Author Topic: Unconscious Love ~Chapter 13, update 7 August 2011  (Read 36016 times)

Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile
klu kalian gadang malam ini ampe pagi pasti bakal kebaca deh chp 2nya [hmpfh] [hmpfh]
ohh jd jin tomang tuh si ye jin ya, gw kirain jin beneran [laughing]


mi kok lama amit seh pake acara update dini hari

gapapa dech aku tungguin lagian udah biasa ngalong sekarang
  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]


yah baru tau jin tomang 


And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
iya nih gw baru th ada istilah jin tomang dan itu jg gara2 si noona b ga kasih tahu [head break] [head break] [hmpfh]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline oqyoiko

  • Superintendent
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1265
  • just be Ur SeLf & bE thE bEsT,,,,
  • Location: indonesia
    • View Profile
iya nih gw baru th ada istilah jin tomang dan itu jg gara2 si noona b ga kasih tahu [head break] [head break] [hmpfh]

 [AddEmoticons04263] tega mat c enemy'mu mami,,,, [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]
wah gadang tuh apa yaa mi?? aq taunya Jam Gadang,, trademark provinsi sumbar. [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]
iyaaaa ah bakal aq tunggu jg,,, yg penting UPDATE UPDATE [hmpfh] [hmpfh]
"MinSun & YongSeo is Sweet & Cute Couple "


Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile
Bagoooossss daku lagi neh yg disalahin  [head break] [head break] [head break]  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]


POKOKNYA MO JIN TOMANG KEK JIN TOMAT KEK ANE NDAK PERDULI DING YG PENTING MinSun CEPETAN BERSATU



And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^

Offline Surie_Riri

  • Full
  • ***
  • Posts: 297
  • i'm silent reader, mian...
    • View Profile
mami kemana nih, jangan2 dah  sleep1 sleep1 sleep1

ditunggu updatenya, GPL...  [biggrin]

 [smiley-gen013] update  [smiley-gen013] update  [smiley-gen013]
[lovestruck]

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile



Junpyo menyiapkan makan malam istimewa buat Jaekyung. Dan kali ini tanpa bantuan Jandi. Sejak dari siang Jandi tidak bisa dihubungi. Ponselnya tidak aktif. Sedangkan telepon rumah hanya diangkat oleh pelayan yang mengatakan kalau Nyonya Geum sudah pulang dari dinasnya dan sekarang sedang menghabiskan waktu bersama Jandi agashi.

"O jadi tante Geum sudah kembali .. pantesan Jandi tidak bisa dihubungi!!", Junpyo bergumam sendiri.



Tangannya sibuk membetulkan serbet yang mengalasi meja. Sekali-sekali serbet itu diremasnya, gugup. Segala sesuatu sudah ditata rapi di atas meja. Karangan bunga yang terdiri dari 99 kuntum mawar merah, anggur terbaik keluaran tahun 1993 lengkap dengan tiga batang lilin besar buat candle light dinner nanti. Sedangkan makanan istimewa dari makanan pembuka, utama dan penutup sudah siap disajikan hanya dengan satu perintah dari Junpyo.

Pikiran Junpyo masih melayang ke Jandi ketika Jaekyung memasuki ruangan pribadi yang telah dipesan khusus olehnya dengan dikawal dua orang suruhan.

"Anyongheseyo Junpyo-a ... "

Sapaan Jaekyung membuat Junpyo mengangkat wajahnya. Jaekyung tampak sempurna dengan gaun hitam panjang yang agak terbuka bagian punggung dan lengan. Kulitnya kelihatan bercahaya tertimpa sinar lampu yang agak redup. Rambut sepunggungnya dibiarkan tergerai, mengayun indah ke kanan dan kiri. Sepatu berhak 5 cm membuat penampilannya semakin memikat. Seuntai kalung mutiara melingkari lehernya yang jenjang, menambah kesempurnaan penampilannya malam ini.



"Anyong Jaekyung-a ... ", jawab Junpyo. Kedengaran tidak bersemangat. Pikirannya masih melayang pada Jandi. 'Apa sebenarnya yang dilakukan gadis itu? Mengapa tidak membalas panggilannya? Biasanya, dalam keadaan apapun, Jandi pasti akan membalas teleponnya ..' Pertanyaan-pertanyaan itu yang terus-menerus bermain dalam pikiran Junpyo.

"Junpyo-a?", sapa Jaekyung lagi, menyadarkan Junpyo dari lamunannya.

"Ohhh ... ", Junpyo mendongak ke Jaekyung, " .. duduklah ... ", katanya sambil mempersilahkan Jaekyung duduk dihadapannya.

Jaekyung memandangi Junpyo dengan pandangan bertanya. Tapi walaupun begitu dia tidak mengeluarkan suara sama sekali. Dia duduk di kursi yang ditunjuk Junpyo untuknya.
"Gumawo .. ", katanya pelan.

Junpyo tidak berkomentar sedikitpun. Diangkatnya tangan ke atas, sebagai isyarat bagi para pelayan untuk menyajikan makanan yang telah dipesan sebelumnya. Beberapa pelayan memasuki ruangan dengan sikap sempurna. Piring-piring berisi makanan terletak di telapak tangan mereka. Makanan tersebut diletakkan di depan Junpyo dan Jaekyung. Seorang kepala pelayan mulai menuangkan anggur ke gelas yang terletak di atas meja, bersebelahan dengan piring yang berisi makanan.

"Makanlah .. "

Setelah perintah resmi dari Junpyo, mereka memulai acara makan malam itu. Rencana semula Junpyo untuk menciptakan dinner yang romantis buat Jaekyung menjadi berantakan gara-gara otaknya yang dipenuhi bayangan Jandi. Selama acara makan malam itu mereka tidak mengeluarkan suaranya. Jaekyung memperhatikan Junpyo lewat sudut matanya. Penampilan Junpyo malam itu sangat menawan. Posturnya yang tinggi terbalut kemeja putih dan jas hitam panjang dengan dasi hitam, selaras dengan warna jasnya.

Akhirnya makanan penutup dikeluarkan. Mereka masih tidak mengeluarkan suara selama itu. Junpyo sibuk menghabiskan semua makanan dengan pikiran menerawang. Sedangkan Jaekyung yang melihat ekspresi wajahnya tidak berani menganggu sama sekali.

Junpyo dan Jaekyung menyelesaikan makan malam itu selama 45 menit. Junpyo meraih gelas berisi anggur kemudian meneguknya sampai habis. Jaekyung mengikuti tindakannya.

"Ok sudah selesai! .. sekarang saya akan menyuruh Mr. Kim untuk mengantarmu pulang!"

"Mwooo??", Jaekyung terheran-heran dengan perkataan Junpyo.

"Miane Jaekyung-a .. malam ini saya benar-benar tidak bersemangat .. Kita membuat janji dinner lain kali lagi .."

Junpyo berdiri dari duduknya dan mempersilahkan Jaekyung mengikuti Mr. Kim yang sudah membungkuk hormat padanya.

"DHOOO ... "

Teriakan Jaekyung terputus oleh perkataan Junpyo kemudian.
"Jaekyung-a please!! .. Saya menyukaimu dan saya akan lebih menghargaimu jika kamu mau mendengarkan perkataanku!". Junpyo berhenti sebentar, kemudian melanjutkan lagi perkataannya, "Saya akan menjemputmu besok pagi .. sekitar pukul 9, kita akan sarapan bersama .. "

Jaekyung terdiam. Perkataan Junpyo membuatnya tak berkutik. Dia mengangguk perlahan. Lalu ..dengan lemas dia berjalan mendahului Mr. Kim meninggalkan ruangan itu.

--------------------------------------

Jandi membuka mata ketika sinar mata menyilaukan menimpa wajahnya. Matahari pagi sudah mengintip malu-malu dari balik jendela bertirai transparan. Jandi menguap perlahan. Dia bangun dari ranjang, tapi belum beranjak dari sana. Sekilas dia melirik kearah jam perak di atas perapian, di tengah ruangan itu. Waktu sudah menunjukkan pukul 8:30 pagi. Dia bangun agak terlambat hari ini. Jandi menghembuskan nafas perlahan. 'Untung hari ini hari sabtu ... '

Jandi turun dari pembaringan. Dia berjalan ke pintu dan bermaksud keluar dari kamar. Ketika pintu kamar dibuka, seraut wajah sudah berada di depan pintu sehingga mengangetkannya. Jandi hampir bertabrakan dengan orang itu.

"YAAAAAAAAA .. GOO JUN PYOOOOOOOOO!!!", Jandi berteriak keras. "Apa yang kamu lakukan pagi-pagi begini berdiri di depan kamarku!!!"

Junpyo tertawa lebar melihat kekagetan Jandi. Muncul mendadak di hadapan Jandi, sebenarnya sudah sering dilakukannya. Tapi tidak seperti hari ini, tidak sepagi ini. Karena khawatir dengan keadaan Jandi yang tidak bisa dihubungi sejak kemarin siang (dan ini tidak biasanya) membuat Junpyo tidak bisa memejamkan matanya semalaman. Oleh sebab itu pula , pagi-pagi sekali dia sudah berada di rumah Jandi tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.

Junpyo memperhatikan Jandi dengan seksama. Penampilan gadis itu berantakan layaknya orang yang baru bangun tidur. Rambut panjang bergelombang yang dikuncir dua tampak awut-awutan. Sweater putih longgar yang dikenakannya agak miring, membalut tubuh mungilnya. panjang sampai sedikit diatas lutut.

Bagian kanan bahu itu agak turun sampai memperlihatkan dada dan lengannya yang putih mulus. Tali bra berwarna senada mengintip keluar dari bagian itu. Sedangkan celana panjang longgar yang dipakainya berwarna cream lembut, menjuntai menyapu lantai. Wajahnya polos tanpa sepuhan alat kosmetik. Alami dengan kulit putih mulus, agak kemerah-merahan.

Junpyo berdeham perlahan.

"Yaaaaaaaaaa .. Goo Jun Pyo, kamu sudah tuli ya? .. Saya sedang bertanya padamu!!". Jandi mengibaskan tangannya di depan wajah Junpyo.

Pemuda itu tersentak.
"Ohh .. penampilanmu sangat jelek .. Lain kali, jangan berpakaian seperti ini lagi!!", Junpyo tersenyum mengejek, berusaha mengalihkan perhatian Jandi dari keterpanaannya tadi.

Jandi langsung melotot kearah Junpyo.
"Apa perdulimu dengan penampilanku?! ... Lagipula tidak ada yang menyuruhmu datang sepagi ini?"

Junpyo mengangkat bahunya, kemudian melangkahkan kaki memasuki kamar Jandi dengan cuek. Mata Jandi terbelalak lebar. Dia sudah akan berteriak ketika seorang pelayan sampai dihadapannya. Pelayan berbadan kecil itu membungkuk hormat kepada Jandi.
"Anyongheseyo agashi ..., Sarapan sudah tersedia sejak satu jam yang lalu .. Apakah agashi akan sarapan di kamar atau di ruang makan?"

Jandi berpikir sebentar, kemudian dia berkata, "Di ruang makan saja!!". Dia berbalik ke belakang, memandangi Junpyo yang sudah menjatuhkan diri di ranjangnya, "Bagaimana denganmu, Junpyo-a?". Kekesalan Jandi pada Junpyo tadi sirna sudah, dan ini tanpa disadarinya.

Sebelum Junpyo menjawab pertanyaan Jandi, pelayan tadi berkata lagi, "Agashi! nyonya besar menitipkan sepucuk surat buat agashi, .. Beliau sudah berangkat ke Jepang dengan pesawat pribadi pukul 7 pagi tadi .. "

Mulut Jandi mengangga. Dengan tangan gemetar dia menerima surat yang disodorkan pelayan padanya.
"Tadi pagi .... ", katanya pelan. Seperti pertanyaan, tapi sebenarnya hanya berupa penekanan atas ketidakpercayaannya.

"Iya, agashi ... ", pelayan kecil itu menjawab tegas.

Jandi mengangguk. Sinar matanya meredup perlahan.
"Saya mengerti, .. Kamu boleh pergi sekarang .. dannn .. bereskan saja sarapan yang ada di ruang makan! .. Sa.. saya tidak lapar ... "

Pelayan itu memperhatikan Jandi selama dua detik. Hanya dua detik! Dia tidak berani menatap majikannya lama-lama. Dan dia dapat menangkap kesedihan dari sinar mata itu walaupun hanya tatapan dalam waktu dua detik. Dia segera membungkukan badan kearah Jandi.
"Baiklah agashi .. ". Kemudian pelayan itu berlalu dari hadapan Jandi.

Jandi mendesah perlahan. Dia bergerak dari tempatnya, menutup pintu kamar, kemudian melangkah kearah Junpyo. Dia menjatuhkan diri di samping Junpyo. Pikirannya menerawang dan matanya tak bercahaya.

Junpyo menoleh kearah Jandi. Keningnya berkerut.
"Gwencana Jandi-a?"

Jandi mendesah perlahan.
"O gwencana ... Saya sudah biasa ...". Jandi berusaha tersenyum kepada Junpyo tapi tidak berhasil. Senyum itu sangat terpaksa.

Kemudian Jandi membuka surat di tangannya. Membaca surat itu dengan kilat. Surat yang sangat pendek. Hanya menerangkan kalau omma berangkat ke Jepang untuk menyelesaikan pertikaian antara beberapa sponsor besar 'Korean News'. Sambil mendesah Jandi melipat surat itu.

Junpyo memperhatikannya sejak tadi. Ikut membaca surat itu karena Jandi tidak melarangnya. Ini merupakan salah satu kebiasaan buruk Junpyo. Dia selalu bersikap semaunya sendiri kalau sudah menyangkut masalah Jandi. Tiba-tiba Junpyo memegang tangan Jandi kemudian menariknya, bangkit dari pembaringan.

"Ayo, ikut saya!!"

Jandi memandangi Junpyo dengan sinar mata bertanya.
"Mwoo??!"

"Kita sarapan di luar dan bermain sepuasnya hari ini ...!", Junpyo kembali menarik tangannya sambil tersenyum lebar.

"Mengapa?", tanya Jandi penasaran.

"Tentu saja untuk menghilangkan kesedihanmu!!!"

Mata Jandi melebar. "Apa?! .. Saya .. tidakk ... "

Tapi perkataannya segera terpotong oleh kata-kata Junpyo selanjutnya, "Iya, saya tahu kamu sudah biasa dengan kepergian tante Geum yang mendadak ... Lupakan perkataanku tadi!.. Anggap saja hari ini kamu lagi liburan ....". Junpyo melebarkan senyumnya, yang mau tidak mau dibalas oleh Jandi.

Tiba-tiba Junpyo menepuk keningnya, "Ohhh .. ada yang terlupakan olehku!!", kemudian tergesa dia mengeluarkan ponsel dari saku celana.

------------------------------


Ha Jae Kyung memperhatikan penampilannya di depan kaca besar yang terpasang di dinding kamar mandi.
"Hmm ... sempurna .. ", gumamnya sambil tersenyum puas.

Gaun pink pendek yang membungkus ketat bagian atas dada dan melebar ke bawah dengan pita putih besar terikat di pinggangnya yang ramping membuat penampilannya sangat memikat. Jaekyung mengibaskan rambut sepunggungnya ke belakang, sambil menyentuh bibirnya yang terpoles lipgloss pink berkilat.



Jaekyung tersenyum lagi. Dan sekali lagi dia memeriksa penampilannya di depan cermin. Dia menarik gaun bagian dada ke bawah sehingga dada penuhnya itu semakin menyembul dari balik gaun yang dipakainya.

Sambil tersenyum puas, Jaekyung keluar dari kamar mandi. Dia memperhatikan sebentar keadaan apartemennya yang dingin dan tidak begitu besar. Dia melirik sekilas jam kecil di atas meja, dekat jendela. Jam 9 pagi! Junpyo berjanji akan menjemputnya sekitar jam ini. Dan setelah itu mereka akan sarapan bersama.

Pandangan Jaekyung beralih dari jam kecil ke bingkai foto berukuran 5 R yang tersampir di dinding, dekat jam kecil tadi. Dia berjalan kesana. Berdiri di samping meja kecil itu dan meraih bingkai foto tersebut. Diperhatikannya sejenak. Seorang wanita setengah baya yang sangat kurus dan pucat dengan mata redup tak bercahaya berdiri di sampingnya dalam foto itu. Jaekyung tersenyum perlahan. Senyuman pahit dengan sedikit ejekan.
"Kamu lihat sendiri kan? .. Tidak seperti perkataanmu, huhhhhhhhhh .. saya bisa mendapatkan seseorang yang tidak bisa dibayangkan olehmu!!!!"

kringggg ............ kringgggggggggg ........ kringgggggggg ..........

Deringan yang nyaring itu mengangetkan Jaekyung. Hampir saja dia menjatuhkan bingkai foto dalam genggamannya. Masih dengan ekspresi dingin, Jaekyung meletakkan foto itu ke tempatnya. Kemudian dia berlari ke sofa, di mana tas kecilnya terletak, mengeledah tas kecil itu dan mengeluarkan ponsel yang masih berdering. Dia tersenyum perlahan ketika melihat nama Junpyo terpapang di monitor.

Dengan tergesa dia memencet tombol penerima dan mendekatkan ponsel itu ke telinga.
"Ya, Junpyo-a!".

Dia mendengarkan sejenak. Perlahan ekspresi wajahnya berubah. Dari senang menjadi muram, lalu berubah suram. Benar-benar suram.
"Iya, araso Junpyo-a .... Tidak! .. saya baik-baik saja ... "

Lengan Jaekyung yang memengang ponsel menurun perlahan. Dia berpaling ke bingkai foto dekat jendela, sangat perlahan dan berirama. Satu .. dua .. tiga .. pandangannya bertemu kembali dengan foto wanita setengah baya yang tadi diajaknya berbicara.

"Puas!!!", katanya pelan, "Puass!!", mulai mengeras, "APAKAH KAMU PUAS SEKARANG!!", semakin keras ........"MENGAPA KAMU TERSENYUM? .. MENERTAWAKANKU!! .. KAMU MENERTAWAKANKU!!!!", seperti orang gila, Jaekyung berlari ke meja kecil itu dan menyapu jam kecil serta beberapa hiasan ke lantai.

BRAKKKKKKKKKKKKKKK ............. suara berisik yang sangat keras terdengar ketika barang-barang itu pecah berantakan.

Masih belum puas, Jaekyung mengambil foto yang masih tersampir di dinding, memandanginya dengan sinar mata berapi-api seperti kerasukan, kemudian melempar foto itu ke jendela.

PRANGGGGGGGGGG ................ Jendela dari kaca itu pecah berkeping-keping ....

-------------------------------------


Junpyo berusaha menghibur Jandi setelah mengetahui kepergian omma yang tiba-tiba itu. Junpyo membawa Jandi ke restoran siap saji yang belum pernah didatanginya. Sampai-sampai Jandi melonggo melihatnya. Biasanya Junpyo paling tidak suka melakukan sesuatu yang bertentangan dengan pedoman hidupnya. Hidup mewah, terpandang, selalu dihormati dan disanjung orang  merupakan pedoman hidup Junpyo. Dia tidak pernah mau pergi ke tempat-tempat yang biasa didatangi orang kebanyakan.

Walaupun tindakan Junpyo membuat Jandi keheranan, tapi dia merasa sedikit terhibur. Dia tidak menyangka, demi dia Junpyo bersedia mengambil inisiatif itu. Apalagi waktu sarapan semua orang dalam restoran itu memandanginya terus seperti melihat benda langka yang dipajang di museum. Jandi sampai tidak kuat menahan ketawanya ketika melihat Junpyo kikuk setengah mati. Makanan yang tersaji tidak disentuhnya sama sekali. Entah karna dia tidak biasa dengan makanan itu atau kegugupan yang membuatnya terpaku sepanjang acara sarapan itu.

Sehabis sarapan, Junpyo membawa Jandi berkeliling kota Seoul. Jandi sangat senang karena itu adalah sesuatu yang sudah lama tidak dilakukannya. Memandangi kota Seoul dari jendela mobil yang bergerak perlahan membuat perasaannya lebih baik. Semua kesedihan dan kesepiannya terasa terobati ketika angin semilir mengelus rambutnya lewat jendela mobil yang terbuka.

"Junpyo-a .. gumawo .. Saya sudah agak baikan sekarang .. ", kata Jandi sambil tersenyum lembut. Pandangannya masih terarah keluar jendela.



"Berjanjilah padaku .. "

"Mwoo??". Jandi menoleh kearah Junpyo.

"Apapun masalah yang kamu hadapi, kamu harus segera menceritakannya padaku! ... Aku akan selalu berada di sampingmu .."

Jandi tersenyum lagi. Kali ini lebih terlihat senyum yang agak dipaksakan. Dia tidak menjawab pertanyaan Junpyo. Pandangannya dilemparkan ke pemandangan di luar sana.
"Tapi tidak selamanya ...", ujarnya lirih. Sangat pelan hingga tidak terdengar oleh Junpyo.

"Mwoo?", tanya Junpyo kebingunggan.

"Ohh .. aniyo ..", sahut Jandi keras. Dia berpaling kembali pada Junpyo, "Maksudku, ... kita sudah sepakat kan kalau kamu tidak bisa melindungiku selamanya? .. karena itu saya harus mandiri ..". Setelah itu Jandi tertawa lebar.

Junpyo mengerutkan alisnya, kelihatan kebingunggan dengan perkataan Jandi.

"Tidak ingat? ... Kejadian di taman kanak-kanak Shinhwa delapan belas tahun yang lalu  .. ", kata Jandi lagi.

Junpyo menepuk jidatnya, "Ohhhh itu!!", kemudian dia tertawa keras, "Ha .. ha .. Iya, saya ingat sekarang! ... setelah kejadian itu kamu jadi berubah, .. Saya sering berpikir sejak kapan kamu tidak memerlukan pertolonganku lagi .. dan .. ternyata sejak kejadian itu ...".



Jandi ikut tertawa. Bayangan masa lalu kembali bermain dalam pikirannya.
"Tidak benar seluruhnya, ... Saya .. saya pernah meminta pertolonganmu .. sekali setelah .. kejadian itu .. dan .. dan .. itu permintaan yang .. memalukan .."

Junpyo berpikir sebentar. Apakah benar Jandi pernah meminta pertolongannya setelah kejadian masa kanak-kanak itu? Seingatnya dia yang terus-menerus meminta pertolongan Jandi. Dan semua pertolongan itu berkaitan dengan wanita-wanita yang ingin dikejarnya.

"Benarkah kamu pernah meminta pertolonganku?", tanya Junpyo penasaran. Dia menyerah setelah usaha keras untuk mengingat semua itu tidak berhasil.

Jandi memandangi Junpyo untuk beberapa menit, kemudian mengangkat bahunya.
"Sudahlah, lupakan itu!"

"Yaaaa .. Geum Jan Di ... ", teriak Junpyo yang semakin penasaran melihat kecuekan Jandi.

"Bagaimana kencanmu dengan Jaekyung?", tanya Jandi , berusaha mengalihkan perhatian Junpyo dari masalah tadi.

Junpyo mengerutkan alisnya.
"Kamu tidak mau menjawab pertanyaanku?"

Jandi berdecak, tidak sabar, "Ckkk ..Sudah kubilang lupakan itu! .. dan tentang Jaekyung, saya berharap kamu bersungguh-sungguh dengannya! ..  dia lain dari yang lain, .. kehidupannya tidak seperti model-model dan anak orang kaya yang pernah kamu kencani .. "

Junpyo melemparkan pandangan keluar jendela. Memajukan bibirnya, kemudian berpaling kembali pada Jandi, "Kamu jangan mengkhawatirkan hubungan kami .. Ini baru tahap permulaan .. Masalah kami bisa ditunda ..". Dia berhenti sebentar sebelum melanjutkannya lagi, "Lalu sekarang kamu ingin kemana?". Senyum lebar kembali menghiasi wajahnya.

Jandi menegakkan badannya kemudian berkata keras, "SAYA INGIN NONTON!! .. TAPI BUKAN NONTON DI BIOSKOP PRIBADI .. SAYA MAU NONTON DI BIOSKOP UMUM, BERHIMPITAN DENGAN PENONTON LAIN!!"

Mata Junpyo terbelalak lebar, "YAAAAA ... GEUM JAN DI!! .. Setelah kejadian di restoran fastfood itu saya sudah berjanji pada diri sendiri kalau saya tidak akan menginjakan kaki di tempat umum lagi!!.. pokoknya tidak, titik."

Jandi mendengus dengan pandangan mendelik.
"Saya tidak meminta padamu !.. kamu sendiri yang menawarkan permintaan itu padaku, JADI KAMU HARUS MENYETUJUINYA .. dan TITIK JUGA."

"Geum Jan Di ...", hanya teriakan itu yang keluar dari mulut Junpyo. Dia langsung teler mendengar balasan Jandi. Semuanya masuk akal dan dia kalah lagi. Kali ini sangat telak. Seperti kata pepatah 'senjata makan tuan', itulah yang terjadi padanya saat ini.

Junpyo melorot dari duduknya. Jandi segera memalingkan wajah keluar jendela. Senyum tertahan tersungging di wajahnya.

---------------------------


Dua hari sudah berlalu setelah kejadian itu. Hyesun sedang sibuk dengan berita financial yang mesti diperbaiki dengan segera ketika Jaekyung mendekatinya. Jandi mengangkat wajah menghadapi Jaekyung. Wajah gadis itu agak pucat. Hyesun mengenyitkan alisnya. Sudah dua hari ini Jaekyung kelihatan tidak bersemangat.

"O Jaekyung-a .. ada apa? .. Apakah kamu sakit?"

"Aniyo!", jawab Jaekyung cepat.

"Tapi wajahmu kelihatan pucat .. "

"Saya baik-baik saja ... ", sahut Jaekyung. Dia berhenti sebentar, sebelum melanjutkan perkataannya, "Agashi .. ada seorang pria sedang menunggu agashi di luar ..."

Jandi memandanginya dengan sinar mata bertanya. Dia ingin menyuruh Jaekyung untuk tidak memanggilnya agashi, tapi dia segera mengurungkan niatnya ketika rasa penasaran tentang pria yang menunggunya itu tidak tertahankan lagi.

Jandi bangkit dari duduknya.
"gumawo ..", katanya pada Jaekyung, kemudian dia melangkah keluar dari ruangan itu menuju ruang bagian headline.

Jandi mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan. Semua karyawan sedang sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Hanya ada seorang pria yang berdiri di sana, menghadap jendela. Jandi mendekatinya. Dia semakin penasaran.

Dan ... seperti mengetahui kedatangan Jandi di sana, pria itu membalikan badannya.
"Anyongheseyo Geum Jan Di-si!!", sapa pria itu hangat.

--------------------------
« Last Edit: March 13, 2010, 02:45:49 pm by mrs. Lee Min Ho »

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile
clingak - clinguk first yah  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

dasar si mami ditungguin kemaren ampe melek2 di pagi buta  [head break] [head break] [head break]

ya sutralah comment  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

"Gaun pink pendek yang membungkus ketat bagian atas dada dan melebar ke bawah dengan pita putih besar terikat di pinggangnya yang ramping membuat penampilannya sangat memikat. Jaekyung mengibaskan rambut sepunggungnya ke belakang, sambil menyentuh bibirnya yang terpoles lipgloss pink berkilat"

mi gak kebalik tuh liat gambarnya gaunnya yg putih pitanya yg pink  [head break] [laughing]

sekian dan terima kasih nah lho  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]


jujur aja pertama kali baca chapter ini sempet bingung ini cerita yang mana yah  [hmpfh] tapi pas jaekyung itu baru inget  [hmpfh]


kebiasaan deh mutusin cerita pas di tengah2 bikin penasaran mampus mana updatenya lama pisan  [angry] [head break] [head break]


yeeee si junpyo masa gak tau kl dia disuruh beli pembalut  [hmpfh] tapi salah beli diapers  [laughing] >> sotoy.com  [hmpfh] tuh enak bener ye si junpyo bisa keluar masuk kamar jandi sembarangan langsung aja mi loncat ke bagian yg diinginkan para fakir minsun

And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
noona b, main protes aja [head break] [head break] dimaklumi atuh gw kan asal nyomot gambar aja [laughing] [laughing] kan udah mendekati tuh gambaran gaun yg dipakai jaekyung ~maksa.com [hmpfh] [hmpfh] .. and spt biasa, gw suka ending gantung [smiley-gen013] [smiley-gen013]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Amira

  • Police
  • Senior
  • *****
  • Posts: 613
  • Location: East kal
    • View Profile
Pantasan si mami kabur ga sempat bc ffku rupa-a lg mo update ini toh... Bnr dugaanku nih si jk aneh n ganjen bgt lht dr dandanan-a. Jp bkl pusing nangani nih orgil...Siapa mi yg mo ketemu jandi?

Offline Amira

  • Police
  • Senior
  • *****
  • Posts: 613
  • Location: East kal
    • View Profile
Pantasan si mami kabur ga sempat bc ffku rupa-a lg mo update ini toh... Bnr dugaanku nih si jk aneh n ganjen bgt lht dr dandanan-a. Jp bkl pusing nangani nih orgil...Siapa mi yg mo ketemu jandi?

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
bultang, rahasia sis [hmpfh] [hmpfh] yg jelas dia tuh teman jandi sejak kecil, spt jg junpyo [biggrin]
iya si jk aneh dan punya kelainan jiwa, gw jd mengkhawatirkan keadaan jp nih, kyknya dia bakal kemakan ama hobbynya sendiri yg suka gonta ganti pacar [heh]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline oqyoiko

  • Superintendent
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1265
  • just be Ur SeLf & bE thE bEsT,,,,
  • Location: indonesia
    • View Profile
 [clap] [clap] [clap] [clap]akhrnya UPDATE jg yaa mi.... punk punk punk punk punk

duh2,, c jaekung ith da pa c?? ko aq jd rada tkut yaa mi??? dya ga stres tp kan yaa?? tar ngapa2in c jandi lg,,, [angry] [angry] [angry] [angry].

asikkk junpyo dah mulai mrsakan da yg berbeda ke jandi,, ga bsa khilangan dya tuh sbnrnya cm ja lum ykin ma prsaanya sndiri.. yaa kan mi???? [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]
"MinSun & YongSeo is Sweet & Cute Couple "


Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
oki, iya gw jg rada takut dgn karakter jk [hmpfh]
jp tuh perhatian ama jd sejak dari kecil dan karena itu pula dia ga menyadari klu perasaannya itu cinta murni dan bukan perasaan sayang terhadap seorang adik [biggrin]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline oqyoiko

  • Superintendent
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1265
  • just be Ur SeLf & bE thE bEsT,,,,
  • Location: indonesia
    • View Profile
 [chin] [chin] [chin]ow bgtu toh mi punk punk punk punk iya c jp mang dah care dr bocah yaakk.. tp jd c jd itu bener2 trakhr minta tolong ma jp cm yg tuk beliin ......... aja mi????
berarti dah brtahun2 c jd ga lgi mnta tlong ma jp dg yaa??? whistling whistling whistling
jaahh c mami yg nulis ko mlah takut sndiri c [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]
iyaaa niy kepribadiaanya rada aneh c jaekung itu,,,,,,, btw itu foto emakknya jaekung yg stngah baya itu yaa mi??? [chin] [chin] [chin]
"MinSun & YongSeo is Sweet & Cute Couple "


Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
oki, iya klu elu baca prologuenya permintaan jd yg terakhir ke jp tuh buat beliin pembalut buatnya [hmpfh] [hmpfh] .. emang kejadian itu sudah sekitar 12 thn yg lalu [biggrin] .. wlp gw yg nulis klu kepribadiannya ganda kyk gitu ttp aja akut [laughing] [laughing] .. wanita setengah baya itu emang emaknya jk yg udah dead [biggrin]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun