Author Topic: Masih Sahabatku (♥ Kekasihku ♥) ~ Chapter 15, Update 08.05.2011 ^^  (Read 27586 times)

Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile

And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^

Offline Alin

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1002
    • View Profile
Ma'e gmna iki masa ni ff dihiatusin,ff mu yg piece of heart jg dianggurin bener2 autor nga bertanggung jenab mala bertanggung tanggungan..

Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile
Ma'e gmna iki masa ni ff dihiatusin,ff mu yg piece of heart jg dianggurin bener2 autor nga bertanggung jenab mala bertanggung tanggungan..


sabar yah nak mak'e masih sibuk  [hmff] [hmff] [hmff] [hmff]

And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^

nanaa46

  • Guest
Iya nehh Nonaa B, Come on,,,,, UPDATE this FF, udah berkarat nehhh  [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013[smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013
[smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013
[smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013
[smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013
[smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013
[smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013
[smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013
[smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen01 HWAITING..............kami selalu setia untuk menanti dan membaca ff ini..........

Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile
duuuuuuuuuuuuuuuhhhhhhhhhhhhh kadi tersandung aye  [AddEmoticons04267] okay dah aku usahain yah tapinya ya itu baru bisa mikir yang laen diatas tanggal 15 desember ini  [hmff] [hmff] [hmff] [hmff]

And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^

Offline itaraya

  • Senior
  • ****
  • Posts: 722
  • ~can' t take my eyes off you~
    • View Profile
nonaa b...salam kenal ya...gw suka banget ama ffmu yg satu ini...
btw nih ff masih panjangkan...krn masih banyak case yg blm d jelaskan...oklah klo begitu di tunggu update lanjutannya ya hwaiting.....
[lovestruck][lovestruck]
saggy credit to mami love

Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile
ola say  [bye] [bye] [bye] thx yah dah baca neh FF Gaje  [hmff] [hmff] [hmff] perkara masih panjang pa gak hmmm gak tau juga yah  [hmff] [hmff] [hmff] we'll see lah  [hmpfh] [hmpfh]

And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^

Offline Alin

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1002
    • View Profile
Mak'e mana? Katanya mau diupdate ko blm?..mak'e aku minta jisung ma euncha nya dijadiin dong,masa uda chap segini blm dijadiin pengen liat sweet moment minsun di ff ini..ya..ya..ya..mak'e manis deh kaya madu mongso..jadiin jisung ma euncha ya..oke.oke.oke..pasti oke dong

Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile
Tok Tok Tok Assalamu'alaikum, Noona B kapan dunks di up date gw dah lumutan ni nungguinnya [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

mo gw nyanyiin qasidahan gak biar lgsg di up date
 [concert] [concert] [concert] [concert] [concert] [concert] [concert] [concert] [concert] [concert] [concert] [concert] [concert] [concert] [concert] [concert] [concert] [concert] [concert] [concert] [concert] [concert] [concert] [concert] [concert] [concert] [concert] [concert] [concert] [concert] [concert] [concert] [concert] [concert] [concert] [concert] [concert] [concert] [concert] [concert] [concert] [concert] [concert] [concert] [concert] [concert] [concert] [concert] [concert] [concert] [concert] [concert] [concert] [concert] [concert] [concert] [concert] [concert] [concert] [concert] [concert] [concert] [concert] [concert] [concert] [concert] [concert] [concert] [concert] [concert] [concert] [concert] [concert] [concert] [concert] [concert] [concert] [concert] [concert] [concert] [concert] [concert] [concert] [concert] [concert] [concert] [concert] [concert]


    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho

Offline goo meei

  • Full
  • ***
  • Posts: 404
  • i love MINSUN
  • Location: denpasar
    • View Profile
 hii endree_noona salam kenal.. [bye] boleh panggil mak'e juga kan biar akrab gitu...
update donk udah kangen sama euncha and jisung...kira-kira kapan di update ya??
masa minggu depan sih??? ngak nahan aku [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

Offline kelinci_hilang

  • Senior
  • ****
  • Posts: 518
    • View Profile
Kak update dong [sweat] [sweat] [sweat] [hmff]

Offline itaraya

  • Senior
  • ****
  • Posts: 722
  • ~can' t take my eyes off you~
    • View Profile
asik pada nyampah di thrdnya noona b.... [clap] [clap]
punk punk UPDATE punk punk UPDATE punk punk
 [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]
UPDATE [smiley-gen013] [smiley-gen013]UPDATE [smiley-gen013] [smiley-gen013]
[lovestruck][lovestruck]
saggy credit to mami love

Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile
mian semuanya baru bisa ngupdate sekarang  [hmff] [hmff] [hmff] n mian lagi klo ceritanya gaje  [hmff] [hmff] [hmff]

And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
mian semuanya baru bisa ngupdate sekarang  [hmff] [hmff] [hmff] n mian lagi klo ceritanya gaje  [hmff] [hmff] [hmff]
mana mana [what] [what] (celingak celinguk cari updatean si noona b [hmpfh] [hmpfh] ) huhh--dasar pembohong hammer2 hammer2 [head break] [head break] [hammer] [hammer] [hmff]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile
CHAPTER 14


Hampir satu jam lamanya Ji Sung tertidur dipangkuan  Eun Cha, sesekali Eun Cha meraba jidat Ji Sung untuk mengecek suhu tubuhnya. Saat Ji Sung sudah tertidur lelap, perlahan Eun Cha berdiri dari sofa dan mengganjal kepala Ji Sung dengan bantal yang ada disampingnya. Eun Cha bergerak perlahan, ia berdiri dan menggerak-gerakkan tubuhnya yang lumayan pegal sambil melemparkan pandangannya ke seluruh ruangan. Apartemen ukuran 4 x 8 meter itu terlihat agak berantakan. Eun Cha kemudian berjalan menuju ke kulkas yang ada di sudut ruangan dan membukanya. “Kosong” gumamnya pelan, ia kembali menatap kearah Ji Sung yang masih tertidur disofa.


Eun Cha mencari es batu yang ada di freezer namun masih sama, kosong. Ia kemudian berjalan mendekati Ji Sung, menjulurkan tangannya ke jidat Ji Sung. “Panasnya tidak turun-turun” gumamnya kembali. Ia kemudian beranjak mengambil tasnya dan melangkahkan kakinya keluar apartemen. Eun Cha berjalan mencari toko obat dan membeli beberapa obat-obatan yang ia butuhkan. Kemudian sebelum kembali, ia mampir ke minimarket dan berbelanja beberapa barang dan makanan. Saat dilihat sudah cukup, iapun bergegas kembali ke apartemen Ji Sung.


Eun Cha meletakkan barang belanjaannya di meja makan yang ada diseberang ruangan. Ia mengeluarkan beberapa barang yang dibelinya. Eun Cha mengambil es batu kemudian menuangkannya kedalam kantong kompres yang dibelinya tadi. Eun Cha kembali mendekati Ji Sung yang tengah meringkuk sekarang. Perlahan ia duduk disamping Ji Sung kemudian meletakkan kantong compress itu di dahi Ji Sung.


“Ap..apa yang kau lakukan” Ji Sung terbangun oleh hawa dingin es yang diletakkan Eun Cha. Suaranya parau dan terbatuk-batuk kecil.


“Hanya kompres, jangan menolak” sahut Eun Cha pelan. “Sho, lebih baik kau pindah ke ranjangmu, tidak baik kalau kau tidur disini, ayo aku bantu kau pindah” seru Eun Cha.


“Ahniyooo, aku disini saja” tolak Ji Sung


“YYa, kumohon jangan keras kepala begini, katcha” Eun Cha kembali menarik tubuh jangkung pemuda itu dari sofa.


“Aushhh” Ji Sung merintih pelan, ia mencoba untuk bangkit.


Eun Cha membantu Ji Sung untuk bangkit dengan menarik tangan Ji Sung “Katcha” ujarnya.


Ji Sung perlahan bangkit, tubuhnya masih setengah sempoyongan. Eun Cha menopang tubuh Ji Sung yang sedikit oleng dan lemah, memapah pemuda itu ke kamarnya dan membantunya berpindah ke atas ranjangnya. Eun Cha pelan-pelan meletakkan Ji Sung dan menyelimuti tubuh pemuda itu, kemudian meletakkan kembali kantong kompres yang dibawanya di dahi Ji Sung. Saat Eun Cha akan beranjak pergi, sesuatu menahan tangannya, ia menoleh dan mendapati tangan Ji Sung menggenggam lengannya.


“Jangan pergi” seru Ji Sung lemah, suaranya terdengar parau.


“Tidak, aku hanya ingin membereskan sesuatu sebentar” jawab Eun Cha. “Tidurlah, aku akan tetap disini, jangan khawatir Sho” lanjutnya menyunggingkan senyuman lembut dibibir tipisnya. “Gomawo” ucap Ji Sung. Ia kembali memejamkan matanya dan mulai tertidur kembali. Eun Cha perlahan keluar dari kamar Ji Sung dan berjalan menuju ruang tengah untuk membereskan barang belanjaannya. Saat melihat jam yang terpasang di dinding, Eun Cha baru sadar kalo hari sudah beranjak malam. Ia mengambil tasnya dan mencari-cari ponselnya. Memencet sederet nomor yang sudah dihafalnya diluar kepala.


“Eun Cha, kau kemana saja nak, dari tadi omma menghubungimu tetapi tidak kau angkat”


“Miane omma, aku tidak dengar tadi handphonenya aku silence”


“Lalu sekarang kau ada dimana? Sebentar lagi waktunya makan malam apa kau…”


Perkataan Nyonya Lee terpotong oleh Eun Cha  “Omma miane kelihatannya hari ini aku tidak pulang kerumah”


“Mwo? Wegude-yo?Gwenchana?” Tanya ibunya menyelidik


“Ahni..ahni.. gwencanayo omma, emmm tadi Hye Ri memintaku untuk menemaninya dirumah karena dia sendirian sekarang” Eun Cha menggigit bibir bawahnya, ia merasa tidak enak karena telah membohongi ibunya.


“Chinja??”


“Ne, omma. Tidak apa-apakan kalau omma malam ini sendirian saja”


“Gwenchanayo Eun Cha, baiklah kalau begitu sampaikan salam omma pada Hye Ri”


“Ne, gomawo omma… sarangheyo omma”


Eun Cha menutup telponnya dengan perasaan bersalah, namun ia harus melakukannya karena tidak ingin ibunya salah paham. Eun Cha melangkahkan kakinya kembali ke tempat Ji Sung, saat tiba-tiba ia teringat sesuatu. “Oh ya, aku harus menelpon Hye Ri dulu, bisa gawat kalau sampai lupa” gumam Eun Cha, ia mengetuk-ngetuk kepalanya pelan.



*****************


Eun Cha terduduk disamping ranjang Ji Sung, memandangi wajah pemuda yang sedang tidur dihadapannya itu, sesekali ia mengecek kembali suhu tubuh Ji Sung yang belum juga turun. Mendadak ia melihat tubuh pemuda itu menggigil hebat, giginya bergemelatuk.


“Dinginnnnn” suara Ji Sung yang parau sangat menyayat Eun Cha


“Sho-aa, gwenchana” seru Eun Cha panic, ia memeriksa tubuh Ji Sung, meletakkan tangannya di dahi Ji Sung namun langung menariknya kembali saat mendapati tubuh Ji Sung yang sedang demam tinggi. Eun Cha melihat Ji Sung menggigit lidahnya sendiri untuk menahan rasa sakitnya.


“Sho-aaa, kau kenapa? Yya jangan menggigit lidahmu seperti itu” seru Eun Cha masih panic, namun sepertinya Ji Sung tidak mendengarnya. “Ya Tuhan apa yang harus aku lakukan” gumamnya pelan ditengah kepanikan yang melandanya, tiba-tiba ia teringat sesuatu. Eun Cha memasukkan jari telunjuknya ke mulut Ji Sung membiarkan Ji Sung menggigit jari mungilnya supaya Ji Sung tidak terus-terusan menggigit lidahnya.


*************************


Ji Sung terbangun pagi harinya, ia membuka matanya perlahan mengarahkan telapak tangan ke wajahnya menepis sinar matahari pagi yang samar-samar masuk melalui jendela kamarnya. Ia mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan kamarnya, sepi.


“Eun Cha” panggilnya perlahan. Tidak ada suara jawaban. “Mungkin dia sudah pergi” gumam Ji Sung pelan. Perlahan ia bangkit dari tempat tidurnya, dengan agak malas ia menyeret kakinya keluar kamar.


“Sho-aa kau sudah bangun” suara Eun Cha mengagetkan Ji Sung.


“Eun Cha? Kau??”


“YYa, kau sudah baikan? Kenapa kau bangun?” Tanya Eun Cha khawatir, ia tiba-tiba berjalan mendekati Ji Sung yang berdiri terpaku di tempatnya kemudian meraba dahi Ji Sung. “O.. aku sudah baikan kok” jawab Ji Sung pelan. Ia menepis tangan Eun Cha perlahan


“Jinja, tapi wajahmu masih merah apa kau masih demam?” Tanya Eun Cha polos.


“Ahni, ah ne….. sedikit” Ji Sung menjawab asal. Ia spontan memalingkan wajahnya yang mendadak bersemu merah karena perhatian Eun Cha tadi. “Tidak usah mengkhawatirkan aku, nanti juga baikan kok. Lagipula kenapa kau masih disini, apa tunanganmu tahu” suara Ji Sung berubah menjadi dingin. Eun Cha tiba-tiba terdiam, ia tidak menjawab hanya tersenyum hambar.


“Chinja? syukurlah kalau begitu” jawabnya pelan. Ji Sung melirik Eun Cha dengan sudut matanya ia menggigit bibirnya menyesal dengan ucapannya barusan, gadis itu hanya berdiri mematung ditempatnya, wajahnya terlihat sayu.


“Baiklah kalau begitu, aku pamit sekarang, Sho jangan lupa untuk makan lalu minum obat, aku sudah memasak bubur untukmu” seru Eun Cha sembari berjalan mengambil tasnya.


“Tanganmu kenapa?” tanya Ji Sung saat sekilas ia melihat jari Eun Cha yang terbungkus kain. Ji Sung berjalan mendekati Eun Cha dan meraih tangan gadis itu.


“Oh ini? Tadi tidak sengaja teriris pisau saat membuat bubur hahaha” Eun Cha tertawa hambar seraya mengangkat jarinya yang terbungkus plester pada Ji Sung. “Baiklah aku pamit, anyong Sho-aa jangan lupa pesanku tadi” Eun Cha tersenyum pelan sejenak kemudian ia berlalu meninggalkan Ji Sung yang terbengong ditempatnya.
[/center]




Sepeninggal Eun Cha, Ji Sung masih terpaku ditempatnya, ia menghela nafasnya berat, kemudian tiba-tiba ia teringat sesuatu, saat semalam ia menggigil hebat dan saat ia menggigit lidahnya, samar-samar ia mengingat Eun Cha yang memasukkan jari tangannya ke mulutnya agar ia tidak terus-terusan menggigit lidahnya.


“Eun Cha, waeyo? Kenapa kau lakukan itu” gumam Ji Sung pelan, ia terdiam ditempatnya. “Dasar kau bodoh” seru Ji Sung menggetok kepalanya sendiri, sejenak kemudian ia berlari menyusul Eun Cha. Ji Sung setengah berlari keluar apartemennya, nafasnya memburu, ia menoleh kesana-kemari mencari sosok Eun Cha, namun pandangannya tidak menemukan Eun Cha. Ji Sung meremas rambutnya kesal, ia terus berjalan mondar-mandir berharap bisa menemukan Eun Cha. “Kemana dia? Kenapa larinya cepat sekali” batinnya pelan.


Sementara Eun Cha berjalan dengan setengah berlari menjauh dari apartemen Ji Sung, tanpa terasa air matanya menetes jatuh membasahi kedua pipinya, dengan kedua punggung tangannya, ia mengusap air matanya. Hatinya menjadi pedih karena sikap Ji Sung padanya tadi. Ia tidak menghiraukan pandangan orang yang menatapnya heran saat berpapasan dengannya. Ia tidak sadar saat menabrak seseorang.


“Sosonghaeyo” ucapnya spontan sembari membungkukkan badannya, ia kembali berjalan saat ia merasa tangannya ditarik oleh seseorang. Spontan Eun Cha menengadah.


“Sho” pekiknya pelan. Ia kaget dengan sosok Ji Sung yang kini sudah berdiri didepannya.


“Ya ampun kau lari cepat sekali” ujar Ji Sung sedikit tersengal mengatur nafasnya yang tidak beraturan karena berlari mencari Eun Cha.


“Wae…yo”


“Miane.. cheongmal miane….” ujar Ji Sung dengan telunjuknya, ia menghapus bekas air mata Eun Cha yang berada dipipi gadis itu. Tiba-tiba Ji Sung menarik tubuh mungil Eun Cha kedalam pelukannya membuat gadis itu menjadi bengong seketika.

 
“Miane, sudah membuatmu menangis” ujar Ji Sung perlahan. Ia mengusap rambut Eun Cha lembut.


“Sho-yya” gumam Eun Cha. Mereka berdua berpelukan tanpa memperdulikan pandangan orang-orang sekitar


“Saranghae…” bisik Ji Sung pelan. Eun Cha sontak terdiam, bengong, sejenak kemudian iapun tersenyum dan membalas pelukan Ji Sung.





**********************



Flashback

Ji Sung merasa badannya berat, kepalanya serasa berputar-putar. Tubuhnya panas, namun ia menggigil kedinginan, ia merasakan sakit diseluruh badannya giginya bergemelatuk hebat. Untuk menahan rasa sakitnya, ia mulai menggigit lidahnya saat ia merasakan ada sesuatu yang menahan giginya pada saat ia menggigit lidahnya.

Eun Cha memberikan jarinya supaya Ji Sung tidak terus menerus menggigit lidahnya, cukup lama Ji Sung berada didalam keadaan itu. Saat Ji Sung sudah melewati masa “kritisnya”, perlahan Eun Cha melepaskan jarinya dari mulut Ji Sung. Eun Cha mendapati jarinya memerah dan bekas gigitan Ji Sung membekas di jarinya. Ia kemudian beranjak mencari sesuatu untuk mengobati lukanya, ia terhenti oleh suara Ji Sung yang mengigau.

“Omma…. Omma…”  Suara Ji Sung yang pelan namun sangat menyayat hati Eun Cha. Ia kemudian berbalik kembali kearah Ji Sung dan duduk di tepi Ji Sung. Eun Cha mengusap kepala Ji Sung perlahan, menyapu sebagian rambut Ji Sung yang menutupi wajah pemuda itu. Eun Cha tersenyum perlahan. Ia bergumam pelan.

“Miane Sho-yya aku hanya bisa melakukan hal ini untukmu” ucapnya sembari tersenyum. “Kalaupun bisa aku ingin menggantikan posisi ibumu sekarang, itu saja saat ini sudah cukup untukku. Asal aku bisa berada dekat denganmu dan merawatmu seperti ini, sudah membuatku bahagia” lanjut Eun Cha, tanpa terasa dua bulir air bening jatuh menetes membasahi kedua pipinya. Eun Cha menggigit bibirnya, menahan diri untuk tidak menangis.

“Miane…. maaf kalau aku tidak bisa menahan perasaan ini padamu…. Aku tidak tahu sejak kapan namun sejujurnya aku sangat mencintaimu Sho, sejak dulu sampai sekarang perasaan itu tidak pernah berubah, aku tidak ingin hanya menjadi sahabatmu saja, jeongmal miane maafkan keegoisanku ini” ujar Eun Cha perlahan, suaranya bergetar. Perlahan Eun Cha mendekat kearah Ji Sung kemudian mengecup perlahan bibir pemuda itu. “Saranghae” ujarnya perlahan
.

End of Flashback



“Sho-aa, sudah lepaskan aku, malu tau” suara lembut Eun Cha menyadarkan Ji Sung. Perlahan Ji Sung melepaskan pelukannya dari tubuh mungil Eun Cha. Wajahnya sontak memerah. Beberapa orang yang kebetulan lewat memandang mereka dengan senyuman penuh arti bahkan ada beberapa yang berbisik-bisik dan tertawa kecil. “Ehem” Ji Sung berdehem pelan, membersihkan kerongkongannya, sejenak kemudian ia menarik tangan Eun Cha untuk berlalu dari tempat itu.



**********************************


Eun Cha merebahkan tubuhnya di tempat tidurnya, ia memejamkan matanya senyuman kecil tersungging dibibir mungilnya. Bayangan beberapa waktu yang lalu kembali bermain di pikirannya. Saat ia mengungkapkan semua perasaannya kepada Ji Sung membuatnya lega seakan semua beban terangkat dari pundaknya. Cinta itu bagaimanapun dalamnya jika tidak diungkapkan maka akan percuma. Setidaknya sekarang Eun Cha percaya dengan ungkapan tersebut. Ia kembali tersenyum saat mengingat Ji Sung yang keras kepala ingin mengantarnya pulang ke rumah meskipun tubuhnya masih lemah. Bagaimana Ji Sung mengkhawatirkan Eun Cha melebihi dirinya sendiri. Mereka berdebat cukup alot karena masalah tersebut namun Eun Cha menyukainya. Ia selalu merindukan saat-saat ia bertengkar dengan Ji Sung dulu. Sampai pada akhirnya, Ji Sung mengalah dengan membiarkan Eun Cha pulang sendiri namun dengan syarat bahwa Eun Cha harus mengabarinya sesaat setelah ia tiba dirumah. Eun Cha tersenyum sendiri mengingat semua itu, ia tidak menyadari kehadiran Nyonya Lee yang melihat tingkah aneh putrinya tersebut. Perlahan Nyonya Lee berjalan mendekati putrinya itu kemudian wanita setengah baya tersebut duduk di tepi ranjang Eun Cha.


Eun Cha yang merasakan kehadiran seseorang, tiba-tiba membuka matanya dan mendapati Nyonya Lee yang tersenyum melihatnya.


“Omma?” Eun Cha perlahan bangkit dan duduk di samping Nyonya Lee. “Wegude? Gwenchana?” tanyanya cemas.


“Seharusnya omma yang bertanya padamu sayang. Wegude? Kenapa kau senyam senyum sejak tadi? Apa hatimu sedang senang? Apa kalian sudah berbaikan?” Tanya Nyonya Lee menyidik. Eun Cha tersenyum simpul mendengar pertanyaan ibunya.


“Omma…” Eun Cha menjawab pertanyaan ibunya dengan menggelengkan kepalanya pelan, ia kemudian menyandarkan kepalanya di bahu Nyonya Lee.


“Ada apa? Tidak biasanya kau bersikap manja sama omma begini” Nyonya Lee tersenyum ia merangkul bahu Eun Cha dan mengelus sayang rambut putrinya tersebut.


“Miane… aku sudah mengecewakan omma. Aku tidak mungkin kembali pada Jun oppa”


Nyonya Lee terdiam sejenak kemudian “Oh sayang, seharusnya omma yang meminta maaf karena omma terlalu menaruh harapan besar padamu”


“Ahniyo omma,  bukan begitu, hanya saja saat ini aku sadar bahwa selama ini aku tidak pernah mencintai oppa, maksudku… aku menyayanginya… tapi… hanya sebatas sahabat, seperti adik yang menyayangi kakaknya” Eun Cha berkata pelan sambil menggigit bibirnya, ia sangat berhati-hati karena tidak ingin mengecewakan ibunya kembali dengan keputusannya tersebut.


Nyonya Lee tersenyum, ia menatap wajah Eun Cha kemudian menangkupkan kedua tangannya di wajah Eun Cha. “Sayang, jangan begitu sungkan pada omma, yang paling penting untuk omma adalah melihat kau bahagia dengan siapapun kau nantinya”


“Omma…..” Eun Cha tersenyum, dipeluknya Nyonya Lee erat dan membisikkan sesuatu ditelinga Nyonya lee “Saranghae, omma”



**********************************


Eun Cha merebahkan dirinya diatas ranjangnya, ia memainkan sebuah kunci ditangannya. Mengamatinya sesaat. Sebuah kunci apartemen yang diberikan oleh Ji Sung kepadanya saat ia akan berpamitan untuk pulang. Ia teringat kata-kata Ji Sung yang menyuruhnya untuk menyimpannya agar ia bisa leluasa untuk datang kapanpun. Eun Cha tersenyum kecil, ia membayangkan pipinya yang merona saat Ji Sung mengatakan hal itu kepadanya. Tiba-tiba ia teringat sesuatu. Eun Cha perlahan bangkit dan membuka laci meja kecil yang ada di kamarnya. Ia mengeluarkan sebuah kunci lainnya dari laci tersebut.


“Benar juga aku lupa mengembalikannya” ujarnya pelan.



******************************



Pagi itu Eun Cha bersiap untuk pergi. Hari ini ia akan menemani Ji Sung berlatih balap. Ia sudah bersiap untuk berangkat saat ia mendengar hpnya berbunyi. Eun Cha melirik sejenak telepon genggamnya tersebut. “Ji Won unnie?” ujarnya pelan. Ia menimbang sejenak kemudian memutuskan untuk menekan tombol penjawab.


“Yoboseyo, unnie” jawab Eun Cha.


“Eun Cha, maaf apa aku mengganggumu? Kau dimana sekarang”


“Ah, ahniyo, unnie… aku masih dirumah. Wegude..yo” Eun Cha menjawab ragu-ragu.


“Gwenchana, Emmm Eun Cha, apa kau ada waktu? Bisakah kita bertemu sebentar? Aku sudah ada didekat rumahmu sekarang” jawab suara diseberang. Eun Cha melirik jam yang melingkar dipergelangan tangannya. Ia tidak menjawab.


“Please, sebentar saja. Ada hal penting yang ingin ku sampaikan padamu” seru Ji Won kembali.


“U…nnie… aku….”


“Please….” Kali ini nada suara Ji Won seperti memohon. Membuat Eun Cha menjadi resah.


“Emmm, baiklah kalau begitu”


“Ok, aku jemput kau dirumah. Sebentar lagi aku sampai” Ji Won memutuskan teleponnya dan melajukan mobilnya ke kediaman Eun Cha.


END OF CHAPTER

       
Mian mian baru bisa ngupdate sekian  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] ntar akyu tulis lagi tapi gak tau kapan updatenya  [hmff] [hmff] [hmff]













And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^