Author Topic: * Bag Scandal * ~Chapter 14 update 290312~  (Read 33168 times)

fara

  • Guest
Re: ~ Bag Scandal ~Chapter 7, Updated 21.04.2010
« Reply #210 on: May 28, 2010, 06:52:42 pm »
Iya onnie amira aku akan setia menunggu [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

Offline Amira

  • Police
  • Senior
  • *****
  • Posts: 613
  • Location: East kal
    • View Profile
Re:~ Bag Scandal ~Chapter 8, Updated 01-06-2010
« Reply #211 on: May 31, 2010, 10:19:57 am »
Mian...ff ini sebulan dianggurin..
Jadi gak panjang lebar lagi silahkan menikmati...






13.00

Ruang pertemuan Gedung Lee Corporation




Sudah 2 jam berlalu belum ada Mr. Park menghubunginya membuat Min Ho gelisah, selama rapat ia tidak bisa fokus pada materi yang mereka bahas. Sebenarnya ia sendiri yang ingin pergi mengetahui keadaan pabrik di Busan tapi karena ada hal yang lebih penting dari apapun dan ia tidak mau hal tersebut tertunda bahkan gagal jadi ia mengutus Mr. Park untuk menyelidiki lebih lanjut dan mengabarkan setiap informasi yang di dapat kepadanya secara rinci, namun satu katapun belum ada yang dilaporkan oleh Mr. Park padanya sejauh ini.

Min Ho bersyukur sekali rapat akhirnya selesai juga karena ia ingin cepat kembali ke ruangannya untuk menenangkkan pikiran dan kepalanya yang terasa berat dan senut-senut sejak mendengar berita dari sekretaris pribadinya tapi entah kenapa ia sekarang lebih tenang dan tidak cepat emosian seperti sebelumnya jika dapat kabar yang tidak mengenakkan.

Baru saja Min Ho mengeluarkan ponselnya hendak menelpon ketika masuk keruangannya, ponsel tersebut sudah berdering nyaring. Melihat siapa yang menghubunginya membuat Min Ho cepat menekan tombol jawab dan mendekatkannya ke telinga.

“Yeobseyo…”

Min Ho kemudian mendengarkan dengan seksama suara dari seberang, mimiknya serius dengan satu tangan ke pinggang.

“Oh syukurlah…tapi apa anda sudah tahu siapa yang melakukannya dan apa motif dibalik itu…?” Tanya Min Ho.

Beberapa saat hening dan Min Ho menajamkan pendengarannya.

“Kalau begitu tolong anda selidiki lebih lanjut...dan jangan sampai hal ini menyebar ke luar…Arasso..?” Ucap Min Ho memerintah dan tidak lama kemudian ia menutup ponselnya.

 

Min Ho menarik nafas lega dan menghempaskan tubuhnya ke kursi, disenderkannya kepala ke belakang kursi dengan mata terpejam dan ke dua tangan mengusap muka lalu tangannya diletakkan di atas kepala dengan jari saling mengait.


Matanya menatap ke laptop yang walpapernya baru digantinya semalam, ia mengambil photo itu ketika mereka bertemu untuk makan malam waktu ia sudah mau pulang dan memergokinya di peluk oleh Bi.

Kemudian bayangan waktu mereka pertama kali bertemu secara tidak sengaja di bandara bermain diotaknya, Min Ho tersenyum mengingat pertemuan itu, kemudian melirik ke jam ditangannya “Hmm masih sempat..” Batinnya. Kemudian ia meraih gagang telpon.


“Saya mau pergi ke luar  … tunda dan jadwal ulang semua rapat dan pertemuan sampai 1 bulan ke depan hanya untuk yang benar-benar penting...Arasso.” Kata Min Ho menginstruksikan pada sekretarisnya di telpon.

Di ruang sebelah sekretarisnya hanya ternganga dan kemudian tertunduk lesu sembari meletakkan gagang telpon dengan lemah karena kata-kata dari bosnya harga mati. Semua rencananya seminggu ke depan gagal sudah karena ia akan sibuk sekali mengatur dan menghubungi orang dan perusahaan lain yang sudah diagendakan 1 bulan lalu untuk membatalkan dan menundanya, temannya yang melihatnya hanya mengepalkan tangan ke atas dengan tersenyum manis memberi semangat. Semua karyawan dan karyawati di sana sudah mengerti dengan sikap bos besar muda mereka yang kadang seenaknya memberi perintah.

**************

14.30

Di sebuah apartemen yang sepi masih di Korea

Endrivosky menekan angka-angka yang sudah di luar kepalanya akhir-akhir ini di ponsel, begitu terangkat ia langsung nyerocos.

“Sambungkan pada bosmu..cepaat..!” Kata Endrivosky tidak berbasa-basi lagi

“APA...? Kapan kembali..?” Tanyanya.

Endrivosky langsung melempar ponselnya ke sofa didepannya setelah mendengar penuturan sekretaris orang yang membuatnya dongkol setengah mati.

“Aishhh…sungguh sial sekali aku berhungan dengan orang itu…” Kata Endrivosky pada dirinya sendiri.

Ia meremas kuat rambutnya, mukanya terlihat kusut, anak buah yang diutusnya untuk melaksanakan rencananya belum kembali bahkan mengabarinya pun tidak, ia sudah mencoba menghubunginya tapi tidak aktif. Sementara orang yang menjadi biang dari semua itu tidak bisa dihubunginya bahkan mengabaikan ancamannya, mengingat batas waktu yang diberikan Mr. Okyvolki membuatnya stress, ia menendang-nendang meja kecil dibelakangnya hingga ia kesakitan sendiri.

*************

15.00

Di pertokoan mewah di pusat kota Seoul

Sudah hampir sejam Min Ho berada di pertokoan mewah di mana yang berbelanja di situ hanya orang-orang kalangan atas. Ia melihat-lihat perhiasan yang di pajang sepanjang etalasi di beberapa toko tapi belum ada satupun yang menarik hatinya, bahkan koleksi terbatas dari toko-toko itu sudah diperlihatkan kepadanya namun tidak ada juga yang menggugah minatnya. Padahal ia bisa memesan pada desainer terkenal di mana saja sesuai dengan kehendaknya namun karena waktu yang mendadak dan terbatas akan sulit baginya mendapatkannya tepat waktu.

Min Ho berlalu dari pertokoan mewah itu dan ketika mobilnya berhenti hendak masuk ke jalan raya dari parkiran pertokoan mewah tersebut matanya menangkap sesuatu di sebuah toko kecil di samping pertokoan mewah yang kontras sekali perbedaannya. Ia membelokkan mobil sport merahnya ke depan toko kecil itu.


Setelah mendapatkan apa yang dicarinya, Min Ho ke luar dengan senyum di kulum, ia masuk ke mobil, sekali lagi memandangi benda yang dibelinya dan tersenyum. Kemudian ia melirik ke jam ditangannya sudah hampir pukul 17.00, lalu menyimpan kotak kecil yang dipegangnya ke saku jas, menyalakan mobil dan menginjak gas menuju ke satu tempat di mana ia sudah membuat janji dengan seseorang.

***********

17.30

Kembali ke apartemen Endrivosky

“Aishh…kenapa 2 orang itu masih belum menghubungiku…dan ponselnya masih tidak aktif…heeh..” Endrivosky berbicara pada dirinya sendiri sambil membanting ponselnya ke sofa.

Beberapa menit kemudian bel berbunyi…

“Ting tong ting tong…”

Endrivosky mengintip ke lubang di pintu dan ia segera membuka pintu begitu mengetahui siapa yang berada di balik pintu.

Dengan emosi yang sudah memuncak Endrivosky menarik ke dua suruhannya dan memukul-mukul kepala mereka. Sementara dua anak buahnya si ceking dan si gemuk berusaha menghindar dengan takut melihat amarah bosnya.

“Kenapa kalian tidak segera menghubungiku heh… dan kenapa ponsel kalian tidak aktif…sekarang katakan bagaimana dengan yang saya perintahkan pada kalian.. ?” Tanya Endrivosky tanpa memberi kesempatan pada duo ceking gemuk untuk menarik nafas dan istirahat.

“Ayo…jawab pertanyaanku...kenapa kalian diam saja heeh…?” Kata Endrivosky menjitak kepala duo ceking gemuk.

Duo ceking gemuk saling bertukar pandang dengan ekspresi ketakutan, mereka saling menyikut menyuruh temannya yang menjawab.

“HENTIKAAAAAANN …….!!!”

Duo ceking gemuk tersentak dan langsung diam mematung dengan kepala tertunduk ke lantai, tidak ada yang berani buka mulut, mereka hanya saling melirik satu sama lain.

“Di lihat dari tingkah kalian, dapat dipastikan kalian gagal total kan…AYO JAWAB..?” Endrivosky berteriak di depan muka duo ceking gemuk hingga mereka termundur beberapa langkah ke belakang dengan mata terpejam.

Setelah mereka membuka mata dan melihat Endrivosky yang matanya melotot menatap mereka, duo itu saling berpandangan lalu menundukkan wajah mereka dan menganggukkan kepala dengan perlahan membuat Endrivosky makin marah seperti gunung meletuskan lahar dan lava, ia memukul dan menendang duo bawahannya seperti samsak hingga kelelahan dan kesakitan sendiri karena duo itu hanya merasakan dan berusaha menghindar tanpa ada usaha membalas perbuatan bosnya.

Endrivosky tersungkur di lantai dengan nafas yang ngos-ngosan, sementara si duo babak belur, wajah mereka lebam dan biru-biru. Mereka hanya bisa mengeluh kesakitan dan mendesah berat tanpa bisa berbuat apa-apa seperti budak.

Beberapa menit kemudian, Endrivosky berdiri mendekat ke jendela, pikirannya menerawang entah ke mana.

“Baiklah…kali ini kalian kuampuni tapi…yang berikutnya tidak ada maaf, cepat kalian selidiki siapa orang yang paling penting dan berharga dari orang itu…laporkan padaku secepatnya dan jangan bertindak ceroboh lagi… sekarang enyah dari hadapanku…CEPAATTT !!!”

Si duo bergegas beranjak dari apartemen itu dengan memegangi bagian tubuh mereka yang sakit sambil meringis menahan sakit.

Sebelum pintu tertutup rapat, Endrivosky melempar segepok uang won ke duo yang dengan sigap di tangkap oleh mereka.

Beberapa menit kemudian setelah duo bawahannya pergi, Endrivosky menghempaskan tubuhnya di sofa dengan tangan mengepal ia berujar.

“Lihat saja Lee Min Ho-Ssi, kali ini aku tidak akan gagal karena aku yang akan turun tangan sendiri..” Senyum licik terhias dibibirnya.

*************

19.00

Di kediaman Goo

Kamar Hye Sun di lantai 3

Hye Sun tersentak begitu mendengar dentang jam bulat yang menggantung di dinding kamarnya. Sudah pukul 19.00 berarti tamu orang tuanya sudah datang dan ia masih berada di dalam kamar, mematut dirinya di depan cermin. Tadi ibunya sudah meminta pelayan Jang memanggilnya untuk segera turun dan menunggu bersama mereka untuk menyambut tamunya tapi ia beralasan masih belum siap dan akan turun tepat waktu, namun sekarang sudah saatnya ia masih tidak beranjak juga.

Ada saja yang menurutnya masih kurang, entah pakaiannyalah yang tidak pantas untuk acara makan malam sehingga ia sudah bergonta-ganti baju entah sudah berapa kali. Riasan wajah yang terlalu tebal, ketipisan dan sebagainya atau rambutnya yang kurang bagus jika di urai.

 


 

Hye Sun bingung dengan dirinya sendiri biasanya ia tidak pernah ambil pusing dengan penampilan dan dandanannya, ia selalu cuek dan tidak menghiraukan apa pikiran dan pendapat orang tentang segala sesuatu yang dipakainya atau yang melekat ditubuhnya tapi kenapa ia sekarang jadi begini serba salah.

******

Sementara itu di ruang tamu kediaman Goo

Pelayan membukakan pintu untuk Mr. dan Mrs. Lee serta Min Ho yang di sambut hangat oleh Henry dan Myra. Mereka membawa tamunya ke ruang keluarga dan mempersilahkan tamunya duduk dan ngobrol sementara menunggu makan malam siap.

Dari pertama masuk hingga duduk di ruang keluarga mata Min Ho sudah ke mana- mana tidak melihat orang yang menjadi tujuan utamanya datang.

“Kenapa dia tidak menyambutku ?.. Apa ada sesuatu yang terjadi padanya..?” Batin Min Ho dengan sedikit gelisah.

 

Henry menangkap gerak-gerik Min Ho dan ia memberi isyarat kepada pelayan Jang untuk memanggil Hye Sun, sementara Myra dan Sonia asyik berbincang dan bercanda diselingi oleh Minki.

Tidak lama kemudian pelayan Jang kembali dan membisikkan sesuatu ke telinga bosnya. Henry mengerutkan alisnya, Myra yang melihat Henry agak gelisah segera menghampirinya dan meminta ijin pada tamunya untuk meninggalkan tamunya sebentar.

Myra dan Henry pergi menjauh dan mereka terlihat bicara serius dengan mimik muka bingung dan agak cemas karena telah membuat tamunya menunggu.

Min Ho memperhatikan mereka dengan sudut matanya hingga mereka kembali bergabung dengan tamunya.

“Apa yang membuatnya tidak segera menampakkan diri dihadapanku…heh ?” Batin Min Ho menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.

“Bibi, boleh saya menemui Hye Sun…?” Tanya Min Ho kemudian memberanikan diri.

Henry dan Myra berpandangan dengan gelisah sementara Sonia dan Minki tersenyum penuh arti.

“Bibi…” Ucap Min Ho lagi.

“Oh…e …itu…maksud bibi, Hye Sun sebentar lagi ke mari dan tentu saja kamu boleh bertemu dengannya…” Sahut Myra sedikit gugup.

“Mian bi…maksud saya…bolehkah saya kekamarnya..?” Tanya Min Ho dengan sedikit salah tingkah.

Myra dan Henry sedikit kaget mendengar permintaan Min Ho sedangkan ke dua orang tuanya hanya tersenyum menggelengkan kepala.

“Aigoo…ni anak memang tidak bisa menunggu…” Batin mereka.

“Eh…ne…Pak Jang…” Jawab Myra setelah Henry menganggukkan kepalanya, Pelayan Jang segera mendekati majikannya dan memberi hormat.

“Tolong antarkan Min Ho kekamarnya Hye Sun…” Ucap Myra.

Pelayan Jang memberi hormat pada Min Ho dan mempersilahkannya mengikutinya.

Setelah sampai di lantai atas di mana kamar Hye Sun berada, Min Ho bertanya yang mana kamar Hye Sun dan pelayan Jang menunjuk ke sebuah pintu paling ujung, kemudian Min Ho minta agar pelayan Jang meninggalkannya.

***********

Kembali ke kamar Hye Sun

Hye Sun mondar-mandir di depan pintu kamarnya, sudah beberapa kali ia mau ke luar dan turun tapi tidak jadi dan kembali ke depan cermin.

Pelayan Jang sudah 2 kali diperintahkan orang tuanya untuk memanggilnya dan ia yakin orang tuanya pasti akan murka jika ia tidak segera turun sekarang karena keluarga Min Ho sudah ada datang 5 menit lalu. Tapi ia tidak bisa…bukan…ia tidak tahu harus bersikap bagaimana di depan Min Ho setelah hari itu. Kejadian di mana Min Ho marah dan menciumnya dengan penuh gairah dan ia membalas ciuman itu terbayang di pelupuk matanya.

Hye Sun merasa tidak siap untuk bertemu dengan Min Ho karena ia merasa malu dengan perbuatannya yang di luar kontrolnya.

Di saat Hye Sun berpikir mencari alasan yang tepat suapaya tidak mengikuti seluruh rangkaian acara makan malam, terdengar ketukan di pintu kamarnya.

“Tok tok tok….”

Ia melihat ke pintu dan jantungnya berdegup kencang, pasti ibunya akan mendampratnya habis-habisan karena telah menelantarkan tamunya.

Hye Sun masih terpaku ditempatnya ketika terdengar lagi ketukan.

“Tok tok tok tok tok…”  

Dengan langkah berat Hye Sun menuju ke pintu namun belum sempat ia membukanya, pintu sudah terbuka dari luar hingga ia tersentak. Begitu melihat orang yang membuka pintu alangkah kagetnya Hye Sun, segera ia tutup pintu dengan mendorongkan badannya namun tidak bisa tertutup karena keburu Min Ho menyelipkan kakinya di sela pintu sehingga usaha Hye Sun sia-sia saja.

 

“Kenapa anda kemari…? Bukankah anda seharusnya berada di bawah…?” Tanya Hye Sun masih berusaha mendorong pintu tapi akhirnya ia menyerah dan pintu terbuka lebar hingga Min Ho bisa masuk dengan leluasa.

Setelah masuk dan melihat Hye Sun, Min Ho terpana, air liurnya hampir menetes melihat penampilan Hye Sun yang sangat cantik dengan rambut panjang bergelombang tergerai indah dan di jepit ke atas di kiri kanannya. Ia lupa tujuannya ke kamar Hye Sun melihat pemandangan yang mendebarkan hatinya.


“Hei…saya bertanya kenapa anda kemari…?” Tanya Hye Sun lagi karena Min Ho tidak menjawab juga dan malah menatapnya terus dari bawah ke atas berulang kali.

Hye Sun mengernyitkan alisnya dan melihat kebadannya dengan bingung di tatap Min Ho seperti itu, kemudian ia berlalu meninggalkan Min Ho yang masih terpana dengan mata yang tidak berkedip. Sebenarnya ia dongkol sekali dengan Min Ho karena berani masuk kekamarnya tanpa izin tapi melihat Min Ho seperti itu emosinya menguap entah kemana.
 

Melihat Hye Sun melangkah mengangkat sedikit pakaiannya supaya bisa berjalan dengan leluasa sehingga terlihat kakinya yang mulus dan punggung Hye Sun juga terlihat hingga ke pinggang membuat Min Ho beberapa kali meneguk air liurnya, jantungnya berdegup kencang dan keringat dingin mulai mengucur padahal ruangan ber-ac.


Hye Sun sudah berada di depan pintu lalu membukanya, sebelum melangkah ke luar ia menoleh ke belakang dan dilihatnya Min Ho masih terpaku tapi posisinya sudah menghadap kearahnya dengan salah tingkah.

Hye Sun menggelengkan kepalanya dan melangkah ke luar, melihat Hye Sun sudah pergi dari hadapannya Min Ho tersentak dan buru-buru menyusul Hye Sun dengan langkah besar.

Tidak sulit bagi Min Ho untuk mengejar Hye Sun, beberapa detik kemudian ia sudah berada disampingnya, meraih tangan Hye Sun dan menggenggamnya.

Hye Sun menghentikan langkahnya dan mendelikkan matanya ke arah Min Ho. Merasa Hye Sun tidak bergerak, Min Ho menoleh ke belakang dengan sorot mata yang tajam namun Hye Sun mengacuhkannya, ia melirik ke tangan yang di genggam Min Ho.

“Ohhh…baik….rupanya kamu minta di gendong ya…sayang..?” Kata Min Ho sambil mengangguk-anggukan kepalanya dengan senyum jahil.

Hye Sun langsung berjalan tergesa-gesa mendengar kalimat yang diucapkan Min Ho dengan cemberut hingga ia terkekeh pelan mengikuti jalan Hye Sun yang cepat dan karena tidak memperhatikan jalan, Hye Sun hampir ke sandung baju yang dipakainya, beruntung Min Ho dengan sigap menangkapnya.

Badan Hye Sun hampir ke jengkang ke depan dan Min Ho menangkapnya dengan menahan bahu Hye Sun dari depan sehingga pergelangan tangan Min Ho bersentuhan dengan dadanya. Hye Sun jadi malu, pipinya mulai memerah dan dengan cepat ia berdiri, menepis lengan Min Ho pelan, lalu memperbaiki pakaiannya untuk menutupi kegugupannya. Sementara Min Ho menggaruk kepalanya yang tidak gatal dengan mengalihkan perhatiannya ke lorong disekitarnya dan pura-pura batuk.



“Huk huk huk…hmmmpp…”

“Sebaiknya kita cepat ke bawah, kasihan ke dua orang tua kita lama menunggu..” Ucap Hye Sun menetralkan keadaan.

“Ne… Bukannya kamu yang telah membuat kami lama menunggu..” Sahut Min Ho dengan acuh tak acuh.

 

Hye Sun mendelik ke arah Min Ho dengan mulut maju beberapa centi, melihat hal itu Min Ho jadi geli sendiri tapi ditahannya supaya Hye Sun tidak tambah kesel.
 
“Aigo…wajahmu jangan dibegitukan terus…nanti cepat tua, ayo cepat kita bergabung dengan mereka.” Min Ho meraih tangan Hye Sun dan menggandengnya, ketika mereka sudah sampai di lantai bawah dan menuju ruang keluarga Min Ho berbisik.

“Tolong..jangan kacaukan acara ini dan setelah semua ini selesai…ada yang ingin kubicarakan denganmu…arasso..”

“Ne..Arasso..” Sahut Hye Sun pelan.

***************
 
19.10

Di ruang keluarga kediaman Goo

 

Ke dua pasang orang tua itu melihat anak mereka berjalan bergandengan menjadi bahagia, senyum merekah terukir di wajah mereka.

Hye Sun mengucap salam dan memberi hormat pada Sonia dan Minki yang langsung di peluk hangat oleh mereka dan memuji penampilannya yang luar biasa. Mata Min Ho melotot ke luar melihat ayahnya memeluk Hye Sun. Minki hanya tersenyum jahil ke arah Min Ho dan menggandeng Hye Sun untuk duduk di antara mereka diikuti oleh Min Ho dengan raut muka kesel.

“Hmm…Anak itu sudah jatuh cinta kepada putri Henry…” Batin Minki melihat ke anaknya lalu ke Hye Sun.

“Aigoo… lelaki mana yang tidak jatuh cinta dan bertekuk padanya…ia benar-benar gadis yang cute … hhmmm… pantas anakku ingin cepat mengikatnya…” Benak Minki.


Pelayan Jang menghampiri Myra dan mengisyaratkan semua sudah siap. Myra kemudian mengajak tamunya untuk ke taman belakang di mana sudah di sulap menjadi restoran terbuka dan di hias sedemikian rupa hingga yang melihatnya berdecak kagum, sebuah meja panjang dengan masing-masing 3 kursi berhadapan.

Henry mempersilahkan tamunya duduk di mana para lelaki menarikkan kursi untuk para wanita. Mereka duduk berhadapan antara keluarga Lee dan keluarga Goo, tidak lama kemudian hidangan pembuka disajikan. Setelah hidangan pembuka selesai dilanjutkan dengan menu utama yang terdiri dari berbagai macam makanan khas korea.

30 menit kemudian hidangan utama berakhir di susul dengan hidangan penutup. 10 menit kemudian mereka pindah ke meja bundar tidak jauh dari situ. Setelah mereka semua duduk dan berbasa-basi sebentar akhirnya Minki memulai bicara tujuan mereka berkunjung.

“Terima kasih atas sambutan Henry dan Myra dengan makan malam yang enak dan lezat, lidah kami dimanjakan oleh makanan yang sudah jarang … bahkan sudah lama tidak kami rasakan, benarkan Sonia..?” Kata Minki menoleh ke istrinya yang di sambut dengan anggukan.

“Sama-sama, kami juga merasa terhormat kalian mau berkunjung kemari di sela-sela aktivitas kalian yang padat dan kami senang kalian menikmati hidangan kami yang sederhana.” Sahut Henry di sambut senyum semua yang ada di situ.

“Baiklah…tujuan kami sekeluarga datang kemari mungkin sudah kalian tahu tapi tetap saja saya harus mengatakannya..” Ucap Minki mengedarkan pandangannya.

Hye Sun mengernyitkan alisnya dan mengatup bibirnya dengan rapat, kelihatan sekali ia sedang memikirkan apa maksud dari ayahnya Min Ho.

“Untuk lebih tepatnya mungkin sebaiknya yang bersangkutan saja langsung mengatakannya…” Sambung Minki mengalihkan pandangannya ke Min Ho.

Mata Min Ho melebar menatap ayahnya namun ayahnya memberi tanda dengan menjulurkan tangannya yang terbuka ke arah Min Ho sehingga mau tidak mau ia harus bicara.

Min Ho mengatur nafasnya untuk mengurangi kegugupannya, ia merasa tidak pernah segugup ini berhadapan dengan pejabat pemerintah maupun rekan bisnis ayahnya atau siapapun dalam mengadakan kesepakatan bisnis sepenting apapun.

“Paman dan bibi, … sa…ya minta restu kalian untuk me..la…mar Hye…Sun dan … me..ni..kahinya se…cepatnya..” Kata Min Ho dengan gugup dan sedikit terbata-bata, begitu semua terucap hatinya terasa ringan, beban berat yang bergelayut dipundaknya hilang entah kemana.

Henry dan Myra hanya berpandangan penuh arti dan beralih ke Hye Sun yang hanya diam dan tertunduk mendengar perkataan Min Ho, “Rupanya dia benar-benar serius dengan ucapannya waktu itu.” Batin Hye Sun

Semua mata beralih ke Hye Sun yang masih menunduk dan memainkan jemarinya, hingga tidak menyadari kalau semua orang memperhatikannya.

“Sun-ya…!” Panggil Henry pelan namun terdengar nyaring karena tempat itu jadi senyap akibat dari tidak ada yang bersuara menunggu jawaban Hye Sun.

Myra berdiri dan mendekati putrinya, ia menepuk halus pundak Hye Sun hingga ia tersentak dan mengangkat kepala menoleh ke ibunya. Ibunya mengarahkan mulut dan pandangannya ke Henry yang kemudian diikuti oleh Hye Sun.

“Sun-ya…apa jawabanmu nak…? Kami, orang tua tentu saja merestuinya…apalagi ini juga keinginan dari orang tua kami untuk menyatukan keluarga Goo dan Lee…tapi semua berbalik kepadamu…karena yang menjalani biduk-biduk bahtera itu kalian sedangkan kami hanya bisa melihat dan memberi nasehat…” Ucap Henry bijaksana dengan tersenyum kecil dan diamini oleh Minki dan istri-istri mereka.

Hye Sun menatap ayahnya dengan sorot mata minta keyakinan, Henry mengangguk-anggukkan kepalanya dan mengangkat 2 jempolnya, kemudian ia beralih ke ibunya yang juga menganggukkan kepala dengan mata yang mulai berkaca-kaca dan perasaan haru. Myra merasa putrinya cepat sekali tumbuh dan dewasa, ia merasa seperti baru saja melahirkan dan sekarang putrinya sudah di lamar dan akan menikah meninggalkannya.

Hye Sun malu-malu mengalihkan pandangannya ke Min Ho yang dari tadi melihatnya dengan tegang dan harap-harap cemas. Sorot tajam dari mata Min Ho mengisyaratkan bahwa ia tidak akan pernah melepaskannya. Hye Sun gugup di tatap Min Ho seperti itu sehingga ia menundukkan kepalanya.

“Ne…” Jawab Hye Sun hampir tidak terdengar.  

“Ne…?” Tanya yang lain bersamaan.

Hye Sun menganggukkan kepalanya dengan malu-malu.

Para bapak saling mengucapkan selamat sementara para ibu sibuk melap mata dan pipi mereka yang dibasahi oleh bulir-bulir air bening yang menetes bahagia. Sementara Min Ho tersenyum puas dan senang.

Setelah bercanda dan berbabibu Sonia angkat bicara.

“Bagaimana kalau pertunangan mereka kita adakan di Pulau Jeju secara besar-besaran..?”

“Ne…apalagi hotel baru mendukung untuk itu..” Timpal Myra dan diiyakan oleh bapak-bapaknya.

“Ahniyo…” Kata Hye Sun.

“Mwo…???”

“Saya rasa tidak perlu besar-besaran, cukup sederhana saja..” Sahut Hye Sun lagi malu-malu.

“Ahni…Saya ingin langsung kepernikahan saja…tidak perlu ada acara pertunangan…” Ucap Min Ho tiba-tiba.

“HAAAH…”

“Ne…saya ingin pernikahan dilangsungkan secepatnya…2 minggu dari sekarang dan tempatnya di Pulau Jeju..” Kata Min Ho mengultimatum.

Ke dua orang tua mereka saling berpandangan dengan bingung demikian juga dengan Hye Sun, ia tidak habis pikir kenapa Min Ho mau meresmikan hubungan mereka secepat itu.

“Yaaa…Min Ho, mempersiapkan pernikahan itu tidak mudah dan cepat, kita juga harus menghitung hari baik dulu.” Kata Sonia, diamini oleh yang lain.

“Saya rasa semua itu tidak perlu, jika kalian merasa itu sulit dilakukan maka diadakan secara sederhana saja karena ini tentang mengikat hubungan menjadi resmi secara sakral bukan untuk hura-hura dan pamer dan yang di undang kerabat dan teman dekat…nanti jika kalian ingin mengadakan pesta secara besar-besaran, itu bisa dilakukan nanti..” Sahut Min Ho menandakan keputusannya bulat dan tidak bisa diganggu gugat.

Ke dua pasang orang tua itu hanya saling memandang dengan mengangkat bahu dengan kekerasan hati Min Ho dan tidak bisa di bantah itu.

************

21.05

Di ruang keluarga kediaman Goo

Setelah mereka minta diri pada orang tua mereka untuk meninggalkan tempat, mereka masuk ke dalam rumah menuju ruang keluarga.

“Apa yang mau anda bicarakan dengan saya…?” Tanya Hye Sun formal setelah mereka duduk di sofa bersebrangan.

“Aish…aku ini sebentar lagi jadi suamimu…jadi hentikan bersikap dan berbicara seperti itu padaku…arasso…?” Jawab Min Ho dengan nada tinggi.

“Arasso…arassso…sekarang katakan ada apa…?”

“Kamu masih ingat dengan tas kita yang tertukar …?” Tanya Min Ho mendekati Hye Sun dan duduk disampingnya.

“Ne…ada apa memangnya …?” Tanya Hye Sun balik dengan alis berkerut dan perasaan yang tidak karuan.

“Benar…kamu tidak membuka tas itu dan mengambil sesuatu didalamnya…?” Tanya Min Ho penuh selidik.

“Apa makudmu Lee Min Ho-Ssi…? Kamu kira aku….” Sahut Hye Sun sedikit gugup namun langsung di potong oleh Min Ho

“Hei…hei…aku hanya ingin memastikan saja, ok…karena ada yang aneh dengan orang yang punya tas itu…” Kata Min Ho kepalanya melihat ke atas dengan pikiran menerawang.

“Aneh…???”

“Ne…orang itu beberapa kali berusaha menghubungiku lagi dan terakhir berbicara, iya mengancamku…padahal tas itu sudah ditangannya…dan siang tadi hingga sore orang itu mencariku lagi di kantor…” Kata Min Ho menjelaskan.

“Oh…ya…satu lagi, pabrik yang di Busan di sabotase orang tidak di kenal…padahal selama ini aku merasa tidak punya musuh begitupun appa karena beliau mengajariku untuk menjalankan perusahaan dengan jujur … benar-benar anehkan ?” Ujar Min Ho lagi sembari menoleh ke Hye Sun yang mendengarkan dengan kepala tertunduk seperti ada sesuatu yang dipikirkannya.

“Apa aku ceritakan saja semua padanya..? Ah tidak, bukan sekarang…waktunya tidak tepat..” Benak Hye Sun.


Min Ho memperhatikan Hye Sun dengan alis berkerut dan bibir terkatup rapat.. “Kenapa raut wajahnya berubah setelah mendengar ceritaku…? Apa ada sesuatu yang ia sembunyikan dariku..?” Batin Min Ho sembari mendesah.

Baru saja Min Ho hendak menanyakannya, ke dua orang tua mereka datang dan bergabung bicara dengan mereka.

“Oh ya…Min Ho-ya, apak kalian sudah membicarakan di mana kalian akan tinggal setelah menikah nanti..? Tanya Sonia antusias.

“Hmmp… Paman dan bibi, izinkan saya membawa Hye Sun pergi ke suatu tempat sekarang…” Ujar Min Ho melihat ke Henry dan Myra setelah melihat ke arlojinya, Hye Sun hanya tertegun dari lamunannya.

“Mwo…? Kalian mau kemana malam begini Min Ho-ya…?” Tanya Minki.

“Kalian akan tahu nanti…ini sehubungan dengan pertanyaan eomma…” Kata Min Ho penuh rahasia.

Henry dan Myra berpandangan sejenak lalu…

“Baiklah…tapi jangan terlalu larut pulangnya dan tolong jaga putri paman baik-baik ya..” Sahut Henry tersenyum kecil membuat Hye Sun tersipu malu.

 

“Gomawo paman…” Min Ho membungkukkan sedikit badannya lalu berdiri meraih tangan Hye Sun, sebelum berlalu ia menoleh ke orang tuanya. “Appa dan eomma tidak perlu menunggu karena saya bawa mobil sendiri..”

“Mwo..??? Bukankah kamu pergi bersama kami tadi…” Kata Sonia tidak mengerti.

“Ne…tadi saya sudah menghubungi Izzy untuk mengantar mobil saya kemari..” Sahut Min Ho dengan senyum kecil dan kemudian berpamitan lalu pergi menggandeng Hye Sun mesra.

Ke dua pasang orang tua mereka hanya tersenyum penuh arti dan menggeleng-gelengkan kepala mereka melihat tingkah anak muda yang jauh berbeda dengan waktu mereka masih muda.

**********

21.18

Mobil sport merah yang dikemudikan Min Ho melaju kencang membelah jalan, Min Ho sesekali melirik ke gadis disampingnya yang membisu sembari memainkan jemarinya dan menoleh ke jendela melihat ke jalan. Kemudian menoleh ke Min Ho.

“Sebenarnya kita mau kemana…?” Akhirnya Hye Sun buka mulut juga setelah lama hanya mengikuti maunya Min Ho. Ia lagi tidak mood berdebat dengan Min Ho untuk sekarang ini karena ada sesuatu yang membuatnya gelisah sekaligus khawatir.

“Nanti juga kamu akan tahu…sebentar lagi kita sampai..” Sahut Min Ho tersenyum jahil.

Mobil merah itu kemudian melaju lebih kencang dari tadi dan beberapa menit kemudian mereka memasuki jalan yang lenggang di kanan kiri berdiri gedung tinggi dan mewah, semua seperti baru di bangun yang dilengkapi taman yang masih sebagian kecil belum selesai. Beberapa gedung sepertinya sudah berpenghuni terlihat dari penerangan dan beberapa mobil yang ke luar masuk tempat parkir.


Min Ho mengarahkan mobilnya masuk ke sebuah gedung yang terlihat mentereng berdindingkan kaca dan memasuki sudut sebelah kanan lurus lalu berhenti sebentar, ia mengeluarkan sesuatu dari laci dashboard, menekannya dan kemudian pintu garasi terbuka. Min Ho lalu menjalankan pelan mobilnya dan berhenti dekat pintu lift, pintu garasi tertutup secara otomatis setelah mobil berhenti.

Min Ho ke luar dari mobil menuju ke sebelah kanan, lalu membukakan pintu untuk Hye Sun. Hye Sun ke luar dari mobil, matanya menatap heran kesekelilingnya, tiba-tiba ia merinding begitu kulitnya di terpa angin. Min Ho melihat hal itu langsung membuka jasnya dan menyampirkan ke bahu Hye Sun. Sementara Hye sun hanya tersenyum kecil menanggapinya dan membetulkan jas tersebut. “Ini kan salahmu tidak mengizinkan aku ganti baju dulu..” Benak Hye Sun karena sebenarnya ia ingin mengganti baju dulu sebelum pergi tapi Min Ho berkeras mengatakan keburu larut malam, akhirnya ia hanya menurut saja.

Min Ho menggandeng Hye Sun dan membimbingnya ke lift. Pintu Lift terbuka dan Min Ho memencet angka paling atas dan tidak lama kemudian lift naik ke atas.

Selama di dalam mereka membisu, hanya mata mereka yang bicara dan beberapa detik kemudian lift berhenti dan pintu terbuka. Min Ho meraih bahu Hye Sun dan mereka berjalan menyusuri lorong menuju pintu yang hanya beberapa langkah dari lift.

Min Ho mengeluarkan sesuatu dari saku celananya dan menekankan sebuah benda yang berbentuk bulat hitam ke suatu lubang di dinding dekat pintu. Tidak lama kemudian terdengar bunyi “klikk” pintu terbuka lalu mereka masuk. Min Ho memencet tombol lampu di dinding belakang pintu, sekejap ruangan yang masih kosong itu terang benderang. Ruangan itu luas dan Hye Sun menyusuri ruangan itu hingga ke belakang di mana terdapat ruang makan dan dapur yang menghadap ke luar dengan dinding kaca disekelilingnya.

Kemudian Hye Sun melihat sebuah tangga dekat ruang makan dan ia naik ke atas di mana ada sebuah ruang kecil dan pintu. Ia membuka pintu itu yang ternyata sebuah kamar yang menghadap ke luar dengan dinding kaca juga seperti di lantai bawah dan diluarnya ada sebuah teras menghadap ke matahari terbit. Min Ho mengikuti kemana Hye Sun melangkah dengan senyum menghias bibirnya melihat Hye Sun mengagumi tempat itu dengan takjub.

Min Ho menggeser pintu menuju teras yang terbuat dari kaca dan melihat ke kejauhan di mana terlihat lampu berkedap kedip seperti bintang. Hye Sun juga ke teras dan bersandar di pagar, kegelisahannya sedikit berkurang melihat keindahan malam dari tempat itu.


Min Ho melihat suasananya tempat yang romantis dan Hye Sun yang sumringah, mengeluarkan sesuatu dari saku dalam jasnya, kemudian ia berjongkok di dekat Hye Sun dengan satu kaki menyangga tubuhnya.

“Sun-ya…!!!” Panggil Min Ho pelan dan lembut.

“Heeh… Apa yang kamu lakukan..?” Hye Sun menoleh ke samping dan menatap bingung ke Min Ho.

“Ehmp… Walau sudah kukatakan sebelumnya tapi menurutku belum pas jika aku tidak mengatakan dan melakukan ini padamu..” Sahut Min Ho sedikit malu-malu.

“Mwo..???” Hye Sun memutar badannya menghadap Min Ho

Min Ho membuka kotak kecil berlapis beludru hitam yang dari tadi digenggamnya, terlihat dua buah cincin belah rotan yang berwarna putih di kedua sisinya dan warna kuning diantaranya dengan permata yang bersinar indah ditengahnya.

Hye Sun terpana melihat apa yang sudah disiapkan Min Ho dalam waktu yang singkat.

“Sun-ya, maukah kamu menikah denganku…?” Tanya Min Ho menatap lurus ke dalam mata Hye Sun.

Hye Sun terpaku ditempatnya, matanya mulai berkaca-kaca, ia tidak menyangka Min Ho bisa selembut dan seromantis itu, ia tidak bisa berkata-kata dan hanya menatap Min Ho yang masih dalam posisi setengah berjongkok dihadapnnya.

Hye Sun akhirnya menganggukkan kepalanya pelan dan Min Ho mengambil sebuah cincin yang kecil dan menyematkan ke jari manis Hye Sun lalu menyerahkan cincin yang satunya ke Hye Sun untuk disematkan kejarinya.

Min Ho kemudian berdiri dan mengecup mesra alis Hye Sun dan memeluknya.

“Gomawo…Sun-ya..” Bisiknya lembut.

Hati Hye Sun berdebar dan pipinya memerah begitu nafas Min Ho yang hangat menerpa telinganya.

Hye Sun melepaskan pelukan Min Ho dengan halus dan memutar badannya kembali keposisinya semula.

“Malam ini cerah sekali ya…sampai udara jadi terasa panas ” Katanya berbasa-basi mengibaskan-ngibaskan tangannya berusaha menyembunyikan perasaannya dan mengembalikan jas Min Ho dengan menyampirkan kebahunya.

Mata Min Ho menyusuri tubuh belakang Hye Sun yang terbuka lebar hingga ke pinggang, dari jauh saja tadi ia sudah beberapa kali menahan gejolak batinnya apalagi sekarang dari dekat tapi ia harus menahannya sebelum waktunya tiba.


Credit for Juli female (gomawo & mian aku pakai di ff ini tanpa izin dulu)

Hye Sun merasa ada sesuatu yang membuatnya punggungnya hangat dan begitu ia menoleh Min Ho sudah memeluknya erat dengan mata yang meredup dan wajah mereka bertemu hanya tinggal 1 cm.


Mata mereka beradu cukup lama dan Min Ho semakin mendekatkan wajahnya sehingga hidung mereka bersentuhan, melihat Hye Sun menutup matanya dengan mulut yang sedikit terbuka, Min Ho makin mendekatkan wajahnya hingga bibirnya bertemu dengan bibir Hye Sun lalu ia menyesapnya lembut dan pelan, kemudian setelah menyesap dan melumatnya dengan nafas yang mulai memburu lidahnya dijulurkan masuk ke dalam rongga mulut Hye Sun. Lalu lidahnya memilin, menyilang, menaut dan bergulung dengan lidah Hye Sun yang kemudian diikuti oleh lidah Hye sun memasuki mulutnya. Min Ho menyedot dan menggigit halus lidah Hye Sun yang bermain di dalam mulutnya. Mereka seperti orang yang lapar saling mengurek rongga mulut masing-masing di mana mereka merasakan makanan yang telah mereka nikmati sebelumnya.


Desahan halus terdengar dari mulut mereka dengan hati yang berdebar dan nafas memburu. Setelah beberapa menit kemudian Min Ho merenggangkan ciuman dan menatap Hye Sun yang masih dengan mata terpejam.

“Hmmmp…Kenapa tadi kamu lama…kamu tahu aku tidak suka menunggu ?” Tanyanya di sela-sela ciuman mereka.

“Shhh…a…ku…hmmp…aku ma…lu..” Sahut Hye Sun dengan desahan halus.

“Malu kenapa…hmmp..?”

“Malu karena ..shh…membalas…ciumanmu..”

“Hehehe….”

Min Ho hanya terkekeh pelan mendengar pengakuan Hye Sun yang menurutnya lucu karena ternyata Hye Sun juga agresif dan cepat belajar.

Ciuman mereka makin membara dengan lumatan, sedotan dan hisapan. Min Ho melepaskan ciuman di bibir dan mencium lembut bahu Hye Sun yang terbuka yang tidak beralaskan sehelai benangpun. Sedangkan Hye Sun meluruskan pandangannya ke depan, lehernya terasa sakit karena terlalu lama menengok ke belakang tapi semua itu seakan tidak terasa dengan cumbuan Min Ho di punggung dan lehernya, dengan tangan Min Ho yang meremas pinggangnya lembut.

Min Ho memindahkan cumbuannya ke leher depan lalu turun ke bawah di mana ia bisa melihat dengan jelas lembah di antara 2 gundukan di balik baju satin putih Hye Sun. Tangannya mulai naik menuju gundukan itu dan wajahnya juga mengarah ke sana tapi Hye Sun mencengkeram tangan Min Ho yang mulai nakal mau meremas. Hye Sun kemudian menepis halus tangan Minho dan berusaha menjauhinya.

“Weo…???” Tanyanya.

“Mian…mianhae, aku tidak mau kita menodai sebelum waktunya…” Ujar Hye Sun lalu masuk ke dalam meninggalkan Min Ho yang meremas kuat tangannya dan bibir bawah yang memerah karena digigitnya dengan kuat untuk mengendalikan birahinya yang sudah mulai memuncak.

***********

22.25

Kediaman keluarga Lee

Minki dan Sonia baru saja pulang dari rumah keluarga Goo, setelah membersihkan diri ia merebahkan diri di kasur sementara istrnya masih di kamar mandi.

Baru saja Minki mau terlelap, ponselnya berbunyi singkat yang menandakan ada pesan masuk. Namun karena merasa lelah ia mengacuhkannya saja dan lebih memilih melanjutkan mengistirahatkan tubuhnya.

Beberapa saat kemudian Sonia ke luar dengan mengenakan gaun tidur transfaran warna hitam. Ia meraih ponsel di atas meja kecil disampingnya dan bermaksud menonaktifkannya karena ia tidak mau diganggu pada saat mereka tidur. Dilihatnya ada pesan masuk dan ketika dibacanya alangkah kagetnya ia. Sonia menoleh ke Minki yang sudah pulas tidur dan menggoyang badannya sambil memanggilnya.

“Minki…Minki…banguuunnn…”

“Ehhhh…ada apa Sonia…? Aku capek sekali dan sangat mengantuk…huuaaahh…”

“Minki, cepat bangun…coba kamu lihat pesan dari Min Ho…”

“Huuaaahhh…memangnya isinya apa Sonia…?”

“Coba kamu lihat sendiri..”

Minki dengan malas membuka sedikit matanya melihat ke layar ponsel yang di pegang Sonia, matanya langsung terbuka lebar, di tepuk-tepuknya mukanya dan ia mengaduh kesakitan.. “Aku tidak Mimpi..”

“Yaaa…yang mengatakan kamu mimpi itu siapa…? Apa maunya sih nih anak…? Seenaknya saja membuat rencana tanpa mendiskusikannya dulu pada kita, orang tuanya…Minki, bagaimana ini…? Apa yang harus kita katakan pada keluarga Goo…?

“Hmmpp…apa mau dikatakan lagi, anak itu memang keras kepala dan tidak bisa di bantah...jadi turuti saja apa maunya…bereskan..”

“Ne…tapi apa alasan kita pada Henry dan Sonia…?”

“Yaah…suruh Min Ho mengatakannya langsung pada mereka… sudahlah sebaiknya kita tidur, besok baru kita bicarakan lagi dengan Min Ho…”

Selesai berkata begitu Minki langsung memejamkan matanya kembali diikuti oleh Sonia yang berbaring disampingnya berusaha tidur namun matanya sulit sekali terpejam.[/size]


End Chapter[/size][/color]

*********
« Last Edit: June 01, 2010, 05:18:30 am by Amira »

Offline Vay_za

  • Senior
  • ****
  • Posts: 917
    • View Profile
Re: ~ Bag Scandal ~Chapter 7, Updated 21.04.2010
« Reply #212 on: May 31, 2010, 10:23:36 am »
Onnie.... udah diupdate toh... [smiley-gen013] [smiley-dance013] [smiley-gen013]
Thankyou sooooooooooooooo much.. [cheekkiss]
Bentar mo baca dulu ah... [hmpfh]

Offline Vay_za

  • Senior
  • ****
  • Posts: 917
    • View Profile
Re: ~ Bag Scandal ~Chapter 7, Updated 21.04.2010
« Reply #213 on: May 31, 2010, 10:52:10 am »
Onnie... cepet diupdate lagi duonk...
Penasaran neh ama isi pesan Minho  [chin]
Jangan-jangan Minho minta dikawinin besok ya? Coz ngerasa kelamaan klo musti nunggu 2 minggu lagi berhubung birahinya dah memuncak gto... [on] [hmpfh]  [laughing]

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Re: ~ Bag Scandal ~Chapter 7, Updated 21.04.2010
« Reply #214 on: May 31, 2010, 03:18:25 pm »
ye ye ye ye ye ye ye ye  [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]

udah di updet ma onnie amira...

belum baca onnie...

tapi kayaknya seru banget nieh...  [smiley-whacky103]

n ada yang  [on] [on] gitu ya onnie...

 [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

wah....mau kabuuuuuuuuuurrrrrrrrrrrrr....baca dulu....

gomawo onnie buat updetan nya...

 [flowers] [flowers] [flowers] [flowers] [flowers] [flowers] [flowers] [flowers] [flowers]


fara

  • Guest
Re: ~ Bag Scandal ~Chapter 7, Updated 21.04.2010
« Reply #215 on: May 31, 2010, 05:45:01 pm »
Gumawo udh di update onnie amira  [flowers] [flowers][flowers] [flowers][flowers][flowers][flowers] [flowers][flowers] [flowers][flowers]
aku baca dulu ya  
==============

awawawaw minho udh berani touchy2 hyesun  [hmff] [hmff] [hmff] [hmff] [hmff] [hmff]
kyknya isi sms minho yaitu dia ngga mau nganterin hyesun pulang cz minho maunya hyesun nginep di rumah masa depan'y ya onnie? [hmff] [hmff] [hmff] [hmff] [hmff]

tapi aku waswas juga nie ma rencana endrivosky... Kyknya dia mau nyulik hyesun  [ohmy] [ohmy] [ohmy]
« Last Edit: May 31, 2010, 08:48:49 pm by fara »

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: ~ Bag Scandal ~Chapter 7, Updated 21.04.2010
« Reply #216 on: May 31, 2010, 07:35:19 pm »
 [hmpfh] [hmpfh] setuju ama vay, minho mungkin minta dikawinkan besok upssss bukan but malam itu jg [laughing]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Vay_za

  • Senior
  • ****
  • Posts: 917
    • View Profile
Re: ~ Bag Scandal ~Chapter 7, Updated 21.04.2010
« Reply #217 on: May 31, 2010, 09:08:23 pm »
[hmpfh] [hmpfh] setuju ama vay, minho mungkin minta dikawinkan besok upssss bukan but malam itu jg [laughing]

Waduh mi gara-gara ditolak ama Hyesun langsung minta dikawinin malem tuh juga... [laughing]

Offline Amira

  • Police
  • Senior
  • *****
  • Posts: 613
  • Location: East kal
    • View Profile
Re: ~ Bag Scandal ~Chapter 7, Updated 21.04.2010
« Reply #218 on: June 01, 2010, 05:31:47 am »
Hai @All...

Gomawo sudah baca & komentnya...kirain sudah pada ditinggal nih ff gara2x kelamaan aku updatenya... [chin] [chin]

Perkiraannya hampir benar... tapi gak malam itu juga sih yang jelas dipercepatlah dari 2 minggu...klo malam itu juga bisa  [collapse] [collapse] nyokap dan bokapnya lagipula mana ada catatan sipil buka sudah larut malam .... [rofl] [rofl]

Trus minonya bisa di [head break] [hammer] [guns] banghead hammer2 ma hye sun dikira dia cewe apaan..

Offline lee sunkyu

  • Newbie
  • *
  • Posts: 48
    • View Profile
Re: ~ Bag Scandal ~Chapter 8, Updated 01-06-2010
« Reply #219 on: June 01, 2010, 07:20:32 am »
tenkyuuuuu... sist udah di update baru baca hahahaha... mino udah kebelet tuh, next chapt jangan lama yah sist... :)

Offline kimmy_minsun

  • Newbie
  • *
  • Posts: 45
  • saranghae min ho oppa 4ever
  • Location: jakarta
    • View Profile
Re: ~ Bag Scandal ~Chapter 8, Updated 01-06-2010
« Reply #220 on: June 01, 2010, 08:43:37 am »
wah, gumawo onnie udh di update ..
makin seru aja nih,
stuju ma yg mami nd sista yg laen, pasti minho mnta di kawinin besok yya , cz udh kebelet .. *maksa* Hahaha..
"Being deeply loved by someone give u strength loving some deeply give u courage" ..

Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile
Re: ~ Bag Scandal ~Chapter 8, Updated 01-06-2010
« Reply #221 on: June 02, 2010, 04:33:45 am »
 [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013]
setelah penantian yg cukup lama ( berlebihan ach ), akhirnya sist  mira up date juga...
dan penantian yg tidak sia2, wow!!! [drool] [drool] [drool] [drool] [drool] [drool]
mino dasar yach ga nahan bagt sich,... kyknya minta dikawinin besok dech, duh ortunya mino kyknya cuma bisa aminin aja dech kelakuan anaknya,  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]


    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho

Offline Aurel " lusy" Aurellya

  • Junior
  • **
  • Posts: 227
  • kyaaa jun pyo sexy bgeth
  • Location: padang, indonesia
    • View Profile
Re: ~ Bag Scandal ~Chapter 8, Updated 01-06-2010
« Reply #222 on: June 02, 2010, 04:52:07 am »
Gyaaaaaa..
Onnie akhira di up date jugaaa..
Gumawoo
Uwd lumutan nungguin, hehe
yoi setuju ma mami n sizt vay, mino pgen cpet2 kawin, biz uwd nepsong bget ma hyesun..
Ckck si mino cpet bget [on] nyaa..
Bhahaha
onnie up date lagi donkk, ~di [head break] minta up date terusss [hmpfh]
only u in my bottom heart, no body else, but u in over the world...

Offline Amira

  • Police
  • Senior
  • *****
  • Posts: 613
  • Location: East kal
    • View Profile
Re: ~ Bag Scandal ~Chapter 8, Updated 01-06-2010
« Reply #223 on: June 02, 2010, 07:10:16 am »
Hai @kimmy, @shanty, @aurel : gomapta sudah baca dan komentnya..

Iya nih sudah pada lumutan baru update..

lanjutannya mungkin 2 minggu lagi coz lagi sibuk buanget...

Offline revynska

  • Police
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1639
    • View Profile
Re: ~ Bag Scandal ~Chapter 8, Updated 01-06-2010
« Reply #224 on: June 02, 2010, 09:10:18 am »
unnieeeeeeeeeeeeeeeeeeeee mian baru baca kerjaan numpuk [sweat]
thanks yak unnie udah diupdate [hug] [cheekkiss] walaupun lama menanti tp ta apa lah [biggrin] [biggrin] [biggrin]

weeeeee mino udah kebelet euy pengen cepet2 kawin kawin kawin kawin kawin kawin kawin kawin kawin udah SOB "selak ora betah" [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [laughing] [laughing] [laughing] [laughing] [laughing]

unnie pengen ngliat bi lagi next chap ada nda hihi [jumpy] [jumpy] [jumpy]


ADAM COUPLE SELCA