Author Topic: Unconscious Love ~Chapter 13, update 7 August 2011  (Read 36016 times)

Offline oqyoiko

  • Superintendent
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1265
  • just be Ur SeLf & bE thE bEsT,,,,
  • Location: indonesia
    • View Profile
whistling whistling whistling MAMI JD GA MOOD YAAA NGELIAT POM2 SEKOMPI INI???  [cry] [cry] [cry] [cry] [cry] KITA KAN HANYA INGIN BKIN MAMI BERGAIRAH LG NERUSIN NIY FF MI  [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]
[laughing] [laughing] [laughing] [laughing] ~tertawa gila [hmpfh]

kenapa smpe gila mi??? ga ngerti niy mah...hahahahahaa
"MinSun & YongSeo is Sweet & Cute Couple "


Offline pink_girly

  • Full
  • ***
  • Posts: 341
  • <3 MinSun
    • View Profile
Saudara-saudara mari kita berdemo buat mami agar cepetan update  [AddEmoticons04234] [AddEmoticons04234] [AddEmoticons04234]

UPDATE [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]UPDATE [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]UPDATE [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]UPDATE [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]UPDATE [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]UPDATE [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]UPDATE [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]UPDATE [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]UPDATE [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]UPDATE [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]UPDATE [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]UPDATE [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]UPADTE [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
lg berusaha selesaiin chp 3 ff ini wlp ga ada ide [hmpfh] jd bersabar ya buat updateannya, kyknya ga bisa panjang nih, bener2 udah kehabisan ide buat yg ini [heh]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline oqyoiko

  • Superintendent
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1265
  • just be Ur SeLf & bE thE bEsT,,,,
  • Location: indonesia
    • View Profile
lg berusaha selesaiin chp 3 ff ini wlp ga ada ide [hmpfh] jd bersabar ya buat updateannya, kyknya ga bisa panjang nih, bener2 udah kehabisan ide buat yg ini [heh]

kita selalu mendukungmu ko mami,,,, moga ja smua ff mami bsa berjalan dengan lancar walaupun banyak rintangan, amin  [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]
"MinSun & YongSeo is Sweet & Cute Couple "


Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
lg berusaha selesaiin chp 3 ff ini wlp ga ada ide [hmpfh] jd bersabar ya buat updateannya, kyknya ga bisa panjang nih, bener2 udah kehabisan ide buat yg ini [heh]

kita selalu mendukungmu ko mami,,,, moga ja smua ff mami bsa berjalan dengan lancar walaupun banyak rintangan, amin  [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]
thanks oki [hug] [hug]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline oqyoiko

  • Superintendent
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1265
  • just be Ur SeLf & bE thE bEsT,,,,
  • Location: indonesia
    • View Profile
 [hug] [hug] [hug] mami jg,,,,  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] tpi mna niy PM anya lum aq dpet ko mi????  [chin] [chin] [chin] [chin] [chin]  [hmff] [hmff] [hmff] [hmff]
"MinSun & YongSeo is Sweet & Cute Couple "


Offline pink_girly

  • Full
  • ***
  • Posts: 341
  • <3 MinSun
    • View Profile
lg berusaha selesaiin chp 3 ff ini wlp ga ada ide [hmpfh] jd bersabar ya buat updateannya, kyknya ga bisa panjang nih, bener2 udah kehabisan ide buat yg ini [heh]

gak apa-apa kog mi...
yg pntg update yang buat kita  [on] pasti jdi lebih setia deh nunggunya... [hmpfh] qding kog me... [hmpfh]
SEMANGAT YA MI.... KITA SELALU ADA TUK MENDUKUNGMU... [biggrin]

CAHYO... [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]

Offline revynska

  • Police
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1639
    • View Profile
ikutan nyemangatin mami

MAMI SMANGAT [AddEmoticons04237] SMANGAT [AddEmoticons04237] SMANGAT [AddEmoticons04237] SMANGAT [AddEmoticons04237] SMANGAT [AddEmoticons04237] SMANGAT [AddEmoticons04237] SMANGAT [AddEmoticons04237] SMANGAT [AddEmoticons04237] SMANGAT [AddEmoticons04237]


ADAM COUPLE SELCA

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
thanks semuanya, jd terharu nih hikssss [cry] [cry] [hmpfh] [lovestruck]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
ps : ini chp ke 3, sorry karena tertunda lama [biggrin] [biggrin] .. and mohon perhatiannya, jgn ada yg protes karna chp yg kependekan, atau cerita yg membosankan [biggrin] gw bener2 kehilangan ide buat ff ini jd mohon pengertiannya [heh] [heh]






Kilasan dari chapter 2 ~~~


Jandi mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan. Semua karyawan sedang sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Hanya ada seorang pria yang berdiri di sana, menghadap jendela. Jandi mendekatinya. Dia semakin penasaran.

Dan ... seperti mengetahui kedatangan Jandi di sana, pria itu membalikan badannya.
"Anyongheseyo Geum Jan Di-si!!", sapa pria itu hangat.




"SO YI JEONGGGGG!!!!", teriak Jandi keras-keras.

Dia segera berlari kearah pemuda itu dan memeluknya erat-erat. Para karyawan mulai melirik kearah mereka. Tapi Jandi tidak perduli. Dia sudah lama sekali tidak bertemu dengan sahabatnya ini. Mungkin sudah lebih dari lima tahun.

"Merindukanku?", tanya Yijeong sambil tersenyum simpul. Dia membalas pelukan Jandi, tidak kalah eratnya.

"Tentu saja!!", jawab Jandi cepat. Dia melepaskan pelukannya dan memandangi Yijeong dengan seksama, dari ujung rambut sampai ujung kaki. "Kamu tidak berubah!!", katanya sambil tertawa perlahan.

Yijeong ikut tertawa, "Tentu saja .. he .. he .. , Saya masih setampan dulu kan?". Dia mengedipkan sebelah matanya ke Jandi sehingga membuat gadis itu terbahak.

"Ha .. ha .. kamu masih saja tidak tahu malu seperti dulu, Yijeong-ya!!"

Yijeong mendorong kepala Jandi, berpura-pura marah. Bibirnya dimonyongkan ke depan.
"Yaaa Geum Jan Di, sejak kapan kamu belajar mendebatku?  ... Dulu korbanmu kan cuma si Junpyo!!"

Jandi tertawa sekeras-kerasnya, "Ha .. ha .. saya sudah bosan dengan Junpyo dan sekarang ingin mencari korban baru ..."



Suara ketawa Jandi kembali menarik perhatian orang sekantor. Mereka, yang tadi sudah kembali ke pekerjaannya masing-masing, langsung mengalihkan pandangannya lagi kearah Jandi dan Yijeong.

"Kamu ingin kita menjadi tontonan umum dengan suara ketawamu itu?", tanya Yijeong, sambil mengedarkan pandangan ke sekitarnya.

Jandi tidak berusaha menghentikan ketawanya. Dia menanggukkan kepala berkali-kali ke rekan kerja yang lain. Sementara suara ketawa masih terdengar dari mulutnya.

"Bisa menghentikan suara ketawamu sekarang?", tanya Yijeong lima menit kemudian.

Jandi terkekeh perlahan, "Miane ... ", sahutnya tertahan.

"Sekarang ikut aku ... ", kata Yijeong sambil menarik tangan Jandi.

"Kemana?", mata Jandi melebar.

"Sebelum sampai di sini saya sudah menelepon Junpyo dan mengajaknya makan siang bersama, kemudian dia menganjurkan restoran 'Yamasuki' sebagai tempat makan siang bersama ... Saya sangat merindukan kalian dan .. banyak yang ingin saya bicarakan dengan kalian!"

"Kamu mengajak Junpyo juga?", tanya Jandi cepat.

"Iya ... "

"Lalu .. apakah kamu pulang dalam rangka liburan atau ...akan menetap di sini?", tanya Jandi lagi.

"Nanti saja jelaskannya! ... Ayo berangkat sekarang! .. Jika sampai terlambat, Junpyo akan membunuh kita!". Yijeong kembali menarik tangan Jandi tapi langsung dikibaskan oleh gadis itu.

"Saya harus meninggalkan pesan pada rekan kerja untuk melanjutkan pekerjaanku,  .. .. Ada berita financial yang harus segera diperbaiki karena deadlinenya sangat mendesak .. Tunggu sebentar, saya akan segera kembali! .. Kamu duduk saja dulu!"

Jandi berlari ke dalam ruangan yang terpisahkan dengan ruangan itu. Yijeong memperhatikannya sebentar, sampai sosoknya menghilang dari pandangan. Kemudian dia menjatuhkan diri di salah satu sofa empuk dan tebal dari kulit yang terdapat di ruangan itu.

----------------------


Setelah memarkir lotus merah di tempat parkir, Junpyo memasuki restoran 'Yamasuki' dengan tubuh tegak dan dada agak dibusungkan. Seorang pelayan muda berpakaian serba putih tergesa menyambutnya. Gadis itu menunduk dengan hormat.

"Anyongheseyo, Goo Jun Pyo-ssi ... ", katanya.

Junpyo melirik sekilas padanya.
"Yang lain sudah sampai?", tanyanya pendek.

"Belum tuan, .. tapi ruangannya sudah kami siapkan dan semua makanan yang tuan pesan akan segera dihidangkan di atas meja jika tuan menginginkannya sekarang juga ....", jawab pelayan muda itu sambil membungkukkan badannya lagi. Dia tidak begitu berani membalas pandangan Junpyo.

"Tidak! ... Jangan hidangkan sekarang!! ... Tunggu yang lain sampai baru keluarkan makanannya ... ", kata Junpyo datar, "Saya akan menunggu mereka di dalam ... "

"Baik tuan!"

Pelayan itu mengerakkan tangannya, mempersilahkan Junpyo memasuki ruangan khusus yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Junpyo mengangguk perlahan, kemudian memasuki ruangan yang berada di lorong dalam itu.

-----------------------------


Yijeong dan Jandi tiba di restoran 'Yamasuki' sepuluh menit kemudian. Mereka langsung diantar masuk pelayan muda tadi ke ruang khusus yang sudah dipesan Junpyo. Yijeong dan Jandi saling melempar pandangan ketika mendapati Junpyo   sudah menunggu di sana dengan tampang cemberut.

"Saya mengira kalian akan tiba esok hari!!", kata Junpyo kesal.

"Miane ... ", sahut Jandi dan Yijeong hampir bersamaan.

Kemudian Yijeong memundurkan kursi di depan Junpyo dan mempersilahkan Jandi duduk di situ. Jandi tersenyum kecil pada Yijeong, "Gumawo .... ", katanya.

Junpyo memperhatikan semua yang mereka lakukan dengan mata melebar perlahan. 'Apa maksud anak ini, begitu memperhatikan Jandi?', teriaknya dalam hati.

Yijeong sama sekali tidak menyadari pandangan tajam dari Junpyo. Dengan senyum tersungging di bibir, dia membalas ucapan terimakasih dari Jandi, "You're welcome, dear ... "

Jandi tertawa perlahan.
"He .. he .. kamu semakin manis, Yijeong-ya!!"

Pandangan Junpyo semakin gelap. Mulutnya terkatup rapat dan rahangnya mengeras.

"Kamu baru menyadarinya sekarang? ... he .. he .. kamu terlambat sekali, Jandiya .... Saya selalu manis sejak dulu, .. karena itu banyak gadis yang tergila-gila padaku!!", kata Yijeong, penuh percaya diri.



"Apakah kalian bisa menghentikan pembicaraan tidak berguna ini?!". Junpyo tiba-tiba mengeluarkan suaranya. Terdengar keras dan agak ditekan. Wajahnya juga kelihatan sangat serius.

Jandi dan Yijeong serentak mengalihkan perhatiannya kepada Junpyo. Kening Jandi langsung berkerut begitu melihat keanehan sikap Junpyo.
"Weooo? ... Ada apa denganmu? .. Kami hanya bercanda untuk melepas rindu setelah sekian lama tidak bertemu .. "



Junpyo menelan ludah sebelum menjawab, "Saya hanya terganggu dengan pembicaraan kalian, .. hanya itu!!"

"Heiii my bro, kamu masih saja posesif terhadap Jandi!! ... Kalian .. kalian tidak pacaran kan?". Yijeong tertawa tertahan dengan leluconnya sendiri.

Sedangkan Jandi dan Junpyo, yang tidak menyadari gurauan Yijeong langsung tersentak bangun dari tempatnya.
"MWOOOOOOOOO??", teriak mereka hampir bersamaan. Serentak ... mereka berpaling kearah masing-masing, dengan sepasang mata terbelalak lebar.

Lalu .. Junpyo tertawa perlahan ...
"Kami?", tangannya menunjuk ke diri sendiri, kemudian ke Jandi, "Pacaran? ... Kamu bercanda kan, So Yi Jeong?"

Yijeong menepuk kedua tangannya sehingga menimbulkan suara keras. Plakkkk .....
"Tentu saja saya bercanda! .. Ha .. ha .. Saya terlalu mengenalmu, Junpyo-ya ... Pacaran dengan Jandi itu mustahil karena Jandi sama sekali bukan tipemu!"

"Benar! .. Kamu mengetahui itu!", sahut Junpyo segera.

"Yaaaaaaaaa .. kalian!!". Jandi mendelik kearah Junpyo dan Yijeong, silih berganti.

Yijeong terkekeh perlahan. Kemudian dia melingkarkan lengannya ke leher Jandi.
"He ... he ... jangan khawatir Jandiya! .. Kamu tipe kesukaanku kok!"

"Yaaa .. lepaskan tanganmu ........... "

Jandi membebaskan diri dari tangan Yijeong yang melingkari lehernya dengan mata melotot. Yijeong memperkeras suara ketawanya.
"Ha .. ha .. saya bersungguh-sungguh, Jandiya ... ", lanjutnya lagi.

"Saya akan membunuhmu kalau kamu masih melanjutkan lelucon ini, So Yi Jeong-ssii ... ", teriak Jandi kesal. Wajahnya memerah karena menahan gejolak perasaannya.

Tanpa mereka sadari, Junpyo memperhatikan mereka dengan pandangan menusuk.



Untuk melepaskan diri dari godaan Yijeong, Jandi mengalihkan perhatian kepada Junpyo.
"Bisa dimulai makan siangnya? .. Saya sudah sangat lapar nih!!"

"Saya kira kalian sudah kenyang dengan semua omong kosong itu sehingga tidak perlu makan lagi .. ", jawab Junpyo dingin.

Sekali lagi ... Jandi dibuat keheranan dengan sikap Junpyo. 'Apakah dia habis makan granat tadi pagi? Mengapa sikapnya seperti siap meledak setiap saat?", desis Jandi dalam hati.

"Jadi ..... , bisa dimulai sekarang?", tanya Jandi, berusaha menahan emosinya.

Dia lelah berdebat dengan Junpyo. Pemuda ini selalu bersikap tidak masuk akal kalau ada pria yang dekat dengannya. Entah mengapa bisa begitu!! .. Jandi tidak ingin memikirkan alasannya ...

Junpyo tidak memberi jawaban terhadap pertanyaan Jandi. Dia mengangkat tangan ke atas dan menjentikkannya. Tidak berapa lama kemudian, beberapa pelayan memasuki ruangan dengan tangan menyangga nampan berisi makanan.

-----------------------------------




Semua makanan terhidang di atas meja. Bermacam jenis sushi, sashimi, ramen, sampai soup miso. Jandi menelan ludahnya. Semua hidangan itu terlihat sangat segar dan lezat. Dia paling suka makanan Jepang. Jandi mengangkat wajah dan melirik Junpyo. Dia yakin Junpyo mengetahuinya.

"Ok ... makan siang bisa dimulai sekarang!!". Junpyo mengeluarkan suaranya.

Mereka lalu mulai sibuk dengan makanan yang terhidang di atas meja. Selama lima menit ke depan, tidak ada yang mengeluarkan suara. Semua makanan itu terlalu mengiurkan untuk dilewatkan begitu saja.

Lima menit kemudian ....

"Jadi .. mengapa kamu pulang mendadak, Yijeong-ya?". Junpyo memulai pembicaraan setelah perutnya cukup terisi. Dia mengalihkan perhatian dari mangkuk kecil berisi soup miso yang berada di hadapannya kearah Yijeong.

Jandi menoleh pada Yijeong. Dia juga penasaran dengan alasan kepulangan pemuda ini. Seingatnya, 'So's Capital', perusahaan tua milik keluarga So, dan 'SoS Foundation', yayasan terbesar di bawah naungan 'So's Capital', yang berfungsi sebagai pencari dan penampung dana untuk pengobatan dan perawatan bagi orang-orang tidak mampu sedunia, berpusat di Amerika.

Yijeong mengurungkan niatnya untuk menyumpit sushi salmon. Diletakkannya sepasang sumpit di tangan ke atas meja.
"Sebenarnya .. kepulanganku tidak mendadak! ... Ini sudah direncanakan beberapa bulan yang lalu ... "

"MWOO? .. Mengapa kamu tidak memberitahukannya pada kami?", protes Jandi.

Yijeong tersenyum perlahan.
"Surprise ..... ", jawabnya pendek dan seenaknya.

"Yaaa ... So Yi Jeong!!"

"Ok ... ok .... Jangan marah, Jandiya!!", Yijeong tertawa perlahan, "Saya tidak bermaksud menyembunyikannya dari kalian ... Sejujurnya saya terlalu sibuk dengan semua persiapan pendirian anak perusahaan 'So's' di sini ... "

"Apa? ... Jadi 'So's' akan dipindahkan ke sini?", tanya Junpyo tak percaya, "Tapi ... landasan perusahaan kalian di Amerika sangat kuat kan?". Junpyo mengenyitkan alisnya.

"Bukan memindahkan pusat perusahaan ke sini, Junpyo ya! .. Kami membuka cabang perusahaan di sini ... ". Yijeong berusaha membenarkan pertanyaan Junpyo.

"Lalu .. bagaimana dengan pusat perusahaan di sana?", tanya Junpyo lagi.

"Appa yang akan mengurusnya .. ", jawab Yijeong pendek.

"Paman So tidak kembali ke Korea?", tanya Jandi.

Yijeong berpaling kearahnya, "Tidak, Jandiya! .... Appa akan tetap berada di sana .. Perusahaan sini seutuhnya berada dalam pengawasanku ... "

Jandi tersenyum perlahan.
"Hebat ..", dia mengacungkan jempolnya kearah Yijeong, "Kamu terlihat dewasa sekarang .. Lain dengan Yijeong yang pernah kukenal .. "

Yijeong mendekatkan wajahnya ke Jandi, "Jadi .. kamu mulai tertarik padaku sekarang ...? "

Jandi langsung memundurkan badan ke belakang. Dia tertawa perlahan, "Ha .. ha .. mungkin .. "

"Mau mempertimbangkan saya sebagai pacarmu?", tanya Yijeong. Kali ini suaranya terdengar serius.

Sebelum menjawab pertanyaan Yijeong, deheman keras terdengar.
"Ehemmmmm ..... ".

Mereka berpaling kearah pemilik suara itu secara serempak. Junpyo memandangi mereka dengan kening berkerut.
"Pembicaraan kalian sudah menyimpang dari pembicaraan semula .... ", katanya, dingin.



"Yaaa .. Junpyo-ya! .. Saya bersungguh-sungguh dengan pertanyaan itu dan .... saya ingin mengetahui jawaban Jandi .. ". Yijeong berbalik ke Jandi, "Bagaimana Jandiya?"

Jandi menelan ludah perlahan. Pemuda ini selalu menyudutkannya. Bagaimana dia bisa menjawab pertanyaan itu, dengan pandangan membunuh dari Junpyo.
"Saya ... mungkin saya bisa mempertimbangkannya ...", jawabnya kemudian. "Ohh tidak!! .. Jawaban apa ini?", bentak Jandi dalam hati. Tapi dia tersenyum puas setelah melihat tampang Junpyo berubah hijau ketika mendengar jawabannya.   

"Bagus! .. Saya menantikan saat-saat itu!". Yijeong tertawa puas.

Junpyo meraih dua potong sushi dan memasukkan ke mulutnya sekaligus. Dengan susah payah dia menelan sushi itu, setelah hanya mengunyahnya beberapa kali. Kemudian dia meraih cangkir berisi teh hijau dan meneguknya, berusaha mendorong masuk sushi yang masih berupa gumpalan-gumpalan besar itu ke dalam kerongkongannya.

Jandi memperhatikan apa yang dilakukan Junpyo dengan kening berkerut. 'Apakah pemuda ini ingin menguji kebesaran tenggorokannya? Atau .. dia ingin masuk berita sebagai orang yang pertama kali meninggal karena menelan sushi?'. Jundi mengeleng perlahan.

"Bagaimana hubunganmu dengan Jaekyung, Junpyo-ya? .. Apakah kamu sudah menghubunginya? ... Dia kelihatan pucat sekali dua hari terakhir ini!". Jandi mengeluarkan suara ketika melihat Junpyo meraih dua potong sushi lagi.

Junpyo mengangkat wajah, dan tangannya meletakkan dua potong sushi yang sudah berada dalam genggamannya.
"Apa urusannya denganmu?", tanyanya sengit.

Jandi menghembuskan nafas keras-keras. "Orang ini sifatnya selalu meledak! .. Ditanya baik-baik, jawabnya kok seperti itu ...", kesal Jandi.

"Heii .. ada apa denganmu, Junpyo ya? .... Ekormu habis diinjak seseorang ya, dari tadi marah-marah terus?". Pertanyaan Yijeong langsung melegakan hati Jandi. Sudah capek rasanya dia mengurusi sifat Junpyo yang tidak masuk akal itu. Yijeong merupakan penyelamatnya detik ini.

Mata Junpyo melebar, "Ekor? .. Maksudmu, saya punya ekor seperti binatang?". Junpyo menjadi berang. Dia meraih kerah kemeja Yijeong dan menariknya.

Jandi sangat terkejut. Dia segera mengibaskan tangan Junpyo dari kemeja Yijeong.
"Kamu gila ya, Goo Jun Pyo? ... Yijeong cuma bercanda, dan perkataan itu cuma perumpamaan, kamu tahu kan?"

"Kamu membelanya?". Junpyo bertanya dengan sepasang mata terbelalak lebar. Dia tidak percaya Jandi akan mengibaskan tangannya seperti itu. Telapak tangannya memerah dan agak panas.

"Saya tidak membela Yijeong .. hanya saja, kelakuanmu .. sungguh tidak masuk akal!!", jawab Jandi dengan sikap menantang.

Melihat keadaan mulai memanas, Yijeong segera melerai mereka,
"Ahh sudahlah, kalian jangan bertengkar lagi! ... Saya tidak mengerti mengapa kalian selalu berubah jadi kucing dan tikus kalau sudah bertemu ..? ", lalu dia beralih kepada Junpyo, "Miane Junpyo-ya .. saya tidak bermaksud menyamakanmu dengan binatang .. jeongmal miane ... , ... Oh ya, Jaekyung itu siapa? Pacar barumu ya? Masih suka berganti wanita?". Senyum simpul tersungging di bibir Yijeong.

"Itu Junpyo yang kamu kenal sejak dulu, Yijeong-ya ...". Jandi mendahului Junpyo, menjawab pertanyaan Yijeong. Bibirnya tertarik ke atas, membentuk singiran. Seraya ... matanya melirik sengit kearah Junpyo.

"Masih tidak berubah rupanya .. ", Yijeong tertawa perlahan.

"Mengapa saya harus berubah? .. Saya menikmati kehidupanku yang seperti ini!!", sahut Junpyo sengit.

"Iya, araso, araso ... Kehidupan seperti itu yang paling kamu cintai!!", teriak Jandi, "Tapi ingat! ... Jangan mempermainkan Jaekyung! .. Sudah saya peringatkan dari dulu kalau dia gadis baik-baik, tidak seperti deretan model dan artis yang kamu pacari dulu!", lanjut Jandi.

Wajah Junpyo menjadi gelap. Dia paling benci diingatkan berkali-kali buat sesuatu yang sudah didengarnya. Melihat itu, Yijeong bereaksi cepat.
"Jandiya, bisa menemaniku mengelilingi Seoul? .. Sudah lama sekali saya tidak melihat-lihat kota ini .. sepertinya sudah banyak yang berubah!"

Jandi tersenyum, "Tentu saja, Yijeong-ya ... Bagaimana kalau berangkat sekarang?"

"Saya ikut!!"

Jandi dan Yijeong segera menoleh kearah Junpyo.

"Kamu ikut? .. Untuk apa kamu ikut? ... Kembali ke pekerjaanmu, sana!!", perintah Jandi.

"Mwooo? ... Saya tidak sibuk!", protes Junpyo.

Yijeong tertawa perlahan, "Miane Junpyo-ya .. tapi .. saya tidak berniat mengikutsertakanmu dalam rencanaku ... "

"Mwooo??". Sepasang mata bening Junpyo terbelalak lebar.



Yijeong berdiri dari kursinya dan menjulurkan tangan, menepuk pundak Junpyo.
"Lain kali saja kita pergi bersama .. ", kemudian dia menoleh kearah Jandi, "Berangkat sekarang, Jandiya .. "

Jandi ikut bangkit dari tempat duduknya. Dia memandangi Junpyo, kemudian menjulurkan lidahnya. Dan suara 'weeeeeeeeeeee ...' terdengar. Dia puas bisa mempermainkan Junpyo.

"YAAAAAAAAA ........". Teriakan Junpyo berhenti di tengah jalan, karena Yijeong dan Jandi sudah sampai di luar dan tidak berbalik kearahnya lagi.



"SAYA TIDAK PERLU KALIAN TEMANI!! ... SAYA BISA MENCARI ORANG UNTUK MENEMANIKU!!", teriak Junpyo sekeras-kerasnya, menyebabkan beberapa pelayan menjulurkan kepala, memeriksa apa yang terjadi di ruangan itu.

"PERGI KALIAN!!!". Junpyo mengusir mereka dengan tampang gusar.

Kemudian dia mengeluarkan telepon dan memencet sebuah nomor ...

--------------------


Jaekyung menjulurkan leher ke meja kerja Jandi. 'Belum kembali?', dia melirik jam dari perak yang menempel di dinding, "Sudah lebih dari dua jam! ... Kemana dia pergi? .. Apakah .. apakah bersama Junpyo?'

Jaekyung meremas kertas di tangannya. Parasnya yang pucat menjadi semakin pusat. Sinar matanya redup terarah ke foto Jandi yang terpasang di meja kerja dekat komputer. 'Saya benci sekali padamu! .. Apa yang kamu miliki, kamu peroleh tanpa usaha keras, .. sedangkan saya ... saya .... '



kringggggg ........ kringgggggg ......... kringggg ..........

Lamunan Jaekyung terputus oleh bunyi ponsel di sebelah tangannya. Dengan segera dia meraih ponsel itu dan memperhatikan nama peneleponnya. "Hmm Goo Jun Pyo .... ", gumam Jaekyung. Senyum tipis langsung tersungging di bibirnya.

Jaekyung : "Yeoboseyo ... "
Junpyo : "Jaekyung!! ... Keluar sekarang! ... Saya akan menjemputmu sepuluh menit lagi!!" (suara Junpyo terdengar tegas dan keras dari seberang).
Jaekyung : "Ada apa, Junpyo-ya? ... Harus sekarang kah?" (keningnya berkenyit).
Junpyo : "Iya, sekarang juga! .. Apakah kamu tidak mengerti bahasa korea?" (dengan nada kesal).
Jaekyung : "Ohh .. mian, .. Baiklah, saya akan minta ijin ke direktur Kim sekarang juga!"
Junpyo : (diam selama setengah menit, kemudian melanjutkan perkataannya ... ) "Saya yang seharusnya minta maaf Jaekyung-ya! .. Miane kalau kata-kataku terlalu kasar ..."
Jaekyung : "Tidak apa-apa, Junpyo-ya, ... Mungkin perasaanmu sedang tidak enak, ... Saya akan bersiap sekarang juga!"
Junpyo : "Baiklah kalau begitu! .. Sampai ketemu nanti!"
Jaekyung : "Bye, Junpyo-ya ... "


Jaekyung meletakkan ponsel ke atas meja. Dia tersenyum puas. Sekali lagi dia melirik foto Jandi. 'Saya tidak akan membiarkan kamu menang kali ini! ... Dia milikku dan selamanya akan menjadi milikku!!". Sepasang mata Jaekyung berkilat seiring kata-kata yang terucap dalam hatinya.

-------------------------


Jaekyung membuka pintu lotus merah yang terparkir di depan gedung 'Korean News'. Kemudian masuk ke dalam mobil itu dan duduk di samping Junpyo.

"Kita mau kemana?", tanya Jaekyung, sambil memasang tampang semanis mungkin kearah Junpyo.

Pemuda itu tidak menjawab. Pandangannya tajam tertuju ke depan.



"Apakah ada ............ "

Perkataan Jaekyung terputus ketika Junpyo tiba-tiba membalikkan badan, memeluk dan menciumnya dengan kasar. Sepasang mata Jaekyung langsung terbelalak lebar.

---------------

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Cihuy uhuy uhuy,..
Akhrnya diupdate jga ma mami,,.
Thank u,,.
Bca dlu ah,,. [biggrin]

Offline pink_girly

  • Full
  • ***
  • Posts: 341
  • <3 MinSun
    • View Profile
yuuhhhhuuuuuuuuuuuuuuuuuu.......... [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [clap] [clap] [clap]

akhirnya d'update jga ma mami... [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013]

akh mw bca dulu akh....... CABUT............. Emoticons0422
eh lpa ni tuk mami... Emoticons0424

COMENT :
yuhuy JP mulai cmburu nih, jdi ketawa ndiri nih klo nge dengar JP cmburu ma JD... [laughing] [laughing] [laughing]
Mi, chap nya msh pnjgn chp mami lgi dari pda aku... [hmpfh]
mami, jangan-jangan pas JP cium si JK ada JD sma YJ ya d'dpnnya...? [chin]
« Last Edit: April 06, 2010, 06:08:32 am by Lia ~MinSun~ pink »

Offline Amira

  • Police
  • Senior
  • *****
  • Posts: 613
  • Location: East kal
    • View Profile
Mami...Chapnya mang kependekan tapi maklumlah klo lagi ga ada ide susah mo dipaksain panjang...

Si JP jeles ama JD kok malah cium JK...jangan2x doi bayangin yang dicium itu si JD lagi...

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Mami...Chapnya mang kependekan tapi maklumlah klo lagi ga ada ide susah mo dipaksain panjang...

Si JP jeles ama JD kok malah cium JK...jangan2x doi bayangin yang dicium itu si JD lagi...
soalnya dia kesel banget say and dia jg ga tahu kenapa jd ya udah deh si jk yg jd pelampiasan kekesalannya dia [hmpfh] [hmpfh]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline neiya

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1006
  • Location: depoook
    • View Profile
Kenapa harus ciumaaan c miii -,- dasar ni c jp rakus juga mentang" lg jeles -,-