Author Topic: The Miracle of Falling Stars ~a minsun fanfic (chp 2 update March, 14)  (Read 12384 times)

Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile

And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
 [wacko] [wacko] [wacko] bener2 pusing deh [sweat] [sweat] ya sabar dong, org sabar kan disayang tuhan .. nah pribahasa gw keluar deh [hmpfh] [hmpfh]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile
SABARRRRRRR????? APA PULA ITU BAH  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]



And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
SABARRRRRRR????? APA PULA ITU BAH  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]


[head break] [head break] [head break] noona b ini kurang ajar banget ama mami [hmpfh]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline oqyoiko

  • Superintendent
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1265
  • just be Ur SeLf & bE thE bEsT,,,,
  • Location: indonesia
    • View Profile
SABAR = SANGAD AMAT BUTUH ASUPAN RAGA ALIAS SANGAT BUTUH BAHAN UNTUK BERKHYALA TTG MINSUN NIY MI [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]
"MinSun & YongSeo is Sweet & Cute Couple "


Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile




Lee Min Ho

Mataku terbuka seiring deringan jam weker yang memekakkan telinga. Tangan kananku terulur menekan tombol on/off yang terdapat di atas jam weker kecil itu. Bunyinya langsung berhenti. Keadaan kamarku menjadi hening seketika.

Aku menguap lebar, kemudian turun dari pembaringan. Kuraih peluit yang tergeletak di meja kecil dekat ranjang, mengalungkan kalung perak yang mengantungi peluit tersebut ke leher dan berlari keluar.

Di ruang tamu, aku mendapati Shinhye sudah berada di sana. Dia sedang duduk di sofa kumal yang terdapat di tengah ruangan, menghadap sebuat tv kecil terukuran 14 inc. Tangannya meraba-raba selembar surat dalam genggaman. Surat itu dibuat dengan menggunakan tulisan yang diperuntukkan khusus bagi kaum tunanetra. Senyuman berkali-kali tersungging di bibir mungilnya.

Aku ikut tersenyum sambil membawa peluit ke mulut dan meniupnya.

"Anyongheseyo ..."

Shinhye mengerakkan lehernya kearahku. Senyuman lebar masih tersungging di bibirnya. Matanya terarah lurus kedepan, tidak padaku. Bola mata itu tidak bergerak, hanya mengarah ke satu titik.
"Anyong, Minho oppa, .. pagi yang cerah kan? .. Saya yakin oppa pasti sangat bahagia setelah menerima surat pemberitahuan itu ... "



"Iya ... , kamu mau sarapan apa?" aku meniup lagi ...

Shinhye memamerkan senyumnya lagi. Dan ini yang saya sukai darinya. Dia selalu tersenyum walaupun sudah banyak hal menyedihkan yang terjadi dalam hidupnya. Tangannya kembali bergerak, menyulusuri surat yang berada dalam genggamannya.
"Seperti biasa saja oppa ..."

Aku mengangguk kecil sambil bergerak ke lemari kayu, yang merupakan lemari satu-satunya dalam ruangan itu. Kubuka laci yang sudah rapuh dan mengeluarkan sebuah papan yang biasa kupergunakan untuk membuat tulisan supaya terbaca oleh Shinhye. Kemudian aku berjalan ke samping gadis itu dan menaruh papan tersebut ke pangkuannya. Setelah itu aku menuju ke kamar mandi kecil yang terdapat di ujung ruangan dalam. Membersihkan diri sekadarnya, lalu pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan.

"Oppa! ... suster Lisa mengundang kita menghadiri acara amal gereja Santa sabtu depan .. "

Aku, yang sudah berada di dapur, keluar lagi setelah mendengar perkataannya. Aku berjalan kearahnya, mengambil papan yang tadi kuberikan padanya dan menuliskan sesuatu di sana.

"Kita akan ke sana .."

Shinhye tersenyum ketika meraba tulisan yang kubuat.

"Kira-kira bagaimana keadaan di sana ya? ... Saya sangat merindukan saudara-saudara kita yang masih tinggal di sana ..."

Aku menaruh tangan ke atas tangan Shinhye ketika melihat kesenduan tersirat dari wajahnya. Shinhye tersenyum kembali.
"O gwencana oppa, ... Saya hanya teringat pada kebersamaan kita di rumah panti itu .., saya merindukannya, hanya itu!! .. Saya tidak sedih, saya sangat senang bisa tinggal bersama oppa ... "



Aku tersenyum sambil menepuk punggung tangan Shinhye berkali-kali. Kemudian aku menuju ke dapur lagi. Mempersiapkan sarapan yang tadi sudah kumulai. Sedangkan Shinhye masih terus berbicara dari ruang depan.

"Apakah oppa masuk siang hari ini?"

Aku meraih peluit dan menjawab pertanyaan Shinhye.

"Tidak!!"

"O .. apa oppa tidak terlambat ke kantor? Jam berapa sekarang? .. Jika oppa memburu waktu, oppa tidak perlu membuat sarapan untukku .. saya bisa makan cake yang tersedia dalam lemari es ... "

Aku meniup lagi, sambil memasukkan dua iris roti ke dalam oven.

"Sepuluh menit lagi .. "

"O ... ", hanya balasan itu yang keluar dari mulut Shinhye. Kemudian tangannya sibuk lagi dengan surat dalam genggamannya. Dia terlihat sangat antusias dengan acara amal yang akan diselenggarakan sabtu depan. Dan itu bisa dimaklumi. Karena cacat yang dideritanya, dia tidak bisa keluar sesuai keinginannya, tanpa bantuan dariku.

Lima menit kemudian, aku keluar dari dapur dengan membawa piring yang berisi tiga iris roti dan segelas susu hangat. Aku meletakkan makanan dan minuman itu di atas meja, di depan Shinhye. Kemudian aku mengambil papan yang sudah ditaruh Shinhye ke atas meja. Menuliskan sesuatu di sana, dan memberikannya pada Shinhye.

"Oppa keluar sekarang .. Habiskan makanan ini .. Nanti malam oppa akan membawamu ke Dunkin ... "

Aku segera meraih seiris roti dan tas yang terletak di samping Shinhye. Jika tidak cepat, aku pasti akan terlambat sampai ke kantor. Langkahku terhenti ketika Shinhye membalas tulisanku tadi dengan perkataan keras.

"Hati-hati di jalan, oppa! ... Saya akan menunggumu dan .. terimakasih .. "

Aku tersenyum, kemudian berlari keluar dari apartemen tua itu. Aku menuruni tangga bata dengan tergesa. Sampai di tangga lantai satu, aku bertemu dengannya lagi. Gadis yang tidak sengaja tertabrak olehku kemarin siang.

--------------------------


Goo Hye Sun ..



Aku keluar dari apartemen Soeun setelah mendapatkan diriku cuma sendirian dalam apartemen itu. Soeun dan Insung oppa sudah memulai kesibukkannya hari ini dengan hanya meninggalkan selembar catatan kecil padaku. Mereka tidak membangunkanku karena mereka tahu kalau aku sangat kecapekan setelah pesta kemarin.

Begitu keluar dari apartemen itu, aku berpapasan dengannya. Pemuda dengan senyum yang sangat menarik itu. Dia berlari menuruni tangga bata menuju kearahku. Tidak! lebih tepatnya lagi menuju ke lantai dasar. Tapi begitu melihatku, dia menghentikan langkahnya. Dia tersenyum padaku. Dan sekali lagi senyum itu membuatku membeku. Dia menganggukkan kepala perlahan ketika melihat aku tidak bereaksi terhadap senyumannya.

"O .. anyong .. Lee .. Min .. Ho-si .. ", sapaku gugup.

Dia tersenyum dan menganggukkan kepalanya lagi. Aku terpaksa harus mengigit bibir dengan kebodohan sendiri. Mendadak dia kelihatan tersentak dan melihat ke jam tangan yang melingkar di tangan kirinya. Matanya melebar dan mulutnya mengangga. Dia segera mengangkat tangan kearahku dan melambaikannya.

"Kamu mau pergi sekarang?", tanyaku pelan, seperti tidak rela dengan kepergiannya.

Dia mengangguk. Tapi dia tidak segera beranjak dari tempatnya. Dia kelihatan agak ragu sebentar. Tapi hanya sebentar. Detik berikutnya, dia melambaikan tangannya lagi padaku dan berlari menuruni tangga, menuju lantai bawah. Aku mengikuti langkahnya dengan pandangan nanar sampai bayangannya benar-benar lenyap dari hadapanku.

Aku mendesah perlahan, dan mulai melangkahkan kaki menuruni tangga bata tua itu. Aku keluar dari gerbang depan apartemen dan melemparkan pandangan ke seluruh sudut block perumahan itu. Samar-samar tertangkap olehku bayangan Minho di atas sepedanya, nan jauh di sana.

-----------------------------


Lee Min Ho ...

Aku sampai di kantor pengacara 'Kim's Lawyers' sekitar pukul 8:55 pagi. Aku menghembuskan nafas lega karena tidak terlambat dari waktu kerjaku, pukul 9 pagi. Semua rekan sekantorku sudah berada di depan meja kerjanya masing-masing. Mereka semua berpaling kearahku ketika aku memasuki ruangan dengan nafas terengah-engah.

"Selamat pagi, Minho-a! ... tumben kamu datang setelat ini!", sapa Han Ga In, rekan kerjaku yang cantik dan selalu baik padaku. Dia tersenyum manis.



Aku membalas senyumnya dengan nafas yang masih memburu. Mengangguk cepat sambil mengerakkan tanganku untuk memberitahunya kalau aku lagi sibuk. Ga In masih menyunggingkan senyumnya. Dia sangat memikat kalau sudah tersenyum seperti itu.

Hampir semua rekan kerja pria dari perusahaan ini menyukainya dan ingin menjadikannya sebagai teman istimewa. Tapi sejak aku memasuki perusahaan ini sebulan yang lalu, Ga In hanya dekat denganku. Kami sering makan siang bersama. Dan ini membuat semua rekan kerja pria yang tertarik padanya menjadi iri padaku.

"Minho-a!! ........... cepat buatkan kopi untuk kami dan juga surat yang sudah kami tunggu sejak tadi!!", teriak Seunggi dari tempatnya. Tampangnya sangat galak, dengan dahi berkerut, mata bersinar tajam dan pipi yang mengembung.

Aku membungkuk cepat. Dengan segera aku berlari ke pantry, meletakkan ranselku ke atas meja dan mulai membuat beberapa cangkir kopi dari mesin yang tersedia di sana. Setelah selesai, aku membawa kopi itu keluar dan meletakkannya di atas meja kerja beberapa rekan kerjaku yang minum kopi. Pekerjaan ini aku lakukan tiap hari karena aku hanya seorang office boy di perusahaan ini.

Setelah itu aku berlari keluar untuk mengambil surat-surat dari ruang pos di lantai satu. Tanpa kuketahui, terjadi pembicaraan rahasia antara Seunggi dan Tablo, rekan kerja yang duduk di sebelahnya.

"Saya sangat membenci! .. Setiap hari kerjanya hanya tersenyum, tersenyum dan tersenyum terus .. ", kata Seunggi pelan. Dia berusah menahan emosinya.



Tablo tersenyum dan membalas perkataannya, dengan nada pelan juga karena takut terdengar oleh yang lain.
"Ahhh .. kamu hanya iri karena dia dekat dengan Ga In!"

Seunggi langsung melotot kearah Tablo. Dahinya berkerut, amat sangat dalam.
"Apa maksud perkataanmu?! .. Saya..", menunjuk dirinya sendiri sambil melanjutkan pembicaraannya, " .. iri padanya? .. ohh come on, Tablo-si!! .. Dia hanya pemuda cacat! Saya tidak perlu iri padanya ... Kalau saya mau, saya bisa mendapatkan Ga In sekarang juga!!"

"Lalu mengapa kamu tidak melakukannya? .. Maksudku, mengapa kamu tidak mengejar Ga In?", tanya Tablo dengan senyuman mengejek.

Seunggi terdiam sebentar. Dahinya semakin berkerut. Dia tidak suka melihat senyumanan Tablo.
"Karena saya tidak menginginkannya .. ", jawabnya pendek.

"O ya ..?", Tablo tertawa perlahan.

"Sudahlah, hentikan ketawamu!!", balas Seunggi tajam sehingga Tablo segera menghentikan ketawanya dan memperhatikan Seunggi dengan serius. "Saya hanya tidak rela melihat seorang gadis sempurna seperti Ga In jatuh ke tangan si cacat itu ..", lanjut Seunggi.

"Lalu .. apa yang akan kamu lakukan?"

Seunggi terdiam sebentar. Kelihatan berpikir keras, kemudian tersenyum perlahan.
"Saya yakin ada cerita suram di balik kehidupan Minho! .. Tidak mungkin pemuda sepintar itu hanya menjadi seorang office boy di kantor ini!", Seunggi memandangi Tablo, "Tolong kamu selediki masa lalu orang itu .. Saya ingin mengetahuinya .. Apapun caranya, lakukan itu!!"

Tablo mengangguk. Senyuman kembali tersungging di wajahnya. Dia menepuk pundak Seunggi, yang langsung dibalas dengan senyum penuh arti dari pria berpipi montok itu.

-----------------------------


Siang itu, seperti biasanya selama sebulan terakhir, aku menghabiskan waktu makan siang bersama Ga In. Aku mendengarkan semua ceritanya dengan senyum di bibir sambil mengunyah makanan dalam mulutku. Ga In mempunyai suatu kebiasaan yang tidak bisa kulakukan seumur hidup, yaitu mengoceh tanpa henti. Aku senang mendengar suaranya yang mendayu-dayu ketika berbicara.

"Kamu tahu mengapa saya menyukaimu, Minho-a?", tanya Ga In tiba-tiba, setelah menyelesaikan ceritanya tentang seorang ahjumma menyebalkan yang mendorongnya tadi pagi dalam bis.

Aku mendongak dari makanan yang tergenggam dalam tanganku, Memperhatikan Ga In dan tersenyum padanya.

"Senyummu! .. Senyummu itu yang paling kusukai! ... Bersamamu saya merasa kehidupan ini sangat ringan .. Senyumanmu memberi kekuatan bagiku dan .. saya yakin, juga bagi semua orang yang mengenalmu .. "

Aku tersenyum lagi. Kemudian aku menyodorkan orange juice yang belum kusentuh ke hadapannya. Dia menerima minuman itu sambil tersenyum manis.

"Gumawo .. "

Aku mengangguk dan tentu saja sambil tersenyum lagi. Aku ingin berkata padanya kalau sebagai orang cacat yang tidak bisa berkata-kata hanya ini yang bisa kulakukan! Tapi aku tidak melakukannya! karena aku memang tidak berniat melakukannya. Biarlah dia berpikir seperti itu jika memang itu akan meringankan bebannya.

Setelah itu kami menghabiskan makanan kami tanpa berkata-kata lagi. Mungkin Ga In sudah menceritakan semua pengalamannya hari ini sehingga tidak ada yang bisa dia ceritakan lagi. Lima belas menit kemudian, kami meninggalkan restoran kecil itu dan kembali ke kesibukan kami masing-masing.

-------------------


Goo Hye Sun ...

Hari ini merupakan hari membosankan bagiku. Soeun dan Insung oppa sibuk dengan pekerjaannya. Aku menghabiskan sarapan dan makan siang sendirian. Kemudian nonton dvd di rumah, juga sendirian. Tidak ada kegiatan menarik yang bisa kulakukan. Tapi .. walaupun begitu aku merasa lebih santai dan bebas di rumah Soeun daripada di rumah sendiri. Aku selalu capek dengan semua ocehan omma dan oppa. Ya, walaupun saya tahu mereka sangat mencintaiku, tapi tetap saja sebagai seorang gadis yang sudah dewasa aku tidak ingin mereka terlalu mengekang kebebasanku.

Sekitar pukul 4 sore aku berkeliling komplek perumahan Soeun dengan sepeda yang kupinjam dari ajushi pemilik apartemen. Sudah lama aku tidak naik sepeda. Angin bertiup lembut dan mengibaskan rambutku ke belakang. Sentuhannya yang halus membuat perasaanku melayang. Kutarik nafas dalam-dalam dan samar-samar tercium olehku aroma lavender yang ditanam di sekitar komplek perumahan itu.

Tanpa terasa sudah satu jam aku habiskan dengan sepeda mungil berwarna merah tersebut. Kakiku agak ngilu karena sudah dua tahun aku tidak bersepeda. Ketika aku mengayuh sepeda melewati lapangan bola yang terdapat di sudut block dekat apartemen Soeun, aku melihatnya lagi, melintas dengan sepedanya dari block sebelah.

"HEYYYYYYYYYYYYY ....!!!", aku berteriak keras sambil melambai kearahnya, "MINHOOOOOOOOOO!!", teriakku lagi.

Minho menghentikan laju sepedanya. Dia berpaling kearahku dan tersenyum lebar. Tangannya terangkat, membalas lambaian tanganku.

Aku tertawa lebar. Tanganku masih melambai kearahnya.
"BYEEEEEEEEE ..!!, kemudian aku mengayuh sepedaku, bermaksud kembali ke apartemen Soeun. Tapi malang bagiku, sebuah tanjakan tidak terlihat oleh pandanganku sehingga sepedaku oleng ke samping dan aku terjatuh ke jalan.

"AKHHHHHHHHHHHH!!!", teriakku, kesakitan.



Rasa nyeri menyerang lututku yang mulai berdarah. Aku mengibaskan dua tangan dari pasir kasar yang menempel di telapak tanganku. Wajahku mulai memerah. Aku menyangga tubuh dengan tangan, berusaha bangkit dari tempatku terjatuh. Lalu suara deritan halus membuatku mendongak ke atas. Minho sudah berada di sampingku dengan sepedanya. Deritan halus tadi berasal dari rem sepedanya.

Minho tampak khawatir. Dia turun dari sepedanya dan berjongkok di sebelahku. Dia memperhatikan luka di lututku, kemudian meraih tanganku. Dia meneliti sebentar telapak tanganku. Setelah melihat hanya luka goresan yang terdapat di telapak tangan itu, dia berhembus lega. Dengan tangannya yang kokoh, dia membantuku berdiri. Setelah itu dia mendirikan sepedaku yang tergeletak di jalan.



Aku memperhatikan semua yang dilakukan Minho tanpa bersuara. Minho berjongkok lagi dan mengibaskan pasir kasar yang melekat di jeans yang kukenakan. Dia melakukan itu dengan sangat hati-hati karena takut mengenai luka di lututku.

Aku berdeham pelan, "Ehemmm .. gumawo ... "

Minho mendongakkan kepala kearahku, berpikir sejenak, kemudian berdiri dari tempatnya. Posturnya membuatku mengangga. Dia sangat menjulang di hadapanku.  Baru kali ini aku menyadari kalau tinggi badanku hanya sampai sepundaknya. Aku harus mendongak dengan susah payah kalau harus menangkap sinar matanya.

"Saya .. saya .. baik-baik saja, .. gumawo ..", kataku lagi ketika masih menangkap kekhawatiran dari pandangannya.

Minho mengangguk kemudian mengulurkan tangannya, bermaksud menuntunku. Aku menjadi salah tingkah. Sekali lagi aku terlihat seperti orang bodoh. Tapi aku tidak menolak kebaikannya. Kami berjalan ke apartemen yang tidak jauh dari situ tanpa mengeluarkan suara.

----------------------------------  


Malam itu aku tidak bisa tidur. Setelah habis makan malam dengan Soeun dan Insung oppa, aku segera masuk ke kamar. Aku tidak memperdulikan protes dari Soeun yang ingin berbincang-bincang denganku. Pintu kamar kukunci karena takut Soeun akan masuk dan mengangguku.

Aku duduk di kursi, menghadap meja kecil yang hanya diterangi lampu dinding. Hearphone terpasang di telingaku. Musik yang berhasil kurekam kemarin malam mengalun lembut dari MP4 dalam genggamanku. Tanganku mulai bergerak menuliskan kata demi kata, bait demi bait, menyesuaikan dengan musik yang kudengar. Berjam-jam aku habiskan hanya menuliskan kata-kata yang tidak lebih dari satu lembar kertas itu.

Berkali-kali aku mengubah kata-kata yang kutumpahkan dalam tulisan. Kamarku hampir penuh dengan gumpalan kertas yang berserakan kemana-mana. Sampai akhirnya aku tersenyum puas sambil memperhatikan hasil karyaku dengan mata berbinar. Kutelusuri kata-kata yang tergores dalam kertas di tanganku. Setelah berpikir sejenak, aku menambahkan kata-kata terakhir di kertas paling bawah.



writer by Goo Hye Sun
music by ... LEE MIN HO


Aku tersenyum perlahan melihat goresan terakhir itu. Kuangkat kertas itu keatas dan mengarahkannya ke lampu sehingga tulisan itu menjadi semakin jelas dalam pandanganku. Aku tersenyum semakin lebar.

-----------------------
« Last Edit: March 15, 2010, 05:55:37 am by mrs. Lee Min Ho »

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Amira

  • Police
  • Senior
  • *****
  • Posts: 613
  • Location: East kal
    • View Profile
Ada angin apa ya simami sehari update 2 ff. Hr ini ada 5 ff yg update pasti yg bc pd terpuaskan n puyeng bc-a... Si hs dah jatuh cinta pandangan pertm nih. Kasian amat mh mo dijahatin ma sg n tablo...Yg bkn bingung music by lee min ho..dr mana hs tau klo itu mh yg mainin gitar-a mi? Apa waktu mh nolong hs dia sempat main gitar?

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
sis bultang, hyesun kan tahu kalau yang tinggal di tingkat atas itu si minho karena waktu ketemu dengan dia tuh di depan apartemen Soeun dan apartemen itu bertingkat tiga, lantai dasar ditinggali si pemilik rumah, lantai 2 ama Soeun terus lantai tiga si minho, mian gw kagak ceritakan di sini [biggrin] tar chp 3 bakal gw masukin deh gimana pada pertemuan pertama hyesun tuh melihat kemunculan minho dari apartemen itu [hmpfh] ..

hari ini gw libur and tinggal di rumah seharian jd sempat buat updatean 2 sekaligus [laughing]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline oqyoiko

  • Superintendent
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1265
  • just be Ur SeLf & bE thE bEsT,,,,
  • Location: indonesia
    • View Profile
 [clap] [clap] [clap] [clap]SORAK SORAI BERGEMBIRA KARENA MAMI LAGI MOOD NIY HARI UPDATE 2 FF. [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

gtuuu dg mi.. as long as possible [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

wah minho walaupun cacat tp yg demenin bnyak jg euy punk punk punk. tpi lum keliatan dia lebih ada hati kmn cyaa mi??? [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]dah pasti harus ke bini dg yakkk [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013]
"MinSun & YongSeo is Sweet & Cute Couple "


Offline Surie_Riri

  • Full
  • ***
  • Posts: 297
  • i'm silent reader, mian...
    • View Profile
tumben mino dijadiin OB ama mami [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]
[lovestruck]

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
tumben mino dijadiin OB ama mami [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]
kan ga selamanya hubbyku mesti jd orang kaya [biggrin] ~dgn tampang bijak [goodgrief]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline oqyoiko

  • Superintendent
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1265
  • just be Ur SeLf & bE thE bEsT,,,,
  • Location: indonesia
    • View Profile
 [AddEmoticons04246] sma mami.. iya mino jangan jd orkay terus yaa mi.. ga seru jg kan klo cerita type'nya sama bgtu..
mino jadi bersahaja disini tpi dsukai bnyak wanita euy.. mantabz.... kya sinetron si Doel anak sekolahan ja niy [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]
"MinSun & YongSeo is Sweet & Cute Couple "


Offline IZZ

  • Police
  • Full
  • *****
  • Posts: 271
  • MinSun Is Real ^^
    • View Profile
Thanks mami cantik untuk update-annya..
setuju ama oki, gitu dong mi minimal satu hari ada yag diupdate di  [head break] [head break] ama mami...

gyaaaa....mi gw langsung ngebayangin minsun beneran begitu diaslinya, sama2 nyanyi dan lagu ama composer musicnya dibuat ama onnie hyesun..
disini yg jatcin duluan hye sun ya mi?? oya sebenarnya mino itu cacat dari lahir atau ada sesuatu yg buat dia trauma sehingga dia jadi gak bisa ngomong?? trus si seung gi mau nyelidikin minho apa cuma karena iri kaena minho sering bareng ama ga in?? hmmm  [chin] [chin] aduh coba aja pasangan mino di PT ga in pasti makin yahud tuch ..

mam si shin hye itu ntar dapet pasangan gak mam disini?? ntar klo mino ma hye sun si shin hye sendiri dong??
kekeke..tambahin hyung nim aja mam..lol
siggy by endree noona ^^v

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
izz, masih aja shinhye dijodohin ama geunsuk ya, sama kyk minho yg ujung2nya ke hyesun [hmpfh] [hmpfh]
minho cacat sejak lahir say [biggrin] and ttg seunggi iya dia iri ama minho gara2 ga in deket ama minho, terus dia mau nyelidikin masa lalu minho karena minho tuh anak yg sangat cerdas jd dia menjadi heran mengapa minho sampai menjd office boy [biggrin]
and ttg shinhye dia bukan cacat dr lahir, karena kecelakaan yg dialaminya 5 thn yg lalu dia jd ga bisa lht [biggrin]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline oqyoiko

  • Superintendent
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1265
  • just be Ur SeLf & bE thE bEsT,,,,
  • Location: indonesia
    • View Profile
yiipiiee sehari update 1 ff.. deal mami syg??? [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] pasti kena [head break] [head break] [head break] [head break]deh [hmpfh] [hmpfh]

ow jd bgono toh ceritanya mi whistling whistling whistling whistling
izz klo aq lebih s7 itu di PT minho ma han hyoo joo.. dua imut bgt di SI... jd snenk jg ma dya, dah gtu mrka seumuran kan tuh..
huaaaaa di [head break] [head break] [head break] [head break]minsunerz deh niy aq [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]
"MinSun & YongSeo is Sweet & Cute Couple "