Author Topic: * Bag Scandal * ~Chapter 14 update 290312~  (Read 32199 times)

Offline Namutz

  • Junior
  • **
  • Posts: 197
  • nona goo is inspiring women
    • View Profile
Re: * Bag Scandal * ~spoiiiii~
« Reply #555 on: March 28, 2012, 10:37:49 pm »
kakak knaaaaaaaapeeeeeeeee kok kek nya caaap ini ngeneeeeeees bnggttttt
tapi lumayan heeeeeepengen liat tampang ngenesssssss nya papii gara gara sakit cintaaaaaaaaaaaa [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]

Offline Dindin

  • Newbie
  • *
  • Posts: 76
    • View Profile
Re: * Bag Scandal * ~spoiiiii~
« Reply #556 on: March 29, 2012, 12:44:58 am »
Ada apakah dgn mereka [what] 'penasaran'  update update   [smiley-gen013]

Offline Amira

  • Police
  • Senior
  • *****
  • Posts: 613
  • Location: East kal
    • View Profile
Re: * Bag Scandal * ~Chapter 14 update 290312~
« Reply #557 on: March 29, 2012, 01:53:38 am »

Chapter 14
[/color]




Villa Pulau Jeju

07.30

Mentari mulai bersinar malu-malu mengintip dari kisi-kisi jendela yang tirainya tersingkap.
Kelopak mata Hye Sun mengerjap, kemudian terbuka lalu mengedarkan pandangan ke sekeliling ruangan, ruangan itu asing baginya karena seingatnya kamar rumah sakit tidak berwarna kuning cerah dan besar seperti ini serta interior di dalam ruangan itu terkesan mewah dan juga tempat tidur empuk king size itu tidak mungkin ada di rumah sakit kecuali di hotel mewah atau di rumah mewah atau di villa. Hye Sun mencubit lengannya untuk membuktikan ia sedang bermimpi.

“Aaaawwwww.” Hye sun meringis kesakitan  [AddEmoticons04268]dan mengelus lengannya yang merah.

Di luar terdengar langkah kaki yang berlari dengan cepat dan pintu terbuka. Min Ho bergegas mendekati Hye Sun dan menyentuh kepalanya  Emoticons0426, mata Min Ho bergerak dari atas ke bawah memperhatikan Hye Sun dengan cemas.

“Baby, gwencahana….bagian mana yang sakit..?”

Hye Sun salah tingkah diperhatikan sedemikian rupa, ia jadi kikuk  [AddEmoticons04231]. “Ahni, aku tidak apa-apa…aku..aku hanya…”

Hye Sun memperhatikan sekitarnya dan sorot matanya berakhir ke Min Ho. Merasa di tatap dengan kecurigaan oleh tunangannya Min Ho menjauh dari Hye Sun dan berdiri mengalihkan perhatiannya dengan membuka tirai dan pintu ke balkon hingga mentari pagi menembus masuk dan mengisi setiap sudut kamar.

Beberapa saat mereka saling diam dengan pikiran masing-masing, Min Ho bingung bagaimana caranya memulai supaya Hye Sun tidak emosi dan Hye Sun sendiri sudah menyadari bahwa Min Ho bertindak semaunya sendiri tanpa membicarakannya dulu dengannya, ia kesal dengan sifat Min Ho yang satu itu dan berpikir harus segera membicarakan semuanya jika ingin hubungan mereka langgeng.

Hye Sun turun dari tempat tidur dan bermaksud menyusul Min Ho yang semula berdiri di balkon. Ia tidak menyadari Min Ho sudah ada di dekatnya.

“Baby, kita sarapan dulu, setelah itu aku jelaskan semuanya..” Min Ho berkata sembari memegang tangan Hye Sun dengan tatapan lembut  [AddEmoticons04267].

“Baik, tapi bisakah aku membersihkan diri dulu sebentar..?” Sahut Hye Sun datar membalas tatapan Min Ho hingga mereka saling menatap sesaat, ketika Min Ho mendekatkan wajahnya, Hye Sun bergerak menjauh dan masuk ke ruangan kecil yang berpintu kaca buram di sudut ruangan.

“Hhhmmh…” Min Ho  [AddEmoticons04270] mendesah pelan dan terduduk di kasur.

<<>>

Min Ho dan Hye Sun sarapan dalam diam walaupun Min Ho berusaha mengajaknya bicara tapi Hye Sun hanya menjawab dengan hmmm akhirnya Min Ho berhenti bicara dan matanya sesekali melirik Hye Sun yang duduk didepannya.

20 menit kemudian Min Ho membawa Hye Sun ke teras ruang tengah yang menjorok ke luar, dibawahnya tebing yang cukup dalam menghempaskan air laut ke batu-batu terjal dan pemandangan di sana sungguh indah di mana membentang laut luas di depan dan pohon-pohon di terpa sinar matahari pagi berkilauan seperti emas yang berpendar di kiri kanan mereka dan gunung halla yang menjulang tinggi di kejauhan.

Min Ho mendudukkan Hye Sun di kursi santai sementara ia bersandar dipagar membelakangi  pemandangan indah laut.

“Baby, mianhae, jeongmal mianhae…” Min Ho memecah kesunyian, sorot matanya sendu menatap gadis dihadapannya. “Aku tahu kamu pasti marah dan kecewa karena aku membawamu ke mari tapi aku melakukan ini untuk kebaikanmu, dan sebelumnya aku sudah berkonsultasi dengan dokter Jang dan tidak ada masalah dengan kesehatanmu tapi kamu harus di cek 3 hari lagi dan jika semua hasil tes bagus berarti kamu sudah sembuh. Aku juga sudah minta izin ke orang tuamu yang meskipun berat mereka mengizinkan juga.” Min Ho menghela nafas, sebenarnya ada alasan lain ia membawa Hye Sun ke villa di pegunungan ini yang berhubungan dengan orang yang menyebabkan Hye Sun terluka, Mr. Park mendapat info pihak berwajib gagal menangkap mereka dan berhasil kabur dari kejaran polisi tapi ia tidak ingin tunangannya itu khawatir.

“Kita ada di mana …?” Tanya Hye Sun datar kekecewaannya terlihat jelas [AddEmoticons04236].

“Kita ada di villa di pulau Jeju.” Hye Sun menatap Min Ho tak percaya mulutnya sudah terbuka hendak berkata-kata tapi ditutupnya lagi.

“Baby…Aku siap kamu marahi tapi tolong jangan buat dirimu menderita. Keluarkan saja semua yang membebanimu, aku siap menerimanya.” Min Ho  yang merasa Hye Sun terbebani oleh sesuatu yang tidak diketahuinya, walau ia menebak masalah itu berhubungan dengannya tapi ditepisnya.

Setelah menarik nafas panjang dan menghembuskan berulang kali akhirnya Hye Sun membuka mulut.

“Lee Min Ho-Ssi, kita harus berbicara serius tentang kita, aku tidak tahu bagaimana denganmu tapi sebelumnya mianhae, tunggu… [AddEmoticons04277] biarkan aku selesai bicara...bukankah kamu minta aku mengeluarkan uneg-unegku.” Min Ho yang tadi hendak protes dan sudah membuka mulutnya tidak jadi dan kembali diam mendengarkan apa yang akan disampaikan gadis didepannya yang sudah seperti gunung berapi yang siap menyemburkan laharnya dan tidak bisa di tahan lagi.

“Aku tidak bermaksud untuk memutuskan hubungan atau apapun tapi aku ingin kita membicarakan tentang kelanjutan hubungan kita. Aku merasa kita masih sama-sama berusaha menyembunyikan sesuatu dan tidak ingin pasangan kita tahu. Hal seperti itu akan menimbulkan kesalahpahaman di antara kita dan berakibat buruk jika terus berlanjut dalam hubungan keluarga di mana tidak ada kepercayaan. Aku ingin kita jujur dengan diri kita sendiri dan dengan pasangan kita. Aku baru memikirkan ini setelah kamu memilih pilihan yang ke 2, aku akui hal itu di luar dugaanku. Aku mau kita …hmm berpisah untuk sementara.” Tenggorokan Hye Sun serasa tercekat mengatakan kalimat terakhir,  ia mengalihkan pandangan tidak sanggup melihat Min Ho takut perasaannya yang sesungguhnya terbaca oleh lelaki dihadapannya.

 [AddEmoticons04239] Min Ho sendiri serasa di sambar petir di tengah hari terik, dadanya sakit dan seperti ada lubang yang terbuka di hatinya, ia tidak mengira Hye Sun akan memintanya berpisah walau sementara. Hye Sun kelihatan sekali berubah setelah sadar dari komanya dan hal ini sudah ditanyakan pada dokter Jang tapi tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan.

“Mianhae Lee Min Ho-Ssi, aku tidak ingin membuatmu menderita karena hal ini juga menyakitkan bagiku tapi ini jalan terbaik bagi kita. Jeongmal mianhae..” Hye Sun berdiri dan membungkukkan badannya kemudian berlalu pergi kekamarnya, sesampainya di kamar ia langsung menelungkupkan wajahnya  [AddEmoticons04241] Emoticons0429 yang penuh air mata ke bantal dan menangis sesenggukan yang sudah lama ditahannya dari mulai bicara dengan Min Ho.

Sedangkan Min Ho yang masih bersandar di pagar teras langsung merosot dari tempatnya dan terduduk di lantai setelah memahami kata-kata Hye Sun terakhir, perpisahan sementara mereka tidak tahu sampai kapan bisa seminggu, sebulan, setahun, ia memukul-mukul dadanya yang terasa sesak dan sulit bernafas, matanya terasa panas dan beberapa bulir air mata menetes di pipi  [AddEmoticons04284].

<<>>

Matahari sudah lama lewat di atas kepala dan waktu sudah mendekati pukul 15.00, Hye Sun belum ke luar dari kamarnya, Min Ho sudah beberapa kali mengetuk pintu kamarnya sejak waktu makan siang tapi tidak di buka dan tidak terdengar suara dari dalam membuat Min Ho khawatir dan hendak mendobraknya tapi akal sehatnya masih menahannya hingga sekarang ia  [AddEmoticons04269] [AddEmoticons04279] mondar mandir berjalan di depan pintu kamar satu-satunya yang ada di villa tersebut, ia tidak mau Hye Sun semakin emosi dengan perbuatannya, dengan membawanya ke mari saja sudah menjadi masalah sekarang baginya.

<<>>

Senja menjelang dan menebarkan kegelapan menerpa villa dan sekitarnya, Hye Sun membuka pintu kamarnya pelan dan melihat ke luar karena tidak mendengar suara apapun dan cahaya hingga langkahnya terhenti ketika kakinya menabrak sesuatu dan setelah diperhatikannya dengan bantuan cahaya dari kamarnya ternyata kaki Min Ho yang melewati sofa tempatnya tertidur. Terlihat gurat keletihan dan kesedihan diwajahnya yang tampan, Hye Sun menggigit bibir bawahnya menahan gejolak di dalam dadanya. Penyesalan menerpanya dan terpikir untuk menarik kembali kata-katanya tapi diabaikannya karena menurutnya hal tersebut yang terbaik bagi mereka berdua sebelum teroris itu tertangkap maka mereka berdua dalam bahaya dan Hye Sun tidak ingin Min Ho menderita karena tidak bisa melindungi dirinya maka ia bermaksud menangkap teroris itu dengan bantuan Bi.

Hye Sun melangkah pelan menuju dapur dan meraba dinding untuk menyalakan lampu di sana. Di atas meja tersaji makanan yang sudah dingin pertanda sudah lama berada di sana. Makanan di atas meja utuh demikian juga dengan tatanan piringnya tidak tersentuh untuk 2 orang. Hye Sun semakin terenyuh menyadari Min Ho melewatkan makan siangnya karena dirinya sementara ia tadi sempat makan roti sepotong yang ada di nakas sebelum minum obat.

Hye Sun melangkah ke meja dapur dan memasukkan makanan ke microwave untuk memanaskan.

“Mian baby, aku tertidur, lebih baik kamu duduk, biar aku yang melanjutkannya.” Rupanya Min Ho sudah bangun dan sudah berada dibelakangnya tanpa disadarinya karena pikirannya entah terbang kemana.

Min Ho dengan gesit mengambil alih apa yang akan dilakukan Hye Sun lalu membimbing Hye Sun duduk di salah satu kursi meja makan, Hye Sun ingin menolak tapi ia tidak punya tenaga untuk membantah di samping itu mungkin kebersamaan mereka yang terakhir jadi ia akan menjalani dan menikmatinya.

Hye Sun terpana mendapati raut muka lelaki terkasihnya, ia tidak mengerti kenapa Min Ho bersikap biasa seperti tidak ada yang terjadi. Dengan ekor matanya diamatinya Min Ho yang sibuk menyiapkan makan malam.

Min Ho menyadari dirinya sedang diperhatikan dengan seksama oleh Hye Sun tapi ia pura-pura tidak tahu dan berusaha bersikap normal seperti biasa walaupun hatinya sakit. Ia bertekad akan menyelesaikan semuanya malam ini sebelum perpisahan itu benar terjadi.


***<<<<>>>***


Bandara Incheon, hangar pribadi

Mr. dan Mrs. Lee turun dari pesawat pribadi mereka di sambut oleh Mr. Park yang menunggu di samping mobil Mercedes benz hitam keluaran terbaru yang pintunya sudah terbuka. Mr. Park membungkuk hormat kepada majikannya lalu mempersilahkan suami istri itu masuk ke mobil sementara sopir sibuk memasukkan travel bag majikannya ke bagasi mobil.

Beberapa saat kemudiam Mercedes benz hitam itu sudah meluncur menyusuri jalan meninggalkan hangar pribadi yang berjejer milik pengusaha-pengusaha terkenal di Seoul.

“Mr. Park, kita langsung ke rumah sakit saja…kamu tidak keberatankan Sonia ?” Kata Minki pada istrinya yang menatapnya heran.

“Ahni, aku malah berencana begitu tapi khawatir kamu lelah yeobo, jadi aku tidak mengatakannya…gomawoyo.” Sahut Sonia yang tersenyum dengan tulus dan di jawab anggukan oleh suaminya.

“Ok..Mr. Park, kita ke rumah sakit tapi jangan lupa mampir ke toko roti tempat biasa dulu sebentar tidak masalahkan..?” Ujar Sonia.

Mr. Park yang mendengarkan obrolan majikannya bingung harus bagaimana menjelaskannya jika majikannya bertanya yang macam-macam tentang kepergian tuan mudanya.

“Mr.Park..!” Panggil Minki melihat sekretarisnya itu tidak bersuara dari tadi seperti ada sesuatu yang sulit dan membebaninya.

“Ne, tu..an.” Sahut Mr. Park gagap ketahuan telah melamun.

 “Ada apa Mr. Park..?” Tanya Minki penasaran karena tidak biasanya orang kepercayaan mereka itu tidak menyahut jika di ajak bicara.

“Apa ini tentang Min Ho ?” Sonia nimbrung dan kekhawatiran tersirat di wajahnya yang lelah menatap Mr. Park yang masih tidak bersuara di jok depan.

“MR. PARK ! SEJAK KAPAN KAMU JADI BISU ?” Sindir Minki  [AddEmoticons04256] dengan nada yang naik beberapa oktaf.

Mr. Park terlonjak dan segera berpaling ke majikannya dan menunduk hormat tanpa menubah posisi duduknya.

“Sosongheo tuan, i…itu…aga..shi … agashi sudah di bawa pulang oleh tuan muda.” Sahut Mr. Park takut-takut.

“Oh jadi Hye Sun sudah boleh pulang, syukurlah .. aku senang mendengarnya tapi … kenapa harus Minki marah dulu baru Mr. Park mengatakannya..?” Kata Sonia bingung menatap suaminya lalu ke sekretaris mereka, Minki juga jadi berpikir terlihat dengan dahinya yang berkerut.

“Mr. Park, saya tidak suka berbelit-belit jadi tolong katakan ada apa sebenarnya..?” Tanya Minki tegas.

“Sosongheo tuan dan nyonya, se..sebenarnya agashi belum boleh pulang tapi tuan muda mendesak dokter untuk mengizinkan agashi pulang dan membawanya pergi tadi malam.” Jawab Mr. Park dengan hati-hati takut salah bicara karena ia sudah berjanji untuk merahasiakan semuanya.

“APA…?!”  [AddEmoticons04240] [AddEmoticons04280]

Ke dua orang yang duduk di jok belakang terperanjat, mereka saling berpandangan lalu menatap ke jok penumpang di depan.

“Pergi…tadi malam…kemana ?” Tanya Sonia heran.

“Sosongheo nyonya, saya tidak tahu kemana tuan muda membawa agashi.” Sahut Mr. Park menundukkan kepalanya, kali ini ia tidak berbohong karena tuan mudanya tidak mengatakan kemana perginya

“Apa kamu tahu alasan Min Ho membawa Hye Sun pergi dari rumah sakit ?” Tanya Minki penasaran, berusaha setenang mungkin walaupun ia geram juga mendengar perilaku Min Ho yang sekehendak hatinya berbuat beberapa minggu terakhir..

“Ahni, saya tidak tahu tuan, mianhae...jeongmal mianhae..”. Mr. Park berusaha wajahnya tidak memperlihatkan emosinya yang tertekan harus berbohong pada majikannya.

“Hhmmh…”  [AddEmoticons04248] Desahan bingung Mr. Lee memikirkan putranya yang berbuat tanpa mendiskusikan dulu kepada orang tuanya membuat mereka cemas dan khawatir akan akibat dari tindakannya yang tanpa pikir panjang.

Sementara itu Sonia yang duduk disampingnya hanya geleng-geleng kepala memikirkan anak semata wayangnya yang sedang jatuh cinta, tiba-tiba teringat sesuatu ketika melihat arlojinya yang melingkar di lengan kiri dan terlonjak serta berseru.

“Oh my God, Minki !”

“Mwo..?”  [AddEmoticons04280]

“Apa mungkin Min Ho membawanya ke Jeju dan tetap melangsungkan pernikahan mereka di sana…karena besokkan rencana hari pernikahan mereka..?” Kata Sonia dengan mata berbinar  [AddEmoticons04259] sekaligus was-was.

“Ahni, bukankah kau bilang Min Ho sendiri yang mempending pernikahan mereka sampai Hye Sun benar-benar sembuh..” Sahut Minki menggelengkan kepalanya, matanya menatap ke jalan yang ramai oleh kendaraan.

“Ne tapi mungkin saja kan Min Ho nekat menikahi Hye Sun tanpa kehadiran orang tuanya…Oh, apa yang harus kita katakan pada Henry dan Mira…Anak itu buat pusing saja..” Kata Sonia membayangkan Henry dan Mira marah pada mereka.

***<<<<>>>***

Villa di Pulau Jeju

1 jam sudah berlalu dari makan malam, sekarang Min Ho dan Hye Sun duduk di sofa di ruang tengah menonton variety show dalam diam, Hye Sun sebenarnya ingin kembali ke kamar stelah makan malam tapi di tahan oleh lelaki yang sekarang duduk di sofa tidak jauh darinya, seperti tadi ia juga tidak kuasa menolaknya, hatinya berkata tidak namun tubuhnya tidak mau menurut.

“Baby…aku menuntut penjelasan.” Ujar Min Ho sembari mengecilkan suara tv terkesan memaksa walaupun diucapkan selembut mungkin.

“Hhmm..” Hye Sun berdehem dan menoleh ke samping di mana Min Ho duduk.

“Aku akan menuruti kemauanmu jika menurutku itu masuk akalku tapi jika tidak aku tidak mau…” Dahi Hye Sun berkerut, ia hendak protes tapi urung dan memutuskan mendengarkan dulu Min Ho meneruskan kata-katanya.

“Bukan hanya kau yang tidak ingin pasangannya menderita, aku juga baby…aku juga tidak ingin kamu terluka dan menderita..” Wajah lelaki disampingnya keruh  [AddEmoticons04255]dan seperti berton-ton batu menghimpitnya dan menindihnya hingga sakitnya tidak terkira.

“…jika kamu pikir dengan berpisah denganku walau itu “sementara” menurutmu, maka aku tidak menderita itu salah…salah besar baby...” Min Ho mengatup bibirnya rapat dan kepalan tangannya makin erat menahan emosi dan kepedihan sebelum melanjutkan meluapkan perasaannya [AddEmoticons04236].

“..jangankan berpisah betulan seperti yang kamu inginkan berpisah karena syarat yang kamu ajukan dulu untuk pernikahan kita saja sudah sangat membuatku menderita dan tersiksa makanya aku memilih opsi ke 2 karena aku merasa jiwaku sudah mati waktu kamu koma baby, aku tidak mau lagi berpisah denganmu dan aku akui … aku orang yang egois mau menang sendiri jadi aku pastikan baby, aku tidak akan melepasmu kecuali aku mati..”  [AddEmoticons04243]

Setelah mengeluarkan perasaannya, Min Ho merasa beban dipundaknya sedikit ringan. Ditatapnya dalam-dalam gadis mungil disampingnya yang menutup mulut dengan satu tangan dan tangan yang lain menahan dadanya yang naik turun dengan cepat. Kemudian didekatinya gadis itu yang membuang muka ke samping menyembunyikan wajahnya, di putarnya tubuhnya menghadap kearahnya, air mata seperti sungai yang mengalir deras dipipinya  Emoticons0429, begitu dilepasnya lengan dari mulutnya maka tangis yang berusaha disembunyikan pun pecah  [AddEmoticons04219]. Min Ho memeluk Hye Sun dan mengelus kepalanya dengan pelan dan hati-hati ketika tersentuh perban di kepala gadis itu.

10 menit berlalu Hye Sun masih menangis walaupun tidak terdengar lagi suara tangisnya  [AddEmoticons04268], entah kenapa ia mengambil keputusan yang baginya sendiri juga merasa berat untuk berpisah dengan Min Ho walaupun itu hanya sementara sampai bahaya menghilang di antara mereka. Perasaannya sungguh tersiksa jika lelaki dipelukannya ini tersiksa, ia juga sebenarnya egois mengambil keputusan sepihak meskipun untuk tujuan kebaikan antara mereka, tidak disadarinya ia juga telah berbuat seperti apa yang telah Min Ho perbuat pada dirinya.

Min Ho melepas pelukannya dan merenggangkan jarak untuk melihat wajah Hye Sun, diangkatnya dagu gadis mungil itu dan disapunya air mata yang masih menetes di pipi dengan bibirnya hingga Hye Sun merasa aliran listrik mulai menjalarinya dan berusaha menghentikan ulah Min Ho tapi tangannya ditahan oleh lelaki itu.

“Baby, mulai sekarang jangan ada lagi air mata kesedihan, kalaupun ada aku harap itu air mata kebahagiaan. Kalaupun kamu ingin menangis maka menangislah dibahuku jangan di bahu orang lain. Sekarang aku masih menuntut penjelasan dari keputusanmu tadi pagi, itu pun jika kamu siap mengatakannya namun aku tidak mau hari berganti tapi kita masih seperti ini.” Min Ho tidak ingin memaksa Hye Sun tapi juga tidak ingin masalah mereka berlarut-larut, sorot matanya yang tajam menatap Hye Sun dalam  [AddEmoticons04258].

Hye Sun mengalihkan wajahnya ke samping tapi ditahan oleh Min Ho hingga mereka saling menatap namun hanya sebentar karena ia menundukkan pandangannya ke bawah.

“Baby, please…kamu sendiri yang mengatakan bahwa kita harus jujur dan saling terbuka tapi kenapa kamu tidak bisa mengatakannya. Aku…aku….” Min Ho  [AddEmoticons04268] tidak bisa melanjutkan kata-katanya kesedihan terpancar dari wajahnya, ia kemudian berdiri lalu berjalan ke jendela dan terdiam di sana membelakangi Hye Sun. Ia tidak ingin perasaannya yang hancur lebur di lihat oleh wanita muda yang sudah merenggutnya dari hiruk pikuk hidupnya yang monoton.

Hye Sun menggelengkan kepala antara berterus terang atau menyembunyikan semuanya, hatinya bimbang apa yang harus dilakukan karena keduanya sama-sama sulit untuk dijalaninya.

“Min Ho-aa, mianhae…jeongmal mianhae, aku tidak tahu bagaimana mengatakannya tapi…semuanya berat juga bagiku…sebenarnya aku…aku melakukan ini demi kamu, aku awalnya tidak tahu …. perasaan yang membuat jantungku berdebar  Emoticons0425 ketika melihatmu tapi sekarang aku tahu hatiku sakit  [AddEmoticons04255] ketika melihatmu sedih dan berbunga-bunga   [AddEmoticons04235] ketika melihatmu bahagia..”

Min Ho membalik tubuhnya dan menatap Hye Sun yang menekori pola-pola karpet didepannya, perasaannya campur aduk antara sedih dan juga senang, senang karena Hye Sun juga menyukainya dan sedih karena mereka akan berpisah.

“...memang benar apa kata orang benci bisa menjadi cinta, dari awal pertemuan kita aku benar-benar benci padamu tapi seiring waktu perasaan itu mulai menghilang dan menjadi kekhawatiran ketika kamu mendapat masalah akibat tas kita yang tertukar. Kamu pasti bingung dan heran kenapa orang itu selalu bertanya dan mencari sesuatu yang kamu tidak tahu. Tentang itu aku…aku bersalah padamu karena tidak mengatakannya dari awal, kamu berhak marah padaku…karena cd itu telah menyeret kita hingga sejauh ini..”

Min Ho awalnya tidak mengerti arah bicara Hye Sun tapi ketika Hye Sun menyinggung soal cd baru ia sadar.

“Kamu tahu tentang cd itu..?” Min Ho masih tidak percaya dengan pendengarannya.

“Ne..” Hye Sun menjawab sembari mengangguk seakan kata-kata saja tidak cukup.

“Da…dari mana…kau tahu..?” Tanya Min Ho tergagap menyadari apa yang telah diketahui oleh kekasihnya.

“Ka…rena aku …me..ne..mu..kannya..” Sahut Hye Sun hati-hati dengan raut bersalah,  wajahnya menunduk seperti orang habis mengaku dosa.

“APA… [AddEmoticons04239].me-ne-mu-kan-nya…jadi…cd itu ada padamu ?” Min Ho sudah berada di samping Hye Sun dan memegang bahunya.

“Ne…” Jawab Hye Sun pelan tidak berani menatap Min Ho.

“Ba…bagai..mana bisa ? Bukankah tas itu terkunci ?”  [AddEmoticons04280]Min Ho teringat kata-kata Hye Sun waktu mereka menukar tas itu. “Oh baby…jangan katakan kau bisa membukanya ?” Min Ho menatap lekat Hye Sun yang masih menyembunyikan wajahnya lalu kepalanya turun naik menjawab pertanyaan Min Ho.

“Oh tidak…” [AddEmoticons04282] Min Ho berdiri membelakangi Hye Sun dengan tangan terkepal di sisi tubuhnya menahan amarah yang mulai bergejolak.

“Ke..na..pa…kenapa tidak kau katakan padaku…aku…akh, sudahlah…sekarang ceritakan tentang cd dan orang-orang  itu, kamu pasti sudah tahu apa isi cd itu dan siapa mereka kan..?” Min Ho  [AddEmoticons04256] marah sekaligus jengkel sekali karena Hye Sun sudah menutupi hal yang membahayakan mereka berdua, ia sudah berbalik lagi, menangkup kepala Hye Sun dengan ke dua tangannya dan menatap tajam ke mata Hye Sun.

Hye Sun memutuskan untuk jujur dan tidak menutupinya lagi sehingga menceritakan semua yang diketahuinya dari Bi tentang cd dan juga komplotan dibelakang cd tersebut, Min Ho mendengarkan dengan seksama penjelasan Hye Sun meskipun ia harus menahan gejolak cemburu setiap kali nama Bi di sebut oleh Hye Sun dengan sebutan Oppa yang terdengar bagai halilintar ditelinganya.

“Lalu bagaimana kamu bisa melepaskan diri dari mereka waktu diculik ?” Tanya Min Ho setelah terdiam beberapa saat menenangkan emosinya lalu ketika membayangkan kekasihnya diikat dan di masukkan ke mobil dengan mulut tersumbat lalu di kurung di ruangan yang gelap membuat darah Min Ho mendidih  [AddEmoticons04256].

Hye Sun  [AddEmoticons04231] tersenyum simpul mengingat dirinya tertidur waktu Sung Min di culik di sangka dirinya.

“Aish…kenapa malah tersenyum begitu…ayo katakan bagaimana kamu bisa lolos dari mereka ..” Min Ho  [AddEmoticons04236] kesal melihat raut Hye Sun.

“Aku tidak melakukan apa-apa  [AddEmoticons04279].” Kata Hye Sun tenang.

“Mwo…?! Ba..bagaimana bisa kamu melarikan diri jika diam saja..?” Min Ho  [AddEmoticons04259] masih bingung memikirkan cara kekasihnya melarikan diri, melihat Hye Sun masih senyam senyum aja darahnya bergejolak.

“YA…katakan bagaimana caranya ?” Min Ho  [AddEmoticons04280] masih penasaran dan menggoncang bahu Hye Sun.
 
 “Aigo…sudah aku katakan aku tidak melakukan apa-apa … karena aku tidak di culik.” Jawaban Hye Sun membuat Min Ho terdiam kaku, mulutnya terbuka lebar  [AddEmoticons04239].

“Mwo…?! Jadi mereka membohongiku.. ? Hanya untuk menekanku…?”  [AddEmoticons04236]

“Tidak, mereka tidak berbohong.”   

“Aish..mereka tidak menculikmu dan juga tidak berbohong padaku kalau kamu di culik…Apa maksudmu..? Aku bingung..” Min Ho mengacak rambutnya karena merasa semua tidak masuk akalnya dan membuatnya pusing  [AddEmoticons04282].

Hye Sun tersenyum memandang Min Ho yang bingung, ia lalu menceritakan dirinya yang berziarah dan tertidur di pondok, ponselnya yang lowbat, lalu pertemuannya dengan ayah Sung Min yang kehilangan anaknya dan sapu tangan yang ditemukannya terus upayanya menyelamatkan Sung Min hingga ia tahu kalau komplotan itu mengancam Min Ho, upayanya mengelabui penjaga untuk menyelamatkan Min Ho dari kertas yang ditemukannya di teras kamar Min Ho sampai usahanya untuk menemui Min Ho dan mengingatkannya tapi tidak berhasil karena keburu Min Ho bertemu dengan komplotan tersebut dan masuk perangkap mereka.

“Oh Baby…mianhae, jeongmal mianhae  [AddEmoticons04264]… kalau aku cepat pergi dan mengikutimu kamu tidak akan sampai terluka parah dan koma, aku bersalah padamu.” Min Ho memeluk Hye Sun dengan erat mengingat kejadian yang menimpa mereka.

“Apa kamu memaafkan aku karena tidak mengatakan tentang cd itu..?” Tanya Hye Sun takut-takut di balik bahu Min Ho.

“Tidak…aku tidak bisa memaafkanmu baby, kecuali…” Kata Min Ho dengan seringai jahil.

“Kecuali apa…?” Tanya Hye Sun penasaran.

“Kecuali kamu membatalkan kata-katamu tadi pagi.” Kata Min Ho tersenyum jahil.

“Itu…itu…aku tidak bisa menariknya..” Hye Sun menunduk memainkan jarinya.

“Aku tahu kenapa kamu ingin berpisah dariku…” Kata Min Ho sendu  [AddEmoticons04269]. “Kamu tidak ingin aku melihatmu berduaan dengan manusia hujan itu kan, karena ia agen yang akan menangkap penjahat itu dan ia lebih bisa melindungimu daripada aku..” Sindir Min Ho  [AddEmoticons04247] sinis dengan tangan yang terkepal erat menatap tajam Hye Sun.

“Mwo…?!” [AddEmoticons04239] Hye Sun terperanjat mendengar tuduhan Min Ho.

“Jadi menurutmu aku tidak bisa melindungimu dan hanya membuatmu menderita, jika aku membiarkan kau pergi maka aku akan bahagia dan tidak menderita…? Apa kamu pikir aku orang yang egois hanya memikirkan diri sendiri ? Dulu waktu kita pertama kali bertemu maka aku dengan senang hati akan menyetujuinya tapi tidak sekarang… karena bagiku sekarang kamu lebih penting daripada diriku sendiri jadi jangan harap hanya kamu berdua yang akan menangkap penjahat itu tanpa diriku disampingmu, sedetik pun aku tidak akan membiarkan kau lepas dari pandanganku Emoticons0431 .” Kata-kata Min Ho meluncur bagai peluru menohok hati Hye Sun dan bersarang di sana tidak akan pernah lepas.

Min Ho setengah berdiri dengan bertumpu pada lutut dihadapan Hye Sun, ia memegang bahunya dan mengangkat dagu Hye Sun hingga mata mereka bertemu, tatapan dalam dari Min Ho membuat Hye Sun kikuk karena debaran jantungnya  Emoticons0425 Emoticons0425 makin cepat.

“Baby … aku tidak akan membiarkan dirimu menghadapi mereka sendirian…ya meskipun ada si manusia hujan itu tapi aku tidak akan membiarkannya…baby, akan kita lawan mereka bersama-sama seperti pepatah bercerai kita runtuh bersatu kita teguh…jadi lupakan semua rencana menjauhkan aku dan kata-kata perpisahan sebelumnya..”

Hye Sun mencari kepastian di dalam mata Min Ho dan ia mendapatkan bukan hanya kepastian tapi keteguhan dari lelaki yang telah menanamkan bibit-bibit cinta dalam hatinya.

Min Ho melanggar jarak antara mereka, jarak itu tinggal 5 cm dengan pandangan sendu dan mata berbinar, semakin dekat, tidak berjarak lagi hingga hidung mereka saling bersentuhan. Hye Sun perlahan menutup matanya dan bibir mereka saling menempel lalu bibir mungil itu dalam sekejap sudah hilang dalam bibir Min Ho yang melumatnya dengan pelan dan dalam  [kiss] [kiss].

***<<<<>>>***

00.30

Di sebuah bar kecil di tengah kota seoul, seorang lelaki tenggelam dalam minuman sejak 30 menit yang lalu, tidak pernah ia merasa habis pikir taktik yang sudah berbulan-bulan mereka pelajari tidak ada efeknya sama sekali. Semua rencana mereka gagal total padahal operasi penyergapan itu menurutnya sudah ditelaah dengan sebaik-baiknya dan di hitung kemungkinan gagal tipis tapi dewi fortuna rupanya tidak berpihak kepada mereka. Entah bagaimana bisa para penjahat itu bisa lolos dari mereka yang sudah mengawasi selama 24 jam. Kegagalannya kali ini meringkus komplotan Endrivosky membuatnya sangat terpukul apalagi komplotan itu telah melukai gadis yang sangat dicintainya.

Lelaki itu sudah mabuk tetapi tetap memaksa minum walaupun bartender sudah mengingatkannya sebelumnya untuk berhenti tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa jika pengunjung barnya ngotot dan tidak mengindahkan teguran mereka.

Lelaki tersebut hendak menenggak habis isi gelasnya yang entah sudah keberapa ketika sebuah tangan menahannya. Lelaki itu menatap marah ke orang yang mengambil gelas birnya dan bermaksud mengambil kembali minumannya tetapi orang itu tetap menahannya dan mendekatkan mulutnya ke telinga lelaki tersebut dan membisikkan sesuatu. Lelaki itu menatap lawannya tidak percaya dengan apa yang didengarnya dan ia tidak mendapatkan keraguan tapi kebenaran dari mata lelaki setengah baya didepannya. 


***<<<<>>>***



TBC

Note : gak ada picu2x coz inetnya gak dukung, klo kependekan mianhae

Offline Vay_za

  • Senior
  • ****
  • Posts: 917
    • View Profile
Re: * Bag Scandal * ~Chapter 14 update 290312~
« Reply #558 on: March 29, 2012, 04:57:23 am »
Yihaaaa update....  Hface Hface Hface Hface gumawo Onnie  [cheekkiss]

Onnie... baca FF ni jadi  [rofl] [rofl] [rofl] gara2 liat emoticon nya  [rofl] [rofl]
« Last Edit: March 29, 2012, 05:14:22 am by Vay_za »

Offline Amira

  • Police
  • Senior
  • *****
  • Posts: 613
  • Location: East kal
    • View Profile
Re: * Bag Scandal * ~Chapter 14 update 290312~
« Reply #559 on: March 29, 2012, 05:58:21 am »
Yihaaaa update....  Hface Hface Hface Hface gumawo Onnie  [cheekkiss]

Onnie... baca FF ni jadi  [rofl] [rofl] [rofl] gara2 liat emoticon nya  [rofl] [rofl]
hai vayza, gomawo dah baca...but jadi lucu ya gara2x emoticonnya ..

Offline Vay_za

  • Senior
  • ****
  • Posts: 917
    • View Profile
Re: * Bag Scandal * ~Chapter 14 update 290312~
« Reply #560 on: March 29, 2012, 06:10:14 am »
Yihaaaa update....  Hface Hface Hface Hface gumawo Onnie  [cheekkiss]

Onnie... baca FF ni jadi  [rofl] [rofl] [rofl] gara2 liat emoticon nya  [rofl] [rofl]
hai vayza, gomawo dah baca...but jadi lucu ya gara2x emoticonnya ..

Iya Onn... bawaannya jadi senyam senyum ndiri gara2 liat emoticonnya  Hface  [hmff]

Offline Imahminsun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 544
  • sweet momen's minsun
  • Location: seoul
    • View Profile
Re: * Bag Scandal * ~Chapter 14 update 290312~
« Reply #561 on: March 29, 2012, 08:02:25 am »
makasih eonni update nya  [lovestruck], waktu baca spoiinya jujur ada rasa sedih  [cry] juga karna hye minta hubungan  mereka putus untuk sementara sampai semuanya jadi tambah tenang, tapi..untungnya Minho bisa dan mampu meluluhkan hati hye yang lagi GALAU *karna suju mau datang  [hmff]* et.. [hmpfh] salah kamsdudnya gara teroris yang mengancam keselamatan mereka  [ohmy] , minho lebih baik menghadapi para teroris  [angry] itu bersama" dari pada harus berpisah dengan hye , karna itu lebih menyakitkan buatnya  [goodgrief] , dan satu lagi aku senanga akhirnya hye menceritakan permasalahan yang sebenarnya tentang CD itu , tuan dan nyonya Lee di buat pusing  [wacko] sama anak semata wayang mereka , padahal baru nyampai di seoul sudah mumet pikiran  [collapse] , di tunggu nextnya , semoga nextnya masalah dengan para teroris  [head break] selesai, kasiaman nafsu Minho sudah membuncah  [drool] , bisa di bayangkan ddari  [kiss] minho ke hye *eonni emoticon bikin  [rofl] , pas bangeet sama keadaan setiap moment ceritanya  [hmff]  [hmff]
« Last Edit: March 29, 2012, 08:12:35 am by Imahminsun »

younee

  • Guest
Re: * Bag Scandal * ~Chapter 14 update 290312~
« Reply #562 on: March 29, 2012, 08:58:28 am »
Keputusan yg diambil Hye untuk berpisah sementara ga jadi kan sista ?
Gomawo udah diupdate…[lovestruck]

Offline Dindin

  • Newbie
  • *
  • Posts: 76
    • View Profile
Re: * Bag Scandal * ~Chapter 14 update 290312~
« Reply #563 on: March 29, 2012, 10:59:16 am »
Setuju ma minho masalah harus di hadapi bersama" keputusan hye sun untuk pisah 'sementara' gak jd kan? hahaha minho panggil rain manusia hujan
semoga cepet ketangkep tororis" itu biar gak ganggu hye sun ma minho lg

Offline Amira

  • Police
  • Senior
  • *****
  • Posts: 613
  • Location: East kal
    • View Profile
Re: * Bag Scandal * ~Chapter 14 update 290312~
« Reply #564 on: March 29, 2012, 06:41:08 pm »
makasih eonni update nya  [lovestruck], waktu baca spoiinya jujur ada rasa sedih  [cry] juga karna hye minta hubungan  mereka putus untuk sementara sampai semuanya jadi tambah tenang, tapi..untungnya Minho bisa dan mampu meluluhkan hati hye yang lagi GALAU *karna suju mau datang  [hmff]* et.. [hmpfh] salah kamsdudnya gara teroris yang mengancam keselamatan mereka  [ohmy] , minho lebih baik menghadapi para teroris  [angry] itu bersama" dari pada harus berpisah dengan hye , karna itu lebih menyakitkan buatnya  [goodgrief] , dan satu lagi aku senanga akhirnya hye menceritakan permasalahan yang sebenarnya tentang CD itu , tuan dan nyonya Lee di buat pusing  [wacko] sama anak semata wayang mereka , padahal baru nyampai di seoul sudah mumet pikiran  [collapse] , di tunggu nextnya , semoga nextnya masalah dengan para teroris  [head break] selesai, kasiaman nafsu Minho sudah membuncah  [drool] , bisa di bayangkan ddari  [kiss] minho ke hye *eonni emoticon bikin  [rofl] , pas bangeet sama keadaan setiap moment ceritanya  [hmff]  [hmff]

Hai imah, gomawo sudah baca & komentnya...

Eh, suju kapan tampil di jakarta, waktu buka twitter rame banget yg lagi bicarain suju, anakku suka bgt ma suju *gara2x emaknya suka denger k-pops anak2xnya ketularan juga...

Iya, mh walopun kesannya maksa tapi sebenarnya karena sayang & cintanya gak mau hs tau gitu juga sebaliknya tapi kita liat ada selanjutnya gimana, apakah hs luluh dengar  [kiss] [kiss] [kiss] nya mh hingga batalin or malah ilfil  [hmff] [hmff] tapi klo gak nolak di  [kiss] artinya  [chin] [chin] ?????  Hface Hface

mh mang dah bikin puyeng ortunya setelah fall in love ke hs but gak bisa berbuat lebih coz abojinya juga dulu begono jadi tau gimana perasaan anaknya  [hmpfh] [hmpfh]

oh gitu ya...emoticonnya pas kirain malah jadi bikin ff ini gak dapat feelnya coz gak bisa lagi nyempilin pict_ sebenarnya bukan gak bisa cuman lemotnya itu loh gak ketulungan bisa2x gak update jadi sebagai gantinya ya kasih emoticon aja cuman awalnya ragu juga pas gak ya...apa malah bikin jelek...

Offline Amira

  • Police
  • Senior
  • *****
  • Posts: 613
  • Location: East kal
    • View Profile
Re: * Bag Scandal * ~Chapter 14 update 290312~
« Reply #565 on: March 29, 2012, 07:14:56 pm »
Keputusan yg diambil Hye untuk berpisah sementara ga jadi kan sista ?
Gomawo udah diupdate…[lovestruck]

Itu ya.... [chin] [chin] gimana ya  [AddEmoticons04269] liat nanti sist tapi klo hs gak nolak di  [kiss] sama mh kita kan bisa menduga ke arah mana selanjutnya.. gomawo sudah baca & komentnya sist younee [weird]


Setuju ma minho masalah harus di hadapi bersama" keputusan hye sun untuk pisah 'sementara' gak jd kan? hahaha minho panggil rain manusia hujan
semoga cepet ketangkep tororis" itu biar gak ganggu hye sun ma minho lg
yap mh sadar ia selalu nuntut hs penuhin maunya tapi gak mikir hs gimana, jadi ia merasa bersalah karena hs telah banyak berkorban untuknya sementara ia gak, jadi ia ambil keputusan itu karena tau hs gak akan bisa dilarang tuk gak turun tangan karena secara gak sadar hs sudah terseret dari awal & dengar cerita hs bikin mh merinding juga dengan kenekatan kekasihnya yg mungil itu so pasti susah tuk melarangnya di samping itu mh  [AddEmoticons04222] [AddEmoticons04222] [AddEmoticons04256] [AddEmoticons04256] gak rela hs berdua-an dengan bi, egonya juga tertantang tuk jaga harta pusakanya (HS)  [horse] [horse] masa sebagai calon lakinya hs ia gak bisa lindungin calon bininya gak lucu kan apa kata dunia. [shock]..

Offline Roxanne

  • Full
  • ***
  • Posts: 259
    • View Profile
Re: * Bag Scandal * ~Chapter 14 update 290312~
« Reply #566 on: March 29, 2012, 08:12:06 pm »
hahahaha...sista lucu deh liat reaksinya MH kalo HS nyebutin Bi pake OPPAAAAA...  [AddEmoticons04220] [AddEmoticons04220] [AddEmoticons04220]

cembokur nih bang...  [AddEmoticons04254] [AddEmoticons04254] [AddEmoticons04254]

sukur deh mereka udah saling terbuka satu sama lain...fiuhhhh..jangan dibikin pisah lagi ya sis..

thank you ya sis Amiraaaa udah update.....  [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]

Offline Amira

  • Police
  • Senior
  • *****
  • Posts: 613
  • Location: East kal
    • View Profile
Re: * Bag Scandal * ~Chapter 14 update 290312~
« Reply #567 on: March 29, 2012, 08:46:57 pm »
hahahaha...sista lucu deh liat reaksinya MH kalo HS nyebutin Bi pake OPPAAAAA...  [AddEmoticons04220] [AddEmoticons04220] [AddEmoticons04220]

cembokur nih bang...  [AddEmoticons04254] [AddEmoticons04254] [AddEmoticons04254]

sukur deh mereka udah saling terbuka satu sama lain...fiuhhhh..jangan dibikin pisah lagi ya sis..

thank you ya sis Amiraaaa udah update.....  [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]

iya tuh lucu banget, gimana entar klo mereka sama-sama tuk nangkap penjahat pasti kepala mh berasap terus  [rofl] [rofl]

he eh, tapi mh belum cerita baru hs yang cerita, kita lihat entar apakah mh berterus terang or ada yang masih ditutupinya... [chin] [chin]

gomawoyo sist mary atas komentnya..


Offline carina ainy

  • Newbie
  • *
  • Posts: 17
    • View Profile
Re: * Bag Scandal * ~Chapter 14 update 290312~
« Reply #568 on: March 30, 2012, 07:09:21 am »
Sista Min Ho sama Hye Sun gak jadi pisah-pisahan sementara
kan??

Jangan dibuat pisah lagi dong sist.. Ntar kasihan gak nikah" thu MH ma HS.. T^T..

Gomawo ya sista buat Updetannya.. ^^
Next Chapny Jangan lama2 ye sist.. :D

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: * Bag Scandal * ~Chapter 14 update 290312~
« Reply #569 on: March 31, 2012, 02:49:48 am »
chp 13 :
hubungan minho and hyesun masih perlu dipertanyakan ya [chin] sptnya, mh belum sepenuhnya sadar perhatiannya ke hs tuh cinta or hanya nafsu, sedgkan hs, kesannya dia masih ragu ama mh, jika perlu menghindarinya sedpt mungkin [heh] [heh] gw rasa, mrk perlu merundingkan masalah2 tsb lebih detail apalagi sekrg orgtua hs, terutama ayahnya, sptnya mulai tdk suka ama mh [sweat]
komplotan si endresky [hmpfh] [hmpfh] sebentar lagi bakal ketangkep ya [laughing]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun