Author Topic: Masih Sahabatku (♥ Kekasihku ♥) ~ Chapter 15, Update 08.05.2011 ^^  (Read 27779 times)

Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile

And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^

Offline revynska

  • Police
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1639
    • View Profile
jd manolin duluan mak yg update asik2 [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] tp kalo 22nya update malah lebih asoy lg dah mak whistling whistling whistling


ADAM COUPLE SELCA

Offline Vay_za

  • Senior
  • ****
  • Posts: 917
    • View Profile
jd manolin duluan mak yg update asik2 [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] tp kalo 22nya update malah lebih asoy lg dah mak whistling whistling whistling

Gak ngarep dah makk  [dry] [dry] [dry]

Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile
makkkkkkkkkk kl 22nya abis lebaran ye  [hmff] [hmff] [hmff]

And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Vay_za

  • Senior
  • ****
  • Posts: 917
    • View Profile
makkkkkkkkkk kl 22nya abis lebaran ye  [hmff] [hmff] [hmff]

EmangE THR baru dikasih abis lebaran  [head break] [head break] [head break] [head break]

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
klu gitu gw ikut ahh,,,
updatean ff gw tahun depan ya [laughing] [bye]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Vay_za

  • Senior
  • ****
  • Posts: 917
    • View Profile
klu gitu gw ikut ahh,,,
updatean ff gw tahun depan ya [laughing] [bye]

 
[head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break]
 [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer] [hammer]
 hammer2 hammer2 hammer2 hammer2 hammer2 hammer2 hammer2
 [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [ranting]
 [guns] [guns] [guns] [guns] [guns] [guns] [guns]
Mamiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii  [angry] [angry] [angry] [angry] [angry] [angry] [angry]
 [nono] [nono] [nono] [nono] [nono] [nono] [nono]

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
ga mempan weeeeeeeeeeeee [hmpfh]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline voldi

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1051
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Nenek nenek yg udah pada tuwir ... Daripada berantem gak jelas kek gini, mending update fic masing masing. Bener kan ? Lumayan, supaya gigi ompong kepunyaan ndiri ndiri terjaga, gak jatuh karena saling lempar meriam [hmpfh]

UPDATE !
Me, Myself, and I. DON'T DISTURB ME


Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile
 [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013]
noona B kapan nich FF nya mo di up date jangan ampe lebaran lewat baru di up date, bisa2 [collapse] [collapse] [collapse] [collapse] [collapse] [collapse] [collapse] [collapse]
dah penasaran ama eun cha dan ji sung kelanjutannya, trus si joon oppa nya juga gimana nasibnya tuch..
 [guns] [guns] [guns] [guns] [guns] [guns] [guns] [guns] [guns] [guns] [guns] [guns] [guns]
UP DATE YAW~~~~~~~


    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
 [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]

 [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]

 [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]

 [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]

 [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]

update update update [hmpfh]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Alin

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1002
    • View Profile
Endreeeee...noona bbbbbb...UPDATEEEEEE..busyet dah nih sinoona b bukannya update ni ff mala nge hamer gw ...weeeee nga kena:'( gw kan brama kumbaraaaa

Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile
CHAPTER 12




Eun Cha dan Ji Sung berkendara menyusuri jalanan kota Seoul yang tampak lengang di pagi dini hari itu. Beberapa lampu jalanan sudah mulai redup, jalanan agak sepi hanya beberapa kendaraan yang berlalu lalang sesekali memeenuhi jalanan kota Seoul pagi ini. Eun Cha mempererat pelukan di pinggang Ji Sung membuat Ji Sung sedikit tersentak namun sesudahnya ia membiarkan saja apa yang dilakukan oleh Eun Cha, mereka berkendara tanpa arah tujuan hanya mengikuti naluri saja.


“Kita mau kemana?” teriak Eun Cha dari belakang.


“MwO???” jawab Ji Sung


“Kita akan kemana?” ulang Eun Cha karena mengira Ji Sung tidak bisa mendengarnya.


“Aku juga tidak tahu” jawab Ji Sung kembali ia tersenyum kecil. “Kau ingin kemana?” Tanya Ji Sung balik kepada Eun Cha.


“Mwo?


“Kau ingin kemana?” kali ini Ji Sung mengeraskan volume suaranya


Eun Cha berpikir sejenak “Aku ingin ke laut” jawabnya


“Laut?” Ji Sung mengernyitkan alisnya heran namun ia kemudian memutar motornya menuju kearah sungai Han, Ji Sung menepikan kendaraannya kemudian membantu Eun Cha turun dari motornya, mereka kemudian berjalan ke tepi sungai Han.


“YYa, aku kan bilang ingin ke laut kenapa kau malah mengajakku kesini?” gumam Eun Cha, Ji Sung terkekeh mendengar gumaman Eun Cha.


“Miane, laut disini jelek karena itu aku mengajakmu kemari anggap saja sungai ini sebagai lautan” jawab Ji Sung tersenyum menatap Eun Cha. “Hey lagipula bukannya tadi kau bilang kau tidak akan protes ataupun merepotkanku kan?” Tanya Ji Sung tiba-tiba, ia berpura-pura cemberut.


“Benarkah?” sahut Eun Cha tidak mau kalah.


“Dasar!!” Ji Sung mengetok kepala Eun Cha pelan, mereka berdua tertawa. Pandangan mereka berdua saat ini terarah ke Han River yang ada didepan mereka. Lampu-lampu di atas jembatan memantul ke air laksana cermin. Saat air mancur memancar dari arah jembatan, mereka berdua terdiam menatap air mancur tersebut, mereka tersenyum. Berdua terdiam tidak ada yang berbicara.




“Indah sekali yah, aku jadi merindukan Jeju” gumam Eun Cha pelan. Ji Sung tersenyum kecil menatap wajah Eun Cha yang masih memandang kearah jembatan. 


Ji Sung kemudian menyandarkan badannya di tepi pagar. Ia melipat kedua tangannya didadanya, pikirannya melayang. Ia melamun sejenak.


“Bicara tentang Jeju, aku jadi merindukan Woobin, bagaimana kabar anak itu sekarang” seru Eun Cha kembali, ia masih menatap lurus kearah Jembatan. Ji Sung menoleh menatap Eun Cha, ia kemudian membalikkan badannya matanya menatap kedepan mengikuti arah pandangan Eun Cha.


“Woobin….., emmm anak itu terakhir kali aku dengar ia masih ada di pulau Jeju, kelihatannya ia terlalu mencintai pulau itu sampai-sampai ia tidak bisa menginggalkan tempat itu” jelas Ji Sung tersenyum samar.


“Aku ingin kembali kesana, kapan-kapan” celetuk Eun Cha.


“Ehhh?” Ji Sung menoleh kearah Eun Cha.


“Kau tidak ingin main kesana? Kau tidak merindukan pulau itu?” jawab Eun Cha sembari menatap Ji Sung.


“Tentu saja aku merindukannya” Ji Sung terkekeh pelan.


“Kalau begitu ayo kita pergi” sahut Eun Cha spontan


“Mwo? kau bercanda ya” Ji Sung tertawa menatap Eun Cha, sedangkan Eun Cha ia tidak menjawab hanya bibirnya membentuk sebuah senyuman kecil. Mereka terdiam beberapa saat sebelum akhirnya Ji Sung mengajak Eun Cha pergi.


“Ayo pulang, sebentar lagi pagi datang” ajaknya


“Sebentar lagi, Sho kalau kau ingin pulang kau pulang saja duluan, aku bisa pulang sendiri” jawab Eun Cha pelan tidak bersemangat.


“Mwo? Yya wegudeyo? Gwenchana?”


“Ahniyo, gwenchanayo, hanya ingin menikmati sisa hari ini saja”


Ji Sung kembali mengernyitkan alisnya heran. Ia menatap Eun Cha dengan pandangan bertanya.


“Gwenchanayo, pulanglah jangan khawatirkan aku” seru Eun Cha mendorong tubuh Ji Sung pelan


“Kau yakin?”


“Ne, sudah pergi sana” usir Eun Cha halus.


Ji Sung membalikkan badannya, ia berjalan kedepan namun ia berjalan ke deretan bangku – bangku taman yang ada di sekitar mereka, perlahan ia kemudian merebahkan tubuhnya dan melipat tangannya diatas kepalanya. Ji Sung memejamkan matanya. Eun Cha memperhatikan tingkah Ji Sung dengan ekspresi keheranan.


“YYaaaa, kenapa kau malah tidur disitu Sho, aku kan menyuruhmu pulang”


“Bangunkan aku kalau kau sudah selesai” sahut Ji Sung pelan, masih memejamkan matanya.


“Yya…. “ pekik Eun Cha tertahan. “Aush..” Eun Cha memanyunkan bibirnya kesal, namun sejenak kemudian ia tersenyum.



************************************


Kim Jun tengah duduk di sebuah bar, di depannya tergeletak beberapa botol beer yang telah habis diminumnya, ia merasa pusing karena mabuk, namun ia sama sekali tidak menghentikan minumnya. Ia kembali mengisi gelasnya dengan beer yang dituangkan dari botolnya. Ia tidak menghiraukan pandangan beberapa pengunjung yang memperhatikan tingkahnya. Beberapa gadis berbisik-bisik saat melihatnya, bahkan ada beberapa orang gadis yang mencoba mendekatinya dan berusaha menghiburnya, namun ia sama sekali tidak menghiraukan mereka.


Kim Jun kemudian beranjak dari kursinya, ia berjalan menuju kearah bar


“Berikan aku sebotol minuman lagi” pintanya dengan nada mabuk.


“Aku rasa anda sudah cukup mabuk Dokter Park” jawab seorang wanita setengah baya pemilik bar tersebut sekaligus bartender disana.


“Mabuk???? Siapa bilang aku mabuk hiks….” Seru Kim Jun, mata dan wajahnya merah “Hahaha… kau benar, aku sudah mabuk tapi aku belum benar-benar mabuk hiks… dia…dia masih ada disini” celoteh Kim Jun ia mengarahkan telunjuknya ke kepalanya, “Ia masih berputar-putar disini” ocehnya lagi. badannya sempoyongan, bartender itu hanya mendengarkan ocehan Kim Jun dan melihat lelaki itu dengan prihatin. Sejenak kemudian, Kim Jun yang sudah sempoyongan terjatuh dimeja bartender dan tertidur disana.


************************************




Eun Cha berjongkok didepan Ji Sung yang tengah tertidur, dipandanginya wajah pemuda yang sedang tidur dihadapannya itu, mengagumi setiap lekuk garis-garis wajah Ji Sung yang tajam dengan diam-diam. Ia mengarahkan telunjuknya menelusuri wajah Ji Sung pelan, wajahnya tersenyum saat melakukan itu.


“Gomawo, SHo, kau selalu menjadi penyelamatku” ujarnya pelan, hampir tidak terdengar oleh dirinya sendiri. Eun Cha kembali menelusuri wajah Ji Sung, kali ini telunjuknya berhenti di bibir Ji Sung, tanpa sadar tangan Eun Cha bergetar, Eun Cha menggigit bibir bawahnya pelan. Perlahan iapun menarik tangannya saat tiba-tiba Ji Sung menangkap tangan Eun Cha membuat Eun Cha tersentak kaget, Ji Sung perlahan membuka matanya, ia menatap Eun Cha lembut. Perlahan ia mendekatkan wajahnya kearah Eun Cha yang masih shock dan tiba-tiba mengecup bibir Eun Cha pelan.


Eun Cha tersentak kaget dengan perlakuan Ji Sung, namun ia tidak dapat bergerak, entah kenapa ia tidak menolaknya ataupun memberontak justru membiarkan perlakuan Ji Sung padanya. Bibir keduanya saling menempel tidak ada yang bergerak seakan-akan Ji Sung menunggu respon dari Eun Cha. Perlahan Ji Sung kembali melumat bibir mungil Eun Cha. Eun Cha merasakan sensasi yang luar biasa, seakan tubuhnya kini dialiri oleh sengatan jutaan listrik, nafas Eun Cha tertahan ditenggorokannya, jantungnya berdegub kencang namun hanya sejenak, kemudian iapun membalas lumatan Ji Sung.


Saat tersadar, tiba-tiba Eun Cha menarik nafas dan berdiri kemudian berjalan menjauh, “Ini gila” bisiknya. Tiba-tiba wajahnya terasa panas, ia tidak sanggup melihat wajah Ji Sung lagi, sedangkan Ji Sung melihat Eun Cha dari tempatnya duduk sekarang dengan tersenyum kecil. Ia kemudian berdiri dan berjalan menuju kearah Eun Cha. Jantung Eun Cha berdetak semakin kencang. Wajahnya merah padam, ia tidak ingin Ji Sung melihatnya seperti ini sekarang.


“Ayo kita pulang” seru Eun Cha tiba-tiba, iapun berjalan mendahului Ji Sung yang tertegun. “Apa dia marah?” pikir Ji Sung. Ia terdiam ditempatnya. Berpikir sejenak.


“YYA!!!” teriakan Eun Cha seketika membuyarkan lamunan Ji Sung.


“Kau sedang apa berdiri disitu!!!” seru Eun Cha kembali bibirnya ditekuk pura-pura kesal. Ji Sung menatap Eun Cha, ia tersenyum kecil kemudian melangkah menuju kearah Eun Cha. Sepanjang perjalanan pulang, mereka sama-sama terdiam, tidak ada yang bicara. Eun Cha turun dari motor Ji Sung perlahan, saat mereka telah berhenti di depan apartemen Eun Cha.


Eun Cha melepaskan helmnya dan memberikannya kepada Ji Sung.


“Gomawo” seru Eun Cha “Mianee” seru Ji Sung hampir berbarengan dengan Eun Cha. Keduanya lantas terdiam. Eun Cha menundukkan kepalanya, ia memainkan ujung bajunya. Sementara Ji Sung hanya memperhatikan tingkah Eun Cha geli.


“Ehm” Ji Sung berdehem pelan. “Kau marah?”


Eun Cha perlahan mendongakkan kepalanya “Mwo?” ujarnya


“Apa kau marah padaku, maksudku…. Kau marah dengan yang tadi”


“Aaaa…. Ahniyoooo ta..tapiiiiiii” sahut Eun Cha pelan hampir seperti bergumam pada dirinya sendiri. Ji Sung menelan ludahnya, tenggorokannya merasa tercekat, ia menunggu jawaban Eun Cha selanjutnya.
“Tapi?” ulang Ji Sung pelan saat Eun Cha kembali terdiam cukup lama, perasaan tidak enak menghinggapi hatinya saat ini. Eun Cha terlihat bingung, gadis itu masih terdiam, ia menggigit bibir bawahnya berusaha meredam rasa groginya sekarang.


“Kau kan tahu aku sekarang…” Eun Cha berkata pelan, ia tidak melanjutkan kata-katanya, ia melirik sekilas kearah Ji Sung yang langsung terdiam.


“SHo..aku..aku…”


“Sudahlah” potong Ji Sung cepat “Aku mengerti” ujarnya kembali, Ji Sung tersenyum samar.


“SHoooo….”


“Pabo-yya” Ji Sung terkekeh pelan sembari menjitak kepala Eun Cha membuat gadis itu meringis kesakitan. “Miane, aku……… pergi sekarang” pamit Ji Sung. Ji Sung menstarter motornya kemudian melajukan motornya pergi menjauh secepatnya tanpa menunggu jawaban Eun Cha. 


“Shoo-aa” Eun Cha hanya bisa terdiam sembari menatap kepergian Ji Sung. Hatinya mencelos, rasa sakit seakan menjalar didadanya dengan cepat menggerogoti jantungnya, hatinya terasa pedih. Matanya terasa panas seiring dengan keluarnya butiran-butiran air matanya yang menetes pelan membasahi pipi mulusnya.




“Dasar kau memang bodoh” umpat Ji Sung pada dirinya sendiri sambil terus mengendarai motornya.


************************************


Kim Jun membuka matanya perlahan, masih setengah sadar dari mabuknya. Ia terbangun perlahan, kepalanya terasa pusing. Ia mendapati dirinya sekarang tengah berada diatas tempat tidur. Dengan masih setengah sempoyongan ia paksakan dirinya untuk duduk, menyandarkan bahunya di tepi ranjang superior. Matanya menelanjangi sekelilingnya sembari mencoba mengingat-ingat kenapa ia bisa berada disini sekarang. Pandangannya terhenti saat ia melihat sebuah lukisan yang terpajang di salah satu dinding dikamar itu. Kim Jun mengerjabkan matanya berkali-kali. Lukisan yang dilihatnya sekarang sangat familiar, namun ia tidak ingat melihatnya dimana. Saat ia masih terbengong, mendadak ia mendengar suara pintu kamar yang terbuka, spontan ia menoleh kearah pintu dan betapa terkejutnya ia saat melihat seseorang yang masuk ke dalam kamar tersebut.


“Ji…Won?” ucapnya tercekat.


“Kau sudah bangun rupanya, masih pusing?” jawab Ji Won datar namun ada sedikit kegelisahan dalam nada suaranya.


“Ke..kenapa aku…” ucapan Kim Jun terhenti, raut wajahnya menggambarkan tanda tanya yang besar sekarang. Ji Won tersenyum kecil melihat ekspresi wajah seniornya sekarang.


“Kau sungguh tidak ingat?” Ji Won balik bertanya. Kim Jun menjawab dengan gelengan pelan.


“Ah yah benar, bagaimana kau bisa mengingatnya sedangkan kau sendiri amat sangat mabuk semalam” jelas Ji Won, Kim Jun menyimak setiap kata demi kata yang diucapkan oleh Ji Won. Ia seakan-akan menunggu penjelasan yang lebih dari Ji Won.


“Lalu, apa yang terjadi?” tanyanya pelan, menyadari bahwa ia kini bertelanjang dada.


“Mwo?” Ji Won sedikit kaget dengan pertanyaan Ji Sung.


“Maksudku.. apa ada sesuatu yang ter..ja..di?” Ji Sung agak menekankan kata-katanya.


“Ck, memangnya apa yang kau harapkan terjadi” cibir Ji Won


“YYa, Ha Ji Won!!!”


“Tidak terjadi apa-apa kau hanya mabuk berat dokter park dan kau tengah malam menggedor pintu rumahku lalu pingsan di depan pintu saat aku membukanya” Ji Won menjelaskan panjang lebar akar permasalahannya, ia sedikit menarik sudut bibirnya keatas.


Kim Jun menghela nafasnya lega seakan-akan beban berat yang sedari tadi menghimpitnya terlepas begitu saja. Ia tersenyum kecil. “Miane, merepotkanmu”


“Sudah biasa kau repotkan” Ji Won meringis pelan mengejek cara Kim Jun meminta maaf.


“YYA!!!” Kim Jun ingin memprotes namun terpotong oleh Ji Won


“Hei, sudahlah aku sudah siapkan makanan untukmu, kau pasti lapar kan?”


“Hmm”


“Tapi bersihkan dirimu dulu, kau sungguh sangat bau Dokter Park” ejek Ji Won kembali.


“Aishh”


“Aku tunggu di luar” ujar Ji Won seraya beranjak pergi meninggalkan Kim Jun. Saat akan menutup pintu ia berhenti kemudian berbalik. “Oya bajumu aku cuci, nanti aku antar” Kim Jun tersenyum seraya mengucapkan terima kasih


“Gomawo” sahut Kim Jun pendek.


“Ah satu lagi, kalau kau mau membersihkan dirimu,pakai kamar mandi yang diluar saja jangan yang didalam kamar ini arasso!!!”


Kim Jun hanya mengacungkan ibu jarinya kearah Ji Won. Ia bersantai sejenak kemudian berajak dari tempat tidur itu beberapa saat setelah Ji Won keluar dari kamar tersebut. Kim Jun berjalan menuju ke luar ia berjalan menyusuri lorong kecil di apartemen mewah milik Ji Won dan berhenti di depan kamar mandi kemudian masuk ke dalamnya untuk membersihkan dirinya. Ia membasuh badan dan kepalanya  dengan air dingin. Me – refresh sejenak pikirannya yang sejak kemarin malam dipenuhi oleh Eun Cha dan Eun Cha. Dokter Park mematutkan dirinya di depan cermin, menatap bayangan dirinya yang menurutnya menyedihkan saat ini. Bagaimanapun beratnya, ia ingin menghapuskan sebuah nama yang selalu terpatri dihatinya namun semakin berat ia mencoba semakin ia jauh terjerumus kedalam. Ia teramat sangat mencintai gadis itu, membuatnya frustasi.


“Arghhhhhhhhhhhhhhhh” pekiknya kesal. Tanpa sadar iapun menangis.



************************************


Sementara itu, di dapur Ji Won sedang sibuk menata meja makan. Meletakkan piring-piring dan gelas diatas meja makannya. Namun tiba-tiba ia menghentikan aktivitasnya dan mendadak melamun. Pikirannya tiba-tiba melayang ke kejadian kemarin malam saat Kim Jun menggedor pintu rumahnya di pagi dini hari. Saat ia tengah sibuk membaca diktat kedokteran mendadak ia dikejutkan oleh suara ketukan pintu. Ia sangat terkejut ketika melihat sosok Kim Jun yang tengah mabuk di layar lcd kameranya. Ia kemudian membuka pintu apartemennya.


“Dokter park, kau kenapa?”


“Ji Won….. hiks…ijinkan aku masuk” Kim Jun berjalan sempoyongan dan terpeleset di depan pintu, dengan sigap Ji Won menangkap tubuh pria itu.


“Kenapa kau sampai mabuk begini hah”


“Mabuk??  Siapa yang kau bilang aku mabuk hah? Aku tidak mabuk hanya…hanya.. kepalaku berputar-putar hiks” ujar Dokter Park dengan nada suara yang mulai melantur.


“YYA… Aush sudah jelas-jelas mabuk masih mengelak” omel Ji Won pelan. Ia kemudian menuntun langkah Ji Sung kedalam rumahnya dan membaringkan tubuh Ji Sung di sofa di ruang tamunya.


“Tunggu sebentar aku ambilkan air” Ji Won bermaksud pergi namun langkahnya terhenti karena Kim Jun menahan tangannya. Ji Won spontan menoleh kearah Kim Jun. Perlahan Kim Jun menarik tubuh Ji Won mendekat kearahnya.


“YYa…. Ka..kau mau a..pa?” Ji Won terlihat sangat gugup melihat tatapan Kim Jun. Mata pria itu menyimpan kepedihan yang amat sangat dalam. Detak jantung Ji Won berdegup semakin kencang takkala Kim Jun mendekatkan wajahnya ke arahnya, perlahan namun pasti, pria itu mulai melumat bibirnya yang setengah terbuka karena terkejut tadi. Saat itu Ji Won ingin memberontak namun entah kenapa ia tidak melakukannya, hatinya menolak untuk menjauh. Ciuman itu dengan cepat membakar tubuh mereka berdua, tangan mereka saling menggapai, dunia di sekitarnya seakan menghilang. Ji Won memejamkan matanya, merasakan setiap lumatan dan sentuhan Kim Jun, ia mendesah perlahan. Entah sejak kapan ciuman itu berakhir saat mereka telah berpindah ke dalam kamar Ji Won. Kim Junpun melanjutkan permainan garangnya, ia menghempaskan tubuh Ji Won keatas ranjang.


“Eun Cha….” Desahnya perlahan diantara nafasnya yang tertahan, namun hal itu justru menyadarkan Ji Won. Ia terdiam, tidak bereaksi bahkan ciuman Kim Jun dilehernya pun terasa hampa, mematikan semua gairah yang tadinya sempat menguasai diri dan pikirannya. Semakin lama ciuman itupun semakin melemah, nafas yang tadinya berat perlahan berubah lebih teratur. Kim Jun tertidur dipelukan Ji Won. Air mata perlahan menetes dari mata Ji Won “Saranghae…” bisiknya, perlahan ia menyingkirkan tubuh Kim Jun dan beranjak dari ranjangnya. Ia mengamati wajah Kim Jun sejenak, membingkai wajah pria itu dengan tangannya.


“Kau pasti sangat mencintainya kan…? Sampai kapan kau akan sadar kalau dia tidak mencintaimu seperti aku mencintaimu” ratapnya pelan. 


Bunyi telepon menyadarkan Ji Won dari lamunannya. Ia pun berjalan menuju ke meja telpon dan mengangkat telepon yang ternyata berasal dari laundry service. Ia berjalan keluar apartemennya. Sementara Kim Jun yang selesai mandi keluar dari kamar mandi dengan bertelanjang dada. Ia mencari sosok Ji Won untuk menanyakan kamejanya. Menelusuri ruangan itu sembari meneriakkan nama Ji Won pelan, namun tidak ada jawaban. “Kemana dia” bisiknya. Ia berhenti diruang makan, melihat meja makan yang belum rapi namun penuh dengan makanan, iapun tersenyum kecil. Kim Jun meraih segelas orange juice dan mengisapnya pelan.


“Maaf dokter Ha telah merepotkan anda, sampai-sampai anda harus turun sendiri untuk mengambil cucian anda” pria paruh baya itu membungkukkan badannya hormat.


“Ahniyo, ahjussi justru aku yang harus minta maaf karena telah merepotkanmu” jawab Ji Won tertawa kecil.


“Baiklah, saya pamit sekarang, kamsahamnida” Ji Won membungkukkan badannya sambil berpamitan setelah membayar biaya laundrynya, iapun melangkah keluar dari laundry service langganannya yang terletak diseberang apartemennya.



************************************


Ting Tong….


Kim Jun menoleh kearah pintu saat terdengar bunyi bel diluar apartemen Ji Won. “Yash, dasar ceroboh pergi tidak membawa kunci” omel Kim Jun pelan seraya berjalan menuju kearah pintu. Tadi Ji Won sempat menelpon memberitahukan bahwa ia sedang diluar untuk mengambil kamejanya yang ia cuci dan memberitahunya kalau ia lupa membawa kunci saking terburu-burunya.


“Kau ini memang sungguh merepot...” omel Kim Jun terhenti sesaat setelah ia membuka pintu apartemen Ji Won.


“Oppa?”


“Eun Cha?” sahut Kim Jun tak kalah terkejutnya. Eun Cha memandang Kim Jun yang ada dihadapannya amat sangat terkejut. Memandangi tubuh Kim Jun yang setengah telanjang dengan ekspresi penuh tanda tanya. Kim Jun yang tak kalah terkejut kemudian sadar tentang apa yang dipikiran Eun Cha saat ini saat ia mengikuti arah pandangan Eun Cha. Tiba-tiba gadis itu berbalik lalu berjalan pergi.


“YYa, Lee Eun Cha kau salah paham” Kim Jun menarik tangan gadis itu, saat Eun Cha setengah berlari ingin pergi dari tempat itu.


“Lepaskan”


“YYa, dengar dulu penjelasanku”


“Oppa lepaskan, tidak ada yang perlu dijelaskan” Kim Jun memutar tubuh Eun Cha untuk menghadapinya. Wajah gadis itu mengeras, menahan amarahnya.


“Tidak, kita harus bicara” Kim Jun mencengkeram tangan mungil Eun Cha


“Oppa kau menyakitiku, aku bilang lepaskan!!!” nada suara Eun Cha mulai meninggi, ia berusaha memberontak.


“Tidak mau”


“Lepasssssssssss….. kau menyakitiku!!!!” ronta Eun Cha, perlahan Kim Jun mengendorkan cengramannya saat menyadari gadis itu kini tengah meringis kesakitan.


“Kita bicara didalam, aku bisa jelaskan semuanya padamu” pinta Kim Jun pelan memohon.   


“Tidak!!!” tolak Eun Cha, Ia menggelengkan kepalanya tegas. Kim Jun masih terdiam, masih menggenggam tangan Eun Cha erat.


“Oppa lepaskan, biarkan aku pergi” ronta Eun Cha kembali. Kim Jun terdiam, menatap tajam kearah Eun Cha. Eun Cha gentar ditatap oleh Kim Jun seperti itu. Ia menggigit bibirnya yang bergetar mencoba menahan diri untuk tidak menangis ataupun berteriak. Perlahan Kim Jun mengendurkan cengkramannya dan kemudian melepaskannya. Eun Cha mengusap tangannya yang memerah. Kemudian iapun berbalik dan bersiap pergi.


“Sejak dulu kau memang ingin pergi kan, itukah yang kau inginkan” Kim Jun berkata pelan seolah ia bertanya kepada dirinya sendiri. Namun ternyata hal itu terdengar oleh Eun Cha, ia menghentikan langkahnya.


“Apa artinya aku bagimu selama ini? Apa aku hanya sebagai penggantinya?” Kim Jun terus bicara, ia menatap nanar kearah Eun Cha, segala rasa sakit yang ia rasakan selama ini ia tuangkan begitu saja.


“Apa maksud oppa?”


“Apa kau pernah mencintaiku Lee Eun Cha?” Eun Cha tercekat, ia terdiam.


“Sejak dulu aku tahu, tapi aku selalu berpura-pura tidak mengetahuinya karena aku begitu mencintaimu. Sengaja kubutakan mata dan hatiku, menjadi orang yang bodoh karena cinta. Kau tidak pernah melupakannya kan sejak dulu bahkan sampai sekarang kau selalu mencintainya” Kim Jun terus bicara. Pelan namun sangat menusuk perasaan Eun Cha.


“Kau begitu ingin pergi, sampai kau bahkan tidak ingin mendengarkan penjelasanku… baiklah… pergilah” suara Kim Jun melemah namun kedua tangannya mengepal erat, mencoba menahan emosinya. Wajah pria itu mengeras, bibirnya bergetar. Matanya masih menatap kearah Eun Cha yang perlahan berjalan pergi. Kim Jun menatap punggung Eun Cha yang perlahan menghilang di tikungan. Tanpa mereka tahu, Ji Won melihat dan mendengar semuanya, mengintip dari celah lorong apartemennya. “Brengsek!!!” Kim Jun mengepalkan tangannya dan melepaskan tinjunya ke dinding di sebelahnya, ia terduduk dan…. Menangis…..


Eun Cha keluar dari apartemen itu dengan langkah tergesa-gesa, setengah berlari. Ia ingin secepatnya pergi dari tempat itu, langkahnya terhenti saat ia berada di taman kota, nafasnya memburu, ia menjatuhkan dirinya diatas bangku taman. Menenangkan dirinya sejenak. “Oppa miane…” bisiknya pelan. Tanpa terasa air mata yang sejak tadi ditahannya tumpah begitu saja, seakan tidak perduli dengan pandangan orang-orang yang sedari tadi berseliweran di sekitarnya.


************************************


“Sudah biar aku saja yang menjelaskan kesalapahaman ini padanya” ujar Ji Won saat ia dan Kim Jun tengah duduk di sofa. Gadis itu beranjak dari duduknya kemudian meraih handphone yang ia letakkan di meja kecil disamping sofanya. Ia mulai memencet nomer-nomer namun belum sampai selesai ia terhenti oleh tangan Kim Jun.


“Tapi!!!” protes Ji Won, Kim Jun menggelengkan kepalanya lemah “Sudahlah” sahutnya lemah.


“Ini tidak boleh dibiarkan”





“Sudahlah, cukup. Aku sudah lelah dengan semua ini” Kim Jun menengadah keatas, pandangannya nanar menatap langit-langit ruangan itu. Ia kembali merebahkan dirinya disofa, menyandarkan bahu kepalanya kemudian memejamkan matanya. Ji Won melihatnya penuh kecemasan, jujur hatinya mencelos melihat sosok pria yang dikaguminya sekarang. Amat sangat berbeda dengan Kim Jun yang selama ini dikenalnya, sosok yang selalu percaya diri, sedikit angkuh dan tidak mudah menyerah namun sekarang semuanya berubah karena satu sosok Eun Cha. Ia hanya bisa menghela nafasnya berat beberapa kali.


“Jadi kau menyerah?” tanyanya hati-hati tidak ingin terlalu mengungkit kejadian tadi. Kim Jun masih memejamkan matanya tidak menjawab.


“Bukannya aku menyerah, hanya saja…” kata-kata Kim Jun tertahan. Ia bernafas perlahan.


“Sejak dulu… ah ahniyo… bahkan sejak pertama kali melihatnya, aku sudah tau siapa yang selalu dilihatnya. Siapa yang selalu ia sebut di dalam mimpinya, siapa yang selalu bersemayam dihatinya, aku tahu tidak seharusnya aku menggantikan posisi orang itu karena sebenarnya aku tahu kalau dia tidak akan pernah tergantikan. Namun aku begitu egois dan sombong mencoba menerobos masuk. Mencoba mencuri bayangan orang itu dari hatinya.” Kim Jun kembali menghela nafasnya berat sebelum ia kembali melanjutkan.


“Aku harus menang karena aku tidak suka kekalahan, aku tidak suka ditolak. Bahkan sampai saat ia menerimaku untuk menggantikan posisi orang itu, itu semua hanya kesemuan dan keterpaksaan yang aku ciptakan. Ji Won-aa, mungkin menurutmu aku ini orang yang paling tolol didunia sekarang, mencintai seorang gadis yang tidak mencintaiku. Bahkan demi memilikinya aku buang semua gengsiku, aku bahkan hampir menjadi orang yang brengsek saat aku mencoba menjadikan ia milikku seutuhnya, aku… hampir saja memperkosanya…” ucap Kim Jun berat, ia mengepalkan kedua tangannya.


“Mworagu?” desis Ji Won tak percaya. Kim Jun kembali menghela nafasnya berat, wajahnya menunduk. Ia terdiam.


“YYa!!!” pekik Ji Won tertahan.


Kim Jun tiba-tiba berdiri, dengan langkah lemah ia berjalan menuju kearah pintu. “Miane sudah merepotkanmu dan gomawo” ucapnya pelan sebelum ia beranjak pergi. Ji Won melongo tidak percaya dengan apa yang didengarnya barusan. Namun ia tidak mampu untuk bertanya lebih jauh lagi.


************************************


Seminggu kemudian…


“Ji Sung-aa, ada apa denganmu, kenapa akhir-akhir ini catatan waktumu buruk sekali hah” umpat Jae Sun kesal saat kembali lagi-lagi Ji Sung menorehkan catatan buruk saat latihan.


“Miane..” Ji Sung mendesah pelan, tidak bersemangat.


“Apa semua bisa selesai hanya dengan kata maaf hah, kalau kau terus kacau begini, bisa-bisa tim itu akan membatalkan kontrakmu arasso” timpal Jae Sun kembali. Sementara Ji Sung hanya mampu menelan ludah dan menundukkan kepalanya. Koyuki yang melihat mereka dari kejauhan juga hanya mampu menghela nafasnya saja. Ia tahu bagaimana perasaan suaminya sekarang yang sedang kecewa sedangkan ia juga tidak mampu menyalahkan Ji Sung, karena ia tahu apa yang membuat JI Sung berubah seperti sekarang





Jae Sun menarik nafas panjang “Kalau begitu, kau aku skors selama satu minggu, perbaiki dirimu, renungkan kembali apa yang sebenarnya kau inginkan, jika kau masih ingin menjadi pembalap, satu minggu kedepan datanglah kepadaku dengan semangatmu yang dulu” Jae Sun menepuk bahu Ji Sung pelan


“Gomawo Hyung” Ji Sung membungkukkan badannya pelan, ia merasa tidak enak telah mengecewakan seniornya itu. Sepeninggal Jae Sun, Ji Sung melabuhkan pandangannya ke area balap, ia memandang lurus kedepan dengan pandangan nanar. “Menembus batas, mungkinkah” desahnya pelan.



************************************

END OF CHAPTER

And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^

Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile
dah diupdate gak usah teriak2 minta update lagi yaw  [head break] [head break] [head break] [hmff] ditunggu komennya n mulai besok ane mo hiatus mpe hari minggu dr CM sooo mohon jaga ketenangan n kedamaian tret ini  punk punk punk [hmpfh]

And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^