Author Topic: * Bag Scandal * ~Chapter 14 update 290312~  (Read 32693 times)

Offline Amira

  • Police
  • Senior
  • *****
  • Posts: 613
  • Location: East kal
    • View Profile
Mau update tadi pagi tapi inet di kantor gi eror, mudahan nih malam bisa....

MI...tenang mi, mami akan tampil di chap berikutnya ma hubbynya mami...

Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile
siaullll si mami baru nyadar ane kalo nama ane ada nyempil disitu juga  [head break] [head break] [head break] [head break] [ranting] [ranting] [ranting] [hmff]

And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Mau update tadi pagi tapi inet di kantor gi eror, mudahan nih malam bisa....

MI...tenang mi, mami akan tampil di chap berikutnya ma hubbynya mami...
bener ya sis [on] yuhuuuuuu [jumpy] [jumpy] [jumpy] karakter gw ga nyebelin kan sis [chin] [chin]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Amira

  • Police
  • Senior
  • *****
  • Posts: 613
  • Location: East kal
    • View Profile
Additional Cast :
klo gak pas dengan karakternya di pas-pasin aja yah   [biggrin]

Choi Chul Ho as Endrivosky (Ceritanya keturunan Korea dan Rusia,)



Kwang Soo as Ceking

Lee Kye In as Gembul aka Gendut

Ji Jin Hee as Sung Min (Kecakepan ya jadi Sung Min…Aish bingung)



Shin Gook as Mr. Kim aka Sekpri Keluarga Goo

Cheon Ho Jin as Mr. Jung aka Kepala Pelayan Keluarga Lee

Choi Jong Hwan as Mr. Park aka Sekpri Keluarga Lee




Chapter 11


Part 2
[/b]


Pukul 14.30

Min Ho mengendarai mobilnya menuju tempat yang ditentukan oleh Endrivosky. Ia sudah menyiapkan segala sesuatunya untuk mengantisipasi kemungkinan Endrivosky mengetahui barang yang diberikannya palsu.

Min Ho sesekali melirik arloji dilengannya dan juga photo Hye Sun yang diletakkan di dashboard.

“Jangan khawatir baby, saya akan berusaha menyelamatkanmu meskipun … nyawaku taruhannya, aku rela mati demi dirimu…Tunggu aku, baby..” Min Ho mengelus photo Hye Sun dengan lembut dan mendekatkan kebibirnya.

Dengan keyakinan dan semangat menggebu, Min Ho menancap gas lebih kencang lagi, ia ingin cepat sampai lebih dulu untuk mengantisipasi keadaan.  

***<<<>>>****

Pukul 14.45

Kediaman Keluarga Lee

Sementara itu Hye Sun baru saja sampai di kediaman keluarga Lee, dengan enggan ia ke luar dari mobil yang langsung di sambut oleh Mr. Kim dan Mr. Park.

“Annyong Haseyo, Agashi.” Kata Mr. Kim dan Mr. Park bersamaan membungkuk hormat..

“Annyong… Ada apa sebenarnya dan … kenapa saya di bawa kemari ?” Tanya Hye Sun dongkol dengan mulut maju beberapa centi.

Awalnya Hye Sun tidak menyadari kalau mobil BMW hitam keluaran terbaru yang dinaikinya menuju di mana sekarang ia berpijak. Hye Sun tersadar ketika ia merasa asing dengan jalan yang mereka lewati sewaktu melayangkan pandangannya ke luar jendela.

FLASHBACK :

“Hei…STOP…hentikan mobil ini … kalian mau membawa saya kemana ?” Hye Sun menggedor-gedor kaca pembatas kursi depan dan belakang.

Kaca bergeser perlahan dan sebuah kepala menyembul yang ternyata lelaki berbadan besar.

“Ada apa, Agashi ?” Tanyanya tenang.

“Tolong, hentikan mobil ini…Saya bisa pulang sendiri, pleaseeeee.” Kata Hye Sun dengan wajah memelas. Ia merasa curiga jika orang-orang itu bukan suruhan Min Ho yang mencarinya karena jalan pulang ke rumah orang tuanya tidak lewat jalanan itu, jadi ia berusaha mencari cara supaya bisa kabur.

“Sosongheo Agashi, kami tidak bisa membiarkan agashi pulang sendiri.. Ini perintah bos.” Kata orang itu lagi dan hendak menutup kembali kaca pembatas itu tapi di tahan oleh Hye Sun.

“Katakan sejujurnya, kalian mau membawa saya kemana heh…?” Tanya Hye Sun mulai tidak sabar.

“Oh…mianhae agashi, rencana berubah, kami di minta membawa agashi ke rumah bos besar.” Jelas Orang itu masih dengan tenang.

“Mwo…!? Bos besar itu…mak…sud…nya bukan…Lee…” Hye Sun terbata-bata dan tidak bisa meneruskan lagi kata-katanya, ia tercekat, ke dua tangannya menempel ke mulut menutupi kekagetannya.

“Ne, ke rumah Lee Min Ho-Ssi… Wegude agashi?” Tanya orang itu mengernyitkan alis melihat Hye Sun gelisah seperti cacing kepanasan.

“Ehm…ahniyo.” Bantah Hye Sun menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Eh tunggu, kenapa saya harus di bawa ke sana ?” Hye Sun menahan lagi kaca pembatas itu ketika orang yang mengawalnya itu hendak menutupnya.

“Mianhamnida, agashi, kami hanya menjalankan perintah.” Kata orang itu sopan lalu menutup kaca.

Hye Sun hanya bisa menghembuskan nafas berat dan otaknya berpikir keras, .. “Ada apa ini sebenarnya ? Perjanjian itu !?…Akhhh…aku tidak bisa bertemu dengannya sekarang…”

Hye Sun memegang kepalanya yang terasa makin berat.

END FLASBACK

***<<<>>***

Pukul 15.00

Sementara itu Endrivosky sangat murka pada si duo karena akibat kecerobohan mereka maka sanderanya berhasil kabur.

Endrivosky mengacak-acak rambutnya yang sudah acak-acakan, ia tidak bisa lagi melakukan penukaran jika sanderanya tidak ada sedangkan waktu sudah semakin sempit di mana jarak dari apartemennya dengan tempat yang dijanjikannya pada Min Ho memakan waktu 2 jam jika tidak macet.

Endrivosky mengumpat-umpat dan berjalan mondar-mandir, ia serasa hampir gila memikirkan semua itu. Pandangannya tidak sengaja terarah ke barang rongsokan yang dijadikan pengganti oleh sanderanya yang kabur, Endrivosky diam cukup lama menatap barang itu lalu ia menjentikkan jarinya dan tersenyum jahil.

***

Tidak jauh dari apartemen Endrivosky, si duo berjalan dengan memegangi wajahnya yang benyok dan biru-biru. Mereka saling menyalahkan atas kaburnya sandera.

Si gembul berhenti ketika melihat penjual makanan, air liurnya menetes dan matanya tidak berkedip. Si ceking yang mengomel dan berjalan menjauh tidak dihiraukannya, si ceking menoleh ke samping karena merasa tidak dihiraukan oleh temannya. Ia mengernyitkan alisnya melihat si gembul sudah tidak berada di sampingnya dan ketika pandangnnya menangkap seorang penjual makanan dan pembeli yang bertubuh tambun barulah ia sadar.

“Hei..! Apa yang kau lakukan di sana ?” Omel si ceking kesel setengah berteriak, mereka diperintahkan mencari sandera yang kabur, eh si gembul malah sempat-sempatnya makan dengan santai.

“Menurutmu apa ?” Balik si gembul bertanya dengan mulut masih mengunyah bakso ikan dengan rakus tanpa berpaling ketemannya.

“Iyaaa tahu, kamu lagi makan tapi kita kan sedang…*glek*...” si ceking yang sudah berada di sisi si gembul rupanya mulai berliuran juga melihat si gembul makan dengan nikmat. “…eit, tunggu…apa kamu punya uang.” Bisiknya ke telinga si gembul.

Si gembul hanya mengangguk karena mulutnya penuh dengan makanan, si ceking akhirnya ikutan mengambil bakso ikan yang awalnya satu tapi begitu merasakan satu gigitan, ia kemudian mengambil lagi beberapa tusuk hingga berebut dengan si gembul dan lupa dengan tugas yang diperintahkan oleh Endrivosky.

Setelah kenyang dan puas makan, sebenarnya si gembul mau lagi tapi baksonya sudah habis, ia mengeluarkan dompet dan menyerahkan beberapa lembar uang won.

Si ceking mengerutkan alisnya melihat dompet si gembul karena setahunya si gembul kan tidak punya dompet apa lagi uang. Karena rasa penasaran yang tinggi si ceking merebut dompet si gembul dan memeriksa isinya. Hanya ada photo seorang lelaki muda dengan ke dua orang tuanya dan  photo seorang anak perempuan dan anak lelaki sedang bermain di taman dengan ceria. Tidak ada kartu kredit atau apa pun yang berharga, hanya tanda pengenal atas nama Sung Min, sedangkan uangnya sudah habis di pakai oleh si gembul.

Si gembul berusaha merebut kembali dompet warna coklat itu dari si ceking tapi tidak berhasil karena posturnya yang pendek, ibarat jari tengah tangan bersanding dengan jempol kaki.

“Hei gembul! Dari mana kamu mendapatkan dompet ini ?” Tanya si ceking masih mengubek-ubek dompet walaupun sudah diperiksanya tapi ia masih tetep memeriksanya lagi.

Si gembul mendadak diam dan salah tingkah.

“Ayo cepat pergi, nanti bos marah jika tahu kita hanya diam saja si sini.” Ujar si gembul bermaksud mengalihkan pembicaraan dan berlalu dari situ untuk menghilangkan jejak tapi langsung di tarik bajunya oleh si ceking sehingga si gembul hampir terjatuh.

“Ayo katakan…dari mana kamu ambil dompet ini ?” Selidik si ceking menatap tajam si gembul.

Si gembul tidak berani mengangkat wajahnya, pandangannya tertuju ke ujung kakinya tanpa berani menatap si ceking yang menjulang tinggi dihadapannya.

Karena si ceking menggeram dan mencengkeram erat kerah bajunya maka akhirnya si gembul buka mulut juga.

“A…aaanu…a..ku ambil dari gadis itu..” Aku si gembul dengan takut-takut.

“APAAA…!?” si ceking tidak percaya.

“Iya, betul…aku tidak bohong…” Bela si gembul.

“Berarti … kita ... sudah salah ….” Si ceking melepaskan tangannya dari si gembul dan berjalan dengan tampang yang aneh seraya menggumam tidak jelas.

Si gembul jadi heran melihat tingkah temannya, ia terpaksa berlari mengejar si ceking yang langkahnya lebar.

***<<<>>***

“Agashi ! Agashii !” Panggil Mr. Kim karena sepertinya Hye Sun tidak memperhatikan penjelasan dari Mr. Park.

Hye Sun tersadar dari lamunannya dan menoleh ke Mr. Kim.

Mereka sekarang sudah berada di dalam rumah dan sedang menuju ke kamar Min Ho.

Ketika sudah di depan pintu kamar Mr. Park hendak mengetuk pintu tapi di tahan oleh Hye Sun.

“Tung…tunggu… kenapa saya di bawa ke mari ?” Tanya Hye Sun bingung dari tadi otaknya terus mencari cara ke luar dari tempat ini.

Mr. Park dan Mr. Kim saling berpandangan heran lalu menoleh ke Hye Sun dengan dahi berkerut.  
Mr. Kim permisi sebentar ke Mr. Park lalu meminta nona mudanya mengikutinya.

Hye Sun mengikuti Mr. Kim, setelah agak jauh Mr. Kim menjelaskan ke nonanya kalau Min Ho mengurung diri begitu pulang dari kantor sampai sekarang dan tambahan informasi dari Mr. Jung bahwa tuan mudanya kelihatan sangat tertekan dan menderita sekali dan tidak mau bertemu siapapun juga. Mr. Jung dan Mr. Park khawatir tuan muda mereka berbuat yang tidak-tidak karena sampai sekarang Mr. Park belum bisa menemuinya untuk mengabarkan kalau Hye Sun selamat dan tidak kurang suatu apapun, jadi mereka minta tolong Hye Sun. Mungkin dengan kedatangan Hye Sun maka Min Ho akan kembali sehat dan bersemangat seperti sebelumnya sebelum orang tuanya kembali dan mengetahui keadaan ini.

Setelah mendengar penjelasan Mr. Kim, Hye Sun berulang kali menghembuskan nafas berat dan mau tidak mau ia akhirnya memenuhi permintaan mereka.

Mr. Park mengetuk pintu berulang kali tapi tidak ada suara atau apapun dari dalam, hampir 15 menit mereka di depan pintu kamar Min Ho tetap tidak ada teriakan marah atau pintu di buka. Wajah-wajah yang berada di situ pada cemas dan khawatir Min Ho berbuat nekat karena setahu mereka yang mengenalnya dari kecil Min Ho tidak pernah sebegitu tertekan seperti sekarang jika ada masalah.

Mr. Park minta Mr. Jung membuka pintu kamar Min Ho tapi ia menggeleng pelan dan mengatakan pintu di kunci dari dalam jadi tidak bisa di buka dari luar.

Bodyguard yang berbadan besar di minta untuk mendobrak pintu kamar. Dengan sekali tendang “BRAAAAAKK” pintu terbuka. Mereka berhamburan masuk ke dalam dan memanggil nama Min Ho tapi tidak ada jawaban. Semua berpencar mencarinya karena kamar itu besar jadi tidak bisa dengan cepat menemukannya. Setiap sudut ruang di periksa tapi tidak ada tanda-tanda, Mr. Jung berteriak tertahan dari dalam dekat tempat tidur yang jendelanya terbuka.

“Oh…Tidak..!?”

Hye Sun yang sampai lebih dulu di tempat Mr. Jung berteriak.

“Mwo…!?”

Mr. Jung menunjuk ke jendela yang terbuka lebar, Hye Sun mendekat dan mengarahkan pandangan ke luar jendela, ada seutas tali yang masih bergantung di sana. Ketika ia menyibak gorden putih yang menutupi jendela hendak menyentuh tali tambang itu, secarik kertas jatuh ke lantai, dengan cepat diambilnya dan memasukkan ke dalam saku. Bersamaan dengan datangnya Mr. Kim dan Mr. Park serta yang lainnya.

Mereka menginvestigasi tempat itu dan kemudian membagi tugas untuk mencari ke mana perginya Min Ho. Mr. Park mendekati Hye Sun yang dari tadi hanya diam memperhatikan mereka seperti ada sesuatu yang sedang dipikirkannya dan terlihat gelisah sekali ingin cepat berlalu dari tempat itu.

“Agashi !”

Hye Sun mengangkat kepalanya yang menekuni lantai dari tadi.

“Mwo..?”

“Agashi jangan khawatir, tuan muda pasti baik-baik saja.” Hibur Mr. Park menenangkannya.

Hye Sun hanya tersenyum halus dan minta diri begitu yang lain juga bubar mau mencari Lee Min Ho.

***<<<>>>***

Pukul 15.30

Apartemen Endrivosky

Sebelum si gembul membuka pintu di cegah oleh si ceking.

“INGAT… Jangan sampai bos tahu.” Ancam si ceking berbisik,  si gembul mengangguk tanda mengerti.

Begitu mereka masuk, Endrivosky sudah bersiap-siap hendak pergi. Melihat si duo datang, Endrivosky memerintahkan mereka untuk mengangkat barang rongsokan, duplikat sandera.

Si duo saling berpandangan heran melihat bosnya tidak bertanya macam-macam dengan usaha mereka mencari sandera yang kabur.

“Untuk apa bos ?” Tanya si gembul polos.

Si ceking memukul kepala si gembul dan berbisik.

“Sudah..tidak usah banyak tanya, lakukan saja perintah bos…nanti kalau ketahuan kita celaka.”

“Hei cepat ! Nanti kita terlambat.” Teriak Endrivosky dari luar.

Si duo langsung bergegas menyusul bosnya sambil mengangkat barang-barang yang diperintahkan bosnya.

***<<<>>>***

Sementara itu di kediaman keluarga Goo

Hye Sun gelisah dikamarnya, 2 orang suruhan Min Ho berjaga di luar kamarnya. Ia mendesah kesal karena tidak bisa segera pergi mencari tahu apa sebenarnya yang terjadi pada Min Ho. Ia sendiri bingung setelah dari ruang bawah tanah di gubuk pemakaman kakeknya, rasa penasarannya akan sesuatu yang tidak biasa makin tinggi dan juga berani melakukan sesuatu yang dulu harus berpikir seribu kali baru dilakukannya.

Hye Sun ke luar dari kamarnya dan berjalan menuju ke kamar kakeknya, ke 2 orang suruhan Min Ho mengikutinya dari belakang. Hye Sun merasa tidak bebas, gerak-geriknya selalu diikuti dan diawasi oleh bodyguard. Hye Sun melihat 3 orang pelayan yang membersihkan figura dan lukisan di dinding sepanjang lorong. Tiba-tiba ia tersenyum lalu memanggil seorang pelayan dan memintanya ikut ke dalam kamar kakeknya, sementara bodyguard menunggu di luar.

Sesampainya di dalam Hye Sun berbisik pada pelayan yang postur tubuhnya kecil mungil sepertinya.
Pelayan itu ternganga dengan mata melotot, ia kemudian menggeleng pelan. Hye Sun mengatupkan ke dua telapak tangannya di dada dan menggerak-gerakkannya naik turun dengan wajah memelas. Pelayan itu sepertinya bingung harus bagaimana dengan permintaan majikannya, ia menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal

Beberapa menit kemudian, pintu kamar terbuka dan seorang pelayan ke luar dan berusaha menyembunyikan wajahnya sementara Hye Sun terlihat berdo’a di altar dengan khusuk.

Ke 2 bodyguard melihat calon istri majikannya masih berada di dalam kemudian membolehkan pelayan itu pergi dan mereka sendiri kembali berdiri tegap di sisi pintu luar.

Ke 2 pelayan yang masih mengerjakan tugasnya memanggil temannya dan mereka kaget karena ternyata itu bukan temannya tapi nona mudanya. Hye Sun menempelkan telunjuk di bibirnya dan minta salah satu pelayan itu mengikutinya. Sambil berjalan Hye Sun membisikkan sesuatu dan pelayan itu mengangguk. Mereka kemudian berpisah di tikungan yang menuju lantai atas ke kamar Hye Sun dan ke luar.

Tidak lama kemudian seorang pelayan masuk dan menyerahkan bungkusan ke Hye Sun yang menunggu dengan gelisah dalam balutan baju pelayan di kamar para pelayan yang terletak di sisi luar kediaman Goo. Setelah memeriksa isinya, ia masuk ke dalam kamar ganti dan setelah 3 menit ia ke luar mengenakan pakaian serba hitam dan topi bisbol menutupi wajahnya.

Hye Sun menyerahkan baju pelayan yang tadi dipakainya dan mengambil tas ransel kemudian menuju pintu tapi sebelum ke luar ia berbalik lagi.

“Kunci mobilnya ?” Pinta Hye Sun.

Pelayan itu baru tersadar dan ia merogoh saku rok depannya dan menyerahkan kunci mobil.

“Khamsahamnida…tolong jaga rahasia ini.” Hye Sun tersenyum lalu bergegas pergi meninggalkan pelayan yang tertunduk lesu dan menghembuskan nafas berat berulang kali kemudian menatap baju seragam pelayan yang dipegangnya, ia teringat sesuatu lalu cepat-cepat memasukkan baju itu ke dalam kantong bekas membungkus pakaian Hye Sun.

***<<<>>>***

Sementara itu di tempat lain, di dalam sebuah mobil yang sedang melaju kencang membelah kota Seoul, Bi mengemudikan mobil dengan tampang serius dan sepertinya sedang di buru waktu.

Informasi yang disampaikan oleh temannya beberapa menit yang lalu membuat ia tergesa-gesa dan tidak memperdulikan lagi rambu-rambu lalu lintas.

“Pantas saja dia memintaku menjaga pemuda itu, rupanya dia sudah mulai jatuh hati pada pemuda yang sombong itu. Oh Hye Sun-aa… aku akan turut bahagia jika lelaki ini memang sangat berarti untukmu dan aku berjanji akan mempertaruhkan nyawaku demi kebahagianmu. Yah…aku janji, walau aku tidak menyukainya tapi demi dirimu.”

Bi mengeluarkan ponsel dari saku bajunya dan menekan angka-angka yang sudah di luar kepala, beberapa saat kemudian ia mendengus kesal karena nomor yang dihubungi tidak aktif. Kemudian ia menekan lagi angka lain dan mengetuk-ngetukkan jemari tangannya ke stir menunggu hubungan tersambung.

“Selia !…Bagaimana ? Apa sudah ketemu ? Oh…jadi begitu…baiklah, aku akan segera ke sana, lalu yang lain apa sudah ada yang ke sana ?....Ok, sampai ketemu di sana tapi ingat jangan bertindak gegabah karena penjahat ini sudah lama kita buru jadi jangan sampai lepas lagi.” Bi memutus hubungan lalu memasukkan ponsel ke saku dan menancap gas lebih cepat lagi menuju ke suatu tempat.

***<<<>>>***

Pukul 16.00

Namsan N Seoul Tower and Park

Min Ho sudah sampai di tempat yang di tuju, ia memarkirkan mobil di tempat yang agak tersembunyi namun mudah untuk ke luar jika harus pergi dengan cepat dan mendesak. Sebelum ke luar ia memeriksa semua barang bawaannya dari dalam dashboard dan memasukkan barang tersebut ke dalam saku jaket dan celana jeansnya. Ketika ia memegang sebuah pistol magnum, ia terdiam sejenak, pistol itu digenggamnya erat-erat, sepertinya ia sedang menimbang-nimbang antara membawa senjata itu atau tidak. Akhirnya ia memutuskan untuk tidak membawanya karena bisa jadi penjahat itu akan melukai Hye Sun jika melihatnya membawa senjata.

Min Ho ke luar dari mobil, menarik nafas panjang dan beberapa menit kemudian ia berbaur dengan orang-orang yang ramai berkunjung ke Namsan Tower.

***<<<>>>***

Pukul 17.30

Area Namsan N Seoul Tower sudah semakin ramai, karena banyak muda-mudi yang berkunjung ke tempat itu pada sore hari dan ada juga yang bermain di sana sepulang sekolah dan ada juga yang sudah berjanji ketemu di sana dengan pacar atau sahabat untuk menikmati pemandangan sore hari dari atas tower maupun melalui cable car, atau hanya duduk di Namsan Park, atau melihat-lihat ke Namsan Botanical Garden, dan ada juga yang sekedar membaca buku atau mencari literatur di Namsan Public Library .

Seseorang yang berpakaian serba hitam dan bertopi kupluk warna hitam merah berada di antara kerumunan pengunjung yang menuju ke Namsan Park di mana di sana ada aquarium, Paljakjung (an octagonal pavilion), Cable car, dan fountain. Orang itu melihat ke kiri dan kanan dengan waspada.

****

Sementara itu di area parkir seorang gadis yang berpenampilan seperti lelaki memakai jaket kotak-kotak hitam putih dan celana jeans hitam, yang tidak lain adalah Hye Sun, memarkir mobil kemudian ke luar dengan terburu-buru. Cukup lama ia berada di area itu mengamati mobil-mobil yang jumlahnya ratusan. Ia merasa putus asa karena tidak menemukan mobil yang dicarinya. Dengan langkah agak gontai ia ke luar area parkir dan hendak berjalan menuju ke Namsan Park karena dari secarik kertas yang ditemukannya mengatakan tempat itu.

Karena berjalan sambil melamun ia terantuk mobil yang agak terlindung pohon dan berada di ujung hendak ke luar parkir menuju ke Nansam Park. Ia meringis kesakitan mengelus kakinya dan ketika matanya melirik ke mobil yang berwarna merah, ia seperti mengenal mobil itu. Tanpa menghiraukan rasa sakit dikakinya, ia mengamati mobil itu dan juga platnya.

“Tidak salah lagi ini mobilnya dan sepertinya ia sudah sekitar 2 jam berada di sini karena mobilnya dingin di sekitar mesin.” Hye Sun tercengang sendiri begitu menyadari keanehan yang terjadi pada dirinya, sudah beberapa kali hal seperti itu terjadi mulai dari ia menemukan sapu tangan hingga berhasil menyelamatkan Sung Min dan juga sekarang.


Tidak jauh dari situ ada seorang lelaki berpakaian rapi dengan jas warna hitam, dilihat dari gerak-geriknya ia buka orang biasa, sedang mengamati area parkir. Hye Sun melihat orang itu sedang mengawasi setiap mobil yang ke luar masuk, sepertinya ia sedang mencari seseorang atau sesuatu. Hye Sun cepat bersembunyi di balik pohon ketika pandangan orang itu mengarah kepadanya. Begitu orang itu lengah, Hye Sun dengan tergesa berjalan mengikuti rombongan wisatawan yang lewat menuju ke Namsan Park.

***

Sekitar 15 menit kemudian sebuah mobil memasuki area parkir Namsan N Seoul Tower and Park, seorang lelaki berpakaian rapi mengenakan jas warna hitam dan dasi warna senada garis putih ke luar dari mobil, di telinganya terpasang alat kecil yang tersamar dengan rambut hitam kecoklatan ~ yang ternyata Bi aka Rain. Ia menghampiri lelaki yang di lihat Hye Sun sebelumnya. Mereka kelihatan berbincang kemudian lelaki itu menunjuk ke tempat di mana mobil Min Ho berada, Bi mengangguk dan menepuk pundak lelaki itu.

****

Min Ho duduk di salah satu kursi taman setelah merasa lelah berkeliling, ia belum menemukan orang yang mungkin menculik Hye Sun ~ salahnya Min Ho nih di sini kenapa ponselnya dimatikan sehingga Mr. Park tidak bisa mengabarkan jika Hye Sun sudah kembali ke rumahnya dan tidak ada sesuatu yang terjadi padanya ~. Karena tidak mengenal penculiknya maka Min Ho tidak mau gegabah menghubungi polisi atau pun menyewa detektif, demi nyawa orang yang dikasihinya ia terjun sendiri menghadapi penjahatnya.

Min Ho mulai gelisah melihat jam di taman sudah menunjukkan pukul 17.50, berdasarkan surat dari penjahat bahwa jika pukul 18.00 ia belum datang membawa barang yang mereka minta maka nyawa Hye Sun jadi taruhannya.

Ada 2 orang lelaki yang postur tubuhnya sedang dan berperawakan gemuk pendek ~komplotan Endrivosky  ~, menghampiri Min Ho tepat pukul 17.56 dari belakang. Wajah mereka tertutup dengan topi dan memakai mantel sepanjang lutut.

Min Ho tersentak ketika sebuah benda menyentuh pundaknya, ketika Min Ho menoleh ke belakang Endrivosky melarangnya.

“Don’t move ! Follow my instruction.”
 
“OK.” Min Ho diam di tempat, hanya matanya yang melihat ke kiri dan kanan tapi ia tidak bisa melihat orang yang berada dibelakangnya.

“Mana barangnya ? Cepat berikan...atau ?” Endrivosky mulai mengancam.

“Aku tidak akan menyerahkannya jika belum melihat orang yang kalian sandera.” Min Ho masih bisa berpikir logis meskipun benda yang menyentuh pundaknya makin ditekankan ketubuhnya oleh Endrivosky.

“Hahaha...ternyata anda pintar bernegosiasi juga Lee Min Ho-Ssi...baiklah kita sepakat tapi..anda jangan berbuat nekat jika ingin gadis itu selamat. Sekarang berdiri dan jalan ke tempat parkir.” Perintah Endrivosky.

Min Ho sebenarnya geram karena di perintah oleh Endrivosky tapi ia belum bisa berbuat apa-apa sebelum melihat Hye Sun dan membebaskannya, sehingga ia menuruti apa saja perkataan Endrivosky.


Sementara itu tidak jauh dari tempat Min Ho dan Endrivosky, Hye Sun memperhatikan setiap orang yang ada di Namsan Park terutama kepada pemuda-pemudanya, ia tidak menyingkirkan segala kemungkinan jika Min Ho juga menyamar untuk mengelabui orang lain.

Sekitar 3 meter didepannya seorang lelaki bertubuh tinggi dan padat berisi berjalan ke arahnya diikuti, tepatnya di kawal dengan ketat oleh 2 pria berbadan gemuk pendek dan sedang yang tubuhnya ditutupi mantel dan topi. Hye Sun seperti mengenal ke 3 pria yang jaraknya sudah semakin dekat dengannya.

Hye Sun pura-pura terjatuh ketika ke 3 lelaki itu sudah berada disampingnya hingga menabrak salah satu dari mereka.

“Oh...I’m sorry..” Kata Hye Sun dengan suara diparaukan dan melepaskan diri dari pegangan orang yang ditabraknya sambil mengamati ke 3 orang itu.

Orang yang ditabraknya hanya tersenyum lalu melanjutkan langkahnya lagi karena 2 lelaki dibelakangnya sepertinya sudah tidak sabar, meninggalkan Hye Sun yang ternganga melihat senyum khas dari pria itu dan juga benda hitam mengkilat di punggung pria yang ditabraknya ketika mereka melewatinya.

“Ohhh my God, i...itu mereka dan senjata....senjata itu siap menembus tubuhnya...Oh, tidak...aku harus bisa mencegah sebelum semuanya terlambat.”

Hye Sun bergegas mengikuti mereka setelah terpana sesaat dari jalan yang berbeda karena mereka terlihat sangat waspada dan sesekali menoleh ke belakang sepertinya mereka merasa kalau diikuti.

Langkah Hye Sun terhenti ketika melihat sesosok pria yang sangat dikenalnya sedang berdiri tidak jauh dari pintu masuk dengan tangan diletakkan di pinggang, sepertinya sedang berbicara dengan seseorang melalui alat yang terpasang ditelinganya, sementara matanya menyapu isi taman.

“Aish....kenapa oppa ada di sini...kalau dia melihatku bisa gawat nih....Yiah, mereka sudah tidak terlihat lagi..kemana mereka membawa Min Ho.”

Hye Sun manyun karena kehilangan jejak orang-orang yang membawa Min Ho, sementara itu Bi masih berdiri diposisinya dan beberapa saat kemudian melangkah menuju ke arah Hye Sun.

***

“Orang  yang menabrakku tadi sepertinya tidak asing, lekukan dan bentuk  tubuhnya seperti Hye Sun.... Apakah orang itu tadi Hye Sun..?.. Aish, tidak mungkin...Hye Sun kan di sandera oleh orang-orang ini, lagi pula suara orang tadi lebih mirip laki-laki daripada wanita.”

“Hei ! Cepat jalannya, jangan melamun.” Bentak Endrivosky.
Min Ho mempercepat langkahnya, sepuluh menit kemudian Min Ho di minta berhenti.

”Sekarang serahkan cd itu, gadis anda ada di dalam mobil itu.” Kata Endrivosky mengarahkan telunjuknya ke sebuah mobil sedan butut warna hitam sekitar 10 meter dari tempat mereka berdiri.

“Bagaimana aku tahu kalau gadis di dalam mobil itu adalah Hye Sun...dan sepertinya ia tidak bergerak?” Tanya Min Ho berusaha mencari kesempatan untuk terbebas dari Endrivosky.

“Ok! Terserah anda, rupanya anda lebih suka melihatnya sudah jadi mayat.” Ancam Endrivosky namun Min Ho berusaha tetap tenang, tangannya mengepal erat menahan emosinya.

Endrivosky mengeluarkan ponsel dan menekan beberapa tombol lalu setelah tersambung...

“Lakukan rencana B, sepertinya pacarnya tidak menginginkannya lagi..” Endrivosky melihat ke Min Ho yang keringat dingin mulai membasahi wajahnya mendengar ancaman Endrivosky.

“Iya...laksanakan sekarang juga...” Perintah Endrivosky.

“Stop....hentikan ! Baik, cd itu ada padaku sekarang tapi... tolong jangan ganggu kami lagi dan begitu kuserahkan cd ini kalian harus enyah dari kehidupanku.” Pinta Min Ho.

“OK! Sekarang mana cd nya ?” Pinta Endrivosky.

“Aku akan meletakkan cd itu di jalan 2 meter setelah aku melangkah dan kalian boleh mengambilnya.” Ujar Min Ho.

“Hmpf...anda memang susah di ajak nego dalam satu kalimat, Lee Min Ho-Ssi, aku sudah muak dengan permintaan anda... sekarang CEPAT sana jalan, bergabunglah dengan pacar anda tapi ingat...jangan berbuat nekat, anak buahku siap menghabisinya.” Endrivosky sudah tidak sabar menghadapi Min Ho.

Tubuh Min Ho di dorong oleh Endrivosky hingga terhuyung-huyung, setelah berhasil mengendalikan diri ia mengeluarkan sesuatu dari jaketnya dan beberapa langkah kemudian meletakkannya di atas sebuah mobil, lalu berjalan dengan langkah lebar dan cepat menuju ke sedan hitam butut.

Min Ho memperhatikan orang di dalam sedan yang badannya tertutup kain, coba dipanggilnya tapi tidak ada jawaban. Min Ho mengernyitkan alisnya karena sudah beberapa kali di panggil tapi tetap tidak ada pergerakan dan jawaban sementara para penjahat sudah tidak terlihat lagi ditempatnya berdiri demikian juga dengan cdnya.

Min Ho mencoba memberanikan diri membuka pintu mobil, berbagai macam pikiran buruk merayapi pikirannya. Ketika tangannya sudah memegang kenop pintu dan tinggal menekannya ke atas, seseorang menabrak tubuhnya hingga terjatuh dan terpelanting 2 meter dari sedan tersebut..

Min Ho bersungut dan berdiri dengan kesal, sudah 2 kali ia di tabrak orang selama berada di tempat itu.

“Hei! Anda punya ma_...” Min Ho tidak meneruskan kata-katanya ketika orang yang menabraknya menyebut namanya.

“Ayo cepat pergi dari sini, Min Ho!” Kata Hye Sun yang rupanya melihat Min Ho mendekati mobil sedan itu dan sebelumnya melihat si ceking menyalakan sumbu yang ujungnya mengarah ke sedan butut di mana Min Ho tadi berada.

“Baby...!?”

Min Ho tercengang mendengar suara orang yang sebelumnya menabraknya adalah Hye Sun. Hingga kesal dan emosinya langsung lenyap berganti dengan bingung, alisnya berkerut, ia terpaku ditempatnya memikirkan kejanggalan dan keanehan itu karena di dalam mobil sedan masih terlihat ada orang yang menurut penjahatnya adalah Hye Sun. “Lalu siapa dia sebenarnya...? Apa Hye Sun ada 2 orang...?”  namun orang itu menarik tangannya dan menyeretnya menjauhi sedan itu.

“Tung...gu siapa kamu sebenarnya...?” Min Ho berhenti dan mengibaskan tangannya dari orang itu.

”Tidak ada waktu lagi, sekarang kita harus pergi dari sini secepatnya...nanti aku jelaskan, kalau tidak kita semua akan binasa.” Orang itu menarik lagi tangan Min Ho dan mengajaknya lari tapi Min Ho tetap tidak bergeming.

“AYO Min Ho-ya!” Orang itu berusaha menarik Min Ho yang pandangannya tertuju ke mobil sedan butut.

“OK...baiklah, rupanya kamu lebih menyukai barang rongsokan itu daripada diriku.” Orang itu ~Hye Sun yang menyamar~ melangkah cepat meninggalkan Min Ho yang masih bingung.

“MWO… !?” Min Ho melihat ke mobil sedan dan ke Hye Sun yang semakin jauh didepannya dan hanya terlihat punggungnya dikeremangan senja, otaknya masih belum bisa mencernanya.

“HEI..!! Tung...gu.”  Bersamaan dengan Min Ho melangkahkan kakinya antara kembali atau mengikuti orang yang suaranya mirip Hye Sun, terlihat cahaya terang dan tidak lama api membumbung tinggi didahului dengan bunyi “Dhuaaarrrrr” di belakangnya.

Min Ho kaget dan terpana sesaat lalu tangannya di tarik oleh seseorang dan ia kemudian mengikuti orang itu berlari dan berlindung di sebuah pohon yang besar. Di belakang mereka 2 mobil yang berdekatan dengan sedan butut itu ikut meledak dan terbang ke udara dan kemudian jatuh lagi ke tanah beberapa meter dari posisinya semula.

10 menit kemudian tidak terdengar lagi bunyi ledakan, tinggal api yang menghanguskan kerangka mobil dan tidak berselang lama beberapa orang berpakaian seragam petugas keamanan dari tempat itu datang berusaha memadamkan api supaya tidak meluas dan melukai pengunjung.

Min Ho terhenyak di balik pohon dengan nafas memburu dan samar-samar matanya menangkap sosok seseorang 30 cm darinya terduduk bersandar di pohon. Min Ho tersentak ke belakang begitu mengenalinya sebagai orang yang mengaku dirinya Hye Sun. Orang itu tidak bergerak tapi detak jantungnya masih terdengar. Min Ho mendekatinya dan mencoba menyadarkan orang itu tapi sepertinya orang itu pingsan.

“Akhhh…siapa sebenarnya orang ini? Kenapa suaranya persis dengannya tapi penampilan seperti lelaki...lalu...yang di dalam mobil itu siapa..? Aish...kenapa aku pabo begini...ayo Min Ho berpikirlah!.”

Min Ho memberanikan diri membuka topi yang menutupi sebagian wajah Hye Sun dengan perlahan dan begitu topi itu terlepas dengan wik yang menutupi kepalanya, Min Ho ternganga tidak percaya dengan penglihatannya dengan penerangan yang seadanya karena kegelapan malam mulai menggelayuti di langit dan lampu diparkiran itu sebagian dipadamkan akibat terjadinya kebakaran di tempat itu.

“Baby…!?” Min Ho mengeluarkan ponsel dan menekan tombol on dan ia mendekatkan ponsel yang mengeluarkan cahaya terang disekitarnya ke Hye Sun untuk memastikan penglihatannya tidak salah.

“Ohhh…benar…ini kau, baby..” Kata Min Ho hampir tidak terdengar dan langsung memeluknya dan mencium kening Hye Sun.

“Baby…baby…sadarlah… Mianhae, aku meragukanmu tadi…ayo baby, sadarlah…kumohon.” Min Ho menepuk-nepuk pipi Hye Sun yang berada dalam pangkuannya pelan sembari memanggil-manggil namanya.

5 menit kemudian kelopak mata Hye Sun bergerak-gerak dan membuka perlahan. Setelah matanya terbiasa dengan gelap, ia mengenali orang yang memangkunya. Ia tersenyum dan tangannya berusaha menggapai wajah Min Ho.

“Baby, syukurlah kamu sudah siuman…aku…a ku memang pabo, mianhae, baby..” Min Ho membawa Hye Sun dalam pelukannya lebih erat lagi.

“Min Ho…kamu gwencahana…?” Kata Hye Sun lemah dan ia merasa kepalanya sakit sekali, tangannya memegang bagian belakang dan ada sesuatu ditelapak tangannya yang terasa agak lengket dan basah.

“Ne, tapi kamu, baby … apa kamu tidak apa-apa ? Apa itu…?” Min Ho mengernyitkan alisnya melihat raut wajah Hye Sun yang memucat setelah membaui telapak tangannya.

Ia kemudian menarik tangan Hye Sun dan memeriksa telapak tangannya, ada sesuatu yang gelap, basah dan lengket. Min Ho mencium telapak tangan Hye Sun dan begitu mengenali bau itu.. “Darah…!?”.. ia terlihat panic lalu memeriksa bagian belakang kepala Hye Sun namun karena gelap jadi tidak terlihat hanya tangannya saja yang terasa basah begitu menyentuh kapala Hye Sun.

Min Ho mengeluarkan sapu tangan dari saku celananya dan menekankan ke bagian yang luka. Dengan satu hentakan ia berhasil berdiri memangku Hye Sun yang semakin pucat.

“Baby..! Baby…, kamu masih mendengarku…?” Min Ho mengajak Hye Sun bicara supaya kesadarannya tetap terjaga.

“Ne…kita mau kemana ?” Tanya Hye Sun lemah dalam gendongan Min Ho.

“Ke rumah sakit…ya rumah sakit…kita harus segera ke sana, baby…bertahanlah…aku mohon.” Min Ho berusaha tetap tenang meskipun sebenarnya ia gelisah, khawatir dan was-was semua bercampur jadi satu.

Min Ho melangkah dengan cepat dan lebar menuju ke mobilnya, ponselnya yang terus berbunyi dari awal diaktifkannya tidak satupun yang dihiraukannya. Banyak pertanyaan yang menumpuk dikepalanya menuntut jawaban yang memuaskan dari Hye Sun tentang semua kejadian yang aneh tersebut tapi semua itu menguap begitu saja melihat kondisi Hye Sun yang terluka di kepala bagian belakang.

Sapu tangan yang ditekankan ke kepala Hye Sun sudah basah oleh darah. Sementara itu di belakang mereka ada seseorang yang menyorotkan senter ke arah mereka tapi Min Ho tetap melangkah dengan cepat bisa dikatakan berlari dengan Hye Sun dalam gendongannya, beruntung jalan masih bisa terlihat walaupun remang-remang sehingga langkahnya tidak tersantuk sesuatu yang dapat menghambat.

“HEI! Berhenti…!” Pinta orang itu berusaha mengejar.

Min Ho semakin mempercepat larinya tanpa menghiraukan teriakan orang itu karena baginya nyawa Hye Sun taruhannya kalau dia tidak bergegas maka Hye Sun bisa kehabisan darah.

“HEI! STOP !… Berhenti ! Kalau tidak akan kami tembak..” Perintah orang itu lagi masih berusaha mengejar.

Min Ho mendengar suara tembakan ke udara dan derap langkah kaki yang mengejar mereka akhirnya menghentikan langkahnya.

“Jangan bergerak, angkat tangan ke atas.” Perintah orang itu lagi dari belakang, 2 orang temannya juga mengacungkan senjata ke arah Min Ho siap untuk menembak.

Min Ho tidak bergeming, ingin rasanya ia menghajar orang-orang yang sudah menghentikan langkahnya tapi ia masih bersabar karena orang yang dalam gendongannya.



End Chapter

Offline Amira

  • Police
  • Senior
  • *****
  • Posts: 613
  • Location: East kal
    • View Profile

MI...tenang mi, mami akan tampil di chap berikutnya ma hubbynya mami...
bener ya sis [on] yuhuuuuuu [jumpy] [jumpy] [jumpy] karakter gw ga nyebelin kan sis [chin] [chin]
[/quote]

Karakternya belum tau nih mi nyebelin apa kagak ya  [chin] [chin]
mami maunya gimana ?
Pasti mami jawabnya yah gak nyebelin lah sist  [hmff] [hmff]

Mak nem : moso gak nyadar namanya nyempil dikit... [hmff] [hmpfh]

Offline aisshin

  • Senior
  • ****
  • Posts: 875
  • cute LEADER SNSD ! ^^taeyeon^^
  • Location: sidoarjo
    • View Profile
wah udh update [lovestruck] [lovestruck]
makasyong sist amira [lovestruck]
akhirnya si mino sm hye sun ketemu juga..
buruan deh sist mereka nikah..
udh gg sabar nih..
next chap jgn lama2 ya [smiley-gen013] [smiley-gen013]

BAIFERN & MARIO [lovestruck]

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
sis bultang, ya maunya ga nyebelin dong, yg manis and penurut gitu [hmpfh] terus disayang ama hubby. tp jgn bego ya [goodgrief] maunya sih yg jenius plus punya profesi yg ok [laughing]

thanks buat updateannya sis,,, mereka kapan nikahnya nih,, next chp jgn lama2 ya, udah ga sabar nunggu kemunculanku di ff ini [hmpfh]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline virna yuniar

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1152
  • ♥KangDan♥
    • View Profile
 [AddEmoticons04235] yihaa udah diupdate thank you onnie amira...
Onn hyesun terluka karna kena ledakan atau apa?
Next chap udah merit yaaa [hmpfh]

Offline Amira

  • Police
  • Senior
  • *****
  • Posts: 613
  • Location: East kal
    • View Profile
Thank's all sudah baca...
nih part rada   [bored] ya... coz bingung aku harus gimana aka susah ngungkapin perasaan minsun...

Next chap belum tau apakah mereka langsung nikah apa kagak coz hye sun kan terluka dan belum tau pasti paraha pa kagaknya...mana di tahan orang lagi waktu minho mau bawa hye sun ke rs... aku malah worried ada ape2x ma hye sun nih secara kepala bow yang kena.

Mami : liat entar ya mi, belum bisa mutusin sekarang...

chap 12 belum tau bisa cepat pa kagak klo  kerjaan di kantor longgar & bisa mood bagus maka cepat tapi klo gak ya gak bisa lanjutin. sabtu minggu gak bisa nulis di home nih gi sibuk buat kuker tuk lebaran.. jadi mianhae ya klo gak bisa cepat..

Offline Vay_za

  • Senior
  • ****
  • Posts: 917
    • View Profile
Thank's all sudah baca...
nih part rada   [bored] ya... coz bingung aku harus gimana aka susah ngungkapin perasaan minsun...

Next chap belum tau apakah mereka langsung nikah apa kagak coz hye sun kan terluka dan belum tau pasti paraha pa kagaknya...mana di tahan orang lagi waktu minho mau bawa hye sun ke rs... aku malah worried ada ape2x ma hye sun nih secara kepala bow yang kena.


Lah gimana toh Onni kan authornya... [sweat] [sweat] Aku lom baca seh tapi baca ending chap nya jadi ikutan worried nih... bisa-bisa pernikahan minsun ditunda nih...

Offline revynska

  • Police
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1639
    • View Profile
 [clap] [clap] [clap] thanks unnie udah diupdate [hug] [hug] [cheekkiss] [cheekkiss]

hyesun palanya bocor ye unnie haduh jgn ampe parah2 amit ye kasian [sweat] [sweat] [sweat] ntar meridnya diundur ya unnie yah mo liat minsun kawin nih [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

orang yg nyuruh mino brenti tu polisi ato bi unnie [chin] [chin] [chin]


ADAM COUPLE SELCA

Chainezz_Vian

  • Guest
Gumawo onnie. . .     
Uda d update [lovestruck] [lovestruck]       
     
hualah, aQ mh uda sneng" hye sun + mino selamat. . .  Tp knpa pas trakirnya, pala hye sun luka? Tp gpp kn onnie??  Mana ada yg nge'jegad wktu ma0 k rs lg. . .  Jd pnasaran nie. . .   
Itu yg nge'jegad mino, bi ya onnie??     
     
Oce dech di tunggu next chap nya. . .     
Hwaiting!! [smiley-gen013] [smiley-gen013]

Offline Amira

  • Police
  • Senior
  • *****
  • Posts: 613
  • Location: East kal
    • View Profile
@Vay_za ^ Revy : kemungkinan besar di tunda klo lukanya hye sun parah tapi klo luka kepala kan suka ada efek sampingnya misalnya amnesia, geger otak dll  [cry] [ohmy]  [ohmy]...moga aja sih alau ada gejala ke sono tapi ada keajaiban gitu jadi nikahnya gak sempat ke tunda.
Lagian masa minong mksa nikah klo calon bininya gi atit, entar gak bisa ngapa-ngapin juga, malam pertamanya juga bakal ke tunda toh.... [hmpfh]

@ Revy & vian: bukan Bi sih tapi masih ada hubungan ma Bi.

Next chap baru dapat 5 pages word nih... whistling moga aja nih hari lancar jadi bisa cepat update tapi besok & lusa gak bisa nulis nih mo jalan2x dulu ajak anak2x liburan... entar senin baru lanjut lagi sampe rabu *nulis ff kayak orang kerja aja kantoran aja nih  [hmpfh] [hmff]

Chainezz_Vian

  • Guest
Ow, jd bkn bi ya onnie. . . .  Brarti ptugas keaman'an do0nx?   
     
Hehe.  Ia onnie, nulis ff uda ky kerja ato skolh ada jadwal nya. . .   
Wah, onnie omma yg baek ya, ma0 ngajakin jln ank" nya. . .   Jd trharu T.T     
     
tp jgn amnesia do0nx onnie, di bikin jd kurang waras aja DIKIT. . . Hoho >.<

Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile
sist amira akhirnya di up date juga, gomawoyo..
waduh hye sun knapa tuch, kepalanya bocor yech, waduh mana mo married lagi, kasian bener [cry] [cry] [cry] [cry] [cry]
tp hye sun emang hebat, demi nyelamatin calon suaminya dia berani cari min ho, tapi hye sun kagak napa2 kan, bakalan selamat kan????
 Min Ho mana ditodong pistol lagi, waduh... Bi , buruan donk tolongin hye sun ama min ho , katanya demi kebahagiaan hye sun rela berkorban.....
Sist amira, up date lagi dunks, tp jgn sedih kyk gini lagi,langsung aja si minsun dikawinin biar kagak ada gangguan lagi,  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]


    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho