, sementara ia masih berusaha mencuri dengar perbincangan yang terjadi di dalam.
 
"Wegude..?" Sung Min masih penasaran.
 
Hye Sun hanya menggelengkan kepalanya dan mengibaskan lagi tangannya agar Sung Min cepat berlalu dari ruang itu.
 
"OK... Aku tunggu di luar." Kata Sung Min masih dengan gerak bibir dan isyarat tangan. Setelah Hye Sun mengangkat jempolnya baru Sung Min melangkah pergi, lagi pula ia tidak ingin berlama-lama di dalam situ, bayangan waktu ia di sekap membuatnya bergidik.
 
Sepeninggal Sung Min, Hye Sun kembali focus mendengarkan percakapan seseorang di dalam yang sepertinya orang itu berbicara dengan orang lain di telpon karena dari tadi ia hanya mendengar suara yang sama.
 
"OK...goodbye." Kemudian terdengar suara "klik" pertanda hubungan telepon sudah di putus.
 
“Aish...jadi tidak tahu apa yang dibicarakan orang itu dan apa hubungannya dengan Min Ho karena jelas-jelas tadi ia mendengar nama Min Ho di sebut-sebut”... Hye Sun menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Ketika ia hendak bermaksud berlalu dari ruangan itu terdengar suara tawa dan kalimat yang membuat Hye Sun terdiam ditempatnya.
 
"Ha..ha..ha... Lee Min Ho-Ssi, jangan anggap remeh ancaman saya, anda akan sangat menyesal jika tidak segera menyerahkan apa yang saya inginkan...ha..ha..ha...pukul 6 nanti anda akan tahu saya tidak pernah main-main." Endrivosky sepertinya berbicara pada dirinya sendiri.
 
Hye Sun tercekat mendengar kata-kata itu, ia menggigit bibir bawahnya, ... “Apa sebenarnya yang terjadi dan ...kenapa Min Ho jadi terlibat didalamnya ?”... Memori di kepalanya langsung bergerak memutar semua yang ia tahu tentang Min Ho dan perusahaannya. Tetapi ia kemudian menggeleng lemah, tidak ada yang bisa diingatnya karena dikepalanya penuh dengan kecemasan apa yang akan terjadi pada orang yang mulai disukainya itu.
 
END FLASBACK

***<<<>>>>***

Kembali ke Gedung Perkantoran Group Lee :

Min Ho ke luar dari gedung perkantoran dengan langkah gontai dan wajah kusut, berbeda dengan pagi harinya yang datang dengan senyum menghias wajah dan menyapa ramah bawahannya.

Ia masuk ke dalam mobil dan minta Izzy mengantarnya pulang secepatnya. Setelah memberi perintah ia menyandarkan kepalanya ke jok dan memejamkan matanya, begitu kelopak matanya menutup bayangan Hye Sun langsung memenuhi kepalanya. Tangannya memijat-mijat dahinya, kepalanya terasa makin berat memikirkan nasib gadis yang beberapa hari lagi akan menemaninya seumur hidup akan celaka jika apa yang diinginkan Endrivosky tidak diberikannya sebelum pukul 6.

“Apa yang harus aku lakukan ? Aku tidak punya barang yang diinginkan oleh orang itu, …mianhae, Hye Sun-aa, karena egoisanku, kamu jadi korbannya…andaikan yang di minta orang itu uang atau apa saja selain cd sialan it.”,…Min Ho mengepalkan tangannya erat-erat dan melayangkan tinju ke udara… “Aku akan segera memberikannya walaupun aku harus menyerahkan semua hartaku…Akhhhhhhhhhhhh, kenapa di saat aku merasakan kebagiaan yang belum pernah kurasakan sebelumnya harus terhempas ke jurang kesedihan….Bagaimanapun caranya aku harus…yaa, harus menyelamatkannya.”

Min Ho meneguhkan hatinya, rencana-rencana apa yang akan dilakukannya nanti mulai tersusun dikepalanya. Bersamaan dengan itu mobil memasuki gerbang kediaman keluarga Lee dan sesaat kemudian berhenti.

Pintu di buka dari luar dan Min Ho bergerak ke luar mobil, ia berdiam sejenak menarik nafas panjang lalu melangkah masuk, tapi baru setengah perjalanan ia berhenti dan menoleh ke belakang.

“Izzy..!”

“Ne, Tuan.”

“Kembali ke kantor dan jika ada dokumen yang sangat penting harus saya tandatangani, tolong di antar kemari.”

“Baik, Tuan.”

Min Ho melanjutkan langkahnya yang tertunda dan tidak lama kemudian hilang di balik pintu utama. Izzy memperhatikan majikannya yang kelihatan sangat tertekan, ia bisa ikut merasakan kesedihan dan kegelisahan yang dialami tuannya dari raut wajah dan penampilannya yang tidak biasa karena dari awal Min Ho terjun ke dunia bisnis membantu ayahnya, Izzy sudah bekerja sebagai sopirnya yang sebelumnya menjadi sopir dari ayah Min Ho.

***<<<>>>***

Kembali ke jalanan kota Soeul :

“Noona …?!” Sung Min mengibas-ngibaskan tangannya di samping wajah Hye Sun tapi yang bersangkutan sepertinya tidak melihat apa-apa, pandangannya kosong, seperti hanya raganya saja yang berada di dalam mobil itu sedang jiwanya sudah terbang melayang.

"NOONA...!!! AWAAASSS!”
 
Teriakan Sung Min menyentakkan Hye Sun dari lamunannya, di depan mereka sekitar 2 meter ada truck gandeng yang siap menggilas mobil yang mereka tumpangi hingga tidak berbentuk.. Bunyi klakson mobil sahut menyahut di depan mereka, rupanya karena pikirannya menerawang kembali ke apartemen Endrivosky, Hye Sun mengemudikan mobil tanpa melihat jalur jalan.
 
Dengan sekuat tenaga Hye Sun berusaha mengembalikan kembali mobil yang dikemudikannya ke jalur yang benar. Awalnya ia mengalami kesulitan tapi beruntung jalan tidak terlalu padat dengan kendaraan sehingga mereka berhasil terhindar dari tabrakan. Hye Sun kemudian menepikan mobil di dekat situ, nafasnya memburu dan keringat dingin mengucur dari wajahnya.
 
Sementara Sung Min sudah pucat pasi, dengan mata terpejam ia berpegangan pada jok mobil. Ia membuka matanya perlahan ketika merasa mobil berhenti, diamatinya seluruh tubuhnya kemudian beralih ke samping di mana Hye Sun sedang menenangkan diri dengan menarik nafas panjang berulang kali dan tangan berpegangan kuat pada stir dan bersandar pada jok.
 
"Noona, gwenchana...?"
 
Hye Sun hanya menggangguk lemah dengan sorot mata menerawang ke depan. Sung Min menghela nafas lega diiringi dengan badannya yang dihempaskan ke sandaran jok. Tapi hanya sesaat kemudian ia beralih mengamati Hye Sun yang masih dalam posisi semula.
 
"Katakan noona ? Apa yang sebenarnya terjadi dan ... setelah ke luar dari tempat itu, noona bertingkah aneh...?" Sung Min menghujani Hye Sun dengan pertanyaan, ia sampai memiringkan badannya menghadap Hye Sun untuk minta penjelasan.
 
Hye Sun tetap diam, tidak bereaksi sama sekali, pikirannya masih terpusat ke kata-kata Endrivosky dan kejadian barusan yang hamper saja merenggut nyawa mereka.
 
"Noona...noona..!?" Sung Min mengibaskan tangannya di depan muka Hye Sun tapi Hye Sun berlaku seperti sebelumnya seperti tidak berada disampingnya, ia lalu menggoyang bahu Hye Sun setelah beberapa lama orang yang dipanggilnya noona itu tidak merespon.
 
"Eh...weo..?" Hye Sun seperti orang linglung.
 
"Ehm...sepertinya noona tidak sedang baik-baik saja sekarang." Kata Sung Min dengan mulut maju beberapa centi dan hembusan nafas berat.
 
Hye Sun hanya diam, tidak menanggapi kata-kata Sung Min, apa yang dikatakan Sung Min ada benarnya. Ia memang sedang tidak dalam keadaan baik-baik saja apalagi menyangkut lelaki yang akan jadi suaminya, ia tersentak begitu nama Min Ho terlintas dikepalanya. Spontan ia melihat ke arloji ditangannya, lalu menoleh ke Sung Min.
 
Sung Min memperhatikan semua gerak-gerik Hye Sun, dari yang ia ketahui sahabat masa kecilnya ini bukan gadis yang pendiam dan tertutup jika bersamanya ... “Pasti ada sesuatu yang terjadi yang membuat noona seperti ini...”
 
"Sung Min, aku bisa pinjam ponsel kamu..?" Pinta Hye Sun sedikit memelas.
 
Sung Min membuka matanya lebar begitu teringat ponselnya, ponsel itu barang kesayangannya karena hadiah dari Hye Sun ketika Hye Sun sudah mulai jarang bermain dengannya karena kesibukannya dengan tugas dan kegiatan sekolah.
 
Sung Min menggeledah semua saku baju dan celananya tapi barang yang dicarinya tidak ada, wajahnya sudah seperti mau menangis karena benda berharganya hilang.
 
"Mworagu..?" Tanya Hye Sun tidak mengerti karena seingatnya Sung Min membawa ponselnya kemanapun ia pergi.
 
"Hik..hik...noonaaa...?" Sung Min menatap Hye Sun seperti anak kecil yang kehilangan mainannya.
 
"Wegude...? Apa ponselmu hilang...?" Tanya Hye Sun prihatin.
 
Sung Min mengangguk lemah, matanya mulai berkaca-kaca tapi cepat dihapusnya dengan punggung tangannya.
 
"Mianhae.." Kata Sung Min pelan dengan wajah ditekuk.
 
"Yah...sudah, tidak apa-apa...nanti aku ganti dengan yang lebih bagus." Hibur Hye Sun tersenyum halus dengan menepuk bahu Sung Min lembut.
 
Hye Sun kemudian mengalihkan pandangannya ke luar mobil, ia mengamati sepanjang jalan yang ada di situ.
 
Sung Min mengangkat wajah dan memperhatikan Hye Sun yang sepertinya mencari sesuatu.
 
"Noona, ada apa...?" Tanya Sung Min mengikuti arah pandangan Hye Sun.
 
"Ahni, aku sedang mencari telpon umum....sepertinya tidak ada di sekitar sini." Sahut Hye Sun tanpa mengalihkan pandangannya ke luar dengan tangan di bentuk seperti teropong menghindari silau cahaya matahari.
 
"Oh...coba kita ke depan sana, mungkin jalan di depan situ ada  .." Kata Sung Min menunjuk jalan yang kurang lebih 500 meter dari mereka parkir.
 
Hye Sun mengangguk lalu menstarter mobil, ketika ia hendak melepas rem tangan di tahan oleh Sung Min.

“Mwo..!?” Hye Sun menoleh dan menatap Sung Min bingung.

Sung Min menggerak-gerakkan jari telunjuknya di depan wajah Hye Sun menandakan tidak boleh.

“Mworagu…?...Wegude..!?” Hye Sun tidak mengerti apa maunya Sung Min.

“Ehm…Noona, lebih baik kita tukar posisi…aku tidak mau kita mengalami kejadian seperti tadi lagi.” Tegas Sung Min.

“Tapiii…”

“Tidak ada tapi-tapian,… ayo noona.”

Sung Min melepas safety belt dan membuka pintu mobil bermaksud hendak ke luar tapi bahunya di tahan oleh Hye Sun.

“Mwo…!?” Sung Min kembali keposisinya semula dan menatap lekat Hye Sun.

 “Ahni. Aku janji tidak akan terjadi lagi…. lagi pula kamu baru saja bebas dan tenagamu pasti banyak terkuras dan juga pasti sedang …lapar..” Perkataan Hye Sun terakhir bersamaan dengan bunyi…

“Krrruuuukkkk…”

Sung Min tersenyum terpaksa dan juga malu mendengar perutnya berbunyi nyaring, akhirnya ia menyerah dan mengangkat ke dua tangannya pasrah.

Hye Sun tertawa kecil, paling tidak persoalannya terlupakan sejenak, kemudian ia mengemudi dengan hati-hati sekarang dan berusaha untuk menyingkirkan persoalannya sementara karena tidak mau kejadian seperti tadi terulang lagi.
 
"Sung Min- aa.." Hye Sun melirik Sung Min yang duduk dengan sedikit kecemasan terpancar dari wajahnya, ia memperhatikan Hye Sun dan jalan bergantian dan memberi petunjuk pada Hye Sun seperti seorang navigator.
 
"Ne."
 
"Mianhae, aku tidak bisa mengantarmu pulang...apa tidak apa-apa kamu pulang naik taksi..." Sung Min memajukan mulutnya, matanya menyipit dan tangannya meraba saku celana.
 
"Eh, jangan khawatir kalau dompetmu juga hilang, aku yang akan membayarnya." Tukas Hye Sun cepat sebelum Sung Min kebingungan lagi jika dompetnya juga hilang. Ia menoleh sekilas dan tersenyum halus pada Sung Min yang menatapnya dengan bingung.
 
"Ahni. Ehm...apa noona mau langsung pulang dan ....untuk apa noona mencari telpon ?" Tanya Sung Min hati-hati karena ia lihat Hye Sun seperti sedang ada masalah berat.
 
Hye Sun menatap Sung Min sekejap lalu kembali fokus ke jalan, ia menarik nafas berat, ... “Mianha Sung Min-aa, aku tidak bisa menceritakan semuanya padamu seperti masa kecil kita dulu, aku sendiri belum tahu apa sebenarnya yang terjadi..”
 
"Ahni. Aku masih ada urusan penting dan ... tadi daddy menghubungiku tapi ponselku lowbat jadi aku mau menghubunginya balik." Bohong Hye Sun, ia tersenyum menoleh sekilas pada Sung Min kemudian mengalihkan pandangannya ke luar jendela dan menghembuskan nafas lega karena Sung Min tidak bertanya lebih lanjut lagi karena sibuk memperhatikan jalan dan memperingatkannya.

***<<<>>>***

Pukul 13.00

Apartemen Endrivosky :

Endrivosky ke luar dari kamar dan matanya melotot melihat si duo malah enak-enak tidur. Sudah diperingatkannya untuk berjaga-jaga dari segala kemungkinan yang mungkin terjadi, amarahnya sudah tidak tertahan lagi. Didekatinya ke dua orang itu dan digetoknya kepala mereka hingga si duo terbangun dengan kaget.

Ke dua orang itu duduk berhadapan dengan mulut manyun hendak protes pada kawannya karena mengganggu mimpi indah yang dialaminya tapi begitu melihat bosnya berdiri di depan mereka mengayun-ayunkan tongkat bisbol, si duo langsung diam dan segera berdiri tegap dengan wajah menunduk.

“Ehemmm…!” Endrivosky berjalan mondar-mandir di depan mereka masih dengan tongkat bisbol, mukanya terlihat sangar.

Si duo saling melirik satu sama lain dan mereka juga mencuri pandang pada bosnya yang terlihat sangat marah.

Si Ceking membisikkan sesuatu ke telinga temannya tapi si gemuk menggelengkan kepalanya setelah si ceking selesai berbisik.

Endrivosky melihat anak buahnya krasak krusuk dibelakangnya, ia kemudian mendadak berhenti ketika si duo sedang berbisik.

“Ehemmmmm…!”

Endrivosky pura-pura batuk kecil dengan nyaring hingga si duo kaget dan kembali berdiri tegak.

“Kalian memang perlu di beri pelajaran dulu sepertinya baru sadar.” Endrivosky mengacung-acungkan tongkat bisbol dan siap mengayunkan kepada si duo.

“Maaf Bos. Ka…mi …. kami janji hal ini tidak terulang lagi..” Kata Si ceking seraya menunduk dan diikuti anggukan kepala oleh si gendut, mata mereka melirik ke tangan Endrivosky yang siap melancarkan pukulan. Wajah mereka menunjukkan ketakutan karena mereka tahu jika bosnya itu marah maka tidak segan-segan menghukum mereka dengan kejam.

Endrivosky menurunkan tongkatnya dan tangan yang satunya memegang ujung dagu sambil manggut-manggut seperti memikirkan sesuatu.

“Baiklah…kali ini aku ampuni tapi lain kali …” Kata Endrivosky sembari menggoyangkan jari telunjuknya ke depan wajah si duo.

“Terima kasih, Bos. Bos memang orang yang paling baik sedunia, iyakan…Ndut ?” Puji si ceking dan minta persetujuan temannya yang mengangguk dan mengangkat ke dua jempolnya.

“Ah…ha ha ha…kalian memang pintar membuat aku tersanjung…” Endrivosky  menepuk bahu bawahannya dengan kencang hingga si duo meringis.

“Sekarang lihat sandera kita, apa sudah sadar ? Jika sudah beri ia makan dan persiapkan … karena 1 jam lagi kita akan berangkat ke tempat pertukaran.” Perintah Endrivosky.

Si duo langsung bergerak melaksanakan perintah bosnya.

***<<<>>>***

Kembali ke scene Hye Sun dan Sung Min
 
Hye Sun menepikan mobilnya setelah sekitar 2 km mereka menyusuri jalanan, di dekat telpon umum itu juga ada halte bus. Hye Sun merogoh saku celana dan mengambil dompet. Kemudian ia menyerahkan beberapa lembar uang 10.000 Won ke Sung Min. Ia juga mengambil beberapa uang receh untuk menelpon.
 
Mereka berdua kemudian ke luar dari mobil, Hye Sun bergegas masuk ke dalam box telpon sementara Sung Min mengikutinya dari belakang.
 
Di dalam box telpon, Hye Sun memencet nomor-nomor yang sudah di luar kepalanya.
 
"Yeobseyo." Terdengar suara lelaki paruh baya dari seberang.
 
"Mr. Kim, tolong cepat hubungi Mr. Park dan tanyakan Min Ho sekarang ada di mana?" Perintah Hye Sun tegas dan terdengar cemas.
 
"Agashi Hye Sun...?!" Tanya Mr. Kim meyakinkan karena ia tidak mengenal nomor telpon yang masuk.
 
"Ne, ini saya. Cepat cari tahu di mana Lee Min Ho-Ssi.." Ujar Hye Sun tidak sabar.
 
"Baik agashi tapi... agashi dari kemaren ke mana dan sekarang ..." Kata Mr. Kim tapi langsung di potong oleh Hye Sun.
 
"Mr. Kim, TOLONG laksanakan saja tugas dari saya SECEPATNYA...saya tidak bisa cerita apa-apa sekarang dan jika ada yang menanyakan dan mencari saya, katakan saja saya baik-baik saja dan sekarang ada sesuatu yang harus saya selesaikan secepatnya, dan saya tidak mau di ganggu...Oh ya Mr. Kim, jangan cerita apa-apa pada daddy dan mommy. Saya tunggu informasi Mr. Kim di nomor ini." Jelas Hye Sun dengan cepat lalu menutup telpon.
 
Hye Sun menarik nafas panjang untuk menenangkan dirinya, berharap akan dapat kabar menyenangkan dari Mr. Kim.

***<<<>>>***

Kembali ke apartemen Endrivosky

Si duo membuka pintu dan mereka saling berpandangan melihat sandera mereka tidak bergerak seperti patung. Mereka saling berpandangan dan kemudian mendengkikkan bahu.

Si ceking menyuruh si gendut masuk dan membuka tutup kepalanya sementara ia hanya menyaksikan si gendut bekerja dari luar.

Si gendut membuka kain penutup kepala sandera dan alangkah kagetnya ia sampai termundur beberapa langkah ke belakang ketika melihat bahwa yang terikat di kursi itu hanya barang rongsokan yang mengenakan pakaian sandera. Si gendut menoleh ke belakang dengan wajah pucat pasi.

“Hei ! Ada apa ? Kenapa wajahmu seperti itu ?” Tanya si ceking penasaran karena ia tidak bisa melihat ke dalam terhalang badan si gendut.
Si gendut mulutnya hanya ternganga tapi tidak bisa berkata-kata, bulu kuduknya berdiri semua, ia menoleh ke kiri dan kanan. Badannya bergidik ketakutan lalu mengambil langkah seribu seraya berteriak …

“Hantuuuuuuuuu….” Tapi suara yang ke luar pelan sehingga si Ceking mengernyitkan alisnya dan menggaruk kepala yang tidak gatal melihat kelakuan temannya, ia bingung melihat temannya tiba-tiba lari dan berteriak, semenit berlalu ia baru sadar kemudian ikutan lari tanpa melihat ke dalam gudang.

Endrivosky terhimpit ke dinding kamar ketika si gendut menubruknya dan berselang beberapa menit datang si ceking hingga mereka terjatuh dan saling menindih. 

Endrivosky cepat berdiri dan menjewer telinga ke dua bawahannya.

“Sekarang bukan waktunya main-main, ayo cepat sana persiapkan semuanya.” Endrivosky mendorong tubuh si duo ke luar dari kamarnya tapi si duo berpegangan pada daun pintu dengan wajah pucat ketakutan membuat Endrivosky mengernyitkan alisnya.

“Ada apa sih dengan kalian…?” Tanya Endrivosky penasaran.

“A..a a a...da…han..tu..” Kata si ceking terbata-bata dengan tubuh gemetar.

“Hantu…!?” Tanya Endrivosky tidak percaya.

“I…iya bos, saya melihatnya sendiri.” Tambah si gendut.

“Akh…masa di zaman teknologi begini masih percaya yang begituan. Ayo tunjukkan padaku di mana tempatnya.” Kata Endrivosky seraya melangkah ke luar kamar.

Baru beberapa langkah Endrivosky berhenti dan menoleh ke belakang dan dugaannya benar, si duo saling berpelukan dengan erat tanpa bergerak dari tempatnya semula.

“Ayoo! Jangan diam di situ atau kalian akan mendapatkan ini…” Endrivosky mengangkat tangannya yang mengepal erat.

Dengan takut-takut akhirnya si duo bergerak juga mengikuti Endrivosky ke dapur.

Sesampainya di dapur Endrivosky melayangkan pandangannya ke segala penjuru tapi tidak ada yang aneh kemudian ia berpaling pada si duo.

“Mana..? Tidak ada apa-apa di sini.” Kata Endrivosky mulai kesal.

Si duo masih dengan gemetaran dan wajah pucat mengarahkan telunjuknya ke gudang yang tidak jauh dari tempat Endrivosky berdiri.

“Di…si…tu, bos..” Sahut mereka berbarengan dengan terbata.
Endrivosky bergerak ke tempat yang di tunjuk dan alangkah shocknya ketika sanderanya sudah tidak ada berganti dengan barang rongsokan.

Dengan amarah yang meluap ia mendekati si duo dan melancarkan bogem mentah kepada keduanya. Si duo sampai terhuyung-huyung berusaha menghindar dari pukulan bosnya, mereka bingung kenapa bosnya sangat marah.


***<<<>>>***

Kembali ke Hye Sun dan Sung Min
 
Ia mengarahkan pandangan ke luar box dan ia kaget melihat Sung Min menunggunya dengan berdiri tegap membelakanginya. Dilihat begitu Sung Min sangat lelaki dan gagah beberapa gadis dan wanita yang lewat tersenyum kecil padanya dan berbisik-bisik dengan temannya seraya menoleh pada Sung Min, bahkan ada yang berani mengerlingkan mata padanya.
 
Hye Sun membuka pintu Box dan menjulurkan kepalanya ke luar.
 
"Sung Min-Aa..! Kenapa kamu masih di sini...?" Tanya Hye Sun setengah berteriak mengimbangi kebisingan kendaraan yang lewat.
 
Sung Min menoleh ke arah suara dan ia tersenyum malu karena Hye Sun melihat perlakuan gadis-gadis itu padanya.
 
"Mwo...?" Sung Min sepertinya tidak memperhatikan pertanyaan Hye Sun.
 
"Kenapa kamu masih di sini ...?" Ulang Hye Sun, ia tersenyum melihat Sung Min yang grogi dan tertunduk malu.
 
"Eh, a...ku...aku menunggu noona..." Kata Sung Min gugup.
 
"Ehm...lebih baik kamu pulang, kasihan paman, beliau sangat mengkhawatirkanmu...Aku tidak apa-apa, pulanglah.!" Bujuk Hye Sun dengan wajah di buat ceria.
 
"Chongmal..?" Tanya Sung Min tidak yakin, ia tidak ingin terjadi sesuatu pada Hye Sun karena di balik wajah ceria yang di buat Hye Sun, ia tahu ada yang berusaha disembunyikannya.
 
Hye Sun mengangguk mantap seraya mengacungkan 2 jempolnya dan tersenyum manis. Sung Min akhirnya menurut dan melambaikan tangannya sebelum beranjak pergi.
 
"Eh, ya...akan ku sampaikan pada paman kalau kamu sedang dalam perjalanan pulang." Kata Hye Sun setengah berteriak karena Sung Min sudah melangkah ke tepi jalan hendak menyetop taksi, Sung Min menoleh dan mengangkat jempolnya.
 
Setelah berkata begitu Hye Sun menutup pintu box dan buru-buru mengangkat gagang telpon karena telpon yang ditunggunya sudah berdering.
 
Sung Min menepuk dahinya karena teringat sesuatu yang lupa ia tanyakan dan berbalik ke Hye Sun tapi Hye Sun sudah asyik dengan telponnya.

***<<<>>>***

Pukul 13.30

Kediaman Keluarga Lee

“Annyeong Haseyo, Doronim.”

Seorang lelaki paruh baya membungkukkan badannya melihat tuan mudanya datang dengan tampang kusut dan keruh, sapaannya tidak dihiraukannya dan tidak biasanya tuan mudanya pulang kerja sesiang itu.

Lelaki paruh baya itu hanya memandangi tuan mudanya tanpa berani bertanya macam-macam jika tuannya tidak memulainya.

Min Ho menuju kamarnya tapi kemudian berhenti dan berbalik ke belakang.

“Mr. Jung, kalau nanti Izzy datang membawa berkas dan dokumen penting, tolong letakkan di ruang kerja.” Perintah Min Ho.

“Baik, Doronim. Apa ada yang Doronim perlukan ?” Tanya Mr. Jung, kepala pelayan keluarga Lee, dengan hati-hati.

“Ahni.”

Min Ho berbalik dan hendak melanjutkan langkahnya tapi tidak jadi. Sementara Mr. Jung masih diposisinya.

“Mr. Jung !”

“Ne, Doronim.”

“Jika ada yang mencari saya, katakan saya ingin istirahat dan tidak mau di ganggu oleh siapapun juga… ARASSO..?”

“Arasso, Doronim. Tapi….” Kata Mr. Jung menundukkan kepalanya dan ragu-ragu meneruskan kata-katanya.

Min Ho mengernyitkan alisnya dan menatap Mr. Jung dengan mata menyipit.
“Weo…!?”

“E..anu doronim…Mianhae doronim, apa doronim baik-baik saja..?” Tanya Mr. Jung hati-hati.

Min Ho hanya menatap lekat Mr. Jung… “Orang tua ini memang sangat perhatian padaku dari kecil seperti pada anaknya sendiri.”

“Apa perlu saya panggilkan dokter, Doronim ?” Tanya Mr. Jung lagi.

“Ahni, saya hanya perlu istirahat saja...khamsahamnida Mr. Jung.”

Min Ho menepuk pundak Mr. Jung dan kemudian meneruskan rencananya.

Sesampainya di kamar, Min Ho mengunci pintu dan kemudian melepaskan pakaiannya yang hanya tinggal celana pendek. Ia lalu ke kamar mandi membersihkan diri sebentar dan membasahi kepalanya dengan air dingin. Setelah beberapa menit kepalanya di guyur dengan air, ia merasa agak segeran dan siap melaksanakan rencananya semula.

Setelah mengenakan pakaian berupa celana jeans hitam dan kaos serta jaket kulit hitam dan topi kupluk hitam serta kacamata, Min Ho mengambil kunci mobil ferari merahnya dan membuka jendela kamar. Setelah merasa yakin tidak ada orang, ia ke luar dari jendela dan turun dengan perlahan.

***<<<>>>***

Kembali ke Hye Sun

“APA..???”

“Ne, Agashi. Menurut Mr. Park, Lee Min Ho-Ssi  berada di kantornya dan ketika saya menghubungi ke kantor, beliau sudah pulang jelas sekretarisnya dan tidak kembali lagi ke kantor.”

“Aneh sekali..” Gumam Hye Sun hampir tidak terdengar

“Ne…Agashi..!?”

“Ah..tidak, apa ada yang lain…maksudku informasi lain ?”

“Menurut sekretarisnya Lee Min Ho-Ssi seperti orang yang sedang sakit parah dan sikapnya juga aneh…Oh, ya…agashi, Lee Min Ho-Ssi juga memerintahkan Mr. Park dan orang-orangnya untuk mencari anda, agashi..” Jelas Mr. Kim yang melirik Mr. Park yang berdiri disampingnya sedang memberi isyarat padanya untuk terus mengajak Hye Sun terus berbicara.

“Chongmal… ?”

“Ne, agashi.”

“Wegude..?”

“Mungkin karena Lee Min Ho-Ssi mendengar agashi tidak pulang dari kemaren dan sepertinya beliau sangat mengkhawatirkan anda hingga tertekan sampai tidak bisa mengerjakan tugas kantor dan membatalkan semua pertemuan dan rapat penting.”

Hye Sun menutup mulutnya mendengar penjelasan Mr. Kim.. “Sampai sebegitunyakah efek dari aku tidak pulang? Apakah ini tandanya ia benar-benar mencintaiku hingga mau menerima perjodohan dari haraboji dan bukan karena hanya ingin berbakti pada orang tua?...Berarti…. ia benar-benar sangat menderita tidak bisa melihat dan berbicara denganku beberapa hari ini…. Akhhhh, Aku memang pabo…”

Hye Sun tidak lagi mendengarkan kata-kata Mr. Kim, pikirannya melayang ke lelaki yang tidak lama lagi menjadi suaminya. Hye Sun melepaskan gagang telpon begitu saja dan ke luar dari box tersebut. Seperti orang yang mabuk, jalannya sempoyongan menuju ke mobil dan hampir saja jatuh tapi ke dua tangannya langsung di sambar oleh dua orang lelaki berjas rapi warna hitam membantunya berdiri.

Hye Sun menengadahkan kepalanya dan melihat beberapa orang lelaki bertubuh tegap berpakaian rapi mengelilinginya dan salah seorang dari mereka sedang menelpon.

“Kami sudah menemukannya.”

“Baik, kami akan membawanya segera.”

Di seberang sana ke dua lelaki paruh baya tapi masih tegap tersenyum bahagia mendengar informasi yang disampaikan para bodyguard.

Setelah menutup telpon, lelaki yang berbadan lebih besar dari teman-temannya mendekati Hye Sun.

“Silahkan Agashi ikut kami.”

“Mau di bawa kemana saya..?” Tanya Hye Sun bingung karena tidak ada satupun yang ia kenal.

“Jangan takut, kami akan mengantar agashi pulang.”

“Pulang… !?” Hye Sun mengernyitkan alisnya.

“Ne, kami diperintahkan Lee Min Ho-Ssi  untuk mencari agashi dan membawa kembali pulang.”

Hye Sun mengacak rambutnya dan menggeleng pelan… “Aigo, ia membuatku seperti anak kecil yang tidak tau pulang saja…padahal tadi aku sudah tersentuh mendengar penuturan Mr. Kim.”

End Part


***<<<>>>***

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: * Bag Scandal * ~Chapter 10, Updated 15-08-2010
« Reply #381 on: August 22, 2010, 02:00:56 am »
yeahh si sis rajin2 update nih [smiley-gen013] [smiley-gen013] [hmpfh] .. belum sempat baca. tar komen lg ya [bye]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Chainezz_Vian

  • Guest
Re: * Bag Scandal * ~Chapter 10, Updated 15-08-2010
« Reply #382 on: August 22, 2010, 02:13:53 am »
Gumawo uda d update onnie amira. [flowers]   
 
wah, d bagi jd 2 part ya. . . 
Emm, untung slamet hye sun nya. . . Loh, mino kbur lwt jndela ma0 k mana onnie??   Kan hye sun uda d temu in. . .
   
Onnie part 2 nya jgn lama" ya. . . Lg seru. Hehe^^
   
hwaiting!! [smiley-gen013]

Offline aisshin

  • Senior
  • ****
  • Posts: 875
  • cute LEADER SNSD ! ^^taeyeon^^
  • Location: sidoarjo
    • View Profile
gomawo sist uda update [lovestruck] [lovestruck]
belom baca semua nih [sweat]
taunya cuma endingnya doank [heh]
aku baca dulu aaaah [bye]

BAIFERN & MARIO [lovestruck]

Offline Echyn MinHo LeeSun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 635
  • gaya ala RATHOT + CASSAMINONG.. haha
  • Location: manado
    • View Profile
Gumawo E0n Udah d updte.
Tp aq rasa, yg jempUt Hye sun bukan suruhanya Minho kan?
Pasti i2 penjahat kan e0n?
Minho kan belum tw keadaan hye sun.. !!
JiaakKh
Makin penasaran nih, part ll'x jgn lama2 yah e0n :)
http://i54.tinypic.com/2w30vac.jpg[/img]

favorite couple
MinSun
KhunToria :D [/center]

Offline Tir_@

  • Newbie
  • *
  • Posts: 84
    • View Profile
Hi sist... Tx da d update :D
Apa mino uda tau keadaan hyesun & yng jemput hyesun apa itu suruhan mino sist penasaran nih sist next part jng lama2 y sist :D

Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile
sistaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa akYu jadi ngepens ma duo gembul ceking ntu  [laughing] [laughing] [laughing] [laughing]

And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^

Offline Amira

  • Police
  • Senior
  • *****
  • Posts: 613
  • Location: East kal
    • View Profile
Hai Semua...
Gomawo atas komentnya, akan aku usahain part 2 cepat di update tapi gak janji ya minggu ini bisa...

Betul, Min Ho belum tahu kalau hye sun sebenarnya tidak apa2x dan endrivosky salah sandera orang.
Yang jemput Hye Sun itu memang suruhan Min Ho, Waktu Mr. Kim menghubungi Mr. Park menanyakan ttg Min Ho, Mr. Park langsung menemui Mr. Kim & minta ketika menghubungi hye sun untuk sengaja berlama-lama sampai mereka menjemputnya dan membawanya pulang.

Di part 2 waktu Mr.park mau mengabarkan ttg hye sun ke min ho, telponnya tidak aktif dan ditemui ke rumahnya juga tidak bisa ketemu karena dikira min ho mengurung diri krn memikirkan bakal bininya maka mr.park menemui hye sun dan minta hye sun menemui min ho...nah di situ nanti baru ketahuan klo ternyata min ho gak ada di kamarnya dan hye sun nemuin surat dari endrivosky.

@Mami : jawabnya iya, itu my bf yg pertama tapi doi sudah kembali ke penciptanya karena accident 13 thn yg lalu..*jawab pertanyaan mami disebelah, mian mi jawabnya di sini..*

Offline Alin

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1002
    • View Profile
Satu kata dariku ra....lanjutttttttt

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
thenk u onnie buat updetannya... penasaran nih ma part 2 nya... segera ya onnie *minta di  hammer2 ma onnie amira*  [hmpfh] [hmpfh]

Hai Semua...
Gomawo atas komentnya, akan aku usahain part 2 cepat di update tapi gak janji ya minggu ini bisa...

Betul, Min Ho belum tahu kalau hye sun sebenarnya tidak apa2x dan endrivosky salah sandera orang.
Yang jemput Hye Sun itu memang suruhan Min Ho, Waktu Mr. Kim menghubungi Mr. Park menanyakan ttg Min Ho, Mr. Park langsung menemui Mr. Kim & minta ketika menghubungi hye sun untuk sengaja berlama-lama sampai mereka menjemputnya dan membawanya pulang.

Di part 2 waktu Mr.park mau mengabarkan ttg hye sun ke min ho, telponnya tidak aktif dan ditemui ke rumahnya juga tidak bisa ketemu karena dikira min ho mengurung diri krn memikirkan bakal bininya maka mr.park menemui hye sun dan minta hye sun menemui min ho...nah di situ nanti baru ketahuan klo ternyata min ho gak ada di kamarnya dan hye sun nemuin surat dari endrivosky.


onnie... rencana minho apa sih...? nanti Hye sun ya yang bakal nyelametin Min ho... sama bi...? atau malah bi yang jadi dalang semuanya *masih beranggapan sama*

Endrivosky bakal gantian nyandera min ho dunk onnie waktu tahu cd nya gak ada di minho...

ayo dung onnie... lanjutkan... penasaran tingkat tinggi nih.. ditunggu onnie chap berikutnya... [clap] [clap] [clap]