Author Topic: * Bag Scandal * ~Chapter 14 update 290312~  (Read 32340 times)

Offline Amira

  • Police
  • Senior
  • *****
  • Posts: 613
  • Location: East kal
    • View Profile
bultang, ok say [lovestruck] tp klu boleh tahu hubbyku profesinya apa di ff ini [hmpfh]


Apa ya mi bagusnya...gimana klo jadi penjahatnya mi ? [laughing][laughing]...

Rencana sih mau aku buat jadi detektif yang bantu bi nyelediki teroris mi tapi belum pasti juga liat nanti deh mi...

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
boleh boleh say, heheh jd detektif ya gw suka banget [hmpfh] [hmpfh]
tar gw cariin piku yg cool abis deh [lovestruck] maklum la pasangan gw di sini [laughing]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile
baru ditinggal 2 hari udah amat sangat kacau neh tret


mana si mami minta di kawinin ma kembaran mino alias JGS yg bengkok maning  [hmff] [hmff] [hmff] setuju sista kalo mami ndak mau ma kakang bi yg sexy six pack biar di delivery ke aku aja lumayan mah buat cemceman  [hmff] [hmff] [hmff]


sista amira kalau bisa tuh kawin gantung aja sekalian ato kawin kontrak jangan yg kawin2 beneran

And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^

Offline Amira

  • Police
  • Senior
  • *****
  • Posts: 613
  • Location: East kal
    • View Profile
Mami : ditunggu mi picunya


Endree : lu mau ama Bi ?
Klo mami suruh kawin lari aja kali ndree....kabur sebelum di [hammer] [head break] mami..

Offline IZZ

  • Police
  • Full
  • *****
  • Posts: 271
  • MinSun Is Real ^^
    • View Profile
bultang, ok say [lovestruck] tp klu boleh tahu hubbyku profesinya apa di ff ini [hmpfh]


Apa ya mi bagusnya...gimana klo jadi penjahatnya mi ? [laughing][laughing]...

Rencana sih mau aku buat jadi detektif yang bantu bi nyelediki teroris mi tapi belum pasti juga liat nanti deh mi...

lho onnie mino disini ceritanya bukan CEO gitu??
gw kira tuch tadinya mino CEO trus karena hyesun dan dia terlibat dengan mafia jadilah mereka berurusan ama intel dan mino ntar berusaha mati2an jagain hye sun karena mereka berdua ini selalu dikejar2 mafia...
siggy by endree noona ^^v

Offline Amira

  • Police
  • Senior
  • *****
  • Posts: 613
  • Location: East kal
    • View Profile
IZZ : Minhi tetap CEO say, klo yang rencana detektif itu teman kecilnya minho yaitu lee ho min atas requist si mami pengen ketemu ma hubbynya

Offline IZZ

  • Police
  • Full
  • *****
  • Posts: 271
  • MinSun Is Real ^^
    • View Profile
Oh gitu toch onnie oke dech...
ni kapan onnie launching chapter selanjutnya, dah kering amaminsun fanfic ni  [hmff] [hmff] [hmff]
siggy by endree noona ^^v

Offline Amira

  • Police
  • Senior
  • *****
  • Posts: 613
  • Location: East kal
    • View Profile
Ok...Guys Silahkan menikmati chap 5 tapi mohon maaf jika gaje dan gak ada picu pendukung lagi lemes nih kagak kuat mo cari picu tapi jika ada yang punya picu sesuai dengan chap ini dan berbaik hati kirim aja linknya...



CHAPTER 5


Malam harinya



Min Ho sudah berada di depan Café Manolin, ia tetap berada di dalam mobilnya menunggu Hye Sun, sesekali ia mengedarkan pandangan ke luar mobil dan ke arloji yang melingkar ditangannya, ia menunggu dengan gelisah, sudah 3 menit Hye Sun terlambat. Min Ho kelihatan mulai kesal, ia tidak habis pikir kenapa gadis ini suka sekali membuatnya dongkol. Ia meremas tangannya dan kadang memukulkannya ke stir.

Sekitar 5 menit kemudian terlihat Hye Sun memarkirkan mobilnya tidak jauh dari mobil Min Ho. Ia dengan tergesa-gesa ke luar dan mendekati mobil Min Ho dengan setengah berlari. Begitu sampai di sisi mobil Min Ho, ia membungkuk dan tidak memperhatikan wajah Min Ho yang cemberut.

“Annyong haseyo….Mianhamnida, telah membuat anda menunggu.” Katanya lembut dan berusaha tersenyum manis yang agak dipaksakan.

Min Ho hanya melihat dari sudut matanya tanpa mengalihkan pandangannya ke depan, kemudian ia memberi isyarat ke Hye Sun untuk masuk ke dalam mobil. Hye Sun tidak mengerti maunya Min Ho sehingga ia tidak beranjak dari tempatnya, raut mukanya terlihat gelisah tapi berusaha ia tutupi.



“Kau…MASUK SINI!!!” Kata Min Ho menekankan dan mengarahkan pandangannya dari Hye Sun ke jok disampingnya kemudian ke Hye Sun lagi dengan tatapan tajam menusuk. Ditatap seperti itu Hye Sun merasa canggung namun tidak gentar tapi ia rasa tidak ada gunanya melawan maka kemudian ia berjalan dengan ogah-ogahan, membuka pintu dan duduk di jok tidak bersemangat sambil melirik ke Min Ho dengan kecut.

Min Ho menstarter mobil lalu menancap gas bermaksud pergi dari situ, Hye Sun terperangah dan menoleh ke Min Ho dengan bingung, sementara Min Ho hanya melihat dari sudut matanya tanpa berkata apa-apa.

“Yaaa…Kamu mau bawa saya kemana heh ?” Hye Sun gelagapan ketika mobil sudah berada di jalan raya.

“Kamu akan lihat nanti.” Sahut Min Ho dingin, ia mengurangi gas dan menoleh ke Hye Sun, satu tangannya yang bebas bergerak ke kepala Hye Sun yang diikuti oleh setengah badannya yang condong ke arah Hye Sun dan semakin dekat. Hye Sun menoleh ke samping, wajah mereka hanya berjarak sekitar 15 cm dan mata mereka beradu, sejenak mereka saling menatap dan Hye Sun tidak tahu harus berkata atau berbuat apa, karena ia belum pernah sedekat ini dengan Min Ho atau lelaki manapun selain Oppa Bi karena Bi sudah ia anggap seperti kakaknya. Jantung Hye Sun berdetak cepat dan tangannya terasa dingin.

Min Ho semakin mendekatkan kepalanya tanpa mematahkan pandangan, membuat Hye Sun salah tingkah. Hye Sun mau mengalihkan pandangnya dari Min Ho tapi ia tidak bisa melakukannya, badannya serasa patung yang tidak bisa digerakkan., jantungnya semakin cepat berdetak dan bulir-bulir keringat dingin mulai menetes dari diwajahnya, ia hanya bisa menutup mata dengan pikiran yang berkecamuk. Hye sun bisa merasakan wangi nafas hangat Min Ho diwajahnya dan detak jantung Min Ho yang juga berdetak sama cepat dengan dirinya. Dalam hati Hye Sun berpikir … “Apa maunya orang ini dan…apa yang mau dilakukannya ?..”

Setelah sekian lama merem, Hye Sun tidak merasa ada yang terjadi, ia hanya merasa seperti ada yang memakaikan sabuk pengaman dan sesaat kemudian mobil melaju kencang. Hye Sun membuka matanya perlahan, ia melihat ke badannya dan rupanya Min Ho tadi hendak memasangkan sabuk pengamannya. Dalam hati Hye Sun menggerutu…“Kenapa tidak dia katakan saja, hampir saja aku jantungan dibuatnya.”  Hye Sun menoleh ke Min Ho dengan mulut melebar ke samping sambil meremas-remas tangannya yang memegang tas.

Min Ho tersenyum simpul melihat Hye Sun yang dongkol melalui sudut matanya…“Apa tadi gadis ini takut atau berharap terjadi sesuatu pikirnya”. Kemudian ia memecah keheningan…

“Saya tidak akan mencium gadis yang telah membuat saya mengalami kesialan, kalau itu yang kamu pikirkan.” Min Ho berkata dengan dingin, pandangannya lurus ke jalan.

Hye Sun menatap Min Ho sambil menggigit bibirnya berusaha menahan emosinya, dalam hati ia berkata …“Siapa juga yang mau diciumnya..huh”… dialihkannya pandangan ke ke luar jendela, ia tarik nafas panjang dan dikeluarkannya, hal ini ia lakukan beberapa kali sampai emosinya agak reda, kemudian pikirannya melayang ke kasus yang diceritakan Bi tadi sore.

FLASHBACK :

Hye Sun sebenarnya tidak menyangka hal ini akan menimpanya lagi, karena tidak menemukan siapa pemilik tas yang tertukar itu dengan sangat terpaksa ia telah membukanya dan ia hanya menemukan beberapa pakaian pria dan sebuah map kuning berisi kertas yang bertuliskan rumus-rumus dan sandi sepertinya formula penelitian serta sebuah cd kecil yang terselip diantara alas tas waktu ia menggeledahnya, selain itu tidak ada yang bisa dijadikan petunjuk siapa pemiliknya. Karena rasa penasarannya dengan isi cd itu maka ia membukanya dengan harapan ada nama seseorang dalam cd itu yang bisa jadi petunjuk tapi apa yang dilihatnya hanya rumus-rumus yang lebih sulit dari yang ada didalam map, yang membuatnya heran kenapa cd itu diletakkan tersembunyi dan tidak dimasukkan dalam map kuning, sepertinya formula di cd sangat rahasia.
Jika di lihat dari berkas di dalam tas itu maka kemungkinan besar pemiliknya seorang ilmuwan tapi kenapa tidak ada yang melaporkan kehilangan ini jika benar hasil penelitian itu penting dan rahasia.

Hye Sun lalu menghubungi Bi karena merasa ada yang janggal dan ia awalnya mau menceritakan apa yang ia temukan tapi ia tidak mau gegabah sebelum ia tahu apa yang sedang diselidiki Bi di Korea. Tapi begitu Hye Sun tahu Bi sedang menyelidiki kasus dicurinya formula yang sangat penting hasil dari ilmuwan yang sudah berpuluh tahun meneliti dan menurut informasi pencurinya membawa formula itu ke Korea, ia urungkan niat itu karena ia harus menemukan tas Min Ho terlebih dahulu baru ia akan menceritakannya pada Bi karena ia tidak mau selalu dianggap gadis pembawa sial oleh Min Ho. Kalau dipikir-pikir itu adalah ide yang gila tapi ia tidak punya pilihan lain untuk membuktikan dirinya tidak seperti itu.

END FLASHBACK

Min Ho memperhatikan Hye Sun dari kaca spion di atas kepalanya, Hye Sun masih menatap ke luar jendela dengan muka terlihat pucat dan sesekali menggigit bibir bawahnya, sepertinya ia sangat gelisah tapi berusaha disembunyikan.

“Kamu jangan khawatir, aku tidak akan melakukan apapun padamu.” Kata Min Ho tiba-tiba membuat Hye Sun tersentak dari lamunannya.

“Maksud anda….?” Tanya Hye Sun bingung mengalihkan pandangannya ke Min Ho.

“Aku tahu kamu takut terjadi sesuatu padamu..dan kamu bingung apa yang akan kamu katakan pada pacarmu kan jika kamu malam-malam pergi berdua denganku…?” Sahut Min Ho sok tahu dengan senyum dipaksakan tapi dalam hati ia merasa ada sesuatu yang menusuk hatinya ketika mengucapkan kata pacar.

Hye Sun mengerutkan alisnya masih tidak mengerti sambil bergumam… “Pacar saya….?”

“Iya, pacarmu…Dia pasti marah besar jika tahu kamu pergi denganku dan bukan kencan atau menemaninya jalan-jalan, padahal dia sudah jauh-jauh datang dari Amerika hanya untuk menemui kamu, iyakan…” Kata Min Ho dengan senyum masih dipaksakan, hatinya sebenarnya memberontak mendengar kata-katanya sendiri. Tanpa ia sadari sebenarnya ia telah menjadi peduli dan suka dengan Hye Sun tapi masih tidak mau mengakuinya.

“Haaa…” Hye Sun terpana dengan mulut sedikit terbuka mendengar kata-kata Min Ho, ia heran dan bingung dari mana Min Ho tahu tentang Bi, bukankah ia tidak pernah cerita ataupun bertemu dengan Min Ho ketika ia sedang berdua dengan Bi… “Apa jangan-jangan dia…?” Hye Sun langsung melotot menatap Min Ho dengan mata besarnya, kegelisahan dan kekhawatirannya terlupakan seketika.

“Apa kamu memata-matai aku hah…?” Kata Hye Sun sengit sampai ia tidak bersikap formal lagi.

“Siapa yang memata-matai kamu…?” Sahut Min Ho lebih sengit dari Hye Sun.

“Oh… Jadi kamu tidak mau mengakuinya ya…” Hye Sun masih menatap Min Ho sambil menggut-manggut sementara Min Ho hanya melihat dari sudut matanya sambil pura-pura sibuk mengemudi… “Lalu dari mana kamu tahu Oppa Bi dari Amerika ?..bukankah saya tidak pernah cerita ataupun mengenalkannya padamu heh..?” Lanjut Hye Sun lagi.

“I..tu…itu…” Min Ho tidak bisa berkata-kata lagi, ia telah terjebak dengan kata-katanya sendiri.

“Tuh kan…kamu tidak bisa menjawabnya, berarti benarkan kamu me_..” Belum selesai Hye Sun bicara sudah di potong oleh Min Ho.

“Bagaimana aku tidak tahu, kalau kamu berdua mesra sekali berpelukan di depan umum dan kalian kelihatan sudah lama saling mengenal dan sangat akrab seperti sepasang kekasih yang lama tidak berjumpa..” Sahut Min Ho dengan nada cemburu dan mulut maju beberapa centi menoleh ke Hye Sun… “Dan…tentang dari mana dia ?...A..ku…tidak sengaja mendengarnya…waktu aku berpapasan dengannya dia sedang menerima telpon…setelah makan malam itu..” Lanjut Min Ho agak gugup dan salah tingkah karena telah menguping pembicaraan orang lain dengan mengalihkan pandangannya ke depan dan luar jendela.

Hye Sun terperangah mendengar pengakuan jujur dari Min Ho, ia menutup mulutnya untuk menutupi kegugupannya sendiri. Ia tidak menyangka kalau Min Ho melihatnya dipeluk oleh Bi sehingga Min Ho beranggapan jika mereka berdua sepasang kekasih. ..“Aku harus mengatakan yang sebenarnya”.. pikirnya.

“Ka…kami ti_” Hye Sun bermaksud menjelaskan tapi langsung di potong oleh Min Ho.

“Aku tidak mau mendengar…apa yang ingin kamu jelaskan..” Kata Min Ho ketus.

Hye Sun menoleh ke Min Ho tapi Min Ho pura-pura tidak perduli dan fokus mengemudi. Padahal dalam hati Min Ho mengutuk apa yang telah ia katakan.

Setelah itu, mereka berdua diam tidak ada yang berbicara karena sibuk dengan pikiran masing-masing.

Goo Hye Sun :

Kenapa dia perhatian denganku…dan sepertinya dia cemburu dengan Oppa Bi, tapi…kenapa sampai sekarang dia tidak mengambil keputusan tentang perjodohan itu…Apa karena dia mengira aku telah berpacaran dengan Oppa maka dia belum bisa memutuskan atau…ah, aku bingung harus bagaimana?...dia tidak mau mendengar penjelasanku.

Lee Min Ho :

Apa yang telah merasuki pikiranku ?...Kenapa aku jadi perhatian padanya ?... Bukankah dia telah punya pacar lagipula dia sering membuat aku sial, jadi aku punya alasan untuk menolak perjodohan itu…Tapi, apa yang mau dia katakan tadi ?...Ahh, kenapa juga aku tidak mau mendengarnya, aku kan tidak rugi tapi…aku tidak suka mendengar dia memanggilnya oppa…

************

Sebuah mobil sport warna hitam mengikuti mereka diam-diam dari jarak 10 meter, pengemudinya kelihatan gelisah dan khawatir, sesekali ia melihat ke layar gprs yang terpasang di dashboard jika ia kehilangan jejak mereka.

Pengemudi mobil itu adalah Bi, setelah tadi sore ia merasa Hye Sun menyembunyikan sesuatu darinya setelah mengetahui apa yang ia selidiki di Korea, maka ia berusaha menelpon tapi tidak di angkat dan mengirim sms tapi tidak di balas, kemudian ia ingat dengan gantungan hp yang dihadiahkannya waktu terakhir mereka bertemu 2 tahun lalu, di mana itu bukan gantungan hp biasa tapi adalah alat pemancar atau gprs hasil uji coba temannya. Bi tahu Hye Sun masih menyimpannya karena waktu ia minta nomornya yang baru, gantungan itu masih setia di hpnya.

Bi sangat senang ternyata alat itu masih berfungsi dengan baik jadi ia tahu dimana Hye Sun berada sehingga ia memutuskan untuk membuntuti dan menyelidiki apa yang berusaha disembunyikan oleh Hye Sun darinya.

************

Setelah hampir 3 jam mereka sampai di Incheon dan Min Ho mengurangi laju kendaraannya untuk mencari telpon umum yang di tuju. Ia sebenarnya enggan turun tangan meladeni sipenelpon gelap itu dan bisa saja minta orang-orangnya untuk mengurusnya tapi ia tidak ingin melihat Hye Sun tidak melakukan apa-apa, di samping itu ia tidak mau menganggap remeh ancaman si penelpon gelap karena bisa saja orang itu nekat dan membuang tasnya.

Hye Sun dalam hati bertanya-tanya melihat Min Ho celingak-celinguk ke kiri dan kanan seperti mencari sesuatu yang membuat Hye Sun juga ikut melakukan apa yang dilakukan Min Ho, sebenarnya ia ingin bertanya tapi ia urungkan karena ia lagi tidak bersemangat meladeni keangkuhan Min Ho.

Kemudian mobil berjalan pelan dan berhenti tepat di depan box telpon umum, Hye Sun tidak melihat mobil atau sesorang sedang menunggu di sekitar situ tapi ia masih tidak mengerti kenapa Min Ho ke luar dan masuk ke dalam box tersebut dan seperti menunggu telpon dari seseorang sambil melihat arlojinya dengan gelisah.
Hye Sun merasa ada yang aneh dan janggal jika misalnya Min Ho dan seseorang hendak bertukar tas kenapa tidak bertemu di sebuah tempat dan mereka bisa saling menelpon melalui hp pikirnya. “Apa mungkin orang itu tidak ingin diketahui identitasnya dan meminta uang tebusan atau semacamnya atau….” Hye Sun langsung bergidik dan menggelengkan kepalanya membayangkan hal terakhir yang muncul dipikirannya, ia menjadi semakin gelisah dan takut.

Sekitar 5 menit kemudian, Hye Sun melihat Min Ho mengangkat gagang telpon dan berbicara sebentar kemudian menaruh kembali gagang itu ditempatnya. Min Ho kembali ke mobil,  membuka pintunya dan tidak langsung masuk tapi malah minta tas coklat ke Hye Sun dan kembali lagi masuk ke dalam box telpon, menaruh tas kemudian melihat ke sekeliling lalu ke luar dan kembali ke mobil. Min ho menjalankan kembali mobilnya dan hanya melihat sekilas ke Hye Sun dengan pandangan dingin.

Belum jauh mereka pergi, dari kaca spion Hye Sun melihat seseorang bermantel hitam dan topi hitam yang entah dari mana datangnya karena ia tidak melihat ada mobil yang berhenti atau orang berjalan disekitar situ, melihat ke sekeliling dengan waspada dan masuk ke dalam box, tidak lama kemudian orang itu ke luar dengan tas coklat yang tadi diletakkan Min Ho.

Sekitar 100 meter dari tempat telpon umum tadi mobil berhenti di halte bus dan Min Ho mengalihkan pandangan ke Hye Sun.

“Keluar” Katanya pelan.

“Mworagu..?” Hye Sun mengernyitkan alisnya tidak mengerti.

“Apa kamu tuli heh…KELUAR!” Sahut Min Ho setengah berteriak, sementara Hye Sun dengan muka mengkerut meraih gagang pintu dan membukanya, Hye Sun beranjak ke luar. Hye Sun merasa kesal sekali karena ia sudah di bawa jauh-jauh ke Incheon sekarang malah diturunkan di halte, apa Min Ho bermaksud meninggalkannya di halte dan pulang sendiri naik bus pikirnya, dan sebelum Hye Sun menutup pintu Min Ho memanggilnya.

“Hei…tunggu dulu”

“Apa lagi sekarang ?” Sahut Hye Sun dongkol membalikkankan badannya dengan sedikit membungkuk melihat ke Min Ho dengan satu tangannya berpegang pada pintu mobil dan satunya lagi pada atapnya.

“Pergi ke belakang halte dan ambilkan barang di samping pot bunga yang ada di sana..” Kata Min Ho dengan senyum di kulum melihat Hye Sun yang dongkol dengan mulut monyongnya jadi terlihat lucu.

“Huuuh…” Hye Sun berbalik dan menutup pintu mobil dengan membantingnya membuat Min Ho bersungut-sungut melihat perbuatan Hye Sun.

Hye Sun berdiam sejenak mengambil nafas panjang dan setelah merasa agak tenang ia melangkahkan kakinya ke belakang halte, matanya dengan jalang ke sana kemari mencari sesuatu di temaram malam beruntung sinar lampu jalan menerangi tempat itu sehingga ia tidak mengalami kesulitan yang berarti. Setelah mencari-cari sebentar ia melihat ada seautu yang berwarna coklat menyembul diantara bunga-bunga yang menjalar, ia merasa tidak asing dengan benda itu tapi ada ketakutan di dalam hatinya siapa tahu isinya bom atau sesuatu yang berbahaya, lama ia hanya diam dan kemudian dengan keberanian yang dipaksakan ditariknya dengan mata merem melek. Setelah benda itu berada dihadapannya, alangkah terkejutnya ia sampai terduduk di tanah, diperiksa nama yang tergantung di tas itu dan ia makin kesel dengan Min Ho karena telah membuatnya ketakutan setengah mata dan tidak mengatakan yang sebenarnya padanya.

Hye Sun berdiri dan kembali ke mobil dengan amarah yang serasa sudah mau tumpah, ia gigit-gigit bibir bawahnya menahan emosinya yang sudah meluap sementara kegelisahan dan ketakutannya tadi telah menguap entah kemana. Dibukanya pintu mobil dan dilemparnya tas coklat itu ke muka Min Ho yang membuat Min Ho gelapan karena tidak bisa menghindar maka tas itu sukses mendarat di hidung Min Ho yang mancung. Min Ho mengelus hidungnya yang sakit dan melotot ke Hye Sun, sementara Hye Sun hanya mendengus pura-pura tidak melihat kejadian barusan tapi dalam hatinya ia tertawa dengan puas… “Rasakan pembalasan dariku karena telah berani mengerjaiku heheheh..”

“Apa yang kau lakukan heh…Sakit tahu..” Sungut Min Ho masih memegang hidungnya.

“Apa ?...Aku tidak melakukan apa-apa, salahmu sendiri kenapa tidak becus menangkapnya..” Sahut Hye Sun tidak perduli.

“Kamu ini…dasar…” Kata Min Ho ragu-ragu melanjutkan.

“Dasar apa heh..?....Dasar gadis sial begitu kan ?... Kamu kira aku tidak ketakutan apa ? Kamu seenaknya saja membawaku kemari dan tidak mengatakan sepatah katapun tentang hal ini…Dan kamu hampir saja membuat aku mati jantungan tahu…” Selesai berkata Hye Sun membanting pintu, bebarapa bulir air mata tanpa terasa menetis dipipinya yang sudah dari tadi menggenang dipelupuk matanya tapi berusaha ia tahan dan kemudian ia berjalan tanpa arah meninggalkan Min Ho bengong sendiri di dalam mobil.
Min Ho tidak mengerti kenapa Hye Sun jadi marah padanya, ia belum pernah melihat Hye Sun semarah ini.

Min Ho dengan cepat ke luar dari mobil dan menyusul Hye Sun dengan setengah berlari padahal meskipun ia berjalan biasa saja ia akan dapat menyusul Hye Sun yang berjalan pelan. Ia menghadang jalan Hye Sun sehingga Hye Sun tidak bisa melanjutkan langkahnya karena ke mana Hye Sun melangkah ke sana juga Min Ho pergi membuat Hye Sun mendelikkan matanya menatap Min Ho sementara yang ditatap pura-pura tidak tahu dan melihat ke atas.

“Kenapa kamu menghalangi langkahku heh ?... Apa kamu belum puas mengerjai aku, begitu ?” Tanya Hye Sun masih dengan emosinya. Min Ho hanya diam tidak menyahut, kemudian Hye Sun melanjutkan … “Pulang kamu sana...tidak usah perdulikan aku, aku bisa pulang sendiri tanpa bantuanmu..” Hye Sun mendorong badan Min Ho menjauh dengan keras dan ia pergi meninggalkan Min Ho yang terpaku melihat Hye Sun yang berbeda dari yang ia kenal sopan dan pantang menyerah.

Min Ho berbalik memandang punggung Hye Sun yang mulai menjauh darinya, sesekali ia lihat punggung tangan Hye Sun mengelap matanya, ia merasa hatinya sakit dan ikut menangis. Kemudian entah bisikan dari mana ia mengejar Hye Sun, menariknya ke dalam pelukannya dan kemudian memanggulnya kembali ke dalam mobil. Hye Sun yang kaget dengan kejadian yang tiba-tiba itu hanya bisa berteriak minta diturunkan sambil memukul-mukul punggung Min Ho tapi Min Ho tidak memperdulikannya.

Sesampainya di mobil Min Ho membuka pintu mobil dengan satu tangan dan meletakkan Hye Sun dengan pelan ke jok mobil dan memasangkan sabuk pengaman, sebelum menutup pintu mobil ia menatap Hye Sun sebentar dilihatnya masih ada sisa air mata di sana, dilapnya dengan ujung ibu jarinya dengan lembut kemudian ia menutp pintu dengan pelan.

Min Ho berjalan ke sisi sebelah, sebelum membuka pintu ia menarik nafas panjang kemudian masuk dan menstarter mobilnya kembali ke Soeul. Hye Sun melihat Min Ho dari sudut matanya, ia tidak mengerti kenapa Min Ho bisa bersikap begitu perduli padanya setelah semua yang dilakukannya, apa karena Min Ho merasa bersalah telah membuatnya menangis pikirnya.

Sepanjang perjalanan mereka diam, tidak ada yang berbicara hanya alunan musik lembut yang menemani perjalanan mereka. Karena kelelahan Hye Sun tertidur, Min Ho memperhatikan Hye Sun tidur seperti bidadari yang turun dari surga memberi kehangatan pada yang melihatnya. Walaupun awalnya ia sangat membencinya tapi kenapa sekarang perasaan itu mulai mengikis, yang ada sekarang perasaan sedih dan sakit di hati jika melihatnya menderita.

Sementara itu, Bi yang mengikuti mereka juga ikut kembali ke Soeul setelah memastikan tidak ada yang terjadi dengan Hye Sun, hanya saja ia merasa bingung dan heran siapa yang pergi dengan Hye Sun itu, ia seperti pernah melihatnya tapi ia lupa di mana, dan apa yang mereka lakukan di Incheon dan siapa yang mereka temui menjadi pr tersendiri baginya tapi itu akan dipikirkannya nanti, yang masih mengganjal dihatinya adalah siapa pemuda itu dan kenapa mereka terlihat sudah sangat akrab padahal setahunya Hye Sun tidak ada teman pria atau pun pacar. Apa mungkin Hye Sun kembali ke Korea karena pemuda itu karena ia dengar dari Lovelyn, Hye Sun disuruh pulang dengan paksa oleh orang tuanya… “Apa mungkin mereka dijodohkan ?...Ahh tidak mungkin, karena Hye Sun ataupun Lovelyn tidak bercerita tentang hal itu padanya.” Bi menggelengkan kepalanya berusaha mengusir pikiran-pikiran negative yang muncul dikepalanya.

Tanpa terasa mereka sampai di Soeul dan Bi merasa Hye Sun aman dan tidak akan ada yang terjadi maka ia memutuskan untuk kembali ke hotel dan bertemu dengan Hye Sun besoknya.

Sementara itu Min Ho melihat Hye Sun masih terlelap tidak tega untuk membangunkannya dan ia merasa tidak enak hati mengantar Hye Sun dalam keadaan mata sembab pulang ke rumahnya karena pasti Mr. dan Mrs. Goo akan mengajukan pertanyaan yang bertubi-tubi padanya jadi ia memutuskan membawanya ke suatu tempat dengan senyum kecil terukir dibibirnya.


***********

Hari sudah pagi dan matahari bersinar dengan cerah, Hye Sun membuka matanya dengan perlahan tapi kemudian memejamkan kembali matanya karena silau dengan cahaya matahari yang tembus di kisi-kisi gorden yang jendelanya sudah terbuka. Ia mengerjap-ngerjap matanya dan setengah bangun dengan bertumpu pada dua tangannya memikirkan kejadian malam sebelumnya, semua masih tergambar jelas dipelupuk matanya kemudian ia tertidur dan setelah itu ia tidak ingat apa-apa lagi.
Kemudian ia baru sadar kalau tempat itu terasa asing baginya, kamar yang sangat luas dan lebih besar dari kamarnya, di sisi sebelah kanan berderet lemari pakaian, meja hisa dan ada sebuah pintu sepertinya menuju ke kamar mandi sementara di atas kepalanya tergantung lukisan pemandangan yang sangat indah lalu di sisi kiri terbentang jendela besar bukan jendela tapi dinding kaca dan hanya ditutupi oleh gorden putih bermotif bunga sementara gorden dalamnya yang berwarna abu-abu sudah dibuka dan di hias sedemikian rupa, di luar diding kaca ada balkon yang menghadap ke matahari terbit, dan di samping dinding itu ada meja yang diatasnya terletak laptop hitam dan beberapa photo seorang pemuda dari kecil samapi besar dan photo keluarga. Di samping meja ada rak berisi buku dan majalh yang tersusun rapid an di ujung di tengah-tengah antara dinding kiri dan kanan ada sebuah pintu dari kayu mahoni yang kokoh dengan gagang perak.   

Hye Sun duduk dan mengucek-ngucek matanya merasa itu hanya mimpi dan mengedarkan kembali matanya tapi tetap tidak berubah dan itu memang bukan mimpi dan juga tempat itu bukan kamarnya, ia mencubit lengannya dengan kuat dan kemudian ia meringis kesakitan. Kemudian ia mendengar suara gemericik air dari pintu di ujung dekat lemari yang berderet, ia bingung kenapa bisa ada di sana dan ia merasa ada orang lain selain dirinya di tempat itu dan secara reflek ia membuka selimut yang dari tadi menutupi tubuhnya, alangkah kagetnya ketika melihat ia memakai piyama yang kebesaran. Hye Sun berkali-kali melihat ke piyama yang dipakainya dan berusaha mengingat kejadian malam itu dengan mulut yang ternganga tapi ia tetap tidak ingat apa-apa dan merasa tidak ada yang terjadi tapi kenapa ia memakai piyama itu, siapa yang menggantikannya dan piyama itu punya siapa, kemudian pikirannya melayang ke hal yang tidak-tidak membuat ia berteriak sekeras-kerasnya…. “TIDAAAKKK!!!....Itu tidak mungkin…TTTTIIDDAAAAAKKKKKK!!!” Kepalanya menggeleng-geleng dengan keras seperti orang kesurupan.

Seorang pemuda dari kamar mandi bergegas ke luar mendengar teriak Hye Sun dengan badan yang masih basah dan hanya dililit oleh handuk di bagian pinggang tergopoh-gopoh mendekati Hye Sun.

“Gwencahana…?” Tanyanya dengan lembut memegang ke dua bahu Hye Sun dengan tangannya dan tidak memperdulikan rambut dan badannya yang masih basah.

Hye Sun berhenti menggelengkan kepalanya dan mendongak ke orang di depannya karena ia merasa sudah tidak asing dengan suara itu. Alangkah kaget dan shocknya Hye Sun melihat orang yang ada didepannya dengan badan dan rambut yang masih basah dan hanya pinggangnya saja yang tertutup oleh handuk, mukanya langsung memerah karena ia tidak pernah melihat seorang pemuda setengah telanjang berada dihadapannya dengan sangat dekat. Hye Sun menutup mulutnya dan satu tangan yang lain menutup matanya.

“Kenapa saya berada di sini dan ini di mana, trus kenapa anda juga ada di sini…?” Tanya Hye Sun bertubi-tubi dengan mata masih tertutup oleh telapak tangan tapi sesekali ia masih mengintip apakah pemuda itu sudah pergi.

“Gwenchana…?” Min Ho bukannya menjawab malah balik bertanya masih dengan suara yang lembut dan senyum tersungging.

“Gwenchana…Tapi...bisakah anda mengeringkan badan anda dan berpakaian dulu kemudian jelaskan apa yang terjadi semalam pada kita..” Sahut Hye Sun masih dengan mata tertutup.

“Mwo..?” Min Ho mengernyitkan alisnya tidak mengerti dan masih diam di tempat tidak bergerak membuat Hye Sun mendorong Min Ho untuk pergi dan menarik selimut untuk menutupi wajahnya tapi tanpa sadar waktu ia mendorong ternyata gelang ditangannya terkait handuk Min Ho sehingga handuk itu merosot dari tempatnya. Min Ho hanya melongo melihat handuknya yang mulai terlepas.
 

**********

Pagi itu di kamar hotel, Bi pagi-pagi sekali sudah menghubungi Hye Sun tapi hpnya tidak aktif, ia mulai gelisah dan bermaksud pergi ke rumah Hye Sun tapi ia tidak punya alasan yang tepat jadi diurungkannya niat itu dan berpikir akan menghubunginya lagi nanti. Kemudian ia membuka laptopnya dan memasukkan photo-photo yang diambilnya dan melihat-lihat sebentar, ia mengirim email ke temannya di kantor pusat untuk menyelidiki orang yang bermantel hitam dan bertopi hitam yang mencurigakan semalam, lalu matanya tertuju kepada pemuda yang bersama Hye Sun, ia perhatikan baik-baik dan ia merasa kenal dan tidak asing tapi di mana. Kemudian ia membuka internet dan mencari informasi tentang pemuda itu dan ia menjadi tidak heran setelah mengetahui siapa pemuda itu karena selama ia di Korea beberapa Koran dan majalah banyak yang membicarakannya.

End Of Chapter[/color]

************

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
firsttttttttttttttttttttttttt ................
tar diedit ya sis bultang [hmpfh]

edit ================

udah baca, shock banget ternyata yg narik handuknya minho tuh hyesun ya bukan kangsan [hmpfh] [hmpfh] ~apa hubungannya coba [laughing] [laughing] mian sis jd teringat ama yg bengkok2 [laughing] ..
makin seru aja nih, jd penasaran apa yg akan dilakukan hyesun ketika melht burungnya minho [hmpfh] ~oh ya dibalik handuk itu si minho pakai celana dalam ga sih [what] [hmpfh] makin penasaran aja [hmpfh]
kalau si noona b sih pasti lgs bermesum ria deh [laughing] [laughing] ..
ok sis ditunggu chp selanjutnya ya, and ttg foto pasanganku di ff ini, bagaimana klu foto agen 007 hubby di etude [biggrin] yg megang pistol mainan itu lho, kan cocok tuh jd detektif [hmpfh] [lovestruck]
« Last Edit: March 19, 2010, 10:21:55 pm by mrs. Lee Min Ho »

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Vay_za

  • Senior
  • ****
  • Posts: 917
    • View Profile
Yihaaa udah di update.. [clap] [clap]
Btw Hye Sun tuh suka ngaret ya sist... [sweat] wah MinHo musti sabar nih nungguin dy..  [heh]
Quote
“Mwo..?” Min Ho mengernyitkan alisnya tidak mengerti dan masih diam di tempat tidak bergerak membuat Hye Sun mendorong Min Ho untuk pergi dan menarik selimut untuk menutupi wajahnya tapi tanpa sadar waktu ia mendorong ternyata gelang ditangannya terkait handuk Min Ho sehingga handuk itu merosot dari tempatnya. Min Ho hanya melongo melihat handuknya yang mulai terlepas.
[on] [laughing] [rofl] wah kyk'y mereka bakal segera merit ni... palagi HS dah Liat pny MH... [on] [on]
Tenkyu sis buat update-an'y...

Offline Amira

  • Police
  • Senior
  • *****
  • Posts: 613
  • Location: East kal
    • View Profile
Mami: terserah aja yg mana... Dibalik handuk? Kaga ada apa2x mi, kan mh buru2x jd kaga sempat pake wong bdn-a aja blm sempat dilap... mami n vayza: kan ga ada yg bilang hs lht tutut-a mh coz hs kan tutup muka-a pake selimut jd ga tau klo handuk mh melorot..

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
oh gitu ya, mian deh sis bultang, pikiran nih udah lgs mesum aja [on] [on] [laughing] [laughing]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Vay_za

  • Senior
  • ****
  • Posts: 917
    • View Profile
@Amira : oh begono toh sist... mian udah mikir yg nggak2...  [on] banghead banghead  [hmpfh]

Offline IZZ

  • Police
  • Full
  • *****
  • Posts: 271
  • MinSun Is Real ^^
    • View Profile
Thanks Amira onnie udah diupdate ...
disini karakternya hye su itu lelet gitu ya onnie?? abis telat mulu ni dia, hehe kasian diomelin minho mulu  [biggrin] [biggrin]
mana si minonya tega bgt nyuruh cewek yg ngambil tas ditempat yg serem gitu  [heh] [heh]

itu si minsun apakah sudah terjadi sesuatu yang minsuner inginkan setelah pulang dari incheon ngambil tas???
Hmm ckckckck..kira2 siapa nih yg gantiin baju hye sun  [on] [on] [on]
tadinya daku pikir hye sun juga ngeliat mino lho onnie ternyata enggak ya lol... [rofl] [rofl]

sekarang bi udah tau kalo minho itu siapa, tapi dia belum tau kan kalo mino itu calon suami hye sun??
klo udah tau bkalan seru nih kan dia juga suka ma hyesun, tapi sepertinya disini hye sun udah ada rasa suk ma minho ya jadi si bi oppa beneran cuma oppa doang, klo minho juga sepertinya udah suka huhuhu...
gak sabar sampe khirnya mereka nikah, yippey...

siggy by endree noona ^^v

Offline Amira

  • Police
  • Senior
  • *****
  • Posts: 613
  • Location: East kal
    • View Profile
Mami n vayza n izz : pikiran-a dah on aja sih he3x...Antara minsun blm terjadi apa2x sih kan msh blm memahami perasaan masing2x tp mh mulai ada rasa sih. Hs ga lelet ko izz, dia telat krn ganti cd yg dia temuin itu n ga semua di copi-a smntr yg asli dia ambil... Yg ganti bj hs bkn mh nanti dicrtin di chp 6. Keenakkan mh blm apa2x dah lht body mulus hs..